LINGKUP ASUHAN NEONATUS, BAYI DAN ANAK BALITA 1. Bayi baru lahir normal 2.

Bayi baru lahir bermasalah a. Bercak mongol b. Hemangioma c. Ikterik d. Muntah dan gomoh e. Oral trush f. Diaper rash g. Seborrhea h. Bisulan i. Milliariasis j. Diare k. Obstipasi l. Infeksi 3. Kelainan bawaan pada bayi baru lahir a. Labioskiziz dan labiopalatoskiz b. Atresia esophagus c. Atresia anus d. Hirschprung e. Obstruksi biliaris f. Omfalokel g. Hernia diafragmatika

ensefalokel j. BBLR b. Pengertian Menurut Saifuddin. Neonatus beresiko tinggi a.h. Asfiksia neonatorum c. Hidrosefalus k. Hypotermi f. Meningokel. (2002) Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran. Trauma pada fleksus brachialis d. Caput suksedaneum b. . Tetanus neonatorum BAYI BARU LAHIR NORMAL A. Hypoglikemi h. Atresia duodeni i. Trauma pada bayi baru lahir a. Hipertermi g. Cephal Hematoma c. Kejang e. Fraktur klavikula dan fraktur humerus 5. Hipospadia 4. Sindroma gangguan pernapasan d. Fimosis l.

Sholeh Kosim. lahir langsung menangis. Menurut M. Berat badan 2500 . (2007) Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 – 4000 gram.38 cm 4.160 kali/menit 6.35 cm 5.4000 gram 2. Kulit kemerah . RI. rambut kepala biasanya telah sempurna 9. Kes.52 cm 3. Menurut Dep. (2005) Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram. Lahirrnya biasanya dengan usia gestasi 38 – 42 minggu. Ciri – Ciri Bayi Baru Lahir 1.Menurut Donna L. cukup bulan. Genitalia. skrotum sudah ada . Lingkar kepala 33 . Pernafasan ± . Rambut lanugo tidak terlihat. Kuku agak panjang dan lemas 10.60 40 kali/menit 7. Wong. (2003) Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu. Lingkar dada 30 . dan tidak ada kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat.merahan dan licin karena jaringan sub kutan cukup 8. B. Perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora Laki – laki testis sudah turun. Panjang badan 48 . Frekuensi jantung 120 .

Eliminasi baik. Reflek morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan sudah baik 13. Muntah . reflek ini harus tetap ada selama masa bayi. 2. jika tidak ada maka menunjukkan adanya kerusakan pada saraf cranial. mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama.11. Mata a. Menghisap Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respon terhadap rangsangan. reflek ini harus sepanjang hidup. mekonium berwarna hitam kecoklatan C. b. Reflek – Reflek Fisiologis 1. Berkedip atau reflek corneal Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba – tiba atau pada pandel atau obyek kearah kornea. c. Pupil Pupil kontriksi bila sinar terang diarahkan padanya. seperti pada saat tidur. Glabela Ketukan halus pada glabela (bagian dahi antara 2 alis mata) menyebabkan mata menutup dengan rapat. harus menetapkan sepanjang hidup. b. Mulut dan tenggorokan a. bahkan tanpa rangsangan sekalipun. Reflek graps atau menggenggan sudah baik 14. Reflek hisap dan menelan sudah terbentuk dengan baik 12.

hisapan atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami reflek muntah. reflek ini harus terus ada sepanjang hidup. Ekstrimitas a. Menguap Respon spontan terhadap panurunan oksigen dengan maningkatkan jumlah udara inspirasi. biasanya ada setelah hari pertama lahir 3. harus hilang pada usia kira – kira 3 -4 bulan d. c.Ekstrusi Bila lidah disentuh atau ditekan bayi merespon dengan mendorongnya keluar harus menghilang pada usia 4 bulan f. Rooting Menyentuh dan menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikkan kepala kearah sisi tersebut dan mulai menghisap. Menggenggam Sentuhan pada telapak tangan atau telapak kaki dekat dasar kaki menyebabkan fleksi tangan dan jari b.Batuk Iritasi membrane mukosa laring menyebabkan batuk. reflek ini harus menetap sepanjang hidup. Babinski Tekanan di telapak kaki bagian luar kearah atas dari tumit dan menyilang bantalan kaki menyebabkan jari kaki hiperektensi dan haluks dorso fleksi .Stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan. harus menetap sepanjang hidup e.

(3). (2). APN.c. kaki dapat fleksi dengan lemah. kepala dipalingkan ke salah satu sisi. Penanganan Segera Bayi Baru Lahir Menurut JNPK-KR/POGI. Neck – righting Jika bayi terlentang. Startle Suara keras yang tiba – tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku tangan tetap tergenggam (3). aman dan bersih untuk bayi baru lahir ialah : 1. bahu dan batang tubuh membalik kearah tersebut dan diikuti dengan pelvis (4) Inkurvasi batang tubuh (gallant) Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul bergerak kea rah sisi yang terstimulasi. Reflek moro Kejutan atau perubahan tiba – tiba dalam ekuilibrium yang menyebabkan ekstensi dan abduksi ekstrimitas yang tiba –tiba serta mengisap jari dengan jari telunjuk dan ibu jari membentuk “C” diikuti dengan fleksi dan abduksi ekstrimitas. Masa tubuh (1). D. Tonik leher Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah sisi. lengan dan kakinya akan berekstensi pada sisi tersebut dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi. Pencegahan Infeksi . (2007) asuhan segera.

selimut dan kain yang digunakan untuk bayi. gunting. Evaporasi Penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir. penghisap lendir DeLee dan benang tali pusat telah didesinfeksi tingkat tinggi atau steril. a. terutama klem. co/ meja. pita pengukur. stetoskop. Demikin pula dengan timbangan. Konduksi Kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. handuk. sudah dalam keadaan bersih. timbangan . Melakukan penilaian  Apakah bayi menangis kuat dan/atau bernafas tanpa kesulitan  Apakah bayi bergerak dengan aktif atau lemas Jika bayi tidak bernapas atau bernapas megap – megap atau lemah maka segera lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir. Cuci tangan dengan seksama sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi  Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan  Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan. Pencegahan Kehilangan Panas Mekanisme kehilangan panas a. tubuh bayi tidak segera dikeringkan. termometer. tempat tidur. 2.  Pastikan semua pakaian. 3.

yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi bila bayi diletakkan di atas benda – benda tersebut b. co/ ruangan yang dingin. Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat Ganti handuk atau kain yang telah basah oleh cairan ketuban dengan selimut atau kain yang baru (hanngat. adanya aliran udara dari kipas angin. hembusan udara melalui ventilasi. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya . b. dan kering) c. Selimuti bagian kepala bayi Bagian kepala bayi memiliki luas permukaan yg relative luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup. Konveksi Kehilangan panas tubuh terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. Radiasi Kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda – benda yang mempunyai suhu tubuh lebih rendah dari suhu tubuh bayi. Keringkan bayi dengan seksama Mengeringkan dengan cara menyeka tubuh bayi. atau pendingin ruangan. c. bersih. d. karena benda – benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi (walaupun tidak bersentuhan secara langsung) Mencegah kehilangan panas Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya berikut : a. juga merupakan rangsangan taktil untuk membantu bayi memulai pernapasannya.

Pelukan ibu pada tubuh bayi dapat menjaga kehangatan tubuh dan mencegah kehilangan panas. Sebelum memandikan bayi. Bayi sebaiknya dimandikan sedikitnya enam (^) jam setelah lahir. Praktik memandikan bayi yang dianjurkan adalah : (1). tutupi bagian kepala dan tempatkan bersama ibunya di tempat tidur atau lakukan persentuhan kuli ibu – bayi dan selimuti keduanya. Tunda untuk memandikan bayi yang sedang mengalami masalah pernapasan (4). Siapkan handuk bersih dan kering untuk mengeringkan tubuh bayi dan siapkan beberapa lembar kain atau selimut bersih dan kering untuk menyelimuti tubuh bayi setelah dimandikan. (5). Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir Karena bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya. Sebaiknya pemberian ASI harus dimulai dalam waktu satu (1) jam pertama kelahiran e. Jika suhu tubuh bayi masih dibawah 36.5º C – 37º C). Memandikan bayi secara cepat dengan air bersih dan hangat . periksa bahwa suhu tubuh stabil (suhu aksila antara 36. pastikan ruangan mandinya hangat dan tidak ada tiupan angin. Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian/diselimuti dikurangi dengan berat pakaian/selimut. terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering.5º C. selimuti kembali tubuh bayi secara longgar. Tunggu sedikitnya 6 jam setelah lahir sebelum memandikan bayi (lebih lama jika bayi mengalami asfiksia atau hipotermi) (2). sebelum melakukan penimbangan. (3). Sebelum bayi dimandikan. Tunda memandikan bayi hingga suhu tubuh bayi tetap stabil dalam waktu (paling sedikit) satu (1) jam.

 Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk.(6). Membebaskan Jalan Nafas nafas Dengan cara sebagai berikut yaitu bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. Idealnya bayi baru lahir ditempatkan di tempat tidur yang sama dengan ibunya. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut :  Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. rongga mulut dan tenggorokkan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kassa steril.  Bersihkan hidung. Ibu dan bayi disatukan di tempat dan anjurkan ibu untuk menyusukan bayinya f. Pastikan bagian kepala bayi diselimuti dengan baik (8). apabila bayi tidak langsung menangis. Segera keringkan bayi dengan menggunakan handuk bersih dan kering (7). untuk menjaga bayi tetap hangat dan mendorong ibu untuk segera memberikan ASI 4. Bayi dapat diletakkan bersentuhan kulit dengan ibu dan diselimuti dengan baik (9). Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat g. . kemudian selimuti tubuh bayi secara longgar. Ganti handuk yang basah dengan selimut bersih dan kering.

Lakukan simpul kunci atau jepitankan secara mantap klem tali pusat tertentu.  Celupkan tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan klonin 0.  Bilas tangan dengan air matang atau disinfeksi tingkat tinggi  Keringkan tangan (bersarung tangan) tersebut dengan handuk atau kain bersih dan kering. Merawat tali pusat  Setelah plasenta dilahirkan dan kondisi ibu dianggap stabil. 5. adanya cairan atau mekonium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan.5 % untuk membersihkan darah dan sekresi tubuh lainnya. . ikat atau jepitkan klem plastik tali pusat pada puntung tali pusat.  Ikat ujung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang disinfeksi tingkat tinggi atau klem plastik tali pusat (disinfeksi tingkat tinggi atau steril). tabung oksigen dengan selangnya harus sudah ditempat  Segera lakukan usaha menghisap mulut dan hidung  Memantau dan mencatat usaha bernapas yang pertama (Apgar Score)  Warna kulit. Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar.  Alat penghisap lendir mulut (De Lee) atau alat penghisap lainnya yang steril.

bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya. meskipun berada dalam ruangan yang relatif hangat. Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhnya secara memadai dan dapat dengan cepat kedinginan jika kehilangan panas tidak segera dicegah. Bayi baru lahir harus di bungkus hangat. kering dan hangat  Tutup bagian kepala bayi  Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusukan bayinya . Kes. lingkarkan benang sekeliling ujung tali pusat dan dilakukan pengikatan kedua dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada sisi yang berlawanan. 2002) 6. Bayi prematur atau berat lahir rendah sangat rentan terhadap terjadinya hipotermia. 2002). Suhu bayi harus dicatat (Prawiroharjo. Jika menggunakan benang tali pusat. jika bayi dalam keadaan basah atau tidak diselimuti mungkin akan mengalami hipoterdak. Suhu tubuh bayi merupakan tolok ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai suhu tubuhnya sudah stabil.5%  Selimuti ulang bayi dengan kain bersih dan kering. Mempertahankan suhu tubuh bayi Pada waktu lahir. Bayi yang mengalami kehilangan panas (hipotermi) beresiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal. pastikan bahwa bagian kepala bayi tertutup dengan baik.(Dep. Pencegah terjadinya kehilangan panas yaitu dengan :  Keringkan bayi secara seksama  Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih..  Lepaskan klem penjepit tali pusat dan letakkan di dalam larutan klonin 0. dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat. RI.

(Dep. . yaitu pemberian obat mata eritromisin 0.  Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi yang belum dimandikan. dan bayi beresiko tinggi di beri vitamin K parenteral dengan dosis 0.5 % atau tetrasiklin 1 %. pastikan untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi berikut ini :  Cuci tangan secara seksama sebelum dan setelah melakukan kontak dengan bayi. Pencegahan infeksi  Memberikan vitamin K Untuk mencegah terjadinya perdarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir normal atau cukup bulan perlu di beri vitamin K per oral 1 mg / hari selama 3 hari.5 – 1 mg IM. Lakukan penimbangan setelah bayi mengenakan pakaian  Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. 2002) 7.  Memberikan obat tetes atau salep mata Untuk pencegahan penyakit mata karena klamidia (penyakit menular seksual) perlu diberikan obat mata pada jam pertama persalinan. RI. Kes. Perawatan mata harus segera dikerjakan. sedangkan salep mata biasanya diberikan 5 jam setelah bayi lahir. tindakan ini dapat dikerjakan setelah bayi selesai dengan perawatan tali pusat Yang lazim dipakai adalah larutan perak nitrat atau neosporin dan langsung diteteskan pada mata bayi segera setelah lahir Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi.

dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. tanggal lahir.  Pastikan bahwa semua pakaian. nyonya). nomor bayi. stetoskop dan benda-benda lainnya yang akan bersentuhan dengan bayi dalam keadaan bersih (dekontaminasi dan cuci setiap setelah digunakan). di kamar bersalin dan di ruang rawat bayi  Alat yang digunakan. termasuk klem gunting dan benang tali pusat telah didinfeksi tingkat tinggi atau steril.RI. Identifikasi bayi  Alat pengenal untuk memudahkan identifikasi bayi perlu di pasang segera pasca persalinan. DepKes RI. selimut serta kain yang digunakan untuk bayi telah dalam keadaan bersih. tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas  Pada alat atau gelang identifikasi harus tercantum nama (bayi. unit. termometer. Saifudin Abdul Bahri. tanggal lahir. handuk. nomor identifikasi.. 2002) Rujukan 1.Jakarta . Alat pengenal yang efektif harus diberikan kepada bayi setiap bayi baru lahir dan harus tetap ditempatnya sampai waktu bayi dipulangkan. hendaknya kebal air.  Pastikan bahwa timbangan.kes. nama lengkap ibu  Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama. jenis kelamin. (Dep. 2002) 8. jika menggunakan bola karet penghisap. 1992 Asuhan Kesehatan Anak dalam Konteks keluarga 2. pipa pengukur. Pastikan bahwa semua peralatan. 2002. Buku panduan praktis pelayanan kesehatan maternal neonatal.YBP_SP.  Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien. pakai yang bersih dan baru. (Saifudin.

mempertahankan suhu tubuh bayi terutama pada bayi berat lahir rendah. Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi periode neonatal merupakan periode yang kritis. hipotermi. Di samping itu perlu dilakukan pula pembinaan kesehatan prenatal yang memadai dan penanggulangan faktor-faktor yang menyebabakan kematian perinatal yang meliputi. asfiksia.Pusdiknakes. infeksi. kelahiran preterm/bayi berat lahir rendah. pencegahan terhadap infeksi. 2. pemantauan kenaikan berat dan stimulasi psikologis merupakan tugas pokok bagi pemantau keehatan bayi dan anak.2003. Buku 5 asuhan bayi baru lahir. suatu proses pertumbuhan fisik yang ditandai bertambahnya ukuran organ tubuh karena pertumbuhan sel dan suatu proses aspek non fisik menuju terciptanya kedewasaan yang ditandai dengan bertambahnya kemampuan/ketrampilan yang menyangkut struktur dan fungsi tubuh. pencegahan asfiksia. Jadi yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan adalah. dekatnya jarak antara kehamilan. PENGERTIAN TUMBUH KEMBANG Pertumbuhan dan perkembangan termasuk suatu proses yang saling berkaitan dan sulit dipisahkan. Pertumbuhan¬ Adalah suatu proses perubahan fisik (anatomis) yang ditandai dengan bertambahnya ukuran berbagai organ tubuh yang disebabkan adanya penambahan perbesaran sel-sel tubuh. Neonatus pada minggu pertama sangat dipengaryhi oleh kondisi ibu pada waktu hamil dan melahirkan. Manajemen yang baik pada waktu masih dalam kandungan.Jakarta 4. Modul Asuhan Persalinan Normal Asuhan Kebidanan Neonatus Umur 1 Bulan PENDAHULUAN Pelayanan kesehatan neonatal harus di mulai sebelum bayi di lahirkan melalui pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil. Perkembangan¬ Adalah suatu proses menuju terciptanya kedewasaan yang ditandai bertambahnya kemampuan/ketrampilan yang menyangkut struktur tubuh yang berkaitan dengan aspek non fisik.3. JHPIEGO. Panduan pengajar asuhan kebidanan fisiologi bagi dosen diploma III kebidanan. perdarahan. anemia. gizi yang rendah. PENGAWASAN TUMBUH KEMBANG BAYI 1. hipertensi. selama persalinan. Berbagai bentuk upaya pencegahan dan penanggulangan dini terhadap faktor-faktor yang memperlemah kondisi ibu hamil perlu di prioritaskan seperti . TUJUAN . segera sesudah dilahirkan dan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya akan menghasilkan bayi yang sehat. Pemberian ASI dalam usaha menurunkan angka kematian oleh karena diare.

bila ditengkurapkan akan scara spontan memiringkan kepalanya. Grasping reflek Bila jari kita menyentuh telapak tangan bayi maka jari-jarinya akan langsung menggenggam sangat kuat. Fase neonatus : Sejak lahir sampai umur 4 minggu 2. Startle reflek Reaksi emosional berupa hentakan dan gerakan seperti mengejang pada lengan . Fase prasekolah/balita : 1 sampai dengan 5 tahun 4. 2. Rooting reflek Bila jarinya menyentuh daerah sekitar mulut bayi maka ia akan membuka mulutnya dan memiringkan kepalanya kearah datangnya jari. Fase bayi : 4 minggu sampai dengan 1 tahun 3. 1. Untuk mengarahkan agar pertumbuhan dan perkembanagn bayi langsung selaras sesuai dengan usianya. Fase anak sekolah : 6 sampai dengan 12 tahun 5. Reflek Yaitu suatu gerakan yang terjadi secara otomatis dan spontan tanpa disadari pada bayi normal. 5. a. Contoh: bayi akan tersenyum bilas dia diajak berbicara ibunya walaupun ia belum mengerti kata-kata yang diucapkan ibunya. Moro reflek Reflek yang timbul diluar kemauan/kesadaran bayi. Untuk mengetahui adanya kelainan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi sedini mungkin. Tonik neek reflek Gerakan spontan otot kuduk pada bayi normal. Fase remaja : 12 sampai dengan 18 atau 21 tahun(belum menikah) 4. 3.Tujuan mempelajari pertumbuhan dan perkembangan bayi adalah: 1. 4. Contoh : bila bayi diangkat/direnggut secara kasar dari gendongan kemudian seolah-olah bayi melakuakn gerakan yang mengangkat tubuhnay pada orang yang mendekapnya. TAHAP/FASE TUMBUH KEMBANG ANAK 1. Untuk mengetahui tumbuh kembang bayi yang normal. Intrinsik Yaitu kemampuan yang telah ada sejak lahir melalui rangsangan-rangsangan dengan cara yang khas. 2. 3. PENGAWASAN MASA BAYI Pada masa ini bayi dilengkapi dengan beberapa kemampuan yaitu intrinsik dan reflek. b. 3.

ketika ia telungkup angkatlah benda itu ke atas. Stapping reflek Reflek kaki secara spontan apabila bayi diangkat tegak dan kakinya satu persatu disentuhkan pada satu dasar maka bayi seolah –olah berjalan.Triwulan III : 7-9 bulan. mencium. kenaikan rata-rata 700-1000 gr . . sehingga anak dilatih mengangkat kepalanya ketika memperhatikan benda itu. radio.♣ .Triwulan II : 4-6 bulan.Triwulan I : 1-3 bulan. kenaikan rata-rata 350-450 gr . Menirukan ocehan.Triwulan IV : penambahan 1 cm/bulan 6. STIMULASI PERKEMBANGAN BAYI 0-3 BULAN a. memeluk.Triwulan I : penambahan 2 cm/bulan . gerakan mimik anak. kerincingan. anak akan mengikuti benda itu sambil memiringkan badan. kenaikan rata-rata 250-350 gr Pertumbuhan Panjang Badan♣ . bahasa.Triwulan IV : 4 cm Pertumbuhan Lingkar Kepala♣ . Mengeluarkan suara (mengoceh) Membalas senyuman 7.Triwulan I : 10 cm . TANDA-TANDA PERKEMBANGAN BAYI 0-3 BULAN Gerakan kasar Gerakan halus Bicara. b. kecerdasan Bergaul dan Mandiri Menggerakkan kedua tungkai dan lengan sama mudahnya ketika telentang Memberikan reaksi dan melihat kearah sumber cahaya. menyanyikan lagu. PERTUMBUHAN BB/TB/LK Pertumbuhan Berat Badan selama masa bayi.Triwulan II : 6 cm . kenaikan rata-rata 500-600 gr . Pengungkapan rasa cinta.Triwulan II : penambahan 1 cm/bulan . Anak sering diajak bicara dan mendengarkan berbagai suara misalnya: suara burung. Melatih anak membalikkan badan dari terlentang ke telungkup Ketika telentang anak dibuat agar memperhatikan benda yang menarik(berwarna. 5. membelai.Triwulan IV : 10-12 bulan. Gerakkanlah benda yang menarik dihadapan anak. kasih sayang dan rasa aman Berbicara lembut. benda digerakkan terus agar anak berlatih membalikkan badannya.Triwulan III : 5 cm . menyolok/berbunyi) benda itu kemudian digerakkan kesisi badannya. 6.Triwulan III : penambahan 2 cm/bulan . c. Melatih anak mengangkat kepala dan memperhatikan benda bergerak.dan tangan dan sering diikuti dengan tangis. d.

e. Melatih anak menggenggam benda kecil Sentuhlah pensil atau benda yang serupa pada punggung atau ujung jari tangan anak. Pramesti Widyastiningsih Amd.Keb. Anak akan berlatih menggenggam benda tersebut. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful