BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dinegara berkembang karena kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah yang komplek dan berkepanjangan. Bahkan sampai saat ini masalah tersebut belum teratasi. Dinegara miskin, sekitar 25-50 % kematian wanita subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitas (Saefudin: 2006:3). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN. AKI di Indonesia pada tahun 2005 adalah 262/100.000 kelahiran hidup, sementara AKB adalah 35/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI adalah 248/100.000 kelahiran hidup dan AKB adalah 27/1.000 kelahiran hidup. Dilihat dari data tersebut AKI dan AKB di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai 2007 (Depkes RI, 2008). Penyebab utama kematian maternal masih disebabkan oleh trias

kematian ibu yaitu 28% perdarahan, 11% infeksi, 24% eklampsi. Sementara penyebab utama kematian perinatal yaitu disebabkan oleh asfiksia neonatorum 27%, infeksi 5%, prematuritas, BBLR 29%, dan tetanus neonatorum. (Depkes RI, 2007). Sedangkan AKI dan AKB di Jawa Barat mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2007 yaitu AKI pada tahun 2003 sebesar 321.15/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 49/1000 kelahiran hidup.

Sedangkan pada tahun 2007 AKI sebesar 81/100.000 kelahiran hidup dan AKB 43.40/1000 kelahiran hidup (Dinkes Jabar, 2007). Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan angka kematian ibu (AKI) di kota sukabumi sekitar 91 per 100.000 kelahiran, sedangkan untuk angka kematian bayi (AKB) diperkirakan sekitar 53 per 1000 angka kelahiran hidup. (Dinkes Kota Sukabumi, 2008) Pada dasarnya kehamilan dan persalinan merupakan suatu hal yang fisiologis yang alami pada setiap wanita, tetapi kadang – kadang persalinan dan kehamilan tersebut di sertai dengan komplikasi sehingga akan bersifat fatologis, dan hal tersebut bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, melaksanakan asuhan kebidanan persalinan, BBL, dan nifas yang baik serta pemberian ASI pada bayi sedini mungkin sehingga dapat menurunkan angka kematiam ibu dan bayi. Berdasarkan data di atas maka penulis akan melakukan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL secara komprehensif Pada Ny E,29 thn G3P2A0 umur kehamilan 38 mg dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah pada studi kasus secara komprehensif ini adalah “ Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E 29 Tahun G3P2A0 38-39 Minggu dengan Keadaan Ibu dan Bayi Fisiologis di BPS Engkay S Chandra Tahun 2011”.

C. Tujuan

1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL normal kepada Ny E, dengan manajemen asuhan

kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan. 2. Tujuan Khusus a. b. Mengetahui tentang definisi kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Mengetahui Teori – teori tentang kehamilan, persalinan, nifas dan BBL c. Mengaplikasikan pengetahuan tentang kebidanan dengan praktek kebidanan di lapangan d. e. Mengetahui Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Dapat melakukan manajemen Asuhan Kebidanan SOAP

A. Ruang Lingkup Masalah Studi kasus ini dilakukan untuk memberikan asuhan Kebidanan secara komprehensif pada Ny. E 29 tahun G3P2A0 38-39 minggu dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis di BPS Engkay S chandra tahun 2011”.

B. Sistematika penulisan Sistematika penulisan dalam makalah ini tediri dari 5 BAB Yaitu : – BAB I : Pendahuluan ::Menguraikan tentang latar

belakang, rumusan masalah, tujuan dan ruang lingkup, sistematika penulisan dan manfaat.

Manfaat Penulisan 1. nifas dan BBL. BBL normal. – BAB V : Penutup : Menguraikan kesimpulan dan saran A. dan nifas normal – BAB III : Tinjauan Khusus ::Menguraikan tentang manajemen asuhan SOAP – BAB IV kebidanan dengan : Pembahasan ::Menguraikan tentang keterkaitan antara teori dengan kasus.– BAB II : Tinjauan Teori tinjaun ::Menguraikan medis kehamilan tentang. persalinan normal. 2. Bagi BPS. 3. Bagi Institusi Sebagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan sebagai perbandingan untuk angkatan selanjutnya dan dapat menambah bahan koleksi perpustakaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya. Engkay S Chandra . normal. persalinan. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu khususnya berkaitan dengan ilmu kebidanan tentang kehamilan.

Triwulan pertama (0 – 12 minggu) .a. persalinan. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut fertilisasi kemudian dilanjutkan menjadi nidasi dan implantasi sampai janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. BAB II TINJAUAN TEORI A. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin. Hasil asuhan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka meningkatkan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Dapat membantu kegiatan program kehamilan. nifas dan BBL normal. 2002 ). Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu : a. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Definisi Hamil adalah seorang wanita mengandung sel telur yang telah dibuahi atau dihasilkan oleh sperma. TEORI KEHAMILAN 1. b.

c. Menjaga hubungan yang harmonis. Faktor Fisik b. i. 1. Bersikap teliti terhadap obat-obatan. Kehamilam 28 dan 36 minggu disebut premature. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan). b. c. Mencatat kondisi kesehatan. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Ada 3 faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu : a. f. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2002) Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Sarwono Prawirohardjo. dan bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut post matur atau lewat bulan (Winkjo satro: 2005) 1. Mengkonsultasikan faktor genetik. g.b. Persiapan Kehamilan Pada saat memutuskan untuk mempunyai anak perlu melakukan berbagai persiapan sebagai berikut : a. Mempersiapkan tabungan. Menanamkan pola hidup sehat. h. e. d. Mengkonsultasikan kesehatan fisik. Triwulan kedua (12 – 28 minggu) Triwulan ketiga (28 – 42 minggu) Merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami. Mengatur asupan nutrisi. Memeriksa darah. Faktor Psikologis terdiri dari : .

Faktor Lingkungan Social Budaya dan Ekonomi 1. i) Payudara besar dan tegang. b) Mual muntah. 3) Tanda Chadwick yaitu pembendungan pembuluh darah daerah panggul menyebabkan warna serviks menjadi kebiruan (livid) atau purplish (ungu). dan areola. e) Pingsan. c) Ngidam. . Tanda kehamilan tidak pasti 1) Rahim membesar. m) Varises. b. Disebabkan karena meningkatnya vascularisasi pada serviks.1) Stressor 2) Dukungan keluarga c. k) Perubahan warna kulit pada daerah tertentu : leher. muka. f) Anoreksia. l) Epulsi. 2) Tanda Hegar yaitu melebarnya daerah pelunakan di istmus SBR. d) Tidak tahan terhadap bau-bauan. g) Lelah. j) Sulit BAB. Tanda dugaan hamil a) Menstruasi terlambat. Terjadi pada kehamilan 6-8 minggu. h) Miksi sering. menyebabkan cekungan. Tanda-tanda Kehamilan a.

Dapat dilihat pada kehamilan 7-8 minggu. Antenatal Care . 1. biasanya terasa oleh ibu pada kehamilan 16-20 minggu. Mulai teraba pada kehamilan 6 minggu. biasanya dengan fetoscope terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu sedangkan jika menggunakan USG terdengar pada usia kehamilan 6-8 minggu. 9) Teraba ballotment teraba pada kehamilan 16-20 minggu. Pada minggu ke-5 feta pole sudah tampak. Dengan dopler terdengar pada umur 8-10 minggu. 4) Terlihat tulang dalam foto roentgen. Minggu ke7-8 DJJ sudah mulai tampak. 7) Tanda piscaseck yaitu perubahan asimetris pada bentuk uterus hamil didaerah fundus dimana terjadi implantasi tampak lebih menonjol disebabkan oleh hyperemi setempat karena hormonal. a. 10) Test kehamilan (+). 3) Terdengar adanya DJJ. 5) Tanda ladin yaitu uterus melunak didaerah anterior. Mulai dapat diraba pada minggu ke-18. Tanda pasti hamil 1) Terasa adanya gerakan janin. tengah didaerah antara uterus dan serviks. 5) Terlihat adanya gambaran janin pada USG. 8) Kontraksi Braxton hiks yaitu kontraksi uterus ringan. 2) Terasa adanya bagian-bagian janin. Muncul pada minggu ke-4. Tampak pada minggu 1214. tidak sakit. semakin meningkat frekuensinya pada TM III. ireguler ringan.4) Tanda Goodle yaitu serviks menjadi lunak dan cyanosis disebabkan pertambahan vascularisasi jaringan serviks. 6) Tanda Mc Donald yaitu serviks dan uterus dapat dengan mudah ditekuk pada pertemuannya. Normal frekuensinya 120-160 x/menit.

Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). a. MAP. Tilai status gizi . e.protein urine. Pemberian imunisasi TT lengkap. Ukur Tekanan darah.golongan darah) h. Tes lab (glukosa. c. Kunjungan IV (36 minggu) sampai lahir dilakukan untuk : 1) Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III. 2) Mengenali adanya kelainan letak dan persentasi. 3) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatan. 2) Penampisan preeklampsia. infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan. g. b. 3) Mengulangi perencanaan persalinan. gemelli. 3) Mengenali tanda-tanda persalinan. Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk : 1) Penapisan dan pengobatan anemia. Pemberian Tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan. Tes terhadap penyakit menular seksual.Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai janin lahir. f. Kunjungan antenatal care sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : a.haemoglobin. Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan untuk : 1) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya. a. Timbang berat badan. d. Pelayanan “7 T” : a. 2) Perencanaan persalinan. Ukur Tinggi fundus uteri.

1 Jadwal kunjungan ulang memiliki kekhasan dalam setiap kunjungannya : Penilaian Antenatal Riwayat kehamilan Riwayat kebidanan Riwayat kesehatan Riwayat sosial Pemeriksaan keseluruhan (umum) Pemeriksaan kebidanan (luar) Pemeriksaan kebidanan (dalam) Pemeriksaan laboratorium Kunjungan Kunjungan I √ √ √ √ √ √ √ √ √ II √ Kunjungan III √ Kunjungan IV Jika indikasi √ Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada ada indikasi indikasi indikasi Jika ada Jika ada Cek Hb dan indikasi indikasi pemeriksaa n Lab. Lain jika indikasi ada Penanganan Pemberian imunisasi TT1 TT Pemberian FE Konseling umum Konseling khusus Perencanaan persalinan Perencanaan penanganan komplikasi √ 90 Tablet √ TT2 Memperkua Memperkua t Jika indikasi t ada Jika indikasi √ √ Memperkua ada t ada Jika indikasi √ √ √ . Tilai presentasi dan Djj Temu wicara. j. temuan kasus.i. tindak lanjut Table 2.

e. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi b. d. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. f. Mempersiapkan peran ibu dan keluaga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. Proses Kehamilan Proses kehamilan merupakan masa rantai yang berkesinambengan terdri dari: % perlindungan 80 95 99 99 thn/seumur . termasuk riwayat penyakit secara umum. Memepersiapkan persalinan cukup bulan. c. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif. kebidanaan dan pembedahan. Tujuan antenatalcare a.2 Imunisasi TT Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan 1 4 minggu setelah TT 1 6 bl setelah TT 2 1 thn setelah TT 3 1 thn setelah TT 4 Lama perlindungan 3 thn 5 thn 10 thn 25 hidup 1. 1.mental. melahirkan dengan selamat. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik. ibu maupum bayinya dengan trauma semininmal mungkin.Tabel 2. dan social ibu dan bayi.

a. . peristiwa ini terjadi pada hari kedua belas atau ke empat belas sebelum haid yang akan datang 1) Proses petumbuhan ovum ( Oogenesis ) 2) Dengan pengaruh FSH. 3) Desakan faikel de-grap kepermukaan ovarium menyebabkan panipisan dan disertai deverkutarasi. 2) Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai tumbai ( Fimbiae ) maka ovum yang telah di lepaskan segera di tangkap oleh frimbiae tuba. hipofisis. dalam bentuk pematngan pertama artinya siap di buahi. frikel primer mengalami perubahan menjadi polikel de-grap yang menuju kepermukan ovarium disertai pembentukan cairan liqoor polikuli. endometrium. Ovulasi Ovulasi Adalah pelepasan ovum dari ovarium. proses penangkapan ini di sebut ovum pick UP mechanism 3) Ovum yang tertutup terus bejalan mengikuti tuba menuju uverus. Gerak dari tuba yang mendekati ovarium – Gerak sel rambut lumen tuba semakin tinggi – Peristaltik tuba makin aktif Dan ketiga faktor ini menyebakan aliran dalam tuba makin deras menuju uterus 1) Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak terdapat hubungan antara hipotalamus . 4) Selama pertumbuhan menjadi polikel de-grap ovarium mengeluarkan hormon ekstogen yang dapatmempengaruhi b.

Spermatozoa Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks 1) Sepermatogeum berasal dari sel primitip tombulus 2) Menjadi spermatosit pertama 3) Menjadi spermatosit kedua 4) Menjadi spermatid 5) Akhirnya spermatozon Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari panca indra. a. hipofisis. spermatozoon yang masuk kedalam alat genetalia wanita dapat hidup selama tiga hari. Bentuk spermatoa seperti cebung yng terdiri atas : 1) Kepala : lonjong sedikit gepeng yang mengndung inti 2) Leher : penghubung antara kepala dan ekor 3) Ekor : Pajang sekitar 10 kali kepala. Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc. sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi. pada setiap hubungan seks di tumpahkan sekitar 3 cc sperma. dan sel insterstitial leyding sehingga spermaotgonium dapat mengalami proses mitosis. hipotalamus. Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopii. proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut : . mengandung energi sehingga dapat bergerak.b.

1) Ovum yang di lepaskan proses ovulasi. ekornya lepas dan tertinggal di luar . 2) Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaface ditengah setoplasma yang di sebut vitelus 3) Dalam perjalanan korona radiate makin nerkurang pada zona pelusida. nutrisi dialirkan kedalam vitellus melalui saluran pada zona pelusida 4) Konsepsi terjadi pada pers ampularis tuba a) Tempat yang paling luas b) Dinding penuh jongjot. tertutup sel yang mempunyai silia c) Ovum mempunyai waktu terlama dalam ompula tuba 1) Ovum siap di buahisetelah 12 jam dan hidup selam 48 jam a) spermatozoa di tumpahkan. masuk melalui konalis serulkalis dengan kekuatan sendiri b) dalam kavum uteri terjadi peruses kapasitasi yaitu pelepasan sebagian dari “ upoproteinya” sehingga mapu mengadankan fertilisasi c) spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba d) spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna e) spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis f) korona radiata dan zona pelusida dengan pelusida dengan proses enzimnatik hidloronidase g) melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum h) seetelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum. diliputi oleh kolona radiate mengandung persediaan nutrisi.

Hasil pembelahan memenuhi seluruh ruangan dalam ruang ovumyang besarnya 100 mw atau 0. Proses Nidasi Atau Implantasi Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “vitellus” membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metaphase”sehingga pronokluesnya menjadi “haploid” pronukelues spermatozoon dalam keadaan haploid saling mentdekati dengan inti ovum yang kini haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pemasangan pembawa tanda dari pihak peria maupun wanita.i) kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi a. mampu mengeluarkan hormone krionik yang mempertahankan korpus luteum gravidarum.1 mm dan di sebut stadia morola Semua pembelahan sel di bagian dalam. hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus. . terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari korola radiate yang menjadi sel tropoblas dalam pertumbuhanya. Setelah pertemuan ke dua inti ovum dan spermatozoa terbentuk yang terbenteuk zigot yang beberapa jam setelah mampu membelah dirinya menjadi dud an dan seterusnya berbarengan dengan inti.

kantungan ammion dan embrio padat dan perkembangan menjadi tali pusat. plat embrio terdiri dari undur ectoderm. entoderm. mungkin terjadi.sementara itu fase sekresi endometrium telah makin banyak mengandung glikogen yang di sebut desidua. Pembentukan placenta Nidasi atau implatasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang pada blastura dengan inner cell mass.Pembelahan berjalan terus dan di dalam morulla terjadi ruangan yang mengandung cairan yang di sebut “blastula” perkembangan dan pertumbuhan perjalanan blastula dengan uili korealisnya yang di lapisi sel tropoblas telah siap untuk mengadakan ridasi . Sel tropoblas yang meliputi “perimer villi korealis” melakukan destruksi enzimatik proteolitik. Terjadinya nidasi ( implantasi ) mendorongkan sell blastula mengadakan deferesi sel yang dekat dengan ruang entoderm membentuk entoderm dan yolk sac ( kantong yolk ) sedangkan selain membentuk ektoderm dam morederm dan ruang amnion palat emberio ( embryonal palate ) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk. setelah konsepsi. Pada saat tertanamnya blastula ke dalam edomentrium. dan meroderm. . akan tertanam ke dalam endometrium sel tropoblas mendekstruksi endometrium sampai terjadi pembentukan placenta yang berasal dari primer vili korealis. b. hingga dapat menanamkan diri di dalam edometrium proses penanaman blastula di sebut ridasi atu implantasi implansi terjadi pada hari ke 6 sampai 7.

sehingga sejak saat embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah secara langsung terjadilah aliran darah pertma reptroplasenter pada hari ke empat belas sampai lima belas setelah konsepsi. Pertumbuhan dan Perkembangan janin. pertumbuhan dan perkembangan janin pada rahim ibu. Kepala fleksi ke dada b. sedangkan dari sudut fetus setiap kotiledon. kuping dan jari terbentuk c. 2.Uterus telah penuh. Tabel.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Tua Kehamilan Organogenesis 8 Minggu Panjang Janin 2. Bagian desidua yang tidak di hancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. Vili korealis desi dua sampai sepuluh darah.Dengan berbagai untuk implantasi ( Nidasi ) di mana posisi plat embrio berada akan di jumpai berbagai variasi tali puat. Kulit tebal dengan rambut lanugo . fetus terus bercabang danmengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya. c. yaitu insersio sentralis para sentralis marginalis atau insersio vila mentosa. mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke sepuluh sampai ke sebelas setelah konsepsi. Hidung. Kulit merah tipis b. memberikan nutrisi. Genetalis jelas terbentuk Masa Fetus 16 Minggu 16-18 cm a.5 cm Perkembangan a. Kuping lebih jelas 12 Minngu 9 cm a. Kelopak mata terbentuk b. desi dua pemtalis 20 Minggu 25 cm dan kopsularis menghilang melekat a.

. Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi. Ovulasi biasanya terjadi setelah 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan terjadi segera setelah ovulasi. secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda. Menyempurnakan janin Masa Prenatal 28 Minggu 35 cm 1. Menentukan Usia Kehamilan Kehamilan dihitung dalam minggu.Kelopak mata jelas. dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir. alis dan bulu 24 Minngu 30-32 cm tampak a. Memantau Tumbuh Kembang Janin Tabel 2. Berat 1000 gram b.b.4 Memantau Tumbuh Kembang Janin Usia Kehamilan 12 minggu 16 minggu 20 minggu 22-27 minggu 28 minggu 29-35 minggu 36 minggu 20 cm (± 2 cm) Usia kehamilan Dalam cm Teraba badan diatas sympisis Tinggi Fundus Menggunakan petunjuk pubis ½ sympisis dan umbilikus Pada umbilicus dalam 2 jari ↑ umbilikus minggu = Cm (± 2 cm) 28 cm (± 2 cm) ½ umbilicus – Px Usia kehamilan dalam 2 jari ↓ Px minggu = Cm (± 2 cm) 36 Cm (± 2 cm) Pada Px 2.

Tahun menstruasi terakhir + 1. Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. Maka denyut jantung pada saat istirahat pun meningkat (normal 70 x/menit menjadi 80-90 x /menit). Akibat pengaruh estrogen payudara . b. Perubahan Fisik Selama Hamil a. Jumlah sel darah putih saat persalinan dan sesudah persalinan meningkat. karena janin terus tumbuh darah lebih banyak dikirim kerahim ibu. Peningkatan curah jantung Selama kehamilan peningkatan curah jantung terjadi karena perubahan dalam aliran darah kerahim.Untuk menentukan perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan sebagai berikut: a. Selama trimester II tekanan darah menurun tetapi kembali normal pada rimester III. 1. tetapi sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat 25-30%. Bulan menstruasi teakhir – 3. modulus dan sensitifitas. Volume darah dalam peredaran meningkat 50 %. Jantung dan pembuluh darah Jumlah darah yang dipompa jantung meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu 30-32. Setelah mencapai 30 minggu curah jantung menurun karena uterus yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Terdapat peningkatan ukuran. c. Tanggal menstruasi terakhir + 7. b. c. Saat persalinan curah jantung meningkat sebesar 30 %.

membesar ukurannya. d. System pencernaan . Pada bulan pertama kehamilan ginjal tertekan oleh uterus yang semakin membesar. Ginjal Ginjal bekerja lebih berat pada kehamilan 16-24 minggu. Ginjal kanan lebih besar daripada ginjal kiri. terjadi peningkatan aktifitas ginjal pada wanita yang tidur miring. kadang-kadang mengeluh sesak dan bernafas pendek. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil sedikit berubah. Otot pelvis renalis dan ureter relaks. Kelenjar granula Montgomery pada daerah areola mamae tampak jelas dan putting susu tampak menonjol. e. Hidung dan tenggorokan kadang mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. sehingga terjadi dilatasi. Pembesaran ini menyebabkan syaraf tertekan dan menimbulkan rasa sakit. putting susu membesar dan lebih gelap menonjol. Paru-paru Wanita hamil bernafas lebih cepat dan dalam. Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah sehingga tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Akibat progesteron terjadi pembesaran pada ginjal kanan dan kiri. Pada akhir kehamilan. f. Hal ini disebabkan karena usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Dilatasi ini meningkatkan kapasitas pelvis renalis dan ureter dari 12-75 ml sehingga memungkinkan terjadi infeksi traktus urinarius. Progesteron berfungsi menambah sel-sel asinus pada mamae.

Banyak wanita hamil ditemukan garis pertengahan kulit abdomen menjadi jelas berpigmen berwarna hitam kecoklatan yang disebut linea nigra untuk primigaravida. g. obstipasi dan emesis / morning sickness. Peningkatan pigmentasi juga terdapat didaerah putting susu. Cloasma gravidarum atau topeng kehamilan adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kening dan pipi. Dimulut. Sekresi lambung berkurang sehingga makanan lebih lama didalam lambung. Akibat peregangan tersebut terjadi diastesis rekti yaitu longgarnya otot dinding rahim. . Otot-otot usus relaks.Salivasi meningkat pada TM I. Sedangkan didaerah sekitar pinggang biasanya tampak garis gelap spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba). Spingter esophagus bawah relaksasi sehingga dapat terjadi regurgitasi lambung yang menyebabkan rasa terbakar didada (heartburn). Pada multipara terdapat pula garis-garis keperakan. gusi menjadi lunak karena retensi cairan intraselurer yang disebabkan pengaruh hormon progesteron. Sedangkan pelebaran yang berdinding tipis tampak di tungkai bawah. Untuk multigravida akan berubah menjadi albican (putih). Kadang otot dinding abdomen tidak dapat menahan ketegangan sehingga muskuli rekti terpisah digaris tengah. Kulit Pada akhir kehamilan pembesaran rahim menimbulkan peregangan akibatnya robek serabut elastik dibawah kulit menimbulkan strie gravidarum sehingga tampak garis kemerahan pada abdomen.

Hormon Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh untuk mempertahankan kehamilan. Dapat terjadi hiperthyroidisme yang terjadi 1% kehamilan. Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam kehamilan Trimester III Trimester III merupakan periode menunggu dan waspada.h. Sejumlah ketakutan nampak pada trimester III. Jika berat badan sebelumnya normal. i. 1. Plasenta menghasilkan hormon yang menyebabkan kelenjar tyroid lebih aktif menyebabkan denyut jantung cepat. berdebar (palpitasi). Hormon yang utama dihasilkan plasenta yaitu HCG yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen dan progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan.5-16. Selama kehamilan diperlukan banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Berat badan Kenaikan berat badan yang normal antara 6. Ibu merasa aneh . keringat berlebihan dan perubahan suasana hati.5 Kg. Juga dapat menyebabkan tanda peregangan berwarna pink pada kulit perut. Masa ini merupakan masa aktif yaitu persiapan untuk kelahiran dan penyambutan bayinya. Plasenta menghasilkan melanocyte-stimulating hormon yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan peningkatan hormon adrenal dalam darah. kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 11-13 Kg.

takut kehilangan perhatian yang diterimanya saat hamil.Sincope Definisi Sincope atau pusing biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga. Tanda Bahaya 1) Kehilangan kesadaran 2) Disertai gejala anemia. Pada trimester III keinginan seksual wanita akan menurun lagi karena ukuran peruttnya yang besar dan timbul lagi ketidaknyamanan fisik. Etiologi 1) Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan hemodynamis 2) Penggumpalan darah dipembuluh tungkai 3) hypoglikemia. Cara Meringankan 1) 2) 3) Bangun secara perlahan dari posisi istirahat Hindari berdiri terlalu lama dilingkungan yang hangat/sesak Hindari berbaring dalam posisi terlentang.dan jelek. Ibu juga merasa khawatir pada bayinya yang akan lahir nanti. 2. takut menghadapi persalinan. 3) Payudara besar dan tegang Etiologi 1) Perubahan hormon akan menimbulkan deposit lemak. air dan garam pada payudara . Ada perasaan takut kehilangan anak dalam kehamilannya. dll. Sehingga pada trimester III sering terjadi depresi ringan. Keluhan Selama Hamil Trimester III a.

a. Etiologi 1) Tekanan uterus pada kantung kemih 2) Ekresi sodium meningkat bersamaan dengan pengeluaran air 3) Air dan sodium tertahan dalam tungkai bawah. Cara Meringankan 1) Kosongkan saat merasa ada dorongan untuk kencing 2) Perbanyak minum pada siang hari 3) Jangan kurangi minum di malam hari untuk mengurangi nocturia yang menggaggu tidur dapat menyebabkan keletihan 4) Batasi minum kopi. teh. cola dengan caffeine 5) Posisi baring miring kiri dengan kaki ditinggikan pada malam hari. a.2) Kadang payudara terasa nyeri karena ujung syarafnya tertekan. . Cara Meringankan Gunakan BH yang dapat menyokong dan menunjang payudara untuk kenyamanan. Tanda Bahaya 1) Dysuria 2) Oliguria 3) Aspmptomatic bacteriuria.Sering BAK Definisi Sering BAK atau nokturia terjadi pada TM I dan TM III.Konstipasi Definisi Konstipasi atau sembelit terjadi pada TM II dan TM III.

Cara Meringankan .Keputihan Definisi Terjadi pada TM I. Cara Meringankan 1) Minum cairan dingin atau panas ketika perut kosong 2) Istirahat cukup 3) Senam 4) Membiasakan buang air kecil secara teratur gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan) 5) Buang air besar segera setelah ada dorongan.Etiologi 1) Peningkatan kadar progesteron 2) Penurunan morbiditas 3) Penyerapan air dari colon meningkat 4) Tekanan uterus membesar pada usus. Pengobatan Gunakan pembuat bahan padat (bongkahan) atau emollients. TM II. a. Tanda Bahaya 1) Rasa nyeri hebat di abdomen 2) Tidak mengeluarkan gas (obstruksi) 3) Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis). Etiologi 1) Hyperplasia mukosa vagina 2) Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen. TM III.

Tanda Bahaya 1) Terlalu banyak 2) Bau menyengat 3) Berwarna kuning / abu-abu 4) Pengeluaran cairan 5) Pendarahan pervaginam. Etiologi 1) Konstipasi 2) Tekanan uterus yang meningkat terhadap vena haemorrhoidal 3) Dukungan yang tidak memadai pada vena haemorrhoid diarea anorectal 4) Kurangnya klep pada pembuluh ini mengakibatkan perubahan pada aliran darah. a.1) Tingkatkan kebersihan diri 2) Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun Pengobatan 1) Hindari pencucian vagina 2) Gunakan bedak (polider) untuk mengeringkan tetapi jangan terlalu banyak. gravitasi.Wasir Definisi Haemorrhoids atau wasir terjadi pada TM II dan TM III. tekanan vena panggul. 5) Statis. kongesti vena. pembesaran vena haemorrhoid Cara Meringankan .

Insomnia Definisi Dimulai pada umur pertengahan kehamilan. gunakan vistaril dan seconal. Tanda Bahaya . 2) Bangun tengah malam Cara Meringankan 1) Gunakan tekhnik relaksasi 2) Gunakan tekhnik relaksasi progesif 3) Mandi air hangat 4) Minum minuman hangat sebelum tidur 5) Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi sebelum tidur Pengobatan Gunakan antihistamin untuk jangka pendek. kompres es/ sizt bath Pengobatan Salep tropikal Tanda Bahaya Thrombi a. Etiologi 1) Pola tidur yang berubah mulai minggu ke-25 puncaknya pada 3336 minggu.1) Hindari konstipasi 2) Makan makanan yang berserat 3) Gunakan kompres hangat.

lahir spontan dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam. b. tanpa ada kompilikasi baik pada ibu maupun janin (Prawirohardjo. .5 18 A. d. Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu).1) 2) Keletihan berlebih Tanda-tanda depresi.5 15 600 1. TEORI PERSALINAN 1. Definisi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan kekuatan sendiri (Manuaba. 2006: 100). c. Kebutuhan Dasar Gizi Ibu Hamil Kebutuhan gizi ibu hamil ini penting karena : a. 1998: 157).8 100 400-800 2. 1. Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan Pertumbuhan janin Mempercepat penyembuhan luka persalinan Cadangan dalam masa laktasi Kebutuhan gizi ibu hamil meliputi : Zat gizi Kalori Protein Kalsium Ferum Vitamin A Vitamin B Vitamin C Vitamin D Riboflavin As Nicotin Satuan Kal G G Mg SI Mg Mg SI Mg Mg Jumlah 2500 85 1.

Berdasarkan tuanya umur kehamilan : 1) Abortus adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable). tanpa bantuan alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam. 3) Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada umur 28-36 minggu. 3) Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya akan tetapi berlangsung setelah perangsangan. melalui dinding perut dengan operasi sectio caesarea. 1998: 94). 2. Bentuk Persalinan a. a. Berdasarkan pengertian persalinan menurut cara persalinan : 1) Persalinan spontan adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri.Persalinan (partus = labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viabel melalui jalan lahir biasa (Mochtar. dengan umur kehamilan > 22 minggu berat badan > 500 Gr. 2) Partus immaturus adalah pengeluaran janin yang terjadi pada umur kehamilan antara 22-28 minggu dengan berat badan bayi antara 500-999 Gr. janin dapat hidup tetapi prematur dan berat janin antara 1000-2500 Gr. dilakukan . 2) Persalinan buatan adalah persalinan dengan tenaga dari luar misalnya persalinan pervaginam dengan menggunakan forceps atau vakum.

2) Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam batas tertentu. Teori Penurunan Progesteron 1) Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu. 5) Partus postmaturus/ serontinus/ lebih bulan adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang ditaksirkan. sehingga menimbulkan proses persalinan. 3) Setelah melewati batas tersebut. Teori Keregangan 1) Keadaan sirkulasi uterus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus. dimana terjadi penimbunan jaringan ikat. b. dan janin postmatur. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi uteropia senter sehingga plasenta mengalami degenerasi.4) Partus maturus/ aterm/ cukup bulan adalah partus pada umur kehamilan 37-40 minggu. 3. 4) Contohnya. sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekeuatan HIS. janin matur dengan berat badan > 2500 Gr. . terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai. pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu. Beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan yaitu : a.pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. Etiologi Proses persalinan belum diketahui dengan pasti.

2) Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. c. sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks. sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin.teori ini dikemukakan oleh linggin 1973.kira 1 – 2 minggu sebelum partus. Teori Hipotalamus-Pituitari Dan Glandula Suprarenalis 1) teori ini menunjukan pada kehamilan dengan anencephalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. c.2) Produsi progesteron mengalami penurunan. 2) Glandula suprarenalis merupakan pemicu terjadinya persalinan. . 3) Akibat otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu. 3) Prostaglandin dianggap dapat memicu terjadinya persalinan. 3) Menurunkan konsentrasi progesteron akibat tuanya kehamilan maka oksitosin dapat meningkatkan aktifitas. c. Teori Prostagladin 1) Dalam kehamilan dari minggu ke 15 hingga aterm kadar prostagklandin meningkat.sehingga persalinan dapat dimulai. 4) Antara lain penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi kira.lebih-lebih sewaktu partus. Seperti diketahui progesteron merupakan penenang bagi otot-otot uterus. 2) Perubahan keseimbangan esterogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim. Teori Oksitosin Internal 1) Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior.

Power (tenaga) 1) His Adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus dimana tuba fallopi memasuki dinding uterus yang pada awalnya kontraksi tersebut berasal dari pacemaker. Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan a. Faktor nutrisi Teori berkurangya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hipocrates yang bila nutrisi kurang pada janin maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan. hal : 160 ).kontraksi uterus dapat dibangkitkan. Passege (jalan lahir) 1)Panggul 2)Jalan lahir lunak a. 3. Efek gaya kontraksi tersebut mengarah kedaerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis yang membuka untuk mendorong isi uterus keluar. Faktor lainnya Tekanan pada ganglion ini tertekan. Sifat his : a) Setelah kontraksi : .Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & KB 1998. d.c. ( Ida Bagus Gde Manuaba.

Yang perlu diperhatikan yaitu : a) Lamanya : 45-75 detik .(1) Tidak relaksasi (2) Lebih pendek (3) Tonus seperti sebelum kontaksi-retraksi b) Kontraksi tidak sama kuat (1) Terkuat difundus (2) Terlemah di SBR c) Pacemaker batas keduanya (1) Lingkaran retraksi fisiologis (2) Lingkaran retraksi patologis (Bandl) Sifat lain his: a) Involuntir : tidak dapat diatur oleh ibu b) Intermitten c) Terasa sakit d) Terkoordinasi dan simetris e) Kadang dapat dipengaruhi dari luar baik kimia. fisik maupun psikis His yang baik : a) b) c) d) e) Kontraksi simultan simetris diseluruh uterus Kekuatan didominasi didaerah fundus Terdapat periode relaksasi antara 2 periode kontraksi Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot akan tertarik keatas oleh retraksi otot-otot korpus kemudian secara pasif terbuka dan mendatar. Ostium interna dan ekterna pun terbuka.

b) Pada ibu c) Pada janin : rasa nyeri. kenaikan nadi dan tekanan darah : pertukaran oksigen dan pada sikulasi uteroplasenta kurang sehingga menimbulkan hipoksia janin. teratur. tidak teratur (2) Menyebabkan “Blody Show” a) His Pembukaan (1) Kuat. simetris. Karakteristik perbedaan his persalinan dan his palsu : Faktor Kontraksi His Persalinan Teratur His Palsu Tidak teratur .b) c) Intensitasnya : 40 mmHg Interval : 10 menit sekali Pembagian his berdasarkan fungsinya : a) His Pedahuluan (1) His tidak kuat. hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik serta menyebabkan serviks menjadi datar dan membuka. terkoordinasi. menyebabkan rasa sakit (2) His pembukaan serviks sehingga terjadi pembukaan lengkap b) His Pengeluaran (1) Kuat. padat. teratur. lama (2) Disertai keinginan mengedan a) His Pelepasan Uri b) His Pengiring/ His Royan Perubahan yang terjadi akibat adanya his: a) Pada uterus dan serviks : uterus lebih keras.

Pencegahan Infeksi d. nifas dan bayi baru lahir .Interval Intensitas Lokasi sakit Pengaruh sedativa Perubahan serviks Memendek Makin kuat Belakang dan abdomen Tidak berpengaruh Mendatar dan membuka Tetap memanjang Tetap Abdomen bawah Hilang Tetap 1) Tenaga mengejan : pada waktu kepala sampai didasar panggul timbul suatu refleks yang mengakibatkan bahwa ibu yang akan bersalin menutup glotisnya. mengkontraksikan otot perutnya dan menekan diafragma kebawah. 2) A (Alat) : bawa perlengkapan dan bahan untuk asuhan persalinan. Pencatatan (Rekam Medik) Asuhan Persalinan e. Asuhan Sayang Ibu Dan Sayang Bayi c. Ini hanya akan berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu rahim kontraksi. a) b) c) Passenger (janin) Psikis ibu Penolong 3. Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran Bayi a. Rujukan 1) B (Bidan) : pastikan bahwa ibu dan/ bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompeten dan untuk menatalaksana gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa kefasilitas rujukan. Membuat Keputusan Klinik b.

alat resusitasi. 6) K (Kendaraan) : siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi cukup nyaman. dll) bersama ibu ketempat rujukan. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/ bayi baru lahir. Jelaskan kepada mereka alasan dan tujuan merujuk ibu kefasilitas rujukan tersebut. 4) S (Surat) : berikan surat ketempat rujukan. pastikan .(tabung suntik. 3) K (Keluarga) : beritahu ibu dan keluarga kondisi ibu terakhir dan/bayi dan mengapa ibu dan/bayi perlu dirujuk. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/ bayi baru lahir hingga kefasilitas rujukan. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan dalam perjalanan menuju fasilitas rujukan. Obat-obatan tersebut akan dibutuhkan selama diperjalanan. selang IV. Sertakan juga partograf yang dipakai untuk membuat keputusan klinik. 5) O (Obat) : bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu kefasilitas rujukan. cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan. Selain itu. asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/ bayi baru lahir.

3. 7) U (Uang) : ingatkan kepada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan kesehatan yang lain diperlukan selama ibu dan/ bayi baru lahir tinggal difasilitas rujukan. Tempat persalinan b. Pendamping persalinan f. Persiapan Persalinan Persiapan persalinan sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi. Persiapan persalinan terdiri dari (Huliana. Penolong persalinan c. Penghilang rasa nyeri e.Tanda Permulaan Persalinan .kondisi kendaraan cukup baik untuk mencapai tujuan pada waktu yang tepat. 2001: 115) : a. Plasenta (dimana plasenta akan diurus) 3. 8) DA (Donor Darah) : siapkan donor darah untuk mengidentifikasi kejadian yang tidak diinginkan pada waktu persalinan. Tanda-Tanda Persalinan a. Transportasi d.

Perbedaan persalinan sebenarnya dan persalinan palsu : Persalinan sebenarnya Serviks menipis dan membuka Rasa nyeri dengan interval teratur Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek Waktu dan kekuatan kontraksi Persalinan palsu Tidak ada perubahan serviks Rasa nyeri tidak teratur Tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya Tidak ada perubahan waktu dan . Nyeri terasa dilipatan paha dan perut bagian bawah atau punggung. durasinya pendek (< 45 detik). Sering ditemukan pada akhir kehamilan (±3-4 minggu). 1) Lightening/ settling/ dropping Disertai adanya tanda : a) Peningkatan frekuensi BAK b) Perasaan ketidak nyamanan karena penekanan pada seluruh pelvis c) Kram pada kaki d) Peningkatan statis vena 1) Persalinan palsu Disebut juga Braxcton Hick. Persalinan palsu adalah kontraksi semu berjalan tidak teratur. 2) Tanda awal Tanda awal persalinan berupa “Show/ Blody Show” yaitu berupa sekret vagina yang terdiri dari sedikit darah lendir yang menunjukan ekspulsi sumbatan lendir yang menyumbat kanalis servikalis. Biasanya persalinan akan terjadi beberapa jam atau beberapa hari mendatang.Sebelum terjadi persalinan sebenarnya 2 minggu sebelumnya ibu hamil memasuki “minggunya” yang disebut kala pendahuluan “Preparatory stage of labour”.

Kala ini merupakan stadium ekspulsi . 1999).Tanda Inpartu 1) 2) 3) 4) Dorongan meneran Tekanan anus kekuatan Kontraksi Kebanyakan rasa nyeri dibagian depan Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri Tidak ada lendir darah Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah janin Kepala belum masuk PAP walaupun ada kontraksi Pemberian obat penenang menghentikan rasa nyeri Perineum menonjol Vulva membuka 4. Kala II (Pengeluaran Janin) Dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir dengan kelahiran bayi (Hanifa.semakin bertambah Rasa nyeri dibagian belakang dan menyebar kedepan Berjalan menambah intensitas Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri Lendir darah lebih tampak Ada penurunan bagian bawah janin Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan a. Tahapan Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : a. Kala I ( pembukaan ) dibagi atas 2 fase : 1) Fase laten 2) Fase aktif a) Periode akselerasi b) Periode dilatasi maksimal c) Periode deselerasi b. dkk.

Kala IV (Observasi selama 2 jam) Kala pengawasan dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. perdarahan. d. Kala II pada primi berlangsung selama 1. c.Jika ibu tampak kesakitan : 1) 2) 3) 4) 5) Ajarkan teknik relaksasi Ajarkan untuk mengubah posisi sesuai keinginan ibu Anjurkan ibu untuk jalan-jalan Mengajak orang untuk mendampinginya Ibu diperbolehkan beraktivitas sesuai kesanggupan ibu . Yang diobservasi yaitu diantaranya : kontraksi uterus.janin.5-2 jam sedangkan pada multi ½-1 jam. resume keadaan umum ibu dan bayi. kandung kemih harus kosong. Kala III (Pengeluaran Uri) Setelah bayi lahir kontraksi berhenti sekitar 5-10 menit kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri. Rencana Kala I a. luka perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma. 3.Bantu ibu dalam saat persalinan agar tidak merasa sakit : 1) Berikan dukungan moral dan yakinkan ibu 2) Memberikan informasi kemajuan persalinan 3) Mendengarkan keluhan pasien a. plasenta dan selaput ketuban yang lahir lengkap.

Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil pemeriksaan diberiahukan kepada ibu dan keluarga.sehingga bagian presentasi janin terdorong kedalam panggul.Penolong tetap menjaga privasi pasien selama persalinan : 1) 2) Menutup tirai Menghadirkan keluarga c.Jika pasien berkeringat : 1) 2) Beri kipas. Engagement Terjadi ketika diameter biparietal kepada janin telah melalui pintu atas panggul. e.Sarankan ibu berkemih sesering mungkin h.hal ini terjadi sebelum persalianan aktif dimulai karena otot-otot masih tegang.Memperbolehkan ibu untuk mandi atau membersihkan diri. Memenuhi kebutuhan energi g. Mekanisme Persalinan Mekanisme persalianan mengacu kepada bagaimana jain menyusuaikan dan masuk kepanggul ibu yang meliputi gerakan: a. AC Perbolehkan mandi. b. d. .Melakukan pemantauan 4.pada kebanyakan nullipara. f.pada wanita multipara yang otot abdomennya lebih kendur kepala sering kali tetap dapat digerakan diatas permukaan panggul sampai persalinan dimulai.6) Ajarkan teknik bernafas (kaki tarik keatas dengan tangan merangkul mendekati dada dengan kepala diangkat sambil bernafas dalam).

c.b. Fleksi Segera setelah kepala yang turun tertahan oleh servise. Penurunan Kepala (Desensus) Gerakan bagian presentasi melewati panggul.terjadi selama persalianan dan oleh karena itu keduanya diperlukan untukdan terjadi bersamaan dengan mekanisme lainnya. Ekstensi. d.penurunan merupakan hasil dari sejumlah kekuatan.kepala janin diarahkan oleh tulang panggul dan otot-otot dasar panggul.yaitu:tekanan pada cairan amnion.akhirnya oksiput berada digaris tengah dibawah lengkung pubis.setiap kali terjadi kontraksi.dalam keadaan normal fleksi terjadi dan dagu didekatkan kearah dada janin.ketika oksoput berputar kearah posterior.dengan fleksi. . Putaran paksi dalam dimulai pada bidang setinggi spina ishiadika.Efek ketiga kekuatan itu dimodifikasi oleh ukuran dan bentuk bidang panggul dan kapasitas kepada janin untuk bermolase.5)dapat masuk kedalam pintu bawah panggul.dinding panggul atau dasar panggul. e. Putaran dalam (Rotasi internal).hal ini dimungkinkan karena kepala janin mengalami gerakan seperti sepiral atau seperti skrup pada waktu turun dalam jalan lahir.suboksiput bregmatika yang berdiameter lebih kecil(9.tekanan lansung kontraksi fundus pada janin.dan kontraksi diafragma dan otot-otot abdomen ibu pada tahap kedua persalinan.tetapi putaran ini belum selesai sampai bagian presentasi mencapai panggul bagian bawah.

g.bahu bayi masuk pintu atas panggul mengikuti jalan lahir.Rencana asuhan pada kala I 1) Bantulah ibu dalam masa persalinan jika ia tampak gelisah. a) Berikan dukungan dan yakinkan dirinya .Putaran 45 derajat membuat kepala janin kembali sejajar dengan panggul dan bahunya.setelah kedua bahu tersebut.kepala dapat terlihat lebih lanjut. Asuhan Kebidanan Pada Persalinan a.kemudian wajah.mula-mula oksiput melewati permukaan bawah simpisis pubis. Putaran Luar (Rotasi Eksternal) Putaran luar kepala janin pada hakikatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin. Restitusi Setelah kepala lahir.kepala akan defleksi kearah anterior.kepala yang telah berada diluar melakukan putaran paksi luar yaitu menyesuiakan diri dengan panggul bayi bahu anterior biasanya dilahirkan lebih dahulu.bahu depan akan tampak dibawah simpisis pubis.2005:247).dengan cepat diikuti oleh bahu posterior. 3.dan perineum segera teregang oleh bahu belakang.saat kepala janin mulai muncul melalui introitus. ketakutan dan kesakitan.sisa badan bayi-bayi lainnya akan segera terdorong keluar ( bobak.dan akhirnya Dagu. h. f.kemudian kepala muncul keluar akibat Ektensi : pertama-tama oksiput.bayi berputar sehingga mencapai posisi yg sama dengan saat ia memasuki pintu atas panggul. Ekspulsi segera setelah rotasi eksterna.Dengan demikian.

(1) Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan. c) Sarankan ibu untuk berjalan d) Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi. .b) Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannya. tetapi jika ibu ingin di tempat tidur sebaiknya dianjurkan tidur miring ke kiri. menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara ke luar sewaktu terasa kontraksi. e) Ibu diperbolehkan untuk melakukan aktifitas sesuai dengan kesanggupannya f) Ajarkan kepadanya teknik bernafas. antara lain menggunakan penutup atau tirai. dukungan/asuhan yang dapat diberikan a) Lakukan perubahan posisi b) Posisi sesuai dengan keinginan ibu. tidak menghadirkan orang lain tanpa seijin dan sepengetahuan ibu (2) Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan. c) Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk lebih sensitive terhadap perasaannya 2) Jika ibu tersebut tampak kesakitan. ibu diminta untuk menarik nafas panjang.

nadi. (4) Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat atasi dengan cara: (a) Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar (b) Manggunakan kipas biasa (c) Menganjurkan ibu untuk mandi sebelumnya.Rencana asuhan pada kala II 1) Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan : a) Mendampingi ibu agar merasa nyaman. mengipasi dan memijit ibu. (2) Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin. Pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan setiap 4 jam selama kala I pada persalinan. pembukaan serviks. denyut jantung janin. 1) Menjaga kebersihan diri : a) Ibu tetap di jaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi b) Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan . kontraksi. penurunan sesuai dengan frekuensi yang telah ditetapkan (fase aktif/laten). dan dokumentasikan hasil ketuban yang ada pada partorgraf. suhu badan. a. dan setelah selaput ketuban pecah. b) Menawarkan minum. (3) Lakukan pemantauan : tekanan darah. (1) Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi. berikan cukup minum.(3) Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya setelah buang air kecil/besar.

1) Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu. dan mencegah dehidrasi. mudah mengedan. ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin. kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi. a. Pengendalian tarikan pada tali pusat dan Pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir .dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut : a) Jongkok b) Menungging c) Tidur miring d) Setengah duduk Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri.Rencana asuhan pada kala III 1) Melaksanakan manajemen aktif kala III meliputi : a) b) c) Pemberian Oxytocin dengan segera. 2) Memberikan cukup minum : memberi tenaga. dengan cara : a) Menjaga privasi ibu b) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan c) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu 1) Mengatur posisi ibu. 1) Menjaga kandung kemih tetap kosong.

nadi. 5) Biarkan ibu istirahat. bantu ibu pada posisi yang nyaman 6) Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan bayi dan ibu. berikan oxytocin 10 unit. 1) Periksa wanita tersebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi. 2002 : N8) . b) c) Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta. Jika kontraksi tidak kuat. massage uterus sampai menjadi keras. sebagai permulaan dengan menyusui bayinya.Rencana asuhan pada kala IV 1) Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua. Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya. a. 2) Jika menggunakan menajemen aktif dan plasenta belum lahir juga dalam waktu 30 menit a) Periksa kandung kemih dan lakukan katerisasi jika kandung kemih penuh. 2) Periksa tekanan darah. menyusui juga membantu uterus berkontraksi (Saifuddin. Berikan oxytocin 10 unit (im) dosis ke tiga. 4) Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering. 3) Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi.1) Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit. kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua.

bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan menatalaksanakan komplikasi ibu dan bayi baru lahir. 2 kain dan 2 handuk bersih dan kering. lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi. Mengenali Gejala dan Tanda Kala Dua 1) Mendengar dan melihat adanya tanda dan gejala persalinan kala dua: a) Ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran. b) Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vaginanya. 1) mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih. 3) Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam. d) Vulva dan sfingter ani membuka.3. c) Perineum tampak menonjol. a. . Asuhan Persalinan Normal 58 Langkah a. Untuk asfiksia = tempat datar dan keras. Menyiapkan Pertolongan Persalinan Normal 1) Pastikan kelengkapan peralatan.mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai atau handuk pribadi yang bersih dan kering. 2) Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai. a) menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal bahu bayi b) menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai didalam partus set.

a.membersihkannya dengan seksama dengan cara menyeka dari depan ke belakang.5% dan kemudian melepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendamnya kedalam larutan klorin 0.mencuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan.5% selama 10 menit.4) Menghisap oksitosin 10 Unit kedalam tabung suntik(dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril)dan meletakannya kembali di partus set atau wadah desinfeksi tingkat tinggi atau steril tanpa mengkontaminasi tabung suntik.perineum atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu. sedangkan pembukaan sudah lengkap.menyekanya dengan hatihati dari depan kebelakang dengan menggunakan kapas desinfeksi tingkat atau kassa yang sudah dibasahi air tinggi. Memastikan Pembukaan Lengkap dan Keadaan Janin Baik 1) Membersihkan vulpa dan perineum. .mengganti sarung tangan tersebut dengan benar didalan larutan dekontaminasi).bila selaput ketubanan belum pecah.lakukan amniotomi 3) Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0.melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap. 2) Dengan menggunakan teknik aseptik.membuang kapas atau kassa yang terkontaminasi dalam wadah yang benar.jika mulut vagina.

6) Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf. Menyiapkan Ibu Dan Keluarga Untuk Membantu Proses Bimbingan Meneran 1) Memberi tahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik.4) Memeriksa denyut jantung janin (DJJ)setelah kontraksi berakhir untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160 kali permenit). 2) Menunggu hingga ibu mempunyai keinginan untuk meneran. 5) Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran: a) Membimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan untuk meneran.(pada saat ada his.mendukung dan memberi . 4) Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran. a.melanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktip dan mendokumentasikan penemuan-penemuan yang ada.bantu ibu dalam posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ia merasa nyaman ). 3) Menjelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu untuk meneran secara benar. 5) Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal .membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya.

jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit. d) Menganjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat kepada ibu.dibawah bokong ibu 3) Buka tutup partus set dan perhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan. b) Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam waktu yang lama).jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm.berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman. 1) Menganjurkan ibu untuk berjalan. Lahirnya kepala . Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi 1) Letakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi)diperut ibu. 4) Pakai sarung tangan dtt pada kedua tangan. f) Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai.semangat atas usaha ibu untukmeneran perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai. c) Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi. e) Menganjurkan asupan cairan per oral (minum). 2) Letakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian. g) Segera rujuk jika bayi belum lahir atau tidak segera lahir setelah 120 menit ( 2jam )meneran (primigravida) atau 60 menit (1jam) meneran (multigravida). a.

Lahirnya bahu 10) Setelah kepala mengadakan paksi luar.anjurkan ibu untuk meneran saat kontraksi. 8) Jika tali pusat melilit leher secara kuat.lepaskan lewat bagian atas kepala bayi.geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala.tangan yang lain menahan kepala bayi untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan dangkal.penelusuran tangan atas berlanjut kepunggung.gunakan tangan atas untuk menyelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas. 6) Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi. 12)setelah tubuh dan lengan lahir.pegang secara bipariental.5) Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm membuka vulva maka. 9) Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan.pegang kedua .lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain yang bersih dan kering. Lahirnya badan dan tungkai 11) setelah kedua bahu kedua lahir.dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arcus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang.dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi. 7) jika tali pusat melilit leher secara longgar.klem tali pusat didua tempat dan potong diantara dua klem.bokong tungkai dan kaki.lengan dan siku sebelah bawah.

17) lakukan penegangan dan dorongan dorso cranial hingga plasenta terlepas.untuk mendeteksi. 15) Setelah uterus berkontraksi. Menejement aktif kala III 13) pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva.mata kaki(masukan telunjuk diantara kaki dan pegang masingmasing mata kaki ibu jari dan jari-jari yang lainnya.pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta.minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas.ditepi atas simpisis.atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu. 14) Letakan satu lengan diatas kain pada perut ibu. b) Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit mengangkat tali pusat: (1) beri dosis ulang oksitosin 10 Unit IM (2) Lakukan katerisasi (aseptic) jika kandung klemih penuh .minta ibu. 16) jika uterus tidak segera berkontraksi.tegangkan tali pusat kearah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang – atas( dorso-kranial)secara hati-hati ( untuk mencegah inversio uteri).jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik.suami.mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorsocranial) a) jika tali pusat bertambah panjang.hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas.tangan lain menegangkan tali pusat.

a. pakai sarung tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. 6) Evaluasi kemungkinan iaserasi pada vagina dan perineum. Rangsangan Taktif ( Masase ) uterus 4) Segera setelah plasenta lahir dan selaput ketuban lahir. Pegang dan putar plasenta hingga selaput wadah yang telah disediakan. 5) Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh. lakukan masase uterus.Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik masase.(3) minta keluarga menyiapkan rujukan (4) ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya (5) jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir atau bila terjadi pendarahan. Melakukan Prosedur Pasca Persalinan . Masukan plasenta kedalam kantung pelastik atau tempat khusus. Lakukan penjahitan bila iaserasi menyebabkan perdarahan. 3) Jika selaput wadah robek. segara lakukan penjahitan.segera lakukan manual.lahirlah plasenta dengan kedua tangan. letakan telapak tangan difuhdus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras). Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif. 2) Saat plasenta muncul diintroitus vagina.

1) Celupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0. lakukan penimbangan / pengukuran bayi. 1) setelah satu jam. dan vitamin K1. melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksanaan antonia uteri. beri tetes mata anti biotic profilaksis.5%. a) Letakan bayi dalam jangkauan ibu agar sewaktu-waktu bisa disusukan. . 3) Ajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi. Evaluasi 5) Lanjutkan pemantauan kontraksi dan pencegahan perdarahan pervaginam : a) 2 – 3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan b) Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan c) Setiap 20 – 30 menit pada jam kedua pasca persalinan d) Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik. b) Letakan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum berhasil menyusui didalam 1 jam pertama dan biarkan sampai bayi berhasil menyusu. bilas kedua tangan tersebut dengan air DTT dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 1mg intramuskuler dipaha kiri anterolateral. 2) Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi hepatitis b dipaha kanan anterolateral. 4) Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah. 2) Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam.

1) Memeriksa nadi ibu. 3) Pastikan ibu merasa nyaman. 8) Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir.5% untuk dekontaminasi ( 10 menit ). 2) Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT.5%. 4) Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0. Anjurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering.5˚C – 37.5˚C ). Bersihkan sisa cairan ketuban. 9) Dokumentasi .5% 5) Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0. selama 10 menit. Cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi. lendir dan darah.5%. 6) Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai. Serta suhu tubuh normal ( 36. 1) Periksa kembali bayi untuk pastikan bahwa bayi bernafas dengan baik ( 40-60 kali/menit ). dan keadan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan : a) Memeriksa temperature tubuh sekali setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan b) Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal. balikan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0. Bantu ibu memberikan ASI. 7) Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0.

Definisi Partograph adalah alat bantu untuk memantau Informasi klinik tentang kemajuan persalinan. 3) Dilatasi serviks setiap 4 jam. 4) Penurunan bagian terbawah setiap 4 jam. pengenalan penyulit dan membuat keputusan klinik.10) Lengkapi partograf ( halaman depan dan belakang ). 2) Nadi setiap 30 menit. atau adanya aseton/ protein urin setiap 2-4 jam. b. Partograf a. 2007) 4.Catatan kondisi ibu 1) Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit (termasuk pemantauan DJJ setiap 30 menit). Partograph adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan. periksa tanda vital dan asuhan kala IV. 6) Produksi urine.Tujuan 1) Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 2) Mendeteksi apakah persalinan berjalan secara normal 3) Mencatat kondisi ibu dan janin 4) Untuk membuat keputusan klinik a. a. (Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. asuhan.Data dalam partograph 1) Informasi tentang ibu dan riwayat tentang kehamilan/persalinan . 5) Tekanan darah dan temperatur suhu tubuh setiap 4 jam.

tatalaksana dan keputusan klinik. 5) K : selaput ketuban sudah pecah. :selaput ketuban sudah pecah. 5) Kontraksi uterus. cairannya bercampur dengan mekonium. 2) J 3) M : selaput ketuban sudah pecah.Parameter Partograph Parameter Tekanan darah Frekuensi fase aktif Setiap 4 jam . cairannya jernih. 7) Kondisi ibu. : hanya bersentuhan. 4) Jam dan waktu. 8) Asuhan. dapat dipisah. tidak dapat dipisah. 6) Obat-obatan dan cairan yang diberikan. 3) Kemajuan persalinan.2) Kondisi janin. cairannya bercampur dengan darah. cairannya tidak ada (kering). : saling tumpang tindih. a. 4) D : selaput ketuban sudah pecah.Molase Adalah penyusupan antara tulang kronium. : saling tumpang tindih.Catatan tentang air ketuban 1) U : selaput ketuban utuh. a. dalam partograph ditandai dengan : 1) 0 2) 1 3) 2 4) 3 : tulang kepala janin terpisah. a.

alat. (Sarwono.kira 6 minggu.alat kandungan kembali seperti ke keadaan sebelum hamil. Involusi di sebabkan oleh : . (Saifudin. Definisi Setiap 2 jam Setiap 30-60 menit Setiap 30 menit Setiap 3 menit Setiap 4 jam * Setiap 4 jam * Masa nifas (puerperium) adalah yang dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira. Fisiologi Nifas a. TEORI NIFAS 1. Perubahan – perubahan alat – alat genelitia ini dalam keseluruhan di sebut involusi. terutama terjadi pada uterus yang berhubungan dengan Tinggi fundus Uteri (TFU) dan berat uterus.alat genelitia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur putih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira. 2002 : N-23) 2. akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti semula selama 3 bulan. 2002 : 237). Involusi Dalam masal nifas. Masa nifas (puerperium) di mulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat.kira 6 minggu.Suhu Nadi DJJ Kontraksi Pembukaan serviks Penurunan A.

Regenerasi endometrium memakan waktu 2-3 minggu. 2) otoalisis.1) Kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terus menerus sehingga mengakibatkan kompresi pembuluh darah dan iskemia. sitoplasma sel yang berlebih akan tercerna sendiri sehingga tertinggal jaringan Fibro elastik dalam jumlah renik sebagai bukti kehamilan. 3) Atrofi jaringan yang berfoliferasi dengan adanya estrogen dalam jumlah besar lalu mengalami atrofi sebagai reaksi terhadap penghentian produksi estrogen yang menyertai pelepasan plasenta. . b) Endometrium Pada hari pertama setebal 2-5 mm mempunyai permukaan kasar akibat pelepasan deciduas dan selaput janin. konsistensinya lunak kadang – kadang terdapat perlukaan.perlukaan kecil. 2002 : 240) a) Serviks Setelah persalinan bentuk serviks seperti corong berwarna merah kehitaman. setelah 3 hari permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya selsel dari tangan mengalami degenerasi. Setelah bayi lahir ostium eksterna dapat dimasuki 2-3 jari tangan. setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari. Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring menimbulkan rasa nyeri yang di sbut “nyeri ikutan (afterpain)” kadang – kadang mengganggu selama 2-3 hari postpartum (Sarwono.

c) Vulva dan vagina Mengalami peregangan serta penekanan yang besar dalam proses persalinan, hari pertama, kedua organ ini dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu akan kembali pada keadaan pra hamil, rugae vagina berangsur- angsur muncul dan lebia lebih menonjol, arifisum vagina sedikit membuka, hymen mengalami rupture yang menyisakan sisa- sisa kulit yag disebut “karutiukule mirtiform .” d) Traktus urinarius Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan, yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. Kombinasi trauma akibat persalinan, peningkatan kapasitas kandung kemih. e) System kardiovaskuler Hemokonsentrasi pada masa hamil di dapat hubungan pendek yang di kenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. Setelah persalinan shunt akan menghilang tibatiba. Volume ibu relative bertambah dan mekanisme timbulnya homokonsentrasi sebagai Volume darah kembali seperti sedia kala dan terjadi pada hari ke 3-5 postpartum. (Sarwono, 2002 : 238) a. Lochea Adalah cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas
1) Lochea rubra (cryent) berisi darah segar dan sisa- sisa selaput

ketuban sel – sel decidua. Vernik kaseosa, lanugo dan mekoneum selama 2 hari atau 3 hari postpartum

2) Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan

lendir hari 3-7 pasca persalinan.
3) Lochea serosa berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi

pada hari ke 7-14 pasca persalinan
4) Lochea alba persalinan setelah 2 minggu 5) Lochea purulenta terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah

berbau busuk.
6) Lichiostatis, lochea tidak lancar keluarnya

(Sarwono, 2002 : 241) 1. Laktasi Sejak kehamilan telah terjadi perubahan- perubahan pada kelenjar mamma diantaranya : a. Poliperasi jaringan pada kelenjar- kelenjar, alveoli dan jaringan lemak bertambah.
b. keluar susu jolong dari laktiferus berwarna kuning (colostrum)

c. Hipervaskularisasi di permukaan dan bagian dalam dimana vena berdilatasi sehingga tampak jelas.
d. setelah persalinan, pengaruh estrogen dan progesterone hilang.

Maka timul pengaruh laktogenik (LH) atau prolaktin yang merangsang air susu. Pengaruh oksitosin menyebabkan miopitel kelenjar susu berkontraksi sehingga ASI keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan. Iasapan pada putting susu merangsang secara psikis pengeluaran oksitosin sehingga ASI keluar lebih banyak dan proses inovolsi lebih sempurna. 1. Pskologi Nifas a. Taking in

Suatu periode dimana tingkah laku ibu tergantungpada orang lain dan berfokus pada dirinya sendiri, belum pada bayi, sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. Terlihat pada jam pertama setelah melahirkan pada periode ini berlangsung hari pertama dan kedua. b. Taking Hold Suatu periode terjadi perpindahan dari keadaan ketergantungan menjadi individu. 1) Energi ibu lebih meningkat, lebih nyaman 2) Focus pada dirinya dan bayinya 3) Mempunyai inisiatif untuk merawat diri dan bayinya 4) Saat tepat pemberian pendidikan. a. Letting Go Suatu periode dimana terjadi perpindahan dari keadaan mandiri ke peran baru. 1) Dimulai akhir minggu pertama setelah melahirkan. 2) Ibu merasa bayinya sudah berpisah darinya, bayi memerlukan bantuannya. 1. Penatalaksanaan Nifas a. Pengawasan Masa Nifas Perawatan peurperium harus lebih aktif yaitu dengan ibu di anjurkan untuk melakukan “Mobilisasi Dini” (early mobilization). Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan :
1) Melancarkan

pengeluaran

lochea,

mengurangi

infeksi

puerperium.
2) Mempercepat involusi alat kandungan. 3) Melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan

RR) b) Fundus Uteri : Tinggi fundus uteri. 2002 : 266).4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah. pem bengkakan ASI. c) Lochea: Warna. pengeluaran ASI. segera dapat memberikan ASI sehingga kelancaran pengeluaran ASI lebih terjamin (Sarwono.tanda infeksi (kalor. 2002 : 242) 1) Pemeriksaan Umum a) Kesadaran Penderita b) Keluhan yang telah terjadi setelah persalinan (Saifuddin. (Sarwono. e) Perineum : Kedaan luka / jahitan episiotomi. Nadi. 2002 : 266) Perawatan puerperium di lakukan dalam pengawasan sebagai berikut : 1) Rawat Gabung Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan bersama – sama sehingga ibu lebih banyak memperhatikan bayinya. Suhu.tanda vital (TD. apakah ada tanda. banyak dan bau. tumor dan penanahan). kontraksi uterus. jenisnya (rubra) d) Payudara : Keadaan putting susu. (Sarwono. 2) Pemeriksaaan Khusus a) Fisik : Meliputi tanda. sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme. 2002 : N-24) 1) Pemulangan dan Pengawasan Ikutan . apakah baik atau terbuka. rubor. dolor.

luka. BAB biasanya sulit pada 24 jam pertama setelah melahirkan. setelah 2-3 hari dirawat. c) Mobilisasi Karena itu setelah habis bersalin. bila sulit anjurkan ibu mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum. buah dan di tambah susu. b) Miksi dan BAB Pada hari pertama dan kedua. nifas dan sembuhnya luka. sayuran. hari ketiga jalan – jalan mobilisasi berpariasi tergantung kompilkasi persalinan. Serta tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu. Nasihat yang perlu di berikan saat memulangkan adalah : a) Diet / Nutrisi Masalah. biasanya ibu akan sering BAB karena tubuh sedang membuang cairan ekstra yang tersimpan tubuh selama 9 bulan dan saluran kencing kendor karena membesarnya rahim. lauk pauk. Kemudian miring ke kanan dan kiri untuk mencegah trombosis dan tromboemoli (penyumbatan pada pembuluh darah di kaki). tidur terlentang selama 8 jam. Jika masih belum BAB dapat di berikan obat laksans per oral / rectal / huknah. nutrisi perlu mendapat perhatian pada kala nifas untuk dapat meningkatkan kesehatan dan memberikan ASI. Penjabaran 4 sehat 5 sempurna perlu di perhatikan dan dapat di terjemahkan untuk masyarakat yang terdiri dari nasi. Hari kedua boleh duduk. d) Istirahat . ibu harus beristirahat.Pemulangan di lakuakan setelah keadaan baik dan tidak ada keluahan. BAB harus di lakukan 2-3 hari pasca persalinan.

segar. i) Kembalinya Menstruasi j) Dengan memberikan ASI kembalinya menstruasi / haid sulit diperhitungkan. m)Kunjungan ulang n) Bersama dengan pemeriksaan postpartum dapat di lakukan dengan pemeriksaan bayi. Pemberian ASI di lakukan pada kedua payudara sehingga kelancaran pembentukan ASI berjalan dengan baik. pertimbangan bahkan untuk imunisasi. . k) Pakaian l) Pakaian agar longgar terutama payudara agar tidak tertekan dan perut sebab mempengaruhi involusi uterus. h) Stagnasi ASI dapat menimbulkan bahaya infeksi sampai abses. siang 2 jam dan malam 7-8 jam. Pakaian dalam yang menyerap sehingga lochea tidak memberikan iritasi pada kulit sekitarnya. f) ASI dan puting susu g) ASI mengandung semua bahan yang di oerlukan bayi . Puting susu perlu di perhatikan dan di bersihkan sebelum memberikan ASI. Dalam waktu 3 bulan belum menstruasi dapat menjamin bertindak sebagai kontrasepsi.e) Penting untuk memulihkan kesehatan. bersih dan memberi perlindungan terhadap infeksi. mudah di cerna. Setelah melampaui 3 bulan perlu menggunakan alat kontrasepsi sehingga terlindungi dari kemungkinan hamil dalam waktu singkat.

dan untuk mencegah. (Sarwono. menghargai. dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir. Sosial 1) Menemani ibu bila kelihatan kesepian 2) Menanggapi bila ibu memperlihatkan kebanggaan 3) menghibur ibu bila kelihatan sedih a. b.1. Fisik 1) Istirahat 2) Makanan bergizi 3) Lingkungan Bersih a. mendeteksi. Kunjungan 1 Waktu 6-8 jam setelah Persalinan • • Tujuan Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri Mendeteksi dan merawat . mengakui. menanganni masalah – masalah yang terjadi. Kebutuhan Ibu a. Program dan kebijakan teknis masa nifas Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas. 242) 1. 2002 .ibu yang belum berpengalaman mempunyai atau merawat anak. Pendidikan Terutama pada ibu. Psikologis Distress sewaktu persalinan segera di stabilkan dengan sikap bidan dan keluarga yang menunjukan simpati.

penyebab lain pendarahan : Rujuk bila pendarahan berlanjut. • Menberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagai mana cara mencegah pendarahan masa nifas karena utonis uteri. atau pendarahan abnormal. • Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. • Memastikan ibu mendapat cukup makan. • Memberikan dengan baik ibu dan menyusui tidak memperlihatkan tanda – tanda penyakit. pundus di bawah ambikalis. • • 2 6 hari setelah persalinan • Pemberian ASI awal Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir Memastikan involusi berjalan normal : uterus uterus berkontraksi. tidak ada bau. cairan dan istirahat. • Menilai adanya tanda – tanda demam infeksi. tidak ada pendarahan abnormal. tali .

maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain. Maturitas b. Bayi baru lahir normal adalah janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu hidup di luar kandungan. Adaptasi c.Proses kelahiran.pusat. Memberikan konseling untuk KB secara dini. Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir adalah 2500 – 4000 gram. Bayi baru lahir norma adalah bayi yang dilahirkan setelah 37 Minggu sampai 42 Minggu ( 260 sampai 294 hari ) Bayi baru lahir adalah bayi mulai sejak baru lahir sampai berumur 2 – 4 Minggu. Toleransi Bayi adalah individu baru lahir didunia. menjaga bayi tetap hangat 2 Minggu 3 persalinan 6 Minggu setelah 4 persalinan • • • dan merawat bayi sehari – hari. TEORI BAYI BARU LAHIR 1. A. 1. Karakteristik Bayi Baru Lahir . Sama sepereti di atas ( 6 hari setelah persalinan ) Menanyakan pada ibu tentang penyulit penyulit yang ibu alami. adaptasi dari kehidupan intra uterin ke extra uterin yang dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : a. dalam keadaannya yang terbatas.

panjang badan lahir 48 – 52 cm c. f. j. Lingkar kepala 33 – 35 cm e. graft berada di refleks.dll sudah terbentuk dengan baik. urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama.Pada waktu lahir bayi sangat aktif. . rooting refleks. tonic neck refleks. Kuku telah agak panjang dan lemas. Bunyi jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. g. Reflek menghisap dan menelan. h. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa. Pernapsan pada meniy pertama cepat kira-kira 80x /menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/menit. Lingkar dada 30 – 38 cm d. Ciri – ciri bayi a. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan) sedangkan pada laki-laki testis sudah turun skortum k. Berat badan 2500 – 4000 gram b. pada menit pertama bunyi jantung jantung kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. Rambut lanugo telah tidak terlihat. Eliminasi baik. Penapasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x/menit biasanya disertai rintihan yang berlangsung 10-15 menit. i. rambut kepala biasanya telah sempurna. walking refleks. moro refleks.

rongga mulut. dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kasa steril. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : 1) Letakkan bayi pada posisi terlentang ditempat yang keras dan hangat. hal : 133 ) 1. Asuhan dan Penanganan segera Bayi Baru Lahir Segera setelah bayi lahir letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disediakan pada perut bawah ibu. Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab empat pertanyaan : a. Memberikan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Eliminasi baik. c. apakah air ketuban jernih tidak bercampur mekonium? apakah bayi menangis atau bernafas? d. Apabila bayi tidak langsung menangis. Ialah : a. apakah tonus otot bayi baik? Jika bayi tidak cukup bulan dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak menangis atau tidak bernafas atau megapmegap atau tonus otot tidak baik maka lakukan resusitasi.l. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. . 1. apakah bayi cukup bulan? b. 3) Bersihkan hidung. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. dan mekonium akan keluar 24 jam pertama. Tujuan Utama Perawatan Bayi Segera Sesudah Lahir. ( Sarwono Prawirohardjo. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2006.

di kamar bersalin. a. Suhu bayi harus dicatat. ruang penerima bayi dan ruang perawatan bayi.5 %. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu baru lahir. Membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan : 1) Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans. a. untuk mencegah perdarahan tersebut. b. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya suhu badannya. Memberi vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. berkisar 0.4) Tepuk kedua telapak kaki sebanyak 2 – 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. untuk mencegah terjadinya perdarahan. semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg / hari selama 3 . Bayi baru lahir normal dibungkus hangat. 3) Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat.25 – 0. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis. dan membutuhkan pengaturan dri luar untuk membuatnya tetap hangat. 2) Gunting steril juga siap. pastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik. Memotong dan merawat tali pusat Sebelum memotong tali pusat.

d) Jenis kelamin. tidak mudah sobek. dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. d. Pemantauan bayi baru lahir Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang . b) Tanggal lahir. Nyonya ). e) f) Unit. sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0. tanggal lahir. c) Nomor bayi. Memberi obat tetes / salep mata Didaerah dimana prevalensi gonorea tinggi. Pemberian obat mata Eritromisin 0. tempat tidur harus diberi tanda dengan 1) Disetiap mencantumkan nama. Identifikasi Bayi 1) Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan pasien di kamar bersalin. a. setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. nomor identifikasi. Nama lengkap ibu.hari. c. dan di ruang rawat bayi.5 – 1 mg 1 m. hendaknya kebal air. dan tidak mudah lepas. 3) Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum : a) Nama ( bayi.5 % atau tetrasiklin 1 % dianjurkan untuk pencegahan sakit penyakit mata karena klamidia ( penyakit menular seksual ). 2) Alat yang digunakan.

1. 2) Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut. Pengukuran lingkar dada. Pengukuran lingkar lengan atas. d. b) Bayi tampak aktif atau lunglai. b. b) Gangguan pernafasan. Pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir Pemeriksaan Antropometri yang meliputi : a. e. c) Hipotermia. 1) Dua jam pertama sesudah lahir. c. 2002 yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir adalah: . Pengukuran panjang badan. Penimbangan berat badan. Pengukuran lingkar kepala. e) Cacat bawaan dan trauma lahir. seperti : a) Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan.memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. c) Bayi kemerahan atau biru. hal yang perlu diperhatikan : a) Kemampuan menghisap kuat lemah. Menurut Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal. d) Infeksi.

kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal. atau dikiri dan kanan tetapi tidak melampoi garis tengah bujur kepala. tetapi bila hal ini pada waktu tidur. Bila terdapat secret yang berlebihan. berupa tumor lunak dibelakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang. atau tumor lunak hanya dibelahan kiri atau kanan saja. dada. abdomen . 2) Keaktifan Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetris pada waktu bangun. sebagai akibat proses kelahiran. Adanya tremor pada bibir.1) Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan. rangsangan sakit atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan. 7) Mulut Salivasi tidak terdapat pada bayi normal. Ukur lingkar kepala. kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna. 5) Muka wajah Bayi tanpa ekspresi. 3) Simetris Apakah secara keseluruhan badan seimbang. kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lanjut. 6) Mata Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang pada waktu 6 minggu. 4) Kepala Apakah tidak simetris. 8) Leher.

10) Bahu. Waspada dengan kulit atau kuku yang menjadi biru. 9) Punggung Adakah benjolan / tumor atau tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna. Kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan. 12) Kelancaran menghisap dan pencernaan harus diperhatikan. tungkai Perlu diperhatikan bentuk. labia mayora sudah menutupi labia minora belum. . Pengelupasan yang berlebihan harus dipikirkan kemungkinan ada kelainan. 16)Refleks a) Refleks Rooting. uretra ada atau tidak. sendi. fraktur. bercak-bercak besar biru yang sering terdapat pada sekitar bokong (Mongolian spot). 13)Genetalia perempuan : Vagina berlubang atau tidak. penis berlubang dibagian mana. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar. bayi menoleh kearah benda yang menyentuh pipi.tanpa keluarnya tinja. 15)Tinja dan kemih Diharapkan keluar 24 jam pertama. harap segera konsultasi untukpemeriksaan lebih lanjut. 14)Genitalia laki – laki : Apakah testis sudah masuk apa belum. disertai muntah dan mungkin dengan kulit kebiruan.Melihat adanya cedera akibat persalinan. geraknya. 11)Kulit dan kuku Dalam keadan normal kulit berwarna kemerahan. kulit menjadi pucat atau kuning. tangan. skrotum besar atau tidak.

yang disertai refleks menelan. Infeksi (suhu meningkat. Pernafasan (sulit atau lebih dari 60x/ menit) b. mengantuk berlebihan dan banyak muntah) e. Suhu tubuh (lebih dari 380C atau kurang dari 360C) c. terjadi apabila diletakan benda didalam mulut. bau busuk dan pernafasan sulit) g. c) Refleks Moro. d) Refleks Mengeluarkan Lidah. terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir. yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan/minuman.(Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.b) Refleks Hisap. bau busuk atau berdarah) f. 2001) 1. Penerunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir. bengkak. terdapat lendir atau darah) . timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabilakepala tiba-tiba digerakan. bengkak. Warna (kuning terutama pada 24 jam pertama. Pemberian makanan (Hisapan lemah. keluar cairan nanah. Eliminasi (tidak berkemih dalam 24 jam tinja lembek sering hijau tua. Tali pusat (merah. biru atau pucat memar) d. merah. keluar cairan. menunjukan kekurangan cairan. 1) Berat badan Sebaiknya tiap hari dipantau. Tanda Bahaya Pada Bayi a.

lemas.h. terlalu mengantuk. Aktifitas (menggigil atau tangis tidak biasa sangat mudah tersinggung. “E” : 29 tahun Nama Suami Umur : Tn “E” : 30 tahun :sunda/Indonesia : Islam : SMA : Wirasawasta : sunda / Indonesia Bangsa/suku : Islam : SMP : IRT Agama Pendidikan Pekerjaan : Desa Benda Rt 01/Rw 02 . ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL Tanggal Jam Tempat : 05 Maret 2011 : 16. kejang tidak bisa tenang dan menangis terus menerus) BAB III TINJAUAN KASUS A. Data Subyektif A.00 WIB : BPS Engkay S Chandra I. lunglai. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Ny.

a. Kunjungan ulang 2. nifas yang lalu Tgl/th Tempat Usia Jenis Penyulit Kehamilan Anak No 1 . Anamnesa 1. HPHT : 28 – 05 . persalinan.B. 2 3 Persalinan pertolongan kehamilan persalinan Anak ke 1/8 Th Anak ke 2/ 7 Th Kehamila n ke 3 9 Bulan Bps Engkay 9 Bulan Spontan Bps Engkay 9 Bulan Spontan JK BB PB persalinan Tidak ada L 3000 g 53 cm Tidak ada L 2800 g 50 cm - 5. Menarche Lama Banyak Teratur/ Tidak Dismenorhoe Flour Albus Jumlah Warna/ bau 4. Keluhan Utama Ibu mengatakan sering buang air kecil Alasan kunjungan ini 3.2010 Riwayat kehamilan ini . : 13 tahun : 7 hari Riwayat Menstruasi : 2x ganti pembalut : teratur : ada : ada : 2x ganti celana dalam : bening tidak berbau Riwayat kehamilan.

03. kebersihan diri. Riwayat pola sehari-hari . mengkonsumsi banyak air putih. 1. hubungan seksual selama kehamilan. Obat-obatan yang pernah diminum yaitu obat-obatan yang diberikan oleh bidan apabila melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu berupa obat batuk. Penyuluhan yang didapat nutrisi dengan gizi seimbang. Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir ± 10-18 Kali c. d. tablet tambah darah dan obat untuk pegal-pegal. manfaat ASI. tanda. Keluhan – Trimester I – Trimester II – Trimester III : Mual . KB Post Partum. ANC : Dimana : Bdn.tanda bahaya kehamilan. Pergerakan fetus dirasakan pertama kali usia kehamilan 4 bulan b. Engkay S Chandra : 4 kali berapa kali Teratur/ Tidak : tidak teratur Hasil tes kehamilan Tanggal 23-06-2010 d. Imunisasi TT didapatkan 2 kali – TT1 – TT2 : 15-07-2010 : 16-08-2010 a.2011 c. Pusing : Sering batuk berdahak : sering pegal-pegal a. pola istirahat.b. HTP : 05. dan tanda-tanda mau melahirkan.

Pola Eliminasi BAK BAB : 7-8 x/ hari : 1 x/ hari c. Personal Hygiene Mandi : 2 x/ hari Gosok gigi : 2 x/hari Keramas : 2 hari sekali e. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. Pola Nutrisi Makan : 2-3 x/ hari Minum: 8-12 gelas/hari Perubahan makan yang dialami (termasuk ngidam. dan lain-lain) : Tidak ada b. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : Tidur Siang 1-2 jam Tidur : 6-7 jam d. tidak ada nyeri.a. makan sirih. kopi Ganti pakaian dalam : Tidak : Tidak ada : Tidak : 2x/ hari f. 1. nafsu makan. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan Jamu yang sering digunakan Merokok. Riwayat penyakit yang sedang diderita . tidak ada pengeluaran darah.

2. hepatitis. a. Status perkawinan nikah. 3. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF) . diabetes mellitus. diabetes mellitus. asma/ TBC paru. Perasaan bahagia tentang kehamilan ini d. hubungan Ibu dengan masyarakat baik I. malaria atau yang dipengaruhi kehamilan. Kepercayaan berhubungan yang dengan kehamilan. Kehamilan ini direncanakan b. hipertensi. nikah 1 kali 1. ginjal. epilepsi. Jenis kelamin yang diharapkan laki-laki c. HIV. Riwayat Keturunan Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti penyakit jantung. Riwayat KB Riwayat social Penyakit Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi. hipertensi.Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit jantung. Keadaan Psikososial Hubungan Ibu dengan Keluarga baik. rencana KB yang akan digunakan adalah KB suntik 3 bulan 2. dan asma 3. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan.

Tinggi badan b. IMT : 161 cm : 62 kg : 49 kg : BB Kg sebelum hamilTB(cm)2 =49 Kg161 cm=49 Kg(1.59=19 (Normal) e. BB Sebelum hamil d.61 m)2=49 Kg2. LILA : 34 cm 1. Kesadaran 3. Pemeriksaan Fisik a. Pernafasan d.Bersih : tidak ada cloasma Gravidarum a) Kelopak mata b) Sclera c) Konjuctiva d) Reflek pupil : Tidak oedema : Putih : Merah muda : +/+ .80 C 1. Keadaan umum 2. Kepala dan rambut b. Suhu tubuh : 120/80 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 36. Tanda tanda Vital a. Muka 1) Mata : tidak ada benjolan. Berat Badan c. Antropometri a. Tekanan darah b.1. Denyut Nadi c. Keadan emosional : Baik : compos mentis : stabil 4.

1) Mulut a) Warna bibir b) Lidah c) Gigi d) Gusi a. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid 2) Pembesaran kelenjar getah bening 3) JVP ( Jugularis vena pulmonalis a. Dada : bentuk dada :Simetris 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus • Perkusi batas paru – paru • Auskultasi bunyi paru – paru wheezing/ronchi 1) Jantung : Bunyi jantung :Lub-dub reguler 2) Payudara Inspeksi • Bentuk • Putting susu • Striae Palpasi • Rasa nyeri • Benjolan • Pengeluaran a. Punggung dan Pinggang 1)Posisi tulang belakang : Lordosis : Tidak ada : Tidak ada : Ada berupa colostrum : Simetris : Menonjol :Tidak ada : Simetris : Tidak ada oedema : Bunyi bersih,tidak ada : Tidak ada pembengkakan : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembengkakan : Merah muda : Bersih :Tidak ada caries,tidak berlubang :Tidak ada Ginggivitis

2)Rasa nyeri a. Abdomen 1) Inspeksi
• Bentuk perut • Pembesaran • Luka bekas oprasi • Striae gravidarum • Linea Nigra

: Tidak ada

: Membesar : Sesuai umur kehamilan : Tidak ada : Ada : Ada

1) Palpasi TFU : 30 cm Leopold I Leopold II : teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting : teraba ada tahanan tipis seperti

papan(punggung) sebelah kiri dan bagianbagian kecil disebelah kanan kanan Leopold III : bagian terbawah kepala janin, sudah masuk PAP Leopold IV 2) Auskultasi DJJ Frekuensi 3) TBBJ a. Ekstremitas 1) Atas • Bentuk : Simetris : Punctum maksimum :Puka : 136x/mnt, regler : TFU- 11 x 155 = 30-11x 155 =2945 gram : Convergent

Oedema jari – jari tangan : Tidak ada oedema

1) Bawah • • • • • Bentuk Oedema tibia Betis merah/lembek/keras Varises tungkai Refleks patella : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : +/+

a. Genitalia Inspeksi 1) Vulva dan vagina : • Varices • Oedema : Tidak ada : Tidak ada

• Pengeluaran pervaginam: Tidak ada 1) Perineum : : Tidak ada

• Bekas luka/luka parut 1) Pemeriksaan Dalam • Vulva Vagina • Portio • Pembukaan servik • Ketuban • Presentasi • Denominator • Moulage • Penurunan presentasi

: Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Tidak ada : Utuh : Kepala : Ubun – ubun kecil : Tidak ada : Kepala

D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM • Haemoglobin : Tidak dilakukan

janin tunggal hidup intra uterin letak memanjang. Memberitahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Ibu dan keluarga → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Menganjurkan Ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi → Ibu mau mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur 5. II. presentasi kepala dengan keadaan umum ibu dan janin baik. E 29 tahun G3P2A0 gravida 36 minggu. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat yang cukup → Ibu mau beristirahat yang cukup dengan tidur siang 6.• Golongan darah • Protein urine • Glukosa I. Assasement : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan Ny. perdarahan. Menganjurkan Ibu untuk menjaga kebersihan diri → Ibu mau menjaga kebersihan dengan mandi 2x/ hari 7. Memberikan tablet penambah darah /Fe diminum 1x1/ hari dengan air putih → Ibu mengetahui tentang cara penggunaan tablet penambah darah 4. tekanan darh tinggi → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan 3. tangan dan kaki bengkak.Planning 1. Menganjurkan Ibu untuk tidak bekerja terlalu berat . Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu penglihatan kabur.

keluar air. dan mules.tanda persalinan yaitu keluar lendir bercampur darah dari vagina.00 WIB Tempat pengkajian : BPS Engkay S Chandra .air.Menganjurkan Ibu untuk melakukan kunjungan ulang ulang minggu depan → Ibu mengetahui dan akan melakukan kunjungan ulang minggu depan A. Menganjurkan Ibu untuk tidak banyak minum pada malam hari → Ibu mengerti dan mengetahui 9. Menganjurkan Ibu untuk merencanakan persalinannya yaitu akan dimana Ibu bersalin dan akan ditolong oleh siapa dalam proses persalinan → Ibu mengetahui dan merencanakan persalinannya di tenaga kesehatan 10.mules → Ibu mengetahui tentang tanda. ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN NORMAL Tanggal pengkajian : 05 Maret 2011 Jam pengkajian : 22.→ Ibu akan mengurangi pekerjaannya 8.tanda persalinan 11.Mengingatkan Ibu untuk memantau tanda.

Status Kesehatan 1.15 WIB) I. “E” : 29 tahun : Sunda / Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : Sunda/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wiraswasta : Ds. DATA SUBJEKTIF A. Pengeluaran Pervaginam • Lendir darah • Air ketuban • Darah : Ada : Ada : Tidak ada . perut terasa tegang dan keluar lendir bercampur darah.Benda Rt 01/Rw 02 B.00 WIB. nyeri perut bagian depan kemudian menjalar ke bagian belakang. Lamanya 1. Frekuensi b.KALA I (Jam 22. Perasaan ( sejak terakhir datang ke klinik) :Ibu merasa cemas 3. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah : Ny. 2. Keluhan Utama Ibu mengatakan merasa mules – mules sejak jam 18. Tanda – tanda bersalin a. Kontraksi • Sejak tanggal : 05 Maret 2011 : 2 x dalam 10 menit : 20 detik a.

persalinan. Riwayat imunisasi : Pernah suntik TT 2x 2. Masalah – masalah khusus : Tidak ada 2. Anak ke 1/8 th 2. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir :Belum sering 4. Riwayat kehamilan. Makan dan Minum terakhir BPS engkay 9 bulan S Chandra BPS engkay 9 bulan S chandra 9 bulan Spontan Tidak ada L 2800g 50 cm Spontan Tempat Usia Jenis Kehamilan JK BB PB persalinan Tidak ada L 3000g 53 cm Anak . Anak ke 2/7 th 3 Kehamilan ke 3 3. yang lalu Penyulit Tgl/th No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan 1.1. Riwayat kehamilan sekarang • HPHT • Haid bulan sebelumnya • Lamanya • Siklus • ANC : 28 – 05 – 2010 : Mei : 7 hari : 28 hari : Teratur . Frekuensi : 4 x 1.

kopi : Tidak Ganti pakaian dalam : 2x/ hari .lauk pauk • Banyaknya : 1 porsi a.a. Psikologis : Tidak terganggu : 20. Minum terakhir • Jam : 20. Keluhan lain : Tidak ada 5. Makan • Jam : 17. Pola Eliminasi BAK terakhi jam BAB Terakhir jam 2.tempe. makan sirih. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok. Personal Hygiene Mandi Gosok gigi Keramas : 2 x/ hari : 2 x/hari : 2 hari sekali 6.00 Wib : 06.30 wib • Jenis minuman : Air putih.00 wib • Jenis Makanan : Nasi.00 wib 4. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : tidur Siang 1-2 jam Tidur : 6-7 jam 3.air putih • Banyaknya :2 gelas 1.

malaria. ginjal. ginjal. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. malaria. 8. TBC dan ashma. jenis kelamin yang diharapkan adalah laki-laki. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. diabetes. HIV. tidak ada pengeluaran darah.Riwayat Kontrasepsi Ibu mngatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi. 13. Pemeriksaan Umum 1. hipertensi. kehamilan ini direncanakan. 9.Riwayat social Ibu mengatakan ini adalah pernikahan pertama antara ibu dan suami.Keadaan Psikososial Ibu mengatakan hubungan dengan keluarga baik. pengambil keputusan adalah suami. Keadaan umum : Baik . Riwayat penyakit sekarang dan lalu yang di derita Ibu mengatakan pernah menderita muntaber tapi tidak sedang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung. rencana alat kontrasepsi yang akan di gunakan adalah KB suntik 3 bulan. 11. 12. 10.7. diabetes. status perkawinan nikah . dan hubungan dengan masyarakat juga baik. II. TBC dan ashma.tidak ada nyeri. hipertensi.Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan. HIV. Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung. DATA OBJEKTIF A.

tanda vital a. BB Sebelum hamil : 49 kg d. gigi tidak ada yang tanggal. Tekanan darah b. bersih a.61 m)2=49 Kg2. tidak ada sekret. Kesadaran 3. Tanda . Respirasi d. tidak ada polip.90 C : 161 cm : 62 kg c. IMT : BB Kg sebelum hamilTB(cm)2 =49 Kg161 cm=49 Kg(1. Pemeriksaan Fisik a.59=19 (Normal) 1.2. Nadi c. bersih 3) Telinga : bentuk simetris. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran .cloama gravidarum 1) Hidung : bentuk simetris. tidak ada serumen. Berat Badan : Composmentis : Stabil : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 36. bersih 2) Mulut dan gigi : Lidah bersih. Muka 1) Mata • Kelopak mata • Sclera • Konunctiva • Refleks pupil : Tidak oedema : Putih : Merah muda : positif : Tidak ada oedema. Suhu tubuh 1. Keadan emosional 4. Antropometri a. Tinggi Badan b. gusi tidak berdarah.

Punggung dan pinggang : Tidak ada : Ada : Tidak ada .dub 2) Payudara Inspeksi • Bentuk • Kebersihan • Putting susu • Pembesaran • Striae : Simetris : Bersih : Menonjol : ya : Tidak ada Palpasi • Benjolan • Pengeluaran • Rasa nyeri a. bunyi jantung reguler 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus : Simetris • Perkusi batas paru – paru : Tidak ada oedema • Auskultasi bunyi paru – paru : bersih. tidak ada bunyi wheezing pada paru-paru. tidak ada retraksi dinding dada. tidak ada retraksi dinding dada.tidak ada wheezing/ronchi 1) Jantung : Bunyi jantung Lub .2) Pembesaran kelenjar getah bening (KGB): Tidak ada pembesaran 3) JVP : Tidak ada pembengkakan 4) Axilla : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe a. Dada Dada : bentuk dada simetris.

reguler Kontraksi 3) TBBJ a. lunak dan tidak melenting Leopold II : teraba bagian janin keras.1) Posisi tulang belakang : Lordosis 2) Rasa nyeri a. keras dan melenting. Ekstremitas : 3 x dalam 10 menit selama 35 detik : TFU. 4/5 2) Auskultasi DJJ : (+) punctum maximum kuadran II PUKA dibawah pusat. sudah masuk PAP Leopold IV : bagian terbawah janin sebagian kecil sudah masuk PAP posisi tangan divergent. Abdomen 1) Inspeksi • Bentuk perut • Pembesaran : Lemas membuncit : Sesuai usia kehamilan : Tidak ada • Luka bekas oprasi : Tidak ada • Striae gravidarum : Tidak ada • Linea Nigra 1) Palpasi TFU Leopold I : 30 cm : difundus uteri teraba bagian janin agak besar. datar. dan memanjang seperti papan disebelah kanan dan bagian-bagian kecil disebelah kiri Leopold III : bagian terbawah janin teraba bulat. frekuensi 138 x/menit.11 x 155 = 34-11x 155 = 3565 gram : Ada .

tidak ada oedem pada jari dan tangan. Genitalia Inspeksi • Vulva dan vagina • Varices • Oedema • Pengeluaran Pervaginam Perineum • Bekas luka/luka parut : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Ada Anus • Haemoroid : Tidak ada Pemeriksaan dalam Vulva / Vagina Porsio Pembukaan Ketuban Presentasi Posisi Molase Penurunan kepala : Tidak ada kelainan : tebal.Atas : bentuk simetris. turgor baik Bawah : bentuk simetris tidak ada oedem pada kaki kiri dan kanan. tidak ada varices. lunak : 5 Cm : masih ada : belakang kepala : belum diketahui : tidak ada : hodge I A. reflek fatella kanan dan kiri positif b. kuku jari tidak pucat. Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan .

Menganjurkan agar ibu tidak cemas → Ibu terlihat tidak cemas 4. Memberikan motivasi dan dorongan kepada Ibu supaya lebih bersemangat dalam menghadapi persalinannya → Ibu terlihat lebih bersemangat dan lebih tenang 3. E 29 tahun G3 P2A0 Infartu aterm kala I fase laten. janin tunggal hidup intra uterine. presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik IV.jalan tapi terkadang ibu beristirahat dengan tidur miring ke kiri 5.III. Menganjurkan posisi senyaman ibu tetapi tidak membahayakan ibu dan janin dan membantu mempercepat proses penurunan kepala yaitu misalnya dengan berjalan. Memberitahu suami/ keluarga untuk mendampingi Ibu dalam proses persalinan → Suami dan keluarga mendampingi Ibu . Menjelaskan tentang teknik relaksasi yang baik dan benar yaitu menarik nafas dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut untuk mengurangi raa sakit → Ibu bisa melakukan teknik relaksasi 6. Assasement Ny. letak memanjang. Planning 1. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa ibu telah memasuki proses persalinan dan janin dalam keadaan baik → Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2.jalan/ tidur dengan miring kekiri → Ibu mau berjalan.

Pemeriksaan dalam : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36. pakaian Ibu dan bayi) → semua alat telah disiapkan KALA II ( Jam 05. Data Subyektif Ibu mengatakan mulesnya semakin sering. Menganjurkan pada keluarga untuk mengusap punggung ibu untuk mengurangi rasa sakit → Ibu merasa nyaman dengan asuhan yang diberikan 8. Memberikan nutrisi dan cairan → Ibu meminum susu ± 10 cc 9. kuat dan ada dorongan untuk mengedan.00 WIB) I. II. Mempersiapkan alat-alat pertolongan persalinan secara APN ( partus set. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu 1.7. Data Obyektif 1.9 0C . Mengobservasi tanda.tanda vital. DJJ. His dan kemajuan persalinan pada fase laten → Observasi telah dilakukan 10.

Memakai alat perlindungan diri → skort telah dipakai 4. pakaian ibu dan bayi) → semua perlengkapan sudah siap dan lengkap 3. Menawarkan pada ibu pendamping persalinan → Ibu menginginkan suaminya yang mendampingi saat persalinan 5. jernih. Mengajarkan pada ibu teknik mengedan yang baik . Memberitahu Ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan ibu sudah memasuki masa persalinan → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan ibu mengerti akan keadaannya 2. Memeriksa kembali kelengkapan alat (partus set. spontan : Belakang kepala : Tidak ada : Hodge IV I. Membantu Ibu untuk memilih posisi yang nyaman sesuai keinginan Ibu → Ibu memilih posisi litotomi 6. Planning 1. Assasement G3P2A0 Infartu kala II dengan keadaan umum ibu dan janin baik II.Vulva/vagina Portio Pembukaan Ketuban Presentasi Molase Penurunan kepala : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : 10 cm : sudah tidak ada.

BB 2600 gram. JK perempuan. PB 47 cm. LK 32 cm KALA III (JAM 05. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat. Melakukan pertolongan persalinan secara APN → Tanggal 06 -03 -2011 pukul 05.9 0C Belum terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta I.→ Teknik mengedan yang baik telah diajarkan pada ibu dan ibu mengedan dengan benar 7. Data Subyektif Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules II. Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36. Assasement . makan/minum jika tidak terasa mules → Ibu mau minum susu ± 25 cc 9.30 WIB bayi lahir hidup .45 WIB) I. Memimpin Ibu untuk mengedan → Pimpinan mengedan telah dilakukan dan ibu mulai mengedan 8. normal.

plasenta belum lahir dengan keadaan umum ibu baik II. tali pusat memanjang dan uterus globuler kemudian diikuti dengan gerakan dorso kranial untuk mencegah uterus keluar → PTT telah dilakukan dan plasenta lahir dalam 15 menit pertama 4. Mengecek apakah ada bayi kedua/ tidak → tidak ada 2. 55 WIB I. Planning 1.Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosinal : Baik : Compos mentis : Stabil . Data Subyektif Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan badannya lemas II.P3A0 parturient kala III. fundus menjadi lebih keras dan kontraksi baik selama 15 detik untuk mencegah Kala IV JAM 05. Melakukan masase fundus perdarahan → Masase telah dilakukan. Melakukan PTT setelah adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah tiba-tiba. Memberitahu Ibu akan disuntntik oxytosin → oxytosin telah disuntikkan 10 IU secara IM di 1/3 paha kanan bagian luar 3.

Mengecek dan memastikan kelengkapan plasenta yaitu kedua sisi baik bagian ibu maupun bayi → Plasenta belum lengkap 2.Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Plasenta telah lahir Jam TFU Kontraksi uterus Kandung kemih Perdarahan Robekan perineum : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 3.3C : 16. Melakukan hecting perineum → hecting telah dilakukan 5. Mengajarkan Ibu dan keluarga tentang teknik masase dan cara menilai kontraksi . Assasement P3A0 parturient kala IV dengan keadaan umum ibu baik II. Melakukan eksplorasi → Plasenta dan selaputnya sudah lengkap 3.Planning 1.37 WIB : Setinggi pusat : Baik : Kosong : ± 50 cc : Derajat II I.7. Memeriksa apakah ada robekan perineum → robek derajat II 4.

TFU.→ Ibu dan keluarga mengetahui dan dapat melakukannya 6. serta membersihkan tempat bersalin → tempat bersalin telah dibersihkan dan pakaian Ibu telah diganti dengan yang bersih 7.Mendokumentasikan asuhan .alat telah didekontaminasi 11. kandung kemih. Membersihkan ibu dan menggantikan pakaiannya agar lebih nyaman.tanda vital. Melakukan observasi kala IV yaitu tanda.Membereskan alat. dan perdarahan setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam ke-2 → observasi telah dilakukan 10. Menganjurkan Ibu untuk makan/minum setelah melahirkan untuk menambah tenaga → Ibu mau minum sari kurma ± 50 cc 9. Menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya → Ibu mau menyusui bayinya 8.Melengkapi dan mendokumentasikan data kedalam partograf halaman depan dan halaman belakang → data telah didokumentasikan kedalam partograf 12. kontraksi uterus.alat yang telah dipakai kemudian merendamnya dalam larutan klorin selama 10 menit → alat.

Benda Rt 01/Rw 02 . Keluhan Utama Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan merasa badannya masih lemas 3.2011 : 9 bulan : Ny.2010 : 05.03.Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah 2. ASUHAN KEBIDANAN POSNATAL Tanggal pengkajian : 06 – maret 2011 Jam Tempat : 07.30 WIB : BPS Engkay S Chandra I .05 . Data Subyektif 1. Riwayat Antenatal HPHT HTP Umur Kehamilan : 28.C. “E” : 29 tahun : sunda Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : wiraswasta : Ds.

Data Obyektif 1. Pemeriksaan Fisik a. Riwayat Post Partum BAK BAB : sudah 1x : belum : spontan : utuh : Tidak ada robekan : 250 cc : 160 cc : 410 cc II.30 WIB Jenis Kelamin/BB/TB : Perempuan .ANC di TT 4. masa gestasi 38 minggu.5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit 2. Kepala . Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran : Baik : composmentis Keadaan emosional: Stabil Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi : 110 / 70 mmhg : 36. tidak ada cacat bawaan Jenis persalinan Plasenta Perineum Perdarahan kala III Perdarahan kala IV Perdarahan total 5. Riwayat Persalinan Anak lahir jam/tgl : BPS Engkay S Chandra : 4 kali : 03 Maret 2011/05. 2600 gr. PB 47 cm. LK 32 cm.

Abdomen Inspeksi Palpasi : bentuk bulat. Leher dan axilla Leher : tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening. fungsi penciuman baik. bersih Hidung : bentuk simetris.Rambut Muka : tidak rontok. ada pengeluaran. kontraksi uterus baik. tidak berketombe. tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid dan tidak ada pembengkakan pada vena jugularis. striae nigra : TFU 3 jari bawah pusat. retraksi. tidak ada retraksi dinding : bentuk simetris. tidak ada pengeluaran. kebersihan baik. tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut dan gigi : warna bibir tidak pucat. fungsi pendengaran baik. sclera putih. tidak ada benjolan d. kandung kemih kosong. putting susu menonjol. tidak ada caries. tidak ada cloasma gravidarum. kebersihan baik. tidak ada perdarahan gusi. konjungtiva merah muda Telinga : bentuk simetris. tidak ada luka operasi. Axilla : tidak ada pembengkakan pada kelenjar limfe c. warna hitam : bentuk simetris. tidak ada oedema Mata : kelopak mata tidak oedema. tidak ada rasa nyeri. bersih b. pembesaran normal. Dada dan payudara Dada Payudara : bentuk dada simetris. kebersihan baik. tidak ada diastasis recti .

E post partum 2 jam IV. cara untuk mencegah perdarahan. Assasement P3A0 Ny. hygiene diri. Memberikan konseling tentang perubahan masa nifas. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal → Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan.e. pengeluaran vagina lokhea rubra. Punggung dan pinggang Tidak ada nyeri ketuk CVAT ka/ki ( ) f. perdarahan normal 1. tidak ada oedema. tidak ada varises. tidak ada oedema. Pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan III. gizi . ada rasa nyeri Perineum : jahitan baik. kekuatan otot baik : tidak ada oedema. warna merah Kelenjar bartholini : tidak ada pembengkakan. tidak varises. Ekstremitas atas dan bawah Atas Bawah : kebersihan baik. kekuatan otot baik g. Planning 1. perawatan bayi baru lahir. 2. Anogenital Vulva vagina : kebersihan baik.

seimbang, mengkonsumsi banyak air putih, cukup istirahat dan KB post partum → Ibu mau melaksanakan apa yang dikonselingkan 3. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang- kunang, kepala terasa berat, perdarahan dan lokhea berbau → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan → Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. Memberikan konseling tentang cara perawatan tali pusat bayi, tanpa membubuhi apapun, hanya membersihkannya dengan memakai air kemudian mengeringkanya dengan kain yang kering dan bersih → Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Memberikan konseling tentang cara menjaga kehangatan bayi jika bayi sudah BAB/BAK harus segera diganti →Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 7. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya pada bayi misalnya suhu tubuh naik, terdekat → Ibu mengerti dan mengetahuinya 8. Menganjurkan Ibu untuk menjemur bayinya dipagi hari pada jam 07.0008.00 WIB untuk mencegah penyakit kuning → Ibu akan melakukan apa yang disarankan 9. Menyarankan bagi ibu melakukan perawatan payudara minimal 2 kali dalam seminggu → Ibu mengetahui dan akan melakukannya bayi kuning langsung menghubungi tenaga kesehatan yang

10. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat, dan cukup nutrisi serta minum, agar kondisi ibu lebih baik. 11. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri, dan mengingatkan Ibu jangan cebok dengan air hangat karena Ibu dijahit → Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari dan akan cebok dengan air dingin 12. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan mobilisasi dan dengan melakukan gerakan, misalnya jalan – jalan disekitar ruangan → Ibu mengerti tentang penjelasan yang dilakukan dan ibu bersedia melakukan yang disarankan 13. Memberitahu ibu untuk imunisasi bayinya pada bulan depan → Ibu akan kunjungan pada bulan depan 14. Memberitahukan pada ibu dan keluarga bahwa hari ini ibu tidak di perbolehkan pulang karena hari ini keadaan ibu dan bayi masih perlu di observasi lagi, ibu diperbolehkan pulang besok siang jika keadaan ibu dan bayi baik → Ibu dan keluarga mengetahui dan mengerti tentang apa yang diberitahukan

Catatan Perkembangan Hari,Tanggal Pengkajian Waktu pengkajian : Minggu, 06 Maret 2011 :11.30 wib

I.

DATA SUBJEKTIF

Ibu masih merasa seikit mules dan ibu sudah makan nasi pukul 08.00 Wib,ibu minum susu 1 gelas dan air putih 1 gelas.ibu sudah menyusui bayinya setiap bayi menginginkannya,namun ASI masih sedikit ibu tida merasakan tanda –

tanda bahaya eperti sakit kepala yang terus menerus,kelur darah yang banyak secara tiba – tiba,dan rahim teraba lembek.

II. 1. Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. : Baik : composmentis : Stabil : 110 / 70 mmhg : 36,5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit

Data Obyektif Pemeriksaan Umum

Pemeriksaan Fisik Mata : kelopak mata tidak oedema, sclera putih, konjungtiva merah muda Abdomen Inspeksi Palpasi penuh : bentuk bulat, tidak ada luka operasi, striae nigra : TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi keras,kandung kemih

I. P3A0 post Partum 6 jam

ASSESMENT

II.

PLANNING

Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Jum’at. 3. demam. Catatan Perkembangan Hari. ibu mengerti dengan apa yang disarankan.1. ibu mau mobilisasi yaitu turun dari tempat tidur dan duduk. Memberitahu tanda – tanda bahaya ibu nifas. Engkay S Chandra II. nyeri perut. Menyarankan dan membantu ibu untuk segera mulai melakukan mobilisási secara dini untuk mempercepat pemulihan diri. nyeri saat buang air kecil dan keluar darah secara tiba – tiba. Mejelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa saat ini ibu dalam keadaan baik 2.separti sakit kepala yang berlebihan. 5. ibu mengerti dengan apa yang disampaikan.11 Maret 2011 : 08. agar tidak mengganggu kontraksi uterus dan mencegah perdarahan. Menganjurkan ibu agar tidak menahan BAK jika sudah terasa ingin BAK..Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran : Baik : composmentis . 4. Menyarankan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara menyempatkan diri untuk tidur jika bayi tidur.30 Wib : BPS Bd. ibu mengerti dengan apa yang dianjurkan dan ibu mencoba ke toilet untuk BAK. Data Obyektif 1. dan ibu mau melakukannya.

papilla mamae menonjol keluar. Assasement P3A0 post partum 6 hari dengan keadaan umum ibu baik III. Leher ○ Tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening ○ Tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid ○ Tidak ada pembengkakan pada vena jugularis a. adanya pengeluaran colostrum dari putng susu. Mata : Stabil : 120 / 70 mmhg : 36. hiperpigmentasi. Dada : adanya pembesaran payudara. . Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan.2 ºC : 80 x /menit : 20 x /Menit ○ Kelopak mata tidak oedema ○ Sclera putih ○ Konjungtiva merah muda ○ Refleks pupil positif a. tidak ada benjolan.Planning 1.Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. Pemeriksaan Fisik a. c. b. Abdomen : TFU pertengahan pusat dengan sympisis. kontraksi baik Anogenital : lochea rubra II.

Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. involusi uterus. perdarahan dan lokhea berbau. perdarahan.00 Wib : Rumah Pasien II.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. 2.19 maret 2011 :08. dan cukup nutrisi serta minum.Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Sabtu. kandung kemih dan lochea  Semua normal 1.1. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 1. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 1. Mengobservasi pengeluaran ASI. kepala terasa berat. agar kondisi ibu lebih baik. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri  Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari Catatan Perkembangan Hari. Memberikan konseling tentang cara perawatan bayi sehari-hari  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 1.Data Obyektif .kunang.

1. tidak ada benjolan.7 ºC : 84 x /menit : 18 x /Menit a. Pemeriksaan Fisik a. hiperpigmentasi. Assasement P3A0 post partum 2 minggu dengan keadaan umum ibu baik . adanya pengeluaran ASI dari kedua puting susu. Dada : adanya pembesaran payudara. Abdomen : TFU tidak teraba Anogenital : lochea serosa III. Leher ○ tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening ○ tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid ○ tidak ada pembengkakan pada vena jugularis a. Mata ○ kelopak mata tidak oedema ○ sclera putih ○ konjungtiva merah muda ○ refleks pupil positif : Baik : composmentis : Stabil : 120 / 80 mmhg : 36. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. c. b. papilla mamae menonjol keluar.

IV. kandung kemih dan lochea  Semua normal. Mengobservasi pengeluaran ASI. ASI sudah keluar dari kedua payudara. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. kepala terasa berat. involusi uterus. 1. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang.kunang. lochea serosa 1. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 1. perdarahan.Planning 1. TFU tidak teraba. Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan . perdarahan dan lokhea berbau.

Ayah Nama : Tn “E” : Ny “E” : 29 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMP : IRT :Ds.Benda Rt 01/Rw 02 : By. 06. Ibu Nama Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah c. Data Subyektif A.D.30 WIB :Bd. Bayi Nama bayi Umur bayi Tgl. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I. Identitas (Biodata) a.30 WIB : Perempuan : 06 Maret 2011 : 06.Engkay S chandra . Ny “E” : 1 jam : 06-03-2011.jam lahir Jenis kelamin b.

Perdarahan 2. Pre eklamsia 3. susu setiap pagi tapi klu tidak merasa mual a. Obat dan jamu b.Benda Rt 01/Rw 02 :06 – 03 .2011 2. Riwayat penyakit kehamilan 1. Merokok : tidak pernah : tidak pernah . Kebiasaan waktu hamil a. Tanggal dan jam : 30 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMA :Wiraswasta : Ds. kadang-kadang ada sayurannya • • Frekuensi : 3 x sehari : air putih. susu untuk Jenis minuman ibu hamil • Frekuensi : air putih ± 8-12 gelas/hari. makan dan minum • Jenis makanan : nasi.Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah B. Anamnesa 1. Eklamsia : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 4. Lain – lain : Tidak ada : 1. lauk pauk. Penyakit kelainan : Tidak ada 5.

warna kulit kemerahan. otot baik. Ditolong oleh 5. Ibu b.C. . Keadaan Umum Bayi Baru Lahir a. Keadaan air ketuban 7. Jumlah air ketuban : 8 jam : 20 menit : 17 menit : 2 jam : Jernih : + 500 cc : ada : Tidak ada : Tidak ada 8. Jenis Persalinan 4. Keadaan Bayi baru lahir • Bayi langsung menangis/ bernafas spontan • Gerakan Bayi aktif : ya : ya II. Menangis kuat. Lamanya persalinan : 36 minggu : Tunggal : Spontan : Bidan Kala I Kala II Kala III Kala IV 6. Kehamilan tunggal/gemeli 3. Umur kehamilan 2. Komplikasi persalinan a. Pemeriksaan Fisik Bayi 1. Riwayat Persalinan Sekarang 1.Data Obyektif A. Bayi 1.

Pengukuran Anthopometri 1) Berat badan 2) Panjang badan 3) LK 4) LD 5) LILA 6) Keaktifan A. 2.60C : 40 x/menit a. Kepala • Bentuk • Ubun – ubun • Maulase • Caput Succedaneum • Cepal hematoma • Lain –lain : 2600 gram : 47 cm : 32 cm : 30 cm : 10 cm : Aktif : Simetris : Normal. tidak ada paralisis syaraf facial. Mata • Bentuk : Simetris • Tanda – tanda insfeksi : Tidak ada • Reflek mengedip • Reflek pupil : Baik : Baik . Muka Bentuk simetris. tidak Ada down syndrome.datar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 1. Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 120 x/menit : 36. Pemeriksaan fisik secara sistematis 1.b.

Hidung dan Mulut • Pernafasan cuping Hidung • Warna bibir • Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik : Baik • Refleks menelan (swallowing) : Baik • Lagioskizis dan Palatoskizis • Refleks rooting : Tidak ada : Baik 1. Paru – paru Auskultasi • Paru – paru • Jantung : Tidak ada : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub.Reguler a. Leher • Pembengkakan • Refleks Tonik neck 1.normal • Fraktur klavikula a.• Lain –lain 1. Telinga • Bentuk • Tulang rawan telinga : Tidak ada : Simetris : Ada • Letak telinga sejajar alis mata : ya • Reflek pendengaran 1. Payudara . Dada • Bentuk : Simetris : Tidak ada Pembengkakan : Baik • Retraksi dinding dada : Baik.

• Bentuk • Putting susu : Simetris : Menonjol 1. Bahu. Genitalia Bayi perempuan • Labia mayor menutupi labia minora • Vagina berlubang • Uretra berlubang • Pengeluaran Pervaginam 1.10 jari : Baik • Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada • Kelainan : Tidak ada 1. Abdomen • Bentuk : Simetris • Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada • Perdarahan tali pusat • Masa pada abdomen • Lain –lain 1. Refleks moro : Baik 2. Tungkai dan kaki • Bentuk • Jumlah jari kaki • Tanda klik : Simetris : Normal 10 jari : ada : ya : ya : ya : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan . lengan dan tangan • Jumlah jari tangan • Refleks grapsing (menggenggam) : Normal .

• Refleks babinsky • Kelainan 1. Membersihkan mata. Pemeriksaan Laboratorium – HB – Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III. IV. keringkan tubuh bayi . Letakan bayi di atas perut ibu. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. Punggung dan anus • Masa / Tonjolan • Sfina bifida • Meningokel • Anus berlubang : Baik : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : ya • Pengeluaran mekonium :Ada 1. hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban → mata. Planning 1. Kulit • Warna kulit : Kemerahan • Vernik kaseosa : Ada • Lanugo :Ada tapi tidak banyak • Pembengkakan : Tidak ada • Tanda lahir : Tidak ada A. mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2.

Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. LILA dan periksa fisik bayi → pengukuran telah dilakukan 9. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat → Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan → Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7. Mengukur BB. LD. keaktifan setiap 5 menit → Observasi telah dilakukan 10.→ bayi telah dikering kan 3. warna kulit. Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat → Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi → salep mata telah diberikan 8. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu → Ibu mau menyusui bayinya. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat . PB. 6. LK.

Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 – 03 . Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui.Engkay S Chandra I. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07.→ Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C. II.30 Wib : BPS Bd. Tali pusat keluar cairan.20C : 45 x/menit . Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau. refleks sucking dan refleks swalowing : 135 x/menit : 36.00 WIB. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui. Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m. bau busuk atau berdarah → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi. bayi telihat kuning.2011 : 08.

Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 1. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat  Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 1. Planning 1. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi bahwa  Ibu masih mengingatnya 1.2011 : 08.00 Wib : rumah pasien .Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah I. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari. II. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 19 – 03 . Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 1.

Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. II. II.I.70C : 54 x/menit I. Planning 1. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti bahwa . refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan : 144 x/menit : 36.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali. Bayi bergerak aktif. buang air besar 2-3 kali sehari. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui. Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu.

Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya 1. Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 1.1. Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan  Ibu sudah paham . Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi  Ibu masih mengingatnya 1. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 1.

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. memberikan salep mata pada kedua mata bayi. Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. bayi baru lahir dan masa nifas. memberikan injeksi vitamin K.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. satu kali pada triwulan kedua. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia. memotong tali pusat. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk “10T”. mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan . Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. persalinan. dua kali pada triwulan ke tiga.

Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. 00 WIB. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. persalinan. didapatkan data sebagai berikut: • Dalam tahap pengumpulan data. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir.00 WIB. dan pada jam 06. bayi baru lahir dan nifas normal. Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07.30 WIB Ny. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : . E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. E G3P2A0 dengan kehamilan normal. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil.

maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: – – Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin . Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. perkusi. 4. mental dan sosial ibu. 6. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. palpasi. Pendataran serviks. Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 . Perubahan bentuk serviks. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya. 7. Pada wanita hamil tejadi fisiologis. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada 5.42 Minggu ). maka didalam perubahan-perubahan baik fisik maupun memberikan asuhan kehamilan harus berdasarkan kebutuhan fisik.1. memberi dukungan pada persalinan. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi. 2. auskultasi. mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi dari kehidupan intra uterin. Tanda – tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit.

2008. 2005. Yayasan Bima pustaka. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B. Gobak ett all. Sinopsis Obstetri. persalinan. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. JNPK. EGC Jakarta. Kedokteran EGC. EGC Jakarta.. A.2006. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak.8. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Muchtar 1998. JNPKR-POGI: Jakarta . DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones.B. sarwono prawihardjo. Sarwono. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Rustam. Saifudin. SARAN 1. Prawihardjo 2001. Keperawatan Maternitos. Jilid edisi 2. Kedokteran EGC. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. Jakarta. 2002. Ilmu Kebidanan. 2. bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi.

Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Ka.ST) (Bd. Engkay S Chandra) Mengetahui.LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny. Prodi D III Kebidanan .

SKM.M. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.ST) (Bd. Engkay S Chandra) Mengetahui. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. SKM. Ka.(Wiwin Winarti.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti.Kes) .M.Kes) LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny.

Wiwin Winarti. 3. E. 5. E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1. Rizar Riyanto. atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. 6. penulis panjatkan kepada Allah SWT.M. H. SKM. Djumhana Cholil.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Oleh karena itu. 2. SKM. . selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Ibu bidan Engkay S chandra.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur. Lilis Sumiati S. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. Ny.M. 4.

........ Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak...................... Sahabat........ KATA PENGANTAR................................................. Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan.................. 8............................................ Khususnya bagi penulis............... BAB I PENDAHULUAN A.... umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan.........................................7................. Juni 2010 Penulis DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN.................................... Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati..................... Sukabumi........ DAFTAR ISI..... penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini.................. serta materi...................................... orang-orang terdekat serta seluruh teman-teman seperjuangan yang telah memberi motivasi sehingga makalah komprehenshif ini dapat terselesaikan....... i ii iii v 1 ....................... spiritual..................... Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental............ Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya.......... Latar Belakang.. LEMBAR PENGESAHAN..........

...................................................... D...................................................................................................................................B............................ Keluhan selama hamil.......................................................................................................... Proses kehamilan................................................................................................................................................................................. Persiapan kehamilan............................. 1................................. Memantau tumbuh kembang janin............ Tujuan..................................... 22 11............ 14 8.6 2.................................................................................................................. 7 4..................................... 10 6........................... Definisi 6 3 3 4 4 5 ...................................................................................... Sistematika Penulisan........................... Rumusan Masalah......................... 27 .................. 22 10............................................. Perubahan fisik selama hamil....................................................... Manfaat Penulisan................13 7........................... 21 9.............. Ante Natal Care....................... 7 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan........................................ Teori Kehamilan.. Menentukan usia kehamilan.... BAB II TINJAUAN TEORI A.......... C................. Ruang Lingkup........................................................ F. E... Tujuan ANC ........ Tanda-tanda dari kehamilan................................................. 8 5...

. 44 7........................................................ Rencana Kala I.......................................................................................................................................................................... 57 13........................34 2.. Partograf ............................................................................ 34 3.................... Definisi 34 .................................. Tahapan persalinan........................... 27 B. Persalinan............................................................. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan................................ 49 11............ Etiologi persalinan............................................. 45 8.................... 38 5..................... Tanda-tanda persalinan........ Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran....................... Kebutuhan gizi ibu hamil.......... 47 9................................... 42 6............................... Bentuk-bentuk persalinan.......................... Persiapan persalinan........................................ Mekanisme persalinan.................... 1....12............................................... 35 4................. Asuhan persalinan normal............... 52 12... 48 10........................................................68 ........................................................................................................................................... Asuhan kebidanan pada persalinan............................

......... Laktasi .......................................................................................................................74 5.................................................................. Pemeriksaan fisik bayi baru lahir................ 85 5....... Tanda-tanda bahaya pada bayi...............................................70 2........... 83 3.................... Kebutuhan ibu nifas.............................................................................. Program dan kebijakan tehnik masa nifas......................... Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal....................................82 2............................... 75 6............. 84 4. 70 1........... Definisi nifas .................................................. Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir........................... 79 7.......... Bayi baru lahir...................... 93 B......................... Definisi 82 ............... Psikologi nifas. 80 D..............74 4......... Penatalaksanaan nifas................................. 88 6....................................... Asuhan kebidanan pada persalinan normal............ 92 BAB III TINJAUAN KASUS A........................... Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal.............. Nifas...................................................................................................................................................C................. 1................ Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir.............................. Karakteristik bayi baru lahir...................................... Fisiologi nifas ................................................................... 105 C........................................................................... 123 .........71 3..............................................

............................................................ 154 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY..D.. 137 BAB IV PEMBAHASAN...................... Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal............................. 151 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.................................... Kesimpulan................ 153 B.................E 29 Th G3 P2 A0 DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Asuhan Kebidanan Komprehensif Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Disusun Oleh : LISTA LIFWALIANTRI NIM : 0290106A08063 .................................................................................................................. Saran..............

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 2011 .

2. Telinga y Bentuk y Tulang rawan telinga : Simetris : Ada y Letak telinga sejajar alis mata : ya y Reflek pendengaran : Baik 5. Hidung dan Mulut y Pernafasan cuping Hidung y Warna bibir y Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik y Refleks menelan (swallowing) : Baik y Lagioskizis dan Palatoskizis y Refleks rooting : Tidak ada : Baik . Mata y Bentuk : Simetris y Tanda ± tanda insfeksi : Tidak ada y Reflek mengedip y Reflek pupil y Lain ±lain : Baik : Baik : Tidak ada 4. tidak ada paralisis syaraf facial. Muka Bentuk simetris. tidak Ada down syndrome. 3.

Leher y Pembengkakan y Refleks Tonik neck : Tidak ada Pembengkakan : Baik 7.6.10 jari : Baik y Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada y Kelainan : Tidak ada 9. Bahu.normal y Fraktur klavikula : Tidak ada a. Payudara y Bentuk y Putting susu : Simetris : Menonjol 8. Paru ± paru Auskultasi y Paru ± paru y Jantung : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub. Refleks moro : Baik . Dada y Bentuk : Simetris y Retraksi dinding dada : Baik.Reguler b. lengan dan tangan y Jumlah jari tangan y Refleks grapsing (menggenggam) : Normal .

Tungkai dan kaki y Bentuk y Jumlah jari kaki y Tanda klik y Refleks babinsky y Kelainan : Simetris : Normal 10 jari : ada : Baik : Tidak ada 13. Abdomen y Bentuk : Simetris y Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada y Perdarahan tali pusat y Masa pada abdomen y Lain ±lain : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan 11.10. Punggung dan anus y Masa / Tonjolan y Sfina bifida y Meningokel y Anus berlubang : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : ya . Genitalia Bayi perempuan y Labia mayor menutupi labia minora y Vagina berlubang y Uretra berlubang y Pengeluaran Pervaginam : ya : ya : ya : Tidak ada 12.

Planning 1. Letakan bayi di atas perut ibu. Membersihkan mata. Pemeriksaan Laboratorium . IV. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2.Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III.HB . Kulit y Warna kulit : Kemerahan y Vernik kaseosa : Ada y Lanugo :Ada tapi tidak banyak y Pembengkakan : Tidak ada y Tanda lahir : Tidak ada C.y Pengeluaran mekonium :Ada 14. keringkan tubuh bayi bayi telah dikering kan . hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban mata.

LK. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu Ibu mau menyusui bayinya. Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7. PB. keaktifan setiap 5 menit Observasi telah dilakukan . warna kulit. LILA dan periksa fisik bayi pengukuran telah dilakukan 9. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. 6. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. LD. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi salep mata telah diberikan 8. Mengukur BB.3.

10. bayi telihat kuning. Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 ± 03 .30 Wib : BPS Bd. Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07.2011 : 08. . Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11.Engkay S Chandra I. Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau. Tali pusat keluar cairan.00 WIB. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui. bau busuk atau berdarah Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui.

II.20C : 45 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. Planning 1. IV. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat bahwa . Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah III. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik Ibu sudah mengerti 2. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital y Denyut jantung y Suhu tubuh y Pernapasan : 135 x/menit : 36. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik.

Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi Ibu masih mengingatnya 4.70C : 54 x/menit . Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari. Bayi bergerak aktif. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi Ibu mengerti 5. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital y Denyut jantung y Suhu tubuh y Pernapasan : 144 x/menit : 36.3.2011 : 08. : 19 ± 03 .Tali pusat sudah puput pada hari ke 5. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui. buang air besar 2-3 kali sehari.00 Wib : rumah pasien II.

Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi Ibu mengerti 4. IV. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan III. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik Ibu sudah mengerti 2. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi Ibu masih mengingatnya 3.Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. Planning 1. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan Ibu mau menyusui bayinya bahwa .

Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6.5. Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan Ibu sudah paham .

Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. memotong tali pusat. memberikan injeksi vitamin K. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. memberikan salep mata pada . persalinan. bayi baru lahir dan masa nifas. Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk ³10T´. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). satu kali pada triwulan kedua. triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. dua kali pada triwulan ke tiga.

Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16. E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan.00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga.kedua mata bayi.30 WIB Ny.00 WIB. E G3P2A0 dengan kehamilan normal. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek y Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek y Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek . Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. persalinan. dan pada jam 06.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. didapatkan data sebagai berikut: y Dalam tahap pengumpulan data. Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07. 00 WIB. bayi baru lahir dan nifas normal. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05.

. Tanda ± tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. maka didalam perubahan-perubahan baik fisik maupun memberikan asuhan kehamilan harus berdasarkan kebutuhan fisik. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada 5. Pendataran serviks. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. perkusi. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. mental dan sosial ibu. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya. 2. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.42 Minggu ). Perubahan bentuk serviks. Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 . 4. auskultasi. Pada wanita hamil tejadi fisiologis. palpasi.

mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. . 7. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin 8. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi d ari kehidupan intra uterin. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. SARAN 1.6. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi. persalinan. memberi dukungan pada persalinan. 2. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi.

Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Sarwono.DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones. Sinopsis Obstetri. 2002.2006. sarwono prawihardjo. JNPK. A. 2005. Rustam. Ilmu Kebidanan. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. EGC Jakarta. Saifudin. 2008. Kedokteran EGC. Muchtar 1998. Keperawatan Maternitos. Gobak ett all. Prawihardjo 2001. JNPKR-POGI: Jakarta . Yayasan Bima pustaka.B. Jilid edisi 2. Jakarta. EGC Jakarta. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Kedokteran EGC..

SKM.Kes) .M. Ka. Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti.ST) (Bd. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. Engkay S Chandra) Mengetahui.LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.

M. SKM.ST) (Bd. Engkay S Chandra) Mengetahui. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.Kes) .LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti. Ka.

H. SKM. 3. 2. . E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak. Wiwin Winarti.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI.M.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI.M. Rizar Riyanto.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Lilis Sumiati S. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. Oleh karena itu. SKM. 4. atas segala rahmat dan hidayah-Nya. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. Djumhana Cholil. penulis panjatkan kepada Allah SWT. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1.

penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini.5. 8. Sukabumi. Juni 2010 Penulis . Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya. Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Sahabat. Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan. E. selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis. Khususnya bagi penulis. orang-orang terdekat serta seluruh teman-teman seperjuangan yang telah memberi motivasi sehingga makalah komprehenshif ini dapat terselesaikan. spiritual. Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. 7. Ny. 6. umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan. Ibu bidan Engkay S chandra. serta materi. Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati.

...................................................................................... .......... 5. Ante Natal Care ................................................. . ... Sistematika Penulisan ................ .... Memantau tumbuh kembang janin ................................. ............................... .......... ... Ruang Lingkup ................. ............ ... ....... ................... C........................................ 7............ Persiapan kehamilan ............... E..... ......... .............. D.......... ..................... ..... .................... i ii iii v 1 3 3 4 4 5 6 6 7 7 8 10 13 14 21 ........... 6.................. ................ BAB II TINJAUAN TEORI A.......................................... ................................. .. ..................................................... ................... Latar Belakang ....................................................... Rumusan Masalah ............................ LEMBAR PENGESAHAN ............... ........... 8. ...................DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN ..................................... BAB I PENDAHULUAN A........ DAFTAR ISI ..... 1....................... .. Tujuan ANC .......................................................... F. ...................................... .............. ............................ ... ....................................................... Tujuan ... B............................................................................................. . Manfaat Penulisan .................................................................................................... Proses kehamilan .......................................................... KATA PENGANTAR.. Tanda-tanda dari kehamilan ............... 4............ .......... ........ Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan ................................ ....... 2.......... Teori Kehamilan ... Definisi.... .... 3....

.......................... 3............................................ Bentuk-bentuk persalinan ............. ..... ............................ Partograf....... Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran............... Kebutuhan gizi ibu hamil ..... Asuhan persalinan normal............................. Definisi nifas ........ 6. ............................................. 9.. 4........... 12............................... .............. .................................................9................................... 8. . ................................ ..................... ............................................................. ..... Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan ... ......................................... Tahapan persalinan .... 13................. 11....... 4....... 5.......... 1.... Persalinan.......... Perubahan fisik selama hamil........................ ...................... 2........................ .......... ..................... Nifas .............. Laktasi... Menentukan usia kehamilan................................................... 1.......... Tanda-tanda persalinan ....................... ... ........................ Keluhan selama hamil........................................ .............. 10............ .... ............... 12................. ....... ... Asuhan kebidanan pada persalinan ... ....................... 2............ ........................ ............... ..... ........................................................................... Definisi............... .............. C....................................................................................... ..... ............................. .................... Fisiologi nifas ................................................ 11........... ................... .. 22 22 27 27 34 34 34 35 38 42 44 45 47 48 49 52 57 68 70 70 71 74 74 .............. .................. 3.... Etiologi persalinan .... ....................................................................................................... Mekanisme persalinan .. 7.................. B..... Persiapan persalinan ................. Psikologi nifas ................ 10... ..... ............... Rencana Kala I ..

........................................................ Kesimpulan ..................................................................... . .............................. B................ .. 4.......................................................................... ............... BAB III TINJAUAN KASUS A.............. .... .... ..... Program dan kebijakan tehnik masa nifas . Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir ...... Asuhan kebidanan pada persalinan normal .............. .............................. 3. .............. ......................................................................... . .......... ..... Definisi........... .............................. D..................... 5....................................... Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal .......5..... .............. Kebutuhan ibu nifas ..... 7................. ................................................. 6.......................... Bayi baru lahir........ .................... Penatalaksanaan nifas .............................. Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal.... .... 2... ............................... Karakteristik bayi baru lahir ........ B.... BAB IV PEMBAHASAN................. D.... Pemeriksaan fisik bayi baru lahir ......... C.......... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A... Tanda-tanda bahaya pada bayi ................. Saran ... Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir....... 6..... ....... 1.......... ...... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 79 80 82 82 83 84 85 88 92 93 105 123 137 151 153 154 ................................................ ... Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal.......................................... .............

A UHAN KEB ANAN KOMPREHEN I PADA NY.E DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Th G P A0 Asuhan Kebi anan Komprehensi Di j Sebagai Salah Sat Syarat Unt Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Di usun Oleh : LISTA LI WALIANTRI NIM : 0 010 A080 PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful