BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dinegara berkembang karena kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah yang komplek dan berkepanjangan. Bahkan sampai saat ini masalah tersebut belum teratasi. Dinegara miskin, sekitar 25-50 % kematian wanita subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitas (Saefudin: 2006:3). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN. AKI di Indonesia pada tahun 2005 adalah 262/100.000 kelahiran hidup, sementara AKB adalah 35/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI adalah 248/100.000 kelahiran hidup dan AKB adalah 27/1.000 kelahiran hidup. Dilihat dari data tersebut AKI dan AKB di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai 2007 (Depkes RI, 2008). Penyebab utama kematian maternal masih disebabkan oleh trias

kematian ibu yaitu 28% perdarahan, 11% infeksi, 24% eklampsi. Sementara penyebab utama kematian perinatal yaitu disebabkan oleh asfiksia neonatorum 27%, infeksi 5%, prematuritas, BBLR 29%, dan tetanus neonatorum. (Depkes RI, 2007). Sedangkan AKI dan AKB di Jawa Barat mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2007 yaitu AKI pada tahun 2003 sebesar 321.15/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 49/1000 kelahiran hidup.

Sedangkan pada tahun 2007 AKI sebesar 81/100.000 kelahiran hidup dan AKB 43.40/1000 kelahiran hidup (Dinkes Jabar, 2007). Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan angka kematian ibu (AKI) di kota sukabumi sekitar 91 per 100.000 kelahiran, sedangkan untuk angka kematian bayi (AKB) diperkirakan sekitar 53 per 1000 angka kelahiran hidup. (Dinkes Kota Sukabumi, 2008) Pada dasarnya kehamilan dan persalinan merupakan suatu hal yang fisiologis yang alami pada setiap wanita, tetapi kadang – kadang persalinan dan kehamilan tersebut di sertai dengan komplikasi sehingga akan bersifat fatologis, dan hal tersebut bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, melaksanakan asuhan kebidanan persalinan, BBL, dan nifas yang baik serta pemberian ASI pada bayi sedini mungkin sehingga dapat menurunkan angka kematiam ibu dan bayi. Berdasarkan data di atas maka penulis akan melakukan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL secara komprehensif Pada Ny E,29 thn G3P2A0 umur kehamilan 38 mg dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah pada studi kasus secara komprehensif ini adalah “ Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E 29 Tahun G3P2A0 38-39 Minggu dengan Keadaan Ibu dan Bayi Fisiologis di BPS Engkay S Chandra Tahun 2011”.

C. Tujuan

1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL normal kepada Ny E, dengan manajemen asuhan

kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan. 2. Tujuan Khusus a. b. Mengetahui tentang definisi kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Mengetahui Teori – teori tentang kehamilan, persalinan, nifas dan BBL c. Mengaplikasikan pengetahuan tentang kebidanan dengan praktek kebidanan di lapangan d. e. Mengetahui Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Dapat melakukan manajemen Asuhan Kebidanan SOAP

A. Ruang Lingkup Masalah Studi kasus ini dilakukan untuk memberikan asuhan Kebidanan secara komprehensif pada Ny. E 29 tahun G3P2A0 38-39 minggu dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis di BPS Engkay S chandra tahun 2011”.

B. Sistematika penulisan Sistematika penulisan dalam makalah ini tediri dari 5 BAB Yaitu : – BAB I : Pendahuluan ::Menguraikan tentang latar

belakang, rumusan masalah, tujuan dan ruang lingkup, sistematika penulisan dan manfaat.

Bagi BPS. Manfaat Penulisan 1. Bagi Institusi Sebagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan sebagai perbandingan untuk angkatan selanjutnya dan dapat menambah bahan koleksi perpustakaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya. 2. 3. persalinan normal. persalinan. – BAB V : Penutup : Menguraikan kesimpulan dan saran A.– BAB II : Tinjauan Teori tinjaun ::Menguraikan medis kehamilan tentang. dan nifas normal – BAB III : Tinjauan Khusus ::Menguraikan tentang manajemen asuhan SOAP – BAB IV kebidanan dengan : Pembahasan ::Menguraikan tentang keterkaitan antara teori dengan kasus. BBL normal. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu khususnya berkaitan dengan ilmu kebidanan tentang kehamilan. Engkay S Chandra . normal. nifas dan BBL.

TEORI KEHAMILAN 1. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu : a. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Hasil asuhan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka meningkatkan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Triwulan pertama (0 – 12 minggu) . Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut fertilisasi kemudian dilanjutkan menjadi nidasi dan implantasi sampai janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. BAB II TINJAUAN TEORI A. Dapat membantu kegiatan program kehamilan. Definisi Hamil adalah seorang wanita mengandung sel telur yang telah dibuahi atau dihasilkan oleh sperma. nifas dan BBL normal.a. b. persalinan. 2002 ).

h. Menanamkan pola hidup sehat. Persiapan Kehamilan Pada saat memutuskan untuk mempunyai anak perlu melakukan berbagai persiapan sebagai berikut : a. Mengkonsultasikan kesehatan fisik. d. i. Mengatur asupan nutrisi. dan bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut post matur atau lewat bulan (Winkjo satro: 2005) 1. Mencatat kondisi kesehatan. f. Faktor Psikologis terdiri dari : . Bersikap teliti terhadap obat-obatan. menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Sarwono Prawirohardjo. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Ada 3 faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu : a. Kehamilam 28 dan 36 minggu disebut premature. Mengkonsultasikan faktor genetik. Memeriksa darah.b. e. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2002) Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). 1. c. Mempersiapkan tabungan. g. Menjaga hubungan yang harmonis. b. Faktor Fisik b. c. Triwulan kedua (12 – 28 minggu) Triwulan ketiga (28 – 42 minggu) Merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami.

i) Payudara besar dan tegang. . Tanda dugaan hamil a) Menstruasi terlambat. muka. k) Perubahan warna kulit pada daerah tertentu : leher. 3) Tanda Chadwick yaitu pembendungan pembuluh darah daerah panggul menyebabkan warna serviks menjadi kebiruan (livid) atau purplish (ungu). Tanda kehamilan tidak pasti 1) Rahim membesar. e) Pingsan. l) Epulsi. b. Terjadi pada kehamilan 6-8 minggu. b) Mual muntah. m) Varises. c) Ngidam. Faktor Lingkungan Social Budaya dan Ekonomi 1. dan areola.1) Stressor 2) Dukungan keluarga c. f) Anoreksia. Disebabkan karena meningkatnya vascularisasi pada serviks. menyebabkan cekungan. h) Miksi sering. 2) Tanda Hegar yaitu melebarnya daerah pelunakan di istmus SBR. Tanda-tanda Kehamilan a. g) Lelah. d) Tidak tahan terhadap bau-bauan. j) Sulit BAB.

Dapat dilihat pada kehamilan 7-8 minggu. biasanya dengan fetoscope terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu sedangkan jika menggunakan USG terdengar pada usia kehamilan 6-8 minggu.4) Tanda Goodle yaitu serviks menjadi lunak dan cyanosis disebabkan pertambahan vascularisasi jaringan serviks. 4) Terlihat tulang dalam foto roentgen. Muncul pada minggu ke-4. Mulai dapat diraba pada minggu ke-18. Dengan dopler terdengar pada umur 8-10 minggu. a. 10) Test kehamilan (+). semakin meningkat frekuensinya pada TM III. Pada minggu ke-5 feta pole sudah tampak. 5) Tanda ladin yaitu uterus melunak didaerah anterior. 5) Terlihat adanya gambaran janin pada USG. Normal frekuensinya 120-160 x/menit. Tampak pada minggu 1214. biasanya terasa oleh ibu pada kehamilan 16-20 minggu. Tanda pasti hamil 1) Terasa adanya gerakan janin. 6) Tanda Mc Donald yaitu serviks dan uterus dapat dengan mudah ditekuk pada pertemuannya. 9) Teraba ballotment teraba pada kehamilan 16-20 minggu. ireguler ringan. 8) Kontraksi Braxton hiks yaitu kontraksi uterus ringan. tengah didaerah antara uterus dan serviks. 2) Terasa adanya bagian-bagian janin. 3) Terdengar adanya DJJ. 1. Mulai teraba pada kehamilan 6 minggu. Antenatal Care . 7) Tanda piscaseck yaitu perubahan asimetris pada bentuk uterus hamil didaerah fundus dimana terjadi implantasi tampak lebih menonjol disebabkan oleh hyperemi setempat karena hormonal. Minggu ke7-8 DJJ sudah mulai tampak. tidak sakit.

Pemberian imunisasi TT lengkap. Ukur Tekanan darah. MAP. Ukur Tinggi fundus uteri. Pelayanan “7 T” : a. 3) Mengenali tanda-tanda persalinan. 3) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatan. Timbang berat badan. 2) Penampisan preeklampsia. f. Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk : 1) Penapisan dan pengobatan anemia.haemoglobin. infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan.Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai janin lahir. Kunjungan antenatal care sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : a. Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan untuk : 1) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya. a. d. e. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). 2) Perencanaan persalinan.golongan darah) h. Kunjungan IV (36 minggu) sampai lahir dilakukan untuk : 1) Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III. b. Tes lab (glukosa. gemelli. Tilai status gizi . a.protein urine. Tes terhadap penyakit menular seksual. Pemberian Tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan. 3) Mengulangi perencanaan persalinan. 2) Mengenali adanya kelainan letak dan persentasi. g. c.

i.1 Jadwal kunjungan ulang memiliki kekhasan dalam setiap kunjungannya : Penilaian Antenatal Riwayat kehamilan Riwayat kebidanan Riwayat kesehatan Riwayat sosial Pemeriksaan keseluruhan (umum) Pemeriksaan kebidanan (luar) Pemeriksaan kebidanan (dalam) Pemeriksaan laboratorium Kunjungan Kunjungan I √ √ √ √ √ √ √ √ √ II √ Kunjungan III √ Kunjungan IV Jika indikasi √ Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada ada indikasi indikasi indikasi Jika ada Jika ada Cek Hb dan indikasi indikasi pemeriksaa n Lab. temuan kasus. j. tindak lanjut Table 2. Tilai presentasi dan Djj Temu wicara. Lain jika indikasi ada Penanganan Pemberian imunisasi TT1 TT Pemberian FE Konseling umum Konseling khusus Perencanaan persalinan Perencanaan penanganan komplikasi √ 90 Tablet √ TT2 Memperkua Memperkua t Jika indikasi t ada Jika indikasi √ √ Memperkua ada t ada Jika indikasi √ √ √ .

f. Proses Kehamilan Proses kehamilan merupakan masa rantai yang berkesinambengan terdri dari: % perlindungan 80 95 99 99 thn/seumur . Tujuan antenatalcare a. kebidanaan dan pembedahan. dan social ibu dan bayi. 1. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif. e. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. Memepersiapkan persalinan cukup bulan. d.Tabel 2. melahirkan dengan selamat. termasuk riwayat penyakit secara umum. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi b. ibu maupum bayinya dengan trauma semininmal mungkin. c.mental. Mempersiapkan peran ibu dan keluaga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil.2 Imunisasi TT Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan 1 4 minggu setelah TT 1 6 bl setelah TT 2 1 thn setelah TT 3 1 thn setelah TT 4 Lama perlindungan 3 thn 5 thn 10 thn 25 hidup 1.

proses penangkapan ini di sebut ovum pick UP mechanism 3) Ovum yang tertutup terus bejalan mengikuti tuba menuju uverus.a. endometrium. Gerak dari tuba yang mendekati ovarium – Gerak sel rambut lumen tuba semakin tinggi – Peristaltik tuba makin aktif Dan ketiga faktor ini menyebakan aliran dalam tuba makin deras menuju uterus 1) Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak terdapat hubungan antara hipotalamus . dalam bentuk pematngan pertama artinya siap di buahi. hipofisis. 3) Desakan faikel de-grap kepermukaan ovarium menyebabkan panipisan dan disertai deverkutarasi. Ovulasi Ovulasi Adalah pelepasan ovum dari ovarium. peristiwa ini terjadi pada hari kedua belas atau ke empat belas sebelum haid yang akan datang 1) Proses petumbuhan ovum ( Oogenesis ) 2) Dengan pengaruh FSH. 2) Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai tumbai ( Fimbiae ) maka ovum yang telah di lepaskan segera di tangkap oleh frimbiae tuba. frikel primer mengalami perubahan menjadi polikel de-grap yang menuju kepermukan ovarium disertai pembentukan cairan liqoor polikuli. . 4) Selama pertumbuhan menjadi polikel de-grap ovarium mengeluarkan hormon ekstogen yang dapatmempengaruhi b.

Spermatozoa Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks 1) Sepermatogeum berasal dari sel primitip tombulus 2) Menjadi spermatosit pertama 3) Menjadi spermatosit kedua 4) Menjadi spermatid 5) Akhirnya spermatozon Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari panca indra. hipotalamus. mengandung energi sehingga dapat bergerak. dan sel insterstitial leyding sehingga spermaotgonium dapat mengalami proses mitosis. pada setiap hubungan seks di tumpahkan sekitar 3 cc sperma. hipofisis. a. sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi. spermatozoon yang masuk kedalam alat genetalia wanita dapat hidup selama tiga hari. yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc.b. Bentuk spermatoa seperti cebung yng terdiri atas : 1) Kepala : lonjong sedikit gepeng yang mengndung inti 2) Leher : penghubung antara kepala dan ekor 3) Ekor : Pajang sekitar 10 kali kepala. Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopii. proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut : . Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot.

tertutup sel yang mempunyai silia c) Ovum mempunyai waktu terlama dalam ompula tuba 1) Ovum siap di buahisetelah 12 jam dan hidup selam 48 jam a) spermatozoa di tumpahkan. diliputi oleh kolona radiate mengandung persediaan nutrisi. masuk melalui konalis serulkalis dengan kekuatan sendiri b) dalam kavum uteri terjadi peruses kapasitasi yaitu pelepasan sebagian dari “ upoproteinya” sehingga mapu mengadankan fertilisasi c) spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba d) spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna e) spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis f) korona radiata dan zona pelusida dengan pelusida dengan proses enzimnatik hidloronidase g) melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum h) seetelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum. 2) Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaface ditengah setoplasma yang di sebut vitelus 3) Dalam perjalanan korona radiate makin nerkurang pada zona pelusida. ekornya lepas dan tertinggal di luar . nutrisi dialirkan kedalam vitellus melalui saluran pada zona pelusida 4) Konsepsi terjadi pada pers ampularis tuba a) Tempat yang paling luas b) Dinding penuh jongjot.1) Ovum yang di lepaskan proses ovulasi.

terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari korola radiate yang menjadi sel tropoblas dalam pertumbuhanya. Setelah pertemuan ke dua inti ovum dan spermatozoa terbentuk yang terbenteuk zigot yang beberapa jam setelah mampu membelah dirinya menjadi dud an dan seterusnya berbarengan dengan inti. hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus. Hasil pembelahan memenuhi seluruh ruangan dalam ruang ovumyang besarnya 100 mw atau 0.i) kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi a. Proses Nidasi Atau Implantasi Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “vitellus” membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metaphase”sehingga pronokluesnya menjadi “haploid” pronukelues spermatozoon dalam keadaan haploid saling mentdekati dengan inti ovum yang kini haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pemasangan pembawa tanda dari pihak peria maupun wanita.1 mm dan di sebut stadia morola Semua pembelahan sel di bagian dalam. . mampu mengeluarkan hormone krionik yang mempertahankan korpus luteum gravidarum.

entoderm. plat embrio terdiri dari undur ectoderm. Pada saat tertanamnya blastula ke dalam edomentrium. hingga dapat menanamkan diri di dalam edometrium proses penanaman blastula di sebut ridasi atu implantasi implansi terjadi pada hari ke 6 sampai 7. mungkin terjadi. b. akan tertanam ke dalam endometrium sel tropoblas mendekstruksi endometrium sampai terjadi pembentukan placenta yang berasal dari primer vili korealis. Sel tropoblas yang meliputi “perimer villi korealis” melakukan destruksi enzimatik proteolitik. setelah konsepsi. dan meroderm. kantungan ammion dan embrio padat dan perkembangan menjadi tali pusat.sementara itu fase sekresi endometrium telah makin banyak mengandung glikogen yang di sebut desidua. .Pembelahan berjalan terus dan di dalam morulla terjadi ruangan yang mengandung cairan yang di sebut “blastula” perkembangan dan pertumbuhan perjalanan blastula dengan uili korealisnya yang di lapisi sel tropoblas telah siap untuk mengadakan ridasi . Pembentukan placenta Nidasi atau implatasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang pada blastura dengan inner cell mass. Terjadinya nidasi ( implantasi ) mendorongkan sell blastula mengadakan deferesi sel yang dekat dengan ruang entoderm membentuk entoderm dan yolk sac ( kantong yolk ) sedangkan selain membentuk ektoderm dam morederm dan ruang amnion palat emberio ( embryonal palate ) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk.

