BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dinegara berkembang karena kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah yang komplek dan berkepanjangan. Bahkan sampai saat ini masalah tersebut belum teratasi. Dinegara miskin, sekitar 25-50 % kematian wanita subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitas (Saefudin: 2006:3). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN. AKI di Indonesia pada tahun 2005 adalah 262/100.000 kelahiran hidup, sementara AKB adalah 35/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI adalah 248/100.000 kelahiran hidup dan AKB adalah 27/1.000 kelahiran hidup. Dilihat dari data tersebut AKI dan AKB di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai 2007 (Depkes RI, 2008). Penyebab utama kematian maternal masih disebabkan oleh trias

kematian ibu yaitu 28% perdarahan, 11% infeksi, 24% eklampsi. Sementara penyebab utama kematian perinatal yaitu disebabkan oleh asfiksia neonatorum 27%, infeksi 5%, prematuritas, BBLR 29%, dan tetanus neonatorum. (Depkes RI, 2007). Sedangkan AKI dan AKB di Jawa Barat mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2007 yaitu AKI pada tahun 2003 sebesar 321.15/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 49/1000 kelahiran hidup.

Sedangkan pada tahun 2007 AKI sebesar 81/100.000 kelahiran hidup dan AKB 43.40/1000 kelahiran hidup (Dinkes Jabar, 2007). Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan angka kematian ibu (AKI) di kota sukabumi sekitar 91 per 100.000 kelahiran, sedangkan untuk angka kematian bayi (AKB) diperkirakan sekitar 53 per 1000 angka kelahiran hidup. (Dinkes Kota Sukabumi, 2008) Pada dasarnya kehamilan dan persalinan merupakan suatu hal yang fisiologis yang alami pada setiap wanita, tetapi kadang – kadang persalinan dan kehamilan tersebut di sertai dengan komplikasi sehingga akan bersifat fatologis, dan hal tersebut bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, melaksanakan asuhan kebidanan persalinan, BBL, dan nifas yang baik serta pemberian ASI pada bayi sedini mungkin sehingga dapat menurunkan angka kematiam ibu dan bayi. Berdasarkan data di atas maka penulis akan melakukan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL secara komprehensif Pada Ny E,29 thn G3P2A0 umur kehamilan 38 mg dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah pada studi kasus secara komprehensif ini adalah “ Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E 29 Tahun G3P2A0 38-39 Minggu dengan Keadaan Ibu dan Bayi Fisiologis di BPS Engkay S Chandra Tahun 2011”.

C. Tujuan

1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL normal kepada Ny E, dengan manajemen asuhan

kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan. 2. Tujuan Khusus a. b. Mengetahui tentang definisi kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Mengetahui Teori – teori tentang kehamilan, persalinan, nifas dan BBL c. Mengaplikasikan pengetahuan tentang kebidanan dengan praktek kebidanan di lapangan d. e. Mengetahui Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Dapat melakukan manajemen Asuhan Kebidanan SOAP

A. Ruang Lingkup Masalah Studi kasus ini dilakukan untuk memberikan asuhan Kebidanan secara komprehensif pada Ny. E 29 tahun G3P2A0 38-39 minggu dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis di BPS Engkay S chandra tahun 2011”.

B. Sistematika penulisan Sistematika penulisan dalam makalah ini tediri dari 5 BAB Yaitu : – BAB I : Pendahuluan ::Menguraikan tentang latar

belakang, rumusan masalah, tujuan dan ruang lingkup, sistematika penulisan dan manfaat.

Engkay S Chandra . Bagi BPS. dan nifas normal – BAB III : Tinjauan Khusus ::Menguraikan tentang manajemen asuhan SOAP – BAB IV kebidanan dengan : Pembahasan ::Menguraikan tentang keterkaitan antara teori dengan kasus. normal.– BAB II : Tinjauan Teori tinjaun ::Menguraikan medis kehamilan tentang. persalinan. Bagi Institusi Sebagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan sebagai perbandingan untuk angkatan selanjutnya dan dapat menambah bahan koleksi perpustakaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu khususnya berkaitan dengan ilmu kebidanan tentang kehamilan. – BAB V : Penutup : Menguraikan kesimpulan dan saran A. 3. BBL normal. nifas dan BBL. persalinan normal. Manfaat Penulisan 1. 2.

Triwulan pertama (0 – 12 minggu) .a. nifas dan BBL normal. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut fertilisasi kemudian dilanjutkan menjadi nidasi dan implantasi sampai janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu : a. Definisi Hamil adalah seorang wanita mengandung sel telur yang telah dibuahi atau dihasilkan oleh sperma. persalinan. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Dapat membantu kegiatan program kehamilan. TEORI KEHAMILAN 1. Hasil asuhan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka meningkatkan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. 2002 ). BAB II TINJAUAN TEORI A. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin. b.

Persiapan Kehamilan Pada saat memutuskan untuk mempunyai anak perlu melakukan berbagai persiapan sebagai berikut : a. menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Sarwono Prawirohardjo. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan). Menanamkan pola hidup sehat. g. Mengkonsultasikan faktor genetik. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2002) Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Faktor Fisik b. Mengatur asupan nutrisi. c. d. Kehamilam 28 dan 36 minggu disebut premature. Mencatat kondisi kesehatan. i. Bersikap teliti terhadap obat-obatan. Triwulan kedua (12 – 28 minggu) Triwulan ketiga (28 – 42 minggu) Merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami. Mempersiapkan tabungan.b. Menjaga hubungan yang harmonis. Mengkonsultasikan kesehatan fisik. b. h. Faktor Psikologis terdiri dari : . e. c. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Ada 3 faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu : a. dan bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut post matur atau lewat bulan (Winkjo satro: 2005) 1. 1. Memeriksa darah. f.

1) Stressor 2) Dukungan keluarga c. 2) Tanda Hegar yaitu melebarnya daerah pelunakan di istmus SBR. Terjadi pada kehamilan 6-8 minggu. Faktor Lingkungan Social Budaya dan Ekonomi 1. Tanda-tanda Kehamilan a. dan areola. h) Miksi sering. m) Varises. g) Lelah. 3) Tanda Chadwick yaitu pembendungan pembuluh darah daerah panggul menyebabkan warna serviks menjadi kebiruan (livid) atau purplish (ungu). c) Ngidam. muka. d) Tidak tahan terhadap bau-bauan. k) Perubahan warna kulit pada daerah tertentu : leher. Tanda dugaan hamil a) Menstruasi terlambat. Disebabkan karena meningkatnya vascularisasi pada serviks. . b. menyebabkan cekungan. e) Pingsan. Tanda kehamilan tidak pasti 1) Rahim membesar. i) Payudara besar dan tegang. b) Mual muntah. f) Anoreksia. l) Epulsi. j) Sulit BAB.

tengah didaerah antara uterus dan serviks. 5) Terlihat adanya gambaran janin pada USG. Dengan dopler terdengar pada umur 8-10 minggu. semakin meningkat frekuensinya pada TM III. Dapat dilihat pada kehamilan 7-8 minggu. Muncul pada minggu ke-4. 5) Tanda ladin yaitu uterus melunak didaerah anterior. 8) Kontraksi Braxton hiks yaitu kontraksi uterus ringan. biasanya terasa oleh ibu pada kehamilan 16-20 minggu. Antenatal Care . 1. tidak sakit. Minggu ke7-8 DJJ sudah mulai tampak. 4) Terlihat tulang dalam foto roentgen. Pada minggu ke-5 feta pole sudah tampak. 6) Tanda Mc Donald yaitu serviks dan uterus dapat dengan mudah ditekuk pada pertemuannya. Mulai teraba pada kehamilan 6 minggu. Normal frekuensinya 120-160 x/menit. 10) Test kehamilan (+). biasanya dengan fetoscope terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu sedangkan jika menggunakan USG terdengar pada usia kehamilan 6-8 minggu. Tampak pada minggu 1214.4) Tanda Goodle yaitu serviks menjadi lunak dan cyanosis disebabkan pertambahan vascularisasi jaringan serviks. Mulai dapat diraba pada minggu ke-18. ireguler ringan. Tanda pasti hamil 1) Terasa adanya gerakan janin. 3) Terdengar adanya DJJ. 2) Terasa adanya bagian-bagian janin. a. 9) Teraba ballotment teraba pada kehamilan 16-20 minggu. 7) Tanda piscaseck yaitu perubahan asimetris pada bentuk uterus hamil didaerah fundus dimana terjadi implantasi tampak lebih menonjol disebabkan oleh hyperemi setempat karena hormonal.

a. Timbang berat badan. Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk : 1) Penapisan dan pengobatan anemia. Pemberian Tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). 3) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatan. f. gemelli. c. 3) Mengenali tanda-tanda persalinan. b. e. Ukur Tinggi fundus uteri.golongan darah) h. Pemberian imunisasi TT lengkap. 3) Mengulangi perencanaan persalinan. Kunjungan antenatal care sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : a. Tes terhadap penyakit menular seksual. Ukur Tekanan darah. a. d. 2) Mengenali adanya kelainan letak dan persentasi.haemoglobin. MAP. Kunjungan IV (36 minggu) sampai lahir dilakukan untuk : 1) Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III. g.protein urine. 2) Perencanaan persalinan. Pelayanan “7 T” : a. infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan. Tes lab (glukosa. Tilai status gizi .Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai janin lahir. Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan untuk : 1) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya. 2) Penampisan preeklampsia.

j. Lain jika indikasi ada Penanganan Pemberian imunisasi TT1 TT Pemberian FE Konseling umum Konseling khusus Perencanaan persalinan Perencanaan penanganan komplikasi √ 90 Tablet √ TT2 Memperkua Memperkua t Jika indikasi t ada Jika indikasi √ √ Memperkua ada t ada Jika indikasi √ √ √ . tindak lanjut Table 2.i. Tilai presentasi dan Djj Temu wicara.1 Jadwal kunjungan ulang memiliki kekhasan dalam setiap kunjungannya : Penilaian Antenatal Riwayat kehamilan Riwayat kebidanan Riwayat kesehatan Riwayat sosial Pemeriksaan keseluruhan (umum) Pemeriksaan kebidanan (luar) Pemeriksaan kebidanan (dalam) Pemeriksaan laboratorium Kunjungan Kunjungan I √ √ √ √ √ √ √ √ √ II √ Kunjungan III √ Kunjungan IV Jika indikasi √ Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada ada indikasi indikasi indikasi Jika ada Jika ada Cek Hb dan indikasi indikasi pemeriksaa n Lab. temuan kasus.

ibu maupum bayinya dengan trauma semininmal mungkin.2 Imunisasi TT Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan 1 4 minggu setelah TT 1 6 bl setelah TT 2 1 thn setelah TT 3 1 thn setelah TT 4 Lama perlindungan 3 thn 5 thn 10 thn 25 hidup 1. Tujuan antenatalcare a. termasuk riwayat penyakit secara umum. Memepersiapkan persalinan cukup bulan. c. d.mental. f.Tabel 2. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. dan social ibu dan bayi. Proses Kehamilan Proses kehamilan merupakan masa rantai yang berkesinambengan terdri dari: % perlindungan 80 95 99 99 thn/seumur . Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi b. e. Mempersiapkan peran ibu dan keluaga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. 1. kebidanaan dan pembedahan. melahirkan dengan selamat.

dalam bentuk pematngan pertama artinya siap di buahi. Gerak dari tuba yang mendekati ovarium – Gerak sel rambut lumen tuba semakin tinggi – Peristaltik tuba makin aktif Dan ketiga faktor ini menyebakan aliran dalam tuba makin deras menuju uterus 1) Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak terdapat hubungan antara hipotalamus . Ovulasi Ovulasi Adalah pelepasan ovum dari ovarium. proses penangkapan ini di sebut ovum pick UP mechanism 3) Ovum yang tertutup terus bejalan mengikuti tuba menuju uverus. frikel primer mengalami perubahan menjadi polikel de-grap yang menuju kepermukan ovarium disertai pembentukan cairan liqoor polikuli. 3) Desakan faikel de-grap kepermukaan ovarium menyebabkan panipisan dan disertai deverkutarasi.a. 4) Selama pertumbuhan menjadi polikel de-grap ovarium mengeluarkan hormon ekstogen yang dapatmempengaruhi b. hipofisis. . 2) Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai tumbai ( Fimbiae ) maka ovum yang telah di lepaskan segera di tangkap oleh frimbiae tuba. endometrium. peristiwa ini terjadi pada hari kedua belas atau ke empat belas sebelum haid yang akan datang 1) Proses petumbuhan ovum ( Oogenesis ) 2) Dengan pengaruh FSH.

b. Spermatozoa Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks 1) Sepermatogeum berasal dari sel primitip tombulus 2) Menjadi spermatosit pertama 3) Menjadi spermatosit kedua 4) Menjadi spermatid 5) Akhirnya spermatozon Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari panca indra. hipofisis. proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut : . pada setiap hubungan seks di tumpahkan sekitar 3 cc sperma. sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi. a. Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. mengandung energi sehingga dapat bergerak. spermatozoon yang masuk kedalam alat genetalia wanita dapat hidup selama tiga hari. dan sel insterstitial leyding sehingga spermaotgonium dapat mengalami proses mitosis. Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopii. Bentuk spermatoa seperti cebung yng terdiri atas : 1) Kepala : lonjong sedikit gepeng yang mengndung inti 2) Leher : penghubung antara kepala dan ekor 3) Ekor : Pajang sekitar 10 kali kepala. hipotalamus. yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc.

1) Ovum yang di lepaskan proses ovulasi. tertutup sel yang mempunyai silia c) Ovum mempunyai waktu terlama dalam ompula tuba 1) Ovum siap di buahisetelah 12 jam dan hidup selam 48 jam a) spermatozoa di tumpahkan. nutrisi dialirkan kedalam vitellus melalui saluran pada zona pelusida 4) Konsepsi terjadi pada pers ampularis tuba a) Tempat yang paling luas b) Dinding penuh jongjot. 2) Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaface ditengah setoplasma yang di sebut vitelus 3) Dalam perjalanan korona radiate makin nerkurang pada zona pelusida. ekornya lepas dan tertinggal di luar . diliputi oleh kolona radiate mengandung persediaan nutrisi. masuk melalui konalis serulkalis dengan kekuatan sendiri b) dalam kavum uteri terjadi peruses kapasitasi yaitu pelepasan sebagian dari “ upoproteinya” sehingga mapu mengadankan fertilisasi c) spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba d) spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna e) spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis f) korona radiata dan zona pelusida dengan pelusida dengan proses enzimnatik hidloronidase g) melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum h) seetelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum.

mampu mengeluarkan hormone krionik yang mempertahankan korpus luteum gravidarum. Setelah pertemuan ke dua inti ovum dan spermatozoa terbentuk yang terbenteuk zigot yang beberapa jam setelah mampu membelah dirinya menjadi dud an dan seterusnya berbarengan dengan inti. . hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus.i) kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi a. Proses Nidasi Atau Implantasi Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “vitellus” membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metaphase”sehingga pronokluesnya menjadi “haploid” pronukelues spermatozoon dalam keadaan haploid saling mentdekati dengan inti ovum yang kini haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pemasangan pembawa tanda dari pihak peria maupun wanita. terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari korola radiate yang menjadi sel tropoblas dalam pertumbuhanya. Hasil pembelahan memenuhi seluruh ruangan dalam ruang ovumyang besarnya 100 mw atau 0.1 mm dan di sebut stadia morola Semua pembelahan sel di bagian dalam.

plat embrio terdiri dari undur ectoderm.Pembelahan berjalan terus dan di dalam morulla terjadi ruangan yang mengandung cairan yang di sebut “blastula” perkembangan dan pertumbuhan perjalanan blastula dengan uili korealisnya yang di lapisi sel tropoblas telah siap untuk mengadakan ridasi . Terjadinya nidasi ( implantasi ) mendorongkan sell blastula mengadakan deferesi sel yang dekat dengan ruang entoderm membentuk entoderm dan yolk sac ( kantong yolk ) sedangkan selain membentuk ektoderm dam morederm dan ruang amnion palat emberio ( embryonal palate ) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk. entoderm. kantungan ammion dan embrio padat dan perkembangan menjadi tali pusat. setelah konsepsi. . b. Pada saat tertanamnya blastula ke dalam edomentrium. Pembentukan placenta Nidasi atau implatasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang pada blastura dengan inner cell mass. Sel tropoblas yang meliputi “perimer villi korealis” melakukan destruksi enzimatik proteolitik. dan meroderm. hingga dapat menanamkan diri di dalam edometrium proses penanaman blastula di sebut ridasi atu implantasi implansi terjadi pada hari ke 6 sampai 7. akan tertanam ke dalam endometrium sel tropoblas mendekstruksi endometrium sampai terjadi pembentukan placenta yang berasal dari primer vili korealis.sementara itu fase sekresi endometrium telah makin banyak mengandung glikogen yang di sebut desidua. mungkin terjadi.

kuping dan jari terbentuk c. 2.Dengan berbagai untuk implantasi ( Nidasi ) di mana posisi plat embrio berada akan di jumpai berbagai variasi tali puat. Kulit tebal dengan rambut lanugo . memberikan nutrisi. mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke sepuluh sampai ke sebelas setelah konsepsi. sehingga sejak saat embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah secara langsung terjadilah aliran darah pertma reptroplasenter pada hari ke empat belas sampai lima belas setelah konsepsi. desi dua pemtalis 20 Minggu 25 cm dan kopsularis menghilang melekat a. Genetalis jelas terbentuk Masa Fetus 16 Minggu 16-18 cm a. Bagian desidua yang tidak di hancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. Pertumbuhan dan Perkembangan janin. Hidung. Kuping lebih jelas 12 Minngu 9 cm a.5 cm Perkembangan a. sedangkan dari sudut fetus setiap kotiledon. Kelopak mata terbentuk b.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Tua Kehamilan Organogenesis 8 Minggu Panjang Janin 2. Kulit merah tipis b. c. pertumbuhan dan perkembangan janin pada rahim ibu. Vili korealis desi dua sampai sepuluh darah. yaitu insersio sentralis para sentralis marginalis atau insersio vila mentosa. Tabel.Uterus telah penuh. fetus terus bercabang danmengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya. Kepala fleksi ke dada b.

Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi. Menyempurnakan janin Masa Prenatal 28 Minggu 35 cm 1.Kelopak mata jelas. Memantau Tumbuh Kembang Janin Tabel 2. Ovulasi biasanya terjadi setelah 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan terjadi segera setelah ovulasi.b. dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir. Menentukan Usia Kehamilan Kehamilan dihitung dalam minggu. Berat 1000 gram b.4 Memantau Tumbuh Kembang Janin Usia Kehamilan 12 minggu 16 minggu 20 minggu 22-27 minggu 28 minggu 29-35 minggu 36 minggu 20 cm (± 2 cm) Usia kehamilan Dalam cm Teraba badan diatas sympisis Tinggi Fundus Menggunakan petunjuk pubis ½ sympisis dan umbilikus Pada umbilicus dalam 2 jari ↑ umbilikus minggu = Cm (± 2 cm) 28 cm (± 2 cm) ½ umbilicus – Px Usia kehamilan dalam 2 jari ↓ Px minggu = Cm (± 2 cm) 36 Cm (± 2 cm) Pada Px 2. secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda. alis dan bulu 24 Minngu 30-32 cm tampak a. .

Volume darah dalam peredaran meningkat 50 %. Akibat pengaruh estrogen payudara . karena janin terus tumbuh darah lebih banyak dikirim kerahim ibu. c. Jumlah sel darah putih saat persalinan dan sesudah persalinan meningkat. tetapi sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat 25-30%. Saat persalinan curah jantung meningkat sebesar 30 %. modulus dan sensitifitas. Bulan menstruasi teakhir – 3. Peningkatan ini terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu 30-32. c. Maka denyut jantung pada saat istirahat pun meningkat (normal 70 x/menit menjadi 80-90 x /menit). Selama trimester II tekanan darah menurun tetapi kembali normal pada rimester III. Jantung dan pembuluh darah Jumlah darah yang dipompa jantung meningkat sampai 30-50%. 1. Tanggal menstruasi terakhir + 7.Untuk menentukan perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan sebagai berikut: a. Terdapat peningkatan ukuran. Tahun menstruasi terakhir + 1. b. Setelah mencapai 30 minggu curah jantung menurun karena uterus yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Peningkatan curah jantung Selama kehamilan peningkatan curah jantung terjadi karena perubahan dalam aliran darah kerahim. b. Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. Perubahan Fisik Selama Hamil a.

f. Hidung dan tenggorokan kadang mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah sehingga tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti).membesar ukurannya. Hal ini disebabkan karena usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Pada akhir kehamilan. kadang-kadang mengeluh sesak dan bernafas pendek. e. Ginjal Ginjal bekerja lebih berat pada kehamilan 16-24 minggu. Ginjal kanan lebih besar daripada ginjal kiri. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. Akibat progesteron terjadi pembesaran pada ginjal kanan dan kiri. terjadi peningkatan aktifitas ginjal pada wanita yang tidur miring. d. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil sedikit berubah. Kelenjar granula Montgomery pada daerah areola mamae tampak jelas dan putting susu tampak menonjol. System pencernaan . putting susu membesar dan lebih gelap menonjol. Paru-paru Wanita hamil bernafas lebih cepat dan dalam. Progesteron berfungsi menambah sel-sel asinus pada mamae. Pembesaran ini menyebabkan syaraf tertekan dan menimbulkan rasa sakit. Dilatasi ini meningkatkan kapasitas pelvis renalis dan ureter dari 12-75 ml sehingga memungkinkan terjadi infeksi traktus urinarius. Pada bulan pertama kehamilan ginjal tertekan oleh uterus yang semakin membesar. Otot pelvis renalis dan ureter relaks. sehingga terjadi dilatasi.

Pada multipara terdapat pula garis-garis keperakan. Spingter esophagus bawah relaksasi sehingga dapat terjadi regurgitasi lambung yang menyebabkan rasa terbakar didada (heartburn). Sedangkan pelebaran yang berdinding tipis tampak di tungkai bawah. g. . Otot-otot usus relaks. Sedangkan didaerah sekitar pinggang biasanya tampak garis gelap spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba). Untuk multigravida akan berubah menjadi albican (putih). gusi menjadi lunak karena retensi cairan intraselurer yang disebabkan pengaruh hormon progesteron. Kulit Pada akhir kehamilan pembesaran rahim menimbulkan peregangan akibatnya robek serabut elastik dibawah kulit menimbulkan strie gravidarum sehingga tampak garis kemerahan pada abdomen. Peningkatan pigmentasi juga terdapat didaerah putting susu. Akibat peregangan tersebut terjadi diastesis rekti yaitu longgarnya otot dinding rahim. obstipasi dan emesis / morning sickness. Kadang otot dinding abdomen tidak dapat menahan ketegangan sehingga muskuli rekti terpisah digaris tengah. Banyak wanita hamil ditemukan garis pertengahan kulit abdomen menjadi jelas berpigmen berwarna hitam kecoklatan yang disebut linea nigra untuk primigaravida. Sekresi lambung berkurang sehingga makanan lebih lama didalam lambung. Dimulut. Cloasma gravidarum atau topeng kehamilan adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kening dan pipi.Salivasi meningkat pada TM I.

Masa ini merupakan masa aktif yaitu persiapan untuk kelahiran dan penyambutan bayinya. keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. Jika berat badan sebelumnya normal. Ibu merasa aneh . berdebar (palpitasi).5 Kg. Juga dapat menyebabkan tanda peregangan berwarna pink pada kulit perut.5-16. Sejumlah ketakutan nampak pada trimester III. Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam kehamilan Trimester III Trimester III merupakan periode menunggu dan waspada.h. Dapat terjadi hiperthyroidisme yang terjadi 1% kehamilan. kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 11-13 Kg. Plasenta menghasilkan hormon yang menyebabkan kelenjar tyroid lebih aktif menyebabkan denyut jantung cepat. Selama kehamilan diperlukan banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Plasenta menghasilkan melanocyte-stimulating hormon yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan peningkatan hormon adrenal dalam darah. Hormon yang utama dihasilkan plasenta yaitu HCG yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen dan progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan. 1. Berat badan Kenaikan berat badan yang normal antara 6. i. Hormon Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh untuk mempertahankan kehamilan.

2. Keluhan Selama Hamil Trimester III a. Sehingga pada trimester III sering terjadi depresi ringan.Sincope Definisi Sincope atau pusing biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga. Tanda Bahaya 1) Kehilangan kesadaran 2) Disertai gejala anemia. takut menghadapi persalinan. takut kehilangan perhatian yang diterimanya saat hamil. dll. Pada trimester III keinginan seksual wanita akan menurun lagi karena ukuran peruttnya yang besar dan timbul lagi ketidaknyamanan fisik.dan jelek. Cara Meringankan 1) 2) 3) Bangun secara perlahan dari posisi istirahat Hindari berdiri terlalu lama dilingkungan yang hangat/sesak Hindari berbaring dalam posisi terlentang. Ada perasaan takut kehilangan anak dalam kehamilannya. Etiologi 1) Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan hemodynamis 2) Penggumpalan darah dipembuluh tungkai 3) hypoglikemia. air dan garam pada payudara . Ibu juga merasa khawatir pada bayinya yang akan lahir nanti. 3) Payudara besar dan tegang Etiologi 1) Perubahan hormon akan menimbulkan deposit lemak.

Cara Meringankan 1) Kosongkan saat merasa ada dorongan untuk kencing 2) Perbanyak minum pada siang hari 3) Jangan kurangi minum di malam hari untuk mengurangi nocturia yang menggaggu tidur dapat menyebabkan keletihan 4) Batasi minum kopi.Sering BAK Definisi Sering BAK atau nokturia terjadi pada TM I dan TM III. teh. Cara Meringankan Gunakan BH yang dapat menyokong dan menunjang payudara untuk kenyamanan. Etiologi 1) Tekanan uterus pada kantung kemih 2) Ekresi sodium meningkat bersamaan dengan pengeluaran air 3) Air dan sodium tertahan dalam tungkai bawah. Tanda Bahaya 1) Dysuria 2) Oliguria 3) Aspmptomatic bacteriuria. . cola dengan caffeine 5) Posisi baring miring kiri dengan kaki ditinggikan pada malam hari.Konstipasi Definisi Konstipasi atau sembelit terjadi pada TM II dan TM III. a. a.2) Kadang payudara terasa nyeri karena ujung syarafnya tertekan.

TM II. Etiologi 1) Hyperplasia mukosa vagina 2) Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen. Tanda Bahaya 1) Rasa nyeri hebat di abdomen 2) Tidak mengeluarkan gas (obstruksi) 3) Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis). Pengobatan Gunakan pembuat bahan padat (bongkahan) atau emollients.Etiologi 1) Peningkatan kadar progesteron 2) Penurunan morbiditas 3) Penyerapan air dari colon meningkat 4) Tekanan uterus membesar pada usus.Keputihan Definisi Terjadi pada TM I. Cara Meringankan . Cara Meringankan 1) Minum cairan dingin atau panas ketika perut kosong 2) Istirahat cukup 3) Senam 4) Membiasakan buang air kecil secara teratur gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan) 5) Buang air besar segera setelah ada dorongan. TM III. a.

Etiologi 1) Konstipasi 2) Tekanan uterus yang meningkat terhadap vena haemorrhoidal 3) Dukungan yang tidak memadai pada vena haemorrhoid diarea anorectal 4) Kurangnya klep pada pembuluh ini mengakibatkan perubahan pada aliran darah. gravitasi. 5) Statis. Tanda Bahaya 1) Terlalu banyak 2) Bau menyengat 3) Berwarna kuning / abu-abu 4) Pengeluaran cairan 5) Pendarahan pervaginam. kongesti vena. pembesaran vena haemorrhoid Cara Meringankan . a.1) Tingkatkan kebersihan diri 2) Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun Pengobatan 1) Hindari pencucian vagina 2) Gunakan bedak (polider) untuk mengeringkan tetapi jangan terlalu banyak.Wasir Definisi Haemorrhoids atau wasir terjadi pada TM II dan TM III. tekanan vena panggul.

1) Hindari konstipasi 2) Makan makanan yang berserat 3) Gunakan kompres hangat. 2) Bangun tengah malam Cara Meringankan 1) Gunakan tekhnik relaksasi 2) Gunakan tekhnik relaksasi progesif 3) Mandi air hangat 4) Minum minuman hangat sebelum tidur 5) Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi sebelum tidur Pengobatan Gunakan antihistamin untuk jangka pendek. Tanda Bahaya . Etiologi 1) Pola tidur yang berubah mulai minggu ke-25 puncaknya pada 3336 minggu. gunakan vistaril dan seconal.Insomnia Definisi Dimulai pada umur pertengahan kehamilan. kompres es/ sizt bath Pengobatan Salep tropikal Tanda Bahaya Thrombi a.

Kebutuhan Dasar Gizi Ibu Hamil Kebutuhan gizi ibu hamil ini penting karena : a.5 15 600 1. Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan Pertumbuhan janin Mempercepat penyembuhan luka persalinan Cadangan dalam masa laktasi Kebutuhan gizi ibu hamil meliputi : Zat gizi Kalori Protein Kalsium Ferum Vitamin A Vitamin B Vitamin C Vitamin D Riboflavin As Nicotin Satuan Kal G G Mg SI Mg Mg SI Mg Mg Jumlah 2500 85 1.1) 2) Keletihan berlebih Tanda-tanda depresi. 1998: 157). 1.5 18 A. 2006: 100). Definisi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan kekuatan sendiri (Manuaba. b. TEORI PERSALINAN 1. d. . Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu).8 100 400-800 2. c. tanpa ada kompilikasi baik pada ibu maupun janin (Prawirohardjo. lahir spontan dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam.

1998: 94).Persalinan (partus = labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viabel melalui jalan lahir biasa (Mochtar. dengan umur kehamilan > 22 minggu berat badan > 500 Gr. melalui dinding perut dengan operasi sectio caesarea. Berdasarkan pengertian persalinan menurut cara persalinan : 1) Persalinan spontan adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri. 3) Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada umur 28-36 minggu. 3) Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya akan tetapi berlangsung setelah perangsangan. a. 2) Persalinan buatan adalah persalinan dengan tenaga dari luar misalnya persalinan pervaginam dengan menggunakan forceps atau vakum. 2. Berdasarkan tuanya umur kehamilan : 1) Abortus adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable). janin dapat hidup tetapi prematur dan berat janin antara 1000-2500 Gr. tanpa bantuan alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. 2) Partus immaturus adalah pengeluaran janin yang terjadi pada umur kehamilan antara 22-28 minggu dengan berat badan bayi antara 500-999 Gr. dilakukan . Bentuk Persalinan a.

3. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi uteropia senter sehingga plasenta mengalami degenerasi. pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu. 2) Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam batas tertentu. terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai. dan janin postmatur. Beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan yaitu : a. b. sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekeuatan HIS. 4) Contohnya. . 3) Setelah melewati batas tersebut. Teori Penurunan Progesteron 1) Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu. Teori Keregangan 1) Keadaan sirkulasi uterus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus. sehingga menimbulkan proses persalinan. Etiologi Proses persalinan belum diketahui dengan pasti. janin matur dengan berat badan > 2500 Gr.pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. 5) Partus postmaturus/ serontinus/ lebih bulan adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang ditaksirkan. dimana terjadi penimbunan jaringan ikat.4) Partus maturus/ aterm/ cukup bulan adalah partus pada umur kehamilan 37-40 minggu.

2) Produsi progesteron mengalami penurunan. 4) Antara lain penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi kira. 3) Menurunkan konsentrasi progesteron akibat tuanya kehamilan maka oksitosin dapat meningkatkan aktifitas. Seperti diketahui progesteron merupakan penenang bagi otot-otot uterus.kira 1 – 2 minggu sebelum partus. c.lebih-lebih sewaktu partus. Teori Oksitosin Internal 1) Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior. 2) Perubahan keseimbangan esterogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim. 2) Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks. Teori Prostagladin 1) Dalam kehamilan dari minggu ke 15 hingga aterm kadar prostagklandin meningkat. c.teori ini dikemukakan oleh linggin 1973.sehingga persalinan dapat dimulai. 2) Glandula suprarenalis merupakan pemicu terjadinya persalinan. . 3) Akibat otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu. c. Teori Hipotalamus-Pituitari Dan Glandula Suprarenalis 1) teori ini menunjukan pada kehamilan dengan anencephalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin. 3) Prostaglandin dianggap dapat memicu terjadinya persalinan.

Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan a.c. hal : 160 ). Passege (jalan lahir) 1)Panggul 2)Jalan lahir lunak a. Sifat his : a) Setelah kontraksi : . d. 3.Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & KB 1998.kontraksi uterus dapat dibangkitkan. Faktor nutrisi Teori berkurangya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hipocrates yang bila nutrisi kurang pada janin maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan. ( Ida Bagus Gde Manuaba. Faktor lainnya Tekanan pada ganglion ini tertekan. Efek gaya kontraksi tersebut mengarah kedaerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis yang membuka untuk mendorong isi uterus keluar. Power (tenaga) 1) His Adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus dimana tuba fallopi memasuki dinding uterus yang pada awalnya kontraksi tersebut berasal dari pacemaker.

Yang perlu diperhatikan yaitu : a) Lamanya : 45-75 detik . Ostium interna dan ekterna pun terbuka. fisik maupun psikis His yang baik : a) b) c) d) e) Kontraksi simultan simetris diseluruh uterus Kekuatan didominasi didaerah fundus Terdapat periode relaksasi antara 2 periode kontraksi Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot akan tertarik keatas oleh retraksi otot-otot korpus kemudian secara pasif terbuka dan mendatar.(1) Tidak relaksasi (2) Lebih pendek (3) Tonus seperti sebelum kontaksi-retraksi b) Kontraksi tidak sama kuat (1) Terkuat difundus (2) Terlemah di SBR c) Pacemaker batas keduanya (1) Lingkaran retraksi fisiologis (2) Lingkaran retraksi patologis (Bandl) Sifat lain his: a) Involuntir : tidak dapat diatur oleh ibu b) Intermitten c) Terasa sakit d) Terkoordinasi dan simetris e) Kadang dapat dipengaruhi dari luar baik kimia.

tidak teratur (2) Menyebabkan “Blody Show” a) His Pembukaan (1) Kuat. teratur. b) Pada ibu c) Pada janin : rasa nyeri.b) c) Intensitasnya : 40 mmHg Interval : 10 menit sekali Pembagian his berdasarkan fungsinya : a) His Pedahuluan (1) His tidak kuat. lama (2) Disertai keinginan mengedan a) His Pelepasan Uri b) His Pengiring/ His Royan Perubahan yang terjadi akibat adanya his: a) Pada uterus dan serviks : uterus lebih keras. hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik serta menyebabkan serviks menjadi datar dan membuka. kenaikan nadi dan tekanan darah : pertukaran oksigen dan pada sikulasi uteroplasenta kurang sehingga menimbulkan hipoksia janin. simetris. Karakteristik perbedaan his persalinan dan his palsu : Faktor Kontraksi His Persalinan Teratur His Palsu Tidak teratur . padat. terkoordinasi. teratur. menyebabkan rasa sakit (2) His pembukaan serviks sehingga terjadi pembukaan lengkap b) His Pengeluaran (1) Kuat.

a) b) c) Passenger (janin) Psikis ibu Penolong 3. Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran Bayi a. nifas dan bayi baru lahir . Ini hanya akan berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu rahim kontraksi. Asuhan Sayang Ibu Dan Sayang Bayi c. Pencatatan (Rekam Medik) Asuhan Persalinan e. mengkontraksikan otot perutnya dan menekan diafragma kebawah. Rujukan 1) B (Bidan) : pastikan bahwa ibu dan/ bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompeten dan untuk menatalaksana gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa kefasilitas rujukan. Membuat Keputusan Klinik b. Pencegahan Infeksi d.Interval Intensitas Lokasi sakit Pengaruh sedativa Perubahan serviks Memendek Makin kuat Belakang dan abdomen Tidak berpengaruh Mendatar dan membuka Tetap memanjang Tetap Abdomen bawah Hilang Tetap 1) Tenaga mengejan : pada waktu kepala sampai didasar panggul timbul suatu refleks yang mengakibatkan bahwa ibu yang akan bersalin menutup glotisnya. 2) A (Alat) : bawa perlengkapan dan bahan untuk asuhan persalinan.

Selain itu. 6) K (Kendaraan) : siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi cukup nyaman. asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/ bayi baru lahir. 4) S (Surat) : berikan surat ketempat rujukan. 5) O (Obat) : bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu kefasilitas rujukan. 3) K (Keluarga) : beritahu ibu dan keluarga kondisi ibu terakhir dan/bayi dan mengapa ibu dan/bayi perlu dirujuk. Sertakan juga partograf yang dipakai untuk membuat keputusan klinik. pastikan . Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/ bayi baru lahir. alat resusitasi. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/ bayi baru lahir hingga kefasilitas rujukan. selang IV. Jelaskan kepada mereka alasan dan tujuan merujuk ibu kefasilitas rujukan tersebut. dll) bersama ibu ketempat rujukan. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan dalam perjalanan menuju fasilitas rujukan. cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan.(tabung suntik. Obat-obatan tersebut akan dibutuhkan selama diperjalanan.

kondisi kendaraan cukup baik untuk mencapai tujuan pada waktu yang tepat. 3.Tanda Permulaan Persalinan . Tanda-Tanda Persalinan a. Tempat persalinan b. Plasenta (dimana plasenta akan diurus) 3. Pendamping persalinan f. Penolong persalinan c. 2001: 115) : a. 8) DA (Donor Darah) : siapkan donor darah untuk mengidentifikasi kejadian yang tidak diinginkan pada waktu persalinan. Persiapan persalinan terdiri dari (Huliana. Transportasi d. Penghilang rasa nyeri e. Persiapan Persalinan Persiapan persalinan sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi. 7) U (Uang) : ingatkan kepada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan kesehatan yang lain diperlukan selama ibu dan/ bayi baru lahir tinggal difasilitas rujukan.

Nyeri terasa dilipatan paha dan perut bagian bawah atau punggung. Biasanya persalinan akan terjadi beberapa jam atau beberapa hari mendatang. Persalinan palsu adalah kontraksi semu berjalan tidak teratur. durasinya pendek (< 45 detik). Perbedaan persalinan sebenarnya dan persalinan palsu : Persalinan sebenarnya Serviks menipis dan membuka Rasa nyeri dengan interval teratur Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek Waktu dan kekuatan kontraksi Persalinan palsu Tidak ada perubahan serviks Rasa nyeri tidak teratur Tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya Tidak ada perubahan waktu dan . 1) Lightening/ settling/ dropping Disertai adanya tanda : a) Peningkatan frekuensi BAK b) Perasaan ketidak nyamanan karena penekanan pada seluruh pelvis c) Kram pada kaki d) Peningkatan statis vena 1) Persalinan palsu Disebut juga Braxcton Hick.Sebelum terjadi persalinan sebenarnya 2 minggu sebelumnya ibu hamil memasuki “minggunya” yang disebut kala pendahuluan “Preparatory stage of labour”. 2) Tanda awal Tanda awal persalinan berupa “Show/ Blody Show” yaitu berupa sekret vagina yang terdiri dari sedikit darah lendir yang menunjukan ekspulsi sumbatan lendir yang menyumbat kanalis servikalis. Sering ditemukan pada akhir kehamilan (±3-4 minggu).

Tanda Inpartu 1) 2) 3) 4) Dorongan meneran Tekanan anus kekuatan Kontraksi Kebanyakan rasa nyeri dibagian depan Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri Tidak ada lendir darah Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah janin Kepala belum masuk PAP walaupun ada kontraksi Pemberian obat penenang menghentikan rasa nyeri Perineum menonjol Vulva membuka 4. Kala II (Pengeluaran Janin) Dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir dengan kelahiran bayi (Hanifa. 1999). Kala I ( pembukaan ) dibagi atas 2 fase : 1) Fase laten 2) Fase aktif a) Periode akselerasi b) Periode dilatasi maksimal c) Periode deselerasi b.semakin bertambah Rasa nyeri dibagian belakang dan menyebar kedepan Berjalan menambah intensitas Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri Lendir darah lebih tampak Ada penurunan bagian bawah janin Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan a. Tahapan Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : a. Kala ini merupakan stadium ekspulsi . dkk.

d. c. resume keadaan umum ibu dan bayi. Kala III (Pengeluaran Uri) Setelah bayi lahir kontraksi berhenti sekitar 5-10 menit kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Kala II pada primi berlangsung selama 1. perdarahan.5-2 jam sedangkan pada multi ½-1 jam. kandung kemih harus kosong.Jika ibu tampak kesakitan : 1) 2) 3) 4) 5) Ajarkan teknik relaksasi Ajarkan untuk mengubah posisi sesuai keinginan ibu Anjurkan ibu untuk jalan-jalan Mengajak orang untuk mendampinginya Ibu diperbolehkan beraktivitas sesuai kesanggupan ibu . plasenta dan selaput ketuban yang lahir lengkap. 3. Yang diobservasi yaitu diantaranya : kontraksi uterus.Bantu ibu dalam saat persalinan agar tidak merasa sakit : 1) Berikan dukungan moral dan yakinkan ibu 2) Memberikan informasi kemajuan persalinan 3) Mendengarkan keluhan pasien a. luka perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma. Kala IV (Observasi selama 2 jam) Kala pengawasan dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum.janin. Rencana Kala I a.

Memenuhi kebutuhan energi g. .Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil pemeriksaan diberiahukan kepada ibu dan keluarga.sehingga bagian presentasi janin terdorong kedalam panggul. f. Mekanisme Persalinan Mekanisme persalianan mengacu kepada bagaimana jain menyusuaikan dan masuk kepanggul ibu yang meliputi gerakan: a.Melakukan pemantauan 4.pada wanita multipara yang otot abdomennya lebih kendur kepala sering kali tetap dapat digerakan diatas permukaan panggul sampai persalinan dimulai.Sarankan ibu berkemih sesering mungkin h. AC Perbolehkan mandi.pada kebanyakan nullipara. Engagement Terjadi ketika diameter biparietal kepada janin telah melalui pintu atas panggul.Jika pasien berkeringat : 1) 2) Beri kipas.hal ini terjadi sebelum persalianan aktif dimulai karena otot-otot masih tegang. e. b.Penolong tetap menjaga privasi pasien selama persalinan : 1) 2) Menutup tirai Menghadirkan keluarga c.Memperbolehkan ibu untuk mandi atau membersihkan diri.6) Ajarkan teknik bernafas (kaki tarik keatas dengan tangan merangkul mendekati dada dengan kepala diangkat sambil bernafas dalam). d.

dengan fleksi. d. Penurunan Kepala (Desensus) Gerakan bagian presentasi melewati panggul.kepala janin diarahkan oleh tulang panggul dan otot-otot dasar panggul.Efek ketiga kekuatan itu dimodifikasi oleh ukuran dan bentuk bidang panggul dan kapasitas kepada janin untuk bermolase.dan kontraksi diafragma dan otot-otot abdomen ibu pada tahap kedua persalinan. .ketika oksoput berputar kearah posterior.b. Ekstensi.tetapi putaran ini belum selesai sampai bagian presentasi mencapai panggul bagian bawah. Putaran paksi dalam dimulai pada bidang setinggi spina ishiadika.hal ini dimungkinkan karena kepala janin mengalami gerakan seperti sepiral atau seperti skrup pada waktu turun dalam jalan lahir.dinding panggul atau dasar panggul. e.tekanan lansung kontraksi fundus pada janin. Putaran dalam (Rotasi internal).yaitu:tekanan pada cairan amnion.suboksiput bregmatika yang berdiameter lebih kecil(9. Fleksi Segera setelah kepala yang turun tertahan oleh servise.5)dapat masuk kedalam pintu bawah panggul.akhirnya oksiput berada digaris tengah dibawah lengkung pubis.terjadi selama persalianan dan oleh karena itu keduanya diperlukan untukdan terjadi bersamaan dengan mekanisme lainnya.penurunan merupakan hasil dari sejumlah kekuatan.dalam keadaan normal fleksi terjadi dan dagu didekatkan kearah dada janin. c.setiap kali terjadi kontraksi.

Ekspulsi segera setelah rotasi eksterna.sisa badan bayi-bayi lainnya akan segera terdorong keluar ( bobak.kepala yang telah berada diluar melakukan putaran paksi luar yaitu menyesuiakan diri dengan panggul bayi bahu anterior biasanya dilahirkan lebih dahulu. 3.kemudian kepala muncul keluar akibat Ektensi : pertama-tama oksiput. Restitusi Setelah kepala lahir.kemudian wajah. f. h. ketakutan dan kesakitan.bayi berputar sehingga mencapai posisi yg sama dengan saat ia memasuki pintu atas panggul.saat kepala janin mulai muncul melalui introitus.dan akhirnya Dagu. Putaran Luar (Rotasi Eksternal) Putaran luar kepala janin pada hakikatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin. Asuhan Kebidanan Pada Persalinan a.bahu bayi masuk pintu atas panggul mengikuti jalan lahir. a) Berikan dukungan dan yakinkan dirinya .kepala dapat terlihat lebih lanjut.Dengan demikian.setelah kedua bahu tersebut.mula-mula oksiput melewati permukaan bawah simpisis pubis.kepala akan defleksi kearah anterior.Putaran 45 derajat membuat kepala janin kembali sejajar dengan panggul dan bahunya.bahu depan akan tampak dibawah simpisis pubis.2005:247). g.dan perineum segera teregang oleh bahu belakang.dengan cepat diikuti oleh bahu posterior.Rencana asuhan pada kala I 1) Bantulah ibu dalam masa persalinan jika ia tampak gelisah.

ibu diminta untuk menarik nafas panjang. tidak menghadirkan orang lain tanpa seijin dan sepengetahuan ibu (2) Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan.b) Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannya. antara lain menggunakan penutup atau tirai. c) Sarankan ibu untuk berjalan d) Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi. . tetapi jika ibu ingin di tempat tidur sebaiknya dianjurkan tidur miring ke kiri. c) Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk lebih sensitive terhadap perasaannya 2) Jika ibu tersebut tampak kesakitan. dukungan/asuhan yang dapat diberikan a) Lakukan perubahan posisi b) Posisi sesuai dengan keinginan ibu. (1) Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan. e) Ibu diperbolehkan untuk melakukan aktifitas sesuai dengan kesanggupannya f) Ajarkan kepadanya teknik bernafas. menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara ke luar sewaktu terasa kontraksi.

(2) Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin. Pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan setiap 4 jam selama kala I pada persalinan. (3) Lakukan pemantauan : tekanan darah. denyut jantung janin.(3) Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya setelah buang air kecil/besar. nadi. kontraksi. b) Menawarkan minum. suhu badan. (1) Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi.Rencana asuhan pada kala II 1) Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan : a) Mendampingi ibu agar merasa nyaman. berikan cukup minum. a. mengipasi dan memijit ibu. pembukaan serviks. dan setelah selaput ketuban pecah. (4) Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat atasi dengan cara: (a) Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar (b) Manggunakan kipas biasa (c) Menganjurkan ibu untuk mandi sebelumnya. dan dokumentasikan hasil ketuban yang ada pada partorgraf. penurunan sesuai dengan frekuensi yang telah ditetapkan (fase aktif/laten). 1) Menjaga kebersihan diri : a) Ibu tetap di jaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi b) Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan .

Pengendalian tarikan pada tali pusat dan Pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir . dengan cara : a) Menjaga privasi ibu b) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan c) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu 1) Mengatur posisi ibu.Rencana asuhan pada kala III 1) Melaksanakan manajemen aktif kala III meliputi : a) b) c) Pemberian Oxytocin dengan segera.dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut : a) Jongkok b) Menungging c) Tidur miring d) Setengah duduk Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri. a. 2) Memberikan cukup minum : memberi tenaga. kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi. 1) Menjaga kandung kemih tetap kosong. dan mencegah dehidrasi. ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin. mudah mengedan.1) Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu.

b) c) Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta. 5) Biarkan ibu istirahat. menyusui juga membantu uterus berkontraksi (Saifuddin. Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya. Berikan oxytocin 10 unit (im) dosis ke tiga. kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua. massage uterus sampai menjadi keras. sebagai permulaan dengan menyusui bayinya. bantu ibu pada posisi yang nyaman 6) Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan bayi dan ibu. 3) Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi.1) Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit. 4) Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering. 2) Jika menggunakan menajemen aktif dan plasenta belum lahir juga dalam waktu 30 menit a) Periksa kandung kemih dan lakukan katerisasi jika kandung kemih penuh. 1) Periksa wanita tersebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi. Jika kontraksi tidak kuat. nadi. 2) Periksa tekanan darah.Rencana asuhan pada kala IV 1) Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua. 2002 : N8) . a. berikan oxytocin 10 unit.

Menyiapkan Pertolongan Persalinan Normal 1) Pastikan kelengkapan peralatan. c) Perineum tampak menonjol. 2) Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai. a) menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal bahu bayi b) menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai didalam partus set. Asuhan Persalinan Normal 58 Langkah a. 2 kain dan 2 handuk bersih dan kering. Mengenali Gejala dan Tanda Kala Dua 1) Mendengar dan melihat adanya tanda dan gejala persalinan kala dua: a) Ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran.3. Untuk asfiksia = tempat datar dan keras. . b) Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vaginanya. bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan menatalaksanakan komplikasi ibu dan bayi baru lahir.mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai atau handuk pribadi yang bersih dan kering. lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi. a. 3) Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam. 1) mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih. d) Vulva dan sfingter ani membuka.

sedangkan pembukaan sudah lengkap. Memastikan Pembukaan Lengkap dan Keadaan Janin Baik 1) Membersihkan vulpa dan perineum.bila selaput ketubanan belum pecah.5% dan kemudian melepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendamnya kedalam larutan klorin 0.mencuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan.perineum atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu.menyekanya dengan hatihati dari depan kebelakang dengan menggunakan kapas desinfeksi tingkat atau kassa yang sudah dibasahi air tinggi.4) Menghisap oksitosin 10 Unit kedalam tabung suntik(dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril)dan meletakannya kembali di partus set atau wadah desinfeksi tingkat tinggi atau steril tanpa mengkontaminasi tabung suntik.lakukan amniotomi 3) Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0.mengganti sarung tangan tersebut dengan benar didalan larutan dekontaminasi). .membuang kapas atau kassa yang terkontaminasi dalam wadah yang benar.jika mulut vagina. 2) Dengan menggunakan teknik aseptik.5% selama 10 menit.melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap.membersihkannya dengan seksama dengan cara menyeka dari depan ke belakang. a.

4) Memeriksa denyut jantung janin (DJJ)setelah kontraksi berakhir untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160 kali permenit). 5) Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal . 3) Menjelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu untuk meneran secara benar. Menyiapkan Ibu Dan Keluarga Untuk Membantu Proses Bimbingan Meneran 1) Memberi tahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik. 2) Menunggu hingga ibu mempunyai keinginan untuk meneran.membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya. 5) Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran: a) Membimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan untuk meneran. 6) Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf.mendukung dan memberi .(pada saat ada his. a.bantu ibu dalam posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ia merasa nyaman ).melanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktip dan mendokumentasikan penemuan-penemuan yang ada. 4) Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran.

jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm. 4) Pakai sarung tangan dtt pada kedua tangan. Lahirnya kepala . Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi 1) Letakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi)diperut ibu.semangat atas usaha ibu untukmeneran perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai. 2) Letakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian. g) Segera rujuk jika bayi belum lahir atau tidak segera lahir setelah 120 menit ( 2jam )meneran (primigravida) atau 60 menit (1jam) meneran (multigravida). e) Menganjurkan asupan cairan per oral (minum).jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit. d) Menganjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat kepada ibu. 1) Menganjurkan ibu untuk berjalan. a. c) Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi. b) Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam waktu yang lama).berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman. f) Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai.dibawah bokong ibu 3) Buka tutup partus set dan perhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan.

anjurkan ibu untuk meneran saat kontraksi.5) Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm membuka vulva maka.geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala. Lahirnya bahu 10) Setelah kepala mengadakan paksi luar. 7) jika tali pusat melilit leher secara longgar.gunakan tangan atas untuk menyelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas. 12)setelah tubuh dan lengan lahir. 8) Jika tali pusat melilit leher secara kuat.tangan yang lain menahan kepala bayi untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan dangkal. 6) Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi.pegang secara bipariental.klem tali pusat didua tempat dan potong diantara dua klem.bokong tungkai dan kaki.dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arcus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.lengan dan siku sebelah bawah.pegang kedua .lepaskan lewat bagian atas kepala bayi. 9) Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan. Lahirnya badan dan tungkai 11) setelah kedua bahu kedua lahir.lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain yang bersih dan kering.penelusuran tangan atas berlanjut kepunggung.dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi.

Menejement aktif kala III 13) pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva.mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorsocranial) a) jika tali pusat bertambah panjang. 17) lakukan penegangan dan dorongan dorso cranial hingga plasenta terlepas. b) Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit mengangkat tali pusat: (1) beri dosis ulang oksitosin 10 Unit IM (2) Lakukan katerisasi (aseptic) jika kandung klemih penuh .ditepi atas simpisis.tangan lain menegangkan tali pusat.minta ibu. 15) Setelah uterus berkontraksi.mata kaki(masukan telunjuk diantara kaki dan pegang masingmasing mata kaki ibu jari dan jari-jari yang lainnya.tegangkan tali pusat kearah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang – atas( dorso-kranial)secara hati-hati ( untuk mencegah inversio uteri).hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas.pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta. 14) Letakan satu lengan diatas kain pada perut ibu.untuk mendeteksi.jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik.suami.atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu.minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas. 16) jika uterus tidak segera berkontraksi.

6) Evaluasi kemungkinan iaserasi pada vagina dan perineum. letakan telapak tangan difuhdus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras). 5) Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. Melakukan Prosedur Pasca Persalinan .segera lakukan manual. Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif. 3) Jika selaput wadah robek. 2) Saat plasenta muncul diintroitus vagina. Pegang dan putar plasenta hingga selaput wadah yang telah disediakan. a.(3) minta keluarga menyiapkan rujukan (4) ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya (5) jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir atau bila terjadi pendarahan. segara lakukan penjahitan. Rangsangan Taktif ( Masase ) uterus 4) Segera setelah plasenta lahir dan selaput ketuban lahir. Masukan plasenta kedalam kantung pelastik atau tempat khusus. lakukan masase uterus. pakai sarung tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. Lakukan penjahitan bila iaserasi menyebabkan perdarahan.Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik masase.lahirlah plasenta dengan kedua tangan.

1mg intramuskuler dipaha kiri anterolateral. . 2) Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi hepatitis b dipaha kanan anterolateral. 1) setelah satu jam. lakukan penimbangan / pengukuran bayi. Evaluasi 5) Lanjutkan pemantauan kontraksi dan pencegahan perdarahan pervaginam : a) 2 – 3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan b) Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan c) Setiap 20 – 30 menit pada jam kedua pasca persalinan d) Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik. dan vitamin K1. 3) Ajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi.5%. 4) Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah. a) Letakan bayi dalam jangkauan ibu agar sewaktu-waktu bisa disusukan.1) Celupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0. melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksanaan antonia uteri. b) Letakan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum berhasil menyusui didalam 1 jam pertama dan biarkan sampai bayi berhasil menyusu. beri tetes mata anti biotic profilaksis. bilas kedua tangan tersebut dengan air DTT dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 2) Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam.

balikan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0. 6) Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai.5%.1) Memeriksa nadi ibu.5% 5) Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0.5% untuk dekontaminasi ( 10 menit ). selama 10 menit. Anjurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya. Bantu ibu memberikan ASI. 8) Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir. Cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi. 7) Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0.5˚C – 37. 1) Periksa kembali bayi untuk pastikan bahwa bayi bernafas dengan baik ( 40-60 kali/menit ). 3) Pastikan ibu merasa nyaman.5%. dan keadan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan : a) Memeriksa temperature tubuh sekali setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan b) Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal. 4) Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0. 9) Dokumentasi . Bersihkan sisa cairan ketuban. Serta suhu tubuh normal ( 36.5˚C ). lendir dan darah. 2) Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering.

Tujuan 1) Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 2) Mendeteksi apakah persalinan berjalan secara normal 3) Mencatat kondisi ibu dan janin 4) Untuk membuat keputusan klinik a. 5) Tekanan darah dan temperatur suhu tubuh setiap 4 jam. Partograf a.Definisi Partograph adalah alat bantu untuk memantau Informasi klinik tentang kemajuan persalinan. (Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. 6) Produksi urine. 3) Dilatasi serviks setiap 4 jam. atau adanya aseton/ protein urin setiap 2-4 jam.Catatan kondisi ibu 1) Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit (termasuk pemantauan DJJ setiap 30 menit). asuhan. 4) Penurunan bagian terbawah setiap 4 jam. pengenalan penyulit dan membuat keputusan klinik. 2) Nadi setiap 30 menit. Partograph adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan.10) Lengkapi partograf ( halaman depan dan belakang ). periksa tanda vital dan asuhan kala IV. b. 2007) 4.Data dalam partograph 1) Informasi tentang ibu dan riwayat tentang kehamilan/persalinan . a.

a. a.Parameter Partograph Parameter Tekanan darah Frekuensi fase aktif Setiap 4 jam .Catatan tentang air ketuban 1) U : selaput ketuban utuh. cairannya bercampur dengan mekonium. : hanya bersentuhan. 4) D : selaput ketuban sudah pecah. 5) Kontraksi uterus. 7) Kondisi ibu. 4) Jam dan waktu. dalam partograph ditandai dengan : 1) 0 2) 1 3) 2 4) 3 : tulang kepala janin terpisah. :selaput ketuban sudah pecah. cairannya jernih. : saling tumpang tindih. 5) K : selaput ketuban sudah pecah. cairannya bercampur dengan darah. 2) J 3) M : selaput ketuban sudah pecah. 3) Kemajuan persalinan. : saling tumpang tindih. dapat dipisah.Molase Adalah penyusupan antara tulang kronium. 8) Asuhan. tidak dapat dipisah. cairannya tidak ada (kering).2) Kondisi janin. 6) Obat-obatan dan cairan yang diberikan. a. tatalaksana dan keputusan klinik.

terutama terjadi pada uterus yang berhubungan dengan Tinggi fundus Uteri (TFU) dan berat uterus. 2002 : 237). (Saifudin. Perubahan – perubahan alat – alat genelitia ini dalam keseluruhan di sebut involusi. Masa nifas (puerperium) di mulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat. (Sarwono. Masa nifas berlangsung selama kira.kira 6 minggu. 2002 : N-23) 2. Fisiologi Nifas a. akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti semula selama 3 bulan.alat kandungan kembali seperti ke keadaan sebelum hamil. Definisi Setiap 2 jam Setiap 30-60 menit Setiap 30 menit Setiap 3 menit Setiap 4 jam * Setiap 4 jam * Masa nifas (puerperium) adalah yang dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira. alat.alat genelitia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur putih kembali seperti keadaan sebelum hamil.kira 6 minggu. TEORI NIFAS 1. Involusi Dalam masal nifas.Suhu Nadi DJJ Kontraksi Pembukaan serviks Penurunan A. Involusi di sebabkan oleh : .

perlukaan kecil. 2002 : 240) a) Serviks Setelah persalinan bentuk serviks seperti corong berwarna merah kehitaman. setelah 3 hari permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya selsel dari tangan mengalami degenerasi. setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari. Regenerasi endometrium memakan waktu 2-3 minggu. b) Endometrium Pada hari pertama setebal 2-5 mm mempunyai permukaan kasar akibat pelepasan deciduas dan selaput janin.1) Kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terus menerus sehingga mengakibatkan kompresi pembuluh darah dan iskemia. konsistensinya lunak kadang – kadang terdapat perlukaan. Setelah bayi lahir ostium eksterna dapat dimasuki 2-3 jari tangan. 3) Atrofi jaringan yang berfoliferasi dengan adanya estrogen dalam jumlah besar lalu mengalami atrofi sebagai reaksi terhadap penghentian produksi estrogen yang menyertai pelepasan plasenta. . 2) otoalisis. sitoplasma sel yang berlebih akan tercerna sendiri sehingga tertinggal jaringan Fibro elastik dalam jumlah renik sebagai bukti kehamilan. Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring menimbulkan rasa nyeri yang di sbut “nyeri ikutan (afterpain)” kadang – kadang mengganggu selama 2-3 hari postpartum (Sarwono.

c) Vulva dan vagina Mengalami peregangan serta penekanan yang besar dalam proses persalinan, hari pertama, kedua organ ini dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu akan kembali pada keadaan pra hamil, rugae vagina berangsur- angsur muncul dan lebia lebih menonjol, arifisum vagina sedikit membuka, hymen mengalami rupture yang menyisakan sisa- sisa kulit yag disebut “karutiukule mirtiform .” d) Traktus urinarius Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan, yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. Kombinasi trauma akibat persalinan, peningkatan kapasitas kandung kemih. e) System kardiovaskuler Hemokonsentrasi pada masa hamil di dapat hubungan pendek yang di kenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. Setelah persalinan shunt akan menghilang tibatiba. Volume ibu relative bertambah dan mekanisme timbulnya homokonsentrasi sebagai Volume darah kembali seperti sedia kala dan terjadi pada hari ke 3-5 postpartum. (Sarwono, 2002 : 238) a. Lochea Adalah cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas
1) Lochea rubra (cryent) berisi darah segar dan sisa- sisa selaput

ketuban sel – sel decidua. Vernik kaseosa, lanugo dan mekoneum selama 2 hari atau 3 hari postpartum

2) Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan

lendir hari 3-7 pasca persalinan.
3) Lochea serosa berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi

pada hari ke 7-14 pasca persalinan
4) Lochea alba persalinan setelah 2 minggu 5) Lochea purulenta terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah

berbau busuk.
6) Lichiostatis, lochea tidak lancar keluarnya

(Sarwono, 2002 : 241) 1. Laktasi Sejak kehamilan telah terjadi perubahan- perubahan pada kelenjar mamma diantaranya : a. Poliperasi jaringan pada kelenjar- kelenjar, alveoli dan jaringan lemak bertambah.
b. keluar susu jolong dari laktiferus berwarna kuning (colostrum)

c. Hipervaskularisasi di permukaan dan bagian dalam dimana vena berdilatasi sehingga tampak jelas.
d. setelah persalinan, pengaruh estrogen dan progesterone hilang.

Maka timul pengaruh laktogenik (LH) atau prolaktin yang merangsang air susu. Pengaruh oksitosin menyebabkan miopitel kelenjar susu berkontraksi sehingga ASI keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan. Iasapan pada putting susu merangsang secara psikis pengeluaran oksitosin sehingga ASI keluar lebih banyak dan proses inovolsi lebih sempurna. 1. Pskologi Nifas a. Taking in

Suatu periode dimana tingkah laku ibu tergantungpada orang lain dan berfokus pada dirinya sendiri, belum pada bayi, sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. Terlihat pada jam pertama setelah melahirkan pada periode ini berlangsung hari pertama dan kedua. b. Taking Hold Suatu periode terjadi perpindahan dari keadaan ketergantungan menjadi individu. 1) Energi ibu lebih meningkat, lebih nyaman 2) Focus pada dirinya dan bayinya 3) Mempunyai inisiatif untuk merawat diri dan bayinya 4) Saat tepat pemberian pendidikan. a. Letting Go Suatu periode dimana terjadi perpindahan dari keadaan mandiri ke peran baru. 1) Dimulai akhir minggu pertama setelah melahirkan. 2) Ibu merasa bayinya sudah berpisah darinya, bayi memerlukan bantuannya. 1. Penatalaksanaan Nifas a. Pengawasan Masa Nifas Perawatan peurperium harus lebih aktif yaitu dengan ibu di anjurkan untuk melakukan “Mobilisasi Dini” (early mobilization). Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan :
1) Melancarkan

pengeluaran

lochea,

mengurangi

infeksi

puerperium.
2) Mempercepat involusi alat kandungan. 3) Melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan

apakah baik atau terbuka. Suhu. pem bengkakan ASI. Nadi. (Sarwono. RR) b) Fundus Uteri : Tinggi fundus uteri. dolor. 2002 : 266) Perawatan puerperium di lakukan dalam pengawasan sebagai berikut : 1) Rawat Gabung Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan bersama – sama sehingga ibu lebih banyak memperhatikan bayinya. 2002 : 242) 1) Pemeriksaan Umum a) Kesadaran Penderita b) Keluhan yang telah terjadi setelah persalinan (Saifuddin. tumor dan penanahan). c) Lochea: Warna. e) Perineum : Kedaan luka / jahitan episiotomi. 2002 : N-24) 1) Pemulangan dan Pengawasan Ikutan . 2) Pemeriksaaan Khusus a) Fisik : Meliputi tanda. segera dapat memberikan ASI sehingga kelancaran pengeluaran ASI lebih terjamin (Sarwono. jenisnya (rubra) d) Payudara : Keadaan putting susu.tanda infeksi (kalor. sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme. (Sarwono. kontraksi uterus. rubor. banyak dan bau. 2002 : 266). pengeluaran ASI.4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah.tanda vital (TD. apakah ada tanda.

luka. setelah 2-3 hari dirawat. d) Istirahat . bila sulit anjurkan ibu mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum. b) Miksi dan BAB Pada hari pertama dan kedua. sayuran. Hari kedua boleh duduk. nifas dan sembuhnya luka. Penjabaran 4 sehat 5 sempurna perlu di perhatikan dan dapat di terjemahkan untuk masyarakat yang terdiri dari nasi. nutrisi perlu mendapat perhatian pada kala nifas untuk dapat meningkatkan kesehatan dan memberikan ASI. Serta tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu. lauk pauk. buah dan di tambah susu. BAB harus di lakukan 2-3 hari pasca persalinan.Pemulangan di lakuakan setelah keadaan baik dan tidak ada keluahan. tidur terlentang selama 8 jam. Jika masih belum BAB dapat di berikan obat laksans per oral / rectal / huknah. Kemudian miring ke kanan dan kiri untuk mencegah trombosis dan tromboemoli (penyumbatan pada pembuluh darah di kaki). hari ketiga jalan – jalan mobilisasi berpariasi tergantung kompilkasi persalinan. ibu harus beristirahat. c) Mobilisasi Karena itu setelah habis bersalin. biasanya ibu akan sering BAB karena tubuh sedang membuang cairan ekstra yang tersimpan tubuh selama 9 bulan dan saluran kencing kendor karena membesarnya rahim. BAB biasanya sulit pada 24 jam pertama setelah melahirkan. Nasihat yang perlu di berikan saat memulangkan adalah : a) Diet / Nutrisi Masalah.

Pakaian dalam yang menyerap sehingga lochea tidak memberikan iritasi pada kulit sekitarnya. . siang 2 jam dan malam 7-8 jam. k) Pakaian l) Pakaian agar longgar terutama payudara agar tidak tertekan dan perut sebab mempengaruhi involusi uterus.e) Penting untuk memulihkan kesehatan. bersih dan memberi perlindungan terhadap infeksi. segar. Setelah melampaui 3 bulan perlu menggunakan alat kontrasepsi sehingga terlindungi dari kemungkinan hamil dalam waktu singkat. pertimbangan bahkan untuk imunisasi. Puting susu perlu di perhatikan dan di bersihkan sebelum memberikan ASI. f) ASI dan puting susu g) ASI mengandung semua bahan yang di oerlukan bayi . i) Kembalinya Menstruasi j) Dengan memberikan ASI kembalinya menstruasi / haid sulit diperhitungkan. h) Stagnasi ASI dapat menimbulkan bahaya infeksi sampai abses. m)Kunjungan ulang n) Bersama dengan pemeriksaan postpartum dapat di lakukan dengan pemeriksaan bayi. Pemberian ASI di lakukan pada kedua payudara sehingga kelancaran pembentukan ASI berjalan dengan baik. mudah di cerna. Dalam waktu 3 bulan belum menstruasi dapat menjamin bertindak sebagai kontrasepsi.

ibu yang belum berpengalaman mempunyai atau merawat anak. mengakui. mendeteksi. Fisik 1) Istirahat 2) Makanan bergizi 3) Lingkungan Bersih a.1. Sosial 1) Menemani ibu bila kelihatan kesepian 2) Menanggapi bila ibu memperlihatkan kebanggaan 3) menghibur ibu bila kelihatan sedih a. b. Kunjungan 1 Waktu 6-8 jam setelah Persalinan • • Tujuan Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri Mendeteksi dan merawat . Pendidikan Terutama pada ibu. menghargai. Psikologis Distress sewaktu persalinan segera di stabilkan dengan sikap bidan dan keluarga yang menunjukan simpati. dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir. (Sarwono. 242) 1. menanganni masalah – masalah yang terjadi. Kebutuhan Ibu a. 2002 . Program dan kebijakan teknis masa nifas Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas. dan untuk mencegah.

• Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. tali .penyebab lain pendarahan : Rujuk bila pendarahan berlanjut. cairan dan istirahat. • Memastikan ibu mendapat cukup makan. tidak ada bau. • • 2 6 hari setelah persalinan • Pemberian ASI awal Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir Memastikan involusi berjalan normal : uterus uterus berkontraksi. • Memberikan dengan baik ibu dan menyusui tidak memperlihatkan tanda – tanda penyakit. • Menilai adanya tanda – tanda demam infeksi. pundus di bawah ambikalis. tidak ada pendarahan abnormal. atau pendarahan abnormal. • Menberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagai mana cara mencegah pendarahan masa nifas karena utonis uteri.

pusat. dalam keadaannya yang terbatas. Bayi baru lahir norma adalah bayi yang dilahirkan setelah 37 Minggu sampai 42 Minggu ( 260 sampai 294 hari ) Bayi baru lahir adalah bayi mulai sejak baru lahir sampai berumur 2 – 4 Minggu. TEORI BAYI BARU LAHIR 1. Bayi baru lahir normal adalah janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu hidup di luar kandungan. Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir adalah 2500 – 4000 gram. Maturitas b. Sama sepereti di atas ( 6 hari setelah persalinan ) Menanyakan pada ibu tentang penyulit penyulit yang ibu alami. menjaga bayi tetap hangat 2 Minggu 3 persalinan 6 Minggu setelah 4 persalinan • • • dan merawat bayi sehari – hari. Memberikan konseling untuk KB secara dini. Adaptasi c. maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain. Karakteristik Bayi Baru Lahir . A.Proses kelahiran. Toleransi Bayi adalah individu baru lahir didunia. 1. adaptasi dari kehidupan intra uterin ke extra uterin yang dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : a.

Lingkar kepala 33 – 35 cm e. walking refleks.Pada waktu lahir bayi sangat aktif. Rambut lanugo telah tidak terlihat. Penapasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x/menit biasanya disertai rintihan yang berlangsung 10-15 menit. Lingkar dada 30 – 38 cm d. i. . Reflek menghisap dan menelan. Eliminasi baik. Kuku telah agak panjang dan lemas. Pernapsan pada meniy pertama cepat kira-kira 80x /menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/menit. graft berada di refleks. tonic neck refleks. panjang badan lahir 48 – 52 cm c. h. g. Bunyi jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. j. moro refleks. Berat badan 2500 – 4000 gram b. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan) sedangkan pada laki-laki testis sudah turun skortum k. rambut kepala biasanya telah sempurna.dll sudah terbentuk dengan baik. Ciri – ciri bayi a. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa. rooting refleks. urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama. f. pada menit pertama bunyi jantung jantung kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir.

dan mekonium akan keluar 24 jam pertama. rongga mulut. . Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab empat pertanyaan : a. dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kasa steril. c. Ialah : a. Memberikan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. ( Sarwono Prawirohardjo. Eliminasi baik. Asuhan dan Penanganan segera Bayi Baru Lahir Segera setelah bayi lahir letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disediakan pada perut bawah ibu. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. Apabila bayi tidak langsung menangis. apakah tonus otot bayi baik? Jika bayi tidak cukup bulan dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak menangis atau tidak bernafas atau megapmegap atau tonus otot tidak baik maka lakukan resusitasi. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. hal : 133 ) 1. 1.l. apakah bayi cukup bulan? b. 3) Bersihkan hidung. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : 1) Letakkan bayi pada posisi terlentang ditempat yang keras dan hangat. Tujuan Utama Perawatan Bayi Segera Sesudah Lahir. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2006. apakah air ketuban jernih tidak bercampur mekonium? apakah bayi menangis atau bernafas? d.

2) Gunting steril juga siap. ruang penerima bayi dan ruang perawatan bayi. a. Bayi baru lahir normal dibungkus hangat. semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg / hari selama 3 . Suhu bayi harus dicatat. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. pastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik.25 – 0.4) Tepuk kedua telapak kaki sebanyak 2 – 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. berkisar 0. 3) Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat. b. untuk mencegah terjadinya perdarahan.5 %. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis. dan membutuhkan pengaturan dri luar untuk membuatnya tetap hangat. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya suhu badannya. Memotong dan merawat tali pusat Sebelum memotong tali pusat. di kamar bersalin. Membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan : 1) Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans. a. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu baru lahir. untuk mencegah perdarahan tersebut. Memberi vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi.

c. sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0. setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. dengan tepi yang halus tidak mudah melukai.5 – 1 mg 1 m. Pemantauan bayi baru lahir Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang . Memberi obat tetes / salep mata Didaerah dimana prevalensi gonorea tinggi. Nyonya ). d) Jenis kelamin. Identifikasi Bayi 1) Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan pasien di kamar bersalin. tanggal lahir.hari. dan di ruang rawat bayi. nomor identifikasi.5 % atau tetrasiklin 1 % dianjurkan untuk pencegahan sakit penyakit mata karena klamidia ( penyakit menular seksual ). 3) Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum : a) Nama ( bayi. c) Nomor bayi. Pemberian obat mata Eritromisin 0. tempat tidur harus diberi tanda dengan 1) Disetiap mencantumkan nama. dan tidak mudah lepas. Nama lengkap ibu. tidak mudah sobek. a. e) f) Unit. b) Tanggal lahir. d. 2) Alat yang digunakan. hendaknya kebal air.

e) Cacat bawaan dan trauma lahir. 2) Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut. b. Pengukuran lingkar lengan atas. Pengukuran lingkar dada. c) Bayi kemerahan atau biru.memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. Pengukuran panjang badan. Menurut Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal. b) Gangguan pernafasan. hal yang perlu diperhatikan : a) Kemampuan menghisap kuat lemah. c. 2002 yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir adalah: . seperti : a) Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan. Penimbangan berat badan. 1) Dua jam pertama sesudah lahir. d) Infeksi. e. Pengukuran lingkar kepala. b) Bayi tampak aktif atau lunglai. d. 1. c) Hipotermia. Pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir Pemeriksaan Antropometri yang meliputi : a.

7) Mulut Salivasi tidak terdapat pada bayi normal. 8) Leher. dada.1) Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan. sebagai akibat proses kelahiran. 4) Kepala Apakah tidak simetris. berupa tumor lunak dibelakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang. abdomen . 6) Mata Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang pada waktu 6 minggu. tetapi bila hal ini pada waktu tidur. Ukur lingkar kepala. rangsangan sakit atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan. 2) Keaktifan Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetris pada waktu bangun. 5) Muka wajah Bayi tanpa ekspresi. Adanya tremor pada bibir. kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal. kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna. Bila terdapat secret yang berlebihan. atau tumor lunak hanya dibelahan kiri atau kanan saja. 3) Simetris Apakah secara keseluruhan badan seimbang. atau dikiri dan kanan tetapi tidak melampoi garis tengah bujur kepala. kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lanjut.

bayi menoleh kearah benda yang menyentuh pipi. 10) Bahu. tungkai Perlu diperhatikan bentuk. kulit menjadi pucat atau kuning. disertai muntah dan mungkin dengan kulit kebiruan. harap segera konsultasi untukpemeriksaan lebih lanjut. Waspada dengan kulit atau kuku yang menjadi biru. geraknya. skrotum besar atau tidak. labia mayora sudah menutupi labia minora belum. tangan. 15)Tinja dan kemih Diharapkan keluar 24 jam pertama. bercak-bercak besar biru yang sering terdapat pada sekitar bokong (Mongolian spot). uretra ada atau tidak. fraktur. 13)Genetalia perempuan : Vagina berlubang atau tidak. sendi. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar. Kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan. 12) Kelancaran menghisap dan pencernaan harus diperhatikan. 14)Genitalia laki – laki : Apakah testis sudah masuk apa belum. 11)Kulit dan kuku Dalam keadan normal kulit berwarna kemerahan.Melihat adanya cedera akibat persalinan. . 9) Punggung Adakah benjolan / tumor atau tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna. 16)Refleks a) Refleks Rooting.tanpa keluarnya tinja. Pengelupasan yang berlebihan harus dipikirkan kemungkinan ada kelainan. penis berlubang dibagian mana.

bengkak. Tanda Bahaya Pada Bayi a. biru atau pucat memar) d. terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir. Tali pusat (merah. mengantuk berlebihan dan banyak muntah) e. timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabilakepala tiba-tiba digerakan. yang disertai refleks menelan. d) Refleks Mengeluarkan Lidah. 2001) 1. menunjukan kekurangan cairan.b) Refleks Hisap. terjadi apabila diletakan benda didalam mulut. keluar cairan. Eliminasi (tidak berkemih dalam 24 jam tinja lembek sering hijau tua. bau busuk dan pernafasan sulit) g. Penerunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir. keluar cairan nanah. Pemberian makanan (Hisapan lemah. bengkak. Infeksi (suhu meningkat. Warna (kuning terutama pada 24 jam pertama. yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan/minuman. Pernafasan (sulit atau lebih dari 60x/ menit) b. c) Refleks Moro. bau busuk atau berdarah) f. Suhu tubuh (lebih dari 380C atau kurang dari 360C) c. terdapat lendir atau darah) . 1) Berat badan Sebaiknya tiap hari dipantau.(Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. merah.

kejang tidak bisa tenang dan menangis terus menerus) BAB III TINJAUAN KASUS A. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL Tanggal Jam Tempat : 05 Maret 2011 : 16.h. lunglai. Aktifitas (menggigil atau tangis tidak biasa sangat mudah tersinggung.00 WIB : BPS Engkay S Chandra I. lemas. Data Subyektif A. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Ny. terlalu mengantuk. “E” : 29 tahun Nama Suami Umur : Tn “E” : 30 tahun :sunda/Indonesia : Islam : SMA : Wirasawasta : sunda / Indonesia Bangsa/suku : Islam : SMP : IRT Agama Pendidikan Pekerjaan : Desa Benda Rt 01/Rw 02 .

B. Menarche Lama Banyak Teratur/ Tidak Dismenorhoe Flour Albus Jumlah Warna/ bau 4. Keluhan Utama Ibu mengatakan sering buang air kecil Alasan kunjungan ini 3. 2 3 Persalinan pertolongan kehamilan persalinan Anak ke 1/8 Th Anak ke 2/ 7 Th Kehamila n ke 3 9 Bulan Bps Engkay 9 Bulan Spontan Bps Engkay 9 Bulan Spontan JK BB PB persalinan Tidak ada L 3000 g 53 cm Tidak ada L 2800 g 50 cm - 5. Anamnesa 1. persalinan. a. Kunjungan ulang 2. nifas yang lalu Tgl/th Tempat Usia Jenis Penyulit Kehamilan Anak No 1 . : 13 tahun : 7 hari Riwayat Menstruasi : 2x ganti pembalut : teratur : ada : ada : 2x ganti celana dalam : bening tidak berbau Riwayat kehamilan.2010 Riwayat kehamilan ini . HPHT : 28 – 05 .

b. manfaat ASI. Keluhan – Trimester I – Trimester II – Trimester III : Mual . dan tanda-tanda mau melahirkan. HTP : 05. Pusing : Sering batuk berdahak : sering pegal-pegal a. Pergerakan fetus dirasakan pertama kali usia kehamilan 4 bulan b. Penyuluhan yang didapat nutrisi dengan gizi seimbang. Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir ± 10-18 Kali c. Imunisasi TT didapatkan 2 kali – TT1 – TT2 : 15-07-2010 : 16-08-2010 a. tablet tambah darah dan obat untuk pegal-pegal. 1. KB Post Partum. Obat-obatan yang pernah diminum yaitu obat-obatan yang diberikan oleh bidan apabila melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu berupa obat batuk. Riwayat pola sehari-hari .03. mengkonsumsi banyak air putih. tanda. ANC : Dimana : Bdn. kebersihan diri.2011 c. pola istirahat. d. Engkay S Chandra : 4 kali berapa kali Teratur/ Tidak : tidak teratur Hasil tes kehamilan Tanggal 23-06-2010 d.tanda bahaya kehamilan. hubungan seksual selama kehamilan.

kopi Ganti pakaian dalam : Tidak : Tidak ada : Tidak : 2x/ hari f. makan sirih. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. Pola Eliminasi BAK BAB : 7-8 x/ hari : 1 x/ hari c. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : Tidur Siang 1-2 jam Tidur : 6-7 jam d. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan Jamu yang sering digunakan Merokok. Riwayat penyakit yang sedang diderita . dan lain-lain) : Tidak ada b. 1. Pola Nutrisi Makan : 2-3 x/ hari Minum: 8-12 gelas/hari Perubahan makan yang dialami (termasuk ngidam.a. nafsu makan. Personal Hygiene Mandi : 2 x/ hari Gosok gigi : 2 x/hari Keramas : 2 hari sekali e. tidak ada nyeri. tidak ada pengeluaran darah.

Perasaan bahagia tentang kehamilan ini d. epilepsi. Jenis kelamin yang diharapkan laki-laki c. 2. hubungan Ibu dengan masyarakat baik I. ginjal. diabetes mellitus.Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit jantung. diabetes mellitus. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF) . Riwayat Keturunan Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti penyakit jantung. Status perkawinan nikah. rencana KB yang akan digunakan adalah KB suntik 3 bulan 2. Kehamilan ini direncanakan b. Keadaan Psikososial Hubungan Ibu dengan Keluarga baik. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. Kepercayaan berhubungan yang dengan kehamilan. HIV. nikah 1 kali 1. a. 3. hipertensi. hipertensi. malaria atau yang dipengaruhi kehamilan. asma/ TBC paru. dan asma 3. hepatitis. Riwayat KB Riwayat social Penyakit Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi.

Bersih : tidak ada cloasma Gravidarum a) Kelopak mata b) Sclera c) Konjuctiva d) Reflek pupil : Tidak oedema : Putih : Merah muda : +/+ . Antropometri a. Pernafasan d. Tekanan darah b. Kepala dan rambut b. Kesadaran 3. Pemeriksaan Fisik a.61 m)2=49 Kg2.59=19 (Normal) e. Berat Badan c. Tinggi badan b. LILA : 34 cm 1. Denyut Nadi c. Suhu tubuh : 120/80 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 36. Keadaan umum 2. Muka 1) Mata : tidak ada benjolan. Tanda tanda Vital a. Keadan emosional : Baik : compos mentis : stabil 4. IMT : 161 cm : 62 kg : 49 kg : BB Kg sebelum hamilTB(cm)2 =49 Kg161 cm=49 Kg(1.1.80 C 1. BB Sebelum hamil d.

1) Mulut a) Warna bibir b) Lidah c) Gigi d) Gusi a. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid 2) Pembesaran kelenjar getah bening 3) JVP ( Jugularis vena pulmonalis a. Dada : bentuk dada :Simetris 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus • Perkusi batas paru – paru • Auskultasi bunyi paru – paru wheezing/ronchi 1) Jantung : Bunyi jantung :Lub-dub reguler 2) Payudara Inspeksi • Bentuk • Putting susu • Striae Palpasi • Rasa nyeri • Benjolan • Pengeluaran a. Punggung dan Pinggang 1)Posisi tulang belakang : Lordosis : Tidak ada : Tidak ada : Ada berupa colostrum : Simetris : Menonjol :Tidak ada : Simetris : Tidak ada oedema : Bunyi bersih,tidak ada : Tidak ada pembengkakan : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembengkakan : Merah muda : Bersih :Tidak ada caries,tidak berlubang :Tidak ada Ginggivitis

2)Rasa nyeri a. Abdomen 1) Inspeksi
• Bentuk perut • Pembesaran • Luka bekas oprasi • Striae gravidarum • Linea Nigra

: Tidak ada

: Membesar : Sesuai umur kehamilan : Tidak ada : Ada : Ada

1) Palpasi TFU : 30 cm Leopold I Leopold II : teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting : teraba ada tahanan tipis seperti

papan(punggung) sebelah kiri dan bagianbagian kecil disebelah kanan kanan Leopold III : bagian terbawah kepala janin, sudah masuk PAP Leopold IV 2) Auskultasi DJJ Frekuensi 3) TBBJ a. Ekstremitas 1) Atas • Bentuk : Simetris : Punctum maksimum :Puka : 136x/mnt, regler : TFU- 11 x 155 = 30-11x 155 =2945 gram : Convergent

Oedema jari – jari tangan : Tidak ada oedema

1) Bawah • • • • • Bentuk Oedema tibia Betis merah/lembek/keras Varises tungkai Refleks patella : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : +/+

a. Genitalia Inspeksi 1) Vulva dan vagina : • Varices • Oedema : Tidak ada : Tidak ada

• Pengeluaran pervaginam: Tidak ada 1) Perineum : : Tidak ada

• Bekas luka/luka parut 1) Pemeriksaan Dalam • Vulva Vagina • Portio • Pembukaan servik • Ketuban • Presentasi • Denominator • Moulage • Penurunan presentasi

: Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Tidak ada : Utuh : Kepala : Ubun – ubun kecil : Tidak ada : Kepala

D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM • Haemoglobin : Tidak dilakukan

Menganjurkan Ibu untuk menjaga kebersihan diri → Ibu mau menjaga kebersihan dengan mandi 2x/ hari 7. Memberitahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Ibu dan keluarga → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. perdarahan. Memberikan tablet penambah darah /Fe diminum 1x1/ hari dengan air putih → Ibu mengetahui tentang cara penggunaan tablet penambah darah 4. presentasi kepala dengan keadaan umum ibu dan janin baik. II. tekanan darh tinggi → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan 3. Assasement : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan Ny.• Golongan darah • Protein urine • Glukosa I. Menganjurkan Ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi → Ibu mau mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur 5. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat yang cukup → Ibu mau beristirahat yang cukup dengan tidur siang 6. tangan dan kaki bengkak. E 29 tahun G3P2A0 gravida 36 minggu.Planning 1. Menganjurkan Ibu untuk tidak bekerja terlalu berat . janin tunggal hidup intra uterin letak memanjang. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu penglihatan kabur.

00 WIB Tempat pengkajian : BPS Engkay S Chandra . Menganjurkan Ibu untuk merencanakan persalinannya yaitu akan dimana Ibu bersalin dan akan ditolong oleh siapa dalam proses persalinan → Ibu mengetahui dan merencanakan persalinannya di tenaga kesehatan 10.tanda persalinan 11. keluar air.mules → Ibu mengetahui tentang tanda. Menganjurkan Ibu untuk tidak banyak minum pada malam hari → Ibu mengerti dan mengetahui 9.tanda persalinan yaitu keluar lendir bercampur darah dari vagina. ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN NORMAL Tanggal pengkajian : 05 Maret 2011 Jam pengkajian : 22.air.→ Ibu akan mengurangi pekerjaannya 8.Menganjurkan Ibu untuk melakukan kunjungan ulang ulang minggu depan → Ibu mengetahui dan akan melakukan kunjungan ulang minggu depan A. dan mules.Mengingatkan Ibu untuk memantau tanda.

15 WIB) I.00 WIB. 2. DATA SUBJEKTIF A.Benda Rt 01/Rw 02 B. “E” : 29 tahun : Sunda / Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : Sunda/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wiraswasta : Ds. nyeri perut bagian depan kemudian menjalar ke bagian belakang. Status Kesehatan 1. perut terasa tegang dan keluar lendir bercampur darah.KALA I (Jam 22. Frekuensi b. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah : Ny. Kontraksi • Sejak tanggal : 05 Maret 2011 : 2 x dalam 10 menit : 20 detik a. Perasaan ( sejak terakhir datang ke klinik) :Ibu merasa cemas 3. Keluhan Utama Ibu mengatakan merasa mules – mules sejak jam 18. Tanda – tanda bersalin a. Lamanya 1. Pengeluaran Pervaginam • Lendir darah • Air ketuban • Darah : Ada : Ada : Tidak ada .

yang lalu Penyulit Tgl/th No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan 1. persalinan. Makan dan Minum terakhir BPS engkay 9 bulan S Chandra BPS engkay 9 bulan S chandra 9 bulan Spontan Tidak ada L 2800g 50 cm Spontan Tempat Usia Jenis Kehamilan JK BB PB persalinan Tidak ada L 3000g 53 cm Anak . Riwayat kehamilan sekarang • HPHT • Haid bulan sebelumnya • Lamanya • Siklus • ANC : 28 – 05 – 2010 : Mei : 7 hari : 28 hari : Teratur . Anak ke 2/7 th 3 Kehamilan ke 3 3. Riwayat kehamilan. Masalah – masalah khusus : Tidak ada 2. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir :Belum sering 4. Frekuensi : 4 x 1. Riwayat imunisasi : Pernah suntik TT 2x 2. Anak ke 1/8 th 2.1.

air putih • Banyaknya :2 gelas 1. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : tidur Siang 1-2 jam Tidur : 6-7 jam 3. Psikologis : Tidak terganggu : 20. Pola Eliminasi BAK terakhi jam BAB Terakhir jam 2. Keluhan lain : Tidak ada 5. Personal Hygiene Mandi Gosok gigi Keramas : 2 x/ hari : 2 x/hari : 2 hari sekali 6. Minum terakhir • Jam : 20. makan sirih.lauk pauk • Banyaknya : 1 porsi a. Makan • Jam : 17.tempe. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok.00 wib • Jenis Makanan : Nasi. kopi : Tidak Ganti pakaian dalam : 2x/ hari .00 Wib : 06.a.30 wib • Jenis minuman : Air putih.00 wib 4.

10. 9.Riwayat social Ibu mengatakan ini adalah pernikahan pertama antara ibu dan suami. malaria. jenis kelamin yang diharapkan adalah laki-laki. rencana alat kontrasepsi yang akan di gunakan adalah KB suntik 3 bulan. pengambil keputusan adalah suami. TBC dan ashma.Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan.tidak ada nyeri. 11. 8.7. hipertensi. HIV. TBC dan ashma. Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung. 12. 13. II. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. malaria. dan hubungan dengan masyarakat juga baik. Keadaan umum : Baik . DATA OBJEKTIF A.Riwayat Kontrasepsi Ibu mngatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi. status perkawinan nikah . ginjal. Riwayat penyakit sekarang dan lalu yang di derita Ibu mengatakan pernah menderita muntaber tapi tidak sedang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung. tidak ada pengeluaran darah. HIV. diabetes. kehamilan ini direncanakan. hipertensi. ginjal. diabetes.Keadaan Psikososial Ibu mengatakan hubungan dengan keluarga baik. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. Pemeriksaan Umum 1.

tanda vital a. bersih 3) Telinga : bentuk simetris. Muka 1) Mata • Kelopak mata • Sclera • Konunctiva • Refleks pupil : Tidak oedema : Putih : Merah muda : positif : Tidak ada oedema. tidak ada sekret. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran . Suhu tubuh 1.2. BB Sebelum hamil : 49 kg d. Kesadaran 3. gusi tidak berdarah. Tekanan darah b.cloama gravidarum 1) Hidung : bentuk simetris. IMT : BB Kg sebelum hamilTB(cm)2 =49 Kg161 cm=49 Kg(1. bersih 2) Mulut dan gigi : Lidah bersih. Tinggi Badan b. Berat Badan : Composmentis : Stabil : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 36.61 m)2=49 Kg2.59=19 (Normal) 1. Tanda .90 C : 161 cm : 62 kg c. gigi tidak ada yang tanggal. tidak ada polip. Keadan emosional 4. Nadi c. Pemeriksaan Fisik a. tidak ada serumen. bersih a. Antropometri a. Respirasi d.

dub 2) Payudara Inspeksi • Bentuk • Kebersihan • Putting susu • Pembesaran • Striae : Simetris : Bersih : Menonjol : ya : Tidak ada Palpasi • Benjolan • Pengeluaran • Rasa nyeri a. bunyi jantung reguler 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus : Simetris • Perkusi batas paru – paru : Tidak ada oedema • Auskultasi bunyi paru – paru : bersih.tidak ada wheezing/ronchi 1) Jantung : Bunyi jantung Lub . Punggung dan pinggang : Tidak ada : Ada : Tidak ada .2) Pembesaran kelenjar getah bening (KGB): Tidak ada pembesaran 3) JVP : Tidak ada pembengkakan 4) Axilla : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe a. tidak ada retraksi dinding dada. tidak ada bunyi wheezing pada paru-paru. Dada Dada : bentuk dada simetris. tidak ada retraksi dinding dada.

1) Posisi tulang belakang : Lordosis 2) Rasa nyeri a. frekuensi 138 x/menit.11 x 155 = 34-11x 155 = 3565 gram : Ada . Ekstremitas : 3 x dalam 10 menit selama 35 detik : TFU. keras dan melenting. Abdomen 1) Inspeksi • Bentuk perut • Pembesaran : Lemas membuncit : Sesuai usia kehamilan : Tidak ada • Luka bekas oprasi : Tidak ada • Striae gravidarum : Tidak ada • Linea Nigra 1) Palpasi TFU Leopold I : 30 cm : difundus uteri teraba bagian janin agak besar. dan memanjang seperti papan disebelah kanan dan bagian-bagian kecil disebelah kiri Leopold III : bagian terbawah janin teraba bulat. sudah masuk PAP Leopold IV : bagian terbawah janin sebagian kecil sudah masuk PAP posisi tangan divergent. lunak dan tidak melenting Leopold II : teraba bagian janin keras. reguler Kontraksi 3) TBBJ a. datar. 4/5 2) Auskultasi DJJ : (+) punctum maximum kuadran II PUKA dibawah pusat.

turgor baik Bawah : bentuk simetris tidak ada oedem pada kaki kiri dan kanan. kuku jari tidak pucat. reflek fatella kanan dan kiri positif b. tidak ada varices.Atas : bentuk simetris. Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan . lunak : 5 Cm : masih ada : belakang kepala : belum diketahui : tidak ada : hodge I A. Genitalia Inspeksi • Vulva dan vagina • Varices • Oedema • Pengeluaran Pervaginam Perineum • Bekas luka/luka parut : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Ada Anus • Haemoroid : Tidak ada Pemeriksaan dalam Vulva / Vagina Porsio Pembukaan Ketuban Presentasi Posisi Molase Penurunan kepala : Tidak ada kelainan : tebal. tidak ada oedem pada jari dan tangan.

letak memanjang. Planning 1. Menjelaskan tentang teknik relaksasi yang baik dan benar yaitu menarik nafas dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut untuk mengurangi raa sakit → Ibu bisa melakukan teknik relaksasi 6. E 29 tahun G3 P2A0 Infartu aterm kala I fase laten.jalan tapi terkadang ibu beristirahat dengan tidur miring ke kiri 5. Assasement Ny. Memberikan motivasi dan dorongan kepada Ibu supaya lebih bersemangat dalam menghadapi persalinannya → Ibu terlihat lebih bersemangat dan lebih tenang 3. Menganjurkan posisi senyaman ibu tetapi tidak membahayakan ibu dan janin dan membantu mempercepat proses penurunan kepala yaitu misalnya dengan berjalan.III. Menganjurkan agar ibu tidak cemas → Ibu terlihat tidak cemas 4. presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik IV. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa ibu telah memasuki proses persalinan dan janin dalam keadaan baik → Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Memberitahu suami/ keluarga untuk mendampingi Ibu dalam proses persalinan → Suami dan keluarga mendampingi Ibu . janin tunggal hidup intra uterine.jalan/ tidur dengan miring kekiri → Ibu mau berjalan.

His dan kemajuan persalinan pada fase laten → Observasi telah dilakukan 10. II. Data Subyektif Ibu mengatakan mulesnya semakin sering. Mengobservasi tanda. DJJ. Data Obyektif 1. Memberikan nutrisi dan cairan → Ibu meminum susu ± 10 cc 9.00 WIB) I.9 0C . kuat dan ada dorongan untuk mengedan. pakaian Ibu dan bayi) → semua alat telah disiapkan KALA II ( Jam 05. Menganjurkan pada keluarga untuk mengusap punggung ibu untuk mengurangi rasa sakit → Ibu merasa nyaman dengan asuhan yang diberikan 8.7. Mempersiapkan alat-alat pertolongan persalinan secara APN ( partus set.tanda vital. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu 1. Pemeriksaan dalam : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36.

jernih. Planning 1.Vulva/vagina Portio Pembukaan Ketuban Presentasi Molase Penurunan kepala : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : 10 cm : sudah tidak ada. Menawarkan pada ibu pendamping persalinan → Ibu menginginkan suaminya yang mendampingi saat persalinan 5. Memberitahu Ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan ibu sudah memasuki masa persalinan → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan ibu mengerti akan keadaannya 2. Assasement G3P2A0 Infartu kala II dengan keadaan umum ibu dan janin baik II. spontan : Belakang kepala : Tidak ada : Hodge IV I. Memakai alat perlindungan diri → skort telah dipakai 4. pakaian ibu dan bayi) → semua perlengkapan sudah siap dan lengkap 3. Memeriksa kembali kelengkapan alat (partus set. Membantu Ibu untuk memilih posisi yang nyaman sesuai keinginan Ibu → Ibu memilih posisi litotomi 6. Mengajarkan pada ibu teknik mengedan yang baik .

Memimpin Ibu untuk mengedan → Pimpinan mengedan telah dilakukan dan ibu mulai mengedan 8. BB 2600 gram. Assasement .30 WIB bayi lahir hidup . Data Subyektif Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules II. makan/minum jika tidak terasa mules → Ibu mau minum susu ± 25 cc 9. LK 32 cm KALA III (JAM 05. normal. PB 47 cm. Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36. Melakukan pertolongan persalinan secara APN → Tanggal 06 -03 -2011 pukul 05.9 0C Belum terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta I. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat.45 WIB) I.→ Teknik mengedan yang baik telah diajarkan pada ibu dan ibu mengedan dengan benar 7. JK perempuan.

fundus menjadi lebih keras dan kontraksi baik selama 15 detik untuk mencegah Kala IV JAM 05. Data Subyektif Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan badannya lemas II. plasenta belum lahir dengan keadaan umum ibu baik II. Memberitahu Ibu akan disuntntik oxytosin → oxytosin telah disuntikkan 10 IU secara IM di 1/3 paha kanan bagian luar 3. 55 WIB I. Melakukan PTT setelah adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah tiba-tiba. tali pusat memanjang dan uterus globuler kemudian diikuti dengan gerakan dorso kranial untuk mencegah uterus keluar → PTT telah dilakukan dan plasenta lahir dalam 15 menit pertama 4. Planning 1.P3A0 parturient kala III. Mengecek apakah ada bayi kedua/ tidak → tidak ada 2. Melakukan masase fundus perdarahan → Masase telah dilakukan.Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosinal : Baik : Compos mentis : Stabil .

Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Plasenta telah lahir Jam TFU Kontraksi uterus Kandung kemih Perdarahan Robekan perineum : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 3.37 WIB : Setinggi pusat : Baik : Kosong : ± 50 cc : Derajat II I. Melakukan eksplorasi → Plasenta dan selaputnya sudah lengkap 3.Planning 1. Mengajarkan Ibu dan keluarga tentang teknik masase dan cara menilai kontraksi . Assasement P3A0 parturient kala IV dengan keadaan umum ibu baik II. Memeriksa apakah ada robekan perineum → robek derajat II 4. Melakukan hecting perineum → hecting telah dilakukan 5.3C : 16.7. Mengecek dan memastikan kelengkapan plasenta yaitu kedua sisi baik bagian ibu maupun bayi → Plasenta belum lengkap 2.

Menganjurkan Ibu untuk makan/minum setelah melahirkan untuk menambah tenaga → Ibu mau minum sari kurma ± 50 cc 9. TFU.Membereskan alat. Menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya → Ibu mau menyusui bayinya 8. Membersihkan ibu dan menggantikan pakaiannya agar lebih nyaman. kandung kemih. kontraksi uterus.alat telah didekontaminasi 11. dan perdarahan setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam ke-2 → observasi telah dilakukan 10.→ Ibu dan keluarga mengetahui dan dapat melakukannya 6.Melengkapi dan mendokumentasikan data kedalam partograf halaman depan dan halaman belakang → data telah didokumentasikan kedalam partograf 12.alat yang telah dipakai kemudian merendamnya dalam larutan klorin selama 10 menit → alat. Melakukan observasi kala IV yaitu tanda.tanda vital.Mendokumentasikan asuhan . serta membersihkan tempat bersalin → tempat bersalin telah dibersihkan dan pakaian Ibu telah diganti dengan yang bersih 7.

Riwayat Antenatal HPHT HTP Umur Kehamilan : 28.C.30 WIB : BPS Engkay S Chandra I .Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah 2.03.2011 : 9 bulan : Ny. Keluhan Utama Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan merasa badannya masih lemas 3.05 . “E” : 29 tahun : sunda Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : wiraswasta : Ds. Data Subyektif 1. ASUHAN KEBIDANAN POSNATAL Tanggal pengkajian : 06 – maret 2011 Jam Tempat : 07.Benda Rt 01/Rw 02 .2010 : 05.

Pemeriksaan Fisik a. Riwayat Post Partum BAK BAB : sudah 1x : belum : spontan : utuh : Tidak ada robekan : 250 cc : 160 cc : 410 cc II. Data Obyektif 1. PB 47 cm. 2600 gr. LK 32 cm.5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit 2. masa gestasi 38 minggu. Kepala .30 WIB Jenis Kelamin/BB/TB : Perempuan . Riwayat Persalinan Anak lahir jam/tgl : BPS Engkay S Chandra : 4 kali : 03 Maret 2011/05. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran : Baik : composmentis Keadaan emosional: Stabil Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi : 110 / 70 mmhg : 36. tidak ada cacat bawaan Jenis persalinan Plasenta Perineum Perdarahan kala III Perdarahan kala IV Perdarahan total 5.ANC di TT 4.

fungsi pendengaran baik.Rambut Muka : tidak rontok. tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut dan gigi : warna bibir tidak pucat. kontraksi uterus baik. kebersihan baik. tidak ada benjolan d. konjungtiva merah muda Telinga : bentuk simetris. ada pengeluaran. bersih b. Abdomen Inspeksi Palpasi : bentuk bulat. tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid dan tidak ada pembengkakan pada vena jugularis. Axilla : tidak ada pembengkakan pada kelenjar limfe c. tidak ada pengeluaran. tidak ada caries. tidak ada oedema Mata : kelopak mata tidak oedema. fungsi penciuman baik. bersih Hidung : bentuk simetris. kebersihan baik. tidak ada luka operasi. tidak ada rasa nyeri. tidak ada diastasis recti . tidak ada perdarahan gusi. Dada dan payudara Dada Payudara : bentuk dada simetris. pembesaran normal. tidak berketombe. kandung kemih kosong. Leher dan axilla Leher : tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening. tidak ada retraksi dinding : bentuk simetris. warna hitam : bentuk simetris. kebersihan baik. retraksi. striae nigra : TFU 3 jari bawah pusat. sclera putih. putting susu menonjol. tidak ada cloasma gravidarum.

Assasement P3A0 Ny. cara untuk mencegah perdarahan.e. tidak ada oedema. ada rasa nyeri Perineum : jahitan baik. Anogenital Vulva vagina : kebersihan baik. Punggung dan pinggang Tidak ada nyeri ketuk CVAT ka/ki ( ) f. kekuatan otot baik : tidak ada oedema. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal → Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. Pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan III. 2. Memberikan konseling tentang perubahan masa nifas. warna merah Kelenjar bartholini : tidak ada pembengkakan. Ekstremitas atas dan bawah Atas Bawah : kebersihan baik. perawatan bayi baru lahir. hygiene diri. gizi . kekuatan otot baik g. tidak ada oedema. pengeluaran vagina lokhea rubra. tidak ada varises. E post partum 2 jam IV. perdarahan normal 1. Planning 1. tidak varises.

seimbang, mengkonsumsi banyak air putih, cukup istirahat dan KB post partum → Ibu mau melaksanakan apa yang dikonselingkan 3. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang- kunang, kepala terasa berat, perdarahan dan lokhea berbau → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan → Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. Memberikan konseling tentang cara perawatan tali pusat bayi, tanpa membubuhi apapun, hanya membersihkannya dengan memakai air kemudian mengeringkanya dengan kain yang kering dan bersih → Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Memberikan konseling tentang cara menjaga kehangatan bayi jika bayi sudah BAB/BAK harus segera diganti →Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 7. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya pada bayi misalnya suhu tubuh naik, terdekat → Ibu mengerti dan mengetahuinya 8. Menganjurkan Ibu untuk menjemur bayinya dipagi hari pada jam 07.0008.00 WIB untuk mencegah penyakit kuning → Ibu akan melakukan apa yang disarankan 9. Menyarankan bagi ibu melakukan perawatan payudara minimal 2 kali dalam seminggu → Ibu mengetahui dan akan melakukannya bayi kuning langsung menghubungi tenaga kesehatan yang

10. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat, dan cukup nutrisi serta minum, agar kondisi ibu lebih baik. 11. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri, dan mengingatkan Ibu jangan cebok dengan air hangat karena Ibu dijahit → Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari dan akan cebok dengan air dingin 12. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan mobilisasi dan dengan melakukan gerakan, misalnya jalan – jalan disekitar ruangan → Ibu mengerti tentang penjelasan yang dilakukan dan ibu bersedia melakukan yang disarankan 13. Memberitahu ibu untuk imunisasi bayinya pada bulan depan → Ibu akan kunjungan pada bulan depan 14. Memberitahukan pada ibu dan keluarga bahwa hari ini ibu tidak di perbolehkan pulang karena hari ini keadaan ibu dan bayi masih perlu di observasi lagi, ibu diperbolehkan pulang besok siang jika keadaan ibu dan bayi baik → Ibu dan keluarga mengetahui dan mengerti tentang apa yang diberitahukan

Catatan Perkembangan Hari,Tanggal Pengkajian Waktu pengkajian : Minggu, 06 Maret 2011 :11.30 wib

I.

DATA SUBJEKTIF

Ibu masih merasa seikit mules dan ibu sudah makan nasi pukul 08.00 Wib,ibu minum susu 1 gelas dan air putih 1 gelas.ibu sudah menyusui bayinya setiap bayi menginginkannya,namun ASI masih sedikit ibu tida merasakan tanda –

tanda bahaya eperti sakit kepala yang terus menerus,kelur darah yang banyak secara tiba – tiba,dan rahim teraba lembek.

II. 1. Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. : Baik : composmentis : Stabil : 110 / 70 mmhg : 36,5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit

Data Obyektif Pemeriksaan Umum

Pemeriksaan Fisik Mata : kelopak mata tidak oedema, sclera putih, konjungtiva merah muda Abdomen Inspeksi Palpasi penuh : bentuk bulat, tidak ada luka operasi, striae nigra : TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi keras,kandung kemih

I. P3A0 post Partum 6 jam

ASSESMENT

II.

PLANNING

agar tidak mengganggu kontraksi uterus dan mencegah perdarahan.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I.11 Maret 2011 : 08. 3. Menyarankan dan membantu ibu untuk segera mulai melakukan mobilisási secara dini untuk mempercepat pemulihan diri. nyeri perut. Memberitahu tanda – tanda bahaya ibu nifas. ibu mengerti dengan apa yang disarankan. ibu mengerti dengan apa yang disampaikan. Menganjurkan ibu agar tidak menahan BAK jika sudah terasa ingin BAK.. Engkay S Chandra II. Menyarankan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara menyempatkan diri untuk tidur jika bayi tidur. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Jum’at. demam. 4. Mejelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa saat ini ibu dalam keadaan baik 2. Catatan Perkembangan Hari. dan ibu mau melakukannya. ibu mengerti dengan apa yang dianjurkan dan ibu mencoba ke toilet untuk BAK.1.separti sakit kepala yang berlebihan.30 Wib : BPS Bd. ibu mau mobilisasi yaitu turun dari tempat tidur dan duduk. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran : Baik : composmentis . Data Obyektif 1. nyeri saat buang air kecil dan keluar darah secara tiba – tiba. 5.

b. kontraksi baik Anogenital : lochea rubra II. . Pemeriksaan Fisik a. Dada : adanya pembesaran payudara. Leher ○ Tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening ○ Tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid ○ Tidak ada pembengkakan pada vena jugularis a.2 ºC : 80 x /menit : 20 x /Menit ○ Kelopak mata tidak oedema ○ Sclera putih ○ Konjungtiva merah muda ○ Refleks pupil positif a.Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. hiperpigmentasi. papilla mamae menonjol keluar. Assasement P3A0 post partum 6 hari dengan keadaan umum ibu baik III. Mata : Stabil : 120 / 70 mmhg : 36.Planning 1. adanya pengeluaran colostrum dari putng susu. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. c. Abdomen : TFU pertengahan pusat dengan sympisis. tidak ada benjolan.

agar kondisi ibu lebih baik.00 Wib : Rumah Pasien II. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 1.Data Obyektif .Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Sabtu.19 maret 2011 :08. dan cukup nutrisi serta minum. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. Memberikan konseling tentang cara perawatan bayi sehari-hari  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 1. 2. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri  Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari Catatan Perkembangan Hari. Mengobservasi pengeluaran ASI. involusi uterus. perdarahan.kunang. perdarahan dan lokhea berbau. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 1.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I.1. kandung kemih dan lochea  Semua normal 1. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. kepala terasa berat.

Mata ○ kelopak mata tidak oedema ○ sclera putih ○ konjungtiva merah muda ○ refleks pupil positif : Baik : composmentis : Stabil : 120 / 80 mmhg : 36. adanya pengeluaran ASI dari kedua puting susu. tidak ada benjolan. Abdomen : TFU tidak teraba Anogenital : lochea serosa III. Leher ○ tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening ○ tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid ○ tidak ada pembengkakan pada vena jugularis a. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2.7 ºC : 84 x /menit : 18 x /Menit a. papilla mamae menonjol keluar. b. Dada : adanya pembesaran payudara. Assasement P3A0 post partum 2 minggu dengan keadaan umum ibu baik . c. hiperpigmentasi.1. Pemeriksaan Fisik a.

lochea serosa 1. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 1. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang.kunang.IV. Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan . involusi uterus. TFU tidak teraba. perdarahan dan lokhea berbau. kepala terasa berat. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. 1. ASI sudah keluar dari kedua payudara. Mengobservasi pengeluaran ASI.Planning 1. kandung kemih dan lochea  Semua normal. perdarahan.

jam lahir Jenis kelamin b.30 WIB : Perempuan : 06 Maret 2011 : 06.Engkay S chandra . Ibu Nama Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah c.30 WIB :Bd.D. Identitas (Biodata) a. Ny “E” : 1 jam : 06-03-2011.Benda Rt 01/Rw 02 : By. Data Subyektif A. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I. Bayi Nama bayi Umur bayi Tgl. 06. Ayah Nama : Tn “E” : Ny “E” : 29 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMP : IRT :Ds.

Tanggal dan jam : 30 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMA :Wiraswasta : Ds. Merokok : tidak pernah : tidak pernah .Benda Rt 01/Rw 02 :06 – 03 . Lain – lain : Tidak ada : 1. susu setiap pagi tapi klu tidak merasa mual a.2011 2. kadang-kadang ada sayurannya • • Frekuensi : 3 x sehari : air putih. Kebiasaan waktu hamil a. susu untuk Jenis minuman ibu hamil • Frekuensi : air putih ± 8-12 gelas/hari. Obat dan jamu b. Eklamsia : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 4.Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah B. Perdarahan 2. Pre eklamsia 3. Penyakit kelainan : Tidak ada 5. makan dan minum • Jenis makanan : nasi. Anamnesa 1. lauk pauk. Riwayat penyakit kehamilan 1.

Menangis kuat. Kehamilan tunggal/gemeli 3. warna kulit kemerahan. Komplikasi persalinan a. Jumlah air ketuban : 8 jam : 20 menit : 17 menit : 2 jam : Jernih : + 500 cc : ada : Tidak ada : Tidak ada 8. Ibu b. Lamanya persalinan : 36 minggu : Tunggal : Spontan : Bidan Kala I Kala II Kala III Kala IV 6. Jenis Persalinan 4. Keadaan Umum Bayi Baru Lahir a. . otot baik. Umur kehamilan 2.Data Obyektif A. Keadaan air ketuban 7.C. Ditolong oleh 5. Keadaan Bayi baru lahir • Bayi langsung menangis/ bernafas spontan • Gerakan Bayi aktif : ya : ya II. Bayi 1. Pemeriksaan Fisik Bayi 1. Riwayat Persalinan Sekarang 1.

tidak ada paralisis syaraf facial. Pemeriksaan fisik secara sistematis 1.datar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 1. Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 120 x/menit : 36.b. Mata • Bentuk : Simetris • Tanda – tanda insfeksi : Tidak ada • Reflek mengedip • Reflek pupil : Baik : Baik . Pengukuran Anthopometri 1) Berat badan 2) Panjang badan 3) LK 4) LD 5) LILA 6) Keaktifan A. tidak Ada down syndrome. 2. Kepala • Bentuk • Ubun – ubun • Maulase • Caput Succedaneum • Cepal hematoma • Lain –lain : 2600 gram : 47 cm : 32 cm : 30 cm : 10 cm : Aktif : Simetris : Normal. Muka Bentuk simetris.60C : 40 x/menit a.

Hidung dan Mulut • Pernafasan cuping Hidung • Warna bibir • Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik : Baik • Refleks menelan (swallowing) : Baik • Lagioskizis dan Palatoskizis • Refleks rooting : Tidak ada : Baik 1. Leher • Pembengkakan • Refleks Tonik neck 1. Payudara . Paru – paru Auskultasi • Paru – paru • Jantung : Tidak ada : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub. Dada • Bentuk : Simetris : Tidak ada Pembengkakan : Baik • Retraksi dinding dada : Baik.Reguler a.normal • Fraktur klavikula a. Telinga • Bentuk • Tulang rawan telinga : Tidak ada : Simetris : Ada • Letak telinga sejajar alis mata : ya • Reflek pendengaran 1.• Lain –lain 1.

10 jari : Baik • Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada • Kelainan : Tidak ada 1. Abdomen • Bentuk : Simetris • Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada • Perdarahan tali pusat • Masa pada abdomen • Lain –lain 1.• Bentuk • Putting susu : Simetris : Menonjol 1. lengan dan tangan • Jumlah jari tangan • Refleks grapsing (menggenggam) : Normal . Tungkai dan kaki • Bentuk • Jumlah jari kaki • Tanda klik : Simetris : Normal 10 jari : ada : ya : ya : ya : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan . Bahu. Refleks moro : Baik 2. Genitalia Bayi perempuan • Labia mayor menutupi labia minora • Vagina berlubang • Uretra berlubang • Pengeluaran Pervaginam 1.

IV. Punggung dan anus • Masa / Tonjolan • Sfina bifida • Meningokel • Anus berlubang : Baik : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : ya • Pengeluaran mekonium :Ada 1. Pemeriksaan Laboratorium – HB – Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III. Kulit • Warna kulit : Kemerahan • Vernik kaseosa : Ada • Lanugo :Ada tapi tidak banyak • Pembengkakan : Tidak ada • Tanda lahir : Tidak ada A.• Refleks babinsky • Kelainan 1. Planning 1. Letakan bayi di atas perut ibu. keringkan tubuh bayi . mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2. Membersihkan mata. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban → mata.

warna kulit. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan → Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7.→ bayi telah dikering kan 3. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu → Ibu mau menyusui bayinya. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat . Mengukur BB. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat → Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. PB. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi → salep mata telah diberikan 8. 6. Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat → Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. LILA dan periksa fisik bayi → pengukuran telah dilakukan 9. LK. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. keaktifan setiap 5 menit → Observasi telah dilakukan 10. LD.

00 WIB. Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 – 03 . Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting.→ Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui. refleks sucking dan refleks swalowing : 135 x/menit : 36.2011 : 08.Engkay S Chandra I. Tali pusat keluar cairan.30 Wib : BPS Bd. II. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C.20C : 45 x/menit . bau busuk atau berdarah → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi. Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07. Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m. bayi telihat kuning.

II. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat  Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 1. Planning 1.Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah I. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi bahwa  Ibu masih mengingatnya 1. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik.00 Wib : rumah pasien . Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 19 – 03 . Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 1.2011 : 08. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 1. Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari.

Bayi bergerak aktif.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan : 144 x/menit : 36. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui. II.70C : 54 x/menit I. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu. Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti bahwa . Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Planning 1.I. buang air besar 2-3 kali sehari. II.

Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan  Ibu sudah paham . Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 1. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi  Ibu masih mengingatnya 1.1. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 1. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya 1.

Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. satu kali pada triwulan kedua. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk “10T”. Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). memberikan injeksi vitamin K.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. dua kali pada triwulan ke tiga. bayi baru lahir dan masa nifas. mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan . memberikan salep mata pada kedua mata bayi. memotong tali pusat. Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. persalinan. triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia.

00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. didapatkan data sebagai berikut: • Dalam tahap pengumpulan data. 00 WIB. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny.00 WIB.30 WIB Ny.Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil. persalinan. bayi baru lahir dan nifas normal. E G3P2A0 dengan kehamilan normal. dan pada jam 06. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : . Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16. Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07.

Pada wanita hamil tejadi fisiologis. palpasi. auskultasi. maka didalam perubahan-perubahan baik fisik maupun memberikan asuhan kehamilan harus berdasarkan kebutuhan fisik. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi dari kehidupan intra uterin.1. 4. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: – – Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin . memberi dukungan pada persalinan. Tanda – tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. 6. Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 . Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. Perubahan bentuk serviks. mental dan sosial ibu. Pendataran serviks. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya.42 Minggu ). 7. perkusi. 2. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada 5. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam.

Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. EGC Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones. Kedokteran EGC.. 2.8. Gobak ett all. 2008. Yayasan Bima pustaka. Muchtar 1998. Keperawatan Maternitos.B. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. Jilid edisi 2. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. Jakarta. Ilmu Kebidanan. SARAN 1. Sinopsis Obstetri. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. sarwono prawihardjo. Saifudin. 2002. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B. Kedokteran EGC. Prawihardjo 2001.2006. bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi. JNPKR-POGI: Jakarta . A. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Sarwono. Rustam. persalinan. JNPK. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. EGC Jakarta. 2005.

Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S.LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny.ST) (Bd. Engkay S Chandra) Mengetahui. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Ka. Prodi D III Kebidanan .

(Wiwin Winarti. Ka. Engkay S Chandra) Mengetahui. SKM.M. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.Kes) .M.Kes) LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny.ST) (Bd.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti. SKM. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S.

Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI.M. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. SKM.M. H.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. 5. Lilis Sumiati S. atas segala rahmat dan hidayah-Nya.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur. Ny. Ibu bidan Engkay S chandra. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. 2. SKM. Wiwin Winarti. . Rizar Riyanto. Djumhana Cholil. selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis. 3. Oleh karena itu. 4. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1. penulis panjatkan kepada Allah SWT. 6. E.

................................ Juni 2010 Penulis DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN.................. spiritual.. serta materi............ Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental. Sahabat................ LEMBAR PENGESAHAN..... Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati.......................................................................................................... Latar Belakang.. orang-orang terdekat serta seluruh teman-teman seperjuangan yang telah memberi motivasi sehingga makalah komprehenshif ini dapat terselesaikan.... DAFTAR ISI...... KATA PENGANTAR......................... Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak............ penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini................................. Khususnya bagi penulis.............. Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan................................ 8................. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya..... BAB I PENDAHULUAN A............ Sukabumi..........................7....................................... i ii iii v 1 ............... umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan...

......... Proses kehamilan..........B....................................................................................................................................... 22 11...................... 7 4........................... F......................................... Perubahan fisik selama hamil.................... Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan........................................... 8 5.......................... Keluhan selama hamil..... C.................6 2.......... Definisi 6 3 3 4 4 5 ...................................................... Memantau tumbuh kembang janin........................................ D.............................................................................................................................................................................. Teori Kehamilan............................................................................ Persiapan kehamilan........................................................... 22 10.............................................................................................................. Sistematika Penulisan.... Menentukan usia kehamilan................................................ Tujuan.................... Tanda-tanda dari kehamilan........... E................ Rumusan Masalah.......................................... 14 8......................................................................................... 27 ..................13 7. BAB II TINJAUAN TEORI A........................... Tujuan ANC ................ 21 9...... Ruang Lingkup................................ 7 3...................................... Ante Natal Care............................................. 10 6..................... Manfaat Penulisan..... 1...........

............. Tanda-tanda persalinan........................................ 52 12......12....... 48 10............................. Definisi 34 ..................................... 35 4....................68 ....................................................................... 38 5................... Asuhan persalinan normal.......................................... 47 9....... 42 6.......... 34 3............ Mekanisme persalinan........................ Persalinan............................ 1..........................34 2................................................................................................. 44 7.......................................................................................................................................................................................................................... 27 B...................... 57 13.......... Etiologi persalinan. 45 8............................. Asuhan kebidanan pada persalinan............................. Kebutuhan gizi ibu hamil.................................................................... Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan..... Bentuk-bentuk persalinan. Tahapan persalinan............................................................................................. Rencana Kala I............................................................. Partograf ........ Persiapan persalinan.......................... Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran........................................... 49 11..

........... Definisi 82 ....................................................... Asuhan kebidanan pada persalinan normal................... Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal...... Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir....................... 1...................................... Pemeriksaan fisik bayi baru lahir............................... 123 . Fisiologi nifas ..........71 3............. 70 1..................... 84 4......................................................... 83 3....... 88 6....... Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal.................. Psikologi nifas.......................................................... Kebutuhan ibu nifas................. 85 5......................... 75 6............................................................. 92 BAB III TINJAUAN KASUS A................ 105 C......................................................................................82 2........... 79 7....C....... Penatalaksanaan nifas......74 5....................................................................................................................................................................................................... Program dan kebijakan tehnik masa nifas......... Nifas................................................................................................................................. Laktasi ....... Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir.. Bayi baru lahir.................................70 2............................................................. 93 B............. Tanda-tanda bahaya pada bayi..................................................................... 80 D.........74 4........................................ Definisi nifas .............................................. Karakteristik bayi baru lahir........

.........................D.................................... Saran............... 151 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A......... 154 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY........................ 137 BAB IV PEMBAHASAN........ 153 B......................................................................................................... Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal...............................E 29 Th G3 P2 A0 DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Asuhan Kebidanan Komprehensif Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Disusun Oleh : LISTA LIFWALIANTRI NIM : 0290106A08063 .. Kesimpulan.........................................................

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 2011 .

Mata y Bentuk : Simetris y Tanda ± tanda insfeksi : Tidak ada y Reflek mengedip y Reflek pupil y Lain ±lain : Baik : Baik : Tidak ada 4.2. Telinga y Bentuk y Tulang rawan telinga : Simetris : Ada y Letak telinga sejajar alis mata : ya y Reflek pendengaran : Baik 5. Hidung dan Mulut y Pernafasan cuping Hidung y Warna bibir y Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik y Refleks menelan (swallowing) : Baik y Lagioskizis dan Palatoskizis y Refleks rooting : Tidak ada : Baik . tidak Ada down syndrome. tidak ada paralisis syaraf facial. 3. Muka Bentuk simetris.

lengan dan tangan y Jumlah jari tangan y Refleks grapsing (menggenggam) : Normal .10 jari : Baik y Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada y Kelainan : Tidak ada 9. Dada y Bentuk : Simetris y Retraksi dinding dada : Baik.normal y Fraktur klavikula : Tidak ada a.Reguler b. Refleks moro : Baik . Bahu. Paru ± paru Auskultasi y Paru ± paru y Jantung : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub.6. Leher y Pembengkakan y Refleks Tonik neck : Tidak ada Pembengkakan : Baik 7. Payudara y Bentuk y Putting susu : Simetris : Menonjol 8.

Punggung dan anus y Masa / Tonjolan y Sfina bifida y Meningokel y Anus berlubang : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : ya . Abdomen y Bentuk : Simetris y Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada y Perdarahan tali pusat y Masa pada abdomen y Lain ±lain : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan 11. Genitalia Bayi perempuan y Labia mayor menutupi labia minora y Vagina berlubang y Uretra berlubang y Pengeluaran Pervaginam : ya : ya : ya : Tidak ada 12.10. Tungkai dan kaki y Bentuk y Jumlah jari kaki y Tanda klik y Refleks babinsky y Kelainan : Simetris : Normal 10 jari : ada : Baik : Tidak ada 13.

hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban mata. Kulit y Warna kulit : Kemerahan y Vernik kaseosa : Ada y Lanugo :Ada tapi tidak banyak y Pembengkakan : Tidak ada y Tanda lahir : Tidak ada C. Membersihkan mata. IV.y Pengeluaran mekonium :Ada 14. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. Letakan bayi di atas perut ibu.HB . Planning 1. Pemeriksaan Laboratorium . mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2. keringkan tubuh bayi bayi telah dikering kan .Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III.

warna kulit. Mengukur BB. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi salep mata telah diberikan 8. Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu Ibu mau menyusui bayinya. keaktifan setiap 5 menit Observasi telah dilakukan . Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. PB. 6. LILA dan periksa fisik bayi pengukuran telah dilakukan 9. LK. LD. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan.3.

Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C. Tali pusat keluar cairan.30 Wib : BPS Bd. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11. Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui.2011 : 08. bayi telihat kuning. Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 ± 03 .00 WIB. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui.Engkay S Chandra I. bau busuk atau berdarah Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07. Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m. .10. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering.

Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik Ibu sudah mengerti 2. IV. Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik.II. Planning 1. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital y Denyut jantung y Suhu tubuh y Pernapasan : 135 x/menit : 36.20C : 45 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat bahwa . refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah III.

buang air besar 2-3 kali sehari. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi Ibu masih mengingatnya 4. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi Ibu mengerti 5.70C : 54 x/menit . Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali. Bayi bergerak aktif.00 Wib : rumah pasien II. : 19 ± 03 . Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I.2011 : 08.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital y Denyut jantung y Suhu tubuh y Pernapasan : 144 x/menit : 36.3.

Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan Ibu mau menyusui bayinya bahwa . Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik Ibu sudah mengerti 2.Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. IV. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi Ibu mengerti 4. Planning 1. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi Ibu masih mengingatnya 3. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan III. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu.

Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan Ibu sudah paham . Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6.5.

Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia. memberikan salep mata pada . bayi baru lahir dan masa nifas. memberikan injeksi vitamin K. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk ³10T´.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. memotong tali pusat. dua kali pada triwulan ke tiga. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). satu kali pada triwulan kedua. Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. persalinan.

E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan. 00 WIB.00 WIB. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. dan pada jam 06. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek y Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek y Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek .20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. bayi baru lahir dan nifas normal.30 WIB Ny. didapatkan data sebagai berikut: y Dalam tahap pengumpulan data. E G3P2A0 dengan kehamilan normal. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. persalinan.00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16.kedua mata bayi. mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny.

Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. 4. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. 2. auskultasi. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi. Perubahan bentuk serviks. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya. palpasi. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. perkusi.42 Minggu ). Pada wanita hamil tejadi fisiologis. Pendataran serviks. Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 . Tanda ± tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. . maka didalam perubahan-perubahan baik fisik maupun memberikan asuhan kehamilan harus berdasarkan kebutuhan fisik.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada 5. mental dan sosial ibu.

dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi d ari kehidupan intra uterin. memberi dukungan pada persalinan. 7. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. persalinan. bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi.6. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin 8. . mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. SARAN 1. 2.

Jilid edisi 2. Prawihardjo 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta. JNPK. JNPKR-POGI: Jakarta . EGC Jakarta. Kedokteran EGC.B. Gobak ett all. 2002. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. Ilmu Kebidanan. Kedokteran EGC. Muchtar 1998. Yayasan Bima pustaka. Saifudin. Keperawatan Maternitos. 2005. A. Rustam. Sinopsis Obstetri.. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. Sarwono.2006. EGC Jakarta. 2008. sarwono prawihardjo.DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones.

Engkay S Chandra) Mengetahui. Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti. Ka.M.LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny. SKM. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.Kes) . Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S.ST) (Bd.

LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny.Kes) .M. Ka.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti.ST) (Bd. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. Engkay S Chandra) Mengetahui. SKM.

SKM.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur. penulis panjatkan kepada Allah SWT. Lilis Sumiati S. Djumhana Cholil.M. Oleh karena itu. SKM. H.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1. 3. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. atas segala rahmat dan hidayah-Nya. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. 4. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. Wiwin Winarti.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. . Rizar Riyanto.M.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. 2.

selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis. Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.5. orang-orang terdekat serta seluruh teman-teman seperjuangan yang telah memberi motivasi sehingga makalah komprehenshif ini dapat terselesaikan. Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental. Ny. Sahabat. spiritual. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya. Juni 2010 Penulis . Sukabumi. serta materi. umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini. Ibu bidan Engkay S chandra. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan. Khususnya bagi penulis. Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati. E. 6. 8. 7.

....... 5. ........... ................ .. .... Proses kehamilan ............ ....................................................... .............................. BAB I PENDAHULUAN A...................... 4....... 6... Ruang Lingkup ...... ..... 2... Teori Kehamilan ........... ....... Tujuan ..... BAB II TINJAUAN TEORI A.......................... ....................... ........................... .............................. ........ . ...................................... F.............. ............. 7.. E.................................................... DAFTAR ISI . Tanda-tanda dari kehamilan .......... Tujuan ANC ............. Definisi.............................. . .... .. Persiapan kehamilan ............................ B........ . ................... 3.......................................................................................... C..... Rumusan Masalah ..... Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan ............................................. .............................. D............... ............................................ KATA PENGANTAR..... ...........................................................DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN .................................................... .. Memantau tumbuh kembang janin ............................................................................................................. ................................. LEMBAR PENGESAHAN ....... ............................ .......................... 8........ Latar Belakang .............. i ii iii v 1 3 3 4 4 5 6 6 7 7 8 10 13 14 21 ............................ .................. 1..... Manfaat Penulisan .............................. ....................... ........................ .................. ............. Ante Natal Care ................................................. Sistematika Penulisan .......................... ............................... .................

.. Etiologi persalinan ..... ............................ Bentuk-bentuk persalinan ................ Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan ..... ... 6......... .... 1.. 7................. ...................................... 11................. ................................ .......... C..................... ............... 13........ ......................................... ................ .................................................................. .. ..................... Asuhan kebidanan pada persalinan .................................... 3.... Persiapan persalinan .......... .......................................... Keluhan selama hamil........................ ....................... .... ...................... Laktasi.... ......... Nifas .................... 10......... Partograf....... Menentukan usia kehamilan.......................................... Asuhan persalinan normal....... 22 22 27 27 34 34 34 35 38 42 44 45 47 48 49 52 57 68 70 70 71 74 74 .............................. .... Tahapan persalinan ....... ............................................................................................................ Kebutuhan gizi ibu hamil ................... ..... 8............................................. 9..... Rencana Kala I ..................................... B............................................................ ........................... ............................................................................ Fisiologi nifas ......... 1............ . Definisi nifas ........ 3... Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran................... 11.......... .............9. ...................................... 4.......... . 12.................... Psikologi nifas ........ 4........................ 5.......... 2.. Mekanisme persalinan ............... .......... ................................... ... 2................................................... 12... . 10............ .. Perubahan fisik selama hamil................. Tanda-tanda persalinan ................. .......... ......... .................................................... Definisi................ ..... Persalinan........... ............................................

..... 3..........................5..... Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal ............................. B................ 7......... Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal............ Asuhan kebidanan pada persalinan normal .............. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A..... BAB III TINJAUAN KASUS A........ ... ................ . D.... ..... ...... Karakteristik bayi baru lahir ............................................................................. .......... ......................................... Kebutuhan ibu nifas ............ ... 2.. .................................. D.. ..... Program dan kebijakan tehnik masa nifas .... ............. ....... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 79 80 82 82 83 84 85 88 92 93 105 123 137 151 153 154 ................. ............................................................................................. Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir.......................... ......... .......................................................... 6.. .... Kesimpulan ............. ........ ................................ 6..... .............. Pemeriksaan fisik bayi baru lahir ...... ...... .. Tanda-tanda bahaya pada bayi . Saran ............................ 4. 5......... Penatalaksanaan nifas ............. BAB IV PEMBAHASAN........ Bayi baru lahir................................................... Definisi............................................ B............................... Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal................................................... 1..................... Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir ................. ....... C.... ..............................

A UHAN KEB ANAN KOMPREHEN I PADA NY.E DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Th G P A0 Asuhan Kebi anan Komprehensi Di j Sebagai Salah Sat Syarat Unt Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Di usun Oleh : LISTA LI WALIANTRI NIM : 0 010 A080 PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful