Didalam mendapatkan layanan kesehatan, pasien mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana Surat edaran DirJen Yan Medik

No: YM.02.04.3.5.2504 Tentang Pedoman Hak dan Kewajiban Pasien, Dokter dan Rumah Sakit, th.1997; UU.Republik Indonesia No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran dan Pernyataan/SK PB. IDI, sebagai berikut : HAK PASIEN adalah hak-hak pribadi yang dimiliki manusia sebagai pasien:: Hak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di rumah sakit. Hak atas pelayanan y ang manusiawi, adil dan jujur Hak untuk mendapatkan pelayanan medis yang bermutu sesuai dengan standar profesi kedokteran/kedokteran gigi dan 2. tanpa diskriminasi 3. Hak memperoleh asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan Hak untuk memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku di 4. rumah sakit Hak dirawat oleh dokter yang secara bebas menentukan pendapat klinik dan pendapat etisnya tanpa campur tangan dari 5. pihak luar Hak atas "privacy" dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya kecuali apabila ditentukan 7. berbeda menurut peraturan yang berlaku 8. Hak untuk memperoleh informasi /penjelasan secara lengkap tentang tindakan medik yg akan dilakukan thd dirinya. Hak untuk memberikan persetujuan atas tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sehubungan dengan penyakit yang 9. dideritanya Hak untuk menolak tindakan yang hendak dilakukan terhadap dirinya dan mengakhiri pengobatan serta perawatan atas 10. tanggung jawab sendiri sesudah memperoleh informasi yang jelas tentang penyakitnya. Hak didampingi keluarga dan atau penasehatnya dalam beribad dan atau masalah lainya (dalam keadaan kritis atau 11. menjelang kematian). Hak beribadat menurut agama dan kepercayaannya selama tidak mengganggu ketertiban & ketenangan umum/pasien 12. lainya. 13. Hak atas keamanan dan keselamatan selama dalam perawatan di rumah sakit 14. Hak untuk mengajukan usul, saran, perbaikan atas pelayanan rumah sakit terhadap dirinya Hak transparansi biaya pengobatan/tindakan medis yang akan dilakukan terhadap dirinya (memeriksa dan mendapatkan 16. penjelasan pembayaran) 17. Hak akses /'inzage' kepada rekam medis/ hak atas kandungan ISI rekam medis miliknya 1.

KEWAJIBAN PASIEN 1. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya kepada dokter yang merawat 2. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi dan perawat dalam pengobatanya. Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima. Berkewajiban memenuhi hal-hal yang telah disepakati/perjanjian 4. yang telah dibuatnya

http://askep-askeb.blogspot.com/2009/11/hak-dan-kewajiban-pasien.html

Seringkali ketika Anda menjadi pasien dari seorang dokter hanya bisa menerima apa yang disampaikan oleh dokter tentang penyakit kita serta tindakan yang akan diambil untuk penyembuhan penyakit tersebut. Namun apakah lantas dokter dan tenaga medis lain dapat bertindak semena-mena terhadap tubuh Anda ? Apakah Anda mempunyai hak dan kewajiban sebagai pasien ? Bagaimana Anda mendapatkannya ? Tentu saja jawabnya adalah tidak. Karena pada dasarnya para dokter dalam melakukan praktek kedokteran berada di bawah sumpah dokter dan kode etik kedokteran yang mengharuskan mereka memberikan pelayanan terbaik bagi pasien sebagai umat manusia. Di samping itu, kepentingan dan hak-hak pasien juga terlindungi sejak diberlakukannya Undang-undang nomo 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasien sebagai konsumen kesehatan memiliki perlindungan diri dari kemungkinan upaya kesehatan yang tidak bertanggungjawab seperti penelantaran. Pasien juga berhak atas keselamatan, keamanan, dan kenyamanan terhadap pelayanan jasa kesehatan yang diterima. Dengan hak tersebut maka konsumen akan terlindungi dari praktik profesi yang mengancam keselamatan atau kesehatan. Hak pasien yang lainnya sebagai konsumen adalah hak untuk didengar dan mendapatkan ganti rugi apabila pelayanan yang didapatkan tidak sebagaimana mestinya. Masyarakat

Pasien juga mempunyai kewajiban untuk tidak memaksakan keinginannya agar dilaksanakan oleh dokter apabila ternyata berlawanan dengan kebebasan dan keluhuran profesi dokter. 3. serta hak atas rahasia kedokteran terhadap riwayat penyakit yang dideritanya. pengobatan maupun perawatannya-. Proses untuk ikut menentukan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap tubuh kita sendiri sebagai pasien setelah mendapatkan cukup informasi. Untuk tindakan yang tidak termasuk dalam butir 3. Selain itu konsumen berhak untuk memilih dokter yang diinginkan dan berhak untuk mendapatkan opini kedua (second opinion). Pernyataan IDI tentang informed consent ini adalah : 1. Pasal 14 UU tersebut mengungkapkan bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan kesehatan optimal. walaupun untuk kepentingan pasien sendiri. rahasia kedokteran. Manusia dewasa sehat jasmani dan rohani berhak sepenuhnya menentukan apa yang hendak dilakukan terhadap tubuhnya. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada akhir Oktober 2000 juga telah berikrar tentang hak dan kewajiban pasien dan dokter. Di Indonesia ketentuan tentang informed consent ini diatur lewat Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 1981 dan Surat Keputusan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia nomor 319/PB/A4/88. Setiap tindakan medis yang mempunyai risiko cukup besar. dan hak opini kedua. perawat dan sarana kesehatannya dan hak untuk menerima. Hak-hak pasien juga dijelaskan pada Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. Tidak boleh menahan informasi.sebagai konsumen dapat menyampaikan keluhannya kepada pihak rumah sakit sebagai upaya perbaikan rumah sakit dalam pelayanannya. pasien juga memiliki kewajiban. yang wajib untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh dokter di Indonesia. juga berhak untuk mendapatkan rekam medik (medical record) yang berisikan riwayat penyakit pasien. 5. Semua tindakan medis memerlukan informed consent secara lisan maupun tertulis. baik diminta maupun tidak diminta oleh pasien. Pasal 55 menyebutkan bahwa setiap pasien berhak mendapatkan ganti rugi karena kesalahan dan kelalaian petugas kesehatan. 2. Salah satu hak pasien yang utama dalam ikrar tersebut adalah hak untuk menentukan nasibnya sendiri. setelah sebelumnya pasien memperoleh informasi yang cukup tentang perlunya tindakan medis yang bersangkutan serta risikonya. tentu saja setelah menerima informasi yang lengkap mengenai keadaan kesehatan atau penyakitnya. menolak atau menghentikan pengobatan atau perawatan atas dirinya. dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah kesepakatan yang jelas (informed consent). Pasal 53 menyebutkan bahwa setiap pasien berhak atas informasi. mematuhi anjuran dokter atau perawat -baik dalam rangka diagnosis. kecuali bila . dan kewajiban memberi imbalan jasa yang layak. Sementara itu. Hak menentukan nasibnya sendiri berarti hak memilih dokter. Dokter tidak berhak melakukan tindakan medis yang bertentangan dengan kemauan pasien. yang merupakan bagian dari hak asasi manusia. yaitu memberikan informasi yang benar kepada dokter dengan i¶tikad baik. mengharuskan adanya persetujuan tertulis yang ditandatangani pasien. Informasi tentang tindakan medis harus diberikan kepada pasien. hanya dibutuhkan persetujuan lisan atau sikap diam. 4.

id/2009/03/hak-dan-kewajiban-pasien. Hak pasien yang lainnya sebagai konsumen adalah hak untuk didengar dan mendapatkan ganti rugi apabila pelayanan yang didapatkan tidak sebagaimana mestinya. kehadiran seorang perawat atau paramedik lain sebagai saksi adalah penting. . tanya dulu saya sakit apa. tindakan apa yang perlu saya terima. Namun apakah lantas dokter dan tenaga medis lain dapat bertindak semena-mena terhadap tubuh Anda ? Apakah Anda mempunyai hak dan kewajiban sebagai pasien ? Bagaimana Anda mendapatkannya ? Tentu saja jawabnya adalah tidak. rahasia kedokteran.dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien. Sudah tidak ragu lagi kan ? karena sudah ada aturannya. jangan diam saja bila ke dokter dan langsung manut saja bila dokter akan melakukan tindakan. Sekarang sudah jelas kan semuanya. Dengan hak tersebut maka konsumen akan terlindungi dari praktik profesi yang mengancam keselamatan atau kesehatan. Di samping itu. berbahayakah. Jadi. Pasal 55 menyebutkan bahwa setiap pasien berhak mendapatkan ganti rugi karena kesalahan dan kelalaian petugas kesehatan. dan sebagainya. Pasien juga berhak atas keselamatan. Pasal 14 UU tersebut mengungkapkan bahwa setiap orang berhak untuk mendapatkan kesehatan optimal. Pasal 53 menyebutkan bahwa setiap pasien berhak atas informasi. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi kepada keluarga terdekat pasien. keamanan. tetapi dapat pula secara tertulis. kepentingan dan hak-hak pasien juga terlindungi sejak diberlakukannya Undang-undang nomo 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Isi informasi mencakup keuntungan dan kerugian tindakan medis yang direncanakan akan diambil.http://dokternasir. Selain itu konsumen berhak untuk memilih dokter yang diinginkan dan berhak untuk mendapatkan opini kedua (second opinion). 6. Masyarakat sebagai konsumen dapat menyampaikan keluhannya kepada pihak rumah sakit sebagai upaya perbaikan rumah sakit dalam pelayanannya. Karena pada dasarnya para dokter dalam melakukan praktek kedokteran berada di bawah sumpah dokter dan kode etik kedokteran yang mengharuskan mereka memberikan pelayanan terbaik bagi pasien sebagai umat manusia. Informasi biasanya diberikan secara lisan. Dalam memberi informasi kepada keluarga terdekat dengan pasien. juga berhak untuk mendapatkan rekam medik (medical record) yang berisikan riwayat penyakit pasien. Hak-hak pasien juga dijelaskan pada Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. dan kenyamanan terhadap pelayanan jasa kesehatan yang diterima. bahwa kita di hadapan dokter memiliki hak yang penuh untuk mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya dan berhak untuk ikut menentukan tindakan yang akan diambil dalam penyembuhan penyakit. Pasien sebagai konsumen kesehatan memiliki perlindungan diri dari kemungkinan upaya kesehatan yang tidak bertanggungjawab seperti penelantaran.web.html Hak Dan Kewajiban Pasien Seringkali ketika Anda menjadi pasien dari seorang dokter hanya bisa menerima apa yang disampaikan oleh dokter tentang penyakit kita serta tindakan yang akan diambil untuk penyembuhan penyakit tersebut. dan hak opini kedua. serta berhak untuk mendapatkan pelayanan yang layak bagi kesehatan kita.

setelah sebelumnya pasien memperoleh informasi yang cukup tentang perlunya tindakan medis yang bersangkutan serta risikonya. yang wajib untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh dokter di Indonesia. Tidak boleh menahan informasi. kecuali bila dokter menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien. pasien juga memiliki kewajiban. Pernyataan IDI tentang informed consent ini adalah : 1. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi kepada keluarga terdekat pasien. 4. perawat dan sarana kesehatannya dan hak untuk menerima. Informasi tentang tindakan medis harus diberikan kepada pasien. mengharuskan adanya persetujuan tertulis yang ditandatangani pasien. Untuk tindakan yang tidak termasuk dalam butir 3. 2. kehadiran seorang perawat atau paramedik lain sebagai saksi adalah penting. 3. Dalam memberi informasi kepada keluarga terdekat dengan pasien. menolak atau menghentikan pengobatan atau perawatan atas dirinya. Pasien juga mempunyai kewajiban untuk tidak memaksakan keinginannya agar dilaksanakan oleh dokter apabila ternyata berlawanan dengan kebebasan dan keluhuran profesi dokter. jangan diam saja bila ke dokter dan langsung . Isi informasi mencakup keuntungan dan kerugian tindakan medis yang direncanakan akan diambil. Semua tindakan medis memerlukan informed consent secara lisan maupun tertulis. dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah kesepakatan yang jelas (informed consent). mematuhi anjuran dokter atau perawat -baik dalam rangka diagnosis. 6. Manusia dewasa sehat jasmani dan rohani berhak sepenuhnya menentukan apa yang hendak dilakukan terhadap tubuhnya. 5. serta berhak untuk mendapatkan pelayanan yang layak bagi kesehatan kita. Jadi. Informasi biasanya diberikan secara lisan. yang merupakan bagian dari hak asasi manusia. Hak menentukan nasibnya sendiri berarti hak memilih dokter. Dokter tidak berhak melakukan tindakan medis yang bertentangan dengan kemauan pasien. Sementara itu. Di Indonesia ketentuan tentang informed consent ini diatur lewat Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 1981 dan Surat Keputusan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia nomor 319/PB/A4/88. yaitu memberikan informasi yang benar kepada dokter dengan i⼌tikad baik. dan kewajiban memberi imbalan jasa yang layak. tentu saja setelah menerima informasi yang lengkap mengenai keadaan kesehatan atau penyakitnya. bahwa kita di hadapan dokter memiliki hak yang penuh untuk mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya dan berhak untuk ikut menentukan tindakan yang akan diambil dalam penyembuhan penyakit. hanya dibutuhkan persetujuan lisan atau sikap diam. pengobatan maupun perawatannya-. tetapi dapat pula secara tertulis. Proses untuk ikut menentukan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap tubuh kita sendiri sebagai pasien setelah mendapatkan cukup informasi. Salah satu hak pasien yang utama dalam ikrar tersebut adalah hak untuk menentukan nasibnya sendiri. walaupun untuk kepentingan pasien sendiri. Sekarang sudah jelas kan semuanya. Setiap tindakan medis yang mempunyai risiko cukup besar.Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada akhir Oktober 2000 juga telah berikrar tentang hak dan kewajiban pasien dan dokter. baik diminta maupun tidak diminta oleh pasien. serta hak atas rahasia kedokteran terhadap riwayat penyakit yang dideritanya.

Mendapatkan penjelasan tindakan medis. '09 9:54 PM for everyone Undang-undang merupakan seperangkat aturan yang harus diketahui. alternatif tindakan lain dan risikonya. e.html oleh: Akhmad Budiman A. Saya mengutip dari koran tempo. Sumber : dokternasir. Mematuhi saran dan petunjuk dokter. Mendapatkan informasi yang jelas. http://phadli23. Mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan pasien. dan lengkap tentang masalah kesehatan yang dia hadapi. c. Mendapatkan isi rekam medis. d. Pasien harus memberikan informasi yang jelas. dan sebagainya. Mendapatkan imbalan dari pasien. Hak Perawat . id Jun 6. sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien. Kewajiban penyedia layanan kesehatan: a. b. Hak penyedia layanan kesehatan: a. jujur.com/content/15726051-hak-dan-kewajiban-perawat. b. web. Merujuk pasien ke dokter lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan lebih baik. Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar dan kebutuhan pasien. e. tindakan apa yang perlu saya terima. Membayar imbalan atas jasa yang dia terima. Menolak tindakan medis. Mencakup diagnosis dan tata cara tindakan medis. b. Setiap dokter wajib membuat rekam medis. Dokumen rekam medis merupakan milik dokter atau rumah sakit.multiply.7 juni. termasuk undangundang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran mengatur hak-kewajiban pasien dan penyedia layanan kesehatan. d.dan lengkap tentang masalah kesehatan pasien. Merahasikan segala yang diketahuinya tentang pasien. b.manut saja bila dokter akan melakukan tindakan. berbahayakah. Sudah tidak ragu lagi kan ? karena sudah ada aturannya. Kewajiban pasien: a. dan komplikasi yang mungkin terjadi.feedfury. c. Hak kewajiban Pasien dan dokter Hak pasien: a. c. tujuan tindakan medis. tanya dulu saya sakit apa. Melakukan pertolongan darurat atas dasar peri kemanusiaan. jujur.com/journal/item/550/Hak_kewajiban_Pasien_dan_dokter hak dan kewajiban perawat Sumber : http://health. Meminta pendapat dokter lain.

Ini dimaksudkan agar perawat dapat melaksanakan tugasnya hanya yang sesuai dengan ilmu pengetahuan yang didapat berdasarkan jenjang pendidikan dimana profesi lain tidak dapat melakukan jenis kompetensi ini.Dalam melaksanakan asuhan keperawatan yang merupakan salah satu dari praktik keperawatan tentunya seorang perawat memiliki hak dan kewajiban. Bagaimana dengan beberapa jenis kompetensi profesi yang keilmuannya hampir sama dengan keperawatan? hal ini tentunya ada perimbangan sendiri mengenai kompleksitas alur kerjasama antara perawat dan bidang profesi lainnya. tertinggal. tetapi untuk semua perawat yang sedang dalam masa tugasnya. sebagai jaminan kesehatan selama menjalani masa tugas hingga masa pensiun nantinya. Dua hal dasar yang harus dipenuhi. Perawat berhak untuk dapat memperoleh penghargaan sesuai dengan prestasi. Jadi kepada klien dan keluarga yang berada dalam lingkup keperawatan tidak hanya memberikan informasi kesehatan klien kepada salah satu profesi kesehatan lainnya saja. Semestinya perawat tetap mendapatkan jaminan kesehatan baik itu dalam lingkungan pemerintahan maupun swasta. Hal ini seperti dipaparkan pada materi sebelumnya sedang dipertimbangkan oleh berbagai pihak. lembaga legislatif serta elemen pemerintahan lain yang berkepentingan. misalnya saja yang berada dirumah sakit atau klinik dan balai perawatan swasta. Hak perawat yang lain yaitu melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan otonomi profesi. baik dari PPNI. Sebenarnya hak mendapatkan perlindungan terhadap resiko kerja ini bukan hanya untuk PNS saja. rawan konflik dan bencana alam serta tidak diminati). selain sebagai pajangan dirumah kira-kira sertifikat tersebut bisa digunakan untuk apa ya? Layaknya pegawai pemerintahan lainnya (Pegawai Negeri Sipil) perawat juga berhak memperoleh jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya. dedikasi yang luar biasa dan atau bertugas di daerah terpencil dan rawan. karena yang berhadapan langsung dengan klien tidak lain adalah perawat itu sendiri. Selain mendapatkan perlindungan hukum secara legal. Organisasi profesi kesehatan yang lain. akan tetapi perawat berhak mengakses segala informasi mengenai kesehatan klien. Kalau dilihat dari hak perawat yang telah di tetapkan ini sepertinya belum berjalan dengan optimal. Bagi pegawai negeri sipil (PNS) berhak memiliki ASKES tersebut tak terkecuali perawat yang berstasus PNS. Penulis sangat berterima kasih sekali kepada pemerintah dan masyarakat atas penghargaan yang diberikan. dimana ada keseimbangan antara tuntutan profesi dengan apa yang semestinya didapatkan dari pengembanan tugas secara maksimal. namun pada kenyataannya belum terpenuhi terutama di lingkungan swasta. Di Indonesia biasanya kita kenal dengan Asuransi Kesehatan (ASKES). . Hanya saja penulis hingga saat ini masih bingung. perawat berhak untuk memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari klien dan atau keluarganya agar mencapai tujuan keperawatan yang maksimal. yaitu berupa kerja sama yang baik dari masyarakat dan sertifikat resmi dari pusat DEPKES RI Litbangkes sebagai perawat pelaksana saat bertugas di DACILGALTAS (Daerah Terpencil. Memperoleh perlindungan hukum dan profesi sepanjang melaksanakan tugas sesuai standar profesi dan Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan salah satu hak perawat yang mempertahankan kredibilitasnya dibidang hukum serta menyangkut aspek legal atas dasar peraturan perundang-undangan dari pusat maupun daerah. Hal ini juga tergantung kebijakan dan ketentuan yang diberlakukan oleh manajemen yang memanfaatkan tenaga perawat tersebut.

Kewajiban lain yang jarang diperhatikan dengan serius yaitu menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu keperawatan dalam meningkatkan profesionalsme. Disini kita hanya mendiskusikan bagaimana mengambil langkah ke depan. menurut saya hal ini hanya menyemakkan ruang kerja saja yang berisi orang-orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan yang seharusnya mereka miliki. sedangkan untuk daerah yang jauh dari pelayanan kesehatan modern tentunya perawat kebanyakan menggunakan seluruh kemampuannya untuk melakukan tindakan pertolongan. apabila tidak mampu melakukan suatu pemerikasaan atau tindakan.Satu hal lagi yang sering terabaikan. Namun disisi lain. B. Beberapa faktor-faktor yang membuat kita malas mengembangkan ilmu keperawata banyak sekali. kecuali untuk kepentingan hukum. pelaksanaan gawat darurat yang sangat membutuhkan pertolongan segera dapat dilaksanakan dengan baik yaitu di rumah sakit yang tercipta kerja sama antara perawat serta tenaga kesehatan lain yang berhubungan langsung. Perawat wajib untuk merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang klien dan atau pasien. standar praktek keperawatan. . sehingga tidak terjadi lagi hal yang tidak menyenangkan. mungkin akan berfikir bahwa ilmu pengetahuan kita akan bertambah seiring dengan pengalaman yang didapatkan dilapangan. kode etik. Contoh kecil saja ketika sudah bekerja. karena dari sekian banyak perawat yang bekerja belum tentu mendapatkan imbalan yang sesuai dengan ilmu yang diaplikasikan terhadap masyarakat. Hal ini juga tergantung situasi. untuk mencapai jenjang pendidikan yang tinggi di bidang keperawatan membutuhkan biaya yang super tinggi pula. untuk itu kita harus dapat membagi fokus kita antara belajar dan bekerja sehingga orientasi kerja juga tidak terganggu dan ilmu kita bertambah banyak. Perawat wajib melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan. Kewajiban Perawat Dalam melaksanakan praktik keperawatan perawat berkewajiban untuk memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi. saya hanya bisa menjelaskan seperti ini. jika lingkungan kita juga tidak memungkinkan maka kita sebagai perawat dapat menerangkan alasan yang tepat. kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya. Jika dalam konteks ini memang agak membingungkan. standar praktek dan kode etik tersebut ditetapkan oleh organisasi profesi dan merupakan pedoman yang harus diikuti oleh setiap tenaga keperawatan. Hal ini menyangkut privasi klien yang berada dalam asuhan keperawatan karena disis lain perawat juga wajib menghormati hak-hak klien dan atau pasien dan profesi lain sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Bahkan ada yang hanya mengejar pangkat atau golongan sehingga yang dituju adalh jenjang pendidikan yang kadang-kadang tidak sesuai. Perawat yang melaksanakan tugasnya diwajibkan untuk merujuk klien dan atau pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. dan SOP serta kebutuhan klien atau pasien dimana standar profesi. sekolah murah asal naik pangkat. demi keselamatan jiwa klien. yaitu mengenai hak perawat untuk menerima imbalan jasa profesi yang proporsional sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku. misalkan yang seharusnya dari DIII keperawatan lanjut ke S1 Keperawatan tetapi beralih kejurusan lain. sehingga mereka yang mengejar pangkat tadi merasa tidak seimbang dengan apa yang akan mereka dapatkan kelak. Penulis berharap agar teman-teman sejawat juga dapat mendiskusikannya disini. Akan tetapi jika untuk menyampaikan keluhan dengan maksud memprotes atau sejenisnya bukan disini tempatnya.

kultural dan spiritual. perawat professional dan perawat profesinoal spesialis Perawat vokasional adalah seseorang yang mempunyai kewenangan untuk melakukan praktik dengan batasan tertentu dibawah supervisi langsung maupun tidak langsung oleh Perawat Profesioal dengan sebutan Lisenced Vocasional Nurse (LVN) .Pendidikan dan Komunitas Kebijakan Registrasi Praktek Perawat Hak dan kewajiban perawat http://rinanovrina. kelompok dan masyarakat. pengambilan keputusan dan keterampilan perawat berdasarkan aplikasi prinsip-prinsip ilmu biologis. Praktik keperawatan adalah tindakan perawat melalui kolaborasi dengan klien dan atau tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan yang dilandasi dengan substansi keilmuan khusus. serta disisi lain kita juga perlu mengejar jenjang pendidikan karena semua itu tidak kalah pentingnya. melindungi pada diri setiap pasien yang sedang menjalani proses perawatan dan penyembuhan dimana sikap ini merupakan kompensasi sebagai pemberi layanan dan diharapkan menimbulkan perasaan puas pada diri pasien. Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan keperawatan merupakan sikap profesional perawat yang memberikan perasaan nyaman. dengan menggunakan pendekatan ilmiah keperawatan berdasarkan kode etik dan standar praktik keperawatan.html Pelayanan keperawatan adalah pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang mencakup bio-psiko-sosio-spiritual yang konprenhensif. kelompok. dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. baik sakit maupun sehat. Perawat terdiri dari perawat vokasional.Jadi apa yang dimaksud disini adalah bahwa untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tentang keperawatan bukan hanya di bangku kuliah saja. sosial. Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. ditujukan kepada individu. keluarga. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu. psikolologi. penyembuhan dan pemulihan kesehatan dan menggunakan pendekatan proses keperawatan.blogspot.com/2010/11/hak-dan-kewajiban-perawat. Asuhan keperawatan adalah proses atau rangkaian kegiatan pada praktik keperawatan ya ng diberikan kepada klien di sarana pelayanan kesehatan dan tatanan pelayanan lainnya. keluarga. pencegahan penyakit. yang meliputi peningkatan derajat kesehatan. akan tetapi bisa melalui internet seperti yang anda lakukan sekarang ini. Sumber Bacaan: Perlindungan Konsumen Kesehatan Berkaitan dengan Malpraktik Medik BAB VIII PENYELENGGARAAN PRAKTIK KEPERAWATAN Pasal 37 Implementasi Kinerja Perawat di Rumah Sakit.

Memperoleh jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya. Merujuk klien dan atau pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. b. Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan untuk menyelamatkan iwa f. apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau tindakan. Melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan otonomi profesi. Menambah dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan ketrampilan keperawatan dalam upaya peningkatan profesionalisme. Standar profesi === pedoman yang harus digunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi secara baik 2. Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang klien dan atau pasien kecuali untuk kepentingan hukum. Memperoleh perlindungan hukum yang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi. A. Memperoleh perlindungan hukum dan profesi sepanjang melaksanakan tugas sesuai standar profesi dan Standar Operasional Prosedur (SOP). d. 5. 3. c. Menghormati hak-hak klien dan atau pasien dan profesi lain sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku. Hak & Kewajiban Perawat Hak perawat dalam melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut : 1. e. perawat mempunyai kewajiban : a. Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari klien dan /atau keluarganya. Mendapatkan perlakuan adil & jujur oleh Pimpinan sarana kesehatan. telah lulus uji kompetensi perawat profesional yang dilakukan oleh konsil dengan sebutan Registered Nurse (RN) Perawat Profesional Spesialis adalah seseorang perawat yang disiapkan diatas level perawat profesional dan mempunyai kewenangan sebagai spesialis atau kewenangan yang diperluas dan telah lulus uji kompetensi perawat profesional spesialis. d. Menerima imbalan jasa profesi Kewajiban Perawat Dalam melaksanakan praktik keperawatan. . Memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan SOP b. perawat mempunyai hak : a. Mendapat hak cuti & hak kepegawaian lainnya sesuai peraturan yang berlaku. 4. c. klien/pasien & / keluarganya. f. Memperoleh penghargaan sesuai dengan prestasi dan dedikasi e. Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya. bekerja secara otonom dan berkolaborasi dengan yang lain dan telah menyelesaikan program pendidikan profesi keperawatan. Hak Perawat Dalam melaksanakan praktik keperawatan.Perawat professional adalah tenaga professional yang mandiri. Menerima imbalan jasa pelayanan keperawatan yang telah diberikan.

3. b. B. Perawat menyimpan rahasia pasien sesuai dengan peraturan perundang -undangan yang berlaku 5. Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri melalui pendidikan formal sampai jenjang spesialisasi & pendidikan non formal 7. Memperoleh kesempatan mengembangkan karier sesuai bidang profesinya di sarana kesehatan. Kewajiban Perawat Kewajiban seorang perawat adalah sebagai berikut : 1. Mendapat pelayanan pemeriksaan kesehatan secara rutin 9. sebagai bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktek perawat perorangan / kelompok 2. Perawat wajib merujuk kasus yang tidak dapat ditangani 4. Surat Ijin Praktek Perawat ( SIPP ) . Mendapat informasi yang jujur dan lengkap dari klien atas pelayanan keperawatan yang diberikan 12.6. sebagai bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pekerjaan keperawatan diseluruh wilayah Indonesia. Dilibatkan secara aktif dalam penyusunan/penetapan kebijakan sesuai pengembangan kesehatan di sarana kesehatan 13. Surat Ijin Kerja ( SIK ) . Menuntut jika nama baiknya dicemarkan oleh klien/pasien atau tenaga kesehatan lainnya. Perawat wajib menghormati hak-hak pasien. Surat Ijin Perawat ( SIP ) . Perawat wajib memiliki : a. sebagai bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk melakukan praktek keperawatan di sarana kesehatan c. Perawat wajib memberikan informasi kepadapasien / keluarga yang sesuai batas kewenangan perawat 6. Menolak pihak lain yang memberi anjuran atau permintaan tertulis untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan perundang-undangan. 10. standar profesi & kode etik profesi 11. Menjaga hak privasi personal sebagai seorang perawat 8. Meminta persetujuan setiap tindakan yang akan dilakukan oleh perawat sesuai dengan kondisi pasien baik secara tertulis maupun secara lisan .

wanita mempunyai hak. ³ Kemudian dalam Pelita V dikatakan: «««. wanita merupakan mitra sejajar yang mempunyai hak.. Mentaati semua peraturan perundang-undangan 13. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan pria disegala bidang kehidu pan ««««« Jadi keikutsertaan perawat dan sekaligus sebagian sebagai wanita dalam pembangunan kesehatan diakui cukup banyak tidak diragukan. Melakukan pertolongan darurat yang mengancam jiwa pasien sesuai batas kewenangan & SOP 11. Mematuhi standar profesi & kode etik perawat Indonesia dalam melaksanakan praktik profesi keperawatan 9.. Mencatat semua tindakan keperawatan ( dokumentasi asuhan keperawatan ) secara akurat sesuai peraturan & SOP yang berlaku 8. Hak ± Hak Perawat Berikut ini akan dibahas beberapa hak-hak umum yang dimiliki perawat : 1.Hak perlindungan wanita Jumlah perawat wanita sampai saat ini masih lebih banyak dari pada pria. . Menjaga hubungan kerja yang baik antara sesama perawat maupun dengan anggota tim kesehatan lain.7. Melaksanakan program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat 12. kewajiban dan kesempatan yang sama dengan kaum pria serta mempunyai peran sangat penting ««««««. Meningkatkan pengetahuan berdasarkan perkembangan Iptek keperawatan & kesehatan 10. Secara nasional hak dan peran wanita telah mendapat perhatian dari pemerintah seperti tercantum dalam GBHN (1980 telah disebutkan kedudukan wanita sebagai subjek pembangunan ³ ««««««. Mengumpulkan angka kredit profesi dalam rangka memenuhi persyaratan untuk memperoleh SIK ulang & SIPP 14.

meningkatkan ilmu dan ketrampilan.2. termasuk biaya bila sakit. Hak perawat ini telah diwujudkan dengan terbentuknya organisasi profesi dengan menjadi anggota dan juga mengambil peran dalam aksi politik untuk mewakili keperawatan atau masyarakat sebagai penerima layanan kesehatan. asuransi kesehatan.Hak mendapat upah yang layak Perawat mempunyai hak untuk mendapat penghargaan secara ekonomi atau upah kerja. perawat harus tetap mejaga kesehatannya sendiri. Hak berserikat dan berkumpul Ini merupakan hak setiap warga negara seperti yang tertuang dalam UUD 1945. Hak mengendalikan praktik keperawatan sesuai yang diatur oleh hukum. Dalam setiap pembuatan keputusan yang menyangkut nasib perawat. 3. kenaikan gaji berkala dan jaminan pensiun. tunjangan keluarga. melahirkan atau kecelakaan. Hak ini berkaitan dengan tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik keperawatan. upah hari libur. Untuk itu upah yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dan seimbang dengan tanggung jawabnya 5. Penghargaan ini dapat berupa gaji bulanan. maka para perawat harus dilibatkan secara aktif sehingga pelanggaran hak tidak terjadi. Hak bekerja dilingkungan yang baik . Untuk menjalankan tugas keperawatan yang penuh resiko. 4. mempunyai tempat tinggal yang layak yang semuanya membutuhkan biaya. tunjangan jabatan.

Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan 2. 6. Perawat juga mempunyai hak untuk menyusun rancangan hukum yang diajukan untuk melindungi perawat dan penerima jasa keperawatan. Kewajiban perawat : 1. Lingkungan juga hatus mempunyai sarana dan peralatan yang memadai untuk memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. Hak terhadap pengembangan profesional Dengan mengikuti pendidikan formal maupun kegiatan ilmiah seperti temu kerja. Pendidikan berkelanjutan penting diikuti perawat agar mereka dapat memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya . 7.Maksudnya lingkungan tersebut cukup aman. Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batasbatas kegunaannya 3. Hak menyusun standar praktik dan pendidikan keperawatan Standar yang baik akan membantu dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang berkualitas. Merujuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik. seminar atau berbagai kursus singkat. Perawat berhak untukbekerja sesuai jam kerja yang tepat dan tidak bekerja secara terus menerus tanpa memperhatikan istirahat atau melebihi jam kerja. tidak mengancam keselamatan dan kesehatan fisik maupun mental. konferensi.Menghormati hak-hak pasien 4.

5. Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan demi kepuasan pasien 10. Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien 8. kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang 14. Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan dengan keluarganya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan standar profesi yang ada 6. . Perawat berhak untuk mendapatkan perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan 11.Memberikan informasi yang akurat tentang tindakana keperawatan yang diberikan pada pasien dan keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya 9.Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas-batas kewenangannya 13. Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja Hak perawat 1. Memberikan kesempatan pada apsien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya sepanjang tidak menganggu pasien lain 7.Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien. Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan atau kesehatan secara terus menerus 12.

untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan standar profesi atau kode etik keperawatan atau aturan perundang-undangan lainnya. Hak berpartisipasi dalam organisasi sosial dan politik yang mewakili perawat dalam meningkatkan asuhan kesehatan. Perawat berhak atas privasi dan berhak menuntut apabila nama baiknya dicemarkan oleh klien dan atau keluarganya serta tenaga kesehatan lainnya. Perawat berhak untuk mendapatkan penghargaan dan imbalan yang layak atas jasa profesi yang diberikannya berdasarkan perjanjian atau ketentuan yang berlaku di institusi pelayanan yang bersangkutan. 4. 3. 5. 6. Hak untuk memperoleh pengakuan sehubungan dengan kontribusinya melalui ketetapan yang diberikan lingkungan untuk praktik yang dijalankan. 2. Perawat wajib menghormati hak klien. 4. Hak perawat menurut clare fagin (1975) Hak untuk memperoleh martabat dalam rangka mengekspresikan dan meningkatkan dirinya melalui penggunaan kemampuan khusus dan latar belakang pendidikannya. Hak untuk praktek profesi dalam batas-batas hokum yang berlaku. Perawat berhak untuk menolak di pindahkan ketempat tugas yang lain. Perawat wajib merujukkan klien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya. Hak untuk mendapatkan lingkungan kerja dengan stres fisik dan emosional. Perawat berhak untuk mendapatkan ilmu pengetahuannya berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang keperawatan atau kesehatan secara terus menerus. Perawat berhak untuk menolak keinginan klien yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan serta standard dan kode etik profesi 4. baik melalui anjuran maupun pengumuman tertulis karna diperlukan.2. . 5. Perawat berhak untuk mengembangkan diri melalui kemampuan sosialisasi sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Hak untuk menetapkan standar yang bermutu dalam perawatan yang dilakukan. 7. 5. Kewajiban perawat 1. 11. Perawat berhak untuk mendapatkan informasi lengkap dari klien atau keluarganya tentang keluhan kesehatan dan ketidak puasan terhadap pelayanan yang diberikan. Perawat wajib memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas kegunaannya. 1. 3. 12. Perawat wajib mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan. selama tidak bertentangan dengan peraturan atau standar profesi yang ada. 7. Hak untuk berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan yang berpengaruh terhadap keperawatan. serta imbalan ekonomi sehubungan dengan profesinya. 10. serta resiko kerja yang seminimal mungkin. 6. 9. 2. 3. Perawat berhak untuk memperoleh kesempatan untuk mengembangkan klien sesuai dengan bidang profesinya. Perawat berhak di ikut sertakan dalam penyusunan dan penetapan kebijaksanaan pelayanan kesehatan. Perawat berhak untuk diperlakukan secara adil dan jujur baik oleh institusi pelayanan maupun klien. Perawat berhak mendapatkan jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang dapat menimbulkan bahaya baik secara fisik maupun stres emosional 8. Perawat wajib memberikan kesempatan kepada klien untuk berhubungan dengan keluarganya.

Perawat wajib berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kese hatan terkait lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada klien. . Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang klien. 12. Perawat wajib melakukan pelayanan darurat sebagai tangan kemanusiaan sesuai dengan batas kewenangannya. 9. Perawat wajib mematuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja. 8. 10. Perawat wajib membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan bersinambungan. Perawat wajib mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan atau kesehatan secara terus-menerus 11. 7. Perawat wajib memberikan kesempatan kepada klien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama atau kepercayaan masing-masing selama tidak mengganggu klien yang lainnya. 13. kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang.6. Perawat wajib memberikan informasi yang akurat tentang tindakan keperawatan yang diberikan kepada klien atau keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful