BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi Plastic Injection Molding Plastic Injection Molding ( PIM ) merupakan metode proses produksi yang cenderung menjadi pilihan untuk digunakan dalam menghasilkan atau memproses komponen-komponen yang kecil dan berbentuk rumit, dimana biayanya lebih murah jika dibandingkan dengan menggunakan metode-metode lain yang biasa digunakan (Boses, 1995). Gambar 2.1 memperlihatkan kemampuan pemrosesan dan tingkat ketelitian komponen yang dihasilkan dengan PIM dibandingkan dengan proses-proses lain. Proses ini mampu menghasilkan bentuk rumit dalam jumlah besar maupun kecil pada hampir semua jenis bahan termasuk logam, keramik, campuran logam dan plastik. Salah satu keistimewaan proses PIM ialah kemampuannya dalam menggabungkan dan menggunakan kelebihan-kelebihan teknologi seperti kemampuan pembentukan bahan plastik, ketepatan dalam proses pencetakan dan kebebasan memilih bahan. Hal ini digambarkan pada gambar 2.2. Komponen yang dihasilkan dengan teknologi PIM kini banyak digunakan dalam industri otomotif, kimia, penerbangan, listrik, komputer, kedokteran dan peralatan militer.

Gambar 2.1

Kelebihan proses PIM Dibandingkan Dengan Proses - Proses Yang Lain ( Cremer, 1994 )

Universitas Sumatera Utara

yang selanjutnya dipanaskan pada suhu di bawah titik didih bahan utama plastik yang digunakan. Proses ini disebut proses pemanasan (sintering).Gambar 2. 1994) Secara umum proses PIM dibagi menjadi beberapa tahap seperti pada gambar 2. 1990 ) Universitas Sumatera Utara .2 Keistimewaan proses Plastic Injection Molding ( PIM ) (Moller. 1990). Komponen yang dihasilkan dari proses injeksi disebut Green Compact.3 (German. Komponen yang telah dibuang bahan pengikatnya disebut Brown Compact. Kemudian campuran ini dibutirkan lalu disuntik ke dalam cetakan (mould) sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Bahan pengikat yang digunakan kemudian dipisahkan melalui proses yang disebut sebagai proses pemisahan (debinding). Proses ini dimulai dengan mencampur serbuk dan bahan pengikat. Serbuk Campuran Binder Pencetakan Butiran Debinding Sintering Selesai Keluaran Gambar 2.3 Tahapan Proses Plastic Injection Molding ( PIM ) (German. Komponen hasil pemanasan lalu didinginkan.

yakni : 1. Silikon dan Epoksi. Bahan Elastis (Elastomer) yaitu bahan yang sangat elastis. pengisi. dan keperluan lainnya meningkat dengan cepat sekitar tahun 1970an. Setelah itu penelitian mengenai bahan sintetis meningkat dengan cepat dan mulai dikembangkan bahan buatan dengan berbagai sifat fisik. pewarna. Dalam pengertian modern lebih luas. (B. 1972) Pada dasarnya plastik secara umum digolongkan ke dalam 3 (tiga) macam dilihat dari temperaturnya. L. 2. Contoh bahan elastis adalah : Karet sintetis. Contoh Bahan Thermoplastik adalah : Polisterin.H. baik untuk keperluan industri. Baekeland. kayu dan logam di bidang industri bangunan dan digunakan juga sebagai pelapis dan serat untuk tekstil. 1991) Plastik adalah bahan yang dipolimerisasi dengan pelunak. Contoh bahan thermosetting adalah : Bakelit. Pada tahun 1909 bahan yang paling penting yaitu resin penol formaldehida dikembangkan oleh kelompok yang dipimpin Dr. Polietilen. rumah tangga. Istilah plastik mencakup semua bahan yang mampu dibentuk. Bahan Thermoseting (Thermosetting) yaitu plastik dalam bentuk cair dan dapat dicetak sesuai yang diinginkan serta akan mengeras jika dipanaskan dan tetap tidak dapat dibuat menjadi plastik lagi. plastik mencakup semua bahan sintetis organik yang berubah menjadi plastis setelah dipanaskan dan mampu dibentuk dibawah pengaruh tekanan. Universitas Sumatera Utara . Hyatt sekitar 1869 merupakan awal perkembangan industri plastik. W. Bahan Thermoplastik (Thermoplastic) yaitu akan melunak bila dipanaskan dan setelah didinginkan akan dapat mengeras. Nilon.2.2. stabiliser.Amstead. Pengenalan Bahan Baku Penemuan ebonite atau karet keras. pengemasan.H. 3. Bahan ini secara bertahap mulai menggantikan gelas. dan bahan tambah yang siap untuk diproduksi sesuai dengan hasil yang diinginkan (Irvin I Rubin. Di Indonesia pemakaian bahan plastik. Plastik fleksiglass dan Teflon. pada tahun 1839 oleh Charles Goodyear dan penemuan seluloid oleh J.

2 [kg/dm3]) 2. Universitas Sumatera Utara . memiliki sedikit elektron bebas untuk mengalirkan panas dan arus listrik. dan logam juga sangat sukar untuk larut. setelah waktu tertentu apabila tegangan hilang dari benda uji sebagian akan kembali ke bentuk semula setelah waktu yang lama. sedangkan pada bahan-bahan Thermosetting tidak terbakar tapi akan terpisah dan hancur. Bahan-bahan Thermoplastic akan meleleh bila dipanaskan pada temperatur tinggi. kecuali Teflon. Mempunyai permukaan dan penampakan yang sangat baik dan mudah diwarnai. suatu garis pendekatan yang sering dipakai untuk berbagai bahan mempergunakan empat model unsur kombinasi pegas dan peredam. Secara umum Thermoplastic tidak tahan terhadap temperatur tinggi. Modulus elastisnya rendah. Kerugian plastik adalah : 1. 4. Tahan terhdap arus listrik dan panas. Mudah mulur (Creep) pada suhu kamar. Temperatur pelelehan dan pemisahan untuk bahan-bahan plastik jauh lebih rendah dibandingkan baja. diikuti deformasi melar.9-2. Pertama terjadi deformasi elastis seketika. Pada umumnya tahan terhadap larutan kimia. 3. Plastik akan memanjang (Creep) pada temperatur kamar. Pengaruh temperatur dan laju regangan pada tegangan tarik harus dievaluasi dengan baik bila plastik akan digunakan. Mudah patah pada sudut bagian yang tajam.Beberapa keuntungan plastik adalah : 1. 3. 2. Massa jenis rendah (0. Maksimum temperatur nominalnya rendah. 4. Tahan terhadap korosi kimia karena tidak terionisasi untuk membentuk elektron kimia. Cara deformasi seperti ini banyak ditemukan. Kecenderungan bahan plastik akan mulur bila temperaturnya naik menunjukkan bahwa perubahan kecil saja pada temperatur dapat mempengaruhi sifat-sifat fisik bahan.

polyethylene mudah diolah maka dari itu sering di cetak dengan penekanan. mainan. maka bahan ini memiliki kekuatan mekanis yang tinggi dan titik lunak yang tinggi pula. misalnya : tas. botol minyak tanah.2. injeksi. isolator kabel. polyethylene massa jenis medium dengan massa jenis 0. gas alam atau asetelin. tali senar/dawai.965. Umumnya bahan tambahan (additive) digunkan dalam polyethylene yaitu karbon hitam sebagai penstabil. tekanan medium dan tekanan rendah. peniupan dan hampa udara. Berikut ini akan ditunjukkan hubungan antara massa jenis dan sifat-sifat lain polyethylene. 1999) Universitas Sumatera Utara . (Tata Surdia. Oleh tekanan polimerisasinya atau masing-masing menjadi polyethylene massa jenis rendah dengan massa jenis 0. Sedangkan polyethylene massa jenis tinggi digunakan untuk perpipaan. filament tenunan dan peralatan rumah tangga.926-0. Disisi lain polyethylene tekanan rendah kurang bercabang dan merupakan rantai lurus karena itu massa jenisnya lebih besar sebab mengkristal secara baik sehingga memiliki kristalinitas tinggi. molekul-molekulnya tidak mengkristal secara baik tetapi memiliki banyak cabang. Polyethylene Polyethylene ini dibuat dengan jalan polimerisasi gas etilen yang dapat diperoleh dengan memberi hydrogen gas petroleum pada pemecahan minyak (nafta). Kedua jenis polyethylene ini memiliki daya tahan kimia yang sangat baik. Menurut massa jenisnya.910-0. wadah alat dapur. ekstruksi. dan kantong tempat sampah. sedikit penyerapan uap air dan ketahanan listrik yang tinggi. polyethylene massa jenis terendah terutama digunakan dalam bentuk tipis atau lembaran. botol-botol yang dapat dijepit tabung tinta pada pena. polyethylene digolongkan menjadi polyethylene tekanan tinggi. serat kaca untuk peningkatan daya lentur. karenanya sifatnya erat kaitannya dengan massa jenisnya (kristanilitas) cara polimerisasi etilen yang berbeda didapat struktur-struktur yang berbeda pula. Pada polyethylene massa jenis rendah.2.940 dan polyethylene massa jenis tinggi 0.926. pewarna untuk memberikan warna.941-0. Karena kristal yang berbentuk baik itu mempunyai gaya antar molekul yang kuat. tarik dan karet butyl (butyl rubber) untuk mencegah terjadinya tekanan saat tidak digunakan.1.

dapat terbakar bila dinyalakan dibandingkan polyethylene massa jenis tinggi.mm-2] Modulus Tarik [N. penyusutannya pada pencetakan kecil. Oleh karena itu sukar untuk diolah dengan perekatan dan pencapan seperti halnya dengan polyethylene yang memerlukan perlakuan tertentu pada permukaannya.90-0. penampilan dan ketelitian dimensinya lebih baik. Ketahanan kimianya kira-kira sama bahkan lebih baik dari pada polyethylene massa jenis tinggi. larut pada 80°C atau lebih. Hal 36 -2 Polyprophylene 60% 0. Sifat-sifat polyprophylene serupa dengan sifat-sifat polyethylene. 1995 . kekuatan tarik. Ir.1 sampai 1.mm ] Perpanjangan [%] Sumber : Hadi Syamsul. Ketahanan retak-tegangannya sangat baik. kekuatan lentur dan kekuatannya lebih tinggi tetapi tahan impaknya lebih rendah terutama pada temperatur rendah. Massa jenisnya rendah (0. tetapi pada temperatur biasa hanya membengkak. Titik lunaknya tinggi sekali (176°C). Sifat-sifat listriknya hampir sama dengan sifat-sifat pada polyethylene. ”Teknologi Bahan 3”. Tabel 2.2.90 10 176 30 sampai 40 1.6 50 sampai 600 Universitas Sumatera Utara . Sifat mekaniknya dapat ditingkatkan sampai batas tertentu dengan jalan mencampurkan serat gelas dan pemuaian termal juga dapat diperbaiki sampai setingkat dengan bahan thermoseting.2. Dalam hidrokarbon aromatik dan hidrokarbon yang terklorinasi.2.m-3] Tg [°C] Tm[°C] Tegangan Tarik [N.1 Sifat-sifat Polypropylene Sifat-sifat Kristalinitas Massa jenis [103Kg. Sifat tembus cahayanya pada pencetakan lebih baik dari pada polyethylene dengan permukaan mengkilap.92) termasuk kelompok yang paling ringan diantara bahan polimer. Polypropylene Bahan baku polyprophylene di dapat dengan menguraikan petroleum dengan metode tekanan rendah polyethylene menggunakan katalis zieger-natta polyprophylene dengan keteraturan ruang dapat diperoleh dari polyprophylene.

yang juga memperbaiki kekakuannya dari kekuatan impaknya pada temperatur rendah. 1999) 2. (Tata Surdia. maka dicampurkan bubuk karbon sebagai bahan pengabsorb UV. diekstrusi atau dibentuk dalam cetakan. bagian dari radio.3. Atom hidrogen terikat pada atom karbon tertier yang mudah bereaksi dengan oksigen dan ozon.Catatan Tg = Temperatur tansisi kaca yaitu temperatur dimana polimer berubah dari keadaan beku (rigid) ke suatu bahan yang liat (fleksible) Tm = Temperatur luluh yaitu pada saat kritanilitas tidak tampak (kristanilitas : Derajat kemungkinan terbentuknya susunan kristal dalam bentuk rantai). karena itu perlu berhati-hati untuk mencegah dispersi pada pengepakan wangi-wangian tersebut. Al dan garam-garam logam lainnya dari asam karboksilat aromatik. Resin polystyrene dapat dicetak menjadi kotak baterai. Polystyrene merupakan bahan pengganti karet yang baik untuk isolasi listrik. Ciri-ciri khasnya ialah berat jenisnya yang rendah (1. kemasan.2. piring. Bahan ini dapat dicetak injeksi. stabilitas dimensi dan kemampuan isolasi. oksidasi harus dicegah. kotak es.07). Dengan mempergunakan bahan penginti kristal. Universitas Sumatera Utara . oleh karena itu dipakai sebagai bahan pada pembuatan film. Polypropylene mempunyai tembus cahaya jauh lebih baik daripada polyethylene. gelas dan ubin tembok. Zn. roda gigi. pola untuk pengecoran. Agar degradasi oleh sinar Ultra Violet secara efektif dapat dikurangi. Sebagai penginti dipergunakan bahan Na. Di lain fihak karena temperatur pengolahan lebih tinggi daripada polyethylene. daya tahan terhadap air dan zat kimia. Fenol alkil dipakai sebagai anti oksidasi yang dikombinasikan dengan senyawa belerang organik dan senyawa amin. yang menyebabkan ketahanan oksidasinya lebih kecil daripada polyethylene. Molekul Polypropylene mengandung atom karbon tertier dengan gugus metil rantai utama. ukuran kristal dapat dibuat lebih kecil agar lebih transfaran. Permeabilitas gas polypropylene lebih baik dari pada polyethylene. Polystyrene Polystyrene adalah bahan thermoplastik yang khusus diciptakan untuk setak injeksi dan ekstrusi.

jadi karena cahaya fluoresen dan cahaya matahari langsung menjadi pudar warnanya dan terdegradasi. ketahanan panas. tahan terhadap asam. walaupun kestabilan terhadap cahaya dan sifat tahan cuacanya agak rendah daripada resin metakrilik. c. Kestabilan panas dan kecairannya pada pencairan sangat baik. Polystyrene tahan cahaya Seperti telah diuraikan diatas. sedangkan barang cetakan yang titik lunaknya rendah (70°C) memiliki ketahanan impak yang rendah dan bersifat getas. asam organik. asam klor. Untuk memperbaiki sifat tembus cahaya dari bahan yang dicampur karet. Polystyrene mudah larut dalam keton ester dan pelarut hidrokarbon aromatik. mampu cetak. juga kurang baik. Polystyrene keperluan umum Adalah plastik yang paling umum dipakai b. Polystyrene keperluan umum tidak cocok untuk peralatan yang kena sinar atau pengunaan diluar rumah.Sifat-sifat Polystyrene yaitu tidak berwarna dan merupakan resin transparan dapat diwarnai secara bening. Polystyrene mempunyai ketahanan cahaya yang buruk. dibuat sehalus mungkin partikel karet yang didispersikan agar dapat menghindari hamburan cahaya. minyak bumi dan alkohol. alkali. Makin banyak kadar karetnya makin baik ketahanan impaknya sedangkan sebaliknya terjadi pada kekuatan tarik. Polystyrene dengan ketahanan impak tinggi Kegetasan. Jenis-jenis Polystyrene antara lain : a. Universitas Sumatera Utara . kehalusan permukaan dan seterusnya makin berkurang. Massa jenisnya lebih rendah dari Polyethylene dan polyprophylene. Memiliki sifat yang baik sekali terutama bagi frekwensi tinggi. yang merupakan kekurangan bagi Polystyrene. dengan itu pula kekuatan impaknya menjadi lebih baik. telah diperbaiki terutama dengan jalan mencampurkan 5-20 % karet sintetik atau SBR (Styrene Butadiene Rubber). Ketahanan radiasinya sangat baik. Ketahanan terhadap retak tegangan. Jenis ini telah dikembangkan dengan mencampur zat pengabsorb Ultra Violet dan zat antioksidasi.

1999) 2. yang dibuat dalam bentuk butiran. dibanding dengan resin termoplastik lain. Akan tetapi karena tegangan dalam terjadi selama pencetakan. Universitas Sumatera Utara . cetakan ditutup dan screw didorong maju oleh piston untuk mendorong lelehan plastik dari screw chamber melalui nozzle masuk ke dalam cetakan. Screw akan bergerak untuk membawa butiran plastik menuju barrel untuk melelehkan butiran plastik. Pencetakan injeksi adalah cara yang paling cocok. Lelehan plastik yang telah diinjeksi mengalami pengerasan karena energi panasnya diserap oleh dinding cetakan yang berpendingin air. Polystyrene akan lunak pada temperatur sekitar 95°C dan menjadi cairan kental pada 120 -180°C dan menjadi encer diatas 250°C. cetakan siap untuk diinjeksi kembali. (Tata Surdia. dicampurkan sebagai bahan pembusa bagi Polystyrene. Kertas stiren yang mempunyai permukaan mengkilat bagus dibuat dengan menggunakan mesin ekstrusi. Produk dikeluarkan dengan ejector.3. heksan dst. kemudian terurai diatas 320330°C. clamping unit akan bergerak untuk membuka cetakan. Pada saat itu. Karena itu. Busa Polystyrene terdiri dari gelembung-gelembung kecil yang bebas sehingga dapat menghalangi panas dan suara. Polystyrene busa Butan. Gambar 2. bahan ini mempunyai temperatur dekomposisi termal yang lebih tingi dan kecairanya lebih baik. Yaitu dipanaskan pada temperatur lebih rendah dari temperatur ketahanan panasnya (70-80°C) kemudian didinginkan perlahan-lahan. pentan. Setelah itu. Setelah proses pendinginan dan kekakuan produk cukup maka screw bergerak mundur untuk melakukan pengisian barrel. Langkah berikutnya.4 memperlihatkan mekanisme injection molding.d. maka perlu penganilan yang tepat. Kalau dipanaskan dalam cetakan akan mengembang menjadi 20-70 kali lebih besar menjadi lunak dan kuat sebagai barang busa yang tercetak. Pencetakan (Molding) Mekanisme proses injection molding diawali dengan bahan baku yang ada di hopper turun untuk memasuki rongga ulir pada screw.

Gambar 2.php?id= injection_molding_of_polymers) Universitas Sumatera Utara .substech.ac.5 Bagian detail plastic injection machine (http://www.com/dokuwiki/doku.4 Mesin Injection Molding (http://stjitro@petra.id) Gambar 2.

Unit pengapit adalah pemegang cetakan yang mengalami tekanan selama proses penyuntikan dan pendinginan. Pada dasarnya. diisi kedalam suatu wadah saluran tuang (hopper) yang terdapat bagian atas unit mesin. Pengapitan Suatu mesin Injeksi memiliki tiga bagian utama. Sebagian mesin injeksi menggunakan suatu pendorong sebagai pengganti screw. ketika tekanan dan kecepatan diatur oleh screw tersebut.Enam langkah utama yang biasanya dilakukan pada proses Injection Molding : 1.6 Pengisian bahan plastik kedalam cetakan (mold) Universitas Sumatera Utara . yaitu cetakan. Mold Nozzle Injector Screw Hopper Barrel Heaters Gambar 2. pengapit dan unit penyuntik. Suntikan Pada saat penyuntikan. Di dalam silinder (barrel) terdapat mesin screw (berputar) yang mencampur bahan butiran/pellet cair dan mendorong campuran ke bagian ujung silinder. proses penyuntikan dimulai. pengapit ini memegang kedua belah cetakan bersama-sama. material plastik umumnya dalam bentuk butiran/pellet. Plastik yang dicairkan dimasukkan kedalam cetakan melalui suatu nozzle injector. Ketika material yang dikumpulkan di ujung screw telah cukup. Butir/pellet ini disuap ke dalam silinder untuk dipanaskan hingga mencair. 2.

7 Masa penenangan mulai pendinginan 4. Mold Nozzle Injector Screw Hopper Barrel Heaters Gambar 2. Pendinginan Plastik didinginkan didalam cetakan untuk mendapatkan bentuk padatnya didalam cetakan. Mold Nozzle Injector Screw Hopper Barrel Heaters Gambar 2. Plastik cair telah disuntik kedalam cetakan dan tekanan dipertahankan untuk meyakinkan segala sisi rongga cetakan telah terisi secara sempurna. Penenangan Tahap ini adalah waktu penenangan sesaat setelah proses penyuntikan. Pada proses ini sekaligus pengisian ulang bahan plastik dari hopper ke dalam barrel dengan screw yang berputar.3.8 Pengisian bahan plastik sekaligus pendinginan Universitas Sumatera Utara .

Sedangkan pada film dan serat sangat kuat. Universitas Sumatera Utara .5 .5. 2.7-8. Cetakan Dibuka Unit pengapit dibuka.4 kgf/mm2 dan PVC 3. Pada resin biasa seperti Polystyrene. Hubungan tegangan-regangan pada kekuatan tarik memberikan nilai yang cukup berubah tergantung pada laju tegangan. temperatur. Kekuatan Tarik Kekuatan tarik adalah salah satu sifat dasar dari bahan.9 Pembukaan kedua mold sekaligus pengeluaran hasil cetakan 6. lebaman dst. Kekuatan tarik nilon 66 adalah 6. Geram dan sisa pada sisi-sisi hasil cetakan yang tidak dipakai dapat didaur ulang untuk digunakan pada pencetakan berikutnya.3 kgf/mm2.8. dimana molekul-molekulnya terarahkan oleh peregangan. Umunya kekuatan tarik dari bahan polimer lebih rendah daripada umpamanya baja 70 kgf/mm2 .4 kgf/mm2. sebab dalam bahan polimer sifat-sifat viskoelastik mempunyai kekhasan seperti dinyatakan diatas. Pengeluaran Pena dan plat ejector mendorong dan mengeluarkan hasil cetakan dari dalam cetakan. duralumin 44 kgf/mm2 dan sebagainya.5-6. yang memisahkan keduabelah cetakan Mold Nozzle Injector Hopper Screw Barrel Heaters Gambar 2.4. Polyethylene dan Polypropylene kekuatan tariknya antara 0. Pada bahan thermoplastik kelakuan demikian sangat berubah dengan penyearahan molekul rantai dalam bahan.

Pada jenis selanjutnya.11.10 Kelakuan tarikan bahan polimer Universitas Sumatera Utara . OY adalah lurus sampai titik mulur pada Y. Dilihat dari kelakuan mulurnya ada tiga jenis kurva tegangan – regangan seperti ditunjukkan pada gambar 2. Seperti ditunjukkan oleh garis OA1 pada (a) laju perpanjangan agak rendah dan meningkat sampai 0. tetapi setelah itu memberikan perpanjangan yang besar sampai 100 -1000%. Kelakuan tersebut akan berubah banyak apabila temperatur berubah.10 menunjukan kekuatan tarik dari bahan polimer dalam bentuk kurva tegangan-regangan menurut kehasannya lunak atau besar. Gambar 2. Bahan yang termasuk kelompok ini adalah polyethylene. dan sebelum patah tegangan tarik meningkat cepat.Gambar 2. lemah atau kuat. Asetat. polypropylene. melamin. polyacetal dan lainnya yang terdiri dari molekul rantai. Bahan yang termasuk jenis ini adalah resin ABS. Kelakuan bahan tersebut diatas berlaku pada temperatur kamar (200C).dst. urea. Kadangkadang peningkatan terakhir ini tidak dapat teramati. polister tak jenuh. Jenis (b) ada di antara (a) dan (c) yang tidak menunjukkan penurunan bebas setelah titik mulur seperti halnya ditunjukkan pada (c) tetapi hanya satu titik infleksi. jadi beban meningkat dan akhirnya mengakibatkan patah. epoksi dan resin stiren yang bersifat patah getas. yang ditunjukkan pada (c). Bahan yang termasuk kelompok ini adalah fenol. getas atau liat.5-2 % pada saat patah menunjukkan hubungan lurus. resin fluoro.

maka harga tersebut diatas menjadi lebih besar hampir menyamai logam. Deformasi oleh penarikan sampai patah berbeda banyak tergantung pada jenis dan temperatur.Gambar 2. Harga tersebut lebih rendah daripada baja yaitu 200x102 kgf/mm2.5 – 700%. Akan tetapi kalau molekul rantai cukup terarah seperti serat. sedangkan resin thermoplastik sering berubah dari kelakuan (a) ke (c) apabila temperatur meningkat. kurang dari 5%.1-21 x 102 kgf/mm2 . 1999) Universitas Sumatera Utara . Kebanyakan thermoset. walaupun temperatur berubah sampai batas tertentu. konstanta perbandingan antara tegangan dan regangan pada bagian lurus OY adalah modulus elastic yaitu modulus elastic Young.11 Kelakuan mulur dalam kurva tegangan-regangan Resin termoset seperti resin fenol menunjukkan kelakuan semacam pada (a). (Tata Surdia. Modulus elastic Young pada bahan polimer terletak di daerah 0. Dari setiap gambar tersebut. Pada 20ºC perpanjangannya ada pada daerah luas yaitu 0. Pada resin thermoplastic berkristal kebanyakan menunjukkan tipe (c) dengan perpanjangan yang jelas.