FILOSOFI RANCANGAN

E 0 R A S T A / 2T B/2

BAB I

1. 1.1.

Umum
Pendahuluan

Untuk mengetahui bentuk dan mengukur badan kapal dapat digunakan beberapa penggambaran atau pemroyeksian dari bentuk sebuah kapal terhadap bidang – bidang tertentu. Bentuk kapal yang 3 dimensi tersebut dapat diproyeksikan ke 3 bidang antara lain bidang horizontal, bidang datar vertikal memanjang dan bidang datar vertikal melintang yang masing – masing disebut dengan body plan, sheer plan dan half-breadth plan. Penggambaran – penggambaran proyeksi dari bentuk 3 dimensi kapal bentuk 2 dimensi dalam bebagai bidang yang disertakan dalam satu tampilan gambar yang berupa garis dan titik disebut dengan rencana garis (lines plan). Dalam perkuliahan di bidang teknologi kelautan dalam hal ini khususnya jurusan Teknik Kelautan mendapat mata kuliah yang mempelajari dan mengaplikasikan tentang pembuatan rencana garis. Hal tersebut bertujuan agar mahasiswa nantinya dapat merancang atau membuat rencana garis dari suatu kapal yang merupakan langkah awal dari pencapaian kemampuan mahasiswa dalam bidang – bidang pembelajaran berikutnya. Dalam pembuatan rencana garis terdapat beberapa metode yang digunakan, namun dalam pengerjaan tugas rencanan garis ini metode yang digunakan adalah metode Diagram NSP. Pencapaian yang diharapkan dalam pengerjaan tugas ini adalah mahasiswa dapat memahami dan mengerti tentang penggambaran bentuk bangunan lambung kapal apabila diketahui dimensi – dimensi utama dari kapal, penggunaan program – program bantuan dalam pengerjaan sebuah rencana garis (misal: excel, autocad, dll) dan pada akhirnya memiliki kemahiran, ketelitian dan keakuratan dalam merancang sebuah bangunan kapal.

2.

Tahap Pengerjaan
Ada beberapa tahapan dalam pengerjaan rencana garis, antara lain :

1.

Curve Sectional Area

CSA adalah kurva yang menunjukkan luasan kapal pada tiap – tiap station berdasarkan presentase luasan yang di dapat dari diagram NSP dikalikan dengan luasan midship, maka akan di dapatkan luasan kapal pada tiap stationnya. Caranya adalah mencari nilai prosentase area perstation dengan menggunakan tabel NSP yaitu dengan mengetahui

nilai VS/L disp, kemudian membuat garis datar dari angka tersebut dan membuat titik temu antara garis datar tersebut dengan garis – garis lengkung pada tabel NSP, ke udian ditarik garis vertikal dari titik tersebut dan mendapatkan nilai prosentase, untuk mengetahuin luasan tiap station maka dikalikan dengan luasan midship kapal.

2.

Body Plan Body plan merupakan gambar proyeksi dari setiap station yang ada apada kapal dari pandangan depan. Dalam menggambar body plan diperlukan A/2T dan B/2.

Kemuadian setelah dilakukan penggambaran sent line maka untuk half breadth kapal yang akan didesain dapat digambar dengan data pengukuran gambar body plan.3. Sebelum melakukan penggambaran Half Breadth Plan dilakukan penggambaran Sent line terlebih dahulu di mana data pengukuran sent line dapat diperoleh melalui gambar body plan. . Half Breadth Plan Breadth Plan merupakan sebuah gambaran irisan – irisan suatu kapal jika dilihat dari atas atau pada setiap Water Line (WL) pada kapal.

5. geldak utama yang bebentuk lengkung biasanya memiliki keuntungan dari sisi penambahan free board pada kapal tersebut. Sheer plan Merupakan gambar irisan – irisan kapal jika dilihat dari samping pada setiap buttock line yang telah ditentukan. Untuk membuat geladak utama yang bebrbentuk lengkung disertai dengan perhitungan – perhitungan tertentu yang dikenal dengan sheer. bullwark dan geladak timbul Geladak utama: Terdapat beberapa macam geladak utama pada kapal yaitu ada yang berbentuk lurus dan lengkung. Langkah pertama untuk membuat sheer standart yaitu dengan . geladak akil . Prinsip pada penggambaran sheer plan bahawa tedapat dua garis lurus yaitu garis yang menyatakan waterline dan station sedangkan terdapat satu garis lurus yang menyatakan buttock line. diproyeksikan perpotongan antara buttock line dengan water line pada hal breadth. • Geladak uatama.4. Penggambaran sheer plan dilakukan dari proyeksi half breadth plan. tetapi sebelumnya telah dilakukan penggambaran kapal beserta bentuk linggi haluan buritan dan yang sudah direncanakan sebelumnya.

• Geladak akil: Forecastle deck atau geladak akil merupakan bangunan yang letaknya berada tepat di atas geladak utama main deck) pada bagian haluan kapal.5 m diukur dari geladak utama (main deck).membagi panjang Lpp kapal yang akan didesain menjadi enam bagian sama panjang yaitu tiga bagian di depan midship dan tiga bagian lainnya di belakang midship.4 m samapai dengan 2. . Tinggi dari forecastle deck berkisar antara 2.

Kemudian mengenai panjang dari forecastle deck berkisar antara 5% sampai dengan 8% dari Lpp.

Bulwark Bulwark merupakan pagar yang terbuat dari plat yang terletak pada geladak tepi pada upperdeck, forecastle deck dan poop deck yang berfungsi sebagai pembatas untuk sisi kapal pada geladak paling rendah. Direncanakan setinggi 1 m diukur pada gelada terrendah.

Geladak kimbul Poop deck merupakan bangunan yang terletak di atas geladak utama (main deck) pada bagian buritan kapal dengan ketentuan ketinggian berkisar 2,4 m sampai dengan 2,5 m di ukur dari geladak utama (main deck).

BAB II DETAIL LANGKAH DAN PERHITUNGAN

1.

Penentuan Dimensi dan Ukuran Lainnya
Data kapal yang akan dikerjakan:

8% makadapat diketahui dengan menggunakan persamaan berikut Lwl=Lpp+ 2. Menentukan harga Lenght of Water Line (Lwl) Lenght of water line adalah garis pada sarat air (T) memanjang dari ujung kapal bagian buritan sampai dengan bagian haluan.• • • • • • Tipe kapal Panjang (Lpp) Lebar (B) Tinggi geladak(H) Sarat air (T) Kecepatan dinas (Vs) : Tanker : 99 meter : 19 meter : 10 meter : 7 meter : 12 knot Langkah selanjutnya adalah menghitung data tambhana yang akan digunakan untuk merancang rencana garis. Perhitungannya terdiri dari: 1.8% x Lpp . Telah ditentukan bahawa harga prosentase sebesar 2.

77 meter 2.8% x 99 Lwl=101. Menetukan harga Lenght of Displacement (Ldisp) Sesuai dengan pengertiannya bahawa Ldisp adalah panjang imajiner kapal yang hargnya dapat diperoleh dengan menambahakan Lwl dengan Lpp kemudian dbagi dengan dua maka akan diperoleh harga Ldisp Ldisp= 12 x ( Lpp+Lwl ) .Lwl=99+ 2.

Ldisp= 12 x ( 99+101.77 ) Ldisp=100.363 feet.208 feet. jadi panjang Ldisp dalam feet sebesar 329. . harga yang telah di dapat kemudian di pindahkan ke dalam kolom VS/L disp yg terdapat pada diagram NSP.39 meter Karena dalam penggunaan NSP dibutuhkan harga Ldisp berdimensi feet maka harga tersebut di konversikan ke dalam feet dimana 1 meter = 3. 3. Menentukan harga VS/L disp Harga ini berfungsi ketika menggunakan diagram NSP. Dalam perhitungan satuan Vs dalam knot dan Ldisp dalam satuan feet.

koefisien blok (Cb) dan koefisien prismatic (Cp) Cara untuk mengetahui Cm.7400 : 0.9901 : 0.VS/L disp = 12/329.661 4.7502 . Menentukan harga koefisien midship (Cm).363 VS/L disp = 0. Cp adalah dengan cara menarik garis lurus ke kanan nilai VS/L disp yang telah di dapat. Didapat nilai Cm Cb Cp : 0. Cb.

Menentukan luas midship (Am) Amidship adalah luas potongan vertical kapal pada bagian tengah – tengah badan kapal.9901 Amidship=131.68 m2 6.5. Am dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan Amidship=B x T x Cm Amidship=19 x 10 x 0. Menentukan volume displacement (Vdisp) Vdisp=Ldisp x B x T x Cb .

99 m3 .7400 Vdisp=9879.Vdisp=100.39 x 19 x 7 x 0.

kemudian setelah diketahui letak perpotongan dari setiap kurva mulai dari kurva 0 sampai dengan 20 ditarik garis lurus vertical ke atas maka akan memperoleh presentase midship mulai dari 0% sampai dengan 100% . setelah diketahui maka arik garis lurus kekanan menuju ke kumpulan kurva – kurva. koefisien blok. sebelumnya telah diketahui nilai dari VS/L disp . Menentukan Curve of Sectional Area ( CSA ) 2. dan koefisien prismatic. Membaca Diagram NSP Sebelum menggambar CSA kita harus mampu membaca diagram NSP. dari sna kita peroleh harga koefisien midship.1.2. Kemudia setelah itu kita cari presentase luas midship dari setiap station – station dengan menggunakan garis lurus mendatar tadi maka akan diketahui perpotongan antara garis lurus mendatar dengan kurva – kurva yang ada.

.

3. Untuk lebih jelasnya langkah – langkah dalam penggambaran CSA displacement kita uraikan sebagai berikut. 1. Menggambara lurus horizontal atau Lpp dengan ukurn sebenarnya. maka hubungan semuanya dengn menggunakan garis sehingga terbentuk kurva. .2. 2.2. Membuat CSA Displacement Sebelum menggambar CSA displacement maka kita tentukan terlebih dahulu skala yang akan kita gunakan. Kemudian bagi garis lurus horizontal tersebut (Lpp) menjadi 20 bagian sama panjang dengan penomoran dari kiri ke kanan yaitu ujung paling kiri diberi no 0 dan ujung paling kanan no 20. 4. Setelah tiap – tiap station selesai garis lurus ke atasnya. Kemudian selanjutnya utuk memperoleh gambar CSA yang proporsional maka gambar garis arah vertical yaitu garis yang mencerminkan besaran luas dari tiap station mulai dari station 0 sampai dengan station 20 harus diskala. Mengingat media gambar yang digunakan berupa sofware maka untuk garis arah horizontal yaitu panjang Lpp tanpa menggunakan skala tetapi dengan ukuran sebenarnya. Di setiap no tersebut tarik garis lurus ke atas sesuai nilai yang sudah didapat.

68 131.0661 4 400.0928 0.7625 2 197.2732 4 117.99 51.3666 131.68 131.68 131.00 88.6892 4 290.6833 4 526.8351 0.8194 2 241.1447 4 464.2646 67.68 131.5787 124.Station 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 % luas 0.7332 526.5869 -2035.5734 72.90 97.7332 131.6833 4 526.3666 131.1497 -2322.00 100.7332 131.70 100.68 131.23 0.68 131.00 100.4614 2 134.75 75.7041 2 249.68 131.6833 2 263.0000 2096.1996 1052.8519 1079.7332 0.8934 -997.6833 2 263.1090 46.2401 .68 131.7772 4 71.68 131.2971 -1185.15 55.23 22.68 131.70 98.9227 29.20 94.1032 127.0000 17.0000 -639.68 131.68 131.7332 131.68 131.20 91.6389 100.00 100.9808 -740.68 Luas Simpson Hasil 1 0.68 131.2867 2 92.9847 120.3817 1053.00 Aφ 131.4129 2559.9962 4 511.68 131.5516 2 263.00 13.5250 116.68 131.6833 4 526.6833 2 263.7567 98.8331 2801.0000 526.00 99.68 131.68 131.68 131.8857 131.6327 -1559.0000 1 0.00 100.1428 Lever -10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Hasil 2 0.68 131.3666 131.6570 -526.20 75.4082 129.7332 1580.0000 5925.9234 1449.50 35.9714 4 519.00 100.0000 1 0.7332 -526.

1%. Koreksi Volume Displacement= Vdisp rumus-Vdisp tabelVdisp rumusx 100% Perhitungan: Vdisp tabel= 13 x Ldisp20 x hasil 1 .5% sedangkan untuk koreksi LCB nilai yang diperoleh harus lebih kecil atau sama dengan ±0. • Koreksi Volume Displacement Koreksi volume displacemnet dapat ditentukan dengan cara. Dimana ketentuannya nilai koreksi volume displacement yang kita peroleh harus mempunyai nilai lebih kecil atau sama dengan ±0.Untuk memperoleh ketelitian yan akurat antara data kapal yang akan kita gambar dengan kapal pembanding maka kita lakukan koreksi volume displacement dan LCB.

3920 x 5925.3563 m3 Koreksi Vdisp= Vdisp rumus-Vdisp tabelVdisp rumusx 100% = 9879.99x 100% = -0.= 13 x 100.3% nilai koreksi memenuhi ≤ 0.35639879.1428 =9913.5% .99-9913.

• Koreksi LCB Koreksi Lenght of Center Bouyancy dapat ditentukan dengan menggunakan cara .39 . Koreksi LCB= LCBnsp-LCBtabelLCBnspx 100% Perhitungan: LCBnsp=persen LCBnsp x Ldisp =1.765% x 100.

7763 m LCBtabel= Ldisp20 x ∑hasil 2∑hasil 1 = 100.24015925.7758 m Koreksi LCB= LCBnsp-LCBtabelLCBnspx 100% .=1.1428 =1.3920 x 2096.

1% 2.= 1.3. 3. . Ujung – ujung CSA yang sudah dibuat diatas di fairkan hingga melalui titik ujung – ujung dari Lwl dengan mengurangi sedikit bagian lain agar volume tetap seperti semula. Lpp dibagi menjadi 20 bagian yang sama. dimana station 10 adalah midship kapal. dan dilakukan pembacaan luas station lagi pada titik pembagian yang baru. Dari tengah – tengah Ldisplacemnet diukurkan ke kiri dan kekanan yang panjangnya 0.7763-1.7763 x 100% =0.0% nilai koreksi memenuhi ≤ 0. Selanjutnya dengan perhitungan dapat dihitung letak titik tekan dengan memperhatikan cant-part dan demikian juga besarnya displacemnet volume kapal. 5. 2. Letak FP kapal tertentu yaitu diujung depan Lwl. Membuat CSA Lpp 1.77581.5 Lwl. 4.

9000 Hasil 2 0 24.4 0 24.5 6.0000 2 37.5000 0 24.4 .1 0 Simpson 1 4 1 Hasil 1 Lever 13.4 1 0.Tabel Cant Part Station AP B A Luas 13.

.

9600 89.99 80 49.6800 806.6800 1567.2400 Tabel Main Part .98 22.79 128.2000 211.02 70.1200 495.0000 -1440.68 131.2 95.4000 255.Station AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP Luas 13.1200 -1573.7200 -526.0000 526.8000 -1031.6000 0.68 131.3 105.7800 524.2000 -526.8 121.4000 2426.7200 0.6000 485.0000 -1362.1600 257.5000 160.5 40.0000 799.8800 2240.0000 -1682.67 130.7200 -1123.6800 Lever -10 -9 -8 -7 -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Hasil 2 -135.3600 526.0000 1271.2000 1022.0000 227.4000 0.0000 6028.0800 140.3600 526.5 113.9800 320.4000 263.4 0 Simpson 1 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 1 Hasil 1 13.3400 522.7200 263.68 131.89 131.68 131.7200 263.7200 526.1 131.0000 99.56 123.2000 -2674.6 127.4000 382.7200 -2475.

Sama seperti perhitungan CSA yang sebelumnya. • Koreksi Volume Lenght of Water Line Koreksi Vlwl= Vlwl rumus-Vlwl tabelVlwl rumusx 100% .5%. untuk memperoleh ketelitian yang akurat antara data kapal pembanding dengan kapal yang kita rancang maka harus diadakan koreksi Volume dengan ketentuan niali lebih kecil atau sama dengan 0.

6800 =9947.Perhitungan: Sebelumnya harus dihitung volume mainpart dan cantpartnya Vmp= 13 x Lpp20x hasil 1 mp = 13 x 9920 x 6028.3220 m3 Vcp= 13 x Lwl-Lpp2 x hasil 1 cp .

8318 m3 .77-992 x 37.5098 m3 Vlwl tabel=Vmp+Vcp =9947.= 13 x 101.5098 =9964.3220+17.900 =17.

7400 =10016.5% nilai koreksi memenuhi ≤ 0.Vlwl rumus=Lwl x B x T x Cb =101.40024-9964.40024 x 100% = 0.831810016.5% .77 x 19 x 7 x 0.40024 m3 Koreksi Vlwl= Vlwl rumus-Vlwl tabelVlwl rumusx 100% = 10016.

• Koreksi LCB Koreksi LCB= LCBnsp-LCBtabelLCBnspx 100% Perhitungan: LCBmp= Lpp20 x hasil 2 mphasil 1 mp = 9920 x -1682.3812 m .24006028.6800 = -1.

3812+9947.LCBcp= Lwl-Lpp2 x hasil 2 cphasil 1 cp+ Lpp2 = 101.3923 m LCBtabel= LCBmp+Vmp + LCBcp+VcpVlwl tabel = -1.3220+50.8318 .9000 + 992 =50.437.5098 9964.3923+17.77-992 x 24.

29-1.1% .28 m Koreksi LCB= LCBnsp-LCBtabelLCBnsp x 100% = -1.29--1.29 x 100% =0.0% nilai koreksi memenuhi ≤ 0.29 m LCBnsp= -1.= -1.

Pembuatan A/2T dan B/2 Pembuatan A/2T A/2T dapat didefinisikan sebagai perbandingan anatara luas station yang ada pada akapal dengan dua kali tinggi sarat kapal sehinggauntuk memperoleh nilai A/2T dilakukan pembagian nilai luas station yang ada apada kapal dengan nilai dua kali sarat kapal dimana nilai T (sarat air) pada kapal yang didesain ini sebesar 7 m. setengah lebar kapal pada Midship digambar terlebih dahulu kemudian 1 station didepan dan dibelakang Midship lebarnya dibuat sama (Paralel Middle Body) setelah itu dari FP kapal yang didesain ditambahkan panjang beberapa cm untuk penggambaran sudut masuk. Setelah itu dari setengah lebar kapal pada bagian Midship tadi ditarik garis kedepan menuju station 20 yang kemudian menyinggung sudut masuk yang telah digambar tadi dan .3.2. Dalam pembuatan B/2 suatu kapal langkah pertama yang dilakukan adalah mencari sudut masuk. 3. Sudut masuk tersebut dapat dicari melalui Grafik. Pembuatan B/2 Secara matematis B/2 dapat didefinisikan sebagai pembagian keseluruhan lebar kapal menjadi dua bagian.1. 3. Setelah diketahui nilai sudut masuknya.

e=LCBnspLdisp = -1. Jika gambar telah terbentuk maka akan diketahui nilai B/2 dari setiap station -2 sampai 20 untuk kemudian disajikan dalam bentuk Tabel. Sudut masuk merupakn suatu fungsi dari koefisien prismatik depan. Penentuan Sudut Masuk Seperti yang telah dibahas sebelumnya.29100. Berikut disajikan cara memperoleh nilai suatu sudut masuk.ditarik garis ke belakang menuju station -2.39 = -0. Garis yang terbentuk dibuat streamLine.4+Cpx e .0128 Cp f=Cp±1. untuk membuat B/2 diperlukan terlebih dahulu sudut masuk.

maka masukkan nilai – nilai itu ke dalam grafik di bawah ini.7502 x-0.7502-1.7502 x-0.4+0.=0.0128 =0.0128 =0.7778 Setelah menemukan nialai – nialai koefisien prismatic. .7502+1.4+0.7226 =0.

Penentuan sudut masuk berdasar koefisien prismatik depan φf Sudut masuk φf Bentuk V. untuk Cb besar Garis B/2 Sudut masuk FP Ditambah panjangnya untuk membulatkan garis air di FP (bentuk linggi haluan) . untuk Cb kecil Bentuk U.

3. Perhitungan Koreksi .3.

8 121.5 9.8421 9.1 131.4050 9.4 16.5707 5.8 0 Simpson 1 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 2 4 1 Hasil 3 24.3643 9.9643 2.8214 8.5700 1.Station AP 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 FP A 13.68 131.1 8.68 131.5 9.1114 8.6643 7.8586 5.79 128.2 24.4 16.68 131.68 131.67 130.2 0 475.3286 9.2 36.4057 9.8 .7143 3.8 7.4 9.2 95.56 123.1 8.4 19 38 19 38 19 38 19 38 19 38 18.1 6.0143 6.4057 9.99 80 49.8 36.0000 B/2 3 6.6000 0.98 22.5 9.5 9.4057 9.1 9.5 113.5 9.89 131.5 9.1286 8.5 9.2064 9.1 3.1 9.02 70.3 105.5 9.9 1.4 0 2T 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 A/2T 0.5 9.5 9.6 127.4057 9.4 7.5 40.

Station AP B A A 13.1000 1.0000 B/2 3.3 Awl mp=23 xLpp20 x Hasil 1 mp =23 x9920 x 475.0000 Simpson 1 4 1 Hasil 3.5 6.9643 0.8000 0.8 .1 7.4357 0.2 0 10.1 0 2T 14 14 14 A/2T 0.

14 m2 Awl cp=23 xLwl-Lpp2 x Hasil 1 cp =23 x101.=1570.657 m2 .14+9.5172 =1579.3 =9.5172 m2 Awl tabel=Awl mp+Awl cp =1570.77-992 x 10.

7198 Cw=13+23 x Cb lwl =13+ 23 x 0.7198 =0.8132 .Cb lwl=Cb xLppLwl =0.7400 x99101.77 =0.

6571572.5% .Awl rumus=Lwl x B x Cw =101.516 x 100% = -0.516-1579.77 x 19 x 0.8132 =1572.516 m2 Koreksi Awl=Awl rumus-Awl tabelAwl rumus x 100% =1572.

Body Plan . Pembuatan Body Plan dan Sent Line 4.4.1.

PLAN Bagian belakang dari pp C L Bagian depan dari pp B4/2 A4/2T B15/2 A15/2 T A Bagian kapal di atas garis air T T F E D C B A’ B’ C’ D’ E’ F’ T Bagian kapal di bawah garis air T Titik A. C.PENGGAMBARAN BODY . D. B. E dan F adalah perpotongan bodyplan station dengan garis A/2T. bila dihubungkan harus selaras (fair) .

data tersebut digunakan untuk merencanakan body plan. Sekarang kita dapat membuat bentuk tiap station dengan pertolongan planimeter bila dikerjakan dengan manual. sedangkan untuk bagian kiri adalah body plan bagian buritan. Untuk pengerjaan menggunakan autocad kita cukup menggunakan bantuan perintah hatch yang menutupi daerah yang akan dicari luasnya dan dengan melihat data pada properties sudah diketahui luas daerah tersebut. Sehingga ada dua bagian persegi panjang. Hal ini berlaku untuk setiap station dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini: . yaitu A/2T dan B/2 pada tabel. b) Dari data A/2T dan B/2. pada garis air T dari centre line diukurkan garis yang besarnya A/2T sehingga berbentuk persegi panjang ABCD. Langkah-langkah secara terperinci dapat dijelaskan sebagai berikut : a) Pertama kita buat persegi panjang dengan B sebagai sisi panjang dan T sebagai sisi lebar.Body plan merupakan bentuk potongan kapal tiap stationnya pada arah melintang vertikal. Kemudian bagi 2 bagian dengan sebuah garis yang mana inilah yang dinamakan Centre Line . Sebelum kita membuat body plan kita gambar terlebih dahulu lengkungan bilga dengan radius R. untuk bagian kanan adalah untuk body plan bagian haluan. Kemudian dari centre line kita ukur B/2 kemudian kita buat bentuk body plan. Dengan melihat dahulu data-data.

d) Sedangkan untuk station pada paralel middle body.c) Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan body plan adalah luasan ROE harus sama dengan luasan AOS. maka luasannya langsung diketahui. garis ini berfungsi sebagai koreksi terhadap bentuk base line kapal. 4. tidak lagi menggunakan cara diatas. Jika menggunakan autocad maka luasannya dapat dicari dengan perintah hatch dan melalui properties dari luasannya.2. melainkan menggunakan perhitungan jari-jari bilga.π14 =1. dan untuk mengetahui luasannya dapat dibantu dengan alat yang disebut planimeter.749 e) Setelah semua station baik pada bagian haluan maupun buritan tergambar pada body plan selanjutnya adalah membuat garis sent ( sent line ) atau bilge diagonal expended serta membuat garis stream line yang merupakan garis perpotongan antara station dengan garis A/2T. Adapun untuk perhitungan jari-jari bilga telah didapat pada perhitungan sebagai berikut: R= 12 x ( B x T )-Am1. Sent Line .

titik itu digambarkan pada tiap section dengan posisi dibawah garis Lwl.Membuat Sent Line dengan cara menarik garis diagonal pada kedua sisi Body Plan dimulai dari center line kesisi bawah center line dan diukur jarak tiap kurva section dengan titk awal garis diagonal tadi. Setelah data Sent Line didapat kemudian digambarkan dengan cara mengambar garis lurus sepanjang Lwl yang dibagi persectionnya dan selanjutnya titik . Penggambaran garis ini harus secara stream line. Setelah diketahui dimension (jarak) garis sent line antara center line dengan masing – masing station. . langkah selanjutnya adalah mentransformasi jarak (dimensi) tersebut ke proyeksi Half Breadth.

P embuatan Sheer Plan dan Half Breadth Plan 5. Membuat haluan dan buritan .5.1.

Linggi haluan dengan bulbous-bow digambar dengan teknik tertentu. Untuk besarnya clearance didapat pada Lloyd Register . bentuk sendok (cruiser) atau terpotong (transom) dsb. Norske Veritas . . Sudut kemiringan ± 150.Linggi haluan (stem) ark) Kubu-kubu (bulw il Geladak ag deck) (forecastle ain deck) Geladak utama (m Garis air Sekat tubrukan (collision bulkhead) Ceruk depan ± 150 Lunas (keel) FP Garis dasar Bentuk dari stem harus disesuaikan bentuk dari bow line. dengan atau tanpa sepatu linggi. Sedangkan bentuk linggi buritan tergantung dari diameter propeler yang dapat diambil = 0.6T – 0.Bentuk linggi buritan tergantung konstruksinya. dll.7 T. untuk single atau twin-screw. sedang diameter boss =1/6 diameter propeler. Dewasa ini linggi haluan dibuat dari pelat dan bentuknya makin keatas makin membesar jari-jarinya.

35) 7 = 2.84 m b = (0.65) 7 = 4.D = (0.2 m a = (0.12) 7 = 0.35) T = (0.35) 7 = 2.45 m e = (0.65) T = (0. Membuat Sheer Plan .35) T = (0.2.45 m 5.12) T = (0.

954 m c = 50 (LPP/3 + 10) = 50 (99/3 + 10) = 2150 mm = 2. Masing-masing digaris dan dibuat sesuai dengan ukuran peraturan sheer standar untuk kapal sebagai berikut : • Di depan Midship a = 5. maka LPP dibagi menjadi 6 bagian.6 mm = 0.6 ( 99/3 + 10 ) = 240. Tetapi saya membuat sesuai aturan sheer standar.2 (99/3 + 10) = 954.150 m .241 m b = 22.8 mm = 0.Dalam membuat sheer untuk tipe tanker tidak harus mengikuti aturan standar. Pembagian tersebut meliputi 3 bagian di depan Midship dan 3 di belakang midship.2 (LPP/3 + 10) = 22. Jika menggunakan aturan perhitungan sheer standar.6 (LPP/3 + 10) = 5.

.1 (LPP/3 + 10) = 11. Bulwark dan Poop deck Forecastle Deck Forecastle deck merupakan bangunan yang terletak tepat diatas main deck pada bagian haluan yang memiliki ketinggian 2.477 m z = 25 (LPP/3 + 10) = 25 (99/3 + 10) = 1075 mm = 1. sedangkan untuk panjang dari bangunan ini ditentukan panjangnya mencapai Collision Bulkhead atau 5% LPP sampai dengan 8% dari FP.1.• Di belakang Midship x = 2.4 mm = 0. Membuat Forecastle deck.1 (99/3 + 10) = 477.8 (99/3 + 10) = 120.3 mm = 0.120 m y = 11. 5.3.3.5 meter diukur dari geladak utama (upper deck side line).8 (LPP/3 + 10) = 2. Serta diletakkan tepat pada frame/gading.1 m 5.4-2.

19 15 0 0 256.60 0 0 0 13912.71 H 0 T 11968.09 11954.99 939.65 012326.10 9.6 WL 5 WL 4 BULWARK WL 3 FORECASTLE DECK WL 2 MAIN DECK WL 1 WL 0.06 10 13089.2. 9 10 1 0AP 0 11 0 7722.17 0 0 0 0 15169.73 11714. forecastle deck dan poop deck yang berfungsi sebagai pembatas untuk sisi kapal pada geladak paling rendah.89 0 11019.88 10954.00 11832.15 40. Bulwark BODY PLAN SHEER PLAN BULWARK FORECASTLE DECK BULWARK FORECASTLE DECK N SHEER PLAN ECK POOP DECK x y MAIN DECK MAIN DECK UPPER DECK CENTER LINE UPPER DECK SIDE LINE z a b c d UPPER DECK CENTER LINE UPPER DECK SIDE LINE E d c b a S E T N H PLAN ORDINATE OF HEIGHT ABOVE BASELINE TABLE ORDINATE OF HEIGHT ABOVE BASELINE 5 0 0 939. A Approved by : A A B.ST.17 11968.10 12628. V DEPARTMENT O LINES PLAN Scale Drawn by : 1 : 100 Signature Date 2005 May 4th 2005 May 9th 4 204.53 11627.5.71 34.71 0 11816.77 0 0 14317.97 0 8398.74 12966.S .25 0 12102.02 12335.00 11832.54 B 7.73 BULWARK LOA 16 LPP 0 18 437.81 10831.27 1578.54 PRINCIPAL LOA LPP B H T Cb TYPE 0 0 0 0 0 11627.49 634.74 0 12966.58 0 5942.81 10831.72 0 0 GENERAL CARGO 9063.72 0 14564.73 16 BL 1 0 0 0 BL 2 167. A Approved by : A A B.53 0 10627.00 m 13089.DINARIYANA DP.00 10714.91 0 13704.520 10787. pada lengkung HALF BREADTH PLAN lebih bulwark ekstrem dibuat rapat.88 10954.91 0 0 PRINCIPAL DIMENSION 17 0 2 12 0 3 13 0 0 4 0 14 0 0 5 0 15 0 0 6 0 16 0 7 0 17 0 18 8 437.99 11627. Direncanakan setinggi 1000 mm diukur pada geladak 6 0 SENT LINE 7 0 8 0 terendah.40 11663.71 34.96 5 99 26 10890.04 13089.16 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12665.72 0 12335. R : WIJAYA ADITYA.DINARIYANA DP.40 11663.02 Cb 0 0 TYPE 0 0 124.5 WL 0 BULWARK FORECASTLE DECK MAIN DECK z y x C L Bulwark merupakan pagar yang terbuat dari plat yang terletak pada geladak tepi pada upper deck.72 0 5794.07 13912.04 11411.04 13089.25 12102. R Supervised by : Ir. x.5 WL 0 LWL WL 6. SOEMARTOJO W.53 0 BL 3 10714. H.20 9040.00 11624.970 10714.605 GALI LO LINE Scale Drawn by : 1 : 100 : WIJAYA ADITYA. y dan z = setengah lebar station bantu pada gambar halfbreadth plan.34 10663.99 11627.27 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 12 0 0 0 13 0 0 0 14 0 0 40. H.09 393.47 SEPULUH NOPEMBER INSTITUTE OF TECHNOLOGY FACULTY OF MARINE TECHNOLOGY DEPARTMENT OF MARINE ENGINERING FACULTY OF SEPULUH NOPEMBER I GALI LOBANG M .00 m 14564.34 10663.00 11085.84 7.3.29 11324.62 3241.27 18.18 0 11203.66 0 13528.19 0 0 0 256.20 0 m 12665. Ketinggian station bantu c dan d hampir sama maka pada body plan hampir berimpit LWL WL 6.93 10600.95 11600.04 10627.73 11788. SOEMARTOJO W.42 167.60 m 0 8.93 10600.26 0 10890.04 0 0 1667.21 13333.09 11954.95 11600. c dan d = station bantu Jarak station bantu tidak selalu sama.06 15169.65 12326.00 11715.23 0 11027.00 11715.27 0.32 2457.84 m 19 FP 116.32 0 10.04 0 11679.00 11085. b.21 13333.6 WL 5 WL 4 WL 3 WL 2 WL 1 WL 0.55 0 0 17.46 15601.64 0 0 19 FP 9 9063.60 10787.42 S E N T S E N T C L a.71 0 0 10773.49 0 634.00 0 0 10714.93 6435.64 0 0 0 16808.52 0 0 11890.53 CASTLE 11788.47 0 0 0 0 0 11890.29 0 0 0 0 0 0 0 0 11324.64 10773.46 15601.MES Supervised by : Ir.97 MAIN DECK 0 0 0 POOP DECK 0 0 0 FORE11714.64 0 16808.96 0 1578.10 0 12628.

Poop Deck Poop deck merupakan bangunan yang terletak diatas main deck pada bagian buritan yang memilki ketinggian 2. Di atas poopdeck terdapat plat dengan tinggi 200 mm. Panjang kamar mesin ±15%Lpp. yang berfungsi untuk mempermudah didalam pengelasan dan sebagai pelindung supaya benda yang jatuh di deck tidak langsung jatuh ke air.5.5 meter diukur dari geladak utama (upper deck side line) sedangkan untuk panjang dari bangunan ini tidak ditentukan besarnya sehingga direncanakan sepanjang jarak antara ujung kapal pada bagian buritan sampai pada sekat depan kamar mesin dan ditempatkan tepat pada frame/gading.3. .3. ruang penyimpanan. Poop deck berfungsi sebagai tempat peralatan tambat.

tetapi di geladak akil (forecastle deck) tetap dipakai kubu-kubu.5. Rumus yang dipakai : Chamber = 1/50 B = 1/50 (19) = 0. dasar kapal dinaikkan miring (rise of floor) Kubu-kubu (bulwark) untuk melindungi ABK jatuh kelaut dan menahan hempasan ombak ke atas kapal.4. Kapal tangki umumnya tidak memakai kubu-kubu melainkan memakai pagar (railling). Membuat LENGKUNG MELINTANG GELADAK UTAMA penyangga ( stay ) 1m Kubu-kubu (bulwark) Camber = 1/50 B Deck centreline Deck sideline 100-200 mm f H T rise of floor (kalau ada) CL Untuk Cb besar.38 m . Tinggi 1 meter. Chamber Chamber adalah lengkungan geladak/deck dalam arah melintang dan berfungsi untuk memperkuat geladak dan mempercepat keluarnya air bila ada yang masuk. dasar kapal datar (flat bottom) Untuk Cb kecil.

Selanjutnya diukur jarak tiap kurva masing-masing station dengan centre line untuk tiap water linenya. Garis WL diukur mulai Base Line (garis dasar kapal). WL 0. WL 1. Membuat Half Breadth Plan Half breadth plan ini merupakan gambar irisan-irisan kapal jika dilihat dari atas.5. WL 5. Pada umumnya garis WL dibuat berdasarkan ukuran meter dan ukuran bagian atau titik dimana sarat kapal dibagi atas ketinggian yang sama. Selanjutnya setelah WL dan BT maka dilanjutkan .5. dalam kapal ini menggunakan 4 battok line.5. berikutnya adalah menggambarkan Battok Line (BT) pada half breadth plan. WL 4. Untuk membuatnya pertama-tama yang harus dilakukan adalah menentukan jumlah water line (WL) yang akan dibuat. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini: Setelah body plan selesai dibuat. WL 3. WL 2. pada setiap garis air (water line). langkah selanjutnya adalah membuat Half Breadth Plan. dan WL 6. Pada kapal dalam laporan ini dibagi atas 8 WL yaitu WL 0. Semua WL digambar dalam half breadth plan sesuai dengan jarak WL terhadap CL pada tiap-tiap station.

Sent line ini diukur mulai dari CL pada titik teratas sampai pada perpotongan antara sent line dengan station.6. dalam penggambaran sent line tidak ada ketentuan bentuk yang paling benar. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini: . Pembuatannya adalah berdasarkan data pada half breadth plan.menggambar Sent Line pada half breadthplan. Bentuk yang dianjurkan adalah bentuk kurva yang stream line. 5. Membuat Buttock Line Buttock line adalah garis yang menyatakan bentuk irisan kapal jika dibuat dari samping.

Garis-garis vertikal ini jika dipotongkan dengan garis-garis air (water lines) pada sheer plan yang sesuai pada half bread plan. Lalu dari perpotongan antara garis-garis lurus itu dengan garis-garis air (water lines).Caranya adalah pertama kita bagi ½ lebar kapal menjadi 4 bagian yang sama baik pada body plan maupun pada half breadth plan. maka akan terbentuk titiktitik yang jika dihubungkan akan terbentuk buttock line. Penyelesaian Gambar . 6. dengan cara menarik garis lurus ke atas. kita proyeksikan ke sheer plan.

.

.LAMPIRAN DAFTAR ISTILAH YANG DIPAKAI Loa = Lenght Over All Panjang kapal keseluruhan diukur dari ujung buritan sampai ujung haluan.

Lwl = Length water line Yaitu panjang antara titik potong garis air dan linggi haluan sampai titik potong garis air dengan linggi buritan. T = draught (Sarat air) Yaitu jarak tegak dari base line sampai garis air muat. Loa = Length over all Yaitu panjang keseluruhan yang diukur dari ujung haluan sampai ujung buritan.Lwl = Lenght of Water Line Merupakan panjang garis air yang diukur mulai dari perpotongan linggi buritan dengan garis air muatan penuh sampai pada perpotongan linggi haluan dengan garis air muatan penuh Ldisp = Length of Displacement Merupakan panjang kapal imajiner yang terjadi karena adanya perpindahan fluida sebagai akibat dari tercelupnya badan kapal Volume Disp = Merupakan volume perpindahan fluida (air) sebagai akibat adanya badan kapal yang tercelup dibawah permukaan air Am = Merupakan luasan bagian tengah kapal yang dipotong secara melintang yang memiliki lebar B dan tinggi T Lpp = Length between perpendicular Yaitu panjang antara garis tegak buritan (AP) dan garis tegak haluan (FP). yang diukur pada garis air muat. .

Vs = Kecepatan Rata-rata kapal. AP = After peak Perpendicular Yaitu garis tegak buritan yang diukur pada sumbu poros kemudi. = Proyeksi bentuk potongan-potongan badan kapal secara melintang pada setiap station dilihat dari depan dan belakang. Tm = Draught Moulded. Midship Base Line Center Line Station Body Plan = Potongan melintang pada sisi tengah kapal. . FP = Fore peak Perpendicular Yaitu garis tegak haluan yang diukur pada perpotongan linggi haluan dengan garis air. Yaitu kecepatan rata-rata kapal pada saat dinas pelayaran. = Pembagian panjang kapal menjadi 20 bagian dengan jarak yang sama. Yaitu tinggi air diukur pada AP dan FP terhadap moulded base line sebagai dasar ukur.Bm = Breadth moulded Yaitu lebar kapal tanpa memperhitungkan kulit. = Merupakan garis dasar kapal mulai dari keel plate = Potongan memanjang pada sisi tengah kapal. Hm = Depth Moulded Yaitu jarak vertikal dari moulded base ke geladak terus menerus keatas diukur pada sisi tengah kapal.

. atau dengan kata lain perbandingan antara volum displacement dengan suatu balok. Fore Castle Deck Chamber Sheer Coefficient Block = Geladak yang langsung terletak diatas geladak utama dibagian depan.Water Line = Proyeksi bentuk potongan-potongan badan kapal secara memanjang horizontal. = Lengkungan geladak kearah memanjang kapal.umumnya digunakan sebagai ruang akomodasi dan ruang ABK. Poop-Deck = Geladak yang langsung terletak diatas geladak utama di bagian belakang kapal. Sent = Garis yang ditarik pada salah satu atau beberapa titik yang terletak di garis tengah ( centre line ) dan membuat sudut dengan garis tengah. lebar (B). = garis geladak utama kapal dari ujung haluan sampai ujung buritan kapal. Bulwark Upper deck = Pagar agar orang yang bekerja tidak mudah jatuh ke laut. = Lengkungan kemiringan geladak kearah melintang kapal. = perbandingan antara volum kapal dengan perkalian panjang (Lpp). Coefficient Midship = perbandingan antara bentuk bidang tengah kapal (midship) dengan bidang yang dibentuk oleh sarat kapal dan lebar kapal. Buttock Line = Garis proyeksi vertikal body plan yang mempunyai jarak dari Center Line ke tepi menuju setengah lebar kapal. dan Sarat kapal (T). Coefficient Prismatik = perbandingan antara bentuk kapal dibawah sarat ( volum displacement) dengan sebuah prisma yang dibentuk oleh bidang tengah kapal dan panjang kapal.

Propulsion and Steering of Ship.DAFTAR PUSTAKA Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Ir. 1968 Diktat Rencana Garis. FTK – ITS. 1968 Resistance. DR. WBA. Von Lammeren .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful