Ads Powered by:KumpulBlogger.

com

Thursday, December 11, 2008
Bentang Alam Vulkanik
Bentang alam vulkanik adalah bentang alam yang pembentukannya dikontrol oleh proses keluarnya magma dari dalam bumi (vulkanisme). Vulkanisme ada tiga macam yaitu : 1. Vulkanisme letusan : dikontrol oleh magma yang bersifat asam, banyak gas, sifat magma kental, ledakan kuat, dan biasanya menghasilkan material piroklastik dan membentuk gunung api yang terjal 2. Vulkanisme lelehan : dikontrol oleh lava basa, sedikit kandungan gas, magma encer, ledakan lemah dan vulkanisme ini biasanya menghasilkan gunung api rendah dan berbentuk perisai. 3. Vulkanisme campuran : dikontrol oleh magma menengah dan biasanya menghasilkan gunung api strato. Berdasarkan sifat erupsinya, gunung api dibedakan menjadi : 1. Tipe Krakatau : tipe erupsinya berupa lelehan tetapi bentuk morfologinya berupa kerucut vulkan, magma bersifat campuran, dan erupsi seringkali diselingi oleh letusan dahsyat. 2. Tipe Pelee : tipe erupsinya berupa letusan, letusan disertai awan panas, magma bersifat asam, dan tipe morfologinya berbentuk kerucut. 3. Tipe Hawai/perisai :tipe erupsinya berupa lelehan, sedikit gas dan material piroklastik, magma bersifat basa , morfologinya berupa kubah dengan sudut puncak landai,dan sering dijumpai kaldera. Atas dasar klasifikasi kenampakan visual morfologinya, bentang alam vulkanik dibedakan menjadi: 1. DEPRESI VULKANIK Depresi vulkanik adalah morfologi yang secara umum berupa cekungan. Depresi vulkanik dibagi menjadi: a. Danau Vulkanik : Depresi vulkanik yang terisi oleh air sehingga membentuk danau. b. Kawah : Depresi vulkanik yang terbentuk oleh letusan dengan diameter maksimum 1,5 km

dan hanya terisi oleh material hasil letusan. c. Kaldera : Depresi vulkanikyang terbentuk belum tentu oleh letusan, tetapi didahului oleh amblesan pada komplek vulkan. Kaldera ini sering muncul pada gunung api baru. 2. KUBAH VULKANIK Kubah vulkanik merupakan morfologi gunung api yang mempunyai bentuk cembung ke atas. Kubah ini dibedakan menjadi : a. Kerucut Semburan : terbentuk oleh erupsi lava yang bersifat encer basaltis. b. Kerucut Parasit : terbentuk sebagai hasil erupsi gunung api yang berada pada lereng gunung api yang lebih besar. c. Kerucut Sinder : terbentuk oleh letusan kecil yang terjadi padakaki gunung api berupa kerucut rendah dengan bagian puncak tampak cekung datar. 3. VULKAN SEMU Vulkan semu adalah morfologi yang mirip dengan kerucut gunung api, dan bahkan pembentukannya berasal dari vulkan yang berdekatan. 4. DATARAN VULKANIK Dataran Vulkanik dicirikan oleh puncak topografi yang datar dengan variasi beda tinggi tidak mencolok. Macamnya yaitu : a. dataran rendah basal b. plato basal c. dataran kaki vulkan

bentang alam vulkanik
BENTANG ALAM VULKANIK Bentang alam vulkanik adalah bentang alam yang proses pembentukannya dikontrol oleh proses vulkanisme, yaitu proses keluarnya magma dari dalam bumi. Bentang alam vulkanik selalu dihubungkan dengan gerak-gerak tektonik. Gunung-gunung api biasanya dijumpai di depan zona penunjaman (subduction zone) (Gambar II.1).

Jenis lava dalam hubungannya dengan erupsi yang bersifat lelehan dapat dibedakan menjadi dua yaitu. sedang tipe ³pa hoe hoe´ bersifat halus. Lava ³AA´ bersifat skoriaan dan runcing. . sedikit mengandung gas. š Merupakan tempat munculnya material vulkanik lepas sebagai hasil aktivitas magma di dalam bumi (vulkanisme). Vulkanisme Campuran. Macam-macam vulkanisme : (a) Lelehan. Hawai. Vulkanisme Letusan. Vulkanisme Lelehan. Vulkanisme ini biasanya menghasilkan material piroklastik dan membentuk gunungapi yang tinggi dan terjal. Gambar II.1 Proses Vulkanisme Dalam kaitannya dengan bentang alam. misalnya Gunung Merapi dan Merbabu.yaitu : 1. (b) Campuran dan (c) Letusan.2. dikontrol oleh magma yang bersifat basa. bersifat kental dan ledakan kuat. gunungapi mempunyai beberapa pengertian antara lain : š Merupakan bentuk timbulan di permukaan bumi yang dibangun oleh timbunan material/rempah gunungapi. Vulkanisme ini menghasilkan gunungapi strato. magma encer dan ledakan lemah. dikontrol oleh magma yang bersifat asam yang kaya akan gas. Vulkanisme ini biasanya menghasilkan gunungapi yang rendah dan berbentuk perisai.II. misalnya Dieng. dipengaruhi oleh magma intermediet yang agak kental. 3. Berdasarkan proses terjadinya ada tiga macam vulkanisme. tipe ³AA´ dan tipe ³ pa hoe hoe´. 2.

Xenolit b.3. dll. .Gambar II. Jenis lava ³pa hoe hoe´ Adanya vulkanisme dapat dicirikan oleh beberapa hal diantaranya adalah: 1. mofet Gambar II. solfatar. sill. Gua lava d. Volcanic neck c. Ekshalasi : fumarol. Illustrasi volcanic neck. dike.4. Mayor : adanya gunungapi 2. Jenis lava ³AA´ Gambar II. Minor : a.5.

. Letusan di luar pusat (excentric eruption).6.2 Klasifikasi Gununungapi Berdasarkan lokasi pusat kegiatan. Letusan pusat (terminal eruption). dimana lubang kepundan merupakan saluran utama bagi peletusan. 3. laccolith. dengan sistem saluran magma tersendiri yang tak ada kaitannya dengan lubang kepundan utama. kekentalan) š tekanan (berhubungan dengan jumlah kandungan gas) š kedalaman dapur magma š faktor eksternal (iklim.Gambar II. Illustrasi batholith. yaitu : 1. akan terbentuk apabila magma yang membentuk sill sempat menerobos ke permukaan. terjadi di bagian kaki gunungapi. suhu) II. 4. dimana korok melingkar (ring dike) dapat berfungsi sebagai saluran magma ke permukaan. Letusan lateral (lateral eruption). xenolith.dll. Rittmann (1962) membuat klasifikasi letusan gunungapi. pada lereng gunungapi. 2. Faktor yang mempengaruhi bentuk gunungapi dan proses vulkanisme antara lain : š sifat magma (komposisi. Letusan samping (subterminal effusion).

Diagram letusan berdasarkan lokasi pusat kegiatan menurut Rittmann (1962).1).1 Tipe-tipe letusan gunungapi .7. tekanan gas dan kedalaman dapur magma menjadi tujuh tipe (lihat tabel 2. Tabel 2.Gambar II. Escher (1952) mengklasifikasikan tipe letusan berdasarkan viskositas.

Bahan yang dikeluarkan berupaabu. G. Tekanan gas tipe Stromboli adalah rendah. 5. Dan disamping dikeluarkan awandebu. 4. Kelud dan Anak Bromo. akan terlempar ke atas. Vesuvius. dibedakan dengan yang di Hawaii adalah berdasarkan ketinggian dan besarnya sudut lereng. ke arah permukaan sering dijumpai letusan pendek yang disertai ledakan. Meskipun panas yang dikeluarkan cukup banyak. Sumbat lava yyang gugur akan menyebabkn terjadinya awanppanas guguran. Raung). Peralihan antara kedua tipe inipun dijumpai. tipe ini juga menghasilkan lava. Bromo. Tipe Pelee . Lava mancur pada danau lava ini akan menghasilkan rambut Pele (Pele¶s hair) dan airmata Pele (Pele¶s tear) yang mempunyai bentuk-bentuk khas. yang disebabkan oleh arus konveksi pada danau lava. bersudut lereng kecil dan membentuk datar tinggi. sehingga bersifat ringan. Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair. Etna) dan tipe Vulkano lemah (G. Stromboli dan beberapa gunungapi lainnya yang sedang meningkat kegiatannya. Tipe Hawii juga didapatkan di Islandia. Tipe Merapi Dicirikan dengan lavanya yang cair-kental. Magmanya sangat cair. sdang di Islandia umumnya lebih rendah. Tipe ini banyak ditemukan di gunungapi perisai di Hawaii. Tipe Vulkano Yang sangat khas dari tipe ini adalah pembentukan awandebu berbentuk bunga kol. lapili dan setengah padatan bongkah lava. tipe ini dibedakan menjadi tipe Vulkano kuat (G. apabila magma naik ke atas melalui pipa kepundan. Sedang semakin tingginya tekanan gas karena pipa kepundan tersumbat akan menyebabkan sumabat tersebut hancur ketika terjadi letusan. di Indonesia misalnya ditunjukkan oleh G. yang dalam perkembangannya akan membentuk tipe gunungapi perisai. bom. Di Kilauela terdapat danau lava Halemaumau dengan pulau-pulau lava beku yang mengapung di atasnya. dan akan terbentuk awanpanas letusan. sedang yang berat (setelah gas hilang) akan tenggelam lagi. 2. G. dapur magma yang relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah. maka akan terbentuk sumbat lava atau kubah lava sementara di bagian bawahnya masih cair. karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah. Sifat magmanya yang sangat cair memungkinkan terjadinya lava mancur. 3. seperti di Kilauea dan Maunaloa. Karena sifat lavanya tersebut.1. Dimana lava yang banyak mengandung banyak gas. tetapii permukaan danu lava senantiasa cair. Tipe Hawaii Tipe Gunungapi ini dicirikan dengan lavanya yang cair dan tipis. Tipe Stromboli Tipe ini sangat khas untuk G. Berdasarkan kekuatan letusannya. Di Hawaii tipe ini membentuk gunungapi yang berketinggian lebih dari 1000 m dan mempunyai sudut sudut lereng besar.

Setelah danau kawah kosong. sehingga namanya diabadikan untuk tipe letusan gunungapi. 3. yaitu terhadap G. yang sewaktu terjadi letusan akan dimuntahkan ke luar dengan membentuk lahar letusan. Krakatau yang meletus pada tahun 1883. Kedalaman dan ukuran dapur magma.Tipe ini mempunyai viskositas lava yang hampir sama dengan tipe Merapi. Vesivius. sekitar 150 m/detik. disusul oleh hembusan bahan lepas gunungapi berupa bom. G. Tetapi setelah terjadi letusan. Periode kegiatan dan periode istirahat letusan gnungapi sangat tergantung pada : 1. Contoh tipe ini di Indonesia adalah G. sehingga sekitar 149 m dihembuskan ke atas oleh suatu kekuatan yang luarbiasa besarnya. Bersifat merusak dan diduga ada kaitannya dengan perkembangan pembentukan kaldera gunungapi. mnyebabkan penduduk kota tersebut tidak sempat melarikan diri dan 30. disamping lavanya yang cair.banyak radial dike/sill .adanya simbat kawah (plug) dan crumble breccia .000 jiwa menjadi korban. lapili dan awanpijar.material piroklastik berukuran halus . Tetapi tekanan gasnya cukup besar.sering dijumpai parasitic cone . Kandungan gas dan proses pembentukan gas kembali (degassing). 5. Tipe St. Pelee pernah meletus pada 8 Mei 1902. Ciri khas tipe Pelee adalah peletusan gas ke arah mendatar. Kelud yang meletus pada tahun 1906 dan 1909. Sifat penyaluran tenaga ke araah permukaan yang dikendalikan oleh sistem rekahan atau pensesaran. Besarnya tenaga potensial dalam dapur magma dan besarnya tenag yang dilepaskan. Besar-kecilnya atau ada-tidaknya gangguan kesetimbangan atas aspek fisika-kimia. Kecepatan luncurnya yang tinggi.banyak dijumpai ignimbrit dan welded tuff c.335 m. ketinggian sisa hanyalah 1. Suhu lahar letusan adalah sekitar 1000C. 2. yaitu : a. dicirikan oleh soil yang tipis . Contoh dari tipe ini adalah G. Zona Distal . Pada kawah terdapat danau kawah. Pierre dengan serbuan awanpanas bersuhu antara 2100 ± 2300C.186 m. Peneliti pertama tipe ini adalah Plinius (99 SM). dan bertekanan gas menengah.pada material piroklastik dan lava dijumpai pelapukan. Vincent Lavanya agak kental.adanya zona hidrotermal . Vesivius. 4.material piroklastik agak terorientasi . menghancurkan kota St.bentuk morfologi kubah dengan pusat erupsi b. Zona Proksimal . 7. II. yang sebelum meletus mempunyai ketinggian 1. Zona Pusat Erupsi .endapan piroklastik kasar .3 Morfologi Gunungapi Morfologi gununungapi dapat dibedakan menjadi tiga zona dengan ciri-ciri yang berlainan. Contoh di Indonesia adalah G. 6. Tipe Perret atau tipe Plinian Tipe ini dicirikan dengan tekanan gasnya yang sangat kuat.

Kerucut Parasit (Parasitic Cone) Merupakan morfologi yang terbentuk sebagai hasil erupsi gunungapi yang berada pada lereng gunungapi yang lebih besar.4 Macam-macam Bentang Alam Vulkanik Bentang alam vulkanik dibedakan menjadi beberapa macam dengan dasar klasifikasi kenampakan visual morfologinya.4. Srijono (1984.banyak dijumpai lahar Gambar II. . Kerucut Semburan . Pembagian zona pada gunungapi II.1 Bentuk Timbulan (Morfologi Positif) / Kubah Vulkanik Merupakan morfologi gunungapi yang mempunyai bentuk cembung ke atas. . dikutip Widagdo.. menggambarkan klasifikasi bentang alam vulkanik berdasarkan bentuk morfologinya.Kerucut Semburan Utama Merupakan morfologi kerucut semburan yang terbentuk oleh erupsi lava yang bersifat kental/andesitik. Morfologi ini dibedakan atas dasar asal kejadiannya menjadi : a. Klasifikasi tersebut dapat diuraikan menjadi : II. 1984).Kerucut Sinder (Cinder Cone) Merupakan morfologi yang terbentuk oleh erupsi kecil yang terjadi pada kaki gunungapi. . berupa kerucut rendah dengan bagian puncak tampak cekung datar.8.

Tinggi kerucut 95 m dan diameter kawahnya 400 m. Kilauea).9. Dataran Vulkanik Secara relatif. Mauna Kea. Sketsa morfologi kerucut semburan. Alaska. b.11. dataran vulkanik dicirikan oleh puncak topografi yang datar. . meleleh ke semua arah dala jumlah besar dari suatu kawah besar/kawah pusat dan menutupi daerah yang luas yang relatif tipis. Macam-macam dataran vulkanik diantaranya adalah dataran basal. Kubah lava di atas Novarupta vent. keluarnya ke permukaan bumi secara effusif/meleleh. Sifat magmanya basa dengan kekentalan rendah dan kurang mengandung gas. biasanya dacite/rhyolite. d. plato basal dan dataran kaki vulkan. Lembah Sepuluh Ribu Asap. Gunungapi Tameng/Perisai Merupakan morfologi yang terbentuk oleh aliran magma cair encer. Contohnya adalah gunungapi di Hawaii (Mauna Loa. Gambar II.10. Sehingga bentuk gunung yang terbentuk mempunyai alas yang sangat luas dibandingkan dengan tingginya. sehingga pada waktu magma keluar dari lubang kepundan. Karena itulah erupsinya lemah. c. Taman Nasional Katmai. Cinder Cone ³Pu`u ka Pele´ yang meletus di sebelah tenggara G. dengan variasi beda tinggi yang tidak mencolok.Gambar II. dan permukaan lereng yang halus. Akibatnya lerengnya landai (20 ± 100) tingginya tidak seberapa dibanding diameternya. Kubah Lava (Lava Dome) Merupakan morfologi yang berbentuk kubah membulat yang terbentuk oleh magma yang sangat kental. Kubah terdiri dari satu atau lebih aliran lava individu. kerucut parasit dan kerucut sinder Gambar II.

Gunung Gendol adalah bukit kecil di daerah muntilan . Gambar II. bahan pembentuknya berasal dari vulkan yang berdekatan.2 Depresi Vulkanik (Morfologi Negatif) Depresi vulkanik adalah morfologi bagian vulkan yang secara umum berupa cekungan.13.12 Sketsa morfologi dataran vulkanik e. yaitu morfologi yang terbentuk bila suatu kubah vulkanik tererosi sehingga tinggal berbentuk lajuran.Gambar II. di sekitar vulkanik tersebut sering dijumpai retas yang memanjang. Kenampakan morfologi vulkan semu II. Jawa Tengah pada dataran kaki vulkan G. Morfologi vulkan semu ini sering disebut Gunung Gendol. Biasanya.4. Merapi. Morfologi ini kemungkinan dihasilkan oleh suatu sistem patahan mayor yang melintasi gunungapi aktif dan mampu mengangkat massa yang besar. Berdasarkan material pengisinya depresi vulkanik dibedakan menjadi : . Vulkan semu jenis lain adalah lajuran vulkanik (volcanic neck). Dapat pula terbentuk oleh erosi lanjut terhadap suatu vulkan yang sudah lama tidak menunjukkan kegiatannya (mati). Vulkan Semu Vulkan semu adalah morfologi mirip kerucut gunungapi.

Sketsa morfologi depresi vulkanik a. Berdasarkan asal mulanya dibedakan kawah letusan dan kawah runtuhan. Penurunan permukaan magma di dalam waduk pun akan menyebabkan runtuhnya . c. sehingga menyebabkan kekosongan pada dapur magma.Gambar II. tetapi didahului oleh amblesan pada komplek vulkan. Pengisian kawah oleh airhujan akan menyebabkan terbentuknya danaukawah. Kaldera Yaitu depresi vulkanik yang terbentuknya belum tentu oleh letusan. Kawah Yaitu depresi vulkanik yang terbentuk oleh letusan dengan diameter maksimum 1. Pada kaldera ini sering muncul gunungapi baru. Sedang berdasarkan letaknya terhadap pusat kegiatan dikelompokkan kawah kepundan dan kawah samping (kawah parasiter). Dan letusan pada gunungapi yang mempunyai danaukawah akan menyebabkan terjadinya lahar letusan yang bersuhu tinggi. Menurut H. berdasarkan proses yang membentuknya kaldera dibedakan menjadi : Gambar II.5 km. yaitu kaldera yang disebabkan oleh letusan gunungapi yang sangat kuat yang menghancurkan bagian puncak kerucut dan mnyemburkan massa batuan dalam massa yang sangat besar. 1. yaitu kaldera yang disebabkan oleh letusan yang berjalan cepat yang memuntahkan batuapung dalam jumlah banyak. Kaldera runtuhan. Danau Vulkanik Danau vulkanik yaitu depresi vulkanik yang terisi oleh air sehingga membentuk danau. 2.14. dengan ukuran lebih dari 1. dan tidak terisi oleh apapun selain material hasil letusan.5 km. Kaldera letusan. Kaldera ³Aniakchak´ berdiameter 10 km dengan kedalaman 500 ± 1000 m. b.15. Kaldera Bandai-san di Jepang dan Tarawera di New Zealand termasuk dalam jenis ini. William (1947).

Exogeneous dome b. Morfologi hasil erupsi sentral a.Maar .Hornitos .Tanggul lava . Dari magma intermediet : .Indogeneous dome c. Amerika.Strato volkanic ridge c. Dari magma kental : .Endogeneous ridge . dimana erosi akan memperlebar daerah lekukan sehingga daerah kalderah tersebut semakin luas. Dari magma encer : . di Indonesia dan Crater Lake di Oregon.Crater . Gejala seperti ini banyak ditemukan di gunungapi Jepang. Selain morfologi di atas.Cinder Cone .Kaldera 2. Berasal dari magma encer : . Kaldera erosi. berikut disampaikan macam-macam morfologi hasil erupsi vulkanik : 1. 3. Morfologi hasil erupsi celah a.Lava plateu b. contoh kaldera Krakatau. dan memicu terjadinya runtuhan bagian puncak gunungapi.Lava flow .Pyroclastic ring fall . Dari magma intermediet : . yaitu kaldera yang disebabkan oleh erosi pada bagian puncak kerucut. Hampir kebanyakan kaldera terbentuk melalui proses ini. Dari magma kental : .bagian atas dapur magma.

dimana berkaitan erat dengan keaktifan tektonik daerah setempat. Faktor-faktor yang menyebabkan tidak teraturnya bentuk gunungapi antara lain : 1.17. atau hornito yang juga merupakan kerucut spater di sekitar ujung aliran lava. bentuk dan struktur gunungapi menurut Kuno (1976) yaitu (a) maar. Tipe. (b) Kerucut piroklastik. yang lama-kelamaan akan merusak dan menghancurkan dinding kepundan. dan umumnya berkomposisi basalan. . Adanya kerucut spater (spatter cone). 2.16. baik berupa kerucut maupun bentuk lainnya. (d. Tekanan arus dari aliran lava yang naik ke atas. yaitu suatu kerucut yang bersisi curam yang tersusun dari batuan bahan lepas yang terendapkan di atas celah atau pipa kepundan. Adanya gua-gua pada aliran lava (lava tube). 3. 5. Kegiatan vulkanisme. Spatter cone ³Pu`u `O`o´ dengan tinggi 4 ± 5 m. (c) jarum gunungapi. Gambar II. Kalau tidak ada gangguan. 4. (g) gunung berlapis dan (h) gunungapi tameng/perisai. Berpindahnya pusat kegiatan gunungapi (pipa kepundan). suatu gunungapi yang tumbuh semakin besar akan mempunyai bentuk yang teratur.e. dimana kegiatan tesebut akan mengganggu pekembangan suatu gunungapi.f) kubah lava.Gambar II. seperti pembentukan kaldera.

Dampak positif dengan adanya gunungapi adalah : a. Aliran Lava Aliran lava yaitu terjadinya aliran batu cair yang pijar dan bersuhu tinggi (sampai 12000 C). Puncak. Sebagai daerah penyeimbang / pembagi hujan di daera sekitarnya. Sebagai daerah pengisian (recharge) air tanah bagi daerah-daerah sekitar gunungapi seperti Gunung Merapi untuk daerah sekitar Yogyakarta. d. sebagai sumber tenaga listrik dari proses hidrotermal yang terjadi di daerah gunungapi. Hawaii II. maupun pengaruh buruk (bencana) bagi manusia. Dieng. Bahaya primer akibat erupsi gunungapi meliputi : a. dikembangkan dari potensi keindahan alam dan suasana alam yang masih asli dan sejuk seperti di Kaliurang.18. Hornito Gambar II. Lava tube ³Thurston (Nahuku)´ dekat kaldera G. Panas bumi (geothermal).5 Dampak Lingkungan Gunungapi Gunungapi dapat mempengaruhi lingkungan. Contohnya : Batu. Kaliurang. Sebagai taman wisata. b.Gambar II. Sebagai daerah pertanian daerah yang subur seperti banyak kita jumpai di seluruh Indonesia. seperti yang diusahakan di Pegunungan Dieng dan Lahendong. Selain berpotensi sebagai daerah yang menguntungkan gunungapi juga berpotensi sebagai sumber bencana. Wonosobo. c. e. Kilauea. . baik pengaruh baik (sesumber). Secara garis besar bahaya akibat erupsi gunungapi dapat dibagi menjadi dua yaitu bahaya langsung (primer) dan bahaya setelah terjadinya letusan (sekunder). Sarangan.19.

Sedangkan lapili lebih besar daripada pasir hingga mencapai beberapa cm. Semua benda yang dilaluinya akan hangus dan terbakar. Pasir Lapili Pasir dan lapili adalah campuran material letusan yang ukuranya lebih kecil dari bom (< 2 mm). Bom ini dapat menimbulkan kebakaran hutan. pemukiman dan lahan pertanian. Hawaii. Apabila terjadi letusan pasir dan lapili ini dapat terlempar hingga puluhan kilometer. b. Hawaii. Batuan ini dapat terlempar dari pusat erupsi sejauh hingga 10 km. Mauna Kea. Bila tiba di tanah bom ini akan mengeluarkan letusan dan akan hancur. Gambar II. Aliran lava pada G. Bom gunungapi G.21.Alirannya menuruni lereng yang terjal dan dapat mencapai beberapa kilometer. Apabila melongsor akan menimbulkan awan panas.20. Pasir dan lapili ini dapat menghancurkan atap rumah karena bebannya juga dapat merusak lahan pertanian hingga dapat membunuh tanaman. c. . Bom Gunungapi Bom gunungapi berujud batuan panas dan pijar berukuran 10 cm ± 2 m. Gambar II. Mauna Loa.

HCN. Helens. CO2. Kilauea. Gunungapi biasanya mengeluarkan gas CO. Hawaii. Yang paling berbahaya adalah apabila gas tersebut dikeluarkan pada sisa-sisa gunungapi seperti yang terjadi di Pegunungan . H3As. Suspensi ini berat sehingga mengalir menuruni lereng gunungapi dan seolah-olah meluncur. Nilai batas ambang untuk gas CO 50 ppm (part per million). f. luncurannya dapat menapai 10 ± 20 km.2 mm. Amerika. uap dan material halus yang bersuhu tinggi (hingga 12000 C).00 ppm. Bahaya yang ditimbulkan antara lain bisa mengganggu penerbangan seperti yang terjadi pada saat letusan G. Awan pijar ini merupakan campuran yang pekat dari gas.23.0. Gas yanga dikeluarkan saat erupsi tidak begitu berbahaya karena gas tersebut langsung terbakar pada saat terjadi letusa gunungapi. Awan Pijar Awan pijar adalah suspensi dai material halus yang dihasilkan oleh erupsi gunungapi dan dihembuskan oleh angin hingga mencapai beberapa kilometer.05 ppm. Abu Gunungapi Abu ini merupakan campuran material yang paling halus dari suatu letusan gunungapi. NO2. d. Galunggung. Gas Beracun Kadar gas yang tinggi dapat menimbulkan kematian. St.Gambar II. H2S. Abu gunungapi dari G. e. dapat menimbulkan sesak napas apabila terlalu banyak mengisap abu gunungapi dan menimbulkan penyakit silikosis. Dan membakar apa yang dilaluinya seperti yang terjadi pada Gunung Merapi pada tanggal 22 November 1994 yang memakan korban 60 orang terbakar hidup-hidup dan tak terhitung lagi ternak yang mati terpanggang akibat hembusan awan panas ini. Cl2 dan gas lain yang jumlahnya sedikit. sedangkan gas H3As yang sangat mematikan pada 0. Ukurannya kurang dari 1 mikron . Suhunya bisa tidak panas lagi. Pasir Lapili G. Gambar II. yaitu penyakit yang diakibatkan oleh penggumpalan silika bebas pada paru-paru yang diakibatkan oleh terisapnya abu gunungapi yang mengandung silika bebas.22. CO2 5.

Bahaya yang tidak kalah berbahayanya adalah bahaya setelah terjadi letusan yaitu bahaya sekunder. tanah pertanian maupun tanggul sungai yang dilaluinya. Lahar terbentuk dari batuan yang dilemparkan dari pusat erupsi baik blok. bentang alam vulkanik memiliki kenampakan pola kontur yang khas. II. II. Bahaya tersebut berupa bahaya aliran lahar. bentang alam vulkanik juga dicirikan oleh pola penyalurannya yang khas yaitu sirkuler ataupun radier. mengklasifikasikan relief berdasarkan morfometri dan morfografi sebagai berikut : Klasifikasi Relief Persen lereng (%) Beda tinggi (m) Datar/hampir datar 0 ± 2 < 50 Bergelombang landai 3 ± 7 5 ± 50 Bergelombang miring 8 ± 13 25 ± 75 Berbukit bergelombang 14 ± 20 50 ± 200 Berbukit terjal 21 ± 55 200 ± 500 Pegunungan sangat terjal 56 ± 140 500 ± 1000 Pegunungan sangat curam > 140 > 1000 3. Gas tersebut BJ-nya lebih besar dari udara bebas sehingga letaknya berada pada daerahdaerah yang rendah seperti di lembah-lembah. hutan. abu maupun longsoran kubah lava.7 Klasifikasi Relief Van Zuidam (1983). tuff. Bentang Alam Vulkanik .6 Bentang Alam Vulkanik dalam Peta Topografi Pada peta topografi. Aliran lahar ini mempunyai kekuatan merusak yang besar dan akan melalui apa saja yang ada di depannya tanpa kecuali baik pemukiman. Guatemala. bom.24. Gambar II. lapili. Aliran lahar pada G. Merapi. Apabila terjadi hujan lebat yang turun bersamaan atau setelah erupsi maka endapan material hasil erupsi tersebut akan terangkut oleh aliran air membentuk aliran bahan rombakan yang biasa disebut alira lahar.Dieng. dekat permukaan tanah. Santiaguito. Umumnya pola kontur yang dibentuk oleh bentang alam vulkanik adalah sirkuler dan radier sesuai dengan bentuk bentang alamnya. Seperti yang dilakukan oleh Jawatan Vulkanologi pada G. Untuk menghindari bencana yang diakibatkan oleh letusan gunungapi ini maka di setiap daerah gunungapi dibuat peta daerah bahaya yang didasarkan pada potensi bencana yang ada baik primer maupun sekunder. Disamping memiliki pola kontur yang khas.

Vulkanisme lelehan. vulkanisme pada magma asam dan bersifat encer. umumnya tedapat kaldera. vulkanisme pada magma intermediate. Tipe Pelee. Tipe Krakatau. memiliki tipe vulkanisme lelehan dan letusan. Vulkanisme dibagi dalam menjadi tiga macam : Vulkanisme letusan. . Vulkanisme jenis ini akan membentuk gunung api jenis perisai.Bentang alam vulkanik adalah bentang alam yang terbentuk sebagai akibat dari proses atau kegiatan vulkanisme/gunung berapi. Memiliki karakteristik letusan yang kuat dan umumnya menghasilkan material piroklastik serta membentuk gunung api terjal. memiliki tipe vulkanisme letusan dengan bentuk bentang gunung kerucut. dimana vulkanisme ini memiliki letusan yang lemah. umumnya membentuk gunung api strato. vulkanisme pada magma yang bersifat basa dan kental. tipe gunung ini memiliki tipe vulkanisme lelehan dengan bentuk kubah yang relatif landai. Vulkanisme campuran. Gunung api dapat dibedakan berdasarkan tipe erupsinya menjadi : Tipe Hawaii (perisai).

dicirikan dengan puncak vulkanik yang datar dan memiliki perbedaan/variasi perbedaan ketinggian yang tidak terlalu mencolok. Cinder cone.Berdasarkan penampakan morfologi. bahkan dapat terbentuk karena proses vulkanisme yang berdekatan. kawah. bentang alam gunung api diklasifikasikan menjadi : Depresi vulkanik. Kubah vulkanik. Dataran vulkanik berupa dataran rendah basal. Vulkanik semu. plato basal. Dataran vulkanik. Depresi vulkanik dapat berupa danau vulkanik. . bentang alam yang mirip gunung api. dan kaldera. umumnya berupa bentang alam cekungan. bentang alam yang memiliki bentuk cembung ke atas. berupa Parasite cone. dan dataran plato basal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful