FOTOSINTESIS

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM OLEH NAMA : ANNISA SYABATINI NIM : J1B107032 KELOMPOK : 3 ASISTEN : NONI ARAI SETYORINI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI S-1 KIMIA BANJARBARU NOVEMBER, 2007 BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam beberapa aspek fisiologi tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan atau fisiologi sel. Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tidak berpindah, memproduksi makanannya sendiri, menggantungkan diri pada apa yang diperolehnya dari lingkungannya sampai batas-batas yang tersedia. Hewan sebagian besar harus bergerak, harus mencari makan, ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu dan harus menjaga integritas mekaniknya unntuk hidup dan pertumbuhan. Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalammenggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengoubahan zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia, maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disasimilasi) di mana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan proses ± proses kehidupan. 1.2 Tujuan Percobaan Tujuan praktikum ini adalah untuk membuktikan bahwa dalam fotosintesis dihasilkan oksige n (O2) dan untuk mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap pembentukan oksigen pada proses fotosintesis; untuk mengetahui ada tidaknya simpanan amilum dalam jaringan daun yang diberi perlakuan cahaya matahari berbeda. BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. 2002). Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2 O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Reaksi Terang . Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh. 2000). Fotosistem ada dua macam. Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri. 2002). Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis. Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer terdiri dari tiga monosakarida (Kimball. Pada tahun 1860. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil. dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling sederhana.Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi. 1984). Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat. Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil. yaitu fotosistem I dan fotosistem II. yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball. monosakarida. hal ini disebabkan kloropil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro. jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi. 1993). dan polisakarida. Fotosistem I tersusun oleh klorifil a dan klorifil b dengan perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa. yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2. Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus. karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah ke orbit (Anwar. 1990). Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan : Kloropil 6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi Sinar matahari Tergantung pada bahan yang digunakan. yaitu : 1. maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2yang diperlukan tidak selalu sama. Pada fotosistem II perbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm (Syamsuri. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2menjadi glukosa. 2000). untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball. Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. 1986) Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul yang kompleks dan besar. kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. trimer dan lainlain. dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. dengan menggunakan cahaya matahari.

di mana setiap 100 ml air ditambahkan 2 ml NaHCO3 0. ditempat ysng terbuka (intensutas cahaya III).25 % dengan posisi corong menghadap ke bawah. lampu spiritus/ kompor. dalam keadaan terbalik ( di dalam bak yang berisi air). reaksi gelap meliputi 3 hal penting. C. yang mana keterangannya sebagai berikut : A = medium air dan diletakan ditempat terang dalam ruangan(intensitas cahaya I). air kolam dan larutan 0. Bahan yang diperlukan adalah Hydrilla verticillata. kaki tiga dan penjepit.3 Prosedur Kerja 1. yaitu: a. Ø Hasil pengamatan / data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk grafik. Pembentukan karbohidrat pada fotosintesis Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah beaker gelas. Bertempat di Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. D. Reduksi . Ø Menutup bagian atas corong dengan tabung reaksi yang diusahakan berisi sebagian besar medium. Bahan yang digunakan adalah daun tumbuhan segar. D = medium air + larutan NaHCO3. F = medium air + larutan NaHCO3. c. 1989). Fotosintesis Ø Memasukkan beberapa cabang Hydrilla verticillata yang sehat sepanjang kira-kira 15 cm ke dalam corong kaca. b. cawan petri. air dan kertas karbon/aluminium foil. PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C). Fotosintesis Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah beaker gelas. .Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang dilaksanakan oleh fotosistem.2 Alat dan Bahan 1. tabung reaksi. Buatlah pembahasan dan kesimpulannya. 3. 2. B. Pembentukan Karbohidrat Pada Fotosintesis Ø Menutup daun tumbuhan yang belum kena sinar matahari sebagiannya dengan aluminium foil / kertas karbon dan jepit selama 2 x 24 jam. diletakkan ditempat terang dalam ruangan (intensitas cahaya I) E = medium air + larutan NaCO3.00 Wita. pembentukan kembali RBP. merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA. larutan JKJ. Ø Menandai masing-masing perlakuan dengan label A. E dan F.00 ± 10. Ø Merebus air dalam beaker gelas sampai mendidih pada lampu spiritus atau panci berisi air mendidih di atas kompor. Perhitungan dilakukan sebanyak 3 kali dan diambil rata-ratanya. B = medium air dan diletakkan di luar ruangan dibawah pohon (intensitas cahaya II ). Ø Mengamati timbulnya gelembung-gelembung gas yang muncul dari potongan cabang / ranting yang terjadi selama 15¶ . 2. Karboksilasi. Regenerasi . corong kaca. kawat dan cutter. Reaksi gelap Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula yang berlangsung distroma. Ø Memasukkan corong kaca (1) ke dalam beaker gelas yang berisi medium. C = medium air dan diletakkan diluar ruangan. Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektrona (Saimbolon. 3. 2. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai transfor elektron pada fotosintesis. Banyaknya gelembung per satuan waktu dapat digunakan sebagai petunjuk laju fotosintesis. diletakkan dilur ruangan terbuka (intensitas cahayaa III). alkohol 95 %.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 November 2007 dari pukul 08.30¶ dan 45¶. BAB III METODE PRAKTIKUM 3.25 % NaHCO 3. Diletakkan diluar ruangan dibawah pohon (intensitas cahaya II).

Ø Mencuci daun (4) tersebut dengan air panas dan masukkan ke dalam larutan JKJ selama beberapa menit.2 Pembahasan Pada praktikum kali ini ada terdapat tiga percobaan yang akan dibahas yaitu tentang fotosintesis. Ø Mencuci daun dengan air kemudian bentangkan dan amatilah perubahan yang terjadi. Pembentukan karbohidrat pada fotosintesis No. Daun yang tidak tertutup aluminium foil berwarna biru kehitaman 4. Waktu 5 menit 10 menit 15 menit Jumlah gelembung 0 14 17 Air + NaHCO3 9 16 21 Tabel 1. Dengan medium air ditempat terang Ø Data hasil pengamatan dengan medium air di tempat yang gelap. Waktu Jumlah gelembung Air + NaHCO3 5 Menit 0 0 10 Menit 0 0 15 Menit 2 0 Tabel 2. Fotosintesis selain memerlukan cahaya matahari sebagai bahan bakar juga memerlukan karbondioksida dan air sebagai bahan anorganik yang akan diproses untuk menghasilkan karbohidrat dan melepaskan oksigen. dan penentuan karbohidrat pada daun tumbuhan. (Ingatlah amilum + JKJ memberikan warna biru sampai kehitam-hitaman). proses ini menggunakan energi matahari yang dapat dimanfaatkan oleh kloropil yang terdapat dalam kloroplas. Ø Mengulangi percobaan ini dengan daun yang lain yang tidak diberi perlakuan air panas. Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks. kemudian ke dalam alkohol panas (5 menit). Hydrilla dimasukkan ke dalam gelas beaker yang terlebih dahulu telah dilengkapi . Perlakuan Gambar 1 Bekas tertutup aluminium foil 2 Direndam di dalam air mendidih 3 Direndam dalam alkohol mendidh 4 Setelah direndam larutan JKJ Keterangan Daun berwarna hijau tua Daun menjadi layu Warna daun bekas ditutup aluminium foil lebih muda daripada yang tidak tertutup. Reaksi yang terjadi saat fotosintesis adalah : CO2 + H2O C6H12O6 + O2 + Energi panas Dari reaksi tersebut kita dapat memperkirakan bahwa pada fotosintesis terbentuk oksigen. Ø Memasukkan daun tumbuhan yang akan diuji ke dalam air panas (5 menit) sampai layu. Fotosintesis Ø Data hasil pengamatan dengan medium air di tempat yang terang. Percobaan pertama mencoba membuktikan hal tersebut.Ø Memanaskan alkohol di dalam beaker gelas kecil pada air mendidih(2). Dengan medium air diluar ruangan dibawah pohon 2. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Hasil yang didapatkan setelah melakukan percobaan adalah : 1.

BAB V PENUTUP 5. Sedangkan perlakuan C yang menggunakan medium air ditambah larutan NaHCO3 yang diletakkan ditempat terang dalam ruangan menghasilkan jumlah gelembung udara yang lebih sedikit dibandingkan dengan perlakukan D yang diletakkan di luar ruangan (ditempat terbuka) yang mengunakan medium tambahan yaitu NaHO3. A. Gelembung udara yang dihasilkan menandakan bahwa proses fotosintesis pada Hydrilla verticilata menghasilkan oksigen. Agar proses pembuktian adanya karbohidrat pada daun yang melakukan fotosintesis. Dwidjoseputro.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum kali ini adalah: 1) Fotosintesis adalah proses pembentukan bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan cahaya dan kloroplas. DAFTAR PUSTAKA Anwar. maka akan membuat perubahan pada daun. 10 menit. Kimball. Ringkasan Biologi. Secara garis besar dapat dikatakan stomata akan berperan sebagai pengatur penguapan dalam peristiwa fotosintesis. dimana cahaya yang diterima dengan bebas tanpa adanya suatu penghalang. Warna cokelat tua menandakan bahwa telah terjadi proses fotosintesis yang telah terbentuk amilum yang berwarna cokelat jika bereaksi dengan larutan iod (larutan JKJ). Ganeca Exact. 1993. kadar 02. Biologi. J. sebaliknya dengan intensitas cahaya yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menghambat berlangsungnya proses fotosintesis. Jakarta. juga terdapat faktor lain yang mempengaruhi proses fotosintesis adalah temperatur. 2) Selain klorofil fotosintesis juga memerlukan CO2 dan cahaya matahari. Hal ini menandakan bahwa cahaya sangat berperan dalam peristiwa fotosintesis.dengan corong penutup dan gelas kimia. Setelah direbus kemudian daun dimasukkan kedalam larutan alkohol agar klorofil pada daun tersebut larut sehingga warna daun berubah menjadi pucat. Tempat yang dipilih adalah didalam ruangan dan diluar ruangan dengan cahaya yang maksimum dengan lama pengamatan bervariasi dari 5 menit. Hal ini membuktikan bahwa intensitas cahaya sangat mempengaruhi proses fotosintesis. 1984. terlebih lagi saat memperhatikan gelembung udara yang dihasilkan dari proses fotosintesis. daun yang telah dimasukkan kedalam alkohol tadi kemudian dimasukkan kembali ke dalam air panas dan selanjutnya kedalam larutan JKJ dan kemudian diangkat. . Selain intensitas cahaya dan kadar CO2. Percobaan ini dilakukan pada daun yang segar dan dibungkus dengan kertas karbon kurang lebih 24 jam. kemudian daun tersebut dimasukkan kedalam air panas setelah dilepas dari pohonnya yang bertujuan untuk mematikan sel-sel yang ada. Laju pembentukan oksigen dapat digunakan sebagai suatu petunjuk untuk laju fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan. 3) Semakin besar intensitas cahaya dan konsentrasi CO2 maka proses fotosintesis berlangsung semakin cepat. Berdasarkan hasil pengamatan jumlah gelembung udara yang dihasilkan pada perlakuan A dalam medium air di tempat terang dalam ruangan lebih sedikit dibandingkan dengan perlakuan B yang ditempatkan diluar ruangan ditempat terbuka dengan intensitas cahaya II walaupun waktu yang digunakan sama. Percobaan kedua yaitu penentuan karbohidrat pada fotosintesis pada daun tumbuhan berupa daun mangga. kadar air dan unsur mineral yang ada. Bandung. 1986. Biologi Umum. Jakarta. 5. Erlangga. dan 15 menit. Erlangga.2 Saran Percobaan seperti ini memerlukan pengamatan yang harus benar-benar diperhatikan. 4) Hasil dari fotosintesis adalah glukosa dan oksigen. kemudian dimasukkan air yakinkan pada saat air memenuhi gelas beaker dan masuk kedalam gelas kimia tidak terdapat gelembung udara dari luar. W. Intensitas cahaya yang optimum sangat baik untuk proses fotosintesis. Hal ini disebabkan karena intensitas cahaya dan larutan NaHCO3 yang terurai menjadi NaOH dan CO2. Dari hasil pengamatan di peroleh bahwa warna daun setelah diberi perlakuan seperti diatas berubah menjadi pucat untuk bagian yang tertutup dengan kertas aluminium foil dan bagian yang tidak ditutup menjadi berwarna cokelat tua. Gelas beaker yang berisi air ini diletakkan di 2 tempat yang berbeda kadar cahaya yang bertujuan untuk memperoleh hasil gelembung yang berbeda pula jumlahnya sehingga didapatkan hubungan antara jumlah gelembung dengan kadar cahaya yang ada.

W. Simbolon. Fisiologi Tanaman. Jakarta. 2002. Biologi. I. Fisiologi Tumbuhan. 1989. B. Syamsuri. Malcome. Erlangga. 1990. Hubu dkk. Erlangga. Erlangga.W. Biologi Jilid 3. Jakarta. Bumi Aksara. Jakarta.Kimball. 2000. . Bandung. J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful