PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT MELALUI PROGRAM

PEMBERDAYAAN KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN USAHA
MENENGAH
Oleh :
Ir. Wayan Suarja AR, MBA

I. PENDAHULUAN
Pada kesempatan ini saya mengungkapkan terima kasih kepada Panitia
Hari Pers Nasional 2007 yang telah memberi kesempatan sebagai salah
satu narasumber pada diskusi yang lebih fokus pada topik Upaya-Upaya
Pengentasan Masyarakat dari Kemiskinan.
Selanjutnya saya juga mengucapkan selamat pada jajaran pers dan
media massa Indonesia yang saat ini merayakan “Hari Pers Nasional”
dengan harapan semoga pers dan media massa nasional tetap jaya dan
mampu berkarya nyata mendorong terwujudnya cita-cita bangsa
Indonesia yang aman, adil dan sejahtera,
Saya juga menyambut baik diskusi dengan topik kemiskinan ini dengan
bukti nyata betapa besarnya perhatian dari jajaran pers/media massa
akan keberadaan rakyat Indonesia yang tengah berupaya mengejar
ketertinggalan di segala bidang, termasuk upaya-upaya
pengentasan masyarakat dari kemiskinan.

II. KONDISI UMUM
Persoalan kemiskinan merupakan persoalan klasik dan kenyataan
kompleks dan bersifat multidimensi yang harus dihadapi oleh bangsa
Indonesia. Menurut BPS, pada tahun 2004, jumlah penduduk miskin
mencapai 36,146 juta jiwa (16,66% dari total jumlah penduduk).
Berbagai masalah yang dialami oleh masyarakat miskin menunjukkan
bahwa kemiskinan bersumber dari ketidakberdayaan dan
ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi hak-hak dasar,
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




1
kerentanan masyarakat menghadapi persaingan usaha, konflik dan
tindak kekerasan, lemahnya penanganan masalah kependudukan,
ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender, dan kesempatan
pembangunan yang menyebabkan masih banyaknya wilayah yang
dikategorikan tertinggal dan terisolasi. Selain itu masalah kemiskinan
juga memiliki spesifikasi yang berbeda antar wilayah perdesaan,
perkotaan serta permasalahan khusus di wilayah pesisir dan kawasan
tertinggal.
Masalah kemiskinan di Indonesia juga ditandai dengan rendahnya mutu
kehidupan masyarakat, yang diindikasikan oleh Indeks Pembangunan
Manusia (IPM) dan Indeks Kemiskinan Manusia (IKM). IPM dan IKM
mempunyai komponen yang sama, yaitu angka harapan hidup (tingkat
kesehatan), penguasaan ilmu pengetahuan (tingkat pendidikan) dan
standar kehidupan yang layak (tingkat ekonomi), Pada IPM standar hidup
layak dihitung dari pendapatan per kapita, sementara IKM diukur dengan
persentase penduduk tanpa akses terhadap air bersih, fasilitas
kesehatan dan balita kurang gizi. Pada tahun 2003 IPM Indonesia pada
peringkat 112 dari 175 negara, sementara IKM pada peringkat 33
dari 94 negara, jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti
pada tabel berikut :

Negara IPM peringkat
IKM Peringkat
¦|s|sss(s ee.+ Ie ä.¦ ä
|(ass| |s(asss|sm eI.I ¦| · ·
Ms|s¡s|s Iä.| ¦e · ·
I|s||ssi Iä.e I+ |I.ä I+
|||||s|ss I¦.| e¦ |+.e Ie
\|stssm äe.e ||ä |ä.ä ¦ä
|aáaaes|a BB.Z ||Z |7.B BB
|sm|si|s ¦¦.ä |¦| +I.e I¦
M¡ssms( ¦+.ä |¦| I¦.I +¦
|sss ¦I.¦ |¦¦ +| ää
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




2
Dikutip dari: ||(s|ts(st ||t| Mss¡s(s|st·|ss|ss ||. 1as| I||¦

Dalam kaitan tersebut, terkait dengan konteks strategi penanggulangan
kemiskinan, yang patut dipahami adalah bahwa kemiskinan tidak hanya
diukur sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga karena tidak
terpenuhinya hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang
atau sekelompok orang, laki-laki dan perempuan dalam menjalani
kehidupan secara bermartabat. Hak-hak dasar tersebut mencakup
antara lain: pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air
bersih, pertanahan, sumberdaya alam dan lingkungan hidup, rasa aman
dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan, dan hak untuk
berpartisipasi dalam kehidupan sosial ekonomi dan politik, baik laki-laki
maupun perempuan.
Upaya penanggulangan kemiskinan tidak terlepas dari penciptaan
stabilitas ekonomi, perluasan kesempatan kerja, dan peningkatan
pendapatan masyarakat. Secara global, upaya menanggulangi
kemiskinan telah memperoleh momentum dan toleransi masyarakat
global dengan disepakatinya tujuan Millenium Development Goals
(MDGs). Hal ini tentu menjadi tanggungjawab bersama, yang merupakan
kewajiban moral dan menjadi amanat konstitusi dimana dalam
implementasinya tidak hanya ditangani oleh pemerintah namun
melibatkan seluruh elemen bangsa ini.

III. PROGRAM PEMBERDAYAAN KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN
MENENGAH TAHUN 2006
Dalam kaitan dengan peningkatan kesempatan kerja dan berusaha,
maka pemenuhan terhadap hak atas pekerjaan tersebut secara langsung
atau tidak langsung dipengaruhi salah satunya oleh kebijakan
pengembangan Koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah, disamping
juga sektor riil dan perdagangan. Pengembangan Koperasi, Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) memiliki potensi yang besar dan
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




3
strategis dalam rangka mengurangi kemiskinan, mengingat pertumbuhan
dan aktifnya sektor riil yang dijalankan oleh KUMKM mampu memberikan
nilai tambah bagi masyarakat, yaitu tersedianya lapangan kerja dan
meningkatnya pendapatan. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok
KUMKM dapat menjadi penyeimbang pemerataan dan penyerapan
tenaga kerja.
KUKM sebagai asset dapat diandalkan sebagai penggerak roda ekonomi
masyarakat di pedesaan, perkotaan bahkan di daerah tertinggal. Secara
sepintas posisi koperasi di Indonesia menunjukkan bahwa jumlah
koperasi meningkat dari 130.730 unit pada tahun 2004 menjadi 138.411
unit pada tahun 2006 (meningkat sebesar 5,88%), sedangkan jumlah
anggota pada tahun 2004 sebanyak 27.523.053 orang, dan tahun 2006
jumlah anggota 27.042.342 orang.
Sementara itu berdasarkan data BPS, sampai dengan tahun 2005, jumlah
UKM mencapai 44,69 juta unit terdiri dari 44,62 juta unit UK dan 67.765
unit UM, jumlah tersebut merupakan 99,99% dari pelaku usaha nasional.
Terdapat 5 (lima) sektor dengan jumlah unit usaha terbesar yaitu:
Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan dengan jumlah
26.261.412 unit (26.259.805 UK dan 1.607 UM); Perdagangan, Hotel dan
restoran sebanyak 10.197.812 unit (10.172.227 UK dan 25.585 UM);
Industri Pengolahan sebanyak 2.808.949 unit (2.795.237 UK dan 13.712
UM); Pengangkutan dan Komunikasi sebanyak 2.705.849 unit
(2.702.552 UK dan 3.297 UM); Jasa-jasa sebanyak 2.314.008 unit
(2.307.261 UK dan 6.747 UM).
Berkaitan dengan upaya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat,
maka beberapa kegiatan pokok yang dilakukan Kementerian Koperasi
dan UKM dalam rangka program memberdayakan KUMKM antara lain :
a. Program penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi Koperasi
dan UKM. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui
program ini, yaitu:
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




4
1) Fasilitasi dan penyediaan kemudahan dalam formalisasi usaha
dengan mengembangkan pola pelayanan satu atap untuk
memperlancar proses dan mengurangi biaya perijinan;
2) Penyempurnaan peraturan perundangan, seperti UU tentang
UKM, UU tentang Perkoperasian, dan UU tentang Wajib Daftar
Perusahaan, beserta ketentuan pelaksanaannya dalam rangka
membangun landasan legalitas usaha yang kuat, dan
melanjutkan penyederhanaan birokrasi, perijinan, lokasi, serta
peninjauan terhadap peraturan perundangan lainnya yang
kurang kondusif bagi UMKM terutama peninjauan terhadap
pemberlakuan berbagai pungutan biaya usaha, baik yang
sektoral maupun spesifik daerah;
3) Memperbaharui/memulihkan hak-hak legal, antara lain dengan
memperbaharui/ memulihkan surat-surat ijin usaha melalui
prosedur dan mekanisme yang sederhana, mudah dan cepat
serta tanpa pungutan. Bila memungkinkan bahkan cukup
dengan sekedar melapor/mendaftar saja;
b. Program pengembangan sistem pendukung usaha KUKM.
Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini, yaitu :
1) Perluasan sumber pembiayaan, khususnya skim kredit
investasi dan penyediaan skim pembiayaan ekspor melalui
lembaga modal ventura dan lembaga non bank lainnya,
terutama yang mendukung UKM;
2) Penguatan jaringan pasar domestik produk-produk UKM dan
anggota koperasi, melalui pengembangan lembaga
pemasaran, jaringan/kemitraan usaha, dan sistem transaksi
usaha yang bersifat on-line, terutama bagi komoditas unggulan
berdaya saing tinggi;
3) Penguatan infrastruktur pembiayaan bagi petani dan nelayan
di perdesaan dan pengembangan skim-skim pembiayaan
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




5
alternatif seperti sistem bagi hasil dana bergulir, sistem
tanggung renteng atau jaminan tokoh masyarakat setempat
sebagai pengganti agunan, penyuluhan perkoperasian kepada
masyarakat luas;
4) Fasilitasi pengembangan skim penjaminan kredit melalui
kerjasama bank dan lembaga asuransi, dan fasilitasi bantuan
teknis kepada BPR dan Konsultan Keuangan Mitra Bank
(KKMB) untuk meningkatkan penyaluran kredit bagi sektor
pertanian;
5) Penyediaan dukungan pengembangan usaha mikro tradisional
dan pengrajin, melalui pendekatan pembinaan sentra-sentra
produksi/klaster disertai dengan dukungan penyediaan
infrastruktur perdesaan;
6) Bantuan perkuatan untuk KSP/USP yang masih dapat
melakukan kegiatan;
7) Memfasilitasi UKM untuk dapat berdagang di pasar darurat
yang disediakan Departemen Perdagangan.
c. Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan
kompetitif KUKM. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui
program ini, yaitu:
1) Bantuan teknis dan pendampingan teknologi kepada
pemerintah daerah, masyarakat dan UKM di wilayah
perbatasan (melalui pengembangan agroindustri unggulan dan
agroforestry bernilai ekonomis tinggi, dan perbaikan
mutu/kualitas benih genetik);
2) Penyediaan sistem insentif dan pembinaan untuk memacu
pengembangan wirausaha baru UKM berbasis teknologi,
berorientasi ekspor, pengembangan inkubator teknologi dan
bisnis serta pemberian dukungan pengembangan kemitraan
investasi antar UKM;
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




6
3) Pemasyarakatan kewirausahaan, penyediaan sistem insentif
dan pembinaan untuk memacu pengembangan wirausaha
baru UKM berbasis teknologi, berorientasi ekspor, sub kontrak
dan agribisnis/agroindustri;
4) Pendataan ulang/revitalisasi kelembagaan KUKM;
5) Bantuan perkuatan alat/sarana usaha berupa kapal penangkap
kapal ikan yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap
bersama Departemen Kelautan dan Perikanan.
d. Pemberdayaan usaha skala mikro. Kegiatan pokok yang akan
dilaksanakan melalui program ini, yaitu:
1) Peningkatan kesempatan dalam berusaha dengan penyediaan
kemudahan dan pembinaan teknis manajemen dalam memulai
usaha, perlindungan usaha, tempat berusaha wirausaha baru,
dan penyediaan skim-skim pembiayaan alternatif untuk usaha;
2) Penyelenggaraan pelatihan budaya usaha dan perkoperasian
serta fasilitasi pembentukan wadah koperasi di daerah
kantong-kantong kemiskinan;
3) Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas layanan
LKM dan KSP di sektor pertanian dan perdesaaan antara lain
melalui pembentukan sistem jaringan antar LKM dan antara
LKM dan bank;
4) Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah melalui
pendekatan klaster di sektor agribisnis dan agroindustri disertai
pemberian kemudahan dalam pengelolaan usaha, termasuk
dengan cara meningkatkan kualitas koperasi sebagai wadah
organisasi untuk meningkatkan skala ekonomi usaha dan
efisiensi kolektif;
5) Memfasilitasi sarana usaha bagi usaha skala mikro, yang
berlokasi di sekitar tenda-tenda penampungan, dan pasar
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




7
darurat yang pelaksanaan dikoordinasikan oleh Departemen
Perdagangan;
6) Peningkatan kredit skala mikro dan kecil serta peningkatan
kapasitas dan jangkauan pelayanan KSP/USP;
7) Peningkatan pengetahuan dan kemampuan kewirausahaan
pengusaha mikro dan kecil.


e. Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi. Kegiatan pokok
yang akan dilaksanakan melalui program ini, yaitu:
1) Fasilitasi penguatan lembaga dan organisasi berbasis
masyarakat di perdesaan berdasarkan identifikasi best
practices dan lessons learned program-program
pemberdayaan masyarakat;
2) Peningkatan pelayanan lembaga perkoperasian dan UKM
pada zona aman bencana terhadap kelompok kegiatan
ekonomi terdekat yang terkena bencana.
Program-program tersebut diupayakan untuk meningkatkan kegiatan
ekonomi sektor riil sehingga dapat membuka lapangan kerja yang
luas, meningkatkan nilai tambah produk, peningkatan daya beli
masyarakat, dan meningkatkan pendapatan Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah (UMKM), yang pada gilirannya diharapkan akan mampu
menurunkan kemiskinan.
Secara khusus, sejak tahun 2006 dan tahun 2007 ini Kementerian
Koperasi dan UKM juga telah mengembangkan berbagai bentuk dan
skema pemberian dukungan perkuatan melalui beberapa kegiatan
program sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari program pokok
sebagaimana tersebut di atas, sebagai berikut :
1. Program Pembiayaan Usaha Mikro
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




8
a. Program Pembiayaan Produktif KUM Pola Konvensional
Sebagai kelanjutan implementasi Tahun Keuangan Mikro
Indonesia (TKMI) pada tahun 2006 ini, Kementerian Koperasi
dan UKM melalui dukungan perkuatan permodalan akan
memfasilitasi sebanyak 840 KSP/USP-Koperasi masing-
masing senilai Rp. 100 juta.
b. Program Pembiayaan Produktif KUM Pola Syariah
Program ini bertujuan untuk memberdayakan pengusaha kecil
dan mikro melalui kegiatan usaha berbasis pola syariah serta
memperkuat peran dan posisi KJKS/UJKS sebagai instrumen
pemberdayaan usaha mikro. Pada Tahun Anggaran 2006
menurut rencana program perkuatan KJKS/UJKS telah
dialokasikan anggaran sebesar Rp. 36 miliar yang akan
disalurkan kepada 360 KJKS/UJKS.
2. Program Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui
sertifikasi hak atas tanah
Program pemberdayaan UMK melalui Pensertifikasian Hak Atas
Tanah, ditujukan untuk peningkatan kemampuan usaha mikro dan
kecil dalam mengakses sumber-sumber permodalan khususnya
bagi lembaga keuangan yang mensyaratkan adanya agunan bagi
para debitornya.
Pada Tahun Anggaran 2006 Kementerian Koperasi dan UKM
akan melanjutkan program Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil
(UMK) dengan rencana alokasi sebanyak 10.240 sertifikat
tanah UMK dengan nilai bantuan sebesar Rp. 500.000,-/
UMK/bidang dan 500 sertifikat tanah perkebunan dengan nilai
bantuan sebesar Rp. 1.000.000,-/ UMK/bidang.
3. Pemanfaatan dana SUP-005
Dalam rangka meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha mikro
dan kecil melalui program Dana SUP-005, telah dimanfaatkan oleh
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




9
117.093 Usaha Mikro dan Kecil dengan komposisi yang tersebar
dalam sektor perdagangan, restoran dan retail 70,78%, sektor
jasa dan lainnya 12,07% dan sektor pertanian 10,89%.
Sedangkan yang paling kecil adalah sektor pertambangan yakni
sebesar 0,02%. Dalam tahun 2006, kegiatan ini akan dilanjutkan,
yang meliputi :
a. Memanfaatkan pengembalian dana dari BNI sebesar Rp. 200
miliar untuk direalokasikan kepada BUMN Pengelola dan LKP
yang mengajukan permohonan kepada Kementerian Koperasi
dan UKM.
b. Mengupayakan pemanfaatan sisa dana SUP 005 sebesar Rp.
6,87 triliun (berdasarkan Keppres 176/1999, vide surat Menteri
Keuangan Nomor: 005/MK/1999 total dana SUP 005
adalah Rp. 9,97 triliun dan baru dimanfaatkan sebesar Rp. 3,1
triliun) untuk terus dimanfaatkan sebagai skema Kredit Usaha
Mikro dan Kecil (KUMK) tahap lanjutan.
4. Program Sarjana Pencipta Kerja Mandiri (PROSPEK MANDIRI)
Program ini dirancang secara khusus untuk mengoptimalkan
potensi para sarjana yang belum mendapat pekerjaan agar mampu
berperan dalam memacu pertumbuhan dan daya saing
perekonomian nasional. Dalam hal ini Kementerian Koperasi dan
UKM mendorong pemerintah daerah dapat merealisasikan program
prospek mandiri untuk meningkatkan jumlah wirausahawan kecil
dan menengah melalui skema bantuan modal kerja. Program
prospek mandiri dilakukan dengan mengoptimalkan penyerapan
sumber daya manusia setempat untuk menggerakkan
perekonomian dengan merintis usaha skala kecil dan menengah.
Selain juga melalui program ini diharapkan para sarjana mampu
menciptakan lapangan kerja secara mandiri dan terwujud sarjana
wirausaha baru dalam wadah Koperasi.
5. Pengembangan usaha KUKM di sektor Peternakan
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




10
Dalam rangka pengembangan usaha KUKM di sektor
Peternakan, Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2006 ini
telah merencanakan bantuan perkuatan berupa dana bergulir
kepada koperasi untuk pengadaan bibit sapi Bali sebanyak
900 ekor senilai Rp. 3,15 miliar, Pembibitan Sapi PO sebanyak 800
ekor senilai Rp. 3,6 miliar, penggemukan Sapi PO sebanyak 1000
ekor senilai 5 miliar, selanjutnya untuk Sapi Perah sebanyak 300
ekor senilai Rp. 2,25 miliar dan sarana penunjang persusuan
senilai Rp. 3 miliar.

6. Program Pengembangan Usaha Koperasi di Bidang Pangan
Dalam upaya memberdayakan koperasi-koperasi di bidang
pengadaan pangan, Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun
2006 ini telah merencanakan kegiatan-kegiatan antara lain:
pengembangan pengadaan pangan Koperasi dengan sistem Bank
Padi (dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 3,36 miliar),
pengadaan alat pertanian dan sarana produksi di sentra pangan.
7. Program Pengarusutamaan Gender di Bidang KUKM
Kementerian Koperasi dan UKM sejak tahun 2004 telah melakukan
rintisan model pengembangan usaha mikro dan kecil melalui
dukungan perkuatan dana bergulir kepada kelompok-kelompok
kegiatan produktif masyarakat, yang pada umumnya adalah wanita
pengusaha skala mikro dan kecil dengan menerapkan sistem
tanggung renteng.
Pada tahun 2006 ini, program tersebut tetap dilanjutkan dengan
alokasi anggaran sebesar Rp. 720 juta di 32 Propinsi dalam bentuk
bantuan modal kerja melalui dana bergulir kepada usaha mikro dan
kecil.
IV. RENCANA PROGRAM PEMBERDAYAAN KOPERASI, USAHA MIKRO,
KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2007
Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari
2007 di Samarinda




11
Sebagai tindak lanjut pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah pada tahun sebelumnya, maka pada tahun 2007 Kementerian
Negara Koperasi dan UKM memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp. 1,48
triliun, yang diarahkan untuk pelaksanaan 5 (lima) program pokok, yaitu: (1)
Program Penciptaan Iklim Usaha UMKM; (2) Program Pengembangan Sistem
Pendukung Bagi UMKM; (3) Program Pengembangan Kewirausahaan dan
Keunggulan Kompetitif UKM; (4) Program Pemberdayaan Usaha Skala Mikro;
(5) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi. Selanjutnya dari
anggaran tersebut direncanakan dialokasi untuk anggaran program bantuan
perkuatan (PBP) sebesar Rp.713,96 miliar, yang diperuntukan bagi
pengembangan sarana usaha dan modal kerja KUKM, akses pemasaran
KUKM, dan perluasan skim pendanaan bagi KUKM.
Demikian beberapa program pemberdayaan ekonomi rakyat dalam upaya
peningkatan efektivitas ekonomi di kalangan masyarakat perkotaan, pedesaan
dan daerah terpencil. Diharapkan kiranya pihak instansi lain di tingkat pusat
dan daerah dapat mengambil langkah menyusun program aksi yang berfokus
pada pemberdayaan KUKM di daerah masing-masing. Kepada rekan-rekan
jajaran pers-media massa diharapkan juga secara aktif memasyarakatkan
program-program yang telah dan akan dilakukan berkaitan dengan upaya-
upaya pengentasan masyarakat dari kemiskinan. Selamat merayakan Hari
Pers Nasional 2007.


Jakarta, 8 Februari 2007
Kementerian Negara Koperasi dan UKM

Pada tahun 2003 IPM Indonesia pada peringkat 112 dari 175 negara. ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender. jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti pada tabel berikut : yang berbeda antar wilayah perdesaan. sementara IKM pada peringkat 33 dari 94 negara. penguasaan ilmu pengetahuan (tingkat pendidikan) dan standar kehidupan yang layak (tingkat ekonomi). yang diindikasikan oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Kemiskinan Manusia (IKM). IPM dan IKM mempunyai komponen yang sama. Masalah kemiskinan di Indonesia juga ditandai dengan rendahnya mutu kehidupan masyarakat. sementara IKM diukur dengan persentase penduduk tanpa akses terhadap air bersih. Pada IPM standar hidup layak dihitung dari pendapatan per kapita.kerentanan masyarakat menghadapi persaingan usaha. konflik dan tindak kekerasan. yaitu angka harapan hidup (tingkat kesehatan). perkotaan serta permasalahan khusus di wilayah pesisir dan kawasan Negara IPM peringkat IKM Peringkat ! " # $ % &! ' Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 1 2007 di Samarinda . dan kesempatan pembangunan yang menyebabkan masih banyaknya wilayah yang dikategorikan tertinggal dan terisolasi. Selain itu masalah kemiskinan juga memiliki spesifikasi tertinggal. fasilitas kesehatan dan balita kurang gizi. lemahnya penanganan masalah kependudukan.

Dikutip dari: ($ $)* ($ ( +. usaha mikro. Hak-hak dasar tersebut mencakup antara lain: pangan. dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial ekonomi dan politik. air bersih. terkait dengan konteks strategi penanggulangan kemiskinan. Usaha Mikro. . maka pemenuhan terhadap hak atas pekerjaan tersebut secara langsung atau tidak langsung dipengaruhi salah satunya oleh kebijakan pengembangan Koperasi. laki-laki dan perempuan dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. upaya menanggulangi kemiskinan telah memperoleh momentum dan toleransi masyarakat global dengan disepakatinya tujuan Millenium Development Goals (MDGs). pertanahan. PROGRAM PEMBERDAYAAN KOPERASI. rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan. Hal ini tentu menjadi tanggungjawab bersama. Pengembangan Koperasi. Upaya penanggulangan kemiskinan tidak terlepas dari penciptaan stabilitas ekonomi. kesehatan. perluasan kesempatan kerja. dan peningkatan pendapatan masyarakat. perumahan. USAHA MIKRO. pendidikan. kecil dan menengah. KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2006 Dalam kaitan dengan peningkatan kesempatan kerja dan berusaha. konstitusi dimana dalam oleh pemerintah namun III. Secara global. baik laki-laki maupun perempuan. pekerjaan. - Dalam kaitan tersebut. yang patut dipahami adalah bahwa kemiskinan tidak hanya diukur sebatas ketidakmampuan ekonomi tetapi juga karena tidak terpenuhinya hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang. yang merupakan kewajiban moral dan menjadi amanat implementasinya tidak hanya ditangani melibatkan seluruh elemen bangsa ini. Kecil dan Menengah (KUMKM) memiliki potensi yang besar dan Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 2 2007 di Samarinda . sumberdaya alam dan lingkungan hidup. disamping juga sektor riil dan perdagangan.

042. Pengangkutan dan Komunikasi sebanyak 2. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok KUMKM dapat tenaga kerja.227 UK dan 25. perkotaan bahkan di daerah tertinggal.62 juta unit UK dan 67. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini. KUKM sebagai asset dapat diandalkan sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat di pedesaan.261.69 juta unit terdiri dari 44.552 UK dan 3.765 unit UM. Berkaitan dengan upaya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.805 UK dan 1.812 unit (10.412 unit (26.237 UK dan 13. yaitu tersedianya lapangan kerja dan meningkatnya pendapatan.261 UK dan 6. jumlah tersebut merupakan 99. yaitu: menjadi penyeimbang pemerataan dan penyerapan Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 3 2007 di Samarinda .297 UM). sedangkan jumlah anggota pada tahun 2004 sebanyak 27.702.259. Program penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi Koperasi dan UKM. Industri Pengolahan sebanyak 2.849 unit (2. mengingat pertumbuhan dan aktifnya sektor riil yang dijalankan oleh KUMKM mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.705.585 UM).808.949 unit (2.99% dari pelaku usaha nasional.314.712 UM). dan tahun 2006 jumlah anggota 27.172.307.411 unit pada tahun 2006 (meningkat sebesar 5. kehutanan dan perikanan dengan jumlah 26. sampai dengan tahun 2005. jumlah UKM mencapai 44. Secara sepintas posisi koperasi di Indonesia menunjukkan bahwa jumlah koperasi meningkat dari 130.342 orang. Hotel dan restoran sebanyak 10.730 unit pada tahun 2004 menjadi 138.053 orang.strategis dalam rangka mengurangi kemiskinan.607 UM). peternakan. Perdagangan. maka beberapa kegiatan pokok yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka program memberdayakan KUMKM antara lain : a.008 unit (2.795.88%). Jasa-jasa sebanyak 2. Terdapat 5 (lima) sektor dengan jumlah unit usaha terbesar yaitu: Pertanian.197.747 UM).523. Sementara itu berdasarkan data BPS.

dan melanjutkan penyederhanaan birokrasi. mudah dan cepat serta tanpa pungutan. seperti UU tentang UKM. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini. 3) Penguatan infrastruktur pembiayaan bagi petani dan nelayan di perdesaan dan pengembangan skim-skim pembiayaan Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 4 2007 di Samarinda . UU tentang Perkoperasian. jaringan/kemitraan usaha. 3) Memperbaharui/memulihkan hak-hak legal. beserta ketentuan pelaksanaannya dalam rangka membangun landasan legalitas usaha yang kuat. terutama bagi komoditas unggulan berdaya saing tinggi. dan UU tentang Wajib Daftar Perusahaan. melalui pengembangan lembaga pemasaran.1) Fasilitasi dan penyediaan kemudahan dalam formalisasi usaha dengan mengembangkan pola pelayanan satu atap untuk memperlancar proses dan mengurangi biaya perijinan. Bila memungkinkan bahkan cukup dengan sekedar melapor/mendaftar saja. serta peninjauan terhadap peraturan perundangan lainnya yang kurang kondusif bagi UMKM terutama peninjauan terhadap pemberlakuan berbagai pungutan biaya usaha. yaitu : 1) Perluasan sumber pembiayaan. dan sistem transaksi usaha yang bersifat on-line. 2) Penyempurnaan peraturan perundangan. lokasi. terutama yang mendukung UKM. perijinan. antara lain dengan memperbaharui/ memulihkan surat-surat ijin usaha melalui prosedur dan mekanisme yang sederhana. baik yang sektoral maupun spesifik daerah. b. 2) Penguatan jaringan pasar domestik produk-produk UKM dan anggota koperasi. khususnya skim kredit investasi dan penyediaan skim pembiayaan ekspor melalui lembaga modal ventura dan lembaga non bank lainnya. Program pengembangan sistem pendukung usaha KUKM.

Program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif KUKM. dan fasilitasi bantuan teknis kepada BPR dan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) untuk meningkatkan penyaluran kredit bagi sektor pertanian. penyuluhan perkoperasian kepada masyarakat luas. 7) Memfasilitasi UKM untuk dapat berdagang di pasar darurat yang disediakan Departemen Perdagangan.alternatif seperti sistem bagi hasil dana bergulir. teknologi UKM dan di kepada wilayah perbaikan pemerintah agroforestry daerah. 4) Fasilitasi pengembangan skim penjaminan kredit melalui kerjasama bank dan lembaga asuransi. sistem tanggung renteng atau jaminan tokoh masyarakat setempat sebagai pengganti agunan. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini. pengembangan inkubator teknologi dan bisnis serta pemberian dukungan pengembangan kemitraan investasi antar UKM. 5) Penyediaan dukungan pengembangan usaha mikro tradisional dan pengrajin. yaitu: 1) Bantuan teknis dan pendampingan masyarakat ekonomis dan tinggi. Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 5 2007 di Samarinda . 2) Penyediaan sistem insentif dan pembinaan untuk memacu pengembangan wirausaha baru UKM berbasis teknologi. bernilai perbatasan (melalui pengembangan agroindustri unggulan dan mutu/kualitas benih genetik). c. melalui pendekatan pembinaan sentra-sentra produksi/klaster disertai dengan dukungan penyediaan infrastruktur perdesaan. 6) Bantuan perkuatan untuk KSP/USP yang masih dapat melakukan kegiatan. berorientasi ekspor.

perlindungan usaha.3) Pemasyarakatan kewirausahaan. tempat berusaha wirausaha baru. kecil dan menengah melalui pendekatan klaster di sektor agribisnis dan agroindustri disertai pemberian kemudahan dalam pengelolaan usaha. sub kontrak dan agribisnis/agroindustri. 3) Peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas layanan LKM dan KSP di sektor pertanian dan perdesaaan antara lain melalui pembentukan sistem jaringan antar LKM dan antara LKM dan bank. 5) Memfasilitasi sarana usaha bagi usaha skala mikro. Pemberdayaan usaha skala mikro. dan pasar Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 6 2007 di Samarinda . Bantuan perkuatan alat/sarana usaha berupa kapal penangkap kapal ikan yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap bersama Departemen Kelautan dan Perikanan. 4) 5) Pendataan ulang/revitalisasi kelembagaan KUKM. termasuk dengan cara meningkatkan kualitas koperasi sebagai wadah organisasi untuk meningkatkan skala ekonomi usaha dan efisiensi kolektif. d. yaitu: 1) Peningkatan kesempatan dalam berusaha dengan penyediaan kemudahan dan pembinaan teknis manajemen dalam memulai usaha. berorientasi ekspor. dan penyediaan skim-skim pembiayaan alternatif untuk usaha. 2) Penyelenggaraan pelatihan budaya usaha dan perkoperasian serta fasilitasi pembentukan wadah koperasi di daerah kantong-kantong kemiskinan. yang berlokasi di sekitar tenda-tenda penampungan. penyediaan sistem insentif dan pembinaan untuk memacu pengembangan wirausaha baru UKM berbasis teknologi. 4) Pengembangan usaha mikro. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini.

dan meningkatkan pendapatan Usaha Mikro. e. sejak tahun 2006 dan tahun 2007 ini Kementerian Koperasi dan UKM juga telah mengembangkan berbagai bentuk dan skema pemberian dukungan perkuatan melalui beberapa kegiatan program sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari program pokok sebagaimana tersebut di atas. sebagai berikut : 1. Program Pembiayaan Usaha Mikro Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 7 2007 di Samarinda .darurat yang pelaksanaan dikoordinasikan oleh Departemen Perdagangan. meningkatkan nilai tambah produk. Secara khusus. Kegiatan pokok yang akan dilaksanakan melalui program ini. Program-program tersebut diupayakan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi sektor riil sehingga dapat membuka lapangan kerja yang luas. 6) Peningkatan kredit skala mikro dan kecil serta peningkatan kapasitas dan jangkauan pelayanan KSP/USP. 7) Peningkatan pengetahuan dan kemampuan kewirausahaan pengusaha mikro dan kecil. 2) Peningkatan pelayanan lembaga perkoperasian dan UKM pada zona aman bencana terhadap kelompok kegiatan ekonomi terdekat yang terkena bencana. peningkatan daya beli masyarakat. yaitu: 1) Fasilitasi practices penguatan di dan lembaga dan learned organisasi berbasis best masyarakat perdesaan lessons berdasarkan identifikasi program-program pemberdayaan masyarakat. Peningkatan kualitas kelembagaan koperasi. Kecil dan Menengah (UMKM). yang pada gilirannya diharapkan akan mampu menurunkan kemiskinan.

100 juta.a. Pada Tahun menurut rencana dialokasikan anggaran Anggaran 2006 telah program perkuatan KJKS/UJKS sebesar Rp. 36 miliar yang akan disalurkan kepada 360 KJKS/UJKS. Program Pembiayaan Produktif KUM Pola Konvensional Sebagai kelanjutan implementasi Tahun Keuangan Mikro Indonesia (TKMI) pada tahun 2006 ini. Program Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) melalui sertifikasi hak atas tanah Program pemberdayaan UMK melalui Pensertifikasian Hak Atas Tanah. 3.-/ UMK/bidang.000. Pada Tahun Anggaran 2006 Kementerian Koperasi dan UKM akan melanjutkan program Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dengan tanah UMK rencana dengan alokasi sebanyak 10. Kementerian Koperasi dan UKM melalui dukungan perkuatan permodalan akan 840 KSP/USP-Koperasi masingmemfasilitasi sebanyak masing senilai Rp. ditujukan untuk peningkatan kemampuan usaha mikro dan kecil dalam mengakses sumber-sumber permodalan khususnya bagi lembaga keuangan yang mensyaratkan adanya agunan bagi para debitornya.000. b. Pemanfaatan dana SUP-005 Dalam rangka meningkatkan akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil melalui program Dana SUP-005. 1. 2. Program Pembiayaan Produktif KUM Pola Syariah Program ini bertujuan untuk memberdayakan pengusaha kecil dan mikro melalui kegiatan usaha berbasis pola syariah serta memperkuat peran dan posisi KJKS/UJKS sebagai instrumen pemberdayaan usaha mikro. telah dimanfaatkan oleh Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 8 2007 di Samarinda .240 sertifikat nilai bantuan sebesar Rp.-/ UMK/bidang dan 500 sertifikat tanah perkebunan dengan nilai bantuan sebesar Rp.000. 500.

restoran dan retail 70.117. Program prospek mandiri dilakukan dengan mengoptimalkan penyerapan sumber daya manusia setempat untuk menggerakkan perekonomian dengan merintis usaha skala kecil dan menengah. sektor dan sektor pertanian 10. Mengupayakan pemanfaatan sisa dana SUP 005 sebesar Rp.78%. dan lainnya 12. 4. Program Sarjana Pencipta Kerja Mandiri (PROSPEK MANDIRI) Program ini dirancang secara khusus untuk mengoptimalkan potensi para sarjana yang belum mendapat pekerjaan agar mampu berperan dalam memacu pertumbuhan dan daya saing perekonomian nasional. Dalam tahun 2006.02%.97 triliun dan baru dimanfaatkan sebesar Rp. kegiatan ini akan dilanjutkan.093 Usaha Mikro dan Kecil dengan komposisi yang tersebar dalam jasa sektor perdagangan. vide surat Menteri Keuangan Nomor: 005/MK/1999 total dana SUP 005 adalah Rp. 200 miliar untuk direalokasikan kepada BUMN Pengelola dan LKP yang mengajukan permohonan kepada Kementerian Koperasi dan UKM. 9. Pengembangan usaha KUKM di sektor Peternakan Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 9 2007 di Samarinda . 3. Selain juga melalui program ini diharapkan para sarjana mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri dan terwujud sarjana wirausaha baru dalam wadah Koperasi. Dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM mendorong pemerintah daerah dapat merealisasikan program prospek mandiri untuk meningkatkan jumlah wirausahawan kecil dan menengah melalui skema bantuan modal kerja. 5. yang meliputi : a.89%. b. Memanfaatkan pengembalian dana dari BNI sebesar Rp.87 triliun (berdasarkan Keppres 176/1999.1 triliun) untuk terus dimanfaatkan sebagai skema Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) tahap lanjutan. 6.07% Sedangkan yang paling kecil adalah sektor pertambangan yakni sebesar 0.

Pada tahun 2006 ini.36 miliar).6 miliar. Pembibitan Sapi PO sebanyak 800 ekor senilai Rp. 6. 3. KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2007 Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 10 2007 di Samarinda . 2. 720 juta di 32 Propinsi dalam bentuk bantuan modal kerja melalui dana bergulir kepada usaha mikro dan kecil. RENCANA PROGRAM PEMBERDAYAAN KOPERASI. 7. Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2006 ini telah merencanakan bantuan perkuatan berupa dana bergulir kepada koperasi untuk pengadaan bibit sapi Bali sebanyak 900 ekor senilai Rp. program tersebut tetap dilanjutkan dengan alokasi anggaran sebesar Rp. penggemukan Sapi PO sebanyak 1000 ekor senilai 5 miliar. 3. Program Pengarusutamaan Gender di Bidang KUKM Kementerian Koperasi dan UKM sejak tahun 2004 telah melakukan rintisan model pengembangan usaha mikro dan kecil melalui dukungan perkuatan dana bergulir kepada kelompok-kelompok kegiatan produktif masyarakat. USAHA MIKRO. Program Pengembangan Usaha Koperasi di Bidang Pangan Dalam upaya memberdayakan koperasi-koperasi di bidang pengadaan pangan. yang pada umumnya adalah wanita pengusaha skala mikro dan kecil dengan menerapkan sistem tanggung renteng.Dalam rangka pengembangan usaha KUKM di sektor Peternakan. 3 miliar. 3.25 miliar dan sarana penunjang persusuan senilai Rp. selanjutnya untuk Sapi Perah sebanyak 300 ekor senilai Rp. IV.15 miliar. pengadaan alat pertanian dan sarana produksi di sentra pangan. Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2006 ini telah merencanakan kegiatan-kegiatan antara lain: pengembangan pengadaan pangan Koperasi dengan sistem Bank Padi (dengan alokasi anggaran sebesar Rp.

Demikian beberapa program pemberdayaan ekonomi rakyat dalam upaya peningkatan efektivitas ekonomi di kalangan masyarakat perkotaan. Kecil dan Menengah pada tahun sebelumnya. yaitu: (1) Program Penciptaan Iklim Usaha UMKM. pedesaan dan daerah terpencil. 8 Februari 2007 Kementerian Negara Koperasi dan UKM Makalah ini disampaikan pada Konvensi Nasional Media Massa Se Indonesia Pada Tanggal 8 Februari 11 2007 di Samarinda . Selanjutnya dari anggaran tersebut direncanakan dialokasi untuk anggaran program bantuan perkuatan (PBP) sebesar Rp. Usaha Mikro.48 triliun. maka pada tahun 2007 Kementerian Negara Koperasi dan UKM memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp. 1. dan perluasan skim pendanaan bagi KUKM. yang diperuntukan bagi pengembangan sarana usaha dan modal kerja KUKM. akses pemasaran KUKM. (5) Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi.96 miliar. (2) Program Pengembangan Sistem Pendukung Bagi UMKM. Kepada rekan-rekan jajaran pers-media massa diharapkan juga secara aktif memasyarakatkan program-program yang telah dan akan dilakukan berkaitan dengan upayaupaya pengentasan masyarakat dari kemiskinan. (4) Program Pemberdayaan Usaha Skala Mikro. yang diarahkan untuk pelaksanaan 5 (lima) program pokok. Pers Nasional 2007. Selamat merayakan Hari Jakarta. Diharapkan kiranya pihak instansi lain di tingkat pusat dan daerah dapat mengambil langkah menyusun program aksi yang berfokus pada pemberdayaan KUKM di daerah masing-masing. (3) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM.Sebagai tindak lanjut pemberdayaan Koperasi.713.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful