KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATERI POKOK BANGUN

RUANG SISI DATAR SISWA KELAS VIII SMP N 3 DEMPET TAHUN PELAJARAN 2006/2007

SKRIPSI
disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Matematika

Oleh Sutriyono 4101403590

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2007

PENGESAHAN
Skripsi dengan judul: Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) Terhadap Pemahaman Konsep Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Datar Siswa Kelas VIII SMP N 3 Dempet Tahun Pelajaran 2006/2007. Telah dipertahankan di depan sidang panitia ujian skripsi Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang pada: Hari Tanggal : Senin : 27 Agustus 2007 Panitia Ujian Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S, M.S NIP. 130781011 Pembimbing Utama

Drs. Supriyono, M.Si NIP. 130815345 Ketua Penguji

Drs. Moch. Chotim, M.S NIP. 130781008 Pembimbing Pendampng

Drs. Wardono, M.Si NIP. 131568905 Anggota Penguji

Drs. Sugiman M.Si NIP. 131813673

Moch. Chotim, M.S NIP. 130781008 Anggota Penguji

Drs. Sugiman M.Si NIP. 131813673

ii

PERNYATAAN

Dengan ini Saya menyatakan bahwa isi skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dirujuk dalam skripsi ini dan disebutkan dalam Daftar Pustaka.

Semarang, ……………

iii

iv . Az Zumar (39): 9) 2. Bapak dan Ibu yang selalu menyayangiku dan mendoakanku. maka apabila kamu telah selesai (urusan dunia). 4. (Q. dan hanya kepada Tuhan-mulah kamu berharap (Q. Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Orang-orang yang telah mengajariku baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO: 1. PERSEMBAHAN: Karya kecil ini saya persembahkan buat: 1.S Al-Insyirah:6-8). 3. Katakanlah: “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orangorang yang tidak mengetahui?”. bersungguh-sungguhlah (dalam beribadah). 2. Teman-teman seperjuangan pendidikan matematika ’03.. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”.S. Seluruh Keluarga besar dirumah yang telah memberikan sumbangan doanya. “….

Supriyono. H. Bapak Jafar Shodiq dan Bapak Khoeroni. Rektor Universitas Negeri Semarang 2. Siti Masrifatul Aminah Kepala SMP Negeri 3 Dempet Demak yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. Dra.. Ketua Jurusan Matematika. Dekan FMIPA UNNES yang telah memberikan ijin penelitian 3. v . oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Seluruh guru dan pegawai SMP Negeri 3 Dempet Demak yang telah bersedia bekerja sama dalam penelitian skripsi ini. dan Drs. Keberhasilan ini tentu saja tidak dapat terwujud tanpa bimbingan. FMIPA UNNES yang telah memberikan kemudahan dalam penyusunan Skripsi ini 4. M.Si.. Dr. Sudijono Sastroatmojo. 7.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum. M. M. M. M.. guru bidang studi matematika SMP Negeri 3 Dempet Demak atas waktu dan bimbingannya dalam membantu penulis melaksanakan penelitian.S. Drs. Kasmadi Imam S. yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. Wb.S. 5. dukungan dan bantuan berbagai pihak. 6.. Moch.Si. Drs. Wr. Prof. Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Sugiman.Si. Chotim.

8. Siswa-siswi SMP Negeri 3 Dempet Demak yang telah bersedia bekerja sama dalam penelitian skripsi ini. 9. Serta semua pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu per satu, baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah memberikan bantuan dan dukungan demi terselesaikannya Skripsi ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

Semarang,

2007

Penulis

vi

ABSTRAK

Sutriyono. 2007. Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) Terhadap Pemahaman Konsep Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Datar Siswa Kelas VIII SMP N 3 Dempet Tahun Pelajaran 2006/2007. Skripsi. Jurusan Matematika, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif STAD, Pemahaman Konsep Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh siswa sehingga mengakibatkan daya tarik siswa terhadap pelajaran matematika cukup rendah. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alternatif untuk mengembangkan pembelajaran, salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD. Dari hal tersebut muncul permasalahan lebih efektif mana antara pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD dengan pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar. Adapun Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan metode konvensional terhadap pemahaman konsep siswa pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar pada siswa kelas VIII semester genap SMP N 3 Dempet tahun Pelajaran 2006/2007. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Dempet tahun pelajaran 2006/2007. sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik random sampling, yaitu kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelas kontrol. Data awal dalam penelitian adalah nilai ulangan semester gasal. Dari data tersebut diperoleh kedua kelompok berasal dari keadaan yang sama. Setelah kelompok eksperimen diberikan pembelajaran STAD dan kelompok kontrol diberi pembelajaran konvensional, maka kedua kelompok diberikan tes pemahaman konsep pada materi pokok Bangun Ruang Sisi Datar. . Diperoleh rata-rata nilai kelompok kontrol adalah 66,76, dan rata-rata kelompok eksperimen adalah 72,57. Berdasarkan uji perbedaan rata-rata dengan uji pihak kanan diperoleh bahwa thitung sebesar 2,787 sedang ttabel sebesar 1,67. Jelas t hitung > t tabel . Jadi dapat disimpulkan bahwa rata-rata

pemahaman konsep kelompok ekperimen lebih baik daripada kelompok kontrol. Mengacu pada hasil penelitian tersebut dapat diajukan beberapa saran yaitu, untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif STAD diperlukan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan peserta didik dalam memahami konsep.

vii

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................................. PENGESAHAN ..................................................................................................... PERNYATAAN .................................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................................ KATA PENGANTAR .......................................................................................... ABSTRAK ............................................................................................................ i ii iii iv v vii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... viii DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah........................................................................ B. Rumusan Masalah ................................................................................ C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................................. D. Penegasan Istilah .................................................................................. E. Sistematika Skripsi ............................................................................... BAB II. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. LANDASAN TEORI ........................................................................... 1. Belajar dan Pembelajaran.................................................................. 2. Model Pembelajaran ........................................................................ 3. Pembelajaran Kooperatif .................................................................. 4. Pembelajaran Konvensional ............................................................. 5. Pembelajaran Kooperatif STAD ...................................................... 6. Matematika ........................................................................................ 10 10 15 17 22 23 30 1 5 6 6 8 x

viii

.... LAMPIRAN-LAMPIRAN 31 37 38 39 39 40 41 47 55 60 64 65 66 ix ...................................... Penentuan Objek Penelitian .................... BAB III......................................................................... D................ B........................................ Analisis Data ..... BAB IV................................... Simpulan ...................... F...... Pembahasan . B................................................................................................................................................. B........................ Metode Pengumpulan Data ................... HIPOTESIS ............. SIMPULAN DAN SARAN A............................................................ Saran .....................7...................................................... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A...................... KERANGKA BERFIKIR ................................................. Variabel ................ DAFTAR PUSTAKA ......... G..................................................... Hasil Penelitian ....................... Bangun Ruang Sisi Datar ........................................................... METODE PENELITIAN A....................... C........................................................................................................................................... Rancangan Eksperimen .............. BAB V.................. E.......................................................................

... Lampiran 14.....................................DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1...................................... Analisis Varians (Uji Kesamaan Keadaan Awal dari Populasi)..... 100 Lampiran 17........................................................................... Lampiran 15... 67 68 Lampiran 3........ 107 x ....... Data Hasil Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol. Lampiran 7.............. Silabus.......... Lampiran 6...................................................... Lampiran 2......................................................................... 101 Lampiran 18........................... Kisi-kisi Soal Instrumen.............. 105 Lampiran 21.............. 69 Lampiran 4.................................... Daftar Nilai Tes Akhir Kelas Eksperimen ... Uji Normalitas Data Nilai Ujian Akhir Semester Gasal Kelas VIII-C............................................. Soal Instrumen .......................................................... Lampiran 13.............. Kisi-kisi Soal Uji Coba ...... Uji Homogenitas Populasi................... Hasil Analisis Tes Soal Uji Coba......... Lampiran 16......... Perhitungan Daya Beda Soal Uji Coba ........................................ Daftar Nilai Tes Akhir Kelas Kontrol..................................... Perhitungan Validitas Butir Soal Uji Coba .... Perhitungan Taraf Kesukaran Soal Uji Coba ........... Lampiran 11..... 102 Lampiran 19.......... Soal Uji Coba .... Perhitungan Reliabilitas Soal Uji Coba... Kunci Jawaban Soal Uji Coba ........ Lampiran 10.............................. Uji Normalitas Data Nilai Ujian Akhir Semester Gasal Kelas VIII-B.................................. Tabel Transformasi Soal Tes ..................................... Uji Normalitas Data Nilai Ujian Akhir Semester Gasal Kelas VIII-A ................ Lampiran 12.................................................................................................. 70 71 72 74 76 78 86 87 89 92 93 98 Lampiran 5......... Lampiran 8.................. Data Nilai Ulangan Akhir Semester Gasal Kelas VIII ............................................................................................................................................................ Lampiran 9........................ 104 Lampiran 20................................................. Kunci Jawaban Soal Instrumen................................. 106 Lampiran 22...............................................................................

....................... 127 Lampiran 33................................................................................................. 110 Lampiran 26................. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen Pertemuan 4....... Uji Kesamaan Dua Varians Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ............................................................................................................................. 108 Lampiran 24................ Surat Penetapan Dosen Pembimbing .............. 112 Lampiran 28........... 122 Lampiran 32.................................... 145 Lampiran 37................................................... 155 xi ............................. 114 Lampiran 30.............................................................................. 111 Lampiran 27......................... Surat Keterangan .................................. Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Tes Akhir Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol .......................................................... 137 Lampiran 35.. Surat Ijin Penilitian ....... 154 Lampiran 40..................................... 113 Lampiran 29........................... 153 Lampiran 39...... 141 Lampiran 36...Lampiran 23............................... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen Pertemuan 2.... Daftar Nama Kelompok ................................ 109 Lampiran 25..................................... 132 Lampiran 34.. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen Pertemuan 1 ........... 149 Lampiran 38............ Data Kuis Kelas Ekperimen ......................... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol Pertemuan 1.............................. Daftar Peserta Tes Uji Coba..................................................... Uji Normalitas Data Tes Akhir Kelas Eksperimen .......................... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol Pertemuan 4........................................................... Uji Normalitas Data Tes Akhir Kelas Kontrol....... Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen Pertemuan 3........ Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol Pertemuan 2............................................. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol Pertemuan 3.......... 116 Lampiran 31......................................................................................................................................................................

Agar perubahan tersebut dapat tercapai dengan baik. keagamaan. kecerdasan. Adapun faktor untuk menghasilkan perubahan yang diharapkan yaitu bagaimana cara untuk mengefektifkan pemahaman konsep. keterampilan. maka diperlukan berbagai faktor.20 tahun 2003). Keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan terutama ditentukan oleh proses belajar mengajar yang dialami siswa. Siswa yang belajar akan mengalami perubahan baik dalam pengetahuan. karena pemahaman konsep merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan belajar mengajar yang ditandai dengan adanya perubahan seperti tersebut diatas. Pendidikan Nasional adalah uasaha secara sadar atau terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual. dan keterampilan yang diperlukan bagi dirinya. pengendalian diri. penalaran. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia bagi kehidupan dimasa yang akan datang. nilai dan sikap. masyarakat.BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan pendidikan dapat dicapai jika siswa melibatkan dirinya secara aktif dalam kegiatan belajar baik fisik. 1 . bangsa dan negara (Pasal 1 UU No. mental maupun emosional. kebiasaan. pemahaman. Melalui proses belajar diharapkan akan dicapai isi dari pendidikan tersebut.

serta kemampuan bekerjasama. berarti tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan.2 Dalam dunia pendidikan. Untuk mencapai pemahaman konsep yang baik diperlukan suasana belajar yang tepat. pemahaman konsep merupakan faktor yang sangat penting. agar siswa senantiasa meningkatkan aktivitas belajarnya dan bersemangat. Dengan demikian. karena pemahaman konsep yang dicapai siswa tidak dapat dipisahkan dengan masalah pembelajaran yang merupakan alat untuk mengukur sejauh mana penguasaan materi yang diajarkan. dan memanfaatkan informasi untuk . teori peluang dan matematika diskrit. aljabar. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. analitis. dan kreatif. analisis. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh. Proses pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. sistematis. Dengan efektifnya pemahaman konsep. mengelola. Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis. diharapkan pemahaman konsep siswa dapat berkembang. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. kritis.

Hal ini disebabkan karena kurang tahunya cara mempelajari matematika itu sendiri. Matematika sebagai ilmu dasar. Dalam mata pelajaran matematika. (Permendiknas nomor 22 tahun 2006). tidak pasti. Memahami konsep matematika pada umumnya perlu memahami konsep sebelumnya. Konsep lanjutan tidak mungkin dipahami sebelum memahami konsep sebelumnya dengan baik. Materi dan pola pikir matematika juga dipilih dan disesuaikan dengan proses perkembangan kemampuan peserta didik. . Mengingat obyek matematika itu abstrak. penerapan dan penggunaan matematika untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari. konsep-konsepnya saling berhubungan dan saling mendasar. Dengan pola pikir matematika yang deduktif dan konsisten itu diharapkan dapat meningkatkan ketajaman penalaran peserta didik yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. dewasa ini telah berkembang amat pesat baik materi ataupun kegunaanya. dan kompetitif. Melihat dari kenyataan-kenyataan yang ada.3 bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah. maka dalam pengajarannya matematika dimulai dari obyek yang konkret sehingga konsep matematika akan dipahami betul oleh peserta didik. Memahami konsep sebelumnya itu merupakan prasyarat untuk memahami konsep lanjutan. Dengan demikian setiap pengajaran matematika sekolah harus selalu mempertimbangkan perkembangan matematika. sampai saat ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sukar dipahami dan membosankan. Belajar matematika itu haruslah bertahap dan beruntun secara sistematis serta berdasarkan pada pengalaman belajar yang lalu.

akurat. Untuk mencapai tujuan tersebut peranan guru dalam memberikan materi pelajaran sangat besar. menjelaskan keterkaitan antar konsep atau algoritma secara luwes. Pada umumnya untuk mengejar pencapaian kurikulum para guru akan memilih jalan termudah. 2. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol. 3. Para siswa memang memiliki sejumlah pengetahuan. perhatian. sedangkan mereka sendiri tidak dibiasakan untuk mencoba menemukan sendiri . Menurut Permendiknas nomor 22 tahun 2006 mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. diagram. menyusun bukti. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah. dan tepat dalam pemecahan masalah.4 Matematika sekolah adalah matematika yang diajarkan ditingkat pendidikan dasar dan tingkat menengah. yaitu memiliki rasa ingin tahu. merancang model matematika. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. Memahami konsep matematika. dan minat dalam mempelajari matematika. tabel. efisien. atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. 4. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat. 5. namun pengetahuan itu diterima dari guru sebagai informasi. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. yakni menginformasikan fakta dan konsep melalui metode ekspositori. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

B. mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang susah untuk dimengerti. Selain itu juga tidak menutup kemungkinan terhadap pokok bahasan lain yang diajarkan pada mata pelajaran matematika. yaitu pada pokok bahasan geometri. orang tua dan bahkan oleh siswa itu sendiri. Hal tersebut dirasakan oleh guru. Jika hal ini berkembang terus-menerus maka akan mengakibatkan masalah bagi siswa dan guru. Terutama pada perolehan nilai yang rata-rata berada di bawah mata pelajaran lain. . Penggunaan model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu alternatif untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa. Indikasi yang paling mudah ditemukan adalah hasil belajar siswa yang cenderung kurang memuaskan. Sehubungan dengan hal tersebut perlu adanya suatu model pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam suatu permasalahan matematika. masalah dalam penelitian ini adalah ”Apakah model pembelajaran kooperatif STAD lebih efektif daripada metode pembelajaran konvensional”. Rendahnya hasil belajar siswa lebih terlihat khususnya pada pokok bahasan yang bersifat abstrak sehingga memerlukan visualisasi atau model pembelajaran khusus. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut. Dalam pandangan siswa sekolah dasar sampai sekolah menengah atas secara umum.5 pengetahuan tersebut sehingga pembelajaran menjadi tidak bermakna dan cepat terlupakan.

B.6 C. Bagi guru Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi atau masukan tentang model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep bagi siswa. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif STAD lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Penegasan Istilah 1. Bagi siswa Penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif agar berjalan lebih efektif. 2. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Keefektifan Keefektifan berasal dari kata dasar efektif. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. A. C. Bagi masyarakat umum Sebagai bahan bacaan yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang model pembelajaran kooperatif STAD. dapat membawa hasil. 2002: 219). Sedangkan keefektifan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keberhasilan dalam . D. dan berhasil guna (Poerwadarminta. Efektif berarti baik hasilnya.

mengambil giliran dan berbagi tugas. 2. Pembelajaran ini menekankan kerjasama dalam kelompok untuk mencapai tujuan yang sama. Selain itu sebelum pembelajaran kooperatif dilaksanakan. 2004: 4). Pembelajaran Konvensional Menurut KBBI. menerangkan materi dan contoh soal disertai tanya jawab (Amin Suyitno. kebanyakan menggunakan metode ekspositori. mendorong teman untuk bertanya. berani bertanya. Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar yang menempatkan siswa belajar dalam kelompok yang beranggotakan 4 . Metode ekspositori adalah cara penyampaian pelajaran dari seorang guru kepada peserta didik di dalam kelas dengan cara berbicara di awal pelajaran. .2002: 1).7 penggunaan model pembelajaran STAD.5 siswa dengan tingkat kemampuan atau jenis kelamin atau latar belakang yang berbeda. konvensional adalah menurut apa yang sudah menjadi kebiasaan. Jadi model pembelajaran konvensional adalah model pembelajaran tradisional yang biasa dilakukan oleh guru. Dikatakan efektif jika rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran STAD lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional. Keterampilan kooperatif tersebut antara lain menghargai pendapat orang lain. Pada pelajaran eksak seperti matematika. dan sebagainya (Pradnyo Wijayanti. sebaiknya siswa terlebih dahulu diperkenalkan keterampilan kooperatif yang akan digunakan dalam belajar kelompok. 3.

tujuan dan manfaat penelitian. Pemahaman Konsep a. ii. Sedangkan kata pemahaman mempunyai arti proses. 5. Pemahaman Kata Pemahaman berasal dari kata dasar paham yang artinya pandai dan mengerti benar tentang suatu hal (Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 1994:636). Konsep i. membahas tentang latar belakang masalah. Bab I : Pendahuluan. penegasan istilah dan sistematika skripsi. . Gambaran netral dari objek. Bangun Ruang Sisi Datar Bangun ruang sisi datar merupakan materi pokok untuk siswa SMP kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2006/2007 berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006. b. Sistematika Skripsi Adapun sistematika penelitian skripsi ini adalah sebagai berikut. E. Ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkrit. proses atau apapun yang ada diluar bahasa. pembuatan. yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain (Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 1994:636).8 4. cara memahami atau memahamkan (Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 1994:636). permasalahan.

dan prosedur penelitian. membahas teori-teori yang melandasi permasalahan skripsi serta penjelasan yang merupakan landasan teoritis yang diterapkan dalam penelitian ini. Bab V : Simpulan dan saran. berisi simpulan dari penelitian dan saran-saran yang diberikan peneliti berdasarkan simpulan. subyek yang diteliti. Bab III : Metode penelitian. .9 Bab II : Landasan teori dan hipotesis. Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan. yang didalamnya disajikan deskripsi data hasil penelitian serta pembahasan. yang berisi tentang lokasi penelitian.

dan kreativitas yang telah dicapainya. atau nilai dan perubahan kemampuannya yakni peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai jenis performance (kinerja).BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A. belajar pada dasarnya dapat dipandang sebagai suatu proses perubahan positif-kualitatif yang terjadi pada tingkah laku siswa sebagai subyek didik akibat adanya peningkatan pengetahuan. keterampilan. LANDASAN TEORI 1. minat. nilai. Perubahan tingkah laku tersebut harus dapat bertahan selama jangka waktu tertentu. apresiasi. Gagne (1977) mendefinisikan belajar sebagai suatu proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia seperti sikap. Masalah pengertian belajar ini. tetapi juga sekaligus pada proses normatif. minat. Tentu saja mereka mempunyai alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan demikian. Konsep belajar demikian menempatkan manusia yang belajar tidak hanya pada proses teknis. kemampuan berpikir logis dan kritis. Belajar dan Pembelajaran Belajar merupakan proses untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki manusia dan merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Hal ini amat penting agar 10 . kemampuan interaktif. sikap. para ahli psikologi dan pendidikan menengemukakan rumusan yang berlainan sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing.

baik fisik maupun psikologis. waktu yang tersedia. pengorganisasian kelas. sistem dan teknik evaluasi. materi pelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa perhatian adalah banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai suatu aktivitas yang dilakukan. media pembelajaran/alat peraga. peserta pelatihan) terjadi secara harmonis dan optimal. dan upaya guru untuk menangani kesulitan belajar siswa (Depdiknas. 2004:3 – 4). mahasiswa. Adapun faktor-faktor eksternal meliputi antara lain tujuan pembelajaran. minat. sikap. Perhatian Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu objek. Kondisi fisik dan psikologis ini biasanya sudah terjadi pada diri siswa sebelum ia masuk kelas. Faktor-faktor internal meliputi antara lain bakat. reinforcement (penguatan) yang digunakan guru. emosional. motivasi. Sementara itu.11 perkembangan kepribadian dan kemampuan belajar (siswa. 2. Kesiapan Belajar Faktor kesiapan. agar proses belajar berlangsung efektif. strategi dan metode pembelajaran. iklim sosial dalam kelas. dan latar belakang sosial ekonomi dan budaya. . merupakan kondisi awal suatu kegiatan belajar. pandangan dan sikap guru terhadap siswa. Belajar sebagai suatu aktivitas yang kompleks sangat membutuhkan perhatian dari siswa yang belajar. Prinsip-prinsip belajar meliputi: 1. semua faktor internal (dari dalam diri siswa) dan faktor eksternal (dari luar diri siswa) harus diperhatikan oleh setiap guru. kecerdasan (intelektual. dan spiritual).

Sedangkan motif adalah kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong orang tersebut melakukan kegiatan tententu untuk mencapai tujuan (disposisi internal). tatapi pada ketika lain motif tidak aktif artinya motivasi tidak timbul. Mengalami Sendiri Prinsip pengalaman ini sangat penting dalam belajar dan erat kaitannya dengan prinsip keaktivan. berfikir. Keaktifan Yang melakukan kegiatan belajar adalah siswa. Motif ini tidak selalu aktif pada diri seseorang. 6. Dengan . Pada suatu ketika motif itu aktif sehingga orang bersemangat melakukan suatu aktivitas.12 3. atau siswa bersemangat belajar. Prinsip ini telah dibuktikan oleh John Dewey dengan “Learning by doing”. Pengulangan Materi pelajaran ada yang mudah dan ada pula yang sukar. 5. sehingga siswa tidak terdorong untuk beraktivitas atau bersemangat untuk belajar. Siswa yang belajar dengan melakukan sendiri (tidak minta tolong orang lain) akan memberikan hasil belajar yang lebih cepat dalam pemahaman yang mendalam. Oleh karena itu siswa harus aktif tidak boleh pasif. 4. Motivasi Motivasi adalah motif yang sudah menjadi aktif saat orang melakukan suatu aktivitas. Untuk mempelajari materi sampai pada taraf insight siswa perlu membaca. mengingat dan yang tidak kalah penting adalah latihan.

dan pengulangan tanggapan tentang meteri makin segar dalam pikiran siswa. siswa mengetahui sejauh mana kemampuannya kelemahannya. 9. Curiosity ini timbul bila materi pelajaran yang dihadapannya bersifat menantang atau problematic. dilaksanakan. Dengan balikan. minat serta kemampuan belajar mereka tidak persis sama. 7. 8. Balikan dan penguatan Balikan (feed back) adalah masukan yang sangat penting baik bagi siswa maupun bagi guru. Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan subyek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain. sehingga makin mudah diproduksi.13 latihan berarti siswa mengulang-ulang materi yang dipelajari sehingga meteri tersebut makin mudah diingat. 2000:27.30). baik dilihat dari segi fisik maupun psikis. Masing-masing siswa dalam suatu hal. dan dievaluasi secara sistematis agar subyek didik/pembelajar . Materi pelajaran yang menantang Keberhasilan belajar sangat dipengaruuhi pula oleh rasa ingin tahu anak (curiosity) terhadap suatu persoalan. Perbedaan individual Siswa-siswa dalam suatu kelas yang dihadapi oleh guru tidaklah boleh disamakan kondisinya seperti benda mati. dimana letak kekuatan dan mempunyai karakteristik. (Darsono. Dengan adanya perbedaan ini tentu kemauan.

Pada tahap pelaksanaan pembelajaran ini. strategi dan metode pembelajaran. serta filosofi . Sebaliknya. bila pembelajaran dipandang sebagai suatu proses. Proses tersebut dimulai dari merencanakan program pengajaran tahunan. pengorganisasian kelas. media pembelajaran/alat peraga.14 dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. maka berarti pembelajaran terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisir antara lain tujuan pembelajaran. Setelah persiapan tersebut dilakukan secara matang. jika pembelajaran dipandang sebagai suatu sistem. maka pembelajaran merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar. dan alat-alat evaluasi (misalnya soal-soal tes formatif). Persiapan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan guru untuk membaca buku-buku atau media cetak lainnya yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disajikannya kepada para siswa dan mengecek jumlah dan keberfungsian alat peraga yang akan digunakan. dan penyusunan persiapan mengajar (lesson plan) berikut penyiapan perangkat kelengkapannya antara lain berupa alat peraga. guru melaksanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran dengan mengacu pada persiapan pembelajaran yang telah dibuatnya. materi pembelajaran. semester. dan tindak lanjut pembelajaran (misalnya layanan pembelajaran remedial bagi siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar). Dengan demikian. struktur dan situasi pembelajaran yang diwujudkan guru akan banyak dipengaruhi oleh pendekatan atau strategi dan metode-metode pembelajaran yang telah dipilih dan dirancang penerapannya. evaluasi pembelajaran.

pola penyajiannya secara ekspositori ataukah inkuiri. metode pembelajaran. ia akan menindaklanjuti pembelajaran yang telah dikelolanya. dan sikapnya terhadap siswa. Jadi semua itu akan menentukan misalnya. atau sebaliknya. Istilah model pembelajaran memiliki empat ciri khusus yang tidak dipunyai oleh strategi .15 kerja dan komitmen guru yang bersangkutan. Kegiatan tindak lanjut ini sangat penting agar setiap individu pembelajar dapat mencapai perkembangan yang harmonis dan optimal. atau discovery. atau bahkan menakutkan. dan prinsip pembelajaran. Situasi kelasnya apakah bersifat permisif ataukah demokratis. Setelah kegiatan pembelajaran tersebut di atas selesai dilaksanakan. Kegiatan pasca pembelajaran ini dapat berbentuk enrichment (pengayaan). Model Pembelajaran Istilah model pembelajaran dibedakan dari istilah strategi pembelajaran. dapat pula berupa pemberian layanan Remedial Teaching bagi anak-anak yang berkesulitan belajar. 2. persepsi. siswa-siswa merasa tercekam akibat sikap guru yang otoriter. Hal ini berkaitan erat dengan pembinaan kualitas SDM sejak dini. apakah struktur pembelajarannya bersifat deduktif ataukah induktif. dan kelasnyapun menjadi lebih “sehat” dan dinamis karena tertanganinya kesulitan-kesulitan belajar yang dialami oleh satu atau beberapa orang siswanya. Selain itu. maka apabila guru itu adalah guru yang baik. termasuk evaluasi formatif. juga perlu diperhatikan apakah situasi atau iklim pembelajarannya bersifat joyful ataukah menegangkan.

tujuan pembelajaran yang akan dicapai.16 atau metode tertentu. . yaitu rasional teoritik yang logis. Dua hal penting yang merupakan bagian dari tujuan pembelajaran matematika adalah pembentukan sifat. Model Pembelajaran Langsung Model ini dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuan prosedural (pengetahuan mengenai bagaimana orang melakukan sesuatu) dan pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang sesuatu) yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. a. Pembelajran ini berkaitan erat dengan ceramah dan resitasi. tetapi tetap harus menjamin terjadinya keterlibatan siswa. sehingga proses pembelajaran matematika lebih bermakna. Siswa harus dibiasakan untuk diberi kesempatan bertanya dan berpendapat. 2001:3) diantaranya adalah sebagai berikut. dan lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai (Mohammad Asikin. tingkahlaku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan secara berhasil. yaitu pola berpikir kritis dan kreatif. Beberapa model pembelajaran menurut Arends (dalam Mohammad Asikin. Pembelajaran langsung berpusat pada guru. Untuk itu perlu diperhatikan daya imajinasi dan rasa ingin tahu dari anak didik. Pembelajaran langsung memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang cukup rinci. 2001:3).

Pembelajaran kooperatif a. Selain itu penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan. memuatkan keterkaitan antar disiplin. Tujuannya untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan memecahkan masalah.17 b. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Ciri utama pembelajaran ini meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah. Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran ini merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. dan pengembangan keterampilan sosial. Diskusi Diskusi adalah suatu model pembelajaran yang memungkinkan berlangsungnya dialog antara guru dan siswa. Tujuan dari pembelajaran ini adalah hasil belajar akademik. sedang. dan rendah. penerimaan terhadap keragaman. dan menjadi pembelajar yang mandiri. d. 3. c. kerjasama. menghasilkan karya dan penghargaan. Pengertian Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar yang menempatkan siswa belajar dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 . belajar peranan orang dewasa yang autentik. penyelidikan autentik. Model ini memiliki ciri pokok yaitu siswa belajar dalam kelompok secara kooperatif yang dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi.

Pembelajaran kooperatif didefinisikan sebagai sekumpulan proses yang membantu siswa untuk berinteraksi dalam rangka mencapai tujuan tertentu atau membangun hasil karya yang diinginkan. sebaiknya siswa terlebih dahulu diperkenalkan keterampilan kooperatif yang akan digunakan dalam belajar kelompok. 1. .18 siswa dengan tingkat kemampuan atau jenis kelamin atau latar belakang yang berbeda. Selain itu sebelum pembelajaran kooperatif dilaksanakan. Keterampilan kooperatif tersebut antara lain menghargai pendapat orang lain. Untuk menuntaskan materi belajarnya. 2002:1). Jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras. suku. 3. b. merancang untuk memudahkan pencapaian tujuan lewat bekerjasama dalam kelompok. mengambil giliran dan berbagi tugas. Kerjasama adalah suatu bentuk interaksi. jenis kelamin yang berbeda pula. 2. Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut. berani bertanya. mendorong teman untuk bertanya. dan sebagainya (Pradnyo Wijayanti. Kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi. budaya. Kunci dari pembelajaran kooperatif adalah bekerjasama. siswa belajar kelompok secara kooperatif. Pembelajaran ini menekankan kerjasama dalam kelompok untuk mencapai tujuan yang sama. sedang dan rendah.

19 4. mau menjelaskan ide atau pendapat. dan sebagainya. Hasil belajar akademik Pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Banyak ahli yang berpendapat bahwa model kooperatif unggul dalam membantu siswa untuk memahami konsep-konsep yang sulit. agama. aktif bertanya. yaitu sebagai berikut. Penerimaan terhadap keragaman Model kooperatif bertujuan agar siswa dapat menerima temantemannya yang mempunyai berbagai macam latar belakang. dan tingkat sosial. . Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan. menghargai pendapat orang lain. Pengembangan keterampilan sosial Keterampilan sosial yang dimaksud dalam pembelajaran kooperatif antara lain yaitu berbagi tugas. Pembelajaran koperatif mempunyai tiga tujuan penting. Perbedaan tersebut antara perbedaan suku. memancing teman untuk bertanya. kemampuan akademik. Pada pembelajaran kooperatif terdapat enam langkah utama seperti digambarkan sebagai berikut. 1. 3. bekerja dalam kelompok. 2.

bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membentuk setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien. Menyajikan informasi Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan. Memberikan penghargaan Guru mencari cara-cara untuk menghargai hasil belajar individu maupun kelompok. 2. Evaluasi tugas. 6.20 Fase ke1. Indikator Menyampaikan tujuan Guru dan motivasi siswa Aktivitas/kegiatan guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan motivasi siswa belajar. Guru mengevaluasi hasi belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masingmasing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Mengorganisasi kedalam siswa Guru menjelaskan kepada siswa kelompok. Membimbing Guru membimbing kelompok-kelompok kelompok belajar dalam belajar pada saat mereka mengerjakan bekerja 5. kelompok belajar 4. . 3.

Menetapkan lingkungan yang baik dalam memberi contoh dan menerapkan kerjasama 9. Membangun variasi pemahaman diantara siswa dan guru 8. 1. Membangun kepercayaan diri siswa 11. Dapat menggunakan berbagai tekhnik penilaian d. menyiapkan LKS atau panduan belajar siswa. Membangun sistem pendukung sosial dalam diri siswa 7. memilih topik yang sesuai dengan model ini. Membiasakan supaya terampil dalam berpikir kritis 2.21 c. Meningkatkan hasil kelas 3. Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif memerlukan tugas perencanaan. pembentukan kelompok siswa. misalnya menentukan pendekatan yang tepat. Membangun komunitas belajar 10. Mengembangkan sikap positif dalam diri seorang guru 13. mengenalkan siswa kepada tugas dan perannya . Model menyesuaikan siswa dalam teknik problem solving 4. Menampilkan pembelajaran sesuai selera persoanal 5. Menambah ketertarikan 12. Keuntungan-keuntungan Pembelajaran Kooperatif Keuntungan meggunakan pembelajaran kooperatif antara lain adalah sebagai berikut. Memotivasi siswa dalam kurikulum tertentu 6.

tipe Jigsaw. Seperti telah dikemukakan di atas. Kemungkinan masih banyak salah interpretasi. tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition). . merencanakan waktu dan tempat duduk yang akan digunakan. Sedangkan kelemahan model pembelajaran konvensional antara lain: 1. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan tipe STAD karena pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan tipe pembelajaran koperatif yang paling sederhana dan paling mudah diterapkan. Pendekatan-pendekatan pada model kooperatif yaitu: tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions). dan tipe pendekatan struktural. 4. Pembelajaran Konvensional Pendidikan yang berorientasi pada guru adalah pendidikan yang konvensional dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru. salah satu tugas guru pada model ini adalah memilih pendekatan yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. 2. tipe investigasi kelompok. tipe TGT (Teams Games Tournament).22 dalam kelompok. Keberhasilan belajarnya sangat bergantung pada keterampilan dan kemampuan guru. tipe TAI (Teams Assisted Individualization). Keuntungan model pembelajaran konvensional adalah memudahkan untuk mengefisiensikan akomodasi dan sumber-sumber peralatan dan mempermudah penggunaan jadwal yang efektif.

dan merupakan pendekatan yang paling baik untuk guru yang mulai menerapkan model pembelajaran kooperatif dalam kelas. sehingga siswa terbatas dalam memilih topik yang disukai dan relevan dengan paket keterampilan yang dipelajari. kuis. selain itu. Pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri dari lima komponen utama. Pembelajaran cenderung bersikap memberi atau menyerahkan pengetahuan dan membatasi jangkauan siswa. yaitu: penyajian kelas. Tahap 1 : Guru memberikan informasi atau mendiskusikan bersama siswa dari materi pelajaran yang akan disampaikan Tahap 2 : Guru memberi latihan soal yang dikerjakan secara individu Tahap 3 : Guru bersama siswa membahas jawaban latihan soal dengan cara beberapa siswa disuruh mengerjakan di papan tulis. 4. belajar kelompok. Metode belajar aktual yang akan diterapkan mungkin tidak sesuai untuk mengajar keterampilan dan sikap yang diinginkan. 5. STAD merupakan suatu metode pembelajaran yang efektif dan selanjutnya berikut ini diuraikan bagaimana pelaksanaannya dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas. Kerangka Pembelajaran konvesional adalah sebagai berikut.23 3. . skor perkembangan. Pembelajaran kooperatif STAD STAD (Students Teams Achievement Divisions) merupakan salah satu metode atau pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang paling sederhana.

yaitu sebagai berikut. 3) Ulangi secara singkat keterampilan atau informasi yang merupakan syarat mutlak. . masalah kehidupan nyata. Penyajian tersebut mencakup pembukaan.24 dan penghargaan kelompok (Pradnyo Wijayanti. Pengajaran Tujuan utama dari pengajaran ini adalah guru menyajikan materi pelajaran sesuai dengan yang direncanakan. b. dan latihan terbimbing dari keseluruhan pelajaran. pengembangan. Selain itu STAD juga terdiri dari siklus kegiatan pengajaran yang teratur. 2002:2). Setiap awal pembelajaran kooperatif tipe STAD selalu dimulai dengan penyajian kelas. Pembukaan 1) Katakanlah pada siswa apa yang akan dipelajari dan mengapa hal itu penting. Pengembangan 1) Kembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. a. 2) Guru menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk “menemukan” konsep atau merangsang keinginan mereka pada pelajaran tersebut. Penekanan dalam penyajian materi pelajaran adalah sebagai berikut. Timbulkan rasa ingin tahu siswa dengan demonstrasi yang menimbulkan teka-teki. atau cara lain. 1.

4) Memberi penjelasan mengapa jawaban tersebut benar atau salah.25 2) Pembelajaran kooperatif menekankan bahwa belajar adalah memahami makna dan bukan hafalan. 5) Beralihlah pada konsep yang lain. . Belajar Kelompok Selama belajar kelompok. jika siswa telah memahami pokok masalahnya. 3) Mengontrol pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. c. Latihan Terbimbing 1) Menyuruh semua siswa mengerjakan soal atas pertanyaan yang diberikan. Sebaiknya siswa mengerjakan satu atau dua masalah (soal) dan langsung diberikan umpan balik. 3) Pemberian tugas kelas tidak boleh menyita waktu yang terlalu lama. 2. 2) Memanggil anak secara acak untuk mengerjakan atau menyelesaikan soal. Siswa diberi lembar jawaban yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok. Hal ini bertujuan agar semua siswa selalu siap mempersiapkan diri sebaik mungkin. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut.

guru perlu mengamati kegiatan pembelajaran secara seksama. Selain itu guru juga memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan pada saat kegiatan belajar kelompok berlansung. maka mereka lebih sering bertanya. 2) Berikan waktu kurang lebih 10 menit untuk memilih nama kelompok. Selanjutnya langkah-langkah guru sebagai berikut. bertiga. Guru juga perlu memberi bantuan dengan cara memperjelas perintah. 4) Serahkanlah pada siswa untuk bekerjasama dalam pasangan. 3) Bagikan lembar kegiatan siswa. Jika siswa mengerjakan pertanyaan dengan jawaban pendek. tergantung pada tujuan yang sedang dipelajari.26 Pada saat pertama kali menggunakan pembelajaran kooperatif. teman satu kelompok bertanggungjawab menjelaskannya. atau menjawab pertanyaan. dan kemudian antara teman saling bergantian memegang lembar kegiatan dan berusaha menjawab pertanyaan itu. Kelompok manapun yang tidak dapat menyepakati nama kelompok pada saat itu boleh memilih kemudian. masing-masing siswa harus mengerjakan soalnya sendirian dan kemudian dicocokkan dengan temanya. mereview konsep. atau satu kelompok utuh. Jika mengerjakan soal. . Jika salah satu tidak dapat mengerjakan suatu pertanyaan. 1) Mintalah anggota kelompok memindahkan meja/bangku mereka bersama-sama dan pindah ke meja kelompok.

3. Guru sebaiknya memuji kelompok yang anggotanya bekerja dengan baik. . Pastikan siswa mengerti bahwa lembar kegiatan tersebut untuk belajar tidak hanya untuk diisi dan diserahkan. mereka seharusnya menanyakan terlebih dahulu pada teman-teman sekelompok. Kuis Kuis dikerjakan siswa secara mandiri. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok. Nilai awal diambil dari nilai kinerja rata-rata siswa pada kuis serupa sebelumnya. sebelum bertanya kepada guru. Nilai perkembangan kelompok diperoleh dari nilai perkembangan individu tiap anggota kelompok. 6) Sementara siswa bekerja dalam kelompok guru berkeliling dalam kelas.27 5) Tekankan pada siswa bahwa mereka belum selesai belajar sampai mereka yakin teman-teman satu kelompok dapat mencapai nilai 100 pada kuis. Jadi. Ingatkan siswa jika mereka mempunyai pertanyaan. dan sebagainya. penting bagi siswa agar mempunyai lembar kegiatan untuk mengecek diri mereka dan teman sekelompok mereka pada saat mereka belajar. yang anggotanya duduk dalam kelompoknya untuk mendengarkan bagaimana anggota lain bekerja. Hasil kuis digunakan sebagai nilai pertimbangan individu dan disumbangkan dalam nilai perkembangan kelompok.

namun tidak seorang siswapun dapat melakukan seperti itu tanpa menunjukkan perbaikan atas kinerja masa lalu. Skor kuis Lebih dari 10 poin dibawah skor awal 10 poin sampai dengan dibawah skor awal Skor awal sampai dengan 10 poin diatas skor awal Lebih dari 10 poin dari skor awal nilai sempurna (tanpa memperhitungkan skor awal) Poin Perkembangan 0 10 20 30 30 Tiga tingkatan diberikan pada kelompok yang memperoleh nilai perkembangan yang dihitung dari nilai rata-rata poin perkembangan yang diperoleh dari anggota kelompok. yang dihitung dari kinerja . Setiap siswa diberikan skor dasar. Skor Perkembangan Setiap siswa dapat menyumbang poin maksimum kepada kelompoknya dalam sistem penskoran. 2005:36) didapat melalui kriteria berikut. Kriteria ketiga kelompok tersebut adalah sebagai berikut. Rata-rata poin perkembangan 15 – 19 20 – 24 25 – 30 Penghargaan team Good Team Great Team Super Team 4.28 Perhitungan skor perkembangan (mohamad Nur.

Kelebihan dalam penggunaan pendekatan pembelajaran ini adalah sebagai berikut.29 rata-rata siswa pada kuis serupa sebelumnya. Menerapkan bimbingan oleh tim. Menciptakan lingkungan yang menghargai nilai-nilai ilmiah. c. Menyuburkan hubungan antara pribadi yang positif diantara siswa yang biji-bijianal dari latar belakang yang berbeda. Kelemahan dalam penggunaan pendekatan pembelajaran ini adalah sebagai berikut. Penghargaan Kelompok Kegiatan ini dilakukan pada setiap akhir pertemuan kegiatan belajar mengajar. Guru memberikan penghargaan berupa pujian atau barang yang berbentuk makanan kecil kepada kelompok yang teraktif. b. d. dan termaju. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. a. 5. a. Mengembangkan serta menggunakan keterampilan berpikir kritis dan kerjasama kelompok. . terkompak. Kemudian siswa memperoleh poin untuk timnya didasarkan pada berapa banyak skor kuis mereka melampaui skor dasar mereka. Sejumlah siswa mungkin bingung karena belum terbiasa dengan perlakuan ini.

menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. 1. dalam pemecahan masalah. atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. akan tetapi dengan usaha yang sungguh-sungguh dan terus menerus akan dapat terampil menerapkan model pembelajaran ini. diagram. dan tepat. efisien. 3. merancang model matematika. Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau methema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern. Menurut Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tujuan dari mempelajari matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif. tabel. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah. menyusun bukti. 2. 4. 6. Memahami konsep matematika. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat. . menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.30 b. Guru pada permulaan akan membuat kesalahan-kesalahan dalam pengelolaan kelas. akurat. secara luwes. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol.

yaitu bidang ABCD.31 5.EFGH mempunyai: (ii) 1. Kubus a. BF. 2. ADHE.1 Kubus ABCD. CDHG. Rusuk yang terletak pada . GH. Bangun Ruang Sisi Datar A. yaitu memiliki rasa ingin tahu. dan DH. CD. Pengertian dan Bagian-bagian Kubus Kubus adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh enam sisi persegi yang kongruen. FG. Kubus disebut juga Heksaeder. CG. Dua belas rusuk yang sama panjang. CDHG. dan ABFE. dan minat dalam mempelajari matematika. Sedangkan bidang-bidang BCGF. perhatian. Bidang ABCD dinamakan bidang alas. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan. yaitu AB. dan ABFE dinamakan bidang/sisi tegak kubus. 7. serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Perhatikan kubus ABCD. BC. ADHE. BCGF. HE. (i) Gambar 2. dan bidang AFGH dinamakan bidang atas. Enam sisi/bidang yang berbentuk persegi-persegi yang kongruen.EFGH berikut. EFGH. DE. EF. AE.

GH. EF. GH. yaitu AC. AF. dan AD adalah rusuk alas. FB.3 di sampaing! Gambar 2. CF. Empat bidang diagonal. EG. Dua belas diagonal sisi. rusuk yang terletak pada bidang atas. 4. Perhatikan gambar 2. BE. BFHD. BC. CH. Empat diagonal ruang. BD. yaitu HB.3(ii) . dan dan HE adalah rusuk atas. sedemikian sehingga Gambar 2. rusuk EF. 3. b. yaitu bidang ACGE. DE. FG. maka: 1. Panjang Diagonal sisi dan Diagonal Ruang Kubus Pada kubus ABCD.EFGH diiris sepanjang rusuk AE. Jaring-jaring dan Luas Permukaan Kubus Jaring-jaring adalah bidang datar sebagai hasil bukaan atau rebahan sebuah benda bangun ruang. rusuk yang terletak pada bidang tegak. c.3(i) Kubus ABCD. kemudian dibuka dan direbahkan. dan EH. EC. dan DG.EFGH dengan panjang rusuk s cm. BF. DF. dan DH adalah rusuk tegak. BG. dan AG. Panjang diagonal ruang kubus = s 3 cm Pada kubus panjang semua diagonal bidang dan diagonal ruang sama. 5. BCHE. rusuk AE. dan ADGF. Rusuk AB. CG. AH. CG.32 bidang alas. Panjang diagonal bidang kubus = s 2 cm 2. FH. CD.

3 (iii) dinamakan jaring-jaring kubus.3(iii) apabila rangkaian tersebut dilipat sepanjang sisi-sisi persekutuannya dapat berbentuk sebuah kubus. volum ditentukan dengan rumus: V = s x s x s atau V = s3 Dengan V = volum kubus s = panjang rusuk kubus .3(iii)) yang merupakan jaring-jaring kubus ABCD. Luas permukaan kubus adalah luas seluruh permukaan (sisi/bidang) yang membatasi kubus. Terdapat bentuk lain rangkaian persegi (selain pada gambar 2. Pada kubus dengan panjang rusuk s. luas permukaannya ditentukan dengan rumus: L = 6s2 Dengan L = luas permukaan kubus s = panjang rusuk kubus d.EFGH di atas. Luas permukaan kubus dapat ditentukan dengan menghitung luas jaring-jaringnya. Suatu rangkaian persegi merupakan suatu jaring-jaring kubus Gambar 2.33 tidak ada satu bidang sisi yang saling menutup dan tidak ada satupun yang terlepas. Volum Kubus Pada kubus dengan panjang rusuk s. Enam rangkaian persegi pada gambar 2.

EFGH di atas mempunyai: 1) Enam sisi/bidang yang beentuk persegi panjang. HF. yaitu bidang ABCD. CG. EG. yaitu A. yaitu rusuk AB. ED. Gambar 2. Perhatikan balok ABCD. C. EF. D. AH. E. dan DH. HE. EFGH.EFGH berikut. . DF. B. BG. dan DG.4 Balok ABCD. HE. BC. BE. EC. panjang rusuk AD =BC = FG = HE. G. yaitu HB. 5) Empat diagonal ruang. Balok a. Panjang rusuk AB = CD = EF = GH. F. BCGF. BF. yaitu AC. ABFE. 3) Delapan titik sudut. BD. GH. Pengertian dan Bagian-bagian Balok Balok adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh enam persegi panjang yang sepasang-sepasang kongruen. dan H. 4) Dua belas diagonal sisi. CDHG. AE. AD. Balok disebut juga Parallel Epipedum siku-siku. AF. dan ADHE 2) Dua belas rusuk yang tidak semuanya sama panjang. CF.34 B. dan AG. FG. CD. panjang rusuk AE = BF = CG = DH. CH.

dan tinggi = t. panjang diagonal ruang dirumuskan dengan p2 + l2 + t 2 . BDHF. dan tinggi = t. panjang diagonal sisi-diagonal sisi pada balok tidak semuanya sama. ADGF. dan BCHE. lebar = l . lebar = l . 1) Panjang diagonal sisi AC = BD = EG = HF dirumuskan dengan p2 + l2 2) Panjang diagonal sisi AF = BE = CH = DG dirumuskan dengan p2 + t 2 3) Panjang diagonal sisi BG = CF = AH = DE dirumuskan dengan t 2 + l2 Sama halnya pada kubus.35 6) Empat bidang diagonal. semua diagonal ruang balok mempunyai panjang = p. Panjang Diagonal sisi dan Diagonal Ruang Balok Balok ABCD. yaitu bidang ACGE. Tidak seperti pada kubus. b.EFGH berikut mempunyai panjang = p.

EFGH Gambar 2. selain pada gambar 2.6(ii) disamping.36 c. lebar = l .EFGH.6 (ii) yang merupakan jaringjaring balok ABCD. Gambar 2. Rangkaian persegi panjang pada gambar 2. Jaring-jaring dan Luas Permukaan Balok Perhatikan gambar 2. Luas permukaan balok dapat ditentukan dengan menghitung luas jaring-jaringnya.6 berikut ini. luas permukaan balok tersebut dirumuskan dengan L = 2 (p l + pt + l t) Dengan: L = Luas permukaan balok p = panjang balok l = lebar balok. Luas permukaan balok adalah luas seluruh sisi/bidang yang membatasi balok. dan tinggi = t.6(ii) merupakan jaringjaring balok ABCD. Pada balok yang mempunya panjang = p.6 (i) Terdapat bentuk lain rangkaian persegi panjang. t = tinggi balok .

Volum Balok Pada balok dengan panjang = p. volum balok dirumuskan dengan V=px l xt B. mampu bekerjasama diantara siswa serta melatih keterampilan siswa sehingga hasil belajar dan kreativitas siswa meningkat. maka dalam proses pembelajaran diharapkan hasilnya juga memuaskan karena siswa telah menguasai konsep dan siswa dapat menggunakan daya nalarnya sehingga siswa mampu mengikuti pembelajaran tersebut. tidak hanya hasil belajar siswa yang meningkat tetapi juga kreativitas siswa karena melalui model pembelajaran koperatif STAD siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran. lebar = l . Untuk itu seorang guru harus mampu dan menguasai cara penyampaian materi pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif STAD. pemahaman konsep secara logika akan mengurangi kesalahan pengerjaan yang dilakukan. Disini siswa akan lebih mudah menangkap konsep. sehingga siswa dapat menggunakan daya nalarnya untuk memecahkan masalah yang ada. Dengan penerapan model pembelajaran tersebut. . dan tinggi = t. Kerangka Berfikir Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD pada pembelajaran matematika di SMP diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Apabila seorang guru dalam melakukan persiapan pembelajaran kooperatif sudah opatimal.37 d.

Hipotesis Berdasar hal tersebut maka hipotesis dalam penelitian ini adalah “Melalui model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions). Bangun Ruamg Sisi Datar Pembelajaran Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) Pemahaman Konsep Matematika Pembelajaran Konvensional Pemahaman Konsep Matematika Ada perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang dikenai model pembelajaran C. maka kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat digambarkan dengan diagram alir sebagai berikut.38 Berdasar latar belakang dan landasan teori. . maka rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran kooperatif STAD lebih baik dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional".

39 . Dua kelas tersebut dengan perincian satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan kelas lain sebagai kelompok terkontrol.BAB III METODE PENELITIAN A. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. VIII-B. 2. dan VIII-C. Kelas eksperimen adalah kelas yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD. yaitu secara acak dipilih sejumlah siswa yang diambil dari dua kelas sebagai sampel. sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional. Sampel Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Populasi Pengertian populasi menurut Suharsimi Arikunto (1998:115) adalah keseluruhan subjek penelitian. Adapun yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII semester 2 SMP N 3 Dempet yang terdiri dari tiga kelas yaitu kelas VIII-A. Variabel Variabel penelitian yang dimaksud disini adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Penentuan Objek Penelitian 1. B.

Group Experiment Group Control Group Treatment X Y test T T Keterangan: X : menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD Y : menggunakan pembelajaran konvensional T : Tes Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam penelitian dengan pola ini adalah sebagai berikut. B. a.40 A. Menggolongkan subjek menjadi dua kelompok. Variabel terikat Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep siswa kelas VIII semester 2 SMP Negeri 3 Dempet. . Variabel bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD dan pembelajaran konvensional pada pelajaran matematika. C. yaitu kelompok eksperimen yang dikenai perlakuan X dan kelompok kontrol yang dikenai perlakuan Y. Dengan pola sebagai berikut. Rancangan Eksperimen Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah randomize control-group only design. b. Memilih subjek secara random dari suatu populasi.

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah: a. b. jumlah siswa. d. e. Menggunakan uji statistik yang cocok untuk pola ini untuk menentukan apakah perbedaan tersebut signifikan yaitu cukup besar untuk menolak D. berupa daftar nama. kecuali pada satu hal yaitu kelompok eksperimen dikenai perlakuan X dan kelompok kontrol dikenai perlakuan Y untuk jangka waktu tertentu. Metode Dokumentasi Metode ini digunakan untuk mendapatkan data awal dari populasi penelitian. Metode Tes Metode tes adalah metode pengumpulan data yang bertujuan untuk mengetahui hasil dari suatu perlakuan. . Metode ini dipilih karena dianggap sebagai metode yang paling tepat dalam mencari pemecahan masalah yang terdapat dalam penelitian yang menjadi dasar penulisan skripsi ini. kemudian menghitung meannya untuk masing-masing kelompok. dan daftar nilai ulangan akhir semester satu siswa SMP yang akan digunakan untuk uji normalitas dan homogenitas populasi. dan reliabel. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian. akurat.41 c. Memberikan tes kepada kedua kelompok itu untuk mengukur variabel terikat. Mempertahankan semua kondisi untuk kedua kelompok agar tetap sama. karena dengan penggunaan atau pemilihan metode pengumpulan data yang tepat akan diperoleh data yang relevan.

Tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. Menentukan tipe soal Tipe soal yang digunakan adalah tipe soal pilihan ganda. pengetahuan. Tipe ini dipilih karena adanya beberapa kelebihan diantaranya adalah sebagai berikut. Materi yang diujikan dapat mencakup sebagian besar dari bahan pengajaran yang telah diberikan. 1989:49) . Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi yaitu tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang setelah mempelajari sesuatu. Jawaban untuk setiap pertanyaan sudah pasti benar atau salah sehingga penilaian bersifat objektif.42 Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar berupa tes tertulis. Instrumen Penelitian Instrumen adalah seperangkat alat tes yang digunakan untuk mengambil data dalam suatu penelitian. Jawaban siswa dapat dikoreksi (dinilai) dengan mudah dan cepat dengan menggunakan kunci jawaban. intelegensi. (Nana Sudjana. a. 1. Penyusunan perangkat tes Dalam penyusunan perangkat tes langkah-langkah yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. A.

. dan aplikasi (C3). pemahaman (C2). daya pembeda. maka skor hasil uji coba dianalisis. Menentukan jenjang soal Butir-butir tes yang terdapat dalam perangkat yang diujicobakan terdiri atas 3 jenjang yaitu ingatan (C1). Tiap-tiap butir soal pilihan ganda diperkirakan membutuhkan waktu 2 – 3 menit. c. untuk menentukan soal mana yang dapat digunakan sebagai alat pengumpul data. Kegunaan dari kisi-kisi ini adalah untuk menjaga agar item yang disusun tidak menyimpang dari bahan serta aspek kejiwaan atau tingkah laku yang tercakup dalam tes. maka alokasi waktu yang dibutuhkan 120 menit. dan reliabilitas soal. tingkat kesukaran. yaitu menghitung validitas butir.43 b. 2. d. Tahap pelaksanaan uji coba soal Ujicoba perangkat tes dilaksanakan di SMP Negeri 3 Dempet dan dikerjakan oleh siswa kelas 3 semester 2. Menentukan jumlah butir soal dan alokasi waktu Jumlah butir soal yang diujicobakan untuk soal tertulis adalah 50 butir. Membuat kisi-kisi soal tes uji coba Tabel spesifikasi atau kisi-kisi soal adalah tabel yang memuat tentang perincian materi dan tingkah laku atau aspek berfikir.

(∑ X )(∑ Y ) 2 − (∑ X ) 2 }{N∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } keterangan : N : Jumlah responden X : Skor per-butir Y : Skor Total rxy : Koefisien korelasi butir soal Jika rxy > rtabel maka soal tersebut valid (Arikunto. Suatu instrumen mempunyai reliabilitas . Menurut Arikunto (1998:160) suatu instrumen dikatakan valid jika mempunyai nilai validitas tinggi. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan/kesahihan suatu instrumen. sebagai berikut.44 a. Reliabilitas Reliabilitas berhubungan dengan tingkat kehandalan instrumen artinya sejauh mana sebuah instrumen dapat dipercaya sebagai pengumpul data. b. Validitas butir diperoleh dengan rumus korelasi product moment. rxy = {N∑ X N ∑ XY . begitu juga sebaliknya bila instrumen mempunyai validitas rendah berarti tingkat kevalidannya kurang. Suatu instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan. Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkattingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. 2002:72).

Jika r11 > rtabel maka soal tersebut reliabel (Arikunto. Bilangan yang menunjukkan sukar atau mudahnya suatu soal tersebut antara 0.00 sampai dengan 1.00. c. ⎛ k ⎞⎛ ∑ p. Indeks kesukaran ini menunjukkan tingkat kesukaran soal. sementara itu soal yang terlalu sukar akan menyebabkan siswa menjadi putus asa dan tidak mempunyai semangat untuk mencoba lagi karena mereka merasa hal tersebut diluar jangkauan kemampuan mereka (Arikunto. 1998:182).q adalah jumlah proporsi benar kali proporsi salah dan Vt adalah varians total. Soal yang terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha untuk memecahkannya.q ⎞ ⎟ r11 = ⎜ ⎟⎜1 − Vt ⎟ ⎝ k − 1 ⎠⎜ ⎝ ⎠ dengan ∑p. Rumus untuk mnghitung tingkat kesukaran soal adalah: . 2002:208). kemudian rxy dikorelasikan dengan persamaan berikut.45 yang tinggi apabila memberikan hasil yang relatif konstan pada penggunaan ulang bagi subjek berbeda. Reliabilitas instrumen diketahui dengan metode belah dua ganjil genap atau awal akhir. soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah juga tidak terlalu sukar. Tingkat kesukaran soal Ditinjau dari segi tingkat kesukaran. Selanjutnya dihitung dengan mengunakan rumus korelasi produk moment.

Soal dengan P = 0.Soal dengan P = 0.46 P= B JS Keterangan: P = tingkat kesukaran B = banyaknya jawaban yang sukar JS = banyaknya siswa siswa tes Klasifikasi indeks kesukaran soal adalah sebagai berikut. yang dinyatakan dengan rumus: D= BA BB − = PA − PB JA JB Keterangan: D = daya beda soal JA = banyaknya siswa kelompok atas JB = banyaknya siswa kelompok bawah .71 sampai 1.Soal dengan P = 0. . Daya pembeda soal Daya pembeda adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh (berkemampuan rendah).00 adalah soal mudah (Arikunto.70 adalah soal sedang . Soal dikatakan baik apabila daya pembeda soal semakin besar.31 sampai 0.00 sampai 0.30 adalah soal sukar . d. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indeks diskriminasi (D). 2002:210).

Jadi semua butir soal yang mempunyai nilai D negatif sebaiknya dibuang saja.40 maka daya bedanya cukup 0.47 BA = banyaknya siswa yang menjawab benar BB = banyaknya siswa yang menjawab salah PA = proporsi jawaban benar dari kelompok atas PB = proporsi jawaban benar dari kelompok bawah (Arikunto. Analisis Data Tahap Awal a.21 < D < 0. 2002: 214).41 < D < 0. Analisis data Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis dari penelitian.20 maka daya bedanya jelek 0. 1. Kalsifikasi D: 0. Uji ini menggunakan rumus Chikuadrat sebagai berikut. Analisis data dalam penelitian ini dibagi dalam 2 tahap. .00 < D < 0. 2002:218).70 maka daya bedanya baik 0. yaitu analisis data tahap awal dan analisis data tahap akhir.00 maka daya bedanya baik sekali Apabila nilai D negatif semuanya maka tidak baik. yang merupakan tahap analisis data untuk menguji hipotesis penelitian. Uji normalitas Uji ini berfungsi untuk mengetahui apakah data keadaan awal populasi berdistribusi normal atau tidak. (Arikunto. dan dari hasil analisis ditarik suatu simpulan.71 < D < 1. E.

Mengelompokkan data dari hasil ulangan akhir semester dalam bentuk data interval yaitu dengan cara: 1) Menentukan rentang yaitu selisih data terbesar dengan data terkecil. banyaknya kelas 4) Memilih ujung bawah kelas interval pertama yang dapat ditentukan dengan data terkecil atau nilai data yang lebih kecil . (Sudjana. 1996: 47). jika χ2hitung ≤ χ2tabel dengan dk = k – 1. maka data berdistribusi normal (Sudjana. Dalam melakukan uji Chi-kuadrat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut. 3) Menentukan panjang kelas interval (p) p= rentang (Sudjana. a. 2) Menentukan banyaknya kelas interval dengan aturan sturges.48 χ2 = ∑ i =1 k (Oi − E i ) 2 Ei Keterangan: χ2 = harga Chi-kuadrat Oi = frekuensi observasi Ei = frekuensi harapan k = banyaknya kelas interval Kriteria pengujian. dengan n adalah banyaknya data. Yaitu banyaknya kelas = 1 + 3. 1996: 47). 1996:273).3 log n.

x= − ∑x n i (Sudjana.1996: 67). Menentukan simpangan baku dari data interval dengan persamaan berikut.49 dari niai data terkecil. 1996:138) − . b. d. Menentukan angka-angka standar dengan persamaan berikut. Menentukan batas-batas interval e. 1996:93). − ⎛ ⎞ ⎜ xi − x ⎟ ∑⎝ ⎠ s2 = n −1 2 keterangan: s = s2 s2 = varians s = simpangan baku (Sudjana. Menentukan rata-rata dari interval dengan rumus berikut. c. tetapi selisihnya harus kurang dari panjang kelas. x−x z= s − keterangan: x = nilai batas interval x = nilai rata-rata s = simpangan baku (Sudjana.

1998:278). 1996:261). Untuk menguji kesamaan varians dari k buah kelas (k≥2) populasi. − ⎛ ⎞ ∑ ⎜ xi − x ⎟ ⎠ s i2 = ⎝ n −1 2 2. digunakan uji Bartlet (Sudjana. Menentukan luas daerah yaitu selisih antar peluangnya. i. 1. Menentukan peluang untuk z yaitu dengan melihat nilai z dan mengkonsultasikan pada daftar normal standart. Dalam penelitian ini uji homogenitas menggunakan nilai ulangan akhir semester 1 mata pelajaran matematika. b. Jumlah kelas yang akan diuji ada tiga kelas. Menentukan frekuensi harapan yang merupakan hasil kali antara luas daerah dengan jumlah siswa. h. Menentukan nilai chi-kuadrat dan mengkonsultasikan harga chikuadrat hitung dengan harga Chi-kuadrat tabel. Setelah data homogen baru dapat diambil sampel dengan teknik random sampling. Langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai berikut. g. Uji homogenitas populasi Uji ini untuk mengetahui seragam tidaknya varians samplesampel yang diambil dari populasi yang sama (Arikunto. Menghitung s2 dari masing-masing kelas. Menghitung semua varians gabungan dari semua kelas dengan rumus: s2 = ∑ (n − 1)s ∑ (n − 1) i i 2 i .50 f.

Menghitung Σ kuadrat didalam kelompok Σxdk2 = Σxt2 – Σxak2 4.. Uji kesamaan rata-rata Untuk menguji kesamaan rata-rata populasi digunakan uji F dengan langkah-langkah sebagai berikut.. Menghitung harga satuan B dengan rumus: B = log s 2 ( )∑ (n − 1) i 4.. Menghitung nilai statistik chi-kuadrat dengan rumus: χ 2 = (ln 10 ){B − ∑ (n i − 1)log s i2 } Kritera pengujian. Menghitung Σ kuadrat antar kelompok ∑X 2 ak = (∑ X 1 ) 2 n1 + (∑ X 2 ) 2 n2 + . jika χ2hitung ≤ χ2tabel dengan taraf signifikan dan dk = k – 1.. + nn – 1 dkt = N – 1 Tabel Rangkuman Anava .. Menghitung Σ kuadrat keseluruhan Σxt2 = Σx2 – (Σx)2 / N 2.. − (∑ X ) 2 n 3. Menentukan derajat kebebasan masing-masing dkdk = G – 1 dk = n1 – 1 + n2 – 1 + …..51 3. 1. c.. 1996:263). maka sampel dalam keadaan homogen (Sudjana.

Langkah-langkah pengujian hipotesisnya adalah sebagai berikut. Setelah semua perlakuan berakhir kemudian dari masing-masing kelompok diberi tes. 2. Perlakuan yang diberikan adalah kelompok eksperimen dalam proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD. selanjutnya dilakukan eksperimen/perlakuan. Analisis Data Tahap Akhir Jika telah diketahui bahwa kedua kelompok sampel memiliki kemampuan awal yang sama.52 Sumber varians Antar kelompok (ak) Dalam kelompok (dk) Total JK ∑xak 2 dk G–1 RJK F ∑X ∑ G −1 2 dk 2 dk ∑xdk2 ∑xt2 ∑nt – 1 N–1 ∑X ∑ n −1 ∑ n t G −1 2 ∑ X dk i ∑X 2 ak −1 Kriteria: Jika Fhit ≥ Ftabel dengan dk (G – 1) (Σnt – 1). . sedangkan kelompok kontrol dalam proses pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional. maka berarti ada perbedaan yang signifikan. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran kemudian dianalisis untuk mengetahui apakah hasilnya sesuai dengan hipotesis yang diharapkan.

53 a. c. 1996:250). (Sudjana. Uji Perbedaan Dua Rata-rata Uji beda dua rata-rata digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata kedua kelompok setelah diberi perlakuan. . Uji Kesamaan Dua Varians Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelas mempunyai varians data tes awal atau tidak. Kriteria pengujiannya adalah: Jika Fhitung > Ftabel berarti varians kedua sampel berbeda. Jika Fhitung < Ftabel berarti varians kedua sampel sama. Uji normalitas yang digunakan adalah uji Chi-kuadrat. Perhitungan uji ini menggunakan rumus: F= Varians terbesar varians terkecil Peluang untuk distribusi F adalah ½α (α adalah taraf signifikansi. b. Langkah-langkah yang digunakan untuk uji ini sama dengan langkah-langkah pada saat menguji normalitas data pada analisis tahap awal. Uji Nomalitas Data Uji ini berfungsi untuk mengetahui apakah data hasil tes akhir terdistribusi normal atau tidak. dalam hal ini 5%) dan derajat kebebasan untuk pembilang ni-1 serta derajat kebebasan untuk penyebut n2-1.

s22 = varians kelompok kontrol. n2 = jumlah siswa kelompok kontrol. 4) Uji t x1 − x 2 dengan s = 1 1 s + n1 n 2 2 (n1 − 1) s12 + (n2 − 1) s2 n1 + n2 − 2 t= Keterangan: s2 = varians kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.54 1) Hipotesis yang diajukan Ho : μ1 ≤ μ 2 H1 : μ1 > μ 2 2) Kriteria penerimaan Ho Terima Ho jika t < t 1-α 3) Derajat kebebasan untuk tabel distribusi t adalah (n1 + n2 -2) dengan peluang (1-α). x2 = rata-rata kelompok kontrol. x1 = rata-rata kelompok eksperimen. α = 5% taraf signifikan. s12 = varians kelompok eksperimen. n1 = jumlah siswa kelompok eksperimen. .

6. Hasil perhitungan validitas masing-masing item disajikan secara lengkap pada lampiran 14. . 47.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Selanjutnya hasil uji coba (Lampiran 9) dianalisis agar dapat diketahui validitas. dan taraf kesukaran masing-masing item tes serta reliabilitas tesnya. Validitas Item Hasil perhitungan validitas item yang berupa harga rxy tiap-tiap item dikonsultasikan dengan rtabel. Hasil Penelitian 1. 11. 34. 38. 42. a. Banyaknya soal yang mempunyai daya pembeda 55 . dengan demikian itemitem tersebut tidak valid dan tidak dapat digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini yang berupa tes penguasaan. Item-item yang mempunyai harga rxy < 0. Tabel r product moment dengan n = 50 dengan α = 5 % menunjukkan rtabel = 0. 8. 45. yang menunjukkan adanya variasi daya pembeda soal dengan pengklasifikasiannya. 40. 13.244 adalah item-item dengan nomor 1. 3. 33. daya pembeda. 32. dan 49. 10. Banyaknya soal tes penguasaan matematika materi pokok Bangun Ruang Sisi Datar dalam hal ini dibatasi Kubus dan Balok yang diuji cobakan ada 50 soal dengan alokasi waktu 120 menit. b. Hasil Pengujian Instrumen Penelitian Untuk mendapatkan instrumen penelitian yang baik terlebih dahulu dilakukan uji coba. 29. 35. 36. 9. Daya Pembeda Soal Hasil perhitungan daya pembeda soal-soal dapat dilihat pada lampiran 17. 28.244.

dan 43. 13. 9. 26. maka perangkat tes dikatakan reliabel. Banyaknya soal yang termasuk kategori mudah ada 15 soal yaitu soal-soal dengan nomor 1.7979. sedang. 15. dan reliabilitas. dengan K – R20 = 0. 32. 7. Reliabilitas Soal Hasil perhitungan reliabilitas tes uji coba yang terdiri dari 50 soal. 16. 46. 35. 15. 36. 39. 49. 19. Dari analisis hasil uji coba tes penguasaan yang berupa validitas. 24. Taraf Kesukaran Soal Hasil perhitungan taraf ksukaran soal yang disajikan secara lengkap pada lampiran 18 menunjukkan variasi taraf ksukaran soal tes yang dibedakan kedalam tiga kategori yaitu sukar. 22. 31. 14. 37. 26. 19. 44. 48. 29. 30. 21. 41. 9. 12. 12. maka dapat ditentukan . dan 35. dan 50. Banyaknya soal yang termasuk kategori sukar ada 13 soal yaitu soal-soal dengan nomor 18. 14. 42. 10. 11. 8. 3. 3. 33. 38. 6. 44. 37. 30. 33. 17. 43. dan 50. 46. 36. 40. 47. 25. 18. 34. 4. 45. 21. 10.244. 41. 31. 28. 8. 17. d. c. 5. 23. Banyaknya soal yang termasuk kategori sedang ada 22 soal yaitu soal-soal dengan nomor 2. 20. taraf kesukaran. 28. dan 49. 7. 5. 13. banyaknya soal yang mempunyai daya pembeda cukup ada 17 yaitu soal-soal dengan nomor 2. 32. dan mudah. banyaknya soal yang mempunyai daya pembeda baik ada 6 yaitu soal-soal dengan nomor 16. disajikan pada lampiran 16. 24. 4. 25. 27. 48. karena r11 > rtabel. 39. 40. 22. 11.56 jelek ada 23 yaitu soal-soal dengan nomor 1. 24. dan 47. 6. sedangkan dari tabel r produck moment dengan n = 50 dan α = 5% diperoleh rtabel = 0. 27. 38. daya pembeda. 20.

57 item-item yang akan digunakan dalam tes penguasaan sebagai instrumen penelitian ini. namun peneliti hanya menggunakan 20 soal sebagai tes.7806. 41.6575 VIII-C 37 68. Untuk taraf signifikan α = 5% semua kelas berdistribusi normal karena χ2hitung < χ2tabel. kelas VIII-B = 0. yaitu item-item dengan nomor 4.1. 7. ada 22 item yang dapat digunakan. Seperti yang disajikan dalam lampiran 19.39 7. 25.1 Hasil Uji Normalitas Ulangan Akhir Semester Gasal Kelas Perhitungan VIII-A n x s2 s χ2tabel χ2hitung _ VIII-B 37 67. 2. dan 50.08 37. Hasil Analisis Data 2.1877 6. Analisis Data Tahap Awal a. 31. 18.07 7. 23. .65 40.1986 Hasil perhitungan analisis pada lampiran 1 sampai dengan lampiran 4 dapat diringkas menjadi tabel di atas. 19. 37. 43. 16. 44.81 0. 21.1986.35 36. χ2hitung kelas VIII-A = 2.81 4. 39. 5. 26.7898 6.10 7.81 2.7806 37 68. 48.8453 6. dan kelas VIII-C = 4.6575. 24. 22. Hasil Uji Normalitas Ulangan Akhir Semester Gasal Tabel 4.

Hasil Uji Homogenitas Populasi Nilai Ulangan Akhir Semester Gasal Dari perhitungan uji homogenitas pada lampiran 5 diperoleh χ2hitung = 0.1215 dan untuk α = 5%. Nilai ini lebih kecil dari nilai χ2tabel sebesar 5. karena Fhitung < F(0. Sedangkan ringkasannya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. 2.05)(2:108) dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata pada tiga kelas populasi. maka populasi dinyatakan homogen.08. dk pembilang = 2.58 b. c.9521 7. Analisis Data Tahap Akhir a. karena χ2hitung < χ2tabel. Hasil Uji Kesamaan Rata-rata Nilai Ulangan Akhir Semester Gasal Pengujian selanjutnya adalah uji kesamaan keadaan awal dari populasi. Hasil Uji Normalitas Data Tes Akhir Ringkasan lengkap hasil uji normalitas tes akhir dapat dilihat pada lampiran 23 – 24.2. Sesuai dengan perhitungan yang dapat dilihat pada lampiran 6 diperoleh Fhitung sebesar 0.3265 3 Kontrol 5.115.05)(2:108) = 3.2 Uji Normalitas Hasil Tes Akhir Kelas Eksperimen χ2 hitung 4.81 Normal dk χ2 tabel Kriteria Normal .99. dan dk penyebut 108 diperoleh F(0.

Tabel 4. b. karena Fhitung < Ftabel.86 Berdasarkan hasil analisis yang selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 25 diperoleh nilai Fhitung sebesar 1. c.59 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai χ2 hitung dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masih dibawah χ2 tabel sehingga keduanya berdistribusi normal. .3 Uji Kesamaan Dua Varians Data Tes Akhir Kelas S2 dk 36 1.121 1.02 36 varians yang sama Fhitung Ftabel Kriteria Kedua kelas mempunyai Eksperimen 75.94. maka kedua kelas mempunyai varians yang sama.121 masih dibawah nilai Ftabel sebesar 1.94 Kontrol 85. oleh karena itu analisis datanya selanjutnya menggunakan statistik parametrik. Hasil Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Tes Akhir Hasil uji perbedaan dua rata-rata data tes akhir dapat dilihat pada ringkasan tabel berikut. Sedangkan untuk rinciannya dapat dilihat pada lampiran 26. Hasil Uji Kesamaan Dua Varians Data Tes Akhir Ringkasan hasil analisis uji kesamaan dua varians data tes akhir dapat dilihat pada tabel berikut.

76 dengan simpangan baku 85. dari sampel sebanyak 37 siswa. Ini berarti bahwa kedua kelas memiliki perbedaan rata-rata yang signifikan secara statistik.57 dengan simpangan baku 75.60 Tabel 4.4 Uji Perbedaan Dua Rata-rata Data Tes Akhir Kelas Ratarata Eksperimen 72. Pembahasan Penguasaan konsep matematika pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar oleh siswa kelas VIII semester genap SMP N 3 Dempet tahun pelajaran 2006/2007 ditunjukkan dengan besarnya skor yang dicapai oleh siswa kelas eksperimen pada tes akhir.57 Kontrol 66.67 Kedua kelas mempunyai rata-rata berbeda yang relatif dk thitung ttabel Kriteria Berdasarkan hasil analisis terlihat bahwa thitung > ttabel. rata-rata skor yang diperoleh adalah 72.02. Analisis data selanjutnya menunjukkan bahwa penguasaan konsep matematika pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar oleh siswa kelas VIII semester genap SMP N 3 Dempet tahun pelajaran 2006/2007 yang diajarkan dengan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) .787 1. sedangkan rata-rata skor yang dicapai oleh siswa kelas kontrol pada tes akhir adalah 66. Kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata yang lebih besar. B.76 36 36 2.86.

Melalui diskusi akan terjalin komunikasi dan interaksi dengan siswa. Hal ini merupakan indikasi dari cukup optimalnya siswa belajar untuk penguasaan materi yang baik. Metode kooperatif dapat digunakan dalam kelas berjenjang. sehingga dapat meningkatkan daya nalar dan memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. Pada pembelajaran kooperatif guru berperan sebagai fasilitator dan siswa memperoleh kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran seperti bertanya atas inisiatif sendiri maupun menjawab pertanyaan guru dan berdiskusi. Hasil belajar kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar lebih baik karena siswa lebih mudah memahami dan menentukan konsep-konsep yang sulit yaitu dengan mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya. namun demikian pembelajaran kooperatif mempunyai kelemahan-kelemahan yaitu tidak . Pembelajaran kooperatif lebih baik karena pencapaian tujuan struktur kooperatif dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan seseorang ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya. saling berbagi ide atau pendapat serta memberi kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya. dalam hal ini ditempuh dengan cara pemberian metode mengajar yang berbeda yaitu dengan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions). selain itu akan terjalin komunikasi elaborasi kognitif yang baik.61 memberikan hasil dan prestasi yang lebih baik dibandingkan dengan kelas yang diajarkan dengan metode konvensional.

Proses belajar mengajar matematika pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar dengan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement . Penguasaan konsep matematika pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar yang diajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD cukup memenuhi kriteria hasil yang diinginkan. Adanya daya dukung faktor-faktor internal siswa dalam proses dan hasil belajar siswa. hal tersebut dapat disebabkan beberapa kemungkinan sebagai berikut. program. Adanya daya dukung ini disebabkan oleh kondisi fisiologi siswa atau psikologi siswa yang cukup menguntungkan. sarana dan fasilitas. 2. 1. serta tenaga pengajar. Dalam pembelajaran kooperatif STAD siswa yang berkemampuan rendah cenderung merasa rendah diri.62 semua mata pelajaran cocok diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian lagi yang dapat mengungkap sejauh mana pengaruh faktor intern siswa terhadap penguasaan konsep pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar oleh siswa. 3. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan atau faktor-faktor instrumental yang mencakup kurikulum. Dalam pelaksanaannya siswa yang aktif hanya siswa tertentu saja dan belum menyeluruh. sehingga kesan pembelajaran searah masih terlihat dan siswa belum terbiasa dengan kondisi kelas pada saat proses pembelajaran. Adanya daya dukung faktor-faktor eksternal siswa dalam proses dan hasil belajar siswa.

mengingat adanya perbedaan antara individu yang satu dengan yang lain. seorang guru matematika juga harus dapat memberikan pelajaran dan perhatian individual kepada siswanya. metode dan media yang baik. yaitu guru dapat lebih memotivasi siswa untuk mengungkapkan pendapatnya dengan cara berdiskusi dan bekerjasama dengan kelompoknya dengan mengerjakan soal-soal latihan serta terjalinnya komunikasi yang baik antara siswa dan siswa ataupun guru dan siswa. Dengan adanya berbagai permasalahan dan kelemahan tersebut perlu adanya perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. Seorang guru mempunyai peranan ganda dalam proses belajar mengajar. yaitu sebagai pengajar dan pendidik bagi siswanya selain terampil memilih dan menggunakan strategi. . Belajar Bangun Ruang Sisi Datar membutuhkan aktivitas berfikir yang tinggi sehingga keterlibatan siswa secara fisik.63 Divisions) cukup baik. mental dan emosional didalam proses belajar mengajar merupakan kondisi yang menunjang bagi pencapaian penguasaan materi.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Penggunaan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) lebih efektif daripada menggunakan metode pembelajaran konvensional. Ada perbedaan hasil belajar siswa pada materi Bangun Ruang Sisi Datar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran koopeatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional.76). Simpulan Berdasarkan hasil analisis dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Hasil proses pembelajaran antara pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional memiliki varians yang sama. 2. 4. 1. 64 .86) daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional (rata-rata = 66. Rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) lebih besar nilainya (rata-rata = 75. 3.

pembaca. sehingga model pembelajaran baru tersebut dapat berkembang di tanah air tercinta ini. Bagi semua pihak yang berkompeten diharapkan untuk mengembangkan penelitian ini. dan dunia pendidikan pada umumnya. Oleh karena itu. Dengan saran tersebut di atas diharapkan semoga dapat bermanfaat bagi peneliti. penulis memberikan beberapa saran sebagai berikut. didik dalam . Saran Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sedikit sumbangan pemikiran bagi praktisi pendidikan. khususnya pada mata pelajaran matematika agar diperoleh hasil yang lebih baik.65 B. Guru dapat memvariasikan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) dengan metode lainnya sehingga diperoleh metode yang lebih sesuai karakteristik materi pokok dan kondisi peserta didik. baik sebagai penelitian lanjutan maupun penelitian lain dari model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions). 1. 3. 2. Hendaknya guru dapat menerapkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) serta mengembangkan berbagai aktivitas dan kreatifitas peserta pembelajaran.

66

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsini. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi. 2002. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Asikin, Mohammad. 2001. Model-model Pembelajaran Matematika. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Darsono, Max. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press. Depdikbud,1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama. Jakarta. Depdiknas. 2004. Model Pembelajaran Matematika. Jakarta. Depdiknas. 2006. Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta. Nur, Mohamad. 2005. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Pusat Sains dan Matematika Sekolah UNESA. Sudjana, Nana. 1989. CBSA dan Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru. Sudjana. 1996. Metode Statistika. Bandung: Tarsito. Tim Penyusun KBBI. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Poerwadarminta. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Suyitno, Amin. 2004. Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran Matematika. Semarang: Jurusan Pendidikan Matematika. Wijayanti, Pradnyo. 2002. Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (makalah). Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Zaelani, Ahmad, dkk.. 2006. Pendalaman Kompetensi Matematika & Uji Latih Mandiri Untuk SMP/Mts Kelas VIII Semester 1 dan 2. Bandung: Yrama Widya.

Lampiran 1

DATA NILAI ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL KELAS VIII

No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

VIII-A
66 75 64 60 68 66 60 74 62 65 63 72 65 70 78 55 61 66 69 61 64 70 68 65 64 73 80 72 77 72 73 73 72 63 75 60 78 2519 68.08 37.1877 6.10 37

Kelas VIII-B
61 73 73 73 71 73 56 63 61 56 68 72 70 63 61 71 63 77 68 74 66 78 70 68 68 63 67 60 59 67 80 63 68 63 68 83 65 2503 67.65 40.7898 6.39 37

VIII-C
64 61 66 64 66 72 66 65 71 71 73 60 80 78 62 66 62 64 68 66 63 70 74 74 73 68 80 83 57 70 70 76 69 68 62 63 64 2529 68.35 36.8453 6.07 37

Σ x s2 s n

Lampiran 2

68

Lampiran 3 .

Lampiran 4 70 .

Lampiran 5 .

Lampiran 6 72 .

Lampiran 6 73 .

Lampiran 7 74 .

Lampiran 7 75 .

22. 36. 23 3 C3 44. 30 3 serta bagian.27.Lampiran 8 76 KISI-KISI SOAL UJI COBA BANGUN RUANG SISI DATAR (KUBUS DAN BALOK) No Kompetensi Dasar Indikator Pembelajaran Aspek No Soal Jumlah 1. 38 7 2. 20 3 C3 21. 43 3 C2 C3 C3 C3 42.11.13.37.5.6.7. 34.47 41 39.14.33.45 2 .10. Mengidentif ikasi sifatsifat kubus dan balok Siswa dapat mengenal unsur-unsur kubus Siswa dapat mengenal unsur-unsur balok C1 1.8.9 5 C1 28.29. 16 8 Siswa dapat menghitung unsur-unsur balok C2 C3 32.19. 12. 31 4 3.35.Siswa dapat menghitung bagiannya unsur-unsur kubus C2 C3 2. 15. Menghitung luas permukaan dan volum kubus dan balok Siswa dapat menghitung luas permukaan kubus Siswa dapat menghitung besar perubahan luas luas permukaan balok permukaan balok jika Siswa dapat menghitung ukuran rusuknya luas besar perubahan berubah Siswa dapatkubus jika permukaan menghitung volum kubus ukuran rusuknya berubah Siswa dapat menghitung C3 17.40. Membuat jaring-jaring kubus dan balok Siswa dapat mengenal jaring-jaring kubus dan balok C2 4. 2 3 18.3.

48. 50 4 50 Keterangan: C1 : Ingatan C2 : Pemahaman C3 : Penerapan . 49. 26 3 C3 46.25.Lampiran 8 77 volum balok Siswa dapat menghitung besar perubahan volum balok jika ukuran rusuknya berubah Siswa dapat menghitung besar perubahan volum balok jika ukuran rusuknya berubah Jumlah C3 24.

. 8 C. A. Diagonal Sisi C.. Garis yang menghubungkan dua titik sudut yang berhadapan pada sisi bangun ruang disebut…… A. Gambar dibawah ini adalah jaring-jaring sebuah kubus. maka rusuk kubus yang besar akan menjadi. C. Jika 216 buah kubus kecil dengan rusuk 1 cm disusun menjadi sebuah kubus besar. 5 C. 6 D. (ii) (i) (iv) A.. Sisi B. (i) B. sisi persegi yang kongruen. Diagonal Ruang 2. A. 4 B. Jika persegi nomor 3 adalah alas kubus. 8 3. (ii) C. A.Lampiran 9 78 SOAL UJI COBA Materi Kelas/Semester Waktu : Kubus dan Balok : 2 (dua) / 2 : 120 menit Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf A. 6 D. (iv) 5. B. atau D merupakan jawaban yang paling tepat! yang 1. 6 2 1 4 3 6 5 . maka yang meupakan tutupnya adalah persegi nomor.. 12 (iii) Dari gambar diatas yang merupakan jaring-jaring kubus adalah…. B. (iii) D.. 4 4. Kubus adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh …. Rusuk D... 5 D.. 2 C. 1 B..

6 C. 2 dan 1 D.EFGH adalah.Lampiran 9 79 6. 294 cm2 B. Panjang rusuk sebuah kubus 7 cm. Belah ketupat Perhatikan bangun kubus disamping.. A. jika panjang AC = 50 cm. Agar merupakan jaring-jaring kubus maka persegi yang harus dibuang pada gambar dibawah adalah persegi nomor. 264 cm2 C. Bidang diagonal kubus berbentuk…… A. Persegi panjang D. 5 cm C. 5 3 cm dan 150 cm2 C. jumlah luas sisi-sisi kubus itu adalah…. 429 cm2 D. maka panjang AB adalah…. A. Pada gambar kubus dibawah ini. 10 cm 11. E D A B F G C. 2 B..10.. 5 2 cm dan 125 cm2 B. A. ADFG D. BCHE C. 4 D. 5 3 cm dan 125 cm2 A. BDHF B.. 426 cm2 12. A. ABGH 9.. 5 3 cm C B.. Banyaknya diagonal ruang yang dimiliki kubus ABCD... A. 5 2 cm D.. panjang AG dan Luas permukaan kubus adalah…. Jajargenjang B. 1 dan 5 B.. 12 8. Persegi H 10. bidang diagonal yang tegak lurus dengan bidang diagonal ACGE adalah. 5 dan 6 C... . 8 dan 2 1 4 2 5 7 8 3 6 7. Pada soal no. 5 2 cm dan 150 cm2 D..

8 cm D. 16 cm C. Jika luas permukaan kubus adalah 96 cm2. 442 cm2 C.. 170 cm 16.. A.. Sebuah kubus panjang rusuknya adalah 14. p 3 cm B.5 cm. 1 : 4 C. 168 cm2 B. 180 cm B. A. 332 cm2 . maka panjang diagonal ruangnya adalah…… A. 342 cm2 D. 216 cm2 C.. 116 cm D. Keliling alas kubus I adalah 36 cm dan keliling alas kubus II adalah 48 cm. A. besar perubahan luas permukaan kubus tersebut adalah….Lampiran 9 80 13.. A. maka panjang rusuk kubus tersebut adalah…… A. 174 cm B. Kubus yang rusuknya 6 cm mempunyai…… A.. kemudian diagonal-diagonal sisinya diperpanjang 3 kalinya. 1 : 8 D. kemudian rusuk-rusuk diperpanjang menjadi 8 cm. 145 cm C. 9p cm 15. 600 cm2 20. Panjang diagonal ruang 18 cm 17. Panjang diagonal ruang 6 3 cm B. p 6 cm C. 150 cm 18.. 4 cm B... 3p cm D. 1 : 12 19. 384 cm2 D.. Panjang diagonal bidang 3 3 cm C. besar perubahan luas permukaan kubus tersebut adalah. maka perbandingan luas permukaan kubus I dengan kubus II adalah. jumlah panjang seluruh rusuk kubus tersebut adalah…. Panjang diagonal bidang 12 cm D. Sebuah kubus memiliki panjang rusuk 6 cm.. 1 : 2 B. 432 cm2 B. 160 cm D. Sebuah kubus mempunyai panjang diagonal sisi 3 2 cm. Sebuah kubus dengan panjang rusuk p 3 cm. 6 cm C. Panjang kawat yang dibutuhkan untuk membuat kerangka kubus dengan panjang rusuk 15 cm adalah…… A. 87 cm 14.

Sisi-sisi balok yang sejajar pada balok ABCD. Seorang siswa akan membuat tempat kapur berbentuk kubus tanpa tutup. 90 liter B.. 108 cm3 22. 98 liter D. A. 95 liter C. 72 cm3 D. 152 cm3 B.. 324 cm2 D.Lampiran 9 81 21. 1. A.. Sebuah kubus mempunyai panjang rusuk 4 cm. maka besar perubahan volum 2 27. cm3 A. Panjang salah satu diagonal ruang suatu kubus adalah 108 cm. 243 cm2 28. 64 cm3 3 kali panjang semula.744 D. maka selisih volum kedua kubus adalah. Jika volum kubus itu 729 cm3. 64 cm3 C. 1 : 6 C.... 1 : 27 26. 2. 64 cm3 23... 2. Volum kubus yang memiliki luas 1. A. 512 B. 1 : 3 B. A. 405 cm2 C. ABCD dan ADHE C. ADHE dan ABFE .EFGH adalah. 1 : 9 D. 36 cm3 B. Panjang rusuk 2 buah kubus masing-masing 3 cm dan 9 cm. 4. Selisih panjang rusuk dua kubus adalah 2 dm..197 C..096 24. apabila panjang rusuk diperpanjang menjadi kubus itu adalah…. Sebuah kubus mempunyai luas alas = 16 cm.. 108 liter 25. volum kubus tersebut adalah….331 B. 486 cm2 B. maka luas karton minimal untuk membuat tempat kapur tersebut adalah…. 125 D.. jika selisih luas sisi kubus itu adalah 96 dm2. perbandingan volum kedua kubus tersebut adalah…. 126 cm3 C. 98 cm2 D. volum kubus tersebut adalah…… A. A.. 216 C.176 cm2 adalah…. A.

74 75 C. B. AEHD dan ABCD 31.EFGH dengan ukuran 4 cm x 3 cm x 7 cm. A. 7 x 2 + y 2 + z 2 D. ABCD dan EFGH C. maka panjang diagonal ruang balok tersebut dapat dirumuskan…… A. B. lebar 3y.. Rangkaian persegi panjang berikut yang merupakan jaring-jaring balok adalah….EFGH adalah. panjang diagonal sisi AC adalah…. A... 6 cm C... Enam persegi C. Sebuah balok dibatasi oleh……. Enam pesegi panjang kongruen D. 32. Sebuah balok mempunyai panjang 6x.Lampiran 9 82 B.. Pada soal no. 5 x 2 + y 2 + z 2 C. ABCD dan EFGH 29. D.33 panjang diagonal ruang balok tersebut adalah…. 7 cm D. ADHE dan BCGF D. Sisi-sisi balok yang tegak lurus pada balok ABCD. A. 5 cm B. ABCD dan ADFG B. EFGH dan BFGC D. 8 cm 34. Sebuah balok ABCD. 9 x 2 + y 2 + z 2 33. D. Enam Persegi panjang yang sepasang-sepasang kongruen 30. C. cm A. Enam persegi panjang B. 78 80 . 3 x 2 + y 2 + z 2 B. dan tinggi 2z. A.

A. 194 cm2 41.. sedangkan panjang salah satu diagonal ruangnya adalah 17 cm. 8 cm D. 40 D. panjang diagonal AG adalah…. 675 D. cm2 A. Sebuah balok mempunyai panjang = 5 cm. 10 cm 40. A.. 24 cm B.. A. 160 cm2 D. 327 B. 480 cm B.Lampiran 9 83 35. A. 94 cm2 C. tinggi balok tersebut adalah…. 6 cm C. 10 cm 38. 20 B. jika jumlah semua panjang rusuknya 220 dm. Sebuah kotak perhiasan berbentuk balok dengan ukuran 20 cm x 15 cm x 5 cm. 475 C. 6 cm C. 950 . Sebuah balok berukuran panjang 12 cm dan lebar 9 cm. 60 cm2 B. luas permukaan balok tersebut adalah……. 25 cm C. maka tinggi balok itu adalah…… dm A. tinggi balok tersebut adalah…. bagian luar kotak itu akan dilapisi kain beludru. E 20 cm C. 26 cm D.. 4 cm B. Luas kain beludru yang diperlukan adalah…. Sebuah balok berukuran panjang 3 dm dan lebar 2 dm. lebar 3 cm. Luas permukaan sebuah balok dengan panjang = 12 cm dan lebar = 9 cm adalah 289 cm2. 500 cm C. A. 4 cm B. Panjang kawat yang dibutuhkan untuk membuat kerangka balok dengan ukuran 10 cm x 6 cm x 2 cm adalah…. 380 cm D. 8 cm D. 25 36. 27 cm A12 cm 37. dan tinggi = 4 cm. 400 cm 39. 50 H F D C B 9 cm G Dengan memperhatikan gambar disamping.

lebar. 24 m3 47. 4 C. Volum sebuah balok = 384 cm3. 80 B. A. 10 meter B.. 800 cm2 . lebar 1 m. 50 meter D. volum air yang mengisi A. A. 600 cm2 C.. Sebuah balok memiliki ukuran panjang 12 cm. volum balok itu adalah…. 18 m3 D. cm2 A. 864 cm3 C.Lampiran 9 84 42. 12 cm C. 500 cm2 B. A. maka luas alas balok adalah. 12 m3 3 bagian bak itu adalah…. lebar 9 cm... Bila diketahui keliling bidang sisi balok yang terkecil adalah 30 meter. 240 43. Sebuah bak berbentuk balok dengan panjang 3 m. 648 cm3 D. dan tinggi sebuah balok berbanding sebagai 5 : 3 : 2. banyaknya kain beludru yang tersisa adalah... panjang balok tersebut adalah…. 700 cm2 D. 9 m3 B.. Sepotong kain beludru yang berukuran 70 cm x 50 cm akan digunakan untuk membuat penutup sebuah kotak perhiasan yang berbentuk balok dengan ukuran 20 cm x 15 cm x 10 cm. 25 meter C. maka keliling bidang pembatas balok yang terbesar adalah…. Jika lebar dan tinggi balok tersebut masingmasing adalah 8 cm dan 4 cm. dan tinggi 4 m.. Panjang. Jika volum balok itu adalah 1920 cm3. 6 cm B.. Tak dapat dihitung 44.. 684 cm3 45. 160 D. Sebuah balok panjangnya 3a meter. dan tingginya 8 cm. A. 96 C.. 24 cm 46. 18 cm D. lebarnya 2a meter dan tingginya a meter. 846 cm3 B.

maka besar perubahan volum balok tersebut adalah…. 24 cm3 D. 4 : 11 49. 9 cm. dan 4 cm C. dan 2 cm 50. 36 cm3 <<<<<<<<<<< Selamat Mengerjakan >>>>>>>>>>> . lebar 8 cm. dan 1 cm D. jika perbandingan panjang. 3 cm. 48 cm3 B.Lampiran 9 85 48. jika panjang balok diperpanjang 6 5 kali. 12 cm. 4 cm. 8 cm. 6 cm. A. lebar.. maka ukuran panjang. dan tinggi 4 cm. Sebuah balok mempunyai ukuran panjang 10 cm. lebar dan tinggi balok tersebut berturut-turut adalah…. maka 2 perbandingan volum balok sebelum dan sesudah diperbesar adalah….. lebar 4 cm. A. 6 cm. 4 : 9 C. apabila panjang dan tinggi balok tersebut diperpanjang 1 1 kali. Sebuah balok mempunyai volum sebesar 162 cm2. 3 : 4 D. A. dan tinggi balok diperkecil 5 6 C. 2 cm. dan tinggi balok adalah 3 : 2 : 1. dan 3 cm B. 0 cm3 kali. dan tinggi 6 cm. Sebuah balok mempunyai ukuran panjang 12 cm. 3 : 2 B.

A 21. C 7. B 46. C 24. C 10. B 49. C 15. B 19. A 47. D . A 27. B 22. B 5. D 31. D 12. D 30. D 6. A 50. A 48. D 26. A 16. A 9. B 35. B 37. A 20. A 34.Lampiran 10 86 KUNCI JAWABAN SOAL UJI COBA 1. C 25. B 2. B 29. A 18. B 41. B 45. A 13. A 14. C 38. A 39. C 44. D 8. D 36. A 11. C 17. B 23. C 40. C 33. D 42. C 4. C 3. B 32. B 28. D 43.

Lampiran 11 87 KISI-KISI SOAL INSTRUMEN BANGUN RUANG SISI DATAR (KUBUS DAN BALOK) No Kompetensi Dasar Indikator Pembelajaran Aspek No Soal Jumlah 1. 7 2 Siswa dapat menghitung besar perubahan luas C2 C3 17 1 . Menghitung luas permukaan dan volum kubus dan balok Siswa dapat menghitung luas permukaan kubus Siswa dapat menghitung luas permukaan balok Siswa dapat menghitung besar perubahan luas permukaan kubus jika ukuran rusuknya berubah C3 15 1 C3 16 1 C3 6. 4 2 C2 C3 5. Membuat jaring-jaring kubus dan balok Siswa dapat mengenal jaring-jaring kubus dan balok C2 2. 3 2 3. 14 3 2. 13. Mengidentifi kasi sifatsifat kubus dan balok serta bagianbagiannya Siswa dapat mengenal unsur-unsur kubus dan balok Siswa dapat menghitung unsur-unsur kubus dan balok C1 1.

9 2 Siswa dapat menghitung besar perubahan volum kubus jika ukuran rusuknya berubah Siswa dapat menghitung besar perubahan volum balok jika ukuran rusuknya berubah Jumlah C3 10. 12 3 C3 19. 11.Lampiran 11 88 permukaan balok jika ukuran rusuknya berubah Siswa dapat menghitung volum kubus Siswa dapat menghitung volum balok C3 18 1 C3 8. 20 2 20 Keterangan: C1 : Ingatan C2 : Pemahaman C3 : Penerapan .

maka yang meupakan tutupnya adalah persegi nomor. B.. Gambar dibawah ini adalah jaring-jaring sebuah kubus. C.. 4 D. 2 B. A. Panjang diagonal ruang 18 cm 6.. A.. maka perbandingan luas permukaan kubus I dengan kubus II adalah... Kubus yang rusuknya 6 cm mempunyai…… A.Lampiran 12 89 INSTRUMEN PENELITIAN Materi : Kubus dan Balok Kelas/Semester : 2 (dua) / 2 Waktu : 60 menit Berilah tanda silang (X) pada salah satu huruf A. 1 : 4 D. A. 1 : 2 C. Panjang diagonal ruang 6 3 cm D. Rangkaian persegi panjang berikut yang merupakan jaring-jaring balok adalah…. Keliling alas kubus I adalah 36 cm dan keliling alas kubus II adalah 48 cm. 8 2.. Panjang diagonal bidang 12 cm C. Panjang diagonal bidang 3 3 cm B. 2 4 5 C.. A. Jika 216 buah kubus kecil dengan rusuk 1 cm disusun menjadi sebuah kubus besar. 6 1 3.. 4. 6 C. atau D merupakan jawaban yang paling tepat! yang 1.. 6 B.... C. 1 : 12 . A.. maka rusuk kubus yang besar akan menjadi. Banyaknya diagonal ruang yang dimiliki kubus ABCD. 1 : 8 B. B. Jika persegi nomor 3 adalah alas kubus. 5 D. 1 6 B.. D. 12 5. 5 2 3 D. 4 C.EFGH adalah..

10 cm 16. bagian luar kotak itu akan dilapisi kain beludru. 10 meter C. besar perubahan luas permukaan kubus tersebut adalah…. Bila diketahui keliling bidang sisi balok yang terkecil adalah 30 meter. A. 380 cm B. 168 cm2 C.. Sebuah kotak perhiasan berbentuk balok dengan ukuran 20 cm x 15 cm x 5 cm. A. 25 meter D.. 95 liter D. 384 cm2 B. Sebuah kubus mempunyai panjang rusuk 4 cm. 1 : 27 12. maka besar perubahan volum 2 kubus itu adalah…. Sebuah balok panjangnya 3a meter. 64 cm3 B... 8 cm B. lebarnya 2a meter dan tingginya a meter. Panjang rusuk 2 buah kubus masing-masing 3 cm dan 9 cm. volum kubus tersebut adalah…. tinggi balok tersebut adalah…. 4 cm C. C. 327 C. Luas permukaan sebuah balok dengan panjang = 12 cm dan lebar = 9 cm adalah 289 cm2. 64 9. cm3 A. 1 : 6 C. 1 : 3 B.331 C. maka keliling bidang pembatas balok yang terbesar adalah…. Panjang salah satu diagonal ruang suatu kubus adalah 108 cm. Tak dapat dihitung . 500 cm D. A.096 10. apabila panjang rusuk 3 diperpanjang menjadi kali panjang semula. 475 D. 98 liter B. 50 meter B. 216 cm2 D. cm3 A.. 480 cm C. 152 cm3 3 D. 2. 950 17. 4 cm C.Lampiran 12 90 7. tinggi balok tersebut adalah…. 126 cm 13.. 400 cm 15. 6 cm D. 90 liter C.744 B. 108 liter 11. 216 D. A. A. perbandingan volum kedua kubus tersebut adalah….. 1 : 9 D. sedangkan panjang salah satu diagonal ruangnya adalah 17 cm. cm2 A.. 600 cm2 8. kemudian rusuk-rusuk diperpanjang menjadi 8 cm. 6 cm D. A. 512 C.. Selisih panjang rusuk dua kubus adalah 2 dm.197 D.176 cm2 adalah…. 98 cm2 A. 1. 675 B. 8 cm B. 125 B.. jika selisih luas sisi kubus itu adalah 96 dm2. Sebuah balok berukuran panjang 12 cm dan lebar 9 cm.. 4. Volum kubus yang memiliki luas 1. A. Panjang kawat yang dibutuhkan untuk membuat kerangka balok dengan ukuran 10 cm x 6 cm x 2 cm adalah…. Sebuah kubus memiliki panjang rusuk 6 cm. 2. maka selisih volum kedua kubus adalah... 10 cm 14. Luas kain beludru yang diperlukan adalah….

. lebar 8 cm. 684 cm3 19.. Sebuah balok mempunyai ukuran panjang 10 cm. 4 : 9 D. 846 cm3 B. C. 48 cm3 C.Lampiran 12 91 18. 648 cm3 A. 24 cm3 B. 864 cm3 D. 3 : 4 B. 0 cm3 <<<<<<<<<< Selamat Mengerjakan >>>>>>>>>> . lebar 9 cm. dan tinggi 4 cm. dan tinggi 6 cm. 4 : 11 20. A. lebar 4 cm. dan tingginya 8 cm. maka 2 perbandingan volum balok ebelum dan sesudah diperbesar adalah…. 3 : 2 C. dan tinggi balok diperkecil kali. 36 cm3 D. volum balok itu adalah…. 5 6 maka besar perubahan volum balok tersebut adalah….. 1 apabila panjang dan tinggi balok tersebut diperpanjang 1 kali. A. 6 5 jika panjang balok diperpanjang kali. Sebuah balok memiliki ukuran panjang 12 cm. Sebuah balok mempunyai ukuran panjang 12 cm.

B 9. C 16. B 19. B 2. D . D 17. C 5. C 10. A 7. C 18. C 15. A 13. B 20. C 11. D 4.Lampiran 13 92 KUNCI JAWABAN SOAL INSTRUMEN PENELITIAN 1. B 14. B 6. D 3. B 8. D 12.

9375 0.46875 0.3230335 tidak valid valid tidak valid valid valid 0.21875 jelek cukup jelek cukup cukup dibuang dipakai dibuang dipakai dipakai 1 2 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 7 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 59 59 3481 1436 0.LAMPIRAN 14 HASIL ANALISIS TES UJI COBA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Nama Butir Soal 5 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 58 38 56 24 21 58 38 56 24 21 3364 1444 3136 576 441 1409 996 1372 674 568 0.46875 0.200646 0.4375 0.125 0.220459 0.53125 0. Siti Sholihah Iin Hanifah Eka Raharji Solehat Wage Waluyo Mutia Nur K.90625 0.875 0.125 0.0625 0.328125 0. Khabbah Widyanngsih Nuryanah Warohyati Dodi Purnomo Julaiha Rifki.515625 0.90625 0.8125 0.140625 0.2490234 0.96875 0.671875 0.625 0.25 0.2412109 0.1375218 0.4375 0.9375 0.40625 0.75 0.078125 0.1208496 0.515625 0.109375 0.875 0. Dwiyantono Hasan Amir Lili Afriyani Kunandar Arifin Ahmad Noer Khomar Asmawati Winda Novayanti Andriana Lia Indah.328125 mudah sedang mudah sedang sedang 0.3125 0.53125 0.65625 0.859375 0.875 0.09375 0.859375 sedang sedang mudah 0.2386035 tidak valid valid tidak valid 0.5625 0.0849609 0.3125 0.59375 0.4053333 0. ∑x ∑x2 (∑x)2 ∑xy rxy Kriteria Validitas Proporsi Benar (p) proporsi Salah (q) pxq Indeks Kesukaran Kriteria Kesukaran PA PB Daya Beda Kriteria Daya Beda Kriteria Soal 33 34 55 33 34 55 1089 1156 3025 821 899 1355 0.15625 jelek cukup jelek dibuang dipakai dibuang Daya Beda Tingkat Kesukaran Validitas .53125 0.S Syaiful Andi Desi Novianti Winarti Abdul Kodir Choeruddin Mulyono Daeni Wiroyatunnihayah Yenni Sulastri Casri'ah Andari Nur Faikoh Susanti Dwi Putri Hasanatul Maroh Nur Asiyah Rokhaenah Nisa Susilowati Anis Satun Solihah Hidayati Halimah Sarinah Umi Khumaidah Ayu Widya Astuti Sri Indah Rezeki Tanti Fujiyanti Fatimah Agung Setyo P.40625 0.3941753 0.0720215 0.1766161 tidak valid 0. I.21875 0.2497559 0.875 0.78125 0.921875 0.375 0.375 0.1382199 0. P Agung Hariyanto Komaluddin Darno Prawiro Arfi Hardiansyah Abdur Rohman Hana.09375 jelek dibuang Bahriyah Yuni Fitriyani Kurnia Ningsih Evi Nirnayani Ria Erviana Hanief Ardiyanto Suheningrum Cintami Tuti Alawiyah Rafi'atul.21875 0.9375 0.4797355 0.09375 0.484375 0.921875 mudah 0.59375 0.234375 0.

484375 0.8125 0.4269542 valid valid valid valid valid 0.25 0.375 0.28125 0.5089953 0.1875 jelek jelek jelek cukup jelek dibuang dibuang dibuang dipakai dibuang 11 12 13 14 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 16 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 17 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 18 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 19 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 20 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 Bahriyah Yuni Fitriyani Kurnia Ningsih Evi Nirnayani Ria Erviana Hanief Ardiyanto Suheningrum Cintami Tuti Alawiyah Rafi'atul.421875 0.2021484 0.625 0.46875 0. Dwiyantono Hasan Amir Lili Afriyani Kunandar Arifin Ahmad Noer Khomar Asmawati Winda Novayanti Andriana Lia Indah.625 0.4269542 tidak valid valid tidak valid valid valid 0.71875 0.421875 0.65625 0.1375218 tidak valid 0.6875 0.46875 0.1278233 0.71875 sedang mudah sukar sedang mudah 0.S Syaiful Andi Desi Novianti Winarti Abdul Kodir Choeruddin Mulyono Daeni Wiroyatunnihayah Yenni Sulastri Casri'ah Andari Nur Faikoh Susanti Dwi Putri Hasanatul Maroh Nur Asiyah Rokhaenah Nisa Susilowati Anis Satun Solihah Hidayati Halimah Sarinah Umi Khumaidah Ayu Widya Astuti Sri Indah Rezeki Tanti Fujiyanti Fatimah Agung Setyo P.625 0.5625 0.34375 0.3125 0. Siti Sholihah Iin Hanifah Eka Raharji Solehat Wage Waluyo Mutia Nur K.515625 0.28125 0.625 0.2148438 0.578125 0.125 0.3125 0.1875 0. I.65625 0.71875 0.4846744 0.4269542 0. ∑x ∑x2 (∑x)2 ∑xy rxy Kriteria Validitas Proporsi Benar (p) proporsi Salah (q) pxq Indeks Kesukaran Kriteria Kesukaran PA PB Daya Beda Kriteria Daya Beda Kriteria Soal 27 46 16 27 46 27 46 16 27 46 729 2116 256 729 2116 749 1185 477 749 1185 0.34375 0.09375 jelek dibuang Butir Soal 15 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 20 46 20 42 46 20 46 20 42 46 400 2116 400 1764 2116 505 1185 505 1070 1185 0.1875 baik jelek cukup baik jelek dipakai dibuang dipakai dipakai dibuang Daya Beda Tingkat Kesukaran Validitas .2497559 0.515625 sedang 0.421875 0.1875 0.28125 0.4846744 0.3125 0.71875 0.1875 0.0625 0.578125 0.3093621 0. Khabbah Widyanngsih Nuryanah Warohyati Dodi Purnomo Julaiha Rifki.3125 0.53125 0.2255859 0.421875 0.2148438 0.65625 0.2021484 0.78125 0.1278233 0.25 0.2438965 0.1875 0.LAMPIRAN 14 HASIL ANALISIS TES UJI COBA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Nama 10 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 0 33 33 1089 821 0.71875 sedang mudah sedang sedang mudah 0.25 0.65625 0.8125 0. P Agung Hariyanto Komaluddin Darno Prawiro Arfi Hardiansyah Abdur Rohman Hana.6875 0.34375 0.2021484 0.28125 0.2021484 0.8125 0.75 0.28125 0.8125 0.25 0.1875 0.46875 0.0625 0.4269542 0.71875 0.28125 0.2438965 0.71875 0.71875 0.

53125 cukup cukup baik cukup baik dipakai dipakai dipakai dipakai dipakai 13 50 53 56 45 13 50 53 56 45 169 2500 2809 3136 2025 374 1236 1281 1396 1134 0.59375 0. Dwiyantono Hasan Amir Lili Afriyani Kunandar Arifin Ahmad Noer Khomar Asmawati Winda Novayanti Andriana Lia Indah.125 0.703125 sukar mudah mudah mudah mudah 0.21875 jelek jelek tidak baik jelek cukup dibuang dibuang dibuang dibuang dipakai Daya Beda Tingkat Kesukaran Validitas .203125 0.3125 0.1708984 0.25 0.3935969 valid 0.296875 0.875 0.484375 0.171875 0.40625 0.125 0.28125 0.1875 0.1875 -0.703125 0.4345993 0.78125 0. Siti Sholihah Iin Hanifah Eka Raharji Solehat Wage Waluyo Mutia Nur K.65625 0.8125 0.3125 0.15625 0.8125 0.2148438 0.125 0.3740243 0.390625 0.8125 0. I.75 0.484375 sedang 0.25 0.2380371 0.515625 0.109375 0.03125 0.2063787 0.5974674 valid valid valid valid valid 0.25 0.2087402 0.75 0.0565353 0.3652131 0.21875 0.828125 0.609375 0.796875 0.3726282 0.609375 0.2380371 0.6875 0.2087402 0.3125 0.21875 0. Khabbah Widyanngsih Nuryanah Warohyati Dodi Purnomo Julaiha Rifki.21875 0.78125 0.609375 0.390625 0.53125 baik dipakai 27 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 29 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 31 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 Bahriyah Yuni Fitriyani Kurnia Ningsih Evi Nirnayani Ria Erviana Hanief Ardiyanto Suheningrum Cintami Tuti Alawiyah Rafi'atul.703125 0.375 0.703125 0.2497559 0.96875 0.46875 0.78125 0.1618652 0.5089953 0.296875 0.1875 0.15625 0.LAMPIRAN 14 HASIL ANALISIS TES UJI COBA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Nama 21 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 22 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 24 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 25 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 Butir Soal 26 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 31 31 961 827 0.8125 0.828125 0.390625 sedang sukar sedang mudah sedang 0.40625 0.S Syaiful Andi Desi Novianti Winarti Abdul Kodir Choeruddin Mulyono Daeni Wiroyatunnihayah Yenni Sulastri Casri'ah Andari Nur Faikoh Susanti Dwi Putri Hasanatul Maroh Nur Asiyah Rokhaenah Nisa Susilowati Anis Satun Solihah Hidayati Halimah Sarinah Umi Khumaidah Ayu Widya Astuti Sri Indah Rezeki Tanti Fujiyanti Fatimah Agung Setyo P.875 0.59375 0.84375 0. P Agung Hariyanto Komaluddin Darno Prawiro Arfi Hardiansyah Abdur Rohman Hana.2801058 0. ∑x ∑x2 (∑x)2 ∑xy rxy Kriteria Validitas Proporsi Benar (p) proporsi Salah (q) pxq Indeks Kesukaran Kriteria Kesukaran PA PB Daya Beda Kriteria Daya Beda Kriteria Soal 20 16 39 45 25 20 16 39 45 25 400 256 1521 2025 625 565 477 1013 1134 723 0.142334 0.875 0.203125 0.6875 0.125 0.2801058 valid tidak valid tidak valid valid valid 0.

038311 valid tidak valid valid tidak valid 0.65625 0. I.2478027 0.4903607 -0. P Agung Hariyanto Komaluddin Darno Prawiro Arfi Hardiansyah Abdur Rohman Hana. Siti Sholihah Iin Hanifah Eka Raharji Solehat Wage Waluyo Mutia Nur K.25 0.4903607 valid 0.46875 0.453125 sedang 0.158719 0.4903607 -0.2088707 tidak valid 0.390625 sedang 0.21875 0.84375 0.3125 0.25 sedang sukar sedang sukar 0.453125 0.59375 0.15625 0.2087402 0.109375 0.546875 0.1875 0.0849609 0.84375 0.71875 0.1318359 0.34375 0.2021484 0.09375 0. Khabbah Widyanngsih Nuryanah Warohyati Dodi Purnomo Julaiha Rifki.546875 0.2380371 0.546875 0.75 0.28125 0.453125 0.0625 0.28125 0.09375 0.15625 jelek dibuang 39 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 40 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 41 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 42 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 Bahriyah Yuni Fitriyani Kurnia Ningsih Evi Nirnayani Ria Erviana Hanief Ardiyanto Suheningrum Cintami Tuti Alawiyah Rafi'atul.59375 0.0625 cukup jelek cukup tidak baik dipakai dibuang dipakai dibuang Daya Beda Tingkat Kesukaran Validitas .3125 0.2002995 0.65625 0.78125 0.453125 0.1875 0.90625 0.125 0.28125 0.453125 0.2478027 0.25 0. ∑x ∑x2 (∑x)2 ∑xy rxy Kriteria Validitas Proporsi Benar (p) proporsi Salah (q) pxq Indeks Kesukaran Kriteria Kesukaran PA PB Daya Beda Kriteria Daya Beda Kriteria Soal 48 6 19 46 10 48 6 19 46 10 2304 36 361 2116 100 1181 165 430 1142 254 0.3125 0.LAMPIRAN 14 HASIL ANALISIS TES UJI COBA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Nama 32 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 33 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 34 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 35 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 36 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Butir Soal 37 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 29 29 841 799 0.2478027 0.28125 cukup dipakai 38 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 25 25 625 643 0.453125 0.25 0.125 0.296875 0.296875 0.1875 0.71875 0.125 -0.390625 0.014332 0.875 0.134866 0.1707423 -0. Dwiyantono Hasan Amir Lili Afriyani Kunandar Arifin Ahmad Noer Khomar Asmawati Winda Novayanti Andriana Lia Indah.125 0.09375 0.703125 0.15625 0.0913782 tidak valid tidak valid tidak valid tidak valid tidak valid 0.S Syaiful Andi Desi Novianti Winarti Abdul Kodir Choeruddin Mulyono Daeni Wiroyatunnihayah Yenni Sulastri Casri'ah Andari Nur Faikoh Susanti Dwi Putri Hasanatul Maroh Nur Asiyah Rokhaenah Nisa Susilowati Anis Satun Solihah Hidayati Halimah Sarinah Umi Khumaidah Ayu Widya Astuti Sri Indah Rezeki Tanti Fujiyanti Fatimah Agung Setyo P.0625 jelek jelek tidak baik jelek jelek dibuang dibuang dibuang dibuang dibuang 29 8 29 16 29 8 29 16 841 64 841 256 799 190 799 377 0.28125 -0.609375 0.15625 0.09375 0.75 0.125 0.75 0.15625 mudah sukar sukar mudah sukar 0.3125 0.1875 0.59375 0.03125 0.

5087446 valid 0.2123174 tidak valid 0.0974121 0.890625 9.09375 0.390625 0.15625 0.109375 0.2380371 0.2412109 0.21875 0 0.03125 jelek dibuang 50 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y 41 38 39 32 35 27 30 27 30 32 30 33 29 28 23 28 27 29 28 29 30 33 26 25 28 22 24 25 22 24 24 27 27 25 23 29 20 19 21 20 20 28 21 21 20 17 15 22 15 18 16 18 19 19 15 19 21 16 16 13 18 15 15 10 1536 y2 1681 1444 1521 1024 1225 729 900 729 900 1024 900 1089 841 784 529 784 729 841 784 841 900 1089 676 625 784 484 576 625 484 576 576 729 729 625 529 841 400 361 441 400 400 784 441 441 400 289 225 484 225 324 256 324 361 361 225 361 441 256 256 169 324 225 225 100 39646 Bahriyah Yuni Fitriyani Kurnia Ningsih Evi Nirnayani Ria Erviana Hanief Ardiyanto Suheningrum Cintami Tuti Alawiyah Rafi'atul.890625 0.40625 baik dipakai 44 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 7 49 235 0.40625 0.109375 r hitung = sukar 0.0625 tidak baik dibuang Butir 46 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 11 11 121 313 0.109375 sukar 0.4031691 valid 0.109375 sukar 0.0613552 tidak valid 0.5 0.71875 0.59375 0.S Syaiful Andi Desi Novianti Winarti Abdul Kodir Choeruddin Mulyono Daeni Wiroyatunnihayah Yenni Sulastri Casri'ah Andari Nur Faikoh Susanti Dwi Putri Hasanatul Maroh Nur Asiyah Rokhaenah Nisa Susilowati Anis Satun Solihah Hidayati Halimah Sarinah Umi Khumaidah Ayu Widya Astuti Sri Indah Rezeki Tanti Fujiyanti Fatimah Agung Setyo P. ∑x ∑x2 (∑x)2 ∑xy rxy Kriteria Validitas Proporsi Benar (p) proporsi Salah (q) pxq Indeks Kesukaran Kriteria Kesukaran PA PB Daya Beda Kriteria Daya Beda Kriteria Soal 7 7 49 Varians total = 235 44. Siti Sholihah Iin Hanifah Eka Raharji Solehat Wage Waluyo Mutia Nur K.109375 ∑(p x q) = 0.140625 0.0974121 0.609375 0.1875 0.21875 r tabel = 0.5087446 valid 0.828125 0.140625 sukar 0.21875 0 0.171875 sukar 0.797882971 0.609375 0.467285156 0.15625 jelek dibuang Soal 47 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 39 39 1521 967 0.142334 0.59375 0.15873016 0. Dwiyantono Hasan Amir Lili Afriyani Kunandar Arifin Ahmad Noer Khomar Asmawati Winda Novayanti Andriana Lia Indah.1208496 0.4375 -0.1505812 tidak valid 0.21875 cukup dipakai 49 0 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 9 9 81 225 0. Khabbah Widyanngsih Nuryanah Warohyati Dodi Purnomo Julaiha Rifki.5087446 valid 0.390625 0.890625 0.859375 0.2380371 0.3078033 valid 0.21875 cukup dibuang 48 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 7 49 235 0.0974121 0.125 0.21875 cukup dipakai 45 1 1 1 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 26 26 676 668 0.390625 sedang 0. P Agung Hariyanto Komaluddin Darno Prawiro Arfi Hardiansyah Abdur Rohman Hana.109375 0.40625 sedang 0.609375 sedang 0.244 0 0.25 0.LAMPIRAN 14 HASIL ANALISIS TES UJI COBA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Nama 43 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 25 25 625 683 0.21875 r hitung > r tabel cukup Test Reliabel dipakai Daya Beda Tingkat Kesukaran Validitas .171875 0. I.375 0.

Khabbah Widyanngsih Nuryanah Warohyati Dodi Purnomo Julaiha Rifki.98 Perhitungan Validitas Butir Rumus rxy = {N∑ X N ∑ XY . dan diperoleh seperti pada tabel analisis butir soal. Dwiyantono Hasan Amir Lili Afriyani Kunandar Arifin Asmawati Winda Novayanti Andriana Lia Indah.(∑ X )(∑ Y ) 2 − (∑ X ) 2 }{N∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } Keterangan: = Koefisien korelasi butir soal rxy = Jumlah responden N = Skor per butir X = Skor Total Y Kriteria Apabila rxy > rtabel. Skor Total N N B 2 XY X2 Y (Y) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Bahriyah Yuni Fitriyani Kurnia Ningsih Evi Nirnayani Ria Erviana Hanief Ardiyanto Suheningrum Cintami Tuti Alawiyah Rafi'atul. P Agung Hariyanto Komaluddin Darno Prawiro Arfi Hardiansyah Abdur Rohman Hana. Perhitungan Berikut ini contoh perhitungan pada butir soal no 1. maka butir soal valid. I. selanjutnya untuk butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama. Siti Sholihah Iin Hanifah Eka Raharji Solehat 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 41 38 39 32 35 27 30 27 30 32 30 33 29 28 23 28 27 29 28 29 30 33 26 25 28 22 24 25 22 24 24 27 27 25 23 41 38 39 32 35 27 30 27 30 32 30 33 29 0 23 28 27 29 28 29 30 33 26 25 28 22 24 25 22 24 0 27 27 25 23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1681 1444 1521 1024 1225 729 900 729 900 1024 900 1089 841 784 529 784 729 841 784 841 900 1089 676 625 784 484 576 625 484 576 576 729 729 625 529 Ahmad Noer Khomar 1 .

maka soal nomor 1 tidak valid .1409 .99 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Wage Waluyo Mutia Nur K.58.13822 64.S Syaiful Andi Desi Novianti Winarti Abdul Kodir Choeruddin Mulyono Daeni Wiroyatunnihayah Yenni Sulastri Casri'ah Andari Nur Faikoh Susanti Dwi Putri Hasanatul Maroh Nur Asiyah Rokhaenah Nisa Susilowati Anis Satun Solihah Hidayati Halimah Sarinah Umi Khumaidah Ayu Widya Astuti Sri Indah Rezeki Tanti Fujiyanti Fatimah Agung Setyo P.51218 0.58 − 3364)(64. 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 58 29 20 19 21 20 20 28 21 21 20 17 15 22 15 18 16 18 19 19 15 19 21 16 16 13 18 15 15 10 1536 29 20 0 21 20 20 0 21 21 20 17 0 22 15 18 16 18 19 19 15 19 21 16 16 0 18 15 15 10 1409 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 58 841 400 361 441 400 400 784 441 441 400 289 225 484 225 324 256 324 361 361 225 361 441 256 256 169 324 225 225 100 39646 Jumlah Berdasarkan tabel tersebut diperoleh: Σx Σy ∑x2 (∑x)2 ∑y2 (∑y) ∑xy 2 = = = = = = = = = = 58 1536 58 3364 39646 2359296 1409 rxy rxy rxy (64.39646 − 2359296) 1088 7871.1536 Karena rxy < rtabel.

Lampiran 16 .

Lampiran 17 101 .

Lampiran 19 104 .

Lampiran 18 102 .

Lampiran 18 103 .

Lampiran 20

105

DAFTAR NILAI TES AKHIR KELAS KONTROL NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 NAMA AHMAD MURTAFI'IN ALI IMRON AMALIA RATNASARI ANIS UTAMI BAJANG SAPON BAMBANG SUTEJO EKO SUSANTO FUTIKHATUR ROHMAH HADI PRIYANTO KHOIRUDDIN KHOIRUS SIYAMI LAILATUL KHASANAH M. ERWIN MIFTACHATUL FALACH MUAWANAH MUHAMMAD IRSYAD MUKAROMAH MUSTAKIM NAILA AFTINA NURUL FADHILAH NURUL HUDA NURUL KHIKMAWATI RIDHO'AH RISKA FITRIYANTI SHOLIKUL AMIN SITI NUR JUMAIYAH SITI ROHMATUN SITI YULIYANTI SLAMET RIYADI SRI SURYANINGSIH SUBAKIR SUGENG NUGROHO SUTIKNO TAUFIQUR ROCHMAN TIA WASRIANI ULIL ALBAB ZAEDUN MU'ARIF KODE K-1 K-2 K-3 K-4 K-5 K-6 K-7 K-8 K-9 K-10 K-11 K-12 K-13 K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 K-36 K-37 Nilai 70 70 60 60 70 60 60 45 75 50 75 75 70 55 70 70 70 70 80 65 75 70 70 65 75 70 70 65 60 70 50 65 65 60 50 60 70

Lampiran 21

106

DAFTAR NILAI TES AKHIR KELAS EKSPERIMEN NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 NAMA ABDUL QODIR AHMAD MASRURI ALI MARYANTO BAMBANG AS'ARI BUDI SETIAWAN DEWI ARUM SARI FADLI KOMARUDIN FITROTUN NISAK GUNAWAN MUHTARI HIDAYATUL ROSYIDAH ITA RIYANTI JAMALUDIN LISKANA MARIYATUL QIBTIYAH MOHAMAD KHOLIL MUHAMMAD ABDUL SYUKUR MUHAMMAD INDRO WIBAWANTO MUHAMMAD NAILUL GHOFAR NIKMATUL JANAH NUNUK FATMAWATI NUR AFIFAH PUJI UTOMO RATIH DAMAYANTI SARI TRISNAWATI SHOBIRIN SITI AMINAH SITI MAESAROH SRI MEI KUSUMAWATI ST. TRIANA MUSTIKAWATI SUGENG WINARNO TANTI PURWANTI TRI BAYU KURNIAWAN TRI SUTRISNO GINANJAR.W ULFATUR ROHMANIAH WAKHID FATKHUROKIM ZAINUDDIN ZULIYANTI KODE E-1 E-2 E-3 E-4 E-5 E-6 E-7 E-8 E-9 E-10 E-11 E-12 E-13 E-14 E-15 E-16 E-17 E-18 E-19 E-20 E-21 E-22 E-23 E-24 E-25 E-26 E-27 E-28 E-29 E-30 E-31 E-32 E-33 E-34 E-35 E-36 E-37 Nilai 75 65 50 85 80 70 70 70 55 75 70 60 70 70 70 70 75 70 65 80 70 70 60 70 70 70 70 70 80 80 65 50 55 80 70 70 75

Lampiran 22

107

DATA HASIL BELAJAR Eksperimen Kode Nilai No Siswa 1 E-01 75 2 E-02 90 3 E-03 50 4 E-04 85 5 E-05 80 6 E-06 70 7 E-07 70 8 E-08 85 9 E-09 55 10 E-10 75 11 E-11 70 12 E-12 60 13 E-13 70 14 E-14 70 15 E-15 80 16 E-16 70 17 E-17 75 18 E-18 70 19 E-19 65 20 E-20 80 21 E-21 70 22 E-22 70 23 E-23 85 24 E-24 70 25 E-25 70 26 E-26 70 27 E-27 80 28 E-28 70 29 E-29 80 30 E-30 80 31 E-31 65 32 E-32 80 33 E-33 55 34 E-34 80 35 E-35 70 36 E-36 70 37 E-37 75 S = 2685 n1 x1 s1
2

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 S n2 x2 s2
2

Kontrol Kode Siswa K-01 K-02 K-03 K-04 K-05 K-06 K-07 K-08 K-09 K-10 K-11 K-12 K-13 K-14 K-15 K-16 K-17 K-18 K-19 K-20 K-21 K-22 K-23 K-24 K-25 K-26 K-27 K-28 K-29 K-30 K-31 K-32 K-33 K-34 K-35 K-36 K-37 = = = = =

Nilai 70 70 60 85 70 55 60 45 75 50 75 75 70 55 70 70 75 70 80 65 75 70 70 80 75 70 70 65 60 70 50 65 65 60 50 60 70 2470 37 66.76 85.02 9.22

= = = =

37 72.57 75.86 8.71

s1

s2

Lampiran 23 108 .

Lampiran 24 109 .

Lampiran 25 .

Lampiran 26 111 .

I. Ria Erviana Rifki Dwiyantono Rokhaenah Sarinah Siti Sholihah Solehat Sri Indah Rezeki Suheningrum Susanti Dwi Putri Syaiful Andi Tanti Fujiyanti Tuti Alawiyah Umi Khumaidah Wage Waluyo Warohyati Widyanngsih Winarti Winda Novayanti Wiroyatunnihayah Yenni Sulastri Yuni Fitriyani . Ahmad Noer Khomar Andari Andriana Anis Satun Solihah Arfi Hardiansyah Asmawati Ayu Widya Astuti Bahriyah Casri'ah Choeruddin Cintami Daeni Darno Prawiro Desi Novianti Dodi Purnomo Eka Raharji Evi Nirnayani Fatimah Halimah Hana. Hanief Ardiyanto Hasan Amir Hasanatul Maroh Hidayati Iin Hanifah Julaiha Khabbah Komaluddin No 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Nama Kunandar Arifin Kurnia Ningsih Lia Indah.Lampiran 27 112 DAFTAR PESERTA TES UJI COBA No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama Abdul Kodir Abdur Rohman Agung Hariyanto Agung Setyo P.S Nisa Susilowati Nur Asiyah Nur Faikoh Nuryanah Rafi'atul. P Lili Afriyani Mulyono Mutia Nur K.

Lampiran 28

113

DAFTAR NAMA KELOMPOK BELAJAR DI KELAS

Kelompok 1 1. Ahmad Masruri 2. Abdul Qodir 3. Puji Utomo 4. Gunawan Muhtari Kelompok 3 1. Muhammad Kholil 2. Dewi Arumsari 3. Sari Trisnawati 4. Muhammad Abdul Syukur Kelompok 5 1. Siti Maesaroh 2. Jamaluddin 3. Sugeng Winarno 4. Nur Afifah 5. Siti Triana Mustikawati Kelompok 7 1. Tri Bayu Kurniawan 2. Mariyatul Qibtiyah 3. Ali Maryanto 4. Ulfatur Rohmaniah Kelompok 9

Kelompok 2 1. Fitrotun Nisak 2. Budi Setiawan 3. Ratih Damayanti 4. Ita Riyanti Kelompok 4 1. Siti Aminah 2. Hidayatul Rosyidah 3. Sri Mei Kusumawati 4. Nunuk Fatmawati Kelompok 6 1. Tanti Purwanti 2. Liskana 3. Tri Sutrisno Ginanjar. W 4. Shobirin

Kelompok 8 1. Taufikul Rohman 2. Muhammad Nailul Ghofar 3. Bambang As’ari 4. Wakhid Fatkhurokim

1.Zuliyanti 2.Nikmatul Jannah 3.Fadli Komaruddin 4.Muhammad Indro Wibawanto

Lampiran 29

114

Lampiran 29

115

diskusi . serta menentukan ukurannya. Mengenal jaring-jaring kubus D. Mengidentifikasi sifat-sifat kubus dan balok serta bagian-bagiannya 2. balok. Membuat jaring-jaring kubus dan balok C. F. Menghitung unsur-unsur kubus 3. Siswa dapat menghitung unsur-unsur kubus 3.Lampiran 30 116 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Model Pembelajaran Kooperatif STAD) Pertemuan 1 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP Negeri 3 Dempet : Matematika :2/2 : Bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit A. Kompetensi Dasar 1. Metode Mengajar Metode mengajar yang digunakan adalah metode ekspositori. Indikator 1. 2.. Mengenal unsur-unsur kubus. limas dan bagian-bagiannya. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. 2. Tujuan Pembelajaran 1. prisma. Siswa dapat membuat jaring-jaring kubus E. Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif STAD. Siswa dapat mengenal jaring-jaring kubus 4. B. Siswa dapat mengenal unsur-unsur kubus.

Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran 3. Guru bersama siswa membahas soal/lembar diskusi. 6. papan tulis. Guru memberikan soal/lembar diskusi. 2. Guru memberikan tugas rumah/PR. Guru mengingatkan kembali tentang luas persegi 4. penggaris. Guru membagi siswa dalam kelompok yang terdiri dari 4 – 5 orang siswa heterogen yang telah dipilih sebelumnya dan untuk pertemuan ini guru hanya menginformasikan. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan soal yang telah diberikan dengan kelompoknya sampai semua anggota kelompok mengerti dari apa yang telah didiskusikan. Guru meminta siswa untuk mengerjakan tes individu • Penutup 1. Skenario Pembelajaran • Pendahuluan 1. Media dan Sumber Belajar 1. • Kegiatan Inti 1. Guru bersama siswa membuat rangkuman/kesimpulan tentang materi yang telah diberikan. H. Media yang digunakan: Kapur. Guru meminta siswa untuk bergabung dengan kelompoknya masingmasing yang telah ditentukan 3. 2. Guru menjelaskan tentang pembelajaran kooperatif STAD 2. Guru menjelaskan tentang unsur-unsur kubus dan jaring-jaring kubus 2. Sumber belajar yang digunakan: Matematika untuk SMP Kelas VIII Semester 2. Guru memberi motivasi kepada siswa yaitu guru menjelaskan tentang manfaat mempelajari bangun ruang sisi datar 5. . penghapus dan lembar kegiatan siswa (LKS). tiap kelompok 1 lembar 4. 5.Lampiran 30 117 G.

Sutriyono NIM. Evaluasi dapat berupa soal tanya jawab.Lampiran 30 118 I. 4101403590 . Semarang. Guru Mata Pelajaran Peneliti Maret 2007 Khoeroni.Pd. S. Evaluasi Evaluasi dilakukan selama pembelajaran.

a. Hitunglah panjang AC! b. Perhatikan soal no. jika diketahui AB = 3 cm. jika diketahui AB = 3 cm. Hitunglah panjang AG! . Apakah gambar disamping merupakan jaring-jaring kubus? 3.Lampiran 30 119 LEMBAR DISKUSI 1 1. Hitunglah panjang AC! d. Apakah gambar disamping merupakan jaring-jaring kubus? 3.1. a. Ada berapa sisi bangun disamping? Sebutkan! c. Berbentuk apakah sisi-sisi bangun disamping? b. Hitunglah panjang AG! LEMBAR DISKUSI 1 1. c.1. Perhatikan soal no. a. Ada berapa sisi bangun disamping? Sebutkan! c. Sebutkan sisi-sisi yang sejajar? 2. Sebutkan sisi-sisi yang sejajar? 2. Berbentuk apakah sisi-sisi bangun disamping? b.

ABFE. BCGF. . ADHE. AG = AC 2 + CG 2 AG = (3 2 ) 2 + 3 2 AC = 9 + 9 AC = 18 AC = 3 2 cm. sisi-sisi bangun tersebut berbentuk persegi b. AG = 18 + 9 AG = 27 AG = 3 3 cm. EFGH. ADHE // BCGF. ABCD // EFGH. 2.Lampiran 30 120 JAWABAN LEMBAR DISKUSI 1 1. AC = AB 2 + BC 2 AC = 3 2 + 3 2 b. a. dan ABFE // DCGH. Gambar tersebut bukan merupakan jaring-jaring kubus 3. sisi bangun tersebut ada 6 yaitu ABCD. dan DCGH c. a.

EFGH dengan panjang rusuk 4 cm! 2. AG = 32 + 16 AG = 48 AG = 4 3 cm.Lampiran 30 121 SOAL TES INDIVIDU 1 1. Lukislah kubus ABCD. Hitunglah panjang diagonal sisi dan diagonal ruangnya! 3. Bidang ACGE berbentuk bangun apa? Jawab: 1. 3. Persegi panjang. 4 cm 2. . AC = AB 2 + BC 2 b. a. AG = AC 2 + CG 2 AG = (4 2 ) 2 + 4 2 AC = 4 2 + 4 2 AC = 16 + 16 AC = 32 AC = 4 2 cm.

limas dan bagian-bagiannya. 4. balok. Siswa dapat menghitung volum kubus E. Tujuan Pembelajaran 1. Metode Mengajar Metode mengajar yang digunakan adalah metode ekspositori. Siswa dapat menemukan sendiri rumus luas permukaan kubus 3. serta menentukan ukurannya. F. volum kubus.Lampiran 31 122 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Model Pembelajaran Kooperatif STAD) Pertemuan 2 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP Negeri 3 Dempet : Matematika :2/2 : Bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit A. Siswa dapat menemukan sendiri rumus luas permukaan kubus 2. Menghitung luas permukaan kubus 2. diskusi . Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. C. Indikator 1. Menghitung volum kubus D. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volum kubus dan balok. Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif STAD. Siswa dapat menghitung luas permukaan kubus 5. prisma. B.

Guru bersama siswa membahas PR yang dianggap sulit 2. Guru meminta siswa untuk bergabung dengan kelompoknya masingmasing yang telah ditentukan 3. Media dan Sumber Belajar 1. . Evaluasi Evaluasi dilakukan selama pembelajaran. 2. papan tulis. Media yang digunakan: Kapur. tiap kelompok 1 lembar 4. Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran 3. Guru mengingatkan kembali tentang luas persegi dan volum kubus 4. dan volum kubus 2.Lampiran 31 123 G. Guru meminta siswa untuk mendiskusikan soal yang telah diberikan dengan kelompoknya sampai semua anggota kelompok mengerti dari apa yang telah didiskusikan. Evaluasi dapat berupa soal tanya jawab. I. Skenario Pembelajaran • Pendahuluan 1. Guru menjelaskan tentang luas permukaan kubus. H. Guru memberikan soal/lembar diskusi. Guru memberikan tugas rumah/PR. Guru memberi motivasi kepada siswa yaitu guru menjelaskan tentang manfaat mempelajari bangun ruang sisi datar • Kegiatan Inti 1. penghapus dan lembar kegiatan siswa (LKS). 5. penggaris. Guru bersama siswa membuat rangkuman/kesimpulan tentang materi yang telah diberikan. Guru meminta siswa untuk mengerjakan tes individu • Penutup 1. Sumber belajar yang digunakan: Matematika untuk SMP Kelas VIII Semester 2. 2.

Hitunglah volum kubus tersebut! . Hitunglah luas permukaan kubus tersebut! c. Jika AD = 5 cm. Berapa luas seluruh persegi tersebut? 2. Jika s = 2 cm. berapa luas persegi AEHD? c.Lampiran 31 124 LEMBAR DISKUSI 2 1. Apakah gambar disamping merupakan jaring-jaring kubus? b. hitunglah panjang HB! b. a. a.

. jadi panjang HB = 5 3 cm. L1 = s2 = 22 = 4 cm2. c. ya b. Jadi luas permukaan kubus adalah 150 cm2. V = s3 = 53 = 125 cm3. c.Lampiran 31 125 JAWABAN LEMBAR DISKUSI 2 1. b. a. L = 6 x s2 = 6 x 52 = 6 x 25 = 150 cm2. 2. Jadi volum kubus adalah 125 cm3. Lt = 6 x L1 = 6 x 4 = 24 cm. a. AB = AD = 5 cm HB merupakan diagonal ruang kubus.

s2 = 216 6 s2 = 36 s = 6 cm V = s3 = 63 = 216 cm3. . Hitunglah volum kubus tersebut! Jawab: 1. panjang diagonal sisi = L = 6 x 72 = 6 x 49 = 294 cm2. Jadi volum kubus = 216 cm3. Diketahui luas permukaan kubus = 216 cm2.Lampiran 31 126 SOAL TES INDIVIDU 2 1. 2. L = 6 x s2 216 = 6 x s2 98 = 7 2 cm. V = 73 = 343 cm3. jadi panjang sisi kubus tersebut adalah 7 cm.EFGH dengan panjang diagonal sisi = hitunglah luas permukaan kubus dan volum kubus! 98 cm. Jadi Volum kubus tersebut adalah 343 cm3. 2. Diketahui kubus ABCD. Jadi Luas permukaan kubus = 294 cm2.

Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif STAD. 2. F. prisma. mengenal jaring-jaring balok D. limas dan bagian-bagiannya. Tujuan Pembelajaran 1. C. Mengenal unsur-unsur balok 2. Menghitung unsur-unsur balok 3. Siswa dapat mengenal jaring-jaring balok E. Indikator 1. Siswa dapat mengenal unsur-unsur balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. B. Siswa dapat menghitung unsur-unsur balok 3. serta menentukan ukurannya. balok. Metode Mengajar Metode mengajar yang digunakan adalah metode ekspositori. diskusi . Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volum kubus dan balok.Lampiran 32 127 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Model Pembelajaran Kooperatif STAD) Pertemuan 3 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP Negeri 3 Dempet : Matematika :2/2 : Bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit A.

Guru meminta siswa untuk mendiskusikan soal yang telah diberikan dengan kelompoknya sampai semua anggota kelompok mengerti dari apa yang telah didiskusikan. penghapus dan lembar kegiatan siswa (LKS). Guru meminta siswa untuk bergabung dengan kelompoknya masingmasing yang telah ditentukan 3. Guru memberikan tugas rumah/PR. tiap kelompok 1 lembar 4. 5. . 2. I. Guru mengingatkan kembali tentang luas persegi 4. Media yang digunakan: Kapur.Lampiran 32 128 G. Guru bersama siswa membuat rangkuman/kesimpulan tentang materi yang telah diberikan. Guru bersama siswa membahas PR yang dianggap sulit 2. 2. papan tulis. H. Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran 3. Skenario Pembelajaran • Pendahuluan 1. Sumber belajar yang digunakan: Matematika untuk SMP Kelas VIII Semester 2. Evaluasi dapat berupa soal tanya jawab. Evaluasi Evaluasi dilakukan selama pembelajaran. Guru memberikan soal/lembar diskusi. Guru memberi motivasi kepada siswa yaitu guru menjelaskan tentang manfaat mempelajari bangun ruang sisi datar • Kegiatan Inti 1. Media dan Sumber Belajar 1. Guru menjelaskan tentang unsur-unsur balok dan jaring-jaring balok 2. penggaris. Guru meminta siswa untuk mengerjakan tes individu • Penutup 1.

a. Apakah gambar disamping merupakan jaring-jaring balok? 3. a. Berbentuk apakah sisi-sisi bangun disamping? b. Perhatikan soal no.Lampiran 32 129 LEMBAR DISKUSI 3 1. Hitunglah panjang AC! b. Hitunglah panjang AG! .1. Ada berapa pasang sisi yang kongruen? Sebutkan! c. Sebutkan sisi-sisi yang sejajar? 2. BC = 3 cm. jika diketahui AB = 4 cm. dan AE = 2 cm.

sisi-sisi bangun tersebut berbentuk persegi dan persegi panjang b. dan ABFE ≅ DCGH c. 2. AG = AC 2 + CG 2 AG = (5 2 + 2 2 AG = 25 + 4 AG = 29 cm. AC = AB 2 + BC 2 AC = 4 2 + 3 2 b.Lampiran 32 130 JAWABAN LEMBAR DISKUSI 3 1. ADHE // BCGF. ada 3 pasang yaitu ABCD ≅ EFGH. a. a. ADHE ≅ BCGF. dan ABFE // DCGH. Gambar tersebut bukan merupakan jaring-jaring balok 3. ABCD // EFGH. . AC = 16 + 9 AC = 25 AC = 5 cm.

EFGH! 2. 3. tinggi balok berturut-turut adalah 10 cm. Bidang BDHF berbentuk bangun apa? Jawab: 1. 2. Persegi panjang. lebar. . dan 6 cm.Lampiran 32 131 SOAL TES INDIVIDU 3 1. 8 cm. Hitunglah panjang diagonal ruangnya! 3. AG = AB 2 + BC 2 + CG 2 AG = (10 2 + 8 2 + 4 2 AG = 100 + 64 + 36 AG = 200 AG = 10 2 cm. Jadi panjang diagonal ruangnya adalah AG = 10 2 cm. Lukislah balok ABCD. Jika panjang.

prisma. Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif STAD. balok. limas dan bagian-bagiannya. papan tulis. penggaris. Siswa dapat menghitung volum balok.Lampiran 33 132 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Model Pembelajaran Kooperatif STAD) Pertemuan 4 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP Negeri 3 Dempet : Matematika :2/2 : Bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit A. Indikator 1. 2. Siswa dapat menghitung luas permukaan balok. penghapus dan lembar kegiatan siswa (LKS). Metode Mengajar Metode mengajar yang digunakan adalah metode ekspositori. Menghitung luas permukaan balok 2. B. C. Tujuan Pembelajaran 1. E. F. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volum kubus dan balok. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. Sumber belajar yang digunakan: Matematika untuk SMP Kelas VIII Semester 2. Media yang digunakan: Kapur. serta menentukan ukurannya. menghitung volum balok D. . diskusi G. 2. Media dan Sumber Belajar 1.

Guru bersama siswa membahas PR yang dianggap sulit 2. . Guru meminta siswa untuk mendiskusikan soal yang telah diberikan dengan kelompoknya sampai semua anggota kelompok mengerti dari apa yang telah didiskusikan. Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran 3. Guru meminta siswa untuk bergabung dengan kelompoknya masingmasing yang telah ditentukan 2. 2. Evaluasi dapat berupa soal tanya jawab. dan volum balok 3. 5. Skenario Pembelajaran • Pendahuluan 1. Guru menjelaskan tentang luas permukaan balok. I. Evaluasi Evaluasi dilakukan selama pembelajaran. Guru memberikan soal/lembar diskusi.Lampiran 33 133 H. Guru memberikan tugas rumah/PR. Guru memberi motivasi kepada siswa yaitu guru menjelaskan tentang manfaat mempelajari bangun ruang sisi datar • Kegiatan Inti 1. Guru meminta siswa untuk mengerjakan tes individu • Penutup 1. Guru bersama siswa membuat rangkuman/kesimpulan tentang materi yang telah diberikan. Guru mengingatkan kembali tentang luas balok dan volum balok 4. tiap kelompok 1 lembar 4.

dan t = 3cm. 2. Jika p = 5 cm. Hitunglah volum balok tersebut! . a. dan t = 3 cm. Hitunglah luas permukaan balok tersebut! b. Jika p = 5 cm.Lampiran 33 134 LEMBAR DISKUSI 4 1. l = 4 cm. a. l = 4 cm. berapa luas bangun tersebut? 3. Apakah gambar disamping merupakan jaring-jaring balok? b.

ya b.4 + 5. L = 2 (p l + pt + l t) = 2 ( 5. . L = 2 x p x + 2 x p x t + 2 x l x t =2x5x4+2x5x3+2x4x3 = 40 + 30 + 24 = 94 cm2 2. a.3) = 2 (20 +15 + 12) = 2 (47) = 94 cm2 Jadi Luas permukaan balok = 94 cm2. b.3 + 4. V = p x l x t =5x4x3 = 60 cm3 Jadi volum balok adalah 60 cm3.Lampiran 33 135 JAWABAN LEMBAR DISKUSI 4 1. a.

V = p x l x t 210 = 7 x 6 x t 210 = 42 x t t= 210 = 5 cm 42 L = 2 (p l + pt + l t) = 2 ( 7.5 + 6. 9 cm.6 + 7. Hitunglah luas permukaan balok dan volum balok! 2.8) = 2 (180 + 160 + 72) = 2 (412) = 824 cm2 Jadi Luas permukaan balok = 824 cm2. V = p x l x t = 20 x 9 x 8 = 1440 cm3 Jadi volum balok adalah 1440 cm3 2. lebar = 6 cm. Diketahui balok ABCD. dan tinggi masingmasing 20 cm.5) = 2 (42 +35 + 30) = 2 (107) = 214 cm2 .EFGH dengan panjang. a.9 + 20.8 + 9. Diketahui panjang sebuah balok = 7 cm. dan volum balok = 210 cm3. b. Luas permuakaan balok L = 2 (p l + pt + l t) = 2 ( 20. Hitunglah luas permukaan balok tersebut! Jawab: 1. dan 8 cm. lebar.Lampiran 33 136 SOAL TES INDIVIDU 4 1.

Lampiran 33 137 Jadi Luas permukaan balok = 214 cm2. .

Siswa dapat mengenal jaring-jaring kubus 4. Metode Mengajar Metode mengajar yang digunakan adalah metode ekspositori . serta menentukan ukurannya. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. Mengenal jaring-jaring kubus D.. Menghitung unsur-unsur kubus 3. Indikator 1. Tujuan Pembelajaran 1. F. Siswa dapat membuat jaring-jaring kubus E. Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran konvensional. Membuat jaring-jaring kubus dan balok C. prisma. 2. Siswa dapat menghitung unsur-unsur kubus 3. Kompetensi Dasar 1. Siswa dapat mengenal unsur-unsur kubus. balok. limas dan bagian-bagiannya.Lampiran 34 137 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Model Pembelajaran Konvensional) Pertemuan 1 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP Negeri 3 Dempet : Matematika :2/2 : Bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit A. Mengidentifikasi sifat-sifat kubus dan balok serta bagian-bagiannya 2. 2. B. Mengenal unsur-unsur kubus.

2. Guru mengingatkan kembali tentang luas persegi 3. Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran 2. Evaluasi Evaluasi dilakukan selama pembelajaran. Guru meminta siswa mengerjakan soal yang ada di LKS. I. 2. Media yang digunakan: Kapur. . Sumber belajar yang digunakan: Matematika untuk SMP Kelas VIII Semester 2. • Penutup 1. Media dan Sumber Belajar 1. Guru memberi contoh soal yang behubungan dengan unsur-unsur kubus dan balok. penggaris. Evaluasi dapat berupa soal tanya jawab. Guru bersama siswa membahas soal yang telah dikerjakan. Guru menjelaskan tentang unsur-unsur kubus dan balok. 3.Lampiran 34 138 G. papan tulis. 4. Skenario Pembelajaran • Pendahuluan 1. Guru memberi motivasi kepada siswa yaitu guru menjelaskan tentang manfaat mempelajari bangun ruang sisi datar • Kegiatan Inti 1. H. 2. Guru memberikan tugas rumah/PR. Guru bersama siswa membuat rangkuman/kesimpulan tentang materi yang telah diberikan. penghapus dan lembar kegiatan siswa (LKS).

Lampiran 34 139 TUGAS RUMAH/PR 1. a. Berbentuk apakah sisi-sisi bangun disamping? b.1. Hitunglah panjang diagonal sisi dan diagonal ruangnya! 6.EFGH dengan panjang rusuk 4 cm! 5. Sebutkan sisi-sisi yang sejajar? 2. a. Hitunglah panjang AG! 4. jika diketahui AB = 3 cm. Bidang ACGE berbentuk bangun apa? . Apakah gambar disamping merupakan jaring-jaring kubus? 3. Ada berapa sisi bangun disamping? Sebutkan! c. Lukislah kubus ABCD. Hitunglah panjang AC! b. Perhatikan soal no.

ABCD // EFGH. dan DCGH c. AC = AB 2 + BC 2 b. AG = AC 2 + CG 2 AG = (3 2 ) 2 + 3 2 AC = 9 + 9 AC = 18 AC = 3 2 cm. Persegi panjang. a.Lampiran 34 140 Jawab: 1. Gambar tersebut bukan merupakan jaring-jaring kubus 3. ADHE // BCGF. AG = 18 + 9 AG = 27 AG = 3 3 cm. ADHE. 6. 2. a. a. 4. 4 cm 5. sisi-sisi bangun tersebut berbentuk persegi b. . EFGH. ABFE. AC = AB 2 + BC 2 AC = 3 2 + 3 2 b. AG = AC 2 + CG 2 AG = (4 2 ) 2 + 4 2 AC = 4 2 + 4 2 AC = 16 + 16 AC = 32 AC = 4 2 cm. dan ABFE // DCGH. AG = 32 + 16 AG = 48 AG = 4 3 cm. BCGF. sisi bangun tersebut ada 6 yaitu ABCD.

. C. limas dan bagian-bagiannya. Tujuan Pembelajaran 1. prisma. balok. Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran konvensional. B.Lampiran 35 141 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Model Pembelajaran Konvensional) Pertemuan 2 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP Negeri 3 Dempet : Matematika :2/2 : Bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit A. serta menentukan ukurannya. Menghitung volum kubus D. F. Siswa dapat menghitung luas permukaan kubus 5. Menghitung luas permukaan kubus 2. Siswa dapat menemukan sendiri rumus luas permukaan kubus 2. Metode Mengajar Metode mengajar yang digunakan adalah metode ekspositori. volum kubus. Indikator 1. 4. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. Siswa dapat menghitung volum kubus E. Siswa dapat menemukan sendiri rumus luas permukaan kubus 3. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volum kubus dan balok.

2. 6. penghapus dan lembar kegiatan siswa (LKS). Guru memberikan tugas rumah/PR. Guru menjelaskan tentang jaring-jaring kubus dan balok. Evaluasi Evaluasi dilakukan selama pembelajaran. penggaris. . Sumber belajar yang digunakan: Matematika untuk SMP Kelas VIII Semester 2. Guru memberi contoh cara menghitung luas permukaan kubus dan balok 5. Guru menjelaskan tentang luas permukaan kubus dan balok. Guru meminta siswa mengerjakan soal yang ada di LKS. papan tulis. H. Media dan Sumber Belajar 1. 2. Media yang digunakan: Kapur. 3.Lampiran 35 142 G. Evaluasi dapat berupa soal tanya jawab. I. Guru bersama siswa membahas PR yang dianggap sulit 2. Guru mengingatkan kembali tentang luas persegi 4. Guru memberi motivasi kepada siswa yaitu guru menjelaskan tentang manfaat mempelajari bangun ruang sisi datar • Kegiatan Inti 1. Guru bersama siswa membuat rangkuman/kesimpulan tentang materi yang telah diberikan. Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran 3. 4. Guru memberi contoh cara membuat jaring-jaring kubus dan balok. Skenario Pembelajaran • Pendahuluan 1. Guru bersama siswa membahas soal yang telah dikerjakan Penutup • Penutup 1. 2.

Apakah gambar disamping merupakan jaring-jaring kubus? b. a.Lampiran 35 143 TUGAS RUMAH/PR 1.EFGH dengan panjang diagonal sisi = hitunglah luas permukaan kubus dan volum kubus! 98 cm. Diketahui kubus ABCD. Diketahui luas permukaan kubus = 216 cm2. Hitunglah volum kubus tersebut! . Jika AD = 5 cm. Berapa luas seluruh persegi tersebut? 2. berapa luas persegi AEHD? c. hitunglah panjang HB! b. Jika s = 2 cm. Hitunglah volum kubus tersebut! 3. Hitunglah luas permukaan kubus tersebut! c. 4. a.

jadi panjang sisi kubus tersebut adalah 7 cm. . V = 73 = 343 cm3. Jadi Luas permukaan kubus = 294 cm2. a. Jadi volum kubus adalah 125 cm3. 4. L = 6 x s2 = 6 x 52 = 6 x 25 = 150 cm2. c. Jadi volum kubus = 216 cm3. a. L = 6 x s2 216 = 6 x s2 98 = 7 2 cm. c. 3.Lampiran 35 144 Jawab: 1. panjang diagonal sisi = L = 6 x 72 = 6 x 49 = 294 cm2. s2 = 216 6 s2 = 36 s = 6 cm V = s3 = 63 = 216 cm3. Jadi luas permukaan kubus adalah 150 cm2. V = s3 = 53 = 125 cm3. L1 = s2 = 22 = 4 cm2. b. Lt = 6 x L1 = 6 x 4 = 24 cm. ya b. Jadi Volum kubus tersebut adalah 343 cm3. 2. AB = AD = 5 cm HB merupakan diagonal ruang kubus. jadi panjang HB = 5 3 cm.

2. papan tulis. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volum kubus dan balok. mengenal jaring-jaring balok D. B. Metode Mengajar Metode mengajar yang digunakan adalah metode ekspositori. Menghitung unsur-unsur balok 3. Mengenal unsur-unsur balok 2. limas dan bagian-bagiannya. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. prisma.Lampiran 36 145 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Model Pembelajaran konvensional) Pertemuan 3 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP Negeri 3 Dempet : Matematika :2/2 : Bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit A. penghapus dan lembar kegiatan siswa (LKS). Siswa dapat mengenal unsur-unsur balok. . F. Indikator 1. Siswa dapat mengenal jaring-jaring balok E. Tujuan Pembelajaran 1. Media yang digunakan: Kapur. Media dan Sumber Belajar 1. G. penggaris. Siswa dapat menghitung unsur-unsur balok 3. serta menentukan ukurannya. C. Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran konvensional. balok.

Guru mengingatkan kembali tentang volum kubus dan balok 4. H. 5. Evaluasi dapat berupa soal tanya jawab. Skenario Pembelajaran • Pendahuluan 1. Guru memberi contoh cara menghitung perbandingan luas permukaan kubus dan balok 4. 3. Guru memberi motivasi kepada siswa yaitu guru menjelaskan tentang manfaat mempelajari bangun ruang sisi datar • Kegiatan Inti 1. Sumber belajar yang digunakan: Matematika untuk SMP Kelas VIII Semester 2. 2. 2. . • Penutup 1. Guru memberikan tugas rumah/PR. Guru memberi contoh cara menghitung volum kubus dan balok. Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran 3. Guru meminta siswa mengerjakan soal yang ada di LKS. Evaluasi Evaluasi dilakukan selama pembelajaran. Guru bersama siswa membuat rangkuman/kesimpulan tentang materi yang telah diberikan.Lampiran 36 146 2. Guru bersama siswa membahas soal yang telah dikerjakan. Guru bersama siswa membahas PR yang dianggap sulit 2. I. Guru menjelaskan tentang volum kubus dan balok.

Ada berapa pasang sisi yang kongruen? Sebutkan! c. a.Lampiran 36 147 TUGAS RUMAH/PR 1. Perhatikan soal no. Hitunglah panjang AG! . jika diketahui AB = 4 cm. Hitunglah panjang AC! b. dan AE = 2 cm.1. Berbentuk apakah sisi-sisi bangun disamping? b. a. Apakah gambar disamping merupakan jaring-jaring balok? 3. BC = 3 cm. Sebutkan sisi-sisi yang sejajar? 2.

ABCD // EFGH. AC = 16 + 9 AC = 25 AC = 5 cm. a. a. AC = AB 2 + BC 2 AC = 4 2 + 3 2 b. 2. AG = AC 2 + CG 2 AG = (5 2 + 2 2 AG = 25 + 4 AG = 29 cm. Gambar tersebut bukan merupakan jaring-jaring balok 3. . sisi-sisi bangun tersebut berbentuk persegi dan persegi panjang b.Lampiran 36 148 JAWAB: 1. ADHE // BCGF. ADHE ≅ BCGF. dan ABFE ≅ DCGH c. ada 3 pasang yaitu ABCD ≅ EFGH. dan ABFE // DCGH.

Lampiran 37 149 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Model Pembelajaran konvensional) Pertemuan 4 Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok Alokasi Waktu : SMP Negeri 3 Dempet : Matematika :2/2 : Bangun Ruang Sisi Datar : 2 x 40 menit A. F. limas dan bagian-bagiannya. Siswa dapat menghitung luas permukaan balok. serta menentukan ukurannya. . papan tulis. Sumber belajar yang digunakan: Matematika untuk SMP Kelas VIII Semester 2. Model Pembelajaran Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran konvensional. Tujuan Pembelajaran 1. Menghitung luas permukaan balok 2. prisma. Metode Mengajar Metode mengajar yang digunakan adalah metode ekspositori. penggaris. C. B. 2. Media dan Sumber Belajar 1. 2. balok. Kompetensi Dasar Menghitung luas permukaan dan volum kubus dan balok. G. Siswa dapat menghitung volum balok. penghapus dan lembar kegiatan siswa (LKS). E. Media yang digunakan: Kapur. menghitung volum balok D. Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat kubus. Indikator 1.

Guru memberikan tugas rumah/PR. Evaluasi Evaluasi dilakukan selama pembelajaran. Guru memberi motivasi kepada siswa yaitu guru menjelaskan tentang manfaat mempelajari bangun ruang sisi datar • Kegiatan Inti 1. Evaluasi dapat berupa soal tanya jawab. 2. Guru bersama siswa membahas PR yang dianggap sulit 2. Guru bersama siswa membuat rangkuman/kesimpulan tentang materi yang telah diberikan. • Penutup 1. 2. . Guru menjelaskan tentang tujuan pembelajaran 3. 3. Guru meminta siswa mengerjakan soal yang ada di LKS. Skenario Pembelajaran • Pendahuluan 1. Guru memberi contoh tentang perbandingan volum kubus dan balok. I.Lampiran 37 150 H. Guru bersama siswa membahas soal yang telah dikerjakan. Guru mengingatkan kembali tentang volum kubus dan balok 4.

Lampiran 37 151 TUGAS RUMAH/PR 1. a. Jika Jika p = 5 cm. dan t = 3 cm. Apakah gambar disamping merupakan jaring-jaring balok? b. l = 4 cm. berapa luas bangun tersebut? 2. Hitunglah volum balok tersebut! . l = 4 cm.Hitunglah luas permukaan balok tersebut! b. a. Jika p = 5 cm. dan t = 3 cm.

4 + 5. a. ya b. . L = 2 x p x + 2 x p x t + 2 x l x t =2x5x4+2x5x3+2x4x3 = 40 + 30 + 24 = 94 cm2 2. V = p x l x t =5x4x3 = 60 cm3 Jadi volum balok adalah 60 cm3. a.3) = 2 (20 +15 + 12) = 2 (47) = 94 cm2 Jadi Luas permukaan balok = 94 cm2. L = 2 (p l + pt + l t) = 2 ( 5. b.Lampiran 37 152 JAWAB: 1.3 + 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful