PERTOLONGAN PERTAMA

I. PENGERTIAN PERTOLONGAN PERTAMA. Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegahan cacat atau mati. II. TUJUAN PERTOLONGAN PERTAMA. 1. Menyelematkan Jiwa Penderita 2. Mencegah Cacad 3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan III. PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA. Pelaku pertolongan pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian ( TKP ) yang memiliki kemampuan penanganan kasus gawat darurat dan terlatih untuk memberikan pertolongan pertama. IV. KEWAJIBAN PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA. 1. Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya 2. Menjangkau penderita dalam khasus kecelakaan atau musibah kemungkinan pelaku harus memindahkan penderita lain untuk dapat menjangkau penderita yang lebih parah 3. Dapat mengenali dan mengatasi masalah masalah yang mengancam nyawa 4. Meminta bantuan/rujukan 5. Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat 6. Membantu pelaku lainnya 7. Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita 8. Berkomunikasi dengan petugas lainnya yang terlibat 9. Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi V. KUALIFIKASI PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA 1. Jujur dan bertanggung jawab 2. Berlaku profesional 3. Kematangan emosi VI. ALAT PELINDUNG DIRI (APD).

1. Sarung Tangan Lateks 2. Kacamata Pelindung 3. Baju Pelindung 4. Masker Penolong 5. Masker Resusitasi 6. H e l m VII. PERALATAN PERTOLONGAN PERTAMA. 1. Penutup Luka, misalnya Kasa Steril 2. Pembalut Luka, misalnya Pembalut Segitiga/Mitella 3. Cairan Pembersih Luka, misalnya Boorwater, Rivanol dan Lodinepovidone 4. Peralatan Stabilisasi Korban, misalnya : a. Bidai Leher b. Bidai Alat Gerak (Bidai Kayu) 5. Mitella 6. Plester 7. Gunting 8. Pingset 9. Kapas 10. Senter 11. Selimut 12. Kartu Penderita 13. Alat Tulis 14. Oksigen (Bila Perlu) 15. Tensimeter dan Stetoskop (Bila Perlu) 16. Alat Angkut, misalnya tandu VIII. LANGKAH - LANGKAH PENILAIAN DINI. I. Kesan Umum : Tentukan terlebih dahulu penderita adalah kasus trauma atau kasus medis. A. Kasus Trauma adalah kasus yang biasanya disebabkan oleh suatu yang mempunyai tanda - tanda yang jelas terlihat atau teraba, misalnya : 1. Kasus Perdarahan 2. Kasus Patah Tulang 3. Kasus Penurunan Kesadaran

.C. Kasus Medis adalah kasus yang diderita seseorang tanpa adariwayat, kasus ini penolong harus lebih berupaya mencari gangguannya, misalnya : 1. Sesak Napas 2. Nyeri Dada dll

II. Periksa Respon : Respon yang diberikan penderita merupakan gambaran sederhana dan cepat mengenai berat ringannya gangguan yang terjadi dalam otak. Untuk menentukan tingkat respon seorang penderita berdasarkan rangsangan yang diberikan penolong, dikenal ada 4 tingkat yaitu AWAS, SUARA, NYERI, TIDAK respon (ASNT). A = AWAS Penderita sadar dan mengenali keberadaan dan lingkungan S = SUARA Penderita hanya menjawab/beraksi bila dipanggil atau mendengar suara. N = NYERI Pnderita hanya beraksi terhadap rangsangan nyeri yang diberikan oleh penolong, misalnya dicubit T = TIDAK Respon Penderita tidak bereaksi terhadap rangsangan apapun yang diberikan oleh penolong KERACUNAN GEJALA DAN TANDA KERACUNAN MELALUI PERNAFASAN. • Nafas sasak atau pendek • Batuk-batuk disertai sakit kepala • Kulit berwarna kebiruan • Nafas berbau TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA.

Perdarahan Didalam Perdarahan dilihat dari sudut macam pembulu darah yang putus 1. Perdarahan Keluar 2. korban berpenyakit jantung. korban kejang. korban tidak sadar atau pada gangguan kesadara 3. Perdarahan pembuluh Nadi ( Arterie ) 2. Jangan dirangsang muntah pada kasus : menelan minyak. diare • Nafas mulut berbau • Mungkin ada luka di mulut bila ada racun korosif TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA 1. Beri minum susu atau air sebanyak – banyaknya kepada korban atauberi anti racun (norits . Warna darah merah muda (karena mengandung Zat Asam) . Darah keluar memancar menurut gerakan denyut jantung 2. Perdarahan Pembuluh Rambut ( Capiler ) Tanda Perdarahan • Perdarahan Pembuluh Nadi (Arterie) 1. jaga agar sirkulasi udara lancar GEJALA KERACUNAN MELALUI MULUT ATAU ALAT PENCERNAAN. Perdarahan pembuluh Balik ( Vena ) 3. putih telut 2.• Pindahan korban ke udara segar • Beri nafas buatan atau pijat jantung bila perlu • Jika korban bernafas. • Mual disertai muntah – muntah • Nyeri pada perut. Segera bawa ke RS PERDARAHAN Macam – macam perdarahan dilihat dari sudut keluarnya darah : 1. atau ada bakat kejang.

Tidakan untuk mengatasi perdarahan (Ingat 5 T) . Mencegah Infeksi 3. Darah keluar tidak memancar hanya mengalir 2. Mencegah kerusakan lebih lanjut dari pada jaringan B. Menberikan betadin 2. Tindakan Pertolongan 1.• Perdarahan Pembuluh Balik (Vena) 1. Warna darah merah tua (karena mengandung zat asam arang • Perdarahan Pembuluh Rambut (Capiler) 1. Pencegaran infeksi dapat dilakukan dengan 1. Luka di tutup dengan pembalut steril C. seperti : Luka Memar ( karena pukulan )♣ Luka Gores♣ Luka Tusuk♣ Luka Potong♣ Luka Bacok♣ Luka Robek♣ Luka Tembak♣ Luka Bakar♣ Luka Iris♣ Luka Lecet♣ A. Tepung sulfa steril 3. Darah keluar sedikit-sedikit seperti titik embun 2. Ini tidak berbahaya karena pembuluh darahnya sangat kecil PENGERTIAN DARI “ LUKA “ Luka adalah putus atau robek jaringan kulit yang tembus kedalam dikarenakan benda tajam. Menghentikan Perdarahan 2.

cincin. Bengkak dan nyeri didaerah gigitanS TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA 1. Nadi lemah dan cepat 3. Mual disertai dengan muntah 2. Lepaskan pakaian. Bawa segera ke RS PEMBALUTAN . jam tangan dan sesuatu yang melekat atau bahan yang terkena 2. disapu dulu dengan kuas/sikat lembut. Jaga korban agar tetap tenang dan istirahat 2. Sisa zat kimia yang masih tersisa pada kulit siram dengan air sekurang kurangnya selama 20 menit 3. Immobilisasi daerah gigitan dengan pembalutan 5.T – 1 = Tekan bagian yang berdarah selama 5-15 menit T – 2 = Tinggikan anggota badan yang luka T – 3 = Tidurkan korban dengan kepala lebih rendah T . Zat kimia berbentuk bubuk. Gatal dan bengkak meliputi kulit yang terkena 2.4 = Tekan pembuluh madi (antara tempat perdarahan dengan jantung T – 5 = Tenangkan Korban GEJALA DAN TANDA KERACUNAN ZAT KIMIA MELALUI KULIT ATAU KONTAK DENGAN KULIT 1. baru disiram dengan air sebanyak banyaknya GEJALA DAN TANDA KERACUNAN MELALUI SUNTIKAN ATAU GIGITAN BINATANG 1. Badan terasa lemah 5. rasa terbakar 3. Cuci luka gigitan dengan air sabun 3. Sulit untuk bernafas 4. kulit kadang kemerahan PERTOLONGAN PERTAMA YANG DAPAT DILAKUKAN 1. Posisi luka lebih rendah dari jantung 4.

Menutup Luka 2. Mengikat Bidai 2. INDIKASI PEMBALUT 1. KEGUNAAN PEMBALUT 1. Menghentikan perdarahan. Mengurangi/mencegah pembengkakan 4. Pembalut Pita/Gulung/Perband 4.menahan dan untuk imobilisasi (agar anggota tubuh tidak bergerak) 3. debu. TENGGELAM 14. Mengurangi rasa nyeri/sakit 3. menarik. Melakukan penekanan 3. Pembalut Cepat 5. untuk menekan. Balutan jangan kendor. TERKILIR 11.1. Dalam membalut ada hubungan dengan pemasangan bidai/spalek pada pertolongan pertama (PP) 2. atau kotoran. Mencegah cacat dan infeksi 4. karena dapat menghalangi perdarahan 4. KESELAK/TERSEDAK 12. KECELAKAAN LISTRIK 8. SENGATAN PANAS 10. Awasi muka korban 2. Untuk menutup luka supaya tidak kena cahaya. karena dapat tergeser 3. KERACUNAN 13. Balutan jangan terlalu erat. APA YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA SAAT MEMBALUT 1. MACAM-MACAM PEMBALUT 1. KEMASUKAN BENDA ASING 7. Pembalut Plester 3. melindungi bakteri/kuman pada luka dan mengurangi rasa nyeri pada luka dll KEJADIAN KHUSUS 6. Mengurangi resiko kerusakan jaringan yang telah ada sehingga mencegah maut 2. Pembalut Segi Tiga (Mitela) 2. TUJUAN DARI PEMBALUTAN 1. K E J A N G 9. Membatasi pergerakan 5. KEDINGINAN . Pada saat membalut posisi korban berbaring atau duduk 3.

infeksi jamur. namun ia telah mampu menularkan HIV pada orang lain. PENGANGKUTAN MENGGUNAKAN ALAT/TANDU 7. Cara HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh Sasaran penyerangan HIV adalah Sistem Kekebalan Tubuh. dileher dan paha). sedikit pembengkakan pada kelanjar getah bening (diketiak. tetapi secara dini seseorang dapat diketahuio mengidap HIV/AIDS dengan uji HIV di labratorium untuk mengetahui adanya zat anti (anti body) dalam darahnya. b. artinya dalam tubuh orang tersebut telah terbentuk zat anti . kanker kulit. Bahkan kuman-kuman lain yang jinak tiba-tiba menjaddi ganas. Akhirnya sistem kekebalan tak mampu melindungi tubuh. terutama adalah sel-sel limfosit T4. kehilangan selera makan. bakteri. baru pemeriksaan darah tersebut akan menunjukan tanda HIV positif atau disebut SEROPOSITI. PENGANGKUTAN OLEH EMPAT ORANG 6. daya tahan tubuh menurun. PENGANGKUTAN OLEH TIGA ORANG 5. Penderita bisa meninggal karna TBC. maka kuman penyakit infeksi lain (kadang disebut Infeksi Oportunistik-Infeksi mumpung) akan masuk dan menyerang tubuh orang tersebut. mikroba. belum menunjukan gejala apa-apa. 3. jamur.PENGANGKUTAN 1. Sebagian orang mungkin merasa lelah. virus akan dengan bebas menyerang sel-sel Limfosit T4 lainnya yang masih sehat. hanya dengan melihat fisiknya. Pada masa ini. dll. maupun mikroorganisme patogen lainnya. Bila sel-sel Limfosit T4 – nya mati. Umumnya. Akibatnya. sehingga tubuh rentan terhadap penyakit lain yang mematikan. limfosit menjadi wahana pengembangbiakan virus. PENGANGKUTAN ORANG SAKIT/LUKA 2. PENGANGKUTAN OLEH DUA ORANG 4. Seseorang yang tertular HIV melampaui tahapan (atau stadium) sebagai berikut : a. Stadium Inkubasi : Virus menginfeksi tubuh dan bersembunyi dalam sel darah putih. tidak mudah menyatakan seseorang mengidap HIV. Cara mengetahui seseorang mengidap HIV Sejak tertular sampai dengan mendapat Infeksi oportunisik. 2. Stadium Awal : Sesudah 2-6 bulan. Kumannya bisa virus lain. PENGANGKUTAN OLEH SATU ORANG 3. diare. AIDS disebabkan oleh virus (jasad sub Renik) yang disebut dengan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Selama terinfeksi. HIV dalam darah belum dapat ditentukan. PEMBUATAN TANDU DARURAT HIV/AIDS 1. Pengertian AIDS (Acquid Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala penurunan kekebalan tubuh.

dimana HIV dipindahkan melalui cairan sperma atau cairan vagina. yang seringkali dipraktekkan para pengguna narkoba suntikan. kemungkinan akan tetap sehat. Stadium AIDS (Full Blown) : Pada masa ini virus akan menghancurkan sebagian besar atau seluruh sistem kekebalan tubuh. maka ada kemungkinan orang lain tersebut tertular AIDS. penyakit tersebut menyebabkan kematiannya. 4. kanker kulit. HIV dapat ditularkan Bila seseorang telah seropositif terhadap HIV. HIV tidak ditularkan .(anti body) terhadap virus HIV. penyakit saluran cerna dan berbagai kanker lainnya. Namun secara perlahan-lahan. Apabila sedikit. tranfusi darah. dan umumnya bila keadaan umum penderita kian memburuk. memiliki kemungkinan lebih besar untuk tertular HIV. Penularan lewat kehamilan Jika ibu hamil yang dalam tubuhnya terinfeksi HIV. berkeringat. a. HIV akan menghancurkan sistem kekebalannya. Penularan lewat transfusi darah Jika darah yang ditransfusikan telah terinfeksi oleh HIV. Cara penularan yang paling umum ialah : senggama. b.40 %. sehingga orang itupun akan terinfeksi virus HIV. diare dan beberapa infeksi ringan. dll secara teoritis mungkin bisa terjadi. Risiko penularan ibu hamil ke janin yang dikandungnya berkisar 20 % . d. Itulah sebabnya pelaku senggama yang tidak wajar (lewat dubur terutama). Penularan lewat jarum suntik Model penularan lain secara teoritis dapat terjadi antara lain melalui : penggunaan akupuntur/tusuk jarum.Τ Τ Penggunaan alat suntik atau Injeksi yang tidak steril. maka virus HIV akan ditularkan kepada orang yang menerima darah. jarum suntik dan kehamilan. juga suntikan oleh petugas kesehatan secara ilegal. d. Adanya luka pada pihak penerima akan memperbesar kemungkinan penularan. c. air mani serta produk darah lainnya. darah atau cairan tubuh lain dari pengidap HIV berpindah secara langsung ke tubuh orang lain yang sehat. kotoran. berkurangnya berat badan. penyakit syaraf. Penyakit-penyakit ini sulit disembuhkan. Pada masa ini orang yang seropositif terhadap HIV secara fisik mungkin kelihatan sehat dan normal atau sakit ringan yang umum. atau menderita tanda atau gejala pesakitan biasa antara lain : pembengkakan kelenjar getah bening. rata-rata 5 tahun. tato. c. Seseorang yang seropositif HIV. yang cenderung lebih mudah menimbulkan luka. cairan vagina. Dalam jumlah besar HIV terdapat dalam darah. antara lain : radang paru-paru. seperti ludah. namun risikonya sangat kecil. keringat. Penularan lewat produk darah lain. Stadium Tenang (Window Period) : Masa ini umumnya berjalan 3-15 tahun. TBC. Penularan lewat senggama Pemindahan yang paling umum dan paling sering terjadi ialah melalui senggama. tindik. sehingga mulai nampak adanya infeksi oportunistik. Risiko ini mungkin lebih besar kalau ibu telah menderita kesakitan AIDS (full blown). Risiko penularan melalui transfusi darah ini hampir 100%. maka virus HIV dapat ditularkan ke janin yang dikandungnya melalui darah dengan melewati plasenta.

e. Berenang bersama dengan penderita AIDS. Bagi para pelacur. Dalam keadaan khusus satu suami dengan 2-4 istri. Tidur bersama dengan penderita AIDS. Karena kalau seorang remaja tertular HIV. batuk atau bersin dari penderita AIDS. c. Di sinipun. patut ditumbuhkan motivasi memakaikan kondom pada pasangan kencan mereka. c. namun yang penting kesetiaan dari semua pihak. Yang penting dalam pemakaian kondom ialah melindungi keseluruhan penis dan dipakai sepanjang proses senggama untuk menghindari sentuhan antara penis dan vagina. onani merupakan jalan keluar sementara yang risikonya paling kecil. Asal jangan menjadi kebiasaan. [C]Condom alias Kondom bagi mereka yang berada dalam keadaan-keadaan khusus. d. antara lain ialah para suami atau remaja ‘bermoral rendah’ yang tidak kuat puasa atau setia (atau onani). dan melindungi istri atau pacar mereka dari penularan penyakit. [B] : Be Faithful alias Setia Pasangan Hidup bagi mereka yang sudah menikah. Naik bis yang penuh sesak dengan para penderita AIDS. onani dapat dijadikan jalan keluar. Cara remaja melindungi diri dari penularan HIV Kita semua. Bertukar pakaian atau barang lain milik pengidap HIV. Makan dan minum bersama dengan pengidap AIDS. bila suami istri berpisah dalam waktu lama. j. Secara mudah. jauhkan diri dari zina. Memberikan P3K dengan prosedur yang benar. h. Jadi dalam keadaan yang benar-banar tidak kuasa menahan diri dan tidak mampu berpuasa. Merawat pengidap AIDS sesuai prosedur. Dalam keadaan darurat. pemakaian kondom amat dianjurkan untuk mencegah penularan AIDS lebih lanjut kepada pasangannya. Misalnya : a. misalnya pasangan suami-istri di mana salah satu menderita PHS. i. Berak atau kencing di WC Umum. [A] : Abstinence alias P u a s a bagi remaja lajang belum menikah. Percikan ludah. merangsang diri sendiri sehingga puas (orgasmus) sebenarnya kurang baik. m. Berciuman tanpa kontak cairan mulut atau darah dari luka. perlindungan dari AIDS dilakukan dengan cara ‘ABC’. Berjabat tangan dengan para penderita AIDS. b. Bermain-main dengan para pengidap HIV. khususnya remaja harus melindungi diri dari AIDS. Sebagian besar satu suami dengan satu istri. ialah : a.Dengan demikian jelas pula bahwa semua hal yang tidak berkait dengan model penularan langsung seperti di atas. Jangan terlalu sering. dan masih terdorong melakukan zina. kemungkinan sangat besar tidak akan menularkan HIV. Jangan dekat-dekat senggama. Onani atau masturbasi. b. f. k. Hanya bersenggama dengan pasangan setianya. Namun risikonya paling kecil. juga AIDS. g. . n. Digigit nyamuk atau serangga. baik istri maupun suami. maka keseluruhan cita-cita dan masa depan remaja tersebut hancur lebur. Pemakaian kondom akan melindungi mereka dari penularan PHS dan AIDS (diluar dosa masing-masing). l. Anak yang digendong oleh Pengidap AIDS.

g. Akibatnya. Gunakan prosedur P3K yang baku dan aman. Malaria dan Sifilis dsb). Jangan merasa tertekan secara berlebihan. misalnya : senggama tanpa kondom. c. maka pertama-tama kita coba untuk membayangkan diri kita sendiri sebagai pengidap HIV/AIDS. dapat mendorong mereka menularkan penyakitnya secara tak bertanggungjawab. yakinkan bahwa darah yang ditransfusi adalah darah yang telah diperiksa oleh Unit Kesehatan Transfusi Darah PMI (UKTD PMI0 sebagai darah bebas HIV (juga bekas Hepatitis. dan berilah dukungan dan kasih sayang. b. 7. Terimalah anggota yang menderita AIDS secara wajar. Berilah pemahaman terhadap masalah yang akan mereka hadapi dan cara mengatasinya. apalagi sikap memusuhi. d. Hindari transfusi. Dengan mengetahui mana . harus selalu memakai kondom. jangan disingkiri. Bila ada sesuatu tanda atau gejala yang meragukan. Hindari suntik menyuntik. Katakan bahwa mereka masih bisa berbuat apa saja seperti sebelumnya. Dalam semua hal.Tambahan perlindungan yang sangat penting ialah : a. c. yakinkan jarum dan tabung suntiknya baru dan belum dipakai untuk orang lain. Tapi juga jangan dilebihlebihkan. Untuk membantu penderita AIDS : a. c. Jalinlah komunikasi untuk berbagi rasa secara terbuka dan jujur. akan membuat penderita tertekan. tak perlu menyesali diri berlebihan. Satu-satunya perkecualian ialah dalam bersenggama dengan pasangannya. suntik dengan alat yang sama. d. e. Cara merawat penderita HIV/AIDS Untuk bisa merawat para penderita HIV/AIDS. Lebih mendekatkan diri pada Tuhan dengan memperbanyak doa dan ibadah. Untuk membantu keluarganya : a. Sikap kita terhadap pengidap HIV/penderita AIDS Semua harus bersikap biasa (tanpa membedakan) seperti sikap kita terhadap orang sehat atau penderita penyakit lain. Sebagian besar obat berdampak sama atau labih efektif diminum daripada disuntikan. e. Satu-satunya beda ialah bahwa mereka harus memakai kondom kalau melakukan senggama. jangan ditakuti. Jangan dibedakan. transfusi darah. Sikap membedakan. Berhati-hati dalam menolong orang luka dan berdarah. Bila terpaksa disuntik. b. berbuatlah seperti biasa. Bangkitkan kepercayaan mereka. Besarkan jiwanya. secepatnya diperiksa ke dokter. Ajak untuk meningkatkan ibadah dan melakukan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Bila terpaksa ditransfusi. kecuali kegiatan yang memindahkan darah (atau cairan tubuh lain) dari orang tersebut kepada orang lain. b. Sebaliknya penderita HIV/AIDS membutuhkan dukungan agar mereka memiliki kepercayaan diri dan mampu berbuat banyak bagi masyarakat. Semua hal dapat dilaksanakan dengan orang tersebut. d. e. Tak perlu merasa kehilangan hak mndapat pelayanan dan perawatan dari orang lain. dengan selalu berhati-hati. f. Harus pasrah kehadirat Allah dan tabah menghadapinya. dll. karena semua orang pasti diberi cobaan.

sehingga secara tidak langsung menyebabkan remaja menjadi lebih berani. kita siap memperlakukan para penderita tersebut. otak. dan pembentuk kanker. serta berbagai bahan kimia yang dapat menimbulkan racun pada hati. Sikat gigi dan alat cukur jangan digunakan bergantian e. Mengurangi nafsu makan. d. Rokok bukan hanya meracuni para perokok sendiri. Mengurangi stres. atau perasaan yang kurang enak. Rokok menimbulkan ketergantungan dan perasaan ‘kehilangan sesuatu’ kalau rokok tidak tersedia. Manfaatnya antara lain ialah : a. Cucilah tangan setiap bertugas dalam peawatan c. kita harus tetap memperhatikan prosedur P3K maupun perawatan penderita yang memenuhi keselamatan penolongnya. berfikir. nikotin yang mendorong pengkapuran jantung dan pembuluh darah. antara lain yang telah dikenal dengan baik ialah karbon monoksida (CO) yang bisa mematikan.merokok ada manfaat dan mudzaratnya. sehingga bisa mencegah kegemukan Mudzaratnya antara lain ialah : a. sendiri-sendiri atau bersama-sama bisa mendorong remaja mulai merokok dan terus merokok : . Sekarang rokok bukan lagi tanda ‘jagoan’ tapi cenderung pada tanda ‘kampungan’. perlu hatihati untuk memutuskan risiko penularan. terutama bila semua kawan merokok. Penggunaan prosedur P3K yang aman ialah sebagai berikut : a. Rokok menurunkan kebugaran tubuh. d. Faktor yang mendorong remaja mulai dan terus merokok Hal-hal di bawah ini. b. Rokok mengandung sekitar 700 jenis racun yang berbahaya bagi kesehatan. Namun. Yang perlu diperhatikan. Gunakan sarung tangan dan celemek untuk tugas perawatan b. tar yang dapat menyumbat dan mengurangi fungsi saluran nafas dan menyebabkan kanker. Mempererat pergaulan antar kawan. bila anda punya luka ROKOK 1. atau ‘macho’. e. Menimbulkan perasaan nikmat. Penderita AIDS dalam stadium berat perlu dirawat oleh Tenaga Kesehatan yang berpengalaman. c. merokok mengandung lebih banyak mudzaratnya daripada manfaatnya. c. Meningkatkan keberanian dan perasaan ‘jantan’. misalnya sewaktu mengemudi. Rokok dapat menyulut kebakaran. h. b. Rokok memboroskan. Sedang perawatan dirumah bagi penderita yang tidak berat. g. namun juga orang-orang yang disekitarnya (sebagai perokok pasif) dengan bahaya yang sama. 2. Hindai kontak langsung. secara wajar-wajar saja. Rokok menurunkan konsentrasi.aktivitas yang berisiko menularkan HIV/AIDS dan mana yang tidak. ‘jagoan’. e. Pakaian kotor dan berdarah harus dicuci dengan air panas d. f. yang berakibat pada penurunan prestasi belajar dan bekerja. tekanan. dll. Manfaat dan mudzarat rokok Sebagaimana halnya berbagai aktivitas.

kedewasaan. Pengertian alkohol dan minuman keras (miras) ALKOHOL merupakan cairan yang bening. f. ALKOHOL 1. badan terasa hangat. e. antara lain ialah : . Dorongan dari lingkungan sosial yang ‘mendesak’ remaja untuk merokok atau kalau tidak dianggap tidak solider dengan lingkungan sosialnya. apalagi hanya rokok. c. i. dan kehidupan modern. d. Hasrat berkelompok dengan kawan senasib dan sebaya. h. b. g. alihkan perhatian pada hal lain. 2. f. Namun alkohol memiliki banyak mudzarat yang lebih besar daripada mafaatnya. Yang terpenting dari semuanya ialah pengendalian diri dan kepercayaan diri bahwa remaja yang berhasil ialah remaja yang mandiri. Manfaat dan mudzarat alkohol bagi manusia Alkohol memberi beberapa manfaat antara lain ialah : a. Setelah minum alkohol. c. e. tidur dan istirahat. Menjaga makanan sehari-hari. b. Cukup olah raga. Alkohol dapat menurunkan kesadaran. Berniat serius berhenti merokok dan berserah diri pada Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari alkohol berperan penting sebagai campuran makanan dan minuman. sehingga dapat mengurangi stres. sehingga cepat memenuhi kebutuhan kalori. Jangan menahan lapar lama-lama. bahan bakar. tak berwarna. Tanamkan rasa benci pada rokok (hindari rokok). Rasa ingin tahu sampai menjadi ketergantungan. 3.a. Menjauhkan makanan yang banyak sekali bumbunya dan menjauhi alkohol. bahwa kita dapat berhenti merokok. Kurangi kumpul-kumpul tanpa tujuan dengan perokok. dalam hal ini permen karet atau permen lain dapat dipakai sebagai pengganti rokok sementara. tidak bergantung pada hal-hal yang diluar dirinya. termasuk juga dikalangan remaja. disinfektan (pencuci hama). c. Untuk meningkatkan kejagoannya. Jika ada keinginan merokok. Minuman keras (MIRAS) ialah minuman yang secara sengaja diberi alkohol. Adanya stres atau konflik batin atau masalah yang sulit diselesaikan. d. d. dan bahan dasar sebagai obat dan kosmetika. Minum miras sering dianggap sebagai tanda dari kejantanan. Cara menghentikan kebiasaan merokok Beberapa hal dapat kita lakukan untuk menghentikan kebiasaan merokok secara bertahap : a. Alkohol mudah dimetabolisme oleh tubuh. Yakin dan optimis. Diperoleh dari hasil fermentasi karbohidrat. terutama untuk daerah-daerah berhawa dingin. b. Ketidaktahuan akan bahaya merokok. mudah menguap dan mudah terbakar.

Menimbulkan ketergantungan fisik. d. Dapat merusak hati. Apabila digunakan dengan alasan tepat dengan dosis tepat. antara lain : gangguan metabolisme yang bisa berdampak pada kelainan jantung sampai gagal jantung. dalam jangka panjang mengakibatkan kegagalan fungsi hati dan kanker.Τ Meningkatan kerentanan infeksi karena kerusakan saluran nafas. atau kurang makan. Racun tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui kulit (obat luar). yang dalam jangka panjang menyebabkan ketergantungan psikis (jiwa). obat akan bermanaat. Segera setelah diminum. f. yaitu menimbulkan rasa gembira dan rasa optimis kepada pemakainya secara berlebihan. apalagi hanya alkohol. ialah : a. Hasrat berkelompok dengan kawan senasib dan sebaya. Cara remaja agar tidak terjerumus dalam ketergantungan alkohol/miras Bila terlanjur kenal dengan miras. 3. berakhir dengan peningkatan toleransi.Τ Dapat menyebabkan kerusakan susunan syaraf. alkohol menurunkan kesadaran. e. yakni untuk mendapatkan rasa nyaman. PENYALAHGUNAAN OBAT 1. sehingga menimbulkan penurunan kemampuan untuk berbuat baik. yakni memerlukan dosis alkohol yang semakin lama semakin tinggi. vagina dan semua lubang tubuh yang ada. mulut (per oral). Rasa ingin tahu sampai ketergantungan. dan berkembang menjadi remaja berprestsi. 4. merusak sumsum tulang. anemia dan kekurangan sel darah putih. hati. b.Τ c. Faktor-faktor yang mendorong remaja terjerumus dalam ketergantungan alkohol/miras Pengenalan pada alkohol atau miras hampir sama kejadiannya dengan pengenalan pada rokok. Pengertian obat Obat ialah racun yang dibuat dari bahan kimia. Dorongan dari lingkungan sosial yang ‘mendesak’ remaja untuk mencoba minum miras atau kalau tidak dianggap tidak solider dengan lingkungan sosialnya. c. belajar dan bekerja. Namun bila disalahgunakan artinya digunakan tanpa alasan yang tepat. b. tidak bergantung pada hal-hal lain diluar dirinya. serta disuntikan ke dalam otot atau pembuluh darah.Τ Τ hambatan pembentukan trombosit. Bila berkendaraan mudah menimbulkan kecelakaan lalu lintas karena menurunnya konsentrasi akibat minum alkohol. dubur (per anal).a. kelaki-lakian dan modernisasi. Menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. dalam cara yang tidak . Untuk meningkatkan kejagoannya. Adanya stres atau konflik batin atau masalah yang sulit diselesaikan. usaha penghentiannya yang terpenting ialah pengendalian diri dan kepercayaan diri bahwa remaja yang berhasil menghentikan miras ialah remaja yang mandiri. sehingga dapat menyebabkan pendarahan. Keinginan dianggap perkasa/jantan dan disegani.

Coba-coba ini dipengaruhi beberapa hal antara lain : a. Mandrax (Mx). yang akhirnya menjadi ketergantungan. Jenis-jenis obat yang ada dilingkungan masyarakat Ada 4 golongan obat berdasarkan bahaya dan cara mendapatkannya : a. misalnya : mudah frustasi. Alasan remaja menyalahgunakan obat Remaja menyalahgunakan obat dengan dua cara. c. ingin dianggap hebat. maka obat akan meracuni tubuh. Kesehatan : pengaruhnya tergantung pada bahan kimia yang terkandung dalam obat . Mudahnya obat didapat disekitar tmpat tinggal emaja. Tahap penyalahgunaan. 4. heroin. dll. Tahap pemakaian Indental (kadang-kadang). tidak senang diatur. yang dapat dibeli dan diminum secara bebas. Dalam kenyataannya. Tahap ketergantungan. Pil BK. d. kokain. mudah bosan. Adanya trend (kecenderungan) penggunaan obat tertentu sebagai citra remaja modern (contoh : penggunaan ekstasi akhir-akhir ini). Adanya sikap individu yang berpotensi coba-coba. malas. sementara pengawasan obat kurang efektif. Kecanduan : tubuhnya sudah terganggu. Stimulansia (perangsang). dan Halusinogen (pembentuk mimpi palsu yang indah). sehingga selalu memerlukan obat tersebut. c. Hampir semua obat memiliki efek toleransi. sulit bergaul. Remaja ngepil kebanyakan mulai dengan coba-coba. Ketergantungan (kejiwaan. 3. Tahapan penyalahgunaan obat dikalangan remaja Biasanya. 5. di beberapa kota besar. b. Atau sebaliknya sikap solider terhadap kawan yang berlebihan tanpa pikir panjang. b. termasuk ke dalam golongan Obat Berbahaya ini. dll. remaja ngepil melalui tahap-tahap berikut : a. Obat Bebas. mulai dari ketergantungan sampai pada perusakan alat-alat tubuh dan dapat menimbulkan kematian. remaja yang bersangkutan sudah tidak mampu lagi berprestasi sama sekali. antara lain : candu. dll. umumnya remaja menjadi kurang peduli terhadap lingkungan. b. Bahaya ngepil Pengaruh obat secara umum ialah : a. agresif. hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. tanpa kerusakan tubuh) : di mana tanpa minum obat tertentu. Obat Berbahaya.tepat. Narkotika. eksperimental. Tahap pemakaian coba-coba. gangguan kepribadian dan mental. ganja. Berbahaya dan Narkotika kadang dapat dibeli secara bebas. d. b. yaitu Ngepil (bila lewat mulut) dan nyuntik (bila lewat suntikan). 2. c. bahkan kadang-kadang ditawarkan secara langsung oleh penjualnya kepada remaja secara gelap/sembunyi-sembunyi. Obat Bebas Terbatas. Obat-obat Bebas Terbatas. Ekstasi. c. rasa percaya yang berlebihan. morfin dan turunannya. dan dosis yang tidak tepat. d. makin lama dosis yang berefek makin besar. seperti Obat Anti Depresansia (penekanan kesedihan).

Bahaya nyuntik NYUNTIK memiliki bahaya sama dengan ngepil dalam tingkatan yang lebih parah. Lesu dan gelisah. d. e. f. HEPATITIS – B 1. karena : a. Banyak minum air. Untuk remaja yang sudah tergantung atau mencandu. 8. Yang terpenting ialah mengembangkan sikap percaya diri dan pengendalian diri yang kuat. 7. Penyuntikan hampir selalu narkotika yang memiliki bahaya paling besar. Meninggalkan lingkungan ngepil/nyuntik. b. hati. yang disebabkan oleh sejenis virus. bicara cedal/bertele-tele. Gerakan bergetar. c. Cara kita menduga seorang remaja berada di bawah pengaruh obat berbahaya Remaja yang sedang ngepil. Kurang konsentrasi.tersebut : pada penggunaan obat bebas dan bebas terbatas (catatan : sebenarnya sebagian besar remaja ‘ditipu’ untuk ngepil obat jenis ini) terjadi toleransi (obat tidak manju bila dosisnya tidaktinggi). Sedang pada beberapa obat berbahaya dan narkotika bisa menimbulkan tidak normalnya koordinasi motorik. yang memiliki karakter mirip dengan HIV penyebab AIDS. syaraf dan organ-organ tubuh lainnya. Cara membantu remaja mencegah diri dari ngepil/nyuntik Kalau masih coba-coba atau Indental. Meningkatkan ibadah. merusak jantung. b. Memiliki rasa malu. seyogianya berkonsultasi dengan petugas kesehatan. bantulah agar : a. Penyuntikan umumnya lebih disukai bila penggunaan alat suntik dan jarum yang sama untuk beberapa remaja. e. karena sisa darah yang ada di alat suntik meningkatkan efek alat yang disuntikkan. sekarang sering terjadi kematian mendadak akibat gagal jantung atau keracunan otak akibat dosis obat yang terlalu tinggi. Banyak keluar keringat. secara umum terlihat : a. Pengertian Hepatitis – B. Kelihatan ketakutan. Aktif dalam berbagai kegiatan. c. . Penyuntikan memiliki akibat yang lebih langsung ke dalam tubuh manusia. Tanda-tanda tersebut sangat nyata pada penggunaan ekstasi. dengan akibat nyuntik berisiko penularan berbagai penyakit lewat darah. ginjal. d. karena ngepil/nyuntik itu perilaku memalukan. c. antara lain : Hepatitis – B dan AIDS. Hepatitis – B merupakan penyakit peradangan hati yang berbahaya yang dapat berkembang menjadi penyakit kronis serta menjadi salah satu penyebab timbulnya kanker hati dan sirosis (matinya sel-sel hati). b. 6.

Yang patut diwaspadai ialah kegemaran suntik di kalangan masyarakat Indonesia. pencegahan yang sama juga harus dilakukan sebagaimana halnya dengan pencegahan AIDS. seperti : edema. yang bila meluas menyebabkan gangguan penurunan fungsi hati. ternyata akhir-akhir ini penderita TBC menjadi kian banyak. tubuh akan menghasikan zat anti terhadap Hepatitis – B yang disebut anti HBs. dll. demam sangat tinggi dan kemudian warma kulit menjadi kakuning-uningan. Cara pencegahan dan pengobatan Hepatitis – B dapat dicegah dengan vaksinasi. Dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya. penyakit ini menunjukan gejala ringan serupa flu : tubuh lemas. atau bila “sembuh”. kurang gizi atau tinggal dengan penderita TBC. Pola ABC. ialah berupa penularan langsung melalui darah atau produk-produk darah. 2. Tidak semua orang perlu divaksinasi. ‘Abstinance’ bagi yang belum menikah ‘ Be Faithful’. agar dapat berfungsi normal. TBC paling banyak menyerang paru-paru (saluran pernafasan). Senggama. Makanan sehat membantu usaha tersebut. cepat lelah. yang lebih penting ialah memelihara sel-sel hati yang masih baik. Pengertian TBC merupakan penyakit menahun dan menular yang disebabkan oleh bekteri Mycobacterium tuberculosis yang ditularkan lewat dahak yang menyebar ke udara. yang bisa berakhir dengan kanker. Bila sudah lanjut. b. akibat menurunnya daya tahan tubuh orang yang diserang AIDS tersebut. pendarahan lambung. seperti : muntah-muntah. Seseorang yang telah terlanjur terkena Virus Hepatitis – B atau yang secara alamiah telah memiliki anti HBs tidak perlu mendapat vaksinasi. TBC menjadi kian pening karena semula semua orang mengira penyakit ini sudah mulai menghilang. Pada keadaan berat terdapat gejala-gejala menurunnya fungsi hati.Awalnya. Proses penularan Penularan Virus Hepatitis – B terjadi persis sama dengan penularan HIV. mencakup : a. yang hanya bisa didapat dengan resep dokter. . dan ‘Condom’ dalam keadaan darurat juga diterapkan dalam pencegahan Hepatitis – B. TUBERCULOSIS (TBC) 1. paling sering pada usia 15 – 35 tahun. khususnya yang bertubuh lemah. sampai pada gejala berat. Selain Hepatitis – B. yaitu Hepatitis – c dan Hepatitis – D yang memiliki keganasan lebih tinggi darpada Hepatitis – B. Tranfusi darah dan penggunaan alat kedokteran yang kurang bersih. 3. Para penderita AIDS di beberapa negara Asia ternyata banyak meninggal karena TBC. TBC dapat menyebabkan peradangan pada selaput otak dan gangguan kulit. Ada beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk melumpuhkan virus Hepatitis – B pada stadium awal penyakit. Pada anak. Namun. Dengan cara ini. c. sel-sel hati mati dan menjadi siosis. TBC dapat menyerang setiap orang. Selain itu. Namun TBC kemudian juga bisa menyerang alat tubuh yang lain. demam. berkembang pula jenis baru.

e. KELUARGA 1. d. jantung dan berbagai organ tubuh penting lain. saling bersikap jujur dan saling terbuka diantara anggota-anggota keluarga. Masalahnya obat-obat tersebut harus diminum dalam jangka panjang secara terus-menerus tanpa berhenti.2. dan kedewasaan seseorang. Makan dan istirahat yang teratur. Cara pengobatan : Sebenarnya berbagai obat sudah ditemukan sebagai obat TBC yang manjur. Suara menjadi parau/serak. Batuk menahun dan berlendir. Menjadi kurus. Disamping itu. Tanda dan gejala seseorang mengidap Tuberculosis (TBC) Seseorang mengidap TBC menunjukan tanda dan gejala sebagai berikut : a. kematangan. Makan makanan yang banyak mengandung protein dan vitamin. f. g. b. makanan yang baik dan sehat. Pemeriksaan kesehatan secara teratur. Dalam stadium lanjut berbagai infeksi dapat disebabkan karena kuman TBC. 3. Streptomisin. Rasa cinta juga dicerminkan pada cara-cara berkomunikasi antar anggota keluarga. Batuk lebih dari 4 minggu. Etambutol. f. Rasa cinta kepada keluarga (bagaimanapun keadaan keluarga kita masing-masing) menjadi perekat bagi tumbuhnya rasa tanggung jawab. Vaksinasi BCG bagi bayi sedini mungkin. Cara pencegahan dan pengobatan TBC Cara pencegahan : a. c. maka dalam keadaan normal remaja tinggal paling lama dalam keluarga. Panas ringan pada sore hari dan berkeringat pada malam hari. e. selaput paru. dan Ripamfisin. Terasa nyeri pada dada dan punggung atas. 2. Pendidikan dan pengalaman tersebut disampaikan dalam pendapat dan sikap dalam . termasuk infeksi kulit. saling menghargai. PAS. h. Termasuk INH. Kulit pucat. walau telah minum obat biasa. Ini biasanya yang tidak dilakukan orang dengan benar. Rasa cinta keluarga sangat diperlukan bagi remaja Keluarga merupakan masyarakat terkecil dimana seorang remaja hidup. Jaga kebersihan lingkungan. Oleh karenanya keberhasilan remaja dalam belajar dan mempersiapkan masa depan sangat bergantung pada keterdekatan remaja tersebut dengan keluarganya. Dibandingkan dengan masyarakat lain. b. d. khususnya masyarakat sekolah dan kelompok bermain. Rasa cinta antara anggota keluarga ditunjukan dengan adanya rasa saling percaya. pada stadium lanjut berdarah. Menghingdari berdekatan nafas dengan penderita TBC. otak. istirahat yang cukup membantu penyembuhan penyakit ini. Cara remaja dalam membina komunikasi dalam keluarga Masing-masing anggota keluarga memiliki pendidikan dan pengalaman sendri-sendiri. c.

Perbedaan-perbedaan pendapat dan sikap tersebut sebenarnya wajar saja. sedang anak-anak. Dalam bahasa sajak “yang siap menyediakan bahu tempat kita menangis” (‘shoulder to cry on’). tindakan remaja yang paling fatal ialah ‘meninggalkan keluarga’ baik terang-terangan maupun diam-diam. dan dengan ikhlas memberikan miliknya kepada orang lain agar orang lain dapat menyelesaikan tugasnya. Sebaliknya kesetiakawanan antara teman sebaya bisa pula saling menjerumuskan ke dalam hal-hal yang berisiko merugikan. Dalam kerangka pengertian tersebut. atau usia berdekatan. karena jenis kelamin yang sama. TEMAN SEBAYA 1. atau bersekolah di sekolah yang sama. yang tahu persis kebutuhan orang lain. maka dalam keluarga sebenarnya remaja memerlukan ‘teman sebaya’.menghadapi suatu hal atau masalah. dan pendapatnya sudah tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang. Karena keterdekatannya. Sehingga diantara teman sebaya hampir tidak ada rahasia lagi. . juga dalam kurun remaja. Sikap terpuji ialah diam atau mengiyakan (walau tidak setuju dengan pendapat atau sikap orang tuanya). Masalah muncul bila orang tua cenderung menganggap mereka sudah lebih dulu dewasa dan kaya pengalaman. atau rumah berdekatan. Bila masalahnya sangat serius. teman sebaya bisa saling mempengaruhi untuk sesuatu menuju kebaikan. atau seminat dan seterusnya. Sebaliknya di kalangan remaja juga sering timbul pendapat bahwa merekalah yang lebih tahu masalah-masalah kehidupan kini. dan mengalihkan kepercayaan pada orang lain. Persis seperti yang terjadi dalam permainan bujur sangkar pecah. ketinggalan jaman. Dalam situasi seperti itu. yang terpenting ialah sikap menjadi “friend in need” dalam keluarga. sedang rayuan tidak mempan . Orang yang tanpa diminta siap menolong kita. saudara tua yang lain. Teman ialah orang yang memperhatikan kebutuhan orang lain. Dari pihak remaja. sedang orang tua mereka sudah kuno. Pengertian teman Teman sejati ialah orang yang hadir di hadapan kita dan siap menolong kita pada saat kita memerlukannya (‘a friend indeed is a friend in need’). Bila perbedaan tersebut menjadi tajam pada hal-hal yang penting. Hal tersebut disebabkan adanya perbedaan pendapat yang banyak dilakukan remaja perempuan. belum cukup matang untuk berpendapat dan bersikap dalam suatu hal. baik antara remaja dengan kakak yang sudah dewasa. Komunikasi antara remaja perempuan dengan orang tua dan anggota keluarga lain seringkali lebih sulit. 2. Asalkan semuaanggota keluarga saling menghargai pendapat dan sikap anggota keluarga yang lain. maupun remaja dengan kedua orang tua. kadang bisa berperan sangat baik dalam menjembatani perbedaan yang ada. Pengertian teman sebaya Teman sebaya ialah teman yang sangat akrab dengan kita. hadirnya orang ketiga mungkin membantu. Kakek. sementara ia mencari waktu dan situasi yang tepat untuk secara perlahan-lahan memberitahukan (atau merayu) kepada orang tuanya tentang pendapat dan sikapnya yang berbeda. dari pihak remaja seyogyanya jangan bertindak keras dan kasar.

Kadang-kadang kita menasehati teman kita. Juga dalam keluarga masing-masing. sebenarnya kita sudah melakukan Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) dalam bentuk berkomunikasi dua arah dengan teman sebaya. sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi oleh teman-teman sebayanya. lebih-lebih perilaku beresiko.Demikian pula seyogyanya kedua orang tua dan saudara-saudara yang lain siap untuk menjadi teman sebaya bagi remaja dalam keluarga. Sesuai cita-cita masing-masing. Tentu saja. Demi kecemerlangan masa depan bersama. para Pendidik sendiri diharapkan menjadi contoh tauladan bagi teman-teman sebayanya dalam berperilaku. 2. Bagaimana menempatkan dirinya sebagai teman sebaya kawan-kawan di lingkungan sekolah atau lingkungan bermainnya. c. Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) juga sebagai bukti bahwa seorang teman adalah teman sejati. dan bukannya mengajak pada hal-hal yang kurang baik. Tempatnya bisa dimana saja. yang sudah dilatih. Menjadi suri tauladan baik sikap maupun kepribadian bagi remaja-remaja sebaya lain. Sikap menjaga rahasia teman merupakan prasyarat yang utama pula. Para Pendidik Remaja Sebaya. Tunjukan rasa tertarik anda. Cara kita melaksanakan Program Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) Karena PRS dikemas dalam bentuk komunikasi tidak resmi antar teman sebaya. tanpa diminta. Makna dari Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) adalah penjabaran dari rasa kesetiakawanan. Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) yang kirta pelajari disini tidak lain ialah melaksanakan segala sesuatu yang sudah biasa kita lakukan. Cara kita menempatkan diri sebagai teman sebaya bagi remaja lainnya Tantangan bagi setiap remaja sebagai teman bagi remaja lainnya ialah : a. perasaan senasib sepenanggungan. Jangan beri nasehat apapun dalam tahap ini. PENDIDIKAN REMAJA SEBAYA (PRS) 1. Bantu ia untuk mengungkapkan keseluruhan permasalahan yang dideritanya. 3. hanya kali ini menyangkut pada kesehatan dan kesejahteraan remaja. yang dipercaya akan dapat membantu mereka memecahkan segala macam persoalan mereka. Seyogyanya Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) dilakukan dalam tahapan-tahapan sebagai berikut : a. Dalam kehidupan kita sehari-hari. Tahap Penerimaan Pada tahap ini yang penting ialah mendengarkan keluhan atau masalah yang dialami teman. Mencari dan mendapatkan teman sebaya yang bisa saling mengajak pada kebaikan. Yang semata-mata dilakukan karena saling menyayangi dengan teman sebaya kita tersebut. Yang paling penting ialah menciptakan suasana saling percaya. didorong untuk terpanggil menyebarluaskan pengetahuannya kepada teman-teman sebayanya. Dengan menceritakan permasalahan kepada orang yang dipercaya. b. ia sebenarnya telah . Usahakan dijaga kerahasiaan teman. diwaktu lain teman kita menasihati kita tentang sesuatu. Waktunya bisa kapan saja. disekolah dan dikelompok bermainnya. maka tidak ada cara baku untuk melaksanakan PRS.

Tahap pemeliharaan Ide yang sudah dimasukan. pelan-pelan ide anda dimasukan kedalam benak dan hati teman anda. penyimpanan dan penyampaian darah kepada seorang penderita. Dengan kata lain. Ingat. harus dipelihara. Sehingga tidak kelihatan bahwa anda memaksakan keinginan anda untuk diikuti teman anda. pada tahap ini anda membimbing teman anda untuk siap menolong diri sendiri. Yang penting keseringan berkomunikasi dan membahas masalah-masalah yang ada. Sekali lagi ditekankan. Usahakan agar tahap pemeliharaan ini disamarkan dalam bentuk silaturahmibiasa. tetapi dari teman anda sendiri. tentang palang Merah Indonesia di bidang transfusi darah. 24/Birhub/1972. Sebaiknya sedikit demi sedikit. diperlukan pertanyaan-pertanyaan pancingan.menyelesaikan 50 % dari permasalan yang mengganjalnya. Beberapa teman yang berperilaku beresiko kadang tidak mengerti sama sekali risikonya. 18 tahun 1980. Peraturan Pemerintah RI No. Usahakan untuk tidak tergesa-gesa. Untuk keperluan pemeliharaan ini. Usaha transfusi darah dilakukan dengan maksud untuk memungkinkan penggunaan darah bagi keperluan pengobatan dan pemulihan kesehatan yang mencakup masalah pengadaan. PMI adalah organisasi sosial yang berhak melaksanakan kegiatan transfusi darah berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut di atas. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. agar sedikit demi sedikit ia memahami risiko yang sedang dihadapinya. Kalau bisa diusahakan agar dibuat suasana sedemikian sehingga seakan-akan ide itu bukan datang dari anda. bahwa pada tahap ini anda harus membuktikan bahwa anda sendiri konsekuen dengan sikap anda. Pelayanan usaha transfusi darah PMI telah dikuatkan dengan: a. Strategi Palang Merah Indonesia (PMI) dalam visinya menetapkan agar dikenall secara luas sebagai organisasi kepalangmerahan dalam memberikan pelayanan kepada yang . jangan beri nasehat dalam tahap ini. b. Menghadapi teman yang demikian. tentang transfusi darah. Anda adalah contoh remaja yang sehat sejahtera. Secara berulang-ulang dan berurutan. Tahap pemasukan ide Pada tahap ini. Karena pembentukan atau perubahan perilaku memerlukan waktu yang lama. PELAYANAN UNIT TRANSFUSI DARAH PENDAHULUAN Usaha transfusi darah merupakan salah satu kegiatan pokok yang penting di PMI. Hal paling penting ialah untuk mengimbangi keseluruhan upaya pemasukan ide dengan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. dan jangan banyak ide dimasukan sekaligus. b. Juga diharapkan agar pemasukan ide jangan dikemas dalam suasana ‘menggurui’ atau ‘mendikte’. c. pengolahan. Yang tidak kalah penting ialah agar keseluruhan PRS selalu diimbangi dengan doa kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. diperlukan upaya terus menerus. berulang-ulang mengajak teman menuju arah dan cita-cita yang telah disepakati bersama.

Di UTDD DKI Jakarta apabila dicurigai adanya infeksi HIV/AIDS maka dilakukan rujukan pasien ke LSM Yayasan Pelita Ilmu yang menangani Konseling dan Terapi. yang tersebar di seluruh Indonesia. Kini. pemerintah menetapkan peran PMI sebagai satu-satunya organisasi yang ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan transfusi darah di Indonesia. untuk menghindari tercemarnya darah dari HIV. Tugas ini ditegaskan pula melalui SK.622/Menkes/SK/VII/1992 tentang kewajiban pemeriksaan HIV pada darah yang disumbangkan donor.membutuhkan secara efektif dan tepat waktu dengan semangat kenetralan dan kemandirian. Prosedur permintaan Darah. pemerintah mengeluarkan surat keputusan Menkes RI No. maka dirujuk ke UTDP untuk dilakukan test ulang darah donor tersebut. Berhubung tindakan selanjutnya masih di bawah wewenang Depkes. Target pelayanan transfusi darah adalah berupaya memenuhi kebutuhan darah yang bermutu. hepatitis B & C dan HIV/AIDS. Meskipun kegiatan transfusi darah sudah dirintis sejak masa perjuangan revolusi oleh PMI. 1147/ YANMED/RSKS/1991. PROSEDUR TEKNIS PELAYANAN TRANSFUSI DARAH Dalam melakukan pelayanan transfusi darah kepada masyarakat.. Hingga sekarang jumlah darah yang terkumpul baru sekitar 0. namun baru melalui Peraturan Pemerintah No. .47% dari jumlah penduduk Indonesia.Dirjen Yan Med No. Bahkan. karena yang diperiksa bukan orang yang menyumbangkan darah melainkan darah yang akan ditransfusikan (prinsip unlinked Anonymous). tentang Petunjuk Pelaksana Peraturan Menteri Kesehatan No. aman dan mencukupi serta dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau. Darah diperoleh dari sumbangan darah para donor darah sukarela maupun donor darah pengganti. seperti " Bagaimana menjadi donor darah. maka PMI bekerjasama dengan RSCM untuk melakukan test Western Blot yaitu pemeriksaan untuk memastikan seseorang tersebeut reaktif atau tidak. Pemeriksaan ini bersifat "mandatory". Apabila ada donor darah yang dicurigai terinfeksi dengan hasil test yang mendukung. kegiatan tersebut dapat dilayani di 165 Unit Transfusi Darah Pembina Darah dan Cabang tingkat Propinsi dan Daerah Tingkat II. Pengelolaan Darah dan "service cost" (lengkapnya lihat "Serba-Serbi Transfusi Darah" ) BLOOD SCREENING ( Pemeriksaan uji saring darah) Blood screening (pemeriksaan uji saring darah) merupakan salah satu tahap di dalam pengelolaan darah yang dilakukan PMI untuk mendapatkan darah yang betul-betul aman bagi pengguna darah (orang sakit). 18 tahun 1980. namun tidak bertentangan dengan resolusi Komisi HAM PBB. PMI tidak hanya memfokuskan perhatiannya pada pendonor darah tetapi juga ke masyarakat yang pengguna darah. Hasilnya dikembalikan ke UTDC yang bersangkutan. idealnya jumlah darah yang tersedia adalah berkisar 1% dari jumlah penduduk Indonesia. Saat ini tiap Unit Transfusi Darah Cabang (UTDC) telah melakukan uji saring terhadap 4 penyakit menular berbahaya yaitu syphilis. Karenanya menjadi penting untuk melakukan sosialisasi informasi mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan masalah transfusi darah kepada masyarakat luas. 478/Menkes/Per/1990 tentang upaya kesehatan di bidang Transfusi Darah.

Berusia antara 17 sampai 60 tahun b. Hepatitis B & C. Sedangkan pada tahap Post Konseling. Pemeriksaan darah . Tidak mempunyai perilaku sek menyimpang seperti lesbi atau homo. HIV. Pendaftaran b. + atau tidak menjadi donor darah untuk selamanya bagi pengidap HIV dan Hepatitis B&C. Dalam tahap pre konseling. Namun untuk kasus HIV dipanggil langsung. Darah dibagi menjadi dua macam. Tidak sedang menjalankan pengobatan suatu penyakit g. yaitu donor darah sukarela dan donor darah pengganti atau disebut dengan donor darah keluarga. Tetapi donor darah pengganti/keluarga akan ditiadakan bila persediaan darah di PMI telah tercukupi.Konseling Donor Darah Khusus mengenai konseling sebenarnya UTD PMI telah mencoba untuk melakukan pre dan post konseling untuk hasil pemeriksaan darah yang positif terjangkit Sifilis. Dalam keadaan sehat menurut pemeriksaan dokter atau petugas i. Donor darah sukarela adalah seseorang yang menyumbangkan darahnya secara sukarela untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan tanpa memandang perbedaan agama. setelah hasil pemeriksaan darah donor dinyatakan positif. Syarat-syarat menjadi donor darah a. ataupun jenis kelamin. sebelum pemeriksaan para donor diberitahu disertai penjelasan yang benar dan mendapat persetujuan dari yang bersangkutan melalui lembar Inform Consent. Kemudian diberitahukan kepada yang bersangkutan untuk tidak menjadi donor darah: + sampai hasil pemeriksaan darahnya negative pada sifilis . AIDS dan penyakit-penyakit berat lainnya. Tidak mempunyai penyakit kuning (Hepatitis). Tidak sedang hamil. Penyakit paru-paru (TBC). kepercayaan. golongan. baru melahirkan atau menyusui h. bangsa. Khusus untuk HIV. e. konseling belum dapat dilakukan karena: + Prinsip Unlinked Anonymous + Belum siapnya seluruh UTDC dan Pemerintah untuk melakukan konseling dan terapinya DONOR DARAH Donor darah adalah penyumbangan darah. Memiliki berat badan minimal 45 Kg c. maka diadakan pemanggilan kepada yang bersangkutan melalui pos. Mempunyai tekanan darah 100/60 sampai 180/100 mmhg. Sedangkan donor darah pengganti /keluarga adalah seseorang yang meyumbangkan darahnya untuk mengganti darah yang telah dipakai oleh anggota keluarga atau kerabatnya. Tidak mempunyai luka atau infeksi f. warna kulit. Dan kadar HB sekurang kurangnya 12 gram % d. Cara menyumbangkan darah a. bahwa jika hasil darahnya reaktif atau positif maka darah tersebut tidak akan digunakan untuk transfusi.

Pada dasarnya si sakit lebih senang tinggal di rumah serta dirawat oleh keluarga. b. Pengertian Perawatan Keluarga Perawatan keluarga adalah perawatan yang dilakukan di rumah dengan menggunakan peralatan yang sederhana yang ada di rumah yang dilakukan oleh anggota keluarga. Maksud dan Tujuan Perawatan Keluarga a. 3. Demi untuk menghemat waktu. Untuk meningkatkan kemandirian orang sakit dan keluarga secara optimal. Istirahat e. Mencuci tangan. Pelaku-pelaku perawatan keluarga. Mempunyai sifat kasih yang tulus 2. Menaruh minat dan memiliki rasa kemanusiaan yang dalam. Memakai Celemek Celemek adalah bentuk pakaian untuk menutup pakaian pelaku PK waktu menolong merawat si sakit tanpa mengganggu gerak si pelaku. Pemberian kartu f. Tujuan: Melindungi pakaian pelaku dari kotoran Mencegah penularan Cara menggantung celemek : Tanpa memegang bagian luar celemek . Perawatan sehari-hari 1. Pelaksanaan pengambilan darah d. Sifat pribadi yang tepat untuk menerima pendidikan PK adalah: 1. tenaga dan biaya rumah sakit c. B. 2. yaitu: a. Suatu keharusan bagi setiap perawat termasuk pelaku PK untuk mencuci tangan : Sebelum dan sesudah merawat orang sakit Sebelum menyiapkan makanan dan minuman Sesudah memegang barang-barang kotor dan binatang Sesudah buang air besar dan buang air kecil Tujuan: Membersihkan tangan dari segala kotoran Menjaga kesehatan pelaku Mencegah penularan penyakit Melatih suatu kebiasaan baik 2. Menerima makanan Dasar-dasar Perawatan Keluarga 1. Pada dasarnya siapa saja dapat melakukan PK asal sebelumnya diberi pengetahuan berupa pendidikan PK dan dilatih secukupnya. 3. Ingin belajar dan berbakat dalam bidang keperawatan.c. Sejak tahun 1950 PMI telah menyelenggarakan pendidikan dan latihan PK c. b.

kain alas perlak 4. yang lazim dipakai di Indonesia adalah termometer Celcius sedangkan di Amerika Fahrenheit. Penataan tempat tidur si sakit Maksud dan tujuan: Mempercepat penyembuhan Mencegah penyakit bertambah berat Memperkecil bahaya penularan Syarat tempat tidur si sakit: Panjang tempat tidur harus sepadan dengan panjang badan si sakit Ditempatkan pada bagian kamar yang tak banyak kena hembusan angin Terhindar dari cahaya yang menyilaukan. Tikar. Peralatan : Yang mampu Kurang mampu 1.  Barang tenun (Seprei. Pengukuran suhu denyut nadi dan pernapasan Alat mengukur suhu disebut termometer. Selimut 1. Balai-balai. kain. sarung bantal 3.Didalam ruangan orang sakit bagian luar berada di luar Di luar ruangan si sakit bagian luar berada di dalam 3. Tempat tidur. Selimut 4. daun pisang yang setengah tua bungkus dengan kain (sarung) 4. maka harus segera diganti. sarung bantal dll) hendaknya diganti paling sedikit dua kali seminggu. kecuali bila kotor atau basah. kasur . Kain seprei. bantal 2. Bagian-bagian termometer: Tabung gas panjang berbentuk persegi gepeng bundar atau persegi Pipa gelas tempat naik turun air raksa Skala yang menunjukkan derajat suhu Reservoir tempat air raksa Tujuan mengukur suhu : Untuk mengetahui suhu badan si sakit Untuk mengetahui adanya kelainan pada tubuh si sakit Untuk mengetahui perkembangan penyakit Sebagai salah satu penyokong dalam membantu dokter menentukan diagnosa Tempat mengukur suhu : Di ketiak Di dubur Di mulut Tujuan mengukur denyut nadi: Mengetahui keadaan umum si sakit Mengetahui keadaan jantung si sakit Mengikuti perkembangan jalannya si sakit . sarung bantal 3. Kain perlak. bau yang merangsang dan keributan. bantal 2.

Tujuan menghitung pernapasan: Membantu menentukan diagnosa Mengetahui keadaan umum si sakit DAPUR UMUM LAPANGAN PMI Penyelenggaraan Dapur umum untuk melayani kebutuhan makan para penderita atau korban bencana adalah bukan monopoli organisasi PMI. Pengertian Dapur lapangan yang diselenggarakan untuk menyediakan/menyiapkan makanan yang sederhana dan layak serta higenis juga cukup bergizi dan dapat didistribusikan secara cepat. Karang taruna/SATGASOS.°nadi meningkat bila suhu badan meningkat. Perangkat Pemda tingkat bawah dan lain-lain. Umumnya kecepatan denyut C. Berdasarkan pengalaman selain PMI adalah TNI.Membantu menentukan diagnosa Tempat mengukur denyut nadi: Leher Muka telinga Dekat ujung tulang selangkang Sisi dalam dari lengan atas Lipatan paha Pergelangan tangan Pada bayi sampai umur 1 tahun dapat diraba pada ubun-ubun Jumlah denyut nadi rata-rat permenit Bayi yang baru lahir 130 – 160± = Bayi 110 – 130± = Anak umur 4-7 tahun 80 – 120± = Anak umur >7 tahun 80 – 90± = Pria dewasa 60 – 80± =  Wanita dewasa lebih banyak 10 – 15 denyutan. Tiap kenaikan suhu badan 1 denyut nadi akan bertambah 10 – 15 denyutan. Penyelenggaraan dapur umum yang diselenggarakan PMI Cab menjadi tanggung jawab penuh pengurus PMI Cab. regu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah korban yang harus dilayani. Yang dalam pelaksanaannya dilakukan oleh suatu tim yang ditunjuk oleh pengurus cabang. Penyelenggaraan Dapur Umum tersebut dapat diselenggarakan oleh siapa saja yang dating pertama dan dapat menyelenggarakannya. Penyelenggaraan dapu umum yang diselenggarakan oleh PMI menjadi tanggung jawab penuh pengurus cabang PMI yang dalampelaksanaannya dilakukkan oleh regu yang ditugaskan oleh pengurus cabang. Dalam satu regu dapur umum terdiri dari: Seorang ketua regu . tim ini disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah korban.

Wakil ketua regu a. Mewakili ketua regu bila berhalangan b. b.Membantu memompa kompor. pekerjaan dan alamat rumah. membimbing dan bertanggungjawab atas kelancaran tugas pelaksanaan dapur umum. Pembantu umum Membantu pelaksanaan berjalannya dapur umum. Misalnya : . Membantu kelancaran ketua regu (tugasnya) c. Dengan bantuan tenaga lokal (pembantu umum). Membuat daftar infentaris peralatan dan perlengkapan d. Bertanggung jawaab secaara langsung kepada ketua tim penyelenggara dapur umum yang ditunjuk oleh pengurus cabang atau melalui ketua kelompok apabila ada. mengawasi. b. Mengatur pembagian tugas anggota. Petugas peralatan atau perlengkapan a. b. Petugas pendistribusian Melaksanakan pembagian makanan sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan dengan cara yang baik dan tertib.Seorang wakil ketua regu Seorang penanggung jawab tata usaha Seorang penanggung jawab peralatan dan perlengkapan Seorang penanggung jawab memasak Seorang penanggung jawab distribusi Beberapa tenaga yang membantu terdiri dari unsur masyarakat di daerah bencana dan sekitarnya Pembagian tugas 1. dll Tenaga Dapur Umum . Petugas tata usaha Menyelenggarakan tata usaha dapur umum dengan baik meliputi : a. Bertanggung jawab atas penerimaan atau pengeluaran logistik bahan pangan 5. Memelihara ketetapan waktu memasak dan makan c. Pembuatan daftar nama para korban yang ada dalam wilayah kerjanya lengkap dengan tanggal lahir. Menentukan jumlah penyediaan makanan yang harus dimasak. Ketua regu a.Membantu mengambilkan air dari mata air . Menyiapkan dan melengkapi peralatan dan perlengkapan dapur b. Pertanggungan jawab keuangan d. jenis kelamin. Mengatur penyimpanan logistik bahan-bahan kebutuhan dan peralatan serta kelengkapan dapur c. Pendataan barang dan keperluan dapur baik yang masuk maupun yang keluar c. Pembuatan/penyusunan laporan 4. Bertanggung jawab atas pelayanan makanan dan memelihara ketertiban serta kebersihan lingkungan wilayah kerjanya 3. Petugas memasak a. 2. menentukan menu makanan setiap harinya dan memelihara citra rasa sedemikian rupa sesuai dengan selera yang dibutuhkan para korban 6. 7.

Petugas sudah siap dengan perlengkapan administrasi (daftar absensi korban. Tanggal Pagi Siang/malam Keterangan Contoh rekapitulasi distribusi REKAPITULASI DISTRIBUSI Alamat/lokasi/pos : …………………………………………. sehari sebelum pelaksanaan pendistribusian. Para korban. Dilakukan sehari-hari. Anggota KSR sebagai tenaga inti dibantu TSR dan PMR.1. baik pria maupun wanita yang memenuhi syarat untuk membantu dan bersedia dengan sukarela. 3. Harus dekat dengan posko dan mudah dijangkau oleh korban 3. Nama kepala keluarga : …………………………………………. Bila perlu bekerja sama dengan organisasi sosial lainnya Lokasi Dapur Umum 2. No Nama KK Jumlah Jiwa Makan Pagi/Siang Makan Sore/Malam Keterangan DAB *** Jumlah Catatan : D = Dewasa Petugas Distribusi . Contoh kartu distribusi KARTU DISTRIBUSI Nomor dapur : …………………………………………. 2. Nomor kode DU : …………………………………………. Pengambilan jatah dilakukan oleh kepala keluarga/wakil sesuai dengan kartu distribusi 4. Higenis lingkungan cukup memadai 4. penambahan jiwa dari para korban harus diberitahukan kepada petugas. Dekat dengan sumber air Pendistribusian 1. makanan harus siap 15 menit sebelum waktu pendistribusian 5. Dekat dengan transportasi umum 6. Jumlah jiwa : …………………………………………. Menggunakan kartu distribusi 2. jumlah yang akan diberi. Nomor Dapur : …………………………………………. Alamat : …………………………………………. Tanggal : …………………………………………. Aman dari bencana susulan 5. untuk makan pagi dilakukan pukul 9-10 dan makan malam dilakukan pada pukul 4-5 sore 3. dll) 6.

2 buah ayakan bambu k. 2 buah sendok sayur i. 2 buah susukan wajan g. 2 buah bakul nasi besar d. 1 buah drum besar untuk menyimpan air h. 48 e. 1 buah gayung air j. 2 buah ember plastik beserta tutup b. Peralatan penunjang a.A = Anak-anak B = Bayi …………………. Jika keadaan darurat dapat juga mempergunakan tungku dari batu bata dengan bahan kayu bakar atau menggunakan kompor minyak tanah KEPALANG MERAHAN (DASAR) A. 2 buah wajan no. 2 buah langseng ukuran 100 liter b. 2 meter slang plastik l. 3 buah sendok takaran h.JOHN HENDRY DUNANT TAHUN 1863 Komite Internasional untuk bantuan tentara yang luka (Komite Lima) Internasional Of The Red Cross (ICRC) . 2 buah pisau pengiris g. Kompor gas Satu unit kompor dengan tangki berkapasitas 20 liter 3 kepala/semawar dan sebuah pompa atau 2 unit kompor dengan tangki ukuran 15 liter 2 kepala semawar dan sebuah pompa kompor. LATAR BELAKANG SEJARAH PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH TAHUN 1859 S0LFERINO . 2 buah pisau rajang f. besar 2. 2 buah ember plastik untuk mengambil air c. 2 buah panci ukuran 50 cm d.. 1 buah drum air ukuran 100 liter c. Peralatan dan Perlengkapan 1. 2 buah talenan daging i. 2 buah serok penggorengan besar f. 2 buah cobek besar e. Peralatan memasak a. 2 buah corong minyak 3.

Prinsip Konvensi Jenewa tahun 1806 (Konvensi Hague X) TAHUN 1919 LIGA PERHIMPUNAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT NASIONAL TAHUN 1928 Status Palang Merah Internasional TAHUN 1929 Konvensi . Kesukarelaan. Kenetralan.Konvensi Jenewa Revisi dan pengembangan Konvensi Jenewa tahun 1906 berkaitan dengan Pengesahan Konvensi Jenewa berkaitan dengan perlakuan terhadap tawanan perang TAHUN 1949 KONVENSI .KONVENSI JENEWA 1.Prinsip Dasar Palang Merah (Kemanusiaan. Kesemestaan) TAHUN 1977 PROTOKOL TAMBAHAN KONVENSI JENEWA 1949 . Berkaitan dengan perlakuan terhadap tawanan perang (revisi dan pengembangan konvensi Jenewa tahun 1929) KONVENSI III 4. Kemandirian. Berkaitan dengan perlindungan terhadap penduduk sipil pada waktu perang KONVENSI IV TAHUN 1952 Revisi Status Palang Merah Internasional TAHUN 1967 Proklamasi Prinsip .TAHUN 1864 KONVENSI JENEVA TAHUN 1867 Konferensi Palang Merah Internasional ( 9 Pemerintah dari 16 Perhimpunan Nasional dan ICRC) TAHUN 1899 Penyesuaian terhadap cara perang Angkatan Laut sesuai dengan Prinsip Prinsip Konvensi Jenewa tahun 1864 (Konvensi Hague III) TAHUN 1806 Revisi dan Pengembangan Konvensi Jenewa tahun 1864 TAHUN 1807 Penyesuaian terhadap cara perang Angkatan bersenjata sesuai dengan Prinsip . Kesatuan. Perbaikan kondisi Angkatan Perang yang terluka dan sakit di Laut dan Perahu karam ( revisi dan pengembangan konvensi Hague X tahun 1907) KONVENSI II 3. Kesamaan. Perbaikan kondisi bagi Angkatan Perang yang terluka dan sakit di medan perang ( revisi dan pengembangan konvensi Jenewa tahun 1929) KONVENSI I 2.

Kegiatan Palang Merah ini meluas termasuk pelayananmasa damai seperti mendirikan bank darah. Henry Dunant mendapat perhargaan dan tahun 1901 mendapat hadiah Nobel di bidang Kemanusiaan dan Perdamaian. longsor. memberikan pendidikan pertolongan peratama dan perlindungan di air dan di darat. namun dalam pengembangannya dilengkapi dengan dua buah ketentuan tambahan yang isinya lebih luas daripada konvensi Jenewa tahun 1949 yang disebut dengan dua Protokol Tambahan yaitu : PROTOKOL I Pertolongan diterapkan pada pertikaian bersenjata Internasional PROTOKOL II Pertolongan yang diterapkan pada pertikaian bersenjata yang tidak Internasional Kedua Protokol Tambahan ini disahkan dalam satu Konvensi diplomat pada tanggal 8 Juni 1977 yang diprakarsai oleh Komite Internasional Palang Merah. Gustave Moyneier 5.kebakaran dll. PALANG MERAH Palang Merah secara umum dikenal sejak tahun 1863 sebagai Pergerakan Internasional dari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang merupakan sebuah Organisasi Internasional yang bersifat Kemanusiaan dan berdiri sendiri di banyak negara di dunia. Jendral Dufour 2. B. Panitia lima tersebut merintis terbentuknya Palang Merah Lambang Palang Merah di atas dasar putih. Palang Merah berkembang untuk melayani korban perang dan melaksanakan Konvensi Geneva. Tahun 1859 Henry Dunant pergi ke Italia menuju Solferino. di Solferino sedang terjadi perang antar Perancis dan Sardinia melawan tentara Austria. Maunior 3. Lambang tersebut berarti Perlindungan bagi para petugas. Ayahnya bernama Jean Jacques Dunant dan Ibunya bernama Antoinette Colladon. Dengan pelayanan sukarela untuk menolong sesama. Dr. Dari pengalaman tersebut ia mengarang buku dengan judul “ Un Souvenir De Solferino” ( Kenangan di Solferino ) Dan buku tersebut menarik perhatian dunia dan beberapa orang terkenal yang akhirnya membentuk Panitia 5 yang terdiri dari : 1.Dalam keempat Konvensi tersebut telah dicantumkan mengenai pertolongan. selain itu Palang Merah juga menolong para tawanan perang Jean Henry Dunant dilahirkan pada tanggal 8 Mei 1828 di Jenewa Swiss. Mr. penolong di medan . Jean Henry Dunant Mereka membentuk lembaga sosial yang bernama PALANG MERAH tahun 1899. Appia 4. serta merawat korban bencana seperti banjir.

Swiss dan beranggotakan 25 orang warga Negara Swiss.Humanitatem Ad Pacem ( Perdamaian Melalui Kemanusiaan ) Palang Merah Indonesia diterima sebagai anggota LIGA yang ke 68 pada tanggal 16 . karena pada waktu malam dengan membawa sebuah lampu ia mengunjungi yang sakit dan menghibur mereka yang terjaga tidurnya.citakannya yang disebut “ Nightingale Found“ tahun 1888 ia mendapat anugrah “ The Royal Red Cross “ dan tahun 1907 mendapat ‘ Ordre Of Mert “ ia meninggal pada tanggal 3 Agustus 1910 di Inggris D. Davidson. KIPM juga sebagai penggerak Palang Merah dan peleta dasar konvensi Genewa. Ia mendapat julukan Putri yang membawa Lampu (The Lady With The Lamp). Didirikan pada tahun 1863 sebagai lembaga netral pelindung Prinsip _ Prinsip Palang Merah. KIPM/ICRC. Komite Internasional Palang Merah = Intermational Commite Of The Red Crocc. colera. ORGANISASI PALANG MERAH INTERNASIONAL 1. Motto Liga Inter Arma Caritas “ ( Bantuan diantara pertikaian) Per. LIGA Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Liga adalah gabungan Internasional Palang Merah yang menangani masalah kesehatan. C. Setelah pulang ia mendirikan sekolah perawat yang dicita . Florence Nightingale menjadi perawat karena bantuan Elisabeth Fry dan ia ingin pergi ke paris depan perang Krim ternyata ia mendapat surat untuk dikirim ke Scutari untuk merawat orang . tapi itu tidak memberikan kepuasan baginya. dengan segala rintangan dan hambatan ia lalui dan rintangan tersebut menjadi dorongan yang kuat baginya. Dan setelah sembuh ia kembali ke Scutari untuk bekerja. Setelah dari Scutari ia pergi ke Krim dan ia disana sakit dengan sebutan Crimean Fever (deman Krim). Sisentri yang mengakibatkan banyak kematian. Panitia lima menjadi Komite Internasional Palang Merah (KIPM) yang dalam bahasa Inggrisnya yaitu International Commitee Of The Red Drocc (ICRC).orang sakit types. Akhirnya ia memilih jalan penghidupan yang menpunyai tujuan tapi harus dikejar dengan segala tenaga. FLORENCE NIGHTINGALE Florence Nightingale dilahirkan di Amostad Inggris pada tanggal 12 Mei 1820 ia putri bangsawan yang berkecukupan. Ia ingin menolong yang miskin. merupakan perkembangan dari panitia lima/komite lima. Liga didirikan pada tanggal 5 Mei 1919 dengan diadakannya Konferensi Kesehatan Internasional di Cammer Pancis dan berdirinya Liga diprakarsai oleh seorang bankir Amerika bernama Mr. lebih dari korban perang.Henry P. 2.perang. KIPM berkedudukan di Jenewa . mencegah penyakit dan mengurangi penderitaan manusia. orang-orang sakit dan menderita sehingga ia ingin menjadi perawat.

E.delegasi Palang Merah Internasional dan Negara . Siti Dasimah dan Nn. Konfenrensi Internasional Palang Merah. Dapur Umum 4. Tekhnik Hidup di Alam Bebas 6. Palang Merah Indonesia membentuk Palang Merah Remaja pada tanggal 1 Maret 1950 yang dipimpin oleh Nn. Membangun manusia seutuhnya 2.Oktober 1950 3. Mendidik dan melatih generasi muda dalam kegiatan positif 3. Paramita Abdurachman. Perawatan Keluarga 3.obatan 9. Pengenalan obat . Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) 7. SEJARAH PALANG MERAH REMAJA Pada Perang Dunia I di Australia yang melatar belakangi terbentuknya Palang Merah Remaja (PMR) yang bernama “ The Young Red Cross “ yang melibatkan anak . Heking dan Cross Country 8. Pembinaan fisik dan mental 10. KIPM adalah pertemuan tertinggi yang biasanya diselenggarakan 4 tahun sekali terdiri dari delegasi .anak sekolah untuk membantu korban perang. TUJUAN PALANG MERAH REMAJA 1. Mempertinggi mutu keterampilan dan memelihara kebersihan dan kesehatan . Menumbuhkan minat para remaja di bidang kemanusiaan dan sosial KEGIATAN PALANG MERAH REMAJA 1. Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Nasional ( PPM dan BSMN ) adalah perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang diakui oleh ICRC dan Liga sesuai dengan ketentuan yang berlaku 4.Negara yang ikut menandatangani. Kemping. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan 2. Berbhakti kepada masyarakat 2. Bongkar Pasang Tenda 5. Keterampilan organisasi/kepemimpinan TRI BHAKTI PALANG MERAH REMAJA 1.

3. Komponen Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta fungsi dan kegiatannya Waktu : 2 x 45 menit A. Mempererat persahabatan Nasional dan Internasional TUGAS/KEGIATAN KHUSUS YANG SESUAI DENGAN KEMAMPUAN 1. Media: 1. Tujuan Pembelajaran: 1. Mengetahui dan mampu menyebutkan Komponen Gerakan dan ruang lingkup kerjanya. Persahabatan Nasional dan Internasional antar anggota Palang Merah/masyarakat ( di dalan / di luar negeri ) KURIKULUM KEPALANG MERAHAN PMR MADYA Bidang Study : Kepalangmerahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Sub Bahasan : 1. kesehatan dan kelestarian lingkungan hidung dan gigi 3. Mengetahui sejarah terbentuknya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional 2. Pemutaran film B. Film (The Story of an idea) 2. Sejarah Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional 2. Kebersihan. Metode: 1. Mampu menyebutkan riwayat pendiri Komite Internasional Palang Merah (ICRC) 3. Poster (Lambang Palang Merah dan Sejarah) 3. Mampu Menyebutkan riwayat pendiri Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) 4. Tanya jawab 3. Cerita 2. B. Transparansi OHP C. Proses Pembelajaran: . Berbhakti terhadap masyarakat dari lingkungan rumah tangga sampai dengan lingkungan masyarakat 2.

Komite Lima e. misalnya . Badan-badan dalam Gerakan • Komisi Tetap • Dewan Delegasi 7. 1. whiteboard. Pelatih menyampaikan materi mengenai ”Sejarah lahirnya Gerakan Palang Merah dan Bulan sabit Merah Internasional. Pelatih memberikan intisari dari penjelasan yang telah disampaikan sebagai penutup. Pelatih bertanya kepada 2 s. diantaranya : a. Pelatih memutar film ”The Story of an Idea” . • Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. VCD Player. 3 peserta mengenai : • Siapa tokoh pendiri organisasi Palang Merah • Mengapa Henry Dunant mendirikan organisasi Palang Merah. diantaranya : a.Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. 3. Tanya Jawa / pelatih Catatan : 1.d. Henry Dunant c. 6. Konferensi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah b. Peran Konferensi Interansional c. b. Proses pembelajaran di atas menggunakan bantuan media OHP atau Digital Projector. 2. Pelatih memutar film yang sesuai dengan topik. diantaranya : a. dan poster. 8. 4. papan tulis. Definisi Gerakan b. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan 2. maka minimal bisa menggunakan media poster dibantu dengan sarana yang tersedia. Peserta diminta untuk menceritakan kembali secara singkat isi film tersebut sesuai dengan yang mereka tangkap. Pelatih meminta kepada peserta untuk menceritakan kembali secara singkat isi film tersebut. Komponen Gerakan • Komite Internasional Palang Merah (KIPM) • Perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di seluruh dunia. 5. Pelatih memberikan penjelasan mengenai ”Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional’. Peserta diminta untuk menonton film secara seksama c. Pelatih memberikan penjelasan mengenai ”Konferensi Internasional Palang Merah” dan Badan-Badan dalam Gerakan. Buku Kenangan dari Solferino (gagasan Henry Dunant) • Komite Internasional untuk pertolongan bagi yang terluka • Konferesi internasional d. Pertempuran Solferino b. a. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan Pelatih menyampaikan materi dengan metode yang sesuai. . Jika pelatih tidak mempunyai sarana di atas. flipchart.

d. Evaluasi dan Pembahasan 1. Tujuan Pembelajaran: 1. Pustaka 1. Metode: 1. 3. 11 tentang Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.d. Rangkuman Materi Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) Bidang Studi : Kepalangmerahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan : Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) Sub Bahasan : Sejarah dan aturan dasar Hukum Perikemanusiaan Internasional Waktu : 3 x 45 menit A. 2. Mengetahui dan mampu menyebutkan Komponen Gerakan dan ruang lingkup kerjanya F. Ceramah 2. 88 tentang Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Bab VII halaman 93 s. Mampu Menyebutkan riwayat pendiri Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) 4.atau yang lainnya sesuai kreasi dari pelatih. Bab VI halaman 78 s. ----G. Menjelaskan aturan dasar Hukum Perikemanusiaan Internasional B. 2. Mengetahui dan dapat menyebutkan perangkat utama Hukum Perikemanusiaan Internasional. Poster 2. Film (The Story of an Idea) 3. Henry Dunant yang tertang dalam buku ”Memory of Solferino”. Peserta diminta menceritakan kembali mengenai sejarah terbentuknya organisasi palang merah. Media: 1. 101 tentang Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Transparansi OHP C. Mampu menyebutkan riwayat pendiri Komite Internasional Palang Merah (ICRC) 3. Mengetahui dua gagasan J. Buku Panduan Diseminasi Kepalangmerahan dan HPI (Buku Kedua) Bab I halaman 3 s.d. 2. E. Tanya jawab .

Dunant yang ditulis pada buku • Uraikan gagasan tersebut secara sederhana. Prinsip b. Aturan Dasar 6. Hukum Jenewa dan Hukum Den Haag 2. 8. Definisi HPI b. diantaranya: (Waktu 15 menit. Peserta diminta untuk menceritakan kembali secara singkat isi film tersebut sesuai dengan yang mereka tangkap. Transparansi OHP D. Ukuran untuk melaksanakan HPI b. Pelatih bertanya kepada peserta : • Gagasan apa yang disampaikan oleh J. Prinsip b. pelatih meminta kepada peserta : a. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan 2. Konvensi Jenewa 1949 b. diantaranya : a. Dua gagasan J. 4.H. Pelatih menjelaskan Aturan Dasar dan prinsip HPI. Peran ICRC dalam menjamin penghormatan terhadap HPI 9. Definisi b. H. Pelatih memberikan pertanyaan kembali mengenai : a. Pelatih menjelaskan ”Asal-usul Hukum Perikemanusiaan Internasional” . Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan Pelatih menyampaikan materi dengan metode yang sesuai : 1. Pelatih menjelaskan Penerapan Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI). b.3. Pelatih meminta kepada peserta untuk menceritakan kembali tentang : a. Dua cabang Hukum HPI 3. Protokol Tambahan 1977 7. Siapa yang dilindungi HPI. Istilah d. b. Pelopor dari Hukum perikemanusiaan modern c. diantaranya : (waktu 20 menit. Intisari HPI c. Pelatih memutar film ”The Story of An Idea” atau ”Fighting by the Rule” . Proses Pembelajaran: Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. diantaranya : a. Pelatih menjelaskan Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan a. Pemutaran Film 4. Tujuan dari dipergunakannya HPI c. Setelah selesai. Pelatih menjelaskan mengenai Pelanggaran HPI . gunakan poster/OHP) a. Aturan Dasar 5. Dunant yang tercantum pada buku ”Memory of Solferino”. gunakan poster/OHP) a. Pelatih memberikan penjelasan awal mengenai Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI).

misalnya . 2. Kejahatan perang b. Jika pelatih tidak mempunyai sarana di atas. Menjelaskan dua gagasan J. Buku Panduan Diseminasi Kepalangmerahan dan HPI (Buku Kedua). Dapat menyebutkan tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah . Evaluasi dan Pembahasan 1. maka minimal bisa menggunakan media poster dibantu dengan sarana yang tersedia. 58 tentang Hukum Perikemanusiaan Internasional. Menyebutkan dan menjelaskan perangkat utama Hukum Perikemanusiaan Internasional.d. E. Pelatih memberikan pengertian bahwa betapa pentingnya HPI untuk mempertahankan harkat dan martabat manusia. --G. Tanya jawab Catatan : 1. Pustaka 1. Pengertian Tujuh Prinsip Dasar Waktu : 2 x 45 menit A. Henry Dunant yang tertang dalam buku ”Memory of Solferino”. 11. Proses pembelajaran di atas menggunakan bantuan media OHP atau Digital Projector. 2. whiteboard. VCD Player. Tujuh Prinsip Dasar 2. 2. flipchart. 3.a. Tujuan Pembelajaran a. atau yang lainnya sesuai kreasi dari pelatih. Bab IV halaman 33 s. Rangkuman Materi Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Bidang Study : Kepalang Merahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional Sub Bahasan : 1. Menyebutkan dan menjelaskan aturan dasar Hukum Perikemanusiaan Internasional F. Penuntutan penjahat perdasarkan HPI 10. papan tulis. dan poster.

Pelatih mememutar film ”Helpman” dan meminta peserta untuk memperhatikan dengan seksama. Pelatih meminta kepada peserta untuk menceritakan kembali isi dari film tersebut secara singkat sesuai yang mereka tangkap. Pelatih mengajak peserta untuk melakukan permainan. c. 6. Pementasan drama yang berisi pesan pengamalan 7 Prinsip Dasar Gerakan. diantaranya memperkenalkan Prinsip-prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dan menyebutkan prinsip-prinsip tersebut satu persatu untuk dihapalkan peserta ajar. Ceramah b. arti. Pelatih memberikan penjelasan kembali mengenai perlunya mengetahui 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. 3. 5. Pelatih menyampaikan materi dengan metode yang sesuai. Proses Pembelajaran Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. Metode a.) a. B. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan. 4. Gambar (poster). b. Melalui metode cerita pelatih menyampaikan materi 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional meliputi penyebutan. dan makna. Media a. pelatih bisa memilih antara : a. C. Film (Helpman of the Red Cross and Red Crescent) D. Sebagai penutup pelatih memberikan penjelasan betapa pentingnya kita sebagai . Misalnya apakah peserta ajar sudah mengetahui mengenai Prinsipprinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. 2. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan. Pelatih menyampaikan materi : a. 2. Bermain cocok.International. 1. Kertas flipchart dan spidol b. Studi kasus 7 Prinsip Dasar d. E. Pelatih menunjukkan poster/gambar yang mengilustrasikan 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Pemutaran Film c. Pelatih menjelaskan secara sederhana makna yang dapat diambil dari film tersebut. b. Dapat menyebutkan contoh-contoh aplikasi Tujuh Prinsip Dasar. Dapat menjelaskan pengertian Tujuh Prinsip Dasar c. • Menyebutkan kembali arti dari 7 (tujuh) prinsip dasar gerakan satu persatu b. Bermain peran b. Pelatih meminta kepada peserta : • Menyebutkan kembali 7 (tujuh) prinsip dasar gerakan satu persatu. Contoh kasus (contoh : "Panic attack".

anggota PMR untuk mengerti dan dapat melaksanakan Prinsip-prinsip Gerakan dalam kehidupan sehari-hari. flipchart. Panduan Diseminasi Kepalangmerahan dan HPI (Buku Kedua). VCD Player. 3. Peserta diminta kembali menyebutkan arti dari ke 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. 2. papan tulis. 2. 2. Prinsip-Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (Terjemahan). dan poster. PMI. Jika pelatih tidak mempunyai sarana di atas. Contoh-contoh studi kasus G. ICRC. Rangkuman Materi lambang PALANG MERAH . Jakarta. whiteboard. atau yang lainnya sesuai kreasi dari pelatih. Pustaka 1. Evaluasi dan Pembahasan 1. maka minimal bisa menggunakan media poster dibantu dengan sarana yang tersedia. Peserta diminta kembali menyebutkan 7 (tujuh) Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah secara benar sesuai urutan. F. A. misalnya . Catatan : 1. 2005. Proses pembelajaran di atas menggunakan bantuan media OHP atau Digital Projector. 23 tentang Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Bab I halaman 15 s.d.

LAMBANG BULAN SABIT MERAH Pengenalan dan Arti Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah .

Foto C. Penyampaikan materi dengan metode yang sesuai. 1. Apa artinya apabila seseorang atau sebuah objek menggunakan lambang tersebut. Adopsi Lambang Palang Merah d. Metode 1. Proses Pembelajaran Pelatih membuka proses pembelajaran dengan : 1. Asal-usul mengapa perlu lambang yang sama c. pelatih mengajukan beberapa pertanyaan singkat. Apabila pernah. diantaranya: a. Pelatih menjelaskan lambang-lambang perhimpunan nasional yang diakui atau tercantum dalam oleh Konvensi Jenewa 1949. 3. Peserta dapat menjelaskan arti dari lambang 4.Bidang Studi : Kepalang Merahan Jenjang : Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat : Madya (SMP) Bahasan : Lambang Sub Bahasan : Pengenalan dan Arti Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Waktu : 2 x 45 menit. Media 1. Pelatih menyampaikan materi mengenai sejarah lambang. Ceramah 2. Tujuan Pembelajaran 1. . Peserta dapat menjelaskan penggunaan lambang B. Diskusi D. Alasan pemilihan Lambang Palang Merah 2. Peserta mengenal lambang-lambang palang merah dan bulan sabit merah 2. Melakukan tanya jawab awal (Pretest) untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik jika diperlukan. diantaranya: a. Tanya jawab 3. Pelatih memperlihatkan beberapa gambar lambang palang merah dan bulan sabit merah kepada peserta ajar. Flipchart 2. Kemudian. Apakah para peserta sudah pernah melihat gambar palang merah atau bulan sabit merah? b. Poster 3. Peserta dapat menceritakan sejarah perkembangan lambang 3. A. Ciri lambang b. di mana? c. Memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan 2.

8. Penggunaan yang melanggar ketentuan 6. Pada poster terdapat gambar yang diantaranya adalah . c. b. Peserta diminta untuk menunjukkan kedua lambang palang merah dan bulan sabit merah 2. Perlindungan b. diantaranya: a. a. rumah sakit. 2. dan contoh nyata. Pelatih menyiapkan model lambang palang merah berbagai ukuran yang terbuat dari spon. 7. pengungsi.4. Pada saat menempelkan model lambang tersebut harus dilakukan secara bergilir dari setiap anggota regu sehingga setiap peserta mendapat tugas 3 (tiga) kali menempel. dan komponen lain yang mendukung situasi penanggulangan bencana. • Evaluasi dari permainanan ini adalah : (1) ketepatan menempelkan lambang pada gambar-gambar yang terdapat pada poster tersebut sesuai materi yang telah disampaikan oleh pelatih sebelumnya. photo. 5. Pelatih bisa menggunakan minimal salah satu media pembelajaran (poster. Peraturan permainan tersebut adalah : • Pelatih membagi peserta menjadi beberapa regu. Peserta diminta untuk menjelaskan apa arti dari penggunaan lambang oleh objek atau orang 4. a. gedung sekolah. Pengenal Berikan contoh melalui poster. Pelatih menyampaikan intisari dari materi yang telah disampaikan. Peniruan b. Pelatih menempelkan beberapa poster tersebut pada dinding. Pelatih mempersiapkan permainan berupa poster gambar situasi yang mengilustrasikan suasana penanggulangan bencana. Peserta diminta menunjukkan bagaimana penggunaan lambang yang benar dan salah . ambulans. Peserta diminta untuk menceritakan kembali sejarah perkembangan lambang (dalam tulisan. Evaluasi dan Pembahasan 1. Pelatih menjelaskan bahwa peserta akan melakukan permainan yang berhubungan dengan lambang. tenda. Penggunaan media pembelajaran disesuaikan ketersediaan media tersebut beserta alat bantunya. setiap regu beranggotakan 3 (tiga) orang. petugas/relawan. dan OHP). Pelatih memberikan penjelasan mengenai penyalahgunaan lambang a. namun diharapkan bisa menggunakan gabungan antara media poster dan film. Pelatih menjelaskan tentang fungsi lambang. Diantaranya VCD Player dan televisi untuk pemutaran film. • 3 (tiga) regu (atau lebih) pada jarak tertentu dalam waktu yang bersamaan ditugaskan untuk menempelkan model-model lambang tersebut pada poster yang ditempel pada dinding. • Pelatih memberikan 9 (sembilan) model lambang berbeda kepada masing-masing regu. Penggunaan yang tidak tepat c. (2) Kecepatan dan kerjasama regu. E. serta Over Head Projector untuk presentasi menggunakan transparansi. film. Pelatih memberikan penjelasan makna dari permainan tersebut. Tanya jawab Catatan: 1. secara oral atau dalam gambar) 3.

Buku Panduan halaman 26 – 31 tentang Lambang 2. Peraturan Penggunaan Lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah oleh Perhimpunan Nasional (ICRC) LAMBANG IFRC LOGO PMR MADYA Kurikulum Kesiapsiagaan Bencana untuk PMR MADYA Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Tujuan Pembelajaran Metodologi Alokasi Waktu Media Sumber Belajar / Referensi Pengetahuan Dasar Kesiapsiagaan Bencana • Jenis-jenis bencana & penyebabnya Setelah selesai pembelajaran pokok bahasan ini peserta diharapkan dapat: • Memahami jenis-jenis bencana dan penyebabnya . Leaflet lambang 3.F. Pustaka 1. Cerita sejarah lambang khusus anak-anak 4.

keluarga. dan masyarakat • Memahami kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana • Mendukung program kesiapsiagaan bencana PMI • Ceramah • Tanya jawab • Study Kasus • Simulasi• 3 x 45’ • Buku Pedoman PMR Madya dan referensi terkait TOTAL 10 x 45’ Draft Kurikulum GENDER untuk PMR MADYA Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Tujuan Pembelajaran Metodologi Alokasi Waktu Media Sumber Belajar / Referensi Pengetahuan Tentang Gender • Pengertian Gender • Perbedaan Peran Kodrati dan Peran Gender • Dapat menjelaskan pengertian Gender • Dapat menjelaskan perbedaan peran gender dan peran kodrati • Ceramah • Tanya jawab • Study Kasus • Simulasi/Permainan 4 x 45’ • Flipchart • Spidol . keluarga. dan masyarakat dalam kesiapsiagaan bencana • Ceramah • Tanya jawab • Study Kasus • Simulasi 3 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga • Buku Penanggulangan Bencana PMI dan referensi terkait • Peran PMR Madya dalam program Kesiapsiagaan Bencana • Memahami kepedulian terhadap upaya kesiapsiagaan bencana dalam lingkungan sekolah.• Ceramah • Tanya jawab • Simulasi 2 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga • Buku Penanggulangan Bencana PMI dan referensi terkait • Dampak yang ditimbulkan oleh bencana • Memahami dampak yang ditimbulkan oleh bencana • Ceramah • Tanya jawab • Diskusi • Simulasi 2 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga • Buku Penanggulangan Bencana PMI dan referensi terkait • Upaya kesiapsiagaan bencana • Memahami upaya-upaya dalam mengurangi bahaya bencana • Memahami aktivitas yang memungkinkan dapat dilakukan dalam lingkungan sekolah.

KETUA UMUM A. 1) Pembuat kebijakan organisasi dengan berkoordinasi dengan pembina dan pelatih PMR 2) Pemegang dan pengarah kebijakan organisasi . FUNGSI . baik di sekolah maupun di lingkungan nya • Ceramah • Tanya jawab • Praktek 6 x 45’ • Flipchart • Spidol • Alat peraga permainan • Modul Gender dan referensi terkait TOTAL 10 x 45 JOB DESCRIPTION DEWAN KERJA UNIT PMR SMPN 18 BOGOR DEWAN KERJA UNIT SMP NEGERI 18 BOGOR KETUA UMUM KETUA I Membawahi : 1. perempuan maupun keduanya dalam kehidupan. Sie Dana dan Usaha 3. Sie Humas dan Media Kreasi 2. Sie Logistik 3. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi KETUA II Membawahi : 1. • Tidak membeda-bedakan peran dalam kehidupn sehari-hari.• Alat peraga permainan • Modul Gender dan referensi terkait • Pembagian Peran Laki-laki dan Perempuan • Dapat menjelaskan perbedaan laki-laki dan perempuan • Dapat menjelaskan pentingnya kerjasama dan saling bantu membantu dan tidak membedakan peran antara laki-laki dan perempuan • Dapat menyebutkan dan menjelaskan contoh hal-hal yang dapat dikerjakan oleh lakilaki. Sie Kesehatan dan Kebersihan 2. Sie Upacara dan Kegiatan SEKRETARIS BENDAHARA JOB DESCRIPTION DEWAN KERJA UNIT 1.

6) Menandatangani Surat Resmi ke dalam. 4) Meminta pertangung jawaban berupa laporan secara ertulis atau lisan kepada semua DKU secara berkala sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. 4) Memimpin Musyawarah untuk menyusun Program Kerja dan membuat laporan pertanggung jawaban secara berkala yaitu bulaan. 3) Memberhentikan atau memutasikan DKU dari jabatannya dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pembina & Pelatih. HAK DAN WEWENANG : 1) Berwenang bertindak untuk dan atas nama organisasi ke dalam sedangkan ke luar atas koordinasi Pmenina & Pelatih 2) Berhak dan berwenang menegur. dan kepada Kepala Sekolah. 5) Menentukan kebijakan secara insidental (sewaktu-waktu) karena dirasa perlu kepada semua bawahannya. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi 4) Mewakili Ketua Umum untuk urusan ke dalam bila Ketua Umum berhalangan B. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. Sie Logistik 3. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya.khususnya pada sie yang dibawahinya. KETUA I ( INTERN ) A. 5) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi 2 minggu sekali dengan DKH 6) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi Bulanan triwulan. PKS Kesiswaan/ Pembina OSIS dan PMI Cabang pada akhir kepebgurusan 2. semester dan tahunan dengan DKU 7) Mempertanggung jawabkan semua kebijakan dan pelaksanaan kegiatan organisasi yang dilaksanakan bersama-sama DKU lainnya kepada Pembina. mengingatkan DKU bawahnnya yang tidak menjalankan atau menyimpang dari tugasnnya. TUGAS DAN KEWAJIBAN : 1) Mengkoordinir jalannya roda organisasi yag bergerak dinamis 2) Menyusun strategi tatakerja yang efesien dan efektif dengan membuat Program Kerja Secara bersama-sama secara berkala 3) Membuat ketentuan dan tatatertib organisasi demi terciptanya kedisiplinan dan keharmonisan jalannya organisasi.3) Sebagai dewan kerja harian (DKH) 4) Bertanggung jawab kepada Pembina & Pelatih PMR B. semester dan tahunan. . untuk ke luar sepengetahuan Pembina/ pelatih C. FUNGSI : 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum 3) Membawahi dan mengkoordinir DKU yang di bawahinya yaitu : 1. Pelatih Secara Berkala. triwulan. Sie Humas dan Media Kreasi 2.

Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi. 2) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum akan DKU yang di bawahinya yaitu : 1. FUNGSI 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum 3) Membawahi dan mengkoordinir DKU yang di bawahinya yaitu : 1. 11) Ketua I (Intern) Bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum. Sie . Sie Humas dan Media Kreasi 2. KETUA II ( EKSTERN ) A. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Mendampingi Ketua Umum dalam melaksanakan tugas organisasi. Sie Humas dan Media Kreasi 2. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Mendampingi Ketua Umum dalam melaksanakan tugas organisasi. (mengadakan rapat bersama sie dibawahnya setiap 1 minggu sekali) 6) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi 1 minggu sekali dengan sie yang di bawahinya 7) Mengadakan rapat 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern. C. Sie Dana dan Usaha 3. 3. 8) Mengadakan rapat Dewan Harian 1 bulan sekali untuk mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat intern) yang ditargetkan pada bulan itu. Sie Upacara dan Kegiatan 4) Mewakili Ketua Umum untuk urusan ke luar bila Ketua Umum berhalangan dengan sepengetahuan Pembina/ Pelatih PMR B. Sie Logistik 3. 10) Mengawasi pelaksanaan pemakaian atribut PMR bersama Ketua Ekstern. 4) Pemecah masalah intern dengan menerima saran. Sie Kesehatan dan Kebersihan 2.C. Sie Logistik 3. 2) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum akan DKU yang di bawahinya yaitu : 1. Sie Logistik 3. baik secara langsung maupun tidak langsung dari anggota aktif dan bertanggungjawab atas hasil yang diputuskan.khususnya pada sie yang dibawahinya. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. 9) Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. 5) Mengawasi dan membantu jalannya program kerja DKU yang di bawahinya yaitu : 1. Sie Humas dan Media Kreasi 2. kepada Ketua Umum. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi (Pertangungjawaban dalam bentuk laporan diserahkan dalam jangka waktu 1 bulan sekali pada akhir bulan). HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya. Sie Kesekretariatan dan Dokumentasi 3) Meminta Pertanggungjawaban dari Koordinator DKU yang di bawahinya yaitu : 1.

FUNGSI 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum B. 8) Mengumpulkan semua laporan dari semua DKU pada rapat bidang maupun rapat pleno 9) Membuat LPJ dari semua acara yang pernah dilaksanakan oleh PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor bersama Panitia Kegiatan Membuat LPJ dari kegiatan yang dilaksanakan dalam jangka waktu 1 bulan sekali dan diserahkan kepada Ketua Umum . C. SEKRETARIS A. 1.) 12) Ketua II (ekstern) Bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum 4. 10) Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. 6) Mengawasi dan membantu jalannya program kerja unit yang bersifat ekstern. Sie Dana dan Usaha 3. Sie Kesehatan dan Kebersihan 2. data. 9) Mengadakan rapat Dewan Harian 1 bulan sekali untuk :Mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat ekstern) yang ditargetkan pada bulan itu. 4) Menerima surat masuk dari organisasi lain atau instansi lain yang berhubungan dengan PMR. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. Sie Upacara dan Kegiatan 4) Pemecah masalah ekstern dengan menerima saran. 11) Mengawasi pelaksanaan pemakaian atribut PMR bersama Ketua I (intern. (mengadakan rapat bersama Koor setiap 1 minggu sekali) 7) Memimpin Rapat koordinasi dan Evaluasi 1 minggu sekali dengan sie yang di bawahinya 8) Mengadakan rapat 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern. baik secara langsung maupun tidak langsung dari anggota aktif dan bertanggungjawab atas hasil yang diputuskan. kepada Ketua Umum. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya.Kesehatan dan Kebersihan 2. 6) Membuat data best anggota aktif PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor 7) Membuat absen untuk setiap acara yang diadakan oleh PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor. Sie Upacara dan Kegiatan 3) Meminta Pertanggungjawaban dari Koordinator DKU yang di bawahinya yaitu :. untuk ke luar PMR SMPN 18 Bogor sepengetahuan Pembina dan mengagendakannya 3) Bertanggungjawab atas surat-surat baik ke dalam maupun ke luar. Sie Dana dan Usaha 3. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum mengenai administrasi. 5) Bertanggungjawab dan berhubungan dengan pihak-pihak diluar PMR (ekstern). dan dokumen organisasi 2) Membuat Surat keluar dan menandatanganinya bersama ketua umum. dan mengagendakannya 5) Bertanggungjawab atas administrasi PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor.

10) 11) Bekerjasama dengan sie Kesekretariatan. (Pertangungjawaban dalam bentuk laporan diserahkan dalam jangka waktu 1 bulan sekali). 12) Bekerjasama dengan sie Kesekretariatan dalam menjalankan program kerja sie kesekretariatan 13) Mengadakan rapat kordinasi 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern. 14) Mengadakan rapat Dewan Harian 1 bulan sekali untuk :Mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat ekstern) yang ditargetkan pada bulan itu, kepada Ketua Umum. 15) Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. 16) Bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum. 5. BENDAHARA A. FUNGSI 1) Anggota Dewan Harian 2) Berkedudukan dibawah Ketua Umum B. HAK DAN WEWENANG 1) Membuat garis-garis kebijaksanaan organisasi bersama anggota Dewan Harian lainnya. 2) Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugas keorganisasian. 3) Membuat dan menandatangani surat-surat yang berkenaan dengan keuangan. C. TUGAS DAN KEWAJIBAN 1) Menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi dengan Ketua Umum. 2) Memegang, menyimpan dan bertanggungjawab atas kas PMR Unit 3) Mengatur sirkulasi keuangan dengan ketua umum dengan izin Pembina. 4) Mengkordinir pembayaran uang kas anggota setiap minggu 5) Membuat laporan Keuangan dalam jangka waktu tertentu. 6) Meminta laporan dan penyetoran uang dari sie dana usaha. (Pertangungjawaban dalam bentuk laporan diserahkan dalam jangka waktu 1 bulan sekali). 7) Mengkoordinir tabungan angota 8) Dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Ketua Umum. 9) Mengawasi dan membantu jalannya program kerja unit Dana usaha.(mengadakan rapat bersama setiap 1 minggu sekali) 10) Mengadakan rapat 2 minggu sekali bersama Dewan Harian yang lainnya untuk membahas masalah intern. 11) Mengadakan rapat Dewan Harian 2 minggu sekali untuk : ♣ Mengevaluasi dan memberikan laporan tentang jalannya program kerja unit (yang bersifat ekstern) yang ditargetkan pada bulan itu, kepada Ketua Umum. ♣Membahas pelaksanaan program kerja unit untuk 1 bulan kedepan. 12) Bendahara bertanggungjawab atas Mandat yang diberikan Ketua Umum. 6. SIE HUMAS DAN MEDIA KREASI

1) Sebagai Pusat informasi mengenai kebijakan PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor baik secara langsung (lisan), tertulis, majalah dinding maupun media internet. 2) Menyampaikan informasi mengenai kebijakan PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor dan keberadaan PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor yang diperlukan baik untuk lingkungan sendiri (inern) maupun ke luar (ekstern). 3) Menyampaikan Pengumuman yang bersifat rutin maupun insidental (sewaktu-waktu) baik ke dalam maupun ke luar PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor dan melaporkan setelah selesai melaksanakan tugasnya 4) Mengkoordinir majalah dinding PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor (Mediakreasi) 1 minggu sekali dan menempelken informasi baik secara rutin maupun insidental (sewaktuwaktu) 5) Mengkoodinir informasi atau artikel lainnya melalui media internet 6) Mengadakan rapat dengan Ketua I setiap 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 7) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 8) Bertangung jawab kepada Ketua I 7. SIE LOGISTIK 1) Bertanggung jawab atas semua perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor 2) Mengklasifikasikan (mengelompokan) perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor dan mencatatnya pada buku inventaris. 3) Mendata, keberadaan perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor secara rutin 1 minggu sekali dan mencatat serta melaporkannya 4) Menyiapkan barang yang diperlukan untuk kegiatan latihan maupun kegiatan lainnya serta menyimpan kembali pada tempatnya setelah selesai di gunakan. 5) Menyiapkan barang yang dipinjam oleh pihak luar setelah ada izin dari Ketua umum dan Pembina serta meminta kembali sesuai perjanjian dan menyimpan kembali pada tempatnya setelah selesai di gunakan 6) Menata dan merawat perlengkapan (inventaris) milik PMR Unit SMP Negeri 18 Bogor 7) Mengadakan rapat dengan Ketua I setiap 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 8) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 9) Mengkoordinir pengadakan Perlengkapan yang belum ada, memperbaiki yang rusak (bila masih memungkinkan), dan menganti yang hilang atau rusak. 10) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua I 8. SIE KESEKRETARIATAN DAN DOKUMENTASI . 1) Membantu sekretaris dalam pelaksanaan administrasi unit

2) Bertanggungjawab dalam mengelola dan mengatur keperluan keseretariatan 3) Mengatur, mendata, dan merawat kelengkapan buku-buku administrasi dan arsip-arsip PMR Unit SMPN 18 Bogor 4) Mengagendakan Surat Keluar dan Surat Masuk bersama-sama sekretaris 5) Bertangungjawab atas kebersihan dan keamanan sekretariat 6) Mendata seluruh anggota PMR (anggota aktif dan anggota kehormatan), Pembina, Pelatih dan pihak-pihak penting lainnya dengan bekerjasama dengan Sekretaris. 7) Mencatat kehadiran angota PMR yang mengikuti latihan rutin maupun mengikuti kegiatan lainnya 8) Mendokumentasikan dengan cara mencatat Prestasi, Kegiatan PMR Unit SMPN 18 Bogor baik yang rutin, berkala maupun insdental (sewaktu-waktu) termasuk kegiatan yang bersifat partisipatif (undangan dari pihak luar PMR Unit SMPN 18 Bogor) 9) Mendokumentasikan photo-photo kegiatan 10) Mengadakan rapat dengan Ketua I setiap 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 11) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 12) Berhak meminta bantuan dan saran sekretaris untuk membantu melaksanakan program kerja unit. 13) Bekerja sama dengan Humas dalam mengkoordinir Majalah Dinding 14) Mengarsipkan/ menginvetarisir artikel, karya mading bersama-sama sie humas dan media kreasi 15) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua I 9. SIE KESEHATAN DAN KEBERSIHAN 1) Mengatur dan mendata obat-obatan serta kebutuhan UKS lainnya 2) Bertanggungjawab atas segala hal yang berhubungan dengan UKS bersama dengan anggota lainnya 3) Mengatur jadwal piket UKS dan piket upacara baik rutin (Upacara bendera maupun upacara lain yang diselenggerakan SMPN 18) 4) Mengatur Petugas Kesehatan bila di minta sekolah untuk kegiatan tertentu baik di dalam sekolah maupun ke luar sekolah SMPN 18 Bogor dengan koordinasi Pembina 5) Membuat buku piket UKS untuk tugas harian, minguan atau tugas insidental lainnya 6) Menjaga kebersihan dan ketertiban UKS SMPN 18 Bogor 7) Mencatat dan melaporkan Penggunaan obat, penanganan dan daftar yang sakit (buku sakit) setiap 1 minggu sekali 8) Mengadakan rapat dengan Ketua II 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 9) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 10) Berhak meminta bantuan dan saran Ketua II untuk membantu melaksanakan program kerja unit 11) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua II

2) Membantu bendahara dalam pelaksanaan administrasi keuangan anggota. Satu Minggu sekali : Rapat Bidang : Ketua I dengan sie yang di bawahinya dan Ketua II dengan sie yang di bawahinya .10.. 8) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua II 11. 4) Mengkoordinir penjualan kebutuhan kelengkapan anggota 5) Mengadakan rapat dengan Ketua II setiap1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 6) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 7) Berhak meminta bantuan dan saran Bendahara untuk membantu melaksanakan program kerja unit.yang sifatnya temporer 3) Mengusahakan dana bagi penambahan keuangan unit dan pemasukan kas PMR diluar uang kas rutin dengan mengadakan kegiatan wirausaha secara rutin dan menyetorkan hasilnya kepada Bendahara. 11) Bertanggung jawab kepada Ketua Umum melalui Ketua II RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI BIDANG DAN DKH 1. SIE DANA DAN USAHA 1) Bertanggungjawab kepada Ketua Umum melalui Bendahara. SIE UPACARA DAN KEGIATAN 1) Mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan Latihan baik secara rutin. berkala atau undangan (Lat Gab) 2) Mengkoordinir dan menyusun Petugas Apel Sebelum latihan 3) Mengkordinir anggota yang akan mengikuti kegiatan Upacara hari nasional atau upacara yang bersifat partisipatif (undangan) 4) Mengkoordinasikan kegiatan rutin latihan dengan pelatih 5) Mempogramkan kegiatan pelatihan PBB dan tata upacara dan apel siaga dengan berkoordinasi pada pelatih 6) Mengadakan pelatihan sebagai persiapan mengikuti lomba-lomba yang diadakan PMR Unit lain dan PMI Cabang Kota Bogor dibawah koordinasi Pelatih atau Pembina PMR 7) Mencatat semua kegiatan pada buku kegiatan bersama-sama sie kesekretariatan 8) Mengadakan rapat dengan Ketua II 1 minggu sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 mingu ke depan dan evaluasi 1 minggu yg telah dilaksanakan 9) Mengadakan rapat dengan Ketua Umum 1 bulan sekali untuk membahas masalah program kerja unit 1 bulan ke depan dan evaluasi 1 bulan yg telah dilaksanakan dan melaporkannya secara tertulis 10) Berhak meminta bantuan dan saran Ketua II untuk membantu melaksanakan program kerja unit.

2. Dua Minggu Sekali : DKH dengan koordinator Sie RAPAT KOORDINASI DAN EVALUASI DKU 1. Bulanan :Satu Bulan sekali 2. Triwulan : Tiga Bulan Sekali 3. Semester : Enam Bulan Sekali 4. Tahunan : Penyusunan LPJ

PRINSIP-PRINSIP DASAR GERAKAN PALANG MERAH DAN BULAN SABIT MERAH
Prinsip-prinsip Dasar Palang Merah disahkan dalam Konferensi Internasional Palang Merah XX di Wina tahun 1965. Teks yang diperbaharui ini tercantum dalam AD & ART Gerakan palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dan telah disahkan dalam konferensi internasional Palang Merah ke XXV di Jenewa tahun 1986. Ketujuh Prinsip ini disahkan dalam MUNAS XIV tahun 1986. KEMANUSIAAN Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional didirikan berdasarkan memberi pertolongan tanpa membedakan korban yang terluka dalam pertempuran, mencegah dan mengatasi penderitaan sesama manusia. Palang Merah membutuhkan saling pengertian, persahabatan, kerjasama, dan perdamaian abadi bagi sesama manusia. KESAMAAN Gerakan ini tidak membuat perbedaan atas dasar kebangsaan, kesukuan, agama atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata mengurangi penderitaan sesama manusia sesuai dengan kebutuhannya dan mendahulukan keadaan yang paling parah. KENETRALAN Agar senantiasa mendapat kepercayaan dari semua pihak, gerakan ini tidak boleh memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, kesukuan, agama atau ideologi. KEMANDIRIAN Gerakan ini bersifat mandiri. Perhimpunan nasional disamping membantu pemerintahnya dalam bidang kemanusiaan, juga jarus mentaati peraturan negaranya, harus selalu menjaga otonominya sehingga dapat bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip gerakan ini. KESUKARELAAN Gerakan ini adalah gerakan pemberi bantuan sukarela, yang tidak didasari oleh keinginan untuk mencari keuntungan apapun. KESATUAN

Didalam suatu negara hanya ada satu Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang terbuka untuk semua orang dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah. KESEMESTAAN Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional adalah bersifat semesta. Setiap perhimpunan nasional mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama dalam menolong sesama manusia.

LAMBANG KRISTAL MERAH

HUKUM PERIKEMANUSIAAN INTERNASIONAL ( H P I ) ( Internasional Humaniterian Law )
Apa yang dimaksud dengan Hukum Perikemanusiaan Internasional? Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah seperangkat aturan yang karena alasan kemanusiaan dibuat untuk membatasi akibat-akibat dari pertikaian bersenjata. Hukum ini melindungi mereka yang tidak atau tidak lagi terlibat dalam pertikaian dan membatasi cara-cara dan metode peperangan. Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah istilah yang digunakan oleh Palang Merah Indonesia untuk Hukum Humaniter Internasional (International Humanitarian Law). Istilah lain dari Hukum Humaniter Internasional ini adalah “Hukum Perang” (Law of War) dan “Hukum Konflik Bersenjata” (Law of Armed Conflict). Dari mana asalnya Hukum Perikemanusiaan Internasional? Hukum Perikemanusiaan Internasional adalah bagian dari hukum internasional. Hukum internasional adalah hukum yang mengatur hubungan antara negara. Hukum internasional dapat ditemui dalam perjanjian-perjanjian yang disepakati antara negara-negara sering disebut traktat atau konvensi dan secara prinsip dan praktis negara menerimanya sebagai kewajiban hukum. Dalam sejarahnya hukum perikemanusiaan internasional dapat ditemukan dalam aturanaturan keagamaan dan kebudayaan di seluruh dunia. Perkembangan modern dari hukum tersebut dimulai pada abad ke-19. Sejak itu, negara-negara telah setuju untuk menyusun aturan-aturan praktis, berdasarkan pengalaman pahit atas peperangan modern. Hukum itu mewakili suatu keseimbangan antara tuntutan kemanusiaan dan kebutuhan militer dari negara-negara. Seiring dengan berkembangannya komunitas internasional sejumlah

negara di seluruh dunia telah memberikan sumbangan atas perkembangan hukum perikemanusiaan internasional. Dewasa ini hukum perikemanusiaan internasional diakui sebagai suatu sistem hukum yang benar-benar universal. Dimana Hukum Perikemanusiaan Internasional dapat ditemukan? Sebagian besar dari hukum perikemanusiaan internasional ditemukan dalam empat Konvensi Jenewa tahun 1949. Hampir setiap negara di dunia telah sepakat untuk mengikatkan diri pada Konvensi itu. Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 telah dikembangkan dan dilengkapi dengan dua perjanjian lanjutan yaitu Protokol-protokol Tambahan tahun 1977. Ada juga beberapa perjanjian internasional yang melarang penggunaan senjata-senjata tertentu dan taktik militer. Perjanjian ini termasuk Konvensi Den Haag tahun 1907, Konvensi Senjata Biologi tahun 1972, Konvensi Senjata Konvensional tahun 1980 dan Konvensi Senjata Kimia tahun 1993. Konvensi Den Haag tahun 1954 mengatur perlindungan bangunan dan benda sejarah selama pertikaian bersenjata. Banyak aturan hukum perikemanusiaan internasional yang sekarang diterima sebagai hukum kebiasaan internasional yang berarti telah menjadi aturan umum yang diterapkan di semua negara. Apa cakupan Hukum Perikemanusiaan Internasional? Ada dua bahasan yang menjadi cakupan hukum perikemanusiaan internasional, yaitu: Perlindungan atas mereka yang tidak dan tidak lagi mengambil bagian dan suatu pertikaian. Batasan-batasan atas sarana peperangan, khususnya persenjataan dan metode atau caracara peperangan seperti taktik-taktik militer. Apa yang dimaksud dengan Perlindungan? Hukum perikemanusiaan internasional melindungi mereka yang tidak ambil bagian atau tidak terlibat dalam pertikaian yaitu seperti warga sipil serta petugas medis dan rohani. Hukum perikemanusiaan juga melindungi mereka yang tidak lagi ambil bagian dalam pertikaian seperti mereka yang telah terluka atau korban kapal karam, mereka yang sakit atau yang telah dijadikan tawanan. Orang yang dilindungi tidak boleh diserang. Mereka harus bebas dari penyiksaan fisik dan perlakuan yang merendahkan martabat. Korban yang luka dan sakit harus dikumpulkan dan dirawat. Aturan-aturan yang terinci, termasuk penyediaan makanan serta tempat berteduh yang layak dan jaminan hukum, berlaku bagi mereka yang telah dijadikan tawanan atau mengalami penahanan. Tempat-tempat dan objek-objek tertentu seperti rumah sakit dan ambulans, juga dilindungi dan tidak boleh menjadi sasaran penyerangan. HPI menetapkan sejumlah

Namun di dalam pertikaian bersenjata internal. menyebabkan luka-luka yang berlebihan atau penderitaan yang tidak semestinya. Hukum perikemanusiaan internasional membedakan antara pertikaian bersenjata internasional dan pertikaian bersenjata internal (dalam negeri). Meski beberapa aturan dari keduanya ada yang sama. semua pihak harus mematuhi hukum perikemanusiaan internasional. Apakah Hukum Perikemanusiaan Internasional benar-benar berjalan? . Hukum perikemanusiaan internasional juga tidak mengatur apakah suatu negara dapat menggunakan kekuatan (militernya) karena hal ini diatur oleh aturan berbeda (namun sama pentingnya) yaitu hukum internasional yang terdapat dalam Piagam PBB. yang tidak terlibat dalam pertikaian.” Kapan Hukum Perikemanusiaan Internasional Berlaku? Hukum perikemanusiaan internasional hanya berlaku pada saat terjadi pertikaian bersenjata. Persenjataan dan taktik-taktik apa saja yang dibatasi? Hukum perikemanusiaan internasional melarang segala sarana dan cara-cara peperangan yang: gagal membedakan antara mereka yang terlibat dalam pertikaian dan mereka seperti warga sipil.lambang-lambang yang dapat dikenali dengan jelas dan sinyal-sinyal yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang dan tempat-tempat yang dilindungi. menyebabkan kerusakan lingkungan yang berkepanjangan atau sangat parah. Lambang-lambang ini termasuk palang merah dan bulan sabit merah. Hukum perikemanusiaan internasional juga telah melarang penggunaan berbagai jenis persenjataan tertentu termasuk peluru ledak. Hukum perikemanusiaan internasional hanya berlaku pada saat suatu konflik dimulai dan berlaku sama kepada semua pihak tanpa memandang siapa yang memulai pertikaian. tidak seperti hukum perikemanusiaan internasional. Hukum tersebut tidak dapat diterapkan pada kekacauan dalam negeri seperti tindakan-tindakan kekerasan yang terisolasi. kedua hukum ini telah berkembang secara terpisah dan terdapat dalam perjanjian yang berbeda. Pertikaian bersenjata internasional adalah pertikaian yang sedikitnya melibatkan dua negara. senjata kimia dan biologi serta senjata “laser-blinding weapon. Aturan yang lebih terbatas berlaku bagi pertikaian bersenjata internal-khususnya yang ditetapkan dalam Pasal 3 dari setiap ke-empat Konvensi Jenewa dan Prokokol Tambahan kedua. Adalah penting untuk membedakan antara hukum perikemanusiaan internasional dengan hukum hak asasi manusia. Secara khusus hukum hak asasi manusia. berlaku pada masa damai dan banyak aturannya mungkin ditangguhkan selama suatu pertikaian bersenjata berlangsung. seperti halnya dalam pertikaian bersenjata internasional. Pertikaian seperti itu tunduk pada aturan yang lebih luas termasuk diatur dalam empat Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan pertama.

sehingga korban dapat terselamatkan dari bahaya maut semaksimal mungkin. Kemampuan dasar ini dapat diperoleh melalui pendidikan umum formal. Pengadilan-pengadilan ad hoc telah dibentuk untuk menghukum tindakan-tindakan yang dilakukan dalam dua pertikaian yang terjadi beberapa waktu lalu yaitu di bekas Yugoslavia dan Rwanda.Tragisnya contoh-contoh pelanggaran hukum perikemanusiaan internasional tak terhitung telah terjadi dalam pertikaian bersenjata di seluruh dunia. Ada juga korban tidak hanya . penerapan hukum perikemanusiaan internasional akan selalu menghadapi kesulitan-kesulitan berat. PENDAHULUAN P3K secara harfiah merupakan tindakan yang dapat diberikan / dilakukan oleh orang yang terlatih atau memahami tentang seluk-beluk anatomi-kesehatan dasar. Namun. Bahwa hukum itu berlaku selama masa-masa traumatik. Utamanya mereka harus memberlakukan hukum untuk menghukum pelanggaran-pelanggaran paling serius Konvensi-Konvensi Jenewa dan Protokol-protokol Tambahan yang dianggap sebagai kejahatan perang.org/ Pertolongan pertama I. Dewasa ini pengadilan permanen internasional yang akan dapat menghukum kejahatan perang sudah disepakati untuk didirikan. terdapat hal-hal penting dimana hukum perikemanusiaan internasional telah membuat suatu perbedaan dalam melindungi warga sipil.http://www. kita dapat memberikan suatu sumbangan penting bagi penerapan hukum perikemanusiaan internasional. ( Sumber: “What is International Humanitarian Law” . Mereka harus mencegah dan jika perlu menghukum semua pelanggaran hukum perikemanusiaan internasional. Sejumlah tindakan telah diambil untuk mempromosikan penghormatan terhadap hukum perikemanusiaan internasional. Apakah melalui pemerintah.icrc.ICRC Advisory Service on International Humanitarian Law . melalui organisasi-organisasi atau sebagai perorangan. menghentikan perdarahan. penerapan efektif dari hukum itu selamanya akan tetap mendesak. korban luka dan sakit serta dalam membatasi penggunaan senjata yang semena-mena. pelatihan ataupun pengalaman. Dasar hukumnya adalah Statuta Roma 1998 tentang pendirian Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court). Negara-negara berkewajiban untuk memberikan pendidikan tentang hukum perikemanusiaan internasional kepada angkatan bersenjata dan masyarakat umum negaranya. mencegah nyeri dan menjamin fungsi saluran napas. Pertolongan pertama mempunyai makna tindakan yang pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih baik. sehingga tujuan dari P3K sesungguhnya adalah: mencegah agar cedera yang timbul tidak lebih parah. Beberapa tindakan juga telah dilakukan pada level internasional. Pengadilan yang akan berkedudukan di Den Haag Belanda itu terbentuk bila Statuta tersebut sudah diratifikasi 60 negara. Bahkan korban yang meningkat dalam peperangan adalah warga sipil. tawanan. sementara saat ini baru 4 negara yang meratifikasinya.

Kalau memungkinkan berikanlah siraman air mengalir. Tetapi pada prinsipnya dalam P3K kasus tenggelam adalah sesegera mungkin mengangkat korban tenggelam ke permukaan air atau daratan. Perlu diketahui adanya perbedaan media air sebagai sumber persoalan. begitu juga dengan lokasi tubuh yang terbakar. terutama daerah sungai atau pantai. maka yang utama dilakukan adalah mengeluarkan racun yang sempat masuk ke dalam tubuh korban dengan menekan sekitar luka sehingga darah yang sudah tercemar sebagian besar dapat dikeluarkan dari luka tersebut. PERTOLONGAN PERTAMA PADA GIGITAN BINATANG Sebagai pedoman dasar pada setiap luka gigitan. Sangat berbahaya adalah mengirup uap panas. II. sehingga penolongpun tidak menjadi korban berikutnya. Mengurangi perasaan nyeri yang paling ideal adalah air bersih yang dingin. sehingga terjadi obstruksi saluran napas. Seringkali terjadi kesalahan dalam penanganan luka bakar pada tahapan ini. karena selain air yang bersih dapat menyebabkan semakin kotornya permukaan luka. dan mengeluarkan air yang sudah terminum dengan cara merangsang terjadinya refleks muntah (bagi pasien sadar). sehingga syaraf-syaraf nyeri banyak mengalami rangsangan. tetapi juga kompleks sehingga penolongpun diharuskan untuk mampu memberikan pertolongan sekaligus ataun sesuai prioritas yang mengancam nyawa. Seringkali luka yang ditimbulkan tidak sampai mengeluarkan darah. PERTOLONGAN PERTAMA PADA KASUS TENGGELAM Kasus tenggelam merupakan kasus yang sering terjadi pada wilayah perairan seperti di Indonesia.mengalami trauma sejenis. Selain itu juga perlu mendapat perhatian sumber penyebab luka bakar itu apa? Api dan air/ uap panas sangat berbeda. seyogyanya . IV. Penggunaan bahan selain air bersih merupakan hal yang sangat tidak menguntungkan bagi korban. terutama pada luka bakar yang tidak terlalu dalam. III. Semakin cepat diketahui/ ditolong korban tenggelam maka semakin lebih baik dan mudah untuk penanganan selanjutnya. sedangkan bagi korban tak sadar/ koma kita harus menghindari terjadinya aspirasi( masuknya air dalam saluran napas) serta sesegera mungkin dibawa ke fasilitas kesehatan yang memadai. mempersulit pembersihannya pada saatnya nanti dan dapat menambah rangsangan nyeri itu sendiri. Setelah korban tenggelam ini dapat di keluarkan dari air maka mengusahakan untuk membebaskan fungsi pernapasan. PERTOLONGAN PADA LUKA BAKAR Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri. Terbakarnya permukaan tubuh membuat sensasi nyeri yang sangat hebat. hal ini akan segera menyebabkan udema jaringan saluran napas. Kegawatan pada korban tenggelam adalah terjadinya kegagalan fungsi pernapasan akibat masuknya cairan(air tawar/ asin) ke dalam jaringan paru yang dapat menyebabkan gangguan fungsi respirasi. Hal ini tentu akan dilakukan oleh orang yang sangat terlatih dalam hal berenang. Dalam kesempatan ini akan dibahas P3K secara praktis pada kasus-kasus darurat yang sering kita amati dan alami di sekitar kita. air asin atau air tawar.

Selain itu. Secara teoritis patah tulang dibagi menjadi 2. sehingga kita masih dapat menyelamatkan nyawa korban. yang perlu diperhatikan adalah saat pengangkatan korban harus dalam keadaan vertebranya lurus.luka tersebut diperlebar secukupnya sampai penolong dapat mengeluarkan darah yang tercemar itu. patah tulang terbuka dan patah tulang tertutup. untuk menghindari cedera saraf pada vertebra. artinya korban harus diletakkan pada alas kasur yang keras. V. PERTOLONGAN PERTAMA PADA PATAH TULANG Dalam penanganan patah tulang (fraktur) yang penting diperhatikan adalah . Selanjutnya segera mungkin dibawa ke pusat kesehatan yang lebih maju untuk perawatan lanjut. Paling tidak usaha kita sudah maksimal disertai dengan kecermatan saatsaat kita menolong korban. barulah korban-korban yang berikutnya. karena dapat menyebabkan kelumpuhan total pada seluruh anggota badan. ini bertujuan untuk mencegah semakin tersebarnya racun ke dalam tubuh yang lain. Sambil menekan agar racunnya keluar juga dapat dilakukan pembebatan( ikat) pada bagian proksimal dari gigitan. Fraktur pada tulang tengkorak dapat menyebabkan kematian mendadak. khusus pada patah tulang terbuka. hal ini dapat membahayakan bagi pengisapnya. Terpenting adalah menjaga system saluran pernapasan dan detak jantung berfungsi dengan baik. VI. sehingga seringkali pertolongan pertamapun tidak sempat dilakukan. maka penolong juga mencegah agar luka tersebut tidak terkontaminasi dengan kotoran/ infeksi. Patah tulang vertebra termasuk yang sangat gawat apabila daerah frakturnya sekitar leher. tetapi memang proses perjalanan kehidupan sudah sampai waktunya. Penanganan pertama pada patah tulang secara prinsipil adalah menghindari gerakan-gerakan/gesekangesekan pada bagian yang patah. . yaitu penolong berhak menilai korban yang masih layak untuk ditolong dengan kemungkinan harapan hidup masih tinggi. mencegah perdarahan. Setiap usaha pertolongan berarti diawali dengan niat yang baik. sehingga untuk menghasilkan hasil yang baik diperlukan ketrampilan serta pengetahuan yang cukup agar tidak terjadi kesalahan dalam bertindak. Tidak dianjurkan mengisap tempat gigitan. tanah longsor. mencegah infeksi. mencegah komplikasi lebih parah. KOMPLEKSITAS PADA PERTOLONGAN PERTAMA Tidak jarang terjadi korban kecelakaan dengan multiple injury. apalagi yang memiliki luka walaupun kecil di bagian mukosa mulutnya. tetapi tidak juga berhasil maka bukan berarti kita gagal. hal ini berarti kita tidak berhasil. Pada patah tulang vertebra. Pada keadaan demikian ini berlaku “ skala prioritas”. kebanjiran dan sebagainya maka dikenal adanya “Samaritan law”. Tindakan ini dapat dilakukan pembidaian/ pasang spalk dengan menggunakan kayu atau benda yang dapat menahan agar kedua fraksi yang patah tidak saling bergesekan. Hal ini tergantung juga dari jumlah personil penolong. setelah meraka teratasi. Tidak jarang di Emergency suatu Rumah Sakit tertentu para korban yang sudah kita tolong justru sudah meninggal. Pada kecelakaan massal seperti kecelakaan pesawat terbang. sehingga mempersulit bagi penolong.

Ketua PMI ke 4 ( 1952 – 1954 ) : Prof. yaitu yang dapat . 9.sekarang) : M. Ketua PMI ke 12 (2004 . 7. A. memberikan bantuan dalam bidang kesehatan yang berbasis masyarakat. LATAR BELAKANG Palang Merah Indonesia berkomitmen untuk menyebarluaskan dan mendorong aplikasi secara konsisten Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Selain itu mereka juga berperan sebagai ”peer educator” atau pelatih sebaya. 11. yang tercakup dalam Tri Bhakti PMR: Untuk dapat melaksanakan Tri Bhakti PMR yang berkualitas. Ketua PMI ke 13 (2009 . Soeyoso Soemodimedjo.2009 ) : Mari’e Muhammad 13. Siti Hardianti Rukmana. Dr.NAMA – NAMA TOKOH YANG PERNAH MENJADI KETUA PMI 1. H. Satrio. A. berperan aktif dalam penanggulangan bahaya HIV/AIDS dan penyalahgunaan NAPZA. 6. 12. Ibnu Sutowo. Ketua PMI ke 11 ( 1998 . dan berperilaku sesuai prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Paku Alam VIII. Ketua PMI ke 5 ( 1954 – 1966 ) : P. Moch. Ketua PMI ke 8 ( 1982 – 1986 ) : Dr. Jusuf Kalla BAB I PENDAHULUAN A. Ketua PMI ke 1 ( 1945 – 1946 ) : Drs. Ketua PMI ke 10 ( 1992 – 1998 ) : Hj. 3. 8. 2. Ketua PMI ke 7 ( 1970 – 1982 ) : Prof. Dr. Ketua PMI ke 3 ( 1948 – 1952 ) : BPH Bintoro. 10. 5. Ketua PMI ke 2 ( 1945 – 1948 ) : Soetarjo Kartohadikoesoemo. Amanat ini menjadi bagian tugas anggota remaja PMI. Hatta. Bahder Djohan. melaksanakan kesiapsiagaan di dalam penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat. Ketua PMI ke 6 ( 1966 – 1969 ) : Letjen Basuki Rachmat. H.2004 ) : Mari’e Muhammad. 4. memahami. maka diperlukan anggota remaja PMI yang berkarakter kepalangmerahan yaitu mengetahui. serta menggerakkan generasi muda dan masyarakat dalam tugas-tugas kemanusiaan. Ketua PMI ke 9 ( 1986 – 1992 ) : Dr.

B. pelatihan. biasa. PMR calon pemimpin Palang Merah masa depan 4. yang terhimpun dalam PMR. TUJUAN Buku ini bertujuan sebagai pedoman pengurus dan pegawai PMI disemua tingkatan yang menangani PMR. dan evaluasi 2. pegawai. Undang-undang Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 5. yang menggambarkan proses pembinaan anggota PMR dan semua unsur yang terlibat didalamnya. dan kehormatan (AD Bab VI. untuk melaksanakan pembinaan PMR C. 459 tahun 1995 dan No. Kebijakan IFRC tentang Remaja 3. pelatih PMI. 0185-KEP/PP/IX/95 tentang pembinaan dan pengembangan Kepalangmerahan di Madrasah D. Pedoman PMR Adalah pedoman bagi pengurus dan pegawai PMI disemua tingkatan yang menangani PMR. PMR berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan 3. monitoring. Hal ini telah tercemin dalam kebijakan PMI dan Federasi bahwa: 1. Perjanjian kerja sama PMI dengan Diknas RI tanggal 24 Mei 1995 No. Pembinaan PMR mencakup: perekrutan. Remaja merupakan prioritas pembinaan. pelatih PMI. luar biasa. sehingga terjadi peningkatan ketrampilan hidup atau ”life skill” untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku positif pada remaja. serta peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. Kebijakan PMI tentang PMR 4. PMR a. Dalam pembinaan PMR. .berbagi pengetahuan. perlu dibina. Pasal 11) b. Untuk itu diperlukan suatu Pedoman Pembinaan PMR. serta instansi terkait. 0090-KEP/PP/V/95 tentang pembinaan dan pengembangan Kepalangmerahan di sekolah 6. dan sikap kepada teman sebayanya. pembina PMR. pembina PMR. PMR adalah kader relawan Oleh karenanya anggota remaja PMI. pembina PMR. PENGERTIAN 1. tentu saja diperlukan persamaan persepsi dan komitmen oleh semua unsur yaitu pengurus. serta pihak terkait dalam pembinaan remaja atau anggota PMR. Yang dapat diterima sebagai anggota remaja adalah mereka yang berusia 10 – 17 tahun atau mereka yang seusia sekolah lanjutan tingkat atas dan belum menikah (ART Bab VI. serta instansi terkait. pengembangan organisasi. pengembangan individu. Tri Bakti PMR. ketrampilan. DASAR 1. 118/U/95 dan No. pelaporan. Anggota PMI terdiri dari anggota remaja. Perjanjian kerja sama PMI dengan Depag RI tanggal 26 September 1995 No. pelatih PMI. AD/ART PMI hasil Munas PMI XVIII tahun 2005 2. baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan 2.

. dan Pelatih PMI di kelompok PMR tersebut b. atau guru yang ditunjuk oleh sekolah untuk melakukan pembinaan kelompok dan anggota PMR di sekolah ybs b. Madya. Pembina PMR a. Ayat (2)) e. Seseorang yang ditunjuk oleh PMI Cabang/Ranting untuk melakukan pembinaan kelompok dan anggota PMR luar sekolah c. Hak dan kewajiban anggota remaja dilaksanakan melalui wadah Palang Merah Remaja.Pasal 11. Wira i. memonitor. Tiap kelompok PMR terdiri dari minimal 10 orang.l. yang mengatur. PMR adalah wadah pembinaan anggota remaja PMI g. Tingkatan dalam PMR: Mula. h. dan disebut kelompok PMR. memonitor. ataupun organisasi non pemerintah yang secara aktif mendukung pembinaan dan pengembangan PMR. dan mengevaluasi tugas Pembina PMR. Penanggung jawab Kelompok PMR Sekolah adalah Kepala Sekolah. yang mengatur. Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. dan mengevaluasi tugas Pembina PMR. Instansi terkait Pihak-pihak baik pemerintah. Lihat pedoman pelatih dan pelatihan 6. Penanggung Jawab PMR. Ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan Palang Merah Remaja ditetapkan oleh Pengurus Pusat (ART Bab VI. dan Pelatih PMI di kelompok PMR tersebut c. disebut kelompok PMR sekolah 2) Kelompok PMR berbasis masyarakat. departemen pendidikan. Pasal 15) f. disebut kelompok PMR luar sekolah j. Anggota Remaja mendaftarkan diri kepada unit Palang Merah Remaja di wilayah domisili yang bersangkutan (ART Bab VI. swasta. Pelatih PMI Pelatih adalah individu (Pengurus/staff/relawan) yang memenuhi kualifikasi pelatih sesuai dengan Pedoman Pelatih PMI. Penanggung jawab PMR a. disingkat PMR (ART Bab VI. Pasal 13. Ayat (1)) d. a. Pembina PMR secara fungsional adalah anggota Tenaga Sukarela (TSR) PMI Cabang 5. Ayat (1)) c. Pasal 13. secara fungsional adalah anggota Tenaga Sukarela (TSR) PMI Cabang 4. Penanggung jawab kelompok PMR Luar Sekolah adalah seseorang yang ditunjuk oleh PMI Cabang/Ranting. Penjenjangan anggota PMR terdiri dari: 1) Anggota Remaja PMI berusia 10 – 12 tahun/setingkat SD/MI/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Mula 2) Anggota Remaja PMI berusia 12 – 15 tahun/setingkat SMP/MTS/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Madya 3) Anggota Remaja PMI berusia 15 – 17 tahun/setingkat SMU/SMK/MA/sederajat dapat bergabung sebagai anggota PMR Wira 3. Kelompok PMR terdiri dari: 1) Kelompok PMR berbasis sekolah. PMR berada di sekolah atau luar sekolah.

UNICEF. Warga Negara Asing yang sedang berdomisili di wilayah Indonesia * 3. ketrampilan. yaitu proses pembinaan interaktif yang bertujuan memaksimalkan pengetahuan. dan berperilaku sesuai prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah d. pelaporan. Dengan demikian anggota PMR tidak hanya sebagai obyek. pelatihan. dan evaluasi b. Pembinaan PMR diarahkan pada pengembangan karakter kepalangmerahan c. dan sikap (PKS) anggota PMR sehingga terjadi perubahan positif. departemen kesehatan. ANGGOTA PMR 1. Warga Negara Indonoesia 2. Kemudian anggota PMR juga dapat berperan sebagai ”peer educator” atau pelatih sebaya. Mendapatkan persetujuan orang tua/wali 5. dan pelaksanaan kegiatan kepalangmerahan 6. SYARAT MENJADI ANGGOTA PMR 1. mencakup: perekrutan. yaitu yang dapat berbagi PKS kepada teman sebaya sehingga mendorong terjadinya perubahan perilaku positif pada remaja. Pengembangan karakter kepalangmerahan yaitu mengarahkan anggota PMR agar mengetahui. Orientasi kepalangmerahan adalah proses pengenalan Gerakan Palang Merah/Bulan Sabit Merah dan PMI b. Orientasi kepalangmerahan diperuntukkan bagi setiap anggota PMI. D. PMR Madya : 12 – 15 tahun/setingkat SMP/MTS/sederajat . komite sekolah. Pembinaan berbasis pengembangan karakter dilaksanakan dengan pendekatan Ketrampilan Hidup. tetapi juga subyek yang terlibat aktif dalam siklus pembinaan PMR. departemen sosial. Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan PMR. Tri Bhakti PMR. memahami. Mengisi formulir pendaftaran dan mengembalikannya kepada Pembina PMR di kelompok PMR masing-masing. PENGESAHAN ANGGOTA Lihat Pelantikan Anggota PMR*. pengembangan organisasi. termasuk anggota PMR dan Pembina PMR BAB II KEANGGOTAAN PMR A. C. UNFPA 7. pengembangan individu. Orientasi a. untuk selanjutnya disampaikan kepada Pengurus Cabang Palang Merah Indonesia setempat. monitoring. pelatihan. Pembinaan PMR a.departemen agama. Bersedia mengikuti orientasi. Berusia 10 tahun sampai dengan 17 tahun dan atau belum menikah atau seusia siswa SD/MI s/d SMU/MA atau yang sederajat 4. PENGERTIAN B. PMR Mula : 10 – 12 tahun/setingkat SD/MI/sederajat 2. 8.

PMR Wira : 15 – 17 tahun/setingkat SMA/SMK/MA/sederajat E. Kewajiban Anggota PMR 1. Hak dan Kewajiban Pembina PMR a. dengan mekanisme: mengirimkan 1 orang Pembina PMR yang diputuskan melalui rapat forum komunikasi Pembina PMR (menyangkut jumlah perwakilan diserahkan ke PMI Cabang/Forum Komunikasi Pembina)* 3) Mendapatkan pengakuan dan penghargaan atas partisipasi dan prestasi 4) Mendapatkan atribut sesuai dengan ketentuan PMI b. 2. Hak dan Kewajiban Anggota PMR a. Hak Anggota PMR 1) Mendapatkan pembinaan dan pengembangan oleh PMI 2) Menyampaikan pendapat dalam forum/pertemuan resmi PMI 3) Berpartisipasi aktif dalam kegiatan PMR/PMI 4) Mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) 5) Menggunakan atribut sesuai ketentuan 6) Mendapat penghargaan 7) Mendapat asuransi b. Menjalankan dan membantu menyebarluaskan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan kegiatan PMI 2. Kewajiban Penanggung Jawab PMR 1) Mematuhi AD/ART PMI 2) Mematuhi ketentuan dalam TSR PMI 3) Mengikuti orientasi kepalangmerahan dan pelatihan. Hak Pembina PMR 1) Mendapatkan pembinaan dan pengembangan kapasitas oleh PMI Cabang 2) Mengikuti musyawarah cabang dalam mengambil keputusan. Menjaga nama baik PMI 5. HAK DAN KEWAJIBAN 1. Kewajiban Pembina PMR 1) Mematuhi AD/ART PMI 2) Mematuhi ketentuan dalam TSR PMI 3) Mengikuti orientasi kepalangmerahan dan pelatihan. minimal ditingkat PMI Cabang 4) Menjaga nama baik PMI . Mematuhi AD/ART 3. Melaksanakan Tri Bakti PMR 4. Hak dan Kewajiban Penanggung Jawab PMR a. Hak Penanggung Jawab PMR 1) Mendapatkan pembinaan dan pengembangan kapasitas oleh PMI Cabang 2) Mendapatkan pengakuan dan penghargaan atas partisipasi dan prestasi b. minimal ditingkat PMI Cabang 4) Menjaga nama baik PMI 5) Melaksanakan sosialisasi kepalangmerahan 6) Berperan aktif dalam pembinaan dan pengembangan PMR 3. Membayar uang iuran keaggotaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan PMI Pusat.3.

Bagi mereka yang pindah maka diharapkan: 1) Membawa surat rekomendasi dari Pengurus PMI Cabang tempat semula mereka bergabung 2) Melaporkan/mendaftarkan kembali melalui kelompok PMR ditempat tinggalnya yang baru 7. warga belajar. Tim Pembina Pengembangan Kepalangmerahan a. disingkat TP PMI b. Sesuai perjanjian kerja sama PMI – Depdikbud RI tanggal 24 Mei 1995 No. 4.5) Melaksanakan sosialisasi kepalangmerahan 6) Berperan aktif dalam pembinaan dan pengembangan PMR 6. TP PMI disetiap tingkatan terdiri dari unsur PMI. Departemen Sosial. 0118/U/1995 dan No. yang dikoordinasikan dengan PMI Cabang. BAB III ORGANISASI PMR A. TP PMI dibentuk di tingkat Pusat. Kabupaten/Kota c. TP PMI Propinsi bertugas: 1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan di kalangan siswa. SEKOLAH 1. dan Departemen Kesehatan d. Departemen Agama. 0090/KEP/PP/95. dan mahasiswa di tingkat propinsi. Mekanisme pemberhentian anggota PMR ditetapkan oleh kelompok PMR yang bersangkutan. BERAKHIRNYA KEANGGOTAAN 1) Keanggotaan PMR dinyatakan berakhir jika yang bersangkutan: 2) Berakhir masa keanggotaan 3) Mohon berhenti 4) Diberhentikan 5) Meninggal dunia 6) Anggota PMR dapat diberhentikan oleh Pengurus PMI Cabang. warga belajar. Propinsi. dan mahasiswa secara nasional 3) Menyiapkan dan melaksanakan kegiatan pembinaan kepada TP PMI Propinsi 4) Menerima laporan dari TP PMI Propinsi e. warga belajar. TP PMI Pusat bertugas: 1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan 2) di tingkat siswa. dibentuk Tim Pembina Pengembangan Kepalangmerahan di kalangan siswa. apabila yang bersangkutan mencemarkan nama baik PMI dan atau dijatuhi hukuman pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. dan mahasiswa. PERPINDAHAN ANGGOTA PMR Berhubung karena sesuatu hal. seorang anggota PMR pindah ketempat lain. secara terinci dan mengacu pada program nasional 2) Menyiapkan dan melaksanakan pembinaan TP PMI Kota/Kabupaten 3) Menerima laporan dari hasil TP PMI Kota/Kabupaten .

Organisasi PMR di Sekolah a. Pembinaan PMR luar sekolah dilaksanakan oleh TP PMI 2. Susunan Pengurus PMR di sekolah: 1) Pelindung adalah TP PMI Kabupaten/Kota 2) Penanggung jawab adalah Kepala Sekolah 3) Pembina PMR 4) Fasilitator dan Pelatih PMI Pengurus harian PMR terdiri dari siswa-siswi yang telah menjadi anggota PMR dengan masa bakti minimal 1 tahun. TP PMI Kota/Kabupaten bertugas: 1) Menyiapkan program pembinaan dan pengembangan kepalangmerahan di kalangan siswa. Kelompok PMR SKB Temanggung. dibawah pembinaan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan e. secara rinci dan mengacu pada program Nasional dan Propinsi 2) Menyampaikan laporan dan hasil kerja kepada TP PMI Propinsi. Kegiatan PMR di sekolah merupakan bagian dari kegiatan ekstra kurikuler. LUAR SEKOLAH 1. Nama kelompok PMR disesuaikan dengan nama desa/kecamatan/instansi tempat kelompok PMR tersebut dibentuk. pembinaan PMR dilaksanakan oleh Staf yang membidangi PMR (SDM/PMR/Diklat)* 3. dengan tembusan kepada PMI Pusat 2. atau sebutan lain yang dapat meningkatkan pembinaan PMR. yang beranggotakan minimal 10 orang 4. PMR luar sekolah disebut kelompok PMR. PMR di sekolah disebut kelompok PMR. pembinaan PMR dilaksanakan oleh Bidang Pembinaan PMR c. Pembinaan PMR dilaksanakan oleh TP PMI b. terdiri dari: a) Seorang ketua b) Seorang wakil ketua c) Seorang sekretaris d) Seorang bendahara e) Unit-unit: (1) Bakti Masyarakat (2) Ketrampilan. dan mahasiswa di tingkat Kota/Kabupaten. Di lingkungan PMI Pusat/Daerah/Cabang. dan dalam kegiatannya secara fungsional termasuk seksi Kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi OSIS f. kebersihan.f. yang beranggotakan minimal 10 orang d. misalnya: Kelompok PMR Masjid Al Huda. . dan kesehatan (3) Persahabatan (4) Umum B. Di lingkungan PMI Pusat/Daerah/Cabang. warga belajar. Struktur organisasi PMR di sekolah Kelompok PMR disekolah secara struktural mempunyai struktur sendiri sebagai kelompok PMR.

dan modul d. Memfasilitasi PMI Cabang dalam melaksanakan kebijakan. kebersihan. dan pengembangan kapasitas individu untuk tingkat nasional maupun internasional e. pengembangan organisasi. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Pusat (TP PMI. Diknas. Susunan Pengurus PMR luar sekolah: a. Mengeluarkan buku panduan pembinaan.* 5. dan modul c. Pengurus harian PMR terdiri dari warga belajar yang telah menjadi anggota PMR dengan masa bakti minimal 1 tahun. Memfasilitasi/menyelenggarakan pelatihan. 7. dan evaluasi) b. buku panduan. 9. PMI Daerah yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR a. Depag. dan . pengembangan kegiatan. Anggota terdiri dari anggota remaja PMI yang berbasis masyarakat 6.dll. Menerapkan kebijakan tentang pembinaan PMR b. Struktur organisasi PMR luar sekolah 8. Pelindung adalah TP PMI Kabupaten/Kota b. PMI Pusat yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR a. Fasilitator/Relawan PMI e. pengembangan individu. Mengeluarkan kebijakan tentang pembinaan PMR (perekrutan. Memfasilitasi PMI Daerah melaksanakan kebijakan. monitoring. pelaporan. PERAN MASING-MASING PIHAK 1. organisasi non pemerintah) untuk pengembangan pembinaan PMR h. Menyediakan informasi terkait dengan pengembangan pembinaan PMR. Depkes. Pembina PMR d. Kelompok PMR luar sekolah secara struktural mempunyai struktur sendiri sebagai kelompok PMR. Memfasilitasi/menyelenggarakan pelatihan. kurikulum standard pelatihan anggota dan Pembina PMR. Pembina PMR luar sekolah adalah tutor atau instruktur warga belajar. pelatihan. Tri Bakti PMR. pengembangan kegiatan. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR g. Menyelenggarakan kegiatan nasional. kurikulum. dan modul c. misal Jumbara Nasional f. kurikulum. dan meneruskan informasi tersebut kepada PMI Daerah 2. Penanggung jawab adalah Kepala Desa/Kecamatan/Instansi/organisasi c. terdiri dari: 1) Seorang ketua 2) Seorang wakil ketua 3) Seorang sekretaris 4) Seorang bendahara 5) Unit-unit: a) Bakti Masyarakat b) Ketrampilan. buku panduan. dan kesehatan c) Persahabatan d) Umum C.

dan Pelatih PMI di kelompok PMR tersebut d. pengembangan kegiatan. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Kabupaten/Kota (TP PMI. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Propinsi (TP PMI. dan meneruskan informasi tersebut kepada PMI Cabang h. Memfasilitasi pelatihan. kurikulum. PMI Cabang yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR a. Menyelenggarakan kegiatan. Menerapkan kebijakan tentang pembinaan PMR b. Penanggung Jawab PMR a. pelatihan gabungan anggota PMR. Pembina PMR a. Bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengembangan PMR b. Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dikelompok PMR c. musyawarah kerja tahunan. dan pengembangan kapasitas untuk tingkat cabang dan kelompok PMR d. Dinas Pendidikan. antara lain melakukan sosialisasi dan advokasi ke sekolah/lembaga. Memfasilitasi Kelompok PMR dalam menerapkan informasi-informasi tentang pembinaan PMR 4. organisasi non pemerintah) untuk pengembangan pembinaan PMR i. Mengembangkan kegiatan kepalangmerahan. Melaksanakan pembinaan PMR di kelompok PMR masing-masing (lihat Manual Panduan bagi Pembina PMR) b. memonitor. Menyelenggarakan kegiatan tingkat PMI Daerah. misal: orientasi Pembina PMR. Depkes. khususnya terkait pembinaan PMR. maupun musyawarah tahunan g. Menyediakan informasi terkait dengan pengembangan pembinaan PMR dan meneruskan informasi tersebut kepada kelompok PMR j. meningkatkan jaringan komunikasi dan koordinasi antar Pembina PMR maupun sekolah/lembaga . dan modul c. Bersama dengan PMI Cabang mengatur. misal: Jumbara Daerah e. Depag. Menugaskan pelatih PMI untuk melatih kelompok PMR f. Dinas Keehatans. Melibatkan Pembina PMR dalam proses pengambilan keputusan. Berkoordinasi dengan pihak terkait ditingkat Kota/Kabupaten /Kecamatan 5. baik dalam forum rapat. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR h. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR e. memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR f. Jumbara Cabang e.pengembangan kapasitas untuk tingkat daerah d. Kantor Depag. dan mengevaluasi tugas Pembina PMR. buku panduan. Memfasilitasi PMI Cabang dalam menerapkan informasi-informasi tentang pembinaan PMR 3. Diknas. Menyediakan informasi terkait dengan pengembangan pembinaan PMR. organisasi non pemerintah) untuk pengembangan pembinaan PMR g. Memfasilitasi kelompok PMR melaksanakan kebijakan.

Fasilitator PMI a. perkembangan metode dan media pelatihan 7. kualitas pelatih.c. LENCANA a. Mendukung upaya pembinaan PMR. SERAGAM * Terdiri dari 2 macam seragam: a. kualitas pelatih. Mengembangkan kegiatan kepalangmerahan. Madya dan Wira) b. Instansi terkait a. Bertujuan memberikan penghargaan dan pengakuan atas peran serta anggota PMR dalam kegiatan Tri Bakti PMR b. dan ditetapkan oleh PMI Cabang. celana panjang warna hitam (contoh desaign gambar seragam terlampir). Anggota PMR yang berhak menerima lencana diusulkan oleh kelompok PMR. Memberikan masukan kepada PMI dan Pelatih PMI terkait pelaksanaan standarisasi pelatihan PMR. Membantu PMI Cabang memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru d. memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru. Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara kelompok PMR dan PMI Cabang e. Melaksanakan pembinaan dan pengembangan PMR b. Membantu PMI Cabang memfasilitasi pembentukan kelompok PMR baru d. Memfasilitasi penyediaan kebutuhan kegiatan operasional PMR ATRIBUT 1. meningkatkan jaringan komunikasi dan koordinasi antar Pembina PMR maupun sekolah/lembaga c. antara lain melakukan sosialisasi dan advokasi ke sekolah/lembaga. mengacu kriteria PMI Pusat) 3. Dipakai pada dada sebelah kiri/diatas saku kiri baju pakaian seragam PMR c. 2. sesuai 7 Prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional b. Seragam Harian 1) Baju kemeja lengan pendek (panjang untuk yang berjilbab) warna merah dipadu dengan warna putih (coorperate identity). perkembangan metode dan media pelatihan f. Melakukan monitoring dan evaluasi pada setiap tahap pembinaan PMR 6. d. Memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara kelompok PMR dan PMI Cabang e. BADGE . Seragam Lapangan 1) Pakaian seragam lapangan berupa kaos berlambang PMI dan bertuliskan ”Palang Merah Remaja” di bagian punggung. Memberikan masukan kepada PMI dan Pelatih PMI terkait pelaksanaan standarisasi pelatihan PMR. 2) Pakaian seragam digunakan oleh anggota PMR Kelompok Sekolah (sesuai jenjang tingkatan Mula. Pedoman pemberian penghargaan mengacu pada PMI Pusat (contoh gambar lencana sebagaimana terlampir. 2) Pakaian seragam digunakan oleh anggota PMR kelompok Sekolah dan Luar Sekolah.

TANDA PENGENAL JENJANG Tanda pengenal jenjang PMR dibuat dari kain warna dasar putih berbentuk empat persegi panjang bertuliskan Palang Merah Remaja. Perawatan Keluarga. Dapat juga dikenakan pada jas untuk acara-acara tertentu 4. Madya berwarna biru. dan kegiatan lainnya.. Kesiapsiagaan Bencana dan Kesehatan Remaja (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* 2) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus pelatihan Kepemimpinan dan Kepalangmerahan (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* 3) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus pelatihan Kesehatan Remaja (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* 4) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus materi Usaha Kesehatan Tranfusi Darah: Donor darah siswa (bentuk tanda kecakapan sebagaimana terlampir)* c. dijahit pada lengan kanan atas pakaian seragam PMR (contoh gambar tanda lokasi terlampir)* 6. Madya berwarna biru.* b. Dibuat dari kain katun berwarna hitam untuk seluruh jenjang anggota PMR (contoh gambar topi terlampir) b. TANDA LOKASI Dipakai sebagai tanda pengenal wilayah kota/kabupaten dan kelompok PMR yang bersangkutan. Dibuat dari kain dengan disablon atau dibordir. Tujuan memberikan penghargaan dan pengakuan atas kemampuan dan pengabdian anggota PMR dalam melaksanakan kegiatan kepalangmerahan. Disebut kalung leher (slayer). Dipakai sebagai tanda pengenal PMR dilengan kiri pada pakaian seragam PMR. Dipakai pada dada sebelah kiri/diatas saku kiri baju pakaian seragam PMR e) SUMBER DANA . TOPI a. 8. Wira. Warna dasar sesuai pada warna jenjang PMR: Mula berwarna hijau. TANDA JENJANG a. Wira berwarna kuning (contoh gambar tanda jenjang terlampir). Dipakai sebagai tanda pengenal PMR dan juga sebagai tutup kepala pada saat berada diluar ruangan misal: upacara. (disablon/dibordir) Lihat lampiran (gambar…. dibuat dari kain dengan warna dasar sesuai pada warna jenjang PMR: Mula berwarna hijau. Dipakai sebagai tanda pengenal jenjang Mula. TANDA KECAKAPAN a. Wira berwarna kuning (contoh gambar badge terlampir). Madya.) 5. Dikalungkan dileher dan diikat dengan ring 7. latihan.a. b. b. Bentuk: 1) Diberikan kepada anggota PMR yang telah mengikuti dan lulus pelatihan Pertolongan Pertama.

Hasil yang diharapkan a) Adanya kelompok-kelompok PMR di dalam dan di luar sekolah b) Adanya anggota PMR pada setiap kelompok di dalam dan di luar sekolah. SMA/SMK/MA atau sederajat b) Remaja Luar Sekolah Usia 10-17 tahun yang belum menikah 3. Sasaran Perekrutan a) Siswa-siswi SD/MI. PMI Cabang bekerjasama dengan pihak sekolah atau pimpinan luar sekolah dan anggota PMR melakukan penyebaran formulir pendaftaran kepada remaja. SMP/MTs. dan nomor urut pendaftaran 6) Pemberian nama kelompok diluar sekolah diambil dari nama desa/kecamatan atau disesuaikan dengan nama kelompok atau organisasi tersebut. Sumber dana pembinaan dan pengembangan PMR dapat berasal dari PMI Pusat. Calon Anggota PMR melakukan pengisian dan pengumpulan kembali formulir . Tujuan Meningkatkan kuantitas kelompok dan anggota PMR secara berkesinambungan 2. Pembentukan Kelompok PMR 1) PMI Cabang melakukan sosialisasi dan publikasi kepada Dinas Pendidikan. Rekrutmen Anggota PMR Pendaftaran Anggota PMR 1. PMI Cabang. 2) Pihak sekolah mengajukan surat permohonan pembentukan kelompok PMR disekolah 3) Penanggung jawab kelompok mengajukan surat permohonan pembentukan kelompok PMR diluar sekolah 4) PMI Cabang mengesahkan kelompok PMR setelah seluruh persyaratan pembentukan PMR terpenuhi: a. Aparat pemerintah setempat. dan instansi lain yang tidak mengikat. nomor kode cabang. b. 5. Kelompok PMR. PEREKRUTAN 1. Pelaksana Perekrutan Kegiatan perekrutan dilaksanakan oleh: a) kelompok PMR (sekolah maupun luar sekolah) b) PMI Cabang setempat yang selanjutnya dilaporkan kepada Dinas Pendidikan/Departemen Agama Kota/Kabupaten dan PMI Cabang. agama 2. jenjang Mula/Madya/Wira. Departemen Agama.PMI Daerah. tanpa membedakan ras. mempunyai jumlah calon anggota minimal 10 orang b. Sekolah/ kelompok luar sekolah untuk membentuk kelompok PMR. jenis kelamin. Mekanisme a. 4. mengisi formulir pendaftaran pembentukan kelompok PMR 5) PMI Cabang memberikan nomor induk kelompok PMR berdasarkan Nomor kode daerah. Sekolah/lembaga. BAB IV PEMBINAAN PMR A.

Sosilisasi dan Publikasi 1) Tujuan kegiatan Sosialisasi dan Publikasi a) Memperkenalkan kegiatan PMR sebagai wadah pembinaan kepalangmerahan bagi generasi muda b) Mensosialisasikan peranan PMR dalam mendukung kegiatan kepalangmerahan c) Menarik minat generasi muda untuk bergabung dalam kegiatan PMR d) Memotifasi anggota PMR untuk tetap bergabung dalam kegiatan kepalangmerahan 2) Waktu Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi dan Publikasi Kegiatan Sosialisasi dan Publikasi dilaksanakan minimal 1 tahun sekali sebelum dilaksanakan perekrutan. 3) Media dan Metode Sosialisasi dan Publikasi Media: a) Majalah Dinding b) Foto/Dokumentasi kegiatan PMR c) Leaflet d) Poster e) Buletin f) Merchandise Metode: a) Presentasi. Buku Induk Kelompok PMR.pendaftaran dan syarat-syarat pendaftaran lainnya 3. kejar paket) dan management d) Masyarakat e) Instansi terkait . Syarat pendaftaran calon anggota baru PMR a) Memenuhi syarat keanggotaan b) Mengisi formulir pendaftaran calon anggota PMR c) Mengumpukan Foto 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing 2 lembar. audiensi b) Demonstrasi/Peragaan kegiatan PMR c) Pemasangan Promosi Majalah dinding d) Pameran foto kegiatan PMR e) Pembagian Merchandise f) Penyebaran leaflet g) Pemasangan poster 4) Sasaran: a) Siswa b) Orang Tua murid c) Sekolah/luar sekolah (panti asuhan. dan KTA d) Bersedia dan mengikuti orientasi 4. Buku system data base PMI Cabang. untuk formulir pendaftaran. Calon anggota PMR mengikuti orientasi kepalangmerahan. Piagam Orientasi.

Dinas Pendidikan . e.Swasta dan organisasi non pemerintahan 5) Strategi: a) Media presentasi dan dialog melalui forum pertemuan siswa baru atau orang tua siswa b) Memanfaatkan masa penirimaan siswabaru sebagai tempat memperkenalkan dan mempromosikan kegiatan PMR dan kepalangmerahan c..Dinas Kesehatan . jenjang Mula/Madya/Wira. dan nomor urut pendaftaran anggota PMR. propinsi) . System data base anggota PMR sama dengan penomoran anggota (format pendataan sterlampir). nomor kode cabang. d. Pendataan 1. d) Materi 1) Materi yang diberikan: 2) Sejarah dan tujuh prinsip Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional 3) Struktur dan kedudukan PMR di PMI. Pelantikan Anggota dan Penetapan Nomor Anggota 1) Syarat Pelantikan Seorang calon anggota PMR dinyatakan berhak untuk mengikuti pelantikan dan dinyatakan secara resmi sebagai anggota PMR setelah mengikuti orientasi sesuai dengan kurikulum standar Pelatihan untuk anggota PMR dan Pembina PMR. PMI Cabang melakukan pendataan anggota baru dalam sebuah system data base PMR 2. 8. Sekolah dan luar sekolah 4) Kegiatan-kegiatan PMR 5) Kepemimpinan.kecamatan. Orientasi Kepalangmerahan Calon anggota PMR mengikuti orientasi kepalangmerahan a) Metode Metode orientasi ditetapkan dalam Kurikulum Standard Pelatihan untuk anggota dan pembina PMR b) Pelaksana Pelaksana orientasi adalah kelompok PMR c) Waktu Pelaksanaan Orientasi diberikan bagi calon anggota PMR sebelum pelaksanaan pelatihan. sub topik baris-berbaris dan motivasi. Alur Pembentukan Kelompok dan Perekrutan Lihat lampiran* . 2) Pelaksana Pelantikan Pelantikan anggota baru PMR dilaksanakan oleh PMI Cabang bekerjasama dengan pihak Sekolah/Luar sekolah 3) Penetapan Nomor Anggota a) Nomor anggota diberikan oleh PMI Cabang b) Penomoran anggota: Nomor kode daerah.Pemerintah Daerah (desa.Department Agama dan Dinas Pendidikan Agama . kabupaten/kota.

1.3.1. dan sikap anggota PMR sehingga dapat melaksanakan kegiatan sesuai Tri Bakti PMR 2. PELATIHAN 1.3.1.2.1. Donor Darah 0 0 4 TOTAL 58 82 117 Durasi per jam pelajaran @45 menit d) Materi dan proses pelatihan lihat analisa kompetensi.1. Kesiapsiagaan Bencana 7 10 15 6. dengan materi: NO MATERI MULA MADYA WIRA 1. Role play e. silabus dan pedoman Fasilitator 5.2 Anggota PMR Luar Sekolah 3. minimal 1 x dalam 1 minggu. Ceramah dan tanya jawab b. Sasaran 1. Brainstorming c.1. Kesehatan Remaja 8 8 8 5.1. Alumni Kelompok PMR tersebut 1.1.1. sesuai dengan program b) Diikuti oleh anggota PMR setelah dilantik menjadi anggota PMR c) Dilaksanakan dengan mengacu pada kurikulum yang ditetapkan PMI Pusat. Tujuan Meningkatkan pengetahuan. yang direkomendasikan oleh PMI Cabang untuk memberikan materi kepalangmerahan.1. Studi kasus d. Materi dan Durasi Pelatihan a) Pelatihan yang dilaksanakan secara rutin oleh kelompok PMR.1 Anggota PMR Sekolah 1. Metode Pelatihan Metode yang dapat dipakai dalam Pelatihan PMR adalah dengan menggunakan metode partisipatif dengan bentuk antara lain : a.2.1.1 Fasilitator Fasilitaor adalah orang yang membantu berjalannya proses belajar didalam suatu kelompok PMR.1. ketrampilan.1. yang berasal dari Pembina PMR.1. Relawan PMI. Diskusi .1.1. Perawatan Keluarga 12 16 18 4.B. Kepemimpinan Kepalangmerahan 12 19 35 7.1.1. Kepalangmerahan 9 14 15 2. Pelaksana 1. Pertolongan Pertama 10 15 22 3.1.1. 4.2 Pelatih Pelatih PMI adalah orang yang memiliki kompetensi dengan spesialisasi tertentu sesuai standarisasi PMI.

Media Pelatihan a. mencuci tangan dan kaki 3) Saling berkunjung untuk latihan bersama b. gambar dan lainlain b. Simulasi lapangan 6. informasi pariwisata sesama anggota PMR di daerah lain5. Masyarakat 4. dll d. Lingkungan Sekolah c. PMR Wira 1) Menyumbangkan tenaga/materi kepada korban bencana 2) Mengenal oabt-obatan ringan dan manfaatnya 3) Berkirim hasil kerajinan daerah. Tenda. Projected Visual Aids (Media Visual): OHP. PMR Madya 1) Ikut serta dalam kegiatan gotong royong 2) Dapat melakukan pertolongan pertama kepada teman sebayanya 3) Saling berkirim surat atau album persahabatan c. Praktek g. film. slide. TRI BAKTI PMR 1. PK. C. yang difasilitasi oleh Pembina PMR. Non Projected Aids (Materi Pelatihan): paket Diklat. 7. Mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional b. Berbakti pada masyarakat b.f. Perlengkapan Pelatihan untuk materi teknis (PP. PRS. Jenis kegiatan dalam Tri Bakti PMR antara lain: a. brosur. Presentasi j. Lingkungan Keluarga d. Anggota PMR b. Sertifikasi Calon anggota yang telah lulus dalam kegiatan Pelatihan berhak mendapatkan sertifikat dan KTA dari PMI Cabang. dan lain-lain). Outbound h. Penugasan i. buku . Relawan PMI. Mempertinggi ketrampilan serta memelihara kebersihan dan kesehatan c. Mensosialisasikan Perhimpunan PMI di tengah-tengah masyarakat 3. DU. Audio Aids (Media Audio): radio. tape recorder. Tri Bakti PMR terdiri dari: a. PMR Mula 1) Membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah 2) Tahu cara gosok gigi. Mempererat persahabatan nasional dan internasional 2. Sasaran a. dan lain-lain c. Pelaksana Tri Bakti PMR: Anggota PMR. Tujuan a. dan PMI di semua .

Kelompok dan Anggota PMR yang telah melaksanakan dan mengikuti Tri Bakti PMR. lokakarya) 3) Mengikutsertakan dalam pelatihan teknis PMI 4) Mendapatkan akses menerapkan hasil pelatihan dan lokakarya 5) Mendapatkan penghargaan dari sekolah. lomba. diberikan penghargaan. Jumbara disetiap tingkatan dilaksanakan minimal 1 x setiap periode kepengurusan. serta Kesiapsiagaan Bencana b. PMI Cabang. baik di tingkat Kelompok PMR. atau lembaga lainnya . Cara mengembangkan kapasitas: 1) Anggota PMR a) Pelatihan untuk anggota PMR b) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan sesuai Tri Bakti PMR. atau Internasional (misal: pertukaran PMR. Kegiatan Tri Bakti PMR dapat diselenggarakan oleh kelompok PMR. Pengembangan Kapasitas Pribadi a. e. PMI Cabang. atau lembaga lainnya 2) Pembina PMR 1) Orientasi pembinaan PMR 2) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan ditingkat PMI Cabang. Relawan PMI d. c) Mendapatkan akses menerapkan hasil pelatihan d) Terlibat dalam kegiatan Youth Center e) Mendapatkan penghargaan dari sekolah. harus melibatkan PMI Daerah dan Cabang d. yang terintegrasi dengan bidang Pelayanan Sosial dan Kesehatan. Daerah. maupun PMI Pusat. c. pemilihan PMR berprestasi. Sasaran: a. atau Pusat). Pelaksanaan Tri Bakti PMR: a. Pengurus PMI yang membidangi PMR c. PMI Daerah. Daerah. Pusat. Kegiatan Tri Bakti PMR dilakukan sesuai program kelompok PMR.tingkatan (Cabang. atau Internasional (misal: pelatihan. Staf PMI yang membidangi PMR e. Pengembangan kegiatan yang berkaitan dengan Tri Bakti PMR dapat disesuaikan dengan kelompok PMR lainnya . PMI. Jumbara tingkat Cabang. Daerah. Daerah. Pusat. Pembina PMR c. (Lihat manual pengelolaan dan pengembangan program pembinaan PMR PMI dengan pendekatan Youth Centre)* D. PMI. Pusat) 6. Tujuan: Meningkatkan kualitas PMR b. PENGEMBANGAN KAPASITAS 1. Anggota PMR b. Pelaksanaan Tri Bakti PMR ditingkat Pusat.

Tujuan: Meningkatkan kualitas kegiatan dan organisasi PMR b. lokakarya) 3) Mendapatkan akses menerapkan hasil pelatihan dan lokakarya 4) Mendapatkan penghargaan dari sekolah. atau Internasional (misal: pelatihan. Daerah. Internasional b) Memasukkan kegiatan pembinaan PMR kedalam program tahunan sekolah/luar sekolah c) Sosialisasi dan publikasi 2) PMI Cabang: a) Advokasi. Pengembangan Kapasitas Organisasi a. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh masing-masing pihak: 1) Sekolah/Luar Sekolah a) Berperan aktif dalam kegiatan PMI tingkat Cabang. lokakarya) 5) Mendapatkan penghargaan dari PMI atau lembaga lainnya 5) Pengurus yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR 1) Pelatihan pembinaan PMR 2) Berperan aktif dalam kegiatan kepalangmerahan di tingkat PMI Cabang. forum komunikasi Pembina PMR (Advisor Council). d) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan PMR di sekolah/luar sekolah 3) PMI Daerah: . bakti masyarakat. Daerah. sosialisasi. kerja sama dengan sekolah dan diknas/depag tingkat Kabupaten/Kota. kunjungan persahabatan. Forum Komunikasi PMR (Youth Council). atau lembaga lainnya 4) Staf yang membidangi pembinaan dan pengembangan PMR 1) Pelatihan pembinaan PMR 2) Pelatihan lain yang mendukung tugas sebagai staf yang membidangi PMR (Misal: pelatihan monitoring-evaluasi. kelompok PMR berprestasi c) Memfasilitasi pembentukan Youth Centre. Pusat. Daerah. Pusat. Daerah. Pusat. 4) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan ditingkat PMI Cabang.3) Relawan PMI 1) Pelatihan yang mendukung tugas sebagai fasilitator dalam pembinaan PMR (misal: pelatihan kepemimpinan) 2) Mengikutsertakan dalam kegiatan kepalangmerahan ditingkat PMI Cabang. PMI. organisasi non pemerintah b) Menyelenggarakan kegiatan ditingkat Cabang. atau Internasional (misal: pelatihan. Pusat. atau Internasional (misal: lokakarya) 3) Mendapatkan penghargaan dari PMI atau lembaga lainnya 2. antara lain: jumbara. pelatihan. Kepemimpinan) 3) Mengikutsertakan dalam pelatihan teknis PMI. Proses Perencanaan Proyek.

telah mengalami perkembangan. berhasil. 1. organisasi non pemerintah 2) Menyelenggarakan kegiatan Tingkat Nasional antara lain: jumbara. antara lain: jumbara. bagian penting dari praktek manajemen yang baik dan karena itu merupakan bagian yang integral dari manajemen sehari-hari (Casely & Kumar 1987) 3) Monitoring dapat didefinisikan sebagai suatu proses mengukur.1) Advokasi. memproses dan mengkomunikasikan informasi untuk membantu pengambilan keputusan manajemen program/proyek (Calyton & Petry 1983) 4) Monitoring adalah mekanisme yang sudah menyatu untuk memeriksa bahwa semua “berjalan untuk direncanakan” dan memberi kesempatan agar penyesuaian dapat dilakukan secara metodologis (Oxfam 1995) 5) Monitoring adalah penilaian yang sistematis dan terus menerus terhadap kemajuan suatu pekerjaan (SCF 1995) b. kelompok PMR berprestasi 3) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan kegiatan di Tingkat Daerah BAB V MONITORING. pelatihan. Pengertian 1) Monitoring adalah penilaian yang terus menerus terhadap fungsi kegiatan-kegiatan program di dalam hal jadwal pelaksanaan dan penggunaan input/masukan oleh kelompok sasaran berkaitan dengan harapan-harapan yang telah direncanakan. mencatat. Monitoring yang baik1) Monitoring yang baik dilakukan secara berkelanjutan. kunjungan persahabatan. EVALUASI DAN PENGHARGAAN A. sosialisasi. bakti masyarakat. sosialisasi. organisasi non pemerintah 2) Menyelenggarakan kegiatan tingkat PMI Daerah. . kita tidak bisa mengatakan bahwa pembinaan yang kita laksanakan telah berjalan lancar sebagaimana mestinya. bakti masyarakat. kerja sama dengan diknas/depag tingkat Pusat. Monitoring dan evaluasi dapat membantu mengkaitkan antara apa yang telah dilakukan dengan apa yang diharapkan di dimasa yang akan datang. Tanpa dilakukannya monitoring dan evaluasi. Monitoring a. kerja sama dengan diknas/depag tingkat propinsi. MONITORING DAN EVALUASI Monitoring dan evaluasi diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pembinaan PMR. 2) Monitoring merupakan kegiatan program yang terintegrasi. mengumpulkan. efektif dan efisien atau dapat ditingkatkan di masa yang akan datang. kunjungan persahabatan 3) Melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan pembinaan dan pengembangan kegiatan di tingkat Cabang 4) PMI Pusat 1) Advokasi. pelatihan. yang sedang dilaksanakan dan masukan-masukan yang ada serta harapan kedepan. melalui sebuah kerangka hubungan yang jelas antara hal yang telah dilaksanakan.

Alat dan Metode Monitoring .melibatkan instansi terkait. pelaksanaan pembinaan dan proses penyusunan laporan. d. e. Bagaimana melakukan Monitoring 1) Pastikan bahwa pelaksana monitoring pembinaan PMR telah membaca. 2) Monitoring pada pembinaan PMR sebaiknya bukan hanya sekedar melihat bagaimana pelaksanaan pembinaan. pastikan pembinaan kembali ke jalur pembinaan sebagaimana telah ditentukan 7) Penyusunan laporan monitoring 8) Informasikan kepada pihak manajemen dan pengambil kebijakan untuk tindak lanjut. kendala dan pencapaian target bandingkan dengan rencana pembinaan PMR dan kerangka waktu yang telah ditentukan 6) Jika ditemukan kendala dan atau penyimpangan lakukan penggalian dan pencarian data sebagai penunjang. 2) Pastikan bahwa pelaksana monitoring pembinaan PMR telah membaca. pelatih PMI 2) Staf PMI yang membidangi pada semua tingkatan (Cabang. pembelajaran dan sebagai bahan evaluasi 3) Monitoring yang baik juga tergantung pada kualitas perencanaan pembinaan. program pembinaan dan kerjasama. Daerah dan Pusat) 3) Pengurus PMI pada semua tingkatan (Cabang. pelaksana dan jadwal pelaksanaan dan strategi monitoring berkala. Dalam hal ini monitoring memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. daerah maupun cabang. rumuskan system dan metode monitoring yang sesuai beserta perlengkapannya. Pembina PMR. Monitoring merupakan kegiatan yang terintegrasi dalam keseluruhan tahapan manajemen pembinaan. Dalam hal ini tiap individu memiliki kewajiban untuk memastikan tiap komponenkomponen diatas menjalankan monitoring pembinaan PMR. Waktu Monitoring Monitoring dapat dilakukan kapan saja baik secara formal maupun informal yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. 4) Monitoring yang baik menuntut kunjungan secara berkala didukung dengan analisis perkembangan dan laporan c. f. dan fokus pada perkembangan pencapaian tujuan. Daerah dan Pusat) 4) Instansi/pihak terkait lainnya Monitoring pembinaan PMR dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok. 4) Lakukan kunjungan berkala sebagaimana direncanakan 5) Lakukan pencatatan terhadap perkembangan. Pelaksana Pelaksana monitoring adalah 1) Penanggung jawab PMR. Minimal monitoring dilakukan pada saat proses penyusunan rencana. tetapkan hasil yang diharapkan. namun juga perkembangan pembinaan. lakukan tindakan pemecahan masalah dan kendala. mengerti dan memahami rencana strategi dan rencana kerja tahunan dan atau 5 tahunan pembinaan PMR baik tingkat pusat. mengerti dan memahami panduan pembinaan PMR 3) Susunlah kerangka acuan pelaksanaan monitoring.

1) Alat Monitoring a) Kerangka Acuan / Rencana kerja b) Laporan perkembangan kegiatan (laporan situasi) c) Laporan kegiatan. evaluasi merupakan kegiatan yang terintegrasi dalam keseluruhan tahapan manajemen pembinaan. Pembina dan Sekolah) 2) Fasilitator PMR 3) PMI Cabang 4) PMI Daerah 5) PMI Pusat d. dilakukan pada saat proses penyusunan rencana. Waktu Evaluasi dapat dilakukan kapan saja baik secara formal maupun informal yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. tahunan dan atau 5 tahunan d) Dokumetasi kegiatan e) Data based keanggotaan 2) Metode Monitoring a) Penyampaian laporan . c. Sebagaimana monitoring. semester. Alat dan Metode Evaluasi: Alat : 1) Rencana kerja 2) Angket 3) Format Penilaian. daerah atau populasi (Casely & Kumar 1987) 2) Evaluasi adalah penilaian pada waktu tertentu terhadap dampak dari sebuah pekerjaan dan sejauh mana tujuan yang sudah ditetapkan telah dicapai (SCF 1995) b.dokumentasi dan koordinasi rutin b) Kunjungan lapangan berkala c) Pengamatan kerja sehari-hari melalui Kunjungan mendadak (spot chek) d) Assesment eksternal e) Wawancara f) Diskusi kelompok g) Survey pengumpulan data dan perbandingan kondisi sebelum dan sesuadah intervensi h) Pengamatan Kinerja 2. Metode: 1) Ujian 2) Lomba 3) Jumbara . pelaksanaan pembinaan dan pasca Pembinaan. Evaluasi biasanya menggunakan perbandingan yang membutuhkan informasi dari luar program/proyek – tentang waktu. Evaluasi a. Pelaksana 1) Kelompok PMR (Anggota. Pengertian1) Evaluasi adalah penilaian berkala terhadap relevansi. penampilan. efisiensi dan dampak dari program/proyek didalam konteks tujuan yang sudah ditetapkan.

rumuskan system dan metode evaluasi yang sesuai beserta perlengkapannya. apakah ada perkembanganperubahan dari kondisi awal. c) Kontribusi PMI dan pihak terkait dalam pencapaian tujuan d) Strategi kerjasama dan dukungan dengan pihak terkait 4) Susunlah kerangka acuan pelaksanaan evaluasi. mengerti dan memahami panduan pembinaan PMR 3) Tentukan sasaran evaluasi. daerah maupun cabang. Pengumpulan dan analisa data c. Bagaimana Melakukan Evaluasi Untuk melaksanakan evaluasi yang terstruktur dan terdokumentasi diperlukan pengalokasian waktu dan pemikiran untuk persiapan. sekaligus dilakukan analisa mengapa tidak tercapai dan alternatif solusi pencapaian lebih baik. 2) Pastikan bahwa pelaksana evaluasi pembinaan PMR telah membaca. Pelibatan pihak terkait b. Pada dasarnya sasaran evaluasi pembinaan PMR adalah sebagai berikut: a) Pencapaian Tujuan Apakah Tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan jika tidak. tetapkan tujuan/hasil yang diharapkan. Sasaran dan aspek Monitoring-Evaluasia. dan strategi monitoring 5) Pengorganisasian Dokumen yang dibutuhkan 6) Pembentukan Pelaksana Evaluasi 7) Pelaksanaan Evaluasi a. Hal ini dikarenakan tujuannya bukan semata-mata untuk evaluasi jalannya pembinaan melainkan lebih pada prioritas hasil pembinaan. Aspek Monitoring-Evaluasi 1) Rencana Kegiatan awal . 1) Pastikan bahwa pelaksana evaluasi pembinaan PMR telah membaca. Kunjungan untuk melihat hasil pembinaan kualitatif dan kuantitatif d. e. Sasaran Monitoring-Evaluasi 1) Pelaksanaan Pembinaan 2) Dampak/pengaruh/manfaat kegiatan dan pembinaan 3) Perkembangan pencapaian tujuan kegiatan dan Pembinaan PMR 4) Kontribusi faktor-faktor terkait terhadap pencapaian tujuan Pembinaan PMR 5) Kontribusi PMI dalam usaha pencapaian tujuan kegiatan dan pembinaan PMR 6) Strategi kerjasama dengan pihak terkait b. sebagai bahan analisa pemecahan hambatan dan penguatan faktor penunjang. Umpan Balik dan pemecahan masalah e.4) Pelatihan Penyegaran. b) Faktor-faktor penunjang dan penghambat Faktor-faktor penunjang dan penghambat apa saja yang dihadapi selama pembinaan yang berpengaruh dalam pencapaian tujuan. Tindak Lanjut 3. Penyusunan Laporan Evaluasi f. mengerti dan memahami rencana strategi dan rencana kerja tahunan pembinaan PMR baik tingkat pusat.

pastikan pembinaan kembali ke jalur pembinaan sebagaimana telah ditentukan g. maka pelaksana Monev wajib melakukan analisa yang hasilnya dapat digunakan untuk : a. motivasi dan daya kreatifitas anggota PMR . Pastikan bahwa pelaksana monitoring dan evaluasi pembinaan PMR telah membaca. mengerti dan memahami panduan pembinaan PMR c. pelaksana dan jadwal pelaksanaan dan strategi monev berkala. Langkah melakukan Monitoring dan Evaluasi a. kendala dan pencapaian target bandingkan dengan rencana pembinaan PMR dan kerangka waktu yang telah ditentukan f.2) Apakah tujuan kegiatan dan pembinaan PMR secara kuantitas dan kualitas yang diharapkan telah tercapai 3) Apakah Indicator keberhasilan yang ditetapkan tercapai 4) Apakah kegiatan dan pembinaan PMR yang dilakukan telah memberi manfaat 5) Apakah muncul perubahan terhadap pengembangan karakter 6) Strategi kerjasama dan dukungan dengan pihak terkait 7) Apakah ada hal-hal lain baik berupa hambatan atau kondisi yang mengakibatkan harus dirubahnya rencana kegiatan dan atau pembinaan PMR 8) Rencana anggaran. sebagai pedoman/acuan pelaksanaan kegiatan pada waktu yang akan datang. Tindak Lanjut Monitoring dan Evaluasi Setelah dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi. lakukan tindakan pemecahan masalah dan kendala. Pastikan bahwa pelaksana monitoring dan evaluasi pembinaan PMR telah membaca. b. d. i. Informasikan kepada pihak manajemen dan pengambil kebijakan untuk kegiatan tindak lanjut 5. Penyusunan hasil monev h. apakah penetapan rencana anggaran sudah tepat dan pengeluaran sesuai dengan perencanaan 4. dll. mengerti dan memahami kebijakan/ rencana strategi dan rencana kerja tahunan dan pembinaan PMR tiap Unit. Lakukan pencatatan terhadap perkembangan. Susunlah kerangka acuan pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Tujuan Pemberian penghargaan bertujuan untuk meningkatkan prestasi. Alur monitoring – evaluasi 6. Lakukan kunjungan berkala sebagaimana direncanakan e. b. Mengadakan perbaikan-perbaikan pada suatu kegiatan Penyusunan rencana kegiatan berikutnya. Jika ditemukan kendala dan atau penyimpangan lakukan penggalian dan pencarian data sebagai penunjang. PENGHARGAAN 1. tetapkan hasil yang diharapkan. rumuskan system dan metode monitoring dan evaluasi yang sesuai kepada perlengkapannya.

Jenis Jenis penghargaan yang diberikan berupa: 1. Piagam 3. Tata cara pemberian penghargaan berpedoman pada ketentuan yang dikeluarkan oleh PMI Pusat. Daerah dan Pusat d) Instansi/Lembaga lain 4. Penugasan 6. Tujuan Jejaring dan kerjasama bertujuan untuk mendukung pembinaan dan pengembangan PMR. Gambar Bentuk dan gambar penghargaan disesuaikan dengan bidang kegiatan. Penanggung Jawab dan Pembina PMR d.* ii. PMI Daerah f. 2. Pendidikan dan pelatihan 2. Lokakarya 3. Kelompok PMR b. Lomba 4. PIN 5. PMI Pusat 3. Lencana 6. Pihak-pihak terkait . Sertifikat 4. Dan lain lain. Contoh-contoh bentuk gambar terlampir. sesuai dengan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. PMI Cabang e. Fasilitator PMR c.* 5. JEJARING DAN KERJASAMA 1. Pelaksana a. Medali 2.2. Badge tanda kecakapan 3. Mekanisme Tata cara dan kriteria pemberian/penerimaan penghargaan melalui: 1. Bhakti Sosial 5. Penghargaan diberikan/dikeluarkan oleh: a) Kelompok PMR b) Sekolah c) PMI Cabang.

Bahan pengambilan keputusan 2) Jenis Laporan a. sedang dikembangkan oleh tim IT PMI Pusat. Laporan Perkembangan 1) Laporan Semester 2) Laporan Tahunan b. Instansi Pemerintah DEPKES. mengetahui identitas anggota PMR 2. 4. terintegrasi dengan bidang lain Proses 2. PELAPORAN 1. Laporan kegiatan 3) Bentuk laporan . diantaranya: a. Badan Dunia. Dan lain lain. DEPSOS. Perusahaan /Instansi d. LSM/ Organisasi Sosial dan Organisasi Kemasyarakatan e. PENDATAAN 1. : UNICEF. Bagaimana Membangun Jejaring dan Kerjasama Untuk melakukan pengembangan dan pembinaan PMR kita dapat membangun jejaring dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait didasarkan pada kesamaan program dan kegiatan. Tujuan: a. Informasi atas kualitas pelaksanaan kegiatan c. DEPDIKNAS. Kementrian Pemuda dan Olahraga c. melalui pendekatan dan pemaparan jenis kegiatan yang kita miliki. Bahan perbaikan kualitas kegiatan dan kinerja e. operasional serta proses informasi dan koordinasi pihak-pihak terkait d. Tujuan dan manfaat laporan a. DEPDAGRI. yang tidak bertentangan dengan prinsip dasar gerakan palangmerah dan bulan sabit merah internasional. WHO b. UNESCO. Bahan informasi Monitoring evaluasi terkait kinerja manajemen. Bentuk Pertanggungjawaban tertulis secara naratif dan keuangan b. DEPAG. BAB VI KETENTUAN LAIN 1. mengetahui jumlah anggota PMR b. UNFPA.Pihak-pihak terkait yang dapat mendukung dan memfaslitasi dalam pembinaan dan pengembangan PMR.

Rekomendasi tindak lanjut (setelah kegiatan/program/proyek) g. PMI Cabang d. Foto-foto kegiatan j. Nama kegiatan c. b. Pelaksana h. Tujuan Sebagai sarana tempat bermusyawarah. Finansial 4) Pelaksana a. Waktu dan tempat d. Daerah dan Pusat. FORUM KOMUNIKASI PMR (YOUTH COUNCIL) a. termasuk hambatan yang dihadapi e. FORUM KOMUNIKASI 1. Pengertian Forum komunikasi Palang Merah Remaja (PMR) adalah suatu Forum yang terdiri dari perwakilan Pengurus PMR dari masing-masing kelompok PMR di tingkat PMI Cabang. Anggaran i. PMI Daerah c. saling bertukar informasi untuk kemajuan kelompok-kelompok PMR yang diarahkan dalam mengembangkan potensi diri sebagai relawan masa depan. Kelompok PMR 5) Isi laporan a. Penutup Contoh bentuk laporan terlampir* 6) Waktu (a) Laporan Perkembangan: 1) Laporan Semester : per enam bulan 2) Laporan tahunan : pertahun (b) Laporan Kegiatan : dengan tujuan untuk memudahkan proses tindak lanjut hendaknya laporan kegiatan disampaikan maksimal 1 bulan setelah tanggal pelaksanaan kegiatan 7) Alur Pelaporan 3. Naratif b. Pendahuluan b. PMI Pusat b. Proses pelaksanaan kegiatan/program/proyek (sebelum dan selama pelaksanaan).a. Hasil yang dicapai f. .

dan untuk tingkat pusat dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi PMR PMI Daerah. Keanggotaannya . d. Tingkat Pusat Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi PMR PMI Daerah. 2). Pengertian Forum komunikasi Pembina Palang Merah Remaja (PMR) adalah suastu Forum yang terdiri dari perwakilan pembina PMR di tingkat cabang. Untuk tingkat daerah dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi PMR PMI Cabang. 2. Daerah dan Pusat yang membidangi PMR dan relawan. Mekanisme Pembentukan Tata cara pembentukan forum komunikasi PMR difasilitasi oleh pengurus PMI Cabang. Tingkat Daerah Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi PMR PMI Cabang. 3). a. Penentuan pimpinan forum komunikasi PMR sepenuhnya diserahkan pada hasil musyawarah mufakat diantara perwakilan kelompok PMR Wira pada tingkat cabang. Wira PMI Cabang. FORUM KOMUNIKASI PEMBINA PMR (ADVISOR COUNCIL). Tujuan Sebagai sarana tempat bermusyawarah. Tingkat Pusat ¬ Media pengamalan kegiatan tri bhakti dalam peningkatan persahabatan PMR dalam dan luar negeri ¬ Mediasi kebutuhan PMR ke Pengurus Pusat e. Tingkat Cabang Keanggotaan terdiri dari perwakilan masing-masing kelompok PMR Madya. b. Keanggotaannya 1). Tingkat Daerah ¬ Membantu pelaksanaan kegiatan pengembangan pelaksanaan tri bhakti ¬ Sebagai media persahabatan PMR di daerah 3). Tingkat Cabang ¬ Menjalin silaturahmi. daerah dan pusat.c. Tugas Forum Komunikasi PMR 1). c. saling bertukar informasi untuk kemajuan kelompok PMR yang diarahkan dalam mengembangkan potensi diri. mempererat persahabatan dan saling tukar informasi 2).

Untuk tingkat daerah dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi pembina PMR PMI Cabang. Tingkat Cabang ¬ Memfasilitasi Pelatihan ¬ Melakukan aplikasi kegiatan tri bhakti dan pengembangan kapasitas ¬ Membantu PMI Cabang dalam hal pembinaan dan pengembangan PMR ¬ Sarana memilih perwakilan pembina PMR dalam musyawarah PMI Cabang.1). 2). Tingkat Pusat ¬ Mediasi kebutuhan PMR ke Pengurus Pusat ¬ Memberi masukan bagi pengurus pusat. Hari Relawan. . Penentuan pimpinan forum komunikasi pembina PMR sepenuhnya diserahkan pada hasil musyawarah mufakat diantara pembina kelompok PMR pada tingkat cabang. Hari – Hari Raya. 4) Penghargaan dapat diberikan dalam bentuk Piagam. Tugas Forum Komunikasi Pembina 1). Tingkat Daerah Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi pembina PMR PMI Cabang. Tingkat Pusat Keanggotaan terdiri dari pimpinan perwakilan masing-masing forum komunikasi pembina PMR PMI Daerah. Tingkat Cabang Keanggotaan terdiri dari pembina masing-masing kelompok PMR PMI Cabang. Keputusan hasil musyawarah Forum Pembina PMR merupakan keputusan tertinggi terhadap koordinator terpilih. 3). misalnya HUT Palang Merah. 2). 3). Tingkat Daerah ¬ Dapat memberikan masukan ke Pengurus daerah dalam pengembangan dan pembinaan PMR ¬ Membantu pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pelaksanaan tri bhakti. dll. 2) Diberikan oleh Pengurus PMI di semua tingkatan dan instansi/ lembaga terkait 3) Diberikan pada hari – hari tertentu. Daerah dan Pusat yang membidangi PMR dan relawan. d. e. Mekanisme pembentukan Tata cara pembentukan forum komunikasi pembina PMR difasilitasi oleh pengurus PMI Cabang. D. Penghargaan dan Pengakuan 1) Penghargaan dan Pengakuan perlu diberikan kepada Anggota PMR yang berprestasi. dan untuk tingkat pusat dari hasil musyawarah mufakat pimpinan perwakilan forum komunikasi pembina PMR PMI Daerah.

………………………………… Dengan hormat. tanggal. Jl. bulan. Titik berat pembentukan PMR di sekolah dan luar sekolah adalah pembentukan karakter generasi muda dan kaderisasi di lingkungan PMI. Pembina PMR dan Fasilitator PMI dalam mengembangkan pembinaan PMR disekolah maupun luar sekolah. kami ucapkan terima kasih. tahun Nomor : Perihal : Pembentukan Kelompok PMR Kepada Yth Pengurus Palang Merah Indonesia PMI Cabang …………………. Asuransi Pengurus PMI Cabang mengupayakan adanya asuransi jiwa. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita. BAB VII PENUTUP Buku ini merupakan pedoman bagi Pengurus. Kepala Sekolah/Ketua Lembaga. LAMPIRAN KOP SURAT SEKOLAH/LEMBAGA Kota. Amin.E. Staf PMI. Yang bertanda tangan di bawah ini Nama : Jabatan : Dengan ini mengajukan permohonan pendaftaran Kelompok PMR: Nama Sekolah/Lembaga : Alamat : Penanggung Jawab PMR : Pembina PMR : Demikian permohonan kami. atas perhatian Ibu/Bapak. Keberhasilan pembentukan dan pengembangan PMR di sekolah dan luar sekolah mempunyai nilai strategis dalam pengembangan organisasi PMI dimasa yang akan datang. .

NAMA SEKOLAH/LEMBAGA : 2. PEMBINA PMR : 6. NOMOR KELOMPOK PMR : II. Kepala Dinas Pendidikan 2.27 Wira.--------------------------------------NIP.06. No Registrasi Kelompok PMR 3. JUMLAH SISWA : Pengurus PMI Cabang Kepala Sekolah/Lembaga --------------------------. Kepala Kantor Departemen Agama FORMULIR PENDAFTARAN PEMBENTUKAN KELOMPOK PMR SMA NEGERI 5 MALANG 1. ALAMAT SEKOLAH/LEMBAGA : 4. JUMLAH CALON ANGGOTA PMR : 7.-----------------------------Keterangan: II : kode Regional (Jawa) 02 : kode PMI Daerah Jatim 03 : Kode PMI Cabang Kota Malang Wira : Kode Jenjang PMR PALANG MERAH REMAJA KELOMPOK SMA NEGERI 5 MALANG . PENANGGUNG JAWAB PMR : 5. Tembusan: 1.

.. 6...................................................... Telpon............ No..... Jenis Kelamin :………………………………………………………. Alamat Kelompok PMR : ......... Email:. Tinggi Badan :………………………………………………………… 8.................... Alamat Lengkap :………………………………………………………… ……………………………No Telpon…………….... Agama :………………………………………………………… 5.............................................. 4......... Tempat/Tanggal Lahir :………………………………………………………… 3... ........ 7....... IDENTITAS CALON ANGGOTA 1......................................FORMULIR PENDAFTARAN ANGGOTA PMR A.......... Nama Lengkap :………………………………………………………… 2. Bera ..................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful