Persiapan bedah katarak: Pemeriksaan tersebut termasuk hal-hal seperti: Gula darah Hb, Leukosit, masa perdarahan, masa

pembekuan Tekanan darah Elektrokardiografi Jika akan melakukan penanaman lensa maka lensa diukur kekuatannya ( dioptri ) dengan alat biometri Keratometri mengukur kelengkungan kornea untuk bersama ultrasonografi dapat menentukan kekuatan lensa yang akan ditanam Teknik anestesi yang digunakan: Lokal Pada Operasi katarak teknik anestesi yang umumnya digunakan adalah anestesi lokal. Adapun anestesi lokal dilakukan dengan teknik: Sub konjungtiva ( sering digunakan )◊Topikal anestesi obat anestesi yang dipakai Lidokain + Markain (1:1) Umum Anestesi umum digunakan pada pasien yang tidak kooperatif, bayi dan anak Tahapan operasi 1. Pengangkatan lensa Ada 2 macam pembedahan yang bisa digunakan untuk mengangkat lensa: A.) ECCE (Extra Capsular Cataract Extraction) atau EKEK Lensa diangkat dengan meninggalkan kapsulnya. Untuk memperlunak lensa sehingga mempermudah pengambilan lensa melalui sayatan yang kecil, digunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (fakoemulsifikasi). Termasuk kedalam golongan ini ekstraksi linear, aspirasi dan irigasi. Pembedahan ini dilakukan pada pasien katarak muda, pasien dengan kelainan endotel, bersama-sama keratoplasti, implantasi lensa intra okular, kemungkinan akan dilakukan bedah gloukoma, mata dengan presdiposisi untuk terjadinya prolaps badan kaca, sebelumnya mata mengalami ablasi retina, mata dengan sitoid makular edema, pasca bedah ablasi, untuk mencegah penyulit pada saat melakukan pembedahan katarak seperti prolaps badan kaca. Penyulit yang dapat timbul pada pembedahan ini yaitu dapat terjadinya katarak sekunder. Tahap-tahap ekstraksi katarak ekstrakapsular : 1. Setelah dilakukan anestesia, mata dibersihkan dengan larutan Povidone-Iodine 5% dan saccus konjungtiva diirigasi dengan saline fisiologis. 2. Kelopak mata diretraksi dengan spekulum. 3. Superior rectus bridle suture dipasang untuk mendorong limbus ke bawah dan stabilisasi bola mata. Forceps rectus superior dipasang pada insertion rectus superios dan benang silk 4.0 dipasangkan di bawahnya. 4. Forniks yang mendasari lipatan konjungtiva diangkat dengan memotong konjungtiva di tempat perlekatannya pada limbus dari jam 10 sampai jam 2. Titiktitik perdarahan dan pembuluh darah besar dikoagulai dengan elektrokauter bipolar. 5. Insisi dibuat setengah ketebalan pada limbus dengan menggunakan razor mounted on blade breaker-holder, sehingga akan tampak insisi dengan konfigurasi bi-planar. 6. Cairan viskoelastik (Poly-propyl hydroxy methyl cellulose or sodium hyaluronate) diinjeksikan ke bilik mata depan, cairan ini akan meliputi endotel kornea, melindunginya dari kerusakan, dan memperdalam bilik mata depan untuk memperluas area operasi. 7. Dilakukan kapsulotomi anterior dengan menggunakan jarum bent hypodermic 26 or 30 G, dilakukan dengan beberapa teknik, antara lain bear-can opener, Christmas tree, envelope, capsulorrhexis, dan lain-lain 8. Insisi lumbal diperluas dengan menggunakan gunting kornea 9. Nukleus dinyatakan dengan memberikan tekanan lain pada jam 12 dan jam 6 meridian, 10. Korteks dikeluarkan dengan suction dilakukan dengan IA Cannula (IrrigationAspiration), kemudian diirigasi dengan saline fisiologis atau ringer laktat. 11. Jika akan dilakukan implantasi lensa,

3. Hemoragik ekspulsif 6. secret dalam saccus konjungtiva. kedalaman bilik mata depan dan hifema. Kehilangan daya akomodasi 4. Lens Forceps technique 6. IOL. lensa dikeluarkan secara perlahan. Vitreous touch syndrome 4. Bullous Keratopathy 7. 2. Wire-vectis technique Tata laksana postoperatif 1.30 – 2. 14.) ICCE (Intra Capsular Cataract Extraction) atau EKIK Ekstraksi jenis ini merupakan tindakan bedah yang umum dilakukan pada katarak senil. Kerusakan endotel kornea 2. Glaukoma Rehabilitasi visual postoperatif katarak Afakia menyebabkan terjadinya : 1. Ruptura kapsula posterior lensa 3. Vitreous wick syndrome 5. Cryo-extraction : menggunakan cryoprobe dan N2O menyebabkan suhu turun hingga -400C. Kerugiaannya hanya dapat dilakukan implantasi anterior chamber IOL yang dapat menimbulkan komplikasi terhadap kornea. Jahitan diangkat setelah 6-8 minggu. mengangkat beban berat dalam 3 bulan.0 atau Nylon sekitar ¾ ketebalan kornea dan sklera dengan jahitan interuptus atau kontinu. Larutan viskoelastik diaspirasi dengan IA Cannula. Tumbling 5. Hyphaema 5. metode pengeluaran lenda berbeda dengan insisi yang lebih besar (jam 9. Astigmatisme 3. IOL (intraocular lens) dimasukkan ke dalam kapsula lensa kemudian dirotasikan sampai diperoleh kedudukan yang terbaik. retina. 16. Bekas luka 3. Tahap-tahap pembukaan bola mata dan penutupan luka di limbus sama dengan yang dilakukan pada ECCE. Selain itu tidak ada barrier segmen anterior dan posterior bola mata sehingga mudah timbul komplikasi. B. dan mata ditutup selama 24 jam. 12. aposisi luka. kejernihan cornea. UGH syndrome (uveitis. Erysiphake 3. pupil. Namun. Bilik mata depan yang dangkal 5. Keuntungannya adalah tidak akan terjadi katarak sekunder karena seluruh komponen lensa telah dikeluarkan. Pasien dianjurkan untuk menghindari mencuci kepala dalam waktu 1 minggu. Tetes antibiotic-steroid topical diberikan setiap 46 jam dan salep diberikan sebelum tidur.larutan viskoelastik diinjeksikan kembali ke bilik mata depan. Hifema 6. Adapun penyembuhan sempurna luka terjadi setelah 1-3 tahun. Pada saat ini pembedahan intrakapsuler sudah jarang dilakukan. lensa beserta kapsulnya dikeluarkan dengan memutus zonula Zinn yang telah mengalami degenerasi. Komplikasi operasi katarak Intraoperatif 1. kapsula posterior. 15. dan tekanan intra okuli. Insisi lumbal dijahit dengan menggunakan Prolene 10. Endophthalmitis Lanjut 1. Antibiotik kombinasi dan steroid diinjeksikan subkonjungtiva. Teknik-teknik yang dilakukan untuk pengeluaran lensa. digunakan untuk mengontrol infeksi dan inflamasi postoperatif dan diturunkan dosisnya dalam 4-6 minggu. 13. 4. Sliding technique 4. Prolapsus iris 4. Glaukoma 7. Cystoid macular edema (CME) 3. glaucoma and hyphaema) 6. Mata diperiksa seluruhnya terutama tajam penglihatan. 24 jam postoperative verban dibuka dan mata dibersihkan 2. yang menyebabkan perlekatan lensa ke probe. After cataract 2.30 atau lebih) dan dilakukannya iridektomi perifer sebelum pengeluaran lensa. . Dislokasi IOL 8. Dislokasi nucleus ke dalam vitreus Postoperatif Dini 1. antara lain : 1. Prolapsus dan degenerasi vitreus 4. Edema kornea 2. Hipermetropia tinggi absolute (menyebabkan kehilangan kekuatan konvergensi sekitar 18 dioptri dan bersifat absolute karena tidak ada bagian yang dapat mengkompensasi daya akomodasi) 2. Konjungtiva direposisikan menutup luka di daerah limbus.

. Implantasi IOL 2. Lebih banyak sinar UV (in A-band) yang sampai di retina Terdapat tiga metode yang digunakan untuk mengatasi masalah afakia : 1. Adanya ambliopia dan kadang-kadang anomali saraf optikus atau retina membatasi tingkat pencapaian pengelihatan pada kelompok pasien ini. h prognosis Prognosis penglihatan untuk pasien anak-anak yang memerlukan pembedahan tidak sebaik prognosis untuk pasien katarak senilis. Prognosis untuk perbaikan ketajaman pengelihatan setelah operasi paling buruk pada katarak kongenital unilateral dan paling baik pada katarak kongenital bilateral inkomplit yang proresif lambat.Perubahan persepsi warna 5. Aphakic spectacles Lensa sferis konveks dipakai untuk mengkoreksi afakia dengan kekuatan 10 dioptri untuk penglihatan jauh dan sekitar 13 dioptri untuk melihat dekat. Contact lenses Lensa kontak mengurangi magnifikasi bayangan hingga 3-4%. 3.