Hidung. Genetalis jelas terbentuk Masa Fetus 16 Minggu 16-18 cm a. fetus terus bercabang danmengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya. Kulit merah tipis b. Kulit tebal dengan rambut lanugo . Tabel. sedangkan dari sudut fetus setiap kotiledon.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Tua Kehamilan Organogenesis 8 Minggu Panjang Janin 2. kuping dan jari terbentuk c. sehingga sejak saat embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah secara langsung terjadilah aliran darah pertma reptroplasenter pada hari ke empat belas sampai lima belas setelah konsepsi.Uterus telah penuh. Kelopak mata terbentuk b. Pertumbuhan dan Perkembangan janin. Vili korealis desi dua sampai sepuluh darah.5 cm Perkembangan a. pertumbuhan dan perkembangan janin pada rahim ibu. Bagian desidua yang tidak di hancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. Kuping lebih jelas 12 Minngu 9 cm a.Dengan berbagai untuk implantasi ( Nidasi ) di mana posisi plat embrio berada akan di jumpai berbagai variasi tali puat. yaitu insersio sentralis para sentralis marginalis atau insersio vila mentosa. 2. mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke sepuluh sampai ke sebelas setelah konsepsi. c. Kepala fleksi ke dada b. desi dua pemtalis 20 Minggu 25 cm dan kopsularis menghilang melekat a. memberikan nutrisi.

dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir.Kelopak mata jelas.b. secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda. Berat 1000 gram b. Menentukan Usia Kehamilan Kehamilan dihitung dalam minggu. alis dan bulu 24 Minngu 30-32 cm tampak a. . Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi. Ovulasi biasanya terjadi setelah 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan terjadi segera setelah ovulasi. Memantau Tumbuh Kembang Janin Tabel 2.4 Memantau Tumbuh Kembang Janin Usia Kehamilan 12 minggu 16 minggu 20 minggu 22-27 minggu 28 minggu 29-35 minggu 36 minggu 20 cm (± 2 cm) Usia kehamilan Dalam cm Teraba badan diatas sympisis Tinggi Fundus Menggunakan petunjuk pubis ½ sympisis dan umbilikus Pada umbilicus dalam 2 jari ↑ umbilikus minggu = Cm (± 2 cm) 28 cm (± 2 cm) ½ umbilicus – Px Usia kehamilan dalam 2 jari ↓ Px minggu = Cm (± 2 cm) 36 Cm (± 2 cm) Pada Px 2. Menyempurnakan janin Masa Prenatal 28 Minggu 35 cm 1.

Maka denyut jantung pada saat istirahat pun meningkat (normal 70 x/menit menjadi 80-90 x /menit). modulus dan sensitifitas. Peningkatan ini terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu 30-32. Perubahan Fisik Selama Hamil a.Untuk menentukan perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan sebagai berikut: a. Terdapat peningkatan ukuran. Tahun menstruasi terakhir + 1. Jumlah sel darah putih saat persalinan dan sesudah persalinan meningkat. c. Peningkatan curah jantung Selama kehamilan peningkatan curah jantung terjadi karena perubahan dalam aliran darah kerahim. Bulan menstruasi teakhir – 3. b. karena janin terus tumbuh darah lebih banyak dikirim kerahim ibu. Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. Setelah mencapai 30 minggu curah jantung menurun karena uterus yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. 1. tetapi sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat 25-30%. Selama trimester II tekanan darah menurun tetapi kembali normal pada rimester III. Volume darah dalam peredaran meningkat 50 %. c. Tanggal menstruasi terakhir + 7. b. Jantung dan pembuluh darah Jumlah darah yang dipompa jantung meningkat sampai 30-50%. Saat persalinan curah jantung meningkat sebesar 30 %. Akibat pengaruh estrogen payudara .

kadang-kadang mengeluh sesak dan bernafas pendek. d. Ginjal Ginjal bekerja lebih berat pada kehamilan 16-24 minggu. System pencernaan . putting susu membesar dan lebih gelap menonjol. Kelenjar granula Montgomery pada daerah areola mamae tampak jelas dan putting susu tampak menonjol. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. Pada akhir kehamilan. Pembesaran ini menyebabkan syaraf tertekan dan menimbulkan rasa sakit.membesar ukurannya. e. sehingga terjadi dilatasi. Hidung dan tenggorokan kadang mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Ginjal kanan lebih besar daripada ginjal kiri. Hal ini disebabkan karena usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Progesteron berfungsi menambah sel-sel asinus pada mamae. Pada bulan pertama kehamilan ginjal tertekan oleh uterus yang semakin membesar. Paru-paru Wanita hamil bernafas lebih cepat dan dalam. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil sedikit berubah. Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah sehingga tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Akibat progesteron terjadi pembesaran pada ginjal kanan dan kiri. terjadi peningkatan aktifitas ginjal pada wanita yang tidur miring. Dilatasi ini meningkatkan kapasitas pelvis renalis dan ureter dari 12-75 ml sehingga memungkinkan terjadi infeksi traktus urinarius. f. Otot pelvis renalis dan ureter relaks.

Spingter esophagus bawah relaksasi sehingga dapat terjadi regurgitasi lambung yang menyebabkan rasa terbakar didada (heartburn). Banyak wanita hamil ditemukan garis pertengahan kulit abdomen menjadi jelas berpigmen berwarna hitam kecoklatan yang disebut linea nigra untuk primigaravida. Kulit Pada akhir kehamilan pembesaran rahim menimbulkan peregangan akibatnya robek serabut elastik dibawah kulit menimbulkan strie gravidarum sehingga tampak garis kemerahan pada abdomen. Sekresi lambung berkurang sehingga makanan lebih lama didalam lambung. gusi menjadi lunak karena retensi cairan intraselurer yang disebabkan pengaruh hormon progesteron. Cloasma gravidarum atau topeng kehamilan adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kening dan pipi. Sedangkan pelebaran yang berdinding tipis tampak di tungkai bawah. Kadang otot dinding abdomen tidak dapat menahan ketegangan sehingga muskuli rekti terpisah digaris tengah. obstipasi dan emesis / morning sickness. Sedangkan didaerah sekitar pinggang biasanya tampak garis gelap spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba). Peningkatan pigmentasi juga terdapat didaerah putting susu. g.Salivasi meningkat pada TM I. Pada multipara terdapat pula garis-garis keperakan. Otot-otot usus relaks. Akibat peregangan tersebut terjadi diastesis rekti yaitu longgarnya otot dinding rahim. Untuk multigravida akan berubah menjadi albican (putih). Dimulut. .

5 Kg. Ibu merasa aneh . Hormon Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh untuk mempertahankan kehamilan.5-16. Masa ini merupakan masa aktif yaitu persiapan untuk kelahiran dan penyambutan bayinya. 1. Selama kehamilan diperlukan banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Jika berat badan sebelumnya normal. Hormon yang utama dihasilkan plasenta yaitu HCG yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen dan progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan. Plasenta menghasilkan hormon yang menyebabkan kelenjar tyroid lebih aktif menyebabkan denyut jantung cepat. Dapat terjadi hiperthyroidisme yang terjadi 1% kehamilan. Berat badan Kenaikan berat badan yang normal antara 6. Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam kehamilan Trimester III Trimester III merupakan periode menunggu dan waspada. Sejumlah ketakutan nampak pada trimester III. Juga dapat menyebabkan tanda peregangan berwarna pink pada kulit perut. kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 11-13 Kg.h. keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. Plasenta menghasilkan melanocyte-stimulating hormon yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan peningkatan hormon adrenal dalam darah. i. berdebar (palpitasi).

dan jelek. Keluhan Selama Hamil Trimester III a. takut menghadapi persalinan. Etiologi 1) Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan hemodynamis 2) Penggumpalan darah dipembuluh tungkai 3) hypoglikemia. Pada trimester III keinginan seksual wanita akan menurun lagi karena ukuran peruttnya yang besar dan timbul lagi ketidaknyamanan fisik. takut kehilangan perhatian yang diterimanya saat hamil. Ada perasaan takut kehilangan anak dalam kehamilannya. Tanda Bahaya 1) Kehilangan kesadaran 2) Disertai gejala anemia. dll. 2. air dan garam pada payudara .Sincope Definisi Sincope atau pusing biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga. 3) Payudara besar dan tegang Etiologi 1) Perubahan hormon akan menimbulkan deposit lemak. Sehingga pada trimester III sering terjadi depresi ringan. Ibu juga merasa khawatir pada bayinya yang akan lahir nanti. Cara Meringankan 1) 2) 3) Bangun secara perlahan dari posisi istirahat Hindari berdiri terlalu lama dilingkungan yang hangat/sesak Hindari berbaring dalam posisi terlentang.

a. Cara Meringankan 1) Kosongkan saat merasa ada dorongan untuk kencing 2) Perbanyak minum pada siang hari 3) Jangan kurangi minum di malam hari untuk mengurangi nocturia yang menggaggu tidur dapat menyebabkan keletihan 4) Batasi minum kopi.Sering BAK Definisi Sering BAK atau nokturia terjadi pada TM I dan TM III. teh. Tanda Bahaya 1) Dysuria 2) Oliguria 3) Aspmptomatic bacteriuria. a. cola dengan caffeine 5) Posisi baring miring kiri dengan kaki ditinggikan pada malam hari. Etiologi 1) Tekanan uterus pada kantung kemih 2) Ekresi sodium meningkat bersamaan dengan pengeluaran air 3) Air dan sodium tertahan dalam tungkai bawah. Cara Meringankan Gunakan BH yang dapat menyokong dan menunjang payudara untuk kenyamanan.2) Kadang payudara terasa nyeri karena ujung syarafnya tertekan.Konstipasi Definisi Konstipasi atau sembelit terjadi pada TM II dan TM III. .

TM II. a. Cara Meringankan 1) Minum cairan dingin atau panas ketika perut kosong 2) Istirahat cukup 3) Senam 4) Membiasakan buang air kecil secara teratur gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan) 5) Buang air besar segera setelah ada dorongan. Pengobatan Gunakan pembuat bahan padat (bongkahan) atau emollients.Keputihan Definisi Terjadi pada TM I. TM III.Etiologi 1) Peningkatan kadar progesteron 2) Penurunan morbiditas 3) Penyerapan air dari colon meningkat 4) Tekanan uterus membesar pada usus. Cara Meringankan . Tanda Bahaya 1) Rasa nyeri hebat di abdomen 2) Tidak mengeluarkan gas (obstruksi) 3) Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis). Etiologi 1) Hyperplasia mukosa vagina 2) Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen.

5) Statis.1) Tingkatkan kebersihan diri 2) Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun Pengobatan 1) Hindari pencucian vagina 2) Gunakan bedak (polider) untuk mengeringkan tetapi jangan terlalu banyak. gravitasi. kongesti vena. Etiologi 1) Konstipasi 2) Tekanan uterus yang meningkat terhadap vena haemorrhoidal 3) Dukungan yang tidak memadai pada vena haemorrhoid diarea anorectal 4) Kurangnya klep pada pembuluh ini mengakibatkan perubahan pada aliran darah. tekanan vena panggul. a. Tanda Bahaya 1) Terlalu banyak 2) Bau menyengat 3) Berwarna kuning / abu-abu 4) Pengeluaran cairan 5) Pendarahan pervaginam.Wasir Definisi Haemorrhoids atau wasir terjadi pada TM II dan TM III. pembesaran vena haemorrhoid Cara Meringankan .

1) Hindari konstipasi 2) Makan makanan yang berserat 3) Gunakan kompres hangat. gunakan vistaril dan seconal. Etiologi 1) Pola tidur yang berubah mulai minggu ke-25 puncaknya pada 3336 minggu. Tanda Bahaya . kompres es/ sizt bath Pengobatan Salep tropikal Tanda Bahaya Thrombi a. 2) Bangun tengah malam Cara Meringankan 1) Gunakan tekhnik relaksasi 2) Gunakan tekhnik relaksasi progesif 3) Mandi air hangat 4) Minum minuman hangat sebelum tidur 5) Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi sebelum tidur Pengobatan Gunakan antihistamin untuk jangka pendek.Insomnia Definisi Dimulai pada umur pertengahan kehamilan.

5 15 600 1. Kebutuhan Dasar Gizi Ibu Hamil Kebutuhan gizi ibu hamil ini penting karena : a. c. 2006: 100). Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan Pertumbuhan janin Mempercepat penyembuhan luka persalinan Cadangan dalam masa laktasi Kebutuhan gizi ibu hamil meliputi : Zat gizi Kalori Protein Kalsium Ferum Vitamin A Vitamin B Vitamin C Vitamin D Riboflavin As Nicotin Satuan Kal G G Mg SI Mg Mg SI Mg Mg Jumlah 2500 85 1.5 18 A. lahir spontan dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam.1) 2) Keletihan berlebih Tanda-tanda depresi.8 100 400-800 2. Definisi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan kekuatan sendiri (Manuaba. TEORI PERSALINAN 1. d. Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu). 1. 1998: 157). b. . tanpa ada kompilikasi baik pada ibu maupun janin (Prawirohardjo.

Berdasarkan tuanya umur kehamilan : 1) Abortus adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable). 1998: 94). 2) Partus immaturus adalah pengeluaran janin yang terjadi pada umur kehamilan antara 22-28 minggu dengan berat badan bayi antara 500-999 Gr. a. melalui dinding perut dengan operasi sectio caesarea. tanpa bantuan alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. Bentuk Persalinan a. 2.Persalinan (partus = labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viabel melalui jalan lahir biasa (Mochtar. 3) Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada umur 28-36 minggu. dilakukan . Berdasarkan pengertian persalinan menurut cara persalinan : 1) Persalinan spontan adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri. 2) Persalinan buatan adalah persalinan dengan tenaga dari luar misalnya persalinan pervaginam dengan menggunakan forceps atau vakum. dengan umur kehamilan > 22 minggu berat badan > 500 Gr. janin dapat hidup tetapi prematur dan berat janin antara 1000-2500 Gr. 3) Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya akan tetapi berlangsung setelah perangsangan.

dan janin postmatur. Etiologi Proses persalinan belum diketahui dengan pasti. Teori Penurunan Progesteron 1) Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu. 5) Partus postmaturus/ serontinus/ lebih bulan adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang ditaksirkan. terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai. 2) Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam batas tertentu. Teori Keregangan 1) Keadaan sirkulasi uterus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus. pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu. 3. Beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan yaitu : a. dimana terjadi penimbunan jaringan ikat. . janin matur dengan berat badan > 2500 Gr. 4) Contohnya.4) Partus maturus/ aterm/ cukup bulan adalah partus pada umur kehamilan 37-40 minggu. b. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi uteropia senter sehingga plasenta mengalami degenerasi.pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. 3) Setelah melewati batas tersebut. sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekeuatan HIS. sehingga menimbulkan proses persalinan.

lebih-lebih sewaktu partus. 2) Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. 3) Prostaglandin dianggap dapat memicu terjadinya persalinan. c. 3) Menurunkan konsentrasi progesteron akibat tuanya kehamilan maka oksitosin dapat meningkatkan aktifitas.sehingga persalinan dapat dimulai.kira 1 – 2 minggu sebelum partus.2) Produsi progesteron mengalami penurunan. sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks. 4) Antara lain penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi kira. Teori Hipotalamus-Pituitari Dan Glandula Suprarenalis 1) teori ini menunjukan pada kehamilan dengan anencephalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. 3) Akibat otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu. Seperti diketahui progesteron merupakan penenang bagi otot-otot uterus. sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin. c. c. . Teori Oksitosin Internal 1) Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior. 2) Glandula suprarenalis merupakan pemicu terjadinya persalinan. 2) Perubahan keseimbangan esterogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim.teori ini dikemukakan oleh linggin 1973. Teori Prostagladin 1) Dalam kehamilan dari minggu ke 15 hingga aterm kadar prostagklandin meningkat.

Power (tenaga) 1) His Adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus dimana tuba fallopi memasuki dinding uterus yang pada awalnya kontraksi tersebut berasal dari pacemaker. Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan a. Faktor nutrisi Teori berkurangya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hipocrates yang bila nutrisi kurang pada janin maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan. Faktor lainnya Tekanan pada ganglion ini tertekan. ( Ida Bagus Gde Manuaba.c.kontraksi uterus dapat dibangkitkan. Efek gaya kontraksi tersebut mengarah kedaerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis yang membuka untuk mendorong isi uterus keluar. Sifat his : a) Setelah kontraksi : . 3. Passege (jalan lahir) 1)Panggul 2)Jalan lahir lunak a. hal : 160 ).Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & KB 1998. d.

(1) Tidak relaksasi (2) Lebih pendek (3) Tonus seperti sebelum kontaksi-retraksi b) Kontraksi tidak sama kuat (1) Terkuat difundus (2) Terlemah di SBR c) Pacemaker batas keduanya (1) Lingkaran retraksi fisiologis (2) Lingkaran retraksi patologis (Bandl) Sifat lain his: a) Involuntir : tidak dapat diatur oleh ibu b) Intermitten c) Terasa sakit d) Terkoordinasi dan simetris e) Kadang dapat dipengaruhi dari luar baik kimia. Ostium interna dan ekterna pun terbuka. Yang perlu diperhatikan yaitu : a) Lamanya : 45-75 detik . fisik maupun psikis His yang baik : a) b) c) d) e) Kontraksi simultan simetris diseluruh uterus Kekuatan didominasi didaerah fundus Terdapat periode relaksasi antara 2 periode kontraksi Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot akan tertarik keatas oleh retraksi otot-otot korpus kemudian secara pasif terbuka dan mendatar.

tidak teratur (2) Menyebabkan “Blody Show” a) His Pembukaan (1) Kuat. hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik serta menyebabkan serviks menjadi datar dan membuka. kenaikan nadi dan tekanan darah : pertukaran oksigen dan pada sikulasi uteroplasenta kurang sehingga menimbulkan hipoksia janin. simetris.b) c) Intensitasnya : 40 mmHg Interval : 10 menit sekali Pembagian his berdasarkan fungsinya : a) His Pedahuluan (1) His tidak kuat. padat. terkoordinasi. lama (2) Disertai keinginan mengedan a) His Pelepasan Uri b) His Pengiring/ His Royan Perubahan yang terjadi akibat adanya his: a) Pada uterus dan serviks : uterus lebih keras. Karakteristik perbedaan his persalinan dan his palsu : Faktor Kontraksi His Persalinan Teratur His Palsu Tidak teratur . b) Pada ibu c) Pada janin : rasa nyeri. teratur. teratur. menyebabkan rasa sakit (2) His pembukaan serviks sehingga terjadi pembukaan lengkap b) His Pengeluaran (1) Kuat.

Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran Bayi a. Rujukan 1) B (Bidan) : pastikan bahwa ibu dan/ bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompeten dan untuk menatalaksana gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa kefasilitas rujukan. Membuat Keputusan Klinik b. Ini hanya akan berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu rahim kontraksi. nifas dan bayi baru lahir . Asuhan Sayang Ibu Dan Sayang Bayi c.Interval Intensitas Lokasi sakit Pengaruh sedativa Perubahan serviks Memendek Makin kuat Belakang dan abdomen Tidak berpengaruh Mendatar dan membuka Tetap memanjang Tetap Abdomen bawah Hilang Tetap 1) Tenaga mengejan : pada waktu kepala sampai didasar panggul timbul suatu refleks yang mengakibatkan bahwa ibu yang akan bersalin menutup glotisnya. 2) A (Alat) : bawa perlengkapan dan bahan untuk asuhan persalinan. a) b) c) Passenger (janin) Psikis ibu Penolong 3. Pencegahan Infeksi d. mengkontraksikan otot perutnya dan menekan diafragma kebawah. Pencatatan (Rekam Medik) Asuhan Persalinan e.

alat resusitasi. 5) O (Obat) : bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu kefasilitas rujukan. pastikan . 3) K (Keluarga) : beritahu ibu dan keluarga kondisi ibu terakhir dan/bayi dan mengapa ibu dan/bayi perlu dirujuk. Obat-obatan tersebut akan dibutuhkan selama diperjalanan. Jelaskan kepada mereka alasan dan tujuan merujuk ibu kefasilitas rujukan tersebut. dll) bersama ibu ketempat rujukan. Sertakan juga partograf yang dipakai untuk membuat keputusan klinik. asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/ bayi baru lahir. 4) S (Surat) : berikan surat ketempat rujukan. selang IV.(tabung suntik. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/ bayi baru lahir hingga kefasilitas rujukan. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan dalam perjalanan menuju fasilitas rujukan. cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan. Selain itu. 6) K (Kendaraan) : siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi cukup nyaman. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/ bayi baru lahir.

8) DA (Donor Darah) : siapkan donor darah untuk mengidentifikasi kejadian yang tidak diinginkan pada waktu persalinan. Penghilang rasa nyeri e. Persiapan Persalinan Persiapan persalinan sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi. Tempat persalinan b. Persiapan persalinan terdiri dari (Huliana. Tanda-Tanda Persalinan a. Plasenta (dimana plasenta akan diurus) 3. Transportasi d.kondisi kendaraan cukup baik untuk mencapai tujuan pada waktu yang tepat. Pendamping persalinan f.Tanda Permulaan Persalinan . 3. 7) U (Uang) : ingatkan kepada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan kesehatan yang lain diperlukan selama ibu dan/ bayi baru lahir tinggal difasilitas rujukan. Penolong persalinan c. 2001: 115) : a.

Sebelum terjadi persalinan sebenarnya 2 minggu sebelumnya ibu hamil memasuki “minggunya” yang disebut kala pendahuluan “Preparatory stage of labour”. durasinya pendek (< 45 detik). Persalinan palsu adalah kontraksi semu berjalan tidak teratur. 1) Lightening/ settling/ dropping Disertai adanya tanda : a) Peningkatan frekuensi BAK b) Perasaan ketidak nyamanan karena penekanan pada seluruh pelvis c) Kram pada kaki d) Peningkatan statis vena 1) Persalinan palsu Disebut juga Braxcton Hick. Sering ditemukan pada akhir kehamilan (±3-4 minggu). Perbedaan persalinan sebenarnya dan persalinan palsu : Persalinan sebenarnya Serviks menipis dan membuka Rasa nyeri dengan interval teratur Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek Waktu dan kekuatan kontraksi Persalinan palsu Tidak ada perubahan serviks Rasa nyeri tidak teratur Tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya Tidak ada perubahan waktu dan . Biasanya persalinan akan terjadi beberapa jam atau beberapa hari mendatang. 2) Tanda awal Tanda awal persalinan berupa “Show/ Blody Show” yaitu berupa sekret vagina yang terdiri dari sedikit darah lendir yang menunjukan ekspulsi sumbatan lendir yang menyumbat kanalis servikalis. Nyeri terasa dilipatan paha dan perut bagian bawah atau punggung.

semakin bertambah Rasa nyeri dibagian belakang dan menyebar kedepan Berjalan menambah intensitas Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri Lendir darah lebih tampak Ada penurunan bagian bawah janin Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan a. Kala ini merupakan stadium ekspulsi . Kala II (Pengeluaran Janin) Dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir dengan kelahiran bayi (Hanifa.Tanda Inpartu 1) 2) 3) 4) Dorongan meneran Tekanan anus kekuatan Kontraksi Kebanyakan rasa nyeri dibagian depan Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri Tidak ada lendir darah Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah janin Kepala belum masuk PAP walaupun ada kontraksi Pemberian obat penenang menghentikan rasa nyeri Perineum menonjol Vulva membuka 4. dkk. 1999). Kala I ( pembukaan ) dibagi atas 2 fase : 1) Fase laten 2) Fase aktif a) Periode akselerasi b) Periode dilatasi maksimal c) Periode deselerasi b. Tahapan Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : a.

Kala IV (Observasi selama 2 jam) Kala pengawasan dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. luka perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma.Bantu ibu dalam saat persalinan agar tidak merasa sakit : 1) Berikan dukungan moral dan yakinkan ibu 2) Memberikan informasi kemajuan persalinan 3) Mendengarkan keluhan pasien a. Kala III (Pengeluaran Uri) Setelah bayi lahir kontraksi berhenti sekitar 5-10 menit kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Rencana Kala I a. c.5-2 jam sedangkan pada multi ½-1 jam. plasenta dan selaput ketuban yang lahir lengkap. perdarahan. Kala II pada primi berlangsung selama 1. d.janin. Yang diobservasi yaitu diantaranya : kontraksi uterus. 3. resume keadaan umum ibu dan bayi. kandung kemih harus kosong.Jika ibu tampak kesakitan : 1) 2) 3) 4) 5) Ajarkan teknik relaksasi Ajarkan untuk mengubah posisi sesuai keinginan ibu Anjurkan ibu untuk jalan-jalan Mengajak orang untuk mendampinginya Ibu diperbolehkan beraktivitas sesuai kesanggupan ibu .

Jika pasien berkeringat : 1) 2) Beri kipas. . b. Memenuhi kebutuhan energi g.Melakukan pemantauan 4. Engagement Terjadi ketika diameter biparietal kepada janin telah melalui pintu atas panggul. e.sehingga bagian presentasi janin terdorong kedalam panggul.Sarankan ibu berkemih sesering mungkin h. f. Mekanisme Persalinan Mekanisme persalianan mengacu kepada bagaimana jain menyusuaikan dan masuk kepanggul ibu yang meliputi gerakan: a.Memperbolehkan ibu untuk mandi atau membersihkan diri.6) Ajarkan teknik bernafas (kaki tarik keatas dengan tangan merangkul mendekati dada dengan kepala diangkat sambil bernafas dalam).Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil pemeriksaan diberiahukan kepada ibu dan keluarga. AC Perbolehkan mandi.pada wanita multipara yang otot abdomennya lebih kendur kepala sering kali tetap dapat digerakan diatas permukaan panggul sampai persalinan dimulai.hal ini terjadi sebelum persalianan aktif dimulai karena otot-otot masih tegang.Penolong tetap menjaga privasi pasien selama persalinan : 1) 2) Menutup tirai Menghadirkan keluarga c. d.pada kebanyakan nullipara.

ketika oksoput berputar kearah posterior. d.dengan fleksi. Penurunan Kepala (Desensus) Gerakan bagian presentasi melewati panggul.Efek ketiga kekuatan itu dimodifikasi oleh ukuran dan bentuk bidang panggul dan kapasitas kepada janin untuk bermolase.dalam keadaan normal fleksi terjadi dan dagu didekatkan kearah dada janin. Putaran dalam (Rotasi internal).suboksiput bregmatika yang berdiameter lebih kecil(9.dinding panggul atau dasar panggul. e.hal ini dimungkinkan karena kepala janin mengalami gerakan seperti sepiral atau seperti skrup pada waktu turun dalam jalan lahir. Fleksi Segera setelah kepala yang turun tertahan oleh servise.kepala janin diarahkan oleh tulang panggul dan otot-otot dasar panggul.penurunan merupakan hasil dari sejumlah kekuatan.yaitu:tekanan pada cairan amnion. Putaran paksi dalam dimulai pada bidang setinggi spina ishiadika.5)dapat masuk kedalam pintu bawah panggul.dan kontraksi diafragma dan otot-otot abdomen ibu pada tahap kedua persalinan. .terjadi selama persalianan dan oleh karena itu keduanya diperlukan untukdan terjadi bersamaan dengan mekanisme lainnya.akhirnya oksiput berada digaris tengah dibawah lengkung pubis.setiap kali terjadi kontraksi.tekanan lansung kontraksi fundus pada janin.tetapi putaran ini belum selesai sampai bagian presentasi mencapai panggul bagian bawah. Ekstensi. c.b.

dan akhirnya Dagu.saat kepala janin mulai muncul melalui introitus. 3.dengan cepat diikuti oleh bahu posterior.Dengan demikian. Restitusi Setelah kepala lahir.kemudian kepala muncul keluar akibat Ektensi : pertama-tama oksiput.bahu bayi masuk pintu atas panggul mengikuti jalan lahir. ketakutan dan kesakitan.Rencana asuhan pada kala I 1) Bantulah ibu dalam masa persalinan jika ia tampak gelisah.bayi berputar sehingga mencapai posisi yg sama dengan saat ia memasuki pintu atas panggul. Putaran Luar (Rotasi Eksternal) Putaran luar kepala janin pada hakikatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin. a) Berikan dukungan dan yakinkan dirinya .kepala yang telah berada diluar melakukan putaran paksi luar yaitu menyesuiakan diri dengan panggul bayi bahu anterior biasanya dilahirkan lebih dahulu.kepala dapat terlihat lebih lanjut.Putaran 45 derajat membuat kepala janin kembali sejajar dengan panggul dan bahunya. f. Asuhan Kebidanan Pada Persalinan a.kepala akan defleksi kearah anterior. h. g.kemudian wajah.2005:247).sisa badan bayi-bayi lainnya akan segera terdorong keluar ( bobak.setelah kedua bahu tersebut.mula-mula oksiput melewati permukaan bawah simpisis pubis.bahu depan akan tampak dibawah simpisis pubis.dan perineum segera teregang oleh bahu belakang. Ekspulsi segera setelah rotasi eksterna.

antara lain menggunakan penutup atau tirai. e) Ibu diperbolehkan untuk melakukan aktifitas sesuai dengan kesanggupannya f) Ajarkan kepadanya teknik bernafas. ibu diminta untuk menarik nafas panjang. c) Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk lebih sensitive terhadap perasaannya 2) Jika ibu tersebut tampak kesakitan. tidak menghadirkan orang lain tanpa seijin dan sepengetahuan ibu (2) Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan. dukungan/asuhan yang dapat diberikan a) Lakukan perubahan posisi b) Posisi sesuai dengan keinginan ibu. (1) Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan. . c) Sarankan ibu untuk berjalan d) Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi. tetapi jika ibu ingin di tempat tidur sebaiknya dianjurkan tidur miring ke kiri.b) Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannya. menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara ke luar sewaktu terasa kontraksi.

pembukaan serviks. (1) Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi. penurunan sesuai dengan frekuensi yang telah ditetapkan (fase aktif/laten). (2) Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin. berikan cukup minum. dan dokumentasikan hasil ketuban yang ada pada partorgraf. a. kontraksi. b) Menawarkan minum. mengipasi dan memijit ibu. (3) Lakukan pemantauan : tekanan darah. Pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan setiap 4 jam selama kala I pada persalinan. suhu badan. dan setelah selaput ketuban pecah. nadi.Rencana asuhan pada kala II 1) Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan : a) Mendampingi ibu agar merasa nyaman. 1) Menjaga kebersihan diri : a) Ibu tetap di jaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi b) Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan . denyut jantung janin. (4) Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat atasi dengan cara: (a) Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar (b) Manggunakan kipas biasa (c) Menganjurkan ibu untuk mandi sebelumnya.(3) Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya setelah buang air kecil/besar.

dan mencegah dehidrasi. Pengendalian tarikan pada tali pusat dan Pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir . ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin.1) Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu. dengan cara : a) Menjaga privasi ibu b) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan c) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu 1) Mengatur posisi ibu. 2) Memberikan cukup minum : memberi tenaga.dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut : a) Jongkok b) Menungging c) Tidur miring d) Setengah duduk Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri. 1) Menjaga kandung kemih tetap kosong. mudah mengedan. kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi. a.Rencana asuhan pada kala III 1) Melaksanakan manajemen aktif kala III meliputi : a) b) c) Pemberian Oxytocin dengan segera.

massage uterus sampai menjadi keras. 2002 : N8) . a. 1) Periksa wanita tersebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi. nadi. sebagai permulaan dengan menyusui bayinya. bantu ibu pada posisi yang nyaman 6) Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan bayi dan ibu. 5) Biarkan ibu istirahat. 2) Periksa tekanan darah. berikan oxytocin 10 unit. 2) Jika menggunakan menajemen aktif dan plasenta belum lahir juga dalam waktu 30 menit a) Periksa kandung kemih dan lakukan katerisasi jika kandung kemih penuh. kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua. 4) Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering. Jika kontraksi tidak kuat. Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya. 3) Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi.Rencana asuhan pada kala IV 1) Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua. menyusui juga membantu uterus berkontraksi (Saifuddin. Berikan oxytocin 10 unit (im) dosis ke tiga.1) Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit. b) c) Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta.

2) Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai. bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan menatalaksanakan komplikasi ibu dan bayi baru lahir. c) Perineum tampak menonjol. lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi. b) Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vaginanya. Asuhan Persalinan Normal 58 Langkah a. a) menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal bahu bayi b) menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai didalam partus set. Menyiapkan Pertolongan Persalinan Normal 1) Pastikan kelengkapan peralatan. d) Vulva dan sfingter ani membuka. 3) Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam. Untuk asfiksia = tempat datar dan keras. a. Mengenali Gejala dan Tanda Kala Dua 1) Mendengar dan melihat adanya tanda dan gejala persalinan kala dua: a) Ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran. . 2 kain dan 2 handuk bersih dan kering. 1) mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih.3.mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai atau handuk pribadi yang bersih dan kering.

2) Dengan menggunakan teknik aseptik.mengganti sarung tangan tersebut dengan benar didalan larutan dekontaminasi). .lakukan amniotomi 3) Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0.membersihkannya dengan seksama dengan cara menyeka dari depan ke belakang.5% dan kemudian melepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendamnya kedalam larutan klorin 0.perineum atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu.membuang kapas atau kassa yang terkontaminasi dalam wadah yang benar.4) Menghisap oksitosin 10 Unit kedalam tabung suntik(dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril)dan meletakannya kembali di partus set atau wadah desinfeksi tingkat tinggi atau steril tanpa mengkontaminasi tabung suntik.menyekanya dengan hatihati dari depan kebelakang dengan menggunakan kapas desinfeksi tingkat atau kassa yang sudah dibasahi air tinggi.bila selaput ketubanan belum pecah.jika mulut vagina.melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap. Memastikan Pembukaan Lengkap dan Keadaan Janin Baik 1) Membersihkan vulpa dan perineum. a.5% selama 10 menit.mencuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan. sedangkan pembukaan sudah lengkap.

6) Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf. a. 5) Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal .4) Memeriksa denyut jantung janin (DJJ)setelah kontraksi berakhir untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160 kali permenit). 4) Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran.(pada saat ada his. 5) Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran: a) Membimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan untuk meneran.membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya. 3) Menjelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu untuk meneran secara benar.bantu ibu dalam posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ia merasa nyaman ). 2) Menunggu hingga ibu mempunyai keinginan untuk meneran. Menyiapkan Ibu Dan Keluarga Untuk Membantu Proses Bimbingan Meneran 1) Memberi tahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik.mendukung dan memberi .melanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktip dan mendokumentasikan penemuan-penemuan yang ada.

Lahirnya kepala . e) Menganjurkan asupan cairan per oral (minum).dibawah bokong ibu 3) Buka tutup partus set dan perhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan.berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman. 4) Pakai sarung tangan dtt pada kedua tangan.semangat atas usaha ibu untukmeneran perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai. f) Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai. d) Menganjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat kepada ibu. Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi 1) Letakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi)diperut ibu. g) Segera rujuk jika bayi belum lahir atau tidak segera lahir setelah 120 menit ( 2jam )meneran (primigravida) atau 60 menit (1jam) meneran (multigravida). a. c) Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi. 2) Letakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian.jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit. b) Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam waktu yang lama). 1) Menganjurkan ibu untuk berjalan.jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm.

Lahirnya bahu 10) Setelah kepala mengadakan paksi luar. 6) Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi.5) Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm membuka vulva maka.lengan dan siku sebelah bawah.bokong tungkai dan kaki.tangan yang lain menahan kepala bayi untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan dangkal. 12)setelah tubuh dan lengan lahir.lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain yang bersih dan kering.gunakan tangan atas untuk menyelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas. Lahirnya badan dan tungkai 11) setelah kedua bahu kedua lahir.anjurkan ibu untuk meneran saat kontraksi.klem tali pusat didua tempat dan potong diantara dua klem.pegang secara bipariental.pegang kedua .dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arcus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang. 9) Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan.geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala. 8) Jika tali pusat melilit leher secara kuat.dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi.lepaskan lewat bagian atas kepala bayi. 7) jika tali pusat melilit leher secara longgar.penelusuran tangan atas berlanjut kepunggung.

17) lakukan penegangan dan dorongan dorso cranial hingga plasenta terlepas.ditepi atas simpisis. 14) Letakan satu lengan diatas kain pada perut ibu.tegangkan tali pusat kearah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang – atas( dorso-kranial)secara hati-hati ( untuk mencegah inversio uteri).minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas.atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu.hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas.mata kaki(masukan telunjuk diantara kaki dan pegang masingmasing mata kaki ibu jari dan jari-jari yang lainnya. Menejement aktif kala III 13) pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva. 16) jika uterus tidak segera berkontraksi.jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik.pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta. 15) Setelah uterus berkontraksi.minta ibu.mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorsocranial) a) jika tali pusat bertambah panjang.untuk mendeteksi. b) Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit mengangkat tali pusat: (1) beri dosis ulang oksitosin 10 Unit IM (2) Lakukan katerisasi (aseptic) jika kandung klemih penuh .suami.tangan lain menegangkan tali pusat.

Melakukan Prosedur Pasca Persalinan .lahirlah plasenta dengan kedua tangan. pakai sarung tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. 3) Jika selaput wadah robek. segara lakukan penjahitan. Rangsangan Taktif ( Masase ) uterus 4) Segera setelah plasenta lahir dan selaput ketuban lahir. a. lakukan masase uterus.(3) minta keluarga menyiapkan rujukan (4) ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya (5) jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir atau bila terjadi pendarahan. Pegang dan putar plasenta hingga selaput wadah yang telah disediakan. letakan telapak tangan difuhdus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras).segera lakukan manual. 5) Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. 2) Saat plasenta muncul diintroitus vagina. Masukan plasenta kedalam kantung pelastik atau tempat khusus.Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik masase. Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif. Lakukan penjahitan bila iaserasi menyebabkan perdarahan. 6) Evaluasi kemungkinan iaserasi pada vagina dan perineum.

dan vitamin K1. 3) Ajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi. 1) setelah satu jam. bilas kedua tangan tersebut dengan air DTT dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. . a) Letakan bayi dalam jangkauan ibu agar sewaktu-waktu bisa disusukan.1) Celupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0. 4) Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah. beri tetes mata anti biotic profilaksis.5%. melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksanaan antonia uteri. b) Letakan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum berhasil menyusui didalam 1 jam pertama dan biarkan sampai bayi berhasil menyusu. Evaluasi 5) Lanjutkan pemantauan kontraksi dan pencegahan perdarahan pervaginam : a) 2 – 3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan b) Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan c) Setiap 20 – 30 menit pada jam kedua pasca persalinan d) Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik. 2) Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi hepatitis b dipaha kanan anterolateral. 2) Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam. lakukan penimbangan / pengukuran bayi. 1mg intramuskuler dipaha kiri anterolateral.

Bantu ibu memberikan ASI. 1) Periksa kembali bayi untuk pastikan bahwa bayi bernafas dengan baik ( 40-60 kali/menit ).1) Memeriksa nadi ibu. 3) Pastikan ibu merasa nyaman.5%. Cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi. 8) Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.5˚C – 37. 4) Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0. 9) Dokumentasi . Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering.5%. balikan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0. lendir dan darah. Bersihkan sisa cairan ketuban.5˚C ).5% untuk dekontaminasi ( 10 menit ). 6) Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai. dan keadan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan : a) Memeriksa temperature tubuh sekali setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan b) Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal. 2) Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT.5% 5) Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0. 7) Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0. Anjurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya. selama 10 menit. Serta suhu tubuh normal ( 36.

a. 5) Tekanan darah dan temperatur suhu tubuh setiap 4 jam. 4) Penurunan bagian terbawah setiap 4 jam. atau adanya aseton/ protein urin setiap 2-4 jam.Data dalam partograph 1) Informasi tentang ibu dan riwayat tentang kehamilan/persalinan .10) Lengkapi partograf ( halaman depan dan belakang ). (Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. b.Tujuan 1) Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 2) Mendeteksi apakah persalinan berjalan secara normal 3) Mencatat kondisi ibu dan janin 4) Untuk membuat keputusan klinik a. asuhan. Partograph adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan. periksa tanda vital dan asuhan kala IV. 2007) 4. 3) Dilatasi serviks setiap 4 jam.Catatan kondisi ibu 1) Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit (termasuk pemantauan DJJ setiap 30 menit). 6) Produksi urine. 2) Nadi setiap 30 menit. pengenalan penyulit dan membuat keputusan klinik. Partograf a.Definisi Partograph adalah alat bantu untuk memantau Informasi klinik tentang kemajuan persalinan.

:selaput ketuban sudah pecah.Molase Adalah penyusupan antara tulang kronium. cairannya jernih. 6) Obat-obatan dan cairan yang diberikan. a. 4) D : selaput ketuban sudah pecah.Parameter Partograph Parameter Tekanan darah Frekuensi fase aktif Setiap 4 jam . : saling tumpang tindih. 4) Jam dan waktu. dapat dipisah. 5) Kontraksi uterus. dalam partograph ditandai dengan : 1) 0 2) 1 3) 2 4) 3 : tulang kepala janin terpisah. 8) Asuhan. 5) K : selaput ketuban sudah pecah. tatalaksana dan keputusan klinik. cairannya bercampur dengan mekonium. tidak dapat dipisah. a. 3) Kemajuan persalinan. a. cairannya bercampur dengan darah. 7) Kondisi ibu. cairannya tidak ada (kering). : hanya bersentuhan. : saling tumpang tindih.Catatan tentang air ketuban 1) U : selaput ketuban utuh.2) Kondisi janin. 2) J 3) M : selaput ketuban sudah pecah.

2002 : N-23) 2. Fisiologi Nifas a. (Saifudin.Suhu Nadi DJJ Kontraksi Pembukaan serviks Penurunan A. 2002 : 237). Involusi di sebabkan oleh : .alat genelitia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur putih kembali seperti keadaan sebelum hamil. alat. akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti semula selama 3 bulan. Masa nifas (puerperium) di mulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat. Masa nifas berlangsung selama kira. (Sarwono. terutama terjadi pada uterus yang berhubungan dengan Tinggi fundus Uteri (TFU) dan berat uterus. Involusi Dalam masal nifas. Perubahan – perubahan alat – alat genelitia ini dalam keseluruhan di sebut involusi.kira 6 minggu. TEORI NIFAS 1.kira 6 minggu.alat kandungan kembali seperti ke keadaan sebelum hamil. Definisi Setiap 2 jam Setiap 30-60 menit Setiap 30 menit Setiap 3 menit Setiap 4 jam * Setiap 4 jam * Masa nifas (puerperium) adalah yang dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira.

2002 : 240) a) Serviks Setelah persalinan bentuk serviks seperti corong berwarna merah kehitaman. . 2) otoalisis. sitoplasma sel yang berlebih akan tercerna sendiri sehingga tertinggal jaringan Fibro elastik dalam jumlah renik sebagai bukti kehamilan. 3) Atrofi jaringan yang berfoliferasi dengan adanya estrogen dalam jumlah besar lalu mengalami atrofi sebagai reaksi terhadap penghentian produksi estrogen yang menyertai pelepasan plasenta. Regenerasi endometrium memakan waktu 2-3 minggu. setelah 3 hari permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya selsel dari tangan mengalami degenerasi.perlukaan kecil.1) Kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terus menerus sehingga mengakibatkan kompresi pembuluh darah dan iskemia. Setelah bayi lahir ostium eksterna dapat dimasuki 2-3 jari tangan. b) Endometrium Pada hari pertama setebal 2-5 mm mempunyai permukaan kasar akibat pelepasan deciduas dan selaput janin. setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari. konsistensinya lunak kadang – kadang terdapat perlukaan. Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring menimbulkan rasa nyeri yang di sbut “nyeri ikutan (afterpain)” kadang – kadang mengganggu selama 2-3 hari postpartum (Sarwono.

c) Vulva dan vagina Mengalami peregangan serta penekanan yang besar dalam proses persalinan, hari pertama, kedua organ ini dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu akan kembali pada keadaan pra hamil, rugae vagina berangsur- angsur muncul dan lebia lebih menonjol, arifisum vagina sedikit membuka, hymen mengalami rupture yang menyisakan sisa- sisa kulit yag disebut “karutiukule mirtiform .” d) Traktus urinarius Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan, yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. Kombinasi trauma akibat persalinan, peningkatan kapasitas kandung kemih. e) System kardiovaskuler Hemokonsentrasi pada masa hamil di dapat hubungan pendek yang di kenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. Setelah persalinan shunt akan menghilang tibatiba. Volume ibu relative bertambah dan mekanisme timbulnya homokonsentrasi sebagai Volume darah kembali seperti sedia kala dan terjadi pada hari ke 3-5 postpartum. (Sarwono, 2002 : 238) a. Lochea Adalah cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas
1) Lochea rubra (cryent) berisi darah segar dan sisa- sisa selaput

ketuban sel – sel decidua. Vernik kaseosa, lanugo dan mekoneum selama 2 hari atau 3 hari postpartum

2) Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan

lendir hari 3-7 pasca persalinan.
3) Lochea serosa berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi

pada hari ke 7-14 pasca persalinan
4) Lochea alba persalinan setelah 2 minggu 5) Lochea purulenta terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah

berbau busuk.
6) Lichiostatis, lochea tidak lancar keluarnya

(Sarwono, 2002 : 241) 1. Laktasi Sejak kehamilan telah terjadi perubahan- perubahan pada kelenjar mamma diantaranya : a. Poliperasi jaringan pada kelenjar- kelenjar, alveoli dan jaringan lemak bertambah.
b. keluar susu jolong dari laktiferus berwarna kuning (colostrum)

c. Hipervaskularisasi di permukaan dan bagian dalam dimana vena berdilatasi sehingga tampak jelas.
d. setelah persalinan, pengaruh estrogen dan progesterone hilang.

Maka timul pengaruh laktogenik (LH) atau prolaktin yang merangsang air susu. Pengaruh oksitosin menyebabkan miopitel kelenjar susu berkontraksi sehingga ASI keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan. Iasapan pada putting susu merangsang secara psikis pengeluaran oksitosin sehingga ASI keluar lebih banyak dan proses inovolsi lebih sempurna. 1. Pskologi Nifas a. Taking in

Suatu periode dimana tingkah laku ibu tergantungpada orang lain dan berfokus pada dirinya sendiri, belum pada bayi, sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. Terlihat pada jam pertama setelah melahirkan pada periode ini berlangsung hari pertama dan kedua. b. Taking Hold Suatu periode terjadi perpindahan dari keadaan ketergantungan menjadi individu. 1) Energi ibu lebih meningkat, lebih nyaman 2) Focus pada dirinya dan bayinya 3) Mempunyai inisiatif untuk merawat diri dan bayinya 4) Saat tepat pemberian pendidikan. a. Letting Go Suatu periode dimana terjadi perpindahan dari keadaan mandiri ke peran baru. 1) Dimulai akhir minggu pertama setelah melahirkan. 2) Ibu merasa bayinya sudah berpisah darinya, bayi memerlukan bantuannya. 1. Penatalaksanaan Nifas a. Pengawasan Masa Nifas Perawatan peurperium harus lebih aktif yaitu dengan ibu di anjurkan untuk melakukan “Mobilisasi Dini” (early mobilization). Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan :
1) Melancarkan

pengeluaran

lochea,

mengurangi

infeksi

puerperium.
2) Mempercepat involusi alat kandungan. 3) Melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan

tanda vital (TD. 2002 : 266) Perawatan puerperium di lakukan dalam pengawasan sebagai berikut : 1) Rawat Gabung Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan bersama – sama sehingga ibu lebih banyak memperhatikan bayinya. Nadi. c) Lochea: Warna. apakah baik atau terbuka. 2) Pemeriksaaan Khusus a) Fisik : Meliputi tanda.tanda infeksi (kalor. (Sarwono. rubor. sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme. dolor. RR) b) Fundus Uteri : Tinggi fundus uteri. tumor dan penanahan). pem bengkakan ASI. kontraksi uterus. 2002 : 266). (Sarwono. 2002 : 242) 1) Pemeriksaan Umum a) Kesadaran Penderita b) Keluhan yang telah terjadi setelah persalinan (Saifuddin. segera dapat memberikan ASI sehingga kelancaran pengeluaran ASI lebih terjamin (Sarwono. apakah ada tanda. banyak dan bau.4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah. jenisnya (rubra) d) Payudara : Keadaan putting susu. pengeluaran ASI. 2002 : N-24) 1) Pemulangan dan Pengawasan Ikutan . e) Perineum : Kedaan luka / jahitan episiotomi. Suhu.

Penjabaran 4 sehat 5 sempurna perlu di perhatikan dan dapat di terjemahkan untuk masyarakat yang terdiri dari nasi. Jika masih belum BAB dapat di berikan obat laksans per oral / rectal / huknah. lauk pauk. hari ketiga jalan – jalan mobilisasi berpariasi tergantung kompilkasi persalinan.luka. bila sulit anjurkan ibu mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum. Kemudian miring ke kanan dan kiri untuk mencegah trombosis dan tromboemoli (penyumbatan pada pembuluh darah di kaki). ibu harus beristirahat. sayuran. Nasihat yang perlu di berikan saat memulangkan adalah : a) Diet / Nutrisi Masalah. tidur terlentang selama 8 jam. d) Istirahat . setelah 2-3 hari dirawat. nutrisi perlu mendapat perhatian pada kala nifas untuk dapat meningkatkan kesehatan dan memberikan ASI. Hari kedua boleh duduk. nifas dan sembuhnya luka. Serta tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu. c) Mobilisasi Karena itu setelah habis bersalin. b) Miksi dan BAB Pada hari pertama dan kedua. BAB biasanya sulit pada 24 jam pertama setelah melahirkan. buah dan di tambah susu. biasanya ibu akan sering BAB karena tubuh sedang membuang cairan ekstra yang tersimpan tubuh selama 9 bulan dan saluran kencing kendor karena membesarnya rahim. BAB harus di lakukan 2-3 hari pasca persalinan.Pemulangan di lakuakan setelah keadaan baik dan tidak ada keluahan.

Dalam waktu 3 bulan belum menstruasi dapat menjamin bertindak sebagai kontrasepsi. siang 2 jam dan malam 7-8 jam. Pakaian dalam yang menyerap sehingga lochea tidak memberikan iritasi pada kulit sekitarnya. Pemberian ASI di lakukan pada kedua payudara sehingga kelancaran pembentukan ASI berjalan dengan baik. h) Stagnasi ASI dapat menimbulkan bahaya infeksi sampai abses. k) Pakaian l) Pakaian agar longgar terutama payudara agar tidak tertekan dan perut sebab mempengaruhi involusi uterus. bersih dan memberi perlindungan terhadap infeksi.e) Penting untuk memulihkan kesehatan. pertimbangan bahkan untuk imunisasi. . segar. Puting susu perlu di perhatikan dan di bersihkan sebelum memberikan ASI. mudah di cerna. Setelah melampaui 3 bulan perlu menggunakan alat kontrasepsi sehingga terlindungi dari kemungkinan hamil dalam waktu singkat. i) Kembalinya Menstruasi j) Dengan memberikan ASI kembalinya menstruasi / haid sulit diperhitungkan. m)Kunjungan ulang n) Bersama dengan pemeriksaan postpartum dapat di lakukan dengan pemeriksaan bayi. f) ASI dan puting susu g) ASI mengandung semua bahan yang di oerlukan bayi .

(Sarwono. menghargai. Kunjungan 1 Waktu 6-8 jam setelah Persalinan • • Tujuan Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri Mendeteksi dan merawat .1. mendeteksi. Fisik 1) Istirahat 2) Makanan bergizi 3) Lingkungan Bersih a. Pendidikan Terutama pada ibu. Program dan kebijakan teknis masa nifas Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas. Kebutuhan Ibu a. Psikologis Distress sewaktu persalinan segera di stabilkan dengan sikap bidan dan keluarga yang menunjukan simpati. dan untuk mencegah. menanganni masalah – masalah yang terjadi. Sosial 1) Menemani ibu bila kelihatan kesepian 2) Menanggapi bila ibu memperlihatkan kebanggaan 3) menghibur ibu bila kelihatan sedih a. dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir.ibu yang belum berpengalaman mempunyai atau merawat anak. 2002 . 242) 1. b. mengakui.

cairan dan istirahat. tidak ada pendarahan abnormal. • • 2 6 hari setelah persalinan • Pemberian ASI awal Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir Memastikan involusi berjalan normal : uterus uterus berkontraksi. • Memastikan ibu mendapat cukup makan. atau pendarahan abnormal. • Memberikan dengan baik ibu dan menyusui tidak memperlihatkan tanda – tanda penyakit.penyebab lain pendarahan : Rujuk bila pendarahan berlanjut. tidak ada bau. • Menberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagai mana cara mencegah pendarahan masa nifas karena utonis uteri. • Menilai adanya tanda – tanda demam infeksi. • Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. pundus di bawah ambikalis. tali .

Memberikan konseling untuk KB secara dini. Maturitas b. dalam keadaannya yang terbatas.Proses kelahiran. Sama sepereti di atas ( 6 hari setelah persalinan ) Menanyakan pada ibu tentang penyulit penyulit yang ibu alami. adaptasi dari kehidupan intra uterin ke extra uterin yang dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : a. Adaptasi c. Karakteristik Bayi Baru Lahir . A. Toleransi Bayi adalah individu baru lahir didunia. 1. Bayi baru lahir normal adalah janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu hidup di luar kandungan. maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain. Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir adalah 2500 – 4000 gram. menjaga bayi tetap hangat 2 Minggu 3 persalinan 6 Minggu setelah 4 persalinan • • • dan merawat bayi sehari – hari.pusat. Bayi baru lahir norma adalah bayi yang dilahirkan setelah 37 Minggu sampai 42 Minggu ( 260 sampai 294 hari ) Bayi baru lahir adalah bayi mulai sejak baru lahir sampai berumur 2 – 4 Minggu. TEORI BAYI BARU LAHIR 1.

rambut kepala biasanya telah sempurna. Kuku telah agak panjang dan lemas. j. urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama. Pernapsan pada meniy pertama cepat kira-kira 80x /menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/menit.Pada waktu lahir bayi sangat aktif. moro refleks.dll sudah terbentuk dengan baik. Bunyi jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. Penapasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x/menit biasanya disertai rintihan yang berlangsung 10-15 menit. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa. . Rambut lanugo telah tidak terlihat. h. graft berada di refleks. Lingkar kepala 33 – 35 cm e. g. panjang badan lahir 48 – 52 cm c. Eliminasi baik. i. Reflek menghisap dan menelan. walking refleks. Berat badan 2500 – 4000 gram b. Lingkar dada 30 – 38 cm d. f. pada menit pertama bunyi jantung jantung kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. tonic neck refleks. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan) sedangkan pada laki-laki testis sudah turun skortum k. Ciri – ciri bayi a. rooting refleks.

apakah tonus otot bayi baik? Jika bayi tidak cukup bulan dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak menangis atau tidak bernafas atau megapmegap atau tonus otot tidak baik maka lakukan resusitasi. Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab empat pertanyaan : a. Ialah : a. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : 1) Letakkan bayi pada posisi terlentang ditempat yang keras dan hangat.l. apakah bayi cukup bulan? b. 3) Bersihkan hidung. apakah air ketuban jernih tidak bercampur mekonium? apakah bayi menangis atau bernafas? d. Apabila bayi tidak langsung menangis. c. Eliminasi baik. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. hal : 133 ) 1. rongga mulut. Memberikan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. ( Sarwono Prawirohardjo. dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kasa steril. Asuhan dan Penanganan segera Bayi Baru Lahir Segera setelah bayi lahir letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disediakan pada perut bawah ibu. 1. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2006. . dan mekonium akan keluar 24 jam pertama. Tujuan Utama Perawatan Bayi Segera Sesudah Lahir.

Memberi vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi. Memotong dan merawat tali pusat Sebelum memotong tali pusat.5 %. berkisar 0. di kamar bersalin. semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg / hari selama 3 . bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya suhu badannya.25 – 0.4) Tepuk kedua telapak kaki sebanyak 2 – 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu baru lahir. dan membutuhkan pengaturan dri luar untuk membuatnya tetap hangat. Membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan : 1) Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans. Suhu bayi harus dicatat. Bayi baru lahir normal dibungkus hangat. untuk mencegah terjadinya perdarahan. 2) Gunting steril juga siap. ruang penerima bayi dan ruang perawatan bayi. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis. a. 3) Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat. pastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik. untuk mencegah perdarahan tersebut. b. a.

Nama lengkap ibu.5 % atau tetrasiklin 1 % dianjurkan untuk pencegahan sakit penyakit mata karena klamidia ( penyakit menular seksual ). dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. Pemberian obat mata Eritromisin 0. setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. Pemantauan bayi baru lahir Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang .5 – 1 mg 1 m. 2) Alat yang digunakan. tidak mudah sobek. c. dan tidak mudah lepas. c) Nomor bayi. sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0. Memberi obat tetes / salep mata Didaerah dimana prevalensi gonorea tinggi. b) Tanggal lahir. 3) Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum : a) Nama ( bayi. nomor identifikasi. Nyonya ). tanggal lahir. Identifikasi Bayi 1) Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan pasien di kamar bersalin. e) f) Unit. hendaknya kebal air. tempat tidur harus diberi tanda dengan 1) Disetiap mencantumkan nama. dan di ruang rawat bayi.hari. d) Jenis kelamin. d. a.

b. Menurut Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal. Pengukuran lingkar lengan atas. b) Gangguan pernafasan. d. 2002 yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir adalah: . d) Infeksi. Penimbangan berat badan. Pengukuran lingkar dada. c) Bayi kemerahan atau biru. Pengukuran panjang badan. Pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir Pemeriksaan Antropometri yang meliputi : a. hal yang perlu diperhatikan : a) Kemampuan menghisap kuat lemah. e) Cacat bawaan dan trauma lahir. c) Hipotermia. b) Bayi tampak aktif atau lunglai. e. 2) Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut.memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. c. 1. Pengukuran lingkar kepala. seperti : a) Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan. 1) Dua jam pertama sesudah lahir.

atau dikiri dan kanan tetapi tidak melampoi garis tengah bujur kepala. 2) Keaktifan Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetris pada waktu bangun. 8) Leher. dada. 4) Kepala Apakah tidak simetris. 6) Mata Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang pada waktu 6 minggu. Bila terdapat secret yang berlebihan. berupa tumor lunak dibelakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang. sebagai akibat proses kelahiran.1) Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan. kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna. kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lanjut. atau tumor lunak hanya dibelahan kiri atau kanan saja. abdomen . tetapi bila hal ini pada waktu tidur. 3) Simetris Apakah secara keseluruhan badan seimbang. rangsangan sakit atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan. kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal. Adanya tremor pada bibir. 5) Muka wajah Bayi tanpa ekspresi. Ukur lingkar kepala. 7) Mulut Salivasi tidak terdapat pada bayi normal.

tanpa keluarnya tinja. bercak-bercak besar biru yang sering terdapat pada sekitar bokong (Mongolian spot). bayi menoleh kearah benda yang menyentuh pipi. 14)Genitalia laki – laki : Apakah testis sudah masuk apa belum. 11)Kulit dan kuku Dalam keadan normal kulit berwarna kemerahan. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar. uretra ada atau tidak. geraknya. Kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan. disertai muntah dan mungkin dengan kulit kebiruan.Melihat adanya cedera akibat persalinan. penis berlubang dibagian mana. 9) Punggung Adakah benjolan / tumor atau tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna. kulit menjadi pucat atau kuning. . 16)Refleks a) Refleks Rooting. skrotum besar atau tidak. sendi. tungkai Perlu diperhatikan bentuk. fraktur. Pengelupasan yang berlebihan harus dipikirkan kemungkinan ada kelainan. labia mayora sudah menutupi labia minora belum. 15)Tinja dan kemih Diharapkan keluar 24 jam pertama. 12) Kelancaran menghisap dan pencernaan harus diperhatikan. harap segera konsultasi untukpemeriksaan lebih lanjut. Waspada dengan kulit atau kuku yang menjadi biru. 13)Genetalia perempuan : Vagina berlubang atau tidak. 10) Bahu. tangan.

1) Berat badan Sebaiknya tiap hari dipantau.b) Refleks Hisap. bau busuk atau berdarah) f. Suhu tubuh (lebih dari 380C atau kurang dari 360C) c. terdapat lendir atau darah) . terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir. d) Refleks Mengeluarkan Lidah. mengantuk berlebihan dan banyak muntah) e.(Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. merah. keluar cairan. c) Refleks Moro. Warna (kuning terutama pada 24 jam pertama. Eliminasi (tidak berkemih dalam 24 jam tinja lembek sering hijau tua. yang disertai refleks menelan. keluar cairan nanah. timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabilakepala tiba-tiba digerakan. bengkak. menunjukan kekurangan cairan. biru atau pucat memar) d. Tanda Bahaya Pada Bayi a. bau busuk dan pernafasan sulit) g. terjadi apabila diletakan benda didalam mulut. Penerunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir. 2001) 1. Pemberian makanan (Hisapan lemah. Infeksi (suhu meningkat. bengkak. yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan/minuman. Pernafasan (sulit atau lebih dari 60x/ menit) b. Tali pusat (merah.

Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Ny.00 WIB : BPS Engkay S Chandra I. “E” : 29 tahun Nama Suami Umur : Tn “E” : 30 tahun :sunda/Indonesia : Islam : SMA : Wirasawasta : sunda / Indonesia Bangsa/suku : Islam : SMP : IRT Agama Pendidikan Pekerjaan : Desa Benda Rt 01/Rw 02 . terlalu mengantuk. lunglai. kejang tidak bisa tenang dan menangis terus menerus) BAB III TINJAUAN KASUS A. Data Subyektif A. lemas.h. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL Tanggal Jam Tempat : 05 Maret 2011 : 16. Aktifitas (menggigil atau tangis tidak biasa sangat mudah tersinggung.

Keluhan Utama Ibu mengatakan sering buang air kecil Alasan kunjungan ini 3. a. HPHT : 28 – 05 . persalinan. nifas yang lalu Tgl/th Tempat Usia Jenis Penyulit Kehamilan Anak No 1 .2010 Riwayat kehamilan ini . Menarche Lama Banyak Teratur/ Tidak Dismenorhoe Flour Albus Jumlah Warna/ bau 4.B. : 13 tahun : 7 hari Riwayat Menstruasi : 2x ganti pembalut : teratur : ada : ada : 2x ganti celana dalam : bening tidak berbau Riwayat kehamilan. Anamnesa 1. Kunjungan ulang 2. 2 3 Persalinan pertolongan kehamilan persalinan Anak ke 1/8 Th Anak ke 2/ 7 Th Kehamila n ke 3 9 Bulan Bps Engkay 9 Bulan Spontan Bps Engkay 9 Bulan Spontan JK BB PB persalinan Tidak ada L 3000 g 53 cm Tidak ada L 2800 g 50 cm - 5.

Pergerakan fetus dirasakan pertama kali usia kehamilan 4 bulan b. kebersihan diri.b. Obat-obatan yang pernah diminum yaitu obat-obatan yang diberikan oleh bidan apabila melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu berupa obat batuk. tanda. tablet tambah darah dan obat untuk pegal-pegal. pola istirahat. Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir ± 10-18 Kali c. dan tanda-tanda mau melahirkan. 1. Keluhan – Trimester I – Trimester II – Trimester III : Mual .2011 c. hubungan seksual selama kehamilan. d. ANC : Dimana : Bdn. Imunisasi TT didapatkan 2 kali – TT1 – TT2 : 15-07-2010 : 16-08-2010 a. manfaat ASI. Pusing : Sering batuk berdahak : sering pegal-pegal a. Engkay S Chandra : 4 kali berapa kali Teratur/ Tidak : tidak teratur Hasil tes kehamilan Tanggal 23-06-2010 d. mengkonsumsi banyak air putih. Penyuluhan yang didapat nutrisi dengan gizi seimbang.03. HTP : 05. Riwayat pola sehari-hari . KB Post Partum.tanda bahaya kehamilan.

Personal Hygiene Mandi : 2 x/ hari Gosok gigi : 2 x/hari Keramas : 2 hari sekali e. kopi Ganti pakaian dalam : Tidak : Tidak ada : Tidak : 2x/ hari f. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan Jamu yang sering digunakan Merokok. nafsu makan. Pola Nutrisi Makan : 2-3 x/ hari Minum: 8-12 gelas/hari Perubahan makan yang dialami (termasuk ngidam. dan lain-lain) : Tidak ada b. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu.a. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : Tidur Siang 1-2 jam Tidur : 6-7 jam d. tidak ada pengeluaran darah. Riwayat penyakit yang sedang diderita . tidak ada nyeri. 1. Pola Eliminasi BAK BAB : 7-8 x/ hari : 1 x/ hari c. makan sirih.

Riwayat KB Riwayat social Penyakit Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi. HIV. dan asma 3. hubungan Ibu dengan masyarakat baik I. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. Status perkawinan nikah. asma/ TBC paru. malaria atau yang dipengaruhi kehamilan. Jenis kelamin yang diharapkan laki-laki c. rencana KB yang akan digunakan adalah KB suntik 3 bulan 2. hipertensi. 2. ginjal. Riwayat Keturunan Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti penyakit jantung. Kepercayaan berhubungan yang dengan kehamilan. a.Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit jantung. diabetes mellitus. epilepsi. hepatitis. Kehamilan ini direncanakan b. 3. Perasaan bahagia tentang kehamilan ini d. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF) . Keadaan Psikososial Hubungan Ibu dengan Keluarga baik. diabetes mellitus. hipertensi. nikah 1 kali 1.

BB Sebelum hamil d. Tekanan darah b. LILA : 34 cm 1. Antropometri a. IMT : 161 cm : 62 kg : 49 kg : BB Kg sebelum hamilTB(cm)2 =49 Kg161 cm=49 Kg(1.80 C 1. Tinggi badan b.1. Pernafasan d. Tanda tanda Vital a.59=19 (Normal) e. Suhu tubuh : 120/80 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 36. Denyut Nadi c.61 m)2=49 Kg2.Bersih : tidak ada cloasma Gravidarum a) Kelopak mata b) Sclera c) Konjuctiva d) Reflek pupil : Tidak oedema : Putih : Merah muda : +/+ . Kepala dan rambut b. Keadaan umum 2. Kesadaran 3. Keadan emosional : Baik : compos mentis : stabil 4. Pemeriksaan Fisik a. Berat Badan c. Muka 1) Mata : tidak ada benjolan.

1) Mulut a) Warna bibir b) Lidah c) Gigi d) Gusi a. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid 2) Pembesaran kelenjar getah bening 3) JVP ( Jugularis vena pulmonalis a. Dada : bentuk dada :Simetris 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus • Perkusi batas paru – paru • Auskultasi bunyi paru – paru wheezing/ronchi 1) Jantung : Bunyi jantung :Lub-dub reguler 2) Payudara Inspeksi • Bentuk • Putting susu • Striae Palpasi • Rasa nyeri • Benjolan • Pengeluaran a. Punggung dan Pinggang 1)Posisi tulang belakang : Lordosis : Tidak ada : Tidak ada : Ada berupa colostrum : Simetris : Menonjol :Tidak ada : Simetris : Tidak ada oedema : Bunyi bersih,tidak ada : Tidak ada pembengkakan : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembengkakan : Merah muda : Bersih :Tidak ada caries,tidak berlubang :Tidak ada Ginggivitis

2)Rasa nyeri a. Abdomen 1) Inspeksi
• Bentuk perut • Pembesaran • Luka bekas oprasi • Striae gravidarum • Linea Nigra

: Tidak ada

: Membesar : Sesuai umur kehamilan : Tidak ada : Ada : Ada

1) Palpasi TFU : 30 cm Leopold I Leopold II : teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting : teraba ada tahanan tipis seperti

papan(punggung) sebelah kiri dan bagianbagian kecil disebelah kanan kanan Leopold III : bagian terbawah kepala janin, sudah masuk PAP Leopold IV 2) Auskultasi DJJ Frekuensi 3) TBBJ a. Ekstremitas 1) Atas • Bentuk : Simetris : Punctum maksimum :Puka : 136x/mnt, regler : TFU- 11 x 155 = 30-11x 155 =2945 gram : Convergent

Oedema jari – jari tangan : Tidak ada oedema

1) Bawah • • • • • Bentuk Oedema tibia Betis merah/lembek/keras Varises tungkai Refleks patella : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : +/+

a. Genitalia Inspeksi 1) Vulva dan vagina : • Varices • Oedema : Tidak ada : Tidak ada

• Pengeluaran pervaginam: Tidak ada 1) Perineum : : Tidak ada

• Bekas luka/luka parut 1) Pemeriksaan Dalam • Vulva Vagina • Portio • Pembukaan servik • Ketuban • Presentasi • Denominator • Moulage • Penurunan presentasi

: Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Tidak ada : Utuh : Kepala : Ubun – ubun kecil : Tidak ada : Kepala

D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM • Haemoglobin : Tidak dilakukan

Menganjurkan Ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi → Ibu mau mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur 5. tekanan darh tinggi → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan 3. E 29 tahun G3P2A0 gravida 36 minggu.• Golongan darah • Protein urine • Glukosa I. Memberikan tablet penambah darah /Fe diminum 1x1/ hari dengan air putih → Ibu mengetahui tentang cara penggunaan tablet penambah darah 4. janin tunggal hidup intra uterin letak memanjang. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu penglihatan kabur. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat yang cukup → Ibu mau beristirahat yang cukup dengan tidur siang 6. Menganjurkan Ibu untuk menjaga kebersihan diri → Ibu mau menjaga kebersihan dengan mandi 2x/ hari 7. perdarahan.Planning 1. Menganjurkan Ibu untuk tidak bekerja terlalu berat . presentasi kepala dengan keadaan umum ibu dan janin baik. II. tangan dan kaki bengkak. Memberitahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Ibu dan keluarga → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Assasement : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan Ny.

tanda persalinan yaitu keluar lendir bercampur darah dari vagina. ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN NORMAL Tanggal pengkajian : 05 Maret 2011 Jam pengkajian : 22.mules → Ibu mengetahui tentang tanda. dan mules.00 WIB Tempat pengkajian : BPS Engkay S Chandra .Mengingatkan Ibu untuk memantau tanda. Menganjurkan Ibu untuk merencanakan persalinannya yaitu akan dimana Ibu bersalin dan akan ditolong oleh siapa dalam proses persalinan → Ibu mengetahui dan merencanakan persalinannya di tenaga kesehatan 10.tanda persalinan 11. Menganjurkan Ibu untuk tidak banyak minum pada malam hari → Ibu mengerti dan mengetahui 9.Menganjurkan Ibu untuk melakukan kunjungan ulang ulang minggu depan → Ibu mengetahui dan akan melakukan kunjungan ulang minggu depan A.→ Ibu akan mengurangi pekerjaannya 8. keluar air.air.

“E” : 29 tahun : Sunda / Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : Sunda/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wiraswasta : Ds. perut terasa tegang dan keluar lendir bercampur darah.15 WIB) I. Tanda – tanda bersalin a. Pengeluaran Pervaginam • Lendir darah • Air ketuban • Darah : Ada : Ada : Tidak ada . Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah : Ny.00 WIB.KALA I (Jam 22. Kontraksi • Sejak tanggal : 05 Maret 2011 : 2 x dalam 10 menit : 20 detik a. DATA SUBJEKTIF A. Perasaan ( sejak terakhir datang ke klinik) :Ibu merasa cemas 3. nyeri perut bagian depan kemudian menjalar ke bagian belakang. Status Kesehatan 1. 2.Benda Rt 01/Rw 02 B. Keluhan Utama Ibu mengatakan merasa mules – mules sejak jam 18. Lamanya 1. Frekuensi b.

Riwayat kehamilan sekarang • HPHT • Haid bulan sebelumnya • Lamanya • Siklus • ANC : 28 – 05 – 2010 : Mei : 7 hari : 28 hari : Teratur . Riwayat imunisasi : Pernah suntik TT 2x 2. Frekuensi : 4 x 1. Makan dan Minum terakhir BPS engkay 9 bulan S Chandra BPS engkay 9 bulan S chandra 9 bulan Spontan Tidak ada L 2800g 50 cm Spontan Tempat Usia Jenis Kehamilan JK BB PB persalinan Tidak ada L 3000g 53 cm Anak . Masalah – masalah khusus : Tidak ada 2.1. Anak ke 1/8 th 2. yang lalu Penyulit Tgl/th No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan 1. persalinan. Anak ke 2/7 th 3 Kehamilan ke 3 3. Riwayat kehamilan. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir :Belum sering 4.

kopi : Tidak Ganti pakaian dalam : 2x/ hari .a. Keluhan lain : Tidak ada 5. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok. Personal Hygiene Mandi Gosok gigi Keramas : 2 x/ hari : 2 x/hari : 2 hari sekali 6. Minum terakhir • Jam : 20.00 wib 4. makan sirih.00 wib • Jenis Makanan : Nasi.30 wib • Jenis minuman : Air putih. Psikologis : Tidak terganggu : 20. Pola Eliminasi BAK terakhi jam BAB Terakhir jam 2.air putih • Banyaknya :2 gelas 1. Makan • Jam : 17.00 Wib : 06.tempe.lauk pauk • Banyaknya : 1 porsi a. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : tidur Siang 1-2 jam Tidur : 6-7 jam 3.

jenis kelamin yang diharapkan adalah laki-laki. Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung.Riwayat social Ibu mengatakan ini adalah pernikahan pertama antara ibu dan suami. dan hubungan dengan masyarakat juga baik. 12. 13. tidak ada pengeluaran darah. HIV. hipertensi. rencana alat kontrasepsi yang akan di gunakan adalah KB suntik 3 bulan. 9. status perkawinan nikah . Riwayat penyakit sekarang dan lalu yang di derita Ibu mengatakan pernah menderita muntaber tapi tidak sedang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung. DATA OBJEKTIF A. 11. hipertensi. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan.Riwayat Kontrasepsi Ibu mngatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi. pengambil keputusan adalah suami. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. HIV. diabetes. Pemeriksaan Umum 1. malaria.Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan. TBC dan ashma.tidak ada nyeri. malaria.Keadaan Psikososial Ibu mengatakan hubungan dengan keluarga baik. kehamilan ini direncanakan. 10. TBC dan ashma. II. ginjal. diabetes. ginjal.7. 8. Keadaan umum : Baik .

cloama gravidarum 1) Hidung : bentuk simetris. Suhu tubuh 1. Keadan emosional 4. tidak ada sekret. Respirasi d.2. Kesadaran 3. IMT : BB Kg sebelum hamilTB(cm)2 =49 Kg161 cm=49 Kg(1. bersih 3) Telinga : bentuk simetris. tidak ada polip. Nadi c. Tanda .90 C : 161 cm : 62 kg c. Berat Badan : Composmentis : Stabil : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 36. bersih 2) Mulut dan gigi : Lidah bersih. gigi tidak ada yang tanggal. bersih a. tidak ada serumen. Pemeriksaan Fisik a. Muka 1) Mata • Kelopak mata • Sclera • Konunctiva • Refleks pupil : Tidak oedema : Putih : Merah muda : positif : Tidak ada oedema. Tekanan darah b.tanda vital a. Tinggi Badan b.59=19 (Normal) 1. BB Sebelum hamil : 49 kg d.61 m)2=49 Kg2. Antropometri a. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran . gusi tidak berdarah.

Punggung dan pinggang : Tidak ada : Ada : Tidak ada . tidak ada retraksi dinding dada.dub 2) Payudara Inspeksi • Bentuk • Kebersihan • Putting susu • Pembesaran • Striae : Simetris : Bersih : Menonjol : ya : Tidak ada Palpasi • Benjolan • Pengeluaran • Rasa nyeri a. tidak ada bunyi wheezing pada paru-paru. tidak ada retraksi dinding dada.tidak ada wheezing/ronchi 1) Jantung : Bunyi jantung Lub . Dada Dada : bentuk dada simetris.2) Pembesaran kelenjar getah bening (KGB): Tidak ada pembesaran 3) JVP : Tidak ada pembengkakan 4) Axilla : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe a. bunyi jantung reguler 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus : Simetris • Perkusi batas paru – paru : Tidak ada oedema • Auskultasi bunyi paru – paru : bersih.

1) Posisi tulang belakang : Lordosis 2) Rasa nyeri a. dan memanjang seperti papan disebelah kanan dan bagian-bagian kecil disebelah kiri Leopold III : bagian terbawah janin teraba bulat. datar. lunak dan tidak melenting Leopold II : teraba bagian janin keras.11 x 155 = 34-11x 155 = 3565 gram : Ada . 4/5 2) Auskultasi DJJ : (+) punctum maximum kuadran II PUKA dibawah pusat. keras dan melenting. Abdomen 1) Inspeksi • Bentuk perut • Pembesaran : Lemas membuncit : Sesuai usia kehamilan : Tidak ada • Luka bekas oprasi : Tidak ada • Striae gravidarum : Tidak ada • Linea Nigra 1) Palpasi TFU Leopold I : 30 cm : difundus uteri teraba bagian janin agak besar. Ekstremitas : 3 x dalam 10 menit selama 35 detik : TFU. sudah masuk PAP Leopold IV : bagian terbawah janin sebagian kecil sudah masuk PAP posisi tangan divergent. frekuensi 138 x/menit. reguler Kontraksi 3) TBBJ a.

kuku jari tidak pucat. Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan . lunak : 5 Cm : masih ada : belakang kepala : belum diketahui : tidak ada : hodge I A. turgor baik Bawah : bentuk simetris tidak ada oedem pada kaki kiri dan kanan.Atas : bentuk simetris. tidak ada oedem pada jari dan tangan. Genitalia Inspeksi • Vulva dan vagina • Varices • Oedema • Pengeluaran Pervaginam Perineum • Bekas luka/luka parut : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Ada Anus • Haemoroid : Tidak ada Pemeriksaan dalam Vulva / Vagina Porsio Pembukaan Ketuban Presentasi Posisi Molase Penurunan kepala : Tidak ada kelainan : tebal. reflek fatella kanan dan kiri positif b. tidak ada varices.

Memberitahu suami/ keluarga untuk mendampingi Ibu dalam proses persalinan → Suami dan keluarga mendampingi Ibu . Menjelaskan tentang teknik relaksasi yang baik dan benar yaitu menarik nafas dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut untuk mengurangi raa sakit → Ibu bisa melakukan teknik relaksasi 6. Menganjurkan agar ibu tidak cemas → Ibu terlihat tidak cemas 4. letak memanjang. Menganjurkan posisi senyaman ibu tetapi tidak membahayakan ibu dan janin dan membantu mempercepat proses penurunan kepala yaitu misalnya dengan berjalan. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa ibu telah memasuki proses persalinan dan janin dalam keadaan baik → Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2.jalan/ tidur dengan miring kekiri → Ibu mau berjalan. presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik IV.jalan tapi terkadang ibu beristirahat dengan tidur miring ke kiri 5. Assasement Ny. janin tunggal hidup intra uterine. Planning 1. E 29 tahun G3 P2A0 Infartu aterm kala I fase laten. Memberikan motivasi dan dorongan kepada Ibu supaya lebih bersemangat dalam menghadapi persalinannya → Ibu terlihat lebih bersemangat dan lebih tenang 3.III.

Data Subyektif Ibu mengatakan mulesnya semakin sering.tanda vital.9 0C . Memberikan nutrisi dan cairan → Ibu meminum susu ± 10 cc 9.7. pakaian Ibu dan bayi) → semua alat telah disiapkan KALA II ( Jam 05. kuat dan ada dorongan untuk mengedan.00 WIB) I. II. DJJ. Menganjurkan pada keluarga untuk mengusap punggung ibu untuk mengurangi rasa sakit → Ibu merasa nyaman dengan asuhan yang diberikan 8. Mempersiapkan alat-alat pertolongan persalinan secara APN ( partus set. Pemeriksaan dalam : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu 1. Data Obyektif 1. Mengobservasi tanda. His dan kemajuan persalinan pada fase laten → Observasi telah dilakukan 10.

spontan : Belakang kepala : Tidak ada : Hodge IV I. Mengajarkan pada ibu teknik mengedan yang baik .Vulva/vagina Portio Pembukaan Ketuban Presentasi Molase Penurunan kepala : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : 10 cm : sudah tidak ada. Memakai alat perlindungan diri → skort telah dipakai 4. jernih. Planning 1. pakaian ibu dan bayi) → semua perlengkapan sudah siap dan lengkap 3. Menawarkan pada ibu pendamping persalinan → Ibu menginginkan suaminya yang mendampingi saat persalinan 5. Membantu Ibu untuk memilih posisi yang nyaman sesuai keinginan Ibu → Ibu memilih posisi litotomi 6. Memberitahu Ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan ibu sudah memasuki masa persalinan → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan ibu mengerti akan keadaannya 2. Assasement G3P2A0 Infartu kala II dengan keadaan umum ibu dan janin baik II. Memeriksa kembali kelengkapan alat (partus set.

makan/minum jika tidak terasa mules → Ibu mau minum susu ± 25 cc 9. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat. Memimpin Ibu untuk mengedan → Pimpinan mengedan telah dilakukan dan ibu mulai mengedan 8. PB 47 cm.30 WIB bayi lahir hidup . Melakukan pertolongan persalinan secara APN → Tanggal 06 -03 -2011 pukul 05. Data Subyektif Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules II. Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36. BB 2600 gram. normal.→ Teknik mengedan yang baik telah diajarkan pada ibu dan ibu mengedan dengan benar 7. LK 32 cm KALA III (JAM 05.45 WIB) I. JK perempuan. Assasement .9 0C Belum terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta I.

Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosinal : Baik : Compos mentis : Stabil . Melakukan PTT setelah adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah tiba-tiba. fundus menjadi lebih keras dan kontraksi baik selama 15 detik untuk mencegah Kala IV JAM 05. Data Subyektif Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan badannya lemas II. Melakukan masase fundus perdarahan → Masase telah dilakukan. Planning 1. tali pusat memanjang dan uterus globuler kemudian diikuti dengan gerakan dorso kranial untuk mencegah uterus keluar → PTT telah dilakukan dan plasenta lahir dalam 15 menit pertama 4. plasenta belum lahir dengan keadaan umum ibu baik II. Memberitahu Ibu akan disuntntik oxytosin → oxytosin telah disuntikkan 10 IU secara IM di 1/3 paha kanan bagian luar 3. 55 WIB I. Mengecek apakah ada bayi kedua/ tidak → tidak ada 2.P3A0 parturient kala III.

Assasement P3A0 parturient kala IV dengan keadaan umum ibu baik II. Mengajarkan Ibu dan keluarga tentang teknik masase dan cara menilai kontraksi .Planning 1. Melakukan hecting perineum → hecting telah dilakukan 5. Melakukan eksplorasi → Plasenta dan selaputnya sudah lengkap 3. Memeriksa apakah ada robekan perineum → robek derajat II 4.3C : 16.37 WIB : Setinggi pusat : Baik : Kosong : ± 50 cc : Derajat II I.Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Plasenta telah lahir Jam TFU Kontraksi uterus Kandung kemih Perdarahan Robekan perineum : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 3.7. Mengecek dan memastikan kelengkapan plasenta yaitu kedua sisi baik bagian ibu maupun bayi → Plasenta belum lengkap 2.

Membereskan alat. serta membersihkan tempat bersalin → tempat bersalin telah dibersihkan dan pakaian Ibu telah diganti dengan yang bersih 7. Membersihkan ibu dan menggantikan pakaiannya agar lebih nyaman. kandung kemih. Melakukan observasi kala IV yaitu tanda.tanda vital.Mendokumentasikan asuhan .alat telah didekontaminasi 11. TFU. kontraksi uterus.Melengkapi dan mendokumentasikan data kedalam partograf halaman depan dan halaman belakang → data telah didokumentasikan kedalam partograf 12.→ Ibu dan keluarga mengetahui dan dapat melakukannya 6. dan perdarahan setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam ke-2 → observasi telah dilakukan 10. Menganjurkan Ibu untuk makan/minum setelah melahirkan untuk menambah tenaga → Ibu mau minum sari kurma ± 50 cc 9.alat yang telah dipakai kemudian merendamnya dalam larutan klorin selama 10 menit → alat. Menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya → Ibu mau menyusui bayinya 8.

“E” : 29 tahun : sunda Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : wiraswasta : Ds.03.30 WIB : BPS Engkay S Chandra I .C. Keluhan Utama Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan merasa badannya masih lemas 3. ASUHAN KEBIDANAN POSNATAL Tanggal pengkajian : 06 – maret 2011 Jam Tempat : 07.2011 : 9 bulan : Ny.Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah 2. Data Subyektif 1.2010 : 05. Riwayat Antenatal HPHT HTP Umur Kehamilan : 28.Benda Rt 01/Rw 02 .05 .

2600 gr. PB 47 cm.30 WIB Jenis Kelamin/BB/TB : Perempuan . Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran : Baik : composmentis Keadaan emosional: Stabil Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi : 110 / 70 mmhg : 36. Data Obyektif 1. Kepala . Riwayat Persalinan Anak lahir jam/tgl : BPS Engkay S Chandra : 4 kali : 03 Maret 2011/05. LK 32 cm. Riwayat Post Partum BAK BAB : sudah 1x : belum : spontan : utuh : Tidak ada robekan : 250 cc : 160 cc : 410 cc II.5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit 2. Pemeriksaan Fisik a.ANC di TT 4. masa gestasi 38 minggu. tidak ada cacat bawaan Jenis persalinan Plasenta Perineum Perdarahan kala III Perdarahan kala IV Perdarahan total 5.

tidak ada caries. tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid dan tidak ada pembengkakan pada vena jugularis. fungsi pendengaran baik. kebersihan baik. sclera putih. tidak ada benjolan d. Axilla : tidak ada pembengkakan pada kelenjar limfe c. warna hitam : bentuk simetris. Leher dan axilla Leher : tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening. bersih b. tidak ada pengeluaran. kandung kemih kosong. bersih Hidung : bentuk simetris. fungsi penciuman baik. tidak ada diastasis recti . retraksi. kontraksi uterus baik. kebersihan baik. pembesaran normal.Rambut Muka : tidak rontok. striae nigra : TFU 3 jari bawah pusat. kebersihan baik. putting susu menonjol. ada pengeluaran. tidak ada perdarahan gusi. tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut dan gigi : warna bibir tidak pucat. konjungtiva merah muda Telinga : bentuk simetris. tidak ada retraksi dinding : bentuk simetris. tidak ada oedema Mata : kelopak mata tidak oedema. Dada dan payudara Dada Payudara : bentuk dada simetris. tidak ada rasa nyeri. Abdomen Inspeksi Palpasi : bentuk bulat. tidak ada cloasma gravidarum. tidak ada luka operasi. tidak berketombe.

tidak ada varises. gizi . E post partum 2 jam IV. Memberikan konseling tentang perubahan masa nifas. Anogenital Vulva vagina : kebersihan baik. Punggung dan pinggang Tidak ada nyeri ketuk CVAT ka/ki ( ) f. Ekstremitas atas dan bawah Atas Bawah : kebersihan baik. ada rasa nyeri Perineum : jahitan baik. Planning 1. pengeluaran vagina lokhea rubra.e. tidak ada oedema. kekuatan otot baik : tidak ada oedema. kekuatan otot baik g. 2. tidak varises. hygiene diri. perdarahan normal 1. warna merah Kelenjar bartholini : tidak ada pembengkakan. Pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan III. Assasement P3A0 Ny. perawatan bayi baru lahir. cara untuk mencegah perdarahan. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal → Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. tidak ada oedema.

seimbang, mengkonsumsi banyak air putih, cukup istirahat dan KB post partum → Ibu mau melaksanakan apa yang dikonselingkan 3. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang- kunang, kepala terasa berat, perdarahan dan lokhea berbau → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan → Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. Memberikan konseling tentang cara perawatan tali pusat bayi, tanpa membubuhi apapun, hanya membersihkannya dengan memakai air kemudian mengeringkanya dengan kain yang kering dan bersih → Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Memberikan konseling tentang cara menjaga kehangatan bayi jika bayi sudah BAB/BAK harus segera diganti →Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 7. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya pada bayi misalnya suhu tubuh naik, terdekat → Ibu mengerti dan mengetahuinya 8. Menganjurkan Ibu untuk menjemur bayinya dipagi hari pada jam 07.0008.00 WIB untuk mencegah penyakit kuning → Ibu akan melakukan apa yang disarankan 9. Menyarankan bagi ibu melakukan perawatan payudara minimal 2 kali dalam seminggu → Ibu mengetahui dan akan melakukannya bayi kuning langsung menghubungi tenaga kesehatan yang

10. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat, dan cukup nutrisi serta minum, agar kondisi ibu lebih baik. 11. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri, dan mengingatkan Ibu jangan cebok dengan air hangat karena Ibu dijahit → Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari dan akan cebok dengan air dingin 12. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan mobilisasi dan dengan melakukan gerakan, misalnya jalan – jalan disekitar ruangan → Ibu mengerti tentang penjelasan yang dilakukan dan ibu bersedia melakukan yang disarankan 13. Memberitahu ibu untuk imunisasi bayinya pada bulan depan → Ibu akan kunjungan pada bulan depan 14. Memberitahukan pada ibu dan keluarga bahwa hari ini ibu tidak di perbolehkan pulang karena hari ini keadaan ibu dan bayi masih perlu di observasi lagi, ibu diperbolehkan pulang besok siang jika keadaan ibu dan bayi baik → Ibu dan keluarga mengetahui dan mengerti tentang apa yang diberitahukan

Catatan Perkembangan Hari,Tanggal Pengkajian Waktu pengkajian : Minggu, 06 Maret 2011 :11.30 wib

I.

DATA SUBJEKTIF

Ibu masih merasa seikit mules dan ibu sudah makan nasi pukul 08.00 Wib,ibu minum susu 1 gelas dan air putih 1 gelas.ibu sudah menyusui bayinya setiap bayi menginginkannya,namun ASI masih sedikit ibu tida merasakan tanda –

tanda bahaya eperti sakit kepala yang terus menerus,kelur darah yang banyak secara tiba – tiba,dan rahim teraba lembek.

II. 1. Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. : Baik : composmentis : Stabil : 110 / 70 mmhg : 36,5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit

Data Obyektif Pemeriksaan Umum

Pemeriksaan Fisik Mata : kelopak mata tidak oedema, sclera putih, konjungtiva merah muda Abdomen Inspeksi Palpasi penuh : bentuk bulat, tidak ada luka operasi, striae nigra : TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi keras,kandung kemih

I. P3A0 post Partum 6 jam

ASSESMENT

II.

PLANNING

Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. agar tidak mengganggu kontraksi uterus dan mencegah perdarahan. dan ibu mau melakukannya.30 Wib : BPS Bd. Data Obyektif 1.11 Maret 2011 : 08. 3. ibu mengerti dengan apa yang dianjurkan dan ibu mencoba ke toilet untuk BAK. 4. Menganjurkan ibu agar tidak menahan BAK jika sudah terasa ingin BAK. ibu mau mobilisasi yaitu turun dari tempat tidur dan duduk. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran : Baik : composmentis . demam. ibu mengerti dengan apa yang disampaikan. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Jum’at. nyeri perut.1.separti sakit kepala yang berlebihan. Catatan Perkembangan Hari. Menyarankan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara menyempatkan diri untuk tidur jika bayi tidur. ibu mengerti dengan apa yang disarankan. Memberitahu tanda – tanda bahaya ibu nifas. Menyarankan dan membantu ibu untuk segera mulai melakukan mobilisási secara dini untuk mempercepat pemulihan diri. 5. nyeri saat buang air kecil dan keluar darah secara tiba – tiba. Mejelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa saat ini ibu dalam keadaan baik 2. Engkay S Chandra II..

papilla mamae menonjol keluar. Pemeriksaan Fisik a.Planning 1. hiperpigmentasi. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan.Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. kontraksi baik Anogenital : lochea rubra II. c. b. Leher ○ Tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening ○ Tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid ○ Tidak ada pembengkakan pada vena jugularis a. Abdomen : TFU pertengahan pusat dengan sympisis. adanya pengeluaran colostrum dari putng susu. tidak ada benjolan. Mata : Stabil : 120 / 70 mmhg : 36.2 ºC : 80 x /menit : 20 x /Menit ○ Kelopak mata tidak oedema ○ Sclera putih ○ Konjungtiva merah muda ○ Refleks pupil positif a. Dada : adanya pembesaran payudara. Assasement P3A0 post partum 6 hari dengan keadaan umum ibu baik III. .

Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Sabtu.kunang.Data Obyektif . 2. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat.1. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 1. kepala terasa berat. Memberikan konseling tentang cara perawatan bayi sehari-hari  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 1. kandung kemih dan lochea  Semua normal 1. perdarahan. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 1. involusi uterus. dan cukup nutrisi serta minum.00 Wib : Rumah Pasien II. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri  Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari Catatan Perkembangan Hari. agar kondisi ibu lebih baik. perdarahan dan lokhea berbau.19 maret 2011 :08. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. Mengobservasi pengeluaran ASI.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I.

adanya pengeluaran ASI dari kedua puting susu.1. papilla mamae menonjol keluar. Leher ○ tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening ○ tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid ○ tidak ada pembengkakan pada vena jugularis a.7 ºC : 84 x /menit : 18 x /Menit a. b. Pemeriksaan Fisik a. Abdomen : TFU tidak teraba Anogenital : lochea serosa III. hiperpigmentasi. c. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. Dada : adanya pembesaran payudara. Assasement P3A0 post partum 2 minggu dengan keadaan umum ibu baik . Mata ○ kelopak mata tidak oedema ○ sclera putih ○ konjungtiva merah muda ○ refleks pupil positif : Baik : composmentis : Stabil : 120 / 80 mmhg : 36. tidak ada benjolan.

Mengobservasi pengeluaran ASI. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 1. ASI sudah keluar dari kedua payudara.kunang. perdarahan. kandung kemih dan lochea  Semua normal.Planning 1. perdarahan dan lokhea berbau. 1.IV. lochea serosa 1. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan . Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. kepala terasa berat. involusi uterus. TFU tidak teraba.

Benda Rt 01/Rw 02 : By. Ayah Nama : Tn “E” : Ny “E” : 29 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMP : IRT :Ds. Ny “E” : 1 jam : 06-03-2011. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I.Engkay S chandra .30 WIB : Perempuan : 06 Maret 2011 : 06. Ibu Nama Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah c. 06. Bayi Nama bayi Umur bayi Tgl. Identitas (Biodata) a.D.30 WIB :Bd. Data Subyektif A.jam lahir Jenis kelamin b.

Obat dan jamu b. Riwayat penyakit kehamilan 1. Kebiasaan waktu hamil a. Lain – lain : Tidak ada : 1.Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah B. Anamnesa 1. kadang-kadang ada sayurannya • • Frekuensi : 3 x sehari : air putih. lauk pauk. Merokok : tidak pernah : tidak pernah . susu setiap pagi tapi klu tidak merasa mual a.Benda Rt 01/Rw 02 :06 – 03 .2011 2. Penyakit kelainan : Tidak ada 5. susu untuk Jenis minuman ibu hamil • Frekuensi : air putih ± 8-12 gelas/hari. Perdarahan 2. Pre eklamsia 3. Tanggal dan jam : 30 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMA :Wiraswasta : Ds. Eklamsia : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 4. makan dan minum • Jenis makanan : nasi.

Ditolong oleh 5. Jenis Persalinan 4. . Ibu b. Jumlah air ketuban : 8 jam : 20 menit : 17 menit : 2 jam : Jernih : + 500 cc : ada : Tidak ada : Tidak ada 8. Kehamilan tunggal/gemeli 3. Bayi 1.Data Obyektif A. Komplikasi persalinan a. Lamanya persalinan : 36 minggu : Tunggal : Spontan : Bidan Kala I Kala II Kala III Kala IV 6. Pemeriksaan Fisik Bayi 1. Riwayat Persalinan Sekarang 1. otot baik. Menangis kuat. Keadaan Umum Bayi Baru Lahir a. Keadaan air ketuban 7. Keadaan Bayi baru lahir • Bayi langsung menangis/ bernafas spontan • Gerakan Bayi aktif : ya : ya II. warna kulit kemerahan.C. Umur kehamilan 2.

Pengukuran Anthopometri 1) Berat badan 2) Panjang badan 3) LK 4) LD 5) LILA 6) Keaktifan A. Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 120 x/menit : 36. tidak Ada down syndrome. tidak ada paralisis syaraf facial. Muka Bentuk simetris.datar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 1. Mata • Bentuk : Simetris • Tanda – tanda insfeksi : Tidak ada • Reflek mengedip • Reflek pupil : Baik : Baik .60C : 40 x/menit a. 2. Pemeriksaan fisik secara sistematis 1.b. Kepala • Bentuk • Ubun – ubun • Maulase • Caput Succedaneum • Cepal hematoma • Lain –lain : 2600 gram : 47 cm : 32 cm : 30 cm : 10 cm : Aktif : Simetris : Normal.

Telinga • Bentuk • Tulang rawan telinga : Tidak ada : Simetris : Ada • Letak telinga sejajar alis mata : ya • Reflek pendengaran 1.• Lain –lain 1. Leher • Pembengkakan • Refleks Tonik neck 1. Payudara . Paru – paru Auskultasi • Paru – paru • Jantung : Tidak ada : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub.Reguler a. Dada • Bentuk : Simetris : Tidak ada Pembengkakan : Baik • Retraksi dinding dada : Baik. Hidung dan Mulut • Pernafasan cuping Hidung • Warna bibir • Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik : Baik • Refleks menelan (swallowing) : Baik • Lagioskizis dan Palatoskizis • Refleks rooting : Tidak ada : Baik 1.normal • Fraktur klavikula a.

Tungkai dan kaki • Bentuk • Jumlah jari kaki • Tanda klik : Simetris : Normal 10 jari : ada : ya : ya : ya : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan . Abdomen • Bentuk : Simetris • Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada • Perdarahan tali pusat • Masa pada abdomen • Lain –lain 1. Refleks moro : Baik 2.10 jari : Baik • Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada • Kelainan : Tidak ada 1. Genitalia Bayi perempuan • Labia mayor menutupi labia minora • Vagina berlubang • Uretra berlubang • Pengeluaran Pervaginam 1. lengan dan tangan • Jumlah jari tangan • Refleks grapsing (menggenggam) : Normal . Bahu.• Bentuk • Putting susu : Simetris : Menonjol 1.

keringkan tubuh bayi . Letakan bayi di atas perut ibu. IV. hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban → mata. Punggung dan anus • Masa / Tonjolan • Sfina bifida • Meningokel • Anus berlubang : Baik : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : ya • Pengeluaran mekonium :Ada 1. mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2.• Refleks babinsky • Kelainan 1. Membersihkan mata. Planning 1. Kulit • Warna kulit : Kemerahan • Vernik kaseosa : Ada • Lanugo :Ada tapi tidak banyak • Pembengkakan : Tidak ada • Tanda lahir : Tidak ada A. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. Pemeriksaan Laboratorium – HB – Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III.

Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan → Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7. 6. Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat → Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. keaktifan setiap 5 menit → Observasi telah dilakukan 10. Mengukur BB. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu → Ibu mau menyusui bayinya. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. LD. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat → Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi → salep mata telah diberikan 8.→ bayi telah dikering kan 3. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat . LK. LILA dan periksa fisik bayi → pengukuran telah dilakukan 9. PB. warna kulit. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering.

20C : 45 x/menit . Tali pusat keluar cairan.→ Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11.Engkay S Chandra I. bau busuk atau berdarah → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi. II.2011 : 08. bayi telihat kuning.00 WIB. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C. Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 – 03 . Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting.30 Wib : BPS Bd. refleks sucking dan refleks swalowing : 135 x/menit : 36. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07. Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau. Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui.

Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi bahwa  Ibu masih mengingatnya 1.00 Wib : rumah pasien . Planning 1. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat  Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 1.Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah I. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 19 – 03 .2011 : 08. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 1. II. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 1. Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari.

Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan : 144 x/menit : 36. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali. Planning 1. buang air besar 2-3 kali sehari. Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti bahwa . II.70C : 54 x/menit I.I. Bayi bergerak aktif. II.

Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya 1. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi  Ibu masih mengingatnya 1. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 1.1. Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan  Ibu sudah paham . Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 1.

triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. bayi baru lahir dan masa nifas. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. memberikan salep mata pada kedua mata bayi. dua kali pada triwulan ke tiga. mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan . persalinan. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk “10T”. memberikan injeksi vitamin K. satu kali pada triwulan kedua. memotong tali pusat.

dan pada jam 06. bayi baru lahir dan nifas normal. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : . Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07.00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga.Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16.00 WIB. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil. didapatkan data sebagai berikut: • Dalam tahap pengumpulan data. E G3P2A0 dengan kehamilan normal. persalinan. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.30 WIB Ny. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. 00 WIB. E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan.

maka didalam perubahan-perubahan baik fisik maupun memberikan asuhan kehamilan harus berdasarkan kebutuhan fisik. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: – – Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin . palpasi. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya. Pada wanita hamil tejadi fisiologis. Pendataran serviks. Tanda – tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam.42 Minggu ). memberi dukungan pada persalinan. mental dan sosial ibu. 6. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi. mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. 2.1. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. 4. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. auskultasi. Perubahan bentuk serviks. Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 . tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada 5. perkusi. 7. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi dari kehidupan intra uterin.

Kedokteran EGC. Jilid edisi 2.B. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi.. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. Gobak ett all. Sinopsis Obstetri. sarwono prawihardjo. 2002. Prawihardjo 2001. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B. persalinan. Kedokteran EGC. 2005. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta. Ilmu Kebidanan.8. Saifudin. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. Sarwono. EGC Jakarta. SARAN 1. DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones. 2008. JNPK. Keperawatan Maternitos. A. Rustam.2006. Yayasan Bima pustaka. Muchtar 1998. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. JNPKR-POGI: Jakarta . 2. EGC Jakarta.

LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny. Prodi D III Kebidanan .ST) (Bd. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Engkay S Chandra) Mengetahui. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. Ka.

SKM.M.M. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Engkay S Chandra) Mengetahui. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S.Kes) .(Wiwin Winarti.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti.ST) (Bd. Ka.Kes) LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny. SKM.

SKM. Lilis Sumiati S. Rizar Riyanto. 4. 5. 6. E. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. H. . Wiwin Winarti. Ibu bidan Engkay S chandra. selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis. Ny.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur. Oleh karena itu. 2. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1. E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. 3.M. Djumhana Cholil.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. penulis panjatkan kepada Allah SWT. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI.M. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. atas segala rahmat dan hidayah-Nya. SKM.

................................................................................ DAFTAR ISI................................................ Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati........ LEMBAR PENGESAHAN........... Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan.................... penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini....................... Sukabumi........................ Juni 2010 Penulis DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN......................... serta materi.............................................. spiritual.......... Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya......7................ Sahabat............. Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak............ i ii iii v 1 ................. Khususnya bagi penulis...................... 8............ BAB I PENDAHULUAN A.......... umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan........ orang-orang terdekat serta seluruh teman-teman seperjuangan yang telah memberi motivasi sehingga makalah komprehenshif ini dapat terselesaikan.......... Latar Belakang.... KATA PENGANTAR..... Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental.......

.... Ante Natal Care.... Menentukan usia kehamilan................................................................................................................................ Persiapan kehamilan................ Proses kehamilan............................ 22 11.................................. Tujuan ANC .................................... 8 5....................................................... D........................................................6 2.......................................................................................... Teori Kehamilan................................................................ Sistematika Penulisan............................................................................................................................... 7 4................................................................................... 14 8............. F.................. Tujuan.............. E...................................................................................... Perubahan fisik selama hamil........13 7..... Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan........ 21 9............................................. Tanda-tanda dari kehamilan............ Keluhan selama hamil..... Ruang Lingkup. Memantau tumbuh kembang janin................................................. Rumusan Masalah............................... Definisi 6 3 3 4 4 5 .................. 27 ................... 1........................................ 7 3................ 10 6........................................................................ C.....................................................................B... BAB II TINJAUAN TEORI A............... 22 10............................................... Manfaat Penulisan.........

...................................................................................................................... 38 5......... 42 6...........................................34 2.................. Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran................................... Partograf ............................ 48 10................ Tahapan persalinan.................................................................... 57 13....................................................... Mekanisme persalinan............................... Tanda-tanda persalinan................ Asuhan persalinan normal......................................... Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan...... Asuhan kebidanan pada persalinan.........................................................68 .................................................................................................... 49 11............. Kebutuhan gizi ibu hamil............................. 1... Persiapan persalinan.......................................................................... 34 3....................... Rencana Kala I................................................................ Persalinan....................... Bentuk-bentuk persalinan..... Etiologi persalinan...................................... Definisi 34 ......................................................................... 35 4....................... 44 7. 52 12.................... 27 B............................. 47 9.... 45 8................12.........................

................................................... 105 C......................... Definisi nifas ..................................... Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir............................................... 93 B.............................. 75 6..................................... 70 1.................... Tanda-tanda bahaya pada bayi...................................................70 2............................. Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir.......................................................................... 92 BAB III TINJAUAN KASUS A..................... 1.................................................................... Definisi 82 ...................................C..... Penatalaksanaan nifas.................................................. Fisiologi nifas ............................................................. 84 4...................... 123 ................ Asuhan kebidanan pada persalinan normal. 80 D............... 88 6. Program dan kebijakan tehnik masa nifas... Kebutuhan ibu nifas................................................................................... 85 5............. Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal............................................. Nifas......................74 5......................................................71 3............ Laktasi ................ Bayi baru lahir.............................................. 83 3..... Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal.............74 4.................................................................................... Karakteristik bayi baru lahir...............................82 2........ 79 7............................................................................ Pemeriksaan fisik bayi baru lahir................. Psikologi nifas.........

.......................................... Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal......................................................................... 154 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY....... 153 B... 151 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A............................... Kesimpulan...........................................................D........................... 137 BAB IV PEMBAHASAN............ Saran.........................E 29 Th G3 P2 A0 DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Asuhan Kebidanan Komprehensif Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Disusun Oleh : LISTA LIFWALIANTRI NIM : 0290106A08063 .................................

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 2011 .

Muka Bentuk simetris. Hidung dan Mulut y Pernafasan cuping Hidung y Warna bibir y Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik y Refleks menelan (swallowing) : Baik y Lagioskizis dan Palatoskizis y Refleks rooting : Tidak ada : Baik . Mata y Bentuk : Simetris y Tanda ± tanda insfeksi : Tidak ada y Reflek mengedip y Reflek pupil y Lain ±lain : Baik : Baik : Tidak ada 4. tidak ada paralisis syaraf facial.2. Telinga y Bentuk y Tulang rawan telinga : Simetris : Ada y Letak telinga sejajar alis mata : ya y Reflek pendengaran : Baik 5. tidak Ada down syndrome. 3.

Payudara y Bentuk y Putting susu : Simetris : Menonjol 8. Leher y Pembengkakan y Refleks Tonik neck : Tidak ada Pembengkakan : Baik 7.Reguler b. Bahu. Paru ± paru Auskultasi y Paru ± paru y Jantung : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub.normal y Fraktur klavikula : Tidak ada a. Dada y Bentuk : Simetris y Retraksi dinding dada : Baik. Refleks moro : Baik . lengan dan tangan y Jumlah jari tangan y Refleks grapsing (menggenggam) : Normal .6.10 jari : Baik y Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada y Kelainan : Tidak ada 9.

Tungkai dan kaki y Bentuk y Jumlah jari kaki y Tanda klik y Refleks babinsky y Kelainan : Simetris : Normal 10 jari : ada : Baik : Tidak ada 13. Genitalia Bayi perempuan y Labia mayor menutupi labia minora y Vagina berlubang y Uretra berlubang y Pengeluaran Pervaginam : ya : ya : ya : Tidak ada 12. Abdomen y Bentuk : Simetris y Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada y Perdarahan tali pusat y Masa pada abdomen y Lain ±lain : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan 11. Punggung dan anus y Masa / Tonjolan y Sfina bifida y Meningokel y Anus berlubang : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : ya .10.

keringkan tubuh bayi bayi telah dikering kan . hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban mata.Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III.y Pengeluaran mekonium :Ada 14.HB . Planning 1. Membersihkan mata. Pemeriksaan Laboratorium . Kulit y Warna kulit : Kemerahan y Vernik kaseosa : Ada y Lanugo :Ada tapi tidak banyak y Pembengkakan : Tidak ada y Tanda lahir : Tidak ada C. Letakan bayi di atas perut ibu. IV. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2.

Mengukur BB.3. keaktifan setiap 5 menit Observasi telah dilakukan . Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu Ibu mau menyusui bayinya. PB. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi salep mata telah diberikan 8. LK. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. LD. 6. warna kulit. LILA dan periksa fisik bayi pengukuran telah dilakukan 9.

Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 ± 03 . Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07.10.Engkay S Chandra I. bau busuk atau berdarah Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi. Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering. Tali pusat keluar cairan. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11. . Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m.00 WIB. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui.2011 : 08. bayi telihat kuning.30 Wib : BPS Bd.

Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari.II.20C : 45 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah III. Planning 1. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat bahwa . Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik Ibu sudah mengerti 2. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital y Denyut jantung y Suhu tubuh y Pernapasan : 135 x/menit : 36. IV.

Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi Ibu masih mengingatnya 4.00 Wib : rumah pasien II. : 19 ± 03 . bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5.3.70C : 54 x/menit . Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi Ibu mengerti 5. Bayi bergerak aktif. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I. Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari. buang air besar 2-3 kali sehari.2011 : 08. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital y Denyut jantung y Suhu tubuh y Pernapasan : 144 x/menit : 36.

sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik.Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan Ibu mau menyusui bayinya bahwa . Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik Ibu sudah mengerti 2. Planning 1. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu. IV. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi Ibu masih mengingatnya 3. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi Ibu mengerti 4. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan III.

Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6.5. Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan Ibu sudah paham .

triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. memotong tali pusat. dua kali pada triwulan ke tiga. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. memberikan injeksi vitamin K. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk ³10T´. memberikan salep mata pada . satu kali pada triwulan kedua. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia. persalinan. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri).BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. bayi baru lahir dan masa nifas.

00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. persalinan.30 WIB Ny. E G3P2A0 dengan kehamilan normal. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek y Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek y Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek . Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil.kedua mata bayi. didapatkan data sebagai berikut: y Dalam tahap pengumpulan data.00 WIB. bayi baru lahir dan nifas normal.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. dan pada jam 06. 00 WIB.

Pada wanita hamil tejadi fisiologis. perkusi. mental dan sosial ibu. palpasi. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada 5. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. Pendataran serviks. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. auskultasi. Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 . .42 Minggu ). Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya. Perubahan bentuk serviks. Tanda ± tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi. 4.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 2. maka didalam perubahan-perubahan baik fisik maupun memberikan asuhan kehamilan harus berdasarkan kebutuhan fisik. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.

dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi d ari kehidupan intra uterin. memberi dukungan pada persalinan. . bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin 8. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. SARAN 1. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi. 2. 7. mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya.6. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B. persalinan.

Kedokteran EGC.DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones. Jilid edisi 2.2006. Saifudin. EGC Jakarta.. EGC Jakarta. Rustam. Ilmu Kebidanan. Kedokteran EGC. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. A. JNPK. JNPKR-POGI: Jakarta .B. 2008. Gobak ett all. Sinopsis Obstetri. 2005. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Muchtar 1998. Sarwono. Jakarta. sarwono prawihardjo. Keperawatan Maternitos. Prawihardjo 2001. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. 2002. Yayasan Bima pustaka. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana.

LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny. Ka. Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.M. Engkay S Chandra) Mengetahui. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. SKM.Kes) .ST) (Bd.

Ka.Kes) .ST) (Bd.LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny.M. SKM. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Engkay S Chandra) Mengetahui.

Rizar Riyanto. E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak. H. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. 3. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. SKM. 4. Wiwin Winarti. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. SKM.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Lilis Sumiati S.M.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur. penulis panjatkan kepada Allah SWT. Oleh karena itu.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI.M. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1. .ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. Djumhana Cholil. 2. atas segala rahmat dan hidayah-Nya.

Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan. 8.5. umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan. Sukabumi. orang-orang terdekat serta seluruh teman-teman seperjuangan yang telah memberi motivasi sehingga makalah komprehenshif ini dapat terselesaikan. Juni 2010 Penulis . Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Sahabat. spiritual. 6. Ny. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental. E. Khususnya bagi penulis. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini. serta materi. Ibu bidan Engkay S chandra. 7. Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya. selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis.

C............................... Teori Kehamilan .. ................ 5...... ................................. .........DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN . D. KATA PENGANTAR............ . ..... F...... 3................................ Tujuan ANC ....... .............................. . Persiapan kehamilan . Tujuan .......... Latar Belakang ................................................................. 6.... .................. ............. E..... Tanda-tanda dari kehamilan .................................. 8................ LEMBAR PENGESAHAN ...................... ......... ........ Definisi.... ................................................................ Ante Natal Care .. ......... . B............... ..... ................... Proses kehamilan ............................................... ................... Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan .............................................................................................. ............................................ .................................................................. ..................................................... Memantau tumbuh kembang janin ..................... ........ ............. 1..................................................... .. 4................................................... Sistematika Penulisan ................. Ruang Lingkup ........................ .......................... .. Rumusan Masalah .......... ............. ................................................. ................... ............ ............... BAB II TINJAUAN TEORI A........................... 2......... ............... .............................. DAFTAR ISI .............. BAB I PENDAHULUAN A...... ................... i ii iii v 1 3 3 4 4 5 6 6 7 7 8 10 13 14 21 .......................... Manfaat Penulisan ....... ............................................ 7.............................................

.............................. Nifas . 4............................................ 12................................... ............ 11........................................... ................................. . Persiapan persalinan . C.......9. .... 5.............. ......... ................... ..... 10......... 12...................................................................................... Laktasi................. 1.................................... Tahapan persalinan ... Etiologi persalinan ................... 10.. 6.............................. ................ ..................... ...................... Kebutuhan gizi ibu hamil ................. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan ....... ................................................ B........................................................... 4.......... ....................... .. ........................... .................................................. ................ Persalinan.............................. .. 9.......... 8............................................. Perubahan fisik selama hamil............................ .......................... ......... Rencana Kala I ..... Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran.............. ..................... 11.... 22 22 27 27 34 34 34 35 38 42 44 45 47 48 49 52 57 68 70 70 71 74 74 ....... Keluhan selama hamil...... . Definisi................ 3..... Tanda-tanda persalinan ......... 7................... ................... ............ .......................................................... 3............... Asuhan kebidanan pada persalinan ............................... Fisiologi nifas ..................... 2.... ..... ............. ................................ ............................... Psikologi nifas ...... .......... .................................. Asuhan persalinan normal.......... ..... Definisi nifas ..... 1............................ ....................................... Bentuk-bentuk persalinan .......... ........................... Menentukan usia kehamilan................. ................... 13....................... 2.... Partograf. Mekanisme persalinan ........ ..... ......................................

.............. Penatalaksanaan nifas .. C............ ................. BAB IV PEMBAHASAN....................... Kebutuhan ibu nifas ............ ...... ........................... ... ... Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal.............. ................................................................................................ Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir . Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir............... ......................... B. ........................................................................... Bayi baru lahir..... 7................................ Pemeriksaan fisik bayi baru lahir ....... ............... B................. Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal........... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A....... ..............5............. Program dan kebijakan tehnik masa nifas .......... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 79 80 82 82 83 84 85 88 92 93 105 123 137 151 153 154 ...................................... ........................ ..................... ...................... Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal . .... ....... Tanda-tanda bahaya pada bayi ........................................................ ................... 6.... Karakteristik bayi baru lahir ...... .......................................... D........ D.. Kesimpulan ..................... 1..... BAB III TINJAUAN KASUS A... 5............ ..... Asuhan kebidanan pada persalinan normal ................................. 4.......... 2......... 6.............. ..... Definisi.............. .................. 3.................... ................................... ............................. .............. Saran .......

A UHAN KEB ANAN KOMPREHEN I PADA NY.E DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Th G P A0 Asuhan Kebi anan Komprehensi Di j Sebagai Salah Sat Syarat Unt Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Di usun Oleh : LISTA LI WALIANTRI NIM : 0 010 A080 PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 011 .