BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Manajemen merupakan hal yang sangat penting dalam semua bidang kehidupan. Dengan manajemen, kinerja sebuah organisasi dapat berjalan secara maksimal. Demikian juga dengan lembaga pendidikan. Dengan manajemen yang baik, maka sebuah institusi pendidikan akan dapat berkembang secara optimal sebagaimana diharapkan. Manajemen pendidikan di Indonesia merupakan titik sentral dalam mewujudkan tujuan pembangunan Sumber Daya Manusia. Dalam pengamatannya, manajemen pendidikan di Indonesia masih belum menampakkan kemampuan profesional sebagaimana yang diinginkan, masalah manajemen pendidikan

merupakan salah satu masalah pokok yang menimbulkan krisis dalam dunia pendidikan Indonesia. Kondisi ini disebabkan karena tidak adanya tenaga-tenaga administrator pendidikan yang profesional. Oleh karena itu, hal penting yang harus dipertimbangkan bagi sebuah institusi pendidikan adalah adanya tenaga administrator pendidikan yang profesional. Dalam pengelolaan administrasi pendidikan, diperlukan kualitas personil yang memadai, dalam arti penempatan orang yang tepat sesuai dengan kompetensi yang diperlukan untuk kinerja yang efektif dan efisien. Faktor manajemen merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan efek terhadap prestasi belajar siswa.

1

Seiring dengan diberlakukannya otonomi daerah, maka telah terjadi perubahan paradigma dalam pengelolaan pendidikan yang antara lain telah memunculkan suatu model dalam manajemen pendidikan, yaitu school based management. Model manajemen ini pada dasarnya memberikan peluang yang sangat besar (otonomi) kepada sekolah untuk mengelola dirinya sesuai dengan kondisi yang ada serta memberikan kesempatan kepada masyarakat (stakeholders) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pendidikan. Konsekuensi dari pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dalam setiap satuan, jenis, dan jenjang pendidikan antara lain sangat diperlukan adanya kemampuan manajerial yang cukup memadai dari kepala sekolah dan didukung oleh adanya kinerja guru yang profesional. Rendahnya kualitas sumber daya manusia merupakan masalah mendasar yang dapat menghambat pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional Penataan sumber daya manusia perlu diupayakan secara bertahap dan berkesinambungan melalui sistem pendidikan yang berkualitas baik pada jalur pendidikan formal, informal, maupun non formal, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi (Mulyasa,2004:4). Dikatakan lebih lanjut oleh Mulyasa tentang pentingnya pengembangan sistem pendidikan yang berkualitas perlu lebih ditekankan, karena berbagai indikator menunjukkan bahwa pendidikan yang ada belum mampu menghasilkan sumber daya sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan. Keberhasilan pendidikan di sekolah sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Kepala
2

sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Hal tersebut menjadi lebih penting sejalan dengan semakin kompleksnya tuntutan tugas kepala sekolah, yang menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisien.

Kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi yang sangat berpengaruh dan menentukan kemajuan sekolah harus memiliki kemampuan administrasi, memiliki komitmen tinggi, dan luwes dalam melaksanakan tugasnya. Kepemimpinan kepala sekolah yang baik harus dapat mengupayakan peningkatan kinerja guru melalui program pembinaan kemampuan tenaga kependidikan. Oleh karena itu kepala sekolah harus mempunyai kepribadian atau sifat-sifat dan kemampuan serta keterampilan-keterampilan untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan. Dalam perannya sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah harus dapat memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang-orang yang bekerja sehingga kinerja guru selalu terjaga. Sardiman (2005:125) mengemukakan bahwa guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus berperan secara aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional, sesuai dengan tuntutan masyarakat yang semakin berkembang. Dalam hal ini guru
3

tidak semata-mata sebagai pengajar yang melakukan transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pendidik yang melakukan transfer nilai-nilai sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahkan dan menuntun siswa dalam belajar. Temuan penelitian lainya juga menunjukan bahwa kemerosotan mutu hasil belajar murid tidak hanya disebabkan oleh kurangnya motivasi belajar, kurangnya perhatian orang tua, atau kelemahan-kelemahan pada pihak guru, tetapi faktor yang cukup kuat mempengaruhi adalah perilaku kepemimpinan yang tidak tepat pakai dan tidak tepat guna. Dalam usaha mewujudkan tujuan pendidikan, manajemen merupakan faktor yang sangat penting. Oleh karena itu, agar pendidikan dapat maju, maka harus dikelola oleh administrator pendidikan yang profesional. Disamping pentingnya administrator pendidikan yang profesional, usaha yang penting dalam pencapaian tujuan pendidikan adalah kerjasama yang baik antara semua unsur yang ada, termasuk mendayagunakan seluruh sarana dan prasarana pendidikan. Dalam konteks inilah, administrator pendidikan memegang peranan yang cukup penting.

Dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 1992 pasal 3 ayat 3 dijelaskan bahwa pengelola satuan pendidikan terdiri atas kepala sekolah, direktur, ketua, rektor dan pimpinan satuan pendidikan luar sekolah. Kepala sekolah sebagai salah satu pengelola satuan pendidikan juga disebut sebagai administrator, dan disebut juga sebagai manajer pendidikan. Maju mundurnya kinerja sebuah organisasi ditentukan oleh sang manajer. Kepala sekolah sebagai manajer merupakan pemegang kunci maju mundurnya sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Richardson dan Barbe (1986:
4

yaitu ketrampilan konseptual. Rendahnya kinerja guru akan berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas yang pada gilirannya akan berpengaruh pula terhadap pencapaian tujuan pendidikan. menciptakan iklim sekolah yang kondusif dan membangun unjuk kerja personel sekolah serta dapat membimbing guru melaksanakan proses pembelajaran. Ketrampilan hubungan manusia meliputi. Pada kondisi semacam ini. Di sekolah. kemampuan menjalin hubungan kerjasama secara efektif dan efisien dengan personel sekolah. Ketrampilan konseptual meliputi. baik secara perorangan maupun kelompok. kepala sekolah diharapkan memiliki kemampuan profesional dan ketrampilan yang memadai. proses-proses. 5 . Ketrampilan–ketrampilan yang diperlukan dalam mencapai keberhasilan sekolah. Rendahnya kinerja guru harus diidentifikasi penyebabnya. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi terhadap kinerja seorang guru.99) yang menyatakan. Dengan kemampuan profesional manajemen pendidikan. prosedur dan tehnik pengelolahan kelas. Dalam posisinya sebagai administrator dan manajer pendidikan. kepala sekolah senantiasa berinteraksi dengan guru bawahannya. Ketrampilan tehnikal merupakan kecakapan dan keahlihan yang harus dimiliki kepala sekolah meliputi metodemetode. “principals is perhaps the most significant single factor in establishing an effective school” (Kepala Sekolah merupakan faktor yang paling penting didalam membentuk sebuah sekolah yang efektif). kemampuan melihat sekolah dan semua program pendidikan sebagai suatu keseluruhan. kepala sekolah diharapkan dapat menyusun program sekolah yang efektif. memonitor dan menilai kegiatan mereka sehari-hari.. ketrampilan hubungan dan ketrampilan tehnikal.

kepala sekolah memegang peranan penting. 2) Pengalaman kerja kepala sekolah yang masih minim. sekolah akan sulit untuk mencapai hasil seperti yang diharapkan. Dengan adanya guru yang mempunyai kinerja rendah. selain itu juga ada guru yang sering membolos. juga ada guru yang dalam melakukan pekerjaan itu tanpa dilandasi rasa tanggung jawab. Dalam pelaksanaan tugasnya mendidik. persepsi masyarakat selama ini memposisikan guru sebagai kunci 6 . 5) Ketrampilan kepala sekolah dalam menyelesaikan permasalahan belum memuaskan. kemajuan dibidang pendidikan membutuhkan administrator pendidikan yang mampu mengelola satuan pendidikan dan mampu meningkatkan kinerja guru dalam mencapai tujuan pendidikan. Pertama. Berdasarkan fenomena di SD Negeri pada Kecamatan Kendari menunjukan bahwa 1) Rendahnya motivasi kerja kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. 3) Lemahnya disiplin kerja kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Kedua. datang tidak tepat pada waktunya dan tidak mematuhi perintah. ada beberapa alasan yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian ini. ada yang bersemangat dan penuh tanggung jawab. karena dapat memberikan iklim yang memungkinkan bagi guru berkarya dengan penuh semangat. Kondisi guru seperti itulah yang menjadi permasalahan di setiap lembaga pendidikan formal. Berdasarkan kajian teoretis sebagaimana terdeskripsi diatas. kepala sekolah membangun dan mempertahankan kinerja guru yang positif. Dengan ketrampilan manajerial yang dimiliki. 4) Kemampuan manajerial Kepala sekolah masih rendah. guru memiliki sifat dan perilaku yang berbeda.

2. khususnya manajemen pendidikan.3. yang berjalan dengan pesat. 7 . Adakah pengaruh positif yang signifikan keterampilan manajerial kepala terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari ? 1. Untuk mengkaji dan menganalisis implikasi ketrampilan manajerial kepala terhadap kinerja para guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari. Untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh ketrampilan manajerial kepala Sekolah terhadap kinerja para guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari. kajian empiris dengan tema ini menarik untuk dilakukan mengingat perkembangan ilmu dan teori manajemen. 1. Tujuan Penelitian 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimanakah implikasi ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari ? 2. Padahal.utama keberhasilan atau kegagalan pendidikan. Dari latar belakang masalah yang dikemukakan di atas maka mendorong penulis memilih judul “ Pengaruh Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru SD Negeridi kecamatan Kendari Kota Kendari”. 2. Di samping guru. seorang guru hanyalah salah satu komponen dalam satuan pendidikan di sekolah. kepala sekolah adalah pihak yang memegang peranan tidak kalah penting. Ketiga.

4. Sebagai bahan pertimbangan dan sumbangan pemikiran guna meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Kendari. b. c.1.2. Manfaat Penelitian 1. b.4. Sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya dalam topik yang relevan. 8 .4. Dari aspek Praktis a.1 Dari aspek teoritis a. 1. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai input bagi pimpinan dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan kepemimpinan kepala sekolah dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja guru. Memberikan sumbangan pemikiran dan perbaikan dalam kepemimpinan kepala sekolah. Sebagai sumbangsih dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu manajemen/ kepemimpinan kepala sekolah.

kata manajerial sering disebut sebagai asal kata dari management yang berarti melatih kuda atau secara harfiah diartikan sebagai to handle yang berarti mengurus. management merupakan kata benda yang dapat berarti pengelolaan. Konsep Keterampilan Manajerial Kepala Sekolah Menurut Burhanudin (1990:530) mengatakan bahwa keterampilan sepadan dengan kata kecakapan. (6) mencakup beberapa fungsi. terkoordinasi. Dalam banyak kepustakaan. dan kepandaian yang disebut dengan skill. Sedangkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Terry bahwa bahwa fungsi manajemen 9 . (5) didasarkan pada pembagian kerja. (4) ada dua orang atau lebih yang bekerjasama dalam suatu organisasi. tata pimpinan atau ketatalaksanaan. Manajemen merupakan suatu proses pengelolaan sumber daya yang ada mempunyai empat fungsi yaitu perencanaan. (7) merupakan alat untuk mencapai tujuan. koperatif. Pada prinsipnya pengertian manajemen mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut: (1) ada tujuan yang ingin dicapai.1.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dan terintegrasi dalam memanfaatkan unsur-unsurnya. (2) sebagai perpaduan ilmu dan seni. atau mengendalikan. tugas dan tanggung jawab. penggerakan. menangani. (3) merupakan proses yang sistematis. Sedangkan. peng-organisasian. manajerial merupakan kata sifat yang berhubungan dengan kepemimpinan dan pengelolaan. dan pengawasan.

dalam rangka mencapai tujuan organisasional. administrasi perlengkapan. administrasi pegawai. Oleh sebab itu. administrasi keuangan. mengarahkan. Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan dapat meliputi penetapan tujuan. Perencanaan (Planning). administrasi kantor. penggerakan. Di dalam perencanaan ini dirumuskan dan ditetapkan seluruh aktivitas lembaga yang menyangkut apa yang harus dikerjakan. administrasi perpustakaan. mengawasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan sekolah. merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang tentang hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. mengkoordinasikan.1984: 14). Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah adalah merencanakan. mengorganisasikan. di mana dikerjakan. penegakan strategi. kapan akan dikerjakan.mencakup kegiatan perencanaan. Kepala sekolah sebagai top manajemen di lembaga pendidikan Sekolah mempunyai tugas untuk membuat 10 . pengorganisasian. kepala sekolah pada dasarnya mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melakukan perencanaan. pengorganisasian. mengapa dikerjakan. dan pengawasan yang dilakukan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. siapa yang mengerjakan dan bagaimana hal tersebut dikerjakan. dan pengawasan terhadap seluruh sumber daya yang ada dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah (Soetopo. yang meliputi bidang proses belajar mengajar. dan administrasi hubungan masyarakat. penggerakan. administrasi siswa. dan pengembangan rencanauntuk mengkoordinasikan kegiatan.

dan pengaruh terhadap semua anggota kelompok agar mau bekerja secara sadar dan suka rela dalam rangka mencapai suatu tujuan yang ditetapkan sesuai dengan perencanaan dan pola organisasi. kesiswaan.perencanaan. baik dalam bidang program pembelajaran dan kurikulum. Pengorganisasian (organizing). (2) siapa yang mengerjakan. 2004:15). bahwa kegiatan yang dilakukan dalam pengorganisasian dapat mencakup (1) menetapkan tugas yang harus dikerjakan. pengarahan. (3) bagaimana tugas itu dikelompokkan. wewenang dan tanggung jawab menjadi lebih jelas. Oleh sebab itu. uraian tugas tiap bidang. kepegawaian. adalah aktivitas untuk memberikan dorongan. menurut Terry bahwa pembagian pekerjaan yang direncanakan untuk diselesaikan oleh anggota kelompok pekerjaan. Masalah penggerakan ini pada dasarnya berkaitan erat dengan unsur manusia sehingga keberhasilannya juga ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam berhubungan dengan para guru dan karyawannya. Penggerakan (actuating). (4) siapa melapor ke siapa. (5) di mana keputusan itu harus diambil (Thoha. Fungsi ini perlu dilakukan untuk mewujudkan struktur organisasi sekolah. daya kreasi serta inisiatif yang tinggi dan mampu mendorong 11 . diperlukan kemampuan kepala sekolah dalam berkomunikasi. dan penentuan sumber daya manusia dan materil yang diperlukan. Pengorganisasian merupakan salah satu fungsi manajemen yang perlu mendapatkan perhatian dari kepala sekolah. penentuan hubungan-hubungan pekerjaan di antara mereka dan pemberian lingkungan pekerjaan yang sepatutnya. keuangan maupun perlengkapan. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Robbins (2003:5).

maka perlu memperhatikan beberapa prinsip berikut: a). Oleh sebab itu. gagasan dan hasil karyanya. Pengawasan dilakukan untuk mengumpulkan data tentang penyelenggaraan kerja sama antara guru. yaitu (1) menetapkan alat ukur atau standar. baik kesempatan belajar maupun biaya yang cukup untuk tujuan tersebut. kemudian apakah perlu diadakan perbaikan. Untuk dapat menggerakan guru atau anggotanya agar mempunyai semangat dan gairah kerja yang tinggi. b). dapat diartikan sebagai salah satu kegiatan untuk mengetahui realisasi perilaku personel dalam organisasi pendidikan dan apakah tingkat pencapaian tujuan pendidikan sesuai dengan yang dikehendaki. konselor. Pada dasarnya ada tiga langkah yang perlu ditempuh dalam melaksanakan pengawasan. dan petugas madrasah lainnya dalam institusi satuan pendidikan. f). Pengawasan (controlling). supervisor. e). c). (2) mengadakan penilaian atau evaluasi. kepala sekolah. Memberikan kesempatan yang tepat bagi pengembangan pegawainya.. d). kegiatan pengawasan itu dimaksudkan untuk mencegah 12 . Memperlakukan para pegawai dengan sebaik-baiknya. Menguasahan adanya keadilan dan bersikap bijaksana kepada setiap pegawai tanpa pilih kasih. dan (3) mengadakan tindakan perbaikan atau koreksi dan tindak lanjut. g)..semangat dari para guru/ karyawannya. Memberikan motivasi untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki para pegawai melalui ide. Menanamkan semangat para pegawai agar mau terus berusaha meningkatkan bakat dan kemampuannya. Menghargai setiap karya yang baik dan sempurna yang dihasilkan para pegawai. Mendorong pertumbuhan dan pengem-bangan bakat dan kemampuan para pegawai tanpa menekan daya kreasinya.

Kemampuan teknik adalah kemampuan yang berhubungan erat dengan penggunaan alat-alat. keuangan. Sedangkan. Sedangkan. dan pengawasan terhadap seluruh bidang garapan yang menjadi tanggung jawab sekolah . prosedur. human skill (kemampuan hubungan kemanusiaan). metode dan teknik dalam suatu aktivitas manajemen secara benar (working with things). kurikulum. pengorganisasian. hubungan sekolah penunjang lainnya. Kepala sekolah sebagai administrator di sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab atas seluruh proses manajerial yang mencakup perencanaan. Menurut Wahjosumidjo (2002:4) mengemukakan bahwa deskripsi tugas dan tanggung kepala sekolah dapat dilihat dari dua fungsi. penggerakan. yaitu kepala sekolah sebagai administrator dan sebagai supervisor. memahami dan mendorong orang lain sehingga mereka 13 dan masyarakat serta unit .penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan. sarana dan prasarana. tata usaha. kepala sekolah sebagai supervisor berkaitan dengan kegiatan–kegiatan pelayanan terhadap peningkatan kemampuan profesionalisme guru dalam rangka mencapai proses pembelajaran yang berkualitas. dan conceptual skill (kemampuan konseptual). Bidang garapan manajemen tersebut dapat meliputi bidang personalia. kepala sekolah perlu memiliki berbagai kemampuan yang diperlukan. Menurut Katz bahwa kemampuan manajerial itu meliputi technical skill (kemampuan teknik). kemampuan hubungan kemanusiaan merupakan kemampuan untuk menciptakan dan membina hubungan baik. siswa. Untuk dapat melakukan tugas dan tanggung jawab tersebut. menilai proses dan hasil kegiatan dan sekaligus melakukan tindakan perbaikan.

Dalam kaitannya dengan pengem-bangan personalia di madrasah. menguasai kelompok. kemampuan konseptual ini terkait dengan kemampuan untuk membuat konsep (working with ideas) tentang berbagai hal dalam lembaga yang dipimpinnya (Wahjosumidjo (2002:14) Seiring dengan perubahan paradigma desentralisasi pendidikan dan otonomisasi sekolah/madrasah dengan diberlakukannya suatu model manajemen school based management. dan memadukan semua kepentingan serta kegiatan organisasi. dan kecerdasan manajerial. kecerdasan professional merupakan 14 . Kecerdasan personal adalah kemampuan. tiada paksaan dan lebih produktif (working with people). skil dan keterampilan untuk melakukan hubungan sosial dalam konteks tata hubungan profesional maupun sosial. Selain itu.bekerja secara suka rela. yaitu kecerdasan pesonal. menjalin hubungan kerja dengan sesama. Sedangkan. menurut Wiles bahwa ada sejumlah keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin pendidikan yaitu keterampilan dalam memimpin. seorang kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya hendaknya mempunyai tiga kecerdasan. kecerdasan profesional. dan keterampilan dalam penilaian. Bahkan menurut hasil studi dari Lipham disebutkan bahwa keberhasilan suatu sekolah (madrasah) sangat ditentukan oleh kemampuan kepala madrasah/sekolah dalam mengelola dan memimpin lembaganya. maka kepala sekolah sebagai top manajemen di sekolah mempunyai kedudukan yang sangat penting dan strategis. mengelola administrasi personalia. Kemampuan konseptual adalah kemampuan mental untuk mengkoordinasikan. Dengan kata lain.

Upaya untuk menilai sukses tidaknya pemimpin itu dilakukan antara lain dengan mengamati dan mencatat sifat-sifat dan kualitas atau mutu perilakunya.2. atau seni mempengaruhi perilaku orang lain. memberikan motivasi. maupun melakukan evaluasi (Sahertian. baik kemampuan mencipta. Konsep Kepemimpinan Menurut Soetopo (1984:1) Kepemimpinan adalah suatu kegiatan dalam membimbing suatu kelompok sedemikian rupa sehingga tercapai tujuan dari kelompok itu yaitu tujuan bersama. 2.2004:264). komunikasi.2000:18). Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain. yang dipakai 15 . atau seni mempengaruhi manusia baik perorangan maupun kelompok (Thoha.kecerdasan yang diperoleh melalui pendidikan yang berupa keahlian tertentu di bidangnya. pengorganisasian. Dari berbagai pengertian diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan seorang pemimpian untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk bekerjasama mencapai suatu tujuan kelompok. Sedangkan menurut Stoner Kepemimpinan adalah suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya (Handoko. Sedangkan menurut Handoko (1995:294) bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar bekerja mencapai sasaran. Adapun kecerdasan manajerial adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan kerja sama dengan mengerjakan sesuatu melalui orang lain. membuat perencanaan.1995:295).

3) kecerdasan. serta yakin akan manfaatnya. Teori kesifatan menurut Ordway Tead adalah sebagaiberikut: 1) energi jasmaniah dan mental Yaitu mempunyai daya tahan. 2) kesadaran akan tujuan dan arah. sehingga dapat diarahkan untuk mencapai tujuan. Edwin mengemukakan teori mereka tentang teori kesifatan atau sifat kepemimpinan. Berbagai teori kesifatan juga dikemukakan oleh Ordway Tead dan George R. 5) 16 . atau kemampuan untuk bertindak tidak tergantung.sebagai kriteria untuk menilai kepemimpinannya. dan dapat membangkitkan antusiasme bagi pimpinan maupun bawahan. menyenangkan. 2) kebutuhan akan prestasi dalam pekerjaan. mencakup pencarian tanggung jawab dan keinginan sukses. mengetahui arah dan tujuan organisasi. memberikan sukses. Edwin mengemukakan 6 (enam) sifat kepemimpinan yaitu: 1) kemampuan dalam kedudukannya sebagai pengawas (supervisory ability) atau pelaksana fungsi-fungsi dasar manajemen. kekuatan baik jasmani maupun mental untuk mengatasi semua permasalahan.1995:297). pemikiran kreatif. atau pandangan pada diri sehingga mampu menghadapi masalah. 4) ketegasan. 3) antusiasme pekerjaan mempunyai tujuan yang bernilai. 6) inisiatif. 5) kepercayaan diri. Teori kesifatan atau sifat dikemukakan oleh beberapa ahli. keuletan. dan daya piker. mencakup kebijakan. mengembangkan serangkaian kegiatan dan menemukan cara-cara baru atau inofasi (Handoko. 4) keramahan dan kecintaan Dedikasi pemimpin bisa memotivasi bawahan untuk melakukan perbuatan yang menyenangkan semua pihak. Terry dalam Kartono (1992:37). atau kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan cakap dan tepat.

yaitu percaya bahwa pemimpin dengan anggota berjuang untuk mencapai tujuan. damai. 8) kecerdasan. Setiap pemimpin harus menguasai satu atau beberapa kemahiran teknis agar ia mempunyai kewibawaan dan kekuasaan untuk memimpin. Pemimpin yang berhasil pasti dapat mengambil keputusan secara cepat. 7) ketegasan dalam mengambil keputusan. 5) obyektif. mendorong. sejiwa dan seperasaan dengan anak buah sehingga bawahan menjadi lebih percaya dan hormat. mengarahkan. tegas dan tepat sebagai hasil dari kearifan dan pengalamannya. watak. Pemimpin yang baik harus mempunyai kejujuran yang tinggi baik kepada diri sendiri maupun kepada bawahan. Pemimpin memiliki pengetahuan tentang sifat. dan perilaku bawahan agar bisa menilai kelebihan/kelemahan bawahan sesuai dengan tugas yang diberikan. dan harmonis. mendidik.integritas. Terry adalah sebagai berikut: 1) kekuatan. Pemimpin harus obyektif. 2) Stabilitas emosi. dan menggerakkan anak buahnya untuk berbuat sesuatu. 4) kejujuran. 6) Penguasaan teknis. Pemimpin dengan emosi yang stabil akan menunjang pencapaian lingkungan sosial yang rukun. Pemimpin harus bersikap terbuka. Teori Kesifatan menurut George R. mencari bukti-bukti yang nyata dan sebab musabab dari suatu kejadian dan 17 . Kekuatan badaniah dan rokhaniah merupakan syarat yang pokok bagi pemimpin sehingga ia mempunyai daya tahan untuk menghadapi berbagai rintangan. 3) pengetahuan tentang relasi insane. 10) kepercayaan Keberhasilan kepemimpinan didukung oleh kepercayaan anak buahnya. Orang yang cerdas akan mampu mengatasi masalah dalam waktu yang lebih cepat dan cara yang lebih efektif. 9) keterampilan mengajar Pemimpin yang baik adalah yang mampu menuntun. merasa utuh bersatu.

9) keterampilan berkomunikasi. 7) obyektif. 8) kemampuan mengajar. keterampilan agar bawahannya bisa mandiri. mau menghargai pendapat orang lain. 11) keterampilan social. 1992:25). 12) pengetahuan tentang relasi insan. dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat kepemimpinan kepala sekolah adalah : 1) kemampuan sebagai pengawas (supervisory ability) 2) kecerdasan. yang membawa orang belajar pada sasaran-sasaran tertentu untuk menambah pengetahuan. Agar proses pengembangan para personalia pendidikan berjalan dengan baik. mau memberikan loyalitas dan partisipasinya. 4) energi jasmaniah dan mental. Dia bersikap ramah. mudah menangkap maksud orang lain. 3) Inisiatif. terbuka. Pemimpin diharapkan juga menjadi guru yang baik. mahir mengintegrasikan berbagai opini serta aliran yang berbeda-beda untuk mencapai kerukunan dan keseimbangan. 7) keterampilan berkomunikasi. 9) Keterampilan social. Berdasarkan teori-teori tentang kesifatan atau sifat-sifat pemimpin diatas. 6) stabilitas emosi. Pemimpin diharapkan mahir menulis dan berbicara. 10) kecakapan teknis atau kecakapan manajerial (Kartono. 8) ketegasan dalam mengambil keputusan. antara lain dibutuhkan kepemimpinan yang efektif. sehingga ia bisa memupuk kerjasama yang baik. Penguasaan kecakapan teknis agar tercapai efektifitas kerja dan kesejahteraan. 6) dorongan pribadi Keinginan dan kesediaan untuk menjadi pemimpin harus muncul dari dalam hati agar ikhlas memberikan pelayanan dan pengabdian kepada kepentingan umum. Ialah suatu kepemimpinan yang 18 . 10) keterampilan mengajar.memberikan alasan yang rasional atas penolakannya. 5) kesadaran akan tujuan dan arah.

menghargai usaha para bawahan. Kepemimpinan yang efektif selalu memanfaatkan kerja sama dengan bawahan untuk mencapai cita-cita organisasi. sehingga akan memudahkan proses pendelegasian dan pemecahan masalah yang semuanya memajukan perencanaan pendidikan.3. Dengan cara seperti itu pemimpin akan banyak mendapat bantuan pikiran. Guru sebagai konservator (pemelihara) 2. dan minat masing-masing individu. Guru memainkan multi peran dalam proses pembelajaran yang menyelenggarakan dengan tugas yang amat bervariasi. Guru sebagai transformator (penerjemah) 4. Guru sebagai tramitor (penerus) 3. yang memberi dorongan untuk berkembang dan mengarahkan diri ke arah tercapainya tujuan lembaga pendidikan. Tugas Guru dalam Proses Pembelajaran Tugas guru dalam profesinya bahwa guru sebagai pendidik dan sebagai pengajar. dan tenaga dari bawahan yang akan menimbulkan semangat bersama dan rasa persatuan. yang memperlakukan mereka sesuai dengan bakat. 2. kemampuan. Akan tetapi dari kedua peran tersebut sehingga dapat terjadi arena pemmbelajaran yang dengan tujuan bahwa guru dapat menciptakan suasana yang dan sitasi yang dapat diterima dalam belajar. Jika seorang guru telah berpegang dengan ketentuan dan amat bervariasi sehingga di dapatkan guru dapat mewujudkan suasana yang belajar dan mengajar. semangat. 1. Guru sebagai perencana (planner) 19 .

Guru secara pribadi dab bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan profesinya 20 . Guru dalam berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan bimbingan dan pembinaan d. Guru sebagai motivator 11. 7. Guru sebagai organisator (penyelenggara) 8. b. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya untuk menunjang berhasilnya pembelajaran. Guru sebagai komunikator 9. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional c. Guru sebagai manajer proses pembelajaran 6. Sebagai penilai (evaluator) Pemahaman atas tugas dan peran guru dalam penyelenggaraan system pembelajaran seyogianya menjadi kerangka dalam berfikir dalam bahasa tentang penerapan Kode Etik Guru sebagaimana mestinya. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat seitarnya untuk membina peran serta dan tanggung jawab terhadap pendidikan. f.5. Guru Sebagai Pemandu (direktur). Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia yang berjiwa pancasila. Guru sebagai fasilitator 10.Kode Etik Guru Indonesia dalam plaksanaan tugasnya sesuai dengan AD/ART PGRI 1994 a. e.

(Hasibuan. dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya (Akadum. 2005:87). 1999:67) juga mengemukakan kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. pengalaman. i. Guru memelihara hubungan sejawat keprofesian. semangat. 2. h. Dale Yoder mendefinisikan penilaian kinerja sebagai prosedur yang formal dilakukan di dalam organisasi untuk mengevaluasi pegawai dan sumbangan serta 21 . Sulistiyani dan Rosidah menyatakan kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan. usaha. kekeluargaan dan kesetiakawanan social.4. serta waktu. Penilaian kinerja adalah menilai rasio hasil kerja nyata dari standar kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan setiap karyawan. Secara definitif Bernandin dan Russell dalam (Akadum. Sikula dalam Hasibuan (2005). Konsep Kinerja Guru Akadum (1999:67) mendefinisikan kinerja adalah hasil kerja yang secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Andrew F. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi sebagai sarana perjuangan.g. 1999:67). penilaian kinerja adalah evaluasi yang sistematis terhadap pekerjaan yang telah dilakukan oleh karyawan dan ditujukan untuk pengembangan. dan kesungguhan. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.

2005:25). Mendistribusikan reward dari organisasi atau instansi yang berupa kenaikan pangkat dan promosi yang adil. Untuk mengetahui tujuan dan sasaran manajemen dan pegawai.kepentingan bagi pegawai (Hasibuan. Penilai untuk menilai kinerja tenaga kerja dengan cara membandingkan kinerja atas kinerja dengan uraian atau deskripsi pekerjaan dalam suatu periode tertentu biasanya setiap akhir tahun. Sedangkan menurut Siswanto (2003: 231) penilaian kinerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan manajemen atau penyelia. Secara terperinci manfaat penilaian kinerja bagi organisasi. menurut Sulistiyani dan Rosidah dalam Akadum Memotivasi pegawai untuk memperbaiki kinerjanya. Adapun tujuan penilaian (1999:67) adalah: 1). maka dapat diketahui bagaimana kondisi riil pegawai dilihat dari kinerja dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. 2). 3). Mengadakan penelitian manajemen personalia. Penyesuaian22 . masih menurut Sulistiyani dan Rosidah dalam Akadum (1999:89) adalah : 1). Melalui penilaian tersebut. Tujuan Penilaian kinerja sangat bermanfaat bagi dinamika pertumbuhan organisasi secara keseluruhan. 4). Berdasarkan pengertian tentang kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil atau taraf kesuksesan yang dicapai seseorang dalam bidang pekerjaannya menurut kriteria tertentu dan dievaluasi oleh orang-orang tertentu terutama atasan pegawai yang bersangkutan.

2). Sebutan guru dapat menunjukkan suatu profesi atau jabatan fungsional dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Kebutuhan latihan dan pengembangan 4). Untuk kepentingan penelitian pegawai Kinerja (performance) merupakan aktivitas seseorang dalam melaksanakan tugas pokok yang dibebankan kepadanya. Pengambilan keputusan dalam hal penempatan promosi.penyesuaian kompensasi. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 5). guru juga mempunyai tugas melaksanakan pembimbingan maupun pelatihan pelatihan bahkan perlu melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sekitar. munculnya kinerja seseorang merupakan akibat dari adanya suatu pekerjaan atau tugas yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan profesi dan job deskcription individu yang bersangkutan. Hal ini berarti bahwa selain mengajar atau proses pembelajaran. tugas guru sebagaimana disebutkan dalam Pasal 39 ayat 2 adalah merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. mutasi. 23 . menilai hasil pembelajaran. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Indonesia Pasal 39 ayat 3 dinyatakan bahwa pendidik yang mengajar pada satuan pendidikan dasar dan menegah disebut guru. Dengan demikian. pemberhentian dan perencanaan pegawai. pemecatan. melakukan pembimbingan dan pelatihan. atau seseorang yang menduduki dan melaksanakan tugas dalam bidang pendidikan dan pembelajaran. Dalam Undang-Undang No. Perbaikan kinerja 3). Sementara itu. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab tersebut merupakan pengekspresian seluruh potensi dan kemampuan yang dimiliki seseorang serta menuntut adanya kepemilikan yang penuh dan menyeluruh.

Kompetensi pedagogik adalah berkaitan dengan kemampuan mengelola pembelajaran. kompetensi professionaladalah kemampuan dalam penguasaan materi pembelajaran dan bidang keahliannya. maka seorang guru harus mempunyai sejumlah kompetensi atau menguasai sejumlah pengetahuan. berakhlak mulia. sedang kompetensi kepribadian adalah kemampuan pribadi yang mantap. dan keterampilan yang terkait dengan bidang tugasnya. sikap komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja. dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan hubungan antar pribadi dan dalam kehidupan bermasyarakat. mengemukakan bahwa seorang guru dikatakan telah mempunyai kemampuan profesional jika pada dirinya melekat sikap dedikatif yang tinggi terhadap tugasnya. Menurut Muhaimin (2001:63). Sedangkan. kompetensi sosial. Guru yang mempunyai kompetensi profesional akan terlihat dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya di sekolah/ madrasah tempat ia bekerja. Kompetensi yang harus dimiliki oleh guru dapat mencakup kompetensi pedagogik. guru yang mempunyai kemampuan professional berarti yang bersangkutan dapat melaksanakan proses pembelajaran 24 . arif. kompetensi kepribadian. yakni selalu berusaha memperbaiki dan memperbaharui model-model atau cara kerjanya sesuai dengan tuntutan jaman yang dilandasi oleh kesadaran yang tinggi bahwa tugas mendidik adalah tugas menyiapkan generasi penerus yang akan hidup pada jamannya dimasa yang akan datang. sikap. dan kompetensi professional. Dalam konteks proses pembelajaran di kelas.Untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. serta sikap continous improvement.

Kedua. (3) mampu menerima. (7) mampu mendengarkan peserta didik dan menghargai haknya untuk berbicara dalam setiap diskusi. (2) mampu bertanya atau memberikan tugas yang memerlukan tingkatan berpikir yang berbeda untuk semua peserta didik. mempunyai pengetahuan yang terkait dengan iklim belajar di kelas yang mencakup (1) memiliki keterampilan interpersonal khususnya kemampuan untuk menunjukkan empati. 25 . mengakui dan memperhatikan peserta didik secara ikhlas. (6) mampu melibatkan peserta didik dalam mengorganisir dan merencanakan kegiatan pembelajaran. suka menyela. (2) mampu memberikan respon yang bersifat membantu terhadap peserta didik yang lamban dalam belajar. Menurut Davis dan Thomas. dan ketulusan. penghargaan terhadap peserta didik. mempunyai kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik (feed back) dan penguatan (reinforcement). (8) mampu meminimalkan friksi-friksi di kelas. (2) menjalin hubungan yang baik dengan peserta didik. (5) mampu menciptakan atmosfir untuk tumbuhnya kerjasama dan kohesivitas dalam dan antar kelompok peserta didik. mengalihkan perhatian.secara efektif. (3) mampu memberikan tindak lanjut terhadap jawaban peserta didik yang kurang memuaskan. yang terdiri atas (1) mampu memberikan umpan balik yang positif terhadap respon peserta didik. bahwa guru yang efektif mempunyai ciriciri sebagai berikut: Pertama. kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen pembelajaran. (4) menunjukkan minat dan antusias yang tinggi dalam mengajar. Ketiga. yang mencakup (1) mempunyai kemampuan untuk menghadapi dan menanggapi peserta didik yang tidak mempunyai perhatian. dan mampu memberikan transisi substansi bahan ajar dalam proses pembelajaran.

pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Berkaitan dengan kinerja guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.(4) mampu memberikan bantuan profesional kepada peserta didik jika diperlukan. mempunyai kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri yang mencakup (1) mampu menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatif. terdapat Tugas Keprofesionalan Guru menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 pasal 20 (a) Tentang Guru dan Dosen yaitu merencanakan pembelajaran. Keempat. melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu. Kinerja guru yang dicapai harus berdasarkan standar kemampuan profesional selama melaksanakan kewajiban sebagai guru di sekolah. 2001:3) . Kinerja guru adalah kemampuan dan usaha guru untuk melaksanakan tugas pembelajaran sebaik-baiknya dalam perencanaan program pengajaran. Kinerja Guru yang baik tentunya tergambar pda penampilan mereka baik dari penampilan kemampuan akademik maupun kemampuan profesi menjadi guru artinya mampu mengelola pengajaran di dalam kelas dan mendidik siswa di luar kelas dengan sebaik-baiknya. Unsur-unsur yang perlu diadakan penilaian dalam proses penilaian kinerja guru menurut Siswanto dalam Lamatenggo (2001:34) adalah sebagai berikut : 26 . (2) mampu memperluas dan menambah pengetahuan mengenai metode-metode pembelajaran. (3) mampu memanfaatkan perencanaan guru secara berkelompok untuk menciptakan dan mengembangkan metode pembelajaran yang relevan dalam (Suyanto.

Ketaatan adalah kesanggupan seseorang untuk menaati segala ketetapan. 2). Kerja Sama. Melaksanakan tugas dan perintah yang diberikan sebaik-baiknya.Kejujuran. peraturan yang berlaku dan menaati perintah yang diberikan atasan yang berwenang. Prestasi kerja adalah kinerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Ketaatan. Menurut Westra dalam Akadum (1999:86) Untuk mengukur adanya tanggung jawab dapat dilihat dari: a). Kemampuan menyelesaikan tugas dengan tepat dan benar. Kejujuran adalah ketulusan hati seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan serta kemampuan untuk tidak menyalahgunakan wewenang yang telah diberikan kepadanya. melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang ditaati dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab. 5). Kerja sama adalah kemampuan tenaga kerja untuk bekerja bersamasama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan pekerjaan yang 27 . Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang tenaga kerja dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu serta berani membuat risiko atas keputusan yang diambilnya. Tanggung Jawab. 4). Tanggung jawab dapat merupakan keharusan pada seorang karyawan untuk melakukan secara layak apa yang telah diwajibkan padanya. Kesetiaan adalah tekad dan kesanggupan untuk menaati. b). Prestasi Kerja. Kesetiaan.1). Kesanggupan dalam melaksanakan perintah dan kesanggupan kerja. c). 6). 3).

Adanya kemauan untuk membantu dalam melaksanakan tugas. b. Kepemimpinan. 7). Prakarsa. Kriteria adanya kerjasama dalam organisasi adalah: a. Kepemimpinan yang dimaksud adalah kemampuan kepala sekolah dalam membina dan membimbing guru untuk melaksanakan KBM terutama kegiatan merencanakan. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran mengarah pada tercapainya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa terkait dengan pengetahuan. d. keterampilan dan sikap serta nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru 28 . 8). c. melaksanakan proses pembelajaran. Prakarsa adalah kemampuan seseorang tenaga kerja untuk mengambil keputusan langkah-langkah atau melaksanakan suatu tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dan bimbingan dari atasan. 2. Adanya kemauan untuk memberi dan menerima kritik dan saran. Kesadaran karyawan bekerja dengan sejawat. Tindakan seseorang bila mengalami kesulitan dalam melaksanakan tugas.telah ditetapkan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesarbesarnya. atasan maupun bawahan..5. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas pokok.

2). Pekerjaan penyemaian yang baik itu adalah pekerjaan seorang guru. selain ada kemajemukan peserta. institusi yang cukup mapan. juga merupakan tempat bertemunya bibit-bibit unggul yang sedang tumbuh dan perlu penyemaian yang baik. dan kondisi lingkungan lainnya. Tingkat kualitas kinerja guru ini selanjutnya akan turut menentukan kualitas lulusan yang dihasilkan serta pencapaian lulusan yang dihasilkan serta pencapaian keberhasilan sekolah secara keseluruhan (Lamatenggo. dan kepercayaan masyarakat yang kuat. kualitas manajerial dan kepemimpinan kepala sekolah. Baik institusi maupun isinya masih memerlukan perhatian ekstra pemerintah maupun masyarakat. Fasilitas kerja. Dalam pendidikan formal. Jadi guru memiliki peran utama dalam sistem pendidikan nasional khususnya dan kehidupan kita umumnya. peraturan dan kebijakan yang berlaku. Harapan-harapan.Kinerja Guru akan menjadi optimal. 2001:35) Selain itu. Faktor-faktor Penyebab Rendahnya Profesionalisme Guru dalam pendidikan nasional kita memang tidak secerah di negara-negara maju. Dengan demikian nampaklah bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan fasilitas kerja akan ikut menentukan baik buruknya kinerja guru (Lamatenggo. maupun anak didik. 3). dan 4. bilamana diintegrasikan dengan komponen sekolah baik kepala sekolah.) Kepercayaan personalia sekolah. fasilitas kerja. 2001:98) . guru. 29 . baik faktor internal guru yang bersangkutan maupun faktor yang berasal dari guru seperti fasilitas sekolah. tingkat kualitas kinerja guru di sekolah memang banyak faktor yang turut mempengaruhi. Kepemimpinan kepala sekolah. Menurut Pidarta bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya yaitu :1). karyawan.

Akadum (1999:16) menyatakan dunia guru masih terselingkung dua masalah yang memiliki mutual korelasi yang pemecahannya memerlukan kearifan dan kebijaksanaan beberapa pihak terutama pengambil kebijakan. karena ia paham bagaimana harus menjalankan profesinya namun karena tidak sesuai dengan kehendak pemberi petunjuk atau komando maka cara-cara para guru tidak dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. Padahal. Dengan dituntutnya guru setiap kali mengajar membuat SP maka waktu dan energi guru banyak terbuang. (2) profesionalisme guru masih rendah. Selain faktor di atas faktor lain yang menyebabkan rendahnya profesionalisme guru disebabkan oleh antara lain. Guru selalu diinterpensi. Hal ini disebabkan oleh banyak guru yang bekerja di luar jam kerjanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga waktu untuk membaca dan menulis untuk meningkatkan diri tidak ada. ruang gerak guru selalu dikontrol melalui keharusan membuat satuan pelajaran (SP). (2) belum adanya standar 30 . Selain itu. Waktu dan energi yang terbuang ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dirinya. Tidak adanya kemandirian atau otonomi itulah yang mematikan profesi guru dari sebagai pendidik menjadi pemberi instruksi atau penatar. (1) profesi keguruan kurang menjamin kesejahteraan karena rendah gajinya. seorang guru yang telah memiliki pengalaman mengajar di atas lima tahun sebetulnya telah menemukan pola belajarnya sendiri.Guru sangat mungkin dalam menjalankan profesinya bertentangan dengan hati nuraninya. Bahkan sebagai penatarpun guru tidak memiliki otonomi sama sekali. Rendahnya gaji berimplikasi pada kinerjanya. (1) masih banyak guru yang tidak menekuni profesinya secara utuh.

Namun demikian di masa mendatang PGRI sepantasnya mulai mengupayakan profesionalisme para anggo-tanya. (1) masih banyak guru yang tidak menekuni profesinya secara total. Kecenderungan PGRI bersifat politis memang tidak bisa disalahkan. Akadum (1999:17) juga mengemukakan bahwa ada lima penyebab rendahnya profesionalisme guru. pemerintah berupaya untuk mencari alternatif untuk meningkatkan profesi guru. 31 . (3) kemungkinan disebabkan oleh adanya perguruan tinggi swasta sebagai pencetak guru yang lulusannya asal jadi tanpa mempehitungkan outputnya kelak di lapangan sehingga menyebabkan banyak guru yang tidak patuh terhadap etika profesi keguruan.profesional guru sebagaimana tuntutan di negara-negara maju. (4) masih belum smooth-nya perbedaan pendapat tentang proporsi materi ajar yang diberikan kepada calon guru. Hal ini terbukti dari masih belum mantapnya kelembagaan pencetak tenaga keguruan dan kependidikan. (5) masih belum berfungsi PGRI sebagai organisasi profesi yang berupaya secara makssimal meningkatkan profesionalisme anggotanya. (2) rentan dan rendahnya kepatuhan guru terhadap norma dan etika profesi keguruan. Dengan melihat adanya faktor-fak tor yang menyebabkan rendahnya profesionalisme guru. (4) kurangnya motivasi guru dalam meningkatkan kualitas diri karena guru tidak dituntut untuk meneliti sebagaimana yang diberlakukan pada dosen di perguruan tinggi. terutama untuk menjadi pressure group agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya. (3) pengakuan terhadap ilmu pendidikan dan keguruan masih setengah hati dari pengambilan kebijakan dan pihak-pihak terlibat.

1998: 67) 32 .2. baik kepala sekolah maupun sarana prasarana kerja yang memadai. bila diintegrasikan dengan komponen sekolah. kepala sekolah harus mampu untuk mempengaruhi semua orang yang terlibat dalam proses pendidikan yaitu guru dan fasilitas kerja yang akhirnya mencapai tujuan dan kualitas sekolah. (Arikunto. guru juga sebagai pendidik yang melakukan transfer nilai-nilai sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar.6. Dalam perannya sebagai pemimpin. Kerangka Berpikir Guru memiliki tugas sebagai pengajar yang melakukan transfer pengetahuan. Selain itu. Untuk itu guru harus berperan aktif dan menempatkan kedudukannya sebagai tenaga profesional. Hipotesis Penelitian Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul setelah menentapkan anggapan dasar maka lalu membuat teori sementara yang kebenarannya masih perlu diuji .7. perilaku dan keterampilan yang baik untuk memimpin sebuah organisasi sekolah. Kinerja guru akan menjadi optimal. yang bekerja dengan kinerja yang tinggi. Kepemimpinan yang efektif dapat tercipta apabila kepala sekolah memiliki sifat. 2.

Dalam penelitian ini yang menjadi hipotesis kerja (Ha) yaitu “ada pengaruh positif Ketrampilan Manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari”. 33 .

maka metode dan jenis penelitian ini menggunakan penelitian Ex-Post Facto atau pengukuran sesudah kejadian dan deskriptif korelasional. Definisi Variabel dan Operasionalisasi Variabel 3.1.pertanyaan penelitiannya” (Kerlinger. 1990:483).BAB III METODE PENELITIAN 3. Berdasarkan permasalahan yang diteliti.2. Variabel Penelitian. Metode ini dipergunakan karena penelitian ini berusaha untuk menemukan ada tidaknya pengaruh ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari. Tipe Penelitian Tipe penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ini adalah rencana dan sruktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan memperoleh jawaban untuk pertanyaan .2. Variabel Penelitian 34 . 3.1.

Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ketrampilan manajerial kepala sekolah yang merupakan variable bebas (X) yang mempengaruhi variabel terikat. Ketrampilan manajerial kepala sekolah adalah kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan kerja sama dengan mengerjakan sesuatu melalui 35 .2. maka perlu ditegaskan beberapa istilah sebagai berikut: 1. = Kinerja Guru 3. Untuk mengetahui tentang pengaruh ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru di SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 2. Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat Dimana : X Y = Ketrampilan manajerial kepala sekolah. konstelasi hubungan antara variabel penelitian X Y Gambar 1. Sedangkan kinerja guru (Y) sebagai variabel terikat yang dipengaruhi oleh variabel bebas.2. Definisi operasional variabel Untuk menyamakan persepsi dan kesamaan konsep dalam mengartikan istilah.

Dari dua variabel tersebut dibuat skala penilaian dengan rentang jawaban 3 sampai dengan 1. maupun melakukan evaluasi. Sebelum digunakan instrumen tersebut terlebih dahulu diuji cobakan untuk mengetahui tingkat validitas dan reliabilitasnya. memberikan motivasi. Kinerja Guru adalah kemampuan dan usaha guru untuk melaksanakan tugas pembelajaran sebaik-baiknya dalam perencanaan program pengajaran. 2. Arikunto (1990:225) XY = Hasil kali skor X dengan Y untuk setiap responden. komunikasi. pengorganisasian. Masingmasing pilihan jawaban diberi skor 3 = Selalu. Validitas dengan menggunakan rumus korelasi product moment: rXY = keterangan : X = Skor dari uji coba pertama. 2 = Kadang – kadang dan 1 = Tidak pernah. 36 . membuat perencanaan. baik kemampuan mencipta. adapun rumus mencari validitas dan reliabilitas adalah sebagai berikut: 1. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan adalah kuesioner yaitu untuk memperoleh data dan informasi tentang ketrampilan manajerial kepala sekolah dan kinerja guru di SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari. Y = Skor dari uji coba kedua.orang lain. Y2 = Kuadrat skor instrumen uji coba kedua. X2 = Kuadrat skor instrumen uji coba pertama. pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran.

4. 37 . Metode penarikan sampel adalah dengan purposive sampling. Populasi dan Sampel Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mencari karakteristik dari populasi atau untuk mencari pola hubungan antar karakteristik tersebut. 3.2. peneliti melakukan penarikan sampel yang jumlahnya relatif sedikit kemudian menemukan karakteristik sampel tersebut untuk kemudian digeneralisasikan pada populasi yang jumlahnya lebih besar. Reliabilitas dengan menggunakan rumus Alpha: r11 = [ ] [1- ] Arikunto (1998:193) Keterangan : r11 = reliabilitas instrument k= Banyaknya butir pertanyaan ∑σb2 = Jumlah varians butir σt2 = Varians total Kedua rumus tersebut di atas menggunakan kriteria dengan tingkat signifikansi 5 % dimana jika r hitung ≥ r tabel maka item tersebut dikatakan valid dan reliabel. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah semua SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari yang berjumlah 15 Sekolah.

sebagai pelengkap data primer. (anonim . peneliti mempersiapkan daftar pertanyaan yang akan diisi oleh responden guna memperoleh data dan informasi tentang ketrampilan manajerial kepala sekolah SD Negeri di Kota Kendari. dokumen. Responden/Informan yang dijadikan sampel merupakan orang yang sengaja dipilih berdasarkan pemikiran logis karena dipandang sebagai sumber data atau informasi yang mempunyai relevansi dengan topik penelitian. Dokumentasi . 2. yaitu penelitian kuantitatif. Kuesioner. tiga sekolah sebagai sampel dalam penelitian ini berdasarkan tingkat akreditasi sekolah yaitu SD Negeri 1 Kecamatan Kendari yang terakreditasi A (amat baik) .6. 3. Mereka adalah informasi kunci (key person) yang dapat memberikan informasi terkait dengan masalah yang diteliti..5.yakni penarikan sampel berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu tentang apa yang diketahui. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan sebagai berikut: 1.2007). yaitu mencari data yang berupa catatan. SD Negeri 3 Kecamatan Kendari terakreditasi B (baik) dan SD Negeri 7 Kecamatan Kendari terakreditasi C (cukup). Teknik Analisis Data Sesuai dengan tipe penelitian. artinya dari data yang diperoleh 38 . maka data yang diperoleh selanjutnya dianalisa secara kuantitatif. serta seluruh Dewan Guru ke tiga sekolah tersebut 3. \Responden dalam penelitian ini adalah : Kepala Sekolah dari 3 sekolah yang termasuk sampel penelitian.

peneliti menganalisisnya dengan bantuan SPSS 13.0 For Windows. Adapun perhitungan analisis regresi linear sederhana seperti yang tersebut di atas. dengan menggunakan analisa Regresi Linear sederhana dengan formula dari Sugiono (1994. Analisis hipotesis dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap terhadap kinerja guru di SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari. . a = Konstanta b = Koefesien regresi.52) sbb: Ŷ=a+bX keterangan : Ŷ = Prediksi pengaruh ketrampilan manajerial Kepala sekolah. dan selanjutnya mendapatkan kesimpulan. Untuk pengujian signifikansi koefesien dan koefesien regresi berganda menggunakan t – test sebagai berikut : 39 . X = Kinerja guru SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari.dilakukan pemaparan berupa tabel persentase dan frekwensi serta interpretasi secara mendalam untuk mengetahui pengaruh ketrampilan manajerial kepala sekolah terhadap terhadap kinerja guru di SD Negeri di kecamatan Kendari Kota Kendari.

Jika nilai t test > nilai t – tabel.Jika nilai F hitung < nilai F tabel. 40 . maka Ha diterima. artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara ketrampilan manajerial Kepala Sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari . artinya ada pengaruh yang signifikan antara ketrampilan manajerial Kepala Sekolah terhadap kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kendari Kota Kendari.T – test = Kriteria pengujian hipotesis sebagai berikut : Jika nilai t test < nilai t – tabel. maka Ha diterima.Jika nilai F hitung ≥ nilai F tabel. Untuk menguji signifikansi persamaan regresi berganda secara keseluruhan menggunakan formula F-test dari Sugiyono (1998 . maka Ho diterima. maka Ho diterima. 154) sebagai berikut : F-test = Kriteria pengujian hipotesis sebagai berikut : .

75 % dikategorikan cukup. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Negeri 1. Selanjutnya untuk interprestasi hasil angket dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 76 % . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada jadwal penelitian dibawah ini.Sedangkan rancangan uji hipotesis dengan menggunakan taraf signifikansi 5 % atau taraf kepercayaan 95 % dengan melakukan pengujian satu atau dua arah. 56 % . SD Negeri 3 dan SD Negeri 7 Kendari dengan waktu pelaksanaan selama 6 (enam) bulan yang dimulai dari sejak pengajuan proposal ini. Kurang dari 40 % dikategorikan tidak baik. Sumber : Arikunto (1998: 246) 3.100 % dikategorikan baik. Tabel 3 : Jadwal Penelitian Bulan ke No 1 2 3 Kegiatan Penyusunan proposal Seminar proposal Pelaksanaan penelitian I X X X II III IV V VI 41 .7. 40 % .55 % dikategorikan kurang baik.

DAFTAR PUSTAKA Arikunto. ……………………. Potret Guru Memasuki Milenium Ketiga. Jakarta: PT. diakses 7 Juni 2001). Manajemen Penelitian. Analisis Administrasi Manajemen Pendidikan. H. 1-2. Burhanudin. Yogyakarta: Rineka Cipta. 1995. Akadum. Prosedur Penelitian. Suara Pembaharuan. Jakarta: Rineka Cipta.com/News/1999/01/220199/OpEd. P. Suharsimi.suarapembaharuan. Jakarta: PT. 1990. Hani. Malayu S.4 Pengolahan dan analisis data Seminar hasil penelitian Perbaikan Ujian tutup X X X 4 X 5 6 X X . Manajemen. Bumi Aksara 42 . 1999. 1998. (http://www. 1990. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE Hasibuan. (Online). 2005. T. Hlm. Bumi Aksara dan Kepemimpinan Handoko.

Bina Aksara Thoha. 2003. Harian Kompas. 2002. Raja Grafindo Persada Lamatenggo. Hendiyat 1984. Jakarta: Bumi Aksara Soetopo. Jakarta: PT. 2004. 16 Februari Siswanto. Raja Grafindo Persada 43 . Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Motivasi Kerja dan Kinerja Guru SD di Gorontalo” . Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: PT. Metode Penelitian Administrasi. Remaja Rosda Karya Sugiyono. 2004. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional. E. Alfabet. Menjadi Kepala Sekolah Profesional Dalam Konteks Menyukseskan MBS dan KBK. Jumat. Raja Grafindo Persada Suyanto. 1992. 1994. ” Tesis Mulyasa. 2005. Kartini. Bandung. 2001. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Bandung: PT. Jakarta: PT.Kartono. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: PT. 2001“Guru yang Profesional dan Efektif”. Miftah. Sardiman. Kinerja Guru: Korelasi antara Persepsi Guru terhadap Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah. Raja Grafindo Persada Wahjosumidjo. Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan.

44 .

45 .

46 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful