FERMENTASI URINE SAPI (Bison benasus L) SEBAGAI PUPUK CAIR

UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN
Disusun Oleh :
1. DENI SETYAWATI
2. LINDA LESTARI
3. LITA SISWANTI
JURUSAN IPA
SMA PANCASILA 1 WONOGIRI
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KABUPATEN WONOGIRI
2007/2008















HALAMAN PENGESAHAN
FERMENTASI URINE SAPI (Bison benasus L) SEBAGAI PUPUK CAIR
UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN
Telah disetujui dan disyahkan pada:
Hari : Kamis, 27 Desember 2007
Tempat : SMA PANCASILA 1 WONOGIRI















Pembimbing I
PUDI SRI MARYATMO, S.Pd


Pembimbing II
Dra. SRI LESTARI HANDAYANI



Mengetahui
Kepala SMA Pancasila 1 Wonogiri
SOEJADI, BcHk

KATA PENGANTAR
Assalamu¶alaikum wr,wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan Yang Maha Esa atas
terselesaikannya karya ilmiah ini yang berjudul³FERMENTASI URINE SAPI SEBAGAI
PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN´.
Dalam penulisan dan penyusunannya kami tidak mengalami kendala yang berarti. Hal ini
tidak lepas dari adanya bantuan dari berbagai pihak, untuk itu kami menyampaikan
terimakasih kepada :
1. Yth.Bp.Soejadi, BcHk selaku kepala SMA PANCASILA 1WONOGIRI
2. Yth.Ibu. Dra. Sri Lestari Handayani selaku guru pembimbing
3. Yth.Bp. Pudi SM, S.Pd selaku guru pembimbing
4. Yth. Bp. Ridhiyanto selaku pemilik peternakan sapi
5. Serta seluruh pihak yang turut berperan serta hingga terselesaikannya karya ilmiah
ini dengan baik.
Meskipun telah berusaha dengan segenap kemampuan, namun kami
menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan
kerendahan hati kami menerima adanya kritik dan saran yang membangun dari pihak
manapun demi perbaikan dimasa yang akan datang.. Akhir kata kami ucapkan selamat
membaca. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya.
Wassalamu¶alaikum wr,wb.
Wonogiri, Desember 2007
Penulis





DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...............................................................................................i
HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................ii
KATA PENGANTAR ..............................................................................................iii
DAFTAR ISI ............................................................................................................ iv
DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................................v
ABSTRAKSI ......................... ..................................................................................vi
BAB I PENDAHULUAN.........................................................................................1
A. Latar Belakang
................................................ .............................................2
B. Pembatasan Masalah
....................................................................................2
C. Permasalahan
........................................................................................... ....2
D. Tujuan
Penelitian........................................................................................2
E. Manfaat
Penelitian......................................................................................2
BAB II LANDASAN TEORI ............... ....................................................................3
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN............................................................... 7
A. Tempat dan
Waktu.......................................................................... .............. 7
B. Alat dan
Bahan..............................................................................................7
C. Pelaksanaan
Penelitian..................................................................................8
D. Hasil yang
dicapai.........................................................................................8
E. Perhitungan biaya
wirausaha.........................................................................9
F. Sasaran
Penelitian..........................................................................................
10
BAB IV PENUTUP..................................................................................................11
A. Kesimpulan........................................................................................ .
..........11
B. Saran................................................................................................
..............11
















DAFTAR LAMPIRAN
1. Foto Pengambilan Urine sapi
2. Foto Pengambilan Tetes tebu
3. Foto Penambahan Lengkuas, jahe, butrowali, kunyit, kencur, temu ireng
4. Foto Proses Pembuatan Pupuk cair dari Urine sapi
5. Foto Pengemasan
6. Hasil penggunaan pupuk yang digunakan pada tanaman
FERMENTASI URINE SAPI SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK
MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN
Deny Styawati, Linda Lestari, Lita Siswanti,
Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam
SMA Pancasila 1 Wonogiri
ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk memenfaatkan urine sapi sebagai pupuk cair
untuk meningkatkan produksi pertanian. Penelitan ini dilaksanakan selama bulan Desember
2007, bertempat di Laboratorium Biologi SMA Pancasila 1 Wonogiri. Komposisi bahan yang
digunakan adalah: urine sapi, lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, butrowali, tetes
tebu. Dari hasil penelitian yang dipoeroleh kesimpulan bahwa urine sapi bisa dibuat pupuk
cair dengan menambahkan bahan - bahan tambahan seperti lengkuas, kunyit, temu ireng,
jahe, kencur, butrowali. Bahan - bahan tadi berfungsi untuk menghilangkan bau urine sapi.
Sedangkan untuk tetes tebu berfungsi untuk fermentasi dan memenyuburkan mikroorhanisme
yang ada didalam tanah, tetes tebu ini sendiri mengandung bakteriSacharomyces
Sereviceae yang berfungsi untuk fermentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh
bahwa urine sapi bisa dibuat pupuk cair yang sangat menyuburkan tanaman pertanian.

Pembimbing I
PUDI SRI MARYATMO, S.Pd


Pembimbing II
Dra. SRI LESTARI HANDAYANI




BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sapi (Bison benasus L) merupakan ternak ruminansia besar yang
mempunyai banyak manfaat baik untuk manusia ataupun tumbuhan, seperti daging, susu,
kulit, tenaga dan kotoran. Selain itu urinenya juga bisa dimanfaatkan. Urine sapi (Bison
benasus L) bisa di buat pupuk cair sebagai pestisida untuk tanaman. Penulis telah
membuat pupuk cair dan hasilnya cukup baik
Pembuatan pupuk cair dari urine sapi (Bison benasus L) ini sangatlah
mudah dan tidak membutuhkan waktu lama serta baik untuk tanaman dibandingkan
dengan pupuk buatan pabrik. Bahan yang digunakan untuk membuat pupuk cair ini juga
mudah di dapat dan biayanya relatif murah. Dengan adanya pembuatan pupuk cair ini
masyarakat diharapkan mau mencoba membuat dan memakinya.
Produk yang dibuat ini mempunyai keunggulan tersendiri yaitu harganya
murah, pembuatannya mudah, bahan mudah didapat, dan tidak membutuhkan waktu yang
lama. Pupuk cair ini mengandung protein yang menyuburkan tanaman dan tanah seperti
padi, palawija, sayur-sayuran, buah-buahan, bunga dan lain-lain. Produk ini berfungsi
sebagai pengusir hama tikus, wereng, walang sangit, dan penggerek serta sebagai sumber
pupuk organik.
Pembuatan pupuk cair dari urine sapi (Bison benasus L) ini membutuhkan
bahan tambahan lainnya agar urine berkomposisis kimia yag baik. Bahan tambahan ini
seperti lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali, dan tetes tebu. Untuk
lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali maksud penambahan bahan-bahan
ini untuk menghilangkan bau urine ternak dan memberikan rasa yang tidak disukai hama.
Untuk tetes tebunya untuk fermentasi urine sapi (Bison benasusL) dan menyuburkan
mikroba yang ada di dalam tanah, karena tetes ini mengandung bakteriSacharomyces
cereviceae. Berdasarkan uraian tersebut penulis mengambil penelitian yang berjudul
"FERMENTASI URINE SAPI (Bison benasus L)SEBAGAI PUPUK CAIR
UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN".
B. Pembatasan masalah
1. Urine sapi yang digunakan sapi (Bison benasus L)jantan jawa dirumah Bapak
Ridhiyanto desa Ngemplak, Kecamatan Ngadirojo
2. Lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, butrowali dibeli dipasar Ngadirojo
3. Tetes tebu dan starter atau bibit bakteri Sacharomycec sereviceae dibeli di Bapak
Panut sentra produksi Alkohol Bekonang
C. Permasalahan
Apakah urine sapi (Bison benasus L) bisa dijadikan pupuk cair untuk meningkatkan
produksi pertanian?
D. Tujuan Penelitian
Untuk memanfaatkan urine sapi (Bison benasus L) untuk dibuat pupuk cair untuk
meningkatkan produksi pertanian
E. Manfaat Penelitian
1. Memanfaatkan limbah petarnakan khususnya urine sapi untuk pupuk cair
2. Meningkatkan intensifikasi pertanian
3. Meningkatkan masyarakat untuk berwirausaha sendiri
4. Untuk perkembangan teknologi pertanian







BAB II
LANDASAN TEORI
Siapa bilang air kencing sapi merusak lingkungan. Buktinya, sapi di Sumatra
Barat (Sumbar), tepatnya di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Air kencing
dari satu ekor sapi mamp menyuburkan sekitar empat hektare sawah yang setiap
hektarenya bisa menghasilkan enam hingga delapan ton padi atau gabah.Air kencing, ya
tetap air kecing, yang keluar dari alat vital sapi,. Kandungan kimia urine sapi adalah N :
1,4 sampai 2,2 %, P: 0,6 sampai 0,7%, dan K 1,6 sampai 2,1. Namun sebelum keluar dari
tubuh sapi itu, makanan sapi harus direkayasa dulu. Awalnya, hasil penemuan yang
disebut sistem pupuk organik urine sapi (kosarin), semata-mata memang bukan untuk
menyuburkan tanaman atau tumbuhan. Melainkan untuk menyuburkan sapi. Cara
menggemukkan sapi ini dengan memberikan makanan jeram dicampur garam dan enzym
Bossdext (Setiono Hadi, 2004).
Peningkatan produksi jahe di Indonesia sangat diperlukan, yang dapat
dilakukan melalui perbaikan tehnik budidaya terutama pada fase awal pertumbuhan
tanaman.Penggunaan pupuk kandang dan urin sapi sebagai zat pengatur tumbuh
diharapkan mampu memperbaiki pertumbuhan tanaman jahe sehingga produksinya
meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis pupuk
kandang, pengaruh konsentrasi urin sapi dan interaksi antara penggunaan beberapa
macam pupuk kandang dan konsentrasi urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman jahe muda ( Hary Witriyono, 1993).
Budidaya tanaman kencur di pedesaan umumnya masih bersifat sampingan.
Maka tidak heran bila kuantitas dan kualitasnya beraneka ragam. Buku ini menyajikan
cara penanaman kencur agar dapat memperoleh hasil yangmaksimal ( Rahmat Rukmana,
1994).
Brotowali adalah tanaman asli Asia Tenggara. Di balik rasanya yang
pahit,ternyatabrotowali mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit, ringan dan berat,
seperti diabetes mellitus, hepatitis, rematik, dan gatal-gatal. Harapannya, dengan buku ini
pembaca bisa mengaplikasikan atau meramu sendiri resep-resep obat dari brotowali.
Sebagai pelangkap, buku ini disertai juga dengan pengalaman para penggunanya ( Budy
Kresnady, 2003).
Kunyit sudah lama dikenal sebagai tanaman untuk bumbu dapur. Selain itu,
kunyit juga sudah turun temurun digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Akhir-akhir ini, kunyit juga sudah diolah secara modern dalam skla industri sebagai
bahan baku obat, kosmetik, dan pewarna tekstil. Ramuan obat berbahan kunyit dijelaskan
dalam buku ini dengan tujuan agar pembaca dapat mengolah sendiri resep-resep tersebut (
Winarto, 2004).
Masyarakat semakin menyukai cara pengobatan atau pencegahan gangguan
kesehatan dengan bahan-bahan alami. Jahe, Kunyit, Kencur, dan Temulawak merupakan
bahan alami yang berkhasiat bagi kesehatan. Salah satu bentuk penyajiannya adalah
dengan dibuat menjadi minuman yang cepat saji dan praktis, dengan kata lain dikemas
dalam bentuk bubuk instan. Buku ini memberikan informasi lengkap, mulai dari
pengenalan komoditasnya, peralatan, proses pembuatan, pengemasan, pemasaran, hingga
analisis usaha instan jahe, kunyit, kencur, dan temulawak ( Prastyo, 2003).
Temu-temuan dan empon-empon banyak dimanfaatkan untuk bumbu masak,
bahan minuman, bahan kosmetika, dan bahan obat/jamu tradisional. Komoditas temu-
temuan dan empon-empon saat ini tidak hanya dikenal di dalam negeri melainkan juga di
luar negeri. Dengan demikian, komoditas ini memiliki prospek pasar yang sangat luas
sehingga patut diperhitungkan oleh para petani ataupun pemerintah karena dapat
mendatangkan pendapatan tambahan bagi petani dan devisa bagi negara. Buku ini
menyajikan aneka temu-temuan dan empon-empon, baik yang sudah dikenal oleh
masyarakat maupun yang belum, mulai dari pengenalan masing-masing komoditas,
budidaya, manfaat, dan khasiatnya (Fauzilah Muhlisin, 1999).
Lengkuas merupakan sejenis rizom dengan kegunaan masakan dan perubatan,
dan banyak digunakan di Asia Tenggara. Rupanya hampir sama dengan halia.
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Order : Zingiberales
Famili : Zingiberacea sp
( Wikipeda.Org, 2007)
Infeksi cacing tidak selalu menimpa anak-anak. Siapa pun bisa terinfeksi bila
pola hidupnya kurang higienis. Untuk mengusir cacing dari saluran pencernaan kita itu
bisa digunakan bahan-bahan alami di sekitar kita. Di antaranya temu ireng (hitam) atau
temu giring ( Aliadi, 1996).
Tetes atau ampas tebu adalah cairan kental sisa kristalisasi dari pabrik gula.
Badek adalah bibit fermentasi ciu yang diambil dari sisa penyulingan ciu sebelumnya.
Setelah diaduk, pada permukaan campuran bahan dasar ciu akan keluar buih. Campuran
bahan dibiarkan sampai tujuh hari sampai buih menghilang, baru siap dimasak, Bagi
pembuat ciu, kalau badek habis atau tak sanggup menghasilkan buih pada campuran
bahan ciu, berarti produksi mandek. Hasil sulingan tetes tebu biasanya mengandung
alkohol 30-45 persen. Produsen ciu di Bekonang umumnya juga memproduksi alkohol 90
persen. ³Alkohol itu campuran tetes tebu yang disuling dua kali. Setelah jadi ciu, dimasak
lagi, ditambah zat kimia kostik. Jadinya alkohol 90 persen,.Dari 200 liter campuran bahan
akan menghasilkan 30 liter ciu setelah melewati tiga jam penyulingan. Kalau tetesnya
bagus uapnya keluar cepat. Kalau jelek bisa empat jam baru selesai, Ciu paling jelek
kandungan alkoholnya berkisar 25 persen. Hasil sulingan ciu berwarna agak keruh (
Taman Kembang Pete, 2006)
Wibowo (1989) menyatakan bahwa fermentasi sering didefinisikan sebagai
proses pemecahan karbohidrat dari asam amino secara anaerobik yaitu tanpa memerlukan
oksigen. Karbohidrat terlebih dahulu akan dipecah menjadi unit - unit glukosa dengan
bantuan enzim E amilase dan enzim glukosidose, dengan adanya kedua enzim tersebut
maka pati akan segera terdegradasi menjadi glukosa, kemudian glukosa tersebut oleh
khamir akan diubah menjadi alkhohol.
Buckel (1987) menyatakan bahwa fermentasi adalah perubahan kimia dalam
bahan pangan yang disebabkan oleh enzim. Enzim yang berperan dapat dihasilkan oleh
mikroorganisme dan interaksi yang terjadi diantara produk dari kegiatan ± kegiatan
tersebut dan zat ± zat yang merupakan pembentuk bahan pangan tersebut.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu
1. Tempat
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi SMA Pancasila 1 Wonogiri
2. Waktu
Penelitian ini dilaksanakan 2 minggu selama bulan Desember
B. Alat dan Bahan
1. Alat yang digunakan
No Nama alat Jumlah
1 Ember 1 buah
2 Pengaduk 1 buah
3 Saringan 1 buah
4 Botol Bekas 5 buah
5 Bakcer Glass 1 buah
6 Drum Plastik 1 buah
2. Bahan yang digunakan
No Nama Bahan Jumlah Satuan
1 Urine Sapi (Bison benasus L) 10 Liter
2 Lengkuas 2 Ons
3 Kunyit 2 Ons
4 Temu ireng 2 Ons
5 Jahe 2 Ons
6 Kencur 2 Ons
7 Brotowali 2 Ons
8 Tetes tebu/bibit bakteri 0.5 Liter
C. Pelaksanaan Penelitian
1. Urine sapi (Bison benasus L) di tampung dan dimasukkna ke dalam drum plastik
2. Lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali, ditumbuk sampai halus
kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik, maksud penambahan bahan-bahan ini
untuk menghilangkan bau urine ternak dan memberikan rasa yang tidak disukai hama.
3. Setelah itu tetes tebu dimasukkan kedalam drum plastik, lalu dimasukkan
starter Sacharomyces cereviceae. Tetes tebu dan starter Sacharomyces cereviceae ini
berguna untuk fermentasi dan nantinya setelah jadi pupuk cair bisa menambah jumlah
mikroba menguntungkan yang ada didalam tanaah.
4. Fermentasi urine didiamkan selama 14 hari dan diaduk setiap setiap hari.
5. Drum plastik ditutup dengan kain serbet atau kertas.
6. Setelah 14 hari pupuk cair sudah jadi kemudian disaring dan dikemas.
D. Hasil yang dicapai
Setelah pembuatan pupuk cair selesai hasilnya bagus. Urine sapi (Bison
benasus L) sebelum difermentasi warnanya coklat kekuning-kuningan, baunya masih
berbau urine, tetapi setelah difermentasi warnanya berubah menjadi coklat kehitam-
hitaman, dan sudah tidak berbau urine. Penulis sudah mencobakan pada tanaman sayur
dan bunga ternyata bagus. Tanaman sayuran dan bunga yang telah diberi pupuk cair ini
menjadi lebih subur, daunnuya kelihatan segar dan hijau serta ulat yang menghinggapinya
hilang. Pupuk cair ini juga dapat meningkatkan keuntungan pertanian serta memberikan
keuntungan bagi kita.
E. Perhitungan Biaya Wirausaha
1.Pengeluaran
NO Uraian Jumlah
Harga
Per satuan Total
A Bahan

1 Urine sapi (Bison benasus L) 10
Liter
Rp. 1000 Rp. 10.000
2 Lengkuas 2 Ons Rp. 750 Rp.1.500
3 Kunyit 2 Ons Rp. 750 Rp.1.500
4 Temu ireng 2 Ons Rp. 750 Rp.1.500
5 Jahe 2 Ons Rp. 750 Rp.1.500
6 Kencur 2 Ons Rp. 750 Rp.1.500
7 Butrowali 2 Ons Rp. 500 Rp.1.000
NO Uraian Jumlah
Harga
Per satuan Total
8 Tetes/starterSacharomyces cereviceae 0,5
Liter
Rp. 2.000 Rp . 1.000

Total Bahan Rp. 19.500

B Alat

1 Drum Plastik 1 buah Rp. 10.000 Rp. 10.000
2 Saringan 1 buah Rp. 2.000 Rp. 2.000
3 Botol bekas 5 buah Rp. 100 Rp. 500
4 Ember 1 buah Rp. 3.000 Rp. 3.000
Total Alat Rp. 15.500
Pengeluaran Total
1. Bahan : Rp. 19.500
2. Alat : Rp. 15.500
3. Tenaga kerja : Rp. 15.000
4. Biaya Pemasaran : Rp. 10.000
+

Total : Rp. 50.000
Pemasukan
1. Jual pupuk cair 10 liter X Rp. 10.000 = 100.000
Keuntungan = Pemasukan - Pengeluaran
= Rp. 100.000 ± 50.000 = Rp. 50.000



F. Sasaran Pemasaran
Dalam pembuatan pupuk cair yang bahan dasarnya urine sapi (Bison benasus L) ini yang
menjadi sasaran adalah masyarakat khususnya petani dan pengusaha
peternakan, karena pupuk cair ini bermanfaat untuk meningkatkan produksi
pertanian.




















BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Di dalam menyusun lapora ini penulis memperoleh kesimpulan:
1. Limbah cair peternakan khususnya urine sapi (Bison benasusL) dapat digunakan
sebagai pupuk cair dengan menambahkan bahan tambahan didalamnya seperti
lengkuas, kunyit, temuireng, jahe, kencur, brotowali, tetes tebu dan
starter Sacharomyces cereviceae.
2. Dengan pupuk cair dari urine sapi (Bison benasus L) ini mesyarakat dapat
memanfaatkan limbah urine sapi (Bison benasus L) dari peternakan sapi (Bison
benasus L).
3. Dengan pupuk cair dari urine sapi (Bison benasus L) ini masyarakat dapat
meningkatkan penghasilan dan dapat berwirausaha
B. Saran
1. Harus ditingkatkan pengetahuan bioteknologi kita biar dapat menghasilkan produk
baru yang bermanfaat bagi manusia.
2. Harus ada pembinaan Karya Ilmiah Remaja di SMA Pancasila 1 Wonogiri secara
berkelanjutan, untuk meningkatkan Ilmu pengetahuan.
3. Fasilitas LAB IPA khususnya Biologi perlu dilengkapi, sehinggha dalam praktek bisa
berjalan dengan lancar.







DAFTAR PUSTAKA
Aliadi. 1996. Tanaman Obat Peliharaan. Sidowayah. Jakarta
Buckle, 1987. Ilmu Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia press
Hadi, Setiono. 2004. Urine Sapi Bangkitkan Harapan Petani, Bogor.
Kresnady, Budy. 2003. Si Pait Yang Menyembuhkan. Agromedia Pustaka. Jakarta
Muhlisah, Fauziah. 1999. Temu-temuan dan Empon- Empon Budi Daya dan
Manfaatnya. Kanisius. Yogyakarta.
Prastyo. 2003. Teknologi Tepat Guna Instan. Kanisius. Yogyakarta
Rukmana Rahmat. 1994. Kencur. Kanisius. Yogyakarta
Wibowo. 1989. Biokimia Pangan dan Gizi. Yogyakarta: UGM Press.
Winarto, Ir. 2004. Khasiat dan Manfaat Kunyit. Agromedia Pustaka. Jakarta
Witriyono Harry, 1993. Peningkatan Produksi Jae. Yogyakarta
. 2007. Lengkuas. Wikipeda, Org.
. 2006. Bangsa Penenggak Arak. Taman Kembang Pete. Jakarta.












LAMPIRAN
1.
Sapi (Bison benasus L) yang akan diambil urinenya
2.
Urine Sapi (Bison benasus L)
3. Tetes Tebu dan Starter Sacharomyces cereviceae
4. Penambahan lengkuas, kunyit, temu ireng, jahe, kencur, brotowali

5. Fermentasi Dan Penyaringan
6. Pengemasan

7. Hasil Pupuk yang telah digunakan pada tanaman









Recount Text

Definisi Recount
Recount adalah teks yang menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman di masa
lalu. Tujuannya adalah baik untuk memberi informasi
atau menghibur penonton. Tidak ada komplikasiantara peserta dan yang
membedakan dari narasi

Generik Struktur Recount
1. Orientasi: Memperkenalkan peserta, tempat dan waktu
2. Acara: Menggambarkan serangkaian peristiwa yang terjadi di masa lalu
3. Reorientasi : Ini adalah opsional . Menyatakan komentar pribadi penulis cerita

Ciri Recount Bahasa
‡ Memperkenalkan peserta pribadi, saya, kelompok saya, dll
‡ Menggunakan koneksi kronologis, kemudian, pertama, dll
‡ Menggunakan kata kerja yang menghubungkan, adalah, adalah, melihat, mendengar, dll
‡ Menggunakan kata kerja tindakan; melihat, pergi, perubahan,dll
‡ Menggunakan past tense yang sederhana


Vucutlon to LONDON
Mr. Rlchurdըs fumlly wus on vucutlon. They ure Mr. und Mrs. Rlchurd wlth two sons. They went
to London. They suw thelr truvel ugent und booked thelr tlckets. They went to the Brltlsh
Embussy to get vlsus to enter Brltuln. They hud booked fourteen duys tour. Thls lncludes truvel
und uccommodutlon. They ulso lncluded tours uround London

They bourded u lurge Boelng fllght. The fllght wus neurly fourteen hours. On the plune the cubln
crews were very frlendly. They guve them news puper und muguzlne to reud. They guve them
food und drlnk. There wus u fllm for thelr entertulnment. They hud u very pleusunt fllght. They
slept purt of the wuy.

On urrlvul ut Heuthrow Alrport, they hud to go to Customs und Immlgrutlon. The offlcers were
pleusunt. They checked the document curefully but thelr munners were very pollte. Mr. Rlchurd
und hls fumlly collected thelr bugs und went to London Welcome Desk. They urrunged the
trunsfer to u hotel.

The hotel wus u well-known four-stur hotel. The room hud perfect vlew of the purk. The room
hud lts own buthroom und tollet. Insteud of keys for the room, they lnserted u key-curd to open
the door. On the thlrd floor, there wus u restuurunt servlng Aslun und Europeun food. They hud
vurlety of food.
The two week ln London went by fust. At the end of the 14-duy, they were qulte tlred but they felt
very huppy.
























Recount Text

Definisi Recount
Recount adalah teks yang menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman di masa
lalu. Tujuannya adalah baik untuk memberi informasi
atau menghibur penonton. Tidak ada komplikasiantara peserta dan yang
membedakan dari narasi

Generik Struktur Recount
1. Orientasi: Memperkenalkan peserta, tempat dan waktu
2. Acara: Menggambarkan serangkaian peristiwa yang terjadi di masa lalu
3. Reorientasi : Ini adalah opsional . Menyatakan komentar pribadi penulis cerita

Ciri Recount Bahasa
‡ Memperkenalkan peserta pribadi, saya, kelompok saya, dll
‡ Menggunakan koneksi kronologis, kemudian, pertama, dll
‡ Menggunakan kata kerja yang menghubungkan, adalah, adalah, melihat, mendengar, dll
‡ Menggunakan kata kerja tindakan; melihat, pergi, perubahan,dll
‡ Menggunakan past tense yang sederhana



Bomb ln Bull

The bomb, ln the resort of Kutu, destroyed the Surl Club und u crowded nlghtspot. Muny people
huve fullen vlctlms to thls blust. Muny of them were forelgn tourlsts, especlully from Austrullu.
They were burner beyond recognltlon. Some tourlst who were ut the scene of the blust suld there
were two exploslons uround the nlghtclub. One bomb hud exploded outslde Puddyըs Bur before u
Bur bomb hlt the Surl Club whlch wus locuted some meters uwuy.

Hundred were ln|ured ln the exploslon und ubout 220 Austrulluns remuln unuccounted for. The
U.K. Forelgn Secretury, Juck Struw, suld thut 33 Brltons were umong those kllled ln the Bull
uttuck. The Austrullun Prlmer Mlnlster, John Howurd, culled lts borders, suylng lt hud been u
problem for u long tlme.

Llsts of mlsslng people huve been posted ln Bull und offlclul suld thut lt could tuke duys to
ldentlty ull the vlctlms, some of whom were trupped ln the Surl Club by u wull of flumes. A notlce
bourd ut the hospltul ln Bull lncludes u sectlon culled իUnknown Identltyլ und detulled llst on
vlctlms such us : իYoung glrl ln lntenslve cure, 11-14 yeurs old, fuce burned, lncome, Cuusutlon,լ
or իGlrl ln lntenslve cure, ubout 5 yeurs old, 130 cm, fulr skln, Cuucuslun wlth reddlsh brown hulr.
She hus u purpllsh belly button rlng.լ

Muny embussles, lncludlng the Brltlsh und the Amerlcun, ure udvlslng thelr people to cuncel
spendlng thelr plunned hollduys ln Indoneslu, und ull U.S. cltlzens ln the country huve been told
to leuve lncludlng dlplomuts und non-essentlul government stuff.

HALAMAN PENGESAHAN FERMENTASI URINE SAPI (Bison benasus L) SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN
Telah disetujui dan disyahkan pada: Hari : Kamis, 27 Desember 2007 Tempat : SMA PANCASILA 1 WONOGIRI Pembimbing I PUDI SRI MARYATMO, S.Pd Pembimbing II Dra. SRI LESTARI HANDAYANI

Mengetahui Kepala SMA Pancasila 1 Wonogiri SOEJADI, BcHk

wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya karya ilmiah ini yang berjudul³FERMENTASI URINE SAPI SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN´. Akhir kata kami ucapkan selamat membaca. BcHk selaku kepala SMA PANCASILA 1WONOGIRI 2.. namun kami menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna.Ibu. Yth. Yth. S. oleh karena itu dengan kerendahan hati kami menerima adanya kritik dan saran yang membangun dari pihak manapun demi perbaikan dimasa yang akan datang. Ridhiyanto selaku pemilik peternakan sapi 5. untuk itu kami menyampaikan terimakasih kepada : 1.Soejadi. Dra. Pudi SM.Bp.wb.KATA PENGANTAR Assalamu¶alaikum wr. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada khususnya da n masyarakat pada umumnya. Dalam penulisan dan penyusunannya kami tidak mengalami kendala yang berarti. Meskipun telah berusaha dengan segenap kemampuan.Bp. Yth. Yth. Wonogiri. Serta seluruh pihak yang turut berperan serta hingga terselesaikannya karya ilmiah ini dengan baik. Wassalamu¶alaikum wr. Desember 2007 Penulis .Pd selaku guru pembimbing 4. Bp. Hal ini tidak lepas dari adanya bantuan dari berbagai pihak. Sri Lestari Handayani selaku guru pembimbing 3.

........................ Alat dan Bahan........................................ ..............................................ii KATA PENGANTAR .........................................................2 BAB II LANDASAN TEORI .........2 D................................. ................................................. ..3 BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN.....................................................................2 C..................................................................................7 C.......................................................................... ........................................v ABSTRAKSI .................................................................................2 E....................................................................................................................... 7 B...... Pembatasan Masalah ........... 7 A..............2 B..............DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ...................................................................................................................................................................8 D.........................................................................................8 .......... Hasil yang dicapai..................... Pelaksanaan Penelitian............................... iv DAFTAR LAMPIRAN .................................................... Tujuan Penelitian.................................................................i HALAMAN PENGESAHAN ..................................................... Permasalahan ..........................................................vi BAB I PENDAHULUAN.............. Manfaat Penelitian...............................................iii DAFTAR ISI .......................... Tempat dan Waktu...................................................................... Latar Belakang .................................................................................1 A......................................................................

......E.................... Perhitungan biaya wirausaha.................................. ..............................................11 ... 10 BAB IV PENUTUP.............................................................. Kesimpulan....9 F........ .........................................................................................................11 B.......11 A........................................... Sasaran Penelitian........................................................................................ Saran...................... ...........................

lengkuas.bahan tambahan seperti lengkuas. Sedangkan untuk tetes tebu berfungsi untuk fermentasi dan memenyuburkan mikroorhanisme yang ada didalam tanah. kencur. Foto Proses Pembuatan Pupuk cair dari Urine sapi 5.DAFTAR LAMPIRAN 1. bertempat di Laboratorium Biologi SMA Pancasila 1 Wonogiri. Foto Penambahan Lengkuas. butrowali. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh bahwa urine sapi bisa dibuat pupuk cair yang sangat menyuburkan tanaman pertanian. Komposisi bahan yang digunakan adalah: urine sapi. kunyit. temu ireng. S. kunyit.bahan tadi berfungsi untuk menghilangkan bau urine sapi. Foto Pengambilan Tetes tebu 3. Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam SMA Pancasila 1 Wonogiri ABSTRAKSI Penelitian ini bertujuan untuk memenfaatkan urine sapi sebagai pupuk cair untuk meningkatkan produksi pertanian. tetes tebu ini sendiri mengandung bakteriSacharomyces Sereviceae yang berfungsi untuk fermentasi. kunyit. SRI LESTARI HANDAYANI . kencur. Foto Pengemasan 6. Foto Pengambilan Urine sapi 2. Pembimbing I PUDI SRI MARYATMO. Penelitan ini dilaksanakan selama bulan Desember 2007. jahe. butrowali. kencur. butrowali. Bahan . tetes tebu. jahe. Hasil penggunaan pupuk yang digunakan pada tanaman FERMENTASI URINE SAPI SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN Deny Styawati.Pd Pembimbing II Dra. temu ireng. Lita Siswanti. Linda Lestari. jahe. Dari hasil penelitian yang dipoeroleh kesimpulan bahwa urine sapi bisa dibuat pupuk cair dengan menambahkan bahan . temu ireng 4.

kunyit. susu. kencur. seperti daging. pembuatannya mudah. dan penggerek serta sebagai sumber pupuk organik. Dengan adanya pembuatan pupuk cair ini masyarakat diharapkan mau mencoba membuat dan memakinya. kunyit. kulit. buah-buahan. Selain itu urinenya juga bisa dimanfaatkan. bahan mudah didapat. Produk ini berfungsi sebagai pengusir hama tikus. tenaga dan kotoran. Pupuk cair ini mengandung protein yang menyuburkan tanaman dan tanah seperti padi. karena tetes ini mengandung bakteriSacharomyces cereviceae. brotowali maksud penambahan bahan-bahan ini untuk menghilangkan bau urine ternak dan memberikan rasa yang tidak disukai hama. Pembuatan pupuk cair dari urine sapi (Bison benasus L) ini membutuhkan bahan tambahan lainnya agar urine berkomposisis kimia yag baik. Untuk tetes tebunya untuk fermentasi urine sapi (Bison benasusL) dan menyuburkan mikroba yang ada di dalam tanah. Bahan yang digunakan untuk membuat pupuk cair ini juga mudah di dapat dan biayanya relatif murah. Bahan tambahan ini seperti lengkuas. bunga dan lain-lain. brotowali. dan tetes tebu. temu ireng. dan tidak membutuhkan waktu yang lama. palawija. Berdasarkan uraian tersebut penulis mengambil penelitian yang berjudul . jahe. temu ireng. Urine sapi (Bison benasus L) bisa di buat pupuk cair sebagai pestisida untuk tanaman. Latar Belakang Sapi (Bison benasus L) merupakan ternak ruminansia besar yang mempunyai banyak manfaat baik untuk manusia ataupun tumbuhan. kencur. Penulis telah membuat pupuk cair dan hasilnya cukup baik Pembuatan pupuk cair dari urine sapi (Bison benasus L) ini sangatlah mudah dan tidak membutuhkan waktu lama serta baik untuk tanaman dibandingkan dengan pupuk buatan pabrik. wereng. jahe. Produk yang dibuat ini mempunyai keunggulan tersendiri yaitu harganya murah. Untuk lengkuas. sayur-sayuran. walang sangit.BAB I PENDAHULUAN A.

Meningkatkan masyarakat untuk berwirausaha sendiri 4. Tetes tebu dan starter atau bibit bakteri Sacharomycec sereviceae dibeli di Bapak Panut sentra produksi Alkohol Bekonang C. Lengkuas. Tujuan Penelitian Untuk memanfaatkan urine sapi (Bison benasus L) untuk dibuat pupuk cair untuk meningkatkan produksi pertanian E. Urine sapi yang digunakan sapi (Bison benasus L)jantan jawa dirumah Bapak Ridhiyanto desa Ngemplak. Meningkatkan intensifikasi pertanian 3. butrowali dibeli dipasar Ngadirojo 3. Permasalahan Apakah urine sapi (Bison benasus L) bisa dijadikan pupuk cair untuk meningkatkan produksi pertanian? D. Pembatasan masalah 1. kunyit. Untuk perkembangan teknologi pertanian . Manfaat Penelitian 1. Kecamatan Ngadirojo 2."FERMENTASI URINE SAPI (Bison benasus L)SEBAGAI PUPUK CAIR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PERTANIAN". kencur. Memanfaatkan limbah petarnakan khususnya urine sapi untuk pupuk cair 2. B. temu ireng. jahe.

buku ini disertai juga dengan pengalaman para penggunanya ( Budy Kresnady. Kandungan kimia urine sapi adalah N : 1. Melainkan untuk menyuburkan sapi. rematik.ternyatabrotowali mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit.2 %. Di balik rasanya yang pahit.6 sampai 0. Namun sebelum keluar dari tubuh sapi itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis pupuk kandang. hepatitis. Kabupaten Agam. Brotowali adalah tanaman asli Asia Tenggara. Harapannya. semata-mata memang bukan untuk menyuburkan tanaman atau tumbuhan. Sebagai pelangkap. Cara menggemukkan sapi ini dengan memberikan makanan jeram dicampur garam dan enzym Bossdext (Setiono Hadi. Air kencing dari satu ekor sapi mamp menyuburkan sekitar empat hektare sawah yang setiap hektarenya bisa menghasilkan enam hingga delapan ton padi atau gabah. Buku ini menyajikan cara penanaman kencur agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ( Rahmat Rukmana. P: 0.4 sampai 2.7%. Awalnya. 1993). . dengan buku ini pembaca bisa mengaplikasikan atau meramu sendiri resep-resep obat dari brotowali. Selain itu. 2003). ringan dan berat.BAB II LANDASAN TEORI Siapa bilang air kencing sapi merusak lingkungan.. 2004). hasil penemuan yang disebut sistem pupuk organik urine sapi (kosarin). 1994).Penggunaan pupuk kandang dan urin sapi sebagai zat pengatur tumbuh diharapkan mampu memperbaiki pertumbuhan tanaman jahe sehingga produksinya meningkat. kunyit juga sudah turun temurun digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. yang dapat dilakukan melalui perbaikan tehnik budidaya terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman. Maka tidak heran bila kuantitas dan kualitasnya beraneka ragam. Budidaya tanaman kencur di pedesaan umumnya masih bersifat sampingan. yang keluar dari alat vital sapi. makanan sapi harus direkayasa dulu. pengaruh konsentrasi urin sapi dan interaksi antara penggunaan beberapa macam pupuk kandang dan konsentrasi urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe muda ( Hary Witriyono. Peningkatan produksi jahe di Indonesia sangat diperlukan. dan K 1. tepatnya di Kecamatan Tanjung Raya. sapi di Sumatra Barat (Sumbar). Kunyit sudah lama dikenal sebagai tanaman untuk bumbu dapur. seperti diabetes mellitus. ya tetap air kecing.Air kencing.6 sampai 2. Buktinya.1. dan gatal-gatal.

Buku ini menyajikan aneka temu-temuan dan empon-empon. Divisi : Magnoliophyta Kelas : Liliopsida Order : Zingiberales Famili : Zingiberacea sp ( Wikipeda. Temu-temuan dan empon-empon banyak dimanfaatkan untuk bumbu masak.Org. . kunyit juga sudah diolah secara modern dalam skla industri sebagai bahan baku obat. budidaya. dan Temulawak merupakan bahan alami yang berkhasiat bagi kesehatan. proses pembuatan. Lengkuas merupakan sejenis rizom dengan kegunaan masakan dan perubatan. Di antaranya temu ireng (hitam) atau temu giring ( Aliadi. mulai dari pengenalan masing-masing komoditas. Siapa pun bisa terinfeksi bila pola hidupnya kurang higienis. 1999). 2007) Infeksi cacing tidak selalu menimpa anak-anak. 1996). bahan kosmetika. Buku ini memberikan informasi lengkap. mulai dari pengenalan komoditasnya. pemasaran. Jahe. baik yang sudah dikenal oleh masyarakat maupun yang belum. pengemasan. Komoditas temutemuan dan empon-empon saat ini tidak hanya dikenal di dalam negeri melainkan juga di luar negeri. manfaat. 2004). Dengan demikian. dengan kata lain dikemas dalam bentuk bubuk instan. Rupanya hampir sama dengan halia. peralatan. Masyarakat semakin menyukai cara pengobatan atau pencegahan gangguan kesehatan dengan bahan-bahan alami. kosmetik. Kencur. dan khasiatnya (Fauzilah Muhlisin. dan temulawak ( Prastyo. Untuk mengusir cacing dari saluran pencernaan kita itu bisa digunakan bahan-bahan alami di sekitar kita. kunyit. dan banyak digunakan di Asia Tenggara. Ramuan obat berbahan kunyit dijelaskan dalam buku ini dengan tujuan agar pembaca dapat mengolah sendiri resep-resep tersebut ( Winarto. Kunyit.Akhir-akhir ini. hingga analisis usaha instan jahe. kencur. komoditas ini memiliki prospek pasar yang sangat luas sehingga patut diperhitungkan oleh para petani ataupun pemerintah karena dapat mendatangkan pendapatan tambahan bagi petani dan devisa bagi negara. Salah satu bentuk penyajiannya adalah dengan dibuat menjadi minuman yang cepat saji dan praktis. dan bahan obat/jamu tradisional. dan pewarna tekstil. bahan minuman. 2003).

Kalau jelek bisa empat jam baru selesai. Hasil sulingan ciu berwarna agak keruh ( Taman Kembang Pete. Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi SMA Pancasila 1 Wonogiri 2.Dari 200 liter campuran bahan akan menghasilkan 30 liter ciu setelah melewati tiga jam penyulingan.. pada permukaan campuran bahan dasar ciu akan keluar buih. Campuran bahan dibiarkan sampai tujuh hari sampai buih menghilang. baru siap dimasak. dengan adanya kedua enzim tersebut maka pati akan segera terdegradasi menjadi glukosa. Tempat dan Waktu 1. Enzim yang berperan dapat dihasilkan oleh mikroorganisme dan interaksi yang terjadi diantara produk dari kegiatan ± kegiatan tersebut dan zat ± zat yang merupakan pembentuk bahan pangan tersebut. Ciu paling jelek kandungan alkoholnya berkisar 25 persen. Kalau tetesnya bagus uapnya keluar cepat. Buckel (1987) menyatakan bahwa fermentasi adalah perubahan kimia dalam bahan pangan yang disebabkan oleh enzim. Waktu Penelitian ini dilaksanakan 2 minggu selama bulan Desember B. ³Alkohol itu campuran tetes tebu yang disuling dua kali. 2006) Wibowo (1989) menyatakan bahwa fermentasi sering didefinisikan sebagai proses pemecahan karbohidrat dari asam amino secara anaerobik yaitu tanpa memerlukan oksigen. Alat dan Bahan . BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. Badek adalah bibit fermentasi ciu yang diambil dari sisa penyulingan ciu sebelumnya. berarti produksi mandek. Karbohidrat terlebih dahulu akan dipecah menjadi unit . Bagi pembuat ciu. Hasil sulingan tetes tebu biasanya mengandung alkohol 30-45 persen. Produsen ciu di Bekonang umumnya juga memproduksi alkohol 90 persen. Setelah diaduk. dimasak lagi. Setelah jadi ciu.Tetes atau ampas tebu adalah cairan kental sisa kristalisasi dari pabrik gula. kemudian glukosa tersebut oleh khamir akan diubah menjadi alkhohol. kalau badek habis atau tak sanggup menghasilkan buih pada campuran bahan ciu. ditambah zat kimia kostik.unit glukosa dengan bantuan enzim E amilase dan enzim glukosidose. Jadinya alkohol 90 persen.

maksud penambahan bahan-bahan ini untuk menghilangkan bau urine ternak dan memberikan rasa yang tidak disukai hama. 3. ditumbuk sampai halus kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik. brotowali. Setelah itu tetes tebu dimasukkan kedalam drum plastik. Alat yang digunakan No 1 2 3 4 5 6 Nama alat Ember Pengaduk Saringan Botol Bekas Bakcer Glass Drum Plastik Jumlah 1 buah 1 buah 1 buah 5 buah 1 buah 1 buah 2. temu ireng. Lengkuas. Bahan yang digunakan No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Bahan Urine Sapi (Bison benasus L) Lengkuas Kunyit Temu ireng Jahe Kencur Brotowali Tetes tebu/bibit bakteri Jumlah 10 2 2 2 2 2 2 0. jahe. Pelaksanaan Penelitian 1. kunyit. Urine sapi (Bison benasus L) di tampung dan dimasukkna ke dalam drum plastik 2.1.5 Satuan Liter Ons Ons Ons Ons Ons Ons Liter C. kencur. Tetes tebu dan starter Sacharomyces cereviceae ini . lalu dimasukkan starter Sacharomyces cereviceae.

baunya masih berbau urine. 1000 Rp. 750 Rp.500 Rp. dan sudah tidak berbau urine. Setelah 14 hari pupuk cair sudah jadi kemudian disaring dan dikemas. 500 Rp.1. 750 Rp. Penulis sudah mencobakan pada tanaman sayur dan bunga ternyata bagus.Pengeluaran Harga NO Uraian Jumlah Per satuan A 1 Bahan Urine sapi (Bison benasus L) 10 Liter 2 3 4 5 6 7 Lengkuas Kunyit Temu ireng Jahe Kencur Butrowali 2 Ons 2 Ons 2 Ons 2 Ons 2 Ons 2 Ons Rp. 5. E. Hasil yang dicapai Setelah pembuatan pupuk cair selesai hasilnya bagus. Tanaman sayuran dan bunga yang telah diberi pupuk cair ini menjadi lebih subur.500 Rp.1.1.500 Rp. 750 Rp. 4. 6.000 Total . 750 Rp. D.500 Rp.1.berguna untuk fermentasi dan nantinya setelah jadi pupuk cair bisa menambah jumlah mikroba menguntungkan yang ada didalam tanaah. Fermentasi urine didiamkan selama 14 hari dan diaduk setiap setiap hari. daunnuya kelihatan segar dan hijau serta ulat yang menghinggapinya hilang. 750 Rp.000 Rp.500 Rp. 10.1. tetapi setelah difermentasi warnanya berubah menjadi coklat kehitamhitaman. Pupuk cair ini juga dapat meningkatkan keuntungan pertanian serta memberikan keuntungan bagi kita. Drum plastik ditutup dengan kain serbet atau kertas. Perhitungan Biaya Wirausaha 1.1. Urine sapi (Bison benasus L) sebelum difermentasi warnanya coklat kekuning-kuningan.

000 Rp.000 B 1 2 3 4 Alat Drum Plastik Saringan Botol bekas Ember Total Alat 1 buah 1 buah 5 buah 1 buah Rp.000 . 10. 500 Rp.500 Rp.000 + Total : Rp. 2.000 Rp. 50. 3.Pengeluaran = Rp. 2. 10. 19.000 4.000 = Rp.5 Liter Total Bahan Rp.000 = 100.000 Rp.500 3. 15.000 ± 50. 15.000 Total Rp .Harga NO Uraian Jumlah Per satuan 8 Tetes/starterSacharomyces cereviceae 0. 3.000 Rp. Jual pupuk cair 10 liter X Rp. 100. 2. 10. 19.000 Keuntungan = Pemasukan . 50.000 Pemasukan 1.000 Rp. 1. 15. Tenaga kerja : Rp. 100 Rp. Biaya Pemasaran : Rp. 10. Alat : Rp.000 Rp.500 2. Bahan : Rp.500 Pengeluaran Total 1.

Sasaran Pemasaran Dalam pembuatan pupuk cair yang bahan dasarnya urine sapi (Bison benasus L) ini yang menjadi sasaran adalah masyarakat khususnya petani dan pengusaha peternakan. .F. karena pupuk cair ini bermanfaat untuk meningkatkan produksi pertanian.

Kesimpulan Di dalam menyusun lapora ini penulis memperoleh kesimpulan: 1. tetes tebu dan starter Sacharomyces cereviceae. Dengan pupuk cair dari urine sapi (Bison benasus L) ini masyarakat dapat meningkatkan penghasilan dan dapat berwirausaha B. Dengan pupuk cair dari urine sapi (Bison benasus L) ini mesyarakat dapat memanfaatkan limbah urine sapi (Bison benasus L) dari peternakan sapi (Bison benasus L). untuk meningkatkan Ilmu pengetahuan. 2. Limbah cair peternakan khususnya urine sapi (Bison benasusL) dapat digunakan sebagai pupuk cair dengan menambahkan bahan tambahan didalamnya seperti lengkuas. . Harus ada pembinaan Karya Ilmiah Remaja di SMA Pancasila 1 Wonogiri secara berkelanjutan. Saran 1. Fasilitas LAB IPA khususnya Biologi perlu dilengkapi. jahe.BAB IV PENUTUP A. sehinggha dalam praktek bisa berjalan dengan lancar. kencur. Harus ditingkatkan pengetahuan bioteknologi kita biar dapat menghasilkan produk baru yang bermanfaat bagi manusia. 3. brotowali. 3. temuireng. kunyit. 2.

2003. Sidowayah. . Jakarta: Universitas Indonesia press Hadi. Kanisius. Agromedia Pustaka. 2006. Agromedia Pustaka. 1987. Tanaman Obat Peliharaan. 1994. Kencur. Urine Sapi Bangkitkan Harapan Petani. Yogyakarta. Teknologi Tepat Guna Instan. 2004. 2003. 1996. Yogyakarta . Peningkatan Produksi Jae. Kresnady. Org. Khasiat dan Manfaat Kunyit. Bangsa Penenggak Arak. 2007.DAFTAR PUSTAKA Aliadi. Winarto. Lengkuas. Biokimia Pangan dan Gizi. 1993. 1999. Si Pait Yang Menyembuhkan. Budy. Ir. . 1989. 2004. Yogyakarta Wibowo. dan EmponEmpon Budi Daya dan Prastyo. Yogyakarta: UGM Press. Fauziah. Wikipeda. Ilmu Pangan. Bogor. Temu-temuan Manfaatnya. Yogyakarta Rukmana Rahmat. Taman Kembang Pete. Jakarta Buckle. Jakarta. Kanisius. Jakarta Witriyono Harry. Kanisius. Setiono. Jakarta Muhlisah.

Tetes Tebu dan Starter Sacharomyces cereviceae 4. Urine Sapi (Bison benasus L) 3. temu ireng. Penambahan lengkuas. kunyit. Sapi (Bison benasus L) yang akan diambil urinenya 2.LAMPIRAN 1. brotowali . kencur. jahe.

Fermentasi Dan Penyaringan 6.5. Hasil Pupuk yang telah digunakan pada tanaman . Pengemasan 7.

Acara: Menggambarkan serangkaian peristiwa yang terjadi di masa lalu 3. adalah. melihat. dll ‡ Menggunakan kata kerja yang menghubungkan . melihat.dll ‡ Menggunakan past tense yang sederhana  9DFDWLRQWR/21'21 0U5LFKDUG VIDPLO\ZDVRQYDFDWLRQ7KH\DUH0UDQG0UV5LFKDUGZLWKWZRVRQV7KH\ZHQW WR/RQGRQ7KH\VDZWKHLUWUDYHODJHQWDQGERRNHGWKHLUWLFNHWV7KH\ZHQWWRWKH%ULWLVK (PEDVV\WRJHWYLVDVWRHQWHU%ULWDLQ7KH\KDGERRNHGIRXUWHHQGD\VWRXU7KLVLQFOXGHVWUDYHO DQGDFFRPPRGDWLRQ7KH\DOVRLQFOXGHGWRXUVDURXQG/RQGRQ  7KH\ERDUGHGDODUJH%RHLQJIOLJKW7KHIOLJKWZDVQHDUO\IRXUWHHQKRXUV2QWKHSODQHWKHFDELQ FUHZVZHUHYHU\IULHQGO\7KH\JDYHWKHPQHZVSDSHUDQGPDJD]LQHWRUHDG7KH\JDYHWKHP IRRGDQGGULQN7KHUHZDVDILOPIRUWKHLUHQWHUWDLQPHQW7KH\KDGDYHU\SOHDVDQWIOLJKW7KH\ VOHSWSDUWRIWKHZD\  2QDUULYDODW+HDWKURZ$LUSRUWWKH\KDGWRJRWR&XVWRPVDQG. kemudian.Recount Text Definisi Recount Recount adalah teks yang menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman di masa lalu. Menyatakan komentar pribadi penulis cerita Ciri Recount Bahasa ‡ Memperkenalkan peserta pribadi. dll ‡ Menggunakan kata kerja tindakan. mendengar. Tujuannya adalah baik untuk memberi informasi atau menghibur penonton. perubahan. Orientasi: Memperkenalkan peserta. tempat dan waktu 2. pergi. kelompok saya.PPLJUDWLRQ7KHRIILFHUVZHUH SOHDVDQW7KH\FKHFNHGWKHGRFXPHQWFDUHIXOO\EXWWKHLUPDQQHUVZHUHYHU\SROLWH0U5LFKDUG DQGKLVIDPLO\FROOHFWHGWKHLUEDJVDQGZHQWWR/RQGRQ:HOFRPH'HVN7KH\DUUDQJHGWKH WUDQVIHUWRDKRWHO  7KHKRWHOZDVDZHOONQRZQIRXUVWDUKRWHO7KHURRPKDGSHUIHFWYLHZRIWKHSDUN7KHURRP KDGLWVRZQEDWKURRPDQGWRLOHW. dll ‡ Menggunakan koneksi kronologis. Reorientasi: Ini adalah opsional . Tidak ada komplikasiantara peserta dan yang membedakan dari narasi Generik Struktur Recount 1.QVWHDGRINH\VIRUWKHURRPWKH\LQVHUWHGDNH\FDUGWRRSHQ WKHGRRU2QWKHWKLUGIORRUWKHUHZDVDUHVWDXUDQWVHUYLQJ$VLDQDQG(XURSHDQIRRG7KH\KDG YDULHW\RIIRRG 7KHWZRZHHNLQ/RQGRQZHQWE\IDVW$WWKHHQGRIWKHGD\WKH\ZHUHTXLWHWLUHGEXWWKH\IHOW YHU\KDSS\   . saya. pertama. adalah.

 Recount Text Definisi Recount Recount adalah teks yang menceritakan kembali peristiwa atau pengalaman di masa lalu. tempat dan waktu 2. Orientasi: Memperkenalkan peserta. Tidak ada komplikasiantara peserta dan yang membedakan dari narasi Generik Struktur Recount 1. Tujuannya adalah baik untuk memberi informasi atau menghibur penonton. Acara: Menggambarkan serangkaian peristiwa yang terjadi di masa lalu .

Reorientasi: Ini adalah opsional .QGRQHVLDDQGDOO86FLWL]HQVLQWKHFRXQWU\KDYHEHHQWROG WROHDYHLQFOXGLQJGLSORPDWVDQGQRQHVVHQWLDOJRYHUQPHQWVWDII . )RUHLJQ 6HFUHWDU\ -DFN 6WUDZ VDLG WKDW  %ULWRQV ZHUH DPRQJ WKRVH NLOOHG LQ WKH %DOL DWWDFN 7KH $XVWUDOLDQ 3ULPHU 0LQLVWHU -RKQ +RZDUG FDOOHG LWV ERUGHUV VD\LQJ LW KDG EHHQ D SUREOHPIRUDORQJWLPH  /LVWV RI PLVVLQJ SHRSOH KDYH EHHQ SRVWHG LQ %DOL DQG RIILFLDO VDLG WK LW FRXOG WDNH GD\V WR DW LGHQWLW\DOOWKHYLFWLPVVRPHRIZKRPZHUHWUDSSHGLQWKH6DUL&OXEE\DZDOORIIODPHV$QRWLFH ERDUG DW WKH KRVSLWDO LQ %DOL LQFOXGHV D VHFWLRQ FDOOHG 8QNQRZQ . adalah. kemudian. dll ‡ Menggunakan koneksi kronologis.GHQWLW\  DQG GHWDLOHG OLVW RQ YLFWLPVVXFKDV <RXQJJLUOLQLQWHQVLYHFDUH\HDUVROGIDFHEXUQHGLQFRPH&DXVDWLRQ  RU *LUOLQLQWHQVLYHFDUHDERXW\HDUVROGFPIDLUVNLQ&DXFDVLDQZLWKUHGGLVKEURZQKDLU 6KHKDVDSXUSOLVKEHOO\EXWWRQULQJ   0DQ\ HPEDVVLHV LQFOXGLQJ WKH %ULWLVK DQG WKH$PHULFDQ DUH DGYLVLQJ WKHLU SHRSOH WR FDQFHO VSHQGLQJWKHLUSODQQHGKROLGD\VLQ. dll ‡ Menggunakan kata kerja yang menghubungkan . melihat.XWDGHVWUR\HGWKH6DUL&OXEDQGDFURZGHGQLJKWVSRW0DQ\SHRSOH KDYH IDOOHQ YLFWLPV WR WKLV EODVW 0DQ\ RI WKHP ZHUH IRUHLJQ WRXULVWV HVSHFLDOO\ IURP $XVWUDOLD 7KH\ZHUHEXUQHUEH\RQGUHFRJQLWLRQ6RPHWRXULVWZKRZHUHDWWKHVFHQHRIWKHEODVWVDLGWKHUH ZHUHWZRH[SORVLRQVDURXQGWKHQLJKWFOXE2QHERPEKDGH[SORGHGRXWVLGH3DGG\ V%DUEHIRUHD %DUERPEKLWWKH6DUL&OXEZKLFKZDVORFDWHGVRPHPHWHUVDZD\  +XQGUHGZHUHLQMXUHGLQWKHH[SORVLRQDQGDERXW$XVWUDOLDQVUHPDLQXQDFFRXQWHGIRU7KH 8. pertama. perubahan. pergi.dll ‡ Menggunakan past tense yang sederhana   %RPELQ%DOL 7KHERPELQWKHUHVRUWRI. kelompok saya. mendengar.3. dll ‡ Menggunakan kata kerja tindakan. adalah. saya. Menyatakan komentar pribadi penulis cerita Ciri Recount Bahasa ‡ Memperkenalkan peserta pribadi. melihat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful