AKHLAK, ETIKA DAN MORAL (Dalam Perspektif Islam

)

Sejarah Agama menunjukkan bahwa kebehagiaan yang ingin dicapai dengan menjalankan syariah agama itu hanya dapat terlaksana dengan adanya akhlak yang baik. Kepercayaan yang hanya berbentuk pengetahuan tentang keesaan Tuhan, ibadah yang dilakukan hanya sebagai formalitas belaka, muamalah yang hanya merupakan peraturan yang tertuang dalam kitab saja, semua itu bukanlah merupakan jaminan untuk tercapainya kebahagiaan tersebut. Timbulnya kesadaran akhlak dan pendirian manusia terhadap-Nya adalah pangkalan yang menetukan corak hidup manusia. Akhlak, atau moral, atau susila adalah pola tindakan yang didasarkan atas nilai mutlak kebaikan. Hidup susila dan tiap-tiap perbuatan susila adalah jawaban yang tepat terhadap kesadaran akhlak, sebaliknya hidup yang tidak bersusila dan tiap-tiap pelanggaran kesusilaan adalah menentang kesadaran itu. Kesadaran akhlak adalah kesadaran manusia tentang dirinya sendiri, dimana manusia melihat atau merasakan diri sendiri sebagai berhadapan dengan baik dan buruk. Disitulah membedakan halal dan haram, hak dan bathil, boleh dan tidak boleh dilakukan, meskipun dia bisa melakukan. Itulah hal yang khusus manusiawi. Dalam dunia hewan tidak ada hal yang baik dan buruk atau patut tidak patut, karena hanya manusialah yang mengerti dirinya sendiri, hanya manusialah yang sebagai subjek menginsafi bahwa dia berhadapan pada perbuatannya itu, sebelum, selama dan sesudah pekerjaan itu dilakukan. Sehingga sebagai subjek yang mengalami perbuatannya dia bisa dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya itu. Dalam berbagai literature tentang ilmu akhlak islami, dijumpai uraian tentang akhlak yang secara garis besar dapat dibagi dua bagian, yaitu; akhlak yang baik (akhlak al-karimah), dan akhlak yang buruk (akhlak madzmumah). Berbuat adil, jujur, sabar, pemaaf, dermawan dan amanah misalnya termasuk dalam akhlak yang baik. Sedangkan berbuat yang dhalim, berdusta, pemarah, pendendam, kikir dan curang termasuk dalam akhlak yang buruk. Secara teoritis macam-macam akhlak tersebut berinduk pada tiga perbuatan yang utama, yaitu hikmah (bijaksana), syaja'ah (perwira/ksatria) dan iffah (menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat). Hukum-hukum akhlak ialah hokum-hukum yang bersangkut paut dengan perbaikan jiwa (moral); menerangkan sifat-sifat yang terpuji atau keutamaankeutamaan yang harus dijadikan perhiasan atau perisai diri seseorang seperti jujur, adil, terpercaya, dan sifat-sifat yang tercela yang harus dijauhi oleh seseorang seperti bohong, dzalim, khianat. Sifat-sifat tersebut diterangkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah dan secara Khusus dipelajari dalam Ilmu Akhlak (etika) dan Ilmu Tasawuf. AKHLAK Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk mendefinisikan akhlak, yaitu pendekatan linguistic (kebahasaan), dan pendekatan terminologic (peristilahan). Dari sudut kebahasaan, akhlak berasal dari bahasa arab, yaitu isim mashdar (bentuk infinitive) dari kata al-akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan, sesuai timbangan (wazan) tsulasi majid af'ala, yuf'ilu, if'alan yang berarti al-sajiyah (perangai), at-

1

dan sebagainya. Menurut Ahmad Amin mengartikan etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk. yang bersangkutan dalam keadaan tidak sadar. Berikutnya. bukan main-main atau karena bersandiwara. Kedua. yaitu studi yang sitematik mengenai sifat dasar dari konsep-konsep nilai baik. Namun akar kata akhlak dari akhlaqa sebagai mana tersebut diatas tampaknya kurang pas. Definisi-definisi akhlak tersebut secara subtansial tampak saling melengkapi. dengan agak lebih luas dari Ibn Miskawaih. yaitu isim yang tidak memiliki akar kata. dan darinya kita dapat melihat lima cirri yang terdapat dalam perbuatan akhlak. karena kepiawaiannya dalam membela Islam dari berbagai paham yang dianggap menyesatkan. telah dikemukakan para ahli dengan ungkapan yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandangnya. kelaziman). benar. bukan karena ingin dipuji orang atau karena ingin mendapatkan suatu pujian. salah. watak dasar). Kelima. etika diartikan ilmu pengetahuan tentang azaz-azaz akhlak (moral). Adapun arti etika dari segi istilah. Ketiga. al-adat (kebiasaan. pilihan dan keputusan yang bersangkutan. dalam Encyclopedia Britanica. tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar. ETIKA Dari segi etimologi (ilmu asal usul kata). perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran. sebab isim masdar dari kata akhlaqa bukan akhlak. tabiat. pertama.thobi'ah (kelakuan. harus. kita dapat merujuk kepada berbagai pendapat para pakar di bidang ini. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan atas dasar kemauan. buruk. Imam Al-Ghazali (1015-1111 M) yang selanjutnya dikenal sebagai hujjatul Islam (pembela Islam). Ibn Miskawaih (w. Untuk menjelaskan pengertian akhlak dari segi istilah. Dalam kamus umum bahasa Indonesia. yaitu. akhlak merupakan isim jamid atau isim ghair mustaq. sehingga telah menjadi kepribadiaannya. hilang ingatan. 421 H/1030 M) yang selanjutnya dikenal sebagai pakar bidang akhlak terkemuka dan terdahulu misalnya secara singkat mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. melainkan kata tersebut memang sudah demikian adanya. mengatakan akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gambling dan mudah. bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya. Berkenaan dengan ini. Ini tidak berarti bahwa saat melakukan sesuatu perbuatan. maka timbul pendapat yang mengatakan bahwa secara linguistic. tetapi ikhlak. bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya. Sementara itu. menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia. etika dinyatakan sebagai filsafat moral. ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat. Dari pengertian kebahasaan ini terlihat bahwa etika berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku manusia. menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat. perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang. tidur atau gila. 2 . tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. al-maru'ah (peradaban yang baik) dan al-din (agama). sejalan dengan cirri yang keempat perbuatan akhlak (khususnya akhlak yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan karena ikhlas semata-mata karena Allah. Keempat. etika berasal dari bahasa Yunani.

ilmu politik. Berbagai pemikiran yang dikemukakan para filosof barat mengenai perbuatan baik atau buruk dapat dikelompokkan kepada pemikiran etika. 3 . yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia selanjutnya ditentukan posisinya apakah baik atau buruk. perangai. maka etika tidak bersifat mutlak. Dengan kata lain etika adalah aturan atau pola tingkah laku yang dihasulkan oleh akal manusia. penentu dan penetap terhadap sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia. dilihat dari segi objek pembahasannya. Keempat. salah. sedangkan moral tolak ukurnya yang digunakan adalah norma-norma yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung di masyarakat. Dengan cirri-cirinya yang demikian itu.Dari definisi etika tersebut diatas. Ketiga. Dengan demikian etika lebih bersifat pemikiran filosofis dan berada dalam konsep-konsep. ilmu ekonomi dan sebagainya. psikologi. absolute dan tidak pula universal. Ia terbatas. dapat segera diketahui bahwa etika berhubungan dengan empat hal sebagai berikut. sosiologi. Sebagai hasil pemikiran. Berdasarkan kutipan tersebut diatas. mulia. dilihat dari segi sifatnya. Kedua. MORAL Adapun arti moral dari segi bahasa berasal dari bahasa latin. Dengan demikian etika sifatnya humanistis dan antroposentris yakni bersifat pada pemikiran manusia dan diarahkan pada manusia. etika berupaya membahas perbuatan yang dilakukan oleh manusia. sedangkan etika berada dalam dataran realitas dan muncul dalam tingkah laku yang berkembang di masyarakat. dapat dipahami bahwa moral adalah istilah yang digunakan untuk memberikan batasan terhadap aktifitas manusia dengan nilai (ketentuan) baik atau buruk. kalau dalam pembicaraan etika. etika berfungsi sebagai penilai. kelebihan dan sebagainya. maka etika lebih merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatan baik atau buruk. Jika pengertian etika dan moral tersebut dihubungkan satu dengan lainnya. karena berasal dari hasil berfikir. dapat berubah. Dengan demikian etika lebih berperan sebagai konseptor terhadap sejumlah perilaku yang dilaksanakan oleh manusia. untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolak ukur akal pikiran atau rasio. Pertama. terhormat. mores yaitu jamak dari kata mos yang berarti adat kebiasaan. Etika lebih mengacu kepada pengkajian sistem nilai-nilai yang ada. Selain itu. buruk. baik atau buruk. Di dalam kamus umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. etika juga memanfaatkan berbagai ilmu yang memebahas perilaku manusia seperti ilmu antropologi. yaitu apakah perbuatan tersebut akan dinilai baik. memiliki kekurangan. Namun demikian dalam beberapa hal antara etika dan moral memiliki perbedaan. kita dapat mengatakan bahwa antara etika dan moral memiki objek yang sama. etika bersifat relative yakni dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman. pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar. kehendak. Pertama. Selanjutnya moral dalam arti istilah adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat. benar atau salah. etika bersumber pada akal pikiran atau filsafat. dilihat dari segi fungsinya. dilihat dari segi sumbernya. hina dan sebagainya.

Etika dan moral sama artinya tetapi dalam pemakaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. berupaya menelaah dan mempelajarinya. geweten. dapat sampai pada suatu kesimpulan. namun disisi lain dalam masalah akhlak kurang diperhatikan. kebiasaan dan lainnya yang berlaku di masyarakat. Kesadaran moral erta pula hubungannya dengan hati nurani yang dalam bahasa asing disebut conscience. Secara sederhana akhlak Islami dapat diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran Islam atau akhlak yang bersifat Islami. Kedua. bahwa moral lebih mengacu kepada suatu nilai atau system hidup yang dilaksanakan atau diberlakukan oleh masyarakat. Moral atau moralitas dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai. namun tidak berarti mengabaikan perkara penyempurnaannya. rasional. Dilihat dari segi sifatnya yang universal. AKHLAK ISLAMI Mungkin banyak diantara kita kurang memperhatikan masalah akhlak. Di satu sisi kita mengutamakan tauhid yang memang merupakan perkara pokok/inti agama ini. Namun 4 . Dan akhlak mempunyai hubungan yang erat. Jika nilai-nilai tersebut telah mendarah daging dalam diri seseorang. Nilai atau sistem hidup tersebut diyakini oleh masyarakat sebagai yang akan memberikan harapan munculnya kebahagiaan dan ketentraman.Dengan demikian tolak ukur yang digunakan dalam moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat. Dalam kesadaran moral mencakup tiga hal. maka akhlak Islami juga bersifat universal. gewissen. Dengan demikian akhlak Islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah. Dengan kata lain akhlak Islami adalah akhlak yang disamping mengakui adanya nilai-nilai universal sebagai dasar bentuk akhlak. sedangkan etika dipakai untuk pengkajian system nilai yang ada. dan sebaliknya bila seorang muwahhid memiliki akhlak yang buruk berarti lemah tauhidnya. bahkan islam mementingkan akhlak. maka akan membentuk kesadaran moralnya sendiri. yaitu suatu perbuatan yang secara umum dapat diterima oleh masyarakat. artinya dapat disetujui berlaku pada setiap waktu dan tempat bagi setiap orang yang berada dalam situasi yang sejenis. dan bahasa arab disebut dengan qalb. perasaan wajib atau keharusan untuk melakukan tindakan yang bermoral. juga mengakui nilai-nilai bersifat local dan temporal sebagai penjabaran atas nilai-nilai yang universal itu. disengaja. Semakin sempurna tauhid seseorang maka semakin baik akhlaknya. Pertama. Orang yang demikian akan dengan mudah dapat melakukan suatu perbuatan tanpa harus ada dorongan atau paksaan dari luar. Ketiga. mendarah-daging dan sebenarnya yang didasarkan pada ajaran Islam. kesadaran moral dapat pula muncul dalam bentuk kebebasan. conscientia. Yang perlu diingat bahwa tauhid sebagai sisi pokok/inti islam yang memang seharusnya kita utamakan. Nilai-nilai tersebut ada yang berkaitan dengan perasaan wajib. berlaku umum dan kebebasan. Berdasarkan pada uraian diatas. Namun dalam rangka menjabarkan akhlak islami yang universal ini diperlukan bantuan pemikiran akal manusia dan kesempatan social yang terkandung dalam ajaran etika dan moral. kesadaran moral dapat juga berwujud rasional dan objektif. sebagai hal yang objektif dan dapat diberlakukan secara universal. fu'ad. Islam bukanlah agama yang mengabaikan akhlak. Tauhid merupakan realisasi akhlak seorang hamba terhadap Allah dan ini merupakan pokok inti akhlak seorang hamba. Kata Islam yang berada di belakang kata akhlak dalam hal menempati posisi sebagai sifat. Seorang yang bertauhid dan baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik-baik manusia.

Ibrahim : 7). bahwa akhlak dalam ajaran agama tidak dapat disamakan dengan etika atau moral.demikian. sehingga patut dikedepankan bagi setiap muslim dalam melahirkan individu/pribadi unggul. bersyukur. (2) Bersyukur sesama makhluk sebagai ketetapan daripada Allah. dimulai dari akhlak terhadap Allah." (HR. ikhlas. khususnya yang berkaitan dengan pola hubungan. Mereka itulah pelita hidayah. atasan/pimpinan. Anggota masyarakat yang mengamalkan sifat ikhlas. kekuasaan. Singkatnya. walaupun etika dan moral itu diperlukan dalam rangka menjabarkan akhlak yang berdasarkan agama (akhlak Islami). "Maka tunaikanlah oleh orang yang diamanahkan itu akan amanahnya dan bertakwalah kepada Allah Tuhannya. adil. akan mencapai kebaikan lahir-bathin dan dunia-akherat. akan menghasilkan kemenangan dan kejayaan." (QS. hingga kepada sesame makhluk (manusia. maka sesungguhnya azabKu sangat pedih. Allah berfirman. amanah berarti sesuatu yang dipercayakan. dan kagum seseorang dengan dirinya sendiri. Para Ulama menempatkan adil kepada beberapa peringkat. perdamaian. binatang. dan berjimat cermat ketika susah dan senang. Ketiga. Al-Baqarah : 283). Akhlak diniah (agama/Islam) mencakup berbagai aspek. bersih dari sifat kerendahan dan mencapai perpaduan." Keikhlasan seseorang ini. serta kesejahteraan. Nabi SAW bersabda. Bersifat adil. terlampau bakhil. pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Yaitu sifat mulia yang mesti diamalkan oleh setiap orang. Jadi ketika etika digunakan untuk menjabarkan akhlak Islami. kestabilan negara. Imam Al-Baihaqi). tetapi apabila tidak hadir tidak pula kehilangan. Dalam hal ini. Bersyukur pada tataran menjadi pribadi unggul berlaku pada dua keadaan. Nabi SAW bersabda. (1) Sebagai tanda kerendahan hati terhadap segala nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta adalah sama. "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan (keikhlasan) kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. Adil juga tidak lain ialah berupa perbuatan yang tidak berat sebelah. berlaku adil pada ketika suka dan marah. Ikhlas adalah inti dari setiap ibadah dan perbuatan seorang muslim. dan sekiranya kamu mengingkari (kufur nikmatKu). ada beberapa nilai akhlak Islam yang menjadi tonggak amalan. Pertama. serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriah. Hal yang demikian disebabkan karena etika terbatas pada sopan santun antara sesama manusia saja. amanah adalah asas ketahanan umat. "Bahagialah dengan limpahan kebaikan bagi orang-orang yang bila dihadiri (berada dalam kumpulan) tidak dikenal. itu tidak berarti akhlak Islami dapat dijabarkan sepenuhnya oleh etika atau moral. Al-Bayyinah : 5. Allah SWT berfirman dalam QS. Kedua. Berikut ini. Keempat. Abu Syeikh). tumbuh-tumbuhan. sehingga kita harus menjaga amanah tersebut. dan sesama saudara. dan yang demikian itulah agama yang lurus. dan roh kepada keadilan. persaudaraan. 5 . dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. perlu dipertegas disini. berarti menempatkan/meletakan sesuatu pada tempatnya. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur. supaya kebajikan senantiasa dibalas dengan kebajikan. "Tiga perkara yang menyelamatkan yaitu takut kepada Allah ketika bersendirian dan di khalayak ramai. Ruang lingkup akhlak Islami adalah sama dengan ruang lingkup ajaran Islam itu sendiri. kehormatan. baik sedikit atau banyak. Allah berfirman dalam Al-Qur'an." (HR. dan tiga perkara yang membinasakan yaitu mengikuti hawa nafsu. yaitu adil terhadap diri sendiri." (QS. bawahan. dan benda-benda yang tak bernyawa). Dalam suatu sumber menyebutkan. Tersisih daripada mereka segala fitnah dan angkara orang yang dzalim. amanah.

Keenam. keras hati. maka seseorang akan sangat beruntung karena ia mampu mengemudi hidupnya dengan "kesempurnaan". make up yang mewah dan emas permata. ternyata kesabaran ini sangat penting untuk membentuk individu/pribadi unggul. Di dalam menghadapi cobaan hidup. disiplin. hidup seseorang dikatakan baik. Dan kondisi demikian. Sehingga perilaku disiplin ini. seseorang itu akan dapat menguatkan pegangannya terhadap ajaran agama dan menghasilkan mutu kerja yang cemerlang serta prestatif (unggul). Islam sendiri. Sehingga dapat diselesaikan dengan baik dan berjaya. Yang disebut terakhir ini tentunya bukan decak kagum manusia yang dicari. dengan dimilikinya sifat-sifat unggul tersebut. Yaitu sifat tahan menderita sesuatu (tidak lekas marah. Untuk itu. supaya kamu beruntung (berjaya). Abu Daud). sabar." (HR.” 6 . bahkan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri menegaskan bahwa kedatangannya adalah untuk menyempurnakan akhlak yang ada pada diri manusia. jauh-jauh hari telah menggalakan umatnya untuk tekun apabila melakukan sesuatu pekerjaan. dan sebagainya). dia melakukan dengan tekun. Yaitu ketaatan pada aturan dan tata tertib. Ali Imran : 200." Akhirnya. Adapula yang berupaya memperbaiki kualitas akhlak. tidak lekas patah hati. akan mengantarkan hasrat negara untuk menjadi maju dan unggul dapat dicapai lebih cepat lagi. Kalaupun penampilannya mengundang pujian orang. Karena itu kita lihat banyak orang berlomba-lomba untuk memperbaiki penampilan dirinya. Bukankah. Hal ini seperti dikehendaki Allah SWT dalam QS. Adakah orang yang tidak menyukai perhiasan ? jawaban pertanyaan ini jelas. memperbaiki dengan akhlak islami. "Sesungguhnya Allah SWT menyukai apabila seseorang bekerja. sehingga mengundang decak kagum orang yang melihat. rasul kita yang mulia mendapat pujian Allah. manakala ia dapat berguna bagi orang lain? RASUL DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK “Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak yang agung” (Al qalam : 4). Karena ketinggian akhlak beliau sebagaimana firmanNya dalam surat Al Qalam ayat 4. membuat seseorang dapat berperan dengan baik kepada dirinya dan alam sekitarnya. bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara kebajikan) dan kuatkanlah kesabaranmu (lebih dari kesabaran musuh di medan perjuangan) dan tetaplah bersiap siaga (dengan kekuatan pertahanan di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah. tekun. Lebih dari itu. bila dibandingkan dengan perilaku tidak disiplin. dengan berdisiplin diri. Nabi SAW dalam sabdanya menyebutkan. dan bersungguh-sungguh. namun karena kesadaran agamanya menghendaki demikian dengan disertai harapan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. tidak lepas putus asa. “Hanyalah aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak.Kelima. bahwa tidak ada seorangpun melainkan ia menyukai perhiasan dan senang untuk tampil berhias di hadapan siapa saja. Ketekunan ini tidak lain adalah usaha dengan rajin. "Hai orang-orang yang beriman. Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. Ada yang lebih mementingkan perhiasan dhahir (luar) dengan penambahan aksesoris seperti pakaian yang bagus. ia segera mengembalikannya kepada Allah karena kepunyaan-Nyalah segala pujian dan hanya Dialah yang berhak untuk dipuji. Ketujuh. berdisiplin dalam menjalankan suatu kerja akan dapat menghasilkan mutu kerja yang cemerlang.

diriwayatkan juga oleh Ahmad.535). Dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdillah bin Amr bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma disebutkan : “Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang terbaik akhlaknya.”(HR.” (HR.Ahmad. Disahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah No.627. Jelas bagi kita bahwa semuanya berpatokan pada syari’at. Lihat Ash Shahihah juz 2 hal. beliau shalallahu ‘alahi wasallam menggandengkan antara nasehat untuk bertaqwa dengan nasehat untuk bergaul/berakhlak yang baik kepada manusia sebagaimana hadits dari Abi Dzar. lihat Ash Shahihah oleh Asy Syaikh al Bani no. Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.284 dan 751). yang dianggap baik oleh adat bernilai jelek menurut timbangan syari’at atau sebaliknya. PENTINGNYA AKHLAK ISLAMI Akhlak ialah salah satu faktor yang menentukan derajat keislaman dan keimanan seseorang. Dalam timbangan (mizan) amal pada hari kiamat tidak ada yang lebih berat dari pada aklak yang baik. Ahmad.(HR. “Paling sempurna orang mukmin imannya adalah yang paling luhur aqidahnya.” (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi. Buruknya akhlak merupakan indikasi buruknya pemahaman seseorang terhadap aqidah dan syariah. Karena boleh jadi. dalam semua masalah termasuk akhlak. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Taqwa kepada Allah dan Akhlak yang Baik.” (HR.” (HR Tirmidzi. Allah sebagai Pembuat syari’at ini. “Sesungguhnya kekejian dan perbuatan keji itu sedikitpun bukan dari Islam dan sesungguhnya sebaik-baik 7 . Abu Daud dan Ahmad. Karena itu sudah sepantasnya setiap muslim mengambil akhlak yang baik sebagai perhiasannya. ia berkata: hadits hasan. Maha Tahu dengan keluasan ilmu-Nya apa yang mendatangkan kemashlahatan/kebaikan bagi hamba-hambaNya. ia berkata bahwa Rashulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik. Lihat Riyadus Sholihin no. dishahihkan Al Bani. Yang perlu diingat bahwa ukuran baik atau buruk suatu akhlak bukan ditimbang menurut selera individu. dishahihkan al Bani. Lihat ash Shahihah Juz 2 hal 535). Akhlak yang baik adalah cerminan baiknya aqidah dan syariah yang diyakini seseorang.” KEUTAMAAN AKHLAK Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa suatu saat rashulullah pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk syurga.45 dan beliau menshahihkannya). Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menasehati sahabatnya. sebagaimana sabda rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Sesuatu yang paling berat dalam mizan (timbangan seorang hamba) adalah akhlak yang baik. dan dishahihkan oleh syaikh Al Salim Al Hilali). Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa akhlak yang paling baik memiliki keutamaan yang tinggi. dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu.” (HR Tirmidzi. bukan pula hitam putih akhlak itu menurut ukuran adat yang dibuat manusia. Juga sabda beliau : “ Sesungguhnya sesuatu yang paling utama dalam mizan (timbangan) pada hari kiamat adalah akhlak yang baik. juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad.Tirmidi). tahqiq Rabbah dan Daqqaq).

Ahmad dan Abu Ya’la) Akhlak merupakan lambang kualitas seorang manusia. dapat dikatakan bahwa etika. Perbedaaan antara etika. sedangkan moral dan susila menyatakan ukuran tersebut dalam bentuk perbuatan. Untuk itu. Etika menjelaskan ukuran baik-buruk. Etika memandang tingkah laku manusia secara umum.manusia keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya. maka pada akhlak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik buruk itu adalah al-qur'an dan al-hadis. moral. susila dan akhlak sama. disamping tentunya berupa keimanan yang utuh dan amal ibadah itu sendiri. maka akan lahirlah sebuah masyarakat yang aman. adalah buah dari keimanan yang kental. Namun demikian etika. Jika etika lebih banyak bersifat teoritis. susila dan akhlak tetap saling berhubungan dan membutuhkan. moral. damai. Kesemua istilah tersebut sama-sama menghendaki terciptanya keadaan masyarakat yang baik. moral dan susila berasala dari produk rasio dan budaya masyarakat yang secara selektif diakui sebagai yang bermanfaat dan baik bagi kelangsungan hidup manusia. Uraian tersebut di atas menunjukkan dengan jelas bahwa etika. Dan melalui nilai-nilai ini dan disiplin yang diamalkan oleh anggota masyarakat. baik yang khususiah maupun fardhu kifayah. maka pada moral dan susila lebih banyak bersifat praktis. Dengan kata lain jika etika. Dan ini merupakan kekayaan yang tinggi nilainya dalam kehidupan manusia. Akhlak mulia merupakan cerminan keimanan dan amal shaleh seseorang. dan susila dengan akhlak adalah terletak pada sumber yang dijadikan patokan untuk menentukan baik dan buruk. moral dan susila berasal dari manusia sedangkan akhlak berasal dari Tuhan. Sehingga dari sini. Sementara akhlak berasal dari wahyu.Thabrani. damai. Harapan demikian. akan terbentuk sebuah tatanan yang terjalin dengan nilai-nilai akhlakul karimah. kita harus berusaha memburu keilmuan tentang itu sebagai bekal dalam membangun kehidupan. Jika dalam etika penilaian baik buruk berdasarkan pendapat akal pikiran. PENUTUP Akhirnya dilihat dari fungsi dan peranannya. harmonis. dan tentram sehingga sejahtera batiniah dan lahiriyah. dan diselimuti ruhiah Islam. manakala setiap diri kita meniatkan secara sungguh-sungguh lagi ikhlas mengharap ridhaNya. Dan akhlak mulia juga merupakan ciri-ciri keunggulan manusia. moral dan susila terlihat pula pada sifat dan kawasan pembahasannya. teratur. Perbedaan lain antara etika. 8 . masyarakat. aman.”(HR. sejak awal. sedangkan moral dan susila bersifat local dan individual. yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan baik-buruknya. dan pada moral dan susila berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum di masyarakat. insya Allah akan terwujud. yakni ketentuan yang berdasarkan petunjuk Al-Qur'an dan Hadis. Keberadaan akhlak mulia bagi setiap pribadi unggul. moral. umat karena itulah akhlak pulalah yang menentukan eksistensi seorang muslim sebagai makhluk Allah SWT.

Nata. Lentera. Kuliah Akhlak. Yogyakarta. 1994. Yunahar. 1999. Ghalia Indonesia. Studia Islamica. Pt Giri Mukti Pasaka. Jakarta. Ahmad. Al-Ikhlas. Zarkasji Abdul. Bandung. Ridwan. Jakarta. Mohammad. Jakarta. 2003. Bandung. 1999. Aangkasa. Semarang. Salam. Hukum Adat dalam Tanya Jawab. 9 . Ilmu Budaya Dasar. Meninjau berbagai Ajaran. Supan dkk. 300 Hadits Bekal Dakwah dan Pembina Pribadi Muslim. Surabaya. Halim. Tt. Akhlak Muslim. Bakry. 1987. 1981. Pengantar Ilmu Fiqh Ushul Fiqh. Akhlak Tasawuf. Abuddin. Etika dalam Islam. 1986. Ilyas. 1978. Syekh Abu Bakar. Masyhur. Mustofa. Lembaga Studi Filsafat Islam. CV Pustaka Setia. Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam. PT Raja Grafindo Persada. Wicaksana. Yogyakarta. Kalam Mulia. Kahar. Oemar. Budipekerti/Etika dengan Ajaran Islam. Jakarta Rifa'i. Kusumamihardja. Jakarta. 2003. 1987. Mengenal Etika dan Akhlak Islam. Al-Jazairi. Mudlor.Daftar Pustaka Achmad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful