Biofilm adalah kumpulan dari sel-sel mikroorganisme/mikrob khususnya bakteri yang melekat pada suatu permukaan

dan diselimuti oleh pelekat polisakarida yang diekskresikan oleh sel sel bakteri. Terbentuknya biofilm adalah karena mikroorganisme cenderung menciptakan lingkungan mikro dan relung (niche) mereka sendiri. Biofilm memerangkap nutrisi untuk pertumbuhan populasi mikroorganisme dan membantu mencegah lepasnya sel-sel dari permukaan pada sistem yang mengalir. Permukaan sendiri adalah habitat yang penting bagi mikroorganisme karena nutrisi dapat terjerap pada permukaan sehingga kandungan nutrisinya dapat lebih tinggi daripada di dalam larutan. Konsekuensinya, jumlah dan aktivitas mikroba pada permukaan biasanya lebih tinggi daripada di air. Hingga tahun 1980-an, mode pertumbuhan dengan biofilm lebih dianggap sebagai sesuatu yang menarik saja dan bukan sebagai suatu studi ilmiah yang serius. Kemudian, bukti-bukti yang terkumpul menunjukkan bahwa pembentukan biofilm adalah mode pertumbuhan yang lebihdisukai oleh mikroorganisme, selain itu hampir semua permukaan yang terkenan kontak dengan mikrob ditemukan dapat mendukung pembentukan biofilm sehingga mempengaruhi kehidupan manusia. Atas dasar tersebut, studi mengenai biofilm menjadi lebih intensif . Selain bakteri, mikroorganisme lainnya seperti alga dan khamir (fungi bersel satu) juga dapat membentuk biofilm, namun biofilm bakteri adalah yang paling banyak dipelajari dan dirujuk sebagai contoh.

ASAL USUL Asal-usul biofilm dapat ditelusuri hingga 3,5 milyar tahun yang lalu berdasarkan fosil biofilm yang ditemukan di Afrika bagian selatan dan Australia Barat. Fosil biofilm tersebut berbentuk stromatolit (Bahasa Yunani stroma, "tempat tidur", dan lithos, "batu") yaitu kubah bergaris-garis yang tersusun dari batuan sedimen yang sangat mirip dengan kerak berlapis-lapis, yang sekarang ini terbentuk pada dasar rawa berair asin dan beberapa laguna laut hangat oleh kolo bakteri dan sianobakteri. ni Biofilm terbentuk karena prakarsa koloni bakteri dan sianobakteri yang melekat pada batuan tersebut. Sampai saat ini, fosil tersebut adalah fosil organisme hidup tertua yang diketahui sehingga biofilm diperkirakan sudah ada pada awal mula kehidupan di bumi.

KOMPOSISI dan STRUKTUR Komposisi biofilm terdiri dari sel-sel mikroorganisme. EPS yang disintesis oleh sel mikrob berbeda-beda komposisi dan sifat kimiawi dan fisikanya. P bagian dasar. Selain itu. Biasanya mikroorganisme fotosintetik ada di permukaan paling atas.3 glikosida (ikatan monosakarida monomer penyusun polisakarida) seperti EPS xanthan gum yang dihasilkan oleh Xanthomonas campestristetapi ada juga yang bersifat fleksibel karena memiliki ikatan -1. tidak ada terdapat kandungan udara sehingga mikrob anaerob pereduksi sulfat dapat tumbuh dan energi dengan cara mereduksi sulfat. Tergantung dari kondisi lingkungannya. dan waktu) dengan agregat sel. alginat oleh P. mikroorganisme kemoorganotrof anaerob fakultatif di bagian tengah. Polisakarida (polimer dari monosakarida atau gula sederhana) yang diproduksi oleh mikrob untuk membentuk biofilm termasuk eksopolisakarida (EPS) yaitu polisakarida yang dikeluarkan dari dalam sel. Struktur biofilm yang lebih kompleks dapat berbentuk empat dimensi (x. dan air yang adalah bahan penyusun utama biofilm dengan kandungan hingga 97%. cahaya matahari lebih mudah didapat sehingga dapat digunakan untuk fotosintesis. sangat jarang terdapat biofilm yang hanya terdiri dari satu spesies. sedangkan bagian tengah dapat dihuni oleh mikrob kemoorganotrof fakultatif anaerob karena dapat mentolerir kandungan udara yang sedikit serta banyak dapat mengakses bahan organik sebagai sumber energinya.4 atau ß-1. . biofilm dapat menjadi sangat besar dan tebal sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang contohnya pada lingkungan air laut dapat terbentuk stromatolit.z. biasanya biofilm tersusun dari beberapa spesies dalam lapisan-lapisan yang berbeda. lipid. Pemodelan habitat mikrob-mikrob tersebut dapat diamati menggunakan Kolom Winogradsky.6 glikosida yang banyak ditemukan pada dekstran[8] Beberapa contoh EPS selain xanthan gum adalah asam kolanat yang diproduksi oleh Escherichia coli. dan saluran penghubung. polisakarida sebagai bahan pelekat.manuroniat.detritus. Asam D-galakturonat.2 atau -1. aeruginosa.y. namun mayoritas bermuatan karena keberadaan asam uronat (Asam D-glukuronat). Ada biofilm yang bersifat kaku karena EPS-nya terdiri dari ikatan ß-1. Bahan-bahan penyusun biofilm yang lain contohnya adalah protein. Struktur dari suatu biofilm adalah unik tergantung dari lingkungan tempatnya berada. dan galaktoglukan oleh Vibrio cholerae. produk ekstraseluler. contohnya adalah kandungan nutrisi dan keadaan fisik. pori-pori. sedangkan di bagian dasar adalah mikroorganisme anaerob pereduksi sulfat. di alam. dan Asam D. dan lektin. Pada bagian atas. Struktur dan ukuran biofilm sangat bergantung pada konsentrasi substrat. Beberapa adalah makromolekul yang bersifat netral.

Maturasi I: proses pematangan biofilm tahap awal. mikrob siap untuk menyebar. molekul sinyal yang utama adalah komponen yang disebut homoserin lakton yang berfungsi sebgai agen kemostatik untuk mengumpulkan sel-sel P.PEMBENTUKAN Komunikasi antarse penting bagi perkembangan dan peme iharaan biofilm. Maturasi II: proses pematangan biofilm tahap akhir.[16] ¡ Pemicu pembentukkan biofilm salah satunya adalah kondisi lingkung yang kurang an menguntungkan atau mencekam.[16] 4.[15] 2. aeruginosa yang berdekatan (melalui mekanisme quorum sensing) dan membentuk biofilm. Gen-gen ini mengkodekan protein-protein untuk mensitensis sinyal komunikasi antarsel dan memulai pembentukan polisakarida. aeruginosa saat ketersediaan nutrisi menipis.aeruginosa. Pelekatan awal: mikrob melekat pada permukaan suatu benda dan dapat diperantarai oleh fili (rambut halus sel) contohnya pada P. Dispersi: Sebagian bakteri akan menyebar dan berkolonisasi di tempat lain. Pelekatan permanen: mikrob melekat dengan bantuan eksopolisakarida (EPS).[16] 5. .     Ad 5 tahap pembentukan biofilm yaitu: 1. Contohnya adalah produksi EPS oleh Escherichia coli berupa asam dan P. Pelekatan suatu sel pada suatu permukaan adalah hasil dari sinyal untuk mengekspresikan gen-gen pembentuk biofilm. Pada bakteri gram negatif seperti Pseudomonas aeruginosa.[16] 3.

Molekul molekul sinyal tersebut berbeda untuk tiap jenis mikrob dan memiliki peranannya masing-masing. yaitu mekanisme untuk memastikan jumlah sel mencukupi sebelum suatu spesies melakukan respon biologi khusus. Berikut ini adalah tabel daftar molekul sinyal yang berperan dalam quorum sensing untuk membentuk biofilm dan akibatnya bila molekul sinyal tersebut tidak ada: Diagram quorum sensing. Jadi. Pada densitas sel rendah (kiri). setiap sel mikrob akan menghasilkan molekul sinyal untuk berkomunikasi dengan sel yang lain. konsentrasi autoinduser tinggi sehingga ekspresi gen terjadi Dampak tidak adanya molekul sinyal untuk quorum sensing pada mikroorganisme pembentuk biofilmMikroorganisme Molekul sinyal yang dihilangkan Candida albicans Pseudomonas aeruginosa Klebsiella pneumoniae Staphylococcus aureus ¢ Quoru sensing Dampak Farnesol AHL AI-2 peptida Dispersi biofilm terganggu Biofilm tak berstruktur Perkembangan biofilm terhambat Dampak tergantung kondisi pertumbuhan . faktor lain yang memicu pembentukan biofilm adalah quorum sensing.Selain keterbatasan nutrisi. Pada densitas sel tinggi (kanan). konsentrasi autoinduser (titik biru) relatif rendah sehingga ekspresi gen (titik merah). maka molekul sinyal terseut juga cukup banyak untuk memicu pembentukkan biofilm oleh keseluruhan bakteri tersebut. bila jumlah sel mikrob tersebut cukup banyak.

2. Tingkat aktivitas karies gigi dapat ditentukan menggunakan S. Biofilm tersebut melapisi enamel sehingga bakteri lain juga dapat melekat pada matriks tersebut dan membentuk plak gigi. Setidaknya ada empat alasan yang mendasari hal tersebut: 1.000 kali dibandingkan bila tidak di dalam biofilm. atau permukaan substrat pada sistem yang mengalir contohnya permukaan batu di dalam aliran air. 3. bakteri dapat melekat pada permukaan yang kaya akan nutrisi seperti jaringan sel hewan. dan penetrasi dari senyawa beracun seperti antibiotik. caranya adalah menumbuhkan S. mutans sebagai indikator. Pertahanan Biofilm berfungsi sebagai mekanisme pertahanan bagi bakteri dengan cara meningkatkan resistensi terhadap gaya fisik yang dapat menyapu berssih sel-sel yang tidak menempel. Pelekatan pada relung Dengan menggunakan biofilm. 4. dan meningkatkan peluang pertukaran materi genetik. mutans dari sampel air liur (dari kelenjar saliva di mulut) pada medium buatan lalu dihitung jumlah koloni yang tumbuh. mutans<105/ml maka aktivitas karies gigi termasuk rendah. biofilm adalah cara hidup alami bagi beberapa bakteri tertentu dengan alasan terbatasnya nutrisi. £ Fungsi Biofil Bagi Bakteri . sedangkan S. Pengaruh Negatif Biofilm pada Kehidupan Manusia Penyakit 1. tidak seperti medium buatan yang kaya akan nutrisi bagi bakteri. Karies gigi Karies gigi dapat disebabkan oleh biofilm dari matriks glukan yang dibentuk Streptococcus mutans. Kolonisasi Pembentukan biofilm membantu sel-sel bakteri untuk hidup berdekatan dan membentuk koloni.Alasan bakteri membentuk biofilm adalah karena daya tahan hidup/sintasan (survival) meningkat dan pertumbuhan menjadi lebih baik[1]. mutans>106/ml maka tingkat aktivitas karies gigi tinggi. Bakteri di dalam biofilm lebih resisten 10-1. Bila jumlah S. Cara hidup alami bakteri Di alam. Contohnya adalah Pseudomonas aeruginosa yang berkoloni dengan biofil sehingga m memfasilitasi komunikasi antar sel dengan molekul sinyal. fagositosis oleh sel-sel sistem imun (kekebalan) tubuh.

Escherichia coli Pseudomonas aeruginosa Serratia marcescens Mikroorganisme lain Candida spp. Fibrosis sistik Penyakit ini disebabkan oleh P. 3. namun dalam keadaan sistem imun yang normal. Enterococcus spp. Sayangnya. Staphylococcus aureus Streptococcus pneumoniae Bakteri gram negatif Acinetobacter spp. dan saluran alat kelamin] Biofilm C. Biofilm pada peralatan medis Peralatan medis yang diimplantasikan (dimasukkan) ke dalam tubuh manusia seperti selang kateter dan sendi buatan sangat rentan terhadap pembentukan biofilm. aeruginosa yang membentuk biofilm pada paru -paru sehingga menimbulkan gejala pneumonia. Daftar mikroorganisme pembentuk biofilm pada selang kateter Bakteri gram positif Corynebacterium spp. Berikut ini adalah daftar mikroorganisme yang dapat membentuk biofilm pada selang kateter Pada peralatan medis seperti selang kateter. albicans tidak mudah karena resisten terhadap berbagai macam obat antifungi. metode ini tidak menunjukkan hasil yang baik karena peralatan medis yang terkena cairan tubuh akan menjadi tempat yang baik bagi bakteri untuk melekat. C. saluran pencernaan. dan sendi buatan yang kemudian dapat menyebabkan infeksi sistemik.2. albicans adalah mikroflora normal pada manusia yang tinggal di dalam mulut. albicans merugikan manusia saat terbentuk pada peralatan medis yang diimplantasikan (dimasukkan) ke dalam tubuh manusia seperti selang kateter. Contoh mikrob yang sering ditemui membentuk biofilm pada selang kateter adalah Candida albicans. contohnya dengan mengubah sifat kimia atau fisika dari permukaan seperti dibuat menjadi hidrofobik (menolak molekul air) sehingga membran sel yang hidrofilik (mengikat molekul air) lebih susah menempel. Candida albicans Candida tropicalis Mycobacterium chelonae . Mikroorganisme ini adalah khamir patogen yang menyebabkan infeksi dan penyakit yang membahayakan jiwa pada orang-orang dengan sistem imun yang kurang baik. Komponen utama penyusun biofilm adalah matriks ekstraseluler (di luar sel) berupa -1.3 glukan yang pembentukkannya dikodekan oleh gen (susunan DNA yang menyandikan protein) ZAP1. Penanganan biofilm C. telah dicoba berbagai cara untuk mencegah pelekatan awal oleh bakteri.

lalu bakteri pengikat Uranium (U) yaitu Desulfovibrio desulfuricans. Biofilm yang dibentuk oleh cyanobacteria berwarna Pseudomonas euroginosa dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron . terdapat berbagai macam mikrob yang dapat menguraikan senyawa-senyawa baik organik maupun inorganik pada limbah. Misalnya saja bakteri pengoksidasi sulfur (S) yang berperan untuk mendaur ulang sulfur. Salah satu bahan kimia golongan furanon telah menunjuk kan hasil positif untuk mencegah biofilm pada permukaan abiotik. Pada biofilm di fasilitas pengolahan limbah cair. Kont ol Biofilm Kontrol biofilm adalah bisnis yang besar dengan miliaran dollar digunakan oleh industri industri di seluruh dunia untuk merawat pipa-pipa dan permukaan-permukaan yang lain supaya terbebas dari biofilm. Beberapa bahan yang sedang dikembangkan untuk mencegah pembentukan biofilm adalah antibiotik dan obat untuk mengganggu komunikasi antar sel yang membentuk biofilm. § ¥ ¤ Pen olahan limbah Pemanfaatan biofilm untuk mengolah limbah sudah diaplikasikan saat ini contohnya untuk mengolah limbah cair. Furanon kemungkinan dapat digunakan sebagai agen antibiofilm pada obat manusia karena sifatnya yang stabil dan nontoksik.[24][25] Alat yang digunakan untuk mengolah limbah dengan biofilm berupa bioreaktoryang memiliki biofilm contohnya sequencing batch biofilm reactor (SBBR).Pen a uh Positif Biofilm pada Kehidupan Manusia ¤ ¦ 1 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful