PARTUS PREMATURUS IMMINENS kategori: Ilmu kebidanan dan Kandungan Author: Indra Kukuh Anggoro

Abstraksi Pada haid yang teratur, persalinan preterm dapat di definisikan sebagai persalinan yang terjadi antara usia kehamilan 20-37 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir (ACOG,1997). Menurut Wibowo (1997) yang mengutip pendapat Herron, dkk, persalinan prematur adalah kontraksi uterus yang teratur setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum 37 minggu, dengan interval kontraksi 5 hingga 8 menit atau kurang dan disertai dengan satu atau lebih tanda berikut : (1) perubahan serviks yang progresif, (2) dilatasi serviks 2 sentimeter atau lebih, (3) penipisan serviks 80 persen atau lebih.

Kata Kunci: gestasi, partus, partus prematur

History Seorang wanita Ny.Z, usia 31 tahun, G3P2A0 datang ke IGD RSUD Salatiga dengan keluhan utama keluar darah bercampur lendir 3 jam SMRS,sedikit, dan tidak nyeri. Pasien merasa kenceng-kenceng tetapi jarang. Riwayat coitus (-), riwayat trauma (-), namun pasien meraa kecapekan beberapa hari SMRS. Pasien memiliki riwayat penyakit liver 10 tahun SMRS, riwayat hipertensi, DM, ASMA, dan alergi disangkal. Riwayat ANC rutin di puskesmas tiap bulan. Umur kehamilan 31+1 minggu.. Pemeriksaan fisik didapatkan status eneralis dalam batas normal. Status obstetric: pemeriksaan luar inspeksi sriae gravidarum (+), linea gravidarum (+), palpasi HIS (+) 2/30/lemah. Leopold tfu 2 jari di atas pusat, punggung kiri, janin tunggal intra uteri, bagian terbawah janin bokong belum masuk panggul. Auskultasi DJJ 152x/menit. Pemeriksaan dalam Vulva/ uretra tenang, dinding vagina licin, portio utuh, mecucu, servix lunak, di belakang, pembukaan 1 jari sempit, presentasi bokong, STLD (+), air ketuban (-). Pmeriksaan darah rutin dalam batas normal.

DIAGNOSIS Partus prematurus imminens G3P2A0, 31 tahun, hamil 31+1 hari minggu

PENATALAKSANAAN Terapi yang telah dilakukan antara lain: Pertahankan kehamilanà Bedrest total, Eritromycin 4x500mg, Nifedipin 3x10 mg, Sulfas Ferrosus 1x1, Rencana USG, Inj. Dexametazone 2x1 A (2hari).

termasuk dalam perdarahan antepartum. atau spontaneous rupture of the membranes). Pada trimester ke-3. Pada kasus ini. rencana persalinan. portio licin. Sehubungan dengan prinsip penatalaksanaan tersebut. Selain itu. Saat di-USG juga harus diperhatikan apakah volume air ketuban mencukupi dan perlu dilakukan konfirmasi umur kehamilan. vasa previa.dan diketahui bahwa vulva/ uretra tenang. perlu diketahui terlebih dahulu prinsip penegakan dan penyingkiran diagnosis plasenta previa. servix lunak di belakang. dalam persalinan (lendir darah). plasenta dan evaluasi persalinan harus diperhatikan. DJJ harus dipantau secara terus-menerus dan rutin dalam interval tertentu. janin harus dipertahankan jika memang tidak ada komplikasi (misalnya perdarahan berlanjut. dan dipertahankan. STLD (+). USG translabial lebih baik dalam menentukan lokasi plasenta untuk plasenta posterior daripada transabdominal. USG ini dapat digunakan untuk menilai jendalan darah di retroplasenta. air ketuban (-). pasien datang kemudian dilakukan pemeriksaan dalam. yaitu perdarahan pervaginam antara usia kehamilan 20 minggu hingga melahirkan. dan karsinoma. Secara umum. . Differential diagnosis penyebab yang umum dari perdarahan antepartum ini antara lain adalah solusio plasenta. fetal distress. trauma (termasuk hubungan seksual). Jumlah perdarahan bisa sedikit (spotting) sampai masif.DISKUSI Pada kasus ini. amniosintesis untuk mengetahui maturitas paru sebaiknya juga dilakukan jika ada indikasi. pembukaan 1 jari sempit. Jika pemeriksaan dalam harus dilakukan. rupture uteri. keadaan ibu. sebagaimana mortalitas dan morbiditas ibu dan janin. Pemeriksaan vaginal dan rektal benarbenar harus dihindari karena sangat mungkin dapat mencetuskan perdarahan yang tidak terkontrol. pilihan didasarkan atas diagnosis. pemeriksaan yang disarankan adalah USG. Karena perdarahan antepartum dapat menyebabkan stress fisik dan emosional. Cara yang paling akurat untuk menegakkan diagnosis plasenta previa adalah dengan USG. janin. Sensitivitasnya meningkat jika menggunakan color flow doppler. pada pasien dengan perdarahan antepartum. Prosedur diagnostik: · · · Anamnesis dan pemeriksaan fisikà jangan lakukan pemeriksaan dalam Pemeriksaan USG Monitor elektronik janin untuk menilai kesejahteraan janin dan kontraksi uterus · pemeriksaan dengan speculumàLakukan pemeriksaan USG terlebih dahulu jika memungkinkan dan jangan lakukan periksa dalam Pada prinsipnya: Wanita dengan perdarahan antepartum harus dievaluasi di RS yang mampu menangani perdarahannya dan memiliki unit perinatologi yang baik Pemeriksaan dalam secara vaginal dan rektal tidak boleh dilakukan sampai plasenta previa dapat disingkirkan dan sampai persiapan untuk penatalaksanaan yang lengkap untuk perdarahan dan komplikasi yang mungkin muncul telah disiapkan. Untuk menegakkan diagnosis dan rencana terapi. Jika janin masih immatur. presbo. itulah sebabnya penegakan diagnosis penting dilakukan. perdarahan antepartum terjadi 2-6% dari seluruh kehamilan. USG transvaginal merupakan jalan yang paling akurat dalam menilai adanya plasenta previa. dinding vagina licin. mecucu. Oleh karena itu. plasenta previa. dalam persalinan. rencana penatalaksanaannya ada 3. maka disiapkan dengan metode double set (dilakukan di ruang operasi). yaitu segera dilahirkan. cervicitis.

tetapi darah yang hilang biasanya tidak banyak. Adanya fibronektin dari secret cervikovaginal dapat dijadikan penanda adanya disrupsi desidual yang merupakan indikator diagnostik. berarti dugaan plasenta previa dapat disingkirkan. Pada kasus ini. BPD 7. perkiraan lahir 2/6/08. Riwayat infeksi selama hamil atau gejala infeksi yang terkini. kekerasan fisik. riwayat trauma abdomen dan obat yang terakhir digunakan. Pada sedikit kasus. pemeriksaan maturitas paru tidak dilakukan. pemeriksaan vagina secara hati-hati dengan spekulum dilakukan di ruang operasi dengan perlengkapan SC yang sudah siap. perdarahan tidak begitu banyak bahkan tidak akan terjadi sampai terjadi ruptur membran secara spontan atau saat dalam persalinan. meliputi ISPA atau ISK. harus meliputi riwayat. sehingga dikatakan partus prematurus yang masih imminen. jenis kelamin: skrotum (+)à laki.8. Adanya perdarahan pada usia kehamilan 31 minggu juga bisa dicurigai partus prematurus imminen. DJJ (+). Caranya. pemeriksaan double setup tidak dikerjakan. urinalisis. Cara ini dinilai kurang akurat. Setiap evaluasi pada kasus yang dicurigai partus prematurus.2 kg. Perdarahan episode pertama biasanya dimulai setelah kehamilan 28 minggu dan secara khas terjadi tanpa rasa nyeri. pemeriksaan double setup sering digunakan untuk menegakkan diagnosis perdarahan antepartum. didapatkan his. tidak ada kontraksi uterus dan diagnosis definitifnya biasanya ditegakkan dengan pemeriksaan spekulum. jumlah cairan ketuban. pemeriksaan double setup ini sudah mulai ditinggalkan. dan persalinan spontan dapat terjadi setelah beberapa hari pada 25% pasien. terutama jika pasien tidak berespon bagus terhadap agen tokolitik atau demam tanpa ada sumber infeksi yang jelas. spesimen urin untuk toksikologi. menentukan letak plasenta.Dahulu. Partus prematurus didefinisikan sebagai kontraksi uterus yang reguler diikuti dengan dilatasi servik yang progresif dan atau penipisan servik kurang dari 37 minggu usia gestasi.laki. TBJ. mendadak dan profuse. pembekuan atau perdarahan ditandai dengan sejumlah darah merah segar. jarang yang sampai menyebabkan syok dan hampir tidak berakibat fatal. perkiraan BB 1. pemeriksaan laboratorium. plasenta terletak di posterior. Pada kasus ini. serta ada perdarahan bercampur lendir sebanyak 2cc. tanpa rasa nyeri dan perdarahan yang banyak pada trimester ke-3. USG untuk mengetahui posisi janin. AC 27. evaluasi mikroskopik dan kultur serta spesimen untuk sensitivitas. Pemeriksaan fisik termasuk vital sign. Perdarahan tanpa rasa nyeri merupakan tanda kardinal plasenta previa. Pada sebagian nullipara kadang bisa mencapai aterm tanpa perdarahan. . kesan: plasenta letak rendah. Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan darah lengkap. Dengan episode perdarahan awal.95. biasanya berupa flek yang tidak meningkat dengan adanya aktivitas.75. nyeri tekan uterus dan kontraksi. letak plasenta menutup SBR (dangerous plasenta). Secara klinis. coitus terakhir. mungkin disebabkan karena plasenta telah dilindungi oleh cervix uneffaced. Pada pasien ini. Pemeriksaan maturitas paru dilakukan jika usia kehamilan 30-35 minggu. metode yang berbahaya jika dibandingkan dengan USG. Oleh karena itu. USG dan evaluasi DJJ.UK 31. FL 5. diagnosisnya adalah partus prematurus imminen. perdarahan mendadak.32 minggu. Flek-flek dapat terjadi pada trimester pertama dan ke-2.85 ±0. apalagi jumlah perdarah sedikit. Pada kasus ini. Perdarahan biasanya berwarna merah segar karena sumber perdarahan langsung dari arteri spiralis yang terlepas. Perdarahan yang seperti ini berasal dari pematangan servix. warna kecoklatan dan disertai lendir. spesimen cervical untuk kultur. mendeteksi solusio plasenta dan menentukan profil biofisik. Pada kasus ini. telah dilakukan USG: janin di dalam uterus. jendalan darah. pemeriksaan fisik. Pengawasan DJJ harus dilakukan sampai pasien stabil dan tingkat kontraksi kurang dari 6x/jam. Sedangkan perdarahan antepartum nonobstetrik. Sekitar 10% kasus disertai dengan sedikit nyeri karena koeksis dengan solusio plasenta. servix lunak dan berdilatasi. Kadang-kadang diperlukan amniosintesis. diagnosis utama plasenta previa ditandai dengan flek pada trimester pertama atau ke-2. Jika plasenta tidak dapat divisualisasikan. presbo.

Kerja nifedipin dengan cara menghambat masuknya kalsium ke intraseluler. Pada kasus ini. Nifedipin juga diberikan sebagai loading dose 10mg sublingual setiap 20 menit sampai 3x. Obat harus segera diturunkan dosisnya atau dihentikan apabila timbul efek samping. perdarahan otak. eklamsia. · Pasien boleh dirawat di rumah apabila cervix telah stabil tanpa mengkonsumsi tokolitik oral. agen tokolitik yang digunakan adalah Nifedipin. blokade otot skeletal Tujuan utama pemberian tokolitik adalah untuk munurunkan kontraksi uterus dan menghentikan dilatasi servix. mual. antibiotik yang diberikan Erytromicyn. Dianjurkan menggunakan betametazone 12mg IM. Kontraindikasi Nifedipin: diberikan bersama MgSO4 karena dapat menyebabkan hipotensi berat. Tetapi ada juga yang menganjurkan pemberian tokolitik oral segera setelah tokolitik parenteral. dengan dosis ulangan setiap 24 jam. flushing. · Terapi tokolitik harus mempertimbangkan usia kehamilan dan kelainan pada janin harus dipastikan tidak ada Tokolitik diindikasikan jika terjadi kontraksi uterus yang teratur sehingga dapat menjadikan perubahan pada servix. enterokolitis nekrotikan. janin matur. Dosis yang dianjurkan adalah 10-20mg setiap 6jam secara oral. Efek kortikosteroid yang menguntungkan untuk partus prematurus dan rupture membrane signifikan. Pada kehamilan 24-34 minggu dianjurkan untuk pematangan paru. Pada kasus ini. Kontraindikasi lain: CHF dan stenosis aorta. Kontraindikasi pemberian tokolitik antara lain fetal distress akut. korioamnionitis akut. pasien tetap harus bedrest total. · Kortikosteroid meningkatkan jumlah surfaktan paru dari pneumosit tipe II dan menurunkan kematian neonatal. PEB. Akhir-akhir ini. perubahan pada usus. Pada kasus ini. sebaiknya diberikan Clindamycin. nifedipin diberikan 3x10mg. kongesti nasal. diberikan injeksi Dexametazone 2x1A (2 hari). nifedipin memblok kontraksi otot polos dan menghambat kontraksi uterus. paling tidak selama pengawasan janin berlangsung · Terapi antibiotik.9 NACl dengan atau tanpa D5% untuk meminimalkan resiko udem pulmo · Bedrest total. ngantuk berat. Penggunaan kortikosteroid pada usia kehamilan <23 minggu masih kontroversial. Jika pemberian IV atau subkutan telah menghasilkan efek terapi yang diharapkan dalam 12-24 jam. identifikasi penyebab kemudian .dan ketidakstabilan hemodinamik ibu. agen tokolitik ini sebaiknya tidak diberikan lagi. terapi antibiotik tidak diindikasikan pada partus prematurus dan membran yang utuh karena dapat meningkatkan kematian neonatal. KESIMPULAN Penegakan diagnosis partus prematurus imminen harus dilakukan secara dini dengan keadaan klinis dan pemeriksaan penunjang yang akurat sehingga terapi yang diberikan juga lebih tepat Apabila terjadi perdarahan pervaginam pada kehamilan preterm. Pada kasus ini. Direkomendasikan menggunakan Penicillin atau Ampicillin. Pada kasus ini. Efek samping: hipotensi. Efek yang maksimal didapatkan 24 jam setelah pemberian ke-2. pasien boleh pulang setelah perdarahan berhenti. takikardi.Prosedur terapi: · Cairan rumatan dengan RL atau 0. DJJ bagus dan pasien tidak ada keluhan lagi. Saat di rumah. jika pasien alergi.

Bader. Obstetric & Gynecologic Diagnosis & Treatment.berikan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya Karena resiko morbiditas dan mortalitas persalinan preterm. www. et al. Online version of Clinical Evidence (14): 1–20. Volume 357:477-487. Russian Federation. www. Monitoring women at risk for preterm labor. Fisiologi kontraksi miometrium www. USA: McGraw-Hill Companies. Preterm birth. Thomas J.health-cares. search date June. Hyagriv N. New England Journal of Medicine. .com Cunningham. Williams Obstetrics 22nd Edition. Inc.net Anonim. USA: Elsevier Mosby. 2007. 338(1): 15–19. DeCherney. Current. WHO Expert Committee Member. 2005. 8th Edition. . Appleton&Lange. Haas DM.REFERENSI Anonim. 2005. Kazan. 2005. 2005. maka apabila memungkinkan. T Gary. et al. cobalah untuk mempertahankan kehamilan dan lakukan tindakan untuk meminimalkan resiko tersebut apabila terjadi partus prematurus imminens . Jusuf J. 1998.klinikmedis. Martin L. New England Journal of Medicine. 2009.UndipDigitalLibrary Ziganshina Lilia. Prevention of Preterm Delivery. Dyson DC. Review of efficacy & safety of nifedipine as tocolytic in late pregnancy. Efektivitas dan Efek Samping Ketorolac sebagai Tokolitik pada Ancaman Persalinan Prematur. Ob/Gyn Secrets 3rd edition. Alan H & Pernoll. Preterm labor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful