KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA

PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS II SEMESTER 1 SMP N 10 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2004/2005

SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Universitas Negeri Semarang

Oleh: Nama NIM Program Studi Jurusan : Fullu Azka : 4101401005 : Pendidikan Matematika : Matematika

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005

ii

ABSTRAK FULLU AZKA, 2005. “KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS II SEMESTER 1 SMP N 10 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2004/2005.” Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa sehingga mengakibatkan daya tarik siswa terhadap pelajaran matematika cukup rendah. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru, dan hendaknya dalam pembelajaran di sekolah guru memilih dan menggunakan strategi pendekatan, metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik mental, fisik, maupun sosial. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Ada beberapa tipe dalam model pembelajaran kooperatif diantaranya tipe STAD dan tipe JIGSAW II. Dari hal tersebut muncul permasalahan manakah yang lebih efektif antara pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II, ataukah pembelajaran konvensional pada siswa kelas II semester 1 SMPN 10 Semarang tahun pelajaran 2004/ 2005 pada pokok bahasan teorema Pythagoras. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan Teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW II, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/ 2005, dengan jumlah siswa 230 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik random sampling sejumlah 115 siswa yang terbagi dalam dua kelas eksperimen yaitu kelas II-D yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan kelas II-E yang dikenai pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan satu kelas kontrol yaitu kelas II-F yang dikenai pembelajaran konvensional. Kemudian ditentukan pula satu kelas Ujicoba yaitu kelas II-C. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, dan konvensional. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD, tipe JIGSAW II dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan terdiri dari uji pendahuluan dan uji tahap akhir. Uji pendahuluan meliputi uji homogenitas dan uji normalitas, sedangkan uji tahap akhir meliputi analisis varians dan uji Rank Berganda Duncan. Data awal dalam penelitian ini diperoleh dari nilai ulangan harian siswa pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat. Dari data tersebut diperoleh bahwa sampel berasal dari populasi yang normal dan homogen. Setelah dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol diberi perlakuan yang berbeda, ketiga kelas tersebut diberikan tes hasil belajar pokok bahasan teorema Pythagoras. Dari tes hasil belajar tersebut diperoleh nilai rata-rata kelas II-D=5,007; nilai rata-rata kelas II-E=5,2053; dan nilai rata-rata kelas IIF= 4,338. Dari Analisis Varians diperoleh Fhitung=5,28973 dan Ftabel=3,08 berarti

iii

Fhitung>Ftabel. Jadi Ho ditolak, dengan kata lain ada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II SMPN 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/ 2005 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II, tipe STAD, dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Dari uji rank Berganda Duncan diperoleh hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional, sedangkan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Untuk itu perlu diadakan suatu pengenalan model pembelajaran kooperatif lebih lanjut agar model pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan yang lain.

iv

Mashuri. M. Mashuri. Si NIP 130815345 Pembimbing Utama Ketua Penguji Drs.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi dengan judul KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS II SEMESTER 1 SMP N 10 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2004/2005 telah dipertahankan di hadapan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : : Agustus 2005 Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. Si NIP 131568905 Anggota Penguji II Drs.Sc NIP 130781011 Drs. Kusni. M. Wardono. M. M.Si NIP 130515748 Anggota Penguji I Pembimbing Pendamping Drs. Si NIP 131993875 Dra. Supriyono. M. Wardono. Si NIP 131993875 Drs. M. M. Si NIP 131568905 v . Kasmadi Imam S.

Pendidikan Matematika 2001 Bangsaku dan pemerhati dunia pendidikan serta pecinta Matematika. kebahagiaan dapat diraih. Adik-adikku Fuad. Kak Agus Sarwo Edi S yang mendukung dan mendoakanku selalu. Hanya berbekal jiwa yang tenang dan hati yang ridha. yang memberikan kasih sayang dan doa restunya . Berdoa dan berusaha adalah kunci keberhasilan dan kesuksesan.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Sesungguhnya kenikmatan terbesar yang harus dipelihara adalah kebaikan ketika ia memenuhi jiwa dan menghiasi keadaan. Sohib-sohibku. karena sesungguhnya Allah menyayangi Hamba-NYA yang sabar (Al Hadits). dan Iin yang manis dan tersayang. Berucaplah syukur atas semua yang menimpamu meskipun itu menyakitkan. Fuzi. vi . PERSEMBAHAN Skripsi ini penulis peruntukkan kepada: Ibu dan Bapakku Tercinta.

Kusni. Adik-adikku tersayang yang selalu menghiburku. 6. M. 7. guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. SH.KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusun diberikan izin dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi dengan judul “Keefektivan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Dan JIGSAW II Terhadap Hasil Belajar Matematika Pokok Bahasan Teorema Pythagoras Pada Siswa Kelas II Semester 1 SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/ 2005”. MM. 8. Ari Tri Soegito. Penyusun mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungannya kepada: 1. M. Rektor Universitas Negeri Semarang.Si. Kak Agus Sarwo Edi S yang selalu memberi dukungan dan doa untukku.Pd. 5.Pd.Si. H. Ketua Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang. 10. Wardono. S. 9. M. S. selaku kepala SMP N 10 Semarang yang telah memberikan ijin dan bantuan selama pelaksanaan penelitian. Drs. selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu dan memberikan petunjuk kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. Sumardi Sri Purwono. guru matematika kelas II-C. Supriyono.Si selaku dosen penguji atas segala saran dalam penyempurnaan skripsi. 2. II-D. Kasmadi Imam S. dan Drs. dan II-E yang telah memberikan banyak bantuan selama pelaksanaan penelitian. Drs. Sumiharto. M. 3. Ibu dan Bapakku tercinta yang memberikan kasih sayang dan doa restunya. Drs. Dr.S. vii .Si. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang. M. Dra. Mashuri. 4.

Hanya ucapan terima kasih dan doa. Semoga skripsi ini dapat memberi manfaat dan konstribusi nyata dalam kemajuan dunia pendidikan.11. Semarang. dan sobatku yang lain Pendidikan Matematika S1 ’01. semoga apa yang telah diberikan tercatat sebagai amal baik dan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Minie. 20 Agustus 2005 Penyusun viii . Amin. Yayuk. Sobatku Woro. Wulan. Serta semua pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu. 12.

............................................................................................ Manfaat ......................................... Sistematika Penulisan Skripsi ........................................................................... B........................................................................................................................................................................................................................................................... 1 2 3 4 5 6 7 8 D................................................................................................................................DAFTAR ISI ABSTRAK ......... Pembelajaran Kooperatif.................................. Pembelajaran ........................................................................... Penegasan Istilah .... DAFTAR TABEL............... Permasalahan............................. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD .............................................................................................................................. 1 2 Tujuan ................ 1 1 3 4 4 4 5 5 5 6 6 6 7 7 8 9 Tujuan Dan Manfaat................................. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II .............................. E................................................................................... Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD... ii iv v vi viii xi xii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 10 10 12 14 ix ................ BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS................................................... C.............. Teorema Pythagoras ...... B.................... Matematika Sekolah ................................ Hasil Belajar Matematika ............................................... A....................................................... Keefektivan ........................................................ Pembelajaran Kooperatif ................ LEMBAR PENGESAHAN.. Alasan Pemilihan Judul .................................................. C................. DAFTAR ISI ........................................................................................................ A.................................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN....................................................................................................................................................................................................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN...................................... Pembelajaran Konvensional............................................. KATA PENGANTAR .............................................

........................... 7 Menggunakan Teorema Pythagoras Pada Bangun Datar Dan Bangun Ruang .... Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika.... Metode Penentuan Obyek Penelitian....................................... 29 29 32 34 37 38 39 41 10 Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema pythagoras ........................................................................................... I....................................... Teorema Van Hiele........................................ Teori Skinner.......................................................... 17 20 21 21 21 22 22 23 25 25 26 27 28 G................... A........................................................... Hipotesis Penelitian ................ 1 2 3 4 5 Kuadrat dan Akar Kuadrat Suatu Bilangan....................................................................... F............................................................................................................................ Teori Gestalt...................................................................................................... Teorema Pythagoras ............................................. Teorema Pythagoras ....... 8 9 Kebalikan Teorema Pythagoras Dan Tripel Pythagoras...................................................... Kerangka Berpikir ........................................ E.......... 450.......... Menentukan Jenis Segitiga Jika Diketahui Panjang Sisi-Sisinya..................................................................... Pembelajaran Konvensional.................................... 2................................................................................... Variabel terikat ...................... Menggunakan Teorema Pythagoras Untuk Menghitung Panjang Salah Satu Sisi Segitiga Siku-Siku Jika Sisi-Sisi Lainnya Diketahui ................... H................................................................................. 1 2 3 4 5 Teori Ausubel .............. Populasi......................... 1 2 B...................... Dan 600) ................ 42 42 42 42 43 43 43 Variabel Penelitian ................................. BAB III METODE PENELITIAN......................... x ..... Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II............................................. Teori Gagne.............................. 1.................................. Pembuktian Teorema Pythagoras .............................. Variabel Bebas ...D................................................ 6 Menghitung Perbandingan Sisi-Sisi Segitiga Siku-Siku Khusus (Salah Satu Sudutnya 300................... Sampel............................................................................................................................................................................... Luas Daerah Persegi Dan Segitiga Siku-Siku .....................................................

............... Analisis Uji Coba..................... 69 LAMPIRAN-LAMPIRAN............. ..................... A........... Data Hasil Belajar Siswa ............. Analisis Instrumen Penelitian.................... Hasil Penelitian .... B.............................. Metode Analisis Data ........................... B........................................................ Prosedur pengumpulan Data ............................ ................................. Alat Pengumpulan Data............................ 2...................... Hasil Uji Normalitas Nilai Tes Awal Siswa.............................................................................................. 1.................................................... Hasil Uji Homogenitas Siswa ........................................................... E....................... 43 46 46 46 48 50 53 53 54 G......... Analisis Instrumen.................................................................................................................................... D............................................................. 67 67 68 DAFTAR PUSTAKA ............................................ Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa........ 1 2 Pengujuan Pendahuluan ................................ 59 4........ 58 58 1......... 59 3............................ Teknik Pengumpulan Data............................................................................................... Saran ................................................................. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN..................................... A.......................................................................................................................................... 59 62 BAB V PENUTUP ............................................. 58 2...................................... Kesimpulan .............................................................................................. .....................C............................... F..................................................... Uji Tahap Akhir....................................................... Pembahasan............................................................................................................................................................................................................................................................. ............................................................................................................ 71 xi .............

........... : Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Balajar Siswa ........... : Hasil Analisis lanjutan Dengan Uji Rank Berganda Duncan ...................................... 58 59 60 60 xii ...................... : Hasil Uji homogenitas Populasi ....................................................................DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 : Data hasil Belajar Siswa .......................

............................................................... LAMPIRAN 11 : Tugas Rumah................................................................................................... LAMPIRAN 12 : Instrumen Tes Awal......... 71 83 95 107 109 111 127 143 153 156 158 160 164 165 170 180 181 182 183 185 189 190 195 203 204 LAMPIRAN 10 : Kuis STAD ......................... LAMPIRAN 22 : Kisi-kisi Tes Haisl Belajar ............ : Lembar Kerja Siswa..... LAMPIRAN 21 : Hasil Analisis Tes Uji Coba . : Rencana Pembelajaran STAD .................................. LAMPIRAN 19 : Analisis Hasil Uji Coba ............................................ : Kegiatan Pembelajaran Kooperatitif Tipe STAD................................................................................................................... : Rencana Pembelajaran Konvensional....................................................................................................................................................................................................................................................... : Modul Jigsaw II ............................................. : Kegiatan Pembelajaran Kooperatitif Tipe JIGSAW II ................................................................... LAMPIRAN 23 : Tes Hasil Belajar............................. LAMPIRAN 14 : Kisi-kisi Tes Uji Coba........................................................................................................................... LAMPIRAN 24 : Kunci Tes Hasil Belajar ...................................... LAMPIRAN 20 : Contoh Hasil Perhitungan Analsis Instrumen ......DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 2 LAMPIRAN 3 LAMPIRAN 4 LAMPIRAN 5 LAMPIRAN 6 LAMPIRAN 7 LAMPIRAN 8 LAMPIRAN 9 : Rencana Pembelajaran Jigsaw II .................................. LAMPIRAN 16 : Kunci Jawaban Tes Uji Coba ...... : Kunci jawaban LKS ...................................................... : Kuis JIGSAW II .. xiii ................. LAMPIRAN 13 : Kunci Jawaban Tes Awal..... LAMPIRAN 18 : Daftar Nilai Uji Coba Instrumen Penelitian ................................................................................................................................................................................................................................................. LAMPIRAN 25 : Daftar Siswa Kelas JIGSAW II ......... LAMPIRAN 15 : Instrumen Tes Uji Coba .................................. LAMPIRAN 17 : Daftar Siswa Kelas Uji Coba....

..................................................................................................LAMPIRAN 26 : Daftar Siswa Kelas STAD............................................................................. LAMPIRAN 32 : Uji Homogenitas Populasi............................................................................................................. LAMPIRAN 27 : Daftar Siswa Kelas Konvensional ........................................................... LAMPIRAN 36 : Surat Penetapan Pembimbing LAMPIRAN 37 : Surat Permohonan Ijin Penelitian LAMPIRAN 38 : Surat Ijin Penelitian LAMPIRAN 39 : Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian LAMPIRAN 40 : Tabel Nilai-Nilai r Product Moment LAMPIRAN 41 : Tabel Distribusi Normal LAMPIRAN 42 : Tabel Distribusi χ2 LAMPIRAN 43 : Tabel Distribusi F LAMPIRAN 44 : Tabel Uji Rank Berganda Duncan 205 206 207 208 209 210 213 214 215 216 xiv .......... LAMPIRAN 34 : Daftar Analisis Varian .... LAMPIRAN 31 : Uji Normalitas Tes Awal............................... LAMPIRAN 35 : Analisis Lanjutan Dengan Uji Rank Berganda Duncan....................................................................... LAMPIRAN 28 : Daftar Kelompok JIGSAW II.. LAMPIRAN 30 : Data Nilai Tes awal............................................ LAMPIRAN 29 : Daftar Kelompok STAD ....... LAMPIRAN 33 : Data Nilai Tes Hasil belajar ...............

kritis. Alasan Pemilihan Judul Proses belajar mengajar merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara siswa dengan guru. cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa. xv . yang berarti bahwa dalam mempelajari matematika konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat harus benar-benar dikuasai agar dapat memahami konsep selanjutnya. Dalam proses belajar mengajar matematika selalu melibatkan siswa secara aktif untuk mengembangkan kemampuannya dalam berpikir rasional. Konsep matematika tersusun secara hierarkis. dan kreatif. Proses belajar mengajar dikatakan efektif apabila terjadi transfer belajar yaitu materi pelajaran yang disajikan guru dapat diserap ke dalam struktur kognitif siswa. Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak. Oleh karena itu penyajian materi perlu mendapat perhatian guru.BAB I PENDAHULUAN A. maka kondisi fisik dan psikis dari setiap individu siswa harus sesuai dengan materi yang dipelajarinya. Siswa dapat mengetahui materi tersebut tidak hanya terbatas pada tahap ingatan saja tanpa pengertian (rote learning) tetapi bahan pelajaran dapat diserap secara bermakna (meaning learning). Agar terjadi transfer belajar yang efektif.

” Hal ini disebabkan pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan siswa untuk berinteraksi. Untuk mengetahui efektifitas kedua tipe pembelajaran kooperatif tersebut pada siswa SMP diperlukan adanya penelitian. diantaranya tipe STAD dan JIGSAW II. Menurut Monks. dan optimalisasi keterlibatan seluruh indra siswa. metode dan teknik yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar. Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah.Dalam pembelajaran di sekolah guru hendaklah memilih dan menggunakan strategi pendekatan. Dari segi pembelajaran. baik mental. Terdapat beberapa macam (tipe) pembelajaran kooperatif. Siswa SMP berada pada usia pubertas. Linda Lundgren dalam Muslimin Ibrohim (2000: 17) menyatakan ”Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif untuk siswa yang rendah hasil belajarnya. penerapan strategi yang dipilih dalam pembelajaran matematika harus bertumpu pada dua hal yaitu optimalisasi interaksi semua unsur pembelajaran. maka sadar diri dan rasa tanggung jawab tersebut perlu ditanamkan. Menurut xvi . Di SMP N 10 Semarang model pembelajaran yang digunakan pada mata pelajaran matematika masih menggunakan pembelajaran konvensional. Pada usia tersebut siswa telah sadar dan memiliki rasa tanggung jawab. Knoers dan Siti Rahayu dalam Dimyati (1999: 25) dari segi perkembangan anak telah memiliki tujuan sendiri pada usia masih muda (pubertas) dan dewasa muda. maupun sosial. Siswa perlu dididik untuk menjalankan program dan mencapai tujuan belajar sendiri Belajar dengan pengajaran kelompok kecil membuat siswa belajar lebih kreatif dan mengembangkan sifat kepemimpinan pada siswa serta dapat memenuhi kebutuhan siswa secara optimal. Dengan kata lain siswa SMP secara perlahan perlu dididik agar memiliki rasa tanggung jawab dalam belajar dan membuat program belajar dengan tujuan belajar sendiri. fisik.

siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. maka dilakukan penelitian yang berjudul KEEFEKTIVAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS II SEMESTER 1 SMP N 10 SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2004/2005. Untuk mengetahui pembelajaran mana yang lebih baik. apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Permasalahan Masalah yang akan diteliti pada penelitian ini adalah: 1. jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. JIGSAW II. B. xvii . 2. JIGSAW II. untuk itu perlu diadakan penelitian khususnya pembelajaran matematika pada pokok bahasan teorema Pythagoras agar hasil belajarnya meningkat.pengamatan hasil belajar matematika pada pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat masih belum memuaskan. maka: a. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas II.

Keefektivan Efektif adalah ada pengaruhnya atau dapat membawa hasil. pembelajaran adalah cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir agar mengenal dan memahami apa yang dapat dipelajari apa yang sedang terjadi. Keefektivan adalah keberhasilan tentang suatu usaha atau tindakan. Pembelajaran. apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas II. Pembelajaran Kooperatif xviii .b. (Darsono. yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. Sedangkan menurut aliran kognitif.1993:219) Keefektivan yang dimaksudkan pada judul di atas bahwa dalam penelitian ini hasil belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II lebih baik dari pada hasil belajar kelas dengan pembelajaran konvensional. C. sehingga tingkah laku siswa berubah ke arah yang lebih baik. (Kamus Besar bahasa Indonesia. 2000: 24) Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan metode ekspositori dimana guru lebih banyak berperan. 2. c. Penegasan Istilah 1. manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas II . 3.

xix .11) 4.Pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi belajar dimana siswa belajar dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Masing masing anggota kelompok asal bertemu dalam kelompok ahli untuk membahas materi yang ditugaskan pada masing-masing anggota kelompok dimana guru sebelumnya tidak menjelaskan tentang materi tersebut. Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II merupakan model pembelajaran dimana siswa belajar berkelompok / tim yang beranggotakan 4 atau 5 orang siswa yang heterogen kemampuannya. 6.(Slavin dalam Hermin Budiningrati. Setelah pembahasan dalam kelompok ahli selesai kemudian tiap siswa kembali ke kelompok semula (asal) dan menjelaskan pada teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan materi. Dalam pembelajaran ini siswa digolongkan dalam dua kelompok yaitu kelompok asal dan kelompok ahli. Dalam menyelesaikan tugas kelompok setiap anggota saling bekerja sama dan membatu untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Selama kerja kelompok. 5. Pembelajaran Kooperaif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran yang paling sederhana sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif. 1998. tugas anggota kelompok adalah mencapai ketuntasan materi dan saling membantu teman sekelompok mencapai ketuntasan. Hasil Belajar Matematika Hasil belajar matematika adalah hasil belajar yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam pelajaran matematika.

atau masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Konvensional Menurut percivel F dan Ellington H ( terjemahan Sudjarwo. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. pembelajaran konvensional adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori.(Darsono. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. 2000: 27) 7. Dalam penelitian ini teorema Pythagoras merupakan salah satu pokok bahasan yang terdapat dalam mata pelajaran matematika bagi SLTP kelas II semester I. termasuk dalam menilai kemajuan belajar siswa. 8. Tujuan a. D. Tujuan Dan Manfaat 1. Teorema Pythagoras Teorema Pythagoras adalah bagian dari materi geometri SLTP yang banyak menuntut siswa untuk dapat menemukan prinsip dan menggunakan teorema itu dalam menyelesaikan soal-soal bangun datar. bangun ruang. Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar.1998:19) pendekatan yang berorientasi pada guru adalah pendidikan yang konvensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru. xx . Pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

b. memberikan alternatif model pembelajaran pokok bahasan teorema Pythagoras. Jika ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Manfaat Hasil dari kegiatan penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk. penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas II. 2.b. maka: 1. dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. xxi . a. karena dalam model pembelajaran kooperatif keberhasilan individu merupakan tanggung jawab kelompok. 2. 3. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe II. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang lebih baik hasil belajar matematika antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa SMP kelas II. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada siswa yang dikenai pembelajaran JIGSAW konvensional pada pokok bahasan teorema pythagoras siswa SMP kelas II. menumbuhkan semangat kerjasama.

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan JIGSAW II. berisi: Matematika Sekolah. lembar pengesahan.c. Bagian awal skripsi ini berisi halaman judul. Manfaat Penelitian. Hipotesis Penelitian. Teorema Pythagoras. yaitu: Bab I : Pendahuluan. E. Kerangka Berpikir. Sistematika Penulisan Skripsi Secara garis besar sistematika skripsi ini terbagi menjadi tiga bagian. dan bagian akhir skripsi. motto dan persembahan. memberi bekal mahasiswa calon guru matematika siap melaksanakan tugas di lapangan sesuai kebutuhan lapangan (stakeholder). daftar isi. Tujuan. Teori Belajar dan Hasil Belajar Matematika. abstrak. bagian isi skripsi. Penegasan Istilah. meningkatkan motivasi dan daya tarik siswa terhadap mata pelajaran matematika. Permasalahan. daftar tabel dan daftar lampiran. yaitu: bagian awal skripsi. berisi: Alasan Pemilihan Judul. Bab II: Landasan Teori. xxii . serta Sistematika Penulisan Skripsi. kata pengantar. Bagian isi skripsi terdiri dari 5 bab. Pembelajaran Konvensional. d.

Variabel Penelitian. Sedangkan yang dimaksud kurikulum matematika adalah kurikulum pelajaran matematika yang diberikan di jenjang pendidikan menengah ke bawah bukan di jenjang perguruan tinggi. Metode Analisis Data. Teknik Pengumpulan Data. Belajar matematika bagi para siswa. dan ilmu atau pengetahuan. pola pikir. berisi: Simpulan dan Saran. Bab IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan. Prosedur Pengumpulan Data. Siswa diberikan pengalaman menggunakan matematika sebagai alat untuk memahami atau menyampaikan suatu informasi misalnya melalui persamaanpersamaan/tabel-tabel dalam model-model matematika yang merupakan penyederhanaan dari soal-soal cerita/ soal uraian matematika lainnya. BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. berisi : Hasil-Hasil Penelitian dan Pembahasan.Bab III: Metode Penelitian. Fungsi mata pelajaran matematika sebagai alat. Bab V : Penutup. Alat Pengumpul Data. juga merupakan pembentukan pola pikir dalam pemahaman suatu pengertian maupun dalam penalaran suatu hubungan diantara xxiii . Matematika Sekolah Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan di sekolah yaitu yang diajarkan di pendidikan dasar (SD dan SMP) dan pendidikan menengah (SMA/ SMK). Bagian akhir skripsi berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran. Analisis Instrumen. berisi: Metode Penentuan Obyek Penelitian.

penalaran-penalaran itu. b. dari hal yang sederhana ke hal yang kompleks atau dari konsep yang mudah ke konsep yang lebih sukar. Pembelajaran matematika adalah berjenjang (bertahap). 2003: 68-69). siswa memiliki pengetahuan matematika sebagai bekal untuk melanjutkan ke pendidikan menengah. Selain itu matematika berfungsi sebagai ilmu atau pengetahuan. d. cermat. Menurut Erman Suherman (2003: 58) tujuan pembelajaran matematika di SMP adalah agar: a. Dalam setiap memperkenalkan konsep dan bahan yang baru perlu memperhatikan konsep/ bahan yang dipelajari siswa sebelumnya. sehingga tentunya pengajaran matematika di sekolah harus diwarnai oleh fungsi tersebut. b. siswa memiliki keterampilan matematika sebagai peningkatan dan perluasan dari matematika sekolah dasar untuk dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. siswa memiliki pandangan yang cukup luas dan memiliki sikap logis. kritis. dan disiplin serta menghargai kegunaan matematika Karakteristik pembelajaran matematika di sekolah sebagai berikut (Erman Suherman. Bahan kajian matematika diajarkan secara berjenjang/ bertahap. a. baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam membantu mempelajari ilmu pengetahuan lainnya. c. yang dimulai dari hal yang konkrit dilanjutkan ke hal yang abstrak. Bahan yang xxiv . siswa memiliki kemampuan yang dapat dialihgunakan melalui kegiatan matematika. Pembelajaran matematika mengikuti metode spiral.(Erman Suherman. 2003: 55-56) Tujuan umum pembelajaran matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yaitu memberikan penekanan pada keterampilan dalam penerapan matematika.

Kebenaran-kebenaran dalam matematika pada dasarnya merupakan kebenaran konsistensi. mendengarakan dengan cermat pendapat siswa. mendengarkan dengan cermat apa yang sedang diperbincangkan siswa. melalui tes. Pembelajaran matematika menekankan pola pikir deduktif. berdialog dengan teman yang lain . efisiensi dan ketepatan (efektifitas). c. Penilaian pembelajaran perlu diusahakan menyeluruh dalam arti meliputi “ langkah kerja” dan “hasil kerja” Menurut Erman Suherman (2003:72) cara menilai dapat dilakukan antara lain melalui: a. pengamatan terhadap siswa sewaktu bekerja. e.baru selalu dikaitkan dengan bahan yang telah dipelajarinya dan sekaligus untuk mengingatkannya kembali. menganalisis hasil kerja siswa. b. Pembelajaran matematika menganut kebenaran konsistensi. Pemahaman konsep-konsep matematika melalui contoh-contoh dengan sifat yang sama yang dimiliki dan yang tidak dimiliki oleh konsep-konsep tersebut merupakan tuntutan pembelajaran matematika. Kebenaran dalam matematika sesuai dengan struktur deduktif aksiomatiknya. Proses dan hasil berpikir tersebut dinilai dari segi kelogisan. alasan (reasoning) dan kreativitas. kecermatan. c. xxv . tidak ada pertentangan antara kebenaran suatu konsep dengan konsep lainnya. mengajukan pertanyaan. Dalam proses berpikir perlu dilihat tata nalar. d. d. Penilaian pembelajaran matematika ditekankan pada proses dan hasil berpikir.

Sistem pendidikan gotong royong merupakan alternatif menarik yang dapat mencegah timbulnya kegresifan dalam sistem kompetisi dan keterasingan dalam sistem individu tanpa mengorbankan aspek kognitif. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.B. Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “sehidup sepenanggungan bersama”. 3. 7. 1. Pada pembelajaran kooperatif siswa percaya bahwa keberhasilan mereka akan tercapai jika dan hanya jika setiap anggota kelompoknya berhasil. 5. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggungjawab yang sama diantara anggota kelompoknya. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama. Dengan menerapkan strategi pembelajaran kooperatif pada siswa berarti sekolah ( guru dan murid): xxvi . Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar mengajar di mana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil dengan tingkat kemampuan kognitif yang heterogen. Sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerjasama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur disebut sebagai pengajaran gotong royong atau cooperatif learning. Menurut Muslimin Ibrohim (2000:6) Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut. 2. Siswa bertanggungjawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya seperti milik mereka sendiri. (Woolfolk dalam Budiningarti 1998: 22) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran yang didasarkan pada faham konstruktivisme. 4. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok. 6.

Teori Kognitif Asumsi dasar teori-teori perkembangan kognitif adalah bahwa interaksi antar siswa disekitar tugas-tugas yang sesuai akan meningkatkan ketuntasan mereka tentang konsep-konsep penting. Vygotsky mendefinisikan Zone of proximal development sebagai suatu selisih atau jarak antara tingkat perkembangan potensial yang ditentukan oleh pemecah masalah dengan bimbingan orang dewasa atau melalui kerjasama dengan sejawat yang lebih mampu. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Student Team Achievement Division (STAD) merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di xxvii . 5. Teori motivasi Aspek motivasi pada dasarnya ada dalam konteks pemberian penghargaan kepada kelompok.1. mengembangkan dan menggunakan keterampilan kooperatif berfikir kritis dan kerja sama kelompok. menerapkan bimbingan oleh teman (peer coaching). b. a. Adanya tujuan kelompok (tujuan bersama) mampu menciptakan situasi di mana cara bagi setiap anggota kelompok untuk mencapai tujuannya sendiri adalah dengan mengupayakan agar tujuan kelompoknya tercapai terlebih dahulu. membangun sekolah dalam suasana belajar. 3. menyuburkan hubungan antar pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari latar belakang yang berbeda. menghormati nilai-nilai ilmiah. Slavin (1995: 16) menyatakan terdapat dua aspek penting yang mendasari keberhasilan cooperatif learning yaitu teori motivasi dan teori kognitif. menciptakan lingkungan yang menghargai. 2. C. 4.

dan penghargaan kelompok. Secara individual setiap pertemuan siswa diberi kuis. kuis. Kuis itu diskor dan tiap individu diberi skor perkembangan. Setiap pertemuan pada suatu lembar penilaian singkat atau dengan cara lain. xxviii .Universitas John Hopkin. satu sama lain atau melakukan diskusi. Menurut Slavin (1995:71) STAD terdiri dari 5 (lima) komponen utama yaitu penyajian materi. Skor perkembangan ini tidak berdasarkan pada skor mutlak siswa. Anggota tim menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami bahan pelajaran melalui tutorial. atau siswa yang mencapai skor sempurna pada kuis-kuis itu. tetapi berdasarkan pada seberapa jauh skor itu melampui rata-rata skor siswa yang lalu. Disamping itu guru juga mempertimbangkan kriteria heterogenitas yang lainnya seperti jenis kelamin. Dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kuis. kelompok. siswa-siswa dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok yang beranggotakan 4-6 siswa. siswa yang mencapai skor perkembangan tinggi. sedang dan rendah. yang terdiri dari siswa pandai. diumumkan tim-tim dengan skor tertinggi. skor peningkatan individu. Pembawaan siswa ke dalam kelompok-kelompok perlu diseimbangkan sehingga setiap kelompok memiliki anggota yang tingkat prestasinya seimbang. Kadang-kadang seluruh tim yang mencapai kriteria tertentu dicantumkan dalam lembar itu. Tipe ini merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk menggunakan pendekatan kooperatif . kesenangan dan lain sebagainya. latar belakang sosial.

Setiap siswa diberi skor berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa yang lalu pada kuis yang serupa. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok. ras. Penyajian materi Dalam STAD. Selama belajar kelompok. jenis kelamin. termasuk penyajian dengan audio visual. Tim atau kelompok Tim atau kelompok terdiri atas 4-5 siswa dengan prestasi akademik. dan skor kuis mereka menentukan skor kelompok mereka. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. Dalam hal ini. xxix . dan etnis yang bervariasi. siswa menyadari bahwa mereka harus memeperhatikan selama penyajian kelas karena dengan demikian akan mengerjakan kuis dengan baik. Seringkali ini merupakan instruksi langsung atau kuliah-diskusi yang dipandu oleh guru. materi mula-mula diperkenalkan dalam penyajian materi. 4. Kuis dikerjakan oleh siswa secara mandiri. 3. Skor peningkatan individu Ide yang melatarbelakangi skor perbaikan individu adalah memberikan prestasi yang harus dicapai oleh setiap siswa jika ia bekerja lebih keras dan mencapai hasil belajar yang lebih baik daripada sebelumnya.1. 2. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok. siswa mengikuti kuis secara individu. Kuis Setelah 1 sampai 2 periode penyajian guru dan latihan tim.

siswa bekerja dalam tim yang heterogen seperti dalam STAD.Kemudian siswa mendapatkan poin untuk timnya berdasarkan tingkat kenaikan skor kuis dan skor dasarnya. 5. Selanjutnya ahli-ahli ini kembali ke tim masing-masing untuk menyampaikan kepada anggota yang lain dalam satu tim asal. Siswa diminta untuk membaca suatu materi dan diberi lembar ahli (expert sheet) yang memuat topik-topik berbeda untuk tiap anggota tim yang harus dipelajari pada saat membaca. Penghargaan kelompok Tim dimungkinkan mendapat sertifikat atau penghargaan lain apabila skor ratarata mereka melebihi kriteria tertentu. selanjutnya dari tim berbeda dengan topik yang sama bertemu (berkumpul) dalam kelompok ahli. Seperti juga dalam STAD. Kunci dari pembelajaran tipe JIGSAW II adalah saling xxx . Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II Pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dapat digunakan apabila topik-topik yang dipelajari ditulis dalam bentuk cerita. D. skor yang dikontribusi oleh siswa kepada timnya menjadi dasar sistem peningkatan skor individual. Pada akhirnya siswa mengerjakan kuis yang mencakup semua topik dan skor yang diperoleh menjadi skor tim (seperti dalam STAD). untuk mendiskusikan topik mereka selama waktu yang ditentukan. sehingga pembelajaran ini cocok untuk topik-topik ilmu sosial. Apabila siswa telah selesai membaca. dan beberapa topik ilmu sains terutama topik yang berkaitan dengan penanaman konsep. literatur. Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. Siswa dengan skor tinggi dalam timnya dapat menerima sertifikat atau penghargaan lainnya.

yaitu setiap siswa bergantung pada anggota satu timnya untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan agar mengerjakan kuis dengan baik. Ilustrasi kelompok JIGSAW II: ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ⊗ ⊗ ⊗ ♦ ♦ ♦ ♦ ∇ ∇ ∇ ∇ ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ Keterangan: Baris I dan III Baris II ⊗ ♦ ∇ ⊗ ♦ ∇ : Kelompok asal : Kelompok ahli Gambar 1 Menurut Slavin ( 1995: 122 ) Kegiatan instruksional yang secara reguler dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II terdiri atas membaca. Membaca Siswa menerima topik ahli dan membaca materi yang ditnjuk untuk menggali informasi (mendalaminya). dan penghargaan tim. laporan tim.kertergantungan. diskusi kelompok ahli. Diskusi kelompok ahli xxxi . 1. 2. tes.

5.Siswa dengan topik ahli yang sama bertemu untuk mendiskusikannya dalam kelompok ahli. 4. 1995: 80) Langkah 1 menetapkan skor dasar Langkah 2 menghitung skor kuis terkini Langkah 3 menghitung skor perkembangan setiap siswa diberikan skor berdasarkan skor kuis yang lalu. Laporan tim Ahli-ahli kembali pada timnya dan mengajarkan topik mereka kepada anggota yang lain dalam satu timnya. Siswa mendapatkan poin perkembangan yang besarnya apakan skor kuis terkini mereka menyamai atau melampaui skor dasar mereka. sehingga butir-butir itu dapat diskor di kelas atau segera setelah tes diberikan. butir-butir tes pada kuis ini harus merupakan satu jenis tes obyektif paper and pencil. Penghargaan tim Tim dimungkinkan mendapatkan sertifikat atau penghargaan lain apabila skor rata-rata mereka melebihi kriteria tertentu. Cara menentukan skor individual (Slavin. 3. Siswa memperoleh poin untuk kuis yang berkaitan. Tes Siswa mengerjakan kuis individual yang mencakup semua topik. dengan menggunakan skala yang diberikan di bawah ini. 0 poin 10 poin 20 poin 30 poin 30 poin Lebih dari 10 poin di bawah skor dasar 10 – 1 poin di bawah skor dasar xxxii Skor dasar sampai 10 poin diatas skor dasar Lebih dari 10 poin diatas skor dasar Pekerjaan sempurna (tanpa memperhatikan skor dasar) . Penilaian Dalam Pembelajaran Kooperatif Penilaian dalam pembelajaran kooperatif dilakukan dengan tes atau kuis tentang bahan pembelajaran. Dalam banyak hal.

atau disuruh mengerjakan di papan tulis. Teori Belajar Dan Hasil Belajar Matematika Ada beberapa teori belajar yang mendasari pelaksanaan belajar matematika diantaranya: 1. Jadi dalam pembelajaran dngan metode ini siswa belajar lebih aktif daripada metode ceramah. F. Jadi metode pembelajaran yang pada umumnya digunakan para guru matematika adalah lebih tepat dikatakan sebagai pengajaran dengan menggunakan metode ekspositori daripada metode ceramah. Teori Ausubel Menurut Ausubel (1971) dalam (Herman Hudojo. karena siswa mengerjakan latihan soal sendiri. dimana pada awal pelajaran guru menerangkan materi dan memberi contoh soal kemudian siswa membuat catatan dan membuat latihan soal kemudian bertanya jika ada informasi yang tidak dimengerti. Pembelajaran konvensional di sini adalah pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori. Erman Suherman (2003:203) menyatakan bahwa dalam metode ekspositori kegiatan pembelajaran terpusat pada guru sebagai pemberi informasi. Pembelajaran Konvensional Pembelajaran konvensional dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang biasa dilakukan guru dalam mengajar di sekolah menengah pada mata pelajaran matematika. 2001: 93) bahan pelajaran yang dipelajari haruslah “bermakna” (meaningful) artinya bahan pelajaran itu xxxiii .E. bekerjasama dengan temannya.

intelektual. Dengan demikian. dan nilai. perilaku yang kena hukuman. membuat program pembelajaran. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi lingkungan. Kedua.sedemikian hingga konsep-konsep baru benar-benar terserap. dan kegiatan luar sekolah yang dapat dijadikan penguat. (Dimyati dan Mudjiono. Disamping itu iapun menyatakan bahwa dalam belajar siswa tidak hanya menerima dan menghapal tetapi siswa mengkontruksi sendiri pengetahuannya. sikap. Keempat. 3. sebaliknya bila ia tidak belajar maka responsnya menurun. Teori Skinner Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Ketiga. Dengan perkataan lain pelajaran baru haruslah dikaitkan dengan konsepkonsep yang sudah ada. mempelajari keadaan kelas. 1999: 8) Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999: 8) langkah-langkah pembelajaran berdasarkan teori Skinner sebagai berikut. Guru mencari dan menemukan perilaku siswa yang positif atau negatif. Setelah belajar siswa memiliki keterampilan.cocok dengan kemamapuan siswa dan harus relevan dengan struktur kognitif siswa. a. Program pembelajaran ini berisi urutan perilaku yang dikehendaki. 2. d. c. xxxiv . 1999: 9) belajar merupakan kegiatan yang kompleks. kondisi internal. Menurut Gagne belajar terdiri dari tiga komponen penting. maka responsnya menjadi lebih baik. pengetahuan. yaitu kondisi eksternal. memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis penguatnya. penguatan. Pada saat orang belajar. informasi Verbal adalah kapabilitas untuk menggungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa baik lisan maupun tertulis. Guru mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa. dan hasil belajar. Teori Gagne Menurut Gagne dalam (Dimyati. menjadi kapabilitas baru. membuat daftar penguat positif. dan hasil belajar berupa kapabilitas. Perilaku positif akan diperkuat dan perilaku negatif diperlemah. melewati pengolahan informasi. b. Kesatu. emosional siswa terlibat di dalam kegiatan belajar mengajar. waktu mempelajari perilaku dan evaluasi. Menurut Gagne kapabilitas siswa terdiri dari 5 hasil belajar yaitu: a.

Siswa SMP masih ada pada tahap operasi konkrit. keterampilan motorik adalah kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan koordinasi. Dari ketiga hal diatas. sikap adalah kemampuan menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek tersebut. strategi kognitif adalah kemampuan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan masalah. d. 1999: 10-11) 4. dalam menyajikan pelajaran guru jangan memberikan konsep yang harus diterima begitu saja. Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar. c.b. melainkan harus lebih mementingkan pemahaman terhadap proses terbentuknya konsep tersebut daripada hasil akhir. a. artinya jika ia akan memahami konsep abstrak matematika harus dibantu dengan menggunakan benda konkrit. e. Teori Gestalt John Dewey dalam (Erman Suherman. Untuk itu guru bertindak sebagai pembimbing dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan proses melalui metode induktif. keterampilan intelektual adalah kecakapan yang berfungsi untuk berhubungan dengan lingkungan hidup serta mempresentasikan konsep dan lambang. Pelaksanaan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa. sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani. c. (Dimyati dan Mudjiono. kemudian xxxv . Oleh karena itu dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mulailah menyajikan contoh-contoh konkrit yang beraneka ragam. Pendekatan dan metode yang digunakan tersebut haruslah disesuaikan dengan kesiapan intelektual siswa. b. Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian. 2003: 47) mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal sebagai berikut.

Ia sudah mampu menyebutkan keteraturan yang terdapat pada benda geometri itu. tahap deduksi. Tahap Pengurutan Pada tahap ini anak sudah mampu melaksanakan penarikan kesimpulan. 2003: 4748). a. Tahap Analisis Pada tahap ini anak sudah mulai mengenali sifat-sifat yang dimiliki benda geometri yang diamatinya. Menurut teorema ini ada tiga unsur utama dalam pengajaran geometri yaitu waktu. c. Van Hiele dalam Erman Suherman (2003: 51-52) menyatakan bahwa terdapat 5 tahap belajar anak dalam belajar geometri. d. Tahap Deduksi xxxvi . Teorema Van Hiele Teorema Van Hiele mengemukakan teori belajar dalam geometri. Tahap Pengenalan Pada tahap ini anak belajar mengenali suatu bentuk geometri secara keseluruhan namun belum mampu mengetahui adanya sifat-sifat dari bentuk dari bentuk geometri yang dilihatnya itu.mengarah pada konsep abstrak. namun belum berkembang secara penuh. tahap pengurutan. b. dan metode pengajaran yang diterapkan jika ditata secara terpadu akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak yang lebih tinggi. Dengan cara seperti itu diharapkan kegiatan belajar mengajar biasa berjalan secara bermakna (Erman Suherman. 5. dan tahap akurasi yang diuraikan sebagai berikut. yang kita kenal dengan sebutan berpikir induktif. yaitu tahap pengenalan. tahap analisis. materi pengajaran.

c. hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal menunjukkan ciri sebagai berikut. bahan informasi dalam inovasi pendidikan. pengetahuan.Pada tahap ini anak sudah mampu menarik kesimpulan secara deduktif dari yang secara umum ke khusus. Hasil belajar matematika adalah hasil yang diperoleh dari perubahan tingkah laku berkat pengalaman dan latihan yang berupa penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam pelajaran matematika (Darsono. Asumsinya bahwa hasil belajar dapat dijadikan pendorong bagi siswa dalam meningkatkan iptek serta berperan sebagai umpan balik dalam meningkatkan mutu pendidikan. afektif dan psikomotor serta keterampilan atau perilaku. lambang pemuasan. d. Beberapa fungsi hasil belajar yaitu sebagai indikator kualitas dan kuantitas pengetahuan yang telah dikuasai oleh siswa. 2000: 27). dan kompleks. Tahap ini merupakan tahap berpikir yang tinggi. rumit. Tahap Akurasi Pada tahap ini anak sudah menyadari betapa pentingnya ketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu pembuktian. xxxvii . Hasil yang dicapai bermakana bagi diri siswa. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi belajar intrinsik pada diri siswa. Menurut Nana Sudjana (2001:57). e. Anak mulai mampu menggunakan aksioma atau postulat. a. b. Hasil belajar yang diperoleh siswa komprehensif (menyeluruh) yang mencakup ranah kognitif. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. dasar ingin tahu.

a2 =a x a b. Teorema Pythagoras 1. Akar kuadrat suatu bilangan Hasil akar kuadrat dari bilangan a. Persegi Perhatikan persegi ABCD di samping. G. (3) C Jika panjang sisi persegi ABCD adalah a. a2 dibaca “a pangkat dua” atau dibaca “a kuadrat”. dapat ditentukan dengan sifat berikut : a = b jika b2 = a. jadi luas daerah persegi adalah kuadrat sisi-sisinya. maka luas B daerah persegi ABCD dirumuskan sebagai berikut : L = a x a = a2 . Kuadrat suatu bilangan Kuadrat suatu bilangan adalah perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri. Jadi.25 = 50 = (3. Cholik Adinawan dan Sugijono.e. 4. Kemampuan siswa untuk mengontrol/ menilai dan mengendalikan diri dalam menilai hasil yang dicapai maupun proses dan usaha belajarnya. 12. dengan b ≥ 0 (b adalah bilangan positif atau nol) ( M.5) 2 = 3. xxxviii . 172 = 17 x 17 = 289 2.5 25 x 2 = 25 × 2 = 5 2 2. D A Gb. Luas Daerah Persegi Dan Segitiga Siku-Siku a. 1999:12) Contoh Soal : 1. (-7)2 = -7 x (-7) = 49 3. Kuadarat dan Akar kuadrat suatu Bilangan a.

xxxix = 1 1 × a × t = × 4 × 2.42 = 0.5 cm Panjang AB = a = 4 cm Luas daerah ∆ ABC 3.4 = 0.016 m2 b.016 Jadi luas daerah persegi adalah 0.5 cm dan panjang AB= 4cm! A Gb. Segitiga siku-siku C Luas daerah segitiga siku-siku = 1 x panjang 2 sisi siku-siku x A Gb.4 x 0. luas daerah persegi pada sisi miring sama dengan jumlah luas daerah persegi-persegi pada dua sisi yang lain. (5) Penyelesaian: B Panjang AC = t = 2. Pernyataan ini dinamakan Teorema Pythagoras.Contoh Soal : Hitunglah luas daaerah persegi yang panjang sisinya 0.5 = 5 cm2 2 2 . (4) Contoh Soal : B panjang sisi siku- Perhatikan gambar di bawah ini C Hitunglah luas daerah segitiga ABC jika panjang AC= 2.4 m Penyelesaian: Luas daerah persegi = s2( s = sisi) = 0. Teorema Pythagoras Pada setiap segitiga siku-siku.

(7) a B a A b a2 a b Gb. . (8) 2 b c a B Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (7) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 × luas daerah yang diarsir). 1 ⇔ a 2 + b 2 = (a + b) × (a + b) − 4.E c F a a B c c2 a a 2 a b C b H c c A b I D Dalam ∆ABC siku-siku di C berlaku AB2 = BC2 + AC2 ⇔ c2 = a2 + b2 G b2 b2 Gb. perhatikan gambar di bawah ini D a b c c a C D a b C b b c c2 b c c A a b Gb.ab 2 2 2 ⇔ c = (a + b) − 2ab Luas daerah yang tidak diarsir pada gambar (8) adalah luas daerah persegi ABCD – (4 × luas daerah yang diarsir).ab 2 2 2 2 ⇔ a + b = (a + b) − 2ab xl . . Pembuktian Teorema Pythagoras Untuk membuktikan teorema Pythagoras. (6) b 4. 1 ⇔ c 2 = (a + b) × (a + b) − 4.

Menggunakan Teorema Pythagoras Untuk Menghitung Panjang Salah Satu Sisi Segitiga Siku-Siku Jika Sisi-Sisi Lainnya Diketahui Teorema Pythagoras dapat digunakan untuk menghitung panjang salah satu sisi pada segitiga siku-siku. C B Gb.Ternyata dari kedua gambar tersebut daerah yang tidak diarsir memiliki luas daerah yang sama. (10) AB = 324 + 576 = 900 = 900 = 30 Jadi panjang AB adalah 30 cm xli . jika dua sisi lainnya diketahui. dan BC = 24 cm Hitunglah panjang hipotenusa (sisi miring)! Penyelesaian: B Menurut teorema Pythagoras AB2 = AC2 + BC2 = 182 + 242 24 C A 18 Gb. AC= 18 cm. (9) 5. Contoh Soal : Diketahui segitiga ABC siku-siku di C . yaitu: 2 2 Dari gambar (5) : c = (a + b) − 2ab 2 2 2 A b c a Dari gambar (6): a + b = (a + b) − 2ab Jadi c2 = a 2 + b2 .

C 300 Dalam ∆ABC seperti gambar di samping. 2 A D Karena ∠ACD menghadap sisi AD dan sisi AC sebagai sisi miring atau hipotenusa. ∠ACB = 300 . atau 2 AD = BD = 1 AC. Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 300 atau 600 Gambar (11) adalah ∆ABC sama sisi dan CD adalah garis tinggi. (12) 1 AC. maka dapat dinyatakan hal berikut : Dalam setiap segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 300. (11) B AD = BD = 1 BC. maka : 600 xlii A B . 2 Jika dalam Gambar (12). sebab AB = AC 2 A D Gb. 1 panjang sisi di hadapan sudut 300 adalah hipotenusa (sisi 2 miring). dan panjang BC = 2 satuan.6. ∠ABC = 600. AD = C Gb. maka: AB = BC = AC ∠BAC = ∠ABC = ∠ACB = 600 ∠ACD = ∠BCD = 300. ∆ADC digambar terpisah. 450. Dan 600) a. maka menjadi seperti gambar (11) : ∠ACD = 300 dan ∠DAC = 600. Menghitung Perbandingan Sisi-Sisi Segitiga Siku-Siku Khusus (Salah Satu Sudutnya 300. C 1 AD = BD = AB. sebab AB = BC.

AB = Gb. panjang AB = 1 satuan. ∠ABC = ∠ACB = 450 Jika. b. Atau 3 : 1. maka : xliii BC2 = AB2 + AC2 = 12 + 12 = 1 +1 C 450 . ∠ ABC = 300 hitunglah panjang : a. BC2 = AB2 + AC2 22 = 12 + AC2 AC2 = 4 – 1 = 3 AC = 3 Jadi.2 2 =1 Jadi. sehingga : AB = AC. dan sisi di hadapan 300 adalah 2 : 3 : 1. (14) 6 3 =3 3 2 Jadi panjang AB adalah 3 3 cm. (13) 1 . AB = 1 satuan. A 3 B Gb. sisi di hadapan 600. 13 BC : AB : AC = 2 : Contoh Soal : Segitiga ABC siku-siku di A dan panjang BC = 6 cm. AB Penyelesaian: C BC : AB = 2 : 3 6 : AB = 2 : 3 6 2 = AB 3 6 3 = 2 AB AB = A 6 cm B Gb. AC = 3 satuan. Dari hasil di atas dapat dibuat perbandingan sebagai berikut : C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut 600 1 300 2 900.BC 2 1 = . Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 450 Gambar (13) adalah ∆ABC siku-siku sama kaki.

xliv .Berdasarkan hasil di atas. atau BC : AC = 2 : 1 . dan sisi di hadapan 450 adalah 2 : 1. atau BC : AB : AC = 2 : 1 : 1. BC : AB = 2 : 1 . dapat dibuat perbandingan sebagai berikut : C Perbandingan antara sisi di hadapan sudut 900. B 450 A Contoh Soal : Diketahui ∆ PQR siku-siku di Q dengan panjang PR = 10 ∠ QPR = 450 Hitunglah panjang QR ! 2 cm dan Penyelesaian : P PR : QR = 10 2 : QR = 2:1 2:1 10 2 cm 10 2 2 = QR 1 R Q Gb. (16) 10 2 = QR = 2 QR 10 2 2 = 10 Jadi panjang QR adalah 10 cm.

BC = 6 cm.. Penyelesaian : Perhatikan ∆ ABD . dan CG = 15 cm. Hitunglah panjang AC dan AG ! xlv .AB 2 = 172 . Luas daerah persegi panjang ABCD = Panjang x Lebar = AB x AD = 15 x 8 = 120 cm2 Jadi luas daerah persegi panjang ABCD adalah 120 cm2 b Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun ruang Pada balok ABCD.EFGH berikut ini panjang AB = 8 cm.7.15 2 = 289 . AB = CD = 15 cm D 17 B Menurut teorema Pythagoras AD2 = BD 2 .225 = 64 BC = 64 = 8 A 15 Jadi panjang BC adalah 8 cm. (17) B C Hitunglah panjang sisi AD dan luas daerah persegi panjang ABCD. Menggunakan Teorema Pythagoras Pada Bangun Datar Dan Bangun Ruang Contoh soal: a Gunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal bangun datar di bawah! Perhatikan gambar di samping ! D 15 cm 17 cm A Gb.

Perhatikan ∆ ABC siku-siku di G titik B. maka: AC2 = AB2 + BC2 C B Gb. Teorema Pythagoras dalam ∆ABC siku-siku di C dirumuskan sebagai : c 2 = a 2 + b 2 . (19) xlvi . Kebalikan Teorema Pythagoras Dan Tripel Pythagoras a Kebalikan teorema Pythagoras B Menurut teorema kebalikan Pythagoras bahwa dalam c a C segitiga siku-siku kuadrat panjang hipotenusa sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya. A b Gb.Penyelesaian: H E F a. AG = 325 = 5 13 Jadi panjang AG = 5 13 cm 8. (18) = 82 + 62 = 64 + 36 = 100 AC = 100 = 10 A D A Jadi panjang AC = 10 cm b. Lihat ∆ ACG siku-siku di titik C AG2 = AC2 + CG2 = 102 +152 = 100 + 225 = 325.

Contoh Soal : xlvii . 12 cm. Maka : a = 13 dan a2 = 16 b = 12 dan b2 = 144 c = 5. maka menurut kebalikan teorema Pythagoras bahwa segitiga tersebut adalah segitiga sikusiku. dan c2 = 25 diperoleh 169 = 144 + 25 132 = 122 + 52 a2 = b2 + c2 karena panjang sisi segitiga memenuhi a2 = b2 + c2 . Periksalah apakah segitiga itu siku-siku ! Penyelesaian: Misalkan sisi terpanjang segitiga adalah a. b Tripel Pythagoras Dalam perhitungan yang menggunakan teorema Pythagoras selalu memerlukan tiga buah bilangan untuk menyatakan panjang hipotenusa (sisi miring) dan panjang kedua siku-sikunya. dan sisi yang lainnya b dan c. maka ∠C adalah siku-siku atau ∠C = 900. dengan siku-siku di A. Contoh Soal : Sebuah segitiga memiliki sisi-sisi dengan panjang 5 cm. Tiga bilangan yang memenuhi teorema Pythagoras itu dinamakan Tripel Pythagoras. dan 13 cm.Sedangkan kebalikan teorema Pythagoras adalah : Apabila dalam ∆ABC berlaku hubungan : c 2 = a 2 + b 2 .

Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c2 〉 a2 + b2. 13. 4. Menentukan Jenis Segitiga Jika Diketahui Panjang Sisi-Sisinya B c A a C Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c 2 = a 2 + b 2 . dan 15 Penyelesaian. b Jika dalam ∆ABC berlaku hubungan c2 〈 a2 + b2. 4.14 . 9. 14. b. 14. dan c =4 a2 = b2 + c2 ⇔ 82 = (4 3 )2 + 42 ⇔ 64 = 48 + 16 (Pernyataan yang bernilai benar) Oleh karena bilangan 4. 4 3 . maka ∆ABC merupakan segitiga lancip. 4 3 . maka ∆ABC adalah siku-siku di C ). dan 8 Misalkan a = 8. dan 8 b. . maka ∆ABC merupakanxlviii segitiga tumpul. dan 8 memenuhi hubungan a2 = b2 + c2 maka bilangan-bilangan itu adalah tripel Pythagoras. Apakah tripel bilangan berikut merupakan tripel Phytagoras a. dan 15 Misalkan a = 15. 4 3 . dan c =13 a2 = b2 + c2 ⇔ 152 = 142 + 132 ⇔ 225 = 196 +169 (Pernyataan yang bernilai salah) Oleh karena bilangan13.1. 13. b= 4 3 . b= 14.dan 15 tidak memenuhi hubungan a2 = b2 + c2 maka bilangan-bilangan itu bukan Tripel Pythagoras. a.

BC = 6 cm.Contoh Soal : Segitiga ABC berikut merupakan segitiga siku-siku. xlix . AB =10 cm. AB =10 cm. atau tumpul? a. 10. Dan AC =3 cm AB2 = BC2 + AC2 6 2 = 52 + 32 36 = 25 + 9 ( Pernyataan yang bernilai salah) Ternyata : AB2 > BC2 + AC2 Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga tumpul. Untuk menyelesaikan soal cerita menggunakan teorema Pythagoras lebih mudah jika dilukiskan dengan sketsa. Dan AC =8 cm b. AB = 6 cm. Dan AC =3 cm Penyelessaian: a. Dan AC =8 cm AB2 = BC2 + AC2 10 2 = 62 + 82 100 = 36 + 64 ( Pernyataan yang bernilai benar) Ternyata : AB2 = BC2 + AC2 Jadi Segitiga tersebut merupakan segitiga siku-siku. terdapat banyak masalah yang berhubungan dengan teorema Pythagoras. BC = 5 cm. BC = 6 cm. AB = 6 cm. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema pythagoras Dalam kehidupan sehari-hari. BC = 5 cm. lancip. b.

maka harus ditahan oleh tali kawat baja.EC2 D 10 cm E C 4 cm A 8 cm l B = 102 . Agar tiang listrik tersebut dapat berdiri dengan tegak.64 = 36 ED = 36 . BC= 4 m. Penyelesaian: Menurut teorema Pythagoras : AC 2 C tali kawat baja = AB + BC = 52 + 42 2 2 Tiang listrik 4m B = 25 + 16 = 41 AC = 41 A 5m Gb.82 = 100 . Gambar di bawah menunjukkan tembok bagian samping sebuah rumah. Jika jarak tiang listrik dari patok pengikat adalah 5 m. maka panjang tali kawat baja minimal yang dibutuhkan adalah …. Sebuah tiang listrik tinggi 4m. (21) A Penyelesaian : B Perhatikan gambar di bawah ED2 = CD2 .00 per meter persegi. hitunglah biaya yang diperlukan ! D C Gb. Panjang AB = 8 m.Contoh Soal : a. dan CD = 10 m. (20) b. Jika tembok itu dicat dengan biaya Rp 500.

Penelitian pembelajaran kooperatif juga menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki dampak positif terhadap siswa dengan yang rendah hasil belajarnya. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Vygotsky dalam Slavin (1995: 49) Pembelajaran kooperatif memanfaatkan kecenderungan siswa untuk berinteraksi. retensi atau penyimpanan materi pelajaran lebih lama. Kerangka Berpikir Salah satu implikasi teori belajar kontruktivis dalam pembelajaran adalah penerapan pembelajaran kooperatif. keterlibatan dalam situasi pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif siswa lebih mudah menemukan dan memakai konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya. Melalui diskusi akan terjalin komunokasi dimana siswa saling berbagi ide atau pendapat. Melalui diskusi akan terjadi elaborasi kognitif yang baik. dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.00 = Rp 28000. sehingga dapat meningkatkan daya nalar. Manfaat pembelajaran kooperatif untuk siswa dengan hasil belajar rendah antara lain rendah dapat meningkatkan motivasi. meningkatkan hasil belajar. Dalam kelas li .00 H.= 6 AD = AE + ED AD = 4 + 6 AD = 10 Luas Trapesium ABCD = (AD + BC) x EC 2 = (10+ 4) × 8 2 = 56 Luas Trapesium ABCD Jadi Biaya Pengecatan = 56 m2 = 56 x Rp 500.

Interaksi-interaksi sosial dalam kelompok secara otomatis akan meningkatkanstatus sosial siswa dalam kelas.kooperatif siswa akan berusaha keras untuk hadir dalam kelas dengan teratur. Kelompok kerjasama antar teman sebaya menjadikan proses pembelajaran benar-benar dinikmati oleh siswa. karena interaksi kelompok dapat menimbulkan kebutuhan saling memiliki. berusaha keras membantu dan mendorong semangat teman-teman sekelas untuk sama-sama berhasil. Pada prakteknya bidang studi yang melibatkan beberapa keterampilan dan menyelesaikan masalah akan lebih tepat jika dikerjakan secara kelompok kerjasama daripada secara kompetisi dan individu. Di dalam kerja kelompok secara tidak sadar akan terjadi suatu interaksi yang dapat meningkatkan status sosial masingmasing individu. Skema Kerangka Berpikir 0 lii . Siswa dalam kelompok akan berusaha mendorong teman-teman sekelasnya supaya berhasil dalam pembelajaran.

Metode Penentuan Obyek Penelitian 1. kelas II-C dengan jumlah siswa 37 orang. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. kelas II-B dengan jumlah siswa 40 orang. liii .I. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II semester 1 SMPN 10 Semarang tahun pelajaran 2004/ 2005 yang terdiri dari 6 kelas yaitu kelas II-A dengan jumlah siswa 38 orang. kelas II-E dengan jumlah siswa 38 orang. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada perbedaan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. dan kelas II-F dengan jumlah siswa 37. kelas II-D dengan jumlah siswa 40 orang. BAB III METODE PENELITIAN A.

siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian kelas tidak ada kelas yang unggulan. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain. satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II yaitu kelas II-D.2. dan satu kelas sebagai kelas kontrol yang dikenai model pembelajaran konvensional (ekspositori) yaitu kelas II-F. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah: 1. B. siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. Variabel terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD. hasil belajar matematika liv . Jadi siswa sudah tersebar secara acak pada kelas yang telah ditentukan. Pada penelitian ini diambil 3 kelas sebagai sampel yaitu satu kelas untuk model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu kelas IIE. siswa diampu oleh guru yang sama. Sampel Sampel dalam penelitian ini diambil dengan random sampling. Variabel bebas X1 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II X2 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD X3 = Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional 2.

Menyusun kisi-kisi tes 5. dan reliabilitas tes. lv . Menentukan soal-soal yang memenuhi syarat berdasarkan data 7). Mengujicobakan instrumen tes ujicoba pada kelas ujicoba yaitu kelas II-C (yang sebelumnya telah diajarkan pokok bahasan teorema Pythagoras). daya pembeda. siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama dan pembagian kelas tidak ada kelas yang unggulan. Menyusun instrumen tes ujicoba berdasarkan kisi-kisi yang ada. dan hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. validitas. Mengambil data nilai tes kelas II semester 1 SMPN 10 Semarang dengan materi pelajaran pokok bahasan kuadrat dan akar kuadrat kelas II semester 1.siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. Menganalisis data nilai tes awal pada sampel penelitian pada 1) untuk uji homogenitas dan normalitas. C. Berdasarkan data 1) ditentukan sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan random sampling dengan pertimbangan siswa mendapat materi berdasarkan kurikulum yang sama. Menganalisis data hasil ujicoba instrumen tes ujicoba pada kelas uji coba untuk mengetahui taraf kesukaran. dimana instrumen tes tersebut akan digunakan sebagai tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. 3. 2.kemudian menentukan kelas ujicoba di luar sampel penelitian. Prosedur Pengumpulan Data 1. 4. 6. siswa diampu oleh guru yang sama. 7. 8.

14. Melaksanakan pembelajaran konvensional yaitu kelas II-F. 10. 13.9. 15. Melaksanakan tes hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Skema Prosedur Penelitian lvi . Menganalisis data hasil tes. 12. Menyusun hasil penelitian. Menyampaikan langkah-langkah pembelajaran koperatif tipe STAD dan JIGSAW II kepada guru-guru kelas eksperimen dan kelas kontrol. Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe JIGSAW II pada kelas II-D 11. Melaksanakan pembelajaran koperatif tipe STAD pada kelas II-E.

Tes hasil belajar pokok bahasan kuadrat dan akar kudrat Tes ini dikenakan pada siswa kelas II semester 1 SMP N 10 Semarang pada kelas II-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. Data ini digunakan untuk uji homogenitas dan normalitas populasi. 1. E.Gambar 23 D. 2. dan kelas II-F yang dikenai pembelajaran konvensional. Teknik Pengumpulan Data Metode Tes Metode ini digunakan untuk mengambil data hasil belajar matematika. kelas II-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. Tes hasil belajar pokok bahasan Teorema Pythagoras Tes ini dikenakan pada kelas II-E yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD. lvii . kelas II-D yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. dan kelas II-F yang dikenai pembelajaran konvensional digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian. Alat Pengumpul Data Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah tes.

Tahap persiapan. Jumlah soal yang diujicobakan sebanyak 40 soal. membuat kisi-kisi soal. Instrumen penelitian ini diujicobakan pada kelas II-C dengan pertimbangan bahwa kelas tersebut merupakan bagian dari populasi. sehingga memiliki kemampuan yang sama dengan kelompok sampel penelitian. meliputi menentukan alokasi waktu. Tahap pelaksanaan c. Dalam penelitian ini ujicoba instrumen dilakukan di kelas II-C yang tidak terpilih sebagai sampel. Adapun langkah yang diambil dalam tes ujicoba soal tes matematika sebagai berikut. Analisis Instrumen Instrumen penelitian harus memenuhi syarat-syarat sebagai instrumen yang baik. Tahap analisis lviii .F. maka instrumen tersebut harus diujicobakan pada kelas di luar kelas sampel penelitian. Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk mengetahui bahwa instrumen penelitian yang disusun memenuhi persyaratan sebagai instrumen yang baik. membuat soal sesuai dengan kisi-kisi. b. a.

rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( N ∑ X 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 ) : : Koefisien korelasi item soal : Banyak peserta tes : skor item : Skor total Keterangan rxy N X Y Hasil perhitungan rxy dikonsultasikan pada tabel kritis r product moment dengan signifikansi 5%. Validitas tiap butir soal Untuk menghitung validitas tiap butir soal digunakan rumus Korelasi Product Moment. jika rxy > rkritis maka butir soal tersebut valid dan jika tidak maka butir soal tersebut tidak valid. Analisis Instrumen Penelitian Tes hasil belajar matematika a. 2003: 72) b.1. (Suharsimi Arikunto. Reliabilitas soal Karena tes yang digunakan merupakan tes pilihan ganda yang dikotomis maka rumus untuk menghitung reliabilitas soal dengan menggunakan rumus Kuder Richardson formula 20 (KR-20). yaitu r11 = KR − 20 = ( n ) n −1 (σ x − ∑ p i (1 − p i )) 2 i =1 N σ x2 lix .

00 : Soal mudah.00 – 0. Taraf kesukaran Teknik perhitungannya adalah dengan menghitung rasio antara banyaknya siswa yang menjawab benar dengan jumlah peserta tes. Soal dengan p = 0. dan soal dengan p = 0. (Suharsimi Arikunto.70 – 1.30 – 0. 2003 : 100) c.30 : Soal sukar. Soal dengan p = 0. Dalam penelitian ini bila soal dengan p = 0.Keterangan r11 n : : Indeks korelasi (harga reliabilitas) : Banyaknya butir soal : Variansi total : Taraf kesukaran masing-masing butir soal σ x2 Pi (Instrumen dikatakan reliabel jika rhitung > rtabel) .2003: 208) Soal dengan p = 0. Daya pembeda Soal lx .70 : Soal sedang.70 adalah soal berkriteria sedang.30 soal berkriteria sukar. P= Rumus yang digunakan: Keterangan P B N : B N : Tingkat kesukaran : Banyaknya siswa yang menjawab benar : Jumlah peserta tes Untuk menginterpretasikan nilai tingkat kesukaran itemnya dapat digunakan tolak ukur sebagai berikut (Suharsimi Arikunto. d.

dan lxi . 2.Untuk menghitung daya pembeda soal dapat dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut. 3. d = 0.40 d = 0. Mengurangkan tingkat kesukaran kelompok atas dengan tingkat kesukaran kelompok bawah. Membagi data yang sudah terurut menjadi dua kelompok yaitu kelompok atas dan kelompok bawah.70 – 1.40 – 0. 1. reliabilitas.PB Keterangan: d : Daya pembeda soal PA : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok atas PB : Taraf kesukaran masing-masing soal dari kelompok bawah. 4. 2. Analisis hasil Uji Coba Setelah dilakukan uji coba di kelas II-C SMP N 10 Semarang diperoleh data yang diperlukan untuk menentuka validitas.00 – 0. Mencari P (tingkat kesukaran) dari kelompok atas dan kelompok bawah.40 merupakan soal dengan daya beda cukup.70 d = 0. Mengurutkan skor total masing-masing siswa dari yang tertinggi sampai yang terendah.70 maka soal mempunyai daya beda baik.20 – 0.00 : Daya beda soal jelek : Daya beda soal cukup : Daya beda soal baik : Daya beda soal baik sekali (Suharsimi Arikunto. 2003: 214) Dalam penelitian ini bila d = 0. Kriteria yang digunakan d = 0.20 d = 0. taraf kesukaran. dan bila nilai d = 0. d = PA .20 merupakan soal dengan daya beda jelek.

16. 12. dan 40. 24. 21.325. 19. 32. 26. 36. 7. 7. 2. Dari analisis taraf kesukaran diperoleh soal dengan kriteria mudah. 34. 18. Soal dengan kriteria mudah adalah nomor 8 sedang soal dengan kriteria sedang adalah nomor 1. 6. 9. 24. 25. 17. 29. 23. 34 butir dengan kriteria sedang. 35. Soal dengan kategori valid yaitu nomor 1. sedangkan soal yang lainnya tidak valid. 2. 38. dan 40 sedang soal dengan kriteria sukar adalah 11. 3. 22. 29. untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan terdapat 31 butir soal yang valid 9 butir soal yang lain tidak valid. 31. 34. 5. b. 35. lxii . sedang dan sukar. c. Dari perhitungan data seperti pada lampiran 19. 20. 19. 9. Setelah mendapat harga rhitung kemudian dikonsultasikan dengan harga kriteria. 3. 20. 16. diperoleh: a. untuk tiap butir soal dari dari 40 butir soal yang diujicobakan diperoleh 1 butir dengan kriteria mudah. Perhitungan relibilitas diperoleh rhitung = 0. 27. Karena banyaknya responden ada 37 siswa maka suatu butir soal dikatakan valid jika rhitung>rtabel = 0.85 dan rtabel =0. 30. 11. 37. 5. 37. 27. 28. 15.312 Karena rhitung>rtabel maka instrumen penelitian adalah reliabel.85. 4. 22. Dari hasil perhitungan (dalam lampiran 19) untuk tiap butir soal dari 40 soal yang diujicobakan diperoleh rhitung = 0. 14. dan 33 dari hasil perhitungan seperti dalam lampiran 19. 36. 18. Berdasarkan analisis hasil uji coba instrumen pada lampiran 19 . 15. 13. 13. 28. 14. 23. 10. 30. 39.4. 12. 25.daya pembeda soal. 38. 5 butir dengan kriteria sukar. 31.

d. Dari analisis daya pembeda sperti pada lampiran 19, soal yang mempunyai daya pembeda jelek adalah soal nomor 6, 8, 10, 17, 21, 26, 32, 33, dan 39 Soal dengan daya beda cukup adalah soal nomor 1, 2, 7, 9, 14, 16, 18, 20, 22, 24, 25, 28, 30, 31, 34, 35, 36, dan 37 Soal dengan daya pembeda baik adalah soal nomor 3, 4, 5, 11, 12, 15, 19, 23, 27, 29, 38, dan 40. Dari hasil perhitungan (pada lampiran 19), untuk tiap butir soal dari 40 butir yang telah diujicobakan diperoleh 9 butir soal dengan daya pembeda jelek, 19 butir soal dengan daya pembeda cukup, 12 butir soal dengan daya pembeda baik. Dengan memperhatikan segenap aspek analisis item, baik validitas butir, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal m aka 40 soal yang diujicobakan diambil 30 soal yang dipergunakan yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 11, 12, 13, 14, 15, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 25, 27, 28, 29, 30, 31, 34, 35, 36, 37, 38, dan 40. Soal-soal yang yang digunakan memenuhi syarat soal valid, tingkat kesukaran mudah, sedang, dan sukar serta daya pembeda baik sekali, baik dan cukup, sedangkan soal yang lain tidak digunakan. Soal yang dipilih ini selanjutnya diberi nomor 1 sampai 30 (dapat dilihat pada lampiran 23) dan perangkat yang terdiri atas 30 butir yang memenuhi persyaratan dijadikan sebagai instrumen pada penelitian ini.

G. Metode Analisis Data
1. Pengujian Pendahuluan a. Uji homogenitas populasi, langkah-langkahnya adalah sebagai barikut: 1). Membuat tabel seperti di bawah ini;

lxiii

Sample ke

dk

dk-1

Si2

log Si2

dk log Si2

2). Variansi gabungan dari semua sampel

 ∑ (ni − 1) S i 2  S =   ∑ (ni − 1)   
2

3). Harga satuan B dengan rumus

B = (log S 2 )∑ (ni − 1)
4). x 2 = (ln 10) B − ∑ ( ni − 1) log S i

{

2

}

x 2 hitung yang diperoleh dikonsultasikan dengan x 2 tabel dengan dk= (nk1)+(ne-1) dan taraf signifikansi 5%. Apabila x 2 hitung < x 2 tabel maka tidak ada perbedaan yang signifikansi atau dengan kata lain kedua kelompok homogen. (Sudjana, 1996: 263) b. Uji normalitas sampel Langkah awal untuk menganalisis data adalah menguji kenormalan distribusi sampel. Statistika yang digunakan dalam uji normalitas ini adalah uji Lilliofors. Dalam (Sudjana,1996:467) dituliskan Prosedur pengujian kenormalannya adalah sebagai berikut. 1). Pengamatan x1, x2, … , xn dijadikan bilangan baku z1, z2, … , zn dengan menggunakan rumus : zi =
xi − x ( x dan s masing-masing s

merupakan rata-rata dan simpangan baku sampel). 2). Untuk tiap bilangan baku ini dan menggunakan daftar distribusi normal baku, kemudian dihitung peluang F(zi) = P(z ≤ zi). 3). Selanjutnya dihitung proporsi z1, z2, … , zn yang lebih kecil atau sama dengan zi. Jika proporsi ini dinyatakan oleh S(zi) maka

banyaknya ⋅ z1 , z 2 ,..., z n ⋅ yang ≤ z i n S(zi) =

lxiv

4). Hitung selisih F(zi) – S(zi) kemudian tentukan harga mutlaknya. 5). Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut, sebut L0. 6). Nilai kritis untuk L adalah Ltabel = sampel. 7). Kriteria, tolak Ho : populasi berdistribusi normal jika L0 ≥ Ltabel 2. Uji Tahap Akhir a. Analisis Varians Untuk menguji hipotesis penelitian ini digunakan uji analisis varians satu arah jalan (Sudjana,1996:302-305). Untuk menguji hipotesis nol tandingan (Ha) H0 = µ1 = µ2 = µ3 Ha = Paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlaku Keterangan: µ1 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II µ2 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran kooperatif tipe STAD µ3 = rata-rata nilai tes pokok bahasan teorema Pythagoras siswa yang dikenai pembelajaran konvensional Digunakan tabel analisis varians seperti pada tabel berikut: Sumber variasi Rata-rata Antar Kelompok Dalam Kelompok dk 1 k-1 Σ(ni-1) JK Ry Ay Dy KT R=Ry/1 A=Ay/(k-1) D= Dy/Σ(ni-1) A/D F (H0) dengan

0,886 dengan n adalah banyaknya n

lxv

y 2 .... y 3 . Misalkan: mula-mula mean-mean perlakukan adalah y1 . y m diurutkan menjadi y1 ≤ y 2 ≤ y 3 ≤ . diteruskan dengan uji lanjut ANAVA yaitu dengan Uji Rank Berganda Duncan. Jika Ho ditolak.n-k) untuk α=5% . untuk antar kelompok (Ay) dk=(k-1). dengan Ftabel = Fα.. kemudian standar error dari masing-masing mean-mean perlakukan dihitung dengan rumus lxvi . maka Ho ditolak... b. Uji Rank Berganda Duncan Prosedur pelaksanaan dari Uji Rank Berganda Duncan.Total Keterangan: Σni ΣY2 - - R y = J 2 / ∑ ni dengan J = J1 + J 2+ J3 +…+ Jk Ji = Σ(Χi) Ay = ∑ ( J i2 / ni ) − R y ∑Y 2 = jumlah kuadrat-kudrat (JK) dari semua nilai pengamatan 2 D y = ∑ Y − R y − Ay untuk rata-rata(Ry) dk=1 . mula-mula mean dari masing-masing m buah perlakuan diurutkan dari harga terkecil hingga harga terbesar.(k-1. ≤ y m 2). sebagai berikut: 1). untuk dalam kelompok dk=Σ(ni-1) dan untuk total ( ∑ Y 2 ) dk=Σni F= Ay /( k − 1) D y / ∑ ( ni − 1) Jika harga Fhitung> Ftabel.

. setelah itu kita gunakan Tabel Rank Berganda Duncan dan mencari nilainilai : rα ( p... f ) untuk p = 2. cari niali-nilai Rp untuk p= 2.m RKs = rata–rata kuadrat sesatan nh = jumlah observasi yang sama untuk tiap perlakuan 3). Selisih-selisih dari mean-mean perlakuan dihitung kemudian dibandingkan dengan nilai Rp sebagai berikut: y m − y1 dibandingkan dengan R m y m − y 2 dibandingkan dengan Rm −1 y m − y 3 dibandingkan dengan R m − 2 y m − y m −1 dibandingkan dengan R2 6). f ) .. 1998:2. Kriteria untuk pengujian adalah yang digunakan adalah: bila selisih 2 buah mean dari butir 5 diatas lebih besar dari nilai R yang dipasangkan..45-2.n sebagi berikut Rp = rα ( p..( Sandra Widasari..2. maka kita menyimpulkan bahwa kedua buah mean tersebut berbeda.. s y m 5)..48) lxvii .m α = taraf signifikan f = jumlah derajat bebas sesatan 4).3.s yi = RK s dengan RKs = nh Dy ∑n i −k dan n h = m 1 ∑n i =1 i m i = menyatakan perlakuan : i = 1...3..

338 1.2053 1. KONVENSIONAL Tes Hasil Belajar Mean S2 5. Data hasil belajar siswa Berdasarkan data nilai tes hasil belajar diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1: Data Hasil Belajar Siswa K.1963 lxviii .BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. JIGSAW II K. Hasil Penelitian 1.007 1.6207 Tes Hasil Belajar 5. STAD K.6843 Tes Hasil Belajar 4.

Hasil Uji Homogenitas Siswa Tabel 2 : Hasil Uji Homogenitas Populasi α 5% dk= k-1 2 χ2 hitung 0. maka populasi penelitian berdistribusi normal.0938 Dari hasil perhitungan diperoleh : a.338 2.2978 1.07608.007.S 1. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 adalah 5. c. 3. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai pembelajaran konvensional pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 adalah 4.27307 1.205. Kelas STAD. Hasil Uji Normalitas Nilai Tes Awal Siswa Dari perhitungan dalam lampiran 31 dengan α = 5% diperoleh L = 0. Jadi diperoleh Lo < L .99 Keterangan Homogen Dari hasil perhitungan diperoleh χ2 <χ2 tabel yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelas JIGSAW II.85546 hitung χ2 tabel 5. dan kelas Konvensional atau dengan kata lain keempat kelas tersebut homogen.08262 dan Lo = 0. Rata-rata hasil belajar matematika siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 adalah 5. lxix . b.

112 F hitung 5.Σn-k) 2.4. siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. hal ini berarti Ho ditolak artinya ada perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II SMPN 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II.28973 hitung F tabel 3. Keterangan: µ1 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II µ2 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD µ3 = Rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran Konvensional Tabel 3 : Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa α 5% dk = (k-1. lxx . Hasil Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Siswa Rumusan hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Ho : µ1 = µ2 = µ3 Ha : paling sedikit tanda sama dengan tidak berlaku. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD.08 Keterangan Tolak Ho Dari tabel 3 menunjukkan F >F tabel.

8674 |YD-YE| 0.007 YE 5.6697 |YF-YE| 0. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. b.6640 R3 0.2053 R2 0.338 YD 5. |YE-YD| < R2. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbeda secara signifikan. lxxi .6932 |YF-YD| 0.19776 Dari hasil analisis lanjutan dengan Uji Rank Berganda Duncan diperoleh: a. |YF-YE| > R3. Tabel 4 : Hasil Analisis Lanjutan Dengan Uji Rank Berganda Duncan YF 4. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II berbeda secara signifikan. |YF-YD| > R2. hal ini berarti hasil belajar siswa yang dikenai dengan model pembelajaran koopertaif tipe JIGSAW II dan siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak berbeda secara signifikan. Maka untuk mengetahui perbedaan rata-rata dari masingmasing perlakuan digunakan uji Rank Berganda Duncan. yaitu hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai dengan pembelajaran konvensional.Dari hasil analisis diperoleh adanya perbedaan yang signifikan dari tiga perlakuan tersebut. c.

Karena siswa belum diberi perlakuan maka untuk mengetahui kemampuan awal digunakan data nilai ulangan harian tersebut terdapat pada lampiran 30. kemudian ditentukan kelas eksperimen yaitu kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD serta kelas kontrol yaitu kelas yang dikenai pembelajaran konvensional. Setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan tes akhir atau tes hasil belajar. Dari hasil penelitian ini dapat dicermati beberapa hal yang terkait dengan proses pembelajaran dari awal hingga akhir penelitian. Sebagai rujukan untuk pengetahuan awal pada penelitian ini adalah data nilai ulangan harian kelas II semester I pada pokok bahasan Relasi. kelas II-E adalah kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelas II-F adalah dikenai pembelajaran konvensional. Kuadrat dan Akar Kuadrat. Pembahasan Pada analisis tahap awal diperoleh data yang menunjukkan bahwa semua kelas berdistribusi normal dan populasi mempunyai varians yang homogen. Grafik. Oleh karena itu untuk menentukan sampel yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terikat pada salah satu kelas saja. Hal ini berarti sampel berasal dari kondisi atau keadaan yang sama yaitu pengetahuan awal yang sama. Penentuan sampel dari populasi yang ada dengan teknik random sampling diperoleh kelas II-C sebagai kelas uji coba. lxxii .B. Pemetaan. Dalam penelitian ini waktu pembelajaran yang digunakan adalah 6 kali pertemuan ( 12 jam pelajaran). kelas II-D merupakan kelas yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II.

Dari hasil tersebut kemudian dilakukan analisis lanjutan. 2. namun dengan bimbingan guru. siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang dikenai model pembelajaran konvensional. Setelah dibentuk kelompok pada pertemuan pertama.Setelah perlakuan diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol didapatkan rata-rata hasil belajar matematika kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar matematika kelas kontrol. Siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang sama. Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3. siswa mulai dapat memahami dan dapat menyesuaikan diri dengan metode ini. Hal ini berarti bahwa ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II semester I SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 antara siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II. Pada awal penelitian siswa yang menjadi sampel merasa kebingungan dan merasa mendapat beban dengan adanya suatu metode yang tidak biasa mereka dapatkan. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. dengan Berganda Duncan diperoleh: 1. siswa langsung menempatkan diri sesuai kelompoknya dan mengerjakan uji Rank lxxiii . Pada uji hipotesis atau analisis varians diperoleh Fhitung lebih besar dari Ftabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai pembelajaran konvensional.

tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota lain dalam kelompok asal.apa yang menjadi tugasnya. namun hal ini dapat dikendalikan oleh guru. sehingga dapat meningkatkan daya nalar dan memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan. selain itu akan terjalin komunikasi elaborasi kognitif yang baik. Dengan adanya kebebasan yang lebih untuk beraktivitas. dan juga pembelajaran orang lain. JIGSAW II didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri. lxxiv . STAD didesain untuk memotivasi siswa-siswa supaya memberi semangat dan tolong menolong untuk mengembangkan keterampilan yang diajarkan guru. Hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan model pemberian kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD pada pokok bahasan teorema Pythagoras lebih baik karena siswa lebih mudah menentukan dan memahami konsep-konsep yang sulit yaitu dengan mendiskusikan masalah–masalah tersebut dengan temannya. Melalui diskusi akan terjalin komunikasi dan interaksi dengan siswa saling berbagi ide atau pendapat serta memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dengan menerapkan suatu metode baru pada proses pembelajaran siswa tidak merasa bosan dan jenuh sehingga siswa termotivasi dan terlibat secara aktif untuk mengikuti proses belajar mengajar. Bersama dengan teman sekelompok mereka bekerjasama menyelesaikan tugas dan mengerjakan LKS yang sudah dibuat guru sebagai bahan kontrol atas kemajuan yang diperoleh siswa. proses pembelajaran terkadang mengalami gangguan dengan adanya siswa yang saling mengganggu antar kelompok.

lxxv . Dengan adanya berbagai permasalahan dan kelemahan tersebut perlu adanya perbaikan dalam proses pembelajaran selanjutnya yaitu. Metode pembelajaran kooperatif dapat digunakan dalam kelas berjenjang namun demikian pembelajaran kooperatif mempunyai kelemahan-kelemahan yaitu tidak semua mata pelajaran cocok diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif.Pembelajaran kooperatif lebih baik karena pencapaian tujuan struktur kooperatif dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan seseorang ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya. Dalam pelaksanaannya siswa yang aktif hanya siswa tertentu saja dan belum menyeluruh sehingga kesan pembelajaran searah masih terlihat dan siswa belum terbiasa dengan kondisi kelas pada saat proses pembelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa yang berkemampuan rendah masih merasa rendah diri. Pada pembelajaran kooperatif guru berperan sebagai fasilitator dan siswa memperoleh kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran seperti bertanya. guru dapat lebih memotivasi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dengan cara berdiskusi dan bekerjasama dengan kelompoknya dengan mengerjakan soal-soal latihan serta terjalinnya komunikasi yang baik antara siswa dan siswa ataupun guru dan siswa. Dalam pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II siswa yang berkemampuan rendah dalam menjelaskan materi mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi yang ia pelajari kepada anggota kelompok yang dapat mengakibatkan tidak semua materi tersampaikan. atas inisiatif sendiri maupun menjawab pertanyaan guru dan berdiskusi.

pengajuan hipotesis. Simpulan Berdasarkan perumusan masalah. siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model lxxvi . hal ini berarti ada perbedaan hasil belajar matematika siswa pada pokok bahasan teorema Pythagoras siswa kelas II semester I SMP N 10 Semarang Tahun Pelajaran 2004/2005 antara siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II.BAB V PENUTUP A. analisis data penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: Uji hipotesis menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.

2. Dari analisis lanjutan dengan berikut. 2 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan JIGSAW II dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pokok bahasan teorema Pythagoras. hal ini dikarenakan model pembelajaran kooperatif merupakan suatu metode yang baru di SMP N lxxvii . uji Rank Berganda Ducan diperoleh sebagai B. Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II dan STAD di SMP N 10 Semarang belum dapat dilaksanakan dengan maksimal. Saran 1. Hal ini berarti model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih efektif daripada pembelajaran konvensional 3 Siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II maupun tipe STAD mempunyai hasil belajar yang tidak berbeda secara signifikan.pembelajaran kooperatif tipe STAD dan siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. 1 Hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II lebih efektif daripada pembelajaran konvensional.

M. Jakarta: PT Rineka Jaya Darsono.Pembelajaran Kooperatif. Max. Cooperative Learning. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. 1998. DAFTAR PUSTAKA Adinawan. Henry (terjemahan Sudjarwo). Jakarta: Erlangga lxxviii . 1998. Herman.Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Fred. Matematika untuk SLTP KelasII.Anita. Hendaknya perlu penerapan pembelajaran kooperatif secara bertahap dengan teknik yang menarik. Cholik dan Sugiyono. Suharsimi. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk menentukan metode yang tepat untuk digunakan pada pokok bahasan tertentu. Dalam proses pembelajaran masih memerlukan adanya perbaikan yaitu guru dapat lebih memotivasi siswa untuk aktif sehingga terjalin komunikasi yang baik antar siswa ataupun guru dengan siswa. Teknologi Pendidikan. Hermin. Ellington. 2000.10 Semarang. 2000. Mempraktekkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas.2001. Surabaya: University Press Lie. 3. Malang: Universitas Malang Ibrohim. Jakarta: PT Gramedia Percivel. Jakarta: ERLANGGA Arikunto. Pengembangan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW Pada Pengajaran Fisika di SMU. 4. Tesis. Belajar dan Pembelajaran. Muslimin dkk. 2003. Semarang: IKIP Press Hodojo. Jakarta: Bumi Aksara. 2000. Belajar dan Pembelajaran.2002. Budiningrati. IKIP Surabaya Dimyati dan Mudjiono. 1999.

1999. Research.Nana. Surabaya: UNESA University Press Suherman. Sudjana. Bandung: JICA UPI Tim Penyusun KBBI.2003. Kamus Besar bahasa Indonesia. 2001. lxxix . Erman dkk. Erman. Cooperative Learning :Theory.Puspowati.Heni.1998. 2003. E Robert. Strategi Belajar dan Pembelajaran Matematika.1993. Semarang: Skripsi UNNES Slavin. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: Tarsito Suherman. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. UT. And Practice. Penilaian Hasil Dan Proses Hasil Belajar. Metoda Statistika.1996. New Jersey: Prentice Hall Sudjana.Jakarta: Balai Pustaka Widasari. Jakarta: Karunia jakarta. Rancangan Percobaan. 1995.Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW II Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa SMP. Sandra.

Media/alat 1. Indikator 1. Penggaris 3. Kompetensi Dasar 5.Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxx . Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Proses Belajar Mengajar 1.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Kapur warna 2.Lampiran 1 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. LKS E. Kegiatan Pendahuluan a. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D.

Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW d. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. lxxxi . kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. b. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. c. Guru memberikan tugas rumah. Motivasi 2.b. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi kuadrat adan akar kuadrat 2) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. 3. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kegiatan Inti a. Penutup a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. Kuis. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi.

Media/alat 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Menentukan luas daerah persegi 2. Kompetensi Dasar 5. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. Proses Belajar Mengajar 1.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Menetukan Luas daerah segitiga siku-siku D. Kapur warna 2. Apersepsi. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. LKS E. Penggaris 3. Indikator 1. Kegiatan Pendahuluan a.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW lxxxii . b.

Kuis. Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW e. Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 3). Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6). kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5). persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. c. Penularan Materi 1). Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Guru memonitoring kerja kelompok. Motivasi 2. 2). 3. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 4). Penguasan materi 1). b. 3). 2). Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Penutup a. Guru memberikan tugas rumah lxxxiii .d. Kegiatan Inti a.

Penggaris 3.1 Menemukan teorema Pythagoras B. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Apersepsi. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui D. Indikator 1. Media/alat 1. LKS E. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Kapur warna 2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW c. Kompetensi Dasar 5. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW lxxxiv . Kegiatan Pendahuluan a. Menuliskan teorema Pythagoras 3. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Proses Belajar Mengajar 1.

kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. 3. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Kuis. Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras lxxxv .e. c. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2) Guru menerangkan teorema Pythagoras • Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus • Dengan cara tanya jawab dan peragaan. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Motivasi 1. b. Tugas rumah. Penutup a. Kegiatan Inti a. Penguasan materi 1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi panjang. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 3) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui 4) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima.

Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

A. Kompetensi Dasar
5.2 Menggunakan Teorema Pythagoras

B. Materi Pokok
Teorema Pythagoras

C. Indikator
1. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o, 45o, 60o). 2. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang.

D. Media/alat
1. Kapur warna 2. Penggaris 3. LKS E. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW

F. Proses Belajar Mengajar
1. Kegiatan Pendahuluan a. Apersepsi, mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Apresiasi, membahas PR c. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. Motivasi 2. Kegiatan inti a. Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o, 45o, 60o) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang 3) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok

lxxxvi

4) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 5) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima, kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 6) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 7) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. 3. Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Kuis c. Guru memberikan tugas rumah

Rencana Pembelajaran 05
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

lxxxvii

A. Kompetensi Dasar 5.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok
Teorema Pythagoras

C. Indikator 1. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Media/alat
1. Kapur warna 2. Penggaris 3. LKS

E. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Proses Belajar Mengajar
1. Kegiatan Pendahuluan
a. Apersepsi, mengingat kembali rumus teorema Pythagorasi(tanya jawab) b.Apresiasi, membahas PR

c. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. Motivasi

2. Kegiatan Inti a. Penguasan materi 1. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. 2. Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. 3. Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. 4. Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 5. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 6. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima, kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 7. Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 8. Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Penularan materi

lxxxviii

Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kuis c.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. 3. 3. Kompetensi Dasar 5. Media/alat 1. Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kapur warna lxxxix . Penutup a. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.1. 2. Guru memonitoring kerja kelompok. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Indikator 1. Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi.

3) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 8) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 9) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. 4) Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras. 5) Guru membagi LKS untuk tiap-tiap individu dalam kelompok 6) Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai dengan soal yang diterima 7) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut soal yang diterima. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras(tanya jawab) b. Penutup a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW e. Apersepsi. Penularan materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Motivasi 2. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW d.Apresiasi. Penguasan materi 1) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. mengingat kembali teorema Pythagoras. 2) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi xc .2. Penggaris 3. LKS E. Kegiatan Inti a. membahas PR c. Kegiatan Pendahuluan a. 3) Guru memonitoring kerja kelompok. 3. Proses Belajar Mengajar 1.

dan luas daerah segitiga sikusiku. 2. 60o). Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30o. 5. Indikator 1. Menuliskan teorema Pythagoras. 4. 6. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. 45o. Menentukan luas daerah persegi panjang. Kompetensi Dasar 5. persegi. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.1 Menemukan teorema Pythagoras 5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui.b. Kuis Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. xci . 3. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras.

3. Kegiatan Pendahuluan a. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa xcii . Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Kegiatan penutup a. c. Kegiatan inti a. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. b. Motivasi. Pelaksanaan tes hasil belajar.7. Media/alat 1. 8. Proses Belajar Mengajar 1. LKS E. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 10. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 2. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Kapur warna 2. 9. Penggaris 3.

Penggaris 5.1 Menemukan teorema Pythagoras G. Proses Belajar Mengajar 1. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II c. Modul Teorema Pythagoras J. Kegiatan Inti a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW II d. Motivasi 3. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II K. Materi Pokok Teorema Pythagoras H. Kegiatan Pendahuluan a. Media/alat 3. Kapur warna 4. Indikator 1. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal xciii .Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah F. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II b. Kompetensi Dasar 5. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan I.

3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Kuis. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan : SMP xciv . Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Penutup a. Pemberian tugas rumah. c. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. b. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan.

Kompetensi Dasar 5. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II c. b. Kegiatan Pendahuluan a. Indikator 1. Kegiatan Inti a. Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcv . Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW II e. Proses Belajar Mengajar 1. Kapur warna 4. Penggaris 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Menentukan luas daerah persegi 2. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II d. Apersepsi. Modul Teorema Pythagoras E.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Motivasi 3. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II F. Menetukan luas daerah segitiga siku-siku D. Media/alat 1.

b. Kuis. Penutup a. Pemberian tugas rumah Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit xcvi . c. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima.

Penguasan materi 1) Guru memberikan modul teorema Pythagoras pada setiap siswa 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang telah ditentukan xcvii . Kompetensi Dasar 5. Kegiatan Inti a.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Penggaris 3. Motivasi 2. Guru membagi kelompok kooperatif tipe JIGSAW II e. Media/alat 1. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II d. D. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II c. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II F. Kegiatan Pendahuluan a. luas daerah persegi dan derah segitiga siku-siku b. Kapur warna 2. mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Modul Teorema Pythagoras E. Proses Belajar Mengajar 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Apersepsi. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Indikator 1.1 Menemukan teorema Pythagoras B. Menuliskan teorema Pythagoras 3.

Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Kompetensi Dasar 5. Guru bersama siswa membahas materi yang telah didiskusikan. Materi Pokok Teorema Pythagoras xcviii . 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : matematika Kelas/semester : VII/I Pokok Bahasan : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. c.2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. Penutup a. b. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya b. Kuis. Pemberian tugas rumah.

3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 3. b. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. Kegiatan inti a. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. Penutup xcix . mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Motivasi 2. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II d. Proses Belajar Mengajar 1. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. D. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Media/alat 1. 45o. 60o). 3. modul teorema Pythagoras E. Kegiatan Pendahuluan a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II F. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II c. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Penguasaan Materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan.C. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. Indikator 1. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o. Apersepsi. Penggaris 3. Kapur warna 2.

Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. Kapur warna 2. Penggaris c . Indikator 1.a. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Kompetensi Dasar 5. Pemberian tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Materi Pokok Teorema Pythagoras C.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Media/alat 1. Kuis c. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D.

Penguasan materi JIGSAW II 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. Kegiatan Pendahuluan a. mengingat kembali teorema Pythagoras dalambentuk rumus (tanya jawab) b. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 4. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II F. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe e. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II d. Pemberian tugas rumah ci . Penutup a. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal.3. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. Motivasi 2. Apersepsi. Kegiatan Inti a. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Kuis c. LKS E. Proses Belajar Mengajar 1. b.

Rencana Pembelajaran 06
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

A. Kompetensi Dasar 5.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Materi Pokok
Teorema Pythagoras

C. Indikator 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Media/alat
1. Kapur warna 2. Penggaris 3. LKS

E. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II F. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan
a. Apersepsi, mengingat kembali teorema Pythagoras, kebalikan teorema Pythagoras dan tripel Pythagoras (tanya jawab) b. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II

d. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW II e. Motivasi 2. Kegiatan Inti

cii

a. Penguasan materi 1) Guru menyuruh siswa menyiapkan modul yang telah diberikan. 2) Guru menentukan materi untuk setiap siswa pada kelompok asal. 3) Tiap siswa berusaha menguasai materi yang diterima. 4) Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah kelompok menurut materi yang diterima, kelompok baru yang terbentuk tersebut disebut kelompok ahli. 5) Siswa mendiskusikan materi dalam kelompok ahli. 6) Guru mengawasi dan memberikan batuan seperlunya. b. Penularan Materi 1) Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompok asal. 2) Tiap siswa dalam kelompok asal saling menularkan dan menerima materi. 3) Guru mengawasi kerja kelompok dan memberikan bantuan seperlunya 5. Penutup a. Guru bersama siswa membahas materi pada modul yang telah didiskusikan b. Kuis

ciii

Rencana Pembelajaran 07
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah

A. Kompetensi Dasar 5.1 Menemukan teorema Pythagoras
5.2 Menggunakan teorema Pythagoras

B. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Indikator 1. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.
2. Menentukan luas daerah persegi panjang, persegi, dan luas daerah segitiga sikusiku. 3. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. 4. Menuliskan teorema Pythagoras. 5. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. 6. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30o, 45o, 60o). 7. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. 8. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. 9. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 10. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras

D. Media/alat
1. Kapur warna

civ

Kegiatan inti a. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. 3. b. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. b. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. Pelaksanaan tes hasil belajar. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa cv . Motivasi. c. Kegiatan penutup a. LKS E. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW F. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan a.2. Penggaris 3. 2.

Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran selanjutnya yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD b. Motivasi 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G. Indikator 1. Materi Pokok Teorema Pythagoras D. Kapur warna 2. Penggaris 3. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD c.1 Menemukan teorema Pythagoras C.Lampiran 2 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Media/alat 1. LKS F. Kegiatan Inti a. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD d. Kompetensi Dasar 5. Kegiatan Pendahuluan a. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan E. Penguasan materi 1) Guru mengingatkan materi kuadrat dan akar kuadrat cvi . Proses Belajar Mengajar 1.

mendengarkan dengan aktif. 3. Guru memberikan tugas rumah. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . Penutup 1. Kuis. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. D. bertanya dan memeriksa ketetapan.b. mendorong berpartisipasi. guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. 2. cvii .

1 Menemukan teorema Pythagoras B. Indikator 1. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e. Penguasan materi cviii . Motivasi 2. Menentukan luas daerah persegi 2. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D. Kegiatan Inti a. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Kompetensi Dasar 5. LKS E. Proses Belajar Mengajar 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. Media/alat 4. Penggaris 3. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. b. Kegiatan Pendahuluan a. Kapur warna 5.

bertanya dan memeriksa ketetapan. 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . mendengarkan dengan aktif. 3. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. b. Guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Tugas rumah. Kuis. 2. Penutup 1. E.1) Guru menjelaskan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku. Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cix . mendorong berpartisipasi.

Kegiatan Inti cx . Kompetensi Dasar 5. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD c. Apersepsi Mengingat kembali pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Guru membagi kelompok kooperatif tipe STAD e. Indikator 1. Motivasi 3.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah B. Menuliskan teorema Pythagoras 3. luas daerah persegi dan luas daerah persegi panjang b. Proses Belajar Mengajar 1. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras 2. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui E. Materi Pokok Teorema Pythagoras D.1 Menemukan teorema Pythagoras C. Media/alat 1) Kapur warna 2) Penggaris 3) LKS F. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD G. Kegiatan Pendahuluan a.

mendengarkan dengan aktif. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . guru bersama siswa membahas LKS dan membuat rangkuman materi. Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3). 3). 2). Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. 2). 4). Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah cxi . Tugas rumah.a. c. Kuis. Penguasan materi 1) Guru menerangkan teorema Pythagoras 2) Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus 3) Dengan cara tanya jawab dan peragaan. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. bertanya dan memeriksa ketetapan. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya 4) Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui b. Penutup 1). mendorong berpartisipasi. Kegiatan Kelompok 1).

45o. 45o. Apersepsi. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. Kompetensi Dasar 5. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Motivasi 2. Pengembangan Materi 1) Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . 60o). Kegiatan inti a. Apresiasi. LKS E. 60o) 2) Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang b. Media/alat 1.A. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. membahas PR c. Kegiatan Pendahuluan a. 2. Indikator 1. cxii . Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. D.2 Menggunakan Teorema Pythagoras B. Penggaris 3. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o. Kapur warna 2.

Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. mendengarkan dengan aktif. mendorong berpartisipasi. bertanya dan memeriksa ketetapan. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Materi Pokok Teorema Pythagoras cxiii . Kompetensi Dasar 5. Penutup a.Guru memberikan latihan 3. Kuis c.2 Menggunakan teorema Pythagoras B.

C. membahas PR c. 3) Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Kegiatan kelompok 1) Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . Pengembangan materi 2) Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Proses Belajar Mengajar 1. b. LKS E. Motivasi 2. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. 4) Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. mendorong berpartisipasi. F. 4) Guru menjelaskan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Media/alat 1. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD e. Kegiatan Inti a. mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b.Apresiasi. Apersepsi. Penggaris 3. Kegiatan Pendahuluan a. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. mendengarkan cxiv . 2) Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3) Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Indikator 1. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. Kapur warna 2.

bertanya dan memeriksa ketetapan. Penutup a. LKS cxv . Kompetensi Dasar 5. Kuis c.Guru memberikan latihan 3. Penggaris 3.dengan aktif. Media/alat 1. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Kapur warna 2. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Indikator 1.2 Menggunakan teorema Pythagoras B.

E. Apersepsi. 2. b. Kegiatan kelompok 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Guru memberikan tugas rumah cxvi . Motivasi 2. mengingat kembali penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui(tanya jawab) b. mendengarkan dengan aktif. Guru mengingatkan agar siswa tetap bersama kelompoknya masingmasing sampai tugas selesai dikerjakan dengan menggunakan keterampilan kooperatif yang dikembangkan dengan mengambil giliran dan berbagai tugas kelompok. Guru menginformasikan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe STAD d. Kuis c. mendorong berpartisipasi. Kegiatan Inti a. Siswa mengerjakan LKS secara kelompok dan guru memberikan bantuan seperlunya. Penutup a.Apresiasi. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. bertanya dan memeriksa ketetapan. F. Guru menginformasikan tujuan pembelajaran kooperatif tipe STAD f. Proses Belajar Mengajar 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras. Pengembangan materi 1. Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok . Guru membagikan LKS pada tiap kelompok dan menjelaskan penggunaan LKS tersebut 3. membahas PR c. 4.Guru memberikan latihan 3.

2 Menggunakan teorema Pythagoras B. cxvii . 3. 60o). dan luas daerah segitiga sikusiku.1 Menemukan teorema Pythagoras 5. Menuliskan teorema Pythagoras. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. 2. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30o. Menentukan luas daerah persegi panjang. 45o. Indikator 1. 4. 5. 6.Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Kompetensi Dasar 5. persegi. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan.

Media/alat 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran kooperatif tipe STAD F. Motivasi. 2. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras D. Pembahasan soal tes hasil belajar yang dirasa sulit oleh siswa cxviii . Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. c. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. 3. b.7. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. Penggaris 3. 8. Kegiatan penutup a. Kegiatan inti a. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran. Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 10. 9. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. LKS E. Kapur warna 2. b. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Pelaksanaan tes hasil belajar. Proses Belajar Mengajar 1.

Guru mengingatkan kembali materi kuadrat dan akar kuadrat b. Kapur warna 2. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi cxix .Lampiran 3 Rencana Pembelajaran 01 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A.1 Menemukan dalil Pythagoras B. Guru memberikan contoh soal 3. Apersepsi 2. Guru memberikan latihan b. Indikator 1. Pengembangan Materi a. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Media/alat 1. Penggaris E. Penerapan a. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Kompetensi Dasar 5. Proses Belajar Mengajar 1. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ekspositori) F. Pengertian kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan D. Kegiatan Pendahuluan a. Penutup a.

Penerapan a. Menentukan luas daerah segitiga siku-siku D. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Indikator 1. Guru memberikan contoh soal 3. Penggaris E. b. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) F. Proses Belajar Mengajar 1. Kapur warna 2. Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi 2. Pengembangan Materi a. Guru memberikan penjelasan materi luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku b. Kompetensi Dasar 5. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas cxx . Menentukan luas daerah persegi 2. Materi Pokok Dalil Pythagoras C. Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Media/alat 1.Rencana Pembelajaran 02 Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : matematika Kelas/semester : VII/I Pokok Bahasan : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Guru memberikan latihan b.1 Menemukan dalil Pythagoras B.

Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 03 Satuan Pendidikan : SMP cxxi . Penutup a. Guru memberikan kuis pada sisiwa c.4. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b.

Apersepsi Guru mengingatkan kembali kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Media/alat 1. Materi Pokok Dalil Pythagoras I. Motivasi 2. Menemukan teorema Pythagoras 2.Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah G. Guru menerangkan teorema Pythagoras Menyatakan teorema Pythagoras dalam bentuk rumus Dengan cara tanya jawab dan peragaan. Penggaris K. Pengembangan Materi a.1 Menemukan dalil Pythagoras H. Kapur warna 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional(ceramah dan tanya jawab) L. guru membahas tentang penentuan sisi miring (hipotenusa) dengan jumlah kuadrat siku-sikunya b Guru menjelaskan penggunaan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika dua sisi lainnya diketahui c. luas daerah persegi dan luas daerah segitiga siku-siku b. Kegiatan Pendahuluan a. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisi yang lainnya diketahui J. Guru memberikan contoh soal cxxii . Kompetensi Dasar 5. Indikator 1. menuliskan teorema Pythagoras untuk sisi-sisi segitiga 3. Proses Belajar Mengajar 1.

Guru memberikan latihan b. Guru memberikan kuis pada sisiwa c. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c.3. Penerapan a. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Guru Memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 04 Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : matematika Kelas/semester : VII/I Pokok Bahasan : Geometri dan Pengukuran cxxiii . Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b.

Guru memberikan latihan cxxiv . Materi Pokok Dalil Pythagoras C. membahas PR 2. Guru menjelaskan tentang perbandingan sisi-siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o. 3. Indikator 2. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus (salah satu sudutnya 30o. Kegiatan Pendahuluan a. Apersepsi. Kapur warna 4. 60o) b. mengingat kembali teorema Pythagoras dalam bentuk rumus (tanya jawab) b. Kompetensi Dasar 5. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. 45o. tanya jawab) F. Apresiasi. 60o).Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Guru memberikan contoh soal c. D. Penggaris E. Pengembangan Materi a. Media/alat 1. Penerapan Materi a.2 Menggunakan dalil Pythagoras B. Proses Belajar Mengajar 1. Guru memberikan contoh soal 3. 45o. Guru menerangkan cara menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal-soal pada bangun datar dan bangun ruang d. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang.

Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 05 Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : matematika Kelas/semester : VII/I Pokok Bahasan : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit cxxv . Penutup a. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b.b. Guru memberikan kuis pada siswa c. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c.

Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras. b. Guru memberikan latihan b. Apersepsi. Proses Belajar Mengajar 1. Penerapan Materi a. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Kegiatan Pendahuluan a. Pengembangan Materi a. 3. Menentukan tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 3. mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) b. Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya D.2 Menggunakan teorema Pythagoras B. f. Guru memberikan contoh soal tripel Pythagoras. c. Penggaris E. Indikator 1. Motivasi c. Dengan cara tanya jawab guru membahas tentang kebalikan teorema Pythagoras. Guru menjelaskan tigaan Pythagoras atau tripel Pythagoras. Materi Pokok Teorema Pythagoras C. tanya jawab) F. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan cxxvi . Guru memberikan contoh soal tentang jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya. d. Apresiasi.Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. Guru menjelaskan jenis segitiga yang diketahui panjang sisi-sisinya. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras 2. e. Kompetensi Dasar 5. Kapur warna 2. Media/alat 1. membahas PR 2.

2 Menggunakan teorema Pythagoras cxxvii . Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas 4.c. Guru memberikan tugas rumah Rencana Pembelajaran 06 Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran : matematika Kelas/semester : VII/I Pokok Bahasan : Geometri dan Pengukuran Sub Pokok Bahasan : Teorema Pythagoras Alokasi waktu : 2 x 45 menit Standar Kompetensi : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar 5. Guru memberikan kuis c. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b. Penutup a.

Guru memberikan tugas rumah cxxviii . Apersepsi.Materi Pokok Teorema Pythagoras Indikator 1. Apresiasi. Guru memberikan waktu pada siswa untuk mengerjakan latihan c. Kapur warna 2. Penerapan Materi a. Guru memberikan contoh soal kebalikan teorema Pythagoras. membahas PR Pengembangan Materi a. Penggaris Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. mengingat kembali rumus teorema Pythagoras (dengan tanya jawab) b. Motivasi c. Guru menerangkan cara menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan teorema Pythagoras e. tanya jawab) Proses Belajar Mengajar Kegiatan Pendahuluan a. Guru memberikan kuis c. Guru memberikan latihan b. Guru menunjuk siswa untuk mengerjakan di depan kelas Penutup a. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras Media/alat 1. Siswa diarahkan untuk membuat rangkuman materi b.

1 Menemukan teorema Pythagoras 5.Rencana Pembelajaran 07 Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/semester Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Alokasi waktu Standar Kompetensi : SMP : matematika : VII/I : Geometri dan Pengukuran : Teorema Pythagoras : 2 x 45 menit : Menentukan panjang garis dalam segitiga serta dapat menggunakannya dalam pemecahan masalah A. cxxix .2 Menggunakan teorema Pythagoras B. Indikator 1. Kompetensi Dasar 5. Menentukan kuadrat dan akar kuadrat suatu bilangan. Materi Pokok Teorema Pythagoras D.

45o. dan luas daerah segitiga sikusiku. 60o). Menjelaskan dan menemukan teorema Pythagoras. tanya jawab) G. Pelaksanaan tes hasil belajar. persegi. Menemukan kebalikan teorema Pythagoras. Menetukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisi-sisinya 11. 2. Guru mengawasi jalannya tes hasil belajar. Kegiatan Pendahuluan a. 5. Menggunakan teorema Pythagoras untuk menyelesaikan soal pada bangun datar dan bangun ruang. Pembahasan soal postes yang dirasa sulit oleh siswa cxxx . Mengenal tiga bilangan yang menggunakan tripel Pythagoras 10. Menentukan luas daerah persegi panjang. c. Menggunakan dalil Pythagoras untuk menghitung panjang salah satu sisi segitiga siku-siku jika kedua sisinya diketahui. Media/alat 1. 9. b. 7. Menuliskan teorema Pythagoras. Kapur warna 2. Strategi Pembelajaran Model pembelajaran konvensional (ceramah. Guru mengkoordinasikan tempat duduk siswa secara acak untuk pelaksanaan tes hasil belajar sebagai umpan balik pembelajaran.2. 4. Menyelesaikan soal cerita yang menggunakan teorema Pythagoras E. Kegiatan inti a. Proses Belajar Mengajar 1. Penggaris F. 6. Menghitung perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku khusus ( salah satu sudutnya 30o. Guru membagi soal tes hasil belajar untuk tiap-tiap individu. 8. Motivasi. Kegiatan penutup a. 3. Siswa mengumpulkan hasil jawaban tes b. 3. b.

B. Menjelaskan pada siswa tentang model pembelajaran yang dipakai dan menjelaskan manfaatnya. Penguasaan Materi (15 menit) 1. Pembagian Materi Pada poin ini setiap kelompok diberikan 4 -5 butir soal sesuai dengan jumlah anggota kelompok. Tahap III. C. 3. Kelompok yang baru terbentuk disebut kelompok ahli.Tahap I. Tahap II. 4. Mengubah bentuk kelompok dengan cara penukaran sejumlah anggota kelompok menurut soal yang diterima (yaitu soal yang sama). Penularan Materi (25 menit) cxxxi . motivasi 2. II . Apersepsi. Tiap siswa berusaha menguasai materi sesuai soal yang diterima. III. 2. Siswa berdiskusi dalam kelompok ahli untuk memperoleh jawaban. Setiap anggota kelompok mendapatkan satu soal. apresiasi. Pembentukan kelompok Setiap kelompok terdiri dari 4 -5 orang dengan kemampuan yang heterogen. 3. IV dan V A. Pendahuluan (15 menit) 1.Lampiran 4 KEGIATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II Pertemuan I.

Tahap IV. Monitoring ( 25 menit) cxxxii . 3. Membahas soal tes yang dirasa sulit oleh siswa D. B. Kegiatan inti (45 menit) 1. Apersepsi. Pertemuan VI A. apresiasi. motivasi Mengkoordinasikan tempat duduk siswa.Dari kelompok ahli siswa kembali ke kelompoknya masing-masing (kelompok asal) untuk melakukan kegiatatan memberi dan menerima materi oleh anggota kelompok yang telah berdiskusi dalam kelompok ahli. Tahap II. Tes individual (kuis). Mengumpulkan jawaban tes hasil belajar siswa. 2. Penutup (15 menit) 1. Penutup (25 menit) 1. C. Tahap III. D. 2. Pemberian tugas rumah (PR). 2. Pendahuluan (5 menit) 1. Guru bersama siswa membahs soal dan merangkum materi.Tahap I. Pelaksanaan tes hasil belajar.

cxxxiii .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful