BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Angka Kematian Ibu (AKI) dinegara berkembang karena kehamilan, persalinan dan nifas merupakan masalah yang komplek dan berkepanjangan. Bahkan sampai saat ini masalah tersebut belum teratasi. Dinegara miskin, sekitar 25-50 % kematian wanita subur disebabkan oleh hal yang berkaitan dengan kehamilan. Kematian saat melahirkan biasanya menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitas (Saefudin: 2006:3). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN. AKI di Indonesia pada tahun 2005 adalah 262/100.000 kelahiran hidup, sementara AKB adalah 35/1000 kelahiran hidup. Sedangkan pada tahun 2007 AKI adalah 248/100.000 kelahiran hidup dan AKB adalah 27/1.000 kelahiran hidup. Dilihat dari data tersebut AKI dan AKB di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2005 sampai 2007 (Depkes RI, 2008). Penyebab utama kematian maternal masih disebabkan oleh trias

kematian ibu yaitu 28% perdarahan, 11% infeksi, 24% eklampsi. Sementara penyebab utama kematian perinatal yaitu disebabkan oleh asfiksia neonatorum 27%, infeksi 5%, prematuritas, BBLR 29%, dan tetanus neonatorum. (Depkes RI, 2007). Sedangkan AKI dan AKB di Jawa Barat mengalami penurunan dari tahun 2003 sampai tahun 2007 yaitu AKI pada tahun 2003 sebesar 321.15/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 49/1000 kelahiran hidup.

Sedangkan pada tahun 2007 AKI sebesar 81/100.000 kelahiran hidup dan AKB 43.40/1000 kelahiran hidup (Dinkes Jabar, 2007). Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menyebutkan angka kematian ibu (AKI) di kota sukabumi sekitar 91 per 100.000 kelahiran, sedangkan untuk angka kematian bayi (AKB) diperkirakan sekitar 53 per 1000 angka kelahiran hidup. (Dinkes Kota Sukabumi, 2008) Pada dasarnya kehamilan dan persalinan merupakan suatu hal yang fisiologis yang alami pada setiap wanita, tetapi kadang – kadang persalinan dan kehamilan tersebut di sertai dengan komplikasi sehingga akan bersifat fatologis, dan hal tersebut bisa dicegah dengan pemeriksaan kehamilan yang rutin, melaksanakan asuhan kebidanan persalinan, BBL, dan nifas yang baik serta pemberian ASI pada bayi sedini mungkin sehingga dapat menurunkan angka kematiam ibu dan bayi. Berdasarkan data di atas maka penulis akan melakukan asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL secara komprehensif Pada Ny E,29 thn G3P2A0 umur kehamilan 38 mg dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah pada studi kasus secara komprehensif ini adalah “ Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. E 29 Tahun G3P2A0 38-39 Minggu dengan Keadaan Ibu dan Bayi Fisiologis di BPS Engkay S Chandra Tahun 2011”.

C. Tujuan

1. Tujuan Umum Dapat memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, nifas dan BBL normal kepada Ny E, dengan manajemen asuhan

kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan yang telah ditetapkan. 2. Tujuan Khusus a. b. Mengetahui tentang definisi kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Mengetahui Teori – teori tentang kehamilan, persalinan, nifas dan BBL c. Mengaplikasikan pengetahuan tentang kebidanan dengan praktek kebidanan di lapangan d. e. Mengetahui Asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan BBL Dapat melakukan manajemen Asuhan Kebidanan SOAP

A. Ruang Lingkup Masalah Studi kasus ini dilakukan untuk memberikan asuhan Kebidanan secara komprehensif pada Ny. E 29 tahun G3P2A0 38-39 minggu dengan keadaan ibu dan bayi fisiologis di BPS Engkay S chandra tahun 2011”.

B. Sistematika penulisan Sistematika penulisan dalam makalah ini tediri dari 5 BAB Yaitu : – BAB I : Pendahuluan ::Menguraikan tentang latar

belakang, rumusan masalah, tujuan dan ruang lingkup, sistematika penulisan dan manfaat.

persalinan normal. Manfaat Penulisan 1. Engkay S Chandra . normal. persalinan.– BAB II : Tinjauan Teori tinjaun ::Menguraikan medis kehamilan tentang. – BAB V : Penutup : Menguraikan kesimpulan dan saran A. 3. Bagi Institusi Sebagai bahan bacaan yang dapat dimanfaatkan sebagai perbandingan untuk angkatan selanjutnya dan dapat menambah bahan koleksi perpustakaan sehingga dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan peneliti selanjutnya. BBL normal. 2. nifas dan BBL. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu khususnya berkaitan dengan ilmu kebidanan tentang kehamilan. Bagi BPS. dan nifas normal – BAB III : Tinjauan Khusus ::Menguraikan tentang manajemen asuhan SOAP – BAB IV kebidanan dengan : Pembahasan ::Menguraikan tentang keterkaitan antara teori dengan kasus.

BAB II TINJAUAN TEORI A. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. nifas dan BBL normal. 2002 ). Dapat membantu kegiatan program kehamilan. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut fertilisasi kemudian dilanjutkan menjadi nidasi dan implantasi sampai janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. persalinan. Triwulan pertama (0 – 12 minggu) . TEORI KEHAMILAN 1. Definisi Hamil adalah seorang wanita mengandung sel telur yang telah dibuahi atau dihasilkan oleh sperma. Hasil asuhan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan dalam rangka meningkatkan upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kehamilan dibagi dalam 3 triwulan yaitu : a. Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung dari hari pertama haid terakhir (Saifudin. b.a.

c. Mencatat kondisi kesehatan. dan bila kehamilan lebih dari 43 minggu disebut post matur atau lewat bulan (Winkjo satro: 2005) 1. c. menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu (Sarwono Prawirohardjo. Menanamkan pola hidup sehat. Faktor Fisik b. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur (cukup bulan). f. Mempersiapkan tabungan. d. 1.b. Kehamilam 28 dan 36 minggu disebut premature. g. Bersikap teliti terhadap obat-obatan. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2002) Lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus kira-kira 280 hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). b. Mengkonsultasikan kesehatan fisik. i. h. e. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Ada 3 faktor yang mempengaruhi kehamilan yaitu : a. Memeriksa darah. Triwulan kedua (12 – 28 minggu) Triwulan ketiga (28 – 42 minggu) Merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami. Persiapan Kehamilan Pada saat memutuskan untuk mempunyai anak perlu melakukan berbagai persiapan sebagai berikut : a. Mengkonsultasikan faktor genetik. Mengatur asupan nutrisi. Menjaga hubungan yang harmonis. Faktor Psikologis terdiri dari : .

Tanda kehamilan tidak pasti 1) Rahim membesar. d) Tidak tahan terhadap bau-bauan. k) Perubahan warna kulit pada daerah tertentu : leher. dan areola. f) Anoreksia. e) Pingsan. i) Payudara besar dan tegang. muka. h) Miksi sering. Tanda-tanda Kehamilan a. Faktor Lingkungan Social Budaya dan Ekonomi 1. Tanda dugaan hamil a) Menstruasi terlambat. j) Sulit BAB. Disebabkan karena meningkatnya vascularisasi pada serviks. m) Varises. l) Epulsi. 2) Tanda Hegar yaitu melebarnya daerah pelunakan di istmus SBR. . Terjadi pada kehamilan 6-8 minggu. b) Mual muntah. b. c) Ngidam.1) Stressor 2) Dukungan keluarga c. g) Lelah. 3) Tanda Chadwick yaitu pembendungan pembuluh darah daerah panggul menyebabkan warna serviks menjadi kebiruan (livid) atau purplish (ungu). menyebabkan cekungan.

Tampak pada minggu 1214. semakin meningkat frekuensinya pada TM III. 3) Terdengar adanya DJJ. ireguler ringan. biasanya terasa oleh ibu pada kehamilan 16-20 minggu. 5) Tanda ladin yaitu uterus melunak didaerah anterior. Pada minggu ke-5 feta pole sudah tampak. Mulai teraba pada kehamilan 6 minggu. Muncul pada minggu ke-4. 4) Terlihat tulang dalam foto roentgen. Dapat dilihat pada kehamilan 7-8 minggu. 8) Kontraksi Braxton hiks yaitu kontraksi uterus ringan. Antenatal Care . Mulai dapat diraba pada minggu ke-18. 5) Terlihat adanya gambaran janin pada USG. 1. 10) Test kehamilan (+). biasanya dengan fetoscope terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu sedangkan jika menggunakan USG terdengar pada usia kehamilan 6-8 minggu. 9) Teraba ballotment teraba pada kehamilan 16-20 minggu. 6) Tanda Mc Donald yaitu serviks dan uterus dapat dengan mudah ditekuk pada pertemuannya. tengah didaerah antara uterus dan serviks.4) Tanda Goodle yaitu serviks menjadi lunak dan cyanosis disebabkan pertambahan vascularisasi jaringan serviks. 2) Terasa adanya bagian-bagian janin. Tanda pasti hamil 1) Terasa adanya gerakan janin. 7) Tanda piscaseck yaitu perubahan asimetris pada bentuk uterus hamil didaerah fundus dimana terjadi implantasi tampak lebih menonjol disebabkan oleh hyperemi setempat karena hormonal. Normal frekuensinya 120-160 x/menit. a. Dengan dopler terdengar pada umur 8-10 minggu. tidak sakit. Minggu ke7-8 DJJ sudah mulai tampak.

Pelayanan “7 T” : a. Ukur Tekanan darah. d. gemelli. infeksi alat reproduksi dan saluran perkemihan. a. Timbang berat badan.protein urine. b. a. 3) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatan. 3) Mengulangi perencanaan persalinan. 3) Mengenali tanda-tanda persalinan. Tilai status gizi .Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai janin lahir. Pemberian Tablet zat besi minimum 90 tablet selama kehamilan. Ukur Tinggi fundus uteri. MAP.haemoglobin. 2) Mengenali adanya kelainan letak dan persentasi. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari). 2) Perencanaan persalinan. g. c. Tes lab (glukosa. Tes terhadap penyakit menular seksual. e. 2) Penampisan preeklampsia. Kunjungan antenatal care sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : a.golongan darah) h. Pemberian imunisasi TT lengkap. Kunjungan I (16 minggu) dilakukan untuk : 1) Penapisan dan pengobatan anemia. Kunjungan II (24-28 minggu) dan kunjungan III (32 minggu) dilakukan untuk : 1) Pengenalan komplikasi akibat kehamilan dan pengobatannya. f. Kunjungan IV (36 minggu) sampai lahir dilakukan untuk : 1) Sama seperti kegiatan kunjungan II dan III.

tindak lanjut Table 2. Lain jika indikasi ada Penanganan Pemberian imunisasi TT1 TT Pemberian FE Konseling umum Konseling khusus Perencanaan persalinan Perencanaan penanganan komplikasi √ 90 Tablet √ TT2 Memperkua Memperkua t Jika indikasi t ada Jika indikasi √ √ Memperkua ada t ada Jika indikasi √ √ √ .i.1 Jadwal kunjungan ulang memiliki kekhasan dalam setiap kunjungannya : Penilaian Antenatal Riwayat kehamilan Riwayat kebidanan Riwayat kesehatan Riwayat sosial Pemeriksaan keseluruhan (umum) Pemeriksaan kebidanan (luar) Pemeriksaan kebidanan (dalam) Pemeriksaan laboratorium Kunjungan Kunjungan I √ √ √ √ √ √ √ √ √ II √ Kunjungan III √ Kunjungan IV Jika indikasi √ Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada Jika indikasi √ ada Jika ada ada indikasi indikasi indikasi Jika ada Jika ada Cek Hb dan indikasi indikasi pemeriksaa n Lab. j. temuan kasus. Tilai presentasi dan Djj Temu wicara.

1.Tabel 2. melahirkan dengan selamat. dan social ibu dan bayi. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik.2 Imunisasi TT Interval Antigen TT 1 TT 2 TT 3 TT 4 TT 5 (selang waktu minimal) Pada kunjungan 1 4 minggu setelah TT 1 6 bl setelah TT 2 1 thn setelah TT 3 1 thn setelah TT 4 Lama perlindungan 3 thn 5 thn 10 thn 25 hidup 1. Tujuan antenatalcare a. Mempersiapkan peran ibu dan keluaga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian asi ekslusif. d. Memepersiapkan persalinan cukup bulan. ibu maupum bayinya dengan trauma semininmal mungkin. Proses Kehamilan Proses kehamilan merupakan masa rantai yang berkesinambengan terdri dari: % perlindungan 80 95 99 99 thn/seumur .mental. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil. f. c. e. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi b. termasuk riwayat penyakit secara umum. kebidanaan dan pembedahan.

frikel primer mengalami perubahan menjadi polikel de-grap yang menuju kepermukan ovarium disertai pembentukan cairan liqoor polikuli.a. . Ovulasi Ovulasi Adalah pelepasan ovum dari ovarium. Gerak dari tuba yang mendekati ovarium – Gerak sel rambut lumen tuba semakin tinggi – Peristaltik tuba makin aktif Dan ketiga faktor ini menyebakan aliran dalam tuba makin deras menuju uterus 1) Dengan pengaruh LH yang semakin besar dan fluktuasi yang mendadak terdapat hubungan antara hipotalamus . endometrium. proses penangkapan ini di sebut ovum pick UP mechanism 3) Ovum yang tertutup terus bejalan mengikuti tuba menuju uverus. 3) Desakan faikel de-grap kepermukaan ovarium menyebabkan panipisan dan disertai deverkutarasi. peristiwa ini terjadi pada hari kedua belas atau ke empat belas sebelum haid yang akan datang 1) Proses petumbuhan ovum ( Oogenesis ) 2) Dengan pengaruh FSH. hipofisis. 2) Dengan gerak aktif tuba yang mempunyai tumbai ( Fimbiae ) maka ovum yang telah di lepaskan segera di tangkap oleh frimbiae tuba. dalam bentuk pematngan pertama artinya siap di buahi. 4) Selama pertumbuhan menjadi polikel de-grap ovarium mengeluarkan hormon ekstogen yang dapatmempengaruhi b.

hipofisis. hipotalamus. a. pada setiap hubungan seks di tumpahkan sekitar 3 cc sperma. Konsepsi Pertemuan inti ovum dengan inti spermatozoa disebut konsepsi atau fertilisasi dan membentuk zigot. spermatozoon yang masuk kedalam alat genetalia wanita dapat hidup selama tiga hari. Sebagian besar spermatozoa mengalami kematian dan hanya beberapa ratus yang dapat mencapai tuba fallopii. dan sel insterstitial leyding sehingga spermaotgonium dapat mengalami proses mitosis. yang mengandung 40 sampai 60 juta spermatozoa setiap cc. proses konsepsi dapat berlangsung sebagai berikut : . mengandung energi sehingga dapat bergerak. sehingga cukup waktu untuk mengadakan konsepsi. Spermatozoa Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks 1) Sepermatogeum berasal dari sel primitip tombulus 2) Menjadi spermatosit pertama 3) Menjadi spermatosit kedua 4) Menjadi spermatid 5) Akhirnya spermatozon Pertumbuhan spermatozoa dipengaruhi mata rantai hormonal yang kompleks dari panca indra. Bentuk spermatoa seperti cebung yng terdiri atas : 1) Kepala : lonjong sedikit gepeng yang mengndung inti 2) Leher : penghubung antara kepala dan ekor 3) Ekor : Pajang sekitar 10 kali kepala.b.

tertutup sel yang mempunyai silia c) Ovum mempunyai waktu terlama dalam ompula tuba 1) Ovum siap di buahisetelah 12 jam dan hidup selam 48 jam a) spermatozoa di tumpahkan. diliputi oleh kolona radiate mengandung persediaan nutrisi. nutrisi dialirkan kedalam vitellus melalui saluran pada zona pelusida 4) Konsepsi terjadi pada pers ampularis tuba a) Tempat yang paling luas b) Dinding penuh jongjot. masuk melalui konalis serulkalis dengan kekuatan sendiri b) dalam kavum uteri terjadi peruses kapasitasi yaitu pelepasan sebagian dari “ upoproteinya” sehingga mapu mengadankan fertilisasi c) spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba d) spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna e) spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi serta mengikis f) korona radiata dan zona pelusida dengan pelusida dengan proses enzimnatik hidloronidase g) melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum h) seetelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum. 2) Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metaface ditengah setoplasma yang di sebut vitelus 3) Dalam perjalanan korona radiate makin nerkurang pada zona pelusida. ekornya lepas dan tertinggal di luar .1) Ovum yang di lepaskan proses ovulasi.

Hasil pembelahan memenuhi seluruh ruangan dalam ruang ovumyang besarnya 100 mw atau 0.1 mm dan di sebut stadia morola Semua pembelahan sel di bagian dalam. . hasil konsepsi terus berjalan menuju uterus.i) kedua inti ovum dan inti spermatozoa bertemu dengan membentuk zigot keseluruhan proses tersebut merupakan mata rantai fertilisasi atau konsepsi a. terjadi pembentukan sel di bagian luar morula yang kemungkinan berasal dari korola radiate yang menjadi sel tropoblas dalam pertumbuhanya. Proses Nidasi Atau Implantasi Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “vitellus” membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam keadaan “metaphase”sehingga pronokluesnya menjadi “haploid” pronukelues spermatozoon dalam keadaan haploid saling mentdekati dengan inti ovum yang kini haploid saling mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam pemasangan pembawa tanda dari pihak peria maupun wanita. mampu mengeluarkan hormone krionik yang mempertahankan korpus luteum gravidarum. Setelah pertemuan ke dua inti ovum dan spermatozoa terbentuk yang terbenteuk zigot yang beberapa jam setelah mampu membelah dirinya menjadi dud an dan seterusnya berbarengan dengan inti.

akan tertanam ke dalam endometrium sel tropoblas mendekstruksi endometrium sampai terjadi pembentukan placenta yang berasal dari primer vili korealis. mungkin terjadi. .sementara itu fase sekresi endometrium telah makin banyak mengandung glikogen yang di sebut desidua. Terjadinya nidasi ( implantasi ) mendorongkan sell blastula mengadakan deferesi sel yang dekat dengan ruang entoderm membentuk entoderm dan yolk sac ( kantong yolk ) sedangkan selain membentuk ektoderm dam morederm dan ruang amnion palat emberio ( embryonal palate ) terbentuk di antara dua ruang yaitu ruang amnion dan kantung yolk. entoderm. b.Pembelahan berjalan terus dan di dalam morulla terjadi ruangan yang mengandung cairan yang di sebut “blastula” perkembangan dan pertumbuhan perjalanan blastula dengan uili korealisnya yang di lapisi sel tropoblas telah siap untuk mengadakan ridasi . Pembentukan placenta Nidasi atau implatasi terjadi pada bagian fundus uteri di dinding depan atau belakang pada blastura dengan inner cell mass. Sel tropoblas yang meliputi “perimer villi korealis” melakukan destruksi enzimatik proteolitik. plat embrio terdiri dari undur ectoderm. hingga dapat menanamkan diri di dalam edometrium proses penanaman blastula di sebut ridasi atu implantasi implansi terjadi pada hari ke 6 sampai 7. Pada saat tertanamnya blastula ke dalam edomentrium. dan meroderm. setelah konsepsi. kantungan ammion dan embrio padat dan perkembangan menjadi tali pusat.

Pertumbuhan dan Perkembangan janin. desi dua pemtalis 20 Minggu 25 cm dan kopsularis menghilang melekat a. Kuping lebih jelas 12 Minngu 9 cm a. 2. Kelopak mata terbentuk b.Dengan berbagai untuk implantasi ( Nidasi ) di mana posisi plat embrio berada akan di jumpai berbagai variasi tali puat. sehingga sejak saat embrio mendapat tambahan nutrisi dari darah secara langsung terjadilah aliran darah pertma reptroplasenter pada hari ke empat belas sampai lima belas setelah konsepsi. Tabel. sedangkan dari sudut fetus setiap kotiledon. Bagian desidua yang tidak di hancurkan membagi placenta menjadi sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal.5 cm Perkembangan a. yaitu insersio sentralis para sentralis marginalis atau insersio vila mentosa. c. mulai dengan pembuluh darah vena pada hari ke sepuluh sampai ke sebelas setelah konsepsi. Hidung. Genetalis jelas terbentuk Masa Fetus 16 Minggu 16-18 cm a. fetus terus bercabang danmengambang di tengah aliran darah untuk menunaikan fungsinya. kuping dan jari terbentuk c. Vili korealis desi dua sampai sepuluh darah.3 Pertumbuhan dan Perkembangan Janin Tua Kehamilan Organogenesis 8 Minggu Panjang Janin 2. Kepala fleksi ke dada b. Kulit merah tipis b. Kulit tebal dengan rambut lanugo .Uterus telah penuh. memberikan nutrisi. pertumbuhan dan perkembangan janin pada rahim ibu.

dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir. Ovulasi biasanya terjadi setelah 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan terjadi segera setelah ovulasi. Menentukan Usia Kehamilan Kehamilan dihitung dalam minggu. secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda.Kelopak mata jelas. Berat 1000 gram b.4 Memantau Tumbuh Kembang Janin Usia Kehamilan 12 minggu 16 minggu 20 minggu 22-27 minggu 28 minggu 29-35 minggu 36 minggu 20 cm (± 2 cm) Usia kehamilan Dalam cm Teraba badan diatas sympisis Tinggi Fundus Menggunakan petunjuk pubis ½ sympisis dan umbilikus Pada umbilicus dalam 2 jari ↑ umbilikus minggu = Cm (± 2 cm) 28 cm (± 2 cm) ½ umbilicus – Px Usia kehamilan dalam 2 jari ↓ Px minggu = Cm (± 2 cm) 36 Cm (± 2 cm) Pada Px 2.b. Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi. . Menyempurnakan janin Masa Prenatal 28 Minggu 35 cm 1. Memantau Tumbuh Kembang Janin Tabel 2. alis dan bulu 24 Minngu 30-32 cm tampak a.

Jumlah sel darah putih saat persalinan dan sesudah persalinan meningkat. Volume darah dalam peredaran meningkat 50 %. Selama trimester II tekanan darah menurun tetapi kembali normal pada rimester III. Maka denyut jantung pada saat istirahat pun meningkat (normal 70 x/menit menjadi 80-90 x /menit). Saat persalinan curah jantung meningkat sebesar 30 %. tetapi sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat 25-30%.Untuk menentukan perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan sebagai berikut: a. modulus dan sensitifitas. b. c. Setelah mencapai 30 minggu curah jantung menurun karena uterus yang membesar menekan vena yang membawa darah dari tungkai ke jantung. Terdapat peningkatan ukuran. Tanggal menstruasi terakhir + 7. Bulan menstruasi teakhir – 3. Peningkatan curah jantung Selama kehamilan peningkatan curah jantung terjadi karena perubahan dalam aliran darah kerahim. Perubahan Fisik Selama Hamil a. c. b. Jantung dan pembuluh darah Jumlah darah yang dipompa jantung meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu 30-32. 1. karena janin terus tumbuh darah lebih banyak dikirim kerahim ibu. Akibat pengaruh estrogen payudara . Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan pemberian ASI pada saat laktasi. Tahun menstruasi terakhir + 1.

e. Pada akhir kehamilan. Pembesaran ini menyebabkan syaraf tertekan dan menimbulkan rasa sakit.membesar ukurannya. Ginjal Ginjal bekerja lebih berat pada kehamilan 16-24 minggu. Kelenjar granula Montgomery pada daerah areola mamae tampak jelas dan putting susu tampak menonjol. Dilatasi ini meningkatkan kapasitas pelvis renalis dan ureter dari 12-75 ml sehingga memungkinkan terjadi infeksi traktus urinarius. Otot pelvis renalis dan ureter relaks. d. f. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. terjadi peningkatan aktifitas ginjal pada wanita yang tidur miring. Akibat progesteron terjadi pembesaran pada ginjal kanan dan kiri. Pada bulan pertama kehamilan ginjal tertekan oleh uterus yang semakin membesar. kadang-kadang mengeluh sesak dan bernafas pendek. Paru-paru Wanita hamil bernafas lebih cepat dan dalam. Ginjal kanan lebih besar daripada ginjal kiri. putting susu membesar dan lebih gelap menonjol. Hal ini disebabkan karena usus yang tertekan kearah diafragma akibat pembesaran rahim. Hidung dan tenggorokan kadang mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. System pencernaan . Tekanan dan kualitas suara wanita hamil sedikit berubah. Lapisan saluran pernapasan menerima lebih banyak darah sehingga tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). sehingga terjadi dilatasi. Progesteron berfungsi menambah sel-sel asinus pada mamae.

Peningkatan pigmentasi juga terdapat didaerah putting susu. Sedangkan didaerah sekitar pinggang biasanya tampak garis gelap spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba). gusi menjadi lunak karena retensi cairan intraselurer yang disebabkan pengaruh hormon progesteron. Kulit Pada akhir kehamilan pembesaran rahim menimbulkan peregangan akibatnya robek serabut elastik dibawah kulit menimbulkan strie gravidarum sehingga tampak garis kemerahan pada abdomen. Kadang otot dinding abdomen tidak dapat menahan ketegangan sehingga muskuli rekti terpisah digaris tengah. Cloasma gravidarum atau topeng kehamilan adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kening dan pipi.Salivasi meningkat pada TM I. Sekresi lambung berkurang sehingga makanan lebih lama didalam lambung. Banyak wanita hamil ditemukan garis pertengahan kulit abdomen menjadi jelas berpigmen berwarna hitam kecoklatan yang disebut linea nigra untuk primigaravida. g. Sedangkan pelebaran yang berdinding tipis tampak di tungkai bawah. Pada multipara terdapat pula garis-garis keperakan. obstipasi dan emesis / morning sickness. . Untuk multigravida akan berubah menjadi albican (putih). Spingter esophagus bawah relaksasi sehingga dapat terjadi regurgitasi lambung yang menyebabkan rasa terbakar didada (heartburn). Akibat peregangan tersebut terjadi diastesis rekti yaitu longgarnya otot dinding rahim. Otot-otot usus relaks. Dimulut.

5-16. Dapat terjadi hiperthyroidisme yang terjadi 1% kehamilan. Berat badan Kenaikan berat badan yang normal antara 6. Selama kehamilan diperlukan banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. keringat berlebihan dan perubahan suasana hati. Masa ini merupakan masa aktif yaitu persiapan untuk kelahiran dan penyambutan bayinya. Plasenta menghasilkan melanocyte-stimulating hormon yang menyebabkan kulit menjadi lebih gelap dan peningkatan hormon adrenal dalam darah. Hormon yang utama dihasilkan plasenta yaitu HCG yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen dan progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan.5 Kg. 1. berdebar (palpitasi). Plasenta menghasilkan hormon yang menyebabkan kelenjar tyroid lebih aktif menyebabkan denyut jantung cepat. i. Hormon Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh untuk mempertahankan kehamilan. Juga dapat menyebabkan tanda peregangan berwarna pink pada kulit perut. Sejumlah ketakutan nampak pada trimester III. Ibu merasa aneh . Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam kehamilan Trimester III Trimester III merupakan periode menunggu dan waspada.h. Jika berat badan sebelumnya normal. kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 11-13 Kg.

2. air dan garam pada payudara . Keluhan Selama Hamil Trimester III a. Cara Meringankan 1) 2) 3) Bangun secara perlahan dari posisi istirahat Hindari berdiri terlalu lama dilingkungan yang hangat/sesak Hindari berbaring dalam posisi terlentang.Sincope Definisi Sincope atau pusing biasanya terjadi pada trimester dua dan tiga. 3) Payudara besar dan tegang Etiologi 1) Perubahan hormon akan menimbulkan deposit lemak.dan jelek. takut menghadapi persalinan. Ibu juga merasa khawatir pada bayinya yang akan lahir nanti. takut kehilangan perhatian yang diterimanya saat hamil. Sehingga pada trimester III sering terjadi depresi ringan. Pada trimester III keinginan seksual wanita akan menurun lagi karena ukuran peruttnya yang besar dan timbul lagi ketidaknyamanan fisik. dll. Etiologi 1) Hipertensi postural yang berhubungan dengan perubahan hemodynamis 2) Penggumpalan darah dipembuluh tungkai 3) hypoglikemia. Ada perasaan takut kehilangan anak dalam kehamilannya. Tanda Bahaya 1) Kehilangan kesadaran 2) Disertai gejala anemia.

. a. Cara Meringankan Gunakan BH yang dapat menyokong dan menunjang payudara untuk kenyamanan.Sering BAK Definisi Sering BAK atau nokturia terjadi pada TM I dan TM III. teh.2) Kadang payudara terasa nyeri karena ujung syarafnya tertekan. a. Cara Meringankan 1) Kosongkan saat merasa ada dorongan untuk kencing 2) Perbanyak minum pada siang hari 3) Jangan kurangi minum di malam hari untuk mengurangi nocturia yang menggaggu tidur dapat menyebabkan keletihan 4) Batasi minum kopi. cola dengan caffeine 5) Posisi baring miring kiri dengan kaki ditinggikan pada malam hari. Tanda Bahaya 1) Dysuria 2) Oliguria 3) Aspmptomatic bacteriuria.Konstipasi Definisi Konstipasi atau sembelit terjadi pada TM II dan TM III. Etiologi 1) Tekanan uterus pada kantung kemih 2) Ekresi sodium meningkat bersamaan dengan pengeluaran air 3) Air dan sodium tertahan dalam tungkai bawah.

TM III.Etiologi 1) Peningkatan kadar progesteron 2) Penurunan morbiditas 3) Penyerapan air dari colon meningkat 4) Tekanan uterus membesar pada usus. Pengobatan Gunakan pembuat bahan padat (bongkahan) atau emollients. a. TM II. Cara Meringankan . Tanda Bahaya 1) Rasa nyeri hebat di abdomen 2) Tidak mengeluarkan gas (obstruksi) 3) Rasa nyeri di kuadran kanan bawah (appendicitis). Etiologi 1) Hyperplasia mukosa vagina 2) Peningkatan produksi lendir dan kelenjar endoservikal sebagai akibat dari peningkatan kadar estrogen.Keputihan Definisi Terjadi pada TM I. Cara Meringankan 1) Minum cairan dingin atau panas ketika perut kosong 2) Istirahat cukup 3) Senam 4) Membiasakan buang air kecil secara teratur gunakan pembentuk bahan padat (bongkahan) 5) Buang air besar segera setelah ada dorongan.

5) Statis. Tanda Bahaya 1) Terlalu banyak 2) Bau menyengat 3) Berwarna kuning / abu-abu 4) Pengeluaran cairan 5) Pendarahan pervaginam. kongesti vena. tekanan vena panggul. a.Wasir Definisi Haemorrhoids atau wasir terjadi pada TM II dan TM III. Etiologi 1) Konstipasi 2) Tekanan uterus yang meningkat terhadap vena haemorrhoidal 3) Dukungan yang tidak memadai pada vena haemorrhoid diarea anorectal 4) Kurangnya klep pada pembuluh ini mengakibatkan perubahan pada aliran darah.1) Tingkatkan kebersihan diri 2) Gunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun Pengobatan 1) Hindari pencucian vagina 2) Gunakan bedak (polider) untuk mengeringkan tetapi jangan terlalu banyak. gravitasi. pembesaran vena haemorrhoid Cara Meringankan .

Insomnia Definisi Dimulai pada umur pertengahan kehamilan.1) Hindari konstipasi 2) Makan makanan yang berserat 3) Gunakan kompres hangat. 2) Bangun tengah malam Cara Meringankan 1) Gunakan tekhnik relaksasi 2) Gunakan tekhnik relaksasi progesif 3) Mandi air hangat 4) Minum minuman hangat sebelum tidur 5) Melakukan aktivitas yang tidak menstimulasi sebelum tidur Pengobatan Gunakan antihistamin untuk jangka pendek. gunakan vistaril dan seconal. Tanda Bahaya . kompres es/ sizt bath Pengobatan Salep tropikal Tanda Bahaya Thrombi a. Etiologi 1) Pola tidur yang berubah mulai minggu ke-25 puncaknya pada 3336 minggu.

5 18 A. tanpa ada kompilikasi baik pada ibu maupun janin (Prawirohardjo. b. Definisi Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan kekuatan sendiri (Manuaba. 2006: 100). lahir spontan dengan persentasi belakang kepala yang berlangsung selama 18 jam. 1998: 157). TEORI PERSALINAN 1. . Kebutuhan Dasar Gizi Ibu Hamil Kebutuhan gizi ibu hamil ini penting karena : a. 1.5 15 600 1. d.1) 2) Keletihan berlebih Tanda-tanda depresi. Mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan Pertumbuhan janin Mempercepat penyembuhan luka persalinan Cadangan dalam masa laktasi Kebutuhan gizi ibu hamil meliputi : Zat gizi Kalori Protein Kalsium Ferum Vitamin A Vitamin B Vitamin C Vitamin D Riboflavin As Nicotin Satuan Kal G G Mg SI Mg Mg SI Mg Mg Jumlah 2500 85 1. c.8 100 400-800 2. Persalinan normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu).

janin dapat hidup tetapi prematur dan berat janin antara 1000-2500 Gr.Persalinan (partus = labor) adalah proses pengeluaran produk konsepsi yang viabel melalui jalan lahir biasa (Mochtar. 2) Persalinan buatan adalah persalinan dengan tenaga dari luar misalnya persalinan pervaginam dengan menggunakan forceps atau vakum. dilakukan . Bentuk Persalinan a. Berdasarkan tuanya umur kehamilan : 1) Abortus adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup (viable). 1998: 94). 3) Persalinan anjuran adalah persalinan yang tidak dimulai dengan sendirinya akan tetapi berlangsung setelah perangsangan. 2. dengan umur kehamilan > 22 minggu berat badan > 500 Gr. 2) Partus immaturus adalah pengeluaran janin yang terjadi pada umur kehamilan antara 22-28 minggu dengan berat badan bayi antara 500-999 Gr. 3) Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada umur 28-36 minggu. Berdasarkan pengertian persalinan menurut cara persalinan : 1) Persalinan spontan adalah proses lahirnya bayi pada LBK dengan tenaga ibu sendiri. a. melalui dinding perut dengan operasi sectio caesarea. tanpa bantuan alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam.

4) Partus maturus/ aterm/ cukup bulan adalah partus pada umur kehamilan 37-40 minggu. Beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan yaitu : a. dan janin postmatur. b. 3.pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. . sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekeuatan HIS. dimana terjadi penimbunan jaringan ikat. Etiologi Proses persalinan belum diketahui dengan pasti. pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu. sehingga menimbulkan proses persalinan. 4) Contohnya. 3) Setelah melewati batas tersebut. Teori Keregangan 1) Keadaan sirkulasi uterus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus. janin matur dengan berat badan > 2500 Gr. 5) Partus postmaturus/ serontinus/ lebih bulan adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu persalinan yang ditaksirkan. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi uteropia senter sehingga plasenta mengalami degenerasi. terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai. Teori Penurunan Progesteron 1) Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu. 2) Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam batas tertentu.

. c. 3) Prostaglandin dianggap dapat memicu terjadinya persalinan. 2) Glandula suprarenalis merupakan pemicu terjadinya persalinan.lebih-lebih sewaktu partus. 2) Perubahan keseimbangan esterogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim. Seperti diketahui progesteron merupakan penenang bagi otot-otot uterus. Teori Hipotalamus-Pituitari Dan Glandula Suprarenalis 1) teori ini menunjukan pada kehamilan dengan anencephalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. Teori Oksitosin Internal 1) Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior. 2) Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan. sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin.teori ini dikemukakan oleh linggin 1973. c. Teori Prostagladin 1) Dalam kehamilan dari minggu ke 15 hingga aterm kadar prostagklandin meningkat.sehingga persalinan dapat dimulai. 4) Antara lain penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron yang terjadi kira. 3) Menurunkan konsentrasi progesteron akibat tuanya kehamilan maka oksitosin dapat meningkatkan aktifitas. 3) Akibat otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu. c. sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks.kira 1 – 2 minggu sebelum partus.2) Produsi progesteron mengalami penurunan.

c. hal : 160 ). Efek gaya kontraksi tersebut mengarah kedaerah lokus minoris yaitu daerah kanalis servikalis yang membuka untuk mendorong isi uterus keluar. Faktor lainnya Tekanan pada ganglion ini tertekan. Power (tenaga) 1) His Adalah gelombang kontraksi ritmis otot polos dinding uterus yang dimulai dari daerah fundus dimana tuba fallopi memasuki dinding uterus yang pada awalnya kontraksi tersebut berasal dari pacemaker. Faktor nutrisi Teori berkurangya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hipocrates yang bila nutrisi kurang pada janin maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan.Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan & KB 1998. d. Passege (jalan lahir) 1)Panggul 2)Jalan lahir lunak a. ( Ida Bagus Gde Manuaba.kontraksi uterus dapat dibangkitkan. Sifat his : a) Setelah kontraksi : . Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan a. 3.

(1) Tidak relaksasi (2) Lebih pendek (3) Tonus seperti sebelum kontaksi-retraksi b) Kontraksi tidak sama kuat (1) Terkuat difundus (2) Terlemah di SBR c) Pacemaker batas keduanya (1) Lingkaran retraksi fisiologis (2) Lingkaran retraksi patologis (Bandl) Sifat lain his: a) Involuntir : tidak dapat diatur oleh ibu b) Intermitten c) Terasa sakit d) Terkoordinasi dan simetris e) Kadang dapat dipengaruhi dari luar baik kimia. Yang perlu diperhatikan yaitu : a) Lamanya : 45-75 detik . fisik maupun psikis His yang baik : a) b) c) d) e) Kontraksi simultan simetris diseluruh uterus Kekuatan didominasi didaerah fundus Terdapat periode relaksasi antara 2 periode kontraksi Terdapat retraksi otot-otot korpus uteri setiap sesudah his Serviks uteri yang banyak mengandung kolagen dan kurang mengandung serabut otot akan tertarik keatas oleh retraksi otot-otot korpus kemudian secara pasif terbuka dan mendatar. Ostium interna dan ekterna pun terbuka.

terkoordinasi. b) Pada ibu c) Pada janin : rasa nyeri. hidrostatis air ketuban dan tekanan intrauterin naik serta menyebabkan serviks menjadi datar dan membuka. tidak teratur (2) Menyebabkan “Blody Show” a) His Pembukaan (1) Kuat. padat. menyebabkan rasa sakit (2) His pembukaan serviks sehingga terjadi pembukaan lengkap b) His Pengeluaran (1) Kuat. simetris. Karakteristik perbedaan his persalinan dan his palsu : Faktor Kontraksi His Persalinan Teratur His Palsu Tidak teratur . teratur. teratur. lama (2) Disertai keinginan mengedan a) His Pelepasan Uri b) His Pengiring/ His Royan Perubahan yang terjadi akibat adanya his: a) Pada uterus dan serviks : uterus lebih keras.b) c) Intensitasnya : 40 mmHg Interval : 10 menit sekali Pembagian his berdasarkan fungsinya : a) His Pedahuluan (1) His tidak kuat. kenaikan nadi dan tekanan darah : pertukaran oksigen dan pada sikulasi uteroplasenta kurang sehingga menimbulkan hipoksia janin.

Rujukan 1) B (Bidan) : pastikan bahwa ibu dan/ bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompeten dan untuk menatalaksana gawat darurat obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa kefasilitas rujukan.Interval Intensitas Lokasi sakit Pengaruh sedativa Perubahan serviks Memendek Makin kuat Belakang dan abdomen Tidak berpengaruh Mendatar dan membuka Tetap memanjang Tetap Abdomen bawah Hilang Tetap 1) Tenaga mengejan : pada waktu kepala sampai didasar panggul timbul suatu refleks yang mengakibatkan bahwa ibu yang akan bersalin menutup glotisnya. a) b) c) Passenger (janin) Psikis ibu Penolong 3. Pencegahan Infeksi d. Asuhan Sayang Ibu Dan Sayang Bayi c. Ini hanya akan berhasil jika pembukaan sudah lengkap dan paling efektif sewaktu rahim kontraksi. 2) A (Alat) : bawa perlengkapan dan bahan untuk asuhan persalinan. Lima Benang Merah Dalam Asuhan Persalinan dan Kelahiran Bayi a. Pencatatan (Rekam Medik) Asuhan Persalinan e. nifas dan bayi baru lahir . Membuat Keputusan Klinik b. mengkontraksikan otot perutnya dan menekan diafragma kebawah.

5) O (Obat) : bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu kefasilitas rujukan. 6) K (Kendaraan) : siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi cukup nyaman.(tabung suntik. selang IV. dll) bersama ibu ketempat rujukan. Selain itu. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan dalam perjalanan menuju fasilitas rujukan. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/ bayi baru lahir hingga kefasilitas rujukan. alat resusitasi. cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan. 3) K (Keluarga) : beritahu ibu dan keluarga kondisi ibu terakhir dan/bayi dan mengapa ibu dan/bayi perlu dirujuk. Sertakan juga partograf yang dipakai untuk membuat keputusan klinik. Jelaskan kepada mereka alasan dan tujuan merujuk ibu kefasilitas rujukan tersebut. Obat-obatan tersebut akan dibutuhkan selama diperjalanan. pastikan . asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/ bayi baru lahir. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/ bayi baru lahir. 4) S (Surat) : berikan surat ketempat rujukan.

7) U (Uang) : ingatkan kepada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan kesehatan yang lain diperlukan selama ibu dan/ bayi baru lahir tinggal difasilitas rujukan. Pendamping persalinan f. 2001: 115) : a. Transportasi d. Penghilang rasa nyeri e. Plasenta (dimana plasenta akan diurus) 3. Tempat persalinan b. Persiapan persalinan terdiri dari (Huliana. Tanda-Tanda Persalinan a. Penolong persalinan c. Persiapan Persalinan Persiapan persalinan sebaiknya dilakukan untuk mengantisipasi kesulitan yang mungkin terjadi. 8) DA (Donor Darah) : siapkan donor darah untuk mengidentifikasi kejadian yang tidak diinginkan pada waktu persalinan.Tanda Permulaan Persalinan .kondisi kendaraan cukup baik untuk mencapai tujuan pada waktu yang tepat. 3.

Sebelum terjadi persalinan sebenarnya 2 minggu sebelumnya ibu hamil memasuki “minggunya” yang disebut kala pendahuluan “Preparatory stage of labour”. Persalinan palsu adalah kontraksi semu berjalan tidak teratur. 1) Lightening/ settling/ dropping Disertai adanya tanda : a) Peningkatan frekuensi BAK b) Perasaan ketidak nyamanan karena penekanan pada seluruh pelvis c) Kram pada kaki d) Peningkatan statis vena 1) Persalinan palsu Disebut juga Braxcton Hick. Perbedaan persalinan sebenarnya dan persalinan palsu : Persalinan sebenarnya Serviks menipis dan membuka Rasa nyeri dengan interval teratur Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek Waktu dan kekuatan kontraksi Persalinan palsu Tidak ada perubahan serviks Rasa nyeri tidak teratur Tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya Tidak ada perubahan waktu dan . durasinya pendek (< 45 detik). Sering ditemukan pada akhir kehamilan (±3-4 minggu). Biasanya persalinan akan terjadi beberapa jam atau beberapa hari mendatang. 2) Tanda awal Tanda awal persalinan berupa “Show/ Blody Show” yaitu berupa sekret vagina yang terdiri dari sedikit darah lendir yang menunjukan ekspulsi sumbatan lendir yang menyumbat kanalis servikalis. Nyeri terasa dilipatan paha dan perut bagian bawah atau punggung.

Kala ini merupakan stadium ekspulsi . Kala II (Pengeluaran Janin) Dimulai dari pembukaan lengkap dan berakhir dengan kelahiran bayi (Hanifa. 1999).Tanda Inpartu 1) 2) 3) 4) Dorongan meneran Tekanan anus kekuatan Kontraksi Kebanyakan rasa nyeri dibagian depan Tidak ada perubahan rasa nyeri dengan berjalan Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri Tidak ada lendir darah Tidak ada kemajuan penurunan bagian terendah janin Kepala belum masuk PAP walaupun ada kontraksi Pemberian obat penenang menghentikan rasa nyeri Perineum menonjol Vulva membuka 4. Tahapan Persalinan Proses persalinan terdiri dari 4 kala yaitu : a. dkk. Kala I ( pembukaan ) dibagi atas 2 fase : 1) Fase laten 2) Fase aktif a) Periode akselerasi b) Periode dilatasi maksimal c) Periode deselerasi b.semakin bertambah Rasa nyeri dibagian belakang dan menyebar kedepan Berjalan menambah intensitas Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas rasa nyeri Lendir darah lebih tampak Ada penurunan bagian bawah janin Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan a.

Kala II pada primi berlangsung selama 1. Kala IV (Observasi selama 2 jam) Kala pengawasan dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. plasenta dan selaput ketuban yang lahir lengkap.Jika ibu tampak kesakitan : 1) 2) 3) 4) 5) Ajarkan teknik relaksasi Ajarkan untuk mengubah posisi sesuai keinginan ibu Anjurkan ibu untuk jalan-jalan Mengajak orang untuk mendampinginya Ibu diperbolehkan beraktivitas sesuai kesanggupan ibu . luka perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma. Yang diobservasi yaitu diantaranya : kontraksi uterus. resume keadaan umum ibu dan bayi. d. c.Bantu ibu dalam saat persalinan agar tidak merasa sakit : 1) Berikan dukungan moral dan yakinkan ibu 2) Memberikan informasi kemajuan persalinan 3) Mendengarkan keluhan pasien a. perdarahan. 3. Rencana Kala I a. kandung kemih harus kosong.5-2 jam sedangkan pada multi ½-1 jam.janin. Kala III (Pengeluaran Uri) Setelah bayi lahir kontraksi berhenti sekitar 5-10 menit kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran uri.

b.pada wanita multipara yang otot abdomennya lebih kendur kepala sering kali tetap dapat digerakan diatas permukaan panggul sampai persalinan dimulai.pada kebanyakan nullipara. AC Perbolehkan mandi. e. d.Sarankan ibu berkemih sesering mungkin h. Mekanisme Persalinan Mekanisme persalianan mengacu kepada bagaimana jain menyusuaikan dan masuk kepanggul ibu yang meliputi gerakan: a.Melakukan pemantauan 4. Engagement Terjadi ketika diameter biparietal kepada janin telah melalui pintu atas panggul.Penolong tetap menjaga privasi pasien selama persalinan : 1) 2) Menutup tirai Menghadirkan keluarga c.Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil pemeriksaan diberiahukan kepada ibu dan keluarga. f.6) Ajarkan teknik bernafas (kaki tarik keatas dengan tangan merangkul mendekati dada dengan kepala diangkat sambil bernafas dalam).Jika pasien berkeringat : 1) 2) Beri kipas. .hal ini terjadi sebelum persalianan aktif dimulai karena otot-otot masih tegang.Memperbolehkan ibu untuk mandi atau membersihkan diri.sehingga bagian presentasi janin terdorong kedalam panggul. Memenuhi kebutuhan energi g.

tekanan lansung kontraksi fundus pada janin. Putaran dalam (Rotasi internal).setiap kali terjadi kontraksi.yaitu:tekanan pada cairan amnion.terjadi selama persalianan dan oleh karena itu keduanya diperlukan untukdan terjadi bersamaan dengan mekanisme lainnya.dinding panggul atau dasar panggul. .dengan fleksi.b.dalam keadaan normal fleksi terjadi dan dagu didekatkan kearah dada janin.ketika oksoput berputar kearah posterior.5)dapat masuk kedalam pintu bawah panggul. Ekstensi. e.dan kontraksi diafragma dan otot-otot abdomen ibu pada tahap kedua persalinan. Putaran paksi dalam dimulai pada bidang setinggi spina ishiadika. Fleksi Segera setelah kepala yang turun tertahan oleh servise. Penurunan Kepala (Desensus) Gerakan bagian presentasi melewati panggul.akhirnya oksiput berada digaris tengah dibawah lengkung pubis.hal ini dimungkinkan karena kepala janin mengalami gerakan seperti sepiral atau seperti skrup pada waktu turun dalam jalan lahir. c.kepala janin diarahkan oleh tulang panggul dan otot-otot dasar panggul.suboksiput bregmatika yang berdiameter lebih kecil(9. d.penurunan merupakan hasil dari sejumlah kekuatan.tetapi putaran ini belum selesai sampai bagian presentasi mencapai panggul bagian bawah.Efek ketiga kekuatan itu dimodifikasi oleh ukuran dan bentuk bidang panggul dan kapasitas kepada janin untuk bermolase.

a) Berikan dukungan dan yakinkan dirinya .sisa badan bayi-bayi lainnya akan segera terdorong keluar ( bobak.kemudian wajah. Asuhan Kebidanan Pada Persalinan a.dan akhirnya Dagu.kepala akan defleksi kearah anterior. Restitusi Setelah kepala lahir.setelah kedua bahu tersebut. g. Putaran Luar (Rotasi Eksternal) Putaran luar kepala janin pada hakikatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin.Dengan demikian. h.saat kepala janin mulai muncul melalui introitus. Ekspulsi segera setelah rotasi eksterna.Rencana asuhan pada kala I 1) Bantulah ibu dalam masa persalinan jika ia tampak gelisah.bahu depan akan tampak dibawah simpisis pubis.dengan cepat diikuti oleh bahu posterior.mula-mula oksiput melewati permukaan bawah simpisis pubis.dan perineum segera teregang oleh bahu belakang. ketakutan dan kesakitan.bayi berputar sehingga mencapai posisi yg sama dengan saat ia memasuki pintu atas panggul.kepala dapat terlihat lebih lanjut. 3.kepala yang telah berada diluar melakukan putaran paksi luar yaitu menyesuiakan diri dengan panggul bayi bahu anterior biasanya dilahirkan lebih dahulu. f.kemudian kepala muncul keluar akibat Ektensi : pertama-tama oksiput.2005:247).Putaran 45 derajat membuat kepala janin kembali sejajar dengan panggul dan bahunya.bahu bayi masuk pintu atas panggul mengikuti jalan lahir.

menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara ke luar sewaktu terasa kontraksi. c) Sarankan ibu untuk berjalan d) Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi. . (1) Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan.b) Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannya. tetapi jika ibu ingin di tempat tidur sebaiknya dianjurkan tidur miring ke kiri. dukungan/asuhan yang dapat diberikan a) Lakukan perubahan posisi b) Posisi sesuai dengan keinginan ibu. antara lain menggunakan penutup atau tirai. ibu diminta untuk menarik nafas panjang. e) Ibu diperbolehkan untuk melakukan aktifitas sesuai dengan kesanggupannya f) Ajarkan kepadanya teknik bernafas. tidak menghadirkan orang lain tanpa seijin dan sepengetahuan ibu (2) Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan. c) Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk lebih sensitive terhadap perasaannya 2) Jika ibu tersebut tampak kesakitan.

1) Menjaga kebersihan diri : a) Ibu tetap di jaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi b) Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan . (1) Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi. nadi. (2) Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin.Rencana asuhan pada kala II 1) Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan : a) Mendampingi ibu agar merasa nyaman. kontraksi. b) Menawarkan minum. pembukaan serviks. suhu badan. a. dan setelah selaput ketuban pecah.(3) Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya setelah buang air kecil/besar. dan dokumentasikan hasil ketuban yang ada pada partorgraf. Pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan setiap 4 jam selama kala I pada persalinan. (4) Ibu bersalin biasanya merasa panas dan banyak keringat atasi dengan cara: (a) Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar (b) Manggunakan kipas biasa (c) Menganjurkan ibu untuk mandi sebelumnya. berikan cukup minum. mengipasi dan memijit ibu. denyut jantung janin. (3) Lakukan pemantauan : tekanan darah. penurunan sesuai dengan frekuensi yang telah ditetapkan (fase aktif/laten).

Pengendalian tarikan pada tali pusat dan Pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir .1) Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu.Rencana asuhan pada kala III 1) Melaksanakan manajemen aktif kala III meliputi : a) b) c) Pemberian Oxytocin dengan segera. ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin. 2) Memberikan cukup minum : memberi tenaga. dan mencegah dehidrasi. dengan cara : a) Menjaga privasi ibu b) Penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan c) Penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu 1) Mengatur posisi ibu. mudah mengedan. kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi.dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut : a) Jongkok b) Menungging c) Tidur miring d) Setengah duduk Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri. a. 1) Menjaga kandung kemih tetap kosong.

1) Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit. 2) Jika menggunakan menajemen aktif dan plasenta belum lahir juga dalam waktu 30 menit a) Periksa kandung kemih dan lakukan katerisasi jika kandung kemih penuh.Rencana asuhan pada kala IV 1) Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua. menyusui juga membantu uterus berkontraksi (Saifuddin. 2) Periksa tekanan darah. bantu ibu pada posisi yang nyaman 6) Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan bayi dan ibu. 5) Biarkan ibu istirahat. 2002 : N8) . 4) Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering. a. berikan oxytocin 10 unit. sebagai permulaan dengan menyusui bayinya. 3) Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi. 1) Periksa wanita tersebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi. Berikan oxytocin 10 unit (im) dosis ke tiga. Jika kontraksi tidak kuat. nadi. Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya. kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua. massage uterus sampai menjadi keras. b) c) Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta.

. 2 kain dan 2 handuk bersih dan kering. Untuk asfiksia = tempat datar dan keras.3. 2) Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai. bahan dan obat-obatan esensial untuk menolong persalinan menatalaksanakan komplikasi ibu dan bayi baru lahir. b) Ibu merasakan tekanan yang semakin meningkat pada rektum dan vaginanya. a. Asuhan Persalinan Normal 58 Langkah a. d) Vulva dan sfingter ani membuka. Menyiapkan Pertolongan Persalinan Normal 1) Pastikan kelengkapan peralatan. lampu sorot 60 watt dengan jarak 60 cm dari tubuh bayi. c) Perineum tampak menonjol. 1) mengenakan baju penutup atau celemek plastik yang bersih. a) menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal bahu bayi b) menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai didalam partus set.mencuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir dan mengeringkan tangan dengan handuk satu kali pakai atau handuk pribadi yang bersih dan kering. Mengenali Gejala dan Tanda Kala Dua 1) Mendengar dan melihat adanya tanda dan gejala persalinan kala dua: a) Ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran. 3) Memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi pada tangan yang akan digunakan untuk periksa dalam.

sedangkan pembukaan sudah lengkap. 2) Dengan menggunakan teknik aseptik. .menyekanya dengan hatihati dari depan kebelakang dengan menggunakan kapas desinfeksi tingkat atau kassa yang sudah dibasahi air tinggi. a.bila selaput ketubanan belum pecah.mengganti sarung tangan tersebut dengan benar didalan larutan dekontaminasi). Memastikan Pembukaan Lengkap dan Keadaan Janin Baik 1) Membersihkan vulpa dan perineum.5% dan kemudian melepaskannya dalam keadaan terbalik serta merendamnya kedalam larutan klorin 0.membuang kapas atau kassa yang terkontaminasi dalam wadah yang benar.membersihkannya dengan seksama dengan cara menyeka dari depan ke belakang.4) Menghisap oksitosin 10 Unit kedalam tabung suntik(dengan memakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau steril)dan meletakannya kembali di partus set atau wadah desinfeksi tingkat tinggi atau steril tanpa mengkontaminasi tabung suntik.melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan bahwa pembukaan serviks sudah lengkap.perineum atau anus terkontaminasi oleh kotoran ibu.mencuci kedua tangan setelah sarung tangan dilepaskan.5% selama 10 menit.lakukan amniotomi 3) Mendekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang masih memakai sarung tangan kotor kedalam larutan klorin 0.jika mulut vagina.

membantu ibu berada dalam posisi yang nyaman sesuai keinginannya. a. 4) Meminta bantuan keluarga untuk menyiapkan posisi ibu untuk meneran.4) Memeriksa denyut jantung janin (DJJ)setelah kontraksi berakhir untuk memastikan bahwa DJJ dalam batas normal (120-160 kali permenit).bantu ibu dalam posisi setengah duduk atau posisi lain yang diinginkan dan pastikan ia merasa nyaman ). 3) Menjelaskan kepada anggota keluarga bagaimana mereka dapat mendukung dan memberi semangat kepada ibu untuk meneran secara benar. Menyiapkan Ibu Dan Keluarga Untuk Membantu Proses Bimbingan Meneran 1) Memberi tahu ibu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik.melanjutkan pemantauan kondisi dan kenyamanan ibu serta janin sesuai dengan pedoman persalinan aktip dan mendokumentasikan penemuan-penemuan yang ada. 5) Mengambil tindakan yang sesuai jika DJJ tidak normal . 5) Melakukan pimpinan meneran saat ibu mempunyai dorongan yang kuat untuk meneran: a) Membimbing ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan untuk meneran. 6) Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam DJJ dan semua hasil-hasil penilaian serta asuhan lainnya pada partograf. 2) Menunggu hingga ibu mempunyai keinginan untuk meneran.(pada saat ada his.mendukung dan memberi .

a.semangat atas usaha ibu untukmeneran perbaiki cara meneran apabila caranya tidak sesuai.berjongkok atau mengambil posisi yang nyaman. 4) Pakai sarung tangan dtt pada kedua tangan.dibawah bokong ibu 3) Buka tutup partus set dan perhatikan kembali kelengkapan alat dan bahan. Persiapan Pertolongan Kelahiran Bayi 1) Letakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi)diperut ibu. c) Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi. Lahirnya kepala . g) Segera rujuk jika bayi belum lahir atau tidak segera lahir setelah 120 menit ( 2jam )meneran (primigravida) atau 60 menit (1jam) meneran (multigravida). d) Menganjurkan keluarga untuk mendukung dan memberi semangat kepada ibu. f) Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai. 2) Letakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian. 1) Menganjurkan ibu untuk berjalan.jika kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm. e) Menganjurkan asupan cairan per oral (minum). b) Membantu ibu mengambil posisi yang nyaman sesuai pilihannya (kecuali posisi berbaring terlentang dalam waktu yang lama).jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran dalam 60 menit.

pegang secara bipariental.dengan lembut gerakan kepala kearah bawah dan distal hingga bahu depan muncul dibawah arcus pubis dan kemudian gerakan arah atas dan distal untuk melahirkan bahu belakang. 7) jika tali pusat melilit leher secara longgar. 9) Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan.gunakan tangan atas untuk menyelusuri dan memegang lengan dan siku sebelah atas.anjurkan ibu untuk meneran saat kontraksi.penelusuran tangan atas berlanjut kepunggung. Lahirnya badan dan tungkai 11) setelah kedua bahu kedua lahir.klem tali pusat didua tempat dan potong diantara dua klem.tangan yang lain menahan kepala bayi untuk meneran perlahan atau bernafas cepat dan dangkal.bokong tungkai dan kaki.lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain yang bersih dan kering. 6) Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang sesuai jika hal itu terjadi. 8) Jika tali pusat melilit leher secara kuat.geser tangan bawah kearah perineum ibu untuk menyanggah kepala.pegang kedua . Lahirnya bahu 10) Setelah kepala mengadakan paksi luar.lengan dan siku sebelah bawah. 12)setelah tubuh dan lengan lahir.dan segera lanjutkan proses kelahiran bayi.5) Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm membuka vulva maka.lepaskan lewat bagian atas kepala bayi.

atau anggota keluarga untuk melakukan stimulasi putting susu.hentikan penegangan tali pusat dan tunggu hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur diatas.mata kaki(masukan telunjuk diantara kaki dan pegang masingmasing mata kaki ibu jari dan jari-jari yang lainnya.ditepi atas simpisis.suami. b) Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit mengangkat tali pusat: (1) beri dosis ulang oksitosin 10 Unit IM (2) Lakukan katerisasi (aseptic) jika kandung klemih penuh .minta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat dengan arah sejajar lantai dan kemudian kearah atas.pindahkan klem hingga berjarak sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta. 17) lakukan penegangan dan dorongan dorso cranial hingga plasenta terlepas.mengikuti poros jalan lahir (tetap lakukan tekanan dorsocranial) a) jika tali pusat bertambah panjang.untuk mendeteksi.minta ibu.jika plasenta tidak lahir setelah 30-40 detik. Menejement aktif kala III 13) pindahkan klem pada tali pusat hingga berjarak 5-10 cm dari vulva. 16) jika uterus tidak segera berkontraksi. 14) Letakan satu lengan diatas kain pada perut ibu.tangan lain menegangkan tali pusat.tegangkan tali pusat kearah bawah sambil tangan yang lain mendorong uterus ke arah belakang – atas( dorso-kranial)secara hati-hati ( untuk mencegah inversio uteri). 15) Setelah uterus berkontraksi.

Rangsangan Taktif ( Masase ) uterus 4) Segera setelah plasenta lahir dan selaput ketuban lahir. Melakukan Prosedur Pasca Persalinan . 6) Evaluasi kemungkinan iaserasi pada vagina dan perineum.lahirlah plasenta dengan kedua tangan. 3) Jika selaput wadah robek. a.(3) minta keluarga menyiapkan rujukan (4) ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya (5) jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir atau bila terjadi pendarahan. Bila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif. pakai sarung tangan DTT atau steril untuk melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang tertinggal. letakan telapak tangan difuhdus dan lakukan masase dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi (fundus teraba keras). Masukan plasenta kedalam kantung pelastik atau tempat khusus. Lakukan penjahitan bila iaserasi menyebabkan perdarahan. lakukan masase uterus. 5) Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan selaput ketuban lengkap dan utuh.segera lakukan manual. Pegang dan putar plasenta hingga selaput wadah yang telah disediakan. 2) Saat plasenta muncul diintroitus vagina.Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi setelah 15 detik masase. segara lakukan penjahitan.

bilas kedua tangan tersebut dengan air DTT dan keringkan dengan kain yang bersih dan kering. 4) Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah.5%. 2) Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan pervaginam. beri tetes mata anti biotic profilaksis. dan vitamin K1. lakukan penimbangan / pengukuran bayi. a) Letakan bayi dalam jangkauan ibu agar sewaktu-waktu bisa disusukan. 1mg intramuskuler dipaha kiri anterolateral. melakukan asuhan yang sesuai untuk menatalaksanaan antonia uteri. b) Letakan kembali bayi pada dada ibu bila bayi belum berhasil menyusui didalam 1 jam pertama dan biarkan sampai bayi berhasil menyusu.1) Celupkan kedua tangan yang memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0. . Evaluasi 5) Lanjutkan pemantauan kontraksi dan pencegahan perdarahan pervaginam : a) 2 – 3 kali dalam 15 menit pertama pasca persalinan b) Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pasca persalinan c) Setiap 20 – 30 menit pada jam kedua pasca persalinan d) Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik. 2) Setelah satu jam pemberian vitamin K1 berikan suntikan imunisasi hepatitis b dipaha kanan anterolateral. 3) Ajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi. 1) setelah satu jam.

9) Dokumentasi . 7) Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0. 3) Pastikan ibu merasa nyaman. 4) Dekontaminasi tempat bersalin dengan larutan klorin 0. Bantu ibu memberikan ASI.5% 5) Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0. Anjurkan keluarga untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkannya.5%. Serta suhu tubuh normal ( 36. Cuci dan bilas peralatan setelah dekontaminasi.5% untuk dekontaminasi ( 10 menit ).1) Memeriksa nadi ibu. 8) Cuci kedua tangan dengan sabun dan air mengalir. Bersihkan sisa cairan ketuban. dan keadan kandung kemih setiap 15 menit selama 1 jam pertama persalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan : a) Memeriksa temperature tubuh sekali setiap jam selama 2 jam pertama pasca persalinan b) Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal.5˚C – 37. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering. balikan bagian dalam keluar dan rendam dalam larutan klorin 0. 2) Bersihkan ibu dengan menggunakan air DTT. lendir dan darah.5%. 1) Periksa kembali bayi untuk pastikan bahwa bayi bernafas dengan baik ( 40-60 kali/menit ). selama 10 menit.5˚C ). 6) Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ketempat sampah yang sesuai.

2) Nadi setiap 30 menit. 4) Penurunan bagian terbawah setiap 4 jam. (Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal. atau adanya aseton/ protein urin setiap 2-4 jam. 5) Tekanan darah dan temperatur suhu tubuh setiap 4 jam.10) Lengkapi partograf ( halaman depan dan belakang ). a.Tujuan 1) Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan 2) Mendeteksi apakah persalinan berjalan secara normal 3) Mencatat kondisi ibu dan janin 4) Untuk membuat keputusan klinik a.Definisi Partograph adalah alat bantu untuk memantau Informasi klinik tentang kemajuan persalinan. b. periksa tanda vital dan asuhan kala IV. asuhan. pengenalan penyulit dan membuat keputusan klinik. Partograph adalah alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan. 6) Produksi urine. 2007) 4. 3) Dilatasi serviks setiap 4 jam.Data dalam partograph 1) Informasi tentang ibu dan riwayat tentang kehamilan/persalinan .Catatan kondisi ibu 1) Frekuensi dan lama kontraksi setiap 30 menit (termasuk pemantauan DJJ setiap 30 menit). Partograf a.

cairannya bercampur dengan mekonium. 4) Jam dan waktu. dapat dipisah. 7) Kondisi ibu.Parameter Partograph Parameter Tekanan darah Frekuensi fase aktif Setiap 4 jam . cairannya tidak ada (kering).Catatan tentang air ketuban 1) U : selaput ketuban utuh. a.Molase Adalah penyusupan antara tulang kronium. cairannya bercampur dengan darah. 5) K : selaput ketuban sudah pecah. tatalaksana dan keputusan klinik. :selaput ketuban sudah pecah. 5) Kontraksi uterus. 6) Obat-obatan dan cairan yang diberikan. cairannya jernih. tidak dapat dipisah. a. 3) Kemajuan persalinan. : saling tumpang tindih. 4) D : selaput ketuban sudah pecah. dalam partograph ditandai dengan : 1) 0 2) 1 3) 2 4) 3 : tulang kepala janin terpisah. 8) Asuhan.2) Kondisi janin. 2) J 3) M : selaput ketuban sudah pecah. : saling tumpang tindih. a. : hanya bersentuhan.

Involusi di sebabkan oleh : . Masa nifas berlangsung selama kira. Fisiologi Nifas a. 2002 : N-23) 2. terutama terjadi pada uterus yang berhubungan dengan Tinggi fundus Uteri (TFU) dan berat uterus.Suhu Nadi DJJ Kontraksi Pembukaan serviks Penurunan A. TEORI NIFAS 1. 2002 : 237). Perubahan – perubahan alat – alat genelitia ini dalam keseluruhan di sebut involusi. Involusi Dalam masal nifas. alat. (Sarwono.alat genelitia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur putih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Definisi Setiap 2 jam Setiap 30-60 menit Setiap 30 menit Setiap 3 menit Setiap 4 jam * Setiap 4 jam * Masa nifas (puerperium) adalah yang dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira.alat kandungan kembali seperti ke keadaan sebelum hamil. Masa nifas (puerperium) di mulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat.kira 6 minggu. (Saifudin.kira 6 minggu. akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti semula selama 3 bulan.

b) Endometrium Pada hari pertama setebal 2-5 mm mempunyai permukaan kasar akibat pelepasan deciduas dan selaput janin. setelah 7 hari hanya dapat dilalui 1 jari. .perlukaan kecil. 3) Atrofi jaringan yang berfoliferasi dengan adanya estrogen dalam jumlah besar lalu mengalami atrofi sebagai reaksi terhadap penghentian produksi estrogen yang menyertai pelepasan plasenta. Setelah bayi lahir ostium eksterna dapat dimasuki 2-3 jari tangan. setelah 3 hari permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya selsel dari tangan mengalami degenerasi. Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring menimbulkan rasa nyeri yang di sbut “nyeri ikutan (afterpain)” kadang – kadang mengganggu selama 2-3 hari postpartum (Sarwono. konsistensinya lunak kadang – kadang terdapat perlukaan.1) Kontraksi dan retraksi serabut otot uterus yang terus menerus sehingga mengakibatkan kompresi pembuluh darah dan iskemia. sitoplasma sel yang berlebih akan tercerna sendiri sehingga tertinggal jaringan Fibro elastik dalam jumlah renik sebagai bukti kehamilan. 2002 : 240) a) Serviks Setelah persalinan bentuk serviks seperti corong berwarna merah kehitaman. 2) otoalisis. Regenerasi endometrium memakan waktu 2-3 minggu.

c) Vulva dan vagina Mengalami peregangan serta penekanan yang besar dalam proses persalinan, hari pertama, kedua organ ini dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu akan kembali pada keadaan pra hamil, rugae vagina berangsur- angsur muncul dan lebia lebih menonjol, arifisum vagina sedikit membuka, hymen mengalami rupture yang menyisakan sisa- sisa kulit yag disebut “karutiukule mirtiform .” d) Traktus urinarius Trauma bisa terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan, yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. Kombinasi trauma akibat persalinan, peningkatan kapasitas kandung kemih. e) System kardiovaskuler Hemokonsentrasi pada masa hamil di dapat hubungan pendek yang di kenal sebagai shunt antara sirkulasi ibu dan plasenta. Setelah persalinan shunt akan menghilang tibatiba. Volume ibu relative bertambah dan mekanisme timbulnya homokonsentrasi sebagai Volume darah kembali seperti sedia kala dan terjadi pada hari ke 3-5 postpartum. (Sarwono, 2002 : 238) a. Lochea Adalah cairan secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas
1) Lochea rubra (cryent) berisi darah segar dan sisa- sisa selaput

ketuban sel – sel decidua. Vernik kaseosa, lanugo dan mekoneum selama 2 hari atau 3 hari postpartum

2) Lochea sanguinolenta berwarna merah kuning berisi darah dan

lendir hari 3-7 pasca persalinan.
3) Lochea serosa berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi

pada hari ke 7-14 pasca persalinan
4) Lochea alba persalinan setelah 2 minggu 5) Lochea purulenta terjadi infeksi keluar cairan seperti nanah

berbau busuk.
6) Lichiostatis, lochea tidak lancar keluarnya

(Sarwono, 2002 : 241) 1. Laktasi Sejak kehamilan telah terjadi perubahan- perubahan pada kelenjar mamma diantaranya : a. Poliperasi jaringan pada kelenjar- kelenjar, alveoli dan jaringan lemak bertambah.
b. keluar susu jolong dari laktiferus berwarna kuning (colostrum)

c. Hipervaskularisasi di permukaan dan bagian dalam dimana vena berdilatasi sehingga tampak jelas.
d. setelah persalinan, pengaruh estrogen dan progesterone hilang.

Maka timul pengaruh laktogenik (LH) atau prolaktin yang merangsang air susu. Pengaruh oksitosin menyebabkan miopitel kelenjar susu berkontraksi sehingga ASI keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan. Iasapan pada putting susu merangsang secara psikis pengeluaran oksitosin sehingga ASI keluar lebih banyak dan proses inovolsi lebih sempurna. 1. Pskologi Nifas a. Taking in

Suatu periode dimana tingkah laku ibu tergantungpada orang lain dan berfokus pada dirinya sendiri, belum pada bayi, sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhannya. Terlihat pada jam pertama setelah melahirkan pada periode ini berlangsung hari pertama dan kedua. b. Taking Hold Suatu periode terjadi perpindahan dari keadaan ketergantungan menjadi individu. 1) Energi ibu lebih meningkat, lebih nyaman 2) Focus pada dirinya dan bayinya 3) Mempunyai inisiatif untuk merawat diri dan bayinya 4) Saat tepat pemberian pendidikan. a. Letting Go Suatu periode dimana terjadi perpindahan dari keadaan mandiri ke peran baru. 1) Dimulai akhir minggu pertama setelah melahirkan. 2) Ibu merasa bayinya sudah berpisah darinya, bayi memerlukan bantuannya. 1. Penatalaksanaan Nifas a. Pengawasan Masa Nifas Perawatan peurperium harus lebih aktif yaitu dengan ibu di anjurkan untuk melakukan “Mobilisasi Dini” (early mobilization). Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan :
1) Melancarkan

pengeluaran

lochea,

mengurangi

infeksi

puerperium.
2) Mempercepat involusi alat kandungan. 3) Melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan

tanda infeksi (kalor. c) Lochea: Warna. RR) b) Fundus Uteri : Tinggi fundus uteri. rubor. (Sarwono. pem bengkakan ASI. 2002 : 266) Perawatan puerperium di lakukan dalam pengawasan sebagai berikut : 1) Rawat Gabung Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan bersama – sama sehingga ibu lebih banyak memperhatikan bayinya. jenisnya (rubra) d) Payudara : Keadaan putting susu. 2002 : 266).4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah. segera dapat memberikan ASI sehingga kelancaran pengeluaran ASI lebih terjamin (Sarwono. 2002 : N-24) 1) Pemulangan dan Pengawasan Ikutan . tumor dan penanahan). pengeluaran ASI. Nadi. e) Perineum : Kedaan luka / jahitan episiotomi. apakah ada tanda. banyak dan bau.tanda vital (TD. (Sarwono. 2002 : 242) 1) Pemeriksaan Umum a) Kesadaran Penderita b) Keluhan yang telah terjadi setelah persalinan (Saifuddin. kontraksi uterus. 2) Pemeriksaaan Khusus a) Fisik : Meliputi tanda. dolor. Suhu. apakah baik atau terbuka. sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme.

bila sulit anjurkan ibu mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum. biasanya ibu akan sering BAB karena tubuh sedang membuang cairan ekstra yang tersimpan tubuh selama 9 bulan dan saluran kencing kendor karena membesarnya rahim. b) Miksi dan BAB Pada hari pertama dan kedua. BAB biasanya sulit pada 24 jam pertama setelah melahirkan. Serta tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu. Jika masih belum BAB dapat di berikan obat laksans per oral / rectal / huknah.Pemulangan di lakuakan setelah keadaan baik dan tidak ada keluahan. buah dan di tambah susu. d) Istirahat . nutrisi perlu mendapat perhatian pada kala nifas untuk dapat meningkatkan kesehatan dan memberikan ASI. lauk pauk. hari ketiga jalan – jalan mobilisasi berpariasi tergantung kompilkasi persalinan. BAB harus di lakukan 2-3 hari pasca persalinan.luka. setelah 2-3 hari dirawat. ibu harus beristirahat. Kemudian miring ke kanan dan kiri untuk mencegah trombosis dan tromboemoli (penyumbatan pada pembuluh darah di kaki). tidur terlentang selama 8 jam. sayuran. Penjabaran 4 sehat 5 sempurna perlu di perhatikan dan dapat di terjemahkan untuk masyarakat yang terdiri dari nasi. nifas dan sembuhnya luka. Nasihat yang perlu di berikan saat memulangkan adalah : a) Diet / Nutrisi Masalah. c) Mobilisasi Karena itu setelah habis bersalin. Hari kedua boleh duduk.

i) Kembalinya Menstruasi j) Dengan memberikan ASI kembalinya menstruasi / haid sulit diperhitungkan.e) Penting untuk memulihkan kesehatan. Dalam waktu 3 bulan belum menstruasi dapat menjamin bertindak sebagai kontrasepsi. bersih dan memberi perlindungan terhadap infeksi. k) Pakaian l) Pakaian agar longgar terutama payudara agar tidak tertekan dan perut sebab mempengaruhi involusi uterus. f) ASI dan puting susu g) ASI mengandung semua bahan yang di oerlukan bayi . m)Kunjungan ulang n) Bersama dengan pemeriksaan postpartum dapat di lakukan dengan pemeriksaan bayi. h) Stagnasi ASI dapat menimbulkan bahaya infeksi sampai abses. Setelah melampaui 3 bulan perlu menggunakan alat kontrasepsi sehingga terlindungi dari kemungkinan hamil dalam waktu singkat. mudah di cerna. segar. pertimbangan bahkan untuk imunisasi. siang 2 jam dan malam 7-8 jam. Pakaian dalam yang menyerap sehingga lochea tidak memberikan iritasi pada kulit sekitarnya. . Puting susu perlu di perhatikan dan di bersihkan sebelum memberikan ASI. Pemberian ASI di lakukan pada kedua payudara sehingga kelancaran pembentukan ASI berjalan dengan baik.

242) 1. Pendidikan Terutama pada ibu. 2002 . mengakui. dan untuk mencegah. dilakukan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir. b. Kebutuhan Ibu a. menghargai. Program dan kebijakan teknis masa nifas Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas. mendeteksi. Sosial 1) Menemani ibu bila kelihatan kesepian 2) Menanggapi bila ibu memperlihatkan kebanggaan 3) menghibur ibu bila kelihatan sedih a. Psikologis Distress sewaktu persalinan segera di stabilkan dengan sikap bidan dan keluarga yang menunjukan simpati. (Sarwono. menanganni masalah – masalah yang terjadi. Kunjungan 1 Waktu 6-8 jam setelah Persalinan • • Tujuan Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri Mendeteksi dan merawat . Fisik 1) Istirahat 2) Makanan bergizi 3) Lingkungan Bersih a.ibu yang belum berpengalaman mempunyai atau merawat anak.1.

tali . • • 2 6 hari setelah persalinan • Pemberian ASI awal Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir Memastikan involusi berjalan normal : uterus uterus berkontraksi. atau pendarahan abnormal. • Menberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagai mana cara mencegah pendarahan masa nifas karena utonis uteri. tidak ada bau. • Memastikan ibu mendapat cukup makan.penyebab lain pendarahan : Rujuk bila pendarahan berlanjut. • Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. • Menilai adanya tanda – tanda demam infeksi. cairan dan istirahat. tidak ada pendarahan abnormal. • Memberikan dengan baik ibu dan menyusui tidak memperlihatkan tanda – tanda penyakit. pundus di bawah ambikalis.

Toleransi Bayi adalah individu baru lahir didunia. maka individu baru ini sangatlah membutuhkan perawatan dari orang lain. Adaptasi c. dalam keadaannya yang terbatas. TEORI BAYI BARU LAHIR 1. Karakteristik Bayi Baru Lahir . adaptasi dari kehidupan intra uterin ke extra uterin yang dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu : a. Bayi baru lahir norma adalah bayi yang dilahirkan setelah 37 Minggu sampai 42 Minggu ( 260 sampai 294 hari ) Bayi baru lahir adalah bayi mulai sejak baru lahir sampai berumur 2 – 4 Minggu. Sama sepereti di atas ( 6 hari setelah persalinan ) Menanyakan pada ibu tentang penyulit penyulit yang ibu alami. 1.pusat. Maturitas b. Bayi baru lahir normal adalah janin yang lahir melalui proses persalinan dan telah mampu hidup di luar kandungan. Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir adalah 2500 – 4000 gram.Proses kelahiran. Memberikan konseling untuk KB secara dini. menjaga bayi tetap hangat 2 Minggu 3 persalinan 6 Minggu setelah 4 persalinan • • • dan merawat bayi sehari – hari. A.

Kuku telah agak panjang dan lemas. g. . f. Bunyi jantung dalam menit-menit pertama cepat kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir. Lingkar dada 30 – 38 cm d. walking refleks. Reflek menghisap dan menelan. Berat badan 2500 – 4000 gram b. h. graft berada di refleks. Ciri – ciri bayi a.Pada waktu lahir bayi sangat aktif. rooting refleks. Lingkar kepala 33 – 35 cm e. Eliminasi baik. urin dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama. panjang badan lahir 48 – 52 cm c. rambut kepala biasanya telah sempurna. i. j. pada menit pertama bunyi jantung jantung kira-kira 180x/menit kemudian turun sampai 120 – 140x/menit pada waktu 30 menit setelah lahir.dll sudah terbentuk dengan baik. Rambut lanugo telah tidak terlihat. moro refleks. Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subkutan cukup terbentuk dan diliputi vernix caseosa. tonic neck refleks. Genetalia labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan) sedangkan pada laki-laki testis sudah turun skortum k. Penapasan pada menit pertama cepat kira-kira 80x/menit biasanya disertai rintihan yang berlangsung 10-15 menit. Pernapsan pada meniy pertama cepat kira-kira 80x /menit kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40x/menit.

Tujuan Utama Perawatan Bayi Segera Sesudah Lahir. Eliminasi baik. ( Sarwono Prawirohardjo. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : 1) Letakkan bayi pada posisi terlentang ditempat yang keras dan hangat. rongga mulut. Segera lakukan penilaian awal dengan menjawab empat pertanyaan : a. apakah tonus otot bayi baik? Jika bayi tidak cukup bulan dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak menangis atau tidak bernafas atau megapmegap atau tonus otot tidak baik maka lakukan resusitasi. apakah air ketuban jernih tidak bercampur mekonium? apakah bayi menangis atau bernafas? d. 2) Gulung sepotong kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. apakah bayi cukup bulan? b.l. Ialah : a. . Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal 2006. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. 1. 3) Bersihkan hidung. dan mekonium akan keluar 24 jam pertama. dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kasa steril. Apabila bayi tidak langsung menangis. Asuhan dan Penanganan segera Bayi Baru Lahir Segera setelah bayi lahir letakan bayi diatas kain bersih dan kering yang disediakan pada perut bawah ibu. hal : 133 ) 1. c. Memberikan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir.

Memberi vitamin K Kejadian perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir dilaporkan cukup tinggi. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu baru lahir. untuk mencegah terjadinya perdarahan. Suhu bayi harus dicatat.25 – 0. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis. berkisar 0. untuk mencegah perdarahan tersebut. ruang penerima bayi dan ruang perawatan bayi. dan membutuhkan pengaturan dri luar untuk membuatnya tetap hangat. di kamar bersalin. Membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan : 1) Alat pengikat tali pusat atau klem harus selalu siap tersedia di ambulans. a. 2) Gunting steril juga siap. a. Suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil. 3) Pantau kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat. Memotong dan merawat tali pusat Sebelum memotong tali pusat. semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg / hari selama 3 . Bayi baru lahir normal dibungkus hangat.4) Tepuk kedua telapak kaki sebanyak 2 – 3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. pastikan bahwa tali pusat telah diklem dengan baik. b.5 %. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya suhu badannya.

e) f) Unit. tempat tidur harus diberi tanda dengan 1) Disetiap mencantumkan nama. dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. 2) Alat yang digunakan. Pemantauan bayi baru lahir Tujuannya adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang . dan tidak mudah lepas. 3) Pada alat / gelang identifikasi harus tercantum : a) Nama ( bayi. nomor identifikasi. c) Nomor bayi. sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0. a. d) Jenis kelamin. Nama lengkap ibu. b) Tanggal lahir. Nyonya ). Pemberian obat mata Eritromisin 0. c. Memberi obat tetes / salep mata Didaerah dimana prevalensi gonorea tinggi. tanggal lahir.hari.5 – 1 mg 1 m.5 % atau tetrasiklin 1 % dianjurkan untuk pencegahan sakit penyakit mata karena klamidia ( penyakit menular seksual ). tidak mudah sobek. hendaknya kebal air. Identifikasi Bayi 1) Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia ditempat penerimaan pasien di kamar bersalin. dan di ruang rawat bayi. d. setiap bayi baru lahir perlu diberi salep mata sesudah 5 jam bayi lahir.

hal yang perlu diperhatikan : a) Kemampuan menghisap kuat lemah. b) Gangguan pernafasan. Pengukuran panjang badan. d) Infeksi. Pengukuran lingkar dada. b) Bayi tampak aktif atau lunglai. e) Cacat bawaan dan trauma lahir. e. seperti : a) Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan. c) Bayi kemerahan atau biru. Penimbangan berat badan. c. b. 1. 2) Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut. Pengukuran lingkar kepala. Pemeriksaan fisik Bayi Baru Lahir Pemeriksaan Antropometri yang meliputi : a. Pengukuran lingkar lengan atas. 1) Dua jam pertama sesudah lahir.memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. Menurut Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal. d. 2002 yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir adalah: . c) Hipotermia.

7) Mulut Salivasi tidak terdapat pada bayi normal. kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan lanjut. abdomen . 6) Mata Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang pada waktu 6 minggu. kemungkinan ada kelainan bawaan saluran cerna. sebagai akibat proses kelahiran. 2) Keaktifan Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetris pada waktu bangun. Ukur lingkar kepala. 3) Simetris Apakah secara keseluruhan badan seimbang. Bila terdapat secret yang berlebihan. rangsangan sakit atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan. tetapi bila hal ini pada waktu tidur. atau dikiri dan kanan tetapi tidak melampoi garis tengah bujur kepala. kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal. 5) Muka wajah Bayi tanpa ekspresi. Adanya tremor pada bibir. atau tumor lunak hanya dibelahan kiri atau kanan saja. 8) Leher.1) Kesadaran dan reaksi terhadap sekeliling perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan. berupa tumor lunak dibelakang atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang. dada. 4) Kepala Apakah tidak simetris.

harap segera konsultasi untukpemeriksaan lebih lanjut. 14)Genitalia laki – laki : Apakah testis sudah masuk apa belum. 12) Kelancaran menghisap dan pencernaan harus diperhatikan. bayi menoleh kearah benda yang menyentuh pipi. disertai muntah dan mungkin dengan kulit kebiruan. bercak-bercak besar biru yang sering terdapat pada sekitar bokong (Mongolian spot). Waspada dengan kulit atau kuku yang menjadi biru. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar. sendi.tanpa keluarnya tinja. 15)Tinja dan kemih Diharapkan keluar 24 jam pertama. fraktur. kulit menjadi pucat atau kuning. tungkai Perlu diperhatikan bentuk. uretra ada atau tidak. 11)Kulit dan kuku Dalam keadan normal kulit berwarna kemerahan. penis berlubang dibagian mana. Pengelupasan yang berlebihan harus dipikirkan kemungkinan ada kelainan. labia mayora sudah menutupi labia minora belum. geraknya. . 10) Bahu.Melihat adanya cedera akibat persalinan. 9) Punggung Adakah benjolan / tumor atau tulang punggung dengan lekukan yang kurang sempurna. skrotum besar atau tidak. tangan. Kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan. 13)Genetalia perempuan : Vagina berlubang atau tidak. 16)Refleks a) Refleks Rooting.

bau busuk atau berdarah) f.(Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Suhu tubuh (lebih dari 380C atau kurang dari 360C) c. biru atau pucat memar) d. timbulnya pergerakan tangan yang simetris apabilakepala tiba-tiba digerakan. yang disertai refleks menelan. keluar cairan nanah. menunjukan kekurangan cairan. bengkak. yang sering ditafsirkan bayi menolak makanan/minuman. keluar cairan. merah. bengkak. Infeksi (suhu meningkat. Penerunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir. Warna (kuning terutama pada 24 jam pertama. bau busuk dan pernafasan sulit) g. mengantuk berlebihan dan banyak muntah) e. terjadi apabila terdapat benda menyentuh bibir.b) Refleks Hisap. c) Refleks Moro. 2001) 1. 1) Berat badan Sebaiknya tiap hari dipantau. Tali pusat (merah. Tanda Bahaya Pada Bayi a. Eliminasi (tidak berkemih dalam 24 jam tinja lembek sering hijau tua. Pernafasan (sulit atau lebih dari 60x/ menit) b. d) Refleks Mengeluarkan Lidah. terdapat lendir atau darah) . Pemberian makanan (Hisapan lemah. terjadi apabila diletakan benda didalam mulut.

terlalu mengantuk.h. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat : Ny. “E” : 29 tahun Nama Suami Umur : Tn “E” : 30 tahun :sunda/Indonesia : Islam : SMA : Wirasawasta : sunda / Indonesia Bangsa/suku : Islam : SMP : IRT Agama Pendidikan Pekerjaan : Desa Benda Rt 01/Rw 02 . kejang tidak bisa tenang dan menangis terus menerus) BAB III TINJAUAN KASUS A.00 WIB : BPS Engkay S Chandra I. lunglai. Aktifitas (menggigil atau tangis tidak biasa sangat mudah tersinggung. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL Tanggal Jam Tempat : 05 Maret 2011 : 16. lemas. Data Subyektif A.

a. : 13 tahun : 7 hari Riwayat Menstruasi : 2x ganti pembalut : teratur : ada : ada : 2x ganti celana dalam : bening tidak berbau Riwayat kehamilan. 2 3 Persalinan pertolongan kehamilan persalinan Anak ke 1/8 Th Anak ke 2/ 7 Th Kehamila n ke 3 9 Bulan Bps Engkay 9 Bulan Spontan Bps Engkay 9 Bulan Spontan JK BB PB persalinan Tidak ada L 3000 g 53 cm Tidak ada L 2800 g 50 cm - 5. persalinan. Kunjungan ulang 2. Menarche Lama Banyak Teratur/ Tidak Dismenorhoe Flour Albus Jumlah Warna/ bau 4. HPHT : 28 – 05 .B. Anamnesa 1.2010 Riwayat kehamilan ini . Keluhan Utama Ibu mengatakan sering buang air kecil Alasan kunjungan ini 3. nifas yang lalu Tgl/th Tempat Usia Jenis Penyulit Kehamilan Anak No 1 .

Imunisasi TT didapatkan 2 kali – TT1 – TT2 : 15-07-2010 : 16-08-2010 a.tanda bahaya kehamilan. Riwayat pola sehari-hari . kebersihan diri. hubungan seksual selama kehamilan. Engkay S Chandra : 4 kali berapa kali Teratur/ Tidak : tidak teratur Hasil tes kehamilan Tanggal 23-06-2010 d. 1. Pergerakan fetus dirasakan pertama kali usia kehamilan 4 bulan b.2011 c. Keluhan – Trimester I – Trimester II – Trimester III : Mual . Obat-obatan yang pernah diminum yaitu obat-obatan yang diberikan oleh bidan apabila melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu berupa obat batuk. KB Post Partum. pola istirahat. ANC : Dimana : Bdn. Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir ± 10-18 Kali c. manfaat ASI. Penyuluhan yang didapat nutrisi dengan gizi seimbang. dan tanda-tanda mau melahirkan. d.03. tablet tambah darah dan obat untuk pegal-pegal. mengkonsumsi banyak air putih. Pusing : Sering batuk berdahak : sering pegal-pegal a.b. tanda. HTP : 05.

makan sirih. Pola Eliminasi BAK BAB : 7-8 x/ hari : 1 x/ hari c.a. dan lain-lain) : Tidak ada b. Pola Istirahat dan tidur Istirahat : Tidur Siang 1-2 jam Tidur : 6-7 jam d. Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan Jamu yang sering digunakan Merokok. Riwayat penyakit yang sedang diderita . Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. Pola Nutrisi Makan : 2-3 x/ hari Minum: 8-12 gelas/hari Perubahan makan yang dialami (termasuk ngidam. 1. kopi Ganti pakaian dalam : Tidak : Tidak ada : Tidak : 2x/ hari f. Personal Hygiene Mandi : 2 x/ hari Gosok gigi : 2 x/hari Keramas : 2 hari sekali e. tidak ada nyeri. tidak ada pengeluaran darah. nafsu makan.

hubungan Ibu dengan masyarakat baik I. Riwayat KB Riwayat social Penyakit Ibu mengatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi. Jenis kelamin yang diharapkan laki-laki c. diabetes mellitus. epilepsi. HIV. 3.Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit jantung. hepatitis. ginjal. Keadaan Psikososial Hubungan Ibu dengan Keluarga baik. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBJEKTIF) . dan asma 3. Riwayat Keturunan Ibu mengatakan tidak mempunyai penyakit keturunan seperti penyakit jantung. nikah 1 kali 1. Kepercayaan berhubungan yang dengan kehamilan. rencana KB yang akan digunakan adalah KB suntik 3 bulan 2. a. Status perkawinan nikah. Perasaan bahagia tentang kehamilan ini d. malaria atau yang dipengaruhi kehamilan. 2. Kehamilan ini direncanakan b. hipertensi. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. asma/ TBC paru. hipertensi. diabetes mellitus.

61 m)2=49 Kg2. LILA : 34 cm 1.80 C 1. Keadaan umum 2. Tinggi badan b. Keadan emosional : Baik : compos mentis : stabil 4. Pernafasan d. Muka 1) Mata : tidak ada benjolan. Pemeriksaan Fisik a. Tekanan darah b. Berat Badan c. Kepala dan rambut b. Tanda tanda Vital a. IMT : 161 cm : 62 kg : 49 kg : BB Kg sebelum hamilTB(cm)2 =49 Kg161 cm=49 Kg(1.Bersih : tidak ada cloasma Gravidarum a) Kelopak mata b) Sclera c) Konjuctiva d) Reflek pupil : Tidak oedema : Putih : Merah muda : +/+ . Denyut Nadi c. Kesadaran 3.1. BB Sebelum hamil d. Suhu tubuh : 120/80 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 36.59=19 (Normal) e. Antropometri a.

1) Mulut a) Warna bibir b) Lidah c) Gigi d) Gusi a. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid 2) Pembesaran kelenjar getah bening 3) JVP ( Jugularis vena pulmonalis a. Dada : bentuk dada :Simetris 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus • Perkusi batas paru – paru • Auskultasi bunyi paru – paru wheezing/ronchi 1) Jantung : Bunyi jantung :Lub-dub reguler 2) Payudara Inspeksi • Bentuk • Putting susu • Striae Palpasi • Rasa nyeri • Benjolan • Pengeluaran a. Punggung dan Pinggang 1)Posisi tulang belakang : Lordosis : Tidak ada : Tidak ada : Ada berupa colostrum : Simetris : Menonjol :Tidak ada : Simetris : Tidak ada oedema : Bunyi bersih,tidak ada : Tidak ada pembengkakan : Tidak ada pembesaran : Tidak ada pembengkakan : Merah muda : Bersih :Tidak ada caries,tidak berlubang :Tidak ada Ginggivitis

2)Rasa nyeri a. Abdomen 1) Inspeksi
• Bentuk perut • Pembesaran • Luka bekas oprasi • Striae gravidarum • Linea Nigra

: Tidak ada

: Membesar : Sesuai umur kehamilan : Tidak ada : Ada : Ada

1) Palpasi TFU : 30 cm Leopold I Leopold II : teraba agak bulat, lunak dan tidak melenting : teraba ada tahanan tipis seperti

papan(punggung) sebelah kiri dan bagianbagian kecil disebelah kanan kanan Leopold III : bagian terbawah kepala janin, sudah masuk PAP Leopold IV 2) Auskultasi DJJ Frekuensi 3) TBBJ a. Ekstremitas 1) Atas • Bentuk : Simetris : Punctum maksimum :Puka : 136x/mnt, regler : TFU- 11 x 155 = 30-11x 155 =2945 gram : Convergent

Oedema jari – jari tangan : Tidak ada oedema

1) Bawah • • • • • Bentuk Oedema tibia Betis merah/lembek/keras Varises tungkai Refleks patella : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : +/+

a. Genitalia Inspeksi 1) Vulva dan vagina : • Varices • Oedema : Tidak ada : Tidak ada

• Pengeluaran pervaginam: Tidak ada 1) Perineum : : Tidak ada

• Bekas luka/luka parut 1) Pemeriksaan Dalam • Vulva Vagina • Portio • Pembukaan servik • Ketuban • Presentasi • Denominator • Moulage • Penurunan presentasi

: Tidak ada kelainan : Tidak teraba : Tidak ada : Utuh : Kepala : Ubun – ubun kecil : Tidak ada : Kepala

D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM • Haemoglobin : Tidak dilakukan

Memberikan tablet penambah darah /Fe diminum 1x1/ hari dengan air putih → Ibu mengetahui tentang cara penggunaan tablet penambah darah 4. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat yang cukup → Ibu mau beristirahat yang cukup dengan tidur siang 6. II. tekanan darh tinggi → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan 3. Assasement : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan Ny.Planning 1. tangan dan kaki bengkak. janin tunggal hidup intra uterin letak memanjang. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya kehamilan yaitu penglihatan kabur.• Golongan darah • Protein urine • Glukosa I. presentasi kepala dengan keadaan umum ibu dan janin baik. perdarahan. Memberitahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada Ibu dan keluarga → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Menganjurkan Ibu untuk menjaga kebersihan diri → Ibu mau menjaga kebersihan dengan mandi 2x/ hari 7. E 29 tahun G3P2A0 gravida 36 minggu. Menganjurkan Ibu untuk tidak bekerja terlalu berat . Menganjurkan Ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi → Ibu mau mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti sayur 5.

Mengingatkan Ibu untuk memantau tanda.→ Ibu akan mengurangi pekerjaannya 8. ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN NORMAL Tanggal pengkajian : 05 Maret 2011 Jam pengkajian : 22. Menganjurkan Ibu untuk tidak banyak minum pada malam hari → Ibu mengerti dan mengetahui 9.tanda persalinan 11.mules → Ibu mengetahui tentang tanda.tanda persalinan yaitu keluar lendir bercampur darah dari vagina. Menganjurkan Ibu untuk merencanakan persalinannya yaitu akan dimana Ibu bersalin dan akan ditolong oleh siapa dalam proses persalinan → Ibu mengetahui dan merencanakan persalinannya di tenaga kesehatan 10.Menganjurkan Ibu untuk melakukan kunjungan ulang ulang minggu depan → Ibu mengetahui dan akan melakukan kunjungan ulang minggu depan A.00 WIB Tempat pengkajian : BPS Engkay S Chandra . dan mules.air. keluar air.

Keluhan Utama Ibu mengatakan merasa mules – mules sejak jam 18. Pengeluaran Pervaginam • Lendir darah • Air ketuban • Darah : Ada : Ada : Tidak ada . “E” : 29 tahun : Sunda / Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : Sunda/Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : Wiraswasta : Ds.00 WIB.KALA I (Jam 22. Lamanya 1. Frekuensi b. perut terasa tegang dan keluar lendir bercampur darah. Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah : Ny.15 WIB) I. Perasaan ( sejak terakhir datang ke klinik) :Ibu merasa cemas 3. Status Kesehatan 1.Benda Rt 01/Rw 02 B. DATA SUBJEKTIF A. Kontraksi • Sejak tanggal : 05 Maret 2011 : 2 x dalam 10 menit : 20 detik a. 2. nyeri perut bagian depan kemudian menjalar ke bagian belakang. Tanda – tanda bersalin a.

persalinan. Masalah – masalah khusus : Tidak ada 2. Anak ke 2/7 th 3 Kehamilan ke 3 3. Riwayat kehamilan sekarang • HPHT • Haid bulan sebelumnya • Lamanya • Siklus • ANC : 28 – 05 – 2010 : Mei : 7 hari : 28 hari : Teratur . Makan dan Minum terakhir BPS engkay 9 bulan S Chandra BPS engkay 9 bulan S chandra 9 bulan Spontan Tidak ada L 2800g 50 cm Spontan Tempat Usia Jenis Kehamilan JK BB PB persalinan Tidak ada L 3000g 53 cm Anak . Anak ke 1/8 th 2. yang lalu Penyulit Tgl/th No Persalinan pertolongan kehamilan persalinan 1. Pergerakan janin dalam 24 jam terakhir :Belum sering 4. Riwayat kehamilan.1. Frekuensi : 4 x 1. Riwayat imunisasi : Pernah suntik TT 2x 2.

Pola Istirahat dan tidur Istirahat : tidur Siang 1-2 jam Tidur : 6-7 jam 3. Pola Eliminasi BAK terakhi jam BAB Terakhir jam 2. kopi : Tidak Ganti pakaian dalam : 2x/ hari . Perilaku kesehatan Minum alkohol / obat-obatan : Tidak Jamu yang sering digunakan : Tidak ada Merokok. Keluhan lain : Tidak ada 5.tempe.air putih • Banyaknya :2 gelas 1. makan sirih.00 Wib : 06.00 wib • Jenis Makanan : Nasi. Minum terakhir • Jam : 20.a. Makan • Jam : 17.lauk pauk • Banyaknya : 1 porsi a. Psikologis : Tidak terganggu : 20.30 wib • Jenis minuman : Air putih. Personal Hygiene Mandi Gosok gigi Keramas : 2 x/ hari : 2 x/hari : 2 hari sekali 6.00 wib 4.

diabetes. 10. malaria. HIV.Keadaan Psikososial Ibu mengatakan hubungan dengan keluarga baik. HIV. 13. hipertensi. status perkawinan nikah . Riwayat penyakit sekarang dan lalu yang di derita Ibu mengatakan pernah menderita muntaber tapi tidak sedang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung. rencana alat kontrasepsi yang akan di gunakan adalah KB suntik 3 bulan. Riwayat Penyakit dan Kesehatan Keluarga Ibu mengatakan dikeluarganya tidak ada yang menderita penyakit berat seperti penyakit jantung. tidak ada pengeluaran darah.Riwayat Kontrasepsi Ibu mngatakan belum pernah memakai alat kontrasepsi.tidak ada nyeri. 11.Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan. Pemeriksaan Umum 1. II. TBC dan ashma.7. ginjal. Keadaan umum : Baik . hipertensi. dan hubungan dengan masyarakat juga baik. 8. pengambil keputusan adalah suami. persalinan dan nifas Ibu mengatakan ada kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan yaitu acara 7 bulanan. Pola Seksual Frekuensi 1x seminggu. 12. 9. diabetes. jenis kelamin yang diharapkan adalah laki-laki. TBC dan ashma.Riwayat social Ibu mengatakan ini adalah pernikahan pertama antara ibu dan suami. kehamilan ini direncanakan. DATA OBJEKTIF A. ginjal. malaria.

tidak ada sekret.tanda vital a. Tekanan darah b. Nadi c. gigi tidak ada yang tanggal. tidak ada serumen. Leher 1) Pembesaran kelenjar thyroid : Tidak ada pembesaran . bersih 3) Telinga : bentuk simetris. gusi tidak berdarah.2. Keadan emosional 4. Suhu tubuh 1. Tinggi Badan b. tidak ada polip. bersih a. BB Sebelum hamil : 49 kg d. Kesadaran 3. Muka 1) Mata • Kelopak mata • Sclera • Konunctiva • Refleks pupil : Tidak oedema : Putih : Merah muda : positif : Tidak ada oedema. Pemeriksaan Fisik a.90 C : 161 cm : 62 kg c. Antropometri a.cloama gravidarum 1) Hidung : bentuk simetris. IMT : BB Kg sebelum hamilTB(cm)2 =49 Kg161 cm=49 Kg(1. bersih 2) Mulut dan gigi : Lidah bersih. Respirasi d.61 m)2=49 Kg2. Tanda . Berat Badan : Composmentis : Stabil : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 36.59=19 (Normal) 1.

Punggung dan pinggang : Tidak ada : Ada : Tidak ada .dub 2) Payudara Inspeksi • Bentuk • Kebersihan • Putting susu • Pembesaran • Striae : Simetris : Bersih : Menonjol : ya : Tidak ada Palpasi • Benjolan • Pengeluaran • Rasa nyeri a. tidak ada retraksi dinding dada. Dada Dada : bentuk dada simetris. bunyi jantung reguler 1) Paru – paru • Palpasi tactil vremitus : Simetris • Perkusi batas paru – paru : Tidak ada oedema • Auskultasi bunyi paru – paru : bersih. tidak ada bunyi wheezing pada paru-paru.tidak ada wheezing/ronchi 1) Jantung : Bunyi jantung Lub . tidak ada retraksi dinding dada.2) Pembesaran kelenjar getah bening (KGB): Tidak ada pembesaran 3) JVP : Tidak ada pembengkakan 4) Axilla : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe a.

4/5 2) Auskultasi DJJ : (+) punctum maximum kuadran II PUKA dibawah pusat. Ekstremitas : 3 x dalam 10 menit selama 35 detik : TFU. Abdomen 1) Inspeksi • Bentuk perut • Pembesaran : Lemas membuncit : Sesuai usia kehamilan : Tidak ada • Luka bekas oprasi : Tidak ada • Striae gravidarum : Tidak ada • Linea Nigra 1) Palpasi TFU Leopold I : 30 cm : difundus uteri teraba bagian janin agak besar. sudah masuk PAP Leopold IV : bagian terbawah janin sebagian kecil sudah masuk PAP posisi tangan divergent.1) Posisi tulang belakang : Lordosis 2) Rasa nyeri a. dan memanjang seperti papan disebelah kanan dan bagian-bagian kecil disebelah kiri Leopold III : bagian terbawah janin teraba bulat. frekuensi 138 x/menit. reguler Kontraksi 3) TBBJ a.11 x 155 = 34-11x 155 = 3565 gram : Ada . datar. lunak dan tidak melenting Leopold II : teraba bagian janin keras. keras dan melenting.

Pemeriksaan laboratorium: tidak dilakukan . Genitalia Inspeksi • Vulva dan vagina • Varices • Oedema • Pengeluaran Pervaginam Perineum • Bekas luka/luka parut : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Ada Anus • Haemoroid : Tidak ada Pemeriksaan dalam Vulva / Vagina Porsio Pembukaan Ketuban Presentasi Posisi Molase Penurunan kepala : Tidak ada kelainan : tebal. tidak ada varices. lunak : 5 Cm : masih ada : belakang kepala : belum diketahui : tidak ada : hodge I A. reflek fatella kanan dan kiri positif b. turgor baik Bawah : bentuk simetris tidak ada oedem pada kaki kiri dan kanan.Atas : bentuk simetris. kuku jari tidak pucat. tidak ada oedem pada jari dan tangan.

Memberitahu suami/ keluarga untuk mendampingi Ibu dalam proses persalinan → Suami dan keluarga mendampingi Ibu . Menganjurkan posisi senyaman ibu tetapi tidak membahayakan ibu dan janin dan membantu mempercepat proses penurunan kepala yaitu misalnya dengan berjalan. letak memanjang.III.jalan/ tidur dengan miring kekiri → Ibu mau berjalan. Planning 1. Memberitahukan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga bahwa ibu telah memasuki proses persalinan dan janin dalam keadaan baik → Ibu dan keluarga telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan 2. Menjelaskan tentang teknik relaksasi yang baik dan benar yaitu menarik nafas dari hidung dan dikeluarkan lewat mulut untuk mengurangi raa sakit → Ibu bisa melakukan teknik relaksasi 6. Memberikan motivasi dan dorongan kepada Ibu supaya lebih bersemangat dalam menghadapi persalinannya → Ibu terlihat lebih bersemangat dan lebih tenang 3.jalan tapi terkadang ibu beristirahat dengan tidur miring ke kiri 5. Menganjurkan agar ibu tidak cemas → Ibu terlihat tidak cemas 4. E 29 tahun G3 P2A0 Infartu aterm kala I fase laten. Assasement Ny. janin tunggal hidup intra uterine. presentasi belakang kepala dengan keadaan ibu dan janin baik IV.

Mengobservasi tanda. Memberikan nutrisi dan cairan → Ibu meminum susu ± 10 cc 9.7. Mempersiapkan alat-alat pertolongan persalinan secara APN ( partus set. Menganjurkan pada keluarga untuk mengusap punggung ibu untuk mengurangi rasa sakit → Ibu merasa nyaman dengan asuhan yang diberikan 8. Pemeriksaan dalam : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36.00 WIB) I. Data Subyektif Ibu mengatakan mulesnya semakin sering.tanda vital. kuat dan ada dorongan untuk mengedan.9 0C . DJJ. pakaian Ibu dan bayi) → semua alat telah disiapkan KALA II ( Jam 05. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu 1. II. Data Obyektif 1. His dan kemajuan persalinan pada fase laten → Observasi telah dilakukan 10.

Assasement G3P2A0 Infartu kala II dengan keadaan umum ibu dan janin baik II. Memeriksa kembali kelengkapan alat (partus set. pakaian ibu dan bayi) → semua perlengkapan sudah siap dan lengkap 3. Planning 1. Membantu Ibu untuk memilih posisi yang nyaman sesuai keinginan Ibu → Ibu memilih posisi litotomi 6. Mengajarkan pada ibu teknik mengedan yang baik . Memberitahu Ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa pembukaan sudah lengkap dan ibu sudah memasuki masa persalinan → Ibu dan keluarga mengetahui tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan dan ibu mengerti akan keadaannya 2.Vulva/vagina Portio Pembukaan Ketuban Presentasi Molase Penurunan kepala : Tidak ada kelainan : Tidak teraba : 10 cm : sudah tidak ada. Memakai alat perlindungan diri → skort telah dipakai 4. Menawarkan pada ibu pendamping persalinan → Ibu menginginkan suaminya yang mendampingi saat persalinan 5. spontan : Belakang kepala : Tidak ada : Hodge IV I. jernih.

9 0C Belum terlihat tanda-tanda pelepasan plasenta I. LK 32 cm KALA III (JAM 05. makan/minum jika tidak terasa mules → Ibu mau minum susu ± 25 cc 9.45 WIB) I.→ Teknik mengedan yang baik telah diajarkan pada ibu dan ibu mengedan dengan benar 7. JK perempuan. Data Subyektif Ibu mengatakan perutnya masih terasa mules II. normal.30 WIB bayi lahir hidup . BB 2600 gram. PB 47 cm. Assasement . Melakukan pertolongan persalinan secara APN → Tanggal 06 -03 -2011 pukul 05. Memimpin Ibu untuk mengedan → Pimpinan mengedan telah dilakukan dan ibu mulai mengedan 8. Menganjurkan Ibu untuk beristirahat. Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu : Baik : Compos mentis : Stabil : 110/70 mmHg : 85 x/menit : 21 x/menit : 36.

Mengecek apakah ada bayi kedua/ tidak → tidak ada 2.P3A0 parturient kala III. Data Subyektif Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan badannya lemas II. Melakukan masase fundus perdarahan → Masase telah dilakukan. fundus menjadi lebih keras dan kontraksi baik selama 15 detik untuk mencegah Kala IV JAM 05. Memberitahu Ibu akan disuntntik oxytosin → oxytosin telah disuntikkan 10 IU secara IM di 1/3 paha kanan bagian luar 3. Melakukan PTT setelah adanya tanda-tanda pelepasan plasenta yaitu adanya semburan darah tiba-tiba. plasenta belum lahir dengan keadaan umum ibu baik II.Data Obyektif Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosinal : Baik : Compos mentis : Stabil . 55 WIB I. tali pusat memanjang dan uterus globuler kemudian diikuti dengan gerakan dorso kranial untuk mencegah uterus keluar → PTT telah dilakukan dan plasenta lahir dalam 15 menit pertama 4. Planning 1.

7. Assasement P3A0 parturient kala IV dengan keadaan umum ibu baik II.3C : 16.Tekanan darah Nadi Pernapasan Suhu Plasenta telah lahir Jam TFU Kontraksi uterus Kandung kemih Perdarahan Robekan perineum : 120/80 mmHg : 82 x/menit : 21 x/menit : 3. Memeriksa apakah ada robekan perineum → robek derajat II 4. Melakukan eksplorasi → Plasenta dan selaputnya sudah lengkap 3.Planning 1.37 WIB : Setinggi pusat : Baik : Kosong : ± 50 cc : Derajat II I. Melakukan hecting perineum → hecting telah dilakukan 5. Mengecek dan memastikan kelengkapan plasenta yaitu kedua sisi baik bagian ibu maupun bayi → Plasenta belum lengkap 2. Mengajarkan Ibu dan keluarga tentang teknik masase dan cara menilai kontraksi .

Melakukan observasi kala IV yaitu tanda. Menganjurkan Ibu untuk makan/minum setelah melahirkan untuk menambah tenaga → Ibu mau minum sari kurma ± 50 cc 9.tanda vital. TFU. Menganjurkan Ibu untuk menyusui bayinya → Ibu mau menyusui bayinya 8.alat yang telah dipakai kemudian merendamnya dalam larutan klorin selama 10 menit → alat.→ Ibu dan keluarga mengetahui dan dapat melakukannya 6. serta membersihkan tempat bersalin → tempat bersalin telah dibersihkan dan pakaian Ibu telah diganti dengan yang bersih 7. kandung kemih. Membersihkan ibu dan menggantikan pakaiannya agar lebih nyaman.Mendokumentasikan asuhan . dan perdarahan setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam ke-2 → observasi telah dilakukan 10.Membereskan alat. kontraksi uterus.Melengkapi dan mendokumentasikan data kedalam partograf halaman depan dan halaman belakang → data telah didokumentasikan kedalam partograf 12.alat telah didekontaminasi 11.

03. “E” : 29 tahun : sunda Indonesia : Islam : SMP : IRT Nama Suami : Tn “E” Umur : 30 tahun Bangsa/suku : sunda Indonesia Agama Pendidikan Pekerjaan : Islam : SMA : wiraswasta : Ds.30 WIB : BPS Engkay S Chandra I . Data Subyektif 1.Benda Rt 01/Rw 02 .05 .2010 : 05.Identitas (Biodata) Nama Pasien Umur Bangsa/suku Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat rumah 2. Keluhan Utama Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya dan merasa badannya masih lemas 3. Riwayat Antenatal HPHT HTP Umur Kehamilan : 28.C. ASUHAN KEBIDANAN POSNATAL Tanggal pengkajian : 06 – maret 2011 Jam Tempat : 07.2011 : 9 bulan : Ny.

masa gestasi 38 minggu. 2600 gr. Riwayat Post Partum BAK BAB : sudah 1x : belum : spontan : utuh : Tidak ada robekan : 250 cc : 160 cc : 410 cc II. tidak ada cacat bawaan Jenis persalinan Plasenta Perineum Perdarahan kala III Perdarahan kala IV Perdarahan total 5. LK 32 cm. Data Obyektif 1. Kepala . Pemeriksaan Fisik a.30 WIB Jenis Kelamin/BB/TB : Perempuan . Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran : Baik : composmentis Keadaan emosional: Stabil Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi : 110 / 70 mmhg : 36.ANC di TT 4. Riwayat Persalinan Anak lahir jam/tgl : BPS Engkay S Chandra : 4 kali : 03 Maret 2011/05. PB 47 cm.5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit 2.

kandung kemih kosong. kontraksi uterus baik. konjungtiva merah muda Telinga : bentuk simetris. Abdomen Inspeksi Palpasi : bentuk bulat. fungsi penciuman baik. sclera putih. tidak ada retraksi dinding : bentuk simetris. tidak ada luka operasi. tidak ada diastasis recti . retraksi. tidak ada cloasma gravidarum. bersih Hidung : bentuk simetris. tidak ada pernafasan cuping hidung Mulut dan gigi : warna bibir tidak pucat. tidak ada perdarahan gusi. tidak ada benjolan d. bersih b. kebersihan baik. tidak ada caries. tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid dan tidak ada pembengkakan pada vena jugularis. fungsi pendengaran baik. striae nigra : TFU 3 jari bawah pusat. kebersihan baik. tidak ada oedema Mata : kelopak mata tidak oedema. ada pengeluaran.Rambut Muka : tidak rontok. tidak berketombe. kebersihan baik. putting susu menonjol. Dada dan payudara Dada Payudara : bentuk dada simetris. warna hitam : bentuk simetris. Axilla : tidak ada pembengkakan pada kelenjar limfe c. pembesaran normal. tidak ada pengeluaran. Leher dan axilla Leher : tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening. tidak ada rasa nyeri.

tidak ada varises.e. Memberikan konseling tentang perubahan masa nifas. kekuatan otot baik g. Ekstremitas atas dan bawah Atas Bawah : kebersihan baik. cara untuk mencegah perdarahan. perdarahan normal 1. pengeluaran vagina lokhea rubra. Punggung dan pinggang Tidak ada nyeri ketuk CVAT ka/ki ( ) f. Assasement P3A0 Ny. gizi . E post partum 2 jam IV. 2. tidak ada oedema. hygiene diri. Anogenital Vulva vagina : kebersihan baik. kekuatan otot baik : tidak ada oedema. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal → Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. Pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan III. tidak varises. tidak ada oedema. Planning 1. warna merah Kelenjar bartholini : tidak ada pembengkakan. ada rasa nyeri Perineum : jahitan baik. perawatan bayi baru lahir.

seimbang, mengkonsumsi banyak air putih, cukup istirahat dan KB post partum → Ibu mau melaksanakan apa yang dikonselingkan 3. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang- kunang, kepala terasa berat, perdarahan dan lokhea berbau → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 4. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan → Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 5. Memberikan konseling tentang cara perawatan tali pusat bayi, tanpa membubuhi apapun, hanya membersihkannya dengan memakai air kemudian mengeringkanya dengan kain yang kering dan bersih → Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6. Memberikan konseling tentang cara menjaga kehangatan bayi jika bayi sudah BAB/BAK harus segera diganti →Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 7. Memberitahu Ibu tentang tanda bahaya pada bayi misalnya suhu tubuh naik, terdekat → Ibu mengerti dan mengetahuinya 8. Menganjurkan Ibu untuk menjemur bayinya dipagi hari pada jam 07.0008.00 WIB untuk mencegah penyakit kuning → Ibu akan melakukan apa yang disarankan 9. Menyarankan bagi ibu melakukan perawatan payudara minimal 2 kali dalam seminggu → Ibu mengetahui dan akan melakukannya bayi kuning langsung menghubungi tenaga kesehatan yang

10. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat, dan cukup nutrisi serta minum, agar kondisi ibu lebih baik. 11. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri, dan mengingatkan Ibu jangan cebok dengan air hangat karena Ibu dijahit → Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari dan akan cebok dengan air dingin 12. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan mobilisasi dan dengan melakukan gerakan, misalnya jalan – jalan disekitar ruangan → Ibu mengerti tentang penjelasan yang dilakukan dan ibu bersedia melakukan yang disarankan 13. Memberitahu ibu untuk imunisasi bayinya pada bulan depan → Ibu akan kunjungan pada bulan depan 14. Memberitahukan pada ibu dan keluarga bahwa hari ini ibu tidak di perbolehkan pulang karena hari ini keadaan ibu dan bayi masih perlu di observasi lagi, ibu diperbolehkan pulang besok siang jika keadaan ibu dan bayi baik → Ibu dan keluarga mengetahui dan mengerti tentang apa yang diberitahukan

Catatan Perkembangan Hari,Tanggal Pengkajian Waktu pengkajian : Minggu, 06 Maret 2011 :11.30 wib

I.

DATA SUBJEKTIF

Ibu masih merasa seikit mules dan ibu sudah makan nasi pukul 08.00 Wib,ibu minum susu 1 gelas dan air putih 1 gelas.ibu sudah menyusui bayinya setiap bayi menginginkannya,namun ASI masih sedikit ibu tida merasakan tanda –

tanda bahaya eperti sakit kepala yang terus menerus,kelur darah yang banyak secara tiba – tiba,dan rahim teraba lembek.

II. 1. Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. : Baik : composmentis : Stabil : 110 / 70 mmhg : 36,5 ºC : 83 x /menit : 21 x /Menit

Data Obyektif Pemeriksaan Umum

Pemeriksaan Fisik Mata : kelopak mata tidak oedema, sclera putih, konjungtiva merah muda Abdomen Inspeksi Palpasi penuh : bentuk bulat, tidak ada luka operasi, striae nigra : TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi keras,kandung kemih

I. P3A0 post Partum 6 jam

ASSESMENT

II.

PLANNING

11 Maret 2011 : 08. dan ibu mau melakukannya. 3. Menganjurkan ibu agar tidak menahan BAK jika sudah terasa ingin BAK.1. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran : Baik : composmentis . Engkay S Chandra II. Menyarankan dan membantu ibu untuk segera mulai melakukan mobilisási secara dini untuk mempercepat pemulihan diri. ibu mengerti dengan apa yang disarankan. ibu mau mobilisasi yaitu turun dari tempat tidur dan duduk. 4. demam. Memberitahu tanda – tanda bahaya ibu nifas.separti sakit kepala yang berlebihan..30 Wib : BPS Bd. Menyarankan ibu untuk istirahat yang cukup dengan cara menyempatkan diri untuk tidur jika bayi tidur. 5. ibu mengerti dengan apa yang dianjurkan dan ibu mencoba ke toilet untuk BAK. Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Jum’at. Data Obyektif 1. nyeri saat buang air kecil dan keluar darah secara tiba – tiba. nyeri perut. ibu mengerti dengan apa yang disampaikan. Catatan Perkembangan Hari. Mejelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa saat ini ibu dalam keadaan baik 2.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I. agar tidak mengganggu kontraksi uterus dan mencegah perdarahan.

2 ºC : 80 x /menit : 20 x /Menit ○ Kelopak mata tidak oedema ○ Sclera putih ○ Konjungtiva merah muda ○ Refleks pupil positif a. Mata : Stabil : 120 / 70 mmhg : 36. Pemeriksaan Fisik a.Planning 1. c. hiperpigmentasi. Leher ○ Tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening ○ Tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid ○ Tidak ada pembengkakan pada vena jugularis a. Abdomen : TFU pertengahan pusat dengan sympisis. Dada : adanya pembesaran payudara. . Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. b.Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. adanya pengeluaran colostrum dari putng susu. papilla mamae menonjol keluar. Assasement P3A0 post partum 6 hari dengan keadaan umum ibu baik III. kontraksi baik Anogenital : lochea rubra II. tidak ada benjolan.

2. agar kondisi ibu lebih baik. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan 1. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 1. Mengobservasi pengeluaran ASI.kunang. Menganjurkan pada ibu agar melakukan kebersihan diri  Ibu akan menjaga kebersihan dirinya dengan mandi 2x/hari Catatan Perkembangan Hari.1. involusi uterus.Data Obyektif . perdarahan. Menganjurkan pada ibu cukup istirahat. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. kandung kemih dan lochea  Semua normal 1.Data Subyektif Keluhan Utama : ibu mengatakan sudah tidak ada keluhan : Sabtu.Tanggal Pengkajian Waktu Pengkajian Tempat Pengkajian I.19 maret 2011 :08. Memberikan konseling tentang cara perawatan bayi sehari-hari  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 1. dan cukup nutrisi serta minum. kepala terasa berat. perdarahan dan lokhea berbau.00 Wib : Rumah Pasien II.

Pemeriksaan Fisik a. Mata ○ kelopak mata tidak oedema ○ sclera putih ○ konjungtiva merah muda ○ refleks pupil positif : Baik : composmentis : Stabil : 120 / 80 mmhg : 36. Leher ○ tidak ada pembengkakan pada kelenjar getah bening ○ tidak ada pembengkakan pada kelenjar thyroid ○ tidak ada pembengkakan pada vena jugularis a. adanya pengeluaran ASI dari kedua puting susu.7 ºC : 84 x /menit : 18 x /Menit a. c. papilla mamae menonjol keluar. tidak ada benjolan. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Keadaan emosional Tekanan darah Suhu Nadi Respirasi 2. Assasement P3A0 post partum 2 minggu dengan keadaan umum ibu baik . b. Dada : adanya pembesaran payudara.1. Abdomen : TFU tidak teraba Anogenital : lochea serosa III. hiperpigmentasi.

1. Memberitahukan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga bahwa nifasnya berjalan dengan normal  Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. perdarahan.kunang. Memberitahu Ibu tanda bahaya nifas seperti mata berkunang. kandung kemih dan lochea  Semua normal.IV. Mengobservasi pengeluaran ASI. kepala terasa berat. perdarahan dan lokhea berbau. demam tinggi  Ibu mengetahui tentang tanda bahaya nifas 1. TFU tidak teraba. involusi uterus. Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusif pada anaknya minimal 6 bulan  Ibu akan malaksanakan apa yang dianjurkan . ASI sudah keluar dari kedua payudara. lochea serosa 1.Planning 1.

Ayah Nama : Tn “E” : Ny “E” : 29 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMP : IRT :Ds. Ny “E” : 1 jam : 06-03-2011.30 WIB :Bd.Engkay S chandra . ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I. Ibu Nama Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah c.30 WIB : Perempuan : 06 Maret 2011 : 06.Benda Rt 01/Rw 02 : By. 06.jam lahir Jenis kelamin b. Bayi Nama bayi Umur bayi Tgl. Identitas (Biodata) a. Data Subyektif A.D.

Obat dan jamu b. Penyakit kelainan : Tidak ada 5. Merokok : tidak pernah : tidak pernah . Perdarahan 2. Riwayat penyakit kehamilan 1. Anamnesa 1. makan dan minum • Jenis makanan : nasi. susu setiap pagi tapi klu tidak merasa mual a. Tanggal dan jam : 30 th : Sunda/Indonesia : Islam : SMA :Wiraswasta : Ds.2011 2.Umur Suku/bangsa Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat Rumah B. Pre eklamsia 3. susu untuk Jenis minuman ibu hamil • Frekuensi : air putih ± 8-12 gelas/hari. kadang-kadang ada sayurannya • • Frekuensi : 3 x sehari : air putih.Benda Rt 01/Rw 02 :06 – 03 . Kebiasaan waktu hamil a. Eklamsia : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 4. Lain – lain : Tidak ada : 1. lauk pauk.

Kehamilan tunggal/gemeli 3. Riwayat Persalinan Sekarang 1. Bayi 1. otot baik. .C. warna kulit kemerahan. Umur kehamilan 2. Keadaan Bayi baru lahir • Bayi langsung menangis/ bernafas spontan • Gerakan Bayi aktif : ya : ya II. Ibu b.Data Obyektif A. Jumlah air ketuban : 8 jam : 20 menit : 17 menit : 2 jam : Jernih : + 500 cc : ada : Tidak ada : Tidak ada 8. Pemeriksaan Fisik Bayi 1. Keadaan Umum Bayi Baru Lahir a. Komplikasi persalinan a. Keadaan air ketuban 7. Menangis kuat. Ditolong oleh 5. Jenis Persalinan 4. Lamanya persalinan : 36 minggu : Tunggal : Spontan : Bidan Kala I Kala II Kala III Kala IV 6.

tidak Ada down syndrome. Mata • Bentuk : Simetris • Tanda – tanda insfeksi : Tidak ada • Reflek mengedip • Reflek pupil : Baik : Baik . Muka Bentuk simetris.datar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 1.60C : 40 x/menit a.b. tidak ada paralisis syaraf facial. Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan : 120 x/menit : 36. 2. Pemeriksaan fisik secara sistematis 1. Pengukuran Anthopometri 1) Berat badan 2) Panjang badan 3) LK 4) LD 5) LILA 6) Keaktifan A. Kepala • Bentuk • Ubun – ubun • Maulase • Caput Succedaneum • Cepal hematoma • Lain –lain : 2600 gram : 47 cm : 32 cm : 30 cm : 10 cm : Aktif : Simetris : Normal.

Reguler a. Dada • Bentuk : Simetris : Tidak ada Pembengkakan : Baik • Retraksi dinding dada : Baik. Paru – paru Auskultasi • Paru – paru • Jantung : Tidak ada : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub. Leher • Pembengkakan • Refleks Tonik neck 1.• Lain –lain 1. Payudara .normal • Fraktur klavikula a. Telinga • Bentuk • Tulang rawan telinga : Tidak ada : Simetris : Ada • Letak telinga sejajar alis mata : ya • Reflek pendengaran 1. Hidung dan Mulut • Pernafasan cuping Hidung • Warna bibir • Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik : Baik • Refleks menelan (swallowing) : Baik • Lagioskizis dan Palatoskizis • Refleks rooting : Tidak ada : Baik 1.

Bahu. Tungkai dan kaki • Bentuk • Jumlah jari kaki • Tanda klik : Simetris : Normal 10 jari : ada : ya : ya : ya : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan .10 jari : Baik • Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada • Kelainan : Tidak ada 1. Abdomen • Bentuk : Simetris • Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada • Perdarahan tali pusat • Masa pada abdomen • Lain –lain 1. lengan dan tangan • Jumlah jari tangan • Refleks grapsing (menggenggam) : Normal . Genitalia Bayi perempuan • Labia mayor menutupi labia minora • Vagina berlubang • Uretra berlubang • Pengeluaran Pervaginam 1. Refleks moro : Baik 2.• Bentuk • Putting susu : Simetris : Menonjol 1.

Letakan bayi di atas perut ibu. keringkan tubuh bayi . Punggung dan anus • Masa / Tonjolan • Sfina bifida • Meningokel • Anus berlubang : Baik : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : ya • Pengeluaran mekonium :Ada 1.• Refleks babinsky • Kelainan 1. hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban → mata. Planning 1. IV. Kulit • Warna kulit : Kemerahan • Vernik kaseosa : Ada • Lanugo :Ada tapi tidak banyak • Pembengkakan : Tidak ada • Tanda lahir : Tidak ada A. mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2. Pemeriksaan Laboratorium – HB – Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. Membersihkan mata.

Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi → salep mata telah diberikan 8. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat . Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat → Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. 6. warna kulit.→ bayi telah dikering kan 3. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan → Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7. LD. LK. keaktifan setiap 5 menit → Observasi telah dilakukan 10. Mengukur BB. PB. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat → Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. LILA dan periksa fisik bayi → pengukuran telah dilakukan 9. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu → Ibu mau menyusui bayinya.

Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui. bayi telihat kuning. Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m.Engkay S Chandra I. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 – 03 .30 Wib : BPS Bd. refleks sucking dan refleks swalowing : 135 x/menit : 36. II. Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau.20C : 45 x/menit . Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui.00 WIB. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07.2011 : 08. bau busuk atau berdarah → Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi.→ Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11. Tali pusat keluar cairan.

sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik.Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah I. Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari.2011 : 08. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 1.00 Wib : rumah pasien . II. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 19 – 03 . Planning 1. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti 1. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi bahwa  Ibu masih mengingatnya 1. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat  Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 1.

Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital • Denyut jantung • Suhu tubuh • Pernapasan Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan : 144 x/menit : 36. II. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik.I. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik  Ibu sudah mengerti bahwa .70C : 54 x/menit I. Planning 1.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu. buang air besar 2-3 kali sehari. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali. II. Bayi bergerak aktif. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui.

Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan  Ibu mau menyusui bayinya 1. Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan  Ibu sudah paham . Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi  Ibu masih mengingatnya 1. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi  Ibu mengerti 1. Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal  Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 1.1.

mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan . bayi baru lahir dan masa nifas. triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. memotong tali pusat. memberikan injeksi vitamin K. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk “10T”. memberikan salep mata pada kedua mata bayi.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. dua kali pada triwulan ke tiga. Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. satu kali pada triwulan kedua. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia. Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar. persalinan.

Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07.Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16. persalinan. bayi baru lahir dan nifas normal.00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga.00 WIB.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. 00 WIB. dan pada jam 06.30 WIB Ny. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : . E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. didapatkan data sebagai berikut: • Dalam tahap pengumpulan data. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek • Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. E G3P2A0 dengan kehamilan normal.

palpasi. perkusi. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada 5. maka didalam perubahan-perubahan baik fisik maupun memberikan asuhan kehamilan harus berdasarkan kebutuhan fisik. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi dari kehidupan intra uterin. Pendataran serviks. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi. Perubahan bentuk serviks. Tanda – tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya.42 Minggu ). mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. auskultasi. 4. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. Pada wanita hamil tejadi fisiologis. 7. Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 . mental dan sosial ibu. memberi dukungan pada persalinan. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi.1. 6. lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. 2. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: – – Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin .

Jakarta. Kedokteran EGC. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. JNPK. Sinopsis Obstetri. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal.8. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. Ilmu Kebidanan. 2002. persalinan. 2008. Muchtar 1998. Rustam. JNPKR-POGI: Jakarta . 2. 2005. Kedokteran EGC. DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones. Prawihardjo 2001. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas.2006.. A. EGC Jakarta. Saifudin. Yayasan Bima pustaka. EGC Jakarta.B. SARAN 1. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. Sarwono. sarwono prawihardjo. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi. Keperawatan Maternitos. Jilid edisi 2. Gobak ett all. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B.

E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Engkay S Chandra) Mengetahui. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. Prodi D III Kebidanan . Ka.ST) (Bd.LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny.

M.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti.ST) (Bd. Engkay S Chandra) Mengetahui. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S.M. SKM.Kes) . SKM.(Wiwin Winarti. Ka.Kes) LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.

E. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. 3. 4. Wiwin Winarti. H. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis. 6. Oleh karena itu. 5. SKM. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Ny. Rizar Riyanto. Lilis Sumiati S. Djumhana Cholil.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. atas segala rahmat dan hidayah-Nya. SKM.M. . Ibu bidan Engkay S chandra.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya. penulis panjatkan kepada Allah SWT. E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak.M. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. 2.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur.

............... Khususnya bagi penulis.7...................... BAB I PENDAHULUAN A...................... KATA PENGANTAR................ Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak....... Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental................................ DAFTAR ISI............................................... penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini................ serta materi................. Latar Belakang.......... Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati.. Sukabumi................................ Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya.................. i ii iii v 1 ............. Juni 2010 Penulis DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN.................. spiritual................... 8....................... LEMBAR PENGESAHAN................. Sahabat........... umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan......................... orang-orang terdekat serta seluruh teman-teman seperjuangan yang telah memberi motivasi sehingga makalah komprehenshif ini dapat terselesaikan........ Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan..............................................

............... Perubahan fisik selama hamil.. Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan........................................................................... Memantau tumbuh kembang janin.................................. Keluhan selama hamil....................... Definisi 6 3 3 4 4 5 ................................................. 10 6.............................. Proses kehamilan.. Ruang Lingkup........... Manfaat Penulisan............ D.... 1.................................................................................................................................................................................................................... Tanda-tanda dari kehamilan.......................................................................................... BAB II TINJAUAN TEORI A............................................................................................................................................... E......... 22 11...................... 7 3............. Ante Natal Care........6 2................. 21 9.................................. 22 10............................................ 27 ........................................... C.13 7....... Teori Kehamilan............................................................ 7 4.. 14 8............................................... 8 5.... Menentukan usia kehamilan............................................................................... Tujuan..............................................B......................................... Tujuan ANC ............................. Persiapan kehamilan.................................................... F........................................ Rumusan Masalah................... Sistematika Penulisan.........

...................................... 42 6.... Definisi 34 . Asuhan persalinan normal............... Mekanisme persalinan.........................68 ................................................................................................ 47 9............................................................. Persiapan persalinan... Tanda-tanda persalinan..... 38 5.......................................... Etiologi persalinan......................12................................. 45 8...... Persalinan................................. Partograf ..................................................................................................................................................... 27 B......................... 34 3............................................................................................................................................ 49 11......... 52 12........................................................................................................................ 35 4.......................... 57 13............................................. Kebutuhan gizi ibu hamil... Rencana Kala I......... Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan.... Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran........ 1.......... Asuhan kebidanan pada persalinan...... Bentuk-bentuk persalinan............. 48 10............................ 44 7.......................................................................................................34 2.................. Tahapan persalinan....

............................................ 83 3.... 88 6............. Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal............................................................................................... Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir.... Fisiologi nifas ......................................................... 105 C..............................71 3........................... 84 4............. Asuhan kebidanan pada persalinan normal......... Tanda-tanda bahaya pada bayi..74 5..... 79 7.......................................... 80 D........................................................... 92 BAB III TINJAUAN KASUS A.............................................. Nifas............................................ Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal..................................................82 2............................................................................... Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir.......... 93 B............................ Kebutuhan ibu nifas................................................................... Definisi 82 .................................. Laktasi .......................... Bayi baru lahir.......................... 75 6..................................................... 70 1................. Program dan kebijakan tehnik masa nifas......................... Psikologi nifas........................................... Definisi nifas .......................................................................74 4....................................................................... 123 .............70 2.................. 1............................................. Penatalaksanaan nifas... Pemeriksaan fisik bayi baru lahir........................... 85 5...................C...... Karakteristik bayi baru lahir........

........... 151 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A... 137 BAB IV PEMBAHASAN................................. 154 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal................................E 29 Th G3 P2 A0 DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Asuhan Kebidanan Komprehensif Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Disusun Oleh : LISTA LIFWALIANTRI NIM : 0290106A08063 ........................... 153 B..... Saran.................................................................................. Kesimpulan.....................................................................................................................D.

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 2011 .

2. Telinga y Bentuk y Tulang rawan telinga : Simetris : Ada y Letak telinga sejajar alis mata : ya y Reflek pendengaran : Baik 5. tidak Ada down syndrome. Mata y Bentuk : Simetris y Tanda ± tanda insfeksi : Tidak ada y Reflek mengedip y Reflek pupil y Lain ±lain : Baik : Baik : Tidak ada 4. Muka Bentuk simetris. 3. tidak ada paralisis syaraf facial. Hidung dan Mulut y Pernafasan cuping Hidung y Warna bibir y Refleks Mengisap (Sucking) : Tidak ada : Merah muda : Baik y Refleks menelan (swallowing) : Baik y Lagioskizis dan Palatoskizis y Refleks rooting : Tidak ada : Baik .

Leher y Pembengkakan y Refleks Tonik neck : Tidak ada Pembengkakan : Baik 7.6.10 jari : Baik y Periksa kelumpuhan pada lengan dan tangan (brakhial palsy) : Tidak ada y Kelainan : Tidak ada 9. Bahu. Paru ± paru Auskultasi y Paru ± paru y Jantung : Normal : Bunyi jantung : Lub-dub.normal y Fraktur klavikula : Tidak ada a. lengan dan tangan y Jumlah jari tangan y Refleks grapsing (menggenggam) : Normal . Payudara y Bentuk y Putting susu : Simetris : Menonjol 8. Refleks moro : Baik . Dada y Bentuk : Simetris y Retraksi dinding dada : Baik.Reguler b.

10. Punggung dan anus y Masa / Tonjolan y Sfina bifida y Meningokel y Anus berlubang : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : ya . Genitalia Bayi perempuan y Labia mayor menutupi labia minora y Vagina berlubang y Uretra berlubang y Pengeluaran Pervaginam : ya : ya : ya : Tidak ada 12. Tungkai dan kaki y Bentuk y Jumlah jari kaki y Tanda klik y Refleks babinsky y Kelainan : Simetris : Normal 10 jari : ada : Baik : Tidak ada 13. Abdomen y Bentuk : Simetris y Penonjolan sekitar pusat ( hernia umbilikus ) : Tidak ada y Perdarahan tali pusat y Masa pada abdomen y Lain ±lain : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan 11.

IV. Letakan bayi di atas perut ibu.y Pengeluaran mekonium :Ada 14. Pemeriksaan Laboratorium .Golongan Darah : tidak dilakukan : tidak dilakukan III.HB . keringkan tubuh bayi bayi telah dikering kan . mulut dan hidung bayi telah dibersihkan 2. Assasement Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 jam dengan keadaan umum baik. Kulit y Warna kulit : Kemerahan y Vernik kaseosa : Ada y Lanugo :Ada tapi tidak banyak y Pembengkakan : Tidak ada y Tanda lahir : Tidak ada C. Membersihkan mata. Planning 1. hidung dan mulut bayi dari darah dan air ketuban mata.

LILA dan periksa fisik bayi pengukuran telah dilakukan 9. LK. keaktifan setiap 5 menit Observasi telah dilakukan . Memberikan bayi pada ibu untuk disusuinya sesegera mungkin supaya terjadi kontak dini dengan ibu Ibu mau menyusui bayinya.3. Memberikan injeksi Vitamin K untuk mencegah perdarahan Vit K telah disuntikkan pada 1/3 paha kiri 7. Menjepitan tali pusat dan Memotongan tali pusat dengan mempertahankan kebersihan pada saat memotong tali pusat dan mengikat tali pusat Tali pusat telah diikat dengan umbilikal klam 4. Mengukur BB. warna kulit. Mengganti kain yang basah dan membungkus kembali dengan kain yang hangat Kain telah diganti dengan yang bersih dan kering 5. PB. Mengobservasi keadaan umum bayi : pernafasan. 6. Memberikan salep mata pada kedua mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi salep mata telah diberikan 8. LD.

2011 : 08.00 WIB. jangan memakai ramuan/ bedak pada tali pusat Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat 11. bayi sudah buang air kecil 2 kali dan buang air besar 1 kali pada jam 07. Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui. Memberitahukan ciri-ciri tanda bahaya yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir seperti Pernafasan lebih dari 60x/ m. Suhu lebih dari 380C atau kurang dari 360C.30 Wib : BPS Bd. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara perawatan tali pusat yaitu tali pusat dibersihkan dengan air dan memakai sabun kemudian keringkan dengan kain yang bersih dan kering. bayi telihat kuning.10. Tali pusat keluar cairan. Catatan perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 6 HARI Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian : 11 ± 03 .Engkay S Chandra I. Bayi tidur nyenyak dan menangis jika ingin menyusui. . Tali pusat tidak ada pedarahan dan tidak berbau. bau busuk atau berdarah Ibu mengetahui tentang tanda bahaya pada bayi.

Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital y Denyut jantung y Suhu tubuh y Pernapasan : 135 x/menit : 36. Memberitahu ibu kembali tentang cara perawatan tali pusat Ibu mengetahui dan mengerti tentang cara perawatan tali pusat bahwa .II. Planning 1. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah III. Assasement Neonatus cukup bulan 6 hari. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik Ibu sudah mengerti 2. IV.20C : 45 x/menit Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting.

2011 : 08. : 19 ± 03 . Data Subyektif ibu mrngatakan bayi mau menyusui sangat kuat terutama pada malam hari sekitar 7-8 kali.Tali pusat sudah puput pada hari ke 5. Data Obyektif Keadaan Umum : tampak tidak sakit Tanda-tanda vital y Denyut jantung y Suhu tubuh y Pernapasan : 144 x/menit : 36. buang air besar 2-3 kali sehari.00 Wib : rumah pasien II.3. bayi tidur nyenyak dan menangis jika ningin menyusui.70C : 54 x/menit . Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi Ibu mengerti 5. Bayi bergerak aktif. Bayi sudah buang air kecil 8-9 kali sehari. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan Ibu mau menyusui bayinya Catatan Perkembangan ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR 2 MINGGU Tanggal pengkajian Jam pengkajian Tempat pengkajian I. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya pada bayi Ibu masih mengingatnya 4.

IV. Menjelaskan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu dan keluarga keadaan bayi saat ini dalam keadaan baik Ibu sudah mengerti 2. Mengingatkan kembali tanda-tanda bahaya yang mingkin terjadi pada bayi Ibu masih mengingatnya 3. Assasement Neonatus cukup bulan 2 minggu.Pemeriksaan fisik secara sistematis Mulut : terdapat reflek rooting. Memotivasi ibu utuk tetap menyusui bayinya secara eksluif selama 6 bulan Ibu mau menyusui bayinya bahwa . Planning 1. Memberitahu ibu agar tetap menjaga kehangatan bayi Ibu mengerti 4. refleks sucking dan refleks swalowing Hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung Dada : retraksi dinding dada baik Perut : tali pusat tidak berbau dan tidak terdapat perdarahan tali pusat Ekstremitas : pergerakan aktif dibagian atas dan bawah Kulit : warna kulit kemerahan III. sesuai masa kehamilan dengan keadaan umum baik.

Menjelaskan kepada ibu tentang imunisasi dan menganjurkan kepada ibu agar untuk selalu mengimunisasi bayinya sesuai jadwal Ibu mengerti dan akan melaksanakannya 6.5. Menjelaskan kepada ibu tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi melaui KMS yang diberikan Ibu sudah paham .

satu kali pada triwulan kedua. memberikan injeksi vitamin K. dalam keadaan yang terbatas maka individu baru ini sangatlah membutuhkan orang. Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsespsi (Janin dan Uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain dengan bantuan atau tanpa bantuan (Kekuatan sendiri). Kehamilan adalah suatu proses alami yang didahului pertemuan ovum dan sperma yang disebut Fertilasi kemudian dilanjutkan lagi dengan nidasi dan implantasi sampai dengan janin dapat tumbuh dan hidup di dunia luar.BAB IV PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini penulis akan membahas sedikit tentang teori yang telah disampaikan yaitu mulai dari kehamilan. Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan : satu kali pada triwulan pertama. triwulan kedua (4-6 bulan) / 12-28 minggu dan triwulan ketiga (7-9 /10 bulan) 28-40 minggu. persalinan. Bayi adalah individu baru yang lahir didunia. Pelayanan / asuhan kebidanan standar minimal termasuk ³10T´. Pada saat lahir dilakukan perawatan bayi baru lahir secara umum yaitu membersihkan jalan nafas. bayi baru lahir dan masa nifas. dua kali pada triwulan ke tiga. memberikan salep mata pada . Lama kelahiran adalah 280 hari atau 40 pekan/10 bulan (lunar month) Dibagi menjadi 3 tri wulan yaitu : triwulan 1 (0-3 bulan) / 0-2 minggu. memotong tali pusat.

Pada asuhan masa nifas dilakukan pada jam 07. Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data subyektif dan data obyektif di BPS bidan Engkay S Chandra pada tanggal 14 febuari 2011 jam 16.00 WIB. didapatkan data sebagai berikut: y Dalam tahap pengumpulan data.kedua mata bayi. persalinan. Setelah penulis melakukan pengkajian dan memberikan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil.20 WIB dilakukan pengumpulan data untuk asuhan bayi baru lahir. Penulis akan membahas tentang asuhan kebidanan pada Ny. E G3P2A0 dengan kehamilan normal.00 WIB dan didapatkan data sebagai berikut : Ibu mengatakan hamil yang ketiga. bayi baru lahir dan nifas normal. Kemudian pada tgl 06 Maret 2011 jam 05. 00 WIB. dan pada jam 06.30 WIB Ny. Pengumpulan data persalinan normal ini dilakukan pada tanggal 06 maret 2011 pukul 05. belum pernah keguguran dan usia kehamilan 9 bulan. baik data subyektif dan obyektif penulis tidak menemukan adanya kesenjangan antara teori dan praktek y Dalam melakukan penegakan diagnosa penulis melakukan penelitian berdasarkan hasil langkah sebelumnya dan tidak adanya kesenjangan antara teori dan praktek y Didalam asuhan yang menyeluruh termasuk perencanaaan asuhan dan tahap evaluasi penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dan praktek . mempertahankan suhu tubuh dan pemeriksaan fisik secara keseluruhan Berdasarkan asuhan kebidanan secara komprehenship. E melahirkan dengan jenis kelamin perempuan.

perkusi. 4.42 Minggu ). Persalinan dan kelahiran normal adalah peroses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan ( 37 . lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam. auskultasi. palpasi. pemeriksaan umum dan pemeriksan kebidanan yang meliputi : Inspeksi. Asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan yang mulai dari anamnesa.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Setelah penulis membahas secara keseluruhan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Perubahan bentuk serviks. tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada 5. mental dan sosial ibu. Pada wanita hamil tejadi fisiologis. Tanda ± tanda persalinan meliputi: Peningkatan rasa sakit. . Pendataran serviks. Tujuan ANC adalah untuk memonitor kondisi ibu dan janin sehingga dapat mendeteksai kelainan-kelainan yang mungkin dijumpai dalam kehamilan persalinan dan nifas 3. 2. maka didalam perubahan-perubahan baik fisik maupun memberikan asuhan kehamilan harus berdasarkan kebutuhan fisik. Pembukaan serviks ( dilatasi ) dan keluarnya cairan banyak atau selaput ketuban pecah dengan sendirinya.

SARAN 1. Perubahan-perubahan pada bayi baru lahir merupakan adaptasi d ari kehidupan intra uterin. dapat terdeteksi kelainan dan komplikasi yang terjadi pada Ibu Hamil tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik. 7. Diharapkan tenaga kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak. 2. memberi dukungan pada persalinan. Hepatitis B diberikan umur antara 0-7 hari B. mendeteksi menatalaksana komplikasi secara tepat waktunya. Tujuan asuhan yang di berikan selama asuhan persalinan adalah : melindungi keselamatan ibu dan bayi. persalinan.6. . bayi baru lahir dan masa nifas sehingga dapat menekan angka kematian Ibu dan Bayi. Diharapkan dengan adanya asuhan kebidanan dapat mendeteksi adanya komplikasi pada kehamilan. Pelaksanaan imunisasi pada bayi baru lahir yang bisa dilakukan sesuai dengan program di Puskesmas. maka aspek-aspek penting dari asuhan segera bayi baru lahir adalah: Menjaga agar bayi tetap kering dan hangat Usahakan adanya kontak antara kulit bayi dan kulit ibu sesegera mungkin 8.

Gobak ett all. Muchtar 1998. 2002. Jilid edisi 2. Sarwono. Saifudin. Prawihardjo 2001. EGC Jakarta. JNPK.B. Yayasan Bima pustaka..DAFTAR PUSTAKA Derek Lewllyn-Jones. Jakarta. Sinopsis Obstetri.2006. A. Rustam. sarwono prawihardjo. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6. 2005. Ilmu Kebidanan. Asuhan Persalinan Normal: Jakarta Manuaba 1998. EGC Jakarta. Kedokteran EGC. Keperawatan Maternitos. 2008. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. Kedokteran EGC. JNPKR-POGI: Jakarta .

Engkay S Chandra) Mengetahui.M. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. Ka.LEMBAR PERSETUJUAN Makalah komprehensif pada Ny. SKM.Kes) .ST) (Bd. E Di BPS Engkay S Chandra telah disetujui Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi. Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti.

Engkay S Chandra) Mengetahui.Prodi D III Kebidanan (Wiwin Winarti. SKM.ST) (Bd.LEMBAR PENGESAHAN Makalah komprehensif pada Ny. Ka.M. Maret 2011 Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan Praktek (Lilis Sumiati S. E Di BPS Engkay S Chandra telah disahkan Oleh Pembimbing Pendidikan Sukabumi.Kes) .

Rizar Riyanto. Oleh karena itu. penulis panjatkan kepada Allah SWT.M. Lilis Sumiati S. H.M. Penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga dapat terselesaikannya makalah komprehensif ini. MM selaku ketua yayasan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. Ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis sampaikan kepada: 1.Kes selaku direktur POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulullah dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah komprehensif pada Ny. SKM. E di BPS bidan Engkay S chandra Penulis menyadari bahwa selama penyusunan makalah komprehensif ini banyak mengalami kesulitan tetapi tidak lepas dari dukungan moral dan materil serta uluran tangan dari berbagai pihak.Kes selaku Ketua Prodi DIII Kebidanan POLTEKES YAPKESBI SUKABUMI. . atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Wiwin Winarti. 4. 2. Djumhana Cholil. SKM.ST selaku pembimbing makalah komprehensif yang telah memberi bimbingannya.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur. 3.

7. umumnya bagi semua pihak serta pengembangan ilmu pengetahuan. Sahabat. selaku pembimbing lapangan di BPS yang telah bersedia untuk membimbing selama praktek. Semoga Allah SWT membalas amal kebaikan semuanya. 8. Juni 2010 Penulis . Sukabumi. 6. selaku pasien yang telah bersedia untuk diberikan asuhan oleh penulis. Oleh karena itu dengan segala rasa hormat dan kerendahan hati. Ny. Khususnya bagi penulis. penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan dan pengembangan makalah komprehensif ini. serta materi. orang-orang terdekat serta seluruh teman-teman seperjuangan yang telah memberi motivasi sehingga makalah komprehenshif ini dapat terselesaikan. Ibu bidan Engkay S chandra. Keluarga penulis yang tidak pernah henti-hentinya memberikan support mental. E.5. Akhir kata semoga makalah komprehensif ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. spiritual. Penulis menyadari bahwa makalah komprehensif ini jauh dari kesempurnaan.

......................................... BAB II TINJAUAN TEORI A.................. .................................................................. Teori Kehamilan ......... Tujuan ........ ... ................ Memantau tumbuh kembang janin ....................................................... 1...... Tanda-tanda dari kehamilan ......... E...................................... 4....................... 2...................... 7........................................ Persiapan kehamilan ..................... .............. .............................. ... .. 6................................................ Sistematika Penulisan ..... Ruang Lingkup .................... LEMBAR PENGESAHAN ...... ................. .............................. KATA PENGANTAR................................................ Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan ......... 8....... ......................... ..........DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN ... D.... ........ ......................... Manfaat Penulisan ............................. Latar Belakang .... C........................................ .................................................. ............................ ....................................................................................... DAFTAR ISI .... ... ........ Tujuan ANC .......... BAB I PENDAHULUAN A.......... ................................................... 5......... B.......... F. i ii iii v 1 3 3 4 4 5 6 6 7 7 8 10 13 14 21 ................... Definisi...... .. ..................................................................... ............. ................ .................. 3. ............................................ ....................... ................. .......................................... Rumusan Masalah ............ ............................. .......... ...... ........... ............... .... Ante Natal Care ................... Proses kehamilan ........

.......... 12.... .................... Tanda-tanda persalinan .......... 1.. 11............ Laktasi............. Lima benang merah dalam asuhan persalinan dan kelahiran.............................................. 10... Asuhan kebidanan pada persalinan ....... .... 10......................... .......... 13................................................... .... ......... ......... 4. Menentukan usia kehamilan...... 4........... .. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan ....... Persiapan persalinan ...................................... Etiologi persalinan .................... ........................................................................................................... ........ C................................... Rencana Kala I ......... . ........................................ ................................................. 2............. 1..................................... ...................................... ....... 9........................... ............................................... ....................... 8................. 3............ .......................... Persalinan................... . ........... ..................9............................................... ....... Keluhan selama hamil............. Nifas ....... Asuhan persalinan normal.................. ............ 5........................................... 12... Psikologi nifas .............. 11......... ..... ............. ................................................ ....... Definisi.. 2...... Definisi nifas ................................................. Mekanisme persalinan ............ 22 22 27 27 34 34 34 35 38 42 44 45 47 48 49 52 57 68 70 70 71 74 74 ................... ........................ ............................ Tahapan persalinan ........ Bentuk-bentuk persalinan ................... Perubahan fisik selama hamil............... ......................... 6.... ..... ..... ............................... ............................................................ ........................................................ Fisiologi nifas ............. Partograf.. ............ B... Kebutuhan gizi ibu hamil ............. 7......... 3.............................. .

. Karakteristik bayi baru lahir ............................................................ DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 79 80 82 82 83 84 85 88 92 93 105 123 137 151 153 154 ..................................................................................... Asuhan kebidanan pada persalinan normal ......5............ B........ 6.............. ........................................................ 6... D............................ ......... Asuhan dan penanganan segera bayi baru lahir........... .......................... .................. ...................... Asuhan kebidanan pada ibu hamil normal ................. .............. Kesimpulan .. Program dan kebijakan tehnik masa nifas ............... .......................... 4.................... Kebutuhan ibu nifas ......... Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal.... . Penatalaksanaan nifas .............. 5.... ...................................... Asuhan kebidanan pada ibu nifas normal................ C...... ....... ............................ .................................................... 2...................... . Saran ...... 3.... ..... Bayi baru lahir................. D........ ....... Pemeriksaan fisik bayi baru lahir . .... ....... 7.......................................... Definisi. .... B.................................................................... BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A............ ............................... .............. ........................ BAB III TINJAUAN KASUS A... Tanda-tanda bahaya pada bayi ............. 1................... BAB IV PEMBAHASAN.................... ........ Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir . ...........

A UHAN KEB ANAN KOMPREHEN I PADA NY.E DI DESA BENDA KECAMATAN CICURUG Th G P A0 Asuhan Kebi anan Komprehensi Di j Sebagai Salah Sat Syarat Unt Menempuh Ujian Akhir Pada Program Studi D III Kebidanan Di usun Oleh : LISTA LI WALIANTRI NIM : 0 010 A080 PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN POLITEKNIK KESEHATAN YAPKESBI SUKABUMI SUKABUMI 011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful