BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, pemerintah khususnya melalui Depdiknas terus

menerus berupaya melakukan berbagai perubahan dan pembaharuan sistem pendidikan kita. Salah satu upaya yang sudah dan sedang dilakukan, yaitu berkaitan dengan faktor guru. Lahirnya Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pada dasarnya merupakan kebijakan pemerintah yang didalamnya memuat usaha pemerintah untuk menata dan memperbaiki mutu guru di Indonesia. Michael G. Fullan yang dikutip oleh Suyanto dan Djihad Hisyam (2000) mengemukakan bahwa “educational change depends on what teachers do and think…”. Pendapat tersebut mengisyaratkan bahwa perubahan dan pembaharuan sistem pendidikan sangat bergantung pada “what teachers do and think “. atau dengan kata lain bergantung pada penguasaan kompetensi guru. Jika kita amati lebih jauh tentang realita kompetensi guru saat ini agaknya masih beragam. Sudarwan Danim (2002) mengungkapkan bahwa salah satu ciri krisis pendidikan di Indonesia adalah guru belum mampu menunjukkan kinerja (work performance) yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru belum sepenuhnya ditopang oleh derajat penguasaan kompetensi yang memadai. Oleh karena itu, perlu adanya upaya yang komprehensif guna meningkatkan kompetensi guru. Makalah ini akan memaparkan tentang apa itu kompetensi guru dan bagaimana upaya-upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dilihat dari peran kepala sekolah. Dengan harapan kiranya makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan refleksi bagi kita para calon guru maupun pihak- pihak lain yang berkepentingan dengan pendidikan.

1

2002). dan tidak ada tenggang waktu interpretasi.BAB II KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK A. Beberapa pakar manajemen SDM berpendapat bahwa SDM yang berkualitas adalah SDM yang minimal memiliki empat karakteristik yaitu (1) memiliki compe-tency (knowledge. observasi yang dapat dipercaya. skill. memiliki kompetensi di bidangnya. 2002) Bagi instansi pemerintah tersedianya SDM aparatur (Pegawai Negeri Sipil) yang berkualitas dan profesional merupakan suatu syarat dalam rangka meningkatkan mutu penyelenggaraan negara serta kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat. 2 . Disamping empat karakteristik SDM yang berkualitas tersebut di atas. Kedua istilah “berkualitas dan professional” di dalamnya ter-kandung unsur kompetensi. Konsep Kompetensi Berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai visi dan misinya secara berkelanjutan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusianya (SDM). memiliki jiwa ber-kompetisi/bersaing secara jujur dan sportif. Konsep kompetensi merupakan ke-lanjutan dari konsep behavioral objective yang bersumber dari pemikiran para pendidik seperti Benjamin Bloom pada tahun 1950 di Amerika (Susanto. abilities dan experience) yang memadai. Pada hakikatnya konsep ini menggunakan pendekatan melakukan obser-vasi dan menarik kesimpulan yang dapat dipercaya dengan prin-sip operasional. serta menjunjung tinggi etika profesi. (2) commitment pada organisasi. Konsep behavioral objective ini menjelaskan bahwa spesifikasi tujuan sebagai perilaku yang dapat diobservasi secara langsung dan dapat dicatat. (3) selalu bertindak cost effectiveness dalam setiap aktivitasnya. maka ciri-ciri professional menurut Syamsul Ma’arif dalam Wacana Pengembangan Kepegawaian (2002:60) adalah memiliki wawasan yang luas dan dapat memandang masa depan. dan (4) congruence of goals yaitu bertindak selaras antara tujuan pribadinya dengan tujuan organisasi (Lako dan Sumaryati. Ruky (2003:104) mengutip pendapat Spencer & Spencer dari kelompok konsultan Hay & Mac Ber bahwa kompetensi adalah “an underlying characteristic of an individual that is casually related to criterion – referenced effective and/or superior performance in a job or situation” (Karakteristik dasar seseorang yang mempengaruhi cara berpikir dan bertindak.

Definisi kompetensi dari Spencer & Spencer tersebut banyak dianut oleh para praktisi manajemen SDM. serta bertahan cukup lama dalam diri manusia). Pendekatan ini dilihat dari sudut pandang individual. guru menempati posisi yang startegis dan penentu berhasil tidaknya pencapaan tujuan suatu proses pembelajaran. penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu”. 3 . sikap. keterampilan. namun kedudukan dan peran guru tetap penting dan menentukan. perilaku utama agar mampu melaksanakan pekerjaan dengan sangat baik atau yang membedakan antara kinerja rata-rata dengan kinerja superior. dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas jabatannya. Dalam proses pembelajaran.membuat generalisasi terhadap segala situasi yang dihadapi. tentang kurikulum inti perguruan tinggi mengemukakan “Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas. dalam Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 46A Tahun 2003 Tanggal 21 Nopember 2003 ditentukan bahwa kompetensi adalah kemampuan dan karak-teristik yang dimiliki seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan. Sekalipun proses pembelajaran telah menggunakan model pendekatan dan metoda yang lebih memberi peluang siswa aktif. Sementara itu. ekspresi. dan efisien. 2002) memberikan batasan bahwa kompetensi adalah segala bentuk perwujudan. 23 Tahun 2004. Kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. pengetahuan. tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjelaskan tentang sertifikasi kompetensi kerja sebagai suatu proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistimatis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada standar kompetensi kerja nasional Indonesia dan atau Internasional. Termasuk praktisi di Indonesia. Peraturan Pemerintah (PP) No. salah satunya adalah The Jakarta Consulting Group (Susanto. Surat Keputusan Mendiknas nomor 045/U/2002. sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya secara professional. dan representasi dari motif. efektif.

keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki. dan pemberi inspirasi belajar bagi siswa. Kompetensi Professional Kompetensi profesional adalah kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penyesuaian tugas-tugas keguruan. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan.Dalam Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen BAB I Ketentuan Umum Pasal 1 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan : 1. 19 Tahun 2005 pasal 28 ditetapkan bahwa kompetensi guru sebagai agen pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan usi dini meliputi: 1. Oleh sebab langsung berhubungan dengan kinerja yang ditampilkan. Oleh sebab itu.No. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas kerpofesionalan. No. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. Guru sebagai pendidik di sekolah. Kompetensi ini merupakan kompetensi yang sangat penting. 19 tahun 2005 disebutkan sebagai agen pembelajaran antara lain adalah sebagai fasilitator. pendidikan dasar. Lebih dari itu ia juga telah diangkat DAN diberi kepercayaan oleh masyarkat sebagai pendidik. mengarahkan. dihayati. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. melatih. bukan sekedar oleh surat keputusan dari pejabat yang berwenang. 2. Beberapa kemampuan atau kompetensi yang harus dimiliki seorang guru (pendidik). dan pendidikan menengah. membimbing. 3. Ia juga telah dibina untuk memeiliki kepribadian sebagai pendidik. telah dipersiapkan secara formal melalui lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). tingkat keprofesionalan seorang guru dapat dilihat dari kompetensi 4 . Peranan guru sebagai pendidik dalam PP. menilai. motivator. dalam PP. pemicu. kemahiran. mengajar.

f. Oleh karena itu. c. 2. evaluasi hasil belajar. d.sebagai berikut: (1) kemampuan untuk menguasai landasan kependidikan. (8) kemampuan dalam melaksanakan unsur penunjang. dan h. perancangan dan pelaksanaan pembelajaran. kurikuler dan tujuan pembelajaran. di antaranya: (1) 5 . misalnya administrasi sekolah. (6) kemampuan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran. evaluasi hasil belajar. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. 3. pemanfaatan teknologi pembelajaran. bimbingan dan penyuluhan dan. b. pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. perancangan pembelajaran. dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. (5) kemampuan merancang dan memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar. (4) kemampuan dalam mengaplikasikan berbagai metodologi dan strategi pembelajaran. institusional. Kompetensi Kepribadian Guru sering dianggap sebagai sosok yang memiliki kepribadian ideal. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi: a. misalnya paham akan tujuan pendidikan yang harus dicapai baik tujuan nasional. (3) kemampuan dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya. pemahaman terhadap peserta didik. (9) kemampuan dalam melaksanakan penelitian dan berpikir ilmiah untuk meningkatkan kinerja. (2) pemahaman dalam bidang psikologi pendidikan. Sebagai seorang model guru harus memiliki kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan kepribadian (personal competencies). pemahaman wawasan atau landasan kependidikan. paham tentang teori-teori belajar. Kompetensi Paedagogik Kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik. e. misalnya paham tentang tahapan perkembangan siswa. g. (7) kemampuan dalam menyusun program pembelajaran. pribadi guru sering dianggap sebagai model atau panutan (yang harus digugu dan ditiru). pengembangan kurikulum/silabus.

mensarjanakan para guru/pendidik yang sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil yang belum lulus S1. SD/MI.kemampuan yang berhubungan dengan pengalaman ajaran agama sesuai dengan keyakinan agama yang dianutnya. (5) bersikap demokratis dan terbuka terhadap pembaruan dan kritik. Kompetensi Sosial Kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan guru sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk sosial. B. Tahun 2005 tentang undang-undang guru dan dosen).16 tahun 2007 tentang standar kompetensi guru. melakukan program sertifikasi guru/pendidik professional. SMA/MA/SMK dan disyaratkan lulus S2 untuk tenaga pengajar di Universitas (UU 14. aturan. meliputi: (1) kemampuan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sejawat untuk meningkatkan kemampuan profesional. (3) kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan norma. Usaha yang Dilakukan Sekolah dalam Peningkatan Kompetensi Guru Dalam upaya peningkatan kompetensi guru untuk meningkatkan mutu pendidikan dilakukan melalui usaha-usaha: (1) mengupayakan prakarsa pihak sekolah dan prakarsa 6 . (4) mengembangkan sifat-sifat terpuji sebagai seorang guru misalnya sopan santun dan tata karma dan. (3) kemampuan untuk menjalin kerja sama baik secara individual maupun secara kelompok. Ada beberapa program pemerintah untuk menjadikan guru sebagai tenaga professional. diantaranya yaitu dengan menetapkan Undang-undang No. sehingga Negara Indonesia menjadi Negara yang maju dalam pendidikan. Dengan berbagai ketentuan diatas diharapkan seorang pendidik dapat menjadi tenga yang benar-benar professional sehingga mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) segenap warga Negara Indonesia. pemerintah melalui undangundangnya menetapkan undang-undang guru dan dosen dimana para pendidik disyaratkan telah lulus SI untuk TK/RA. Upaya Meningkatkan Kompetensi Pada masa sekarang ini sedang gencar-gencarnya pembinaan agar guru menjadi tenaga yang professional. dan sistem nilai yang berlaku di masyarakat. Permen Diknas No. SMP/MTs. 4. (2) kemampuan untuk mengenal dan memahami fungsi-fungsi setiap lembaga kemasyarakatan dan. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. (2) kemampuan untuk menghormati dan menghargai antarumat beragama.

memotivasi guru. (3) melakukan peningkatan kemampuan guru melalui pelatihan. 7 . (5) memberikan rewards bagi guru yang memiliki prestasi. sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya.melalui dinas. bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain. lokakarya. pelatihan dan workshop. Untuk melaksanakan berbagai upaya di atas. (4) supervisor (penyelia). (2) manajer. melakukan lokakarya. (11) mengundang pakar. sebagai : (1) educator (pendidik). dan (13) meningkatkan kualifikasi guru dengan cara studi lanjut. (3) administrator. terdapat tujuh peran utama kepala sekolah yaitu. dan (7) wirausahawan. (9) melakukan studi pustaka. (12) melakukan pengkajian untuk memperbaiki dan/atau kualitas pembelajaran di kelas. praktisi. sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. melakukan pertemuan MGMP. (4) melengkapi sarana dan prasarana. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. 1. (6) pencipta iklim kerja. Kepala sekolah yang menunjuk kan komitmen tinggi dan fokus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya. seminar. (10) melakukan magang ke sekolah lain. Merujuk kepada tujuh peran kepala sekolah sebagaimana disampaikan oleh Depdiknas di atas. atau birokrasi. (5) leader (pemimpin). (2) melakukan perencanaan terjadwal untuk pengembangan potensi. termasuk teknologi informasi. dilakukan melalui prosedurprosedur membuat perencanaan tahunan. (8) melakukan studi banding. melakukan studi lanjut. workshop dan bekerja sama dengan lembagalembaga lain. KKG. 2006). di bawah ini akan diuraikan secara ringkas hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru. (6) meningkatkan kesejahteraan guru. (7) mengadakan pertemuan secara berkelanjutan sebagai sarana berbagi pengetahuan dalam hal peningkatan mutu.

selanjutnya diupayakan solusi. 2004). kepala sekolah seharusnya dapat memfasiltasi dan memberikan kesempatan yang luas kepada para guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengem. 4.bangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervisi. bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari faktor biaya. terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode. baik yang dilaksanakan di sekolah. – seperti : MGMP/MGP tingkat sekolah. Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran.2. Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan. seperti : kesempatan melanjutkan pendidikan atau mengikuti berbagai kegiatan pelatihan yang diselenggarakan pihak lain. 3. Dari hasil supervisi ini. in house training. -tingkat penguasaan kompetensi guru yang bersangkutan–. yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung. Dalam hal ini. Kepala sekolah sebagai administrator Khususnya berkenaan dengan pengelolaan keuangan. Mulyasa. diskusi profesional dan sebagainya–. media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (E. dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembela jaran. atau melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan di luar sekolah. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah seharusnya dapat mengalokasikan anggaran yang memadai bagiupaya peningkatan kompetensi guru. sebagaimana disampaikan oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukakan bahwa “Menghadapi kurikulum yang berisi perubahan-perubahan yang cukup besar dalam 8 . pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat memperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulannya dalam melaksanakan pembelajaran. salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Jones dkk.

yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. isi. seorang kepala sekolah dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara tepat dan fleksibel. dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. sudah sewajarnya kalau para guru mengharapkan saran dan bimbingan dari kepala sekolah mereka”. metode dan evaluasi pengajarannya. (6) emosi yang stabil. Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru. Kendati demikian menarik untuk dipertimbang kan dari hasil studi yang dilakukan Bambang Budi Wiyono (2000) terhadap 64 kepala sekolah dan 256 guru Sekolah Dasar di Bantul terungkap bahwa ethos kerja guru lebih tinggi ketika dipimpin oleh kepala sekolah dengan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. (3) para guru harus selalu diberitahu tentang dari setiap pekerjaannya. (2) tujuan kegiatan perlu disusun dengan dengan jelas dan diinformasikan kepada para guru sehingga mereka mengetahui tujuan dia bekerja. Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotivasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. (5) berjiwa besar. Kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai barikut : (1) jujur. sementara dia sendiri tidak menguasainya dengan baik. 5. Dari ungkapan ini. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut : (1) para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan.tujuan. (4) pemberian hadiah lebih baik dari hukuman. Mustahil seorang kepala sekolah dapat memberikan saran dan bimbingan kepada guru. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) Gaya kepemimpinan kepala sekolah seperti apakah yang dapat menumbuh-suburkan kreativitas sekaligus dapat mendorong terhadap peningkatan kompetensi guru ? Dalam teori kepemimpinan setidaknya kita mengenal dua gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. (2) percaya diri. para guru juga dapat dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. mengandung makna bahwa kepala sekolah harus betul_betul menguasai tentang kurikulum sekolah. (3) tanggung jawab. Mulyasa. dan (7) teladan (E. Oleh karena itu. 6. 2003). disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan yang ada. namun 9 .

Mulayasa tentang Kepala Sekolah sebagai Motivator. yang pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Mulyasa. termasuk perubahan dalam hal-hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa beserta kompetensi gurunya. secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru. (5) usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosiopsiko-fisik guru. maka kepala sekolah seyogyanya dapat menciptakan pembaharuan. keunggulan komparatif. Kepala sekolah dengan sikap kewirauhasaan yang kuat akan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. sehingga memperoleh kepuasan (modifikasi dari pemikiran E. serta memanfaatkan berbagai peluang.sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran di atas. Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip_prinsip kewirausaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. BAB III 10 . E. 2003) 7.

peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks. leader (pemimpin). administrator. dan kompetensi social. pencipta iklim kerja maupun sebagai wirausahawan. baik sebagai educator (pendidik). Kompetensi guru merupakan gambaran tentang apa yang seyogyanya dapat dilakukan seorang guru dalam melaksanakan pekerjaannya. Kompetensi guru terdiri dari kompetensi professional. 2. sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan kompetensinya. supervisor. kompetensi pedagogic. Kepala sekolah memiliki peranan yang strategis dalam rangka meningkatkan kompetensi guru. Seberapa jauh kepala sekolah dapat mengoptimalkan segenap peran yang diembannya. DAFTAR PUSTAKA 11 . 3. berperilaku maupun hasil yang dapat ditunjukkan. secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru. dan pada gilirannya dapat membawa efek terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah. 5. 4.Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. baik berupa kegiatan. kompetensi kepribadian. manajer. Sejalan dengan tantangan kehidupan global.

Tim dosen.com/2009/10/07/kompetensi-guru-dan-peran-kepala-sekolah/ http://file.%20LUAR %20SEKOLAH/195109141975011%20-%20AYI%20OLIM/sinopsis-kompetensi-guru %5B1%5D.%20PEND.htm 24 Agustus 2009 http://diprapandawa. 2009. 2010. Diktat Perkuliahan Kewarganegaraan.upi. Medan: Unimed http://www.%20Ped.edu/Direktori/A%20-%20FIP/JUR.bkn.id/penelitian/buku%20penelitian%202004/buku%20Peny. Medan: Unimed.%20Kompetensi%20PNS/bab%20ii.go.pdf 12 . Diktat Perkuliahan Profesi Kependidikan. %20Peng.wordpress. Tim Dosen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful