KOMPENSASI

Imbalan atau kompensasi adalah faktor penting yang mempengaruhi bagaimana dan mengapa orang-orang bekerja pada suatu organisasi dan bukan pada organisasi yang lainnya. Perusahaan harus cukup kompetitif dengan beberapa jenis kompensasi untuk mempekerjakan, mempertahankan, dan memberi imbalan terhadap kinerja setiap individu di dalam organisasi. Sistem kompensasi dalam organisasi harus dihubungkan dengan dengan tujuan dan strategi organisasi serta keseimbangan antara keuntungan dan biaya pengusaha dengan harapan dari karyawan.Sebagai seorang pegawai/karyawan yang bekerja disebuah organisasi, baik diperusahaan swasta maupun instansi pemerintah, tentunya berharap akan memperoleh penghasilan yang cukup guna memenuhi kebutuhannya yang paling dasar atau primer yaitu kebutuhan fisiologis atau kebutuhan untuk hidup terus seperti kebutuhan akan sandang, pangan dan perumahan maupun untuk berprestasi, afiliasi, kekuatan atau aktualisasi diri. Oleh karena itu penghasilan yang dikenal dengan Imbalan/kompensasi yang menjadi hak setiap karyawan, menjadi faktor yang sangat penting dalam kehidupan individu, sebagaimana pendapat para psikolog yang menyatakan bahwa individu mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya sebagian yang dapat secara langsung dipuaskan dengan uang, sedangkan kebutuhan lainnya dapat dipuaskan secara tidak langsung dengan uang. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 3 Tahun 1996, imbalan mencakup semua pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk pegawainya dan diterima atau dinikmati oleh pekerja baik secara langsung, rutin atau tidak langsung. Dengan demikian tidak diragukan lagi bahwa uang masih tetap merupakan motivator paling penting, untuk itu perusahaan dituntut untuk dapat menetapkan kebijakan imbalan/kompensasi yang paling tepat, agar kinerja karyawan dapat terus ditingkatkan sekaligus untuk mencapai tujuan dari
1

komisi. dll b. Imbalan ektrinsik yang berbentuk uang antara lain misalnya : gaji. Kompensasi adalah seluruh imbalan yang diterima karyawan atas hasil kerja karyawan tersebut pada organisasi. motivasi dan kepuasaan kerja karyawan. Pengertian Kompensasi Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Imbalan ektrinsik yang bentuknya sebagai benefit / tunjangan pelengkap contohnya seperti cuti. uang pensiun. insentif. Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. beasiswa melanjutkan kuliah 2. bonus. asuransi/jamsostek. kondisi .perusahaan. B. jenjang karir yang jelas. Jenis Kompensasi 1. uang transportasi/antar jemput. uang makan. honor. Imbalan Ektrinsik a. A. Imbalan Intrinsik Imbalan dalam bentuk intrinsik yang tidak berbentuk fisik dan hanya dapat dirasakan berupa kelangsungan pekerjaan. rekreasi. Sebaliknya besar kecilnya kompensasi dapat mempengaruhi prestasi kerja. Kompensasi bisa berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung dan diberikan kepada karyawan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikannya kepada organisasi atau perusahaan tempat ia bekerja. upah. Pemberian kompensasi merupakan salah satu pelaksanaan fungsi MSDM yang berhubungan dengan semua jenis pemberian penghargaan individual sebagai pertukaran dalam melakukan tugas keorganisasian. upah.

lingkungan kerja. para karyawan akan betah atau bertahan pada suatu organisasi. Mempertahankan karyawan. Dengan sistem yang baik ini akan mencapai tujuan . b. dan lain-lain. Hal ini dapat mencegah terjadinya ke luarnya karyawan dari organisasi itu untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. c. Para karyawan dapat keluar jika besaran kompensasi tidak kompetitif dan akibatnya akan menimbulkan perputaran karyawan yang semakin tinggi. d. pekerjaan yang menarik. Dengan sistem kompensasi yang baik akan menarik lebih banyak calon karyawan. Dengan adanya sistem kompensasi yang baik akan menjamin terjadinya keadilan di antara karyawan dalam organisasi/perusahaan. 3 . Keadilan eksternal berarti pembayaran terhadap pekerja merupakan yang dapat dibandingkan dengan perusahaan lain di pasar kerja. antara lain : a. Menjamin keadilan. Dengan sistem kompensasi yang baik. Tujuan Sistem Kompensasi Pemberian kompensasi dalam suatu organisasi harus diatur sedemikian rupa sehingga merupakan sistem yang baik dalam organisasi. Manajemen kompensasi selalu berupaya agar keadilan internal mensyaratkan bahwa pembayaran dikaitkan dengan nilai relative sebuah pekerjaan sehingga pekerjaan yang sama dibayar dengan besaran yang sama. Dengan pemberian kompensasi yang memadai adalah suatu penghargaan dari organisasi kepada karyawan atas prestasi kerja nya. Memperoleh karyawan yang bermutu. Menghargai prestasi kerja. C.

bias jadi pekerja dibayar dibawah atau diatas standard. akan mengurangi seringnya melakukan rekruitmen.Produktivitas. System gaji dan upah yang sehat mempertimbangkan factor-faktor legal yang dikeluarkan pemerintah dan menjamin pemenuhan kebutuhan karyawan. Pengendalian biaya. sebagai akibat dari makin seringnya karyawan yang ke luar mencari pekerjaan yang lebih menguntungkan. Dengan sistem pemberian kompensasi yang baik . Pemberian kompensasi tergantung kepada kemampuan organisasi untuk . e. System kompensasi yang rasional membantu perusahaan memperoleh dan mempertahankan para karyawan dengan biaya yang beralasan. Sistem administrasi kompensasi yang baik . merupakan tuntutan dari pemerintah (hukum). Memenuhi peraturan-peraturan. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut : a. b.Dengan banyaknya calon karyawan akan lebih banyak mempunyai peluang untuk memilih karyawan yang bermutu tinggi. f. Organisasi berkeinginan umtuk memperoleh keuntungan-keuntungan berupa material maupun non material. Tanpa manajemen kompensasi efektif. D. Maka dari itu organisasi mempertimbangkan produktivitas karyawannya dalam kontribusinya dalam terhadap keuntungan dari organisasi tersebut.Kemampuan untuk membayar. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sistem Kompensasi Sistem kompensasi oleh organisasi kepada karyawannya dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Banyak sedikit tenaga kerja di pasaran kerja akan mempengaruhi sistem pemberian kompensasi. E. melebihi kemampuannya. c. organisasi tersebut akan gulung tikar.membayar. tetapi belum tentu mau atau bersedia untuk memberikan kompensasi yang memadai. Bagi karyawan yang memiliki kemampuan sangat banyak akan mendapatkan kompensasi yang lebih rendah dibandingkan karyawan yang memiliki kemampuan yang langka di pasaran kerja. Kesedian untuk membayar akan mempengaruhi terhadap kebijaksanaan pemberian kompensasi kepada karyawannya. d. Kesedian untuk membayar. Dengan baiknya sistem pemerintahan. Organisasi tidak akan membayar karyawannya sebagai kompensasi. maka makin baik pula sistem perundangundangan. Syarat-syarat Kebijakan dan Sistem Kompensasi Syarat-syarat agar kebijakan dan sistem kompensasi yang ditetapkan perusahaan 5 . Sebab kalau tidak. Berbagai peraturan dan perundang-undangan. g. Dengan adanya organisasi karyawan akan mempenagruhi dalam pemberian kompensasi. Berbagai peraturan dan undang-undang ini jelas akan mempengaruhi sistem pemberian kompensasi karyawan oleh setiap organisasi. e. termasuk di bidang perburuhan. Banyak organisasi yang mampu memberikan kompensasi yang tinggi.Organisasi karyawan. Suplai dan permintaan tenaga kerja. baik pemerintah maupun swasta. Organisasi karyawan biasanya memperjuangkan para anggota untuk memperoleh kompensasi yang sepadan.

termasuk peraturan pemerintah dan peraturan mentri yang berlaku. termasuk budaya perusahaan. 3. Dari sudut pandang pelaksana . 4.Adil Adil adalah apabila sistem kompensasi perusahaan mamberikan golongan kepangkatan dan gaji pokok yang lebih tinggi kepada pegawai yang mempunyai pendidikan formal yang lebih tinggi.Atraktif dan kompetitif Tingkat upah yang ditawarkan harus menarik dan kompetitif dibandingkan dengan perusahaan lain yang sejenis. sistem dan aturan kompensasi perusahaan haruslah memenuhi ketetapan peraturan perundangan pemerintah.Mematuhi ketentuan undang-undang dan peraturan pemerintah Semua kebijakan. Komponen-komponen Kompensasi 1. F.dapat efektif : 1.Tetap. sesuai dengan kemampuan perusahaan. mudah dan mutakhir Kebijakan dan sistem kompensasi yang digunakan perusahaan mestinya sesuai untuk perusahaan tersebut ditinjau dari berbagai aspek. 2.Cukup layak Tingkat upah harus relatif cukup layak bagi penerimanya. Gaji Gaji adalah suatu bentuk pembayaran periodik dari seorang majikan pada karyawannya yang dinyatakan dalam suatu kontrak kerja. 5.

. Prinsip Penggajian Terdapat 6 (enam) prinsip penggajian yang melandasi penyusunan atau penyempurnaan suatu sistem penghargaan: 1. lebih bersemangat.Seimbang. Gaji merupakan balas jasa dalam bentuk uang yang diterima karyawan sebagai konsekuensi dari statusnya sebagai seorang karyawan yang memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan perusahaan. yaitu sistem penggajian yang ada harus dapat memotivasi untuk lebih produktif. keadilan internal dan keadilan individu melalui perancangan dan penerapan struktur dan komponen remunerasi yang efektif dan pelevelan 7 .Adil secara prosedural. dan berkinerja maksimal. Selain empat prosedur diatas.Layak.Memotivasi. yaitu sistem penggajian harus dilengkapi dengan implementasi prosedur secara konsisten dan dengan komitmen tinggi.bisinis. Perancangan dan pelaksanaan sistem remunerasi haruslah memastikan bahwa terdapat keadilan eksternal. lebih disiplin. gaji dapay dianggap sebagai biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan sumber daya manusia untuk menjalankan operasi dan karenanya dapat disebut dengan biaya personil atau biaya gaji. maka sistem penggajian akan lebih sempurna jika dilengkapi dengan prinsip: .Adanya keadilan individual. dimana dalam sistem penggajian mempertimbangkan kinerja individual.Wajar. yaitu penggajian hendaknya berdasarkan berat-ringannya pekerjaan 2. a. disesuaikan dengan kemampuan perusahaan 4. yaitu gaji harus bersaing (kompetitif) dipasar tenaga kerja 3. Atau dapat juga dikatakan sebagai bayaran tetap yang diterima seseorang karena kedudukannya dalam perusahaan. yaitu struktur gaji yang disusun.

Oleh karena itu insentif sebagai bagian dari keuntungan. • Insentif kelompok Pembayaran insentif individu seringkali sukar untuk dilaksanakan karena untuk menghasilkan sebuah produk dibutuhkan kerja sama. sifatnya tidak tetap atau sewktu-waktu. terutama sekali diberikan pada pekrja yang bekerja secara baik atau yang berprestasi. Pada upah per potong terlebih dahulu ditentukan berapa yang harus dibayar untuk setiap unit yang dihasilkan. Insentif Insentif adalah penghargaan atau ganjaran yang diberikan untuk memotivasi para pekerja agar produktivitas kerjanya tinggi. atau ketergantungan dari . Tujuan Insentif Tujuan utama dari insentif adalah untuk memebrikan tanggung jawab dan dorongan kepada karyawan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil kerjanya. Insentif individu bisa berupa upah per output (misalkan menggunakan satuan potong) dan upah per waktu (misalkan menggunakan jam) secara langsung. insentif merupakan strategi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.yang tepat. b. dimana produktivitas menjadi suatu hal yang sangat penting. Sedangkan bagi perusahaan. a. 2. Penggolongan insentif • Insentif individu Program insentif individu bertujuan untuk memberikan penghasilan tambahan selain gaji pokok bagi individu yang dapat mencapai standar prestasi tertentu.

dimana karyawan juga mendapatkan upah pokok.Production Bonus Tambahan upah yang diterima karena hasil kerja melebihi standar yang ditentukan. Oleh sebab itu. (2) semua anggota kelompok menerima pembayaran yang sama dengan pembayaran yang diterima oleh mereka yang paling rendah prestasi kerjanya. insentif secara umum dibahas sebagai berikut : a.seseorang dengan orang lain. yaitu : (1) seluruh anggota menerima pembayaran yang sam. 9 . kelihatannya cocok digunakan untuk pekerjaan yang outputnya sangat jelas dan dapat dengan mudah diukur dan umumnya terdapat pada level yang sangat operasional dalam organisasi. Program Insentif system insentif ada pada hampir setiap jenis pekerjaan dari tenaga kerja manual sampai profesional. (3) seluruh anggota menerima pembayaran yang sama dengan rata-rata pembayaran yang diterima oleh kelompok. standarnya output per unit. insentif akan diberikan kepada kelompok kerja apabila kinerja mereka juga melebihi standar yang telah ditetapkan. Pada umumnya bonus dihitung berdasarkan tingkat tariff tertentu untuk masing-masing unit produksi. Piecework Insentif yang yang diberikan berdasarkan jumlah output atau barang yang dihasilkan pekerja. System ini bersifat individual. manajer dan pekerja eksekutif. Para anggotanya dapat dibayarkan dengan tiga cara. Bonus juga dapat dikarenakan pekerja menghemat waktu penyelesaian pekerjaan. b. c.a dengan pembayaran yang diterima oleh mereka yang paling tinggi prestasi kerjanya.

sertifikat. . e. System ini bersifat individual. Dasar pemikirannya adalah seseorang yang mempunyai tambahan pengetahuan mempunyai kemungkinan tambahan tugas yang dapat dilakukan untuk organisasi. untuk mendorong karyawan terus berprestasi. d. yang diasumsikan memepunyai pengaruh besar dan penting bagi organisasi. System ini biasanya digunakan untuk tenaga penjual atau wiraniaga. tetapi pada apa yang dapat dilakukan untuk organisasi melalui pengetahuan yang diperoleh. Nonmonetary incentive Insentif umumnya berupa uang. Pay.Commision Insentif yang diberikan berdasarkan jumlah barang yang terjual.Maturity Curve Gaji dapat dikelompokkan dalam suatu kisaran dari minimal sampai maksimal. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan atau kompetensi organisasi melalui ketersediaan (supply) karyawan internal.for. standarnya adalah hasil penjualan yang dapat diukur dengan jelas. liburan. Sebagai contoh dalam bentuk materi baru ( seperti gantungan kunci hingga topi). dan meningkatkan fleksibilitas karyawan untuk mengisi beberapa jabatan yang berbeda. yang merupakan kurva yang menunjukkan jumlah tambahan gaji yang dapat dicapai sesuai dengan prestasi kerja dan masa kerja sehingga mereka diharapkan terus meningkatkan prestasi.c. organisasi mengembangkan apa yang disebut dengan maturity curve atau kurva kematangan.Knowledge/pay-for-skill Compensation Pemberian insentif yang didasarkan bukan pada apa yang dikerjakan oleh karyawan akan menghasilakn produk nyata. f. Ketika seseorang (biasanya karyawan ahli atau professional) sudah mencapai tingkat gaji maksimal. dimana ini menjadi suatu keuntungan bagi perusahaan. tetapi insentif dapat pula dalam bentuk lain.

Insentif Eksekutif Bonus yang diberikan kepada para manajer atau eksekutif atas peran yang mereka berikan untuk menetapkan dan mencapai tingkat keuntungan tertentu bagi organisasi. 4. Insentif ini dalam bentuk bonus tahunan yang biasanya disebut bonus jangka pendek. perluasan jabatan. Benefit Benefit adalah tunjangan seperti asuransi jiwa. karena bonus biasanya diambil dari keuntungan bersih yang di peroleh perusahaan. Hal ini dapat berarti sebagai pendorong untuk meningkatkan pencapaian usaha seseorang. Kedua. liburan yang ditanggung perusahaan. Adapula insentif diberikan dalam bentuk usaha perubahan seperti rotasi kerja. Bonus Bonus adalah pemberian pendapatan tambahan bagi pekerja yang hanya diberikan setahun sekali bila syarat-syarat tertentu dipenuhi. g. 3. program pensiun dan tunjangan lainnya.dan lain-lain. 11 . bonus hanya dapat diberikan bila perusahaan memperoleh laba selama setahun fiscal yang berlalu. kesehatan. besarnya bonus dikaitkan dengan prestasi kerja individu. atau kesempatan pemilikan perusahaan melalui pembelian saham perusahaan dengan harga tertentu yang biasanya disebut dengan bonus jangka panjang. bonus tidak diberikan secara merata kepada semua karyawan. dan pengubahan gaya. Pertama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful