06 Juni 2009

CERITA HIKMAH
Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan. Malangnya, dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang. Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka lebih baik mati.

Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati. Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati. Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin. Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha dan mati saja. Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. Akhirnya, dengan sebuah lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas. Kodok lainnya takjub dengan semangat kodok yang satu ini, dan bertanya "Apa kau tidak mendengar teriakan kami?" Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli. Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan semangat kepada kodok tersebut. Apa yang dapat kita pelajari dari ilustrasi di atas? Kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" justru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani hari-hari. Sebaliknya, kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh" dapat membunuh mereka. Hati hatilah dengan apa yang akan diucapkan. Suarakan 'kata-kata kehidupan' kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa 'kata-kata kehidupan' itu dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan. Semua orang dapat mengeluarkan 'kata-kata kehidupan' untuk membuat rekan dan teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya bangkit dari keputus-asaanya, kejatuhannya, kemalangannya. Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk memberikan spirit bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh. So................ Please don't give up !!! If you try to do the best thing, must be some day...... you can get all your dreaming of.

Merasa heran. Aku benar-benar bahagia sehingga tak lupa setiap sepertiga malam terakhir aku mengucap puji syukur kepada-Nya.Cerita Hikmah Indahnya Istri shalihah Rumah tangga bahagia? wah siapa yang tak kepingin? Ini sebuah kisah perjalanan rumah tangga seorang istri yang mencintainya suaminya semata-mata karena cintanya kepada Allah Hari itu merupakan hari bahagiaku. Saat pergi dan pulang kerja. ini adalah kebahagiaan yang teramat sangat sehingga jika aku harus menggambarkanya. aku pun bertanya kenapa dia menangis malam-malam begini. Subhanallah. sampai saat ini aku belum bisa mendahului ucapan salamnya karena selalu terdahului olehnya. Dan sangat benar apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu µalaihi wa sallam. Setiap yang aku perintahkan. selalu dituruti dengan senyuman indahnya. Hari terus berganti dan tak terasa usia pernikahanku sudah lima bulan. lalu kukatakan bahwa itu hanya ingin mencoba keimanannya. senyuman indahnya selalu menyambutku sebelum aku berucap salam. Aku tidak menyangka. dia belum pernah berkata lebih keras daripada perkataanku. Wida. Sekalipun usianya lebih tua. Masya Allah. .´ (Riwayat An-Nasa¶i dan Ibnu Majah). Mendengar itu. sehingga membangunkanku yang tengah tertidur. begitulah nama istri shalihahku. Bahkan. Sungguh. alhamdulillah. menambah hatiku tenang. ³Dunia hanyalah kesenangan sementara dan tidak ada kesenangan dunia yang lebih baik daripada istri shalihah. istriku langsung menangis dan memelukku seraya berujar. Usianya lebih tua dua tahun dari aku. begitu sayangnya Allah Subhanahu wa Ta¶ala kepadaku dengan memberikan seorang pendamping yang setiap waktu selalu mengingatkanku ketika aku lalai kepada-Nya. langsung saja aku mendapat cubitan kecil darinya dan kami pun tertawa. ³Apakah Aa¶ (Kakanda) tega membiarkan aku berada di neraka karena perbuatan ini?´ Aku pun tersenyum. Aku telah menyempurnakan separo dienku: menikah. Sempat aku mencobanya memerintah berbohong dengan mengatakan kalau nanti ada yang mencariku. Hari demi hari pun aku lalui dengan kebahagiaan bersama istri tercintaku. hatiku terasa tenteram ketika harus meninggalkan istri untuk bekerja. Wajahnya yang tertutup cadar. Yang lebih bersyukur lagi. Mendengar itu. katakanlah aku tidak ada. Suatu malam istriku menangis tersedu-sedu. aku tak akan bisa.

Namun setelah aku ceritakan apa yang terjadi. Ketika aku hendak membayar. walau memerlukan waktu yang lama dan harus mengiba kepada tukang mie (karena sudah tutup). Aku lihat senyumannya mengantar kepergianku. dia tidak mau merepotkanku. tukang mie enggan memenuhi permintaanku. Alhamdulillah. dengan berat hati istriku menceritakan penyebabnya. Sungguh pembalasan Allah lebih aku utamakan.Istriku hanya diam tertunduk dan masih dalam isakan tangisnya. simpanlah uang itu buat anakmu kelak karena malam ini bapak merasa bahagia bisa menolong kamu.´ katanya. Terlebih malam-malam begini. ³Nak. malam itu aku bergegas meluncur mencari mie ayam kesukaannya. Aku peluk erat dan aku belai rambutnya yang hitam pekat. aku terperanjat dan juga bahagia mendengar alasannya menangis. Astaghfirullah«alhamdulillah. Istriku bilang. Aku pun mengaminkannya. Begitu ikhlasnya si penjual mie itu. Aku coba bertanya sekali lagi. akhirnya aku pun mendapatkannya. Setelah mengucapkan syukur dan tak lupa berterima kasih. Akhirnya. dengan santun tukang mie tersebut berujar. Demi istri tersayang.* (Kusnadi Assaini/Hidayatullah) .´ kata istriku ketika aku ceritakan begitu baiknya tukang mie itu.´ Aku terenyuh. tidak seperti malam itu. ³Alhamdulillah. sungguh Allah akan menggantinya dengan pahala berlipat apa yang kita dan bapak itu lakukan malam ini. aku pamit. istriku cuma menangis ketika dalam keadaan shalat malam. Tak lama kemudian memberikan bingkisan kecil berisi mie ayam permintaan istriku. ³Allah begitu sayang kepada kita dan ini harus kita syukuri. Awalnya. Dia ingin makan mie ayam kesukaanya tapi takut aku marah jika permohonannya itu diutarakan. tukang mie itu pun tersenyum dan langsung menuju dapurnya. dia sedang hamil tiga bulan dan malam itu lagi mengidam. apa penyebabnya? Setahuku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful