PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO FERMENTASI SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF TERNAK DI DAERAHSENTRA KAKAO PADANG PARIAMAN1) Nuraini) dan

Maria Endo Mahata2)

ABSTRACT

The aims of this activities were increasing of poultry productivity through repairing of their rearing system and utilization of plantation/agriculture waste such as cacao fruit skin and tofu waste which was fermented by Neurospora crassa in their ration. Fermentation product with high β carotene contain could be as an alternative feed for corn and concentrate substituting in poultry ration. The method in this activities were counseling of poultry rearing system with appropriate with the five principles theorithical in rearing system (Panca Usaha Ternak), demonstrations and training about the agriculture waste fermentation by Neurospora crassa,the counseling of the ration formulation by using fermentation product, the trial and demonstration of fermentation product feed in poultry ration, the poultrymen counseling and discussion about poultry and their rearing system in field. In conclusion, the poultrymen at Pakandangan countryside were enthusiastic received this activities, because at the time the corn and prize and its availability were high and limited at marked. Where as in fact at their countryside cacao fruit skin is available and potentially for poultry feed after mixing with tofu waste and fermented byNeurospora crassa. The poultrymen suggested this activities are conducted continuously for increasing their skill and knowledge in poultry rearing system.

Key word: cacao fruit skin , tofu waste, fermentation, Neurospora crassa
_____________________________________________________________________ (1) Dibiayai oleh Dana DPPM Dikti Depdiknas Program Ipteks, 2009 (2) Staf Pengajar Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang

PENDAHULUAN

Nagari Pakandangan terletak Pariaman.

di

Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten mata

Padang

Di daerah ini terdapat penduduk sekitar 4000 orang dengan

pencaharian

70% sebagai petani, 25% sebagai pedagang dan 5% sebagai pegawai. Pada umumnya tingkat pendidikan masyarakat di desa ini kebanyakan berpendidikan SD dan SMP, hanya beberapa yang berpendidikan SMA dan Perguruan tinggi. Perekonomian masyarakat pada umumnya

bertumpu kepada usaha perkebunan, pertanian dan peternakan. Potensi yang ada didesa ini adalah luasnya tanah untuk perkebunan, disamping juga terdapat tanah sawah untuk bertanam

Selanjutnya dijelaskan bahwa faktor pembatas pemberian kulit buah kakao sebagai pakan ternak adalah pada kulit buah kakao.002 Ha.79%. vitamin B12. Bahan makanan yang telah mengalami fermentasi mempunyai kandungan dan kualitas gizi yang lebih baik dari bahan asalnya karena mikroba bersifat katabolik atau memecah komponen. kelapa sawit. Theobromin terdapatnya anti nutrisi theobromin merupakan alkaloid tidak berbahaya yang dapat dirusak dengan pemanasan atau pengeringan.80% dan BETN 34. 1998). Di daerah ini juga terdapat satu buah pabrik pengolahan buah kakao. Luas tanaman kakao di Pariaman pada tahun 2006 adalah 5. Padahal ditinjau dari potensinya kulit buah kakao dapat dijadikan sebagai pakan alternatif ternak baik ruminansia maupun unggas. sedangkan biji kakao sebanyak 23% dan plasenta 2% (Wawo. provitamin A.90% (Nuraini. 2007).padi. Ditinjau dari segi kandungan zat-zat makanan kulit buah kakao dapat dijadikan sebagai pakan ternak karena mengandung protein kasar 11. 1995).71%. kelapa. Berdasarkan survei lapangan kulit buah kakao dibuang begitu saja.komponen komplek menjadi zat –zat yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dicerna disamping itu mikroba dapat pula menghasilkan asam amino dan beberapa vitamin seperti riboflavin.500 ton. Inokulum Neurospora crassa yang berwarna orange kemerahan merupakan kapang karotenogenik (penghasil β karoten) tertinggi yang telah diisolasi dari tongkol jagung (Nuraini 2 . lemak 11. tanpa ada yang memanfaatkan. dapat menghasilkan flavour yang lebih disukai dan dapat mengurangi racun/anti nutrisi yang terdapat pada bahan (Carlile dan Watkinson. serat kasar 20. dengan produksi kakao 2. Penggunaan kulit buah kakao sebagai pakan ternak telah banyak dilakukan peneliti seperti Martini (2002) kulit buah kakao dapat diberikan pada broiler sampai level 10% karena terbatasnya penggunaan kulit buah kakao sebagai pakan ternak unggas disebabkan tingginya kandungan serat kasar karena unggas tidak mampu menghasilkan enzim selulase yang dapat mendegradasi selulosa menjadi glukosa. 2008). Pada pengolahan kakao ini dihasilkan tepung/bubuk kakao dan juga terdapat limbah berupa kulit buah kakao. Ketersediaan kulit buah kakao cukup banyak karena sekitar 75% dari satu buah kakao utuh adalah berupa kulit buah. karet dan kopi. tetapi pemberian pakan yang mengandung theobromin secara terus menerus dapat menurunkan pertumbuhan (Tarka et al. Teknologi fermentasi menggunakan kapang Neurospora crassa yang berwarna orange cukup sederhana.. mudah untuk diterapkan di lapangan dan dapat disosialisasikan ke masyarakat terutama peternak. Adapun komoditi perkebunan yang terdapat didaerah Kabupaten Padang Pariaman ini adalah kakao. Tanaman kakao/coklat (Theobroma cacao) merupakan salah satu tanaman komoditi ekspor di daerah Sumatera Barat terutama di daerah Pasaman dan Pariaman. Oleh karena itu untuk memaksimalkan penggunaan kulit buah kakao baik bagi ternak maka perlu ditingkatkan kualitasnya salah satunya dengan jalan fermentasi.

akibatnya usaha peternakan kurang menguntungkan.56 % menjadi 21. 2006).60 µg/g) dan dapat meningkatkan protein dari 4. Nurdin. Hal ini disebabkan mahalnya harga bahan pakan seperti jagung dan konsentrat. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perlu dilakukan suatu strategi yaitu memanfaatkan secara efektif dan efisien bahan. Pada siang hari sapi dan ayam dilepas dipekarangan dan malam hari dikandangkan. 3 . tapi karena mahalnya harga jagung dan konsentrat maka timbul masalah yaitu peternak dibandingkan jagung dan lebih banyak memberikan campuran dedak padi konsentrat dan kadang kadang hanya dedak padi saja yang yang dikonsumsi oleh ternak tidak memenuhi diberikan kepada ternak. Akibatnya makanan standar gizi yang dibutuhkan oleh ternak tersebut sehingga produktifitas ternak rendah karena tampak dari hasil pengamatan di lapangan. para peternak di daerah ini memberikan jagung dan konsentrat untuk ternak ayam mereka. Didaerah Pakandangan terdapat sebuah koperasi yang beranggotakan 25 orang petani ternak sapi dan ayam dengan nama ”Stater “. Biasanya petani ternak membiarkan sapi dan ayam mencari makan sendiri disekitar lokasi rumah mereka. 1995. sapi hanya makan rumput dan ayam hanya diberikan dedak padi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata pakan fermentasi dengan Neurospora crassa yang kaya β karoten dapat digunakan sebanyak 20.2006 dan 2008). sehingga tampak di lapangan pertumbuhan dan produktivitas sapi dan ayam rendah. Inokulum Neurospora crassa dapat memproduksi pakan kaya β karoten (270.20 % pada substrat campuran 60 % ampas sagu dengan 40% ampas tahu (Nuraini.30% dalam ransum ayam dan 40% dalam ransum itik yang dapat mengurangi penggunaan jagung 30-40% dan mengurangi konsentrat 20-25% serta dapat menurunkan kolesterol telur ayam dan itik (Nuraini. 2006). sebagai pemberi warna kuning pada kuning telur dan dapat menurunkan kolesterol telur (Kohlmeier dan Hastings. Dalam hal ini integrasi usaha peternakan dengan pertanian memberikan harapan karena kulit buah kakao yang telah difermentasi dengan Neurospora crassa memainkan peranan penting sebagai pakan ayam yang dapat mengurangi penggunaan jagung dan konsentrat.dan Marlida . Senyawa β karoten adalah senyawa karotenoid yang berfungsi sebagai provitamin A. 1994 dan Nuraini.bahan makanan yang berasal dari limbah pertanian yang terbuang begitu saja dan banyak tersedia di desa Pakandangan Kabupaten Padang Pariaman seperti kulit buah kakao. Setiap anggota kelompok tani rata rata Sistim pemeliharaan sapi dan sampai 30-40% memelihara sekitar 3-5 ekor sapi dan 500 – 1000 ekor ayam. ayam umumnya bersifat semi intensif. Sebelum terjadi krisis ekonomi. pertambahan bobot badan atau pertumbuhan ternak tidak sesuai dengan umur pemeliharaannya. 2005).

Meningkatkan pengetahuan para peternak dan mengadaptasikan teknologi fermentasi sederhana dan mudah dilakukan untuk meningkatkan kualitas limbah perkebunan seperti kulit buah kakao sehingga pemanfaatannya sebagai pakan ternak dapat maksimal. Memberikan penyuluhan tentang keuntungan merupakan dari pemanfaatan bahan . 2. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di daerah ini dilakukan dengan tujuan: 1. dedak dan ampas tahu yang mudah tersedia di daerah tersebut. diskusi dan bimbingan langsung ke lapangan. Neurospora crassa untuk meningkatkan kandungan gizi dari 4 .bahan yang limbah/hasil ikutan pertanian dan industri seperti kulit buah kakao. 4. 2. Kulit buah kakao berasal dari limbah perkebunan kakao yang banyak tersedia di sekitar lokasi peternakan .Berdasarkan uraian diatas maka dalam rangka membantu petani ternak ayam menghadapi problem pakan ternak maka perlu ditindak lanjuti dengan memanfaatkan dalam hasil limbah pertanian/industri yang berkualitas rendah melalui teknologi fermentasi tepat guna dan sederhana dapat berubah menjadi bahan pakan alternatif yang bergizi tinggi. 3. MATERI DAN METODE Kerangka Pemecahan Masalah Masalah yang dihadapi oleh petani ternak di nagari Pakandangan dapat dipecahkan dengan memberikan penyuluhan. Meningkatkan pengetahuan dan memperkenalkan kepada para peternak tentang bahan pakan alternatif berkualitas yaitu kulit buah kakao fermentasi yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif bagi ternak unggas. 3. Memberikan percontohan atau demonstrasi tentang bagaimana teknik melakukan fermentasi dengan kapang kulit buah kakao. Memberikan penyuluhan dan pengarahan tentang teknik pemeliharaan unggas terutama dari segi pakan dan keadaan gizi yang diberikan. Menurunkan biaya pengeluaran untuk pembelian ransum dengan memanfaatkan limbah yaitu kulit buah kakao dan kemudian ditingkatkan kualitasnya melalui fermentasi dengan Neurospora crassa sehingga produk kulit buah kakao fermentasi dapat dijadikan sebagai pakan alternatif bagi ternak unggas. demonstrasi pelatihan. Realisasi Pemecahan Masalah Untuk pemecahan masalah yang dihadapi oleh petani ternak di daerah Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Padang dilakukan dengan cara : 1. Meningkatkan performa dan kualitas ternak yang dipelihara dengan memberikan formula ransum yang sesuai dengan kebutuhan zat-zat makanan ternak dengan pemberian kulit buah kakao fermentasi.

limbah hasil pertanian/perkebunan seperti kulit buah kakao. pemuda putus sekolah dan pemuka masyarakat di desa ini. Demonstrasi/Peragaan Demonstrasi atau peragaan tentang: a) Teknik pembuatan kulit buah kakao fermentasi dengan menggunakan inokulum kapang Neurospora crassa (Lampiran 1). d) Teknik menyusun ransum yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan gizi ayam dengan menggunakan produk kulit buah kakao fermentasi. Khalayak Sasaran Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah 20-25 orang peserta pelatihan yang terdiri dari para peternak unggas kelompok Stater maupun para peternak lain yang berminat. 5. Untuk lebih jelasnya maka para peserta akan diberikan brosur yang berisi materi kegiatan dengan bahasa dan keterangan yang mudah dimengerti. Pembuatan produk fermentasi ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan (Nuraini. c) Teknik pengolahan/ pembuatan kulit buah kakao fermentasi. Memberikan binaan atau bimbingan langsung ke lapangan dan mengevaluasi hasil – hasil yang diperoleh selama pembinaan dan pelaksanaan kegiatan. 2.4. Diskusi/Tanya jawab Diskusi/tanya jawab akan diberikan setelah kegiatan penyuluhan dan peragaan dengan tujuan untuk memantapkan pemahaman materi yang diberikan . 3. Metode Yang Digunakan Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan adalah : 1. 2007). Memberikan penyuluhan tentang cara menyusun ransum yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan gizi ternak dengan memanfaatkan pakan kakao fermentasi yang berasal dari bahan pakan lokal yang mudah didapat di lokasi. Sasaran kegiatan ini diharapkan para peserta dapat menyebarluaskan hasil kegiatan ini pada masyarakat didaerah dan kecamatan lain di Kabupaten Padang Pariaman ini. diberikan 5 . b) Teknik penyusunan ransum ayam dengan menggunakan produk fermentasi tersebut. ampas tahu dan dedak yang tersedia di desa tersebut yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap pakan konvensional seperti jagung dan konsentrat. Penyuluhan atau Ceramah Memberikan penyuluhan tentang: a) Teknik pemeliharaan ungas terutama dari segi pakan dan keadaan gizi yang b) Keuntungan dari pemanfaatan bahan pakan yang merupakan diberikan.

5 Evaluasi Evaluasi terhadap kegiatan ini dilakukan 3 tahap : • Tahap I. Kegiatan Percontohan Memberikan binaan atau bimbingan langsung ke lapangan pada kegiatan percontohan dan mengevaluasi hasil – hasil yang diperoleh selama pembinaan dan pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan percontohan tentang pemanfaatan produk kulit buah kakao fermentasi dalam ransum dilakukan dengan melakukan uji biologis ke ayam percobaan. Akibatnya pertumbuhan dan produksi ternak tidak sesuai dengan umur pemeliharaannya dan produksi telur menurun karena makanan yang dikonsumsi oleh ternak tidak memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh ternak tersebut 6 . Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta melaksanakan sendiri bagaimana cara meningkatkan kualitas kulit buah kakao melalui fermentasi dan memberikannya pada ternak ayam serta bagaimana pengaruhnya terhadap performa ayam yang dipelihara.4. para petani ternak di nagari ini sedang menghadapi kesulitan dalam pengadaan makanan konsentrat yang harganya mahal. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan para petani ternak di desa Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman dalam memelihara ternak unggas terutama ayam. evaluasi tahap III dilakukan setelah kegiatan pengabdiann berakhir. dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana minat terhadap materi penyuluhan dan peragaan yang dilakukan. tetapi pada saat sekarang ini karena mahalnya harga jagung dan konsentrat maka peternak lebih banyak memberikan campuran dedak padi dibandingkan jagung dan konsentrat dan sering hanya dedak padi saja yang diberikan kepada ternak. teknik fermentasi dan penyusunan ransum. • Tahap III. 3 jagung dan 5 dedak halus. serta kebutuhan zat makanan ayam • Tahap II. Kegiatan ini dilaksanakan sebelum kegiatan dimulai dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta tentang bahan pakan alternatif. terutama jagung dan Para peternak ayam sebelumnya memberikan campuran pakan dengan perbandingan yaitu 2 konsentrat. Pada waktu survei ke lapangan sebelum pelaksanaan kegiatan ini. . evaluasi tahap I dilakukan dengan cara pengisian angket yang berisi pertanyaan terhadap dan jawabannya sudah disediakan. evaluasi tahap II dilakukan setelah kegiatan penyuluhan dan demonstrasi peserta dilaksanakan. Batasan penggunaan pakan alternatif produk kulit buah kakao fermentasi ini dilakukan di lapangan ternak ayam berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.

2008). menghasilkan aroma dan rasa/flavour yang disukai sehingga palatabilitas meningkat dan dapat meningkatkan daya cerna (Winarno. Campuran kulit buah kakao dan ampas tahu yang telah difermentasi dengan Neurospora crassa dapat memproduksi pakan kaya β karoten (235. Pemanfaataan secara efektif dan efisien bahan. Pada waktu kegiatan pengabdian masyarakat di daerah Pakandangan ini dilakukan maka program kegiatan yang telah diberikan adalah penyuluhan tentang cara pemeliharaan ternak unggas yang sesuai dengan Panca Usaha Ternak. karena di lokasi ini banyak terdapat tanaman kakao dan 2 tempat penggilingan padi dan 3 tempat pembuatan tahu. Berdasarkan hasil wawancara.sehingga produktifitas ternak rendah. Produksi kulit buah kakao. Teknologi fermentasi yang diberikan cukup sederhana. Senyawa β karoten adalah senyawa karotenoid yang berfungsi sebagai provitamin A. mudah untuk dilapangan dan dapat disosialisasikan ke masyarakat terutama peternak. akibatnya biaya produksi tetap lebih tinggi dari hasil yang diperoleh atau dengan kata lain usaha yang dilakukan kurang menguntungkan. dapat mengurangi sebanyak 30 . Hasil pengamatan dilapangan.71 % menjadi 20. diterapkan Fermentasi dapat meningkatkan kandungan dan kualitas gizi bahan.08 µg/g) dan dapat meningkatkan protein dari 11. pemanfaatan limbah – limbah hasil pertanian yang banyak tersedia di sekitar daerah ini untuk dijadikan sebagai pakan ternak. Penggunaan produk pakan kaya β karoten sebanyak 20 % dalam ransum broiler dan 30-40% dalam ransum itik dan ayam petelur.78 % pada substrat campuran 60 % kulit buah kakao dengan 40% ampas tahu (Nuraini. sebagai pemberi warna kuning pada kuning telur dan dapat menurunkan kolesterol telur. menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini disenangi oleh peserta karena para peternak selain mendapatkan materi cara pemeliharaan ternak unggas yang 7 . Disamping itu juga dilakukan demonstrasi/peragaan cara melakukan fermentasi limbah hasil pertanian dengan menggunakan inokulum Neurospora crassa. penyusunan ransum ternak unggas dengan menggunakan limbah – limbah hasil pertanian fermentasi tersebut dan pemberiannya pada ternak. tampak bahwa para peternak tidak mengetahui bahwa campuran kulit buah kakao sebagai sumber energi dan ampas tahu sebagai sumber protein dapat dijadikan sebagai substrat untuk pertumbuhan Neurospora crassa sehingga dihasilkan pakan fermentasi kaya β karoten. ampas tahu dan dedak merupakan salah satu strategi dalam menjawab dan mengatasi permasalahan pakan ternak pengganti jagung dan konsentrat. 1980). 2006 dan Nuraini 2008).40% penggunaan jagung dan 30-35 % konsentrat tanpa menurunkan pertambahan bobot badan broiler dan produksi serta bobot telur bahkan dapat menurunkan 30-40% kolesterol telur dan meningkatkan 30 -35% warna kuning telur (Nuraini. ampas tahu dan dedak di daerah ini cukup banyak untuk dijadikan sebagai pakan ternak.bahan makanan yang berasal dari limbah pertanian yang terbuang begitu saja dan banyak tersedia di lokasi seperti kulit buah coklat. peningkatan kualitas limbah secara biologi melalui fermentasi.

Para peserta menyadari bahwa dengan pembuatan produk fermentasi akan didapatkan dua keuntungan yaitu produk fermentasi kaya β karoten dapat digunakan sebagai makanan ternak yang mengurangi penggunaan sebagian jagung dan konsentrat sehingga biaya berkurang dan kedua dengan memberikan produk fermentasi pada ternak akan menghasilkan telur rendah kolesterol. kandang. teknik memformulasi ransum dengan menggunakan bahan pakan lokal. peningkatan kualitas limbah secara biologi yaitu fermentasi. makanan. Dari pengamatan di lapangan selama 4 minggu perlakuan dapat dilihat bahwa pengaruh pemberian kulit buah kakao fermentasi dalam ransum ayam buras grower dan ayam petelur tercantum pada Tabel 1. Hasil evaluasi dilapangan setelah kegiatan penyuluhan dan fermentasi sendiri demonstrasi dilakukan ternyata beberapa peternak sudah bisa melakukan dan telah mencoba memberikannya pada ternak unggas yang dipelihara. dengan pengurangan penggunaan jagung sebanyak 20% dan pengurangan konsentrat 10% ternyata masih memberikan performa yang sama terhadap ayam buras dan demikian pula dengan pemberian 30% kakao fermentasi dalam ransum konsentrat tidak menurunkan produksi telur ayam. Performa Ayam yang Diberi Ransum mengandung Produk Kakao Fermentasi selama 4 minggu pengamatan Ayam Buras Grower (umur 3 bulan) Kontrol Konsumsi Ransum (g/ekor/hari) Pertambahan Bobot Badan (g/ekor/hari) Produksi Telur (%) 67 20 Perlakuan 65 20 Ayam Petelur (umur 7 bulan) Kontrol 115 70 Perlakuan 120 72 Pemberian produk kakao fermentasi dalam ransum ayam buras grower sampai 20 %. Tabel 1. pengurangan 30% jagung dan 20 % KESIMPULAN Kesimpulan 8 . penyakit).sesuai dengan Panca Usaha Ternak ( managemen pemeliharaan. Setelah kegiatan penyuluhan dan demonstrasi serta evaluasi dilakukan ternyata beberapa peternak sudah bisa melakukan fermentasi sendiri dan telah mencoba memberikannya pada ternak unggas yang dipelihara. mereka juga ingin mengetahui cara peningkatan kualitas limbah dengan cara lainnya yaitu secara fisik dan secara kimia seperti amoniasi jerami padi dan pembuatan silase.

Desa Pakandangan merupakan daerah yang potensial untuk dikembangkan sebagai usaha peternakan unggas baik ayam maupun itik karena di daerah ini cukup banyak terdapat limbah – limbah hasil pertanian seperti dedak. kedua meningkat karena dengan pemberian produk fermentasi kaya β kualitas telur karoten dalam ransum unggas petelur akan menghasilkan telur yang rendah kolesterol tanpa menurunkan produksi telur.Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dilaksanakan di nagari Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman dapat ditarik kesimpulan yaitu : 1. Saran Kegiatan pengabdian sehingga kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkesinambungan apa yang telah didapatkan sebelumnya tidak terputus begitu saja apalagi kalau masyarakatnya sangat antusias mengikuti kegiatan dan senang menerima sesuatu pengetahuan yang baru yang menuju kepada kemajuan apalagi kegiatan yang dapat mengatasi masalah yang sedang dihadapi masyarakat. Pemberian kulit buah kakao fermentasi dalam ransum ayam buras periode grower sampai 20 % dengan pengurangan 20% jagung dan 15 % konsentrat tidak menurunkan performa ayam. Pembuatan produk kakao fermentasi dengan Neurospora crassa untuk diberikan sebagai makanan ternak ayam dapat memberikan dua keuntungan yaitu pertama dengan pembuatan produk fermentasi yang berasal dari limbah hasil pertanian dapat mengurangi penggunaan jagung dan konsentrat yang diberikan pada ternak. akibatnya produktifitas ternak menjadi menurun. 9 . Demikian pula dengan pemberian 30% kakao fermentasi dalam ransum pengurangan 30% jagung dan 20 % konsentrat tidak menurunkan produksi telur ayam. 3. ampas tahu dan dedak yang dapat dijadikan sebagai makanan ternak . 4. Berdasarkan hasil survei pendahuluan ternyata para peternak di desa ini sedang mengalami kesulitan dalam pengadaan jagung dan konsentrat sebagai makanan ternak. Sementara dilain pihak potensi limbah hasil perkebunan seperti kulit buah kakao yang dapat dijadikan sebagai makanan ternak cukup banyak tapi peternak belum mengatahui cara meningkatkan kualitasnya. Oleh karena itu para petani ternak sangat gembira sekali menerima kegiatan yang telah diberikan . 2. karena berharga mahal.

Diakses tanggal 6 Februari 2008.A.Des 2008 :195-202. Academic Press Inc. Terakreditasi SK Dikti No: 43/DIKTI/Kep/ 2008 Nuraini. London .L.. 2006. 2005.45-17. Tarka.Marlida.M. 2009. Wawo. Disertasi. ISSN 0126-0472. B. Improving the Quality of Tapioca by Product Through Fermentation by Neurospora crassa to Produce B Carotene Rich Feed. Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Nuraini. Trout.DAFTAR PUSTAKA Carlile .C. Examination of effect cocoa shell with theobromin in lamb. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada Dikjen Dikti Depdiknas bagian Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat yang telah sudi menyediakan dana untuk pelaksanaan program Ipteks ini. Program Pascasarjana Universitas Andalas Padang. Sabrina and S.php?option=com-docman&task=doc-details &gid=3. Laporan Penelitian Semi Que Fakultas Peternakan Unand Padang. 2002. M. 1995. The Fungi . 2008. B.A. H. Isolasi kapang karotenogenik untuk memproduksi pakan kaya β karoten.info/index. Isolasi kapang karotenogenik untuk memproduksi pakan kaya β karoten dan aplikasinya terhadap ayam ras pedaging dan petelur. Laporan Penelitian Hibah Bersaing Universitas Andalas.A. Pemanfaatan kulit buah coklat sebagai pakan alternatif dalam ransum broiler. S. Penarikan β karoten dari limbah minyak kelapa sawit dan efeknya terhadap penurunan kolesterol. 2008. Journal Pakistan of Nutrition 8(4): 252-256 Nurdin. Http://disnaksulsel. 10 .J and S. Mengolah limbah kulit kakao menjadi bahan pakan ternak. Padang Nuraini dan Y. Nuraini. Nutrition Report International. Sabrina dan S. Skripsi. Martini. Performa ayam dan kualitas telur dengan penggunaan ransum yang mengandung onggok fermentasi dengan Neurospora crassa Jurnal Media Peternakan 31 (3). Pukul 14. Watkinson. Zoumas and G.00 WIB.Latif. 1998. Terimakasih juga disampaikan pada Kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Unand dan Dekan Fakultas Peternakan Unand atas izin dan bantuan yang telah diberikan serta kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan ini. Latif. 1994.

Kulit Buah Kakao(KBK) (60 %) Ampas Tahu / AT(40 %) Pencampuran Pengukusan ( 1000C.Lampiran 1. 15 ') Pendinginan (suhu kamar) Inokulasi dgn Neurospora crassa (9 % dari jumlah substrat) Inkubasi 5-7 hari (ketebalan 2 cm) Produk KBKATF 11 .

Gambar 1. Prosedur Pembuatan Produk Kakao Fermentasi 12 .

Gambar 2. Produk kakao fermentasi 13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful