KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahiim Tiada kemuliaan dan kesombongan atas seluruh alam, melainkan hanya kepunyaan Allah SWT. semata, Penguasa semesta terbuka. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah yang telah menuntun umat ke jalan yang di ridhai-Nya. Laporan penelitian ini berjudul ³Penerapan Pendekatan Partisipatif Dalam Peningkatan Prestasi Bahasa Arab Siswa Kelas VIII Mts As-Sawiyah´ yang diajukan sebagai tugas akhir mata kuliah penelitian tindakan kelas Prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung. Selanjutnya ucapan terimakasih kepada yang terhormat Ibu Eval Latifah S.Pd.I sebagai dosen mata kuliah penelitian tindakan kelas, kemudian kepada temanteman sekelas terima kasih atas masukan dan tukar pikirannya. Terakhir kepada teman-teman seperjuangan kelompok PTK yang telah bekerja sama-sama dan sama-sama bekerja demi terselesaikannya laporan ini, dan kepada pihak-pihak yang terkait yang tidak bisa disebutkan satu-persatu, kami ucapkan banyak terima kasih. Terakhir penulis sadar bahwa karya ini masih jauh dari kesempurnaan. Tapi semuanya itu adalah usaha terbaik kami yang dapat diusahakan. Semoga bermanfaat. Amiin.

Bandung, 01 Juni 2011

Penulis

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... DAFTAR ISI ........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................................. B. Rumusan masalah....................................................................................... C. Pemecahan masalah.................................................................................... D. Tujuan penelitian ........................................................................................ E. Hipotesis tindakan ...................................................................................... F. Manfaat penelitian ......................................................................................

1 2

3 6 6 6 6 6

BAB II KAJIAN TEORITIS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU BERGAMBAR KARANGAN A. Pengertian Pendekatan Partisipatif .............................................................. B. Prosedur Pembelajaran Partisipatif ............................................................. C. Prestasi Belajar ........................................................................................... D. Urgensi Pembelajaran Bahasa Arab ............................................................ 10 5 8 UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. B. C. D. Setting dan Subjek Penelitian ................................................................... Metode Pengumpulan data ...................................................................... Prosedur Penelitian................................................................................... Teknik Pengumpulan Data ....................................................................... 13 13 13

14

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ................................................................................................... 1. Paparan siklus 1 ............................................................................................ a. Deskripsi ................................................................................................. b. Analisis .................................................................................................... c. Refleksi ................................................................................................... 2. Paparan Siklus II........................................................................................... 2 15 15 15 15 16 16

. b................. Analisis .................................................................. B............. LAMPIRAN-LAMPIRAN ................... 18 19 20 3 ............................................................... Deskripsi ............ 16 16 17 17 BAB V KESIMPULAN ................................... Pembahasan .....................................................................a................................................................ c........... Refleksi ............................................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................

Untuk mengatasi kebiasaan guru mengajar dengan pendekatan konvensional (pembelajaran tradisional) tersebut. Berdasarkan data di lapangan menunjukan bahwa 60 % siswa masih belum menguasai pembelajaran bahasa Arab. Tentu permasalahan ini menjadi tanggungjawab seorang guru yang berhadapan langsung dengan siswa ketika proses pembelajaran itu berlangsung. Bahkan setiap kali akan menghadapi jam pelajaran bahasa Arab. Dalam hal ini akan dikedepankan salah satu pendekatan pembelajaran dengan harapan dapat mengatasi permasalahan di atas. dan mengevaluasi pengelolaan pembelajaran. terkadang mereka suka menghindar.BAB I PENDAHULUAN A. Sehingga mereka enggan atau merasa malas untuk mempelajarinya. Di karenakan dalam pengajaran guru masih menggunakan pendekatan konvensional (Pembelajaran tradisional). Bahkan harapannya dapat mengubah paradigma siswa sebelumnya. menyempurnakan. siswa makin aktif serta kooperatif dan bekerja sama dan mengkomunikasi hasil belajarnya. sehingga tercipta suasana belajar yang benar-benar efektif dan efisien. menjadi paradigma yang positif. artinya mereka menganggap bahwa bahasa Arab itu mudah untuk dipelajari. meningkatkan. Model pendekatan partisipatif dimaksudkan menjadikan kebiasaan guru yang bersifat otoriter menjadi fasilitator. Pendekatan konvensional (pembelajaran Tradisional) untuk pelajaran bahasa arab tentu tidak relevan dan akan menimbulkan kesulitan bagi pemahaman siswa. Latar Belakang Tak sedikit paradigma siswa yang menganggap bahwa bahasa Arab itu sulit dipelajari. sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif serta dapat membangkitkan minat siswa untuk belajar menemukan sendiri. 4 . Dalam hal ini seorang guru harus kreatif dalam menentukan metode maupun teknik yang akan digunakan untuk pembelajaran. PTK merupakan sarana termudah untuk meneliti. yaitu dengan diterapkannya pendekatan partisipatif dalam proses pembelajran.

aktif serta lebih kreatif lagi dalam melakukan proses pembelajaran. demontrasi. bermain peran dan sebagainya. Metode pembelajaran adalah kegiatan atau cara umum penggolongan peserta didik. kerja kelompok. magang. Dengan penerapan pendekatan partisifatif ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam bahasa Arab. beraneka ragam pula. 1977:13). Dalam metode pembelajaran perorangan dikenal teknik pembelajaran yaitu tutorial. demontrasi proses dan/atau demontrasi hasil. bimbingan perorangan. Tentunya metode dan teknik pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan yang dibutuhkan siswa. pembelajaran individual. khususnya dalam mata pelajaran bahasa Arab. µ¶paksaan sosial¶¶ (social pressure). Agar para siswa mendapatkan motivasi baru. Ke dalam metode pembelajaran masal atau pembangunan masyarakat. yang dapat digolongkan ke dalam tiga kategori yaitu metode pembelajaran perorangan (individual methods). termasuk teknik kontak social.Penerapan pembelajaran partisipatif mensyaratkan tersedianya berbagai metode dan teknik pembelajaran yang cocok untuk itu. sorogan. seperti metode demonstrasi yang digunakan dalam metode pembelajaran kelompok dapat digunakan pula dalam metode pembelajaran masal atau pembangunan masyarakat atau dalam metode pembelajaran perorangan. situasi hiptetis. metode pembelajaran kelompok (group methods). pemecaham masalah kritis. dan metode pembelajaran masal atau pembangunan masyarakat (community methods) (Verne dan Knowles. karena suatu teknik dapat pula digunakan dalam metode yang berbeda. simulasi. Teknik-teknik pembelajaran dalam setiap metode itu tidak dapat dipisahkan secara mutlak. Dalam metode pembelajaran kelompok terdapat teknik diskusi. 5 . Metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran partisipatif ternyata bermacam ragam. Teknik-teknik pembelajaran partisipatif. aksi partisipasi. sedangkan teknik pembelajaran adalah langkah atau cara khusus yang digunakan pendidik dalam masing-masing metode pembelajaran. berdasarkan pengelompokan metode.

Memiliki gambaran tentang pembelajaran bahasa Arab yang efektif 6 . Apakwah penerapan partisipatif dapat meningkatkan prestasi belajar bahasa Arab siswa kelas VIII MTS AS-SAWIYAH Bandung´? 2. Tujuan Penelitian Pendekatan partisipatif ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar bahasa Arab siswa kelas VIII MTS AS-SAWIYAH Bandung. D. Masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Sejauh manakah keterampilan kooperatif siswa dapat dimunculkan dalam pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan penerapan Partisipatif? C. Pemecahan Masalah Untuk memecahkan masalah yang akan digunakan dalam PTK ini adalah penerapan pendekatan partisipatif. yaitu sebagai berikut: 1. Dengan pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar bahasa Arab siswa kelas VIII MTS AS-SAWIYAH Bandung. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi pengelolaan pembelajaran . Rumusan Masalah Dalam penelitian ini yang menjadi masalah utama adalah: Kesulitan siswa kelas VIII MTS AS-SAWIYAH Bandung dalam meningkatkan prestasi bahasa Arab. Hipotesis Tindakan Hipotesis Tindakan dalam PTK ini adalah Hasil belajar bahasa arab akan meningkat dengan menggunakan penerapan pembbelajaran Partisipatif dan Keterampilan kooperatif siswa akan muncul lebih banyak melalui pembelajaran partisipatif. Bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan Pendekatan Partisipatif? 3. khususnya bagi guru yang mengajar bahasa arab.B. E. F.

sekaligus mencari solusi pemecahannya.2. 3. Dipergunakan untuk menyusun program peningkatan efektivitas pembelajarn bahasa arab pada tahap berikutnya. Dapat mengidentifikasikan permasalahan yang timbul di kelas. 7 .

pelaksanaan dan penilaian proses.D. Strategi kegiatan pembelajaran dapat ditinjau berdasarkan pengertian secara sempit dan pengertian secara luas. adalah sebagai pemegang utama dalam stiap strategi kegiatan pembelajaran. Sedangkan secara luas. dan evaluasi pembelajaran. 8 . pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan. dan pelatih atau widyaiswara. termasuk di dalamnya adalah perencanaan.. (3) dalam kegiatan belajar terdapat hal yang menguntungkan peserta didik. Secara sempit. Pendidik dengan penamaan lain baginya seperti pamong belajar. di dalamnya mewadahi. yaitu : (1) adanya keterlibatan emosional dan mental peserta didik. peserta latihan). peserta didik. Dengan meminjam pemikiran Knowles.. Dilihat dari pendekatannya. Ph. (2) adanya kesediaan peserta didik untuk memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan. Dalam pembelajaran partisipatif terdapat tiga pihak sebagai pemegang peran seperti diungkapkan oleh Prof. M. yaitu kepedulian pendidik dan peserta didik (siswa. H. yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. warga belajar.Pd. (E. strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. S. Sudjana S.Mulyasa. Pembelajaran Partisipatif (Participative Teaching and Learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan. yakni pendidik. pelaksanaan. dan kurikulum yang menjadi kepedulian keduanya. menguatkan. Ed.D. pembimbing.. menginsiprasi.BAB II KAJIAN TEORITIS A.2003) menyebutkan indikator pembelajaran partsipatif. hasil dan pengaruh kegiatan pembelajaran. Pengertian Pendekatan Partisipatif Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. strategi pembelajaran dapat diberi arti sebagai penetapan semua aspek yang berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran. yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum.

Strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah kegiatan pembelajaran yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk terlibat dalam perencanaan.  Membantu peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap proses dan hasil belajar. Prestasi belajar di sekolah adalah hasil yang diperoleh anak-anak berupa nilai mata pelajaran: (Sunartana. C. Prestasi belajar siswa ini merupakan implementasi hasil belajar siswa sebagai hasil proses pembelajaran yang diterimanya. Anonim (2003 : 29) mengatakan bahwa hasil belajar dalan tinjauan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) adalah pernyataan unjuk kerja yang diharapkan dikuasai siswa setelah mengalami pembelajaran dalam kompetensi tertentu.  Membantu peserta didik menyusun kelompok. sedangkan pendidik berfungsi untuk memfasilitasi peserta didik dalam melakukan kegiatan pembelajaran. B. Menurut Bloom (1971:7) Prestasi belajar merupakan hasil perubahan tingkah laku 9 . 1997:55). agar siap belajar dan membelajarkan  Membantu peserta didik untuk mendiagnosis dan menemukan kebutuhan belajarnya.  Membantu peserta didik menyusun tujuan belajar. Prosedur Pembelajaran Partisipatif Pengembangan pembelajaran partisipatif dilakukan dengan prosedur berikut:  Menciptakan suasana yang mendorong peserta didik siap belajar. strategi pembelajaran dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan strategi pembelajaran yang berpusat pada pendidik. Prestasi belajar adalah suatu kemampuan aktual yang dapat diukur secara langsung dengan tes. Prestasi Belajar Prestasi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994 : 787) adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai angka yang diberikan guru. pelaksanaan.  Membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar.Berdasarkan kegiatan yang ditimbulkannya. dan penilaian pembelajaran. Strategi ini menekankan bahwa peserta didik adalah pemegang peran dalam proses keseluruhan kegiatan pembelajaran. Prestasi belajar adalah prestasi yang diperoleh disekolah dan di luar sekolah.  Membantu peserta didik merancang pola-pola pengalaman belajar.

Hasil yang diperoleh siswa dalam satu mata pelajaran dinyatakan dalam bentuk nilai yang disebut dengan prestasi belajar. afektif. sehingga pembelajaran benar-benar dapat merobah kondisi anak dari yang tidak tahu menjadi tahu. nilai-nilai yang dicapai oleh siswa sebagai hasil dari proses belajar di sekolah. (M. 1998:62). memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. Pembelajaran asal kata dari belajar yang berimbuhan pe-an. Urgensi pembelajaran Bahasa Arab Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam proses belajar sehingga mereka dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan. Pembelajaran bahasa arab lebih menekankan pada cara-cara untuk mencapai tujuan dan berkaitan dengan bagaimana 10 . Gambaran prestasi belajar siswa dapat dinyatakan dengan angka dari 0 sampai dengan 10 (Arikunto. Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah : kemampuan aktual yang dapat diukur setelah mengalami proses belajar praktek tentang pengetahuan dan ketrampilan tertentu. Pembelajaran bahasa arab sendiri ialah segala upaya yang dilakukan oleh guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa dalam mata pelajaran bahasa aran itu sendiri. dan psikomotor. Dilihat dari pengertian pembelajaran itu sendiri.yang meliputi tiga ranah yaitu: kognetif. Belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. terdapat suatu proses memilih. dari yang tidak paham menjadi paham serta dari yang berperilaku kurang baik menjadi baik. Disamping itu prestasi belajar dapat dioperasikan dalam bentuk indikator.indikator berupa nilai raport. Sobry Sutikno: 2004) Sedangkan pengertian pembelajaran itu sendiri adalah segala upaya yang dilakukan oleh guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa. Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain. angka kelulusan dan predikat keberhasilan (Saifudin Azwar. menetapkan dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. D. 1996:44). Pembelajaran hendaknya memperhatikan kondisi individu anak karena merekalah yang akan belajar. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya memperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak tersebut.

bahasa Arab dipandang sebagai alat komunikasi dalam kehidupan modern. Dengan demikian. mempelajari bahsa Arab bagi setiap muslim hukumnya wajib. 11 . bahasa Arab sangat dibutuhkan oleh semua umat Islam untuk membaca dan memahami al-Quran serta mengetahui berbagai perintah dan larangan Allah. sehingga inti belajar bahasa Arab adalah kemampuan untuk menggunakan bahasa tersebut secara aktif dan mampu memahami ucapan/ungkapan dalam bahasa Arab. dan Metode elektik (tariqah Intiqq¶iyyah). Dengan demikian. Kebutuhan terhadap bahasa Arab selalu bertambah hari demi hari. keterampilan menyimak (maharotul istima¶). Kedua. pasti melakukan dengan bahasa Arab. ada empat metode yang terkenal yaitu : Metode Tata Bahasa dan Tarjamah (Qawa¶id wa Tarjamah). Seorang muslim yang menunaikan shalat. Urgensi dan kebutuhan terhadap bahasa arab disebabkan oleh beberapa faktor berikut: Pertama. Muhammad Ali Al-Khuli. dan mengelolala pembelajaran bahasa arab. Bahasa Arab memiliki kedudukan yang khas diantara bahasa-bahasa lain di dunia. Menurut Dr. keterampilan membaca (maharotul qiroah). lebih-lebih di jaman modern ini. Sedangkan metode Modern ialah metode yang berorientasi pada tujuan bahasa sebagai alat. dan keterampilan menulis (maharotul kitabah). bahasa Arab merupakan bahsa al-Quran. Metode Audiolingual (Syam¶iyyah Syafawiyah). bahasa Arab merupakan bahasa shalat. bahasa Arab berkaitan erat dengan rukun Islam yang pokok. yaitu: metode tradisional/klasikal dan metode modern. morfem/morfologi (Qowaid as-sharf) ataupun sastra (adab). menyampaikan materi pelajaran.cara mengorganisasikan materi pelajaran bahasa arab. Artinya. Bahasa Arab merupakan salah satu mata pelajaran di Mts Miftahu Falah yang terdiri dari 4 bidang keterampilan yaitu meliputi keterampilan berbicara (maharotul kalam). Oleh karena itu. Metode pengajaran bahasa Arab tradisional adalah metod bahasa Arab yang terfokus pada ³bahasa sebagai budaya ilmu´ sehingga belajar bahasa Arab berarti belajar secara mendalam tentang seluk-beluk ilmu bahasa Arab. Adapun metode pembelajaran bahasa Arab dapat digolongkan menjadi dua macam. metode langsung (Tariqoh Mubasyiroh). baik aspek gramatika/sintaksis (Qowaid nahwu). serta hukum-hukum syari¶ah lainnya.

Bahasa Arab digunakan sebagai bahasa pertama oleh lebih dari dua puluh dua negara Arab dan sebagai bahasa ke-dua di berbagai belahan negara Islam. bahsa Arab merupakan bahasa hadits. Selain itu. ia harus memahami bahasa Arab. Keempat. di negara-negara Islam banyak diselenggarakan pembelajaran bahaa Arab karena bahasa ini berkaitan erat dengan agamanya. Jika seorang muslim ingin membaca dan memahami hadits-hadits nabi saw. sekitar sepertujuh negara-negara di dunia menggunaka bahasa Arab sebagai bahasa pertama. Artinya. 12 . banyaknya pengguna bahasa Arab.Ketiga.

Perencanaan. Sedangkan subjek yang menjadi sasaran dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah siswa kelas VII yang berjumlah 27 siswa . d. 2.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. keaktifan siswa di kelas. Catatan observasi dipergunakan untuk mengetahui peningkatan aktivitas siswa dan pemunculan kooperatif siswa. meliputi kegiatan belajar siswa. Membuat kerja siswa. a. Pengamatan (Observasi). pengembangan materi. Tindakan (acting). Metode Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan melalui catatan observasi dan hasil evaluasi berupa angket yang dilakukan sampai siklus II bersama mitra kolaborasi. Membuat instrument yang digunakan dalam siklus PTK. dilaksanakan bersamaan dengan proses pembelajaran. C.meliputi seluruh proses kegiatan belajar mengajar melalui model pembelajaran Partisipatif. meliputi penetapan materi pembelajaran Bahasa Arab dan penetapan alokasi waktu pelaksanaan Mei-Juni 2011. Menyusun ala angket. Membuat rencana pembelajaran kooperatif b. sedangkan angket dilakukan untuk mengukur minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa arab. 13 . c. B. 3. dan kemampuan dan hasil belajar siswa. Seting dan Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Mts As-Sawiyah Bandung. Prosedur Penelitian Penelitian Tindakan Kelas yang mengambil setting di Mts As-Sawiyah yang subjek penelitiannya adalah kelas VII ini. pelaksanaannya mengikuti alur sebagai berikut : 1.

dan instrumen yang digunakan. teknik pengumpulan data. meliputi kegiatan analisis hasil belajar dan sekaligus menyusun rencana perbaikan pada siklus berikutnya. Teknik pengumpulan data penelitian dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini: No 1 Sumber Data Siswa Siswa Jenis Data Yang Teknik Pengumpulan Instrumen dapat Melaksanakan tes Soal Test menjawab soal pre test dan tertulis post test 2 Guru Langkah-langkah Pembelajaran 3 Guru Siswa Observasi Dokumentasi dan Pedoman Observasi dan Pedoman Observasi dan Aktivitas Guru dan siswa Observasi selama berlangsung pembelajaran dokumentasi 4 Siswa Respon siswa terhadap Penyebaran Angket tanggapan siswa metode pembelajaran yang angket digunakan 14 .4. jenis data. Refleksi. Teknik Pengumpulan Data Data penelitian dikumpulkan dan disusun melalui teknik pengumpulan data meliputi: sumber data. D.

a. siswa merasa bingung ketika di Tanya oleh guru tentang susunan kalimat tersebut. agus Somantri sebagai observer kegiatan guru dan kegiatan siswa. Deskripsi Pada awal pembelajaran siswa berdo¶a. Indriyani. penggunaan metode partisipatif dalam pembelajaran bahasa arab lumayan baik. terdapat beberapa temuan. Komarudin. Setelah itu guru mengajarkan materi pembelajaran bahasa arab tentang tarkib. Ahmad Rizal selaku dokumentator. Dea Meilinda. Asep Mauludin sebagai pengajar. Temuan pertama.30-14. ke dua. ke tiga. 15 . Paparan Siklus 1 Materi pembelajaran bahasa arab dikelas VIII MTs As-Sawiyah Bandung dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang berhubungan dengan materi pembelajaran yang sesuai dengan metode. Analisis Berdasarkan pengamatan peneliti yang terdapat dalam catatan lembar observasi mulai pross awal sampai akhir. Hasil Penelitian 1.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. disimpulkan bahwa suasana kelas kurang kondusif. Disini bapak ingin menunjuk salah satu dari kalian untuk berbicara bahasa arab. Kegiatan siklus 1 dilaksanakan pada hari rabu 25 mei 2011 pukul 12.00 WIB. respon siswa terhadap penggunaan metode tersebut sangat baik. setelah siswa materi dengan penggunaan metode partisipatif siswa lebih semangat belajar bahasa arab. namun masih agak latah dalam pengucapan. b. kemudian mengabsen siswa dan guru mengadakan apersepsi dengan mengutarakan pertanyaan´ apakah bahasa arab itu mudah ?´hampir 90% siswa menjawab ³tidak mudah´ lalu guru bertanya lagi di sini siapa yang suka bahasa arab ? semua siswa mengacungkan tangan dengan berteriak ³saya pak´.

Ahmad Rizal selaku dokumentator. sehingga siswa bener-bener mengerti dan paham apa yang diajarkan oleh guru tentang at-tarokib. a. 2. dengan proses yang mudah dan menyenangkan. Agus Somantr. penulis mendapatkan gambaran bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode partisipatif sedikitnya ada peningkatan yang semangat dalam diri siswa untuk pembelajarn bahasa arab. Asep Mauludin sebagai pengajar. Komarudin. Analisis Berdasarkan pengamatan peneliti yang terdapat dalam catatan lembar observasi mulai proses awal sampai akhir. Akan tetapi pada siklus ke II ini seorang guru langsung memberikan angket. Deskripsi Seperti biasa siswa berdo¶a terlebih dahulu sebelum memulai pengajaran. guru memberikan angket kepada siswa agar mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa arab. Paparan Siklus II Kegiatan siklus II dilaksanakan pada hari rabu tanggal 8 juni 2011 pukul 12. kemudian guru mengabsen siswa dan mengadakan apersepsi dengan mengulas dan mengevaluasi hasil belajar yang telah diajarkan minggu lalu. Dea Meilinda.00 WIB.c.30-14. sebagai observer kegiatan guru dan kegiatan siswa. Indriyani. 16 . Setelah selesai mengajar perkembangan tentang at-tarokib. tidak terlalau banyak ditemukan kejanggalan. b. Kegiatan tindakan pada siklus II diarahkan pada : (I) pengulangan dan pemantapan at-tarokib (II) pengembangan pembelajaran mengenai tarokib dengan metode yang lebih bervariatif dan menyenangkan (III) pemberian angket terhadap siswa yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Kemudian guru mengembangkan pembelajran yang akan di pelajari tentang tarokib sesuai dengan musyawarah dan para peneliti yang lainnya. Refleksi Berdasarkan analisis diatas.

Pada akhir pembelajaran siswa dituntut untuk mengisi angket dan diketahhuilah dari hasil angket tersebut 70% siswa menyukai pembelajran bahasa arab . dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran bahasa arab tentang susunan kalimat fi¶il mudore dengan menggunakan metode partisifatip dapat meningkatkan motivasi siswa dan ini terlihat dari respon siswa dan lembar angket. PEMBAHASAN Dari pembahasan penelitian diatas. 17 . Refleksi Pada analisis ini dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan siswa telah memahami tentang tatacara membuat tarokib fiil mudore dengan metode partisifatip yang menyenangkan.c. B.

2. serta penyediaan sumber pembelajaran yang variatif. Hal ini akan memeberikan motivasi untuk belajar lebih lanjut. guru hendaknya menerapkan proses pembelajaran yang berdasarkan pada pemilihan media atau metode yang sesuai dengan tujuan kurikulum dan kompetensi siwa. dan pembimbing siswa sementara aktifitas siswa yang konsentrasi terhadap pembelajarn juga mengalami peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan. serta sikap dan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar yang berkembang secara optimal. kualitas siswa dalam belajar walaupun peningkatan tersebut tidak terlalu signifikan. fsilitator. Kualitas pembelajaran yang dilakukan salah satunya dengan menerapkan metode partisifatip untuk pembelajaran susunan kalimat atau keterampilan bahasa. sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Implementasi pembelajaran sususnan kalimat hendaklah dapat disosialisasikan lebih lanjut pada setiap mata pelajaran. 18 .il mudore. yaitu dari siklus I dan II meningkat 70%.BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode partisifatip dapat membantu siswa lebih cepat dalam membuat susunan kalimat bahasa arab khususnya dalam susunan kalimat fi. Pembelajaran bahasa arab dengan menggunakan metode partisifatip dapat meningkatkan hasil belajar. B. karena penggunaan media atau metode bisa disesuaikan dengan tingkat pemahaman intelektualnya sehingga menunjukan efektifitas bagi perolehan hasil belajar siswa. Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. sebab hasil belajar banyak dipengaruhi oleh pengalaman belajar sebelumnya. 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang penggunaan metode partisifatip maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut : 1. dan guru semakin mampu menjalankan fungsinya sebagai motivator. SARAN Berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh dalam penelitian ini dapat di ajukan beberapa saran : 1.

Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Bandung: Yrama Widya. Karya Tulis Ilmiah bagi Pengembangan Profesi Guru. Praktek Penelitian Tindakan Kelas. N. Sujana. (2006). Aqib. Depdiknas. Z. Nurgana. (1985). 2010. (1988). E. D. Bandung: CV Permadi. Bandung: PT REMAJA Rosda Karya. Cara Belajar Siswa Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. 2008.2006. dan Arifin. Bandung: Yrama Widya. Z. Mulyasa. Bandung: Sinar Baru. Jakarta: Depdiknas. (2007). Belajar dan Pembelajaran. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Sobry. 19 . Statistik untuk Penelitian. M. Bandung: Prospect. M. Aqib.DAFTAR PUSTAKA Sutikno.

LAMPIRAN          Silabus Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Format Observasi Anggaran biaya Jadwal penelitian Surat izin penelitian Surat keterangan telah melaksanakan penelitian Dokumentasi gambar-gambar penelitian Riwayat 20 .

JADWAL PENELITIAN PTK Hari/tanggal Senin. 30 Mei 2011 Pelaksaan tindakan I siklus I Perencanaan dan persiapan tindakan II siklus II Rabu. 18 Mei 2011 Perencanaan dan persiapan tindakan I siklusI Rabu. 8 juni 2011 Pelaksanaan tindakan II siklus II 21 . 16 Mei 2011 Kegiatan Observasi awal Rabu. 25 Mei 2011 Senin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful