Tugas Paper Mata Kuliah Pengendalian Limbah Industri Dosen: Ir.

Agus Jatnika Effendi, PhD

PENGENDALIAN LIMBAH INDUSTRI KERTAS

Disusun oleh: Maritza Hanif 23509021

2009 PROGRAM PASCA SARJANA TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG BANDUNG

PENDAHULUAN Industri primer pengolahan hasil hutan merupakan salah satu penyumbang limbah cair yang berbahaya bagi lingkungan. Bagi industri-industri besar, seperti industri pulp dan kertas, teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai, namun tidak demikian bagi industri kecil atau sedang. Namun demikian, mengingat penting dan besarnya dampak yang ditimbulkan limbah cair bagi lingkungan, penting bagi sektor industri kehutanan untuk memahami dasar-dasar teknologi pengolahan limbah cair. Industri kertas merupakan salah satu jenis industri terbesar di dunia dengan menghasilkan 178 juta ton of pulp, 278 juta ton kertas dan karton, dan menghabiskan 670 juta ton kayu. Pertumbuhannya dalam dekade berikutnya diperkirakan antara 2% hingga 3.5% per tahun, sehingga membutuhkan kenaikan kayu log yang dihasilkan dari lahan hutan seluas 1 sampai 2 juta hektar setiap tahun. Tabel 1. Beberapa pabrik kertas besar yang tidak mempunyai fasilitas pembuatan pulp sendiri adalah sebagai berikut. Nama Perusahaan PT. Fajar Surya Wisesa PT. Aspex Paper PT. Surabaya Agung Industri Pulp&Paper PT. Jaya Kertas PT. Pelita Cengkareng Paper & Co. PT. Suparma PT. Surya Pamenang Lokasi Bekasi, Jawa Barat Gresik, Jawa Timur Gresik, Jawa Timur Nganjuk, Jawa Timur Tangerang, Jawa Barat Surabaya, Jawa Timur Kediri, Jawa Timur Kapasitas hingga 1997 (ton/year) 500,000 430,000 336,800 200,000 157,000 150,000 150,000

PROSES PRODUKSI Bahan Baku

Keduanya didapat melalui proses sulfat / proses kraft yang diputihkan. LBKP. Pulp asli Dilihat berdasarkan jenis tumbuhan asalnya dan kegunaannya. dikenal dua macam pulp. cationic starch Pencampuran di stuff box Bagian Paper Machine Gambar 1. dyes. Di .  Kertas bekas (broke paper) Terdapat dua jenis kertas bekas yang dikenal berdasarkan penggunaannya. yaitu LBKP (Laubholz Bleached Kraft Pulp) dan NBKP (Nadelholz Bleached Kraft Pulp). Diagram alir proses Bagian Stock Preparation  Pembuburan (Pulping) Proses penghancuran bahan baku lembaran pulp yang dicampurkan dengan air sehingga menjadi bubur pulp dalam mesin pulper. broke paper. AKD. Proses Produksi • Bagian Stock Preparation NBKP. air Penghancuran (pulping) Pembersihan kotoran Kontrol aliran buburan pulp Penggilingan Pencampuran di chest OBA. yaitu ”Pre Consumerized” dan ”Post Consumerized”.

Pencampuran di stuff box Bahan.  Pembersihan Buburan pulp yang sudah hancur kemudian dipisahkan kemungkinan terbawanya logam-logam yang dapat merusak alat. dan dikembangkan untuk mendapatkan bahan serat dengan karakteristik yang diinginkan. cationic starch dan Alkyl Ketene Dimer.bahan yang ditambahkan. serabut. NBKP dan broke paper dengan komposisi sesuai dengan gramatur kertas yang akan diproduksi. dyes.dalam mesin pulper tersebut terdapat pengaduk (agitator) yang berfungsi untuk menghomogenkan bahan baku. yaitu: Optical Bright Agent. Adapun proses yang terjadi di seksi ini .  Pencampuran di chest Bertujuan untuk meningkatkan kualitas kertas menurut permintaan konsumen.  • Bagian Paper Machine Seksi paper machine bertugas mengolah buburan kertas yang dihasilkan di seksi SP menjadi lembaran kertas. Di dalamnya terjadi proses pencampuran buburan pulp LBKP. khususnya untuk mendapat derajat giling yang sesuai dengan gramatur kertas yang akan diproduksi.  Penggilingan Bertujuan untuk menghaluskan serat dengan cara kupas. potong.

pengurangan kadar air. air Penyaringan kotoran Retention aid Penyebaran Pengurangan kadar air Air/ampas Pengepresan Pengeringan I Surface sizing agent Pengeringan II Calendering Reeling Bagian Finishing Gambar 2.meliputi pembersihan. penyaringan. pengepresan. calendaring. penyebaran. pengeringan. Diagram alir proses Bagian Paper Machina  Penyaringan . Bagian Stock Preparation Pewarna. surface sizing. dan reeling. air Pembersihan kotoran Filler CaCO3.

Bertujuan untuk menyaring buburan pulp sehingga didapat buburan pulp dengan ukuran yang sama (homogen) dan tidak mengandung gumpalan serat dan kotoran-kotoran yang mungkin masih terbawa.  Pengeringan Proses pengeringan dengan alat drum dryer ini dilakukan dengan menggunakan superheated steam yang terbagi menjadi proses drying I dan II.  Reeling Bertujuan untuk menggulung permukaaan kertas menjadi bentuk jumbo roll. Antara drying I dan II.  Pengepresan Proses ini terdiri dari tiga tahap.  Pengurangan kadar air (dewatering) Bertujuan untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam buburan pulp.2nd press dan 3rd press. yaitu 1st press. menstabilkan aliran buburan pulp yang keluar dan untuk menghindari peggumpalan pada buburan pulp. terjadi penambahan surface sizing ke dalam lembaran kertas untuk memperkuat permukaan kertas terutama untuk meningkatkan kemampuan penetrasi kertas terhadap tinta.  Calendering Bertujuan untuk menghaluskan permukaan kertas sehingga memiliki smoothness dan caliper yang sesuai standar. • Bagian Finishing .  Penyebaran Buburan pulp yang telah disaring dimasukan ke dalam wadah yang berfungsi untuk menyebar dan meratakan buburan pulp ke atas permukaan wire.

Diagram alir proses Seksi Finishing • Bagian Converting .Bagian Finishing bertugas untuk mengolah produk kertas dalam bentuk gulungan besar (jumbo roll) menjadi bentuk lembaran dan gulungan kecil (mini roll). Bagian Converting Rewinder Pembungkusan Bagian Paper Machine Gudang Produksi Cutter Penyortiran Pembungkusan Bagian Converting Gambar 3.

memo. Diagram alir proses produksi Seksi Converting Cutt er Big she et Pen yort iran Order cut size (conv erting ) MC Pol ar Ord er big she et Gud ang Pro duk si Kon vey or Pe mb ung kus an Hug o bec k Kon vea yor Gud ang Pro duk si ZAT PENCEMAR (LIMBAH) Bagi an Fini shin g Rew inde r Min i roll Conv erting (MC Will) Ord er roll Cut size Pe mb ung kus an Kon vey or Gud ang Pro duk si . F4. dll. Seksi Converting bertugas mengolah produk kertas dalam bentuk Gambar 4.gulungan atau lembaran ke dalam bentuk cut size seperti A4.

Abu dari pembakaran kayu bakar dan sumber energi lain. gula. . zat pengurai serat. Menurut sumber-nya limbah dapat dibagai menjadi tiga yaitu : (a) limbah domestik (rumah tangga) yang berasal dari perumahan. Mikroorganisme seperti golongan bakteri koliform. lignin. Partikulat zat kimia terutama yang mengandung Na dan Ca. terpentin. klorin dan lainLimbah cair berwarna pekat yang berasal dari lignin dan pewarna 2.Pada dasarnya limbah adalah bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam dan atau belum mepunyai nilai ekonomi bahkan dapat mempunyai nilai ekonomi yang negatif.  kertas. debu dan sejenisnya. pigmen. serat. dan kraft recovery furnace. dan rekreasi. Partikulat   3.  lain. Senyawa organik koloid terlarut serat hemisellulosa. perdagangan.  alkohol. Sesuai dengan sumbernya maka limbah mempunyai komposisi yang sangat bervariasi bergantung kepada bahan dan proses yang dialaminya. Zat pencemar dari proses pembuatan kertas yang berpotensi mencemari lingkungan dibagi menjadi 4 kelompok yaitu : 1. perekat pati dan zat sintetis yang menghasilkan BOD tinggi.  Oksida sulfur dari pembakaran bahan bakar fosil. Gas sulfur yang berbau busuk seperti merkaptan dan H2S yang Bahan anorganik terlarut seperti NaOH.   Limbah panas. (b) limbah industri. Efluen limbah cair  Padatan tersuspensi yang terdiri dari partikel kayu. dan (c) limbah rembesan dan limpasan air hujan. Na2SO4. Gas  dilepaskan dari berbagai tahap dalam proses kraft pulping dan proses pemulihan bahan kimia.

tetapi pabrik terus beroperasi dan terus menghasilkan dioksin sehingga konsentrasinya dalam air akan terus bertambah. Solid Wastes   Sludge dari pengolahan limbah primer dan sekunder. Dioksin ditemukan dalam proses pembuatan kertas. Dioksin adalah senyawa organik yang sukar terdegradasi dan konsentrasinya akan berlipat ganda jika masuk ke dalam rantai makanan karena adanya proses biomagnifikasi. Sebagian besar industri kertas menggunakan pemutih yang mengandung klorin. Limbah padat seperti potongan kayu dan limbah pabrik lainnya. Uap yang akan membahayakan karena mengganggu jarak pandangan. bahkan di dalam produk kertas yang dihasilkan. Klorin akan bereaksi dengan senyawa organik dalam kayu membentuk senyawa toksik seperti dioksin. air limbah (efluen). buangan zat kimia berbahaya dari limbah industri yang mencemari . 4. Hal ini menyebabkan konsentrasi dioksin di dalam jaringan tubuh hewan air menjadi ratusan kali lebih besar dibandingkan di dalam air tempat hidupnya. Membunuh ikan. Oleh karenanya air yang telah digunakan mengandung berbagai jenis zat kimia berbahaya termasuk dioksin. Meskipun konsentrasi dioksin sangat kecil di dalam air limbah. Industri kertas menggunakan air dalam jumlah yang sangat besar untuk membilas zat kimia dan senyawa yang tidak diinginkan dari pulp. kerang dan invertebrata akuatik lainnya Memasukkan zat kimia karsinogen dan zat pengganggu Menghabiskan jutaan liter air tawar Menimbulkan risiko terpaparnya masyarakat oleh Pencemaran lingkungan yang disebabkan industri kertas antara lain :   aktivitas hormon ke dalam lingkungan   lingkungan.

Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan: 1. reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas dua jenis. Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segala modifikasinya. pengolahan secara fisika 2. yaitu: . pengolahan secara biologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien.PENGOLAHAN AIR LIMBAH Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Jadi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. Proses pengolahan limbah dengan metode Biologi adalah metode yang memanfaatkan mikroorganisme sebagai katalis untuk menguraikan material yang terkandung di dalam air limbah. Pengolahan air limbah pada umumnya dilakukan dengan menggunakan metode Biologi. ketiga metode pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi. Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Sebagai pengolahan sekunder. pengolahan secara biologi Untuk suatu jenis air buangan tertentu. Metode ini merupakan metode yang paling efektif dibandingkan dengan metode Kimia dan Fisika. Pada dasarnya. pengolahan secara kimia 3. Mikroorganisme sendiri selain menguraikan dan menghilangkan kandungan material. juga menjadikan material yang terurai tadi sebagai tempat berkembang biaknya.

proses ini dapat dibedakan menjadi dua jenis: 1. baik yang diaerasi maupun yang tidak. Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reactor) Di dalam reaktor pertumbuhan tersuspensi. Dibandingkan dengan proses lumpur aktif konvensional. kontak stabilisasi mempunyai kelebihan yang lain. yaitu efisiensi penurunan BOD dapat mencapai 85%-90% (dibandingkan 80%-85%) dan lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. yang berlangsung tanpa adanya oksigen. yang berlangsung dengan hadirnya oksigen. trickling filter 2. oxidation ditch mempunyai beberapa kelebihan. Ditinjau dari segi lingkungan dimana berlangsung proses penguraian secara biologi. Selain efisiensi yang lebih tinggi (90%-95%). Di dalam lagoon yang diaerasi cukup dengan waktu detensi 3-5 hari saja. Kolam oksidasi dan lagoon.1. . juga termasuk dalam jenis reaktor pertumbuhan tersuspensi. Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reactor). 2. antara lain: oxidation ditch dan kontak-stabilisasi. Berbagai modifikasi telah banyak dikembangkan selama ini. mikroorganisme tumbuh di atas media pendukung dengan membentuk lapisan film untuk melekatkan dirinya. Proses aerob. Di dalam reaktor pertumbuhan lekat. waktu detensi hidrolis selama 12-18 hari di dalam kolam oksidasi maupun dalam lagoon yang tidak diaerasi. Proses lumpur aktif yang banyak dikenal berlangsung dalam reaktor jenis ini. filter terendam 4. reaktor fludisasi Seluruh modifikasi ini dapat menghasilkan efisiensi penurunan BOD sekitar 80%-90%. antara lain: 1. Proses lumpur aktif terus berkembang dengan berbagai modifikasinya. Proses kontak-stabilisasi dapat pula menyisihkan BOD tersuspensi melalui proses absorbsi di dalam tangki kontak sehingga tidak diperlukan penyisihan BOD tersuspensi dengan pengolahan pendahuluan. mikroorganisme tumbuh dan berkembang dalam keadaan tersuspensi. Untuk iklim tropis seperti Indonesia. Proses anaerob. 2. yaitu waktu detensi hidrolis total lebih pendek (4-6 jam). cukup untuk mencapai kualitas efluen yang dapat memenuhi standar yang ditetapkan. cakram biologi 3.

hal ini mengingat metode lumpur aktif dapat dipergunakan untuk mengolah air limbah dari berbagai jenis industri seperti industri kertas. proses anaerob menjadi lebih ekonomis. (2) timbulnya limbah baru. akibatnya pemanfaatan teknologi lumpur aktif menjadi tidak efisien di Indonesia. Dewasa ini metode lumpur aktif merupakan metode pengolahan air limbah yang paling banyak dipergunakan. di mana terjadi kelebihan endapan lumpur dari pertumbuhan mikroorganisme yang kemudian menjadi limbah baru yang memerlukan proses lanjutan. (1) diperlukan areal instalasi pengolahan limbah yang luas. Skema Diagram pengolahan Biologi Metode pengolahan lumpur aktif (activated sludge) adalah merupakan proses pengolahan air limbah yang memanfaatkan proses mikroorganisme tersebut. di antaranya. proses aerob masih dapat dianggap lebih ekonomis dari anaerob.Apabila BOD air buangan tidak melebihi 400 mg/l. bisa berhari-hari. Pada BOD lebih tinggi dari 4000 mg/l. Namun. termasuk di Indonesia. ditambah lagi dengan proses operasional yang rumit mengingat proses lumpur aktif . Areal instalasi yang luas berarti dana investasi cukup besar. dalam pelaksanaannya metode lumpur aktif banyak mengalami kendala. mengingat proses lumpur aktif berlangsung dalam waktu yang lama. Gambar 5.

memerlukan pengawasan yang cukup ketat seperti kondisi suhu dan bulking control proses endapan. Sedikitnya 50 persen dari biaya pengolahan air limbah dapat tersedot untuk mengatasi limbah endapan lumpur yang terjadi. Bak ini dilengkapi dengan mixer dan penyaring (filter). Limbah ini selain mengandung berbagai jenis mikroorganisme juga mengandung berbagai jenis senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. sedangkan flokulan yang digunakan adalah jenis polimer. • Limbah cair Limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi diolah lebih lanjut oleh Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Flok-flok inilah yang kemudian diendapkan pada bak pengendap I. Industri kertas menghasilkan dua macam limbah. Limbah yang berasal dari kelebihan endapan lumpur hasil proses lumpur aktif memerlukan penanganan khusus.Instalasi pengolahan limbah cair kertas yang digunakan meliputi: 1. Kedua jenis limbah tersebut berbeda dalam cara pengolahannya. 2. Filtrat . kebanyakan di Indonesia limbah endapan lumpur ini biasanya langsung dibuang ke sungai atau ditimbun di TPA (tempat pembuangan akhir) bersama dengan sampah lainnya. Bak Ekualisasi Bak ekualisasi berfungsi untuk menghomogenkan limbah yang berasal dari berbagai kawasan dan meningkatkan kadar oksigen. Pengolahan limbah endapan lumpur ini sendiri memerlukan biaya yang tidak sedikit. limbah ditambahkan dengan koagulan dan flokulan. Jenis koagulan yang digunakan adalah alum atau PAC (Poly Aluminium Chloride). Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : Al2(SO4)3 + 6H2O 2Al(OH)3 + 3H2SO4 Senyawa Al(OH)3 akan memberikan efek flokulasi dengan cara menjembatani partikel-partikel serat sehingga terbentuk flok-flok besar. Akibatnya. Limbah baru merupakan masalah utama dari penerapan metode lumpur aktif ini. Bak Pengendap I (Primary Clarifier) Saat dialirkan ke bak pengendap I. yaitu limbah cair dan limbah padat atau yang biasa disebut sludge.

Banyaknya bakteri yang dibutuhkan untuk pengolahan limbah ini adalah sekitar 30 % dari volume bak aerasi. Bakteri yang ada tidak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak. Hal ini sesuai dengan kandungan DO bak aerasi yang tinggi. Bakteri memerlukan nutrisi untuk terus hidup dan berkembang. Bak Pengendap II (Secondary Clarifier) Cara kerja Bak Pengendap II hampir sama dengan Bak Pengendap I. Prinsip lumpur aktif adalah memanfaatkan bakteri-bakteri aerob untuk mengurai polutan dalam air. Bak pengendap I ini juga dilengkapi dengan scrapper untuk menggiring kotoran yang mengapung di tepi agar menuju ke tengah dan dapat disedot oleh pompa yang berada di tengah bak pengendap I. Nutrisi yang biasanya ditambahkan adalah pupuk urea dan NPK. Fungsi bak ini adalah untuk mengendapkan kandungan lumpur aktif yang terbawa dari bak aerasi. 3. 4. Air limbah yang tersisa kemudian dialirkan ke bak aerasi untuk diproses secara biologis. Bak Aerasi Pada bak aerasi terjadi pengolahan air limbah secara mikrobiologi dengan menggunakan lumpur aktif yang mengandung bakteri jenis Sarcodina atau Rotutoria. Filtratnya akan dibuang ke sungai dan sisanya untuk pengairan sawahsawah di sekitar unit penanganan limbah. Endapan yang dihasilkan akan dialirkan ke belt press sebanyak 60 % dan sisanya akan dikembalikan ke bak aerasi.yang dihasilkan dialirkan ke belt press atau didaur ulang untuk pemasakan bubur di hydra pulper. Jumlah bakteri yang terlalu sedikit tidak akan mampu untuk mengolah mengakibatkan kematian pada bakteri. yang nutrisinya dipenuhi oleh nitrogen dan fosfor. serat yang ada dan akan . Bakteri ini berasal dari kotoran kerbau dan akan memakan sisa-sisa serat. Kandungan DO yang tinggi ini disebabkan oleh adanya aerator. Bakteri Sarcodina atau Rotutoria digunakan karena mampu hidup pada kadar DO (Dissolved Oxygen) yang tinggi yaitu > 5 mg/L.

Tabel 2.0 5.0 6. PENANGANAN SLUDGE .2 0.0 – 9.1 0. Selain itu. limbah padat (sludge) juga dapat dimanfaatkan untuk memproduksi kertas embosse atau tutup kor pada gulungan kertas. Selain itu. hasil belt press dapat juga diolah menjadi kertas gembos (embosse) atau tutup kor. Syarat baku mutu pembuangan limbah cair ke Sungai Parameter BOD COD TSS pH • Limbah padat Kadar maks (kg/L) 0.1 Beban pencemaran maks (kg/ton) 5.0 Contoh dari limbah padat (sludge) berasal dari limbah cair yang telah melewati pengolahan dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk dan bahan campuran untuk pembakaran di boiler. Limbah cair suatu industri kertas yang akan dibuang ke sungai harus memenuhi suatu baku mutu limbah cair yang mengacu pada KEP51/MENLH/10/1995.0 10. Hasil yang diperoleh akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau dijual kembali untuk dimanfaatkan sebagai media tumbuh jamur merang dan cacing tanah. Belt Press Belt press berfungsi untuk membentuk endapan menjadi lembaran dengan cara meningkatkan konsistensi endapan menjadi 30 % yaitu dengan proses pengepresan.5.

Pada sistem pengolahan air limbah. 0. Proses pada primary clarifier ini merupakan proses pengolahan primer. Dengan demikian lumpur yang dihasilkan merupakan lumpur organik. 2) Secondary sludge Merupakan lumpur yang dihasilkan sebagai endapan pada secondary clarifier. Lumpur biasanya berbentuk cairan semi padat yang mengandung 93 – 99. Air limbah yang diolah pada secondary clarifier merupakan air limbah yang telah diolah secara biologis yaitu pengaktifan mikroorganisme yang menggunakan zat anorganik yang terdapat pada air limbah untuk pertumbuhannya. dimana air buangan yang diolah belum melewati proses-proses yang lainnya yang dapat mengubah karakteristik air limbah sehingga lumpur yang dihasilkan merupakan SS yang dapat mengendap secara gravitasi dan merupakan lumpur anorganik.2 – 1. Karakteristik lumpur mempengaruhi kelayakan dari alternatif-alternatif pemanfaatan dan pembauangannya. dengan kandungan utamanya adalah fiber.5 % air. lateks. Lumpur yang dihasilkan pada sistem pengolahan air limbah industri kertas ada 2 macam.2 % padatan dan zat-zat terlarut yang dikandung oleh air limbah atau dikulturkan oleh proses penanganan air limbah. dan clay. Sludge Dewatering . Karakteristik lumpur tersebut dipengaruhi oleh komposisi air limbah yang ditangani serta proses-proses penanganan air limbah. Hal ini akan terlihat jelas pada lumpur yang dihasilkan oleh sistem penanganan air limbah yang menerima buangan-buangan industri dalam jumlah yang besar. selain diharapkan akan dihasilkan effluent yang sesuai dengan baku mutu yang ada maka akan selalu dihasilkan juga suatu produk sampingan yang disebut sebagai sludge (lumpur). yaitu: 1) Primary sludge Merupakan sludge hasil endapan air limbah yang dihasilkan dari primary clarifier.

Untuk proses ini digunakan bahan kimia dan perangkat mekanis yang menggunakan 3msen belt press untuk mengeluarkan air dari lumpur. Proses pembuatan pupuk ini memanfaatkan lumpur yang dihasilkan dari proses sludge dewatering dan drying bed. Bio sludge dari secondary clarifier yang tidak digunakan sebagai activated sludge dialirkan ke drying bed / kolam bakteri dan akan digunakan sebagai pencampur abu (sludge cake yang dibakar).Sludge dewatering adalah proses pemisahan air dari lumpur yang dihasilkan dari primary clarifier dan secondary clarifier. Lumpur /limbah padat yang telah di press memiliki kadar air 50 – 60 %. • • Sludge kemudian dibakar sampai menjadi debu. maka digunakan drying bed yang berupa sebidang tanah sebagai tempat untuk penimbunannya. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan. . Kualitas air sumur yang ada di sekitar drying bed dan air sumur yang terdapat pada pemukiman terdekat diperiksa secara berkala. Air yang dihasilkan pada proses sludge dewatering ini dikembalikan ke bak aerasi. Proses Pembuatan Pupuk Salah satu pemanfaatan yang dilakukan untuk mengolah lumpur yaitu dengan pembuatan pupuk. di sekitar drying bed dibuat beberapa sumur pantau dan dilihat juga kemungkinan tingkat pencemaran pada air sumur yang terdapat di pemukiman terdekat. yaitu:    Efisiensi pengolahan Sumber pembuatan pupuk Mengurangi biaya operasional Untuk melihat tingkat pencemaran terhadap air tanah akibat pengoperasian drying bed. Drying Bed Untuk menstabilkan excess sludge yang berasal dari secondary clarifier. Proses pembuatan pupuk tersebut adalah sebagai berikut: • Sludge cake yang berasal dari bak primary clarifier setelah di press di mesin belt filter press diangkut ke tempat penyimpanan sementara untuk dibakar di tungku pembakaran.

sebagai pupuk organik. belum terbakar sempurna menjadi abu. PENGOLAHAN LIMBAH UDARA . sampai rata.• • • • Perbandingan pemakaian abu dan bio sludge adalah 2:1 (2 bagian untuk Campurkan abu dan bio sludge sesuai perbandingan kemudian aduk Setelah merata kemudian disaring/diayak untuk memisahkan sludge yang Hasil penyaringan tersebut dikemas dalam karung dan siap dipergunakan abu dan a bagian untuk bio sludge).

sehingga akan . Oleh sebab itu debu-debu akan bergerak menuju elektroda positif. Udara ambien adalah udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfer yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia.Udara memiliki arti yang sangat penting di dalam kehidupan makhluk hidup sehingga udara merupakan sumber daya alam yang harus dilindungi. Pencemaran udara diartikan sebagai turunnya kualitas udara sehingga udara mengalami penurunan mutu dalam penggunaannya yang akhirnya tidak dapat digunakan lagi sebagaimana mestinya sesuai dengan fungsinya. ESP memiliki efisiensi sebesar 99. Sedangkan emisi diartikan sebagai zat. dan unsur lingkungan hidup lainnya. Dalam pencemaran udara.9 % pada kondisi operasi normal. Hal ini berarti penggunaannya harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhitungkan generasi sekarang dan masa mendatang. dikenal istilah udara ambien dan emisi. Prinsip kerja ESP berdasarkan gaya Coulomb yang bekerja pada partikel bermuatan listrik di dalam suatu medan magnet listrik. ESP terdiri dari ruangan yang didalamnya terdapat plat-plat vertikal yang sejajar. Dengan tegangan tinggi dan arus searah (DC) akan terjadi loncatan elektron dari discharge elektroda negatif menuju elektroda positif. Sedangkan plat-plat berfungsi sebagai elektroda positif (collecting electrode). energi dan atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk ke dalam udara ambien yang mempunyai dan atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar. Untuk mendapatkan udara sesuai dengan tingkat kualitas yang diinginkan maka pengendalian pencemaran udara menjadi sangat penting untuk dilakukan. Di antara plat tersebut terdapat kawat vertikal (discharge/wire electrode) yang dapat memberikan muatan elektrostatis negatif pada debu. Gas kotor yang mengandung debu ketika lewat dalam ruangan akan mendapat muatan positif. Adapun proses dan peralatan penyisihan limbah udara yang dihasilkan oleh industri kertas adalah sebagai berikut: Electrostatic Precipitator (ESP) Electro static preciptator adalah alat penangkap debu yang dipakai jika debu yang keluar bersamaan dengan gas dalam jumlah yang besar. makhluk hidup. Pencemaran udara sangat besar dampaknya bagi kelangsungan hidup manusia.

Memiliki efisiensi yang tinggi 3. . ESP bekerja optimum pada temperatur 100-135 oC.menempel pada kolektor tersebut. Modal yang besar untuk pembuatan 2. Aliran gas bergerak ke bawah membentuk spiral akibat dari bentuk siklon dan aliran masuk berupa tangensial. Membutuhkan tempat yang luas 3. kemudian turun menuju hopper dan selanjutnya keluar dari ESP menuju screw conveyor yang ada di bawah ESP. Keuntungan ESP antara lain: 1. Alasan utama banyak digunakannya siklon adalah harga siklon relatif tidak mahal. Pada bagian atas elektroda tersebut terdapat shaking mechanism berupa hammer yang akan memukul plat secara berkala. Tidak bisa bekerja pada partikulat dengan resitivitas yang sangat tinggi. Biaya operasi rendah. tidak ada bagian dari konstruksinya yang bergerak dan dapat digunakan untuk temperatur yang tinggi. Siklon ini sudah banyak digunakan di Amerika Serikat selama lebih kurang 100 tahun dan hingga kini masih merupakan alat yang banyak dipakai untuk pemisah debu dari udara besih. sedangkan jarak antara plat dengan wire electrode antara 102-152 mm. Partikel akan bergerak ke bawah sedangkan udara bergerak ke atas membentuk spiral yang akhirnya keluar dari lubang outlet. Kekurangan ESP antara lain: 1. Getaran yang terjadi akibat pukulan hammer akan merontokkan debu yang menempel pada dinding elektroda. Siklon (Cyclone) Cyclone collector banyak digunakan untuk pemisahan debu industri dari udara atau gas hasil proses. Kehilangan energi rendah 4. Mampu dioperasikan pada temperatur tinggi 5. Sangat tidak fleksibel 4. Mampu mengolah debu dalam jumlah banyak 2. meskipun pada efisiensi yang sangat tinggi. Ciri utama siklon adalah udara masuk secara tangensial dekat bagian atas siklon. Jarak antara dinding (plat) pada ESP berada pada kisaran 300-400 mm. Electric charge yang dibutuhkan untuk alat ini adalah 70-90 Kvolt.

Modal investasi yang kecil 2. Dalam spray chamber scrubbers. Kelebihan wet scrubber antara lain: 1. cyclone spray chamber. Siklon sendiri umumnya tidak cukup untuk menghasilkan udara bersih sesuai peraturan yang berlaku. Untuk partikel berukuran lebih dari 5 mikron memiliki efisiensi > 98 % dan untuk partikel berukuran antara 15-20 mikron sebesar 90 %. Efisiensi siklon bervariasi tergantung ukuran partikel dan desain siklon. Ada berbagai tipe wet scrubber diantaranya spray-chamber scrubbers.Kelebihan siklon antara lain: 1. Ukuran butiran air dikontrol untuk mengoptimasikan kontak dengan partikel dan untuk memudahkan pemisahan butiran dari aliran udara. Dapat dioperasikan pada suhu tinggi 3. Biaya operasi yang besar berkaitan dengan pressure drop. Dengan semakin beratnya partikulat maka akan memudahkan dalam pemisahan partikulat tersebut dari udara bersih. Dapat menangani debu eksplosif (mudah meledak) maupun flammable (mudah terbakar) dengan resiko yang kecil . Tidak memerlukan perawatan yang rumit karena konstruksinya simpel dan tidak ada bagian yang bergerak Kekurangan siklon antara lain: 1. Modal investasi yang rendah serta perawatan yang mudah membuatnya ideal untuk digunakan sebagai precleaner peralatan kontrol akhir yang lebih mahal seperti bag house atau electro static preciptator (ESP). Wet Scrubber Pada prinsipnya wet scrubber menggunakan cipratan air yang dapat membasahi partikulat sehingga menggumpal dan semakin berat. dan venturi jet scrubbers. Efisiensi kecil (terutama untuk partikel yang sangat kecil) 2. tapi tetap memiliki funsi penting. udara yang mengandung partikulat melalui chamber yang berbentuk sirkular maupun rektangular dan dikontakkan dengan cipratan air dari spray nozzle. orifice & wet impringment scrubbers.

Kemungkinan terjadi masalah korosi 2. Jika aliran gas relatif pelan maka droplet liquid yang terkontaminasi akan jatuh mengendap secara gravitasi ke dasar menara. Kebutuhan air rata-rata untuk chamber scrubber bekisar 2-10 galon/menit untuk setiap 1000 ft3/menit aliran gas. Scrubber Siklon (Wet Cyclone) Model paling sederhana adalah dengan memasukkan serangkaian nozzles secara melingkar dalam siklon kering konvensional. Mengabsorpsi gas dan mengumpulkan debu dalam satu unit saja 3. nozzle khusus sebaiknya digunakan untuk melindungi nozzle tersebut dari penyumbatan atau korosi. Air yang digunakan sebaiknya diresirkulasikan. Gas yang terpolusi berhembus ke atas dan partikulat bertumbukkan dengan droplet liquid yang dihasilkan oleh nozzles yang dilokasikan melintang dari aliran yang lewat. sekitar 1 hingga 5 inchi air. Partikulat yang tercampur dan terkontaminasi bisa jadi tidak dapat didaur ulang Spray Chamber Scrubbers Salah satu peralatan yang paling sederhana untuk pengumpulan basah partikulat adalah menara spray yang berbentuk kotak atau lingkaran. Karena air resirkulasi kemungkinan besar tidak sepenuhnya bersih. Tambahan air harus ditambahkan untuk menyuplai air yang terevaporasi bersama aliran gas. Efluen yang dihasilkan menimbulkan masalah pencemaran air 3. Semburan air akan mengenai partikel dalam vorteks terluar dan partikel debu yang terkena partikel cair akan terlempar keluar membentur dinding siklon bagian dalam yang basah. Dapat menangani mists dan dapat pula mendinginkan gas yang panas 4. Larutan debu mengalir turun melalui dinding siklon menuju ke dasar dan akhirnya disisihkan. Dapat menetralkan gas dan debu yang korosif Kekurangan wet scrubber antara lain: 1. .2. Pressure drop sangat kecil.

3. 2. ESP.Semprotan air dapat ditempatkan pada bagian inlet siklon. umumnya siklon basah memiliki efisiensi sekitar 100 % dengan droplets > 100 μm. Butiran-butiran air akan dilepaskan untuk menangkap partikel-partikel yang sangat kecil sehingga output yang akan keluar dari cerobong tidak dalam jumlah yang banyak. Partikel yang masih tersisa akan dialirkan ke dalam spray tower untuk diolah menggunakan proses wet scrubber. sekitar 99 % untuk droplets 50-100 μm dan 90-98 % untuk droplets 5-50 μm. Polutan tersebut akan mengalami proses penyisihan secara sentrifugal di dalam siklon-siklon. Mist eliminator biasanya dibutuhkan di bagian outlet. Sirkulasi air pada siklon basah berkisar 1 sampai dengan 8 galon/1000 ft3 gas yang akan dibersihkan. Proses pengendalian Pengendalian pencemaran udara yang umumnya dilakukan di industri kertas menggunakan peralatan berupa siklon. Duct Fan Multisiklon ESP Spray tower . Efisiensi dari proses ini mencapai 99 % untuk partikel yang berukuran > 1 μm. dan wet scrubber yang telah dijelaskan di atas. 4. Partikel yang tidak lolos dari proses di dalam siklon akan bergerak ke arah electro static precipitator untuk mengalami proses penyisihan secara elektrostatik. Ukuran partikel yang yang berhasil ditampung di dalam hopper adalah partikel yang berukuran di atas 5-25 μm. Aliran prosesnya dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Polutan berupa parikulat dan gas yang dihasilkan dari proses produksi akan ditangkap ke dalam duct untuk di alirkan ke fan yang berfungsi mengalirkan udara kotor ke dalam siklon.

Bagan sistem pengolahan limbah udara Baku Mutu Emisi (BME) industri diatur dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (KepMen LH) No. BME tersebut mencakup nilai ambang batas emisi untuk lima jenis industri. pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara. dan industri lain-lain (yang tidak termasuk dalam empat kegiatan di atas).Duct Cerobong Gambar 6. 13 Tahun 1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak. industri semen. industri pulp dan kertas. yaitu: industri besi baja. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI .

serta pelatihan dan .Kesimpulan Bahan-bahan pencemar yang dikandung oleh suatu air limbah sangat dipengaruhi oleh karakteristik dan jenis sumber penghasil limbah tersbut. menghabiskan jutaan liter air tawar. Pada kondisi seperti ini mikroorganisme bercampur dengan bahan organik yang terdapat dalam limbah cair. Teknik minimasi limbah yang dapat membantu mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan mencakup perencanaan produksi dan tahapannya. Program minimisasi limbah yang efektif akan mengurangi biaya produksi dan beban pelaksanaan peraturan pengelolaan limbah berbahaya sehingga akan meningkatkan efisiensi. yaitu dengan metode lumpur aktif (activated sludge). Selama mikroorganisme itu tumbuh dan teraduk karena agitasi udara. Penanganan limbah cair industri kertas biasa dilakukan dengan perlakuan biologis. Proses lumpur aktif berasal dari adanya pembentukan massa biologi dimana udara secara kontinyu disuntikkan ke dalam limbah cair. penggantian (substitusi) bahan baku. Pencemaran lingkungan yang disebabkan industri kertas antara lain membunuh ikan. pemisahan (segregasi) limbah. kualitas produk dan hubungan yang baik dengan masyarakat. yang kemudian bahan organik tersbut diapakai sebagai bahan makanan pemacu pertumbuhan mikroorganisme. dan menimbulkan risiko terpaparnya masyarakat oleh buangan zat kimia berbahaya dari limbah industri yang mencemari lingkungan. daur ulang bahan. kerang dan invertebrata akuatik lainnya. penyesuaian peralatan/proses atau modifikasi. Bahan pencemar yang terdapat dalam air limbah dapat berupa bahan terapung. Untuk menjaga agar air limbah yang dihasilkan tidak mengganggu kehidupan lingkungan di sekitarnya maka perlu dilakukan pengolahan terahadap air limbah sebelum dibuang ke badan air penerima sehingga effluent yang dihasilkan sesuai dengan baku mutu yang ada. bahan padatan tersuspensi atau bahan padatan terlarut. maka individu-individu organisme tersebut akan bergabung membentuk suatu massa aktif mikroba yang disebut dengan lumpur aktif. memasukkan zat kimia karsinogen dan zat pengganggu aktivitas hormon ke dalam lingkungan.

Rekomendasi Pada unit pengolahan limbah pemeriksaan rutin harus selalu dilakukan mengingat proses pengolahan berlangsung secara kontinu. Pada sistem pengolahan air limbah. dan wet scrubber. yaitu menggunakan peralatan siklon. yaitu primary sludge yang berasal dari primary clarifier dan secondary sludge yang berasal dari secondary clarifier. Proses pengendalian limbah partikulat dan gas pada industri kertas dapat dilakukan dengan beberapa tahapan. DAFTAR PUSTAKA . selain diharapkan akan dihasilkan effluent yang sesuai dengan baku mutu yang ada maka akan selalu dihasilkan juga suatu produk sampingan yang disebut sebagai sludge (lumpur). sehingga dampaknya bagi lingkungan dapat berakibat kurang baikpada masa yang akan datang. Kualitas air limbah yang akan dibuang ke Sungai harus benar-benar diperhatikan sehingga tidak membahayakan bagi lingkungan. Perlu segera dicari solusi yang lebih baik dalam menangani lumpur yang dihasilkan. bahan campuran untuk pembakaran di boiler dan dapat dimanfaatkan untuk memproduksi kertas embosse atau tutup kor pada gulungan kertas. ESP. Penimbunan sludge pada landfill yang dilakukan memerlukan penggunaan lahan kosong secara terus-menerus sejalan dengan banyaknya lumpur yang dihasilkan. Hasil olahan lumpur dapat dijadikan pupuk organik. Adapun efisiensi akhir polutan yang keluar melalui cerobong diharapkan sebesar 99 %.pengawasan para pekerja operator juga merupakan bagian penting dalam keberhasilan program ini. Kondisi optimum pertumbuhan mikroorganisme perlu dipertahankan pada suhu. pH. dan beban organik yang tepat agar penguaraian air limbah bejalan dengan sempurna. Lumpur yang dihasilkan terbagi menjadi macam. Lumpur tersebut dapat diolah lebih lanjut menggunakan sistem dewatering sludge dan drying bed.

1981. 2008. Hanif. New York.Badan Perencanaan Nasional. 2009. Sumber-sumber Pencemaran Udara. Bogor .go. John Wiley and Sons inc. Pulp and Paper Chemistry and Chemical Technology.php?page=sumber (diakses tanggal 17 Noember 2009) Casey. Laporan Praktek Lapang.bappenas. M. Mempelajari Aspek Teknologi Proses Produksi Kertas di PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Tangerang Mill.id/view. Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Vol III. http://udarakota.