1

1

Annisa Rahim | OSCE 2010

2 MODUL 2 (KOMUNIKASI) rumah ibu dimana? Kalau pekerjaan ibu saat ini apa? Oh.., jadi.. (utarakan kembali) A. Anamnesis Basmallah, salam, alhamdulillah, terimakasih, salam . Perkenalan. (ramah, senyum, bahasa verbal, nonverbal) ID: Nama, umur, alamat, pekerjaan. (sebut nama pasien supaya pasien merasa nyaman & akrab) Tanya: a. Keluhan utama yang menyebabkan datang ke dokter. b. RPS: Sacred 7 Lokasi (dimana sakit), Chronology (sejak kapan, sudah diberi obat apa) , Quality (seperti apa sakitnya) , Quantity (seberapa sering/jumlah/parah) , Masalah dasar (prodromal: kejadian sebelum keluhan utama, presipitasi: pencetus/penyebab, predisposisi: kondisi yg dapat berhubungan dg keluhan utam) , Faktor modifikasi (yg memperberat/memperingan) , Keluhan/gejala lain. c. RPD, RPK, RPSos Catat/resume, utarakan secara runtut! Mohon maaf ibu, sebenarnya ada keluhan apa yang menyebabkan ibu datang kesini? Sejak kapan ibu sakitnya? Sudah diberi pengobatan ibu? Lokasi sakit yang ibu rasakan ketika *batuk* dimana bu? *batuk* nya sering gak bu? *batuk* nya seperti apa bu? Awalnya ibu pernah makan atau minum apa bu? Dan sebelum * batuk*, ibu merasa bagaimana/ ada kejadian apa ? Ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan ibu *batuk2*, seperti apa ibu? Ganguan/gejala lain yang ibu rasakan, baik ketika maupun setelah *batuk*? Terus, selama ibu *batu k*, ibu masih bisa bekerja? *iya*. Hmm.., jadi pekerjaan ibu tidak memperparah/tidak mempengaruhi sakit ibu. Oh iya, ibu merasa lebih nyaman saat batuk ketika apa bu? (memperingan) Hmm.., maaf yaa bu, sebelumnya ibu pernah mengalami batuk2 juga gak? (RPD) Kalau penyakit lainnya selain batuk, ibu pernah alami? Apa bu contohnya? Kalau dari keluarga ibu sendiri, ada yang sakit batuk2 seperti ibu gak? (RPK) Kalau tetangga ibu? Teman kerja ibu? (RPSos) Ooh,, jadi ., begini.. (catat, utarakan secara runtut) Bismillaahirrahmaanirrahiim . Assalamu alaikum wr.wb. Mari, Alhamdulillah, anamnesis/wawancara sudah selesai. Silakan ibu tunggu disini sebentar untuk nantinya menjalani pemeriksaan selanjutnya. Terimakasih ibu atas bantuannya. Wassalamu alaikum wr.wb. 2

silakan duduk Ibu. Perkenalkan, nama saya dr. Annisa, InsyaAllah disini saya akan membantu memecahkan masalah Ibu. Sebelumnya saya ingin mengetahui identitas Ibu, ya bu ya. Mohon maaf ibu, nama Ibu siapa? Oh iya, Ibu Hani. Umurnya berapa ibu? Alamat

Annisa Rahim | OSCE 2010

3 B. Su t uju n
¤ ¥ ¦ ¥ §

Kepada asien yg lanj t usia, diatas 60 thn, Pediatri berhub dg
©

Dr. Jaga: Geriatri bayi dan anak2. Lab PK: cek darah

Yth. Ts

(Dr. A *spesialis* / Dr. Jaga *lab/RS 

¨

(spesialis . / lab . / RS . Jln / RS . (nama kota) 3. Dh
1

Lab PA: diagnosis adanya tumor/kanker. Tgl dan jam pembuatan SR

4. & 5. Mohon (konsul/pengobatan selanjutnya *Dr. A* / perwawatan *Dr. Jaga* / Pemeriksaan pemantauan *Lab* / untuk melanjutkaan terapi

2

Tujuan/alamat SR

3 4 5 6

Salam pembuka Pembuka Isi Penutup

*puskesmas/ RS*) penderita (anak / Tn / Ny / Nn) . (umur) tahun, xxx.., terlampir xxx) 6. Atas kesediaan TS, kami mengucapkan terimakasih. 7. assalam  

. (nama pasien),

(isi sesuai skenario, sudah diberi pengobatan

7

Salam penutup
8

8. Tandatangan dokter yg merujuk 9. Nama dokter perujuk (lengkap) 10. Alamat dokter perujuk Ex: Jl. Raya Kaligawe, Semarang

TTD

9

(Nama terang)
10

Alamat Dr.

Keterangan: 1. Tgl & jam S.R: sesuaikan skenariao, utk mengantisi asi adanya 

komplain dari pasien/agr dosen terbebas dari tindak pidana/perdata. 2. Tujuan/alamat S.R: Annis R i | OS E 2010
    ¢ £ ¡

3

4 Info ed Consent Surat Persetujuan Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama: . Umur/jenis kelamin: .. tahun, laki-laki/perempuan *) No. KTP/SIM/Paspor *): . Alamat: .. Untuk: o diri sendiri, o istri, o suami, o anak, o orang tua, o lainnya Nama pasien: . Umur/jenis kelamin: .. tahun, laki-laki/perempuan *) Alamat: .. Ruangan: .. Rekam medis No. : . dengan ini menyatakan sesungguhnya telah: MEMBERIKAN PERSETUJUAN untuk dilakukan O Tindakan operasi O Tindakan Medik/I U 

efus l Consent    

Surat Penolakan Yang bertandatangan dibawah ini: Nama : . Umur/jenis kelamin: Alamat: Dengan ini menyatakan sesungguhnya:

. .. tahun, laki-laki/perempuan *) .. ..

TELAH MENOLAK Untuk diteruskan: Rawat Nginap / I U Untuk dilakukan: operasi / tindakan medik Terhadap: o diri sendiri, o istri, o anak, o orang tua, 

o suami, o lainnya,

Nama pasien: Umur/jenis kelamin: Alamat: Ruangan: Rekam medis No. : (Isi)

. .. tahun, laki-laki/perempuan *) .. .. .

Semarang, (tgl bulan tahun)

(Dr

(**) ..)

(nama pasien) Semarang, (tgl bulan tahun)

Penjelasan: *) coret yang tidak sesuai O beri tanda silang X yang dipakai (**) yang menandatangani Tindakan operasi: Dr yang melakukan Medik/ I U: Dr yang bertugas 

(nama pasien) 4

Annisa Rahim | OS E 2010 

5 C. Penyuluhan Basmallah, salam, alhamdulillah, terimakasih, salam Vokal jelas, intonasi, ketepatan, komunikatif, murah senyum, ramah Memperhatikan audiens, menarik, penampilan rapi Menyangkut aspek: Promotif, preventif, k uratif, rehabilitatif Diskusi, tanya jawab. D. Presentasi Oral Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr.wb. Bismillahirrahmaanirrahiim.. Assalamu alaikum wr.wb. Perkenalkan, nama saya Dr. Annisa. Disini saya sebagai presentator yang akan Artikel sesuai topik Wajah ramah, bersahabat Tidak tegang, menarik Mudah dipahami, bahasa awam, komunikatif Waktu efektif, efisien Memakai alat bantu

Perkenalkan, nama saya dr. Annisa, saya dari Puskesmas Tetap Semangat. Disini saya akan melakukan penyuluhan tentang DBD. DBD adalah . Saya mengajak bapak2 da n ibu untuk .. usaha -usaha untuk mencegah penyakit ini adalah . Apabila terdapat gejala -gejala ., maka hendaknya segera ditangani untuk diperiksa. Jika terkena penyakit ini, maka diusahakan langsung diberi pengobatan dengan . Kemudian, setelah itu dilakuka n pemulihan ..

mempresentasikan tentang . (baca slide, tapi liat audiens, jangan hanya terpaku pada slide, gunakan alat bantu: senter/apa/ucapkan next) Alhamdulillah pres entasi saya kali ini sudah selesai, apakah ada yang masih belum dipahami? Iya, alhamdulillah. terimakasih. Wassalamu alaikum wr.wb.

apakah penjelasan saya bisa dimengerti atau masih ada yang perlu kita diskusikan bersama? Iya.., bapak ibu yang berada disebelah kanan saya.. Silakan pak. Oh iya ibu,, terimakasih atas pertanyaannya. Jadi ..

Hmm.., maaf ya pak, bu. Karena waktunya terbatas. Jadi, saya hanya menerima 1 pertanyaan. Kalau masih ada yang ingin didiskusikan, silakan bapak atau ibu datang ke puskesmas saja ya.. Alhamdulillah, penyuluhan kali ini telah selesai, terimakasih atas kehadiran, perhatian dan kerjasamanya. Mohon maaf atas segala kekurangan. Wassalamu alaikum .. Annisa Rahim | OSCE 2010 5

6 MODUL 3 BIOPSIKOSOSIOKULTURAL 

10. Menyikat ½ distal lengan bawah kiri dari atas kebawah, dilanjutkan dengan menyikat ½ proximal lengan bawah kiri (kebawah hingga ke

A.

Cuci T ng n
!

siku). 11. Menyikat ½ proximal lengan bawah kanan dari atas ke bawah, sampai siku. 12. Meletakkan sikat ketempatnya, kemudian membasuh tangan di jari kita atau harus (digosok-gosokkan) dengan air mengalir hingga ke siku dari kanan kekiri bergantian dengan posisi tangan diatas. 13. Dengan posisi tangan masih diatas, kita ambil lap, kemudian kita keringkan tangan, lengan hingga siku kanan kita dengan lap tersebut. Dan bagian lap yang sudah digunakan tidak boleh lagi dipakai. Jadi, kita menggunakan bagian lap yang satunya untuk mengeringkan tangan, lengan, dan siku kiri kita. 14. Setelah dikeringkan, maka lapnya kita letakkan lagi pada tempatnya. 15. Kemudian, setelah itu memakai handscun, dengan menyentuh bagian dalam dengan dalam, dan menyentuh bagian lua dengan r luar. 16. Alhamdulillah, peragaan cara mencuci tangan sampai memakai handscun sudah selesai. Terimakasih, dan kita sudah bisa melakukan pembedahan. Wassalamu alaikum wr. Wb.

Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr.wb. Perkenalkan, nama saya dr. Annisa, disini saya akan memperagakan cara mencuci tangan yang benar sebelum melakukan pembedahan. 1. Pertama-tama, dipergelangan jika kita memakai maka aksesoris, dahulu

!

tangan,

terlebih

melepaskannya, baik itu cincin, gelang maupun jam tangan. 2. Menarik lengan baju kita ke atas sampai terlihat siku. 3. Membuka kran air dengan tangan kanan kita, kemudian membasuh kedua tangan kita sampai siku. 4. Menekan sabun dengan tangan kanan, kemudian meletakkan sabunnya ditangan kiri. 5. Menggosok-gosokkan sabun ke kedua tangan sampai siku. (kanan kiri), kemudian basuh dengan air mengalir dari tangan ke lengan kemudian ke siku. 6. Mengambil sikat, ambil bagian punggungnya saja. 7. Menekan sabun dengan siku, kemudian letakkan pada sikat. 8. Menyikat ujung jari, sela-sela jari, 4 sisi jari, dan tangan (permukaan dan punggung) dari bawah ke atas, kanan dan kiri bergantian. 9. Menyikat ½ distal lengan bawah kanan dari atas kebawah.

6

Annisa Rahim | OS E 2010 

7

B.

Minor Surgery Jarum: taper/lengkung/lingkaran untuk bagian yg lunak, ex otot. Cutting/segitiga untuk permukaan, kulit. Needle holder: pilih yang paling kecil, untuk permukaan/pekerjaan yang halus. Needle holder lebih pendek daripada klem. Dan mata needle holder berbeda dengan klem. Pinset: anatomis/b ergerigi untuk menjepit kulit yang akan dijahit. Gunting: permukaan: runcing2. Benang: diserap surgical gut/cat gut: chromic / plain (>cepat hilang), tidak diserap sutera/silk.

7

Annisa Rahim | OSCE 2010

8

8

Annisa Rahim | OSCE 2010

9 Bismillahirrahmaanirrahiim.. Assalamu alaikum wr.wb. Perkenalkan, nama saya dr. Annisa. Disini saya akan melakukan bedah minor pada luka 1. Sebelumnya, saya mengenakan sarung tangan terlebih dahulu, dengan menyentuh sebelah luar dengan luar, dan sebelah dal am dengan dalam. 2. Kemudian, mengeluarkan dan memegang pisau (seperti memegang pensil) dengan mata pisau diambil menggunakan needle holder. Cara memegang needle holder yaitu dipegang oleh ibu jari dan jari keempat, jari telunjuk pada engsel/dibawahnya dan di gunakan untuk mengarahkan needle holder, jari ketiga diatas jari keempat dan bersandar pada lekukan lubang. Kemudian memasang mata pisau pada skalpelnya, mengeluarkan nanah/cairan. 3. Mengambil jarum segitiga/cutting untuk men jahit kulit/permukaan. 4. Menjepit jarum pada needle holder, jarum dijepit pada 2/3 tengah dengan needle holder, dan ujung needle holder tersisa 2 -3 mm. 5. Memasukkan benang jahit ke jarum, dari belakang kedepan, kesamping, dan masukkan sampai ada terdengar buny i, agar kuat maka masukkan pada lubang yang kedua. 6. Cara menjahit: jepit kulit yang akan dijahit dengan pinset anatomis. Tusuk jarum kekulit. Lalu, buat simpul benang, 2 kali putar, 9 kemudian melakukan insisi, untuk memutarnya dari depan, kemudian tarik sisa benang, dan simpulkan pada pinggir atau tepi. (lakukan 2 kali supaya kuat) 7. Alhamdulillah, bedah minor sudah selesai. Terimakasih atas kerja samanya. Wassalamu alaikum wr.wb.

Annisa Rahim | OSCE 2010

10
#

MODUL 4 PRIORITAS MASALAH KESEHATAN DI INDONESIA

$

saya mencabut rambut bapak. Kalau mudah tercabut, kemungkinan bapak mengalami anemia/malnutrisi/kanker akibat

'

A. Pe e i s n Fisi Dasar Umum
% & (

'

sinar matahari. 3. Pemeriksaan pada wajah. Inspeksi: ukuran, warna, kesimetrisan. Bapak tolong kerutkan dahi, menggelembungkan pipi,

Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr.wb. Perkenalkan nama saya dr. Annisa, maaf dengan bapak siapa? Oh, iya Pak Anwar, disini saya InsyaAllah akan membantu Bapak untuk melakukan pemeriksaan fisik dasar umum kepada bapak, apakah bapak bersedia? Iya, terimakasih bapak. Bapak tolong duduk disini, dan tolong buka bajunya seperlunya agar daerah pemeriksaan dapat terlihat. Dan pastikan dokter berada disebelah kanan pasien. Bapak rileks aja ya pak, dan nanti saat pemeriksaan, kalau baoak merasakan nyeri/sakit, tolong bilang ya pak. 1. Pertama, pemeriksaan pada kepala. Dan pastikan dokter berada didepan pasien. Saya akan melakukan inspeksi bagian kepala, melihat bentuk dan ukuran kepala, dan apakah ada

(

tersenyum, bersiul, dan perlihatkan giginya. 4. Pemeriksaan mata. Inspeksi bagi luar: kesimetrisan alis, warna: merah/tidak. Bapak tolong matanya ditutup. Ini untuk mengetahui apakah bola mata bapak keluar/tertarik

kedalam/apakah ada tremor. Bentuk pupil, ukuran pupil. Inspeksi konjungtiva dengan membuka kedua palpebra inferior (bawah) dengan ibu jari (normal: merah, anemis: pucat). Inspeksi sklera dengan membuka kedua palpebra superior (atas), Bapak tolong melihat kebawah (normal: putih, ikterus: kuning) 5. Pemeriksaan hidung. Inspeksi hidung bagian luar: bagaimana bentuknya, ada lubang/tidak, kesimetrisan, ada bengkak/tidak. Inspeksi hidung bagian dalam dengan membuka hidung dengan ibu jari/bisa dengan alat speculum. 6. Pemeriksaan telinga. Bapak tolong posisi badan agak condong kedepan dan kita pastikan kepala pasien lebih tinggi daripada

benjolan/tidak. Kemudian, saya melakukan palpasi, meraba kepala bapak untuk mengetahui apakah ada nyeri tekan/tidak, apakah ada tanda inflamasi/tidak. Kalau ada benjolan, berapa ukurannya, bagaimana konsistensinya, bisa digerakkan/tidak, permukaannya bagaimana. 2. Pemeriksaan pada rambut. warnanya Inspeksi rambut: apakah ada

kepala kita. Perhatikan daun telinga, bagian belakang telinga, apakah ada tanda imflamasi/sikatrik. Untuk melihat liang telinga dan membrane timpani, tarik daun telinga ke atas kebelakang. Annisa Rahim | OS E 2010
"

jumlah/kelebatannya,

bagaimana,

10

sindroma warndenburg (uban hanya pada jambul). Kemudian,

11 Bila ada serumen, maka dibersihkan dahulu, kemudian lihat membrane timpani masih utuh/tidak. 7. Pemeriksaan mulut. Inspeksi bibir: warna pucat/tidak, bentuk tipis/tebal, bibir retak2/pecah2, luka pada sudut mulut. Inspeksi ginggiva (gusi) dengan membuka mulut pasien dengan kedua ibu jari: perhatikan warnanya, ada bengkak/tidak. Bapak, tolong buka mulutnya, dan keluarkan lidahnya. Ini untuk menginspeksi lidah: ukuran, bercabang/tidak, warna, kalau ada periksa fungsi pengecapan. Inspeksi gigi (jumlah, oklusi dan karies). Inspeksi mukosa dalam pipi dengan spatel: ada luka/tidak, warnanya bagaimana. Inspeksi langit-langit/palatum: utuh/tidak, ada benjolan/tidak, simetris/tidak. 8. Pemeriksaan leher. Inspeksi leher depan, samping dan belakang (ukuran). Bapak tolong menengok ke kanan, kemudian kekiri untuk menilai otot-otot leher. Bapak tolong angkat bahunya dan saya akan menahanya dengan tangan saya untuk Kemudian, saya meletakkan jari telunjuk dan jari tengah pada bagian tiroid, kemudian Bapak tolong menelan. Jika saat menelan, kita merasakan ada gerakan: normal. Palpasi trakhea dengan meletakkan jari saya pada supra sternalis, kemudian secara berhati-hati geser jari ke atas dan agak kebelakang. Bapak tolong bernafas. Normal: tengah. 9. Ekstremitas. Inspeksi lengan atas bawah (kiri atas bawah (kiri kanan), tungkai

kanan), kuku apabila ada kemungkinan

kelainan, bentuk, apakah ada luka/tidak, ada bengkak/tidak. Pemeriksaan tonus otot. Bapak tolong angkat lengannnya. Lurus ya pak. Kemudian kita jatuhkan, amati ada tahanan/tidak *bapak tolong, angkat tungkainya (caranya sama). Terakhir, inspeksi cara berdiri. Tolong bapak berdiri. Saya menginspeksi bentuk badan, kesimetrisan atau adakah deformitas tulang. Kemudian, melakukan tes keseimbangan / tes romberg. Bapak tolong berdiri tegak, kaki dirapatkan, kemudian tutup matanya. Iya,, jika tidak terjatuh berarti bapak normal atau negatif hasil tesnya. Alhamdulillah pemeriksaan fisik dasar umum pada bapak telah selesai, dan hasilnya adalah terimakasih bapak atas

membandingkan kekuatan otot bahu kanan dan kiri. Palpasi kelenjar getah bening: dari submandibula aurekula posterior sub aurekula aurekula anterior prosesus stilo hioid prosesus mastoid servikalis posterior otot trapezius. Bila ada

kerjasamanya. Wassalamu alaikum wr.wb.

pembesaran, perhatikan ukurannya, nyeri/tidak, konsistensinya: lunak/kenyal/keras, apakah melekat pada dasar/pada kulit. Inspeksi dan palpasi kelenjar tiroid. Bapak silakan berbaring. Annisa Rahim | OS E 2010
)

11

12 B. Vital Sign

12

Annisa Rahim | OSCE 2010

13

13

Annisa Rahim | OSCE 2010

14 Bismillahirrahmaanirrahiim.. Assalamu alaikum wr.wb. Mari ibu silakan duduk, perkenalkan, nama saya dr. Annisa, maaf dengan ibu siapa? Bu Nana umurnya berapa? Kalau tinggi sama berat badannya berapa bu? Ok ibu, disini saya InsyaAllah akan membantu ibu untu k mengukur tekanan darah ibu, apakah ibu bersedia? Iya, terimakasih. Ibu tolong tidur terlentang ya bu,/duduk, dan kita pastikan lengan ibu sejajar dengan jantung ibu. Dan pastikan juga bahwa dokter berada disebelah kanan pasien. Ibu tolong rileks aja, t angan dan lengan kanan ibu lemas aja yaa bu. Kemudian, saya menaikkan lengan baju ibu sampai tidak menutupi daerah fossa cubiti. Lalu, menggunakan jari telunjuk dan jari tengah untuk menemukan dan menekan arteri radialis yang sejajar dengan ibu jari dan ar teri brakhialis yang terletak pada daerah fossa cubiti. Kemudian, saya memasang manset pada lengan atas ibu sekitar 2,5 cm diatas siku. Pertama dengan metode palpasi, jari telunjuk dan jari tengah saya menekan arteri radialis, kemudian memompa pompa kare t sampai denyutan di arteri radialis tidak teraba/terasa. Setelah itu, saya turunkan tekanannya dengan memutar sekrup perlahan -lahan sampai terasa lagi denyutan yang pertama dan itu sebagai sistolenya. Annisa Rahim | OSCE 2010 Tensi: normal = <80/<120mmHg, prehipertensi = 80 -89/120-139, hipertensi stadium 1 = 90 -99/140-159, hipertensi stadium 2 = >100/>160. Nadi normal = 60 -100 x permenit Nafas/respirasi = 12 -18 x permenit. Temperatur = mengukur selama 3 -5 menit. Normal: 36 -37o. Termometer aksila: paling panjang, termomter rektal < pendek dari pada termometer oral. 14 Lalu, saya catat hasilnya, yaitu 120 mmHg. Kemudian, t ekanan saya turunkan hingga angka nol. Yang kedua adalah dengan metode auskultasi. Saya memasang bel stetoskop dibawah manset pada daerah arteri brakhialis, dan ked ua ujung stetoskop saya pasang di telinga saya. Kemudian, saya memompa pompa karet sampai 30 mmHg diatas sistole yang sudah ditemukan tadi, berarti sampai 150 mmHg. Kemudian, tekanan saya turunkan perlahan -lahan sambil

mendengarkan bunyi denyutan pertama sebagai sistole dan denyutan terakhir sebagai diastole. Dan hasilnya adalah 120/80 mmHg, kemudian saya catat. Alhamdulillah, pengukuran tekanan darah ibu sudah selesai, dan hasilnya (normal), terimakasih atas

kerjasamanya. Wassalamu alaikum wr.wb.

15 C. IMR dan HANLON 1. IMR Tingkat kematian Bayi Jumlah kematian bayi < 1 tahun dikali 1000 dibagi jumlah kelahiran hidup bayi. >125 = sangat tinggi. 75-125 = tinggi 35-75 = sedang. <35 = rendah. 4) PEARL: (Sesuai, dpat diterima, ekonomi murah, suber tersedia, legal) skor: 0 1 (tidak ya) b. Kuantitatif Interval Class = R (besar kecil) Jumlah kelas 1) Besarnya masalah: (1) (2) (4) (6) (8) (10) 2) Kegawatan: S.U.B (seriousness, Urgency, Biaya). Skor: 1-5 3) Kemudahan dalam penanggulangan

2. HANLON a. Kualitatif: USG: Urgency, Seriousness, Growth. Kiri > atas = positif. -

NPDasar: (1+2) x 3 NPTotal: (1+2) x 3 x 4 atau NPD x Nilai PEARL Problem Solving Penetapan tujuan, dan sasaran mencar alternatif pemecahan masalah. Pendekatan H.L. Blum: faktor penyebab masalah: lingkunganperilaku-yankes-genetika. Pendekatan sistem: penyebab masalah: Input = 5 M (man, money, material, machine, methode), P1 (Perencanaan), P2

(Pengorganisasian, dan pelaksanaan), P3 (Pengawasan, Penilaian, Pengendalian) 15

Annisa Rahim | OS E 2010
0

16 1. Metode Hanlon (Kuantitatif) Metode ini hampir sama dengan metode Delbeq, dilakukan dengan memberikan skor atas serangkaian kriteria A, B, C dan D (PEARL). A= Besar masalah yaitu % atau jumlah atau kelompok penduduk yang terkena masalah serta keterlibatan masyarakat dan instansi terkait. Skor 0-10 (kecilbesar). B= Kegawatan masalah yaitu tingginya angka morbiditas dan mortalitas,kecenderungannya dari waktu ke waktu. Skor 0-10 (tidak gawat - sangat gawat). C= Efaktifitas atau kemudahan penanggulangan masalah, dilihat dari perbandingan antara perkiraan hasil atau manfaat penyelesaian masalah yang akan diperoleh dengan sumber daya (biaya, sarana dan cara) untuk menyelesaikan masalah. Skor 0-10 (sulit mudah). D= PEARL Berbagai pertimbangan dalam kemungkinan Annisa Rahim | OSCE 2010 L= R= A= E= pemecahan masalah. Skor 0 = tidak dan 1 = ya P= Propria n ss yaitu kesesuaian masalah
1 2

dengan prioritas berbagai kebijaksanaan/program/kegiatan instansi/organisasi terkait. E ono i f asibili yaitu kelayakan dari
3 4 3 2 1 5

segi pembiayaan. A p abili yaitu situasi penerimaan
1 1 5 3 3 2

masyarakat dan instansi terkait/instansi lainnya. R source availabili yaitu ketersediaan
2 1 5

sumber daya untuk memecahkan masalah (tenaga, sarana/peralatan, waktu) Legali yaitu dukungan aspek
1 5

hukum/perundangan-undangan/peraturan terkait seperti peraturan pemerintah/juklak/juknis/protap. 16

17 Setelah kriteria tersebut berhasil diisi, maka selanjutnya menghitung nilai NPD dan NPT dengan rumus sebagai berikut: NPD = Nilai Prioritas dasar = (A + B) x C NPT = Nilai Prioritas Total = (A + B) x C x D Prioritas pertama adalah masalah dengan skor NPT tertinggi. Metode Hanlon (Kuantitatif) ini lebih efektif bila digunakan untuk masalah yang bersifat kuantitatif. Contoh sederhana adalah sebagai berikut 2. Metode Hanlon (Kualitatif) Metode Hanlon (Kualitatif) ini lebih efektif dipergunakan untuk masalah yang bersifat kualitatif dan data atau informasi yang tersediapun bersifat kualitatif miaslkan peran serta masyarakat, kerja sama lintas program, kerja sama lintas sektor dan motivasi staf. Prinsip utama dalam metode ini adalah membandingkan pentingnya masalah yang satu dengan yang lainnya dengan cara ma ching . Langkah-langkah metode ini adalah sebagai berikut: a. Membuat matriks masalah b. Menuliskan semua masalah yang berhasil dikumpulkan pada sumbu vertikal dan horisontal. c. Membandingkan (matching) antara masalah yang satu dengan yang lainnya pada sisi kanan diagonal dengan memberi tanda (+) bila masalah lebih penting dan memberi tanda (-) bila masalah kurang penting. d. Menjumlahkan tanda (+) secara horisontal dan masukan pada kotak total (+) horisontal. e. Menjumlahkan tanda (-) secara vertikal dan masukan pada kotak total (-) vertikal. f. Pindahkan hasil penjumlahan pada total (-) horisontal di bawah kotak (-) vertikal. g. Jumlah hasil vertikal dan horisontal dan masukan pada kotak total. h. Hasil penjumlahan pada kotak total yang mempunyai nilai tertinggi adalah urutan prioritas masalah.
6

N o

Daftar masal ah

Kriteria dan bobot maksimum A=Bes ar 9 B=Kegawat an 9 C=Kemuda han 8 NP D 14 4 13 6 10 5 PEA RL NP T

Priorit as Masal ah I

1

A

1111 1 1111 1 1111 1

14 4 13 6 10 5

2

B

9

8

8

II

3

C

8

7

7

III

17

Annisa Rahim | OSCE 2010

18 Berikut ini contoh penggunaan metode Hanlon (Kualitatif): D. Anthropometri Masalah A B C D E Total Horisontal (+) 4 2 0 1 0 0 0 0 2 1 1. De asa
7

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu alaikum

wr.wb.

Perkenalkan, nama saya dr. Annisa, maaf dengan Bapak siapa? A B C D E Total vertikal (-) Total horisontal (+) Total Prioritas Masalah + + + + + + + Oh iya Pak Budi. Disini saya InsyaAllah akan membantu Bapak untuk menghitung Indeks Masa Tubuh Bapak dengan mengukur tinggi dan berat badan bapak, apakah bapak bersedia? Iya, terimakasih pak. a. Baiklah, yang pertama saya akan mengukur tinggi badan bapak. Sebelumnya, bapak tolong lepaskan alas kaki bapak, topinya juga, kemudian berdiri tegak di sini. Tolong tumit, betis, pantat, punggung/belakang, serta kepala bapak merapat ke dinding ya pak. Pandangan lurus kedepan, dan 4 2 0 1 0 posisi seimbang ya pak. Kemudian, saya mengambil alat ukurnya dan meletakkannya tepat diatas kepala bapak, dan 4 I 2 III 0 V 3 II 1 IV tegak lurus, lalu saya membaca alat ukurnya, Ya, 170 cm. b. Kemudian, yang kedua, saya mengukur berat badan bapak. Sebelumnya, saya cek skala timbangan terlebih dahulu, dan pastikan jarum skala berada diangka nol. Dan, bapak tolong, jaket, dompet, hape, atau barang-barang tolong yang 18

mempengaruhi

pengukuran

nanti

dilepaskan

sementara ya pak. Lalu, silakan bapak naik ke atas Annisa Rahim | OSCE 2010

19 timbangannya. Berdiri tegak lurus dan seimbang, dan saya membaca skala berat badan Bapak. Ya, 70 kg. silakan bapak turun kembali, dan pasang kembali jaket dan alas kakinya. Hmm.., alhamdulillah pengukuran tinggi dan berat badan bapak telah selesai, dan hasilnya 170 cm dan 70 kg. setelah ini saya akan menghitung Indeks masa tubuh bapak. Terimakasih pak atas kerjasamanya. Wassalamu alaikum wr.wb. Rumus BMI = BB (kg) TB (m 2) Under weight <18,5 Healthy 18,25 Over 25 29,9 Obesity class I = 30 Obesity class II = 35 34,9 39 24,9 2. Bayi/Anak Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr.wb.

perkenalkan, nama saya dr. Annisa, maaf dengan ibu siapa? Oh iya, Bu sari. Disini saya akan membantu ibu untuk mengecek status gi i anak ibu. Apakah ibu bersedia? Iya, terimakasih ibu. a. Baiklah, yang pertama adalah menimbang berat badan anak ibu. Sebelumnya, tolong baju anak ibu dilepaskan seminimal mungkin. Dan kita pastikan, timbangan ini seimbang dan skala pada timbangannya berada diposisi angka nol. Kemudian, kita letakkan bayi ibu perlahan -lahan di atas timbangan dengan posisi berbaring. Permisi ya ibu. Kemudian, lihat angka pada skala. Iya, 3,6 kg dan catat hasilnya pada KMS. b. Mengukur panjang bayi. Meletakkan alat ukur dengan benar pada meja/tempat yang datar. Kemudian meletakkan bayi pada tempat yang keras, dan pastikan bayi tidak memakai topi ataupun sepatu. Tolong ibu, bisa bantu saya untuk meluruskan kaki bayi ibu. Iya terimakasih. Kemudian, saya lekatkan vertex (ubun2 besar, segi 4) pada ujung kayu yang tetap. Dan menarik ujung kayu yang dapat digerakkan sampai menyentuh tumit bayi. Kemudian membaca 19
8

Extreme Obesity = > 40

skalanya. Iya, 50 cm, kemudian, saya catat pada KMS. Annisa Rahim | OSCE 2010

20 c. Mengukur lingkar kepala bayi, dengan pita metal fleksibel, saya meletakkan pita melingkari kepala bayi melalui glabela (diatas antara 2 alis) pada dahi, bagian belakang kepala bayi, dan melewati bagian yang paling menonjol yaitu

protoberantia ocipitalis. Tolong dibantu ya bu.. Iya, terimakasih. Kemudian, saya melihat angka yang tertera pada pita. Iya, 35 cm dan mencatatnya pada KMS. d. Mengukur lingkar dada. Meletakkan pita melingkari dada melalui papilla m amae (putting susu), memutar tubuh bayi dalam 1 garis lurus melewati bawah ketiak sampai papilla mamae lagi. Dan diukur saat bayi bernafas/ekspirasi maksimal. Kemudian, lihat angka pada pita. Iya, 27 cm. dan catat pada KMS. e. Mengukur lingkar lengan atas. Le ngan yang dikur adalah lengan yang tidak aktif, misalnya lengan kiri. Dan lengan bebas tidak terkena kain. Melingkarkan pita pada lengan kiri atas pertengahan antara acromion (bahu) dan olecranon (siku), mengelilingi lengan atas (jangan terlalu kuat dan jangan terlalu longgar). Kemudian, lihat angka pada pita. Ya.., 10,5 cm. dan catat pada KMS. Alhamdulillah, saya sudah mengukur berat badan sampai lingkar lengan atas bayi ibu. Terimakasih atas kerjasamanya. Wassalamu alaikum wr.wb. Annisa Rahim | OSCE 2010 20

21 3. Palpasi. Palpasi nyeri tekan, bengkak/menonjol pada seluruh MODUL 5 (KEPEDULIAN ER ADAP MASYARAKA & LINGKUNGAN)
9 @ 9

lapang thorax dan meraba bagian yang dirasa nyeri secara hati hati serta diperhatikan apakah tempat itu panas/tidak,

A. Pemeriksaan Fisik horax Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr.wb. perkenalkan, nama saya dr. Annisa, maaf dengan Bapak siapa? Iya, pak Ali. Disini saya akan melakukan pemeriksaan fisik dada bapak, apakah bapak bersedia? Iya, terimakasih pak. 1. Bapak tolong buka baju seperlunya sehingga daerah
A

bagaimana konsistensinya, apakah nyeri menghebat ketika ditekan. Kemudian, pemeriksaan fremitus vokal pada seluruh lapang thorax. Bapak tolong, ucapkan kata sembilan puluh sembilan berulang -ulang, dan saya sambil merasakan getaran pada telapak tangan, da n membandingkan antara bagian kanan dan kiri. Lalu, palpasi trakhea. Dengan memakai 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah) yang dimasukkan diantara sela trakhea, untuk menentukan adanya deviasi. Bapak tolong bernafas, dan saat bernafas, trakhea elastis yan g normal akan teregang kebawah.

pemeriksaan bisa terlihat. Dan silakan duduk disini. Pastikan dokter berada disebelah kanan pasien. Bapak, tolong rileks aja, dan jika saat pemeriksaan na nti Bapak merasakan nyeri/sakit, tolong bilang ya pak. 2. Pertama, saya akan melakukan i nspeksi bagian thorax belakang untuk menentukan adakah deformitas tulang, dan bagaimana warna kulitnya. Kemudian melihat bagian depan thorax: apakah ada kelainan/tidak de ngan membandingkan antara jarak transversal (samping-samping) dengan jarak anteroposterior (depan-belakang) yaitu 7 : 5. Lalu, bapak tolong berbaring terlentang. Dan pastikan dokter berada diujung kaki sebelah kanan pasien, untuk melihat kesimetrisan, bent uk dada, bulat/tidak, melihat jenis pernapasan (co: abdomenial, ce: thorakal)

21

Annisa Rahim | OSCE 2010

22 5. Auskultasi. Bapak tenang aja dan bernafas dengan mulut terbuka secara teratur dan dalam ya pak. Pertama auskultasi nafas trakheal pada trakhea (inspirasi agak lebih keras), auskultasi nafas bronkhial disekitar sternum/tulang dada (ekspirasi lebih panjang). Dilanjutkan dengan auskultasi nafas vesikuler diseluruh bidang thorax (ekspirasi lebih rendah dan pendek). Melakukan resonan vokal pada seluruh lapang thorax, yaitu 5 titik thorax kanan dan kiri. Bapak tolong ucapkan kata sembilan puluh sembilan berulang -ulang ya pak. Dan suara pasien terdengar samar -samar.

4. Perkusi, untuk menentukan batas dan keadaan paru. Perkusi

dilakukan pada seluruh lapang thorax di 6 titik thorax ( ig ag,
B B

kanan-kiri-kiri-kanan-dst).

Lalu

membedakan suara sonor pada paru dan pekak/redup pada 6. Iya, alhamdulillah pemeriksaan fisik thorax /dada bapak sudah selesai. Dan hasilnya terimakasih bapak atas kerjasamanya. 22

jantung. (sonor=dungdung jelas, ada udara. Pekak/redup=tidak begitu jelas, tidak ada udara, seperti ada cairan)

Wassalamu alaikum wr.wb. Annisa Rahim | OSCE 2010

23 B. Pemeriksaan Fisik Abdomen posisi membungkuk sejajar dengan permukaan perut, saya menginspeksi gerakan peristaltik dan melihat gerakan dinding perut secara tangensial (ekspirasi: mengempis, inspirasi:

mengembang) dan melihat denyutan dinding perut apakah ada fulsasi. 3. Auskultasi, dilakukan sebelum perkusi dan palpasi karena kedua pemeriksaan tersebut dapat mempengaruhi frekuensi otot. Auskultasi bunyi peristaltik/gerakan dinding usus: pada kuadran kanan bawah, bunyi berdeguk dan bergelembung, normal: 5 -35 kali permenit. Auskultasi bunyi gerakan cairan: daerah hipogastrium kiri sambil menggerakkan pasien ke kedua sisi Bismillahirrahmaanirrahiim Assalamu alaikum wr.wb. perkenalkan, nama saya dr. Annisa. Maaf, dengan Bapak siapa? Oh iya, Pak Andi. Disini saya akan melakukan pemeriksaan perut pada bapak, apakah bapak bersedia? Iya, terimakasih pak. 1. Bapak silakan berbaring terlentang, dan tolong buka bajunya seperlunya sehingga daerah pemeriks aan dapat terlihat. Dan pastikan dokter berada disebelah kanan pasien. Bapak rileks aja ya pak, dan nanti jika selama pemeriksaan Bapak merasa nyeri/sakit, tolong beritahu ya pak. Terimakasih pak. 2. Inspeksi: bagaimana warna kulit perut, apakah ada tanda -tanda imflamasi/merah, bagaimana permukaan kulit, bentuknya, simetris/tidak, apakah ada luka/bengkak. Kemudian, dengan Annisa Rahim | OSCE 2010 Perkusi dari tengah kepinggir (dari timpani ke pekak). Timpani: pembesaran hati dan limfa. Redup/pekak: daerah bawah arkus coste, tidak ada udara, ada cairan. 23 secara bergantian. Auskultasi bising pembuluh darah: ao rta = epigastrium, arteri renalis = hipokondrium kiri. Arteri iliaka = kanan dan kiri dibawah umbilikus. 4. Perkusi, sebagai orientasi pada keempat kuadran abdomen.

24 5. Palpasi. (daerah yang sakit dipalpasi pada waktu akhir). Bapak tolong bernafas dengan tenang dengan mulut terbuka. Dan tolong tungkai/kakinya ditekuk pada lutut. Palpasi superfi sialis (biasa) secara menyeluruh dengan 1 tangan (telapak dan sandi sandi). Bapak tolong bernafas -hembuskan, lalu saya mempalpasi nyeri tekan dan nyeri tekan lepas (serong/dari samping ke samping). Palpasi lambung (epigastrium), hepar/hati Bapak tolong tarik nafas dalam, lalu saya menekan dari lumbal kanan ke arcus costa dextra , normal tidak teraba, jika teraba bagaimana tepinya, permukaannya, nyeri tekan/tidak,

ukurannya, konsistensi. Kandung empedu (batas hipokondrium kanan dan epigastrium): normal tidak teraba. Limpa/lien: serong dari hipogastrium ke hipokondrium kiri atau dengan bimanual: tangan kanan pada hipokon drium kiri, dan tangan kiri pada pinggang (dibawah), tangan kanan menekan, dan tangan kiri menahan/sebagai landasan, ditekan pada puncak inspirasi. Ginjal: dengan bimanual, tapi kanan dan kiri menekan, kiri menekan kedepan, dan kanan lebih menekan kebelaka ng, ginjal kanan dapat teraba dan g injal kiri tidak terab a.

(epigastrium dan hipokondrium kanan): dengan cara manual (1 tangan), bimanual (2 tangan), mengkait.

(bimanual)

(mengkait) 6. Alhamdulillah, pemeriksaan fisik pada perut bapak sudah selesai. Dan hasilnya . Terimakasih pak atas kerjasamanya. Wassalamu alaikum wr.wb. Annisa Rahim | OSCE 2010 24

25
C

C. Pemeri saan Fisi Perianal Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr.wb. perkenalkan, nama saya dr. Annisa, maaf dengan Bapak siapa? Oh, pak Doni . Disini saya akan melakukan pemeriksaan fisik pada daerah sekitar anus bapak, apakah bapak bersedia? Iya, terimakasih pak. 1. Sekarang, bapak silakan berbaring terlentang disini, dan tolong buka celana seperlunya sehingga daerah pemeriksaan dapat terlihat. Kemudian, tolong kakinya ditekuk, dan kedua lutut saling berjauhan. Terimakasih bapak. Dan pastikan dokter berada disebelah kanan pasien. Bapak, rilesk aja yaa, dan jika nanti selama pemeriksaan Bapak merasakan nyeri/sakit, tolong kasih tahu ya pak. 2. Baiklah, yang pertama saya akan melakukan inspeksi di sekitar anus bapak, dan pastikan saya berada didepan pasien. Saya menginspeksi apakah ada lubang anus/tidak, kalau tidak dinamakan atresia ani, terus apakah ada hemoroid

C

permukaan anus. Kemudian melakukan pemeriksaan rectal toucher. Bapak tolong bernafas dengan mulut terbuka agar otot pada perineum menjadi lemas dan tonus anus tidak tegang., lalu jari telunjuk dimasukkan perlahan-lahan rektum dan meraba dinding rektum, periksa ada massa diarah jarum jam berapa, lalu palpasi prostat, mencari lobus, dan jika terjadi pembesaran, maka saya menilai konsistensi serta ukuran, permukaannya rata/berbenjol-benjol, nyeri tekan/tidak. Pada garis tengah lobus, apakah teraba ulkus medius, bagaimana keadaannya, datar, dalam, menghilang/menjepit uretra(bengkak). Lalu, telunjuk ditarik perlahan-lahan, dilihat apakah ada kotoran yang terdapat di jari kita, jika ada darah maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan anuskopi/ retoskopi. 4. Alhamdulillah, pemeriksaan di sekitar anus bapak sudah selesai, dan hasilnya . Terimakasih atas kerjasamanya.

Wassalamu alaikum wr.wb.

eksterna/varises, apakah ada kondilomata/polip/tumor, apakah ada fisura ani/luka/lecet, apakah ada fistel/cekungan, dan apakah ada penggembungan pada perineum. Tanda-tanda abnormal sekitar anus dicatat lokasinya menurut jarum jam. 3. Palpasi. Sebelumnya, saya memakai handscun terlebih dahulu dan mengoleskan vaselin/pelumas supaya licin. Kemudian mempalpasi nyeri tekan dan adanya pembengkakan pada Annisa Rahim | OSCE 2010 25

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.