KAJIAN KINERJA PROGRAM MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKO~AH (PMT-AS) DI LIMA CONTOH PELAKSANAAN PMT-AS

:
Studi Kasus Propinsi Nusa Tenggara Timur

Oleh: Deny Hidayati Yulfita Raharjo Devi Asiati

PUSLITBANG KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA JAKARTA 1998

BABI

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) adalah suatu Gerakan nasional ditujukan untuk siswa-siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SDIMI) yang bertempat tinggal di desa-desa yang termasuk desa tertinggal atau IDT. Program ini merupakan langkah konkrit dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pengembangan kualitas anak dan remaja. Komitmen pemerintah sangat kuat, tercermin dari dikeluarkannya INPRES No.1 Tahun 1997 tentangprogram PMT-AS. Program inijuga merupakan salah satu realisasi dari penjabaran program nasional penanggulangan kemiskinan. Anak sekolah dari keluarga miskin di desa tertinggal yang rawan gizi mendapat bantuan makanan tambahan bermutu gizi di sekolah. Program PMT -AS sangat erat kaitannya dengan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Program perbaikan gizi merupakan salah satu upaya penting dalam pengembangan kualitas anak dan remaja. Kebutuhan pangan dengan mutu gizi yang seimbang merupakan syarat utama dalam mempersiapkan anak dan remaja menjadi masyarakat yang mandiri dan berkualitas. Masyarakat yang bermutu tinggiakan menjadi motor penggerak dalam proses pembangunan untuk mencapai kualitas hidup masyarakat yang lebih baik. Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk sebagai salah satu daerah rawan gizi. Survei pemantauan status gizi di NTT pada tahun 1995 menunjukkan bahwa sebesar 42.5 persen mengalami kekurangan kalori protein (KEP) TOTAL dan 12.5 persen KEP
I

Kavan

KIIICfja

Prcgraffl

Makanar1 Tamoahan

A.,a~ Se~olan (PMT~AS)

Nvsa Tenggara

Tlfnu(

Kitjl(;JrI KmerjiJ

Program

MakanatJ

fanllJahar'

Allal< S.okolan

,'PM7-ASj

NUSd 70nggarcl

Tirnur

NY ATA. Kabupaten Kupang menduduki ranking pertama daerah rawan gizi, baik KEP TOTAL maupun KEP NY AT A, diikuti oleh kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Timor Tengah Selatan (TIS) (lihat Tabel 1.1.). Jika diperinci menurut kelompok umur, ternyata persentas~ batita (anak umur 6-36 bulan) di propinsi NIT yang me.ng~laml kekurangan kalori protein lebih tinggi dari rata-rata KEP propmsl: Ha~ ini tercermin dad ukuran berat badan dan umur (BBIU) dan tmggi badan dan umur (TBIU). Berdasarkan pengukuran BB/u diperol~h gambaran bahwa pada tahun 1990 sebanyak 17.8 persen batita mengalami kekurangan kalori protein (Sayogyo, .~99~:24). Persentase tertinggi terdapat di kabupaten TIS, kemudta~ diikuti oleh kabupaten Sumba Barat dan Manggarai. Pola yang sarna Juga berlaku untuk ~P yang diukur berdasarkan TBIU, tetapi proporsi KEP batitajauh lebih besar, lebih dari dua kali lipat dad KEP berdasarkan pengukuran berat hadan (lihat Tabel1.2.).

Tabell.2

: Status Gizi Anak Umur 6 - 36 Bulan diNTT, Tahun 1989/1990 (% Anak) Ukuran Berat Ukuran Tinggi BadanlUmur badanlUmur Kabupaten

KKP
TIS Belu Kupang Alor TTU Flores Timur Sumba Barat Sumba Timur Manggarai Ngada Ende Sikka NIT 22.7 20.0 19.8 14.3 16.0 12.8 21.4 12.1 21.2 12.5 17.1 14.6 17.8

J

.

Baile 35.4 40.2 40.8 50.5 29.0 (?) 41.2 48.7 42.0 52.6 49.8 50.3 44.6

KKP
54.2 33.7 30.8 30.1 29.0 47.5 41.4 32.6 42.8 33.7 30.4 22.4 34.5

Baik 45.6 67.3 69.2 69.9 71.0 52.5 58.6 67.4 57.2 66.3 69.5 77.7 65.5

Tabell

Daerah Rawan Gizi di Propinsi Nusa Tenggara Timur, 1995 .NYATA KEP TOTAL (%) KEP Kabupaten (%) 48.1 17.2 Kupang 46.7 16.2 TIS 47.2 12.0 TID 45.5 13.9 Belu 40.9 11.6 Alor 37.9 8.8 Flores Timur 38.9 9.0 Sikka 41.1 11.0 Ende 33.8 6.6 Ngada 44.3 13.7 Manggarai 36.7 7.5 Sumba Timur 37.7 12.5 Sumba Barat 42.5 12.5 Nusa Tenggara Timur
Kanwil Depkes Propinsi NIT dan Dinas Kesehatan Prop insi NIT PSG), 1995

1 ..

Sumber: Kantor kanwil Departemen Kesehatan NIT, Kupang 1991 Catatan: KKP sarna dengan KEP yaitu kekurangan kalori protein

Beberapa unsur penting lainnya yang menentukan status gizi adalah kondisi anemia, kadar zat besi dalam tubuh, vitamin A dan jodium dalam tubuh anak. Hasil survei di propinsi NIT pada tahun 1995 menunjukkan bahwa hampir separuh anak pra sekolah menderita anemia (48.9 %) dan kekurangan zat besi (47.7 %). Tidak ada data tentang berapa besar defisiensi Vitamin A, tetapi dinyatakan bahwa kekurangan vitamin A tersebut masih menjadi masalah di propinsi NTT. Sedangkan untukjodium, diungkapkan bahwa pada tahun 1991 sebanyak separuh dari jumlah anak sekolah yang menjadi sampel mengalami GAKI atau gangguan akibat kekurangan jodium (Kanwil Depkes Propinsi NIT, 1996:29-30). Rendalmya status gizi anak erat hubungannya dengan keadaan ekonomi keluarga, khususnya dan masyarakat NIT pada umumnya. Walaupun rata-rata pendapatan perkapita penduduk NIT cendrung meningkat, tetapi pendapatan per kapita di propinsi ini masih dibawah 3

Sumber:

Survei

2

KiJjian KmerJiJ Prog(.am

Makan.an

rambahan

4n.-lk 5-ekofah jPMr.ASj

NUSrI Tenggdrd

-utiur

pendapatan rata-rata Indonesia. Pada periode 1987 - 1994 pendapatan per kapita di NIT naik hampir tiga kali lebih besar, dari Rp 264.267 pada tahun 1987 menjadi Rp 617.764 pada tahun 1994 (Kantor . Statistik Propinsi NIT, 1995). Keadaan ini tersirat dari rendahnya pendapatan domestik regional bruto (PDRB) propinsi NIT yang' termasuk dalam kelompok '13 propinsi berpendapatan rendah' (Manuwoto dalam Sayogyo, 1994). Jumlah penduduk miskin di propinsi NIT eendrung menurun, dengan tingkat penurunan lebih dari dua kali lipat dalam dua dekade terakhir, yaitu dari 50.6 persen (1.404.221 orang) pada tahun 1981 menjadi 21.8 persen (756.440 orang) pada tahun 1994 (Kantor Statistik Propinsi NIT, 1995). Tetapi, angka tersebut masih jauh lebih tinggi j ika dibandingkan dengan angka Indonesia yang turon eukup substansial dari 26.8 persen menjadi 13.7 persen pada peri ode yang sarna (Kantor Statistik Propinsi NIT, 1995). Berdasarkan status gizi anak balita dan batita dan tingkat pengeluaran rumah tangga, sebagian besar penduduk miskin di NIT adalah masyarakat desa dengan lapangan pekerjaan utama adalah petani (Sayogyo, 1994). Ke1ompok penduduk miskin ini, sesuai dengan pekerjaannya, bertempat tinggal di desa yang dikenal dengan desa tertinggal (desa IDT). Seluruh desa yang ada di propinsi NIT termasuk desa IDT (lihat peta sebaran desa IDT di propinsi NIT.). Besamya jumlah desa tertinggal erat kaitannya dengan potensi sumber daya alam di propinsi tersebut dimana hanya sepertiga dari luas wilayah yang eoeok untuk pertanian, sedangkan sebagian besar, dua per tiga bagian merupakan lahan kritis berupa wilayah berbatu. Jenis tanah di propinsi ini juga tidak mendukung usaha pertanian karena sangat peka terhadap erosi dan berupa pegunungan dan bukit-bukit terjal dengan tingkat kemiringan lebih dari 50 derajat (Pemerintah Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur, 1996:5). Program PMT-AS merupakan salah satu program pengembangan kualitas anak dan remaja yang bam satu tahun dise1enggarakan. Bagaimana hasil intervensi program ini? Bagaimana pengeIolaan dan pelaksanaan program tersebut? Apa manfaat dan keuntungan yang diperoleh dengan adanya PMT-AS? Apa kendala

yang dihadapi dalam penyelenggaraan program? Apa potensi dan bagaimana pemeeahan rnasalah yang timbul? Studi ini berupaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, terutama dengan mengetahui tanggapan peserta yang terlibat langsung maupun tidak 1angsung tetapi mempunyai peran yang penting. Mengingat program ini adalah program dari atas, top down, maka program tersebut mungkin belum memenuhi semua aspirasi, keinginan dan keperluan masyarakat lokal. Melalui studi ini tanggapan dan keinginan dari masyarakat lokal dapat dijadikan masukan untuk memperbaiki program PMT-AS, sehingga program tersebut dapat berjalan baik karena ramah terhadap penduduk lokal dan Iingkungan.

1.2. Tujuan Penelitian

Studi Tanggapan Peserta yang Terlibat Program PMT-AS seeara umum bertujuan sebagai bahan asupan bagi program PMT-AS. Dalam pelaksanaan program dikembangkan pendekatan community base yaitu program pemberian makanan tambahan anak sekolah yang dilakukan oleh masyarakat dan untuk masyarakat sehingga diharapkan sesuai dengan kondisi daerah dan masyarakat setempat. Seeara khusus tujuan itu dirumuskan sebagai berikut: 1. Meneermati jalannya penyelenggaraan program PMT-AS di beberapa lokasi terpilih, dan mengidentifikasi potensi sumberdaya dan kendala yang dihadapi masyarakat di beberapa lokasi terpilih, dalam menyelenggarakan program PMT~AS. 2. Mengidentifikasi dan menganalisa tanggapan dari unsur-unsur masyarakat yang menjadi peserta, pengelola dan penyelenggara yang terlibat lang sung dalam program PMT-AS di lokasi (seperti siswa, guru, orang tua, aparat desa, LKMD, tokoh masyarakat, bidan dan sebagainya) atas kehadiran program PMT -AS. 'Menterjemahkan' program. tanggapan tersebut untuk memperkaya

3.

.;

4

5

termasuk metode kuantitatif. mendapatkan masukan-masukan dari sektor-sektor dan mengkaji secara bersama rekomendasi yang disarankan. kajian bersama (jisam) dan observasi lapangan (ditempat makanan tambahan itu disiapkan. Untuk memperlancar proses penelitian maka masing-masing kegiatan danpendekatan penelitian dipersiapkan piranti pengumpulan data beserta pedomannya. khususnya yang reI evan dengan pengembangan program. dengan fokus pada pelaksanaan dan pencapaian program di sektor masing-masing. Diskusi dari masing-masing kelompok dilakukan secara terpisah dengan fokus bahasan adalah: (1) kebutuhan.3. kepedulian. aparat desa dan LKMD. (4) celah dan kendala yang dihadapi untuk perbaikan program. Kegiatanjisam secara rinei bertujuan untuk: • Mendengar dari pihak pengelola PMT-AS tentang penyelenggaraan program tersebut di sektor masing-masing. mulai dari unsur pembina PMT-AS (seperti Forum Koordinasi PMT-AS tingkat propinsi. terutama ketika PMT-AS sedang dilaksanakan. terutama dengan sektor-sektor yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan PMT-AS. disekolah). Disamping itu juga dikumpulkan data sekunder yang berkaitan dengan potensi dan kendala baik yang berasal darisumber daya alam maupun sumber daya manusia. (2) kegiatan sosialisasi program. program dalam • • • serta cara (yang diusulkan) Pendekatan Kualitatif.. pengumpulan data sekunder. kualitatif. dengan berfokus pada: (I) pemahaman program. Mekanisme koordinasi dalam penyelenggaraan Kendala yang dihadapi penanggulangannya. Data kualitatif sangat kaya. Diskusi Kelompok Terfokus. tidak diketahui atau di prediksi sebelumnya diteliti lebih mendalam ketika data terse but ditemukan dilapangan. (3) penyelenggaraan program. t \ Menyampaikan temuan-temuan dari lapangan. Set kedua.t $eJ<Olilh (PM! AS) taus« Tenggara Timur 1.KaJlrln KlflerJa Program MaHaoan 7ambahan AnaJ. kabupaten dan propinsi. Diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion) merupakan cara untuk melibatkan unsurunsur utama yang terlibat langsung dengan program PMT-AS. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan kombinasi beberapa rnetode penelitian. pengelola seperti bidan. keinginan. Penulisan laporan didasarkan pada metode diskriptif-analitis dengan mengkombinasikan data kuantitatif dan nuansa yang diperoleh dari data kualitatif. dengan penekanan pada analysis kualitatif. karena mengutamakan orientasi proses yang lebih memperhatikan kasus-kasus tertentu dari fenomena yang muncul dari adanya program PMT-AS. ibu-ibu kelompok masak danPKK. diskusi kelompok terfokus (focus group discussion). harapan dengan diselenggarakannya program pemberian makanan anak sekolah. desa serta pelaksana ditingkat sekolah). 6 7 . Dari hasil diskusi kelompok terfokus. Dengan demikian. terutama yang berkaitan dengan apa yangmenjadi konsep program PMT -AS dan mekanisme penyelenggaraan yang normatif dari program tersebut. dan (2) pelaksanaan dan pengelolaan program yang sedang berjalan di masing-masing lokasi. orang tua. kendala yang dihadapi dan potensi pemecahan masalah untuk memperbaiki penyelenggaraan program. kecamatan. faktor-faktor yang tidak bisa diperoleh dari kuesioner. Forum Koordinasi tingkat kabupaten. Analisa terdiri dari dua unit yaitu pertama unit analisa yang didasarkan pada pengumpulan data dari responden sebagai individu. didasarkan pada analisa data sekunder. Data kualitatif dikumpulkan dengan wawancara mendalam secara berjenjang. kemudian dilanjutkan kegiatan jisam atau kajian bersama dalam cakupan yang lebih luas yaitu pada tingkat desa. Tim Pengelola PMT-AS tingkat kecamatan. guru. Metode Analisis . terdiri dari kelompok siswa. Jisam.

Unitanalisa ke dua adalah kelompok. kelompok ibu-ibu yang bertugas memasak.3 Program Mal<anan Tambanan Ana~ SeJmlah (PMTrAS) Nusa Te-nggara Timur unit terkecil dalam analisa. yaitu kecamatan Miomafo Timur dan kecamatan Insana untuk kabupaten TIU dan kecamatan pembantu Molo Selatan dan kecamatan Amanuban Selatan untuk kabupaten TIS. Studi dimulai dengan menelaah program nonnatif dari PMT -AS. maka penelitian berlangsung secara intensif di lokasi penelitian. masing-masing desa satu sekolah.Arnanuban Selatan SDK Oelolok SOl Konbaki SOl Tuafanu Tuafanu Penelitian berlangsung se1ama satu tahun. terutama untuk anak dan remaja. AS seperti siswa. Tabel1..3. Secara rinei lokasi penelitian dapat dilihat pada tabel 1.. 2. orang tua. lokasi yang 'terpencil').SOl Arnol - . Berarti. khususnya di dua kabupaten terpilih.3 No 1. membagi infonnasi.KajliJn Kmer). : Lokasi penelitian PMT-AS di Propinsi NIT. guru. dipilih dua kabupaten yaitu kabupaten Timor Tengah Utara (TIU) dan kabupaten Timor Tengah Se1atan (TIS)..4. dialog dan diseminasi rekomendasi. pusat penelitian terdapat di empat kecamatan dan empat desa. Kemudian dari masing-masing kecamatan terpilih dipilih kembali satu unit terkecil desa sebagai lokasi penelitian. bidan. 1. Berdasarkan kriteria di atas. masing kabupaten dipilih dua kecamatan. Sesuai dengan sifat penelitian yang sifatnya partisipatoris. Sisa waktu digunakan untuk mengorganisasi data yang rencananya akan dimasukkan dalam database.. misalnya kelompok PKK. Penelitian dilakukan di empat sekolah. dan (4) aksessibilitas (lokasi yang 'terbuka'. (2) adalah daerah rawan gizi dan kondisi kesehatan rendah. analisa dan penulisan laporan.. dan lainnya. serta studi-studi yang sudah ada maupun yang relevan. terutama daerah petemakan danlatau daerah hutan tanaman industri (H'I'I). Dengan menggunakan kriteria yang sarna.Perwakilan Molo Selatan . mulai bulan Agustus 1997 sampai bulan Juli 1998. dibawah ini.. yaitu antara peneliti dan yang diteliti saling belajar. terutama kelembagaan yang ikut dalam tim pengelola dan pelaksana program tersebut. 1997/1998 Kecamatan Miomafo Timur .Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTIJ) Timor Tengah Selatan (TIS) - - Desa Arnol Ainiut Konbaki Sekolah Dasar . Lingkup PeneHtian Penelitian tanggapan peserta program PMT-AS merupakan studi kasus di propinsi NTf. Untuk mendapatkan pemahaman dan pendalaman materi penelitian. dari masing . . yang ikut terlibat dalam program PMT . 8 9 . (3) mempunyai spesifikasi lokaI. pamong desa. LKMD. dan melakukan perencanaan. maka lokasi penelitian dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut: (1) merupakan daerah dimana sebagian besar desanya termasuk kedalam kelompok des a tertinggal yang mendapat bantuan IDT.

AS) Nusa Tenggard rnnUI .'r.·...!... yaitu Pulau Timor.' "'..:(~ng..U...".KalleU) K... Pulau Flores dan ~~lLmtm K.UIJlliU\... sosial <ilf .I1"."Ll"tUCl . secara lebih rinci dan spesifik. .. Tenggara Timur (NTT) Nusa Tenggara Timur terletak di bagian timur "daiiinerupakan daerah kepulauan.. _l ••• IJ'Vl. Pada bagian ini akan . . terutama untuk mengetahui kendala dan P ""~.. n_ pengembangan serta kemungkinan hambatan penelitian sehubungan dengan pelaksanaan PMT..uparLg sebagai ibukota propinsi terletak di pulau Timor i...meqa Program MakaniJn Tambahan Anak Sekolah fPMT.a bawah yaitu desa. pusat berbagai kegiatan pemerintahan.. perekonomian.p~laanlg rumput (savana) dan stepa yang luas dengan iklim kering .ClIll5 daerah penelitian ini akan dilihat dari kondisi kondisi sosial ekonomi masyarakat.u~''''''''''6 daerah penelitian terutama melihat kondisi di c.daerah sangat diperlukan dalam mencermati gg~LnUl~ MT -AS..be:rselbelah~m dengan Propinsi Timor Timur.gaJra Timur terdiri dari jajaran pegunungan dan perbukitan .... Ada tiga pulau besar yang ....a dan pendidikan. Musim kemarau lebih lama dari hujan dimana musim kemarau terjadi pada bulan Mei sampai LLI 10 11 . oleh angin musim. khususnya yang dapat menunjang -AS. program MIM1~~an Keml:SKllnaIl yang telah dilaksanakan serta bagaimana \~~~lw~~lV'''l5"'''U yang ada mulai dari tingkat propinsi sampai ke cin<... Wilayah Propinsi li.

semua desa yang ada di Propinsi N1T dikategorikan sebagai desa IDT yaitu sebanyak 1.a Fmur bulan November sedang musim hujan dimulai pada bulan Desember sampai bulan ApriL Dari keseluruhan lahan yang tersedia.. ubi kayu. SekoJah (PMr AS) Nusa Tengga. Timor Tengah Selatan. Jarak Kabupaten TID dengan ibukota propinsi ada1ah 167 km yang dapat ditempuh dengan menggunakan jalan darat dengan lama perja1anan sekitar 3 setengah sampai 4 jam dari Kupang. Propinsi Nusa Tenggara Timur terdiri dari 12 Daerah Tingkat II yaitu Sumba Barat. Insana. Timor Tengah Utara. Kebupaten ini terletak di pulau Timor dan berbatasan langsung dengan Propinsi Timor Timur. Keeamatan Pembantu Insana dan Keeamatan Pembantu Boboki Utara. Pada tahun 1996/97 yaitu tahun pertama pelaksanaan PMT-AS di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NIT) jumlah desa yang dikategorikan sebagai desa IDT adalah 468 buah desa. kelapa dll dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan PMT-AS. Keeamatan Miomaffo Timur dan Desa Ainiut. Begitu juga dengan basil pertanian yang dapat dihasilkan seperti jagung. Kabupaten TID terdiri dari 7 Keeamatan dan 3 Keeamatan pembantu yaitu Keeamatan Miomaffo Barat. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TIS) dan Timor Tengah Utara . kaeang tanah.(TTU). dan Manggarai. kaeang hijau dan lain lain. hanya sepertiga yang dapat digunakan untuk pertanian seeara terus menerus dan dua pertiga lainnya merupakan lahan kritis yang berbatu. Sehingga pelaksanaan PMTAS dilakukan pada semua sekolah di semua desa IDT yaitu 4. Ende. Hasil pertanian yang dihasilkan di propinsi ini kebanyakan ada1ah hasil pertanian lahan kering sepertijagung.!. Flores Timur. 12 Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Ini merupakan salah satu kendala dalam penyelenggaraan PMT -AS terutama dalam hal penyediaan kebutuhan bahan baku untuk PMT -AS. Sikka. Kupang. Keeamatan Insana. Kecamatan 2.. Laban pertanian sebagian besar hanya eoeok untuk pertanian laban kering dan sebagian keeil yang dapat digunakan untuk pertanian 1ahan basah. Boboki Utara dan Keeamatan Kota Kefamenanu serta Keeamatan Pembantu Miomaffo Timur. Kemudian pada tahun 1997/98. Akan tetapi kabupaten ini Iebih dekat jaraknya ke Propinsi Timor Timur karena berbatasan langsung dengan propinsi ini yang dihubungi oleh jalan darat. Darijumlah desa tersebut diambil dua desa IDT sebagai sampel untuk melakukan penelitian PMT -AS di Kabupaten TTU. jumlah desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten TTU ada1ah sebanyak 118 buah desa. kaeang hijau. Hasil pertanian ini berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku makanan PMT-AS keeuali jagung yang digunakan sebagai makanan pokok sehari hari oleh masyarakat. pisang. Belu. Sumba Timur. Ngada. Dalam melakukan penelitian tentang pe1aksanaan program PMT-AS maka diambil dua sampel daerah penelitian di . Pada tahun 1995. Boboki Selatan.892 buah desa. Masing masing desa tersebut adalah Desa Amol. Alor.Kajl.029 buah SDIMI yang ada di Propinsi NTT. ubi jalar. ubi jalar. Miomaffo Timur.an Kmerja Program Malcanan ramoahan Ana. 'kacang tanah.1. Desa Amol adalah salah satu desa yang ada di Keeamatan Miomafor Timur yang terletak di daerah dataran tinggi sebe1ah utara 13 . Keadaan alam di kabupaten ini tidak berbeda dengan keadaan alam propinsi seeara keseluruhan yang terdiri dari daerah perbukitan dengan iklim kering dan musim kemarau yang lebih panjang setiap tahunnya. Pelaksanaan PMT-AS dilakukan di sekolah yang ada di desa IDT. Namun dengan keadaan musim yang tidak menentu sepertimusim kemarau lebih lama dari biasanya dan musim hujan yang ter1alu singkat dapat menyebabkan terjadinya kegagalan panen sehingga hasil pertanian berkurang seperti yang terjadi pada tahun ini. Kabupaten Timur Tengah Utara (TID) adalah salah satu kabupaten di Propinsi NTI dengan ibukota Kefamenanu. ubi kayu. LOKASI I :Desa Amol. Kondisi Geografis Miomafor Timur . Keadaan musim dan tanah seperti ini sangat berpengaruh pada potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan.

KdJI. kacang tanah. Penduduk desa ini tersebar di tiga dusun yaitu dusun I (Bespenu). Karena musim hujan pendek yaitu pada bulan Desember sampai Maret maka tanaman pangan ini hanya dapat ditanam sekali dalam setahun. Pada tahun 1995 sebanyak 201 orang dari jumlah penduduk berada pada usia sekolah (7-12 tahun). siang dan malam.447 orang penduduk. sebelah Selatan dengan Desa Oesena. jeruk. keadaan ini biasanya terjadi pada saat menjelang panen. dengan prasarana jalan aspal dengan kondisi baik. Penelitian tentang pelaksanaan PMT -AS dilakukan di SD Arnol dengan jumlah murid sebanyak 147 orang. sedangkan untuk konsumsi hanya pada saat dilakukan pesta adat. mahoni dan jambu mete. ubu jalar. Kondisi Sosial Masyarakat Polamakan Kebiasaan makan masyarakat desa Arnol adalah 3 kali dalam sehari yaitu pagi. 15 . ubi kayu dan ubijalar. Sedang jenis tanaman yang berumur panjang adalah tanaman pi sang. namun kebiasaan makan seperti ini adalah dalam keadaan persediaan bahan makanan dirumah masih cukup. Luas wilayah desa Arnol adalah 1. Dalam keadaan normal musim hujan terjadi pada bulan Desember sarnpai April dan musim kemarau bulan Mei sampai November.lO Kmcqa Program Makanan Tambahan Anall Se:kolah (PMT. Wilayah desa terdiri dari daerah perbukitan dengan tekstur tanah liat yang dibentuk dari batu kapur. kelapa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk makanan PMT-AS. mangga. utamanya untuk dijual. kacang tanah. ubi kayu. Transportasi dari dan ke desa berj alan lancar karena desa ini dilewati oleh kendaraan umum setiap hari sehingga akses kekota cukup lancar. Jenis tanaman pangan adalah jagung. Apabila persediaan makanan tinggal sedikit karena terjadi musim paceklik maka biasanya masyarakat makan 2 kali dalam sehari. Jenis tanaman yang diusahakan masyarakat adalah tanaman pangan dan tanaman tahunan. Sebelah Timur dengan Desa Jak dan Kaenbaun dan sebelah Barat dengan Desa Haumeni. kemiri. 14 kelapa. Desa ini dilalui oleh jalan negara yang menghubungkan ibu kota kabupaten (Kefamenanu) dengan Kabupaten Arnbenu sehingga desa ini mudah dijangkau dengan nienggunakan kendaraan beroda dua dan kendaraan beroda empat.2. kacang hijau.600 ha atau 16 km2 yang didiami oleh penduduk sebanyak 1.mUf Kabupaten lTU. 2. dusun II (Bonak) dan dusun III (Fatusene). babi dan ayam. Biasanya temak ini diikat dan dilepas di lapangan. Hasil pertanian masyarakat desa seperti pisang. Pengelolaan lahan untuk ladang oleh masyarakat diusahakan dengan cara tebas bakar dan ladang berpindah sehingga pada umumnya ladang yang digarap terletak agak berjauhan dengan tempat tinggal. terutama temak besar seperti sapi dan kambing sedangkan ayam dan babi yang rata rata dimiliki oleh setiap rumah tangga dilepas disekitar rumah. jati. Tapi jika terjadi musim kemarau yang terlalu panjang atau musim hujan yang pendek seperti tahun ini dapat menyebabkan kegagalan panen. kacang hijau. Biasanya hasil panen seperti j agung dan padi disimpan untuk persediaan makan selama setahun. Wilayah desa ini berpotensi dimanfaatkan sebagai daerah pertanian terutama pertanian lahan kering. Biasanya anggota kelompok masak maupun masyarakat menjual hasil kebunnya pada PMT -AS apabila mempunyai bahan yang dibutuhkan oleh PMT-AS. Hasil pertanianjagung dan padi digunakan oleh masyarakat untuk makanan kebutuhan pokok. Sebagian hewan tersebut diperoleh dari bantuan Pokmas IDT dengan sistem 'paron' . Masyarakat desa memanfaatkan 1ahan yang ada untuk dijadikan sebagai sumber mata pencaharian dengan berladang. Hewan ini dipelihara. kambing.AS) Nus» Tenggara r. Sarana dan prasarana transportasi ke desa ini sudah baik. padi. Secara adminstratif wilayah desa Arnol berbatasan sebelah Utara dengan Desa Bitefa. Disamping mengusahakan ladang masyarakat di desa Arnol juga memelihara binatang temak seperti sapi. Desa Arnol berada di sebelah utara kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang berjarak 10km dengan ibukota kabupaten dan 3 km dengan ibu kota kecamatan.

Pada musin panas persediaan air sedikit sekali sehingga untuk mendapatkan masyarakat mengambilnya ke tempat lain yang terletak agak jauh. dinding dari alang alang atau bebak. Kondisi Ekonomi Sarana dan prasarana ekonomi yang ada di desa Arnol adalah kios dan warung yang berjumlah 8 buah. hanya ada kios kecil yang menjual permen dan jajanan yang tidak mengenyangkan. Rumah ini tidak mempunyai jendela sehingga kalau dilihat dari segi kesehatan rumah ini tidak memenuhi syarat kesehatan karena tidak ada jendela untuk pertukaran udara.ASj Nusa Tenggara Timor Sarapan pagi biasanya makan rebusan ubi atau bubur atau bahkan pada saat tidak tersedia bahan makanan hanya minum air gula saja. rumah penduduk telah mempunyai jendela. Pekarangan dijadikan sebagai salah satu lahan untuk pertanian disamping ladang yang terletak agakjauh dari tempat tinggal. kalaupun ada jumlahnya keeil sekali dan kebiasaanjajan murid disekolah adalahjajan permen. Sistim jamban ini kurang didukung oleh sarana air bersih karena biasanya air diambil dari sumur dibawa dan dikumpulkan di temp at jamban. Tidak semua rumah tangga memiliki sumber air sendiri. Hampir semua masyarakat memanfaatkan tanah pekarangan sebagai lahan untuk ditanami tanarnan pangan seperti jagung. atap dari alang alang dan lantai tanah. 2. kaeang hijau. atap alang alang dan lantai dari tanah. Rumah semi permanen berbentuk petak yang dindingnya terdiri dari bebak dan bambu. Anak-anak di desa Arnol jarang mengkonsumsi makanan kudapan. ada yang masih tinggal dirumah tradisional dan sebagian besar sudah tinggaI dirumah semi permanen dan permanen. Disamping itu di sekolah yaitu SD Arnol tidak terdapat warung sekolah yang menjual makanan atau kue basah yang dapat dibeli oleh murid disekolah.Kajia" KmeJ}iJ Program Makanan Tamb. Keterbatasan sumber air bersih ini berpengaruh pada pola hidup masyarakat.ahan Anah SekoJaf~ (PM7. Sumber air yang digunakan oleh masyarakat berasal dari air sumur dan air tadah hujan dimana persediaannya sangat terbatas. ubi jalar dan ubi kayu. hanya ada beberapa sumur yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Untuk membeli kebutuhan yang lebih banyak dan Iebih lengkap biasanya masyarakat pergi ke pasar ibukota kabupaten yaitu pasar Kefa yang berjarak 10 km 16 17 . selain makanan rebusan. Pada waktu siang dan malam biasanya mengkonsumsi makanan pokok yaitu jagung (Jagung diperoleh dari hasil pertanian masyarakat yang diolah menjadi makanan yang dinamakan 'jagung bose' yaitu jagung dimasak atau direbus bersama sayuran dan kaeang kaeangan). baik dirumah maupun di sekolah. kalaupun ada hanya sebagian kecil saja apabila ada persediaan bahan dirumah seperti pisang dan ubi dengan eara merebus atau sekali-sekali digoreng. Air bersih hanya digunakan untuk makan dan minum sedangkan penggunaan air untuk kebersihan bad an sangat terbatas sekali bahkan jarang dilakukan.3. Kurang dari sepertiga masyarakat masih tinggal dirumah tradisional yaitu 'rumah lopo' yang berbentuk bulat. Hampir semua rumah tangga memilikijamban keluarga yaitu j amban tanpa septik tank. dan kadang air untuk minum didapatkan dengan eara membeli. Disamping jagung sebagian kecil masyarakat juga mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok yaitu selama persedian masih ada. Kios dan warung ini menjual barang kebutuhan sehari-hari dalam jumlah terbatas. Disekolahpun jarang anak anak yang jajan makanan karen a selain jarang mendapat uang jajan ke sekolah. Sebagian besar orang tua jarang membuat makanan kudapan dirumah. Hanya sebagian keeil rumah tangga yang telah memiliki jamban septik tank. Pemanfaatan Pekarangan Pola Hidup Sehat Kondisi rumah masyarakat sangat bervariasi. kaeang tanah.

Sebagai desa yang tergolong desa lDT maka sejak tahun 1994/95 desa ini mendapat bantuan dana Jnpres Desa Tertinggal (IOT). pisang. Kalau dilihat jenis usaha Pokmas IDT yaitu usaha penggemukan ternak atau paronisasi makadapat dikatakan tidak ada keterkaitan antara program IDT dengan program PMT -AS.. dan hasil tenunan tersebut digunakan untuk kebutuhan keluarga sendiri. ubi kayu. ~ j Mata peneaharian sebagian besar penduduk adalah bertani atau berladang terutama sebagai petani lahan kering atau ladang. penggemukan babi 4 Pokmas dan penggemukan kambing 1 Pokmas. Disamping sebagai petani di ladang juga memelihara hewan ternak seperti kambing.4. Hasil pertanian berupa jagung. Jenis usaha yang dijalankan dengan bantuan Takesra dan Kukesra adalah usaha warung/kios dan kerajinan tenun ikat. Jumlah Kelompok masyarakat (Pokrnas IDT) adalah 10 kelompok dengan anggota masing masing kelompok bervariasi yaitu 23 KK. para ibu melakukan kegiatan menenun kain dirumah. Diharapkan hasil usaha Pokmas IDT dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku makanan PMT-AS. Struktur Kelembagaan Program kelembagaan yang ada didesa Amol yang terlibat langsung dengan kegiatan PMT -AS adalah lembaga formal seperti LKMD. Jumlah keluarga yang terlibat dalam program ini adalah sebanyak 323 KK yang tergabung dalam 9 kelompok. 24 KK. teh. 2.dari desa. Lembaga formal yang ada eukup berperan dalam mensukseskan program pembangunan 19 . kelapa. Jagung dan padi biasanya dikonsumsi sendiri sedangkan hasillainnya biasanya dijual baik pada PMT-AS maupun dijual di pasar kabupaten untuk mendapatkan uang. Akan tetapi hasil usaha 18 2. dan lembaga non formal seperti BP3. Keterkaitan antara program Takesra dan Kukesra dengan PMTAS adalah kecil sekali. Namun hal ini tidak dapat diharapkan terlalu banyak karena pada umumnya kios/warung tersebut hanya menjual barang dalamjumlah keeil seperti gula yang dijual dalam bungkus keeil. ayam dan sapi. Pasar ini dapat dicapai dengan menggunakan umum yang melewati desa ini setiap hari. Untuk mengisi waktu senggang. padi. babi. Dalam program PMT-AS sangat ditekankan untuk menggunakan bahan makanan lokal yang dapat dijangkau dengan uang PMT-AS sementara daging adalah terlalu mahal untuk dijadikan bahan makanan PMT-AS. Jenis kegiatan Pokmas IOT di desa Arnol adalah berupa penggemukan /paronisasi sapi sebanyak 5 Pokmas.5. Secara keseluruhan jumlah masyarakat yang terlibat dalam kegiatan IOT ini adalah 260 KK atau sekitar 75 persen dari seluruh KK yang ada di desa Arnol. Dengan j enis us aha program Takesra atau Kukesra berupa warung/kios diharapkan dapat menyediakan bahan baku tambahan untuk kebutuhan makanan PMT-AS seperti gula. PKK. . Sebagian hewan ini diperoleh dari bantuan Pokmas IDT dan sebagian merupakan kepunyaan sendiri. Sedangkan kebutuhan bahan untuk makanan PMT-AS biasanya dalam jumlah yang besar sehingga kelompok masak lebih suka belanja di pasar karena selain jaraknya tidak terlalu jauh dan mudah dijangkau juga harga lebih murah. Program Penanggulangan Kemiskinan ProgramlDT Program penanggulangan kemiskinan lainnya yang ada di desa Amol adalah program Takesra dan Kukesra yang sudah berjalan 4 bulan. Program Takesra dan Kukesra. kaeang tanah dan kaeang hijau. dU. Pokrnas IDT di desa ini berupa daging sapi sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan bahan lokal untuk PMT-AS. kendaraan . 29 KK dan 30 KK.

BP3 sebagai suatu badan yang beranggotakan para orang tua murid mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan PMT-AS di sekolah. Peranan PKK dalam program PMT-AS dapat dilihat dalam pembentukan kelompok masak di sekolah sedangkan dalam kegiatan pembinaanpada kelompok masak yaitu dengan melakukan pemantauan pada waktu proses memasak.al1 Kmeqa Program Makanan Tambahan Ana. LKMD mendayagunakan masyarakat untuk bergotong royong dalam pembuatan 'dapur PMT-AS' tidakjauh dari sekolah. Peranan LKMD dalam menunjang program PMT-AS dapat dilihat dari kegiatan gotong royong di dusun Fatusene. Masyarakat desa secara swadaya menyediakan bahan seperti alang alang. kayu d11untuk membuat dapur PMT-AS. BP3 berperan dalam kegiatan pengolahan makanan PMT -AS dimana anggota kelompok masak merupakan orang tua dari murid yang bersekolah.Kaj. - yang masuk ke desa ini seperti LKMD. Mereka dilatih oleh Tim PKK dari tingkat kabupaten.. bambu. Pelatihan masak untuk kelompok masak di desa Arnol pemah dilakukan sekali. Pada proses persiapan pelaksanaan program PMT-AS di desa Amol peranan LKMD tidak begitu kelihatan karena anggota LKMD yang hadir pada saat pertemuan telah diwakili oleh kepala sekolah sebagai Ketua I LKMD. Seko/ah (PMT·ASj Nusa Tenirg_~ra Timur . 20 21 .

ubi kayu. Dalam pelaksanaan PMT·AS hasil pertanian ini sangat penting dalam memenuhi kebutuhan bahan baku PMT·AS. Kecamatan Insana 2. Desa ini dapat dicapai dengan kendaraan beroda empat dengan kondisi jalan yang sudah baik. ubi jalar. Nama Ainiut berasal dari kata Ain yaitu cahaya yang berasaI dari bukit yang menghadap ke desa.Biasanya masyarakat mengkonsumsi daging sekali dalam sebulan atau pada saat saat tertentu saja tergantung kalau ada hewan yang akan disembelih atau pada saat ada pesta. sebelah 'selatan dengan desa Susulaku. Dusun II Butak. Kondisi Geografis Desa Ainiut merupakan salah satu dati 18 desa yang ada di Kecamatan Insana. Namun kebiasaan makan sebanyak 3 kali sehari ini terjadi dalam keadaan normal dirhana persediaan makanan dirumah di 'lopo' masih 22 23 . Jumlah penduduk desa Ainiut adalah sebanyak 3.AS dilakukan di SDN Oelolok dengan jumlah murid sebanyak 209 orang. Sarapan pagi biasanya mengkonsumsi ubi kayu dan ubi jalar yang direbus atau bubur jagung dengan air putih. Jagung direbus bersama sayur sayuran. Wilayahnya berbatasan di sebelah utara dengan desa Manunaina.2. Biasanya kelompok masak maupun masyarakat desa lainnya menjual hasil kebun yang dibutuhkanPMT-AS selama persediaan ada. Kondisi Sosial Masyarakat PolaMakan Makanan pokok masyarakat di desa Aniut adalah jagung. Penggunaan lahan untuk sawah relatif keeil karena persediaan air untuk mengairi sawah sangat terbatas disamping itu keadaan tanahnya lebih cocok digunakan sebagai Iadang dan kebun. Setiap hari dilewati oleh kendaraan angkutan umum dari ibukota kabupaten ke desa dan juga dilalui oleh kendaraan umum dari Atambua ke ibukcta kabupaten Kefamenanu. kacang hijau.96 km2 terletak di daerah dataran tinggi dengan iklim yang hampir sama dengan daerah kabupaten TID. Dusun IV Nispukan. Dahulu wilayah ini merupakan wilayah Kerajaan Insana yang berpusat di desa Ainiut sebelum menjadi wilayah administrasi kecamatan. Data pada tahun 1995 menunjukkan bahwa sebanyak 280 orang berada pada usia sekolah. kacang tanah. Kebiasaan makan masyarakat desa Ainiut adalah sebanyak 3 kali dalam sehari yaitu pagi. SDN Besain dan SDN Oelolok. 2.220 orang atau 644 KK yang tersebar di 5 dusun yaitu Dusun I Oelolok. sehingga desa ini dinamakan dengan desa Ainiut. kebun dan sawah. Dati jenis makanan pokok ini dapat diketahui bahwa masyarakat lebih banyak mengkonsumsi hidrat arang dari jagung dan kacang kacangan. Sehingga desa ini relatif dekat dengan pusat kota kecamatan bahkan desa ini adalah pusat kecamatan Insana sebelum kantor kecamatan pindah ketempat lain dua tahun yang lalu dan setelah itu desa ini berubah menjadi kelurahan. kacang kacangan menjadi makanan pokok yang disebut 'jagung bose' . Pada waktu siang dan malam makan jagung bose. Kebutuhan masyarakat terhadap sayur sayuran sudah mencukupi namun kebutuhan akan protein terutama protein hawani masih kurang. DesaAiniut terletak agakjauh dengan ibukota kabupaten yaitu Iebih kurang 30 km. siang dan malam. Sebagian besar wilayah desa digunakan untuk ladang. Masyarakat jarang makan daging dan konsumsi daging dilakukan sewaktu-waktu saja karena harganya relatif mahal untuk dibeli setiap harinya.1. Dususn III Nispukan.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekotah (PMT-AS) nuse Tenggara Timur Kapan K'nCfl'!1 PrOgl31'J'j MakaJ'tan Tambahan Anal-: SckO/"tJ (PMT AS) Nusa 1r:!1ggarii Timof LOKASI II : Desa Ainiut. Disarnping makan jagung sebagian kecil masyarakat juga mengkonsumsi nasi tergantung pada ketersediaan bahan nasi. Sehingga hasil pertanian yang banyak dihasilkan di desa ini adalah hasil ladang dan kebun seperti jagung. sehingga dapat dikatakan bahwa akses ke desa ini lancar. Penelitian tentang PMT . sebelah barat dengan desa Tapenpah dan sebelah timur dengan desa Loeram. Luas wilayah desa Ainiut adalah 56. Sarana sekolah dasar yang ada di desa ini adalah SDN Nispuken.

buang air dan lingkungan disekitamya. kalaupun ada kelebihan bahan seperti ubi atau pisang hanya diolah dengan cara direbus. Pada bagian atas dibuat semacam tempat untuk menyimpan hasilladang atau kebun dan dibawahnya dibuat temp at duduk atau balai balai untuk. Masyarakat yang tinggal di rumah permanen dan semi permanen juga mempunyai rumah 'lopo' yang terletak di depan rumah temp at tinggal. Rumah ini sudah dilengkapi dengan pintu dan jendela. permanen berbentuk persegi empat dengan dinding dari bebak atau bambu. Kemudian rumah darurat berbentuk seperti lopo mempunyai dinding yang terbuat dari babek atau bambu dan atap dari alang-alang. lantai sebagian sudah menggunakan semen dan sebagian masih tanah. kelapa dan lainnya dijual untuk mendapatkan uang. Ada tiga jenis rumah yang ditempati olehmasyarakat di desa ini yaitu rumah permanen. Lopo adalah semacam rumah dengan tiang dari kayu balok yang besar. beristirahat. Wilayah desa yang mempunyai kelebihan air lebih luas dari wilayah yang kekurangan air. Sumber air bersih yang digunakan oleh penduduk desa Ainiut berasal dari mata air. Warung sekolah tidak ada di SD Oelolok. tepung dsb. Jenis penerangan yang digunakan oleh masyarakat adalah lampu minyak tanah dan listrik. lopo ini digunakan oleh ibu ibu sebagai temp at untuk memasak makanan PMT-AS pada mal am hari. Disekolahpun jarang anak anak yangjajan makanan karenajarang anak mendapat uangjajan ke sekolah kalaupun adajumlahnya kecil sekali. Rumah permanen adalah terbuat dari batu dan semen dan telah menggunakan atap dari seng. sumur dan tempat penampungan air. Kebiasaan masyarakat untuk mengolah makanan dirumah masih kurang. Walaupun ibu ibu terutama yang ikut kelompok masak sudah tahu cara membuat makanan kudapan namun mereka tidak punya cukup uang untuk membeli bahan lainnya seperti gula. Air ini berasal dan air gunung yang dialirkan dan ditampung dalam bak penampungan air. lantai semen serta dilengkapi dengan jendela dan pintu. Kalau dilihat dari segi kesehatan. Keadaan rumah masyarakat di desa Ainiut relatif sudah baik dilihat dari fisik rumahnya maupun kebersihan rumah dan lingkungannya. dan pada saat itu biasanya masyarakat makan sebanyak 2 kali dalam sehari yaitu sarapan pagi dan siang/sore hari. Rumah semi 24 " 25 . Masyarakat mengambil air dari penampungan air ini menggunakan 'jerigen' yang dibawa dengan gerobak. Anak-anak di desa Ainiut belum terbiasa dengan makanan kudapan karena mereka j arang mengkonsumsi makanan kudapan dirumah. Masyarakat yang tinggal disebelah selatan desa mengambil airdari sumber mata air yang sudah Pola Hidup Sehat Kebiasaan hidup sehat di desa ini lebih baik dibandingkan dengan desa Amol. Sebagian besar masyarakat yaitu kira kira 80 persen masyarakat sudah tinggal di rumah permanen dan semi permanen dan 20 persen lainnya tinggal dirumah darurat. kedua wilayah ini dipisahkan oleh kali keeil. setengah permanen dan rumah darurat. Apabila terjadi musim paceklik dim ana persediaan makanan dirumah sudah menipis terutama pada saat menjelang panen. Sebagian besar dari masyarakat di desa ini mengambil air dari sumber mata air yang berasaldari gunung. Keadaan ini didukung oleh tingkat ekonomi masyarakat yang lebih baik. Masyarakat yang berada di sebelah utara mengambil air bersih dari tempat penampungan air di desa tetanggayang berjarak 200 meter. rumah permanen dan semi permanen dapat dikategorikan sebagai rumah sehat karena sudah ada pintu dan jendela sehingga terjadi pertukaran udara didalam rumah. Hal ini dapat dilihat dari kondisi rumah. Mayarakat yang menggunakan lampu minyak tanah lebih banyak yaitu kira kira 70 persen dan 30 persen lainnya telah menggunakan listrik sebagai sumber penerangan rumahnya. sebelum PMT -AS ada murid yang membawa makanan keeil untuk dijual disekolah tapi setelah adanya PMT-AS tidak ada lagi anak sekolah yang membawa dagangan kesekolah. Dalam kegiatan PMT-AS.cukup. Selama ini hasil kebun berupa pisang. Jika dilihat dari persediaan sumber air maka desa Ainiut dapat dibagi atas wilayah sebelah utara yang mempunyai persediaan air sedikit sehingga tampak lebih kering dan wilayah selatan yang mempunyai persediaan air yang cukup. sanitasi. tidak pakai dinding dan beratap alang alang yang berfungsi sebagai temp at untuk menyimpan hasil pertanian.

kacang tanah.3. Disamping sebagai pe~m. Ini menyebabkan uang PMT ~AS yang dibelanjakan di pasar desa akan Iari keluar desa. hal ini ditunjang oleh tersedianya sarana dan prasarana perekon~mian di desa ini seperti pasar warung atau kios. Diantara keempat jenis usaha Pokmas ini yang berhasil adalah usaha paromsasi. banyak ibu ibu atau para remaja yang membuat kain tenun. ~i ~angat berkaitan dengan mata peneaharian masyarakat yaitu bertani dimana tanah pekarangan merupakan salah satu lahan untuk kegiatan p~ian masyarakat. men~ual da~ membeli barang kebutuhan di pasar desa yang terletak tidak jauh dan desa dan mudah untuk mencapainya. Mata pencaharian masyarakat desa Ainiut adalah petani. Hampir semua rumah tangga mempunyai tempat buang air yang masih sederhana tanpa septik tank. pisang. pedagang dan pegawai. kambing. Kondisi Ekonomi Kondisi perekonomian masyarakat desa Ainiut cukup baik. Namun sebagian besar pedagang yang berjualan di pasar desa bukanlah masyarakat desa akan tetapi para pedagang yang berasal dari Atambua yang menjual dagangannya di pasar desa. Tempat buang air masyarakat adalah menggunakan sarana umum dan kepunyaan sendiri. babi). bahkan sudah ada kelompok yang khusus mengelola pengrajin kain tenun. Begitu juga dengan kebun sekolah yang ada di desa Ainiut. Hasil pertanian seperti jagung biasanya digunakan untuk konsumsi sendiri sedang hasil berupa pisang. kegiatan mencuci pakaian. babi. 2. ubi kayu dan kaeang kacangan di jual ke pasar desa maupun pasar kabupaten. Masyarakat. kemiri dan hasilnya dijual kepada guru untuk keperluan sekolah. ~asyarak~t juga memelihara temak seperti sapi. 26 I _L I ! I I t Program IDT dilaksanakan di desa Ainut sejak tahun 1997 dengan jumlah sebanyak 10 kelompok. Biasanya kain tenun yang sudahjadi dikumpulkan pada sese orang untuk dijual kepada pembeliyang datang. Pemanfaatan Pekarangan Kebiasaan memanfaatkan pekarangan keluarga sebagai lahan untuk. Disamping untuk mm~ masyarakat juga menggunakan sumber air ini untuk.4. Ada dua lokasi te~pat masyarakat dapat mengambil air bersih. Oleh karena bahan yang dibeli pada kelompok masak tersebut dalam jurnlah yang lebih banyak sehingga uang PMT~AS lebih banyak beredar di dalam desa. Kain tenun dari daerah ini sudah terkenal dengannama 'Tenunan Insana' sehingga banyak pembeli yang datang ke desa ini. Jenis usaha yang dilakukan oleh kelompok masyarakat (poIanas IDT) adalah berupa penanaman bawang putih. Program Penanggulangan Kemiskinan ProgramIDT ~. ubi kayu. Disamping dijual ke pasar sebagian hasil pertanianjuga ada yang dijual ke sekolah untuk bahan makanan PMT~AS. D~sampmg bertani. 2. 27 . kacang hijau dan lainnya dengan harga tidak lebih mahal dibanding harga di pasar bahkan atas kebijaksanaan kelompok dimana harga yang dijual oleh ibu kelompok masak lebih rendah dari harga pasar. paronisasi temak (sapi.dialirkan dengan pipa pada satu tempat. Kebun sekolah SDK Oelolok ditanami dengan kaeang tanah. Apabila ibu ibu kelompok masak mempunyai bahan yang dibutuhkan untuk makanan PMT ~AS maka dijual ke sekolah seperti pisang. ubi jalar. simpan pinjam dan kios. Apabila bahan tidak tersedia di desa terutama oleh ibu kelompok masak maka dibeli di pasar desa atau pasar kabupaten. pertanian dilakukan oleh hampir semua ~ tangga. Sebagian besar masyarakat mem~unyai mata peneaharian sebagai petani yaitu pertanian la?an kering dengan mengolah ladang dan kebun.

Apabila dilihat keterkaitannya dengan program PMT "AS. Program Diversifikasi Pangan dan Gizi dati Pertanian melalui PPL pernah memberikan pengarahan dan bibit pohon kemiridan jambu ~ete untuk kebun sekolah. 28 29 . Sehingga lebih efisien kalau bahan makanan untuk PMT-AS dibeli di pasar. 2. Kios yang mungkin dapat ~~yedlakan bahan PMT"AS temyata belum bisa karena barang yang dijual sangat terbatas dan dalam jumlah sedikit.yaitu ~engan menggerakan pemanfaatan tanah pekarangan untuk dltan~l tanaman pang~. ProgramDPG Salah satu program pemberantasan kemiskinan dari Departemen Pertanian adalah Program Diversifikasi Pangan dan Gizi (DPG) . Peran PKK dalam progam PMTAS adalah pada waktu persiapan pelaksanaan PMT-AS di desa yaitu dalam membentuk kelompok masak. Peranan LKMD dalam menunjang program PMT-AS adalah pada saat persiapan pelaksanaan PMT-AS di desa seperti mengikuti . Di desa Ainiut jenis usaha yang ditingkatkan dengan kredit dari Kukesra adalah kegiatan jual kue dan tenun. Program GN-OTA Program ini dimulai sejak tahun 1997 dengan jumlah anak yang mendapat bantuan dari GN MOT sebanyak 10 orang. Program Takesra dan Kukesra Program pemberantasan kemiskinan lainnya adalah program Takesra dan Kukesra yang di berikan untuk membantu meningkatkan p~~dapatan keluarga miskin. Struktur Kelembagaan Struktur kelembagaan yangdapat menunjang pelaksanaan PMT-AS di desa Ainiut yaitu struktur kelembagaan yang bersifat formal. paran PKK hanya melakukan pengawasan terhadap proses pengolahan makanan oleh kelompok masak. Kebun sekolah di SD Oelolok dapat dikatakan betjalan dan dibina dengan baik oleh penjaga sekolah. Begitu juga dengan program program lainnya yang masuk ke desa sehingga menurut Kepala Desa LKMD di desa dapat dikatakan sebagai DPR-nya desa Ainiut sehingga dalam setiap rapat baik disekolah dan desa selalu diikutsertakan. HasiI yang sudah dipanen berupa pisang dan kelapa yang dijual pada PMTAS. A:pa yang dihasilkan oleh jenis usaha Pokrnas IDT tidak dapat dimanfaatkan oleh program PMT"AS dalam memenuhi kebutuhan bahan ~aku untuk makanan PMT -AS. program Takesra dan Kukesra ini belum dapat menunjang pelaksanaan program PMTAS teru~ dilihat dari jenis usaha yang dilakukan dengan pinjaman Kukesra 1m. Program ini tidak mempunyai keterkaitan langsung dengan PMT "AS tapi diharapkan dengan program ini dapat mendorong kelangsungan sekolah anak tidak mampu sehingga dapat mensukseskan program Wajar 9 tahun seperti juga merupakan salah satu tujuan dari program PMT-AS. Dalam kaitannya dengan program PMT-AS. Lembaga formal yang cukup berperan dalam menunjang program PMT-AS di desa Ainiut adalah PKK dan LKMD. Masing-masing program betjalan sendiri-sendiri. Kemudian pada waktu pelaksanaan PMT-AS disekolah.5.. Kelembagaan formal merupakan kelembagaan yang sudah ada sebelum program PMT -AS diselenggarakan di desa Ainiut. Dalam menunjang Program pMf -AS. tidak kehhatan adanya saling menunjang antara program IDT dengan program PMT"AS. .rapat dan pertemuan PMT -AS dan setelah pelaksanaan kegiatan PMTAS di sekolah LKMD hanya mengawasi saja. Pada A dasarnya program ini dapat membantu kebutuhan anak yatim piatu atau mereka yang tidak mampu dengan memberi peralatan sekolah sehingga dapat meneruskan sekoIahnya.

Timur Dalam pelaksanaan PMT-AS. Nusa Tenggar. BP3 mempunyai peranan yang sangat penting. BP3 dengan anggota kelompok para orang tua murid sangat berperan dalam kegiatan pengolahan makanan PMT-AS di sekolah. 30 31 j . Sebagai suatu badan yang beranggotakan para orang tua murid. · ..o/ah IPM7 AS} NUSrt !enggara T/rnvt KaJian Kiner)a Program Makana" Tambahan Anak SekolalJ (PMT·AS.KrJJlan KmC1Jij Progrofl'l MalHwan rambahan Anak Sey. Peta Desa Ainiut I ~.

Kecamatan Perwakilan Amanuban Timur dan Kecamatan Perwakilan Amanuban Selatan. jagung. kelapa dU. Kecamatan Amanuban Selatan. sebelah Barat dengan Desa Laob. kacang hijau. Amanuban Barat. Masing masing desa terse but adalah Desa Konbaki. Akan tetapi karena curah hujan yang rata rata hanya dapat dinikmati selama empat bulan setahun (Desember-Maret) dan letak tofografi yang umumnya berbukit bukit sehingga persediaan air terbatas untuk pengairan sawah maka tanah pertanian lebih banyak dijadikan sebagai lahan tanaman kering seperti untuk ladang. kemiri. Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan dan Desa Tuafanu. Amanuban Tengah.1. padi ladang. Amanuban Selatan. ubi kayu. Kecamatan Perwakilan Amanuban Barat. Masyarakat desa Konbaki umunmya hidup dari sektor pertanian yaitu pertanian lahan kering. sebelah Utara dengan Desa Laob dan Selatan dengan Desa Puna. Mollo Selatan. Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan Kabupaten Timur Tengah Selatan dengan ibukota Soe adalah kabupaten yang paling dekat dengan ibukota propinsi karena letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Kupang. Keadaan tanahnya lebih potensial untuk ditamani dengan tanaman lahan kering sehingga hasil pertanian juga' hasil tanaman lahan kering seperti jagung. Amanatun Selatan dan Amanatun Utara serta Kecamatan Perwakilan Mollo Utara. Kebanyakan masyarakat memanfaatkan tanah ladang maupun tanah pekarangan untuk ditanami dengan tanaman pangan seperti. Penduduk desa Konbaki tersebar di 4 dusun yaitu dusun Puna.Kajlan Klflerja Program Makanan Tambahan Anak Sekoiah (PMT-AS) Nus. Masyarakat melakukan usaha 32 33 . kacang tanah. Penelitian tentang PMT-AS dilakukan di SDN Konbaki denganjumlah murid sebanyak 153 orang. Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan. ubi kayu dan ubi jalar serta tanarnan tahunan seperti kelapa. Kecamatan Perwakilan Amanuban Selatan. Kondisi Geografis Desa Konbaki merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan. Ibukota propinsi dapat ditempuh dengan menggunakan jalan darat dengan waktu perjalanan selama 2 jam dari ibukota kabupaten. Luas lahan yang ditanami padi hanya seluas 30 ha yang terdiri dari sawah tadah hujan dan sawah irigasi sederhana seluas 12 ha. Sebelumnya desa ini masuk desa Puna kemudian sejak tahun 1998 setelah dilakukan pemekaran desa Konbaki berdiri sendiri. Wilayahnya kabupaten ini terdiri dari deretan perbukitan dengan "tanah kering dan berbatu. Sarana sekolah yang ada didesa adalah SD GMIT Konbaki dan SDN Konbaki. Kota Soe. Dari jumlah desa tersebut diambil dua desa lOT sebagai sampel untuk melakukan penelitian PMT -AS di Kabupaten ITS. ubi jalar. Tenggara Timur Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS) LOKASI m: Desa Konbaki. Desa atau kelurahan yang ada di Kabupaten ITS adalah sebanyak 171 desa dan 8 kelurahan. Dalam pelaksanaan PMT-AS hasil pertanian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan PMt-AS. Data pada tahun 1997 menunjukkan bahwa 456 orang penduduk desa ini berada pada usia sekolah dasar. Toifeo dan dusun Balu. Wilayah desa Konbaki memiliki luas 4400 ha dan dibatasi oleh daerah disebelah Timur dengan Desa Loli. Kabupaten ITS terdiri dari 9 Kecamatan dan 6 Kecamatan Petwakilan yaitu Kecamatan Mollo Utara. 2. Keadaan alam desa Konbaki adalah berpotensi dan tanahnya cocok untuk dijadikan sebagai daerah pertanian. Desa Konbaki terletak di daerah perbukitan untuk menempuh desa ini dari ibukota kecamatan harus melalui jalan mendaki dan menurun. Oenaoh. Amanuban Timur. pisang.

Keterbatasan sarana hasl pe ma 1b° ·. Ini dapat menjadi masalah serius bagi masyarakat desa mengingat sektor pertanian adalah sumber penghidupan masyarakat desa. Manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dengan adanya HTI hampir tidak ada karen a hampir tidak ada sumbangan atau bantuan dari HTI baik dalam bentuk bibit maupun pembinaan dan penyuluhan pertanian.' . sapi yang sebagain diperoleh dari bantuan IDT. klik dimana persediaan bahan makanan kurang a an mUSlm paee 1 ° " M ka b garuh pada kebiasaan makan yang bisa 2 kali sehan. Sapi dijual untuk medapatkan uang tunai sedangkan babi atau ayam dikonsumsi sendiri oleh masyarakat. kaeang kaeangan dan kelapa dijual oleh kelompok masak maupun oleh masyarakat desa lainnya pada PMT -AS. ubi. kacang tanah. Nasi hanya dikonsumsi pada waktu tertentu saja seperti pada . hari bi . Walaupun jalannya sudah baik tapi . Mengingat luasnya wilayah desa yang dijadikan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang diusahakan oleh perusahaan swasta menyebabkan makin sedikit lahan pertanian desa yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk laban pertanian. Sebagian desa Konbaki merupakan areal hutan yang terdiri dati HTI (1439 ha) dan kawasan hutan produktif (987 ha)..pertanian di kebun dan tanah pekarangan. sarapan pagi biasanya makan UbI kayu a~u plsan~ yang direbus.. Desa Konbaki mudah dijangkau karena jalan yang menghubungi desa Konbaki dengan Polen adalah jalan aspal dengan kondisi baik. Hasil pertanian tersebut sangat bermanfaat untuk bahan baku makanan PMT-AS. ° RRl. Kebanyakan masyarakat desa masih menggunakan lampu minyak tanah sebagai alat penerangan.k ib k t . Desa Konbaki terletak 9 km dati ibukota keeamatan pernbantu Mollo Selatan yaitu Polen dafl46 km dengan ibukota kabupaten (Soe). Apabila dilihat dari segi penyerapan tenaga kerja dari desa di HTI sangat keeil sekali. lang dam malam. Slang dan ~alam han sedang untuk..'. Sebagian hasil pertanian seperti pisang. g Ra "UI' rta · n dan' desa untuk dijual di pasar. rata rata setiap kepala keluarga memiliki kebun dengan luas rata rata 1 ha yang terletak kira kira 3-4 km dari temp at tinggal. Sarana lIuormaSl . kat desa masih kurang.. babi. kemiri. Dari ibukota keeamatan e I u 0a sampat 1 I U . tidak ada sarana transportasi atau angkutan urnurn yang masuk ke desa 34 .h' .. Disamping melakukan kegiatan pertanian di ladang. 2. Kondisi Sosial Masyarakat Polamakan Kebiasaan makan masyarakat didesa Konba~i ada~ah 3 ~al~ kan . ubi kayu. Pada hari selain an pasar iasanya masyara . an 1 erti TVRl dan unit radio yang umumnya mengakses siaran nasiona sep ° han. yang ada di desa Konbaki masih terbatas. ' h ' Angkutan umum masuk ke desa ini hanya pada hari mi setlap an. Masyarakat tidak dapat memanfaatkan HTI untuk meningkatkan hasil pertanian yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk PMT-AS. dari dan ke des a Konbaki menyebabkan akses ke uar agi tranSpO SI . SI k . Akan tetapi apabila terjadi sehan yaitu rna pagi. iki . d" ib kota keeamatan. h' kabupaten dapat ditempuh dengan angkutan umum setiap an. Jagung bose ini dikonsumsi pada. rta . Kebun merupakan sumber mata pencaharian masyarakat di desa Konbaki dengan menanam tanaman musiman seperti jagung. ubi jalar dan tanaman tahunan seperti kelapa. hanya beberapa orang masyarakat desa saja yang dapat bekerja di HTI dan sebagian besar tenaga kerja yang digunakan berasal dari luar desa Konbaki.2. " belutn semua masyarakat memiliki sarana informasi ~epert1 ~~dlOdan . hanya sebagian kecil masyar ak at ". 729 KK di desa Konbaki ya ada 9 umt televisi dan 20 te Ievisi. Sarana listrik sudah masuk ke desa namun beluJ_TIsemu~ bi sa menikmatj sarana listrik. h 9 km tuk · kat desa Konbaki hams berjalan a I sejau un masyara . '. padi. . Desa konbaki dapat ditempuh selama kira kira 15 menit dari Polen dan 2 jam perjalanan dari desa ke Soe. biasanya setiap keluarga memiliki temak berupa ayam... ° D . 1 ·masyarakat yang sudah menggunakan hstnk ~ebagal a at penerangan dirumah. k ki . "_~ . d' d Polen setiap Kamis dan hari pasar Niki-Ni I setiap an -~l~ ° P b An kutan umum tersebut masuk sekalian untuk mengang ~ . ~ nan p~~o~ masyarakat adalah jagung bose yaitu jagung yang telah dibuang kulitn a kemudian direbus dengan sayur s~yuran dan kacangkacan~an.' 35 .

Disamping mata air sebagian kecil masyarakat sudah memiliki sumur dan pompa air.3. namun barang yang dijual biasanya kurang lengkap dan jumlahnya terbatas sekali. tukang dan industri kerajinan. kelapa. Disamping laban kebun yang terletakjauh dari rurnah pemanfaatan pekarangan ini sangat bennanfaat untuk menambah pendapatan masyarakat maupun untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok masyarakat dari hasil tanaman di pakarangan tersebut. Kebiasaan untuk rnengolah makanan masih kurang sehingga anak anak dirurnahjarang rnendapat makanan kudapan. 36 Mata penearian penduduk desa Konbaki adalah sebagai petani dan peternak. hasil tenunan ini biasanya tidak untuk 37 .enggara Tml'Hf acara syukuran atau pesta. pisang. sehingga penduduk pergi ke ladang padajam 7 pagi dan pulangjam 4 sore. Air dari mata air dialirkan kedesa dengan menggunakan pipa dan sebagian besar masyarakat memperoleh air bersih dari mata air yang dialirkan ini. 2. Sumber air minum di desa Konbaki cukup banyak yang berasal dari mata air dan sungai. karena masyarakat jarang rnengkonsumsi daging biasanya rnasyarakat makan daging kalau ada hewan yang disembelih atau kalau ada pesta adat. Disamping bertani. Desa Konbaki tidak memiliki sarana pasar sehingga kegiatan jual beli dilakukan dipasar terdekat seperti pasar Polen. Sebagian besar masyarakat desa adalah petani terutama petani ladang. Hasil pertanian yang dihasilkan adalahjagung. pasar Kefa dan pasar Niki Niki. biji kapok. Kondisi Ekonomi Pola Hidup Sehat Sarana dan Prasarana Ekonomi Kondisi perumahan pada urnurnnya berupa rumah yang tidak pennanen yang terbuat dari bahan lokal seperti dinding pelepah pohon kelapa yang disebut 'babek' dengan atap alang alang. Kadang masyarakat menjual hasil pertanian pada pembeli yang datang ke desa seperti kemiri dan mete. Hanya sebagian keeil masyarakat yang sudah tinggal di rumah pennanen dengan menggunakan bahan semen dan begitu juga dengan rurnah semi pennanenjumlahnya tidak terlalu banyak. sebagai pekerjaan sampingan bagi ibu ibu adalah menenun kain. ayam dan sapi. Dari rnakanan yang dikonsurnsi masyarakat. Akan tetapi kebutuhan daging masih kurang. Biasanya bahan makanan seperti pisang atau ubi hanya direbus saja. ubi kayu. Biasanya ladang terletak agakjauh dari tempat tinggal. kemiri dan lainnya. Dari seluruh rumah di desa Konbaki sebagian kecil rumah yang berlantai semen dan kebanyakan rurnah berlantai tanah terutama rumah yang masih bersifat tradisional. kebutuhan akan sayur-sayuran sudah mencukupi bahkan lebih dari eukup. Rata rata tanah pekarangan masyarakat adalah seluas 1 ha yang ditanami dengan tanaman pangan. Sarana ekonomi yang tersedia di desa Konbaki adalah kios yang berjumlah dua buah yang menjual barang kebutuhan pokok rumah tangga. kemiri dan kaeang kacangan. Keadaan alam yang berbukit dan iklimnya menyebabkan tanahnya cocok dijadikan sebagai lahan pertanian tanaman kering seperti ladang.Kaltan KinerJiI Praqrem MakiUUJn Tambahan Anak Seko/ah ~PMT AS} Nusa T. Narnun masih ada rumah yang sarna sekali masih belum memilki sarana jamban ke1uarga. Mata Pencaharian Penduduk Pemanfaatan Pekarangan Hampir semua masyarakat di desa Konbaki memanfaatkan tanah pekarangannya untuk ditanami dengan tanaman seperti kelapa. Selain bertani diladang masyarakat juga beternak babi. Sebagian besar rumah menggunakan jamban tanpa septik tank dan hanya sebagian keeil atau 1Orurnah yang telah menggunakan jamban dengan septik tank.

'. 2.P sebagai Kepala Sekolah. Program Penanggulangan Kemiskinan.dijual tapi untuk dipakai sehari-hari. pisang. Lembaga formal yang cukup berperan dalam " program PMT -AS di desa Konbaki adalah PKK dan . Masyarakat. hadan yang beranggotakan para orang tua murid. Bahan tambahan seperti gula yang jumlahnya sedikit dan harganya lebih mahal sehingga kalau dibeli di pasar. maka uang banyak beredar di luar desa dari pada di desa sendiri. Konbaki adalah 8 kelompok. pasar Niki Niki.A.-'-"" kudapan sebagian besar dibeli dipasar. Peranan LKMD dalam menunjang pada saat persiapan pelaksanaan PMT-AS seperti dan pertemuan PMT-AS di desa karena Ketua LKMD :. Program Takesra dan Kukesra di berikan rneningkatkan pendapatan keluarga miskin melalui pU~J""'"'' Program ini ditangani oleh orang dari kesehatan senmggapac diminta informasi Kepala Desa tidak tahu mengenai program .4. Apabila bahan tersebut tidak terserlia' ."'f"l211. Jenis usaha kelompok ini adalah bervariasi s kios yang menjual biskuit. Program Takesra dan Kukesra . melakukan pengawasan terhadap proses pengolahan kelompok masak. .' PKK dalam progam PMT-AS adalah pada waktu PMT-AS di desa yaitu dalam membentuk danmemberikan pelatihan masak untuk kelompok ICemudian pada waktu pelaksanaan PMT -AS disekolah. kelompok rnasyarakat biasanya menjual hasil kayu. Jenis usaha dari Pokmas IDT dirasakan mendukung program PMT-AS terutama dalam menvediakan untuk rnakanan. BP3 mempunyai . kelembagaan yang dapat menunjang pelaksanaan desa Konbaki adalah kelembagaan yang bersifat formal "9-da sebelum diselenggarakan PMT-AS di desa ini dan formal. bahan tambahan lainnya seperti gula.. pennen dan makanan ringan jual beli hasil bumi di desa kemudian dijual di pasar usaha paronisasi. Mengingat bahan utama untuk -~-"'. Program/DT Kelompok Masyaratat IDT (Pokmas IDT) yang' . dilibatkan). """Q~Q' lembaga yang bersifat non formal. sangat penting dalam pelaksanaan PMT-AS disekolah. tepung di beli di . kelapa sesuai dengan yang dlOUtlllhkari'l makananPMT -AS. setelah adanya pemekaran 4 kelompok.. BP3 kegiatan pengolahan makanan PMT -AS karena anggota merupakan orang tua dari murid yang bersekolah. 38 39 .

l '§ ~ Desa Tuafanu adalah salah satu dari 27 desa yang ada di Kecamatan Amanuban Selatan. Sebagai daerah pantai. Nus» Tenggara Timur Peta Desa Konbaki LOKASI IV : Desa Tuafanu.TI..KajiaTl KiTlerja Program Mak.: Disamping sebagai wilayah pemukiman. iklimnya agak panas dan kering. Kondisi tanah di desa ini cukup subur sehingga berpotensi sebagai daerah pertanian terutama pertanian lahan kering seperti ladang dan kebun. sebelah Barat dengan Desa Toineke dan disebelah Timur berbatasan dengan Desa Kualin . sebeIah Selatan dengan Laut Timor.ra Trmur Kajlim Kmerja Progfa'.. Kecamatan Amanuban Selatan 2.. ubi dan lain-lain biasanya bisa memenuhi kebutuhan bahan makanan untuk PMT-AS. Hasil pertanian seperti jagung. Desa Tuafanu terletak disebelah selatan dari Kabupaten TIS dan terletak di wilayah pantai selatan. jarak desa dengan pantai lebih kurang 2 km. Kondisi Geografis ~ ~ ~ IJJ 1 ~ i ~ QI .. Makanan Tambahan Anak Sekolilh (PMT AS. Secara administrasi desa Tuafanu berbatasan disebelah Utara dengan Desa Kiufatu dan Nunusunu. Luas wilayah desa Tuafanu adalah 3500 ha atau 36 km2 yang didiami oleh 2. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TIS). namun karena terjadinya kemarau panjang yang menyebabkan kegagalan panen sehingga tidak ada yang dapat dijual 0 ~ ~ u ~ 40 41 . hutan dan padang rumput. Sebagai contoh pada tahun ini musim kemarau Iebih panjang dari musim hujan dan perkiraan musim hujan (Desember) meleset dari perkiraan sehingga terjadi gagal panen yang berakibat pada rawan pangan.192 penduduk dengan 491 KK. lni berpengaruh pada dimulainya musim tanam serta kelangsungan hudup tanaman tersebut.n Tamoa/lan ATlak SekoJa/l (PMT-AS) Nus.. kelapa. ~ ~ = !. Seperi halnya keadaan secara keseluruhandimana musim kemarau lebih panjang dari musim hujan dan kadang curah hujan tidak tentu dan tidak bisa diprediksi.1. Tengg. sebagian besar wilayah desa digunakan sebagai lahan kebun dan ladang. Penduduk yang masih duduk di sekolah dasar berjumlah 387 orang. Penelitian tentartg PMTAS dilakukan di SD Tuafanu dengan jumlah muridnya sebanyak 223 orang.

sebagian kecil masyarakat yang sudah tinggal di rumah permanen. yaitu jagung yang telah dibuang kulitnya kemudian direbus dengan sayur sayuran dan kacang kacangan kadang dicampur dengan daging.mu. Rumah ~erbentuk segi e~pat yang dindingnya dari babek atau bambu yang dISUSun. Rumah temp at tinggal sudah terpisah dari dapur. Dilihat dari segi kesehatan rumah ini sudah memenuhi salah satu syarat rumah sehat karena telah memiliki jendela sehingga ada pertukaran udara didalam rumah. akan berpengaruh pada frekuensi makan menjadi 4 kali dalam sehari. Pada musim paceklik dimana persediaan bahan makanan semakin menipis seperti tahun ini yang sedang terjadi rawan pangan. Biasanya makanan sagu dan pohon gewang mi dikonsumsi pada waktu keadaan rawan pangan. Biasanya sekali panen dalam setahun dapat mencukupi kebutuhan makanan pokok selama setahun.atap dan seng dan lantai tanah. Anak anak dirumah jarang mendapat makanan kudapan karena orang tua dirumah jarang membuat makanan kudapan. ~eadaan ekonomi masyarakat kurang mendukung untuk dapat membeh bahan makanan untuk membuat makanan kudapan dirumah seperti gula dll. Kebiasaan untuk mengolah makanan masih kurang begitu juga dengan kebiasaan makan makanan kudapan.Krljfan Kme. Makanan pokok masyarakat adalah jagung bose.desa Tuafanu merupakan salah satu desa yang mendapat bantuan bahan kebutuhan pokokjagung dari daerah lainnya di Propinsi NIT. apalagi pada saat sekarang untuk memenuhi kebutuhan pokok saj~ sangat susah.-ja Program Mahaflan Tamoahan Anal< SeJ(o/ah ~PMr~AS) Nus. Konsumsi daging hanya dilakukan sekali sekali saja apabila ada ternak seperti babi atau ayam yang di sembelih. maka biasanya masyarakat di desa Tuafanu makan 3 kali sehari yaitu makan pagi. untuk PMT-AS bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-haripun masyarakat desa mengalami kesulitan. Seperti halnya masyarakat di desa lainnya. Kondisi Sosial Masyarakat PolaMakan Pola Hidup Sehat Dalam keadaan normal dalam arti adanya kecukupan persediaan bahan makanan. siang dam malam. Pada umumnya masyarakat tinggal dirumah yang sudah lebih baik dibandingkan dengan rumah darurat. Bahan makanan.] Tenggara r. Dapur juga 43 . Akan tetapi sebagian kecil rumah tangga yang telah memanfaatkan sarana listrik ini yaitu sebanyak 81 rumah tangga dari 494 rumah tangga yang ada. .hanya diolah dengan cara direbus saja seperti halnya cara pengolahan jagung bose. Jalan yang menghubungi desa dengan ibukota kecamatan maupun ibukota kabupaten adalah jalan aspal dengan kondisi baik sehingga desa Tuafanu mudah dijangkau. Bentuknya semac~m ~mah bulat yang atap sekaligus dindingnya dari alang -alang atau jerarm dan tidak mempunyai jendela hanya ada satu pintu masuk.. Masing masing rumah memiliki dapur yang terletak dibelakang rumah. masyarakat desa Tuafanu lebih banyak mengkonsumsi sayuran dibanding daging. sarana lainnya yang sudah masuk ke desa Tuafanu adalah sarana penerangan listrik. Dalam keadaan tidak ada persediaan jagung karena kegagalan panen seperti 42 Kondisi perumahan masyarakat di desa ini pada umumnya sudah baik. namun dengan terjadinya gagal panen pada tahun ini maka persediaan makan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok. pada tahun ini maka sebagai pengganti jagung ad~lah pohon gewa~~ yang dijadikan sagu. Sebagai daerah rawan pangan. Sedang 413 rumah tangga lainnya masih menggunakan lampu minyak tanah sebagai alat penerangan.2. Desa Tuafanu berjarak 22 krn dari ibukota kecamatan dan 77 krn dari ibukota kabupaten TIS. 2. Disamping sarana transportasi. Untuk menjangkau desa ini tersedia sarana transportasi angkutan umum yang melewati desa setiap hari dari dan ke ibukota kabupaten. Jagung bose merupakan makanan pokok masyarakat pada siang dan malam hari sedang untuk sarapan pagi biasanya makan ubi kayu atau pisang yang direbus.

Jenis usaha Pokmas yang dapat mendukung 44 45 . Sedang kebutuhan sehari hari selain kebutuhan pokok dibeli di kios atau warung yang ada di desa yang Program IDT di desa ini sudah berjalan untuk tahun kedua. Pada rnusim panen asam biasanya pedagang dari Kupang datang langsung ke desa untuk membeli buah asam dari penduduk. Jenis usaha kelompok ini adalah bervariasi seperti usaha kios dan paronisasi. pisang. Sebagian besar masyarakat adalah petani yaitu petani lahan kering dan petemak. Air bersih merupakan sesuatu yang sangat langka di desa ini karena persediaannya terbatas. telur dll. Untuk merigisi waktu setelah pulang dari ladang biasanya para ibu menenun kain dirumah dan kain tenunan ini dipakai sehari hari. Lahan yang digunakan untuk bertani adalah ladanglkebun dan tanah pekarangan yang menghasilkan jagung. jagung disimpan untuk persediaan bahan makanan sampai panen berikutnya biasanya untuk jangka waktu setahun. Pada bagian atas digunakan tempat menyimpan bahan makanan dan di bagian bawah digunakan untuk tempat memasak. Kios menjual barang kebutuhan sehari han diantaranya gula. Mata pencarian penduduk desa Tuafanu adalah sebagai petani dan petemak.. Hampir semua masyarakat di desa Tuafanu mernanfaatkan tanah pekarangannya untuk ditanami dengan tanaman pangan seperti jagung. . Setelah panen. kelapa sebagian dijual ke pasar. Sebagian telah memiliki sumur sendiri dan sebagian masyarakat lainnya mendapatkan air bersih dari sumur bersama.~ KajliJll KmerJd Ploglam Makilnan Tambaf. ubi kayu. Hasil pertanian jagung digunakan untuk kebutuhan makanan pokok. Program Penanggulangan Kemiskinan Saran a dan Prasarana Ekonomi ProgramIDT Desa Konbaki belurn memiliki sarana pasar sehingga untuk membeli b~han kebutuhan pokok dilakukan dipasar terdekat di kecamatan yang sarna yaitu pasar mingguan di desa Toineke yang berjarak 7 kilometer dari desa. ubi. Kelompok Masyaratat IDT (pokmas IDT) yang ada berjurnlah 4 kelompok. asam. kaeang kacangan dU. begitu Juga dengan lahan pekarangan disekitar rumah. Dalam menjual hasil pertanian seperti buah asam di lakukan di pasar dan di desa sendiri. Sumber air bersih yang digunakan masyarakat di desa berasal dari sumur dan air hujan yang ditampung selama musim hujan. Disamping ladang. Kondisi Ekonomi 2. pegawai dan pedagang.3. tukang. Se1ain bertani masyarakat juga memelihara hewan babi. pisang.4. Anak Sekoiet: w (PM1 AS) Nuss Tenggara Tnnur berfungsi sebagai tempat penyimpanan persediaan bahan makanan atau hasil pertanian. pemanfaatan tanah pekarangan ini sangat berguna untuk rnenambah pendapatan rnasyarakat maupun untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan sehari hari. 2. kelapa dll. betjumlah 4 buah. kelapa. Mata Pencaharian Penduduk Pemanfaatan pekarangan Sebagai masyarakat yang hidup dari hasil pertanian maka se~ua ~ahan yang dimiIiki difungsikan sebagai lahan untuk pertanian. ayam dan sapi. Hampir semua rumah tangga di desa ini menggunakan jamban tanpa septik tank. Kemudian hasillainnya seperti asam.

Program ini mendapat respon dari para petani di desa Tuafanu. Program ini mengalami kegagalan karena terjadi kegagalan panen karena Fuso sehingga masyarakat tidak bisa mendapatkan hasilnya.oJah (PM7-ASJ Nusa Teflggard T. BP3 sebagai lembaga yang bersifat non formal mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan PMT-AS disekolah. Namun program ini tidak mendapat dukungan dari kepala sekolah. program PMT-AS adalah usaha kios. Program Takesra dan Kukesra Program Kantong Plastik Program Takesra dan Kukesra di berikan untuk membantu meningkatkan pendapatan keluarga miskin melalui pinjaman Kukesra. Program BPTP kerjasama dengan Bimas memberi bantuan bibit jagung Bisma pada masyarakat yaitu pada kelompok tani.Ka. kelas 2 ditanami buah-buahan dan seterusnya. Peranan LKMD dalam menunjang program PMT -AS pada saat persiapan pelaksanaan PMT -AS seperti mengikuti rapat dan pertemuan PMT-AS di desa. dibutuhkan sangat besar. I . LKMD sangat berperan dalam menggerakkan masyarakat desa seperti pada awal pelaksanaan PMTAS bulan November 1997. Penanaman jagung Bisma menggunakan zat kimia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian masyarakat desa. Untuk kebutuhan seperti gula ibu kelompok masak biasanya membeli di kios desa dengan harga yang disesuaikan dengan harga pasar. Peran PKK dalam pro gam PMT -AS adalah pada waktu persiapan pelaksanaan PMT -AS di desa yaitu dalam membentuk kelompok masak dan memberikan pelatihan untuk kelompok masak di desa. Program TOT (Tanpa Olah Tanah) merupakan program dari Departemen Pertanian melalui Bimas untuk membantu masyarakat desa dalam mengolah tanah pertanian. Program ini bertujuan untuk mengembangkan kebun sekolah. Melalui Kepala Sekolah masing masing anak sekolah diminta untuk menyediakan satu kantong plastik dan pupuk kandang untuk ditanami dengan sayuran dan buahan. 2. Program ini sudah berjalan pada tahap ke riga. Ketua PKK dalam aktifitasnya memberi pelatihan memasak. Program ini diberikan karena adanya kegagalan panen jagung bisma yang penanamannya menggunakan zat kimia. Struktur Kelembagaan Program TOT Kelembagaan yang ada di des a Tuafanu dan terlibat langsung dengan program PMT -AS terdiri dari lembaga formal yaitu PKK dan LKMD dan lembaga non formal. LKMD bersama masyarakat melakukan kegiatan gotong royong dalam membuat dapur PMT -AS . misalnya kantung plastik anak kelas 1 ditanami sayur. Program Pengembangan Jagung Bisma Merupakan program PPL untuk kebun sekolah. Melalui tenaga PPL di desa diberikan penyuluhan pada masyarakat tentang keuntungan pengolahan tanah pertanian tanpa menggunakan zat kimia disamping penggunaan zat kimia biaya yang 46 47 I J . Keterlibatan masyarakat dalam program ini masih rendah karena kurangnya informasi yang diperoleh masyarakat mengenai program ini. .ran Kmerja Program Makanar! 1ambahall Anal< SeJf. membuat kue dan menyulam pada ibu ibu yang tergabung dalam kelompok PKK.5.mu.

.. BP3 .Jm Makanal1 fambandn Allak Sek"oJah (PMT... " II ~....berperan dapat kegiatan pengolahan makanan PMT -AS karena anggota kelompok masak merupakan orang tua dari murid yang bersekolah........ ... \ !I I I I I I . :t _ .. . .. lo- .--~ _- ...a Progr.:. ... "- \ \ ~ a\ : 1 I 1 !\ 1= PI! I .. t 1:1 .an Kiner.. CI:I -k[) I .. ... ~-.AS) Nusil Tenggal~ riroor Ka}ian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT.. • S! i 'i !Ill -= . _ . II !Ill 11 I . I .1 CI . _ .~ . ..t!_ [J~ 48 loll i . ...Kaj.. : \ ~ .....AS) Nusa Tellggara Tlmur Sebagai suatu badan yang beranggotakan para orang tua murid... ~ 49 . !Ill =i I . r 1i I ..-~---. 'i:' !t ...I •• .....= ... ...

dan mengapa perbedaan tersebut dapat terjadi. Konsep Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Program PMT-AS merupakan program pemberian makanan tambahan untuk murid sekolah SDIMI di daerah IDT yang bersifat lintas sektoral yang melibatkan beberapa instansi dimana masing masing sektor dan instansi tersebut mempunyai program yang saling 50 51 .Kaji. manfaat. Pembahasan ini penting untuk melihat apakah pemahaman masyarakat terutama para penyelenggara program PMT-AS serta bagaimana mekanisme penyelenggaraan program dilapangan. Apabila terjadi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan PMT-AS dilapangan akan dilihat apa. pembahasan akan difoknskan pada organisasi penyelenggaraan PMT-AS. bentuk kegiatan serta program yang menunjang.1. sasaran. sosialisasi program serta pengendalian dan pengawasan yang dilakukan.n Kinel}a Program Mahanan Tamb. Kemudian pada bagian kedua akan dibahas mekanisme pelaksanaan PMT -AS.han Anak Sekol.11 (PMTAS) - N usa T enggara Tlmur BAB III PROGRAM MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKOLAH (PMT -AS) Bagian ini akan membahas mengenai Program Makanan Tambahan untuk Anak Sekolah (PMT -AS) dari segi pengertian konsep serta mekanisme penyelenggaraan program dilapangan.apakah pelaksanaan program PMT-AS di Propinsi Nusa Tenggara Timur telah berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Pembahasan akan dibagi kedalam dua bagian. 3. pada bagian pertama akan dibahas mengenai konsep program makanan tambahan anak sekolah seperti tujuan. Sehingga dapat dilibat.

3) SD! Konbaki di Desa Konbaki. Untuk itu maka dilihat pelaksanaan program PMT -AS pada 4 Sekolah Dasar di 4 desa sampel di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu SDN Amol di Desa Amol. perilaku hidup sehat kelihatan masih kurang. Sedang pemahaman terhadap tujuan PMT-AS yang lebih luas seperti tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa me1alui keterlibatan Pokmas IDT. 2) SDK Yaperna Oelolok di Desa Ainiut. Kabupaten TTU. kelima. Oleh karen a itu tujuan dan sasaran program PMT-AS disamping untuk anak sekolah SDIMI juga untuk masyarakat yang ada di sekitamya. Pemahaman tentang konsep ini penting mengingat keberhasilan program PMT-AS ini sangat ditentukan oleh para penyelenggara program dan dukungan masyarakat dilapangan.031 orang. Kemudian pada tahun kedua. Pelaksanaan program PMT-AS di Propinsi Nusa Tenggara Timur dimulai pada tahun 1996/97 dan sekarang (1997/98) merupakan tahun kedua peIaksanaan PMT-AS. PMT -AS. Hal ini tercermin dari wawancara dengan para pelaksana ditingkat sekolah. Kabupaten TIS. Kecamatan Miomafor Timur.K. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TIS) dan 4) SD! Tuafanu di Desa Tuafanu. untuk membuat anak sehat. pelaksanaan program dan sampai seberapa jauh keberhasilan program ini dapat tercapai. Kabupaten Timor Tengah Utara. kedua. ketiga. menanamkan kebiasaan makan yang baik serta kebiasaan hidup bersih sejak anak anak sehingga dapat menumbuh-kembangkan perilaku hidup sehat yang didukung oleh sanitasi lingkungan yang baik. Sedang tujuan khususnya adalah pertama. pengelola di desa serta masyarakat desa. Tujuan program PMT-AS yang mereka pahami adalah tujuan yang berhubungan dengan anak sekolah seperti: 'untuk meningkatkan/menambah gizi anak supaya sehat.aJlan Kmf!rJJJ Pt'ogram Makan. meningkatkan keadaan gizi siswa. berikut ini akan dilihat dari tingkat pemahaman masyarakat tentang konsep program PMT-AS. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut maka perlu adanya pemahaman tentang konsep program PMT-AS tidak hanya untuk pelaksana melainkanjuga masyarakat disekitamya. keempat. Pada tahun pertama program PMTAS dilaksanakan pada 913 sekolah SDIMI dengan jumlah murid 116. dan kemampuan belajar anak sehingga nantinya dapat meningkatkan prestasi be1ajar dalam rangka menunjang tercapainya program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun.lII t emnsne« AnaJ( Salioian IPMT AS) NUSd Tenggiua Tonur terkait dan dapat menunjang pelaksanaan program PMT-AS. Kecamatan Amanuban Selatan. mendukung program diversifikasi pangan dan menanamkan sikap dan perilaku menyukai makananjajanan setempat ' dalam rangka gerakan Aku Cinta Makanan Indonesai (ACMI). Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan. pengelola rnaupun oleh masyarakat di Propinsi Nusa Tenggara Timur. mendorong perkembangan ekonomi rakyat melalui pemanfaatan produk pertanian setempat untuk dimanfaatkan dalam .846 buah SDIMI dengan jumlah murid yang mendapat PMT-AS sebanyak 566. guru Tujuan Program PMT-AS . program PMT-AS dilaksanakan pada 3. mendorong peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan anak dengan memperhatikan keadaan gizi dan kesehatan. Untuk mengetahui penye1enggaraan program PMT-AS oleh para pelaksana. tinggal kelas dan putus sekolah. menanamkan kebiasaan hidup bersih. Kecamatan Insana.643 orang. Berdasarkan penelitian tentang pelaksanaan program PMT-AS di 4 sekolah SD di 4 desa Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diketahui bahwa rnasyarakat sudah mengetahui tujuan program PMTAS. Secara normatiftujuan dan program PMT -AS dapat dibagi dua yaitu tujuan umum untuk meningkatkan ketahanan fisik siswa SDlMl -melalui perbaikan gizi dan kesehatan sehingga dapat mendorong minat 52 53 . untuk membuat anak supaya pintar '. walaupun pemahaman mereka masih sangat terbatas. Pemahaman seperti ini terjadi baik mereka yang terlibat Jangsung dalam pelaksanaan PMT -AS di sekolah seperti murid. meningkatkan minat belajar siswa mengurangi absensi siswa.

kegiatan pelaksanaan PMT -AS disekolah yang dapat dilihat adalah berupa kegiatan pemberian makanan tambahan untuk murid sekolah. tujuan dari ~rogram PMT ~ A_Syan~ sudah dapat dilihat adalah adanya penurunan tingkat absensi siswa di sekolah dan meningkatkan minat anak datang ke sekolah serta adanya peningkatan daya tahan fisik siswa.mem~sa~ makanan. Kecamatan Insana mengatakan: . Ana. berdoa sebelum makan. peningkatan perekonomian masyarakat sekitarnya dan peningkatan kebiasaan hidup sehat.k SekoJiJh . mencuci alat makan setelah makan dan membuang sampah pada tempatnya.00 Wit. Sekarang mereka lebih aktif dalam bermain'. parut-parut ubi. padahal guru tersebut sudah mendapat pelatihan PMT-AS. p. sehingga pemahaman masyarakat terhadap PMT-AS terbatas pada kegiatan m~sak. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru maupun kepala sekolah di SDN Arnol. Seb~gal contoh salah seorang guru juga merangkap bendahara PMT -AS di SD Amol bahkan tidak mengetahui bahwa perlu adanya keterlibatan Pokmas IDT dalam program PMT -AS dalam menyediakan bahan makanan PMTAS. salah seorang guru di SDI Arnol mengatakan bahwa: 'Sebelum adanya PMT-AS daya tahan murid sangat lemah sekali apalagi pada waktu istirahat kedua jam 11. Dalamjangka panjang.kana-n lambanar. Sebagai contoh salah seorang orang tua laki laki mund di SD Amol mengatakan bahwa: Sehingga dalamjangka pendek prestasi belajar anak dapat ditingkatkan melalui peningkatan kehadiran murid ke sekolah. Kemudian seorang guru SD Yaperna Oelolok.enmgkatan pre stasi be1ajar.tm MCI. SDI Konbaki. tujuan perubahan perilaku hidup sehat seperti kebiasaan makan yang baik dan kebiasaan hidup sehat anak sekolah diharapkan dapat dicapai melalui pelaksanaan tata tertib pemberian makan disekolah seperti cuci tangan sebelum makan. Sehubungan dengan peningkatan daya tahan fisik siswa. Diharapkan kebiasaan cuei tangan sebelum makan. Dalam pelaksanaannya sebagian besar uang PMT -AS dibelanjakan keluar desa seperti pasar diluar desa bahkan di Kedua kurangnya sosialisasi tentang PMT -AS pada masyarakat serta tarbatasnya materi tentang PMT-AS yang diberikan dalam sosialisasi yang telah dilakukan di tingkat desa dan sekolah. berdoa dan membuang sampah pada tempatnya dapat diterapkan dirumah dan menjadi kebiasaan dilakukan dalam kehidupan sehari hari. anak laki jarang yang main ber/arian dan anak perempuan banyak yang duduk duduk sambil carl kutu. Sebagian tujuan program PMT-~~ barn dap~t dilihat dalamjangka panjang seperti peningkatan status gizt anak. SDK Oelolok dan SDI Tuafanu diketahui bahwa setelah adanya program PMT -AS di sekolah tingkat absensi murid menjadi menurun. goreng pisang'.Ka}/iI'''' KmerJrJ Pnigr. biasanya ada murid yang dian tar pulang karena pusing disekolah karena tidak makan pagi di rumah'. Peningkatan ekonomi masyarakat terutama di desa IDT dapat dicapai apabila sebagian besar uang PMT-AS dapat bergulir di dalam desa yaitu dengan membeli bahan baku untuk makanan PMT -AS dari masyarakat setempat. Belum semua tujuan program PMT-AS dapat dilihatdalam jangka pendek. 'Dengan adanya PMT-AS jarang murid yang pusing kepaia. Selama dua tahun pelaksanaan program PMT -AS di Propinsi NTT. 54 55 . PMT-AS adalah parut-parut kelapa. Terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap tujuan PMT -AS ini disebabkan: pertama.PMT AS) Nusil Trmgga-ra TimVf dan kelompok masak maupun mereka yang tidak ter1iba~ secara langsung seperti orang tua murid dan masyarakat desa. anak menjadi rajin datang ke sekolah.

kebutuhan seperti daun pisang dan kayu diperoleh dari sumbangan masyarakat secara sukarela. masyarakat beranggapan bahwa program PMT -AS merupakan bantuan uang dari pemerintah sehingga untuk membeli bahan untuk kebutuhan PMT-AS seperti untuk daun pisang dan kayu bakar tersebut sudah ada uangnya. Hasil pertanian di desa tidak selalu dapat menyediakan bahan baku untuk PMT -AS. Hal ini disebabkan karena adanya perobahan eara pandang masyarakat terhadap program PMT -AS. tidak ada lagi sumbangan dari masyarakat. Selama ini sering terj adi kekurangan persediaan bahan makanan yang tersedia di desa seperti pisang. Keterlibatan guru dalam pelaksanaan PMT-AS di sekolah adalahmengurus keuangan yang dilakukan oleh bendahar~ PMT-~S. Kalau sebelumnya masih ada sumbangan sukarela dari : masyarakat sekarang sudah tidak ada lagi. Sebagai salah satu sasaran dari program PMT -AS diharapkan untu~ masayang akan datang pada saat tidak ada lagi bantuan dana da:l pemerintah maka program ini dapat dilaksanakan oleh orang ~ ~~d dan guru dan masyarakat sekitarnya secara swadaya. Padahal bahan baku makanan tersebut dibutuhkan tiga kali dalam seminggu bahkan ada yang setiap hari dan kebutuhan bahan tersebut dalam jumlah yang eukup besar seperti pi sang satu tandan. Sebagai contoh di Arnol sekitar50 persen uang PMT-AS dibelanjakan di desa. Di desa Arnot.. :i Sasaran Program PMT -AS Sasaran program PMT -AS adalah semua murid sekolah SD/MI yang ada di desa tertinggal dan masyarakat terutama orang tua muri~ dan guru didesa tertinggal. sedang guru lainnya hanya mengawasi pembenan makanan untuk anak di kelas. Apabila dilihat 56 57 . kaeang hijau. Berbagai kendala dan permasalahan ditemui pada pelaksanaan PMT-AS sekarang ini seperti adanya keterbatasan persediaan bahan baku makanan untuk PMT-AS. ubi kayu dll. sektertaris PMT -AS. dari pelaksanaan program PMT -AS pada saat sekarang terutama berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi maka kemungkinan pelaksanaan PMT-AS secara swadaya masih tanda tanya. kelapa 20 buah. Apalagi pada saat sekarang dan mungkin juga akan terjadi pada tahun yang akan datang dimana musim kering yang panjang menyebabkan kegagalan panen sehingga bahan yang dapat dihasilkan menurun. desa Ainiut sekitar 40 persen keluar desa.385 murid dan 4031 SDIMI. Dalam pelaksanaan program PMT -AS di sekolah telah melibatkan orang tua murid dan guru. Ini mencerminkan bahwa partisipasi masyarakat terhadap program PMT-AS sudah mulai luntur lalu bagaimanajika pelaksanaan PMT-AS dilakukan seeara swadaya tanpa adanya bantuan dana dari pemerintah. . Kekurangan bahan makanan ini akan berakibat pada naiknya harga bahan makanan.pasar kabupaten. Konbaki sekitar 60 persen keluar sedang desa Tuafanu karena terjadi rawan panen sehingga hampir 90 persen uang PMT-AS dibelanjakan di luar desa. Tapi sekarang daun pi sang atau kayu harus dibeli dari masyarakat. walaupun di satu sekolah keterlibatan orang tua masih sangat terbatas. Pada keempat sekolah yang dilihat pelaksanaan PMT -ASnya orang tua murid terlibat dalam pengolahan makanan. terjadinya kekeringan yang menyebabkan harga menjadi naik. Semua ini masih dalam tanda tanya besar. Hal ini disebabkan karena masyarakat desa maupun Pokmas IDT belum bisa menyediakan bahan baku makanan untuk PMT-AS disamping itu harga bahan makanan di desajauh lebih tinggi dari harga dari pasar sehingga kelompok masak merasa lebih efisien kalaubelanja di pasar. tertinggal di Propinsi NIT mendapat makanan PMT-AS yaitu 616. Keterlibatan orang tua murid dalam kegiatan PMT -AS terlihat dari kelompok masak yang anggotanya adalah orang tua dari murid yang bersekolah pada SDIMI yang melaksanakan PMTAS tersebut. . Hampir semua ibu kelompok masak mengeluhkan uang PMT-AS tidak eukup karena harga bahan makananmahal sekali. . Dalam pelaksanaan program PMT-AS di propinsi NIT kelihatannya telah meneapai sasar~n yang se~arusnya: Semua sekolah dan jumlah murid yang ada di desa.

500 sedang harga dipasar adalah Rp. terhadap keanekargaman menu.Manfaat Program PMT -AS Manfaat program PMT-AS diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa melalui pemanfaatan lahan pekaranganlkebun sekolah. N amun berdasarkan pelaksanaan di lapangan diketahui bahwa sebagian besar bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat makanan tidak tersedia di dalam desa sehingga harus diperoleh dari luar desa. Idealnya adanya diversifikasi makanan apabila bertambah pengetahuan masyar~t terutama ibu kelompok masak. pisang dan jagung yang dibeli pada anggota kelompok masak dengan harga lebih murah dari harga pasar seperti satu sisir pisang dibeli seharga Rp.1000. dengan keikutsertaan orang tua mund dalam kelompok masak. sejauh ini belum kelihatan a~nya per?ba~an atau peningkatan jenis makanan masyarakat sebagai akibat dan dilaksanakannya program PMT-AS didesa. Pengetahuan akan resep baru dan keterampilan memasak dapat bertambah. Masyarakat dan kelompok masak yang bahan yang diperlukan dapat menjualnya pada sekolah dan ada baru dibeli di pasar. Namun tidak semua bahan dibeli di luar desa. agribisnis desa. Berdasarkan penelitian dilapangan hampir tidak ada ibu kelompok masak yang mencoba resep makanan PMT -AS dirumah karena tidak mampu untuk membeli bahan makanan. Apalagi pada musim kemarau yang lebih panjang pada tahun ini sehingga banyak panen yang gagal seperti di desa Tuafanu yang tergolong sebagai salah satu desa 'rawan pangan' karena gagal panen pada tahun ini. Namun hal ini memerlukan waktu yang cukup panjang mengingat kebiasaan masyarakat untuk mengolah makanan masih kurang dan juga tingkat ekonomi masih rendah untuk membeli bahan makanan untuk mencoba resep baru dirumah. kambing dan babi. Namun akhir akhir ini masyarakat mulai menaikkan harga jual bahan makanan bahkan lebih tinggi dari harga ~i pasar. Tetapi kebanyakan yang berjualan di pasar tersebut bukan masyarakat desa Ainiut tapi adalah pedagang dari Atambua sehingga uang yang dibelanjakan di pasar tidak berputar di desa. hampir semua jenis usaha Pokmas lOT adalah dibidang petemakan yaitu paronisasi sapi. Manfaat PMT-AS terhadap wajib belajar sembilan tahun dicapai melalui peningkatan motivasi anak untuk datang ke sekolah yang dapat dilihat dari menurunnya absensi murid. hanya satu desa yang mempunyai pasar desa yaitu desa Ainiut. L. Dalam pelaksanaannya manfaat program PMT-AS seperti di atas belum dapat dirasakan sepenuhnya. Kedua tidak ada pasar di desa sehingga untuk membeli bahan harus pergi ke ibu kota kabupaten atau ke pasar desa tetangga. Hal ini dapat terjadi apabila desa dapat menyediakan bahan baku untuk makanan PMT -AS misalnya dengan membeli dari masyarakat des a.garis besar. Keadaan ini akan 59 . dan mendorong diversifikasi makanan serta dapat mensukseskan wajib belajar pendidikan dasar sembi Ian tahun. ~eperti. melainkan ada juga yang dibeli di dalam desa yaitu dari 58 masyarakat Ainiut dan mempunyai kalau tidak maupun dari kelompok masak seperti di desa Arnol. membeli dari hasil usaha Pokmas lOT atau dati koperasi desa. Secara . Dalam haldiversifikasi makanan. Hal ini merupakan kebijaksanaan kelompok masak dan anggotanya merasa tidak keberatan dengan harga yang lebih rendah tersebut. Dari 4 desa. ketidaktersediaan bahan baku makanan disemua lokasi penelitian disebabkan oleh beberapa faktor. industri rumah tangga. Hal ini menyebabkan ibu-ibu kelompok masak merasa lebih baik membeli bahan di pasar walaupun mengeluarkan ongkos tapi pilihannya banyak. Pertama. hampir 90 persen uang PMT-AS untuk membeli bahan baku makanan PMT-AS dibelanjakan diluar desa. desa desa Konbaki. jenis usaha ini tidak bisa mendukung PMT-AS karena yang dibutuhkan adalah hasil usaha pertanian sebagai bahan untuk membuat makanan PMT-AS. Pada awalnya tidak ada masalah harga bahan karena harga di desa sama dengan harga dipasar bahkan ada yang menjual dengan harga lebih murah dari harga pasar.· .~i desa Konbaki karena merasa ini adalah uang pemenntah sehingga tidak ada salabnya bila harga dinaikkan.ain halnya di desa Ainiut Insana harga bahan pokok seperti ubi. Salah satu manfaat yang diharapkan dengan adanya program PMT -AS adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui perputaran uang PMT-AS di dalam desa. Akibatnya.

12 tahun meningkat Iebih besar . SD! Arnol 14 orang. Kegiatan yang dilakukan mulai dari sosialisasi. bidan desa. Pada pertemuan ini dijelaskan kegiatan pemberian makanan yang akan dilakukan di sekolah.apan 1ambanan Anal!: Sckolaf' (PMT·AS) NU5iJ TenggilliJ 1imuf menyebabkan adanya penurunan angka putus sekolah dan peningkatan partisipasi anak untuk bersekolah. PPL dan mood di sekolah.Kajlim KlfleqiJ Pru9fam Malianan T. Bentuk Kegiatan Program PMT-AS Pelaksanaan program PMT -AS di SDIM! adalah berupa kegiatan pemberian makanan tambahan untuk murid di sekolah. Kalau hal ini terjadi maka program PMTAS menjadi penghambat jalannya program wajib belajar sembilan tahun. pembagian makanan di kelas sampai pada pembuatan laporan. 60 61 .:.tnlJahan Anak SCl-iolah (PMT~A. dari sebelum PMT-AS sebesar 1.3 persen . tahap pelaksanaan dan tahap pelaporan. kepala sekolah dan guru dari semua sekolah yang ada di desa. Jumlah kelompok yang ada pada kelima sekolah . orang tua murid. Akan tetapi ada kekhawatiran bahwa program makanan tambahan ini nantinya dapat meningkatkan angka putus sekolah anak kalau kemandirian program ini tidak benar-benar dipersiapkan dari sekarang. guru. Ketua PKK dan Bidan Desa di tingkat kecamatan dan kabupaten. proses pengolahan makanan. Demikianjuga angka drop out yang sebe1umnya sebesar 3. Pembentukan kelompok masak dilakukan oleh ketua PKK besamasarna dengan kepala sekolah dan kepala desa pada saat pertemuan PMT-AS di sekolah. Anggota kelompok masak adalah orang tua dari murid yang masih sekolah pada SD yang bersangkutan. Kegiatan persiapan yang dilakukan adalah dengan melaksanakan pertemuan pada tingkat desa dan sekolah. kepala sekolah. petugas kesehatanJbidan desa. • Tahap Persia pan Persiapan pelaksanaan PMT -AS di desa atau di sekolah dilakukan setelah adanya pertemuan atau sosialisasi PMT-AS yang dihadiri antara lain oleh Kepala Sekolah. Pada dasamya pertemuan ini bertujuanuntuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa akan ada program PMT -AS yang akan dilaksanakan di desa dan sekaligus menjelaskan program PMT -AS. Setelah dilakukan sosialisasi tersebut maka diharapkan mereka yang telah mendapatkan pelatihan atau sosialisasi PMT-AS ditingkat kecamatan dan kabupaten tersebut akan memberi pelatihan PMT -AS untuk masyarakat desa dan sekolah. Kepala Desa. SDK Oelolok Ainiut 20 orang dan SDI Tuafanu 20 orang. Jumlah anggota kelompok masak di SDl Konbaki adalah 5 orang. Pada tahap berikutnya dilakukan pertemuan tim pelaksana dan sosialisasi PMT -AS yang dihadiri oleh kepala desa. pencairan dana.S) Nusa Tenggara 1iml. Persiapan selanjutnya adalah pembentukan kelompok masak. ketua PKK. tokoh masyarakat.. Dalam membahas kegiatan PMT -AS di sekolah tidak bisa dilepaskan dari kegiatan di tingkat desa karena adanya saling keterkaitan kegiatan PMT-AS di kedua tingkat pelaksanaan PMT -AS terse but. Pertemuan ini dihadiri oleh masyarakat.24 persen. Karena kalau pada saatnya program ini tidak ada lagi maka ada kemungkinan anak keluar sekolah untuk membantu orang tua di kebun mengingat makanan tambahan disekolah mempunyai arti yang sangat penting bagi mereka. Data pada kantor Dinas P&K Tingkat Propinsi menunjukkan bahwa setelah adanya program PMTAS partisipasi sekolah anak berumur 7. Jumlah kelompok masak serta jumlah anggota pada masing masing kelompok sangat bervariasi tergantung pada kondisi dan kebijaksanaan masingmasing desalsekolah. Secara garis besar kegiatan pelaksanaan PMT -AS di sekolah dapat dibagi atas tiga tahap yaitu tahap persiapan. tersebut adalah 6 kelompok dengan jumlah anggota kelompok yang bervariasi." KiJlum KmerJa Program fIlJak.menjadi berkurang dibandingkan sebelum adanya program PMT -AS terutama murid kelas 1-3.

untuk mengatasi keterlambatan penyaluran dana dan memperlancar pengambilan dana oleh kepala sekolah maka masing-masing kantor pos kabupaten boleh menerbitkan giro sendiri. Untuk membuat makanan PMTAS memerlukan waktu hampir 12jam yaitu mulai jam 7 malam sampai jam 6 pagi sehingga anggota kelompok masak hams menginap di tempat masak.. Hal ini menjadi salah satu penyebab timbulnya keterlambatan penyaluran dana PMT-AS sehingga pemberian makan juga mengalami keterlambatan. Pengambilan dana oleh kepala sekolah dilakukan sekali dalam 3 bulan. Sekolah 63 • Tahap Pelaksanaan Kegiatan pertama yang dilakukan dalam pelaksanaan PMT -AS adalah kegiatan pencairan dana oleh kepala sekolah. menyalurkan dana untuk PMT-AS adalah Kantor Pos Kecamatan.kedua pencairan dialihkan ke Kantor Pos. Hal ini disebabkan karen a banyak orangtua murid yang tidak mau diikutsertakan ke dalam anggota kelompok masak karena berbagai alasan seperti hams bekerja dikebun. Kantor Pos yang dapat 62 . kemudian tahun . Hal ini sangat membebani dan menyita waktu anggota kelompok masak. Kegiatan memasak ini dilakukan secara bergilir oleh masing-masing kelompok masak dan proses penggilirannya tergantung pada frekuensi pemberian makan. Jumlah anggota kelompok yang sedikit ini akan menyebabkan beban kerja anggota kelompok makin berat jika dibandingkan jumlah anggota kelompok lebih dari 5 orang. Pencairan dana PMT-AS ini dapat dilakukan setelah kepala sekolah membuka nomor rekening pada bank atau kantor pos yang menyalurkan dana PMT -AS.Kapan Klneria Program Ma-kanan Tambilhan An\JK Sekolah (PMT-~S) Nl. Setiap kali datang kepala sekolah dapat mengambil dana untuk pelaksanaan pemberian makan selama tiga bulan. Pada tabun pertama pelaksanaan PMT -AS di Propinsi NIT (1996/97) pencairan dana PMT-AS dilakukan di Bank BRI. Apabila makanan PMT -AS diberikan setiap hari makan masing masing kelompok mendapat giliran sekali seminggu dan jika pemberian makanan sebanyak 3 kali seminggumaka masing ke1ompok mendapat giliran masak sekali dua minggu. SDr Ainiut pengambilan dana bulan November dan pemberian makan bulan Desember dan di SDr Tuafanu pengambilan dana bulan November dan pernberian makan pada bulan November. Pengolahan makanan PMT-AS dilakukan oleh beberapa kelompok masak yang sudah dibentuk sebelunmya. Salah seorang kelompok masak pernah mengusulkan pada kepala desa supaya diganti dengan ibu-ibu yang lain. Tempat memasak makanan PMT-AS tergantung pada masing-masing sekolah karen a tidak semua sekolah yang sudah mempunyai dapur khusus untuk PMT -AS. Dalam pelaksanaannya pencairan dana melalui kantor pos sedikit menimbulkan masalah terutama karena keterbatasan jumlah kantor post yang menerbitkan giro. SDr Konbaki dana diambil bulan November dan pemberian makan mulai bulan Januari. Berdasarkan informasi dari kantor pos. Untuk SDr Arnol dana diambil bulan November dan pemberian makan mulai bulan Desember 1997. Tidak semua kabupaten mempunyai kantor post yang dapat menerbitkan giro. Sebagai contoh di SD Konbaki. kecuali SDr Tuafanu sekali sebulan. Mereka yang ikut dalam kelompok masak adalah orang tua murid yang mempunyai hubungan dekat dengan kepala desa dan ketua PKK.if. tidak diizinkan oleh suami dan lain-lain. tapi kepala desa tidak mengizinkan dengan alasan bahwa nama ibu ibu kelompok masak ini sudah ada di tingkat atas.a Tenggara timur Perbedaan jumlah anggota kelompok masak tergantungpada kebijaksanaan sekolah dan motivasi masyararakat terutama orang tua murid. Setelah dilakukan pengarnbilan dana PMT-AS di Kantor pos maka kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah kegiatan pengolahan makanan PMT-AS. Untuk Propinsi NTT ada 6 kantor post yang dapat menerbitkan giro dan masing-rnasing kantor post tersebut membawahi beberapa kantor post kabupaten. Hal ini dapat mengurangi beban kerja kepala sekolah untuk datang ke kantor pos jika dibandingkan kalau pengambilan dana dilakukan setiap bulan. jumlah kelompok masak adalah 6 kelompok dengan jumlah anggota kelompok 5 orang. Jumlah orang tua murid yang terlibat dalam ke1ompok masak adalah 30 orang relatif sedikitjika dibandingkanjumlah murid yang berjumlah 209 orang. Apalagi frekuensi pemberian makanan hampir setiap hari kecuali pada tahap II sebanyak 3 kali seminggu.

Sedang di desa Ainiut. Biasanya frekuensi makanan disesuaikan dengan ketepatan waktu dana '"makan habis sesuai dengan waktunya agar dapat mengambil dana untuk tahap berikutnya. Pada SD Tuafanu frekuensi makan PMT-AS diberikan 3 kali seminggu. Kegiatan selanjutnya adalah pemberian makan PMT -AS untuk murid di kelas. Pemberian obat cacing yang 65 . proses memasak makanan dilakukan dirumah ketua atau salah seorang anggota kelompok masak. kue kacang hijau. SD Konbaki pada bulan November. tahap II makan 3 kali seminggu dan tahap III diberikan makanan setiap hari sehingga pada akhir tahun ajaran semua dana telah selesai digunakan. saat penelitian dilakukan dana makan yang digunakan adalah dana tahap II bulan pertama.yang telah mempunyai dapur PMT-AS adalah SOl Tuafanu dan SO Amol. . Pemberian obat cacing di SD Arnol pada bulan Februari 1998. Sehingga untuk sekolah ini masih terdapat sisa dana tahap II untuk bulan kedua dan ketiga dan dana tahap III. Sedang pada sekolah lainnya yaitu SOK Oelolok dan SDI Konbald. kue kaca mata dll. jenis jajanan ditentukan oleh masing-masing ke1ompok berdasarkan bahan makanan yang tersedia dan dapat diperoleh. Frekuensi pemberian makanan PMT-AS bervariasi ada yang 3 kali seminggu dan . Oleh karen a terjadi keterlambatan pemberian makan pertama yaitu pemberian makan pertama pada bulan Januari menggunakan dana tahap I kemudian pada bulan Mei pemberian makan dihentikan karena kesibukan Ebtanas. Pemberian obat cacing sangat tergantung pada keaktifan bidan desa dan Puskesmas Kecamatan sebagai penyalur obat untuk masing masing sekolah yang ada di desa. kue nogosari.di desa Arnot.. Konbaki dan Tuafanu. Jenis makanan jajanan yang sering dibuat adalah pisang goreng spesial. menyanyi lagu PMT-AS dan berdoa. obat cacing haru diberikan sekali setelah ada droping obat cacing dari Dinas Kesehatan Tingkat II. sedang SD Tuafanu dan SD Konbald makanan diberikan oleh guru setelah ibu kelompok masak mengantar makanan sampai di depan pintu. Namun sampai saat penelitian ini dilaksanakan yaitu pada waktu hampir selesai pelaksanaan PMT-AS pada tabun ajaran ini. Jagung merupakan bahan lokal yang banyak tersedia di daerah ini namun kue yang menggunakan bahan dari jagung jarang dibuat karena jagung merupakan bahan untuk kebutuhan makanan pokok dirumah. Di SO Arnol penentuan jenis jajanan yang akan dibuat ditentukan oIeh bidan desa dengan memilih menu sebanyak 12 macam yang ada pada buku menu berdasarkan bahan yang tersedia di desa dan mudah didapatkan. Disamping daftar makanan seluruh Indonesia juga ada buku menu khusus berisi jenis makanan tradisional propinsi NIT sehingga disamping memperkaya pengetahuan tentang makanan juga dengan adanya menu makanan lokal ini sekaligus untuk melestarikan jenis makanan lokal. Pemberian obat cacing merupakan salah satu kegiatan dalam program PMT -AS yang diberikan sehanyak dua kali dalam setahun yaitu sebelum pemberian makanan dimulai dan pada waktu pemberian makan berlangsung. Pembagian makanan dikelas dilakukan oleh ibu kelompok masak dan oleh guru. Makanan jajanan yang terdapat dalam buku menu dilengkapi dengan jumlah kalori dan disusun berdasarkan bahan baku yang tersedia. Frekuensi pemberian makan yang berbeda ini tergantung pada kebijaksanaan kepala sekolah dengan beberapa pertimbangan.ada yang diberikan setiap hari. Seperti di SO Arnol dan SD Ainiut makanan dibagikan langsung oleh ibu kelompok masak dan guru hanya mengawasi murid makan di kelas. SD Konbaki karena keterlambatan pemberian makan maka pada dana triwulan I diberikan makan setiap hari. Sebagai contoh. Jenis makanan yang dibuat berpedoman pada buku menu yang telah disusun oleh Kanwil Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur yang bekerja sarna dengan Tim Penggerak PKK tingkat propinsi. Sebelum makan murid terlebih dahulu mencuci tangan. Sehingga sampai pada bulan Juni. SD Ainiut pada bulan Februari dan SO Tuafanu pada bulan Desember. Hal ini sebagai akibat dari keterlambatan pemberian makanan yang pertama. Penentuan jenis jajanan yang akan dibuat tergantung pada kebijaksanaan masing-masing tim pelaksana dan ketersediaan bahan baku makanan lokal yang ada didesa. Ohat cacing yang diberikan adalah dua tablet yaitu Abendazole dan Pyranthel yang diberikan langsung oleh bidan des a dan langsung diminum di kelas. obat cacing baru diberikan satu kali. Pada SD Arnol pada triwulan I dan II 64 pemberian makan dilakukan 3 kali seminggu dan pada triwulan III diberikan sebanyak ~ kali seminggu.

Materi la~oran seperti ini menyebabkan isi laporan untuk masing masing tnwulan cenderung sarna karena jumlah dana yang diterirna tidak berubah begitu pula dengan jumlah murid sedang perkembangan dan pennasalahan yang ada tidak dapat dilihat dari laporan . 67 66 ... b~hkan biasanya ada kelebihan obat cacing karena ada murid yang mmggat ata~ tidak masuk karena harus ke kebun atau ada yang ke1uar karena kawm. Program Pokok dan Penunjang Program PMT -AS adalah bersifat lintas sektoral sehingga diharapkan program dari masing masing sektor dapat saling mendukung program PMT-AS. Menurut kepala sekolah laporan dibuat sekali dalam setahun yaitu pada saat pelaksanaan PMT -AS selesai dilaksanakan. ...-ambulan karena dana untuk rnakan diambil setiap bulan. Diversifikasi Pangan dan Gizi (DPG) merupakan program dari departemen pertanian yang dapat mendukung PMT-AS yaitu berupa pemberian bibit untuk kebun sekolah. Adapun program program tersebut adalah sebagai berikut. Sebenamya program ini sudah ada sebelum adanya program PMT-AS yaitu mulai sejak tahun 1994 sampai tahun 1997. satu . pemberian obat cacing d~lakukan sekah pada bulan Desember 1998. . uala~. Departemen Pertanian dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. pelaksanaan di lapangan ada penyesuaian dengan melihat k?ndlSl yang ada.... • Tahap Peiaporan Secara normatif pelaporan dari tingkat SDIMI dibuat sekali . . Kelebihan obat cacing tersebut dikirim kernbali ke farmasi. tapi karena ada kekurangan sebanyak 7 butir obat sehingga sampai sekarang belum diberikan.d. Ada beberapa program sektoral dapat menunjang kegiatan program PMT -AS diantaranya adalah program dari Departemen Kesehatan.. Kemudian dengan adanya program PMT -AS . Pelaksanaan program di lapangan dilakukan oleh penyuluh pertanian atau PPL dengan memberi penyuluban dan mernbuat kebun percontoban. Seperti SD Konbaki.. Menurut informasi dari bidan desa obat cacing yang kedua sudah tersedia dan akan diberikan pad~ bulan Mei. • Program Diversifikasi Pangan dan Gizi (DPG) . Berdasarkan informasi petugas ~izi puskesmas. draping obat dari puskesmas sudah cukup.. sampai bulan Juni yaitu hampir selesai pelaksanaan PMT-AS pada tahun berjalan belum satupun laporan yang telah dibuat oleh kepala sekolah. .. Berdasarkan jumlah sekolah yang mengirimkan laporanke kecamatan dapat diketahui bahwa selama ini laporan PMT-AS dari tingkat sekolah ke tingkat kecamatan berjalan kurang lancar.ta!!'"l. Pengambilan dana oleh kepala sekolah di kantor pos dl1~an ~etiap tiga bulan (tiap triwulan) sehingga pelaksanaan PMTAS Juga dilaporan setiap tiga bulan setelah selesai penggunaan dana. Tersendatnya pelaporan dari tingkat sekolah ini kebanyakan disebabkan oleh kesibukan dari kepala sekolah dan kurangnya perhatian dari kepala sekolah untuk membuat laporan PMT -AS bahkan juga ada yang disebabkan oleh ketidaktahuan kepala sekolah. :. . dalam hal ini tidak ada upaya dari puskesmas untuk minta droping obat cacing ke kabupaten karena alas an kesibukan dokter di puskesmas.kedua belum dilaksanakan karena belum ada draping obat dati kabu~aten.. Ini mencenninkan masih kurangnya pemahaman kepala sekolah terhadap program PMT-AS.. Tapi ada kernungkinan kekurangan ini disebabkan karena ada petugas atau guru yang rnengambil obat cacing untuk dirninum sendiri atau dibawa pulang dan kasus seperti ini sudah pemah terjadi. Hal yang dilaporkan oleh sekolah ke kecamatan adalah laporan peng~aan dana sepertijumlah dana yang diperoleh danjurnlah murid yang dibuat dalarn pengisian format yang sudah ada contohnya. Lain h~lnya dengan desa Tuafanu.

Dibandingkan dengan Pokmas IDT. lombok. Diharapkan program IDT denganjenis usaha Pokmas-nya dapat menunjang pelaksanaan program PMT -AS di desa yang bersangkutan dengan menyediakan bahan baku makanan PMT-AS. Biasanya barang yang Gizi Keluarn. Dalam pelaksanaannya program ini tidak berjalan seeara berkelanjutan sesuai dengan tahapannya. Dalam pelaksanaanya bantuan bibit ini kurang meneapai sasaran karena terbatasnya jumlah PPL sehingga kurangnya kegiatan pembinaan kebun sekolah dari PPL Disamping itu juga kurangnya pengawasan dari atas. jumlah dana Takesra dan Kukesra ini dirasakan terlalu keeil sehingga jenis usahanyapun juga kebanyakan berskala keeil seperti kios sehingga tidak bisa mendukung PMT -AS dalam menyediakan kebutuhan bahan makanan . Namun dari jenis usaha yang dikerjakan oleh Pokmas IDT yaitu usaha penggemukan ternak (paronisasi) seperti sapi. tahap pertama sudah selesai tapi dana untuk tahap kedua belum turun. • Program TakesraIKukesra Program Takesra dan Kukesra merupakan salah satu program pemerintah berupa pemberian pinjaman dana untuk membantu usaha keluarga miskin di desa IDT. • Program Usaha Perbaikan Gizi keluarga (UPGK) . Sebagai eontoh SD Arnol yang tereatat sebagai salah satu sekolah yang mendapat batuan bibit. babi dan kambing. program DPG memberikan bibit buah-buahan (mangga. Belu dan Sumba Timur) dan 109 buah SD sehingga tidak semua sekolah yang melaksanakan PMT -AS mendapatkan bantuan bibit untuk kebun sekolah dari Program DPG. Pada tahun 1997 yaitu tahun pertama pelaksanaan PMT-AS di Propinsi Nusa Tenggara Timur. bibit palawija seperti kacang hijau. Merupakan program Departemen Kesehatan yang sudah ada sebelum dilaksanakan program PMT -AS. Walaupun ada jenis usaha lainnya seperti usaha kios dan simpan pinjam tapi usaha ini juga belum bisa menunjang PMT-AS karena barang yang dijual baik jenis barang yang dijual maupun jumlahnya belum bisa memenuhi kebutuhan PMT-AS. dijual adalah makanan keeil seperti permen. Pemberian bibit ini hanya bersifat sampling saja yang diberikan pada 5 kabupaten (Kupang. tomat). TIU. Melalui penyuluhan tentang kesehatan oleh bidan desa baik di sekolah maupun pada waktu dilakukan kegiatan posyandu juga di jelaskan tentang pentingnya makanan yang sehat.. apakah bantuan sudah sampai pada sekolah yang telah ditetapkan. . Pinjaman ini diberikan untuk beberapa tahap putaran dan Makin tinggi tahapannya maka jumlah pinjamannya semakin besar. temyata tidak ada bantuan bibit dari pertanian begitu juga dengan pembinaan dari PPL.tidak bisa menunjang program PMT -AS karena PMT -AS tidak menggunakan daging sebagai bahan membuat makanan. . penyuluhan kesehatan serta pemberian poster gizi untuk sekolah. jeruk) dan bibit sayuran (kaeang panjang. makanan ringan sedang barang seperti gula yang sangat dibutuhkan untuk makanan PMT -AS dijual dalamjumlah yang sangat sedikit. • Program IDT • Program Peningkatan Program Inpres Desa Tertinggal merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat miskin di des a tertinggal dengan memberi bantuan dana yang digulirkan pada masing-masing anggota kelompok masyarakat (Pokmas). TIS. misalnya di desa Amol.maka pelaksanaannya dikaitkan dengan PMT -AS. Program dari Departemen Pertanian untuk meningkatan pendapatan keluarga dengan memberi penyuluhan antara lain 69 j 68 . namun pada saat dilakukan wawaneara di sekolah yang bersangkutan. Kegiatannya berupa pemberian garam beryodium. terong.

Dinas Pertanian. desadan sekolah. Departemen Dalam Negeri. Forum Koordinasi Tingkat Kabupaten melakukan kegiatan pelatihan Pada tingkat propinsi penyelenggaraan program PMT -AS dilakukan dengan membentuk Forum Koordinasi Tingkat Propinsi yang diketuai oleh Gubernur. Keterlibatan anggota Forum Koordinasi PMT-AS dalam pelaksanaan PMT-AS adalah dalam melakukan kegiatan pembinaan. Sektor dan instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan PMT-AS adalah Bappeda. penyelenggaraan program PMT-AS dilakukan oleh Forum Koordinasi Tingkat Kabupaten yang diketuai oleh BupatitWalikotamadya. Kegiatan pelaksanaan PMT-AS dilapangan dilakukan oleh Satminkal atau Satuan Administrasi Pangkal yang anggotanya terdiri dari beberapa orang yang mewakili masing masing sektor dan instansi. Forum ini berfungsi sebagai suatu badan yang mengkoordinasikan beberapa instansi dan sektor terkait dalam melakukan kegiatan pengelolaan PMT-AS.PMT. Mekanisme Pelaksanaan Program PMT -AS Sebagai program nasional dan bersifat lintas sektoral. Oleh karena itu keberhasilan pelaksanaan program PMT -AS tergantung pada koordinasi instansi dan sektor. Sekretariat Satminkal berada di kantor PMD Kabupaten.. NUSJ Tcngg. Kandep Agama. 3. sosialisasi program serta pengendalian dan pengawasan yang dilakukan. Bappeda. kecamatan.2. dan Dinas Departemen Kesehatan. Anggota Forum Koordinasi PMT-AS ini terdiri dari PMD. • Tingkat Propinsi Pada tingkat kabupatenlkotamadya. Anggota Forum Koordinasi PMT-AS . Dinas Kesehatan. Seperti melakukan sosialisasi dan pelatihan PMT-AS untuk pelaksana dan pengelola PMT-AS tingkat yang lebih rendah dan melakukan kegiatan monitoring. Tingkat Propinsi terdiri dari Kanwil Dikbud dan Dinas P&K. buah-buahan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam melakukan kegiatan PMT-AS. Agama.nerja. Keterlibatan anggota Forum Koordinasi PMT-AS dalam pelaksanaan PMT-AS adalah melakukan pembinaan. pemantauan dan pengawasan pelaksanaan PMT -AS di tingkat yang lebih rendah. Nusa Teoggarit Tim[".J(<l' T aH~'- KajJan KmerJa Program Makar1cut Tamoahan Anak Sekolah ~PMrTAS. Departemen Kesehatan..p(oqtam Ma. PMD dan TP PKK Tk I. Forum ini berfungsi sebagai suatu badan yang mengkoordinasikan beberapa instansi dan sektor terkait dalam melakukan kegiatan pengelolaan PMT-AS di kabupaten yang bersangkutan. Kepala Dinas Lingkup Pertanian. TP PKK Tk: II. pemantauan dan pengawasan pelaksanaan PMT-AS pada tingkat. Seperti pada tingkat propinsi. maka penyelenggaraan program PMT-AS melibatkan berbagai sektor pada setiap level mulai dari tingkat propinsi. Pada tingkat propinsi dan kabupaten penyelenggaraan program PMT-AS dilakukan oleh Forum Koordinasi PMT-AS.Ka)ran K.AS.sampai pada tingkat desa. Departemen Pertanian. Kegiatan pelaksanaan PMT-AS dilapangan dilakukan oleh Satminkal atau Satuan Administrasi Pangkal yang anggotanya terdiri dari beberapa orang yang mewakili masing masing sektor dan instansi dan sekretariat Satminkal berada di kantor PMD Propinsi. Kanwil 70 71 . Kanwil Departemen Pertanian. pemanfaatan pekarangan keluarga untuk ditanami dengan tanaman seperti sayur-sayuran.kanan Tambahan A'1ak Se~olah . • Tingkat Kabupaten Organisasi Penyelenggaraan Program PMT -AS Organisasi penyelenggaraan PMT -AS berbeda pada tiap tingkatan. Kantor Pos dan lainnya. Dinas P&K dan Kandep Dikbud. Departemen Agama. kemudian pada tingkat kecamatan dan tingkat desa Program PMT -AS diselenggarakan oleh Tim Pengelola PMT -AS dan pada tingkat sekolah oleh Tim Pelaksana PMT -AS Tingkat Sekolah.

Pendamping IDT. ketua PKK dan bidan desa sedang anggota Tim Pengelola lainnya kurang terlibat dalam kegiatan PMT-AS. • Tingkat Kecamatan Pada tingkat kecamatan pelaksanaan program PMT -AS d~lakuk~n oleh Ti~ Pengelola PMT -AS Tingkat Kecamatan yang diketuai Camat. BP3 dan kelompok masak. pengawasan pelaksanaan pemberian makanan PMT-AS di sekolah dan bersama dengan bendahara mencairkan dana PMT -AS di kantor pos. Disamping itu juga bertugas dalam melakukan kegiatan monitoring PMT-AS di tingkat desa dan sekolah. kabupaten dan propinsi. rapat koordinasi serta penjelasan dan pengarahan langsung .Kajl"" Klner. Berdasarkan wawaneara dilapangan terkesan ada anggapan dari sektor dan instansi lainnya bahwa PMT-AS adalah proyeknya PMD. Pengawas Sekolah/Kandep . 73 . pertemuan yang membicarakan tentang PMT-AS. guru. tingkat kebersihan dU. Instansi yang banyak terhbat dalam kegiatan PMT-AS adalah PMD sehingga ke1ihatannya pelaksanaan kegiatan PMT-AS lebih didominasi oleh PMD terutama pada tingkat kecamatan. Sosialisasi PMT-AS dilakukan pada setiap tingkat penyelenggara PMT-AS dan kegiatannya dapat dilakukan dengan beberapa eara seperti memberikan pelatihan tentang PMT-AS. • Tingkat DesaIKelurahan Pada tingkat desa pelaksanaan program PMT-AS dilakukan oleh Tim Pengelola PMT-AS Tingkat DesaIKelurahan yang diketuai Kepala DesaIKepala Ke1urahan. Dikbud KecamatanIKanin Dikbud Kecamatan dan Ketua TP PKK Tingkat Kecamatan. Bidan Desa. PPL. TP PKK DesaIKe1urahan. Pada tingkat desa yang terlibat dalam kegiatan PMTAS adalah kepala desa. Berdasarkan Pelaksanaan PMT -AS di lapangan dapat diketahui bahwa belum semua instansi dan sektor yang ada dalam organisasi penyelenggaraan PMT-AS terlibat dalam kegiatan PMT-AS. Kegiatan PMT-AS lebih banyak ditangani oleh PMD sedang keterlibatan sektor dan instansi lainnya hanya pada waktu rapat koordinasi yang menurut salah satu pejabat di Departemen Pertanian barn sekali diundang untuk rapat PMT-AS. Tim Pengelola PMT -AS ini terdiri dari Ketua LKMD.a Progtam Makanan Tombahan Anak S(. Peranan bidan desa dalam pelaksanaan PMT-AS di sekolah adalah penting sekali dalam mengawasi eara pengolahan makanan PMT -AS seperti nilai gizi dan kalori yang terkandung pada makanan apakah sudah sesuai dengan petunjuk yang ada pada buku menu. Sosialisasi penting dilakukan untuk memberi pemahaman tentang program PMT-AS serta pelaksanaannya sehingga tujuan dari program PMT-AS dapat tereapai. Kepala sekolah sebagai ketua tim pelaksanan melakukan 72 Sosialisasi program PMT -AS dilakukan untuk menjelaskan dan menyebarluaskan informasi program PMT-AS kepada pihak yang terlibat Jangsung maupun tidak langsung seperti kepada masyarakat. SP2W. Anggota Tim Pengelola PMT-AS yang dikoordinir oleh Kasi PMD ini bertugas melakukan pengelolaan PMT-AS di tingkat desa dan ditingkat sekolah. Anggota Tim Pengelola PMT-AS ini bertugas melakukan sosialisasi PMT -AS di des a dan mengawasi pelaksanaan PMT -AS di sekolah yang ada di desa bersangkutan.secara lisan dan lainnya. Sosialisasi Program PMT -AS • Tingkat Sekolah Pelaksanaan program PMT-AS disekolah dilakukan oleh tim pelaksana yang terdiri dari Kepala Sekolah. Tim Pengelola PMT -AS ini terdiri dari Kasi PMD Kepala Balai Penyuluhan Pertanian. Tenaga Pelaksana Gizi PuskesmaslBidan Desa.~olah (PM7-AS) Nus" 7enggara Timur PMr-AS dan melakukan kegiatan monitoring pada tim pengelola dan pelaksana PMT -AS ditingkat bawah. Kepala Sekolah.

Program Malianan Tambahan An. Sosialisasi atau pelatihan PMT -AS untuk TimPengelola PMTAS Tingkat Desa dan Tim Pelaksana PMT -AS Tingkat Sekolah dilakukan oleh Forum Koordinasi PMT-AS Tingkat Kabupaten di kecamatan. Kegiatan sosialisasi PMT-AS dilakukan sebelum pelaksanaan dan sebagai persiapan untuk melaksanakan kegiatan PMT-AS. guru dan ibu kelompok . Berikut ini adalah kegiatan sosialisasi yang dilakukan berdasarkan tingkatan pelaksanaan PMT-AS mulai dari tingkat propinsi sampai pada tingkat sekolah. Kemudian setelah adanya pengarahan Bupati tersebut mereka menjadi tahu bahwa pekerjaan PMT -AS merupakan pekerjaan sosial. tidak bisa memasak dan ada juga yang beralasan tidak 74 75 .mvr Kajian Kinorja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nus. Bendahara. Bidan Desa yang ada di kecarnatn yang bersangkutan. Pada pertemuan ini kepala desa dan kepala sekolah memberikan pengarahan tentang PMTAS_ Pad a tertemuan itu antara lain ditekankan bahwa ini merupakan pekerjaan sukarela untuk membantu anak-anak di sekolah. PKK. Sebagai contoh di salah satu desa di Kecamatan Insana dimana sebelumnya ada tuntutan dari ibu-ibu kelompok masak agar diberi insentif untuk mereka. masak. Dalam kegiatan sosialisasi ini yang memberikan materi adalah anggota Forum Koordinasi Propinsi yang pernah ikut dalam pelatihan di tingkat pusat. Lama pelatihan yang diberikan adalah 2 atau 3 hari. ketua PKK. sukarela untuk anak sekolah. Dalam kunjungan ke kecamatan tersebut diberi pengarahan kepada masyarakat serta pada tim pengelola di kecamatan dan pelaksana di desa tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan program PMT-AS termasuk masalah pelaporan yang sering terlambat. Pada umumnya pada hari pertama dan kedua materi pelatihan yang diberikan adalah tentang program PMT -AS dan pada hari ketiga dilakukan praktek masak untuk ibu PKK dan para bapak pada saat ini tidak ikut. sebagai contoh di Kecamatan Perwakilan Mollo Selatan pe1atihan diberikan selama 2 hari. BP3. Sosialisasi PMT-AS ditingkat propinsi dilakukan oleh Forum Koordinasi PMT-AS Tingkat Propinsi dalam bentuk pertemuan atau pelatihan yang dihadiri oleh beberapa anggota Forum PMT -AS Tingkat Kabupaten dan anggota Forum Koordinasi PMT-AS Tingkat Propinsi. Pertemuan ini yang dihadiri oleh kepala desa. PKK. Disamping pertemuan di tingkat desa dan sekolah. Banyak orang tua murid yang tidak mau diikutsertakan dalam kelompok masak dengan alasan banyak pekerjaan diladang.:m Kiner).. Tenggara Timur Sosialisasi dapat dilakukan secara vertikal oleh pelaksana PMT-AS tingkat yang lebih tinggi pada pelaksanan PMT-AS di tingkat yang lebih rendah atau secara horizontal oleh pimpinan pada staf atau anggotanya pada tingkat yang sarna.k Seko/ah IPMT AS) uus» Tenggara T. Sosialisasi dapatjuga dilakukan secara langsung seperti yang dilakukan oleh Bupati TID yang melakukan safari PMT-AS di 9 kecamatan di TTU. masyarakat dan tokoh masyarakat termasuk kader pemuda seperti kelompok 'Modika' (muda mudi katolik) di desa Ainiut. Pertemuan dilakukan di kantor desa atau di salah satu sekolah.akan dilaksanakan. BP3. Setelah pertemuan di tingkat desa maka dilakukan pertemuan di sekolah untuk membentuk kelompok masak yang dihadiri oleh kepala desa. sosialisasi juga dapat dilakukan dengan cara mengunjungi kelompok masyarakat atau melalui gereja seperti di desa Konbaki. Materi pelatihan ini diberikan oleh para pelatih dari Kabupaten dan anggota Tim Pengelola PMT-AS Tingkat Kecamatan yang pemah mengikuti pelatihan di tingkat kabupaten. Dalam kegiatan sosialisasi ini yang memberikan materi adalah anggota Forum Koordinasi Kabupaten yang telah mengikuti pelatihan di tingkat propinsi. partisipasi orang tua murid di desa Konbaki kelihatannya masih kurang. di Kecamatan Insana dan Miomafor Timur pelatihan diberikan selama 3 hari.Kajl. Peserta yang hadir dalam pertemuan ini adalah semua Kepala Desa. Bidan Desa. kepala sekolah. Dengan adanya pengarahan dari Bupati masyarakat menjadi sadar akan pentingnya program ini. semua Kepala Sekolah yang ada di desa. bendahara. Dibandingkan dengan desa-desa lainnya. Sosialisasi PMT -AS ditingkat kabupaten dilakukan oleh Forum Koordinasi PMT -AS Tingkat Kabupaten dalam bentuk pertemuan atau pelatihan yang dihadiri oleh beberapa anggota Forum PMT -AS Tingkat Kabupaten dan anggota Tim Pengelola PMT -AS Tingkat Kecamatan. LKMD.:. Kepala Sekolah. Setelah pelatihan di tingkat kecamatan dilakukan sosialisasi PMT -AS di tingkat desa dengan tujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat mengenai PMT-AS yang .

Disamping itu juga pada saat dilakukan misa digereja diberi penjelasan agar masyarakat mau berpartisipasi dalam kelompok masak. disamping pekerjaannya sebagai kepala keluarga untuk mencari nafkah sehari hari seperti pekerjaan di ladang. serta oleh Tim Pengelola Tingkat Kecamatan dan Tingkat Desa. makanan dibuat oleh kelompok masak dan pengelolaan keuangan. Selama ini kegiatan yang dilakukan pada saat pemantauan ke sekolah lebih bersifat administratif seperti masalah penyaluran dana. dilakukan sekali dalam setahun bahkan ada yang tidak pernah dipantau sarna sekali yaitu SD Konbaki. menampung dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi di sekolah seperti terjadinya kecemburuan dari Ketua PKK mengenai penggunaan dana dll. padahal SD ini terletak tidak terlalu jauh dari kantor kecamatan perwakilan. kepala desa dan petugas gizi atau bidan desa. Pengendalian dan Pengawasan Program PMT-AS Monitoring atau pemantauan merupakan salah satu tahapan pelaksanaan program PMT-AS yang bertujuan untuk mengetahui apakah rangkaian pelaksanaan kegiatan program PMT-AS telah sesuai dengan yang seharusnya serta mengetahui kendala dan permasalahan yang terjadi. selama pelaksanaan PMT-AS belum ada tim monitoring melakukan pemantauan ke sekolah ini bahkan Camat pun tidak pemah melakukan pemantauan ke sekolah ini. Kegiatan pemantauan biasanya dilakukan oleh suatu tim monitoring. Kegiatan pemantauan ini biasanya dilakukan oleh penyelenggara PMT-AS di tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah. Pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan PMT -AS disekolah dilakukan oleh kepala sekolah. Bahkan ada sekolah yang bam sekali dikunjungi oleh bidan desa seperti SD Konbaki. Kepala sekolah bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan pemberian makanan kudapan disekolah mulai dari proses pengolahan makanan sampai pada penyajian makanan di kelas. Hal ini dapat dimengerti mengingat banyak pekerjaan desa yang harus diselesaikan oleh kepala desa. sebelum makan cuci tangan. Pengawasan oleh kepala desa bersifat pengawasan dari luar saja dalam arti tidak mengawasi secara langsung pemberian makan disekolah. tentang materi apa yang diberikan pada pelatihan. Menurut kepala desa dan guru SD Konbaki. harus membeli bahan makanan dari desa. Ini menunjukkan belum adanya pemerataan pemantauan PMT-AS pada semua SDIMI. Pengetahuan mereka yang telah mengikuti pelatihan lebih banyak pada pelaksanaan pemberian makan untuk anak sekolah seperti kegiatan memasak makanan untuk anak sekolah. Ketika ditanya pada mantan salah satu kepala desa yang pemah mengikuti pelatihan. Petugas gizi puskesmas atau oleh bidan desa melakukan pengawasan terhadap makanan PMT -AS seperti cara pengolahan makanan. jawabannya adalah beli bahan di desa. Tenggara Timur Kaiian Kine'j. Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT·AS) Nus. Namun mengingat jumlah sekolah yang harus diawasi dalam satu desa serta tugas kebidanan yang harus dikerjakan maka pengawasan oleh bidan desa ke sekolah dirasakan masih kurang. Forum Koordinasi PMT-AS sebagai penyelenggara program PMT-AS ditingkat yang paling tinggi melakukan kegiatan monitoring penyelenggara PMT-AS di tingkat yang lebih rendah. Pemantauan PMT-AS ke tingkat sekolah sebagai pelaksana PMT-AS dilakukan oleh anggota Forum Koordinasi Tingkat Propinsi dan Kabupaten. Salah satu usaha yang dilakukan oleh kepala desa adalah mendatangi masyarakat yang dikumpulkan dalam satu RT kemudian diberi pengarahan tentang PMT-AS agar mereka mau berpartisipasi. Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT·AS) Nusa Tenggara Timur diizinkan suami. nilai gizi dan kalori serta kebersihan makanan. Berdasarkan wawancara dengan pelaksana PMT -AS yang te1ah mengikuti pelatihan dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan mereka tentang PMT -AS kelihatannya masih kurang. Sedang kegiatan berupa pembinaan yang berhubungan dengan kegiatan yang dilaksanakan disekolah masih kurang. Selama ini pemantauan ke tingkat sekolah paling tidak 76 77 . Namun pengetahuan PMT-AS secara luas belum cukup di mengerti. Dalam pelaksanaanya pengawasan oleh kepala desa ke sekolah hanya dilakukan pada saat tertentu saja. Kepala desa bertugas mengawasi pelaksanaan PMT-AS di setiap sekolah yang ada di desa yang bersangkutan.Kajian Kineri.

78 79 . ada beberapa kendala yang ditemui seperti masalah keterlambatan dana dan adanya ketidaksesuaian dengan jumlah murid. Pennasalahan maupun kendala . Data tentang perincian dana yang ada di kantor pos sebagai penyalur dana PMT-AS tidak sesuai dengan data dilapangan misalnya dana untuk makanan. BABIV KAJIAN KINERJA PMT -AS Bab ini akan membahas kinerja program pemberian makanan tambahan anak sekolah.385 orang sedang data dalam SPBAP adalah 608. diikuti dengan kajian mengenai koordinasi stakeholders pada level yang lebih tinggi. sehingga terjadi kekurangan dana makanan untuk 8.188 orang.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nus. Selama pelaksanaan kegiatan PMT·AS. Sebagian sekolah mempunyai kelebihan dana dan sebagian lainnya terdapat kekurangan dana. dilapangan maupun dapat dibaca dari laporan yang masuk. yaitu di tingkat sekolah SDIMI. Bagian akhir mengulas bagaimana koordinasi PMT-AS pada level pusat. kecarnatan. Ketidaksesuaian dana In1 disebabkan oleh adanya ketidaksesuaian data jumlab murid yang ada dalam SPBAP dengan jumlah murid di lapangan. Dengan adanya pengurangan ini maka uang makan yang satu hari tersebut dapat dipakai untuk kelebihan murid yang tidak mendapat dana PMT·AS. yaitu level kabupaten dan propinsi. Dalam mengatasi ketidaksesuaian jumlah murid dengan jumlah dana maka dilakukan pengurangan jumlah hari makan anak yang seharusnya 108 dalam setahun menjadi 107 hari. terutama kinerja dari stakeholders] yang instrumental. Analisa dibagi kedalam empat bagian. Namun dalam melaksanakan revisi tersebut perlu adanya koordinasi antara kantor pos dengan PMD sebagai koordinator PMT -AS.. desa/kelurahan. guru. aparat desa dan tokoh masyarakat lainnya) terhadap kegiatan PMT-AS tennasuk bagaimana respon mereka. Bagian kedua akan membahas pengelolaan PMT ·AS di tingkat des a dan kecamatan.197 orang murid. propinsi dan tingkat pusat. 1 Stakeholders adalah mereka yang berhubungan erat dengan kegiatan penyelenggaraan PMT -AS baik secara langsung maupun tidak langsung mulai dari tingkatan yang paling rendah. orang tua murid.dapat diketahui pada saat pemantauan pelaksanaan PMT -AS . Bagian pertama mengulas bagaimana pelaksanaan PMT-AS di tingkat sekolah. kabupatenlkotamadya. Pengkajian rm sangat diperlukan mengingat penyelenggaraanprogram ini melibatkan berbagai sektorlinstansi serta organisasi yang mempunyai tugas masing-masing dan seringkali mempunyai kepentingan yang berbeda antara satu dengan lainnya. utamanya mengenai tanggapan stakeholders (murid. Sehubungan dengan pennasalahan tersebut maka dilakukan pengendalian dengan membuat revisi SK Bupati mengenai data tennasuk didalamnya adalah jumlah murid yang mendapat PMT· AS. apa yang mereka harapkan dari program ini serta kebutuhan apa yang diperlukan untuk mendorong keberhasilannya. . Data jumlah murid dilapangan adalah sebanyak 616. Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Pengendalian dilakukan apabila ditemui masalah atau kendala dalam pelaksanaan kegiatan PMT·AS.

Ketidaksesuaian dana ini disebabkan oleh adanya ketidaksesuaian data jumlah murid yang ada dalam SPBAP dengan jumlah murid di lapangan. Bagian kedua akan membahas pengelolaan PMT-AS di tingkat desa dan kecamatan. Sebagian sekolah mempunyai kelebihan dana dan sebagian lainnya terdapat kekurangan dana. diikuti dengan kajian mengenai koordinasi stakeholders pada level yang lebih tinggi. Dengan adanya pengurangan ini maka uang makan yang satu hari tersebut dapat dipakai untuk kelebihan murid yang tidak mendapat dana PMT-AS.Kajian Kinerj. Data ten tang perincian dana yang ada di kantor pos sebagai penyalur dana PMT-AS tidak sesuai dengan data dilapangan misalnya dana untuk makanan. orang tua murid. Permasalahan maupun kendala . Pengkajian Ill! sangat diperlukan mengingat penyelenggaraanprogram ini melibatkan berbagai sektor/instansi serta organisasi yang mempunyai tugas masing-masing dan seringkali mempunyai kepentingan yang berbeda antara satu dengan lainnya. Bagian pertama mengulas bagaimana pelaksanaan PMT-AS di tingkat sekolah. propinsi dan tingkat pusat. Analisa dibagi kedalam empat bagian. Program Makanan Tambahan Artak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-AS) Nus.dapat diketahui pada saat pemantauan pelaksanaan PMT-AS dilapangan maupun dapat dibaca dari laporan yang masuk. terutama kinerja dari stakeholders} yang instrumental. Data jumlah murid dilapangan adalah sebanyak 616. apa yang mereka harapkan dari program ini serta kebutuhan apa yang diperlukan untuk mendorong keberhasilannya. BABIV KAJIAN KINERJA PMT-AS Bab ini akan membahas kinerja program pemberian makanan tambahan anak sekolah. desa/kelurahan. yaitu di tingkat sekolah SDIMI. aparat des a dan tokoh masyarakat lainnya) terhadap kegiatan PMT -AS termasuk bagaimana respon mereka. Tenggara Timur Pengendalian dilakukan apabila ditemui masalah atau kendala dalam pe1aksanaan kegiatan PMT-AS. Selama pelaksanaan kegiatan PMT -AS. Dalam mengatasi ketidaksesuaian jumlah murid dengan jumlah dana maka dilakukan pengurangan jumlah hari makan anak yang seharusnya 108 dalam setahun menjadi 107 hari. kabupaten/kotamadya. I Stakeholders adalah mereka yang berhubungan erat dengan kegiatan penyelenggaraan PMT -AS baik secara langsung maupun tidak langsung mulai dari tingkatan yang paling rendah.385 orang sedang data dalam SPBAP adalah 608. sehingga terjadi kekurangan dana makanan untuk 8.188 orang. Bagian akhir mengulas bagaimana koordinasi PMT-AS pada level pusat. kecamatan. . utamanya mengenai tanggapan stakeholders (murid. Namun dalam melaksanakan revisi tersebut perlu adanya koordinasi antara kantor pos dengan PMD sebagai koordinator PMT-AS. yaitu level kabupaten dan propinsi. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka dilakukan pengendalian dengan membuat revisi SK Bupati mengenai data termasuk didalamnya adalahjumlah murid yang mendapat PMT-AS. guru..197 orang murid. ada beberapa kendala yang ditemui seperti masalah keterlambatan dana dan adanya ketidaksesuaian dengan jumlah murid. 78 79 .

Tanggapan yang dikemukakan bervariasi. maupun secara tidak langsung termasuk orang tua murid. Murid sekolah sangat antusias dengan pemberian makanan tambahan. ibu tersebut menerangkan secara ringkas pada murid tentang jajanan atau kudapan apa yang akan mereka makan hari itu beserta keterangan bahan-bahan yang digunakan. Semua murid sekolah dasar di propinsi NTT yaitu sebanyak 616. Semua murid yang diwawancarai mengatakan mereka senang ada program PMT-AS.892 desa) adalah desalkelurahan IDT. tetapi juga banyak pengetahuan dan infonnasi serta hiburan yang mereka dapatkan dari program ini. tetapi memberikan 'nuansa' yang lebih pada murid terutama pengenalan mereka tentang jenis kudapan yang bergizi dan sehat. Perubahan jumlah desa IDT ini juga berpengaruh pada jumlah sekolah dan jumlah murid yang mendapat PMT-AS.1.. guru. Walaupun sebagian besar belum memahami apa arti makanan sehat dan bergizi dan manfaatnya terhadap kesehatan. belum semua murid mendapatkan pemberian makanan..385 murid yang berasal dari 4. tetapi paling tidak mereka sudah mulai disosialisasikan bahwa sejak dini anak-anak perlu makan makanan bergizi untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. tercermin dari kehadiran mereka disekolah pada waktu pemberian makanan. kelas dua dan kelas tiga sudah selesai dibagi. baik dari mereka yang terlibat secara langsung seperti murid. Pada tahun pertama. barn kelas saya mendapat pembagian . Di SDN Arnol. pada dasamya dapat diklasifikasikan kedalam dua kelompok. Pelaksanaan PMT-AS di Propinsi ini telah berlangsung dua tahun dimulai sejak tahun anggaran 1996/1997. Tetapi pada tahun berikutnya jumlah desa IDT meningkat pesat. seperti dikemukakan oleh seorang siswa: 'Saya senang sekali adanya pemberian makanan.. baik Sekolah Dasar NegerilInpres (SDN/SDn. Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT~AS) di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaksanakan di semua sekolah dasar. Jumlah desa ini sesuai dengan jumlah desa yang terrnasuk dalam desa Inpres Desa Tertinggal (IDT). Biasanya kita menunggu dulu sampai kelas satu.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-AS} Nusa"Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan T8mb"han Anak Sekolah (PMT. 80 PMT-AS tidak hanya memberi arti bahwa mereka akan mendapatkan sepotong atau dua potong kue kudapan. hanya murid yang berasal dari 911 sekolah atau 468 desa yang te1ah memperoleh makanan tambahan.029 sekolah ditetapkan untuk mendapatkan pemberian makanan tambahan (lihat lampiran). Walaupun inforrnasi ini masih sangat terbatas.. tokoh masyarakat dan masyarakat lainnya. Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Sekolah Dasar Swasta seperti Sekolah Dasar Kristen (SDK). misalnya.AS} Nus. sekarang telah mulai mengenal jenis jajanan atau kudapan yang sehat. terutama manfaat pemberian makanan tambahan dan dampalrnya terhadap proses belajar dan prestasi murid. yaitu (1) tanggapan yang berhubungan 1angsung dengan murid sekolah. Kabupaten TTU. kadang-kadang lama menunggunya' Tanggapan Masyarakat Terhadap PMT-AS Di Propinsi NIT pe1aksanaan PMT-AS secara umum mendapat tanggapan yang positif. Pelaksanaan PMT -AS di Tingkat Sekolah DasarlMadrasah Ihtidaiyah (SDIMI) Tanggapan Murid Sekolah Berbeda dengan propinsi-propinsi lainnya. dan kelompok masak. Tenggara Timur 4. Sekolah Dasar GMIT. dan (2) tanggapan yang berkaitan dengan kinerja dalam pengelolaan dan pelaksanaan program PMT -AS. Dengan adanya program ini sebagian besar murid di semua lokasi penelitian. setelah ibu PKK atau ibu dari kelompok masak menyajikan makanan. bahkan sebagian besar menyatakan bahwa waktu pemberian PMT -AS merupakan waktu yang ditunggu-tunggu. Dengan adanya program PMT -AS murid mengenal kata-kata makanan sehat dan bergizi. sehingga untuk tahun anggaran 199711998 semua desa di propinsi NTT (1. 81 .

sebagian murid. Umumnya mereka belum memahami apa hubungan pemberian makanan dengan peningkatan prestasi. tetapi mereka pemah mendengar kalau mendapat makanan tambahan. botol yang dibawa relatifkecil sehingga tidak terlalu memberatkan murid. Beberapa guru membenarkan pernyataan murid SD tersebut. belum ada saluran pembuangan air khusus. tetapi ada juga yang tidak setuju karena menurut mereka murid mencuci tangan dengan menggunakan gayung. Lagu yang dinyanyikan bercerita tentang apa yang hams dilakukan sebe1um makan dan manfaat makanan bagi kesehatan. Ide mencuci tangan dan mencuci peralatan anak yang baik ini sebetulnya perlu mendapat dukungan. Disamping untuk kebersihan dan kesehatan. tetapi perlu diperhatikan juga fasilitasnya seperti dimana rneletakkan air dan dimana serta bagaimana sebaiknya anak mencuci dan membuang limbah airnya. Sedang lagu lainnya adalah ucapan terima kasih murid karena mendapatkan makanan tambahan dan terima kasih mereka kepada ibu-ibu yang telah bersusah payah mempersiapkan makanan serta guru yang telah membimbing mereka. dan mencuci peralatan yang digunakan setelah makan. Tempat air tersebut diletakkan di muka ruangan belajar di masing-masing kelas. mencuci tangan diair yang sudah kotor. sebagian lagi membawa air dalam botol seperti botol aqua. mereka akan pintar. sebagian sekolah lainnya belum menerapkan ketentuan sebagaimana mestinya. Anak83 82 . Tanggapan Guru . Keadaan seperti ini dapat mempengaruhi kebersihan halaman muka kelas. Contoh yang menarik dan patut di teladani adalah apa yang dilakukan oleh mudd di SDN Arnol dimana masing-masing mudd membawa air bersih untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. karena muka kelas dapat basah atau 'becek' dan jika murid yang lewat tidak berhati-hati dapat terjatuh atau terpeleset. Pada umumnya guru memberikan respon yang positif terhadap pemberian makanan tambahan anak sekolah. murid mencuci tangan dan peralatan mereka dan kemudian membuang air limbah tersebut di muka kelas. Disamping itu. menurut mereka.AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kine'ja P. antara lain dampak yang pertama dapat dilihat dari program PMT -AS adalah menurunnya tingkat absensi murid. Hal ini tercermin dari pernyataan mereka. air untuk mencuci tangan juga disediakan didalam ember di masing-masing kelas. walaupun murid lainnya belum meneuei tangan sebelum makan. seperti dikemukakan seorang murid 'supaya pintar'. Lagu-lagu ini juga merupakan sosialisasi PMT -AS dan cara ini lebih efektif. hanya mood-mood yang mendapat giliran lebih dahulu mencuci tangan mereka diair yang bersih. dengan adanya program ini murid menjadi tahu bahwa mereka harus meneuci tangan dulu sebelum makan. Membawa air yang dimasukkan ke dalam botol sebetulnya akan lebih baik karena kebersihan air akan lebih terjamin dan kemungkinan tumpah dan melimpahnya lebih keeil. Disamping memperoleh pengetahuan dan informasi. Ketua kelas bertanggung jawab menyediakan air yang diambil dad sumber air yang jaraknya cukup jauh dari sekolah dengan topografi yang bergelombang (naikturun). masih mencelupkan tangan-tangan mereka kedalam ember air. murid juga mendapatkan hiburan berupa lagu-lagu yang dinyanyikan sebelum dimulainya makan. Di SDI Konbaki. Menurut beberapa guru yang diwawancarai program ini sangat bermanfaat bagi murid dengan beberapa alasan.ogram Makanan Tambahan Anak Sako/ah (PMT. sebagian murid di semua desa penelitian menyatakan bahwa PMT-AS bertujuan untuk menigkatkan prestasi belajar. khususnya di desa Arnol. Mencuci tangan dengan gayung memerlukan air yang lebih banyak. Sebagian besar murid mengemukakan bahwa mereka mencuci tangan dengan mencelupkan tangan mereka kedalam ember. Hal ini terutama berlaku untuk murid sekolah di kabupaten TTIJ. Sebagian murid membawa ember. Akibatnya.. Pengetahuan ini telah diterapkan dalam tindakan yang nyata oleh sebagian mudd.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT. tetapi karena fasilitas dan akses terhadap sumber air sangat terbatas. terutama jika kontrol guru masih lemah. sedangkan yang mendapat giIiran belakangan. Hasil penelitian diempat desa menunjukkan variasi tersebut. Sayangnya. karen a murid lebih mudah menerima dan mencema misi apa yang terkandung dalam lagu.AS) Nusa Tenggara Timur Demikian juga dengan pengetahuan mereka tentang kebersihan.

Murid. pemberian makanan mulai memberikan dampak pada ketahanan fisik murid. tetapi sekarang mereka masih kelihatan segar dan aktif bermain-main '. murid sekolah umumnya sangat aktif pada pagi hari pada jam istirahat pertama.00 . 'Waktu istirahat kedua .Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT·AS) Nus. Pada tahap awal ini mungkin keterbukaan murid masih terbatas pad a makanan kudapan. Tenggara Timur anak menjadi rajin datang kesekolah. Keadaan ini cendrung mulai berubah.kebanyakan murid hanya duduk-duduk. Demikian juga dengan seberapa jauh dampak PMT-AS terhadap prestasi belajar belum bisa dilihat. Mereka mengamati bahwa sebelum ada PMT-AS gerak-gefik dan aktivitas murid pada pagi hari dan siang hari sangat berbeda. Secara umum dampak program PMT-AS dapat meningkatkan motivasi anak untuk datang ke sekolah.jam 11. Hal ini tidak hanya dikarenakan program ini masih baru sehingga be1um bisa dihitung pengaruhnya. Manfaat lain yang dapat dipetik dari program PMT -AS adalah anak-anak masih tekun belajar sampai waktu pulang sekolah. masih memerlukan penelitian lebih lanjut. tetapi juga prestasi anak dipengaruhi oleh beberapa -faktor. misalnya mereka memprotes jika makanan atau minuman yang dibagikan 'kurang enak'. biasanya anak lebih suka ikut orang tuanya kepasar. anak akan tetap pergi ke sekolah karen a ada pembagian makanan. Hal ini tercermin dari upaya sebagian murid untuk mengetahui menu apa yang akan disajikan pada mereka. tetapi diharapkan pada masa yang akan datang kekritisan tersebut juga berkembang pada waktu menerima pelajaran. tetapi murid memberikan respon yang sangat baik terhadap pemberian makanan. ini hari kue apa ibu? jika kue yang disiapkan kue kesenangan mereka. sangat menunggu hari pemberian makanan.han Anak Sekolah (PMT. meneari kutu atau baringbaring di lapangan. sebagian besar murid sudah mulai kelihatan lesu dan berdiam diri saja. walaupun murid-murid tersebut tetap duduk di kelas. Hal semacam ini sangat baik untuk melatih murid untuk lebih kritis tidak hanya menerima apa adanya dan protes semacam ini merupakan kontrol dan dapat dijadikan pelajaran bagi kelompok masak agar mereka bersungguh-sungguh memperhatikan ketentuan-ketentuan dalam pembuatan makanan dan minuman. pada hari-hari pasar. Hal ini terutama terasa untuk anak-anak yang biasanya bolos sekolah dengan berbagai macam alasan. sebagian murid khususnya di SDK Oelolok desa Ainiut tidak hanya menerima makanan kudapan. Beberapa guru mengamati biasanya pada siang hari anak-anak sudah mulai tidak konsentrasi lagi pada pelajaran. Dengan demikian. Misalnya. misalnya. menurut guru-guru. 84 85 . tetapi pada istirahat kedua. Seorang guru dari SDr Arnol mengemukakan: Walaupun dampak PMT-AS terhadap prestasi belajar murid belum tampak jelas. Seorang guru dari dusun Fatusena menuturkan: 'Beberapa murid bertanya pada saya. Berdasarkan pertimbangan ini maka han pemberian makanan kemudian disepakati jatuh pada hari pasar tersebut. ada yang melompat-lompat karena senang'. tetapi menjadikan mereka lebih kritis.AS) Nus. Tenggara Ti't"'r Kajian Kinerja Program Makanan Tamb. Seberapa jauh pengaruh program terhadap konsentrasi murid untuk belajar di kelas belum bisa ditentukan. terutama pada hari-hari pemberian makanan. Disamping menanyakan menu yang akan mereka makan. Guru tersebut menambahkan bahwa peningkatan nilai gizi untuk murid sekolah masih sangat diperlukan karena kebanyakan penduduk mengolah makanan belum sesuai dengan standar gizi yang diperlukan. Disamping itu. bila ada kue yang kurang matang memasaknya atau jika air tehnya kurang manis. Ungkapan di atas mempunyai makna tidak hanya pada respon murid pada program PMT-AS tetapi yang lebih penting adalah murid mulai disosialisakan untuk memakan makanan yang bergizi.

. Mereka langsung bermain dan sering terjadi mereka lupa makan. atau jenis masakan yang memerlukan tenaga dan waktu yang lama untuk memasaknya) dan porsi makannya eukup besar. anak mereka mendapatkan makanan yang sehat yang tidak biasa mereka sediakan di rumah.. dan masyarakat pada umumnya. dia sudah tidak ada _. yaitu pertama. dia pergi kesekolah juga walaupun dia sakit. Beberapa orang tua murid mengatakan: terutama jika pemberian makanan diberikan agak terlambat (karen a beberapa faktor misalnya pada waktu hujan. Sebagian jenis makanan yang diberikan bahkan belum pemah mereka makan. Hal ini mungkin saja terjadi. tereermin dari pemyataan mereka. Seorang ayah kemudian menambahkan: 'Anak saya . yang mana belum tentu bisa didapatkan dari rumah masing-masing murid.Kajian Kinerja Program Makanan Tambal!an Anak Sekolal! (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinorja Program Makanan Tambahan Anak Sakolah (PMT-AS) Nus« Tenggara Timur Tanggapan Orang Tua Murid Seperti halnya guru. Waktu saya lihat. Biasanya anak langsung makan setelah pulang sekolah. 'Anak saya sudah berangkat ke sekolah pagi-pagi sekali kalau ada pembagian makanan di sekolah ' Keadaan seperti ini menunjukkan belum baiknya sosialisasi mengenai program PMT-AS. khususnya bapakbapak. misalnya satu potong kue putu dengan berat 100 gram. Menurut beberapa tokoh masyarakat manfaat yang utama dirasakan dengan adanya PMT -AS adalah bahwa murid mendapatkan makanan (kudapan) yang bergizi. 86 87 . Dari beberapa orang tua murid yang diwawancarai mengemukakan bahwa mereka senang dengan adanya program pemberian makanan ini dan berterima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan anak mereka. tetapi sekarang setelah pembagian makanan di sekolah sebagian anak tidak mau makan siang lagi. Manfaat kedua yang dicermati orang tua murid adalah bahwa anak mereka jadi senang dan bersemangat untuk pergi ke sekolah. bahan baku makanan. kayu api basah. ketika ditanya apa yang dimaksud dengan program PMT-AS: 'PMT-AS adalah kegiatan parut-parut kelapa. tidak memberikan tanggapan yang mendukung pelaksanaan PMT-AS. Akan tetapi sebagian keeil masyarakat. Akibatnya. khususnya pada orang tua murid terutama bapakbapak dari murid. apalagi membuatkannya untuk anak-anak. Hal ini terjadi karena bapak-bapak ini belum memahami tujuan dan manfaat pemberian makanan tambahan. Tanggapan Tokoh Masyarakat Pemberian makanan tambahan ini sedikitnya berpengaruh pada waktu makan anak sekolah. orang tua murid disemua lokasi penelitian juga menyambut baik adanya program pemberian makanan tambahan anak sekolah dasar. Keadaan ini terutama sangat relevan pada saat ini (waktu penelitian berlangsung) karena adanya musim paceklik yang cukup serius sebagai dampak kekeringan setelah musim kemarau panjang. Ada dua manfaat yang dapat mereka lihat dari pelaksanaan kegiatan ini. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa istri mereka meninggalkan rumah sehingga bapak-bapak tersebut harus menyiapkan makan pagi sendiri._ ternyata ke sekolah '. apalagi. bahkan sebaliknya menginginkan agar istri-istri mereka yang terlibat dalam kelompok masak untuk berhenti memasak makanan kudapan PMT-AS. parut ubi' goreng pisang '.

Kajian

Kinerja

Program

Makanan

Tambahan

Anak

Sekolah

(PMT-AS)

Nusa

Tenggara

Timur

Kajian

Kinerja

Program

Makanan

Tambahan

Anak

Seko/ah (PMT-AS)

Nusa

Tenggar.

Timur

khususnya makanan pokok seperti jagung menjadi 'langka' dan kalaupun ada harganya cukup mahal karena naiknya harga-harga kebutuhan pokok sebagai akibat krisis moneter di Indonesia. Kondisi seperti ini berdampak pada pemberian makanan terhadap keluarga, termasuk juga anak-anak yang masih dalam usia sekolah dasar. Keadaan ini berlaku untuk semua lokasi penelitian, terutama di desa Tuafanu yang sudah dinyatakan sebagai desa 'rawan pangari'. Pemberian makanan tambahan di sekolah mempunyai arti yang penting, atau sangat penting khususnya bagi keluarga yang miskin. Dalam kondisi 'paceklik' makanan tambahan sangat membantu orang tua mengurangi beban mereka. Walaupun anaknya belum diberi makanan atau sarapan pagi di rumah, tetapi orang tua tidak merasa khawatir anak merekakelaparan karen a adanya pembagian makanan di sekolah. Disamping itu, pemberian makanan tambahan di sekolahjuga mengurangi biaya yang kadang-kadang diberikan kepada anak untuk jajan. Hal ini terutama terjadi di sekolah yang dekat dengan kota dimana akses untuk mendapatkan makanan jajanan tersedia. Sebagai contoh, dengan dibagikannya makanan setiap hari di SD Amol maka orang tua murid sudah tidak perlu lagi memberikan uang jajan pada anaknya, sedangkan di SDK Oelolok, orang tua dapat mengurangi 'jatah' jajan anak mereka karena pada waktu mendapat makanan kudapan dari sekolah anak-anak tidak diberi uang. Berbeda dengan di Arnol dan Oelolok desa Ainiut, murid SDI Konbaki tidak mempunyai kebiasaan jajan disekolah, mungkin ada kaitannya dengan letak desa dan sekolah yang relatif cukup jauh dari pusat perekonomian, dan warung-warung yang ada di desa juga tidak menyediakan j ajanan untuk anak sekolah, dengan demikian tidak ada pengaruh PMT -AS terhadap kebiasaanjajan anak sekolah di desa Konbaki.

sekolah dan tim pengelola tingkat desa. Di beberapa sekolah, seperti di SD Amol desa Arnol dan SDK desa Ainiut, kabupaten 1TU dan SD Polen. di Kabupaten ITS, kinerja PMT-AS cukup baik, Tetapi di sebagian besar sekolah dan desa, kinerja PMT -AS belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ada beberapa faktor yang mempe.ngaruhi kinerja tim pelaksana dan pengelola, pada dasamya dapat dibedakan kedalam dua kelompok yaitu: faktor-faktor pendorong yang dapat memacu aktivitas dan kelancaran pelaksanaan program dan faktor-faktor penghambat yang dapat menjadi kendala.

Faktor- Faktor Pendorong

Dari hasil penelitian dapat diidentifikasikan dua faktor kunci yang dapat memacu kinerja tim pe1aksana PMT-AS di tingkat sekolah, antara lain: (1) kerjasama antara tim pelaksana, terutama kelompok masak d_ankepala sekolah, dan (2) keaktifan kelompok masak, dan (3) pembagian tugas dan kepercayaan dalam melaksanakan tugas masingmasing, dan (4) penggunaan bahan-bahan lokal. Faktor pendorong yang pertama adalah terjalinnya kerjasama yang baik antara kepala sekolah, sebagai orang pertama yang mengatur tugas dan penyaluran dana, dengan kelompok ibu-ibu yang meinasak, yang merupakan kelompok vital dalam pelaksanaan program ini. Berjalannya kerja sarna ini sangat ditentukan tidak hanya karena hubungan yang baik antara sesama tetapi juga ada saling ketergantungan antara mereka, kepala sekolah membutuhkan ibu-ibu yang akan memasak dan sebaliknya ibu-ibu (yang umumnya adalah ibu-ibu dari murid-murid sekolah) juga mendapatkan manfaat dengan pemberian makanan tambahan terse but buat anak -anak mereka. Faktor pendorong kedua adalah keaktifan dari ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok memasak. Keaktifan kelompok ini sangat tergantung pada keaktifanketua kelompok masing-masing dan hubungan antara ketua kelompok dengan anggotanya. Untuk beberapa sekolah, kelompok ibu-ibu yang masak membuat aturan yang disepakati dan ditaati oleh semua anggotanya. Sebagai contoh,
89

Tanggapan Terhadap Kinerja PMT-AS
.;

Kinerja PMT-AS bervariasi antar sekolah dalam satu desa dan antar desa, tergantung pada keaktifan dan koordinasi tim pelaksana di 88

Kajian

Kinerja

Program

Makanan

Tambahan

Anak

Sakalah (PMT.AS) Nusa Tenggara

Timur

KaJl'an Kinerja

Program

Makanan Tambahan

Anak

Sakalall (PMT·AS) Nusa Tenggara

Timur

kelompok ibu-ibu masak di SD Arnol dan SDK Oelolok, Kabupaten TIU, ada kesepakatan bahwa setiap anggota yang tidak bisa hadir, kecuali sakit atau ijin karena keperluan tertentu, harus digantikan oleh anggota keluarganya dan jika juga tidak bisa, maka anggota tersebut harus membayar uang ketidak hadiran 'denda' sebesar Rp 1000 untuk kelompok masak SDI di desa Arnol dan Rp 500 untuk SDK di desa Ainiut, Denda ini sudah berjalan, pada periode pelaksanaan tahun ini sudah dua anggota kelompok masak di SDr desa Amol yang membayar denda. Uang denda tersebut di masukkan ke dalam kas kelompok ibuibu memasak dan digunakan untuk menambah uang belanja jika uang belanja untuk pembelian bahan makanan kurang. Kerjasama kelompok masak di desa Arnol dan Ainiut, ternyata tidak diikuti oleh kelompok masak di SDI Konbaki dan SDr Tuafanu. Baik SDr Konbaki maupun SDr Tuafanu kurang melibatkan orang tua murid, di SDr Konbaki kelompok masak didominasi oleh sekelompok kecil ibu-ibu yang dekat hubungannya dengan kepala desa. Pemilihan kelompok masak bahkan dilakukan oleh kepala desa dan ibu ketua PKK dengan alasan orang tua murid tidak bersedia karena sibuk dengan pekerjaan mereka dirumah dan dikebun, padahal menurut orang tua murid yang diwawancarai merke tidak terlibat karena tidak pemah diajak. Upaya menjaga kebersihan dan kesehatan telah dilakukan oleh keIompok masak. Sebagai contoh di SDr Arnol dan SDK Oelolok, ibuibu yang masak tidak boleh membawa anak kecil dan selama memasak tidak boleh makan sirih. Tetapi, upaya ini masih perlu terus ditingkatkan. Sebagai contoh, pada waktu peneliti mengamati bagaimana mereka memasak, ibu-ibu tersebut menggunakan dua tangan, kanan dan kiri tanpa alas tangan seperti plastik, untuk memegang adonan kuenya. Padahal jika diperhatikan, kuku tangannya kurang bersih. Tetapi di SD Polen, kelompok ibu-ibu telah menggunakan sarung tangan dari kantong plastik untuk menjaga kebersihan makanan yang dimasak.
.;

makanan. Ibu-ibu melalui ketua kelompok melaporkan rencana dan anggaran belanjanya kepada kepala sekolah. Sebaliknya, ibu-ibu juga percaya bahwa kepala sekolahjuga telah menggunakan uang PMT-AS untuk kebutuhan pelaksanaannya, bukan untuk keperluan pribadinya. Disamping itu, kepercayaan didalam kelompok masak juga berpengaruh terhadap kinerja kelompok tersebut. Sebagai contoh, di SDr Amol dan SDK Oelolok desa Ainiut, pengelolaan dana tidak hanya diputuskan oleh ketua kelompok saja tetapi bersama-sama dengan sekertaris dan anggota kelompok lainnya. Tidak ada kecurigaan antara anggota terhadap ketuanya karena anggota juga dapat melihat buku catatan belanja yang biasanya dikerjakan oleh ketua dan sekertaris kelompok.sekertaris. Mereka mengetahui berapa dana yang diterima dari kepala sekolah berapa dana yang keluar dan berapa sisanya. Di desa Ainiut, sisa uang ditabung untuk kemudian dibagikan kepada semua anggota kelompok masak sebagai 'sirih pinang' sedangkan di desa Arnol sisa dana ditabung untuk kemudian ditambahkan jika ada kekurangan dana untukjenis makanan tertentu. Keterbukaan dalam pengelolaan dana kurang berlaku di SDr Konbaki dan SDr Tuafanu. Anggota tidak mengetahui berapa besar dana yang sesungguhnya dan berapa yang dibelanjakan, karena anggota tidak dilibatkan kalaupun mereka membantu ke pasar mereka hanya berfungsi sebagai 'pembantu' dalam mengangkut bahan makanan dari pasar. Hal ini dapat menimbulkan kecurigaan antara anggota dan ketua kelompok dan juga antara anggota kelompok dengan kepala sekolah. Faktor pendorong berjalannya program pemberian makanan lainnya adalah adanya komitmen dari atas (dari tingkat pus at) untuk memanfaatkan bahan-bahan lokal, terutama bahan-bahan keperluan dasar seperti jagung, singkong, beras ketan, kelapa dan sebagainya. Sayangnya, dalam implementasinya kebutuhan akan bahan-bahan sering kali tidak dapat dipenuhi di desa, karena hasil panen seperti jagung dansingkong biasanya musiman. Musim kemarau yang panjang tahun ini telah memberikan dampak yang besar terhadap produksi pertanian di NIT, bahan-bahan yang menjadi kebutuhan utama pembuatan makanan seperti jagung dan singkong menjadi langka di

Faktor pendorong yang ketiga adalah adanya kepercayaan antara anggota tim pelaksana, misalnya kepala sekolah percaya kepada ibu-ibu yang mendapatkan uang untuk dibelanjakan bahan-bahan

90

91

Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-ASJ Nusa Tenggara Timur

K.jian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-A SJ Nus. Tenggara Timur

desa-desa. Jika ada harganyapun sangat mahal. Akibatnya, penyediaan bahan IokaI yang semula berperan sebagai faktor pendorong . berjalannya program, sekarang berubah menjadi kendala. Konsekuensinya, banyak kelompok ibu-ibu yang berbelanja di pasar di luar desa. Sebagai contoh, kelompok ibu-ibu memasak di SD Arnol harus membeli bahan-bahan di pasar Kefamenannu, ibukota kabupaten, berarti, ibu-ibu tersebut harus menge1uarkan uang untuk transport. Disamping harus berbelanja ke luar desa, ibu-ibu juga harus membayar bahan-bahan kebutuhan dengan harga yang lebih mahal karena adanya kenaikan harga sebagai akibat krisis moneter. Disamping bahan-bahan makanan, sesuai dengan kebijaksanaan dari ibu Gubemur NIT, peralatan yang digunakan murid terbuat dari bahan lokal seperti tempat makanan terbuat dari batok kelapa dan gelas terbuat daribambu. Ide untuk memanfaatkan bahan lokal ini cukup baik, asalkanpemeliharaannya dilakukan dengan baik juga sehingga peralatan tersebut dapat memenuhi standar kesehatan. Hasil pengamatan lapangan mengungkapkan bahwa sebagian peralatan kurang memenuhi standar kesehatan , karena piring yang terbuat dari batok kelapa dan gelas dari bambu yang digunakan anak-anak sekolah temyata berjamur. Hal ini mungkin dikarenakan kurang bersihnya murid dalam mencuci dan mengeringkan peralatannya, walaupun setelah mencuci, sebagaian murid khususnya di SDI Arnol mengeringkan piring dan gelas mereka dengan kain yang mereka bawa dari rumah. Keadaan yang demikian tentu saja akan mempengaruhi kesehatan murid. Karena itu, sebelum menimbulkan permasalahan kesehatan, penggunaan batok kelapa dan bambu untuk peralatan makanan murid sekolah di NIT perlu dipertimbangkan kembali, Dalam rangka mengantisipasi dampak negatif penggunaan batok kelapa dan bambu, penggunaan peralatan makan dan minum di SDN Polen sudah tidak semuanya menggunakan bahan-bahan alami tersebut. Sebagian murid sudah menggunakan piring untuk tempat makanan dan gelas plastik (bekas gel as aqua) sebagai tempat minum. Tetapi upaya pengalihan peralatan tersebut tidak dilakukan secara terbuka, karen a tim pelaksana termasuk. guru-guru masih ragu-ragu dan sedikit takut menyalahi ketentuan yang ditetapkan oleh ibu gubemur.

Kendala-kendala

yang Dihadapi

Beberapa kendala yang dapat menghambat kinerja PMT -AS di tingkat sekolah adalah terbatasnya sumber daya manusia dan kualitas mereka, terbatasnya bahan dasar yang ada di desa, dan padatnya jadwal kegiatan, khususnya bagi kepala sekolah dan kelompok ibu-ibu yang memasak, serta belum terintegrasi program IDT dalam menunjang pelaksanaan PMT-AS. Terbatasnya sumber daya manusia dan rendahnya kualitas mereka mernpakan kendala yang dapat mempengaruhi kinerja PMTAS. Sebagai contoh, kepala sekolah mempunyai pendidikan yang tinggi di desa, dan karena jumlah penduduk yang berpendidikan masih sangat terbatas maka kepala desa mengerjakan banyak tugas, tidak hanya tugas di sekolah saja, tetapi juga tugas-tugas yang ada di desa. Sebagai contoh, di desa Konbaki, Kecamatan Perwakilan Molos Selatan, Kabupaten TIS, Kepala SD GMIT disamping bertugas sebagai kepala sekolah juga bertugas sebagai wali kelas satu dan wali kelas dua, serta sebagai ketua LKMD desa. Karena banyaknya tugas yang hams dikerjakannya, maka kepala sekolah tersebut belum sempat untuk membuat laporan kegiatanpe1aksanaan PMT-AS, bahkan beliau juga belum sempat mengisi formulir Al dan A2 yang mernpakan persyaratan dalam pengambilan dana tahap ke dua. Akibat keterlambatan ini, murid sekolah SDGMIT pembagian makanan tahap kedua mengalami keterlambatan, padahalpemberian makanan tahap pertama sudah selesai. Terbatasnya jumlah tenaga yang terampil juga dirasakan oleh ibu-ibu yang bertugas memasak makanan. Walaupun di propinsi NTT sudah dikeluarkan buku resep makanan yang berlaku untuk seluruh wilayah, tetapi rendahnya pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu juga berpengaruh dalam pengolahan makanan. Pelatihan pengolahan bahan makanan, sebetulnya sudah dilakukan oIeh penyelenggara tingkat kabupaten kepada ibu ketua TPPKK desa dan beberapa kader PKK, tetapi pengetahuan tersebut belum menyebar secara merata pada kelompok ibu-ibu yang memasak.

.;

92

93

KajJan Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT·A S) Nusa Tenggara Timur

Kajian Kirlerja Program Makanan Tambaharl Anak Sekolah (PMT.A S) Nus. Tenggara Timur

Menu makanan harus mengikuti daftar yang telah dikeluarkan oleh Kesehatan. Sebetulnya, ketersediaan buku menu ini sangat membantu kelompok ibu-ibu yang memasak, karen a menu makanan tersebut telah diuji standar kalori dan protein sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Dari sejumiah menu yang ada, dipilih menu-menu yang '" dimasak berdasarkan saran dari ibubidan desa. Ibu-ibu dari kelompok masak, memasak makanan sesuai dengan menu yang telah ditetapkan untuk hari itu. Menurut ibu-ibu disemua desa penelitian, karena mereka belum pemah mempraktekkan menu, kadang-kadang makanannya tidakjadi, misainya terlalu 'Iembek', untuk mengatasi masalah mereka hams tambah bahan ini dan itu agar kuenya berbentuk dan jadi sehingga bisa diberikan kepada anak-anak, lbu-ibu berusaha untuk mengikuti resep makanan sesuai dengan ketentuan dari buku (fotocopy) yang ada dimuka mereka. Di SD Amol, ibu-ibu menimbang potongan kue satu persatu, sehingga sesuai dengan jumlah gram yang ditentukan, tetapi sekarang karena adanya 'krismon' (krisis moneter) harga-harga kebutuhan meningkat, mereka mengatakan sudah tidak menimbang beratmakanan lagi. Menurut mereka, yang penting saat ini semua anak masih mendapatkan makanan kudapan. Berbeda dengan SDI di desa Arnol, rendahnya SDM dan kurangnya pelatihan di desa Konbaki menyebabkan kelompok masak di SDI Konbaki tersebut mempunyai persepsi sendiri mengenai volume makanan kudapan anak sekolah, mereka tidak menimbang berat makanan tetapi setiap anak mendapatkan empat potong makanan. Konsep empat potong makanan ini mereka dapatkan dengan mengkonversi harga satu potong kudapan di warung sebesar Rp 100, sedangkan dana per murid sebanyak Rp 350,- berarti setiap anak mendapatkan 3,5 potong atau dijadikan empat potong kue per murid. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap standar gizi yang telah ditentukan, agar uangnya cukup maka mereka mengatur komposisi bahan dengan melebihkan bahan-bahan yang harganya relatif lebih murah dari yang lain, misalnya singkong yang mengandung karbohidrat yang banyak, sedangkan gula atau kacang volumenya dikurangi atau sedikit saja. Kendala lain yang dapat mempengaruhi kinerja adalah padatnya jadwal memasak, khususnya kelompok ibu-ibu yang bertugas

memasak. Karena terlalu sering pergi memasak, sebagian ibu tidak bisa datang ketempat masak karena ibu-ibu tersebut tidak bisa terus menerus meninggalkan tugas dan kewajibannya sehari-hari, misalnya menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga, membersihkan rumah, pergi kekebun dan sebagian bahkan juga membantu suami mereka mencari makanan untuk hewan temak. Hal ini terutama erat kaitannya dengan jumlah kelompok memasak di masing-masing sekolah yang bervariasi, ada yang hanya tiga kelompok, lima kelompok dan ada juga yang mencapai enam kelompok. Jumlah ke1ompok masak ini mempunyai pengaruh terhadap kinerja, karena untukjumlah kelompok yang sedikit akan mempunyai tugas memasak yang lebih banyak dari pada yang jumlahnya besar. Sebagai contoh, jika pelaksanaan pemberian makanan dilakukan tiga kali dalam seminggu, maka setiap kelompok akan bertugas memasak sekali dalam seminggu dan bagi sekolah yang mempunyai .enam kelompok, jadwal kerja mereka lebih ringan karena masing-masing kelompok memperoleh jadwal memasak dua minggu sekali. Dalam pelaksanaannya, sebagian besar sekolah, karena keterlambatan dana dan untuk mengejar waktu pemberian makanan, memberikan makanan tambahan pada murid sekolah setiap hari. Konsekuensinya, jadwal kegiatan ibu-ibu untuk memasak semakin padat, dua kali seminggu bagi sekolah yang hanya memiliki tiga kelompok dan sekali seminggu bagi sekolah yang terdiri dari enam kelompok. Disamping itu, banyak ibu-ibu yang rumahnya cukup jauh dari tempat memasak dan sekolah. Sebagian dari mereka bahkan hams berjalan kaki berkilo-kilometer, 2-3 kilometer, padahal waktu dimulainya memasak ini masih sangat pagi sekitar jam 5.00 - 6.00 pagi, agar masakan dapat disediakan tepat waktunya, yaitu jam istirahat pertama. Akiba1nya ibu-ibu tersebut hams meninggalkan rumahnya lebih pagi lagi, pada saat masih gelap melalui jalan-jalan setapak yang seringkali dikelilingi hutan belukar. Di SDI Konbaki dan SDK Oelolok anggota kelompok masak bahkan hams bermalam ditempat masak karena mereka mulai mempersiapkan makanan sejak seore atau malam hari, Seperti dikemukakan oleh informan kunci bahwa sore hari mereka mulai kerja,

94

95

baik di tingkat desa maupun tingkat kecarnatan. Pengelolaan PMT-AS di Tingkat Desa dan Kecarnatan Desa dan kecamatan. mulai sekitar jam 6 sore dan selesai jam 5 pagi. 96 97 . ketua PKK dan bidan di desa. Tetapi. sarnpai dengan berakhimya kegiatan PMT-AS dalam satu tahun ajaran. rnelalui programsektoral yang rei evan dan menunjang PMT-AS. Pengelolaan yang dilakukan oIeh tim pengelola tingkat desa lebih terfokus pada tahap persiapan pelaksanaan PMT-AS.mur misalnya membersihkan beras ketan atau membuka kulit dan batok kelapa. Pengelolaan Langsung Kegiatan PMT-AS Pengelolaan PMT -AS. Mereka hampir tidak tidur semalaman. pendanaan. untuk menyiapkan makanan. khususnya sosialisasi PMT-AS dan pembentukan kelompok masak. Sebagian besar ibu-ibu dari kelompok masak yang berhasil diwawancarai mengatakan bahwa pekerjaan ini sangat melelahkan. karena itu mereka ingin berhenti dan digantikan oleh ibuibu lain yang belurn berpartisipasi. Kepala desa merupakan salah satu wakil yang diundang dalam pelatihan PMT -AS di tingkat kecamatan atau kabupaten sebelum dimulainya pelaksanaan pemberian makanan. Bahkan untuk makan malam pada waktu masakpun mereka harus menyediakan sendiri secara bergiliran atau menyumbang bahan rnakan malarn kepada pemilik temp at rnasak. tetapi dalam pelaksanaannya dilimpahkan kepada kepala seksi PMD Kecamatan.2. rneliputi keseluruhan proses penyelenggaraan PMT-AS. sekali-sekali memantau pelaksanaan PMT-AS.. terutama jika ada kunjungan atau pemantauan dari keearnatan. . dan apa yang harus mereka persiapkan dalam pelaksanaannya di sekolah-sekolah yang ada di desa masing-masing. tetapi sering juga mereka harus menambah kekurangan bahan makanan seperti pisang. walaupun sebetulnya carnat mernpunyai tugas-tugas lain yang cukup penting seperti membuat rekapitulasi laporan dan rnengawasi pelaksanaan PMT -AS. pelatihan. pelaksanaan. Dalarn implementasinya. setelah pelatihan. Dari pelatihan tersebut kepala desa lebih mengetahui dan memahami apa maksud dan manfaat PMT-AS. Sedangkan carnat perannya lebih terfokus pada tahap persiapan dan monitoring PMT-AS. pengelolaan PMT-AS belum dilakukan secara optimum. Kegiatan awal lebih terfokus pada persiapan dan kesiapan pendataan. Pekerjaan mempersiapkan bahan-bahan ini memerlukan waktu yang cukup lama. baik di tingkat desa maupun kecamatan penelitian. mernpunyai peran yang cukup penting dalarn pengelolaanPMT-AS. dan sosialisasi PMT-AS. dan mereka juga harus rnenyumbang untuk bahan-bahan tertentu. keinginan mereka ditolak oleh Kepala Desa dengan alasan bahwa ibu-ibu tersebut sudah berpengalaman dan namanya sudah terdaftar di propinsi dan pusat. dimulai dari tahapan awal. kelompok masak memerlukan waktu hampir sehari semalam. Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-ASj Nusa Tenggara T. padahal mereka harus membuat kue dalam jumlah lebih dari 600 potong (setiap murid mendapat 4 potong kue). idealnya. Kepala desa terlibat langsung dalam tahap persiapan pelaksanaan PMT-AS. menumbuk tepung beras dan sebagainya. khususnya sektor-sektor terkait. Setelah PMT-AS berjalanperan kepala desa sudah berkurang. karena semua pekerjaan dikerjakan secara manual oleh kelompok keeil yang terdiri dari 3-4 ibu. Partisipasi mereka tidak hanya berupa tenaga. Di Konbaki misalnya. yaitu pengelolaan yang secara langsung dilakukan dalam kegiatan PMT -AS rnulai dari persiapan sampai berakhimya pelaksanaan PMT-AS tahun ajaran yang sedang berjalan.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nus« Tenggara Timur Kajian Kinerj. kemudian kegiatan pelaporan dalam eakupan des a dan kecamatan. mengadakan pertemuan dengan mengundang anggota 4. Kepala desa bersama-sama dengan kepala sekolah. Kegiatan ini didominasi oleh kepala desa. misalnya daun pi sang dan kayu bakar. dan pengelolaan seeara tidak langsung berupa keterlibatan tim pengelola. Dalarn kajian ini pengelolaan PMT-AS dibagi kedalarn dua bagian. sedangkan kegiatan pelaksanaan PMT-AS berupa pemantauan atau monitoring PMT-AS dilapangan. kabupaten atau propinsi.

Menurut kepala-kepala desa tersebut. Peran anggota tim lainnya hampir tidak ada. Setelah PMT-AS berjalan di sekolah. Di sebagian besar lokasi penelitian PKKnya belum mendapat pelatihan dan di lokasi yang mendapat pelatihan. terutama kelompok ibu-ibu yang memasak mengatakan bahwa untuk memasak makanan untuk anak sekolah mereka tidak memerlukan SK karena yang terpenting bagi mereka adalah bahwa anak-anak sekolah yang juga anak-anak merekajuga bisa mendapatkan tambahan makanan yang sehat dan bergizi. Uang pembinaan kepala desa untuk masing-masing sekolah sebanyak Rp 50. lebih banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain seperti untuk biaya perjalanan dan konsultasi ke kecamatan dan biaya menjamu tamu-tamu yang datang untuk meninjau atau memantau kegiatan PMT-AS. Kepala desa . padahal sumber dayanya masih sangat terbatas. Setelah pulang pelatihan hasil yang diperoleh tidak disebar-luaskan.n Kinerja Program MaxaMn Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS) Nusa Tengg. anggota tim pengelola yang cukup berperan dalam pelaksanaan PMT -AS adalah PKK. dan (2) membentuk tim pengelola di tingkat desa. tetapi setelah beberapa waktu kelompok masak sudah mempunyai jadwal menu dan dapat bekerja sendiri maka peran bidan sudah mulai berkurang. mungkin karena kesibukan tugas mereka. anggota PKK. dan aparat desa lainnya dengan tujuan (1) memberikan informasi tentang PMT-AS dan rencana pe1aksanaannya di sekolah-sekolah yang ada di desa tersebut. sedangkan di desa-desa lainnya bidan kurang aktif karen a berbagai kendala. Tugas PKK dalam PMT-AS cukup berat. mereka belum mengetahui kalau tim pengelola memerlukan adanya SK. Peran bidan desa di desa Arnol sangat dirasakan pada tahap awal persiapan pelaksanaan PMT-AS. Sebaliknya. Kepala sekolah tidak hanya bertugas mengatur pelaksanaan pemberian makanan tetapi juga terlibat lang sung dalam proses pencairan dana baik dana untuk bahan makanan maupun dana pembinaan di tingkat desa. se1ain PKK. juga sangat jarang dikunjungi petugas Puskesmas atau bidan desa. Kelompok masak. adalah istri kepala desa. walaupun sebagian ibu-ibu anggota kelompok masak mengatakan bahwa mereka tidak masuk PKK. dalam implementasinya tim pengelola dari desa-desa yang diteliti bekerja tanpa SK kepala desa. bidan desa yang aktifhanya terdapat di desa Amol saja. Koordinasi antara kepala desa dan PKK di semua lokasi penelitian cukup baik. peran kepala desa menjadi sangat berkurang. Sedangkan di SD Oelalak yang letaknya sangat dekat dengan Puskesmas dan di SDI Tuafanu.Kaji. dengan ketuanya yang juga merupakan Ketua II LKMD. kepala sekolah semakin beperan setelah PMT-AS berjalan di sekolah-sekolah. terutama dalam penentuan jenis menu dan pemberian obat cacing. Dari empat desa penelitian. bidan desa dulunya tidak tinggal di desa tersebut. Disamping PKK. Pembinaan yang dilakukan pada masingmasing sekolah juga sangat minim atau bahkan tidak ada. dan bertanggung jawab terhadap pembuatan laporan keuangan dan kegiatan pe1aksanaan PMT-AS. kecuali di dusun 99 . tetapi kurang berfungsi. walaupun ada lembaga LKMD. apalagi jika ditinjau dari sisi kualitas wakil PKK yang masih rendah untuk memahami materi pelatihan yang hanya berIangsung 2-3 hari.sekali-sekali memonitor jalannya pemberian makanan tambahan. Sebaliknya. Disamping kepala desa. sekali-sekali bidan datang kesekolah untuk memantau kelompok masak dan pemberian makanan. khususnya kelompok ibu-ibu yang akan bertugas memasak. bagi tim pengelola. bidan desa juga mempunyai peran yang cukup penting dalam pelaksanaan PMT-AS. mungkin dikarenakan 98 ketua PKK. bidan desa. karena tidak ada pelatihan di tingkat desa. Walaupun dalam pedoman yang ada. Ketua PKK bertugas mengkoordinasi tugas kelompokkelompok masak dan pada waktu-waktu tertentu mengadakan peninjauan dan pemantauan pada saat kelompok tersebut bertugas. kepala desa membuat Surat Keputusan (SK) untuk tim pengelola. akibatnya.ra Timur Kallan Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko(an (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur organisasi orang tua murid (BP3).000 per tahun. adalah anggota PKK karena setiap ibu rumah tangga di desa di'klaim' sebagai anggota PKK. idealnya. hanya satu atau dua ketuaianggota saja yang ikut. misalnya di desa Konbaki. PKK terlibat lang sung dalam pembentukan kelompok masak di tiap-tiap sekolah yang ada di desa. biasanya jika ada peninjauan dan pemantauan dari tingkat kecamatan atau tingkatan yang lebih tinggi. guru. Jumlah tersebut tentu saja belum mencukupi kebutuhan.

Keadaan semakin memprihatinkan terutama untuk daerahdaerah dimana transportasi belum lancar. dan persyaratan administrasi lainnya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). walaupun sebagian sekolah baru mengambil dana untuk triwulan ke dua. SD Inpres dan SD GMIT di desa Konbaki yang termasuk kedalam Kecamatan Pembantu Molos Selatan. keadaan seperti ini memberatkan. dan kurang dilibatkan. Jika ada mobil masuk ke desa. pihaknya telah melaporkan sekolah-sekolah yang belum mengambil dananya kepada PMD yang menangani PMT-AS. untuk Kabupaten TIS.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-AS) Nus« Tangyara Timur Fatusena. Kepala Sekolah datang ke Kantor Pos membawa persyaratan yang telah ditentukan yaitu Formulir Al dan A1 yang telah diisi. informasi yang diperoleh dari Ditjen anggaran berdasarkan petunjuk dari pusat (Bappenas) menyatakan bahwa sekolah harus mengambil dananya sampai dengan pertengahan bulan Maret. Dana PMT-AS di Tingkat SDIMI. Menurut kebijaksanaan yang telah ditetapkan. Proses ini memakan waktu sekitar seminggu. Tetapi. Menurut staff dari Kantor Pos. Soe dan Kefa. Akibatnya. berarti. Sekolahsekolah ini letaknya tidak terisolasi. Jikapersyaratan yang diperIukan sudah lengkap. sekolah yang lokasinya cukup jauh dari Kantor Pos dan letalrnya terisolasi. di Tingkat Desa dan Kecamatan Pengambilan dana untuk pelaksanaan PMT-AS di tingkat SDIMI dan tingkat desalkelurahan dilakukan di Kantor Pos Kecamatan yang telah ditentukan. tetapi kalau tidak. maka Kepala Sekolah langsung bisa mendapatkan dana. belum semua sekolah di propinsi NIT telah mengambil dana pelaksanaan PMT-AS. 101 . belum semua sekolah memberikan makanan tambahan untuk muridnya. jumlah SDIMI yang telah melaksanakan PMT-AS sebanyak 91 persen. disamping mereka telah memberi informasi ke sekolah-sekolah tersebut. tidak hanya karena menyita waktu melainkan juga memerlukan biaya untuk uang transport dan bahkan bagi Kepala Sekolah dari tempat yang terisolasi juga harus mengeluarkan uang untuk penginapan. mereka harus berjalan kaki sekitar 9 kilometer dulu sebelum melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum. Kepala Sekolah harus 100 berjalan kaki berkilo-kilometer sebelum mencapai kendaraan umum. . antara lain adalah kesibukan kepala sekolah yang tidak hanya bertugas sebagai kepala sekolah. jika tidak uang tersebut tidak bisa diambillagi (hangus). Hal ini tercermin dari pernyataan mereka bahwa pertemuan untuk membahas PMT-AS masih sangat . padahal menurut jadwalnya sekolah sudah mengambil dana untuk tahap akhir pelaksanaan PMT -AS tahun ajaran 1997/1998. Kantor Pos Kecamatan akan mengirimkan berkas tersebut ke Kantor Pos Perwakilan untuk mendapatkan pengesahanltanda tangan. Sebagai contoh. Kepala Sekolah Datang lagi ke Kantor Pos Kecamatan untuk mengambil uang. proses pengambilan ini tidak ada masalah. sekitar 9 kilometer dari jalan raya utama yang menghubungkan kota Kupang. PadahaJ. Sebagai contoh. Ada beberapa alasan mengapa beberapa sekolah (12 sekolah) belum mengambil dananya. jumlahnya cukup banyak di propinsi NIT. Kepala-kepala Sekolah dapat menumpang mobil tersebut ke jalan raya. tetapi sarana transportasi umum belum lancar. Bagi sekolah yang letalrnya dekat dengan Kantor Pos. Kepala Sekolah hams datang ke Kantor Pos dua kali atau bahkan lebih. ketua LKMD dan kegiatan-kegiatan desa lainnya. karena Kepala Sekolah dapat meninggalkan waktu mengajar atau tugasnya sebentar saja. dan karena lokasi sekolah dan desa yang terisolasi sehingga sarana transportasi masih sangat minim atau bahkan belum ada. atau bahkan tidak ada.. sampai dengan akhir bulan Januari 1998. Kedatangan pertama adalah untuk menyerahkan semua perlengkapan yang diperlukan. tetapi juga merangkap sebagai guru seringkali untuk beberapa kelas. Kemudian. pada waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni semua sekolah telah mengambil dana PMT-AS.terbatas. baru berkas itu dikirimkan kembali ke Kantor Pos Kecamatan. tetapi bagi sekolah yang letaknya jauh seperti di desa Konbaki. Karena itu. Tetapi dalam pelaksanaannya. hanya sekali-kali mobil masuk ke desa Galan dari desa ke jalan raya sedang dalam konstruksi).

Untuk tingkat SDIMI dana pembinaan sebanyak Rp 100. biaya pengambilan dana ke kantor pos dan pertemuan-pertemuan. mengatakan bahwa karena kesibukannya. Tetapi untuk SDI Tuafanu. pemberian makanan tambahan dilaksanakan setiap hari agar dapat memenuhi ketentuan bahwa pemberian maka~an tambahan harus dilaksanakan sebanyak 36 kali untuk satu tahap (tiga bulan).Kajian Kinefja Program MaHanan Tambahan Anak Sekofah Kajian Kiner}a Program Makanan T. tetapi juga dalam pelaporan.000 per tahun dikelola oleh kepala sekolah. Menurut staff dari PMD dan beberapa anggota Forum Koordinasi. beliau belum bisa mengambil uang di Kantor Pos. konsultasi ke kecamatan atau kabupaten. padahal dana tersebut seharusnya digunakan untuk pembelian bahan makanan untuk bulan Juli. Dana pembinaan ini tidak diberikan sekaligus. waktu penyaluran dana PMT-AS. baik oleh 103 . ada SD yang meningkatkan jumIah hari makan dari standar tiga kali seminggu. sedangkan untuk tingkat desa dana pembinaan sebesar Rp 50. Konsekuensinya.' Persyaratan laporan ini hanya terdapat di Kecamatan Amanuban Selatan. Sebaliknya dari hasil wawancara dengan beberapa Kepala Sekolah terungkap bahwa keterlambatan tersebut bukan dikarenakan permasalahan yang ada di kantor Pos. Tetapi. baik tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi. pelaksanaan PMT-AS barn pada tahap triwulan ke dua. Menurut Kepala Sekolah. diberikan secara bertahap. tetapi seperti halnya dana untuk bahan makanan. sebetulnya. tetapi datang surat d~ kabupaten ya~~ menyatakan bahwa hari makan adalah tiga kali semmggu. Sebagai contoh. sedangkan lokasi penelitian lainnya tidak menerapkan persyaratan seperti ini. beliau belum sempat membuat laporan dan mengisi formulir untuk pengambilan uang. Dana pembinaan digunakan untuk kegiatan-kegiatan seperti pelaporan. Keadaan lUI membuat kepala sekolah bingung tidak hanya dalam menetapkan jumlah hari pemberian makanan di sekolah. kebijaksanaan perubahan hari makan anak per. SDK Oelolok dan SDI Konbaki hampir menyelesaikan kegiatan PMT-AS untuk tahun ajaran 1997/1998. Misalnya. dana lain yang diberikan di tingkat desalkelurahan adalah dana pembinaan. Sekolah tersebut belum dapat mencairkan dana triwulan III karena belum menyelesaikan laporan yang menjadi persyaratan dalam pencairan dana. bagi sekolah yang belum mengambil dana tahap pertama. Disamping itu. ~inggu ini bahkan menjadi kendala dalam pelaksanaan PMT-AS di tingkat SDIMI.mbahan Anak Sekofah (PMT-AS) (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Nose Tenggara Timur Sesuai dengan pedoman pelaksanaan PMT-AS.er. tetapi karena keterlambatan dari mereka sendiri. untuk periode satu tahun dana bahan makanan disalurkan dalam tiga tahapan dan setiap tahap untuk pelaksanaan selama tiga bulan atau triwulan. Fungsi dan peran kepala sekolah ini dapat menimbulkan kecemburuan kepada kepala sekolah. Dengan demikian.000 per sekolah yang dikelola oleh kepala desa. Disamping dana untuk bahan makanan. Kepala sekolah bertanggung jawab dalam pencairan semua jenis dana di tingkat SDIMI dan desa. Sebulan kemudian (Oktober) merekadipanggil untuk mendapatkan pembinaan dan pelatihan di kabupaten. Dalam implementasinya. karena mereka diminta dari kecamatan untuk mengumpulkan data murid pada bulan Agustus dan barn mengirimkannya ke kecamatan pada bulan September 1997. Dana tahap pertama datangnya sangat terlambat. Kepala Sekolah GMIT desa Konbaki. 102 keterlambatan tersebut dikarenakan keterlambatan dana dari Kantor Pos. Sebagian besar sekolah yang diteliti telah mencairkan dana untuk pelaksanaan PMT-AS tahap akhir dan sudah mulai melaksanakan pemberian makanan tambahan untuk triwulan tersebut. sehingga mereka dapat mengambil dana walaupun belum ada laporan. mereka belum dapat mengambil dana tahap ke II. sedangkan untuk SDI Konbaki barn menerima dana pertama pada bulan Desember. Penyaluran dana dilakukan sedemikian rupa sehin~ga pel~ksana~ pemberian makanan tambahan dapat diberikan sejak murid mulai be1ajar pada tahun ajaran baru. waktu yang cukup pendek untuk mempersiapkan pelaksanaan di desa. ketentuan tersebut tidak dapat dilaksanakan. Hasil studi di lima sekolah mengungkapkan bahwa hampir semua sekolah tersebut menerima dana tahap pertama pada akhir bulan November. tidak terlalu terlambat. Dana keluar satu bulan ~etelah pelatihan. termasuk pembentukan kelompok masak. Agus~s dan Septemb. Pada waktu penelitian SDI Amol.

Pelaporan dilakukan secara berjenjang. akhirnya dilaksanakan setiap hari untuk mengejar ketertinggalannya. Pertama. khususnya laporan keuangan untuk memenuhi keperluan administrasi. keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di desa yang menyebabkan kepala sekolah mempunyai tugas lain disamping tugasnya sebagai kepala sekolah. biasanya tim pemantau langsung ke sekolah. Kegiatan makanan yang seharusnya dilakukan tiga kali seminggu. Pada waktu pemantauan itu secara tidak Iangsung juga dilakukan pembinaan-pembinaan oIeh tim pemantau.Kajian Kinerja Program Makanan Tembehen Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kineria Program Makanan Tambahan Anak Sekotah (PMT·AS) Nusa Tcnggara Timur tim pengelola tingkat desa maupun tim pe1aksana tingkat SDIMI. Laporan yang te1ah dipersiapkan ini kemudian dikirimkan ke Kecamatan. pembagian tugas 105 104 .000 per desa) biasanya melibatkan semua aparat kecamatan. Sebaliknya SDI Konbaki belum pernah dipantau dari tingkat kecamatan. kerena itu pelaksanaan PMT-AS di SDr ini lebih baik jika dibandingkan dengan SD lainnya di Iokasi penelitian. kepala sekolah belum memahami kewajibannya untuk membuat laporan setiap bulan. termasuk juga kaur-kaur yang ada. itupun setelah makanan siap dibagikan. baik di tingkat SDIMI maupun tingkat kecamatan belum berjalan sesuai dengan petunjuk yang ada. hanya desa Amol yang sering dipantau petugas. sebagian kepala sekolah baru sekali membuat laporan. tetapi pemantauan dapat dilakukan sewaktu-waktu. Hal ini terutama terjadi jika kepala sekolah kurang transparan dalam pengelolaan dana. khususnya SDr Amol. bagaimana Kepala Sekolah membuat laporan setiap bulan mulai dari bulan Juli. Di tingkat SDIMI pelaporan belum dapat dilaksanakan setiap bulan. sampai dengan tingkat pusat dan waktu pelaporan juga telah diatur dalam pedoman pelaksanaan. Alasan pertama.September baru turun pada akhir November atau Desember dan pemberian makanan tambahan baru dapat dilaksanakan pada bulan Desember atau Januari. Laporan kegiatan belum menjadi prioritas. Dalam implementasinya. Akibatnya. khususnya kepala desa dan ketua PKK. Karena kesibukan kepala sekolah. untuk tahun anggaran 1997/1998. Kedua. Kepala sekolah bertanggung jawab dalam pembuatan laporan tertulis tentang pelaksanaan dan alokasi penggunaan dana PMT -AS belum dapat menjalankan tugasnya dengan berbagai alasan. maka pembuatan laporan tertunda. karena dua alas an yaitu: pelaksanaan PMT-AS belum sesuai dengan jadwal disebabkan adanya keterlambatan turunnya dana dan kendala dipihak pembuat laporan. kepala sekolah SDr Konbaki menyatakan bahwa sekolahnya belum membuat laporan karena kegiatan PMT-AS di SD tersebut belum selesai. baik dari kecamatan. Pemantauan dari tim pengelola tingkat kecamatan dilakukan secara terencana ke desa-desa paling sedikit satu kali dalam setahun. Pelaporan Pemantauan Dari keempat desa penelitian. jika dana untuk bulan Juli . desa. mulai dari tingkat SDlMr. seperti bidan desa selama pelaksanaan PMT-AS di sekolah ini bam datang sekali-dua kali saja. Untuk kecamatan Insana dan Miornafo Timur. pelaporan. pemantauan hanya dilakukan sekali-kali oleh tim pengelola tingkat desa. Faktor kedua yang menyebabkan belum lancarnya pelaporan adalah kendala dari pihak SDIMI. Sebagai contoh. terutama jika ada pemantauan dari atas atau jika ada permasalahan dalam pelaksanaan PMT-AS di desa atau sekolah. karena itu belum ada sekolah yang membuat laporan kegiatan. Pada waktu pemantauan dari atas ini. Ketiga. Pemantauan yang terencana (satu kali) menggunakan dana pemantauan dari atas (Rp30. sehingga tim pengelola baik tingkat desa maupun tingkat kecamatan juga turut memantau ke sekolah. Pemantauan dilakukan sewaktu-waktu tanpa jadwal yang tetap. materi pemantauan untuk tahun 199711998 menggunakan formulir laporan yang dibuat oleh Professor Soekirman. Laporan baru akan dibuat jika kegiatan PMT-AS untuk tahun ajaran ini berakhir. kabupaten dan propinsi. Anggota tim lainnya.

Kepala desa. keterlibatan kepala desa. Kepala desa hanya rnembubuhkan tanda tangan (rnengetahui) pada laporan yang dibuat oleh kepala sekolah dan satu rangkap laporan SDIMI tersebut disimpan di desa sebagai arsip. Laporan wajib diserahkan kepada penilik sekolah dalam pertemuan tersebut dan penilik meneruskan laporan ke camat. Dugaan ini diperkuat oleh adanya kenyataan bahwa kepala seolah mengirimkan laporan sekolahnya setiap bulan ke Dinas P&K. Dengan demikian. ~ Pelaporan di tingkat kecamatan. Tidak ada dana yang jelas dan terperinci untuk pelaporan. terutama dalam pertemuan kelompok atau gugus. idealnya. setiap dua bulan. biaya untuk pelaporan tersebut cukup besar. sebetulnya kepala sekolah dapat melimpahkan pembuatan laporan PMT-AS kepada sekertaris atau bendahara PMT-AS di sekolah tersebut. Camat selaku ketua tim pengelola tingkat kecamatan sudah berinisiatif untuk mengirimkan surat teguran kepada kepala sekolah yang belum mengirimkan laporan PMT-AS. sesuai dengan pedoman PMT -AS. penilik dan kepala sekolah mengetahui tugas dan tanggung jawabya. kepala sekolah dibawah wewenang Dinas P&K kecamatan. Pengalaman ini mungkin dapat dijadikan pelajaran bahwa laporan PMT -AS diasumsikan dapat berjalan lancar apabila juga melibatkan Dinas P&K Kecamatan yang juga anggota tim pengelola tingkat kecamatan. tetapi gagasan ini barn akan direalisasikan mengingat beliau bam saja menjabat camat di Meomafo Timur. semua tugas dan kewajiban bertanggung jawab kepada Dinas P&K. karena dua alasan yaitu: tidak lancamya pelaporan di tingkat SDIMI dan kendala yang ada di tingkat kecamatan sendiri. Alasan kedua ketidak lancaran laporan kecamatan adalah kendala di tingkat kecamatan. Secara birokrasi vertikal. tetapi mengingat terbatasnya tenaga dan biaya cara ini hanya dapat dilakukan di beberapa SDIMI saja. padahal. karena jika mereka lalai ada sanksi yang akan mereka terima.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT·AS) Nus. Tidak adanya hubungan birokrasi secara langsung antara kepala sekolah dan camat ini. disamping perannya dalam rnensosialisasikan program ini. dan laporan tersebut bisa berjalan sesuai denganjadwal yang ditentukan. padahal untuk pelaksanaan PMT-AS kepala sekolah di bawah tanggungjawab Camat selaku ketua tim pengelola PMT-AS tingkat kecamatan. Dalam pelaporan PMT-AS. Untuk mengatasi kendala ini. seperti yang terjadi di SDI Arnol. jika tidak penilik dapat menegur dan memberi peringatan kepada kepala sekolah. Misalnya. Walaupun kepala sekolah sangat sibuk. Inisiatif lainnya untuk mengatasi keterlambatan laporan dari sekolah belum banyak dilakukan. Macetnya pelaporan di tingkat SDIMI berpengaruh terhadap pelaporan di tingkat Kecamatan. walaupun kepala desa mendapatkan dana pembinaan. karena kecamatan wajib merekap laporan dari semua sekolah. keterlibatan kepala desa dalam pelaporan PMT-AShampir tidak ada. sehingga alasan tidak ada waktu dapat diatasi. mungkin ada kaitannya dengan ketidak lancaran laporan karena walaupun kepala sekolah terlambat atau tidak mengirimkan laporan tidak ada sanksi seperti sanksi administratif atau sanksi karier kepala sekolah akan terhambat. Ketidak lancaran laporan ini terjadi di semua kecamatan yang dite1iti. dengan melibatkan penilik sekolah yang setiap bulan mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah. Keterlambatan laporan dari tingkat SDIMI mungkin juga dikarenakan faktor struktur birokrasi. juga belum berjalan baik. Pekerjaan ini rnemerlukan cukup waktu.nerja Program Milkanan Temosnen Anak Sekolah (PMT·AS) Nils. yang selama ini perannya sangat kurang. Padahal. kepala sekolah mengambil porsi dana pembinaan kepala sekolah untuk keperluan pelaporan. padahal staff PMD kecamatan sangat terbatas baik jurnlah maupun kualitasnya. dari Tentu saja pelibatan ini memerlukan legitimasi dari atas seperti Departemen P&K dan biaya operasional yang hams dipertimbangkan dari pusat. maka dibeberapa kecamatan seperti kecamatan Insana kabupaten ITU. alasan dana untuk biaya pembuatan. sangat diperlukan terutama dalam pemanfaatan potensi desa untuk menunjang pelaksanaan PMT-AS. tidak diwajibkan untuk membuat laporan. khususnya dalam pelaporan. PekeIjaan pelaporan dilakukan oleh seksi PMD tingkat kecamatan. Tenggara Timur Kajian K. misalnya. penggandaan dan pengiriman laporan. Misalnya di Kecamatan Insana hanya ada satu staff (yang 106 107 . Tenggara Timur di SDIMI kurang merata. Keempat. Di kecamatan Meomafo Timur. laporan tingkat SDIMI diarnbil langsung ke sekolah.

KaJian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sakotan (PMT-A S) Nusa Tenggara Timur Kajian Kine'ja Program Makanan Tambahan Anak Sekotah (PMT-AS) Nusa Tangga. pokmas IDT mengusahakan penggemukan sapi. sangat besar dalam menunjang pelaksanaan PMT-AS. tetapi sumbangan program ini dalam mendukung pelaksanaan PMT -AS masih belum 2 Pengelolaan dana IDT tidak didasarkan pada usaha ke1ompok melainkan individu sehingga jumlah dana yang diterima masing-masing sangat terbatas. Biasanya mereka membeli bahan seminggu sekali pada waktu hari pasar. kecamatan dan kabupaten. program Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (upGK). usaha tersebut dalam skala yang sangat keeil. terutama dari tingkat kabupaten sehingga perencanaan dari bawah dapat segera diwujudkan.a Timur juga merangkap ketua PMD) yang harus mengurus semua keperluan PMT-AS. sapi dipelihara kemudian dijual setelah besar. terutama melalui program-program yang sebetulnya sudah ada di desa maupun kecamatan. Demikian juga dengan tingkat kecamatan. sebetulnya sudah ada dimasing-masing kecamatan dan desa penelitian. GNOTA. jika usaha anggota IDT dagang. karena harga bahan lebih rnahal daripada jika membeli sendiri ke pasar yang letaknya cukup jauh. Kelompok masak tidak dapat bekerja sarna dengan pedagang anggota IDT. Kendala ini sebetulnya dapat diatasi dengan melibatkan semua anggota tim pengelola PMT-AS berpartisipasi dalam pelaksanaan program ini di kecamatan. Usaha-usaha pokmas belum ada hubungannya dengan kebutuhan yang diperlukan untuk pelaksanaan program. 109 108 . mereka harus berjalan kali sejauh 8 kilometer sebelum sampai dijalan raya dan melanjutkan peIjalananke pasar di Niki-Niki dengan menggunakan kendaraan urnum. Program peningkatan produksi pertanian. tetapi usaha tersebut belum mampu' untuk menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan PMT -AS. program peningkatan produksi pangan. karena sangat sulit bagi staffPMD untuk melakukan semuanya sendiri. Pengelolaan Melalu. di desa Amol dan desa Ainiut. Jika mereka terpaksa harus belanja pada bukan hari pasar. program Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) dan lainya. seperti bagaimana pokmas-pokmas dari program lOT dapat mendukung kegiatan PMT -AS. Rakorcam dan sebagainya. walaupun ada usaha dagang atau kios dari anggota kelompok IDT. Program-Program Penunjang Peran desa dan kecamatan. misalnya meminta rnereka untuk menyediakan bahan-bahan dari pasar. Sebagai contoh. Dalam implementasinya. Misalnya. Program-program sektoral yang dilaksanakan di desa masih berjalan sendiri-sendiri seperti semula. peran tersebut masih sangat terbatas baik ditingkat desa maupun tingkat kecamatan. staff tersebutjuga harus mengurus kegiatan lainnya seperti lOT. Sebagai contoh. Misalnya. Di desa Konbaki. Hal ini mungkin disebabkan desa belum punya 'power' dan "inisiatif' untuk melakukannya.secara tidak langsung ditentukan berdasarkan kebijaksanaan dari tingkat atas. dan bagaimana program peningkatan produksi pangan di desa dapat mendukung ketersediaan bahan makanan kudapan yang diperlukan PMT-AS. Keterbatasan ini tentu saja berpengaruh pada kelancaran pelaksanaan laporan PMT -AS di tingkat kecamatan. sehingga kegiatan yang ada masih mengacu pada petunjuk dari level atas. Tugas desa atau kecamatan untuk mengkaitkan dan merealisasikan program-program yang ada di desa untuk mendukung PMT-AS. program IDT. Disamping kegiatan PMT-AS. Tidak adanya keterkaitan ini disebabkan karena program lOT telah berjalan sebelum adanya PMT-AS. idealnya. belum ada keterkaitan dan keterpaduan dalam usaha mendukung PMT-AS. Agak sulit bagi desa untuk merubah ketentuan yang ada. atau pokmas mengusahakan temak kambing atau babi. sumbangan program lOT terhadap pelaksanaan PMT-AS di semua lokasi penelitian masih sangat minim atau hampir tidak ada. tennasukjuga pelaporan. keuntungannya ada kendaraan yang masuk ke desa. tetapi untuk kegiatan IDT yang akan datang usaha IDT yang ada kaitannya dengan PMT-AS harus mendapat perhatian dan usulan desa perJu dipertimbangkan. masing-masing sektor yang terkait masih menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan. disamping itu kegiatan IDT. be1um ada koordinasi yang dapat memadukan program-program sektoral dalam menunjang PMT-AS.

Pertanian. kelompok masak PMT-AS sudah dapat membeli kacang hijau dari produksi desa masing-masing. Sedangkan di sekolah-sekolah lainnya di lokasi penelitian sudah ada kebun sekolah. walaupun mendapat respon dari masyarakat. Koordinasi PMT-AS di Tingkat Kabupaten dan Propinsi Penyelenggaraan PMT-AS melibatkan berbagai sektor dan instansi yang terkait termasuk Bappeda. Satu-satunya kegiatan pertanian yang berhubungan langsung dengan PMT-AS adalah kebun sekolah dalam bentuk 'demplot' yang dike lola oleh PPL di desa Tuafanu. 4. Bahan baku yang diperlukan seperti jagung. Gambaran produksi pertanian dilokasi penelitian mengungkapkan bahwa bahan baku yang diperlukan PMT-AS belum semuanya dapat dihasilkan dari produksi desa. tetapi keberadaan kebun dan pengeIolaannya sudah dilakukan sekolah tersebut sebelum adanya PMT-AS. Program ini merupakan program BPP Keeamatan Amanuban Selatan tahun 1997/98 berupa demplot tumpangsari tanaman kaeang hijau danjagung di dekat SDI Tuafanu. Karena itu demplot ini tidak memberikan dampak kepada SDI.1 Kajian Kinerja Program Makanan Tamll. Walaupun PPL sudah dilatih dalam PMT-AS. Bagaimana pelaksanaannya sangat 111 . Produksi pertanian belum menunjukkan produksi yang optimum karena usaha pertanian rakyat masih dilakukan secara tradisional alamiah. Peran masingmasing sektor atau . belum nampak jelas usaha sektor-sektor terkait dalam merealisasikan program-program sektomya dalam mendukung pelaksanaan PMT-AS. Tetapi karena kurangnya sosialisasi kepada SDI dan masyarakat. pisang dan singkong langka keberadaannya di desa. yang seharusnya dapat dilibatkan dalam pelaksanaan demplot. tetapi kegiatan nyata yang langsung menyentuh kegiatan PMT -AS masih sangat minim. Agama. Program-program pemerintah lainnya seperti ACMI belum mendapat respon disemua desa penelitian. Sedangkan untuk tingkat kecamatan.k Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Tltnur Kajian Kirlerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur tampak nyata. Sebagai contoh. Hal ini dapat dimengerti bahwa desa ini termasuk kedalam desa 'rawan pangan' sebagai akibat gagal panen karena kekeringan yang melanda desa selama dua tahun terakhir. yaitu desa Tuafanu di kabupaten TIS yang ada tenaga penyuluh pertanian atau PPL. hanya ada satu desa. Dinas P&K dan Kanwil Dikbud. Kegiatan kecamatan Tuafanu yang sedang direncanakan untuk mendukung PMT -AS adalah pembuatan gula dari pohon lontar yang banyak terdapat di kecamatan ini. Beberapa keeamatan baru merencanakan program kerja yang berkaitan dengan pelaksanaan PMT -AS.han An.3. disamping untuk mempromosikan bahan lokal yang berpotensi di daerah ini. antara lain proyek 'Jagung Bisma' dengan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah). belum semua mendapat sentuhan teknologi modern dan penyuluhan pertanian masih sangat terbatas. bahkan sebagian besar informan kunci di desa-desa penelitian belum mengetahui apa dan bagaimana program ACMI tersebut. Untuk mengatasi kendala kekeringan ini. seperti apa tugas dan fungsi sektor yang bersangkutan clan apa yang dapat disumbangkan sektor tersebut pada program PMT-AS. karena PPL masih menjalankan tugas utamanya untuk melakukan penyuluhan kepada petani. tetapi proyek ini mengalamikegagalan. menurut PPL Tuafanu beberepa usaha telah dilakukan.instansi bervariasi. Dinas dan Kanwil Kesehatan. maka 110 baik pihak sekolah SDI maupun masyarakat tidak mengetahui keberadaan demplot ini. Hal ini sangat diperlukan. sehingga diharapkan pada bulan Februari atau Maret. Di desa Tuafanu kebanyakan bahan baku didatangkan dari luar desa. Untuk itu sedang dipelajari bagaimana proses pembuatannya dan akan diusahakan penyuluhan agar kelompok masak menggunakan gula dari Lontar. Kantor Pos dan lainnya. Reneana kerja ini akan direalisasikan pada musim hujan tahun ini. Pl\ID (pembangunan Mansyarakat Desa). Dari empat desa penelitian. sehingga terpaksa di'puso'kan. di Keeamatan Ainiut sedang dimusyawarahkan dengan semua desa dan LKMD sekecamatan tersebut agar setiap KK menanam kacang hijau seluas 25 are. terutama untuk mengurangi biaya karena harga gula sangat mahal. tergantung pada tingkat relevansinya terhadap kegiatan PMT -AS.

sedangkan topik penting seperti apa rencana masing-masing sektor yang terkait dalam forum koordinasi tersebut dan bagaimana mengintegrasikan dan merealisasikannya dalam kegiatan PMT -AS masih kurang mendapat perhatian. yang juga merupakan anggota dalam forum koordinasi. Dengan demikian.anwil Dikbud dan DinaslKanwil Kesehatan. banyak sektor/instansi yang sering tidak hadir dalam rapat forum koordinasi. Dari dinaslkanwil agama. SDK 0e101ok. bukan merupakan hal yang bam. apa rencana dan apa yang dapat disumbangkan sektor ini serta bagaimana rencana tersebut diterapkan dalam program masih belum jelas. Dinas P&KlK. perannya masih terbatas pada pembacaan doa sebe1um memulai makan kudapan. Hal ini tercermin dari komitmen dalam merealisasikan program dari masing-masing sektor/instansi. kecuali SDI Tuafanu. Ada beberapa sekolah seperti di SDI Arnol. kecuali untuk beberapa instansi yang sang at instrumental dalam penyelenggaraan PMT-AS. Dalam pedoman yang ada disebutkan adanya perencanaan kebun sekolah dan kegiatan ini erat sekali dengan DinaslKanwil Pertanian. Perbedaan tingkat keterlibatan masing-masing sektor/instansi secara tidak langsung mempengaruhi kinerja penyelenggaraan PMTAS. Misalnya. Pertanyaan yang timbul adalah kegiatan apa yang perlu dilakukan oleh instansi ini agar penyelenggaraan PMT-AS dapat lebih efisien dan efektif. Bagian ini akan membahas bentuk koordinasi dalam penyelenggaraan PMT -AS ditingkat kabupaten dan propinsi dan bagaimana koordinasi itu dilaksanakan. yaitu PMD. PPL untuk membicarakan mengenai rencana kebun sekolah 112 'Mengapa saya harus menghabiskan waktu untuk mengikuti rapat membicarakan sesuatu yang tidak saya mengerti dan tidak ada sangkut pautnya dengan tugas dan kewajiban saya ' PMD sebagai 'core' sekertariat kegiatan PMT-AS sebetulnya mempunyai peran yang penting dalam mengkoordinir sektor/instansi terkait. tetapi kebun tersebut sudah ada jauh sebelum adanya program PMT-AS. sudah merupakan kegiatan rutin. Sebagai contoh dari sektor pertanian. sampai saat ini mereka belum pemah berhubungan dengan DinaslKanwil Pertanian dan. Tetapi dari semua sekolah yang diteliti dalam studi ini mengungkapkan bahwa rencana kebun sekolah dalam rangka mendorong pelaksanaan PMT -AS belum ada. Kegiatan koordinasi masih terbatas pada acara rapat atau pertemuan-pertemuan. Hal ini tercermin dari realisasi kegiatan PMT-AS yang sangat 113 . Menurut kepala sekolah dan beberapa guru.--l Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tonggara Timur Kajian Kinorja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur tergantung pada koordinasi antar sektor. atau kalau kebunnya sudah ada. baik ditingkat kabupaten maupun propinsi. Menurut beberapa informan kunci mereka tidak datang ke pertemuan tersebut dengan alasan bahwa pertemuan tersebut kurang efektif karena membahas hal-hal yang bukan merupakan tugas atau konsen kantor mereka. tanaman apa yang akan ditanam dan bagaimana proses penanaman untuk mendapatkan hasil yang optimum. terutama di sekolahsekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Sekolah Kristen (SDK) dan SDGMIT. SDI Tuafanu dan SD Tuamao yang telah memiliki kebun sekolah. seperti dikatakan oleh seorang informan: Peran dan Keterlibatan Sektor/Instansi Terkait Dalam Kegiatan PMT-AS Dari hasil penelitian terungkap bahwa secara umum koordinasi antar sektor dan instansi masih sangat minim. Beberapa informan kunci juga mengungkapkan bahwa mereka belum pernah mendengar informasi dari dinas pertanian atau PPL atau kelompok tani mengenai rencana apa yang akan dilakukan petani atau kelompok tani atau masyarakat lainnya yang ada hubungannya dengan penyediaan bahan baku untuk pelaksanaan PMT -AS. koordinasi antar sektor dan instansi yang terkait ini sangat diperlukan karena satu sarna lain saling melengkapi. baik di tingkat kabupaten maupun propinsi. Membaca doa. Dalam pertemuan forum koordinasi pembicaraan biasanya lebih terfokus pada informasi mengenai penyelenggaraan program PMT-AS.

terutama dalam hal penyediaan dan penyaluran dana. mereka sudah tidak berperan lagi. dan sebalilmya ada beberapa kabupaten yangjumlahnya kurang dari jumlah riel murid. 114 115 . Pengumpulan data. keterlibatan sektor-sektor terseb~t hanya bersifat formalitas. Hasil perhitungan adalahjumlah murid yang diusulkan ke tingkat propinsi setelah dikonfirmasikan pada rap at koordinasi di tingkat kabupaten. yang seharu~nya ~erupa~~~ sektor kunci dalam program PMT -AS. hanya signifikan pada tahap awal dari pelaksanaan kegiatan dimana masmgmasing sektor masih sangat antusias dengan adanya program PMT -AS. akibatnya informasi selanjutnya menjadi terhenti karena forum koordinasi diwakili oleh kanwil Dikbud. instansi mi menjadi sang at penting karena data jumlah murid dan se~olah bersumber dari instansi tersebut. Dasar perhitungan adalah data riel murid ditambah 10 persen (perkiraan untuk tambahan jumlah murid barn). Perkiraan perhitungan jumlah murid terse but temyata tidak seluruhnya tepat. kecamatan dan sekolah dimana jumlah murid yang mendapat PMT-AS lebih banyak dari jumlah murid yang ada. Pola seperti ini. jumlah sekolah per desa. menurut beberapa informan kunci. Pada awal kegiatan. Keadaan ini juga berlaku pada sektor lam misalnya Dinas P&KlKanwil Dikbud. Sebaliknya. tetapi dmas tersebu~ semula tidak duduk dalam forum koordinasi. Tetapi pada tahapan selanjutnya. Karena itu koordinasi dari masmg-masmg instansi terkait sangat diperlukan dalam pengumpulan data. Walaupun Dinas P~~ menangani langsung semua kegiatan untuk sekolah dasar. perki~aan data yang 'tidak tepat' akan memberikan dampak yang kurang balk karena dapat saja terjadi dana yang dikeluarkan dari pemerintah pusat jumlahnya jauh lebih keeil dari jumlah anak yang pe~lu mendapatken ~akana~ tambahan. Berarti. merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam penyelenggaraan PMT -AS. Data rieljumlah murid yang ada di Dinas P&K ini kemudian dikonfirmasikan ke Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan setelah itu bersama-sama dengan PMD (Pembangunan Masyarakat Desa) dilakukan perhitunganjumlah murid yang diusulkan untuk mendapat PMT-AS. akibatnya terdapat perbedaan antara jumlah murid yang diusulkandan jumlah yang mendapatkan PMT-AS. Menurut hasil wawancara dengan beberapa kepala sekolah di TTU dan TIS pengumpulan data jumlah murid dilaksanakan setelah tahun ajaran barn yaitu pada bulan Agustus. kecamatan dan bahkan sekolah. Perbedaan tersebut bervariasi antar kabupaten. tetapi berdasarkan data jumlah murid yang dilaporkan sebelumnya (laporan bulanan) oleh sekolah kepada Dinas P&K. Ada kabupaten. Proses Pengumpulan Data Murid Sekolah Koordinasi Dalam Pengumpulan Data Data jumlah murid yang diajukan propinsi NIT ke Bappenas merupakan hasil kesepakatan rapatkoordinasi pada tingkat propinsi. jika PMD aktif menggerakkan _sektorsektor terkait maka kegiatan penyelenggaraan PMT-AS mehbatkan banyak sektor dan sebaliknya. bahkan mereka juga tidak mengetahui apalagi mendapatkan laporan kemajuan pelaksanaan PMT-AS. Data tersebut berasal dari Dinas P&K yang dikumpulkan secara berjenjang sampai ketingkat sekolah. Perkiraan data yang 'tepat' akan sangat mendukung kelanearan pelaksanaan program. sebelum pelaksanaan pemberian makanan tambahan. Tetapi setelah program berjalan.Kajian Kmerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinefja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur tergantung pada aktifitas PMD. khususnya data jumlah murid dan sekolah serta data lainnya seperti data jumlah desa. data jumlah murid yang diusulkan ke Bappenas tidak berdasarkan data yang diperoleh secara langsung dari sekolah. say~ngnya.

Nusa Tanggar. tetapi dalam pemberian makanan seluruh murid mendapat makanan tambahan. SDN polen terletak di sekitar kantor pemer!ntahan. Selisih dana yang cukup besar dan SD Polen ini kalau didistribusikan ke sekolah lain yang dananya kurang.354 murid. Sebali~ya.kanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS. tentu saja akan mengurangipermasalahan kekurangan dana yang timbul. misalnya untuk tingkat kabupaten dan propinsi. ketepatan jumlah murid dan jumlah sekolah tersebut diharapkan akan lebih baik. Kasus seperti ini perlu mendapat perhatian karena banyak s~kolah lain yang dananya kurang. Kabupaten ITS. karena itu untuk mengatasi kekurangan jumlah murid yang mendapatkan makanan tambahan maka dikeluarkan suatu kebijaksanaan mengurangi jumlah hari pemberian makanan dalam peri ode satu tahun dari 108 hari menjadi 107 hari per tahun. tetapi cukup relevan untuk tingkatan yang lebih tinggi. ada sebagian sekolah yang mendapatkandana lebih bes~ dan dana jumlah murid yang ada di sekolahnya. dengan kebijakan kelebihan makanan dapat dlb~glkan kepada . tetapi disepakati u?tuk. di SDN Polen. Koordinasi Dalam Penyaluran Dana . Dengan demikian. Jumlah murid yang diusulkan sebanyak 68.. Kelebihan dana tersebut. Jumlah murid. yaitu dana pelaksanaan untuk bahan 1I6 1I7 . Dalam pelaksanaannya. Sebagian sekolah jumlah muridnya lebih besar dari jumlah murid yang memperolehPMT-AS. Dalam pelaksanaannya di tingkat yang lebih rendah. Perbedaan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya perpindahan murid karena mengikuti orang tua yang pindah.Kajian Kinerja Program M. Kettdak sesuam 1~1 . jadi untuk laporan administrasi jumlah murid yang mendapatkan makanan tambahan di sekolah ini sarna dengan jumlah dana yang diterima. .ten~ ~aja tidak dinyatakan dalam laporan. . Men~t kepala sekolah SDN Polen. perumahan pegawai termasuk pegawai negeri dan pemenntahan lamnya serta pekeIja perusahaan HTI. berarti ada selisih sebanyak 44 murid. untuk Kabupaten Timor Timur Selatan (TIS) terdapat selisih jumlah murid sebanyak 1000an. sebetulnya jumlah murid dan jumlah sekolah untuk propinsi NIT lebih mudah ditentukan dengan melihat total murid dan jumlah sekolah di propinsi ini. masih disimpan kepala sekolah.000an. Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS) NUSaTenggara Timur Perbedaan jumlah murid yang diusulkan dan jumlah yang mendapatkan PMT-AS Berbeda dengan propinsi lain. ada tiga jenis dana untuk kegiatan peyelenggaraan PMT~AS. . Dalam pelaksanaannya temyata masih terjadi ketidak cocokan antara jumlah yang diusulkan dengan jumlah dana yang disalurkan. Perbedaan jumlah ini tidak begitu mencolok pad a tingkat bawah seperti pada tingkat SDfMI atau desa. Dana tersebut rencananya akan dlgun~an untuk biaya rehabilitasi sekolah dan pembuatan bangku murid sekolah. Pihak pengelola dan pelaksana di tingkat SD mengatur dana yang ada sedemikian rupa sehingga masing-masing anak mendapat makanan tambahan. sehingga perbedaan jumlah murid dan sekolah yang diusulkan sarna dengan (atau sangat mendekati) jumlah dana yang disalurkan. dana yang digunakan untuk bahan makanan jumlahnya tidak ~esuai dengan jumlah murid (226). jumlah murid yang mendapat dana ma~nan tamb~han menurut SK Bupati sebanyak 270 oraang. Kebijaksanaan ini merupakan hasil kon. dana yang lebih tersebut tidak dikembalikan ke pemerintah. perbedaan jumlah ini cukup besar.sultasi antara kepala sekolah dengan staf PMD yang menangani k~gtatan PMT-AS. sarnpai dengan penelitian dllakuk~n. sedangkan realisasi jumlah yang mendapat pemberian makanan adalah 67. Sebagai contoh. Sebagai contoh.guru dania tau kelompok ibu-ibu yang masak. khususnya di SDIMIISD GMIT. padahal jumlah mund sekolah di SD tersebut hanya sebanyak 226 orang. perbedaan jumlah murid tersebut tidak signifikan karena jumlah murid tersebut tersebar di banyak sekolah dalam kabupaten (410 sekolah). Keadaan seperti ini mungkin berpengaruh pada kualitas makanan yang diberikan. Dari ke 44 mudd tersebut ada dua orang yang putus sekolah atau drop out. 230 murid. Untuk level kabupaten. Sesuai dengan ketentuan.

Untuk tahun anggaran 1998/1999 pemda merencanakan untuk ~enaikk:an dana dukungan untuk kegiatan pembinaan menjadi Rp 35 juta. kabupaten dan Dana peralatan dicairkan di kabupaten dan atas koordinasi dari T~PKK tingkat kabupaten/kotamadya dibelikan padaperalatan yang dibutuhkan untuk memasak dan penyajian makanan tambahan melalui 119 lIB . Pengambilan dana untuk pembinaan dan pelatihan pada tingkatan yang lebih tinggi. Pelatihan ini tidak dapat dilakukan sesuai dengan rencana karena dananya ~erbagi-bagi. dan Kabupaten Alor. Untuk tahun anggaran 1996/1997 dana disalurkan melalui BRI. Penyaluran Dana propinsi dilakukan pada Kantor Pos sesuai dengan ketentuan yang ada Dana dib~rikan se~arabertahap. ~emenntah Tingkat II Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) membenkan dukungan dana sebesar Rp IO. termasuk dana insentif untuk kelompok ibu-ibu yang memasak makanan. Kotamadya Kupang.AS) Nusa Tenggara Timur makanan. melayani Kabupaten Sika dan Flores Timur. Tujuan utama dari peralihan ini adalah untuk lebih memudahkan penyaluran dana mengingat jumlah dan penyebaran kantor pos di daerah lebih banyak dari pada bank. Sedangkan untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (ITS).5 juta. pe~enntah daerah memberikan dana dukungan yang jauh lebih besar yalt~ R~ 20 Juta yang digunakan untuk kegiatan seperti perjalanan. Mengingat minimnya dana pembinaan dari dana PMT -AS maka beberapa daerah mengeluarkan kebijaksanaan untuk memberikan dukungan berupa tambahan dana pembinaan yang berasal dari Anggaran Pe~dapat~ Belanja Daerah (APBD) tingkat II. dana didistribusikan ke 13 kabupaten dan kotamadya di seluruh propinsi NTT melalui enam Kantor Pos Perwakilan.OOOperahun sebagai t komitmen pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan program PMT-~S.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT·ASJ Nusa Tenggara iimur v Kajian Kinerja Program Maka"an Tambahan Anak Sekolah (PMT. seperti tingkat kecamatan. dalam beberapa tahapan. Dana tersebut disalurkan dari pusat secara berjenjang. (4) Kantor Pos Maumere. dikeluarkan dana sebanyak Rp 3.OOO. (3) Kantor Pos Atambua untuk Kabupaten Belu. Irian Jaya. yaitu: (1) Kantor Pos Kupang yang melayani Kabupaten Kupang. Dengan demikian check atau dana dapat diantarkan langsung sampai ke daerah bahkan sampai ke sekolah-sekolah. Misalnya untuk kegiatan lokakarya di Biak. Misalnya diperlukan dana yang relatif besar untuk ~enyelenggarakan suatu pelatihan. Kegiatan perjalanan termasuk konsultasi ~e ~usat ?an kota-kota lainnya. (5) Kantor Pas Ende untuk Kabupaten Ende. padahal pelatihan tersebut sangat diperlukan pada masa sebe1um atau awal dari pelaksanaan PMT-AS. dan dana untuk pembelian peralatan. Carapenyalurandana sepertiini temyata tidak efektif. tetapi pada tahun anggaran 1997/1998 penyaluran dana disalurkan melalui kantor pos.. monitoring dan penggandaan Iaporan. (2) Kantor Pos Soe untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (TIS) dan Timor Tengah Utara (ITU). Dana dari kantor pos perwakilan ini kemudian di transfer ke masing-masing Kantor Pos KabupatenIKotamadya dan Kantor Pos Kecamatan. Sebagai contoh. dan (6) Kantor Pas Waingapu yang melayani Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat. Dari Kupang. karena kegiatan yang memerlukan dana relatif besar tidak dapat dilaksanakan karena dananya tidak dapat dicairkan sekaligus. Ngada dan Manggarai. sedangkan pelatihan tersebut tidak dapat dipotong-potong sesuai dengan keluamya dana. dana pembinaan dan pelatihan. Dana dari Kantor Pos sentral ini kemudian mas uk ke rekening Kantor Pos Giro di Kupang. Dana Pembinaan dan Pelatihan Penyaluran Dana Peralatan . Dana dari KPN pusat langsung disalurkan ke Kantor Pos Central Giro A di Jakarta.

Cara ini sebetulnya memudahkan TPPKK untuk mengatur jenis peralatan yang dibutuhkan terutama dalam proses tender. dan peralatan) yang berasal dari Kantor Pos Pusat (perincian data diperoleh dari Bappenas). Jika pengurus TPPKK cukup aktif. tetapi Kantor Pos belum bisa mengeluarkan dana tersebut karena adanya perbedaan antara data yang dikeluarkan dari pusat (berdasarkan data Bappenas) 120 Koordinasi Dalam Kegiatan Pelaksanaan dan Pemantauan Program PMT-AS .Jadi walaupun sudah dilakukan revisi. Koordinasi dalam penye1enggaraan PMT -AS sangat diperlukan mengingat program ini melibatkan banyak sektor/instansi yang mempunyai peran dan kepentingan yang berbeda. kantor pos tidak dapat mengikutinya. Padahal. Kantor Pos di tingkat propinsi dan tingkatan di bawahnya mengacu pada ketentuan dari Kantor Pos Pusat dan menjalankan tugas menyalurkan dana sesuai dengan ketentuan perincian dana dari Kantor Pos pus at. Terjadinya kontradiksi ini menunjukkan kurang berjalannya koordinasi. untuk menyesuaikan perbedaan tersebut. maka tidak ada permasalahan karena pembelian dan distribusi alat-alat masak yang sangat dibutuhkan tersebut dapat secara cepat diterima di sekolah. tetapi jika pengurusnya kurang aktif atau terlalu aktif sehingga tidak punya waktu untuk mengurus proses pembeliannya. maka dana yang ditentukan adalah rincian dana dari Bappenas.peralatan yang sarna. keterIambatan dikarenakan pihak yang menangani. khususnya TPPKK.diberi tembusannya. Kontradiksi ini bersumber dari keterlambatan penyaluran dana dan pentahapan pencairan dana. tetapi untuk rincian dana yang lebih kecil dipakai rincian dana dari daerah yang didasarkan pada SK Bupati.a Timur proses tender. Koordinasi antar 121 . sampai akhirnya dibuat suatu kesepakatan yaitu jika rincian danalebih besar dari rincian dana dari Bappenas. Setelah tercapai kesepakatan dan dikeluarkannya SK Bupati mengenai rincian jumlah murid dan sekolah. Paket peralatan ini kemudian didistribusikan ke sekolahsekolah sehingga masing-masing mendapatkan jenis dan jumlah .a Tlmur Kajian Kiner}a Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-AS) Nusa Tangga. tetapi pihak Kantor Pos. Sebetulnya. Pihak pengelola yang dimotori oleh PMD. Pendistribusian peralatan sangat ditentukan oleh kabupaten/kotamadya. pelatihan. dari Kantor Pos menyatakan mereka hanya melakukan tugas. propinsi dan pusat tidak diberitahu atau . maka akan terjadi keterlambatan datangnya peralatan di sekolah. Dalam penyaluran dana terdapat kontradiksi antara pihak yang menangani kegiatan PMT-AS dan pihak penyalur dana (Kantor Pos) baik di tingkat propinsi maupun kabupaten. maka Kantor Pos berpegang pada data (tennasuk perincian dana untuk pembinaan. tetapi kadang-kadang peralatan yang dibeli belum tentu yang benar-benar dibutuhkan. sebaliknya. Kontradiksi Antara Pihak Pengelola dan Pihak Penyalur Dana dan data yang ada di propinsi dan kabupaten di NIT. kemudian membuat revisi yang dikirimkan pada tingkat yang lebih tinggi sampai ke pus at. Sebagai contoh.. Pihak pengelola menyatakan bahwa keterlambatan pencairan dana disebabkan oleh keterlambatan pihak Kantor Pos. masih ada TPPKK tingkat kabupaten/kotamadya yang belum mencairkan dana peralatan. yang disebabkan oleh perbedaan pedoman atau petunjuk yang digunakan. tahap pertama telah diterima pada tanggal 23 Juni. sehingga semua keperluan untuk memasak dan menyajikan makanan tambahan masih menggunakan peralatan dari ibu-ibu yang terlibat dalam mempersiapkan makanan tersebut. maka dana baru dapat dicairkan. Karena ada perbedaan jumlahini. dana PMT -AS untuk . dan pihak pengelola (PMD) menggunakan pedomannya yang temyata berbeda dengan yang ada pada Kantor Pos. . pihak Kantor Pos propinsi memakai juklak yang berasal dari Kantor Pos Pus at. sedangkan pihak pengelola bertahan pada data yang ada pada mereka.Kajian Kine'ja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nils. karena kesibukannya. Tangga. bahan makanan. Keadaan seperti ini berlangsung cukup lama. baik di Kantor Pos perwakilan. baik di tingkat pusat maupun di tingkat propinsi dan kabupaten. Hal ini tercermin dari perbedaan pedoman atau juklak yang dipakai.

ASJ Nusa Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoIah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur sektor/instansi tersebut dalam implementasinya terlihat pada beberapa kegiatan penting yaitu: pada tahap persiapan. Menurut staff dari PMD propinsi tersedia dana untuk pemantauan yang dilakukan bersama-sama dengan instansi terkait. Koordinasi PMT -AS di Tingkat Pusat . dan pola yang sarna juga berlaku untuk kabupaten dan kecamatan. Mereka tidak mengetahui secara pasti apakah mereka diajak karena sektor yang diwakilinya memang bertugas untuk memonitor atau sebetulnya masih ada sektor lain yang bertugas.4. bupati didampingi oleh sektor-sektor terkait. Koordinasi Dalam Pelaporan Keterlambatan dan ketidak teraturan laporan di tingkat SDIMI juga berdampak pada ke1ancaran pelaporan di tingkat atasnya. mulai mengintegrasikan dan mengoperasionalisasikan kegiatannya dalam pelaksanaan program. Belumjelas berapa sebetulnya dana untuk pemantauan pelaksanaan PMT-AS. tetapi ada juga yang dilaksanakan sendiri-sendirioleh sektor tertentu saja. Forum koordinasi tingkat pus at terdiri dari wakil-wakil dari sektor/instansi. Kondisi seperti iniberlaku baik di tingkat propinsi maupun kabupaten. Sampai dengan peneltian ini.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa level koordinasi bervariasi dari masing-masing tahapan.terkait yaitu Departemen dalam Negeri. misalnya dinas/kanwil pertanian. tahap pe1aksanaan dan pemantauan program. Dalam satu periode penyelenggaraan PMT-AS belurn ada rencana kerja yang jelas mengenai kapan mereka harus melakukan pemantauan. karena kegiatan lebih terfokus pada pelaksanaan pemberian makanan di tingkat sekolah. tercermin dari keikutsertaan wakil-wakil dari masingmasing sektor dalam kegiatan sosialisasi program PMT-AS.tetapi ada juga sektorsektar tertentu seperti kesehatan yang mempunyai dana sendiri untuk melakukan pemantauan. Keadaan ini mungkin dikarenakan terlalu banyaknya program dan kegiatan di masing-masing sektor. tetapi hal ini belum berjalan. Contoh lainnya. bupati telah berkunjung ke semua kecamatan di wilayah tingkat II TTU untuk memberikan informasi dan pengarahan pelaksanaan PMT -AS di wilayahnya. Departemen 122 123 . Misalnya satu petugas penyuluh pertanian (PPL) atau satu bidan desa harus melayani beberapa desa. tergantung pada tingkat kepentingannya. pihak propinsi datang ke kabupaten untuk 'rnenjemput' laparan di tingkat kabupaten. Pada tahap pelaksanaan PMT-AS. kegiatan koordinasi antar sektor/instansi tidak begitu kelihatan. pemantauan dilakukan jika diperlukan.. Kegiatan koordinasi mulai berjalan lagi pada tahap pemantauan pelaksanaan program. Sebagai' contoh. di Kabupaten TTU. Hal yang harnpir sarna juga berlaku di kabupaten. Aktivitas ini terutama dilakukan pada saat ada pejabat dan/atau istri pejabat melakukan peninjauan dalam rangka sosialisasi program ke daerah-daerah. Alasan Iainnya adalah belum jelasnya apa yang akan dan bisa disumbangkan oleh masing-masing sektor/instansi dalam program PMT-AS. Sebagian besar Camat belum membuat rekapitulasi untuk dilaporkan ke kabupaten. Sebagai contoh. Dalam acara tersebut. Gambaran inijuga berimplikasi pada alokasi dana. jika laporan tersebut diperlukan. Akibatnya. Pemantauan kadang-kadang dilakukan bersama-sama oleh beberapa sektor terkait. padahal fasilitas dan petugasnya masih sangat terbatas. sektor-sektor yang terkait. ibu gubemur yang juga menjabat ketua TPPKK beberapa kali mengunjungi sekolah untuk melihat pelaksanaan PMT -AS. Walaupun dalam pedoman kegiatan PMT-AS. dari hasil penelitian terungkap bahwa tidak jelas siapa dan dari sektor mana saja yang seharusnya melakukan pemantauan pelaksanaan PMT-AS serta bagaimana koordinasi dalam pelaksanaan pemantauan. beberapa infonnan kunci ditingkat propinsi menyatakan bahwa mereka mengadakan pemantauan ke daerah jika diajak oleh PMD. 4. Tetapi. baik pada level propinsi maupun kabupaten. Pada tahap persiapan koordinasi antar sektor/instansi terkait cukup nyata.

baik sekolah dasar negeri maupun swasta. terutama dari 'stakeholders' yang instrumental. Mentri Dalam Negeri bertindak sebagai ketua forum koordinasi. Bab terakhir dari buku kajian ini merupakan rangkuman dan diskusi dari keseluruhan materi dengan mengangkat isu-isu penting dan memberi rekomendasi bagaimana mengatasi permasalahan yang timbul untuk perbaikan kinerja PMT -AS pada masa yang akan datang.. tetapi relatif mencolok pada level yang lebih tinggi. penyelenggaraan PMTAS di tingkat pusat mempunyai dua koordinator. Tugas utama dari forum koordinasi tingkat pusat adalah mengkoordinir pembuatan kebijaksanaan umum penyelenggaraan program PMT-AS berupa koordinasi dalam perencanaan. Ketidak sesuaian ini berkaitan erat dengan adanya keterlambatan dalam penyaluran dana yang disebabkan olehketidak sesuaian antarajumlahmurid danjumlah dana di propinsi tersebut. Bappenas sesuai dengan tugas dan fungsinya mengatur perencanaan penyelenggaraan program. Bappenas sudah tidak dapat secara langsung mengkoordinir. Departemen Agama. Di kabupaten TIS. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Perbedaan antara jumlah murid dan dana ini tidak begitu besar untuk tingkat sekolah atau desa. mungkin disebabkan oleh 125 . pemantauan dan pengendalian pelaksanaan program. walaupun jadwal pemberian makanan belum sesuai dengan waktu yang diharapkan. Departemen Kesehatan. Pada tahun pertama hanya sebagian keeil murid sekolah dasar yang mendapat PMT-AS. sangat diperlukan karen a kinerja ini memegang peranan yang penting dan memberikan kontribusi besar dalam proses penyelenggaraan dan keberhasilan program pemberian makanan tambahan anak sekolah. Di propinsi NTT. Setelah prograam pemberian makanan tambahan anak sekolah ini berjalan. terutama berapa dana yang diperlukan untuk satu periode pelaksanaan kegiatan. Disamping itu. serta melakukan evaluasi terhadap jalannya kegiatan program. terdapat selisih lebih dari seribu murid. tetapi sesuai denganjumlah desa IDT di propinsi ini.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anal< 5e/(o(ah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Seko(ah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Keuangan. Ketidak tepatan dalam memprediksi jumlah murid di propinsi NTT. forum juga melibatkan organisasi wanita dan kemasyarakatan khususnya Tim Penggerak PKK (TPPKK) tingkat pusat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). yaitu koordinator pada tahap persiapan atau perencanaan adalah Mentri Negara PPNlKetua Bappenas dan koordinator pada tahap pelaksanaan adalah Mentri Dalam Negeri. pada tahun kedua semua murid dari seluruh sekolah dasar. sudah mendapatkan makanan tambahan. Karena itu pada tahap pelaksanaan. Isu dan masalah serta altematif pemecahannya secara ringkas dapat dilihat pada Lampiran 2. seperti di tingkat kabupaten. Departemen Pertanian. Sebaliknya dengan Departemen Dalam Negeri mempunyai akses atau jalur birokrasi langsung dengan sektor-sektor terkait. Berbeda dengan koordinasi di tingkat propinsi yang diketuai oleh seorang koordinator (Bapak Gubernur). misalnya.Negara Urusan Pangan. BABV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Buku ini mengkaji kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NIT). 124 . kegiatan PMT -AS telah berlangsung selama dua tahun. Pemahaman terhadap kinerja PMT-AS. Dari hasil pemantauan dan evaluasi kemudian dibuat rekomendasi-rekomendasi untuk penyempurnaan pelaksanaan PMT -AS selanjutnya. Kantor Menteri . karen a kegiatan program tersebut telah melibatkan berbagai sektor/instansi terkait.

• • • Rencana untuk mengintegrasikan pokmas IDT dalam menunjang kegiatan PMT -AS belum berjalan. dan isu yang berkaitan dengan koordinasi dalam penyelenggaraan kegiatan. terutama setelah adanya tinggi dari harga bahan-bahan sebagai akibat krisis rnelanda Indonesia. maka penyelesaiannya memerlukan waktu yang cukup lama. dalam hal in kantor . Umumnya belum ada pendekatan dari dinas/kanwiI. Data diperoleh dari laporan jumlah murid yang ada di Kantor Dinas' P&K di kabupaten. Dana makanan kenaikan yang moneter yang lokal semakin per murid sangat terbatas. Akibatnya. misalnya melalui PPL. Data dari sekolah bam dikumpulkan pada bulan Agustus atau setelah dana turun dan pelaksanaan pemberian makanan akan di mulai. Rencana kebun sekolah yang akan melibatkan sektor terkait.AS) Nusa Tenggara Trmur pada saat pengajuan jumlah murid dilakukan pendataan secara tidak langsung dari sekolah-sekolah dan perbedaan antara dana yang diajukan dalam SPABP dan dana yang turun. murid sekolah yang seharusnya sudah bisa mendapatkan makanan tambahan pada awal tahun ajaran dalam operasionalnya baru mendapatkan PMT -AS pada bulan Desember. Konsekuensinya. Data ini kemudian di tambah sepuluh persen (sebagai tambahan untuk murid baru kelas satu) dan hasil perhitungan inilah yang diajukan untuk mendapatkan makanan tambahan. terutama bagi kelompok ibu. Isu yang timbul dalam pelaksanaan dan pengelolaan PMT -AS di tingkat sekolah dan desa antara lain: • • Masih sangat terbatasnya sosialisasi PMT -AS dan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan tim pelaksana. padahal ketersediaan bahan menipis dan langka. sedangkan enam bulan sebelumnya mereka tidak mendapatkan supply makanan tambahan? Bagaimana kinerja tim pelaksana. Revisi segera dilakukan. terutama kelompok ibu-ibu yang hams memasak setiap hari. baik berupa potensi yang merupakan contoh yang dapat dijadikan pemacu untuk keberhasilan kegiatan PMT-AS maupun berupa kendala-kendala yang dapat dijadikan pelajaran agar pelaksanaan yang akan datang dapat lebih baik lagi.'mur Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT. yaitu isu yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pengelolaan PMT-AS di tingkat sekolah dan desa.kanan Tambahan Anak Sekola'!IPMT-AS) Nusa Tenggar. sebagian besar murid sekolah mendapatkan makanan tambahan setiap hari. pembelian bahan makanan sebagian besar terpaksa dilakukan di luar desa. guru-guru dan bidan desa yang juga mempunyai tugas dari kewajiban yang cukup banyak? Dari hasil penelitian dapat diidentifikasikan beberapa isu penting yang muncul dalam implementasi program PMT-AS di propinsi NIT. Terbatasnya bahan-bahan lokal untuk pembuatan makanan. Usaha-usaha pokmas yang ada belum dapat membantu PMT-AS. pos. mengenai apa yang akan dilakukan dan bagaimana melaksanakannya. . T. • 126 1 127 . Pada dasarnya dapat dikelompokkan kedalam dua bagian. Terbatasnyajumlah Sumber Daya Manusia (SDM) dan rendahnya kualitas mereka. terutama kepala sekolah dan kelompok ibu-ibu yang bertugas memasak. Pertanyaan yang timbul dengan ketidak teraturan pemberian makanan ini adalah bagaimana dampak pemberian makanan tersebut terhadap gizi anak sekolah seperti apa yang tertera dalam salah satu tujuan program? Apakah kegiatan pemberian makanan yang dilakukan setiap hari menganggu/tidak mengganggu konsentrasi dan suasana belajar dan mengajar murid dan guru? Apakah prestasi belajar murid akan meningkat dengan pemberian makanan setiap hari dalam waktu satu bulan. untuk mengejar ketertinggalan waktu. tetapi karena kurangnya koordinasi antara instansi terkait dengan pihak penyalur dana. hasil panen yang musiman dan Jangkanya panen lokal sebagai dampak kemarau panjang.ibu yang rnemasak.Kaj'an Kinerja Program M. karena jenis usaha yang ada tidak ada relevansinya (misalnya usaha penggemukan sapi) dengan kebutuhan PMT-AS. akibatnya beban kerja menumpuk pada beberapa orang saja. DinaslKanwil Pertanian belum ada realisasinya. Akibatnya. dan bagaimana kinerja kepala sekolah. padahal mereka mempunyai tugas dan kewajiban mengurus rumah tangga dan membantu kegiatan ekonomi rumah tangga masing-masing.

Beberapa instansi. karena Iaporankegiatan program sangat diperlukan pihak propinsi. Akibat kurang baiknya koordinasi ini. oleh sejumlah kecil atau beberapa instansi yang termasuk dalam forum koordinasi. dan kinerja dalam • . peran mereka sudah tidak kelihatan lagi. disarnping tugas kepala sekolah. Hal ini menyebabkan laporan kepala sekolah kepada carnat tidak sesuai dengan rencana. Belum baiknya koordinasi ini berdampak pada kelancaran pelaksanaan PMT-AS. Ada beberapa faktorpenyebabnya antara lain: pe1aksanaan PMT-AS di sekolah tidak berjalan sesuai jadwal. Pada waktu revisi dilakukan. tidak mungkin mernbuat laporan bulanan seperti petunjuk. Terdapat perbedaan antara pihak yang menangani PMT-AS dan pihak penyalur dana (Kantor Pos). Sebagai penduduk yang berpendidikan di desa.AS) Nuse Tenggara Titnur • Keterlibatan sektor pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian desa yang dapat menunjang kegiatan PMT-AS belum direalisasikan. dana tersebut belum dapat dicairkan karena perincian dan jumlahnya tidak sesuai dengan perincian dan data yang ada di tingkat propinsi dan kabupaten. Laporan yang sampai ke camat tidak hanya waktunya terlarnbat tetapi juga tidak lengkap karen a sebagian kepala sekolah belum menyerahkan laporannya. Kegiatan monitoring pelaksanaan PMT-AS dilakukan secara kurang terpadu. Masing-masing mempunyai juklak atau pedoman yang berbeda satu sarna lain. baik di tingkat kabupaten. Kantor Pos tetap tidak dapat mencairkan dana yang ada.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT. Pada tahap persiapan. Belumjelas apakah kegiatan pemantauan ini memang hanya melibatkan dua atau tiga instansi atau seharusnya melibatkan semua instansi yang terlibat. tugas kepala sekolah semakin bertambah dengan tugas-tugas untuk kegiatan desa seperti sebagai ketua LKMD. mungkin dikarenakan kesibukan kepala sekolah dan keterisolasian temp at sekolah sehingga memerlukan waktu untuk mengurus dana tersebut. beliaujuga mengajar dan menjadi wali untuk beberapa ke1as. Sebagai contoh. antara lain: • Koordinasi antar sektor/instansi terkait belum berjalan baik. mempunyai dana sendiri untuk melakukan pemantauan keIapangan. kepala sekolah rnempunyai berbagai tugas. seperti Keterlibatan sektor/instansi terkait dalam kegiatan PMT -AS masih sangat minim.AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kine'ia Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT. sampai ada kesepakatan antara kedua pihak yang terlibat. Belum semua sekolah dasar di propinsi NTT melaksanakan PMTAS sesuai dengan ketentuan. Akibatnya. Pelaporan belum berjalan sesuai dengan pedoman yang ada. khususnya jika ada kunjungan pejabat kedaerah. tetapi kemudian tidak ada infonnasi lanjutan atau laporan yang masuk ke Dinas P&K. maka muncul sistim pelaporan baru yang jenjangnya terbalik dengan pedoman yang ada. kepala sekolah hanya membuat laporan sekali untuk kegiatan tiga bulan/triwulan. tetapi setelah program berjalan. pihak Kantor Pos baik di daerah maupun di pusat tidak diberi tahu atau diberi tembusan.kesehatan. instansi ini sangat diperlukan karena data jumlah murid dan jumlah sekolah dikeluarkan dari dinas ini. pemberian makanan tahap pertama menumpuk setiap hari selama satu bulan. Contoh yang konkrit adalah keterlambatan penyaluran dana. Kegiatan koordinasi baru terbatas pada acara rapat/pertemuan dan kegiatan pemantauan ke lapangan. Kantor Pos di kabupaten dan propinsi berpegang pada pedoman yang diberikan dari Kantor Pos Pusat. sebagian kecil masih belum mencairkan dananya sampai dengan triwulan II pelaksanaan PMTAS. dikenal dengan • • • • 128 129 . Dengan demikian. Alasan lain adalah kepala sekolah belum mernbuat Iaporan karena kesibukannya. • Isu yang berkaitan dengan koordinasi penyelenggaraan PMT-AS. Carnat rnenunda laporannya ke bupati di tingkat kabupaten dan seterusnya. propinsi dan pusat. Umumnya mereka terlibat pad a tahap persiapan. mungkin dikarenakan dinas P&K tidak masuk dalam forum koordinasi (yang diwakili oleh Kanwil Dikbud). walaupun dana sudah tersedia untuk semua sekolah. Hal ini juga berlaku bagi instansi yang instrumental seperti Dinas P&K yang langsung menangani sekolah dasar. sehingga walaupun dana sudah ada sej ak bulan Juli.

Jika kewajiban ini tidak ditepati Dinas P&K (yang juga merupakananggota tim pengelola PMT-AS tingkat kecamatan) dapat memberikan teguran atau sanksi administratif pada kepala sekolah maupun penilik sekolah yang bersangkutan. Apakah rnereka sudah mulai memikirkan atau merencanakan indikator untuk rnengetahui peningkatan prestasi murid? Bagaimana mengukumya? Demikian juga dengan sektor lainnya. DinaslKanwil Kesehatan dan lainnya kepada program PMT-AS? Pelaksanaan pelaporan berjenjang dari sekolah ke kecamatan sampai ke propinsi belum dapat dilaksanakan karen a berbagai kendala. memegang dan mengacu pada pedornan yang berbeda dengan pihak penyelenggara dan pengelola PMT-AS. tetapi perlu terus dipertahankan pada tahap-tahap selanjutnya. Untuk kelancaran pelaporan di tingkat SDIMI dapat juga dilakukan dengan rnelibatkan Dinas P&K yang merupakan jalur birokrasi vertikal dari kepala sekolah yang bertanggung jawab pada laporan. tetapi juga dapat menghemat biaya transport. Dengan demikian diharapkan laporan 131 --j • • • • . masing-masing instansi perlu menyiapkan rencana kegiatan dan merealisasikan apa yang dapat mereka sumbangkan untuk kemajuan kegiatan PMT-AS. dan penilik wajib menyerahkan laporan dari semua sekolah di bawah pengawasannya kepada camat atau sekertariat tim pengelola PMT -AS tingkat Kecamatan pada waktu yang te1ah ditetapkan. Koordinasi tidak hanya diperlukan pada tahap awal atau persiapan kegiatan saja (sepeiti yang terjadi pada penyelenggaraan tahun ini). sebaiknya pelaporan tidak dilakukan per bulan untuk kepala sekolah. terutama pada waktu pertemuan gugus atau pada waktu penilik datang ke sekolah. mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa dan sekolah. sekali lagi tidak hanya namanya saja. misalnya dengan legitimasi dari Departernen Pendidikan dan Kebudayaan.. pemantauan dan evaluasi kegiatan PMT-AS. Tenggara Timur istilah 'menjemput laporan'.han Allak Sekolah (PMT. merupakan pelajaran berharga agar jangan sampai terulang kembali. DinaslkanwiI Agama. 130 . Dengan dernikian. Hal ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga karena beberapa pekerjaan dilakukan berurutan dalam kurun waktu yang sarna. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan untuk kelancaran dan perbaikan kegiatan program pemberian makanan tambahan anak sekolah yang akan datang. kepala sekolah diwajibkan menyerahkan laporan PMT-AS melalui penilik sekolah. tenaga dan biaya. Pelajaran lain yang dapat dipetik dari kasus di atas adalah perlunya peningkatan koordinasi antar sektor/instansi. Pengalaman terlarnbatnya penyaluran dana karena pihak penyalur dana.AS) Nus. PMD. Agar koordinasi dapat berjalan baik. apa yang dapat disumbangkan secara konkrit oleh Dinas/Kanwil Pertanian. Sebagai contoh. Dari pengamatan di lapangan. sehingga kejadian seperti ada beberapa instansi yang hanya narnanya saja ada dalain forum koordinasi. Tenggara Timur . sebagai 'core' dalam kegiatan PMT -AS pergi ke kabupaten untuk mengambil rekapitulasi laporan dari bupati. Kantor Pos. rnulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa dan sekolah.AS) Nusa. Berdasarkan hasil cennatan di lapangan. tetapi jangka waktu tiga bulan rnerupakan waktu yang ideal. termasuk pada pelaksanaan. maka masing-masing sektorlinstansilorganisasi yang terlibat perlu aktif dan terlibat dalam kegiatan. berdasarkan pertimbangan waktu.Kojio" Kinerja Program Makanan Tamb. Laporan dapat ditulis per bulan tetapi disampaikan ke camat per triwulan bersamaan waktunya dengan jadwal kepala sekolah mengajukan usul dana atau pengambilan uang ke kantor pos atau kantor penyalur dana lainnya. Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT. demikian juga di tingkat kabupaten turun ke kecamatan dan seterusnya dari kecamatan menjemput laporan kepala sekolah. antara lain: • • Perlu adanya pemaharnan persepsi yang sarna antar sektorlinstansi terkait dengan menggunakan pedoman atau juklak yang sarna. yang sebetulnya tidak tercantum dalam perincian dana. apa yang dapat disumbangkan oleh Dinas P&K!Kanwil Dikbud? disamping merupakan sumber data jumlah rnurid dan jumlah sekolah. atau pengelola tidak terulang kembali.

padahal mereka masih harus menunggu sampai kelas mereka mendapatkan makanan. tetapi dari semua sekolah yang diteliti ada indikasi yang kuat bahwa hari absen murid berkurang dengan adanya PMTAS. program pemberian makanan tambahan anak sekolah ini bukanlah program singkat. • Salah satu indikator keberhasilan PMT-AS adalah meningkatnya prestasi belajar anak sekolah. Untuk meningkatkan kinerja tim pelaksana ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkari. dalam satu sekolah terdiri dari sejumlah kelompok tertentu agar beban kerja tidak terlalu berat karena pergiliran memasak tidak terlalu dekat. Dengan demikian mereka tidak perlu meninggalkan rumah pagi buta sekitar jam empat pagi. tetapi waktu ini tidak selalu dapat ditepati dengan berbagai alasan seperti masakan belum siap karena kayu api basah. dan tugas untuk masak makanan yang relatif mudah. pembuatannya tidak terlalu kompleks yang memerlukan waktu yang lama. Pengetahuan • Kinerja kelompok masak ibu-ibu akan lebih baik dengan mengatur jadwal kerja kelompok ibu-ibu tersebut. khususnya kelompok ibu-ibu yang bertugas memasak. melainkan program yang harus dijaga kesinambungannya. terutamapada musimmusim tertentu seperti musim hujan. Disamping itu. Bagi ibu-ibu yang rumahnya cukup jauh dari sekolah dan tempat memasak. ada beberapa catatan yang perlu mendapat perhatian. sehingga diharapkan prestasi mereka di masa yang akan datang akan meningkat. tetapi perIu 133 • • • • . dengan kehadiran mereka dikelas. ibu-ibu tersebut sudah mandiri dan dapat melakukan PMT -AS di rumah masing-masing. karena secara tidak langsung merupakan kewajiban yang dapat berdampak pada karir mereka. sehingga pada akhir pelaksanaan PMT-AS. dan ketrampilan membuat berbagai macam kue atau kudapan dengan rasa yang enak sehingga murid senang dan nikrnat makannya atau agar murid tidak menjadi bosan. pengaturan jarakpergiliran masak. proses pengolahan makanan yang rumit dan membutuhkan waktu yang lama dan masih banyak alasan lainnya.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS) Nosa Tenggara Timor Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak SekoJah (PMT-AS) Nosa Tenggara Timur dapat berjalan sesuai jadwal. antara lain: perlu adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tim pelaksana. Catatan lain yang perlu dipertimbangkan adalah konsentrasi belajar murid yang terganggu karena pembagian makanan. Sebagian murid sudah tidak bisa konsentrasi lagi ketika melihat pembagian makanan sudah dimulai di kelas lain. Namun demikian. MisaInya.. misalnya dua minggu sekaIi atau tiga minggu sekali. sete1ah ke1as satu selesai bam ke kelas dua dan seterusnya. tidak dilakukan secara serentak. murid dapat mengikuti pelajaran. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan misalnya pelatihan-pelatihan atau pemberian contoh atau praktek bagaimana mengolah bahan-bahan menjadi makanan yang enak dan bergizi serta terjamin kebersihannya. 132 . untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan. di sebagian sekolah. kelompok ibu-ibu ini tidak mendapat 'upah' untuk kerja yang mereka lakukan. agar mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan PMTAS sebaiknya mendapatkan tugas masak dalam kurun waktu yang re1atif panjang. walaupun dalam petunjuk dinyatakan waktu pemberian makanan adalah pada istirahat pertama. mengambil air yang jaraknya sangat jauh. Partisipasi orang tua murid dalam kelompok masak sangat diperlukan. Walaupun sudah ditegaskan bahwa. misalnya pemberian makanan yang 'menggangu' atau 'menyita' waktu belajar. karena dengan ikut terlibat dalam kelompok ibu-ibu murid dapat belajar bagaimana membuat kue kudapan yang bergizi dan bagaimana pola makan serta cara hidup yang sehat. Seberapajauh dampak program ini terhadap pre stasi belajar belum dapat ditentukan. diperlukan untuk menghindari atau mengurangi rasa jenuh dan bosan dari kelompok ibu-ibu tersebut. Hal ini sangat penting mengingat. musim paceklik. Peran keIompok ibu-ibu yang memasak san gat besar bagi keberhasilan dan kesinambungan pelaksanaan PMT-AS. tidak hanya dikarenakan program ini bam saja dilaksanakan (bam tahun pertama untuk sebagian besar sekolah) sehingga dampalmya belum bisa diketahui. kelas satu dulu. Keadaan seperti ini secara tidak disadari telah 'mengganggu' proses belajar dan mengajar tidak hanya murid tetapijuga guru-guru kelas. Pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu tersebut diharapkan dapat dipraktekkan di rumah masing-masing atau ditularkan pada kerabat yang tidak terlibat dalam PMT-AS.

buku menu makanan. jika disisihkan sebagian kecil untuk 'hadiah atau insentif ibu-ibu yang telah bersusah payah memasak akan sangat berarti bagi mereka. misalnya pisang goreng spesial. yang memenuhi standar kesehatan tetapi dengan harga yang terjangkau. • Petunjuk dari tingkat yang lebih tinggi disatu pihak memang baik. 134 135 . akan terobati keluh kesah bahwa mereka harus meninggalkan rumah pagi-pagi buta dan meninggalkan rumah tanpa sempat membuat sarapan untuk keluarga dan anaknya serta harus meninggalkan pekerjaan yang dapat menopang ekonomi keluarga.. Akibatnya. Padahal. Hal ini dapat menimbulkan kebosanan pada murid. seperti plastik. walaupun sebetulnya petunjuk tersebut dapat memberikan dampak yang kurang baik. menurut pihak kesehatan tidak ada ketentuan bahwa mereka tidak boleh membuat kue diluar resep yang ada dalam buku. terutama apabila petunjuk tersebut belum dapat diakomodasi oleh tim pengelola atau pelaksana. tetapi anak-anak sekolah. penduduk desa punya berbagai jenis makanan lokal. Berjamurnya peralatan ini tentu saja mempunyai resiko terhadap kesehatan murid. kewajiban menggunakan bahanbahan lokal yaitu batok kelapa untuk peralatan makan murid dan bambu sebagai pengganti gelas. tetapi kalau kita perhatikan dana penunjang dari APBD cukup besar. tetapi dipihak lain bahkandapat menjadi kendala. Upaya ini sebetulnya cukup baik. Misalnya. Disadari bahwa memang tidak ada dana dari pusat untuk kelompok ibu yang masak. Tetapi karena kualitas sumber daya manusia di desa yang masih sangat minim. Dengan anggaran sebesar itu. Hal ini sangat penting terutama untuk kesinambungan pelaksanaan PMT-AS. • Budaya mengikuti petunjuk dari atas ini sedemikian ken tal . mereka tambah-bahan-bahannya agar kue tersebut dapat dimakan. Akibatnya. Ada juga yang coba-coba membuat kue tetapi tidak jadi. • . Petunjuk dari atas sering diartikan sempit sehingga kadang-kadang memudarkan variasi dan kreatifitas lokal. Sebagai contoh. sebagian gelas bambu dan piring batok kelapa yang digunakan murid-murid tersebut berjamur. mereka hanya membuat kue-kue yang mudah diolah saja. tetapi karena menurut petunj uk mereka harus memasak makanan yang ada di dalam buku. untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. tetapi mereka perlu mengkonsultasikannya kepada bidan desa agar kadar kalori dan proteinnya dapat diperhitungkan sesuai dengan petunjuk yang ada dalam buku. Sebagai contoh. Karena itu kebijaksanaan penggunaan batok keIapa dan bambu ini perlu dipertimbangkan. Akibatnya. Peralatan tersebut dapat diganti dengan peralatan yang sederhana. Sebetulnya.Kajian K~nerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur Kajian Kinerja Program Makanan Tombahan Anak Seko/ah (PMT-AS) Nusa Tenggara Timur dipertimbangkan untuk memberikan 'sedikit insentif' sebagai pemacu kerja mereka atau sebagai 'pengganti sirib pinang'. Bagi: mereka yang penting bukanlah berapa harganya. kadar gizi kue tersebut masih dipertanyakan. dana APBD untuk menunjang kegiatan PMT-AS di Kabupaten TID sebanyak 20 juta rupiah pada tahun anggaran 199711998 dan akan naik menjadi 35 juta rupiah untuk anggaran tahun ini. maka banyakjenis yang tidak bisa diolah atau dipraktekkan oleh ke1ompok masak. tetapi 'perhatian dan penghargaan' atas jerih payah yang telah mereka kerjakan. terutama yang masih keeil murid kelas satu atau dua atau tiga. maka mereka tidak pemah membuat kue lokal tersebut. belum bisa merawat peralatan tersebut dengan baik. sangat baik karena telah memberikan berbagai altematif makanan yang dapat dibuat dan dengan kadar kalori dan protein yang telah memenuhi standar kesehatan.

Kanwil Depkes Propinsi Nusa Tenggara Timur.an'Klnerfa Prograni-Makana"'ra. Kantor Statistik Kabupaten TIS. Kantor Statistik Kabupaten TIS..J . Kupang. NIT. 1996 136 /37 ___ . PropinsiNTT. Daftar Nama SDIMI Penerima PMT-AS Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 199711998... Soe Timor Tengah Utara Dalam Angka 1996.ggala timor DAFTAR ACUAN Forum Koordinasi PMT-AS Tingkat Pusat. _. Jakarta. Kantor Statistik Kabupaten TIS.. 1996. 1995. Ka]. Kefamenanu. . Propinsi Kantor Statistik Kabupaten TIS.. Kantor Statistik Kabupaten TID. Kecamatan Insana Dalam Angka 1996..balian A-nak Seko/ah IPMrci'\siNlisa T. 1996.. Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan. 1997 1997 1997 Kabupaten Timor TengahSelatan Da/am Angka 1996. 1997 Pedoman Umum Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT -AS). Kecamatan Miomaffo TimurDalam Angka 1996.Kupang Profil Kesehatan Propinsi Nusa Tenggara Timur 1996.Kajian Kinerja Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) N usa Tenggara Titnur _. KecamatanAmanubanDalamAngka 1995_Propinsi NIT...

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. SP3. Menu yang akan dibuat ditentukan oleh bidan desa tidak 2 -~138 139 . guru. 1996/97 dan tahun ini (1997/98)merupakan tahun kedua pelaksanaan 'PMT-AS. Han 3-4 adalah pelatihan masak dan praktek pengisian format. MI. guru. 1996/1997 Kaji Tindak Partisipatif Dalam Pengembangan Model PMT-AS. orang tua murid. Kupang Sayogyo 1994 MATRIKS KRONOLOGJS PELAKSANAAN AMOL. Pada pertemuan ini dibentuk kelompok masak. Pertemuan dilakukan selama 4 han.K')lan K. kepala desa. M2 dan M3. ' menu yang telah disusun oleh Dinas Kesehatan Propinsi NTT. Tim Studi Institut Pertanian Bogor. na. Pembagian kelompok masak dilakukan oleh guru berdasarkan kedekatan rumah.nerya Program Mak. Materi yang diberikan adalah pada hari 1-2 mengenai program PMT-AS. Pertemuan PMT-AS di sekolah. Berdasarkan daftar menu tersebut dipilih 12 menu oleh bidan desa dan ketua PKK. Mantri Statistik Kecamatan Insa vb '1"7'1 T . Makalah Seminar pada Kaji Tindak Partisipatif Dalam Pengembangan Model PMT-AS. LampiranJa Pemerintah Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur. Kegiatan sosialisasi/pelarihan PMT-AS yang dilakukan adalah sebagai berikut: L Pertemuan PMT-AS di Kecamatan pada bulan Oktober 1997 yang dihadiri oleh kepala sekolah. Kupang 2. TP PKK. bidan desa. kepala sekolah. PKK. DESA AMOL PMT-AS DJ SD K~miskinan dan Pembangunan di Propinst Nusa Tenggara Timur. BPS. Tonggara Timur Kecamatan Insana Dalam Angka 1996. Propinsi Dati I Nusa Tenggara Timur 1996 Laporan Khusus Pelaksanaan 'Program Pemberian Ma~na1i Tarnbahan Anak Sekolah (PMT-AS) di Propinsi Dati I Nusa Tenggara Tirnur.I v. aa upaten l."'M Tembenan Ana" Sekolail(PMT·AS) Nus. SP3. I • .. NIT . ~. Jakarta. 1994 MengenalNusa Tenggara Timur. Pesertanya adalah kepala desa. • • Jurnlah kelompok masak adalah 6 kelompok dan masing masing kelompok terdiri dari 14 orang. berdasarkan bahan yang tersedia di desa yang mudah didapat. Propmsr .

• seperti dandang. PMT-AS yaitu rumah kepala sekolah yang sudah tidak ditempati lagi yang terletaknya di sebelah sekolah.n Anal< Sekolah (PMT-AS) Nusa Tenggara rimur bersarna dengan bendahara PMT-AS di Kantor Pos Kefamenanu. alat mol. Dalam mengolah makanan pada awalnya berpedoman pada buku menu dan mengikuti aturan yang ada dalam menu seperti bahan dan kue ditimbang tapi akhir akhir ini bahan makanan tidak ditimbang. Apabila ada anggota kelompok masak yang tidak hadir tanpa pengganti atau tanpa pemberitahuan sebelumnya maka dipungut uang sebesar Rp. Setelah selesai membagikan makanan PMT -AS di kelas. Biasanya harga di desa Sarna dengan harga di pasar. tahap II diambil bulan Desember 1997 dan 1998. Pembagian kue dikelas dilakukan oleh ibu kelompok masak dan guru hanya mengawasi saja. Dana tahap I diambilpada bulan November 1997. Masing masing anak mendapat kue 1-2 potong. • Makan diberikan pada 167 orang murid SDN Amol yaitu berupa rnakanan kudapan dan minum teh manis. • • Pemberian triwulan I dilakukan setiap hari.yang diberikan secara bergilir mulai pada saat jam istirahat pertama untuk kelas satu. bantuan PMT-AS timbangan dll. Tapi kalau harga yang ditetapkan masyarakat desa lebih tinggi rnaka bahan makanan dibeli dipasar. 1000. bahan dan cara masak) kemudian menyanyikan lagu PMT -AS bersama dan terakhir berdoa bersama. kelapa dll dan sebagian di beli di pasar Kefa. kemudian kelas 2. Kalau ada ibu yang tidak hadir maka digantikan dengan pengganti yang telah ditunjuk. .3 dst.Ka)lan Kinerja Program Makanan Tambahan Anak So/roJah (PMT-AS. disimpan oleh bendahara untuk menutupi jika tetjadi oleh tersebut. masing masing anak membawa satu ikat kayu. • Bendahara memberi uang pada kelompok rnasak 3 hari sebelum pelaksanaan pembuatan rnakanan oleh kelompok yang bersangkutan. + Pencairan dana dilakukan sekali dalam 3 bulan (pertahap). Mulai triwulan II sampai sekarang pemberian makan dilakukan 3 kali dalam seminggu. • Pemberian obat cacing dilakukan oleh bidan desa. Air bersih diambil oleh ibu kelompok rnasak dan sumur berjarak 500 m dan tempat masak. Kayu bakar dibawa oleh rnurid sekolah dan rumah. Bahan makanan sebaginn di beli kepada ibu kelompok masak dan pada masyarakat desa yaitu dari hasil kebun seperti pisang. • + • + bulan Februari 1998. 140 J 141 _ _j i . Sebelum makan ibu kelompok masak menjelaskan terlebih dahulu tentang kue (nama kue. tvus« Tenggaril Timur Kajian Kmerja Program Makanan Tambah. ubi. Pengolahan makanan dimulai jam 6 atau jam 7 pagi dan selesai jam 9 sampai jam 10 pagi. Setelah selesasi makan masing masing anak mencuci tangan dan meneuci peralatan makan berupa gel as dan bambu dan piring dan batok • . Apabila ada kclebihan uang . kelompok masak menyerahkan nota belanja kepada bend ahara. kacang hijau.

nerja Program Makanan Tambahan Anak SCKoiah (PMT. Data TBIBB dicatat dalam arsi bidan desa. DESA AINIUT DI SDK pertama (1997/98). dari 1. BP3. ++- +- Bendahara memberi uang pada kelompok masak 2 hari sebelum masak. orang tua murid. Materi pada hari 1-2 tentang PMT-AS dan hari 3 pelatihan memasak. +- Penga~asan masak dilakukan oleh ketua PKK dan oleh bidan desa (I kali sebulan) 2. Pertemuan PMT-AS di tingkat kecamatan yang diadakan di desa Mamenaubi. Pertemuan di sekolah dihadiri oleh kepala sekolah. Uang yang diberikan sesuai dengan jumlah biaya yang dibutuhkan untuk membeli bahan makanan dari menu yang sudah disepakati (tidak lebih dan jumlah uang 142 143 . p +- MATRIKS KRONOLOGIS PELAKSANAANPMT-AS OELOLOK. Pertemuan dilakukan selama 3 hari.ering dilakukan oleh beberapa instansi nngkat kabupaten dan kecamatan. Materinya adalah program PMT -AS dart masak Jumlah kelompok masak adalah 6 kelompok dan masing masing kelompok terdiri dari 20 orang. Pembagian kelompok dilakukan oleh guru berdasarkan atas kelas anak di sekolah. Kegiatan scsialisasi yang dilakukan adalah: s. PKK. kepala sekolah. BP3. Bidan desa.KajiBn K. ketua LKMD.AS) Nllsa Tenggara Timur Lampiran Ib kali Y~itu bulan November. misal orang tua yang mernpunyai anak di kelas 2 maka dia masuk dalam 2. Pertemuan dihadiri oleh kepala desa. Januari dan Februari o~eh bidan desa. (Pokja IV). guru. Mater! pelatihan diberikan oleh pelatih dari tingleat kabupaten dan kecamatan.

+ Masing-masing kelompok masak melaporkan penggunaan uang belanja dan bendahara mencatatnya dalam 'buku kelompok' yang diisi setiap kali masak. Hal ini disampaikan pada guru atau orang tua dirumah.anak mencuci tangan dan" mencuci peralatan makan berupa gelas dari bambu dan piring dari batok Februari. jam 3. + Pengawasan terhadap proses mernasak dari tenaga gizi puskesmas bulum pernah dilakukan . terlalu lembek dll. Makanan diberikan pada jam 9 pagi mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Pembagian makanan dikelas dilakukan oleh ibu kelompok masak dan guru hanya mengawasi saja dikelas. + + Obat cacing diberikan oleh Puskesmas kepada kepala sekolah kemudian guru memberikan kepada murid dikelas. + 144 145 . Tonggar. In! merupakan kebijaksanaan kelompok masak dan anggotanya merasa tidak keberatan. Pengawasan terhadap makanan juga dilakukan oleh murid yang mendapat makanan yaitu dengan menilai rasa makanan yang dibuat oleh kelompok masak seperti kelompok 2 atau 5 makanan yang diberikan kurang manis. Setelah selesasi makan rnasing masing . Kayu bakar dan air bersih dibawa oleh kelompok masak yang tidak bertugas belanja ke pasar. sisa uang dari masing masing kelompok dibagi untuk anggota kelompok. ibu ibu yang tidak menginap terutama yang rumahnya berdekatan dengan tempat masak. serta dibeli. + + + . Pada rapat catur wulan.30 pagi datang untuk memasak. 1000 maka beli dari kel.Kajian Kajlan KmerJiJ Program Makanan Tambahan Ana-k Seko/ah {PMT-AS) Nusa Tenggara TjlrnlT Km~rja Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT.AS! Nus. jam 4 pagi mulai masak dan selesai pada jam 7 pagi dan jam 9 pagi saat istirahat makanan dibagikan. pisang dan jagung sedang bahan yang lidak ada dibeli di pasar desa tapi sebagian besar bahan dibeli pada ibu kelompok masak. dipanggil kelompok tersebut la1u diberi pengarahan atau dicari jalan keluar bersama. Bahan sebagian dibeli pada ibu ibu kelompok masak seperti ubu. pensiunan guru dll sehingga mereka mempunyai peralatan rnasak yang dapat dipakai untuk PMTAS mengingat peralatan PMT -AS tidak lengkap. masak di rumah masak yang ditentukan oleh ketua BP3 berdasarkan pertimbangan ketua adalah orang yang agak mampu seperti pensiunan Abri. Untuk masak masak setelah keperluan masak maka dipakai peralatan ketua kelompok dan ada juga peralatan dibawa oleh anggota kelompok masak selesai dibawa kembali pulang. Masak· adalah Rp. Sebelum makan .murid cuci tangan berdoa bersama. Untuk mengatasi ini maka dalam rapat evaluasi yang diadakan sekali sebulan. Timor yang dati yang seharusnya maka kelebihannya disimpan oleh bendahara. 500.+ Proses memasak dimulai pukul 10 mal am melakukan persiapan seperti mernarut kelapa dll. kelas \-6. Air minum di masak di sekolah pada pagi hari sebelum makanan dibagikan. Harga bahan yang dibeli dati ibu kelompok masak lebih murah dari harga pasaran seperti I sisir pisang di pasar Rp. + + + + Masing masing anak mendapat 2 potong kue dan minum teh manis. Buku kelompok berisi daftar . Sebagian ibu ibu menginap ditempat masak.

Tujuannya adalah untuk memberi pengarahan kepada masyarakat dan para suami agar istri ikut dalam masak.mur Lamplran Ie MATRIKS KRONOLOGIS PELAKSANAAN PMT-AS DI SD KONBAKI. uang diberikan kepada bendahara sekali sebulan. Orang tua murid yang bersedia adalah mereka yang sudah kenal dekat + + Bahan makanan sebagian di beli di desa yaitu dati masyarakat maupun kelompok masak dan sebagian dibeli di luar desa yaitu pasar Polen dan Niki Niki..Ka}ran KmerJi. 1. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan PMT -AS yang dilakukan adaIah: . Uang diberikan pada kelompok masak pada waktu selesai masak pada hari itu untuk pemberian makanan pada hari akan seorang anggota kelompok masak. bendahara (guru). Di desa ini banyak orang tua murid yang tidak bersedia ikut dalam kelompok masak karena beberapa alasan seperti sibuk diladang. Tahap I dana diambil bulan November 1997. orang Jumlah kelompok masak ada!ah 6 kelompok dan masing masing kelompok beranggotakan 5 orang. Pada tahap kedua dan ketiga. DESA KONBAKI bersama bendahara PMT -AS di Kantor Pos Niki Niki. + 3. 4. ketua PKK. 2. guru. Kunjungan ke tiap RK (ada 9 RK) yang dilakukan oleh kepala desa dan ketua PKK. Materi adalah pembentukan kelompok masak. Materi yang diberikan adalah penjelasan tentang PMT-AS dan pelatihan masak oleh ketua PKK. Pertemuan PMT -AS di tingkat kecamatan selama 2 han. orang tua murid. BP3. tahap II diambil tgl 11 Maret dan Tahap III pada tgl 28 Maret 1998. uang sernua pada ketua PKK dan ketua PKK yang memberikan pada kelornpok rnasak. Pesertanya adalah kepala desa. kepala sekolah (kepala sekolah dati semua sekolah yang ada di desa). + 146 147 . Konbaki merupakan tahun ke dua (l997/98). Uang PMT-AS sering tidak mencukupi untuk belanja bahan karena harga bahan mahal rnisal ubi 3 buah harganya Rp 5000 sehingga untuk menutupi kekurangannya sering dipakai uang ibu kelompok masak atau dengan menyumbang bahan yang ada. masyarakat. Bendahara memberikan uang kepada kelompok masak seminggu sebelum masak. Pertemuan di sekolah yang dihadiri o!eh kepala desa. Ibu kelompok masak menginap dirumah tempat memasak dengan membawa bekal untuk makan malarn. BP3. Dana dicairkan setiap 3 bulan sekali. pisang.n Kmorja Program Makan"n Tambahan Anak Sekotah (PMT-AS) Nusa Tenggara T. Pertemuan di kantor desa. Pesertanya adalah kepala desa. LKMD.PKK.i Program Makanan Tambahan Anak Seko/ah (PMT-ASJ Nusa Trmggdra T1JtHJr Kaji. tidak diizinkan suami dll. bidan desa. kepala sekolah. Kayu bakar dan air bersih dibawa oleh kelompok masak. kepala sekolah. ketua PKK. Bahan yang dibeli di desa seperti ubu kayu.

Ada juga sebagian murid yang menggunakan piring atau gelas dari kaca atau plastik. DaJam mengolah masakan tidak berpedoman pada buku menu karena banyak ibu. Makanan dibagikan oleh guru di dalam kelas rnulai kelas 1-6. + Begitu juga dengan proses memasak makanan.KaJlan Kinor}il Program Makallan rambahan Anak SekoSah rPMT AS) Nl/sa Tenggara Tmwr ".han An.ian "'merj' Program Mahan. kelapa . TenggJra T. kedua kue yang akan dibuat banyak sekali dimana ada aturan dari ketua PKK bahwa masing masing anak dapat 4 kue sehingga jumlah kue yang hurus dubuat 4 x 152. Pembacaan doa kelas 1-3 dipimpin oleh wali kelas dankelas 3-6 dilakukan sendiri.mUl dan selesai pukul 6 pagi. SeJama pelaksanaan PMT-AS belum pernah dilakukan cara bulan Januari yaitu diberikan setiap hari.k SekoJ. Untuk mencuci tangan. Sebelum makanan murid mencuci tangan dan berdoa bersama. Peralatan makan dicuci + + 148 149 .h (PMT AS) Nus. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengolah makanan ini karena pertama. masing masing kelas disediakan satu ember untuk cuci tangan bersama. tidak ada yang mengawasi baik oleh bidan desa + + Makanan diberikan untuk 152 orang murid dan masing masing anak dapat kue 4 potong kue dan tehmanis.n Tomb. sebagian bahan diolah sendiri seperu tepung berasal dari beras yang ditumbuk. + Cara pengoJahan masak tergantung pada kelornpok masak. belum pemah dilakukan baik oleh bidan desa maupun oleh tim PMT-AS. Sehingga dalam satu kelompok sering terjadi perbedaan pendapat cara pengolahan makanan dimana masing rnasing anggota punya cara tersendiri. harus diparut sendiri dengan tangan... Peralatan makan menggunakana geJas dari bambu dan piring dari batok kelapa. Pada tahap kedua makanan diberikan 3 kali seminggu dan tahap ketiga diberikan setiap hari supaya sebelum libur semua uang makan habis digunakan.ibu yang tidak bisa membaca bahkan banyak yang tidak bisa berbahasa Indonesia.

+ Jenis menu yang akan dimasak ditentukan oleh ketua kelompok yaitu para istri guru. adalah tahun pertama (1997/98). Timur Program Makatlan T. guru. ketua PKK. + 3. + PengambiJan dana dilakukan setiap bulan dengan peryaratan laporan bulan sebelumnya sudah masuk. Proses memasak dimulai pukul 6 sampai 10 pagi. A2 dll. tahap II pada bulan April dan dana III belum diambil. + Kelompok melaporkan kepada bendahara tentang jurnlah murid yang datang. BP3. guru/bendahara. kepala sekolah. Tenggar.mb. Tonggara rtmur Lampiranld MATRIKS KRONOLOGIS PELAKSANAAN PMT-AS DI SDI TUAFANU. orang tua murid untuk membentuk masak. Ketua PKK. LKMD. Bahan makanan dibeli oleh ketua kelompok di pasar sehari sebelum memasak. dibuat oleh 2. triwulan ketiga setiap hari. Jumlah kelompok masak ada 6 kelompok dan masing rnasing kelompok rnasak terdiri dari 20 orang. Cara pengolahan makanan lebih banyak di tentukan oleh ketua kelompok (istri guru) dan anggota kelompok lainnya yaitu orang tua murid hanya bersifat sebagai membantu seperti disuruh memarut kelapa. Resep makanan dicatat oleh kelompok sehari 150 ]51 . Dalam mengolah makanan maka air bersih dan kayu bakar dibawa oleh kelompok masak. kepala sekolah dan istri. Sisa dana tersebut akan digunakan pada tahun + + + + menu yang menu yang telah disusun oleh Dinas Kesehatan Tingkat Propinsi. Pertemuan di kantor des a yang dihadiri oleh kepala desa. kepala desa. ketua PKK. DESA TUAFANU bersarna dengan bendahara PMT·AS di Kantor Pos Panite 24 km dari desa.Kajlan Kinefj' Kajian Kine'la Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT~AS) Nus. Kegiatan sosialisasi PMT-AS yang dilakukan adalah: 1. potong memo tong dll sehingga keterampilan memasak tua murid tidak bertambah. Pertemuan PMT-AS di kecamatan selama 2 hari pada bulan September yang diikuti oleh kepala desa. Sehingga sampai habis tahun ajaran sekarang masih tersisa dana Triwulan II bulan 2 dan 3 dan dana Triwulan III. triwulan pertama dan kedua adalah sebanyak 3 kali seminggu.han Anal< Sokolah (PMT·AS) Nus. Materi adalah penjelasan PMT ·AS dan cara pengisian Formulir A I. menu dan bahan makanan kemudian bendahara mencatat pad a 'buku disebelah sekolah yang khusus masyarakat untuk PMT·AS. Akibatnya tidak ada persediaan bahan makanan di desa yang dapat dibeli untuk PMT-AS. Hampir semua bahan makanan dibeli dipasar luar desa karen a desa ini mengalami kegagalan panen sehingga tetjadi rawan pangan. membersihkan bahan makanan. Pada bulan Mei tidak diberikan makanan PMT·AS karena adanya kesibukan guru dalam menghadapi Ebtanas. rnasyarakat. Pertemuan di sekolah oleh kepala sekolah. Pengajuan dana tahap pertama pada bulan November.

..c: I . ! dilakukan. • -= • ~ 'a . -+- Pengawasan oleh bidan desa dilakukan sekali. • I -.c: . II . Sebelum makan murid cuci tangan dan berdoa bersama.. .Kajian Kmerja Program Makanan Tambahan Anak Seko(ah (PMT-AS) Nusa Tenggar. Timor Kajian Kmeqa Program Ma. makanan di kelas dilakukan oleh Peralatan makan yang digunakan adalah gelas dari bambu dan piring dari batok kelapa.kanan Tdmbahan Anak SekoJiJh (PMT-AS) Nusa Tenggara flOwI kelas 1 sampai kelas 6_ -+-+-+- Pembagian guru. ~ • ..! • • • • 152 153 ...

.. ------------_. ~~. pertarna makan pada bulan Desember. parutubi'. fungsi dan tugas dari masing-masing seklor terkait dalam pelabanaan PMT-AS.. belum memberikan makanan tambahan pada muridnya.gan • Waktu dimulai pemberian makanan tambahan sangat terlambat. KUlllognyapemahaman baik anggota tim pengelola maupun forum koordinasi dapat diketahui dari: • Sosialisasi PMT-AS untuk tim pelaksana. .---.~--------~--_. . • • • • Keterlambatan waktu pemberian makanan pertama telah berpengaruh pada jadwal akhir pemberian makanan. ._ _ . Beberapa sekolah. orang tua murid dan masyarakat umumnya masih sangat terbatas. --_. Masalah Alter. • • pcrnyataan sebagiBn angota (l«maSuk pejabat dari beberapa sektor) yang menl!atakan bahwa PMTAS adal. parut kelapa. -.nlalt Keterangan Belum tersosialisasinya PMT-AS di desa-desa dapat diketahui. terutama pcran. tokoh masyarakal._ . Pelaksanaan Jadwal pemberian makanan hll dl. Pelalihan kepada kelompok masak di dcsalkelurailan belum dilakukan. PMT·AS adalah proyek dan kegiatan PMD. Unluk itu sebagian sekolah menghabiskannya dengan menambah frekuensi makari per minggu dan sebagian lainnya akan memberikan sisajadwal makan pada murid pada awal tahun ajaran bam. • Perlu peningkatan soiIiaUsasiPMT-AS. misalnya dari pemyalaan schagian warga yang mengatakan bahwa PMT-AS adalah kegiatan 'goreng pisang. padallal pengetahuan dan ketrampilan memasak kelompok masak masih sangat tematas. • • Koordinasi antara pihak penyelenggara dan penyalur dana. Sebagian sekolah belum mem:apai jumlah yang ditentukan pada akhir tahun ajaran.---~- Tahap penyelenggaraan PMT-AS B.alall Kelera.. antara lain dengan estimasi datajumlah murid yang 'cukup akurat' dan tepat waktu. Mengatasi permasalahan keterlambatan penyaluran dana karena tidak sesuainya danajumlah murid yang mendapat PMT-AS dengan jumlah murid riel.-. Pelalillan uotuk kelompok masak di desa sangal diperlukan.. Perlu adanya pelatihan penyegaran untuk anggota tim progelo!a dan anggota forum koordinasi lingkat kabupaten dan propinsi. lokoh masyarakat dan orang tua OIUrid.. -.•. Sebagian sekolah melaksanakan pemberian makanan setiap hari.h pekeljaannya PMD . Tahap peny"lrnggUlan PMT-AS Sosialisasi dan pelatihan PMT-AS 1511 an Mas_lah d Alternatlf Pemft_ban M. • • • Pemahaman lentang pclaksanaan PMT-AS pIIdascbagian besar tim pengelola tingkal keaamatan dan IOrumkoordinasi lingnt kabupatcn masih sanga! terbatas. sehingga sering kali merepotkan kelompok masak.. Untuk ilu perlu dipcrtimbangkan pengadaan dana unluk pelatihan masak di tingkat desa. _ ~ - . . • Perlu peningkatan frekuensi sosialisasi PMT-AS untuk lim pelaksana. . Efisiensi prosedur dalam pencairan dana. sampai triwulan II. akibablya ada kesan.. Perlu pengaturan jumlah kelompok: danjumlah tenaga per kelompok agar tidak terlalu memberatkan ibuibu yang memasak. misalnya.atlf PemHahan Ma.

sehingga masih memerlukan waktu yang 'cukup' lama.1t Keteranglll Kantor Pos perlu menambah jumlah layanan penyaluran dana PMT-AS. M. Dana pembinaan kepala sekolah.4" Tabap penyelenggaraan PMT-AS Penyaluran dana Isu d.. Terbatasnya jumlah kantor pos penyalur dana PMT-AS -. sehingga dapat mengatasi kendala dalam pengambilan dana dan pelaksanaan PMT-AS. • Altern.h PMT-AS • Akibatnya. Isu dan Masal. perlu dipertimbangkan dana untuk biaya peiaporan dan biaya transportasi.gl. • · • • Perlunya peningkatan koordinasi antara pihak penyelenggara dan pihak penyalur dana... bahkan ada sebagian kecil kepala sekolah bahkan belum pernah mengambil dananya.hl. Revisi data untuk mengatasi keterlambatan penyaluran dana belum sepenuhnya efektifkarena tidak menginformasikan perubahan data pada pihak penyaJur dana.lir 'emu.• . t!f Pemeuhan Maglalt Keterallgall • Adanya kendala yang menyebabkan keterlambatan waktu pemberian makanan. antara lain dengan mengkomunikasikan hambatan dan mencari cara penyelesaian secara bersama-sama atau terkoordinir Perlu adanya juklak yang sarna sebagai pegangan masing-masing pihak sehingga masing-masing mengacu pada pedoman dan ketentuan yang sama juga Perlu adanya penyederhanaan proses pencairan dana dalam • • • • Perlu memberikan pemahaman kepada kepala sekolah akan arti pentingnya PMT-AS dan untuk mengatur pengelolaan dan pelaksanaan PMT-AS. hingga awal Februari 1998 sebagian kepala sekolah belum mengambil dana untuk tahap kedua. yang diberikan secara bertahap. hal ini terutama diper!ukan bagi sekolah-sekolah yang letaknya 'terisolasi' • • • . biaya pelaporan dan biaya untuk menjamu tamu-tamu yang berkunjung ke sekolah. Koordinasi antara pihak penyeleng-gara dan pihak penyalur dana (Kantor pos) belum berjalan baik Masing-masing pihak mempunyai juklak sendirisendiri sehingga dalam pelaksanaannya berpedoman pada juklak yang berbeda.1I Masalab Alter . sering kali tidak meneukupi karena disamping untuk pembinaan. dana tersebut digunakan juga untuk biaya transportasi dari dan ke kantor pos. Disamping dana pembinaan. Proses pengambilan dana belum eflsien (harus datang dua kali ke kantor pos setiap tahap pengambilan dana.

--.AS O. hanya sebagian kecil yang rnenerapkan sanksi tidak mendapatkan dana tahap berikutnya jika sekolah belum menyerahkan laporan. rermasuk kewajiban dalam pelaporan. Penyediaan jamban dan air bersih umumnya masih sangat terbatas. 'tidak mahal' tetapi memenuhi syarat kesehatan. Belum adanya pedoman dalam pengembangan kebun sekolah dari Dinaslkanwil Pertanian. . ~" Tahap I'enyelenggaraan PMT-AS Perencanaan kebun sekolah bu dan Masalah Allernatlr Pemeu". penyiapan dan pembualan laporan dapat dilakukan oleh anggota lim lainnya. sepertl kabupaten dan propinsi. misalnya sekter-sektor mana yang terlibat dalam pemantauan dan jadwal pemantauan. bendahara PMT-AS atau guru lainnya yang dilatih agar dapat melakukan tugas tersebut._--- Tah.. utamanya menyesuaikan dengan kegiatan yang terlambat. Umumnya belum ada tempat khusus untuk air bersih • • Materi pemantauan • Pelaksanaan pemantaaan belum dilaksanakan secara terpadu disemua tingkatan penyelenggaraan PMT-AS.. Sebagian sekolah belum membuat laporan..-. terutama pada saat ada kunjungan 'pcjabat' dati tingklll alas. • Kegiatan pcmantauan di tingkat 80/MI dilakukan sewaktu-waktu.:.--~.---. Sebagian keeil kepala sekolah belum memahami bahwa laporan wajib dibuat dan diserahkan ke eamat setiap bulan.. mungkin dikarenakan ketidak jelasan sumber dana dalarn . E. • • 0 Waktu pelaporan perlu di pertimbangkan dan dirubah untuk kepala sekolah dati sekali sebulan menjadi setiap tiga bulan. Perlu adanya ketemuan yang diatur oleh forum koordinasi. • Perlu ditetapkan materi apa yang akan dipantau dan pelaporan hasil pemantauan serta sumber dana yang digunakan. Pada tingkat SO/MI.. • Departemen Pertanian perlu secepatnya memberikan pedoman dalarn pengembangan kebun sekolah dan mensosialisasikannya pada jajaran di bawahnya (PPL). misalnya saar terjadinya kontradiksi antara pihak penyelenggara dan pihak penyalur dana.. Pelaporan Waktu pelaporan • • • • . lermasuk langkah apa yang akan dilakukan dan siapa yang melakukan dan bertanggungjawab. rnenanda-tangani laporan.~--~. umumnya dikarenakan oleh kesibukan kepala sekolah.. n PMT. Waktu pelaporan tidak sesuai dengan ketentuan.." penyelenggar .-.. Perlu &danya modelleontoh perencanaan penyediaan jarnban dan air bersih yang sederhana. Pemantauan Koordinasi pemantauan • Belum adanya perencanaan dan pengelolaan kebun sekolah untuk tujuan PMT-AS.-. • Perlu adanya pedoman untuk melakukan pengawasan dan pengendalian pada waktu dibutuhkan. Perlu adanya pembagian tugas dalam tim pelaksana ringkar SOIMI. KepaJa sekolah mengkoordinirdan selaku ketua tim. sehingga pada tahun 1997/98 sebagian menggunakan format pemantauan dari Prof. Belum ada materi yang baku untuk pemantauan.-----. . I[-- -. Perlu adanya pelatihan penyegaran untuk memberikan pemahaman PMTAS. Pengawasan dan Pengendallan Kegiatan pengawasan dan pengendalian Isli dan Masalah Allernalir Pemenhan MUllah Kderallgan • Belum ada pengawasan dan pengendalian untuk segera mengalasi permasalahan yang ada.. atau pusat.--------.Sukinnan.. -. pemantauan. seperti sekertaris PMT-AS..-I---. Mlulall Kdennc·· • • Pereneanaan dan pembuatan jamban sekolah dan tempat air bersih C. _ ___.

sehingga tingkat kabupaten dapat membuat rekapitulasi laporan walaupun laporan dari kecamatan belum datang. Altenlltlr '_Hlhn Masalah Ketrn. Terhambatnya pelaporan di tingkat SO/MI berpengaruh pada pelaporan di tingkal kabupalenlkotamadya dan propinsi. pada prestasi kepala sekolah. • . Perlunya pcmberdayaan anggota tim pengelola di tingkat kecamatan.--~ Tahap penyttenggar . (3) agar kepala desalkelurahan memantau pclaksanaan PMT -AS di semua sekolah di desalkelurahan . Partisipasi dan keterlibatan dalam peJaksanaan PMT-AS. dikarenakan terhambatnya laporan SO/MI dan terbatasnya sumber daya manusia (SOM) untuk mengelola laporan di tingkat keeamatan. . Tahap penytlenggaraan PMT·AS !III lIaaMaulah Alt_atll 'fiIIHabaa M.. Kepala desalkelul'llhan disarankan untuk membuat laporan PMT-AS dengan alasan: (I) agar kepala sekolah lebih berpartisipasi dan bertanggungjawab dalam penyelenggaraan PMT-AS di desalkelurahannya. Karena itu pembagian dan dislribusi lugas dalam tim sangat diperlakan.-~. melainkan tugas tim pengelola.gal • Laporan yang dibuat umumnya hanya laporan keuangan yang dipergunakan untuk mendapatlcan dana untuk tahap berikutnya. .1I Ketetllll" • Tidak ada kewajiban bagi kepala desalkelurahan untuk membuat Iaporan pelaksanaan PMT-AS tingkat desalkelurahan. Untuk melakukan ini disarankan untuk menyiapkan staff yang khusus menangani pelaporan.n MasRla. bukan hanya tugas seksi PMO saja. Mekanisme pelaporan yang cepat d~n lerstruktur perlu dilakukan. Pelaporan di lingkat kecamatan juga mengalami kemacelan. (2) kepala desalkelurahan dapat mengernukakan potensi dan kendala desalkelurahan yang relevan dengan PMT -AS.ul. __ -_-----. • • • • Peningkatan pemahaman dan peningkatan molivasi sangat diperlukan untuk kelancaran pelaporan. mlsalnya l&poran dari SDIMI sam rangkap dikirim ke kabupatenlkotamadya (sebagai tembusan). tennasuk laporan. a PMT-AS Jenis laperan flU cI. • • Laporan kegialan sebagian besar belum dikirimkan ke tingkat kecamatan. 5ehingga untuk mendapalkan laporan dilakukan c:ara 'menjemput bola'.. Jib memungkinkan sanksi dapat dikaitkan dengan tugas dan kewajiban kepala sekolah seeara utub yang secara akademik dapat berpengarull.

Evaluasl Sistim evaluasi PMTAS • Belum ada sistim untuk mengevaluasi pelaksanaan PMTAS mulai dari tingkat SD/MI sampai dengan tingkat propinsi.. tlf PanHaua Malalah Keter ..... Perlu dikembangkan sistim evaluasi pelaksanaan PMT-AS mulai dari tingkat SD/MI sampai dengan tingkat propinsi. --~--- - -- --- '1 Tahap pellyelenggarlllll PMT-AS II.. d.~. • Perlu adanya fonnat standar yang sederhana untuk laporan keuangan dan kegiatan sehingga memudahkan penanggung jawab setiap tiogbt penyelenggaraan PMT-AS. E. . • I __ I ..a Mania' Alte ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful