Teknik Elektro

Minggu ke - 5

PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN MOTOR INDUKSI 3 FASA Pada saat kita akan menentukan motor induksi 3 fasa untuk suatu aplikasi tertentu, seringkali kita dihadapkan pada berbagai pilihan motor yang bisa digunakan. Pemilihan tersebut menjadi sedikit lebih mudah karena pabrik pembuat mencantumkan data spesifikasi teknis. Walaupun demikian sangat perlu untuk kita mngenal berbagai jenis konstruksi dan karakteristik motor induksi yang ada di pasaran I. STANDARISASI DAN KLASIFIKASI MOTOR INDUKSI - Motor induksi untuk keperluan di industri dengan kapasitas di bawah 500 hp memiliki dimensi rangka yang standard. - Dengan demikian suatu motor dengan merek tertentu yang punya kapasitas 25 hp bisa diganti dengan merek lain tanpa banyak merubah mounting, tingi shaft dan tipe koplingnya. - Standarisasi tidak hanya dalam hal ukuran fisiknya, tetapi juga mengenai nilai-nilai parameter listrik, mekanik dan termalnya. - Sehingga sebuah motor harus memenuhi syarat minimum seperti torsi start, arus pada saat rotor tertahan, kapasitas overload, dan kenaikan temperatur saat dioperasikan. I.1. KLASIFIKASI MOTOR BERDASARKAN PADA KEADAAN

LINGKUNGAN PEMAKAIANNYA Berdasarkan keadaan lingkungan pemakaian, motor listrik dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu : a. Drip Proof Motor - Rangka untuk motor jenis ini dirancang mampu melindungi kumparan dari berbagai cairan dan partikel padat yang jatuh dengan kemiringan 0o s/d 15o dari vertikal.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Sujono ST, MT.

PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK

1

Contoh Drip Proof Motor. . . .Sistem pendinginan yang digunakan adalah sama dengan jenis DripProof Motor. . .Motor jenis ini banyuak digunakan untuk lingkungan yang basah. 1750 rpm.Udara yang dihembuskan kipas akan masuk ke rotor melalui lubang ventilasi untuk keperluan pendinginan bagian dalam motor. .Maksimum kenaikan suhu berkisar 60o .Rangka dari motor jenis ini dirancang mampu mencegah masuknya cairan atau partikel padat yang jatuh dengan kemiringan 0o s/d 100o dari vertikal. Splash Proof Motor . MT. 80o .Teknik Elektro Minggu ke . 220 V/460 V. 60 Hz .Motor jenis ini paling banyak penggunaannya.Maksimum kenaikan suhu juga sama dengan jenis Drip-Proof Motor. b. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 2 . 3 fasa.5 Gambar 1. 105o atau 125o tergantung pada tipe isolasi kawat kumparannya.Sistem pendinginan dilakukan dengan kipas yang dikopel langsung dengan rotor. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST.

Splash proof motor c. karena untuk motor yang kapasitasnya besar maka pada saat dioperasikan akan menghasilkan panas yang lebih besar pula .Hal ini akan menyebabkan kesulitan pendinginan . 110o atau 130o tergantung pada jenis isolasi kawat kumparan.5 Gambar 2. Totally Enclosed (Non-Ventilated Motor) . . d. Totally Enclosed (Fan-Cooled Motor) . . PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 3 .Kipas tersebut dikopel langsung dengan rotor dan akan menghembuskan udara ke sirip yang ada pada rangka motor. .Motor jenis ini memiliki rangkai yang tertutup rapat. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST.Pada umumnya motor jenis ini memiliki kapasitas daya < 10 kW.Motor jenis ini banyak digunakan untuk lingkungan yang sangat basah.Teknik Elektro Minggu ke .Kenaikan temperatur berkisar 65o .Untuk motor jenis totally enclosed dengan kapasitas sedang dan besar biasanya dilengkapi dengan sistem pendinginan menggunakan kipas eksternal. sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertukaran udara dari dan ke dalam motor. 85o . MT.

Motor jenis ini termasuk totally enclosed akan tetapi tidak kedap udara. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 4 . 350 hp.Kebanyakan motor merupakan jenis ini PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST.2. 3 fasa. 440 V.Kenaikan suhu yang diijinkan umumnya sama dengan motor jenis dripproof motor.Untuk motor jenis ini banyak digunakan di lingkungan yang mudah terbakar dan juga explisive seperti di daerah pertambangan minyak . 1760 rpm.5 Gambar 3.Teknik Elektro Minggu ke . Motor dengan standar torsi dengan rotor tertahan (NEMA design B) . MT. Totally enclosed fan-cooled motor. e. 60 Hz . Explosion Proof Motor . Explosion proof motor I. KLASIFIKASI MOTOR BERDASARKAN SPESIFIKASI ELEKTRIK DAN MEKANIK a. Gambar 4.

sehingga slip yang terjadi : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST.Teknik Elektro Minggu ke .Pada motor jenis ini memiliki kapasitas antara 20 hp s/d 200 hp. Motor dengan slip tinggi (NEMA design D) .4 kali lipat dari arus beban penuh. . .Sebagai contoh adalah pada pompa air dan piston.60 = =3600 rpm p 2 120 . c. Jika jml kutub = p = 2  ns = Jika jml kutub = p = 4  ns = 1 0 .Kapasitas motor berkisar 15 kW s/d 150 kW . centrifugal pumps.Jenis pilihan kecepatan motor induksi sangat terbats karena kecepatan motor induksi tergantung pada frekuensi dan jumlah kutub dari motor.Contoh penggunaan motor jenis ini adalah drive fans. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 5 . PILIHAN KECEPATAN MOTOR . Motor dengan torsi awal tinggi (NEMA design B) . b.60 = 1800 rpm 4 .Nilai arus rotoe tertahan tidak lebih dari 6.Contoh : motor induksi dengan frekuensi f = 60 Hz.Torsi rotor tertahan tergantung pada ukuran motor dan berkisar antara 130 % s/d 70 % dari torsi beban penuh . MT.4 kali dari arus beban penuh . . .Torsi rotor tertahan bisa sampai 200 % dari torsi beban penuh dan arus rotor tertahan tidak melebihi 6. . machine tools dsb.Motor ini digunakan untuk beban yang memiliki inersia tinggi yang memerlukan waktu lama untuk mencapai kecepatan nominalnya pada saat starting.Kecepatan nominal dari motor jenis ini adalah berkisar 85 % s/d 95 % dari kecepatan sinkron.5 . II.Motor ini digunakan untuk aplikasi khusus dimana kondisi starting sulit dilakukan dikarenakan motor diharuskan starting dalam keadaan berbeban.f 2 120 .Untuk mendapatkan kecepatan tertentu (misalkan nr = 2000 rpm) akan membutuhkan 2 kutub dan dioperasikan dengan kecepatan nr = 2000 rpm.

Hal ini berarti 44. Untuk mendapatkan daya yang sama.Agar hal tersebut tidak terjadi maka untuk keperluan kecepatan rendah dapat dilakukan dengan menggunakan gearbox. power faktor juga lebih tinggi dari pada motor yang berkecepatan rendah b.Tabel berikut ini menunjukkan perbandingan antara motor induksi 3 fasa untuk daya yang sama. maka motor dengan kecepatan tinggi memiliki ukuran lebih kecil.5 S= ns − nr 3600 − 2000 = = 44.Teknik Elektro Minggu ke .5 7. harga yang lebih ekonomis/murah. MT.5 ns r. . Motor dengan gearbox . efisiensi lebih tinggi.4 % power akan didisipasikan dalam bentuk panas. Power faktor % 89 82 Torsi rotor terkunci % 150 125 pada motor kecepatan Power kW 7.m 3600 900 efisiensi % 87 83 masa kg 50 115 harga $ 500 1400 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST. Gambar 5. Torsi tertahan pada motor kecepatan tinggi selalu lebih besar dari motor berkecepatan rendah . PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 6 .p.Ada beberapa kelebihan penggunaan gearbox tinggi : a.4 % ns 3600 .

III. STARTING MOTOR (ROTOR LILIT) .Selama periode starting tersebut. maka energi (5000 Joule) tersebut bisa dengan mudah akan menyebabkan overheating pada motor. .Lebih buruk lagi bisa menyebabkan gangguan pada sistem jala-jala sumber listriknya sehingga akaun menurunkan tegangannya. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 7 . PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST. suatu motor induksi seringkali di-start dengan level tegangan yang lebih rendah dari tegangan nominalnya.Contoh :  Jika motor digunakan untuk menggerakkan flywheel yang memiliki energi kinetik 5000 Joule.Beban dengan inersia yang tinggi/besar akan menyebabkan waktu starting motor menjadi lama untuk mencapai kecepatan nominalnya. MT.  Tergantung pada ukuran dan sistem pendinginan pada motor tersebut. namun demikian disisi lain pengurangan tegangan ini akan berdampak memperpanjang waktu/periode starting (waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kecepatan nominalnya). . STARTING MOTOR INDUKSI .Catatan 1 : Panas yang didisipasikan dalam rotor motor selama periode starting (dari diam sampai dengan kecepatan nominal) adalah sama dengan energi kinetik akhir yang tersimpan pada semua bagian motor . Tahanan luar tersebut dihubungkan ke rotor melalui cincin seret (slip ring) dan sikat-sikat.Pengurangan tegangan starting tersebut akan membatasi daya yang diberikan ke motor. maka pada stator dan rotor akan mengalir arus yang besar sehingga bisa terjadi pemanasan berlebih (overheating) pada motor. .Untuk starting motor rotor litit (motor slip ring). Hal ini akan mengganggu beban listrik yang lainnya.1.Teknik Elektro Minggu ke . digunakan tahanan luar yang dapat diatur (RL ).5 III. . maka selama periode starting rotor akan mendisikasikan panas sebesar 5000 Joule juga. .Untuk menghindari hal tersebut.

rotor telah dihubung singkat.5 Gambar 6. . .Sebelum motor distart. Tahanan-tahanan itu sendiri sekarang tidak mempunyai peranan lagi.Teknik Elektro Minggu ke .2. III. Tahanan luar ( RL ) pada motor rotor lilit. . Lilitan rotor dapat disambung bintang maupun segitiga. MT. Lilitan stator sama seperti pada lilitan stator motor rotor sangkar. Disamping itu. STARTING MOTOR ROTOR SANGKAR TUPAI PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST.Motor rotor lilit sering disebut sebagai motor slip ring (slip ring motor) atau motor dengan rotor dililit (wound rotor motor). sikat-sikat itu diangkat setelah rotor dihubung singkat. tetapi biasanya dalam hubungan bintang. Oleh karena itu setelah pengatur berada pada sikap akhir supaya cincin-cincin dan sikat-sikat tidak cepat aus. Pada sikap ini. dengan mengubah-ubah tahanan luar kecepatan motor dapat diatur. Lilitan rotor (jangkar) dan lilitan stator mempunyai jumlah kutub sama. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 8 . semua tahanan dalam posisi maximum selama menjalankan hingga terjadi putaran yang dikehendaki tahanan RL sedikit demi sedikit dikurangi dan akhirnya pengaturan sampai pada sikap akhir.Tahanan luar (RL) yang dapat diatur tersebut diperlukan untuk membatasi arus mula yang besar pada saat start.Motor rotor lilit mempunyai lilitan stator dan lilitan rotor. .

. Kalau arus pada tiap phase besarnya If maka arus line IL = 3 . Gambar 7.5 . Untuk itu kumparan stator mula-mula dihubungkan bintang dan sesudah itu dihubungkan segitiga. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST. Misalkan kumparan phase direncanakan untuk tegangan EL Kumparan stator dihubungkan segitiga dan diberi tegangan sumber sebesar EL. sehingga 3 arus tiap phase diperkecil menjadi I L = Kalau a dan b kita bandingkan IL (segitiga) : IL (bintang) = 3 : I. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 9 .Motor-motor dengan daya lebih besar dari 3 HP tidak boleh langsung dihubungkan dengan sumber. Untuk motor-motor dengan daya 2 sampai 4 kW ( 3 sampai 5. a). Kalau kumparan stator dihubungkan bintang dan tetap diberi tegangan sumber sebesar EL maka tegangan tiap phase menjadi If 3 EL .Cara yang paling sederhana untuk menjalankan motor rotor sangkar tupai ini. Pengasutan dengan cara. hanya dilakukan untuk motor-motor induksi 3 phase yang mempunyai hubungan kumparan segitiga pada kondisi operasi normalnya.Teknik Elektro Minggu ke . hubungan bintang-segitiga. Cara ini hanya diizinkan pada motor-motor sangkar tupai dengan daya di bawah 3 HP (sekitar 2 kW ). MT.5 HP ) kita memakai saklar bintang segitiga. ialah dengan menghubungkan langsung dengan sumber dengan menggunakan saklar tiga phase. If b).

6 17 4 = 106. Pada hubungan bintang : EL Eph IL Iph = Eph = 3 R 2 +( 2.25 . 2.9 . 240 . Hitunglah daya total motor dalam keadaan tanpa beban jika motor dalam sambungan bintang dan segitiga. 415 .6 50 = 0. 50 cps.0 .6 3 = 6.75 A.L )2 .Teknik Elektro Minggu ke . PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST. 0 = 1 3 3 . 2.6 3 EL IL Cos φ 3 .3 Henry.3 ) 2 .25 A 106 . Iph IL = E ph Z ph = 415 = 3.25 A  IL = 2. sumbernya adalah 415 V. = Iph 3 = 3.π f . 3 72 3 E ph I ph R ph Z ph = Iph = = 415 = 2. 0.5 CONTOH SOAL : Suatu motor 3 phase. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 10 . 0.9 Amper 106 .47 Cos φ = = Daya total (P) = = = 762 Watt Cara lain untuk mencari P ialah : P = 3 Eph Iph Cos φ = 3 . masing-masing lilitan phase mempunyai tahanan murni 50 ohm dan induktansi (L) 0.47 lagging 106 .25 .6 EL 45 1 = = 240 Volt 1. MT. Pada hubungan segitiga : EL = Ephase = 415 Volt. j= 50 2 +( 2.π 5 .47 = 762 Watt. PENYELESAIAN : Zphase = Ohm.

9 . yaitu untuk hubung bintang pada pengasutan dan untuk hubungan segitiga pada kondisi operasi normal.Teknik Elektro Minggu ke . 6. Prinsip saklar bintang . IV.47 Daya total (P) = = = 2280 Watt Cara lain untuk mencari P ialah : P = 3 Eph Iph Cos φ = 3 .Hal ini bisa dilakukan dengan cara mempertukarkan sambungan 2 terminal dari 3 terminal yang ada (lihat gambar dibawah ini). Dari perhitungan-perhitungan di atas jelas bahwa : IL hubungan segitiga : IL hubungan bintang = 3 : 1 P hubungan segitiga : P hubungan bintang = 3: I Saklar Y/∆ memerlukan 6 terminal.5 Cos φ = R ph Z ph = 50 = 0.6 3 EL IL Cos φ 3 .segitiga. 0. Gambar 8 berikut ini menggambarkan prinsip saklar bintang .segitiga. 415 . MT. 415 .Dalam aplikasi motor listrik sebagai penggerak. kadang kala sebuah motor dan bebannya harus segera dihentikan perputarannya karena suatu hal yang bersifat emergensi. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 11 .47 lagging 106 . . PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST. 0.75 . 3. Gambar 8.47 = 2280 Watt. PLUGGING .

Contoh :  Motor 100 kW.Dengan demikian akan terjadi pembalikan arah putar dari medan putar pada stator motor. . PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 12 . 60 Hz. 1175 rpm dikopel dengan flywheel. Saat beroperasi. . kerja normal b.Motor seharusnya tidak terlalu sering dilakukan plugging karena akan merusak secara mekanik maupun elektrik .Cara ini lebih dikenal dengan istilah PLUGGING dan motor akan mengalami pengereman.Catatan 2 : Panas yang dihasilkan pada rotor selama periode plugging (dari kecepatan nominal s/d berhenti) adalah sebesar 3 kali lipat dari energi kinetik yang tersimpan pada semua bagian motor.5 a. .Teknik Elektro Minggu ke . Plugging Gambar 9. energi kinetik pada motor dan beban adalah sebesar PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST. MT. Hubungan Sumber Tegangan dengan Motor 3 fasa Saat Plugging . .Energi kinetik beban akan dilawan dan menyebabkan kecepatan akan menurun secara drastis.

.Arus yang diberikan bisa sampai dengan 3 kali lipat dari arus rata-rata kerja normal dari motor.5 300 kJoule. MT. PE-REMAN (BRAKING) .GGL induksi tersebut akan menyebabkan terjadinya aliran arus pada rotor dan terjadi disipasi daya listrik sebesar I2. demikian pula sebaliknya.Teknik Elektro Minggu ke . .Ketika rotor berputardalam medan magnet stasioner daristator tersebut. .Sumber tegangan DC dihubungkan pada 2 terminal dari 3 terminal yang ada sehingga akan mengalir arus DC yang akan menghasilkan kutub magnet stasioner pada statornya. Pada keadaan ini akan terjadi peluruhan energi kinetik pada rotor sehingga akan menurun kecepatan putarnya hingga akhirnya berhenti. dimana semakin besar arus dc yang dialirkan akan mempersingkat periode pengereman. . .Energi yang didisipasikan hanya 1 kali lipat dari energi kinetik yang terjadi pada motor. sedangkan cara plugging adalah 3 kali lipat.Periode pengereman sangat tergantung pada besarnya arus dc yang diberikan pada kumparan stator. .Kelebihan pengereman dengan menggunakan arus dc ini adalah dalam hal efek pemanasan yang terjadi lebih kecil daripada cara plugging. . Hitung energi yang didisipasikan pada rotor ?  Penyelesaian : • Energi periode plugging • Energi periode starting : 3 x 300 kJoule : 1 x 300 kJoule = 900 kJoule = 300 kJoule + = 1200 kJoule • Total energi didisipasikan : V. maka pada rotor akan terinduksi dan akan terjadi GGL induksi pada rotor tersebut.Suatu motor induksi 3 fasa juga dapat dihentikan dengan cepat dengan cara mengalirkan arus DC pada kumparan statornya.Contoh : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST. . Tiba-tibna motor di-plugging sehingga berhenti dan akhirnya berputar pada kecepatan 1175 rpm paad arah sebaliknya. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 13 .R.

n2 = 5. 60 Hz. b. 10-3 . MT.Irata-rata). 1760 rpm digunakan sebagai penggerak beban dengan inersia J=25 kg.32 ohm. 10-3 = konstanta yang sebanding dengan Dalam contoh ini nilai parameter yang ada adalah : J= 25 kg. Pengereman dilakukan dengan menghubungkan sunber dc 24 volt pada terminal motor. 50 hp kW. Ek = 5. energi yang didisipasikan pada rotor c. 17602 = 424 kJoule c. Torsi rata-rata selama periode pengereman (T) : ∆n = 9 .48 . Tahanan dc antara dua terminal statornya adalah 0. 440 Volt.∆t J dimana : ∆ n= perubahan kecepatan (rpm) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST. Arus rata-rata motor adalah 62 Ampere.Teknik Elektro Minggu ke . Energi yang didisipasikan adalah sama dengan energi kinetik yang terjadi saat dilakukan pengereman.5  Motor induksi 3 fasa.m2) (rpm) π2 1800 5. J . rata-rata torsi pengereman jika waktu pengereman yang dibutuhkan adalah 4 menit.m2 dan n = 1760 rpm. Hitunglah : a. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 14 .m2.48 .48 . arus dc pada stator b.32 arusnya melebihi dari arus rata-rata dan tidak jadi masalah karena masih dibawah arus maksimal yang diijinkan (3. J . 25 .48 . 10-3 .  Penyelesaian : a. 10-3 .55 T . sehingga energi kinetik (Ek) adalah : Ek = 5. n2 dimana : Ek = energi kinetik saat dilakukan pengereman J n = momen inersia beban = kecepatan putar rotor (Joule) (kg. Arus dc pada stator : I = Estator 24 = = 75 Amper  nilai Rstator 0 .

MT.m2) ∆ t = selang waktu 9.5 T J = torsi = momen inersia 30 π (N.Teknik Elektro Minggu ke .2 N.55 240 = 19. PENGGUNAAN MOTOR LISTRIK 15 .J n x 9 .m2 Sehingga jika dimasukkan ke persamaan akan didapatkan : ∆n = 9 .m PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Sujono ST. 25 x 9 .55 T .m) (detik) (kg. nilai parameternya adalah : ∆ n= 1760 – 0 = 1760 rpm ∆ t = 4 menit = 240 detik J = 25 kg.55 = konstanta yang sebanding dengan Dalam contoh soal ini.55 ∆ t 1 1760 .∆ t J T = = 1 ∆ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful