Nama Kelas

: Kun Fadila Wiranaba : 8.C

SMP Negeri 17 Kota Bengkulu

Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia
A. Pengertian Bahasa Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad, disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon. Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitu saja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkat aturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yang disebut tata bahasa. Tata bahasa terperinci fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan etimologi. Fonologi ialah bagian tata bahasa yang membahas atau mempelajari bunyi bahasa. Morfologi mempelajari proses pembentukan kata secara gramatikal beserta unsur-unsur dan bentuk-bentuk kata. Sintaksis membicarakan komponen-komponen kalimat dan proses pembentukannya. Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau makna kata ialah semantik, sedang yang membahas asal usul bentuk kata adalah etimologi. B. Fungsi Bahasa Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:

a. Untuk tujuan praktis : mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. b. Untuk tujuan artistik : manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah -indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.

1

Seorang dokter juga sama. 1. Karena setiap orang membutuhkan informasi.Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia. Bahasa Negara Berkaitan dengan statusnya sebagai bahasa negara. dengan sendirinya bahasa juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang. Hal ini berarti bahwa bahasa Indonesia mempunyai kedudukan baik sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Bahasa resmi negara. Keempat fungsi tersebut ialah sebagai: 1. bahwa bahasalah yang memungkinkan kita membentuk diri sebagai makhluk bernalar. selama kebudayaan dan adat-istiadat. Sedang fungsi bahasa adalah nilai pemakaian bahasa tersebut didalam kedudukan yang diberikan.c. kita membina hubungan dan kerja sama. Kita ambil contoh. Contoh lain. seorang manager yang mengoperasikan. Jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu benar. Dengan bahasa. Dikatakan oleh para ahli budaya. Lambang kebanggaan nasional. serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis). komunikasi sebagai proses tukar menukar informasi. atau mengawasi perusahaan tanpa informasi tidak mungkin dapat mengambil keputusan atau menentukan kebijakan. misalnya. fungsi. 2. dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita masing-masing. d. mengontrol. bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa nasional. Ia memerlukan informasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya dengan segera. Pasal 36 Indonesia juga dinyatakan sebagai bahasa negara. BabXV. 2 . C. menghadapi hari ini. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagaimana kita ketahui dari uraian di atas. berbudaya. 2. bahasa Indonesia berfungsi sebagai: 1. bahwa sesuai dengan ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.Sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain. di luar pengetahuan kebahasaan. Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan.yang dirumuskan atas dasar nilai sosialnya. Ia membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agarlulus dalam setiap ujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. dan se suai dengan bunyi UUD 45. Alat perhubungan antarbudaya dan daerah. Lambang identitas nasional. dan merencanakan masa depan. Bahasa Nasional Sehubungan dengan kedudukannya sebagai bahasa nasiona bahasa Indonesia memiliki empat l. Alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda. dan berperadaban. 2. 3. mengadakan transaksi. Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau. Yang dimaksud dengan kedudukan bahasa ialah status relatif bahasa sebagai sistem lambang nilai budaya.mahasiswa. dan 4.

Bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan. dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. bahasa sering diartikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan. makalah. Selain itu. Komunikasi resmi. Dengan demikian ada dua macam kedudukan bahasa Indonesia. seperti dalam surat-menyurat resmi. ceramah. serta isi. yaitu makalah. skripsi. sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928. fakta. dengan sistematika penulisan tertentu.Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi. dan 4.3. 3. Pembicaraan di muka umum. Dalam tulisan ilmiah. D. skripsi. menurut metode tertentu. 3 . Bahasa Indonesia baku dipakai dalam: 1. kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan. tinjauan. sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Ragam bahasa Indonesia yang baku ini biasanya ditandai oleh adanya sifat kemantapan dinamis dan ciri kecendeki an. Ciri kecendekiaan bahasa baku dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di berbagai bidang kehidupan dan ilmu pengetahuan. tesis. Pertama. dan 4. Bentuk -bentuk karangan ilmiah identik dengan jenis karangan ilmiah. penelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu. Pembicaraan dengan orang yang dihormati atau yang belum dikenal. di dalam Undang-Undang Dasar 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV. E. dan disertasi. antara lain. bahasa Indonesia. Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam Konteks Ilmiah Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting. disertasi dan buku-buku ilmu pengetahuan. kuliah pidato. Yang a dimaksud dengan kemantapan dinamis ini ialah bahwa bahasa tersebut selalu mengikuti kaidah atau aturan yang tetap dan mantap namun terbuka untuk menerima perubahan yang bersistem. seperti dalam khotbah. Tulisan ilmiah. laporan praktik kerja. Bahasa Indonesia baku Bahasa Indonesia yang baku ialah bahasa Indonesia yang digunakan orang-orang terdidik dan yang dipakai sebagai tolak bandingan penggunaan bahasa yang dianggap benar. Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. seperti laporan penelitian. peraturan pengumuman instansi resmi atau undang-undang. 2. bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional. dan kedua bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara. kertas kerja.

kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. kedudukan. aku pun akan pergi. Dalam kaitan ini. penulisan huruf. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan tak baku. Pemakaian tanda titik (. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. (/) dan tanda penyingkat atau aprostop ('). pun. serta lingkungannya. S. Dalam pemakaian tanda baca. bagaimanapun. kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca. kah. kita harus memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan. Contoh: Jika engkau pergi. Yamin. badan atau organisasi. 4 . sda. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu. ataupun. walaupun. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung ide.).). Yth. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. tanda petik ("). (Sarjana Hukum ). Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya. Kata-kata yang sudah dianggap padu ditulis serangkai. awalan. kata turunan. tanda koma (. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi. selain harus memperhatikan faktor kebahasaan. kata sandang. Dalam penulisan ilmiah. Antara lain : Dalam hal penggunaan ejaan. Berdasarkan pemakaiannya.H. bentuk ulang. kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. tah. sekalipun. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan. (-) tanda pisah (_). penulisan kata. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. hlm. ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis tak baku. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. maupun gabungan kata. tanda hubung. bahasa merupakan hal yang terpenting. Dalam pemakaian imbuhan. dan pemakaian tanda baca. bahasa memiliki bermacam macam ragam sesuai dengan fungsi. tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Singkatan nama orang. Baik kata dasar. kalaupun. Dalam penggunaan partikel lah. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan hur f awal u huruf kapital. kata depan. kata ganti. nama gelar. Dalam hal penulisan kata. Contoh: dll. meskipun. tanda titik koma (. yang meliputi pemakaian huruf. Dalam penulisan Singkatan dan Akronim. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.). seperti andaipun. dan akhiran. tanda titik dua (:). Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. kah. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani. sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: DPR GBHN KTP PT. tanda garis miring. Partikel lah. penulisan unsur serapan.Dalam penulisan ilmiah. Contoh: Muh. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf. Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful