BAB II LAPORAN KASUS

1. IDENTIFIKASI

Seorang laki-laki, usia 45 tahun, pekerjaan petani, alamat luar kota, datang ke UGD RSMH tanggal 20 Januari 2011

2. ANAMNESIS 2.1 Keluhan Utama Penglihatan mata kiri kabur

2.2 Riwayat Perjalanan Penyakit Kurang lebih 12 jam sebelum masuk rumah sakit penderita mengeluh mata kiri penderita terkena pecahan keramik ketika penderita sedang bekerja menggerinda keramik. Keluar darah (-), keluar cairan dari bola mata (+), keluar cairan seperti putih telur (-), mata merah (+), penglihatan mata kiri kabur (+), nyeri (+), nyeri saat menggerakkan bola mata (-) Penderita kemudian berobat ke RS swasta dan dirujuk ke RSMH Palembang.

4

wheezing (-). retraksi (-) Datar. nyeri tekan (-) H/L tak teraba Tak ada kelainan .5 2. PEMERIKSAAN FISIK 3.1 Status Generalis Sens TD Nadi Temp Kepala Leher Cor Pulmo Abdomen Ekstremitas : : : : : : : : : : kompos mentis 120/80 mmhg 78 x/mg Afebris Mata (lihat status oftalmologikus) Tak ada pembesaran kgb Tak ada kelainan Vesikuler N.3 Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat kacamata (-) Riwayat DM (-) Riwayat trauma sebelumnya (-) 3.

Makula .5 mmHg 1/300 PSB Tidak dilakukan Orthophoria Baik ke segala arah Baik ke segala arah Tenang Edema Tenang Injeksi silier (+) Subconj bleeding (+) Jernih Siedel test (+).6 Status Oftalmologikus Mata kanan Mata kiri Visus TIO KBM GBM Palpebra Konjungtiva Kornea 6/6 18. Iridodialisis (-) Iregular. RC (-) Keruh. a/v 2/3 RF (+) N Tidak tembus Kontur pembuluh da.Papil . RC (+). c/d 0. Tampak ruptur kornea di jam 11 ke 1 parasentral.Refleks fundus okuli . ukuran 5x1 mm. Sedang Gambaran baik B. bentuk horizontal. clotting (+) Prolaps dibibir luka. Ø 3 mm Jernih (+) Dangkal.3. ST (-) (-) BMD Iris Pupil Lensa Funduskopi . batas tegas. tepi rata.Retina Bulat. Tidak tembus warna merah normal. C.Tidak tembus .

720.300 mm3 Trombosit Diff count CT BT BSS : : : : 216. PROGNOSIS Quo ad vitam bonam Quo ad fungsionam dubia ad malam. PENATALAKSANAAN • Informed consent pro repair ruptur kornea OS dengan anestesi lokal • • • • MRS Lab rutin Pro konsul penyakit dalam Pro USG 6.9 g/dl 4.000/mm3 40 vol % 11.7 rah baik 4.000 mm3 0/2/2/65/25/6 8 menit 2 menit : 2 mm/jam : 110 mg/dl . Hasil pemerikasaan laboratorium tgl 20 Januari 2011 Hb Eritrosit Ht Leukosi t LED : : : : 13. DIAGNOSIS Trauma terbuka bola mata dengan komplikasi ruptur kornea + prolaps iris + katarak traumatika OS 5.

Dengan simcoe dilakukan irigasi dan aspirasi clotting di setelah diyakini tidak ada sisa viscoat di BMD dilakukan penjahitan dengan 1 jahitan dan dimasukkan udara. BMD. 4. Operasi dimulai pukul 07. 12. dilakukan pemasangan blepharostat. Dilakukan pemasukan viscoat kedalam BMD Dilakukan penjahitan kornea dari sentral ke perifer Setelah penjahitan selesai dilakukan clear corneal incision (second port) 10. Dilakukan anestesi dengan lidokain pada konjungtiva dilakukan pembersihan fibrin pada bibir luka dengan spuit 1 cc dan diirigasi dengan RL+gentamisin 0. Dengan spatula iris. kemudian lapangan operasi dipersepit dengan duk bolong steril 3. 9.8 Hasil konsul PDL : Cor dan pulmo fungsional kompensata Laporan operasi 21 Januari 2011 : 1. 2. intraoperatif didapatkan kapsul anterior lensa intak.15 WIB Dilakukan tindakan aseptik antiseptik pada daerah operasi. 7. iris yang prolaps dimasukkan kembali ke dalam BMD. 5. Dilakukan injeksi dexa-genta subkonjungtiva Luka operasi diberi salep kloramfenikol dan ditutup dengan kassa steril . 11. 8.5 cc 6.

20. perdarahan vitreus? Follow up Tanggal USG 22-1-2011 25-1-2011 Visus 1/300 psb 1/300 PSB .9 13. Operasi selesai pukul 08. Hasil USG tgl 22 Januari 2011 Vitreus : spike di posterior Retina : intak Choroid : tidak menebal Kesan : IOFB?.

bentuk horizontal.10 TIO KBM GBM Palpebra Konjungtiva Kornea 15. sinekia posterior (+) posterior(+) Atropinisasi Atropinisasi Keruh ST (-). pigiris (+) men iris (+) (-) Tidak tembus Tidak tembus Tidak tembus Post repair ruptur kornea hr I + katarak traumatika OS + suspek perdarahan vitreus OS Drip gentamycin 160 mg dalam RL 100 cc (selama 3 hr) Ciprofloxacin 2x750 mg As traneksamat 3x500 mg Metil prednisolon 3x8 mg SA 1% 3x1 tetes OS Timolol 0. bentuk horizontal. sinekia Iridoplegi.6 mmhg Orthophoria Baik kesegala arah Edema Subconjungtival bleeding Tampak jahitan di jam 11 sampai jam 1. hematome Subconjungtival bleeding Tampak jahitan di jam 11 sampai jam 1. simpul didalam DF (+) 18. simpul didalam BMD COA terbentuk. dan di jam 9. ST (-). pigmen Keruh. clotting (-) (+) .udara Sedang. clotting <1/3 BMD Iridoplegi. dan di jam 9.5% 2x1 gtt OS Iris Pupil Lensa Funduskopi Refleks fundus okuli Papil Makula Retina Diagnosis (-) Tidak tembus Tidak tembus Tidak tembus Post repair ruptur kornea hr IV + katarak traumatika OS + suspek perdarahan vitreus OS Ciprofloxacin 2x750 mg Asam 3x500 mg traneksamat Penatalaksanaan Metil prednisolon 3x2tab SA 1% 3x1 tetes OS C Xitrol 6x1 tetes OS Injeksi dexa genta subkonjungtiva hr I Cefotaxim 2x1 gr iv .5 mmhg Baik ke segala arah Edema .

5% 2x1 gtt OS 28-1-2011 Visus Tekanan Intra okuler Kedudukan Bola mata Gerakan Bola Mata Palpebra Konjungtiva Kornea BMD Iris Pupil Lensa Funduskopi . RC (-).11 C Xitrol 6x1 tetes OS (selama 3 hr ) Timolol 0.5 mmHg Orthophoria Baik ke segala arah Edema (+). sikatrik (+) Terbentuk Sinekia post (+) Iregular.Retina Diagnosis 1/300 psb 18. hematome (+) Subkonjungtiva bleeding Jahitan baik. Ciprofloxacin 2x750 mg Metil prednisolon 3x8 mg SA 1% 3x1 tetes OS Cendo Xitrol 6x1 tetes OS Penatalaksanaan .Refleks fundus okuli . pigmen iris (+) (-) Tidak tembus Tidak tembus Tidak tembus Post repair ruptur kornea hr VII + katarak komplikata + perdarahan vitreus OS.Papil . simpul didalam.Makula . Keruh ST(-).

Hasil konsul subdivisi lensa : D/ Katarak traumatika dengan hipertensi okuli OS Terapi : . ᶲ 5 mm Pseudofakia. RC (-).Papil .Refleks fundus okuli . C. IOL sentral Jaringan sikatrik (+) (-) Tidak tembus Tidak tembus Tidak tembus Pseudofakia OS dengan sikatrik vitreus OS + hipertensi okuli Vitrolenta ED 4x1 tts OS Timolol 0.Makula .Retina Diagnosis Penatalaksanaan 4-4-2011 1/300 psb 4/7. simpul didalam.5% 2x1 tts OS .5 ~7/10 Orthophoria Baik ke segala arah Tenang Subkonjungtiva bleeding Jahitan baik.pro ECCE + IOL OS Follow up di poli tanggal 4 April 2011 Visus Tekanan Intra okuler Kedudukan Bola mata Gerakan Bola Mata Palpebra Konjungtiva Kornea BMD Iris Pupil Lensa Vitreus Funduskopi . sikatrik (+) Terbentuk Iridoplegia B.12 Vitrolenta ED 4x1 tts OS ACC rawat jalan Pro konsul subdivisi lensa.

13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful