Laporan Praktikum Manajement Kesehatan Ternak ³Vaksin dan Vaksinasi´ Disusun oleh: Kelas A Kelompok 8 Ridwan Fikri Aa Saepudin

Ferdian Wibisono Devra Rizki Januar Aditya Alqamal Alianta Indra Yudha Ruben Varian 200110070105 200110090008 200110090021 200110090024 200110090029 200110090033 200110090050

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN SUMEDANG 2011

I PE 1.1. L t B l B il t t it gi i i. P g i t l . M i j gi g B t l t i gg t g lit M i t g l i g i i gi j g t l l . g ji it t l g l t t l t it l 11/2 t l t ti t tif. g t l i , g t t t i gg t g ± i t ti ti g g g g i f i t l i t i t g t, g il ? i S t t . S i t i l ti i c i g it t t g l t l . Ol j g i l t it t t l t l l g g c g ti ± l c i i gg g t i l , c i l i l g t , i g g i i t l t g ± t t g t t t l g . g g i it ti g it g ti t i, g l g l i l t i H

1.2.

M
y

T j M U t U t . it g t t i ti i i t . i i l

gt l

y

T j Ag Ag i l ti i i t g ti t . t t li t t . i i

3.30 y LAB.U i it P j j . 10 t 2011 IB : 15.1.30 ± 17. P O UKSI TE NAK UNGGAS lt P t . t T t t y y H i P T l t t gg l :K i .

ti i l t t i. V t i t i ti l t t t . P g g i l t i f t . t l c l i. U c g t it li t l i ( i t .t l t t t i t j g . l g ig i gg i t l l tig g t ti i i l t i f t it i i ilil i t l i g l i l g c c ). V t t i . il g i i . g it V i l i c c g t vaccinia. tif t g tig t V ti l g i gi t "li ". i . g . t i i t l ti il i i g g i t t g g ti c g l t i . i l t j g ( i ). i i it g i g it g i it. i il i U g l tif l t g t i c g g c c i i t t i l g c g i il i . t l- t tif . V g l t i gg ti .II I P S P t i it i ti t it g ( ti i) g li g t ( it l it) t i g gi t l c g i i l tig t t ti g it t l i f g g t i i i li it i i gi i t i gt i f . S l g i t i. T j i gg j ili t l gi t t i t l g i t l it g it g ti g g it.V l g i t i .). g t l ( i t t g t i t t i . l ic g l l t it.

Pada tahun 2003. M 2. a) vaksinasi semprot (spray) pasca penetasan dengan vaksin aerosol pada OC. M g t V i g il gt l t g i gi S t c i l elanj tnya i enghasil an t . K ti t l t i f c c . g . (h) BC ratio dan lainnya. tif i . Program aksinasi didasarkan atas pertimbangan antara lain (a) prevalensi penyakit. tanpa pengaruh erbahaya aksinasi NA asih dalam percobaan. g gi g t" l i .el ini soi agen enginfeksi. i g c . Metode pemberian vaksin dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut: a) vaksinasi in ovo yaitu pemberian vaksin ke dalam telur pada hari ke 18 masa inkubasi. ig ti ig ift i t t ". it l " . . M i i l l g t i l g f ti t i l i j l i .t i i ti i g t NA i t g . (d) biaya pembuatan dan pemberian vaksin. i l g i i i g i g i g i g. i i g g l t t . (g) ketersediaan vaksin. t i li l i /hewan. (f) program pergantian flock. namun lainnya. (c) melalui suntikan subkutan. g ig i l vaksinasi DNA. (b) resiko akan timbulnya penyakit. i t l g li ti l i i i : i l gt l l. t t gi l g i g t i i i " t l i i t i g l t i l c gi f t l li i . (c) status kekebalan dari bibit. (e) intensitas dan konsekwensi dari reaksi vaksin. Sel . b) melalui sayap. menunjukkan hasil yang menjanjikan.Menumbuhkan kekebalan Si t g i l 1.

etel Merupakan penyakit terpenting pada unggas. konversi pakan yang meningkat dan lain -lainnya. Penyakit merupakan salah faktor penting dalam sistem produksi yang harus diperhatikan. tahan 1 minggu pada suhu 37 0C. dan e) intramuskuler. penularan sangat cepat. Ada beberapa penyakit pada unggas yang sangat penting karena menyebabkan kerugian bagi para peternak akibat turunnya produktivitas ternak. Snot . Gumboro. Ukuran virus N adalah 150 ± 250 milimikron dengan bentuk yang bermacam-macam. dan dapat berbulan -bulan pada suhu suhu rendah. d) air minum. ngorok. Penyakit -penyakit yang penting diantaranya adalah N . Tanda -tanda penyakit angka sakit dan kematian yang tinggi. Virus peka . ND (New C le Di eases). feses hijau putih. tahan pada pH 2 ± 10. Gambaran pasca mati ditandai dengan adanya bintik perdaran pada proventikulus dan nekrosa usus. Pullorum. efisiensi yang menurun. Sanitasi dan vaksinasi yang baik dan teratur sesuai dengan umur ternak. ada geja la syarafi berupa in koordinasi dan tortikolis. Penyebaran N wilayah Indonesia dan bersifat endemik. Pencegahan dan pengendalian.28 0C. kematian dan karena meningkatnya jumlah penggunaan obat. Sifat alami virus adalah akan cepat mati pada suhu di atas 50 0C. N adalah di hampir seluruh selalu menjadi ancaman utama para peternak di Indonesia. dan Mareks. melalui bahan atau alat yang tercemar termasuk orang dan hewan lainnya sebagai carrier. Penyebab adalah virus yang tergolong dalam Paramyxovirus. Cacingan.c) tetes mata dan hidung. Produktivitas secara langsung akan menurun dengan meningkatnya angka morbiditas dan mortalitas. 2 bulan pada suhu 22 . Koksidiosis. P enyakit ini dapat menular dengan kontak langsung. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi prevalensi atau angka kejadian penyakit adalah melalui program pengendalian secara baik. teratur dan tepat. Pengaruh tidak langsung akibat adanya penyakit antara lain biaya p roduksi yang meningkat. (lihat cara vaksinasi N ). Epidemiologi.

perbedaan umur ayam yang akan . Virus N   mampu mengaglutinasi eritrosit (haemoaglutinasi). (c) strain mesogenik dan (d) strain lentogenik. Menurut virulensinya. Menurut literature vaksinasi dilakukan dengan injeksi subcutan di bawah leher. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan penderita. Strainstrain lentogenik (La Sota. Biasa nya vaksin ini sudah dilakukan oleh breeder. NaOH dan Sodium Hipokhlorit. (b) strain velogenik tipe amerika. Perbedaan metode vaksin ini dikarenakan divaksin. phenol (1:20) dan KMnO 1:5000. ekskresi. sekresi. Penularan Masa tunas penyakit N berkisar antara 2 ± 15 hari atau rata -rata 6 hari. formalin 1 ± 2%. yaitu (a) toksin dn hemolisin. Strain velogenik tipe asia serig menimbulkan wabah di Indonesia. strain mesogenik agak kurang virulen walaupun menyebabkan penurunan produksi sedang strain Lentogenik bersifat avirulen. Vaksin ND + IB Vaksin ini digunakan untuk mencegah penyakit Newcastle isease dan Infectious Bronchitis. Strain velogenik merupakan virus yang virulensinya tinggi. B1. Berbagai jenis ± jenis vaksin yaitu : Vaksin arek Vaksin ini digunakan untuk mencegah penyakit Marek dan diberikan secara subcutan atau intramuskular pada OC. virus N strain velogeik tipe asia. Ayam tertular virus tetelo akan mulai mengeluarkan virus melalui alat pernafasan 1 ± 2 hari setelah infeksi. menghsilkan dibagi macam.terhadap sinar ultra violet dan sinar matahari langsung. Cara pemberian vaksin ini ada 2 cara yaitu dengan tetes mata dan suntik injeksi intramuskular pada bagian dada. terutama dari organ pernafasan atau pencernaan. ) sering digunakan untuk pembuatan vaksin.

Cara pemberian vaksin ini dilakukan dengan injeksi intramuskuler pada dada atau paha.5 -1 ml pada ayam umur 4 -6 minggu Booster 0. metode injeksi subcutan dan injeksi intramuskuler pada dada. - Vaksin ND Pemberian vaksin ini bertujuan mencegah timbulnya penyakit Newcastle isease pada unggas. Vaksin Coryza Vaksin coryza ini digunakan untuk mencegah timbulnya wabah Snot atau Coryza. sehingga kadangkala banyak peternak yang melewati vaksin ini karena dalam beberapa pa kan ayam jadipun sudah mengandung koksidiostat. - Vaksin C cci Vaksin Cocci ini sangat mahal harganya. - Vaksin um ro Vaksin gumoro juga diberikan pada air minum. Vaksin ini juga dilakukan denga n 3 cara yaitu dengan pemberian tetes mata. petunjuk pemakaian vaksin ini adalah sbb: Double injeksi 0.5-1 ml pada ayam umur 14 -16 minggu . Menurut SHS. Pemberian vaksin ini sangat mudah yaitu dengan mencampurkannya dalam air minum. Cara pemberian vaksin ini terdapat 2 kategori ada yang menggunakannya melalui air minum dan ada juga yang menyemprotkannya ke pakan.5 -1 ml pada ayam umur 10 minggu Initial dose 0.- Vaksin IB Vaksin IB digunakan untuk menimbulkan kekebalan ayam terhadap Infectious Bronchitis.

Lima sampai tujuh hari setelah vakinasi akan terjadi kekebalan ditandai dengan terbentuknya sarang pox. Kocok vaksin sampai emulsinya menjadi rata (homogen) sebelum dipakai. 5. 2. - Vaksin I Vaksinasi ILT bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh ayam terhadap terjadinya infeksi pada saluran laringotracheal.Injeksi dilakukan pada otot paha untuk mendapatkan kekebalan Vaksin owl Pox/Cacar Vaksinasi cacar ini sangat berbeda dengan vaksin -vaksin lainnya. Vaksin ini dikemas dalam satu vial berbentuk cairan emulsi. Bentangkan sayap ayam sedemikian rupa sehingga ³wingweb´nya terlihat jelas. Cara pemberian vaksin ini adalah tetes mata. Satu dosis vaksin setara dengan 0. Sarang pox akan mengecil dan menghilang setelah 21 hari. 3. Petunjuk pemakaian dan dosisnya menurut Vaksindo adalah sebagai berikut: 1. Celupkan jarum yang tersedia ke dalam vaksin Tusuk wingweb dengan jarum tersebut hin gga tembus. Pemberian vaksin ini dilakukan dengan metode tusuk sayap. tetes hidung dan pemberian pada air minum.01 ml Vaksinasi dilakukan pada ayam umur 4 -7 minggu dan dapat diulang pada umur 8 -12 minggu. 4. 6. 7. .

Vaksin ini dilakukan dengan dua cara yaitu dengan injeksi subcutan dan injeksi intramuskuler pada otot dada. Perbedaan ini didasari oleh umur ayam yang akan dilakukan vaksinasi. Penyakit membuat kerugian yang sangat luar biasa karena seluruh ayam yang terkena harus dimusnahkan. Vaksin I Vaksinasi ini mulai merebak setahun belakangan ini akibat adanya kasus flu burung yang melanda Thailand. Vaksinasi ini dilakukan dengan melakukan injeksi intramuskuler pada dada. Menurut Vaksindo sebagai produsen. kocok botol vakisn sampai homogen . Namun.- Vaksin EDS Vaksin ini selain merupakan booster untuk N digunakan untuk mencegah terjadinya Egg dan IB. China dan Malaysia. vaksin ini juga rop Syndrom pada ayam layer. flu burung ini dapat ditanggulangi dengan melakukan vaksinasi sejak dini yaitu melakukan vaksinasi pada anak-anak ayam atau pada ayam dewasa agar terbentuk kekebalan tubuh terhadap serangan flu burung yang dicurigai disebarka n melalui burung-burung liar yang melakukan migrasi. spesifikasi dan petunjuk pemakaian vaksin ini adalah sbb: VAKSI LU AI adalah vaksin inaktif yang dibuat dari virus Avian Influenza (AI) isolat lapangan (autovaksin) subtipe H5N1. i beberapa ini juga wilayah Indonesia juga terjangkit wabah flu burung. Kegunaan Vaksin ini digunakan untuk menimbulkan kekebalan t erhadap virus AI subtipe H5N1 pada ayam atau unggas lainnya. Cara pemakaian an o i ¢¢ ¡ ¡ Sebelum dipakai.

2 ml 0.5 ml . Dosis: Ayam umur 4-21 hari Ayam umur di atas 21 hari Program Vaksinasi Ayam edaging (broiler) mur Ayam -7 hari enis Vaksin Vaksiflu AI Cara Vaksinasi i bawah kulit pada pangkal leher 0.Suntik vaksin di bawah kulit pada pangkal leher atau dlam urat daging dada ayam atau unggas lainnya dengan menggunak an alat suntik steril.minggu Vaksiflu AI i bawah kulit pada pangkal leher 0.2 ml Ayam Petelur (layer) atau Breeder Umur Ayam -7 hari enis Vaksin Vaksiflu AI Cara Vaksinasi i bawah kulit pada pangkal leher 0.2 ml 3.bulan Vaksiflu AI Suntik otot di dada 0.5 m 0.5 ml Setiap 3.

1. Alat o o Gun Suntikan biasa 3. Mahasiswa mendengarkan dan mencatat penjelasan -penjelasan dari dosen/asisten sebelum pelaksanaan praktikum dilakukan. Aksin merupakan bahan yang berbahaya bagi praktikan. sehingga harus memperhatikan petunjuk dan menggunakan baju praktikum. jangan dibuang sembarangan. DAN P OSEDUR ERJA 3. Bahan -bahan yang telah digunakan harus didesinfektan.III ALAT. .3 Prosedur Kerja o Persiapan Bahan dan alat dipersiapkan dengan baik.2. o Setiap kelompok mendiskusikan tugas dari asisten berupa : a) persiapan alat dan bahan vaksin. o o o aplikasi vaksin dan evaluasi vaksin Teknik Vaksi n Pengenalan beberapa vaksin untuk ternak dengan cara penggunaannnya ( Bahan aksin yang disediakan adalah vaksin N ). Bahan o o o o o o Ayam dewasa OC Botol vaksin A uades Alkohol 70% Tetes mata 3. BAHAN. b) menghitung dosis vaksin.

aquades dituangkan ke dalam botol vaksin sebanyak 2/3 dari botol vaksin tersebut lalu ditutup dan dikocok sampai rata.perhatikan jenis dan atau tipe strain vaksin. Setelah . a. botol lalu ditutup dan dikocok samp ai rata ( dengan cara goyangkan dengan arah seperti angka delapan). Larutan vaksin tersebut dituangkan ke dalam botol yang masih berisi sisa aquades lalu ditutup dan dikocok sampai rata. otot tempat penusukan adalah pektorales major dan minor( dada ). Perhatikan jenis/tipe strain vaksin. Untuk aksin jenis kill ( IM dada atau paha ) caranya s ebagai berikut: sebelum dipakai aksin dikocok terlebih dahulu. vaksin harus benar-benar mengenai mukosa mata atau hidung. Vaksinasi melalui intramuskuler Cara : perhatikan cara memegang ternak. b. Pelarut dituangkan ke dalam botol vaksin sehingga terisi 2/3 dari botol tersebut.Untuk vaksin jenis live caranya sebagai berikut. Larutan vaksin tersebut dituangkan ke dalam botol yang masih berisi sisa aquades lalu ditutup dan dikocok sampai rata. Vaksinasi melalui tetes mata dan tetes idung Cara : dilakukan pada ternak ayam di tempat penetesan atau pada masa brooding ( masa penghangatan ) di kandang. perlakuan terhadap vaksin dan penanganan ternak sebelum dan setelah vaksinasi. Selanjutnya teteskanpada mucosa mata atau hidung. jenis dan tipe vaksin. umur ternak dengan cara atau metode dalam melakukan vaksinasi. Botol vaksin dibilas 1 -2 kali. dosis serta pengencer an. Vaksin dilarutkan sesuai dengan konsentrasi dan dosis yang disyaratkan.jika memungkinkan 1 dosis setara dengan 1 ml pelarut sehingga memudahkan dalam teknik penyuntikan.Metode Vaksin ND Pada Ayam Beberapa hal yang perlu diperhatikan: ternak harus sehat. Perhatikan arah dan posisi jarum suntik ( sejajar dengan arah serabut otot dengan kemiringan sekitar 5-60° ).

Tempat memasukkan vaksin secara sub kutan adalah pada daerah leher.homogen vaksin tersebut disuntikan ke ayam dengan dosisi yang dianjurkan oleh pabrik pembuat vaksin. Hindarkan menusuk otot. dosis serta pengenceran. sa raf dan tulang daerah leher. Ayam dipegang dan kulit didaerah pertengahan belakang leher diangkat. . arum penyuntik ditusukan dari arah kepala kearah tubuh. Vaksinasi secara sub kutan Cara : perhatikan cara memegang ternak. Perhatikan jenis dan atau tipe strain aksin. c.

hitung kebutuhan vaksin yang diperlukan? (b) ika peternak tersebut melakukan sistem produksi multiple brooding .1000 ml Hasil : Pertanyaan umlah vaksin yang dibutuhkan pada awaban 60 vial .IV Hasil Pengamatan dan Pembahasan Seorang peternak ayam Broiler dengan kapasitas produksi 15 kandang (flock). hitung kebutuhan vaksin yang diperlukan? (c) ika ada peternak B bermaksud melakukan vaksinasi N menggunakan sistem spray (all in all out ). penyakit N alam upaya pengendalian tipe B1 peternak tersebut bermaksud menggunakan vaksin N Hitchner dan atau tipe Lasota berisi 1000 dosis (500 ml). berapa jumlah vaksin N yang diperlukan? Asumsi : umlah yang diperlukan untuk vaksinasi spray/1000 ekor Umur Ayam 0 ± 1 minggu > 1 minggu Jumlah yang diperlukan 250 ± 500 ml 500 . (a) ika peternak tersebut melakukan sistem produksi all in all out . Masing-masing flock berisi 5000 ekor. Pertanyaan: Buatlah perencanaan [kebutuhan selama 1 tahun] tentang jumlah vaksin yang dibutuhkan jika peternak tersebut akan melakukan vaksinasi N 2 kali yaitu pada hari ke 3 melalui air minum dan minggu 3 melalui intra muskuler.

sistem kandang aal in all out umlah vaksin yang dibutuhkan pada sistem kandang multiple brooding umlah vaksin N yang dibutuhkan untuk vaksin spray pada sistem kandang aal in all out 1008 vial 1) Umur 0 ± 1 minggu 18750 vial 2) Umur > 1 minggu 37500 vial Pembahasan a) iketahui : lock = 15 flock Populasi/flock = 5000 ekor Sistem produksi all in all out itanyakan : umlah vaksin yang dibutuhkan ? awab : Populasi = 5000 ekor x 15 flock = 75000 ekor H3 = kebuuhan air minum = 300/1000 x 75000 = 22500 ml Kebutuhan vaksin M3 = 22500/500 = 5 vial = 75000/1000 = 75 vial Untuk 1 periode = 5 vial + 75 vial = 120 vial 1 periode produksi = minggu 6 minggu Kosong = 2 minggu 1 tahun = 52/6 = 8.66 periode § 8 periode .

= 120 vial x 8 = 60 vial adi umlah vaksin yang dibutuhkan pada sistem kandang aal in all out adalah 60 vial. b) itanyakan : umlah vaksin yang dibutuhkan pada sistem kandang multiple brooding ? awab : 1 2 3 2m 5 6 2m 7 8 2 m 10 11 12 2 m 13 14 15 15000 15000 15000 15000 15000 52/6 = 8p 24 vial x 8 = 224 vial 50/6 = 8p 24 vial x 8 = 224 vial 48/6 = 8 24 vial x 8 = 224 vial 46/6 = 7 24 vial x 7 = 168 vial 44/6 = 7 24 vial x 7 = 168 vial KAM = 300/1000 x 15000 = 4500 ml KV M3 adi = 4500/500 = vial 24 vial = 15000/1000 = 15 vial umlah vaksin yang dibutuhkan pada sistem kandang multiple brooding adalah : 224 vial + 224 vial + 224 vial + 1 68 vial + 168 vial = 1008 vial c) itanyakan : umlah vaksin N yang dibutuhkan untuk vaksin spray pada sistem kandang aal in all out ? awab : OC = 15 x 5000/1000 x 250 ml = 18750 ml .

ewasa adi vaksin N = 15 x 5000/1000 x 500 ml = 37500 ml OC sistem kandang yang dibutuhkan untuk vaksin spray pada all in all out adalah 18750 ml. . sedangkan untuk dewasa diperlukan 37500 ml.

Oleh karna itu penyuluhan tentang vaksin harus lebih di perhatikan. program vaksin juga meninimalisir suatu penyakit di suatu tempat. jadwal pemberian vaksinasi yang sesuai dengan ko ndisi dapat membuat ternak sehat terhindar dari penyakit sehingga peternak menghasilkan untun g yang besar. engan dosis yang benar dan manajemen kesehatan yang baik. Selain mendapatkan untung yang besar bagi peternak. .V ESI PULAN Vaksinasi merupakan strategi untuk menjag a kesehatan ternak dengan cara pemberian vaksin kedalam tubuh ternak untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tersebut.

sehingga aman dikonsumsi oleh konsumen. analisa berupa data ± data yang akurat. Hal ini harus diikuti dengan pengendalian terhadap sistematika manajemen kesehatan ternak tersebut. dan pengendalian terhadap penyakit. . sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimum. tentu saja diperlukan yang namanya manajemen perkandangan. pengukuran dari kualitas hewan ternak itu sendiri. Apabila sudah seperti itu maka tingkat pembelian dari konsumen akan semakin tinggi. peningkatan kualitas produksi. Manajemen tersebut meliputi : definisi tentang ternak tersebut. engan melakukan manajamen k andang secara sehat akan menjadi identitas bagi thewan ternak dan tentu akan menentukan kualitas hasil produksi ternak yang sehat. maka proses distribusi dan pengemasan produk ± produk yang dihasilkan dan pasti terjamin maka sudah bisa dipasarkan ke konsumen. pengendalian terhadap penyakit harus dilakukan.LAMPI AN i dalam kehidupan berternak. Ternak yang memiliki kehidupan yang sehat tentu akan membuat ternak tersebut merasa nyaman. Setelah manajemen tersebut dilakukan dan menghasilkan produk yang sehat. Manajemen tersebut harus diterapkan seefektif mungkin. Selain itu. ataupun ancaman dari internal maupun eksternal.

wikipedia.00 IB . .org/wik i/Vaksinasi pukul 16.DAFTAR PUSTAKA http://id. diakses pada tanggal 16/03/2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful