EKSTRAKSI

Deskripsi Umum

Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan dari bahan padat maupun cair dengan bantuan pelarut–pelarut yang tidak saling tercampur. Pelarut yang digunakan harus dapat mengekstrak substansi yang diinginkan tanpa melarutkan material lainnya. Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu bahan dari campurannya, pemisahan ini berdasarkan pada perbedaan koefisien distribusi. Ekstraksi menggunakan pelarut didasarkan pada kelarutan komponen terhadap komponen lain dalam campuran berdasarkan prinsip kepolaran (Suyitno, 1989). Ekstraksi, selain untuk pemisahan senyawa, dapat juga untuk tujuan pemekatan dalam rangka untuk alasan analisis

Prinsip Kerja

Hukum Distribusi Nernst. Secara termodinamika, pada saat kesetimbangan tercapai ratio antara aktifitas kedua spesi solut dalam kedua fase selalu tetap. Untuk larutan encer, aktifitas digantikan konsentrasi (C). Koefisien distribusi (KD) dapat ditulis : KD = CA / CB Dimana CA adalah konsentrasi spesi solut pada fase atas dan CB adalah konsentrasi spesi pada fase bawah. Dalam pemakaian praktisnya, digunakan suatu harga besaran yang disebut perbandingan distribusi atau angka banding distribusi, D, yaitu : D = Cor / Caq Dimana C= konsentrasi

Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia ditempatkan dalam klonsong yang telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa.Keuntungan metode ini adalah tidak memerlukan langkah tambahan yaitu sampel padat (marc) telah terpisah dari ekstrak. tiraks dan lilin. Perkolasi adalah cara penyarian dengan mengalirkan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. seluruh cairan akan turun kembali ke labu alas bulat melalui pipa kapiler hingga terjadi sirkulasi. cairan penyari dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga menguap dan dikondensasikan oleh kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang jatuh ke dalam klonsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika cairan penyari telah mencapai permukaan sifon. . Metode maserasi digunakan untuk menyari simplisia yang mengandung komonen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari. Perkolasi. tidak mengandung benzoin. yakni suatu senyawa akan cenderung larut dalam pelarut yang memiliki kepolaran relatif sama Pembagian Macam-Macam Ekstraksi • Berdasarkan pelarutnya. Soxhletasi. Proses ini digunakan secara teknis dalam skala besar terutama di bidang industri bahan alami dan makanan Ekstraksi Cair-Cair : Pemisahan ini didasarkan pelarut cairan dengan cairan dan terjadi hukum distribusi Ekstraksi Gas-Cair : Dalam pemisahan ini terjadi hubugan berdasarkan prinsip hukum Henry Berdasarkan prosesnya. yakni ○ ○ ○ Ekstraksi Padat-Cair : Pemisahan ini didasarkan pada perbedaan kelarutan dengan berbagai zat padat yang dipisahkan. satu atau beberapa kornponen yang dapat larut dipisalikan dari bahan padat dengan bantuan pelarut. Maserasi merupakan cara penyarian sederhana yang dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari selama beberapa hari pada temperatur kamar dan terlindung dari cahaya. yakni ○ ○ ○ Maserasi.• Kaidah Like dissolve like.

uap-uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas bulat. penggantian pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam. demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai penyarian sempurna. Rotavapor. uap larutan penyari akan menguap naik ke kondensor dan mengalami kondensasi menjadi molekul-molekul cairan pelarut murni yang ditampung dalam labu alas bulat penampung. cairan penyari dapat menguap 5-10º C di bawah titik didih pelarutnya disebabkan oleh karena adanya penurunan tekanan. Dengan bantuan pompa vakum.○ ○ Refluks. Filtrat yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan. Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama-sama dengan cairan penyari lalu dipanaskan. Peralatan Ekstraksi Dalam Skala Laboratorium Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Distilasi . akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat. Proses pemisahan ekstrak dari cairan penyarinya dengan pemanasan yang dipercepat oleh putaran dari labu alas bulat.

Dalam praktek.Selektivitas Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan. dalam hal-hal tertentu diperlukan adanya reaksi kimia (misalnya pembentukan garam) untuk mendapatkan selektivitas yang tinggi.terutama pada ekstraksi bahanbahan alami. Reaktivitas Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia pada komponenkornponen bahan ekstarksi. sedapat mungkin terdapat perbedaan kerapatan yang besar antara pelarut dan bahan ekstraksi. Dalam hal ini bahan yang akan dipisahkan mutlak harus berada dalam bentuk larutan.Ditinjau dari segi ekonomi. yaitu misalnya diekstraksi lagi dengan menggunakan pelarut kedua. destilasi atau rektifikasi. maka titik didit kedua bahan itu tidak boleh terlalu dekat. akan menguntungkan jika pada proses ekstraksi titik didih pelarut tidak terlalu tinggi (seperti juga halnya dengan panas penguapan yang rendah). Kelarutan Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar (kebutuhan pelarut lebih sedikit). Sebaliknya. bukan komponenkomponen lain dari bahan ekstraksi. resin) ikut dibebaskan bersama-sama dengan ekstrak yang diinginkan. seringkali pemisahan harus dilakukan dengan menggunakan gaya sentrifugal (misalnya dalam ekstraktor sentrifugal). Kerapatan Terutama pada ekstraksi cair-cair. Titik didih Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan dengan cara penguapan. Hal ini dimaksudkan agar kedua fasa dapat dengan mudah dipisahkan kembali setelah pencampuran (pemisahan dengan gaya berat). Dalam hal itu larutan ekstrak tercemar yang diperoleh harus dibersihkan. Bila beda kerapatannya kecil. sering juga bahan lain (misalnya lemak. Kemampuan tidak saling bercampur Pada ekstraksi cair-cair. Syarat-Syarat Pemilihan Pelarut Organik yang baik • Harga D yang besar untuk senyawa yang bersangkutan dan kecil untuk senyawa-senyawa lainnya. Seringkali Ekstraksi juga disertai dengan reaksi kimia. dan keduanya tidak membentuk aseotrop. pelarut tidak boleh (atau hanya secara terbatas) larut dalam bahan ekstraksi. • Kelarutannya dalam air kecil • Kekentalan rendah dan tidak membentuk emulsi dengan air .

proses cairan-cairan coal tar. Wo = WA + WB WA= CA VA .n = Wo • VAVB+ KD VB n Ekstrasi berulang dapat dilakukan dengan metode Craig. Benzena. KD = CB / CA .• • Tidak mudah terbakar dan tidak bersifat racun Mudah melepaskan kembali senyawa yang terlarut di dalamnya untuk keperluan analisis lebih lanjut. Sikloheksana (sifat → semakin polar) Ekstraksi Berulang • • Tujuan secara umumnya yakni untuk mendapatkan hasil pemisahan yang optimal (pada keadaaan apabila koefisien distribusi besar sekali) Hal ini dapat dijelaskan melalui rumus berikut : Untuk menghasilkan gram Wo zat terlarut mula-mula ada dalam VA ml solven A akan diekstraksi berturut-turut dari VB ml solven B. Karbon tetraklorida. Beberapa pelarut yang sering digunakan misalnya Metanol. yakni menggunakan alat Craig yang terdiri dari suatu deret alat pisah yang dihubungkan sehingga outlet satu alat mengalir kedalam inlet alat berikutnya Aplikasi Metode Ekstraksi • • • Dalam produksi bahan bakar pada industri nuklir. Dietil eter. Etanol. WB = CB / CA Pada kesetimbangan : WA. Kloroform. dan terutama pada pemisahan hidrokarbon pada industri petrokimia Pemisahan aromatik dari minyak bakar berbasis kerosin untuk meningkatkan kualitas pembakaran Pemisahan aromatik dari senyawaan parafin atau nafta untuk meningkatkan karakter viskositas-suhu suatu minyak pelumas . Aseton.

• • • • • Pengambilan senyawa relatif murni seperti benzena. toluen dan xylene dari reformat yang dihasilkan secara katalitis pada industri Produksi asam asetat anhidrat Ekstraksi phenol dari larutan coal tar Pemurnian penicilin (dari senyawaan lain sebagai hasil fermentasi yang sangat kompleks) Pada industri bioteknologi (biokimia) diperlukan ekstraktan (solven) yang sangat “lembut” dan khusus (misal: campuran air .polyethylene glycol – phosphat) mengingat banyak solven organik dapat mendegradasi bahanbahan yang sensitif (seperti protein) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful