Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang strategi pembelajaran Bahasa Indonesia dan efektivitasnya

terhadap pencapaian tujuan belajar, kajian pustaka penelitian ini akan difokuskan pada (1) pembelajaran bahasa, (2) strategi pembelajaran Bahasa Indonesia, meliputi metode dan teknik pembelajaran Bahasa Indonesia, dan (3) hasil pembelajaran

2.1 Pembelajaran Bahasa Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan siswa Degeng (1989). Kegiatan pengupayaan ini akan mengakibatkan siswa dapat mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien. Upaya-upaya yang dilakukan dapat berupa analisis tujuan dan karakteristik studi dan siswa, analisis sumber belajar, menetapkan strategi pengorganisasian, isi pembelajaran, menetapkan strategi penyampaian pembelajaran, menetapkan strategi pengelolaan pembelajaran, dan menetapkan prosedur pengukuran hasil pembelajaran. Oleh karena itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan dalam memilih strategi pembelajaran untuk setiap jenis kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, dengan memilih strategi pembelajaran yang tepat dalam setiap jenis kegiatan pembelajaran, diharapkan pencapaian tujuan belajar dapat terpenuhi. Gilstrap dan Martin (1975) juga menyatakan bahwa peran pengajar lebih erat kaitannya dengan keberhasilan pebelajar, terutama berkenaan dengan kemampuan pengajar dalam menetapkan strategi pembelajaran. Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pebelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdikbud, 1995). Hal ini relevan dengan kurikulum 2004 bahwa kompetensi pebelajar bahasa diarahkan ke dalam empat subaspek, yaitu membaca, berbicara, menyimak, dan mendengarkan. Sedangkan tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran (1999) adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan. Sementara itu, dalam kurikulum 2004 untuk SMA dan MA, disebutkan bahwa tujuan pemelajaran Bahasa

kematangan emosional. 1972) menjelaskan sebagai berikut. (2) siswa memahami Bahasa Indonesia dari segi bentuk. Prinsip-prinsip belajar bahasa dapat disarikan sebagai berikut. dan keadaan. (4) siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis). Anthony (dalam H. (3) bila ia secara sengaja memfokuskan pembelajarannya kepada bentuk. keterampilan. dan strategi untuk mendukung proses pemerolehan bahasa. Teori tentang hakikat bahasa mengemukakan asumsi-asumsi dan tesisi-tesis tentang . dan (7) jika diberi kesempatan untuk mengatur pembelajaran mereka sendiri (Aminuddin. dan fungsi. serta menjadikan aspek-aspek tersebut sebagai petunjuk dalam kegiatan pembelajarannya. (4) ia disebarkan dalam data sosiokultural dan pengalaman langsung dengan budaya menjadi bagian dari bahasa sasaran. makna. Pebelajar akan belajar bahasa dengan baik bila (1) diperlakukan sebagai individu yang memiliki kebutuhan dan minat. Allen and Robert.2. serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. (5) siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian. metode. (6) jika diberi umpan balik yang tepat menyangkut kemajuan mereka.dan kematangan sosial. (5) jika menyadari akan peran dan hakikat bahasa dan budaya.2 Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Pembicaraaan mengenai strategi pembelajaran bahasa tidak terlepas dari pembicaraan mengenai pendekatan. 2. 2. pembelajaran bahasa harus mengetahui prinsip-prinsip belajar bahasa yang kemudian diwujudkan dalam kegiatan pembelajarannya. dan teknik mengajar. dan (6) siswa menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.1 Pendekatan Pembelajaran Istilah pendekatan dalam pembelajaran bahasa mengacu pada teori-teori tentang hakekat bahasa dan pembelajaran bahasa yang berfungsi sebagai sumber landasan/prinsip pengajaran bahasa. keperluan. memperluas wawasan kehidupan. Machfudz (2002) mengutip penjelasan Edward M.serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan. Untuk mencapai tujuan di atas.dan Sastra Indonesia secara umum meliputi (1) siswa menghargai dan membanggakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) dan bahasa negara. (2) diberi kesempatan berapstisipasi dalam penggunaan bahasa secara komunikatif dalam berbagai macam aktivitas. 1994). (3) siswa memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual.

Dalam strategi pembelajaran. Strategi penyampaian pembelajaran adalah metode untuk menyampaikan pembelajaran kepada pebelajar untuk menerima serta merespon masukan yang berasal dari pebelajar.2.2 Metode Pembelajaran Istilah metode berarti perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan materi pelajaran bahasa secara teratur. dan lain-lain yang setingkat dengan itu. serta fungsi dan pemakaiannya sebagai media komunikasi dalam suatu masyarakat bahasa. format. pembuatan diagram. yaitu strategi pengorganisasian pada tingkat mikro dan makro. Strategi pengorganisasian isi pembelajaran dibedakan menjadi dua jenis. Strategi mikro mengacu pada metode untuk mengorganisasian isi pembelajaran yang berkisar pada satu konsep atau prosedur atau prinsip. (a) Strategi Pengorganisasian Isi Pembelajaran Adalah metode untuk mengorganisasikan isi bidang studi yang telah dipilih untuk pembelajaran. Adapun startegi pengelolaan pembelajaran adalah metode untuk menata interaksi antara pebelajar dengan variabel pengorganisasian dan penyampaian isi pembelajaran. .hakikat bahasa. ³Mengorganisasi´ mengacu pada tindakan seperti pemilihan isi. Pendekatan pembelajaran lebih bersifat aksiomatis dalam definisi bahwa kebenaran teori-teori linguistik dan teori belajar bahasa yang digunakan tidak dipersoalkan lagi. Misalnya dari pendekatan berdasarkan teori ilmu bahasa struktural yang mengemukakan tesis-tesis linguistik menurut pandangan kaum strukturalis dan pendekatan teori belajar bahasa menganut aliran behavioerisme diturunkan metode pembelajaran bahasa yang disebut Metode Tata Bahasa (Grammar Method). karakteristik bahasa. proses belajar mengajar. Hal ini akan dijelaskan sebagai berikut. Dari pendekatan ini diturunkan metode pembelajaran bahasa. penataan isi. 2. dan (c) startegi pengelolaan pembelajaran (Degeng. yaitu strategi pengorganisasian isi pembelajaran. 1989). Istilah ini bersifat prosedural dalam arti penerapan suatu metode dalam pembelajaran bahasa dikerjakan dengan melalui langkah-langkah yang teratur dan secara bertahap. Teori belajar bahasa mengemukakan proses psikologis dalam belajar bahasa sebagaimana dikemukakan dalam psikolinguistil. dan penilaian hasil belajar. dimulai dari penyusunan perencanaan pengajaran. penyajian pengajaran. terdapat variabel metode pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis. unsur-unsur bahasa. (b) strategi penyampaian pembelajaran.

(2) implikasi biaya atau biaya awal melipui biaya peralatan. yaitu (1) media pembelajaran. (b) Strategi Penyampaian Pembelajaran Strategi penyampaian pembelajaran merupakan komponen variabel metode untuk melaksanakan proses pembelajaran. Penataan ururtan isi mengacku pada keputusan tentang bagaimana cara menata atau menentukan ururtan konsep. yaitu (1) menyampaikan isi pembelajaran kepada pebelajar. 2002) menyebutkan tiga kriteria dasar yang dapat digunakan untuk menyeleksi media. Interkasi pebelajar dengan emdia adalah komponen strategi penyampaian pembelajaran yang mengacu kepada kegiatan belajar. prosedur atau prinsip-prinsip hingga tampak keterkaitannya dan menjadi mudah dipahami. dan (3) bentuk belajar mengajar. perseorangan atau mandiri (Degeng. dan rangkuman isi pembelajaran yang paling berkaitan. kelompok kecil. biaya material (tape. (1) Media Pembelajaran Media pembelajaran adalah komponen strategi penyampaian yang dapat dimuat pesan yang akan disampaikan kepada pebelajar baik berupa orang. Adapun bentuk belajar mengajar adalah komponen strategi penyampaian pembelajaran yang mengacu pada apakah pembelajaran dalam kelompok besar. dan (2) menyediakan informasi atau bahan-bahan yang diperlukan pebelajar untuk menampilkan unjuk kerja (seperti latihan tes). 1989). menata ururtan. dan lainlain) jumlah jam yang diperlukan. film. membuat sintesis. (2) interaksi pebelajar dengan media.Sedangkan strategi makro mengacu pada metode untuk mengorganisasi isis pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu konsep atau prosedur atau prinsip. Martin dan Brigss (1986) mengemukakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan pembelajaran. Essef dan Essef (dalam Salamun. alat. menyajikan respon pebelajar. . jumlah jam yang diperlukan untuk pelatihan. yaitu (1) kemampuan interaksi media di dalam menyajikan informasi kepada pebelajar. Strategi makro lebih banyak berurusan dengan bagaimana memilih. Secara lengkap ada tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam mendeskripsikan strategi penyampaian. jumlah siswa yang menerima pembelajaran. dan mengevaluasi respon pebelajar. Strategi ini memiliki dua fungsi. dan (3) persyaratan yang mendukungh atau biaya operasional. maupun bahan.

(c) Strategi Pengelolaan Pembelajaran Strategi pengelolaan pembelajaran merupakan komponen variabel metode yang berurusan dengan bagaimana interaksi antara pebelajar dengan variabel-variabel metode pembelajaran lainnya. komponen ini lebih menaruh perhatian pada kajian mengenai kegiatan belajar apa yang dilakukan oleh siswa dan bagaimana peranan media untuk merangsang kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu. Strategi ini berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian tertentu yang digunakan selama proses pembelajaran. Bagaimanapun juga penyampaian pembelajaran dalam kelas besar menuntu penggunaan jenis media yang berbeda dari kelas kecil.(2) Interaksi Pebelajar Dengan Media Bentuk interaksi antara pembelajaran dengan media merupakan komponen penting yang kedua untuk mendeskripsikan strategi penyampaian. Penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran atau komponen suatu strategi baik untuk strategi pengorganissian pembelajaran maupun strategi penyampaian pembelajaran merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan pembelajaran. Sedangkan penjadwalan penggunaan strategi penyampaian melibatkan keputusan. . dan (3) pengelolaan motivasional. misalnya ³kapan dan untuk berapa lama seorang siswa menggunakan suatu jenis media´. Paling sedikit ada empat klasifikasi variabel strategi pengelolaan pembelajaran yang meliputi (1) penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran. (2) pembuatan catatan kemajuan belajar siswa. dan (4) kontrol belajar. (3) Bentuk Belajar Mengajar Gagne (1968) mengemukakan bahwa ³instruction designed for effective learning may be delivered in a number of ways and may use a variety of media´. Penjadwalan penggunaan strategi pengorganisasian pembelajaran biasanya mencakup pertanyaan ³kapan dan berapa lama siswa menggunakan setiap komponen strategi pengorganisasian´. Cara-cara untuk menyampaikan pembelajaran lebih mengacu pada jumlah pebelajar dan kreativitas penggunaan media. Komponen ini penting karena strategi penyampaian tidaklah lengkap tanpa memebri gambaran tentang pengaruh apa yang dapat ditimbulkan oleh suatu media pada kegiatan belajar siswa. Demikian pula untuk pembelajaran perseorangan dan belajar mandiri.

dan metode alami. (2) the audio lingual method. (7) metode APS dan metode WP2S dalam pembelajaran membaca permulaan. (4) total phsyical response. metode oral. Gunanya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jack C. dan (3) hasil pembelajaran. Pengelolaan motivasional merupakan bagian yang amat penting dari pengelolaan inetraksi siswa dengan pembelajaran. Menurut Reigeluth dan Merril (dalam Salamun. (5) silent way. Sebagian besar bidang kajian studi sebenarnya memiliki daya tarik untuk dipelajari. dan (9) metode SAS dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan. namun pembelajaran gagal menggunakannya sebagai alat motivasional. prosedur atau prinsip yang tidak bermakna. keputusna yang tepat mengenai unsur-unsur mana saja yang ada dalam hierarki yang diajarkan perlu diambil. (4) metode TPR dalam pengajaran menyimak dan berbicara. (8) metode eklektik dalam pembelajaran membaca. Rodgers (dalam Machfudz. (3) metode langsung.Pembuatan catatan kemajuan belajar siswa penting sekali bagi keperluan pengambilan keputusan-keputusan yang terkait dengan strategi pengelolaan. (5) metode diagnostik dalam pembelajaran membaca. Akibatnya. Kondisi ini tentunya berinteraksi dengan metode . Richards dan Theodore S. (3) communicative language teaching. (2) metode mimikri-memorisasi. bidang studi kehilangan daya tariknya dan yang tinggal hanya kumpulan fakta dan konsep. (6) community language learning. 2002). prosedur atau prinsip? Bila menggunakan pengorganisasian dengan hierarki belajar. dan (8) suggestopedia. (1) Kondisi Pembelajaran Kondisi pembelajaran adalah faktor yang mempengaruhi efek metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran (Salamun. (7) the natural approach. (2) metode pembelajaran. Semua ini dilakukan hanya apabila ada catatan yang lengkap mengenai kemajuan belajar siswa. Hal ini berarti keputusan apapun yang dimabil haruslah didasarkan pad ainformasi yang lengkap mengenai kemajuan belajar siswa tentang suatu konsep. 2002) menyatakan bahwa klasifikasi variabel pembelajaran meliputi (1) kondisi pembelajaran. Saksomo (1984) menjelaskan bahwa metode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia antara lain (1) metode gramatika-alih bahasa. 2002) menyatakan dalam bukunya ³Approaches and Methods in Language Teaching´ bahwa metode pembelajaran bahasa terdiri dari (1) the oral approach and stiuasional language teaching. (6) metode SQ3R dalam pembelajaran membaca pemahaman.

(2) Metode Pembelajaran Machfudz (2000) mengutip penjelasan Edward M. Hasil pembelajaran dapat berupa hasil nyata (actual outcomes). Variabel hasil pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian. maka ia berubah menjadi metode pembelajaran. yaitu tujuan yang ingin dicapai yang sering mempengaruhi keputusan perancang . (3) Hasil Pembelajaran Hasil pembelajaran adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran (Salamun. (2) efisiensi. proses belajar mengajar. Allen and Robert. yaitu (a) tujuan dan karakteristik bidang stuydi. Variabel dalam pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian. yaitu hasil nyata yang dicapai dari penggunaan suatu metode di bawah kondisi tertentu. dimulai dari penyusunan perencanaan pengajaran. metode pembelajaran adalah caracara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda. (bahasa) kendala dan karakteristik bidang studi. Sebaliknya. yaitu kefektifav. dan hasil yang diinginkan (desired outcomes). Istilah ini lebih bersifat prosedural dalam arti penerapan suatu metode dalam pembelajaran bahasa dikerjakan dengan melalui langkah-langkah yang teratur dan secara bertahap. dan (c) karakteristik pebelajar.pembelajaran dan hakikatnya tidak dapat dimanipulasi. yaitu variabel-variabelmempengaruhi penggunaan metode karena ia berinteraksi dengan metode danm sekaligus di luar kontrol perancang pembelajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah sebuah cara untuk perencanaan secara utuh dalam menyajikan materi pelajaran secara teratur dengan cara yang berbeda-beda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda. Anthony (dalam H. Semua cara tersebut dapat dimanipulasi oleh perancang-perancang pembelajaran. jika suatu kondisi pembelajaran dalam suatu situasi dapat dimanipulasi. dan penilaian hasil belajar. 2002). penyajian pengajaran. Artinya klasifikasi variabel-variabel yang termasuk ke dalam kondisi pembelajaran. Berbeda dengan halnya metode pembelajaran yang didefinisikan sebagai cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. 1972) menjelaskan bahwa istilah metode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berarti perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan materi pelajaran bahasa secara teratur. dan (3) daya tarik. Sedangkan menurut Salamun (2002).

Kondisi Tujuan karakteristik studi dan Kendala bidang karakteristik studi dan Karakteristik siswa bidang Metode Strategi pengorganisasian pembelajaran: strategi makro dan strategi mikro Strategi penyampaian Strategi pengelolaan pembelajaran pembelajaran Hasil Keefektifan.3 Teknik Pembelajaran Istilah teknik dalam pembelajaran bahasa mengacu pada pengertian implementasi perencanaan pengajaran di depan kelas. dan daya tarik pembelajaran Diagram 1: Taksonomi variabel pembelajaran (diadaptasi dari Reigeluth dan Stein: 1983) Keefektifan pembelajaran dapat diukur dengan tingkat pencapaian pebelajar. Daya tatik pembelajaran biasanya juga dapat diukur dengan mengamati kecenderungan siswa untun tetap terus belajar. yaitu penyajian pelajaran dalam kelas tertentu dalam jam dan materi tertentu pula. Teknik mengajar berupa berbagai macam cara. dan kiat (trik) untuk menyajikan pelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.pembelajaran dalam melakukan pilihan metode sebaiknya digunakan klasifikasi variabel-variabel pembelajaran tersebut secara keseluruhan ditunjukkan dalam diagram berikut. dan situasional. kegiatan. Teknik pembelajaran bersifat implementasi. 2. Efisiensi pembelajaran biasanya diukur rasio antara jefektifan dan jumlah waktu yang dipakai pebelajar dan atau jumlah biaya pembelajaran yang digunakan.2. Adapaun daya tarik pembelajaran erat sekali dengan daya tarik bidang studi. efisiensi. individual. . Keduanya dipengaruhi kualitas belajar.

DAFTAR PUSTAKA Basiran. Tidak diterbitkan. Tesis. (9) peragaan. Jurnal Bahasa dan Sastra UM Moeleong. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren. Bandung: PT. Metodologi Penelitian Kualitatif. M. (11) karya wisata dan bermain-main. Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. 1994. (10) simulasi. Imam. dan diskoveri. Subyakto. VI. (4) pemebrian tugas dan resitasi. Strategi Pengajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: 28 Oktober²2 Nopember 1993 Suharyanto.. Sri Utari. I.S. Metodologi Pengajaran Bahasa. (7) mengajar di laboratorium. Remaja Rosyda Karya. Makalah disajikan dalam Konferensi Bahasa Indonesia. Skripsi. Saksomo. dan serta² merta. dan (12) eklektik. dramatisasi. 2000. (8) induktif. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Salatiga: Univeristas Kristen Satya Wacana Degeng. Soenjono. 1988.N. Jakarta: Proyek Pembinaan Sekolah Dasar Machfudz. Mokh. Butir-butir Renungan Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. 1997.Saksomo (1983) menyebutkan teknik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia antara lain (1) ceramah. (2) tanya²jawab . inkuiri. Strategi Pembelajaran Mengorganisasi Isi dengan Model Elaborasi. Anik. (3) diskusi. 1999. 2002. Tidak diterbitkan Sholhah. Apakah yang Dituntut GBPP Bahasa Indonesia Kurikulum 1994?. 1999. campuran. main peran. 1983. Pertanyaan Tutor dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing di UM. Malang: IKIP Malang Salamun. Yogyakarta: Depdikbud Darjowidjojo. 1993. (6) meramu pendapat (brainstorming). Malang: IKIP dan IPTDI Depdikbud. Makalah disajikan dalam Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. 2000. 2000. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud Sugiono. Metode Pengajaran Bahasa Indonesia Komunikatif. Lexy J. S. Yogyakarta: Depdikbud . 1995. Pedoman Proses Belajar Mengajar di SD. dan sosio-drama. (5) demonstrasi dan eksperimen. dan ostensif. Dwi.

dan independent writing. membaca. Dalam whole language bahasa diajarkan secara utuh. dan menulis diajarkan secara terpadu (integrated) sehingga siswa dapat melihat bahasa sebagai suatu kesatuan. Komponen whole language adalah reading aloud. jurnal writing. .PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SD Juni 7. berbicara. Dalam menerapkan whole language guru harus memahami dulu komponen-komponen whole language agar pembelajaran dapat dilakukan secara maksimal. tidak terpisah-pisah. guided reading. independent reading. sustain silent reading. menyimak. shared reading. 2010 pada 8:00 am (Pendidikan) 1 Votes Cintai Indonesia Pendekatan Whole Language dalam Pembelajaran Bahasa Whole language adalah suatu pendekatan pembelajaran bahasa yang didasari oleh paham constructivism. guided writing.

Fokus pembelajarannya tidak hanya pada pencapaian tujuan pembelajaran saja.Kelas yang menerapkan whole language merupakan kelas yang kaya dengan barang cetak. pengalaman. serta keterampilan yang cocok untuk memperoleh serta mengembangkan kompetensi bahasa yang kita pelajari. dalam hal ini bahasa Indonesia. dan buku petunjuk. baik secara fisik maupun nonfisik. beberapa aspek yang dibahas dalam KB 2 ini mencakup tiga hal penting. Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia . materi yang diberikan kepada siswa akan mencapai hasil yang maksimal. kelas whole language menerapkan penilaian yang menggunakan portofolio dan penilaian informal melalui pengamatan selama pembelajaran berlangsung Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran bahasa adalah pendekatan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan bahasa. merasa aman. Di samping itu. Ketiga hal tersebut dipaparkan berdasarkan gambaran dasar yang terdapat dalam pendekatan keterampilan proses. kelas whole language dibagibagi dalam sudut-sudut yang memungkinkan siswa melakukan kegiatan secara individual di sudut-sudut tersebut. Sementara itu. bersemangat. Pengaturan dilakukan sedemikian rupa agar siswa mempunyai keleluasaan gerak. Pengelolaan kelas dalam pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dilaksanakan dengan pengaturan kelas. seperti buku. pengalaman. dan keterampilan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. bergembira. Pendekatan ini memberikan pengetahuan. Prinsip-prinsip Pendekatan Keterampilan Proses. majalah. Dengan kondisi yang demikian. koran. dan Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Keterampilan Proses. dan bergairah untuk belajar. yakni Hakikat Pendekatan Keterampilan Proses. Selanjutnya. melainkan juga pada pemberian pengetahuan. Pendekatan ini dipandang sebagai pendekatan dalam proses belajar-mengajar yang sesuai dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

seperti halnya teori linguistik yang mendasari audiolingualisme. membaca. Penarikan Simpulan. Apa yang dibutuhkan adalah suatu studi yang lebih cermat mengenai bahasa itu sendiri dan kembali kepada konsep tradisional bahwa ucapan-ucapan mengandung makna dalam dirinya dan mengekspresikan makna serta maksud-maksud pembicara dan penulis yang menciptakannya. dan Pelaksanaan Evaluasi. Namun. Dalam prosedur pembelajaran pendekatan komunikatif. dan berbicara dan mengakui saling ketergantungan bahasa dan komunikasi. dalam perkembangan selanjutnya. Penyajian Tanya-Jawab. Aktivitas Interpretatif. tujuan. Adapun dalam penerapan pendekatan komunikatif ini. bahasa diajarkan dengan cara mempraktikkan/melatihkan struktur-struktur dasar dalam berbagai kegiatan berdasarkan situasi yang bermakna. beberapa aspek yang harus diperhatikan kaitannya dengan pendekatan komunikatif adalah teori bahasa. silabus. Sementara itu. menulis. Aktivitas Produksi Lisan. peranan guru. tidak ada harapan/masa depan untuk meneruskan mengajar gagasan yang tidak masuk akal terhadap peramalan bahasa berdasarkan peristiwa-peristiwa situasional. Menurut mereka. Pelatihan Lisan Dialog yang Disajikan. terdapat beberapa garis besar pembelajaran yang harus diperhatikan yakni Penyajian Dialog Singkat. tipe kegiatan. dan peranan materi. aspek-aspek yang berkaitan erat dengan pendekatan komunikatif. Pemberian Tugas. Beberapa hal yang berkait langsung dengan konsep ini adalah latar belakang munculnya pendekatan komunikatif. teori belajar. yang saat itu menggunakan pendekatan situasional. Penelaahan dan Pengkajian. ciri-ciri utama pendekatan komunikatif. ada . yang mencakup menyimak. Dalam pembelajaran bahasa secara situasional. peranan siswa. dan bahasa yang dimaksud dalam konteks ini tentu saja bahasa Indonesia. ditolak di Amerika Serikat pada pertengahan tahun 1960-an dan para pakar linguistik terapan Inggris pun mulai mempermasalahkan asumsi-asumsi yang mendasari pengajaran bahasa situasional.Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk membuat kompetensi komunikatif sebagai tujuan pembelajaran bahasa dan mengembangkan prosedur-prosedur bagi empat keterampilan berbahasa. Munculnya pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa bermula dari adanya perubahanperubahan dalam tradisi pembelajaran bahasa di Inggris pada tahun 1960-an. dan penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Untuk itu pendidik dituntut harus mamapu merancang dan melaksanakan pengalaman belajar dengan tepat. tema ´Air´ dapat ditinjau dari mata pelajaran fisika. Adapun yang termasuk dalam strategi pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan pendekatan komunikatif adalah pengorganisasian kelas serta metode dan teknik Belajar Mengajar. maka pembelajaran tematik tampak lebih menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan adanya pemaduan itu peserta didik akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran jadi bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran tematik merupan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. yakni tujuan pembelajarannya dan GBPP yang digunakan. Setiap peserta didik memerlukan bekal pengetahuan dan kecakapan agar dapat hidup dimasyarakat. dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Jika dibandingkan dengan pendekatan konvensional. BNSP (2006:35) menyatakan bahwa pengalaman belajar peserta didik menempati posisi penting dalam usaha meningkatkan kualitas lulusan. biologi dan matematik. Bermakna disini memberikan arti bahwa pada pembelajaran tematik peserta didik akan dapat memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman lansung dan nyata yang menghubungkan antar konsep-konsep dalam intra maupun antar mata pelajaran. kimia. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tama tertentu. dan bekal ini diharapkan diperoleh melalui pengalaman belajar disekolah. . Lebih luas lagi.dua hal yang harus diperhatikan. Oleh sebab itu pengalam belajar di sekolah sedapat mungkin memberikan bekal bagi peserta didik dalam mencapai kecakapan untuk berkarya. Kecakapan ini disebut dengan kecapan hidup yang cakupannya lebih luas dibanding hanya sekedar keterampilan. PENDEKATAN TEMATIK DALAM PEMBELAJARAN SD Konsep pembelajaran tematik adalah merupakan pengembangan dari pemikiran dua orang tokoh pendidikan yakni Jacob tahun 1989 dengan konsep pembelajaran interdisipliner dan Fogarty pada tahun 1991 dengan konsep pembelajaran terpadu. Sebagai contoh. sehingga peserta didik aktif terlibat dalam proses pembelajaran untuk pembuatan keputusan.

y Menekankan pembentukan pemahaman dan kebermaknaan. Pada pembelajaran tematik diprogramkan untuk melibatkan peserta didik secara lansung pada konsep dan prinsip yang dipelajari dan memungkinkan peserta didik belajar dengan melakukan . pembelajaran tematik memiliki karakteristik sebagai berikut : y Pembelajaran berpusat pada peserta didik.tema itu dapat ditinjau dari bidang studi lain. @ KARAKTERISTIK PENDEKATAN TEMATIK Sebagai suatu proses. Unit yang tematik adalah epitome dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan pengahayatan secara alamiah tetang dunia di sekitar mereka. seperti IPS. Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum. Pembelajaran tematik dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Peserta didik dapat aktif mencari. karena pada dasarnya pembelajaran tematik merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan keleluasan pada peserta didik baik secara individu maupun kelompok. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya. menawarkan kesempatan yang sangat banyak pada peserta didik untuk memunculkan dinamika dalam proses pembelajaran. Hal ini diharapkan akan berakibat kepada kemampuan peserta didik untuk dapat menerapkan perolehan belajarnya pada pemecahan masalah-masalah yang nyata dalam kehidupannya. Hasil yang nyata didapat dari segala konsep yang diperoleh dan keterkaitannya dengan konsep-konsep lain yang di pelajari dan mengakibatkan kegiatan belajar lebih bermakna. y Belajar melalui pengalaman lansung. bahasa. sehingga akan berdampak pada kebermaknaan dari materi yang dipelajari peserta didik. agama dan seni. Pembelajaran tematik mengkaji suatu fenomena dari berbagai macam aspek yang membentuk semacam jalinan antar skemata yang dimiliki peserta didik.

y Sarat dengan muatan keterkaitan. pelaksanaan sampai proses evaluasi. Sedangkan peserta didik sebagai actor pencari fakta dan informasi untuk mengembangkan pengetahuannya. . Pembelajaran tematik memusatkan perhatian pada pengamatan dan pengkajian suatu gejala atau peristiwa dari beberapa mata pelajaran sekaligus. Sehingga dimungkinkan peserta didik untuk memahami suatu fenomena pembelajaran dari segala sisi. y Lebih memperhatikan proses dari hasil semata. Pembelajaran tematik dilaksanakan dengan melibatkan hasrat. dan kemampuan peserta didik. yang pada gilirannya nanti akan membuat peserta didik lebih arif dan bijak dalam menyikapi atau menghadapi kejadian yang ada.kegiatan secara lansung. tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak. sehingga dimungkinkan peserta didik termotivasi untuk belajar terus menerus. Pendidik lebih banyak bertindak sebagai fasilitator dan katalisator yang membimbing kearah tujuan yang ingin dicapai. Pada pembelajaran tematik dikembangkan pendekatan discoveri inquiry (penemuan terbimbing) yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran yaitu mulai dari perencanaan. bukan sekadar informasi dari guru. Sehingga peserta didik akan memahmi hasil belajarnya sesuai dengan fakta dan peristiwa yang mereka alami. minat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful