Merupakan senyawa yang mengandung gugus fungsi keton atau aldehid, dan gugus hidroksi.

Ditinjau dari gugus fungsi yang diikat: 1. Aldosa: karbohidrat yang mengikat gugus aldehid. Contoh: glukosa, galaktosa, ribosa 2. Ketosa: karbohdrat yang mengikat gugus keton. Contoh: fruktosa Ditinjau dari hasil hidrolisisnya: 1. Monosakarida: karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih sederhana lagi. Misalnya: glukosa, fruktosa, ribosa, galaktosa 2. Disakarida: karbohidrat yang terbentuk dari kondensasi 2 molekul monosakarida. Misalnya: sukrosa (gula tebu), laktosa (gula susu), dan maltosa (gula pati) 3. Oligosakarida: karbohidrat yang jika dihidrolisis akan terurai menghasilkan 3 10 monosakarida, misalnya dekstrin dan maltopentosa 4. Polisakarida: karbohirdat yang terbentuk dari banyak molekul monosakarida. Misalnya pati (amilum), selulosa, dan glikogen. Beberapa monosakarida penting sebagai berikut. 1. Glukosa Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis sukrosa (gula tebu) atau pati (amilum). Di alam glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Dalam alam glukosa dihasilkan dari reaksi antara karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun serta mempunyai sifat: - Memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan (+52.70) - Dapat mereduksi larutan fehling dan membuat larutan merah bata - Dapat difermentasi menghasilkan alkohol (etanol) dengan reaksi sebagai berikut: C6H12O6 ==> 2C2H5OH + 2CO2 - Dapat mengalami mutarotasi 2. Fruktosa Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga levulosa. Fruktosa mempunyai rasa lebih manis dari pada gula tebu atau sukrosa. Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan pereaksi seliwanoff, yaitu larutan resorsinol (1,3 dhidroksi-benzena) dalam asam clorida. Disebut juga sebagai gula buah, dperoleh dari hdrolisis sukrosa; dan mempunyai sifat: - Memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri (-92.40C) - Dapat mereuksi larutan fehling dan membentuk endapan merah bata - Dapat difermentasi 3. Galaktosa Umumnya berikatan dengan glukosa dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu. Galaktosa mempunyai sifat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan. Pada proses oksidasi oleh asam nitrat pekat dan dalam keadaan panas galaktosa menghasilkan asam musat yang kurang larut dalam air bila dibandingkan dengan asam sakarat yang dihasilkan oleh oksidasi glukosa. Dapat diperoleh

Merupakan komponen utama penyusun serat dinding sel tumbuhan .dari hidrolisis gula susu (laktosa). benedict. Sukrosa dibentuk oleh banyak tanaman tetapi tidak terdapat pada hewan tingkat tinggi. Hasil yang diperoleh dari reaksi hidrolisis adalah glukosa dan fruktosa dalam jumlah yang ekuimolekular. dan tollens 2. dan tollens. Beberapa polisakarida penting. 1.Hirdolisis parsial akan menghasilkan amilosa .Hidrolisis maltosa menghasilkan 2 molekul glukosa . Maltosa Beberapa sifat maltosa: .Polimer dari glukosa . dan mempunyai sifat: .Bereaksi positif terhadap pereaksi fehling. benedict. Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. dan tollens 3. laktosa mengalami proses hidrolisis enzimatik oleh laktase dari sel-sel mukosa usus. Selama proses pencernaan. 1.Dapat dperoleh dari hasil samping pembuatan keju .Bereaksi positif terhadap pereaksi fehling. Beberapa sifat lakotsa: .Tidak dapat difermentasi Beberapa disakarida penting sebagai berikut.Hidrolisis lengkap akan menghasilkan glukosa .Dapat mereduksi larutan fehling membentuk endapan merah bata .Apabila dilarutkan dalam air panas.Hidrolisis laktosa menghasilkan molekul glukosa dan galaktosa . Sukrosa bereaks negatif terhadap pereaksi fehling. Sukrosa Sukrosa atau gula tebu adalah disakarida dari glukosa dan fruktosa. pati dapat dipisahkan menjadi amilosa dan amilopektin . Selulosa .Digunakan dalam makanan bayi dan susu bubuk beragi (malted milk) .Amilopektin merupakan polimer yang lebih besar dari amilosa . Pati atau amilum . Laktosa adalah disakarida pereduksi.Hanya terdapat pada binatang mamalia dan manusia . benedict.Polimer dari glukosa . Laktosa Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa.Hirolisis lengkap dengan katalis asam dan enzim akan menghasilkan glukosa 2.

Dalam sistem hewan. 4.sedangkan dengan glikogen dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat .Uji positif ditunjukkan dengan terbentuknya endapan merah orange 5.biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti sitrat atau tatrat untuk mencegah terjadinya pengendapan CuCO3 . 3.Hidrolisis glikogen akan menghasilkan glukosa .Amilum dengan iodine dapat membentuk kompleks biru .uji positif ditandai dengan terbentuknya larutan hijau.Jika dipanaskan karbohidrat yang mengandung gugus keton akan menghasikan warna merah pada larutannya.Bangungan utama dari hewan beraki banyak seperti kepiting .3.Dehidrasi heksosa menghasilkan senyawa hidroksi metil furfural. Uji Seliwanoff . . Uji Benedict . Uji Barfoed . Kitin . Uji Iodin . sedangkan dehidrasi pentosa menghasilkan senyawa fulfural. Uji Molisch .Merupakan polimer dari glukosamina .Digunakan untuk menunjukkan adanya monosakarida dalam sampel . Glikogen .merupakan uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas .Hidrolisis akan menghasilkan 2-amino-2-deoksi-glukosa Analisa kualiatif karbohidrat.Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural dengan alpha-naftol dalam pereaksi molish. orange atau merah bata serta adanya endapan. 1.Digunakan untuk menunjukkan adanya polisakarida . 2. .Uji benedict berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid atau keton bebas dalam suasana alkalis .merupakan uji spesifik untuk karbohidrat yang mengandung gugus keton atau disebut juga ketosa . glikogen digunakan sebagai cadangan makanan (glukosa) 4.Amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu . merah.Prinsip reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat pekat.

Adanya natrium karbonat dan natrium sitrat membuat peraksi benedict bersifat basa lemah. dll) . Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan pereaksi seliwanoff. sedangkan apabila digunakan larutan yang lebih encer misalnya larutan glukosa 0.6. Pereaksi Fehling Pereaksi ini dapat direduksi selain oleh karbohidrat yang mempunyai sifat mereduksi. Uji Fehling . 1996). natrium karbonat dan natrium sitrat.1%. yaitu larutan resorsinol (1. Dalam pereaksi ini ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam suasana basa akan diendapkan sebagai Cu2O. juga dapat direduksi oleh reduktor lain. Dengan larutan glukosa 1%. (McGilvery&Goldstein. yaitu larutan Fehling A dan B. Dengan pereaksi ini. endapan yang terjadi berwarna hijau kekuningan. Glukosa dapat mereduksi ion Cu2+ dari kuprisulfat menjadi ion Cu+ yang kemudian mengendap sebagai Cu2O. . D-fruktosa mempunyai sifat mereduksi reagen Benedict. Larutan Fehling A adalah larutan CuSO4 dalam air.Digunakan untuk menunjukkan adanya karbohidrat pereduksi (monosakarida. Fruktosa berikatan dengan glukosa membentuk sukrosa. difermentasi oleh ragi dan berwarna merah ceri dengan reagen Seliwanoff resorsinol-HCl (Harper et al. 1996) Pereaksi Benedict Pereaksi benedict berupa larutan yang mengandung kuprisulfat. maltosa. laktosa. Barfoed (gula pereduksi). Pereaksi fehling terdiri atas 2 laruten. Haynes. Madu lebah selain mengandung glukosa juga mengandung fruktosa . pereaksi Seliwanoff ini khas untuk menunjukkan adanya ketosa. dan berasal dari tebu atau bit (McGilvery&Goldstein. membentuk osazon dengan fenilhidrazina yang identik dengan osazon glukosa. 1996). juga lebih manis daripada gula tebu atau sukrosa. pereaksi Fehling menghasilkan endapan berwarna merah bata. Fruktosa mempunyai rasa lebih manis daripada glukosa. yaitu gula yang biasa digunakan sehari-hari sebagai pemanis.Uji positif ditandai dengan warna merah bata Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga levulosa. 1979). sedangkan larutan Fehling B adalah larutan garam K Natartat dan NaOH dalam air.3 dihidroksi benzene) dalam asam HCl. mula-mula fruktosa diubah menjadi hidroksimetilfurfural yang selanjutnya bereaksi dengan resorsinol membentuk senyawa yang berwarna merah. Pada umumnya monosakarida dan disakarida mempunyai rasa manis (McGilvery&Goldstein.

kuning atau merah bata. 2. Aldehida adalah reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator-oksidator lemah. reaksi Seliwanoff (khusus menunjukkan adanya fruktosa). OH laktol adalah OH yang terikat pada atom C pertama yang menentukan karbohidrat sebagai gula pereduksi atau bukan. Pereaksi Tollens dapat dianggap sebagai larutan perak oksida (Ag2O).Endapan yang terbentuk dapat berwarna hijau. Dasarnya adalah perubahan fruktosa oleh asam panas menjadi levulinat dan hidroksimetilfurfural yang selanjutnya berkondensasi dengan resorsinol membentuk senyawa berwarna merah. Uji Benedict Larutan tembaga alkalis akan direduksi oleh gula yang mempunyai gugus aldehid atau keton bebas dengan membentuk kuprooksida yang berwarna. Reaksi aldehida dengan pereaksi Tollens dapat ditulis sebagai berikut . Apabila fruktosa ditambahkan dengan air warna yang terjadi tetap bening dan tidak ada endapan. Gula pereduksi beraksi dengan pereaksi menghasilkan endapan merah bata (Cu2O). Kemudian larutan ini dipanaskan maka warna menjadi keruh coklat dan terbentuklah endapan cermin perak pada dinding tabung reaksi. Pada gula pereduksi terdapat gugus aldehid dan OH laktol. Oksidasi aldehida menghasilkan asam karboksilat. 1996) fruktosa juga merupakan salah satu jenis karbohidrat monosakarida. Uji Seliwanoff Reaksi ini spesifik untuk ketosa. (McGilvery&Goldstein. tetapi tidak dapat mereduksi pereaksi Benedict. sedangkan pereaksi Fehling terdiri atas dua macam larutan. Pereaksi Tollens adalah larutan perak nitrat dalam amonia. Pereaksi Benedict lebih banyak digunakan pada pemeriksaan glukosa dalam urine daripada pereaksi Fehling karena beberapa alasan. fruktosa juga merupakan salah satu senyawa aldehid. kedua senyaea ini dapat mereduksi pereaksi Fehling. Pereaksi seliwanoff terdiri dari serbuk resorsinol + HCl encer. Di samping itu pereaksi Benedict lebih peka daripada pereaksi Fehling. aldehida dapat mereduksi pereaksi Tollens sehingga membebaaskan unsur perak (Ag). Perekasi Tollens dan pereaksi Fehling adalah dua contoh oksidator lemah yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Warna endapan ini tergantung pada konsentrasi karbohidrat yang diperiksa. Apabila dalam urine terdapat asam urat atau kreatinin. Jadi sama seperti glukosa. Bila fruktosa diberi pereaksi seliwanoff dan dipanaskan dlm air mendidih selama 10 menit akan terjadi perubahan warna menjadi lebih tua. Kemudian ditambahkan dengan pereaksi tollens maka warna berubah menjadi keruh coklat kehitaman dan terdapat endapan. Pereaksi ini dibuat dengan cara menetesi larutan perak nitrat dengan larutan amonia sedikit demi sedikit hingga endapan yang mula-mula terbentuk larut kembali. Penggunaan pereaksi Benedict juga lebih mudah karena hanya terdiri atas satu macam larutan.

yaitu Fehling A dan Fehling B. fehling A adalah larutan CuSO4. Reaksi Aldehida dengan pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata dari Cu2O. . reaksi ini disebut reaksi cermin perak. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO. sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat. Pereaksi Fehling terdiri dari dua bagian. membentuk cermin. endapan perak yang terbentuk akan melapisi bejana. Pereaksi Fehling dipakai untuk identifikasi adanya gula reduksi (seperti glukosa) dalam air kemih pada penderita penyakit diabetes (glukosa mengandung gugus aldehida). Pereksi Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut.Bila reaksi dilangsungkan pada bejana gelas. sehingga diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua. Oleh karena itu. ion Cu2+ terdapat sebagai ion kompleks. Dalam pereaksi Fehling.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful