Sejarah Reog ponorogo sebagai budaya bangsa

Posted by abdul Rohman Hasyim on October 22, 2009 in Wisata | 22 Comments reyogSebenarnya Indonesia kaya akan keaneragaman kebudayaan namun kurangnya perhatian oleh masyarakat kalangan atas vatau pemerintah, budaya yang ada di in idonesia sedikit demi sedsikit akan hilang karena akan tersingkir oleh budaya asing yang masuk keindonesia. Bangsa indonesia harus benara-benar memfilter terhadap kebudayaan yang masuk ke indonesia yaitu budaya asing yang menyalahi adeologi pancasila. Dengan cara menilai, mempertimbangkan, dan memutuskan layak atau tidaknya budaya tersebut masuk ke indonesia. Dari keanekaragaman kebudayaan di Indonesia, salah satunya yaitu Reog Ponorogo. Reog adalah salah satu budaya bangsa Indonesia yang masih eksis dan terus di kembangkan agar budaya tersebut bisa dilestarikan dan sebagai warisan yang tidaj ternilai bagi anak cucu. Ada satu kejadian yang akan mengecap bahwa reog adalah milik negara Malaysia, namun Indonesia tetap mempertahankannya.Dengan kejadian tersebut hendaklah kita sebagai pemuda penerus bangsa harus melestarikan reog ponorogo. apalagi bagi anda anggota kotareyog.com harus lebih siap sedia bila sewaktu-waktu kebudayaan kita di rebut bangsa lain. Karena budaya adalah kekayaan bangsa. reog ponorogonoleh pemkab ponorogo di lestarikan dengan mengadakan acara rutin tahunan yaitu Grebeg Suro, yang biasanya acara tyersebut di adakan pada malam satu suro. pemkab ponorogo menggelar acara ini dalam taraf atau tingkatan nasional dari daerah manapun di indonesia bisa ikut partisipasi di dalamnya. beberapa tujuan yang di capai adalah : 1. Hiburan untuk masyarakat 2. Melestarikan adat daerah dan budaya bangsa 3. Sebagai upaya pelestarian budaya bangsa pada para penerus bangsa.

Pertunjukan reog di Ponorogo tahun 1920. Selain reog, terdapat pula penari kuda kepang dan bujangganong. Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok [1], namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.

Dewi Songgolangit. Jatilan. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku. kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat. yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Populernya Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Kertabumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya. namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. . para penari dalam keadaan 'kerasukan' saat mementaskan tariannya [3] . raja hutan. Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri. and Sri Genthayu. dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. dan mengadu ilmu hitam antara keduanya. dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Dewi Ragil Kuning. yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok. pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. yang menjadi simbol untuk Kertabumi. dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan.Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong". Walaupun begitu. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo. namun jalan ceritanya memiliki alur baru dimana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewondono. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa. sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya [2]. dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya). sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom.

Untuk hajatan khitanan atau sunatan. yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam.Pementasan Seni Reog Reog Ponorogo Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan. baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Setelah tarian pembukaan selesai. . Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Pada reog tradisionil. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Adegan terakhir adalah singa barong. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. khitanan dan hari-hari besar Nasional. dengan muka dipoles warna merah. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. biasanya cerita pendekar. penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.

Tarian ini juga menggunakan topeng dadak merak.[7] Pada akhir November 2007.[5][6] dan diakui sebagai warisan masyarakat dari Batu Pahat. .[7] Ditemukan pula informasi bahwa dadak merak yang terlihat di situs resmi tersebut adalah buatan pengrajin Ponorogo. Malaysia. Hal ini memicu protes berbagai pihak di Indonesia. Kontroversi timbul karena pada topeng dadak merak di situs resmi tersebut terdapat tulisan "Malaysia".Kontroversi Foto tari Barongan di situs resmi Malaysia.[9] Pemerintah Indonesia menyatakan akan meneliti lebih lanjut hal tersebut. yang memicu kontroversi. dan dengan demikian diketahui oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. termasuk seniman Reog asal Ponorogo yang menyatakan bahwa hak cipta kesenian Reog telah dicatatkan dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004. karena dibawa oleh rakyat Jawa yang merantau ke negeri tersebut [10]. Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain menyatakan bahwa Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo sebagai budaya asli negara itu.[8] Ribuan seniman Reog sempat berdemonstrasi di depan Kedutaan Malaysia di Jakarta. Deskripsi dan foto tarian ini ditampilkan dalam situs resmi Kementrian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia. Reog yang disebut ³Barongan´ di Malaysia dapat dijumpai di Johor dan Selangor. Tarian sejenis Reog Ponorogo yang ditarikan di Malaysia dinamakan Tari Barongan[4]. Johor dan Selangor. yaitu topeng berkepala harimau yang di atasnya terdapat bulu-bulu merak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful