Mata Pelajaran Kelas / Program Instruktur

: PRODUKTIF ITL : X, XI, XII :

Daftar Isi
1. 2. 3. 4. 5.
6.

Kalender Pendidikan Perhitungan Alokasi Waktu Program Tahunan Program Semester Silabus Pembelajaran SAP (Satuan Acara Pembelajaran)

SMK WALISONGO 2 GEMPOL
Jl. Cempaka Putih No. 08 Gempol Telp. (0340) 858170 Fax. (0343) 853109

PASURUAN

PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU KELAS X
Pekan Efektif 3 1 2 4 5 4 19 4 3 5 3 4 2 21 Effektif Tergan ggu 1 -----------------------------------1 ------------------------------------------0 Pekan Evalua si ---------------------2 -------2 4 --------------2 -------3 2 7 Effekti f KBM 1 1 2 2 5 2 13 4 1 3 3 1 -------12

NO

Bulan

Pekan

Keterangan

Semester Gasal
1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah Pekan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jumlah Pekan 4 4 5 4 5 5 27 4 4 5 4 5 4 26

UTS Gasal UAS Gasal

Semester Genap
7 8 9 10 11 12 JET UJIKOM UTS Genap Skill Passport UAS Genap

Keterangan: 1 minggu = 2 X Pertemuan 1 Pertemuan = 5 jam Pelajaran 1 Minggu = 10 jam pelajaran

Semester gasal = 10 jam pelajaran X 13 Pekan = 130 jam Pelajaran Semester genap=10 jam pelajaran X 12 Pekan = 120 jam pelajaran

Gempol, Juli 2010 Mengetahui Kepala Sekolah Listrik,

KOMLI. Instalasi Tenaga

H. MAKHMUD, S.Pd, MM

ANANTA FAJAR P, S.Pd

PROGRAM TAHUNAN
Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran Semester • : PRODUKTIF ITL :X : I ( Ganjil ) dan II (Genap) : 2010 / 2011 Jumlah Jam Pelajaran 10 Jam 20 Jam 10 Jam 5 Jam 10 Jam 10 Jam 65 Jam 130 Jam 20 Jam 20 Jam 30 Jam 50 Jam 120 Jam Gempol, Juli 2010 Mengetahui Kepala Sekolah Listrik, KOMLI. Instalasi Tenaga

Materi Pokok Menganalisis rangkaian listrik

Menggunakan hasil pengukuran Menafsirkan gambar teknik listrik Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja Memahami dasar-dasar elektronika Memahami pengukuran komponen elektronika Memasang instalasi penerangan sederhana Jumlah • Melakukan pekerjaan mekanik dasar

I

II

Merawat peralatan rumah tangga listrik Memperbaiki peralatan rumah tangga listrik Memasang instalasi tenaga bangunan sederhana Jumlah

H. MAKHMUD, S.Pd, MM

ANANTA FAJAR P, S.Pd

PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU KELAS XI
Pekan Efektif Effektif Tergan ggu Pekan Evalua si Effekti f KBM

NO

Bulan

Pekan

Keterangan

Semester Gasal
1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah Pekan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jumlah Pekan 4 4 5 4 5 5 27 4 4 5 4 5 4 26 0 4 3 5 3 4 2 21 PSG 2 PSG 2 0 ------------------------------------------0 4 --------------2 -------3 2 7 4 4 1 3 3 1 -------12 UAS Gasal UTS Gasal

Semester Genap
7 8 9 10 11 12 JET UJIKOM UTS Genap Skill Passport UAS Genap

Keterangan: 1 minggu = 2 X Pertemuan 1 Pertemuan = 5 jam Pelajaran 1 Minggu = 10 jam pelajaran

Semester gasal = 10 jam pelajaran X 2 Pekan = 20 jam Pelajaran Semester genap=10 jam pelajaran X 12 Pekan = 120 jam pelajaran

Gempol, Juli 2010 Mengetahui Kepala Sekolah Listrik,

KOMLI. Instalasi Tenaga

H. MAKHMUD, S.Pd, MM

ANANTA FAJAR P, S.Pd

Juli 2010 Mengetahui Kepala Sekolah Instruktur Mata Diklat. S.Pd . MAKHMUD. S.Pd. MM ANANTA FAJAR P.PROGRAM TAHUNAN Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran Semester • III : PRODUKTIF ITL : XI : III ( Ganjil ) dan IV(Genap) : 2010 / 2011 Jumlah Jam Pelajaran 10 Jam 10 Jam Materi Pokok Mengoperasikan system pengendali elektronik Mengoperasikan system pengendali elektromagnetik Jumlah • Memasang instalasi penerangan bangunan bertingkat 20 Jam 30 Jam IV Memasang instalasi tenaga bangunan bertingkat Mengoperasikan system pengendali elektronik Mengoperasikan system pengendali elaktromagnetik Jumlah 30 Jam 30 Jam 30 Jam 120 Jam Gempol. H.

S. Instalasi Tenaga H. KOMLI.Pd . MM ANANTA FAJAR P. MAKHMUD. Juli 2010 Mengetahui Kepala Sekolah Listrik.PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU KELAS XII NO Bulan Pekan Pekan Efektif 3 1 2 4 5 4 19 4 4 5 4 2 4 23 Effektif Tergan ggu 1 -----------------------------------1 ------------------------------------------0 Pekan Evalua si ---------------------2 -------2 4 -------4 ----------------------------4 Effekti f KBM 1 1 2 2 5 2 13 4 0 ----------------------------4 Keterangan Semester Gasal 1 2 3 4 5 6 Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah Pekan Januari Pebruari Maret April Mei Juni Jumlah Pekan 4 4 5 4 5 5 27 4 4 5 4 5 4 26 UTS Gasal UAS Gasal Semester Genap 7 8 9 10 11 12 JET UJIKOM Keterangan: 1 minggu = 2 X Pertemuan 1 Pertemuan = 5 jam Pelajaran 1 Minggu = 10 jam pelajaran Semester gasal = 10 jam pelajaran X 13 Pekan = 120 jam Pelajaran Semester genap=10 jam pelajaran X 4 Pekan = 40 jam pelajaran Gempol. S.Pd.

KOMLI. Instalasi Tenaga H. S. S. MM ANANTA FAJAR P. MAKHMUD.Pd. Juli 2010 Mengetahui Kepala Sekolah Listrik.Pd .PROGRAM TAHUNAN Mata Pelajaran Kelas Semester Tahun Pelajaran Semester : PRODUKTIF ITL : XII : V ( Ganjil ) dan VI (Genap) : 2010 / 2011 Jumlah Jam Pelajaran 40 Jam 40 Jam 40 Jam 120 Jam 20 Jam 20 Jam Materi Pokok • Memperbaiki motor listrik Memasang system pentanahan listrik Merawat panel listrik dan Switchgear Jumlah • Latihan persiapan uji kompetnsi produktif Latihan persiapan teori uji kompetensi produktif Jumlah V VI 40 Jam Gempol.

ANANTA FAJAR P. S. Juli 2010 KOMLI.Pd . INSTALASI TENAGA LISTRIK.PROGRAM SEMESTER Mata Diklat : PRODUKTIF ITL Kelas/program :X Semester : I (Ganjil) Tahun Pelajaran : 2010/2011 Alokasi Waktu 10 Jam 20 Jam 10 Jam 10 Jam 10 Jam 10 Jam 60 Jam 130 Jam SMT KOMPETENSI DASAR Menganalisis rangkaian listrik Menggunakan hasil pengukuran Menafsirkan gambar teknik listrik Juli Agustus September Oktober November Desember 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 I Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja Memahami dasar-dasar elektronika Memahami pengukuran komponen elektronika Memasang instalasi penerangan sederhana JUMLAH Keterangan: Minggu tidak efektif Minggu efektif/KBM UTS/UAS 1 Minggu = 10 jam pelajaran = 2 X pertemuan Gempol.

S. Juli 2010 KOMLI.Pd .PROGRAM SEMESTER Mata Diklat : PRODUKTIF ITL Kelas/program :X Semester : II (Genap) Tahun Pelajaran : 2010/2011 Alokasi Waktu 20 Jam 20 Jam 30 Jam 50 Jam 120 Jam SMT KOMPETENSI DASAR Melakukan pekerjaan mekanik dasar Merawat peralatan rumah tangga listrik Januari Pebruari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Maret April Mei Juni 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 II Memperbaiki peralatan rumah tangga listrik Memasang instalasi tenaga bangunan sederhana JUMLAH Keterangan: Minggu tidak efektif Minggu efektif/KBM UTS/UAS JET UJIKOM Skill Passport 1 Minggu = 10 jam pelajaran = 2 X pertemuan Gempol. INSTALASI TENAGA LISTRIK. ANANTA FAJAR P.

S.PROGRAM SEMESTER Mata Diklat : PRODUKTIF ITL Kelas/program : XI Semester : III (Ganjil) Tahun Pelajaran : 2010/2011 Alokasi Waktu 10 Jam 10 Jam 20 Jam SMT KOMPETENSI DASAR Mengoperasikan system pengendali elektronik Mengoperasikan system pengendali elektromekanik JUMLAH Juli Agustus September Oktober November Desember 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 III Keterangan: PSG Minggu efektif/KBM UTS/UAS 1 Minggu = 10 jam pelajaran = 2 X pertemuan Gempol. INSTALASI TENAGA LISTRIK.Pd . Juli 2010 KOMLI. ANANTA FAJAR P.

INSTALASI TENAGA LISTRIK.Pd Mata Diklat PROGRAM SEMESTER : PRODUKTIF ITL . Juli 2010 KOMLI. S. ANANTA FAJAR P.PROGRAM SEMESTER Mata Diklat : PRODUKTIF ITL Kelas/program : XI Semester : IV (Genap) Tahun Pelajaran : 2010/2011 Alokasi Waktu 30 Jam 30 Jam 30 Jam 30 Jam 120 Jam SMT KOMPETENSI DASAR Memasang instalasi penerangan bangunan bertingkat Memasang instalasi tenaga bangunan bertingkat Januari Pebruari 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Maret April Mei Juni 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 IV Mengoperasikan system pengendali elektronik Mengoperasikan system pengendali elektromekanik JUMLAH Keterangan: Minggu tidak efektif Minggu efektif/KBM UTS/UAS JET UJIKOM Skill Passport 1 Minggu = 10 jam pelajaran = 2 X pertemuan Gempol.

Kelas/program Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu 40 Jam 40 Jam 40 Jam 120 Jam : XII : V (Ganjil) : 2010/2011 SMT KOMPETENSI DASAR Memperbaiki motor listrik Memasang system pentanahan listrik Merawat panel listrik dan switchgear JUMLAH Juli Agustus September Oktober November Desember 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 V Keterangan: Minggu tidak efektif Minggu efektif/KBM UTS/UAS 1 Minggu = 10 jam pelajaran = 2 X pertemuan Gempol. INSTALASI TENAGA LISTRIK. ANANTA FAJAR P. Juli 2010 KOMLI.Pd . S.

Dijelaskan cara kerja alat ukur hambatan listrik e.Siswa dapat menghitung hasil perhitungan besaran listrik .Siswa dapat mengukur besar tegangan. Dijelaskan manfaat dan cara kerja alat ukur listrik c.Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja dan kegunaan alat ukur listrik dengan benar . Cempaka Putih No. Dijelaskan cara kerja alat ukur arus listrik Tujuan Pembelajaran : . (0343) 858170. Dijelaskan cara kerja alat ukur tegangan listrik d. MATERI POKOK PEMBELAJARAN Besaran Dan Satuan DAFTAR AWALAN SATUAN KELIPATAN 10 6 10 3 100 = 1 10 -3 10 -6 10 -9 10 -12 AWALAN mega kilo _ milli mikro nano piko LAMBANG M k _ m µ n p .Siswa dapat menyebutkan besaran-besaran listrik dengan benar . 9 Gempol – Pasuruan Telp. Dijelaskan penggunaan rumus sesuai dengan besaran yang akan dihitung b.PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN DINAS PENDIDIKAN SMK WALISONGO 2 GEMPOL Jl. FAX (0343) 853109 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu Indikator : Menggunakan Hasil Pengukuran :X/I : 4 X 5Jam Pelajaran : a. Dijelaskan besaran-besaran Listrik b. arus dan hambatan dengan menggunkan alat ukur sesuai dengan prosedur yang benar Standart Kompetensi : Menggunakan Hasil Pengukuran I.

Besaran tersebut harus mempunyai tanda dan satuan untuk menyatakannya. Contoh : Besaran Kuat Arus Listrik Tegangan Listrik Daya ( tenaga ) Tahanan Listrik Tanda I U P R Satuan ampere volt watt ohm Pernyataan A V W Ω Sistim satuan yang telah disepakati Internasional disebut Sistim Satuan Internasional disingkat SI SI terdiri dari 3 macam satuan : ⇒ Satuan dasar ⇒ Satuan tambahan ⇒ Satuan turunan .1 kA 1 mA 1µ A 1 MV 1 kV 1 mV 1µ V 1 MΩ 1kΩ 1 mΩ = 1 kilo ampere = 1 milli ampere = 1 mikro ampere = 1 megavolt = 1 kilovolt = 1 millivolt = 1 mikrovolt = 1 mega ohm = 1 kilo ohm = 1milli ohm = = = = = = = = = = 1000 A 1 A 1000 1 1000000 = = A = = = = V = = = Ω = 10 3 A 10 -3 A 10 -6 A 10 6 10 3 V V 1000000 V 1000 V 1 V 1000 1 1000000 10 -3 V 10 -3 V 10 6 Ω 10 3 Ω 1 000 000 Ω 1000 Ω 1 1000 10 -3 Ω Dalam teknik listrik sering kita temui besaran-besaran.

SATUAN DASAR : Besaran Dasar Panjang Massa Waktu Arus Listrik Suhu Kuat cahaya Jumlah unsur Tanda  m t I T Iv N Satuan meter kilogram detik ampere kelvin candela mol Pernyataan m kg s A K cd mol SATUAN TAMBAHAN Besaran Sudut Bidang datar Sudut Ruang Tanda α . ω . β .χ .Ω Satuan radian steradian Pernyataan rad Sr SATUAN TURUNAN Besaran Turunan Luas Isi ( Volume ) Kecepatan Percepatan Tanda A V v a Satuan meter persegi meter kubik meter perdetik meter perdetik kwadr Pernyataan m2 m3 ms -1 atau ms -2 atau m s m s2 .

A 2 1 S = 1 kg m 2 Satuan dari J s kg m 2 1 W = 1 s3 joule ( J ) Satuan dari usaha listrik ( W ) 1 J = 1 Nm = 1 Ws = 1 VAs Coulomb ( C ) Satuan dari kapasitasi listrik ( C ) C = As 1J = 1 kg m 2 s2 As 1 C = 1 . m 2 s3 . m 2 V . Satuan kuat Satuan Dasar Turunan 1A =1 kg . m 2 s3 . A volt ( V ) Satuan dari tegangan listrik ( U ) w V = A ohm ( Ω ) Satuan dari tahanan listrik ( R ) V Ω = A siemen ( S ) daya hantar ( G ) 1 A S= = Ω V watt ( W ) daya listrik ( P ) W = V x A = Satuan dari 1V =1 1 Ω = 1 kg .SATUAN-SATUAN DALAM TEKNIK LISTRIK Satuan / Besaran amper ( A ) arus listrik ( I ) . A 2 s3 . s3 kg .

cara penggunaan dari Volt meter adalah dengan menghubungkan secara paralel alat ukur terhadap beban lihat gambar di bawah + R 1 = 10 K V U s = 20 V R 2 = 20 K ⇒ Langkah keselamatan yang harus di lakukan adalah menempatkan selektor range pengukuran dari batas ukur yang paling tinggi ( besar ) ⇒ Hubungkan alat ukur volt meter paralel dengan beban ( yakinkan polaritas alat ukur tidak terbalik ) ⇒ Bila terjadi penyimpangan jarum ke arah berlawanan jarum itu akibat dari penyambiungan volt meter yang polaritasnya terbalik . Penunjukkan jarum yang benar adalah searah jarum jam ⇒ Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih akurat ( teliti ). Tempatkan selektor range pada penunjukkan jarum skala penuh (yang mendekati) ⇒ Ulangilah pengukuran tersebut dua atau tiga kali untuk menyakinkan kebenaran hasil ukur anda .Satuan / Besaran farad ( F ) Satuan dari kapasitasi listrik ( C ) C A s F = = V V weber ( WB ) fluks magnet ( Q ) Wb = vs Satuan dari Satuan Dasar Turunan 1 F = 1 s4 A kg m 2 2 1 Wb = 1 kg m 2 s2 A Tesla ( T ) Satuan dari kerapatan fluks magnet ( B ) Vs W b T= = 2 m m2 ampere per meter ( A/m ) kuat medan magnit ( H ) Satuan A m 1 T = 1 kg s A 2 A m henry ( H ) Satuan dari induktansi ( L ) H = Vs Wb = = Ωs A A hertz ( Hz ) frekuensi ( f ) Satuan dari Hz kg m 2 1H = 1 2 s A2 1 Hz = 1 1 s PENGOPERASIAN VOLT METER ⇒ Untuk pengukuran tegangan DC .

⇒ Hubungkan alat ukur dengan polaritas. ⇒ Ulangi pengukuran tersebut dua atau tiga kali untuk meyakinkan kebenaran hasil ukur anda. Bila penyambungan polaritas tidak benar ( terbalik ) maka penyimpagan jarum juga akan terbalik ( jarum bergerak berlawanan arah jarum jam. cara penggunaan dari amper meter adalah dengan menghubungkan seri amper meter terhadap beban.co.Yang benar pada banyak alat ukur penyimpangan jarum searah jarum jam.jp .Petunjuk Pengoperasian Amper Meter ⇒ Untuk pengukuran arus DC. Konfigurasi Multimeter Konfigurasi Multimeter dan kontrol indikator yang terdapat pada sebuah Multimeter diperlihatkan pada gambar 3.sanwa-meter. lihat gambar 1 di bawah. ⇒ Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat ( teliti ). menempatkan selektor range pada batas ukur yang paling besar bila menggunakan amper multi range. ⇒ Langkah keselamatan yang harus dilakukan adalah. Contoh. A U S=20V R1 1K Gambar 1. Tempatkan selektor Range pada penunjukkan jarum skala penuh atau yang mendekati. PAPAN SKALA JARUM PENUNJUK SEKRUP PENGATUR POSISI JARUM (PRESET) BATAS UKUR (RANGE) SAKLAR JANGKAUAN UKUR TOMBOL PENGATUR POSISI JARUM OUT (+) COMMON www.

Lihat gambar 4.directindustry. KONFIGURASI MULTIMETER 1. PAPAN SKALA . Papan Skala : digunakan untuk membaca hasil pengukuran. kuat arus (DCmA). SKALA OHM SKALA VOLT (ACV-DCV) SKALA LAINNYA www. Pada papan skala terdapat skala-skala.com GAMBAR 4. dan skala-skala lainnya.KABEL PENYI JEPITAN MONCONG BUAYA (ALIGATOR CLIP) GAMBAR 3. tegangan (ACV dan DCV). tahanan/resistan (resistance) dalam satuan Ohm (Ω).

x1. tombol diputar untuk memosisikan jarum pada angka nol. Lihat gambar 5. dan lubang untuk mengukur kapasitas kapasitor. saklar ditempatkan pada posisi Ω . Batas Ukur (Range) Kuat Arus : biasanya terdiri dari angka-angka. Untuk batas ukur (range) kilo Ohm (kΩ ). demikian seterusnya. Baterai dihubungkan secara seri dengan lubang kabel penyidik/probes (+/out) dimana kutub negatip baterai dihubungkan dengan terminal positip dari lubang kabel penyidik. 3. Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (Zero Adjustment) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan. kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 25 mA. berarti tegangan maksimal yang dapat diukur adalah 10 Volt.2. semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada satuan kΩ ). dan batas ukur (range). x10 dan kilo Ohm (kΩ ). Demikian juga jika hendak mengukur DCV. tegangan yang akan diukur 220 ACV. 3. Batas ukur (range) 10. kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 500 mA. dalam mengukur tegangan listrik. Untuk batas ukur (range) 500. semua hasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala (pada satuan Ω ). saklar harus berada pada posisi batas ukur 250 ACV. Jika digunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam Ω ). demikian juga jika digunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV). C. A. posisi saklar harus berada pada batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Untuk batas ukur (range) 0. Baterai Baterai : pada Multimeter dipakai baterai kering (dry cell) tipe UM-3. 5. kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 0. 2.25 – 25 – 500 mA. Misal. semua hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10kΩ . Untuk batas ukur (range) 25. Batas Ukur (Range) Tegangan (ACV-DCV) : terdiri dari angka. Untuk batas ukur (range) x1. 10 – 50 – 250 – 500 – 1000 ACV/DCV. Untuk batas ukur (range) x10. 0. Lubang Kabel Penyidik : tempat untuk menghubungkan kabel penyidik dengan Multimeter. digunakan untuk mencatu/mengalirkan arus ke kumparan putar pada saat Multimeter digunakan untuk mengukur komponen (minus komponen terintegrasi/Integrated Circuit/IC). Pada Multimeter yang lebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfe transistor (penguatan arus searah/DCmA oleh transistor berdasarkan fungsi dan jenisnya). semua hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikali dengan 10 (pada satuan Ω ). Saklar Jangkauan Ukur : digunakan untuk menentukan posisi kerja Multimeter.25 mA. Sekrup Pengatur Posisi Jarum (preset) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiri papan skala).25. Batas ukur (range) 50. Ditandai dengan tanda (+) atau out dan (-) atau common. Dalam praktek. Batas Ukur (Range) 1. Untuk batas ukur (range) x10k (10kΩ ). Satu hal yang perlu diingat. Batas Ukur (Range) Ohm : terdiri dari angka. kedua ujung kabel penyidik (probes) dipertemukan. dan kuat arus (mA-µ A). berarti tegangan maksimal yang dapat diukur adalah 50 Volt. . 4.

.0 Ω ADJ + - COMMON (-) OUT (+) + GAMBAR 5 Kriteria Multimeter Kriteria sebuah Multimeter tergantung pada : Kekhususan kepekaan. dan kapasitas kapasitor dalam hubungannya dengan pekerjaan perbaikan (repair) alat-alat elektronik. Baca dengan teliti buku petunjuk penggunaan (manual instruction) Multimeter yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. penguji dioda. misalnya 20 kΩ /v untuk DCV dan 8 kΩ /v untuk ACV. Pada saat akan melakukan pengukuran dengan Perhatikan apakah jarum penunjuk sudah berada pada posisi angka nol.000 = ½ x 10-4A = 0. 5. ditentukan oleh tahanan/resistan (resistance) dibagi dengan tegangan. mengukur Resistans/Tahanan (Multimeter sebagai Ohm-meter). dan kabel yang berwarna hitam ke lubang penyidik yang bertanda (-) atau common. Fungsi tambahannya sebagai penguji (tester) transistor untuk menentukan hfe transistor (kemampuan transistor menguatkan arus listrik searah sampai beberapa kali). Kabel penyidik (probes) Multimeter selalu berwarna merah dan hitam. 4. Jika belum lakukanlah peneraan dengan cara memutar sekrup pengatur posisi jarum (preset) dengan obeng minus (-). Masukkanlah kabel yang berwarna merah ke lubang penyidik yang bertanda (+) atau out.05mA = 50 µ A). Persiapan Awal Persiapan awal yang perlu Anda lakukan sebelum menggunakan Multimeter adalah : 1. mengukur Arus (Multimeter sebagai Ampere-meter). 3. Sebelum dan sesudah Multimeter digunakan. Multimeter adalah alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur tegangan (Multimeter sebagai Volt-meter). 2. posisi saklar jangkauan ukur harus selalu berada pada posisi ACV dengan batas ukur (range) 250ACV atau lebih. Multimeter menggunakan arus sebesar 50 mikro-Ampere (50 µ A) untuk alat pengukur (meter) dan akan menarik arus maksimal 50 µ A dari rangkaian yang diukur. (20 kΩ /v  I = E/R = 1/20.

dan gulungan (coil) dan bahan setengah penghantar (semikonduktor). Berdasarkan butir kedua. perlawanan yang diberikan oleh bahan penghantar (konduktor) dan/atau bahan setengah penghantar (semikonduktor) yang terdapat dalam komponen elektronik terhadap arus listrik searah yang mengalir. Melalui pengukuran nilai tahanan/resistan (resistance) yang terdapat pada komponen yang berada di luar rangkaian. terdapat tahanan/resistan (resistance). 8. Berhati-hatilah jika akan mengukur tegangan listrik setinggi 220 ACV. Posisi saklar jangkauan ukur harus pada posisi yang sesuai dengan besaran yang akan diukur. Jangan sekali-kali mengukur kuat arus listrik. dan Kedua. Jika mengukur tegangan bolak balik 220V/220 ACV. letakkan saklar pada posisi batas ukur (range) 250 ACV. pada Multimeter Analog. tera jarum penunjuk agar berada pada posisi angka nol dengan cara memutar-mutar tombol pengatur jarum pada posisi angka nol (zero adjustment). OHMMETER PADA MULTIMETER S alah satu fungsi Multimeter adalah kegunaannya sebagai Ohm-meter untuk mengukur tahanan/resistan (resistance). kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kutub negatip dari tegangan yang akan diukur. kapasitor. seperti. Kedua-duanya memiliki satuan yang dinyatakan dalam Ohm (Ω ). Untuk mengukur tahanan/resistan (resistance) . MENGUKUR TAHAHAN (RESISTANCE) R = TAHANAN/RESISTAN (RESISTANCE) . Pada pengukuran DCV. Pertama. kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kutub positip. kuat arus (DCmA-DCµ A). hasil pengukuran tahanan/resistan (resistance) dibaca pada papan skala Ohm (Ω -kΩ ). Lihat gambar 9. DC V Ω A C V DCmA R GAMBAR 9 .6. kecuali kita sudah dapat memperkirakan besarnya kuat arus yang mengalir. letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) Ω atau kΩ (kilo Ohm). 9. tahanan/resistan (resistance) mengandung dua pengertian. Hal yang sama juga berlaku untuk pengukuran tegangan listrik searah (DCV). Di dalam tehnik elektronika. transistor. Jika akan mengukur tegangan listrik bolak balik (ACV) letakkan saklar pada posisi batas ukur (range) yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. dioda. hasil pengukuran dapat dibaca langsung pada layar display. Pada Multimeter Digital. tahanan (resistance) sebagai sebuah nama untuk salah satu komponen elektronika yaitu resistan atau resistor. resistor. kita dapat mengatakan bahwa : pada komponen elektronika yang terbuat dari bahan penghantar (konduktor) seperti. 10. 7. pertemukan ujung kedua kabel penyidik (probes). dan tahanan/resistan (resistance). transformator. kita dapat mengetahui apakah sebuah komponen masih dapat berfungsi dengan baik dan masih dapat digunakan atau sudah rusak.

x100. Mengukur Komponen 1.diyguitarist. pita ketiga berwarna coklat. semakin kecil arus (I) maju (forward bias) dan tegangan yang mundur (reverse bias). Mengukur Resistor Resistor adalah suatu komponen yang banyak dipakai di dalam rangkaian Lihat gambar 10. Fungsi lainnya sebagai FAKTOR PE NILAI NGALI Resistor (R) pembagi tegangan ANGKA II TOLERANSI input (vi). demikian seterusnya. jika pita ketiga berwarna merah. x10.diyguitarist. (di download dari situs/website www. x10. warna ungu menunjukkan angka 7. dan x10kΩ . A. Batas ukur (range) untuk Ohm-meter dari Multimeter bervariasi. sebagai pembangkit nilai satuan Ohm yang dimiliki oleh resistor dapat dihitung potensial Besar kecilnya output (vo). tergantung tipe dan merk Multimeter. (Lihat kembali modul tentang komponen elektronika).com . dan potensial dengan melihat pita (band) warna yang terdapat pada badan resistor. warna coklat menunjukkan angka 1. dan xkΩ .Untuk mengukur nilai tahanan /resistan (resistance). yang kecilnya nilai tegangan panjar menghasilkan satuan Ohm (Ω ) yang dimiliki oleh sebuah resistor. Mengikuti gambar 10. xkΩ . Multimeter merk Protek A803 memiliki batas ukur (range) x1. pelajari gambar 11. Untuk lebih jelas. Batas ukur (range) x1. dengan demikian faktor pengali = 101. saklar jangkauan ukur berada pada posisi Ω (Ohm). nilai satuan Ohm dari resistor tersebut adalah 47 x 101 = 470 dengan toleransi 5%. Multimeter merk Sanwa tipe SP10D memiliki batas ukur (range) x1. panjar dapat mengalir. x10. Merujuk pada hukum Ohm : I = V/R. faktor pengali = 10 2.com) www. warna kuning menunjukkan angka 4. pita keempat berwarna emas. Fungsi utamanya adalah membatasi (restrict) aliran ANGKA I arus listrik. pita kedua berwarna ungu. Harap diingat. dan xkΩ . Kemampuan resistor membatasi jalannya arus ditentukan oleh besar (voltage divider). semakin besar nilai tahanan/resistan (R). Sebagai contoh. jika pita pertama berwarna kuning. Resistor adalah kompo elektronika.

VARIABEL RESISTOR A = POTENSIO B = PRESET/TRIMPOT Variabel resistor yang memiliki tuas pemutar biasanya disebut potensio meter (potentiometer). Variabel resistor adalah resistor yang dapat berubah nilai satuan Ohm-nya dengan cara memutar-mutar tuas pemutar atau sekrup yang menggerakkan kontak geser/penyapu (wiper) yang terdapat di dalam resistor tersebut.GAMBAR 11. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω . Mengukur Variabel Resistor. batas ukur (range) berada pada posisi x1. NILAI OHM RESISTOR BERDASAR PITA WARNA Cara lain untuk mengetahui besarnya nilai satuan Ohm sebuah resistor adalah mengukurnya dengan Multimeter. Mengukur nilai satuan Ohm dari variabel resistor dengan Multimeter adalah seperti yang ditunjukkan oleh gambar 14. a b c A tm B a b c GAMBAR 13. sesuai kebutuhan. x10 atau kΩ . Perhatikan gambar 12. Saklar jangkauan ukur pada posisi Ω . C b DC V Ω DCmA A C V . x10 atau kΩ . Lihat gambar 13. dan yang memiliki sekrup pengatur disebut preset atau trimpot. batas ukur (range) berada pada posisi x1. Ω DC V A C V DCmA GAMBAR 12. MENGUKUR RESISTOR RESISTOR 2.

Motivasi 1. MENGUKUR VARIABEL RESISTOR METODE PEMBELAJARAN Metode pembelajaran yang digunakan adalah Ceramah.2 Menjelaskan cara pengukuran arus AC/DC 2.3 Menjelaskan cara pengoperasian alat ukur voltmeter 2.1 Memberikan soal/pertanyaan kepada peserta didik 45 Menit Ceramah Ceramah Ceramah Ceramah Penugasan 10 Menit 10 Menit 20 Menit 20 Menit 60 Menit Metode Waktu .a GAMBAR 14.1 Menjelaskan besaran-besaran dan satuan listrik 2.4 Menjelaskan cara pengukuran tegangan AC/DC Ceramah Ceramah Ceramah Ceramah 15 Menit 15 Menit 15 Menit 15 Menit 45 Menit 45 Menit 15 Menit Ceramah/Chart 15 Menit Metode Waktu 2.5 Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk Tutor/Penugasan mempraktekan pengukuran tegangan dengan voltmeter 3.Tanya jawab. Elaborasi 2.2 Menjelaskan tujuan pembelajaran alat ukur amperemeter 2. Elaborasi 2. Evaluasi 4. Evaluasi 4. Motivasi 1.2 Menjelaskan penggunaan rumus besaran listrik yang akan dihitung 2.1 Menjelaskan tujuan pembelajaran alat ukur listrik 2. Penugasan KEGIATAN PEMBELAJARAN Tatap muka I (5 Jam Pelajaran) Pembagian tahap mengajar 1. Demonstrasi.1 Mengajukan pertanyaan evaluasi materi sebelumnya 1.2 Memberikan kesimpulan praktek Penugasan Ceramah Tatap muka II (5 Jam Pelajaran) Pembagian tahap mengajar 1.3 Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktekan pengukuran arus dengan Amperemeter 3.1 Menjelaskan cara pengoperasian alat ukur Amperemeter 2.1 Memberikan soal/pertanyaan kepada peserta didik 4.

1 Menjelaskan cara pengoperasian alat ukur multimeter 2.2 Menjelaskan tujuan pembelajaran alat ukur ohmmeter dengan menggunakan multimeter 2. Elaborasi 2.1 Menjelaskan cara pengoperasian alat ukur ohmmeter 2.1 Memberikan soal/pertanyaan kepada peserta didik 4. Evaluasi 4.2 Memberikan kesimpulan praktek 15 Menit Tatap muka III (5 Jam Pelajaran) Pembagian tahap mengajar 1.2 Menjelaskan cara pengukuran tegangan.2 Menjelaskan tujuan pembelajaran alat ukur multimeter 2.2 Menjelaskan cara pengukuran hambatan 2.3 Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktekan pengukuran hambatan dengan multimeter 3.4.3 Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktekan pengukuran tegangan.2 Memberikan kesimpulan praktek 45 Menit 15 Menit Ceramah Ceramah Penugasan 20 Menit 20 Menit 60 Menit Ceramah Ceramah 10 Menit 10 Menit Metode Waktu Tatap muka IV (5 Jam Pelajaran) Pembagian tahap mengajar 1. Motivasi 1. Elaborasi 2. arus dan hambatan dengan multimeter 2. Evaluasi 4.1 Memberikan soal/pertanyaan kepada peserta didik 4. arus dan hambatan dengan multimeter 3.1 Mengajukan pertanyaan evaluasi materi sebelumnya 1. Motivasi 1.2 Memberikan kesimpulan praktek 45 Menit 15 Menit Ceramah Ceramah Ceramah Ceramah Penugasan 10 Menit 10 Menit Metode Waktu 20 Menit 20 Menit 60 Menit .1 Mengajukan pertanyaan evaluasi materi sebelumnya 1.

.. Bandingkan hasil pengukuran UR1 dan UR2 terhadap hasil hitung UR1 dan UR2 dan apa pendapat anda ? Buatlah hasil pengukuran anda TUGAS 2 1) Buatlah kelompok belajar.......... Ukur tegangan DC pada R2 ( 20 K Ω ) UR2 =................. jika mungkin catatlah kirakira berapa lama baterai telah digunakan.. Tabel ....... 4) Ukurlah tegangan baterai yang lama dan yang baru...... catat hasilnya pada tabel berikut...... 2) Kumpulkan baterai kering (dry cell) bekas tipe UM-1 sebanyak 5 buah.LAMPIRAN I.... 5) Ukurlah Tegangan Listrik Arus Bolak Balik (ACV) pada jaringan listrik dari jaringan (jala-jala) PLN yang ada di sekolah Anda..... JOB SHEET PERTEMUAN 1 TUGAS 1 Langkah Kerja 1.... Catatlah hasilnya......... 3........................ 4............. masing-masing kelompok maksimum 4 orang.. Buat rangkaian seperti gambar di bawah ini + R 1 = 80 K U s = 20 V R 2 = 20 K 2............. Hitung besar drop tegangan pada R1 dan R2 5...... 3) Sediakan baterai kering (dry cell) baru tipe UM-1 sebanyak 2 buah.. Ukur tegangan DC pada tahanan R1 ( 80 K Ω ) UR1 = .......

JOB SHEET PERTEMUAN 2 Langkah Kerja 1...No 01 02 03 04 05 06 07 Baterai Baterai baru pertama Baterai baru kedua Baterai lama pertama Baterai lama kedua Baterai lama ketiga Baterai lama keempat Baterai lama kelima Hasil pengukuran (dalam Volt) Keterangan 6) Konsultasikan pada Guru untuk memperoleh penilaian.. Bandingkan besarnya arus I R1 dari hasil penghitungan dengan hasil pengukuran ... mA 3... Dengan menggunakan hukum ohm hitung besar arus yang mengalir pada tahanan R1. II.. JOB SHEET PERTEMUAN 3 TUGAS 1 Ω DC V A C V DCmA RESISTOR . Buat kesimpulan praktek anda ! III. I R1 = . apa pendapat anda tentang hasil pengukuran ! 5. mA 4........ Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah ini ! A U S=20V R1 1K 2....... Menggunakan nilai amper meter ukur besar arus I R1 I R1 = .....

Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+). e. letakkan secara sembarang (acak) kedua ujung kabel penyidik (probes) pada kaki komponen yang akan diukur. Bandingkan hasil pengukuran dengan nilai resistor berdasarkan pita warna yang ada di badan resistor tersebut. Perhatikan kembali gambar 12. b. j. TUGAS 2 Pengukuran Variabel Resistor C b Ω DC V A C V DCmA GAMBAR 14. c. g. f. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. x10 atau kΩ . Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω . . kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). Jika diperlukan. c. atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol.GAMBAR 12. artinya : resistor masih baik dan dapat digunakan. d. tergantung dari nilai resistor yang akan diukur. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment). Perhatikan kembali gambar 14. kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). Jika diperlukan. Batas ukur (range) pada posisi x1. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+). atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. h. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω . atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. i. Mengacu pada gambar 12. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjukkan nilai satuan Ohm yang sama (atau mendekati) dengan nilai satuan Ohm dari resistor berdasarkan pita warna. d. menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset). menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset). MENGUKUR RESISTOR Mengukur Resistor Langkah-langkah pengukuran : a. b. MENGUKUR VARIABEL RESISTOR a Mengukur Variabel Resistor Langkah-langkah pengukuran : a.

menggunakan sekrup pengatur posisi jarum (preset). f. Mengacu pada gambar 26. h. kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-). atau kΩ . artinya : variabel resistor masih baik dan dapat digunakan. e. f. artinya : gulungan skunder (S) transformator masih baik dan dapat digunakan. Batas ukur (range) pada posisi x1. . Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment). j. Menggunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment). x10. j. l. atur posisi jarum pada papan skala sehingga berada pada posisi angka nol. atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. k. i. k.schlotzhauer-versand. Putar tuas pemutar searah jarum jam (untuk preset gunakan obeng minus). Letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) pada terminal b dan c dari variabel resistor. x10. tergantung dari nilai variabel resistor yang akan diukur. atau kΩ . Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. Perhatikan kembali gambar 26. b. MENGUKUR TRANSFORMATOR Langkah-langkah pengukuran : a. Letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) ke titik-titik terminal dari gulungan skunder (S). m.de GAMBAR 26. Atur saklar jangkauan ukur pada posisi Ω . Jika diperlukan. d.e. i. Jarum pada papan skala ikut bergerak ke kiri. g. Mengacu pada gambar 14. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+). sesuai kebutuhan. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan. Ujung dari kedua kabel penyidik (probes) dipertemukan. c. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan. Jarum pada papan skala ikut bergerak ke kanan. letakkan kedua ujung kabel penyidik (probes) pada terminal a dan b dari variabel resistor. atur posisi jarum pada papan skala hingga menunjukkan angka nol. h. artinya : gulungan primer (P) transformator masih baik dan dapat digunakan. Putar tuas pemutar searah jarum jam (untuk preset gunakan obeng minus). Batas ukur (range) pada posisix1. g. letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) ke titik-titik terminal dari gulungan primer (P). artinya : variabel resistor masih baik dan dapat digunakan. TUGAS 3 Pengukuran Transformator Ω DC V A C V DCmA http://www.

Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) DCV. pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes). DCV. . bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Multimeter analog dengan kepekaan pengukuran 20k/v atau lebih. ACV. dan yang berwarna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda (-) atau common. IV. DCmA. 5. Perhatikan papan skala dari Multimeter. Catatlah perangkat-perangkat yang terdapat pada Multimeter tersebut. JOB SHEET PERTEMUAN 4 TUGAS 1 Alat dan bahan 1. Perhatikan. letakkan pada posisi batas ukur (range) yang bertanda . Jarum pada papan skala tidak bergerak. disesuaikan dengan ketersediaan alat ukur Multimeter). bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. Gerakkan saklar jangkauan ukur. 9. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) DCmA. bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. 7. Letakkan ujung kabel penyidik (probes) secara sembarang (acak) ketitik terminal dari gulungan primer (P) dan gulungan titik terminal gulungan skunder (S). 4. Langkah kerja. Catatlah. 2. 3. Catatlah. 8. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satu kelompok. artinya : isolator yang mengisolasi gulungan primer (P) dari gulungan skunder (S) masih berfungsi. m. apakah jarum penunjuk pada papan skala sudah berada pada posisi angka nol? Jika belum. 6. catatlah apa saja yang terdapat pada papan skala. Catatlah. 2. bandingkan dengan konfigurasi Multimeter seperti yang terdapat pada modul ini. 1. pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes).l. transformator masih baik dan dapat digunakan. dan Ω . Masukkan kabel penyidik (probes) yang berwarna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda (+) atau out. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) ACV. Kabel penyidik (probes) C. posisikan jarum dengan memutar sekrup pengatur posisi jarum (preset) dengan menggunakan obeng minus (-). pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes).

.. c.... ( ..... Tulislah kesimpulan dari hasil analisis dan diskusi pada selembar kertas dan mintalah pendapat Guru Anda..500 V... Bandingkan kondisi jarum penunjuk papan skala pada langkah 7.... Gunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment) untuk memosisikan jarum pada angka nol... 11..... Selamat bekerja. Tindakan pencegahan bila menggunakan volt meter : a.......... tergolong mempunyai ....... 8. Sebuah volt meter yang mempunyai . terhadap rangkaian atau komponen yang akan diukur.... 0 .. Bila menggunakan volt meter multi range.............. 2. pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes).. yang benar........ pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes).. jawaban 1.... dan 9 dengan dengan kondisi jarum pada langkah 10... pertemukan kedua ujung kabel penyidik (probes). akan diubah menjadi volt meter arus searah rangkaian ganda dengan batas ukur 0 .. .. sangat baik untuk pengukuran tegangan dalam rangkaian yang tahanannya tinggi......... 0 .. akan memberikan % kesalahan lebih kecil dibanding volt meter ..................... 12................ Gunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment) untuk memosisikan jarum pada angka nol... semoga berhasil. Periksa .......10.... SOAL EVALUASI (Pertemuan I) 13... 3.. bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala. dan diskusikan dengan teman Anda..... Catatlah..... sampai diperoleh pembacaan . Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) Ohm (Ω ) pada posisi kΩ . Polaritas yang .. 11... b. Catatlah.. bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala...... yang terbaik.200 V dan 0 . bagaimana posisi jarum penunjuk pada papan skala.. R 1 R2 R3 R4 Im U2 U3 U4 R m + - U 1 Penyelesaian : Pada rangkuman 10 V (posisi V4 ) tahanan total rangkaian adalah : . Analisis..... Latihan 1..... Rangkaian volt meter ini ditunjukkan gambar 2... atau . Volt meter ..... Catatlah. 12.. Gunakan tombol pengatur posisi jarum pada angka nol (zero adjustment) untuk memosisikan jarum pada angka nol. Hubungkan volt meter yang .. Sebuah alat ukur dengan gerak d` arsonval dengan tahanan dalam Rm = 100 Ω dan simpangan arus skala penuh Im = 1 mA......... b........ dan kemudian ... Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) Ohm (Ω ) pada posisi x1.. Efek pembebanan : a..... gunakan selalu range ...10 V. Letakkan saklar jangkauan ukur pada batas ukur (range) Ohm (Ω ) pada posisi x10.. ) menyebabkan volt meter menyimpang ke sumbat mekanis dan ini dapat merusak ....50 V.....

.... ( 1 ) ... 5A. Efek pembebanan : a.. 500 V = 500 k Ω 1 mA R2 = RT . Dengan menggunakan persamaan ( 1. Bila menggunakan volt meter multi range.( R 1 + R4 + Rm ) = 250 k Ω . Polaritas yang SALAH ( TERBALIK ) menyebabkan volt meter menyimpang ke sumbat mekanis dan ini dapat merusak JARUM . Sebuah volt meter yang mempunyai kecil dibanding volt meter.. Periksa POLARITAS yang benar. . .. mempunyai tahanan Rm = 50 Ω dan defleksi penuh 1 mA.50 k Ω = 200 k Ω Rr = Pada rangkuman 500 V ( posisi V1 ). terhadap rangkaian atau komponen yang akan TERTINGGI c. . Hubungkan volt meter yang diukur....10 V = 10 k Ω 1 mA R4 = Rr .. 3....1 ) di peroleh : Ra + Rb + Rc = . gunakan selalu range TURUNKAN. ...( R 4 + Rm ) = 50 k Ω . Tindakan pencegahan bila menggunakan volt meter a...Rm = 10 k Ω .( R 1 + R2 + R3 + R4 + Rm ) = 500 k Ω . Volt meter DIGITAL tergolong mempunyai SENSITIVITAS TINGGI sangat baik untuk pengukuran tegangan dalam rangkaian yang tahanannya tinggi.. = .... Karena gerakan alat ukur memerlukan arus 1 mA untuk simpangan penuh diperlukan shunt untuk mengalirkan arus sebesar 1A ..250 k Ω = 250 k Ω Rr = 2...900 Ω Rr = Pada rangkuman 50 V ( posisi V3 ) 10 V = 50 k Ω 1 mA R3 = RT .. SOAL EVALUASI (Pertemuan II) + + R m - Latihan Rancang sebuah shunt AYRTON yang menghentikan amper meter dengan batas ukur ( Range ) 1A.. sampai diperoleh pembacaan NAIK yang terbaik.. dan 10A... b....10 k Ω = 40 k Ω Rr = Pada rangkuman 250 V ( posisi V2 ) 250 V = 250 k Ω 1 mA R2 = Rr ... dan kemudian akan memberikan % kesalahan lebih b. Gerakan d’ personal yang digunakan pada gambar 4..100 Ω = 9..1 mA = 999 mA. PARAREL. SENSITIVITAS TINGGI . Penyelesaian : Pada batas ukur 1A : Ra = Rb + Rc paralel terhadap 50 Ω .

Dengan menyelesaikan ketiga persamaan sinultan ini ( 1. yang sesuingguhnya................... .. Dengan cara sama : ........ Bila ................. = ................... = .....999 .............1 ) Ra = .... ....... x ( 1 ) : ....... akan menyebabkan simpangan yang ................................. dan dapat merusak ........... + .. 5A... Arus melalui Rm adalah 1mA.. Gerakan d’ personal yang digunakan pada gambar 4........ dan melalui Ra adalah sisanya sebesar 9999 mA dengan menggunakan persamaan ( 1... + ........ mempunyai tahanan Rm = 50 Ω dan defleksi penuh 1 mA........ .......................... karena tahanannya akan b........0505 ( 1 ) 90 Pada batas ukur 5A : Ra + Rb pararel terhadap Re + Rm (50 Ω ) dalam hal ini arus 1mA akan melalui tahanan Rm + Re....... x ( 1 ) : ............... = .. + ........... Periksa ... + ...... = .Pada batas ukur 5A : Ra + Rb pararel terhadap Re + Rm (50 Ω ) dalam hal ini arus 1mA akan melalui tahanan Rm + Re......... ( 2 ) 4............... Untuk memperoleh ketelitian ....2..... ke skala penuh Jawaban Rancang sebuah shunt AYRTON yang menghentikan amper meter dengan batas ukur ( Range ) 1A. ( 2 ) : ............ yang tinggi............... + ........ = .... = ............... dan 10A...... ..................1 ) di peroleh : Ra + Rb + Rc = 1 x 50 = 0...... Pada batas ukur 10A : Ra menjadi shunt dan Rb + Re seri dengan Rm.. + ...... Dengan menggunakan ( 3 ) dan ( 1 ) di peroleh ............. Bila menggunakan alat multirange............................ = ................... + .. Karena gerakan alat ukur memerlukan arus 1 mA untuk simpangan penuh diperlukan shunt untuk mengalirkan arus sebesar !A .. + ............................................ = ... ( 2 ) ..................... ( 3 ) : . kemudian turunkan sampai diperoleh ........ gunakan range yang akan menghasilkan pembacaan ... ..... = ............... = . Dengan menggunakan ( 2 ) dan ( 1 ) di peroleh .............. = ................ Dengan menggunakan persamaan ( 1..3 ) .. dan alat ukur emper meter akan ...... .. yang .......................................Jangan sekali-sekali menghubungkan ......... mula-mula gunakan ...............1 mA = 999 mA............. Subsitusi harga Rc yang telah di peroleh ke dalam persamaan ini memberikan RB RB R = ... (3 ) . ke mengalirkan ..................... dan 4999 mA melalui Ra + Rb dengan menggunakan persamaan ( 1-1 )diperoleh : Ra + Rb = 1 x ( Re + 50 Ω ) = ........... Penyelesaian : Pada batas ukur 1A : RA = RB + RC paralel terhadap 50 Ω ............ dan 4999 mA melalui Ra + Rb dengan menggunakan persamaan ( 1-1 )diperoleh : Ra + Rb = ..... dengan . + ........ Tindakan Pencegahan Dengan Menggunakan Amper Meter : a.............

4..45.Ω Tindakan Pencegahan Dengan Menggunakan Amper Meter : a. b.Rb + Rc = 50.000 Rc.1 ) Ra + Rb = 1 x ( Rb + Rc + 50 Ω = .Jangan sekali-sekali menghubungkan amper meter ke sumbu tegangan karena tahanannya rendah akan mengalirkan arus besar dan alat ukur emper meter akan rusak/terbakar.999 Rb .9 8 8 Ω 1 ..3 ) 4.Bila menggunakan alat multirange..005005.999. ( 3 ) 9.5 Ω R 16 1138 Ω R 1 2 18 50 Ω R3 2 2 . Dengan menggunakan ( 3 ) dan ( 1 ) di peroleh 10. . = 200. + 9.Rangkaian Ohmmeter rangkuman R X 1000 ..5 V PO S N EG PO S 10 kΩ R25 pe ng atu r no l 1 . Rangkaian Ohmmeter rangkuman R X 100 2 18 50 Ω R3 R4 10 kΩ R25 pe n g atu r no l 1 1 7 .000 Rb + 10.999 Rb.. gunakan range yang akan menghasilkan pembacaan terdekat ke skala penuh SOAL EVALUASI (Pertemuan III) M 1 1 . + 9. Dengan cara sama : 9.04004 Ω ..45. = 0. mula-mula gunakan range yang tertinggi kemudian turunkan sampai diperoleh simpangan yang sesuingguhnya.5 Ω R 16 1 13 8 Ω R 1 R2 M 2 18 50 Ω R3 110 Ω 10 kΩ R25 pe ng atu r no l a.005005 Ω = 0.50 Dengan menggunakan ( 2 ) dan ( 1 ) di peroleh 5..999 Ra.000 Rc = 450.400.5 V N EG 1 1 . Periksa polaritas dengan tepat Bila terbalik berlawanan dan dapat merusak jarum penunjuk.5 Ω R 16 6V 1 .999 Ra .. dan melalui Ra adalah sisanya sebesar 9999 mA dengan menggunakan persamaan ( 1.999 x ( 1 ) : 4. Rangkaian Ohmmeter rangkuman R X 1 M 1 1 . Arus melalui Rm adalah 1mA. Substitusi harga Rc yang telah di peroleh ke dalam persamaan ini memberikan RB RB R = 450.45 ( 3 ) : 9.999 Re = 500..2 Rc.7 0 0 Ω NEG c.Rc = .. akan menyebabkan simpangan yang c.. = 250..5 V PO S 113 8 Ω R 1 b.999 Dengan menyelesaikan ketiga persamaan sinultan ini ( 1..999 Ra.999 x ( 1 ) : 9.Pada batas ukur 10A : Ra menjadi shunt dan Rb + Re seri dengan Rm.. = 0.999 Ra + 4.999 Rb. Untuk memperoleh ketelitian pengukuran yang tinggi.2 ( 2 ) : 4. + 4. + 4..2..

( 3 ) Rh 2000 Ω Lalu arus melalui tahanan pengatur nol R2 adalah : I2 = Ir . . . Rangkaian gambar 2.menggunakan gerak d` Arsonval 10 mA dengan tahanan dalam 5 Ω .7Ω ( b ) Pada penurunan 10% tegangan batere : E = 3 V . .Latihan 1.Im = 1. Tegangan batere E = 3 V. . ( 4 ) Nilai R2 adalah : R2 = ImRm 1 mA x 50 Ω = = 100 Ω .35 m A . Tanda skala yang diinginkan untuk simpangan setengah skala adalah 2000 Ω Tentukan : a. menggunakan d` Arsonval 50 Ω arus skala penuh 1 mA. Diinginkan untuk mengubah rangkaian dengan menambah sebuah tahanan Rsh yang sesuai dengan gunakan instrumen penunjukkan 0. b.33. ( 5 ) I2 0.7 V Ir = = = 1.1 m A = 0. Jawaban 1.3 V = 2. Rangkaian gambar 1. . Nilai tahanan batas R1 3. Nilai tahanan shunt Rsh b. .5 Ω pada pertengahan skala. . .35 mA Rh 2000 Ω Arus shunt adalah : I2 = It . Tentukan : a.5 mA Tahanan pararel gerakan dan shunt ( Rp ) adalah : R2 Rm 50 x 100 Rp = = = 33.35 mA ( c ) Tahanan pararel gerak dan nilai R2 yang baru menjadi .. . 2. .5 m A .5 m A.7 V maka arus total batere menjadi : E 2.Rp = 2. . . .35 m A maka tahanan pengatur nol R2 adalah : R2 = Im Rm 1 mA x 50 Ω = = 143 Ω I2 0. . ..3 Ω R2 + Rm 150 Nilai tahanan pembatas arus R1 adalah : Rp = Rh . .0.5 mA . R1 dan R2 R2 terbesar untuk komponen penurunan tegangan betere 10 % Kesalahan skala pada tanda skala 2000 Ω bila R2 disetel seperti b.Im = !. . Tegangan Batere 3 V.000 . . Bagaimana cara mengamankan ohm meter saat tidak dipakai dalam unit multimeter. Penyelesaian : ( a ) Arus total batere pada defleksi skala penuh adalah : E 3V Ir = = = 1. . . c. .3 = 1966.1 m A = 1 .

Rp = R2 Rm 50 x 143 = = 37 Ω R2 + Rm 193 Karena tahanan setengah skala Rh sama dengan tahanan dalam total rangkaian. Im = 0.75 Ω 100 mA 3.003.003. Penyelesaian : ( a ) Untuk defleksi setengah skala.975 V.Im= 5 0 m A 5 m A 4 5 m A = shunt menjadi : Rsh = Em 25 mV 5 = = Ω Ish 45 mA 9 ( b ) Arus total batere adalah : Im= Im + Is h + Ix= 5 m A 4 5 m A 5 0 m A 1 0 0 m A + + = Penurunan tegangan pada tahanan batas R1 sama dengan 3 V . Bila ditempatkan pada pengukuran ohm meter. 4. Saklar selektor/pemilih pengukuran tempatkan pengukuran tegangan AC pada batas pengukuran terbesar. SOAL EVALUASI (Pertemuan IV) Di bawah ini ada beberapa gambar amper meter.966.5 Ω Arus melalui gerakan ( Im ) ditambah arus melalui shunt ( I sh ) harus sama dengan arus melalui tahanan yang tidak diketahui ( Ix ). m A M e t e r m e n u n ju k k a n µA M e t e r m e n u n ju k k a n = m A = A = µA = A 3. . arus melalui Rx adalah : Ix = 25 mV = 50 mA 0.5 dp= 5 mA Tegangan pada “ gerakan “ adalah : Em = 5 mA x 5 Ω = 25 mA Karena tegangan ini juga muncul pada Rx.003. Maka : 2. 2.7 Ω sedang tanda skala aktual adalah 2000 Ω .7 x 100% = . 2. tegangan batere pada ohm meter akan terus mengalirkan arus di dalam rangkaian dan batere cepat habis.2.7Ω + 37 Ω = 2.7 Tanda negatif menunjukkan bahwa pembacaan alat ukur adalah rendah. Persentase kesalahan menjadi : % kesalahan = 2. Baca besarnya arus yang ditunjukkan meter dan tulislah jawaban anda didalam kotak. Berarti Is h= Ix .975 R1 = = 29. Rh akan bertambah menjadi : Rh = R1 + R2 = 1.25 mV = 2.000 .0.185% 2. 1.7Ω Berarti nilai sebenarnya dan tanda setengah skala adalah 2003.

3 0 0 = b a ta s u k u r 0 .µA M e t e r m e n u n ju k k a n µA M e t e r m e n u n ju k k a n = µA 5.3 0 0 = b a ta s u k u r 0 .1 0 0 = m A = m A = 150 A µA 8.1 0 0 = 9. . = µA = A m A M e t e r m e n u n ju k k a n m A M e t e r m e n u n ju k k a n = m A = µA = m A = µA 7. 50 m A m e te r ke dud b a ta s b a ta s m enun ukan A ukur 0 ukur 0 ju k k a n . 150 50 m A m e t e r m e n u n ju k k a n b a ta s u k u r 0 .100 = m A = m A = m A = m A = A µA A µA ke dudukan B. . =m A 6.300 = . b a ta s u k u r 0 .

15 6 3 s k a la A . 6 s k a la 1 2 V A C dari gambar 9. (Ohm meter) Pengukuran Tahanan Batas Ukur Titik Penunjukan Hasil dari gambar 10. (Volt meter) Pengukuran V DC Batas Ukur 600 V Titik Penunjuka n A Hasi l Batas Ukur 12 Pengukuran A DC Titik Penunjuka n A Hasil Batas Ukur 600 V Pengukuran V DC Titik Penunjuka n A Hasil X10 K A X10 0 B X1 X10 K D X10 0 E X10 X1 X10 K H X1 X10 C F G I J . V D C d a n A C 11.S k a la O h m m e te r 10.

17. A : 64 mA = 0.3 V B C D E F G H I J 120 µ A 600 µ A 6µ A 12 µ A 600 µ A 60 µ A 60 µ A 120 µ A 6µ A B C D E F G H I J 300 V 120 v 300 V 30 V 600 V 30 V 6V 120 V 6V B C D E F G H I J dari gambar 11.0175 mA 4.10-6 = 0. BU : 300 : 226 mA = 0.0000435 A 5.064 A atau : 21 mA = 0.021 A 8. b) Apa kegunaan cermin pada papan skala ? B C D E 6 V AC F G H I J 2.226 A BU 100 : 75 mA = 0.5 µ A = 43.3 V 300 V 3V 0. A 43.5 µ A = 17. 450 mA = 450.10-3 mA = 0.075 A 6..000017 A Mengapa skala 80 mA = 0..10-3 A = 0.5. Pertanyaan : a) 1.µ A 300 V 120 V 60 V 600 V 12 V 0. 95 mA = 95. 17 µ A = 17.10-6 A = 0. (AC Volt meter) Pengukuran V AC Batas Ukur Titik A Penunjukan Hasil 12.264 A .08 A untuk ohm meter tidak linier ? c) Mengapa letak titik 0 ( nol ) untuk ohm meter tidak sama dengan ampere meter atau volt meter ? JAWABAN 3.000 µ A 7.103 µ A = 450.095 A 8. B : 264 mA = 0.

6 V 106 V .2 V 0. (Ohm meter) Pengukuran Tahanan Batas Ukur Titik Penunjukan Hasil X10K A 2000 KΩ X100 B 10 KΩ X1 C 44 Ω X10K D 320 KΩ X100 E 2.jawaban dari gambar 9.205 V 230 V 2.4 µ A 360 µ A 42 mA 6 mA 106 60 V 5V 40 V 113 V 13.2 µ A 12 µ A 20 µ A 23 mA 5. (Volt meter) Pengukuran V DC Batas Ukur 600 V 300 V 120 V 60 V 600 V 12 V 0.8 KΩ X10 F 200 Ω X1 G 12 Ω X10K H 65 KΩ X1 I 4.3 V 300 V 3V Titik Penunjuka n A B C D E F G H I Hasil Batas Ukur 12 µ A 120 µ A 600 µ A 6µ A 12 µ A 600 µ A 60 µ A 60 µ A 120 Pengukuran A DC Titik Penunjuka n A B C D E F G H I Hasil Bata s Ukur 600 V 300 V 120 v 300 V 30 V 600 V 30 V 6V 120 Pengukuran V DC Titik Penunju kan A B C D E F G H I Hasil 60 V 5V 40 V 23 V 270 V 7.5 Ω X10 Z 1Ω jawaban dari gambar 10.65 V 1.5 V 360 V 21 V 4.

0 V D 4.4 V E 5.6 V C 3.2 V I J 10.5 mA V 6V J 5.8 V G 8V H 9.µ A 0.4 V 11. (AC Volt meter) Pengukuran V AC Batas Ukur Titik A Penunjukan Hasil 0.3 V J 0.5 V jawaban dari gambar 11.61 V B 1.4 V 6 V AC F 6.2 V .275 V 6µ A J µ A 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful