KESIAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS e-LEARNING DI SMK KOTA YOGYAKARTA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Rahmanto NIM. 0650 1247 001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008

PERSETUJUAN

Skripsi yang berjudul :

KESIAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS e-LEARNING DI SMK KOTA YOGYAKARTA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

Oleh: Rahmanto NIM : 0650 1247 001

Telah disetujui dan disahkan untuk diujikan di depan Tim Penguji Skripsi Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Yogyakarta, 2 November 2008 Pembimbing,

Mutaqin, M.Pd, MT. NIP. 131 872 515

ii

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI KESIAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS e-LEARNING DI SMK KOTA YOGYAKARTA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

DIPERSIAPKAN DAN DISUSUN OLEH : RAHMANTO NIM. 0650 1247 001

TELAH DIPERTAHANKAN DI DEPAN PANITIA PENGUJI TUGAS AKHIR SKRIPSI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PADA TANGGAL 5 DESEMBER 2008 DAN DINYATAKAN TELAH MEMENUHI SYARAT GUNA MEMPEROLEH GELAR SARJANA PENDIDIKAN TEKNIK

SUSUNAN PANITIA PENGUJI

Nama 1. Mutaqin, M.Pd, MT. 2. Sukir, MT 3. Rustam Asnawi, MT

Jabatan Ketua/Pembimbing Sekretaris Penguji Utama

Tanda Tangan ………..……. ….………….. ….…………..

Yogyakarta, 5 Desember 2008 Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Dekan,

Wardan Suyanto, Ed. D. NIP. 130 683 449

iii

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : Rahmanto : 0650 1247 001 : Pendidikan Teknik Elektro : Kesiapan Pembelajaran Berbasis e-Learning di SMK Kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.

Menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya sendiri. Sepanjang sepengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau diterbitkan orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang telah lazim.

Yogyakarta, 5 Desember 2008 Yang menyatakan,

Rahmanto NIM. 0650 1247 001

iv

Namun tak ada sedikit pun rasa kesal atas kehendakMU. Ampunilah kami. kecewa dalam kehidupan adalah fitrah dari perjuangan.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Duka lara. Semoga rasa ini kekal di hati kami. sesungguhnya kami telah lelah dalam berdoa kepadaMu. Amin di persembahkan untuk : Jiwa yang takut dan mengharapkan RidhoNYA v . rahmatilah kami. berkahilah kami. Oleh karena itu. adalah sia-sia mengerjakan sesuatu bukan karenaNYA. Ya Rob.

Pd. Sumber data penelitian ini adalah guru mata pelajaran produktif di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.KESIAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS e-LEARNING DI SMK KOTA YOGYAKARTA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN ABSTRAK Penulis : Rahmanto / NIM: 065 0124 7001 Pembimbing : Mutaqin. SMK 3 Negeri. kesiapan siswa sebesar 12476 atau 81. M. MT Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Analisis data menggunakan teknik statistik diskriptif. kesiapan sarana dan prasarana sebesar 6214 atau 75. vi .71% dari skor ideal 15268 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. TIM pengembang e-Learning dan siswa kelas 2 di SMK Kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning dan kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK Kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Hasil penelitian kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan menunjukkan bahwa kesiapan guru sebesar 4702 atau 75.65% dari skor ideal 8214 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. SMK Muhammadiyah 3 di kota Yogyakarta. Teknik pengambilan data menggunakan metode kuesioner (angket).21% dari skor ideal 6265 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. Kesiapan yang dimaksud mencakup kesiapan guru untuk melaksanakan pembelajaran berbasis e-Learning. Jenis penelitian ini adalah survei dengan populasi SMK di kota Yogyakarta yang meliputi : SMK 2 Negeri. SMK Piri 1.

. MT. 4. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY dan sekaligus dosen pembimbing penulis. mengingat penelitian tentang pembelajaran berbasis e-Learning merupakan hal yang benar-benar baru bagi penulis. M. penulis banyak sekali menemukan kesulitan. SMK Muhammadiyah 3 Yoyakarta yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis untuk meneliti sekolahnya.Pd. Kepala Sekolah SMK 2 N. Bapak/ibu guru dan siswa di SMK kota Yogyakarta yang telah membantu penulis dalam membuat karya ini. Oleh karena itu. MT yang telah meluangkan waktu serta tenaga untuk memberikan validasi angket kepada penulis. Bapak Mohamad Ali.T. Bapak Imam Mustholiq. SMK Piri 1. antara lain . Bapak Rustam Asnawi. M.Kata Pengantar Puji syukur yang mendalam kepada Alloh SWT atas segala kemurahan.Pd.. vii . Bapak Wardan Suyanto. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta 2. Ed. dan rahmat-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan skripsi ini. 3. penulis sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu terselesaikannya penelitian ini. 5. Bapak Mutaqin. D. SMK 3 N. Dalam menyelesaikan laporan ini. M. 1.

Untuk itu penyusun menerima kritik dan saran dari para pembaca demi perbaikan tulisan ini. 2008 Penulis viii . Akhirnya penyusun berharap semoga tulisan ini ada manfaatnya walaupun hanya sedikit. Penyusun menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna.6. 5 Desember. Semua pihak yang tidak dapat kami sebut satu persatu.

......................................... i ii iii iv v vi vii ix xii xxi xvii BAB I PENDAHULUAN A.......... 1................................................................................... Rumusan masalah .............................................................. Manfaat penelitian ................................................... HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................................................................ E............................ DAFTAR GAMBAR ... Batasan masalah ................. D............................................................... 4...... Karakterisistik pembelajaran berbasis e-Learning...... B................................................................................... 2........... 5........................................................................................... DAFTAR TABEL .................................................................................................................. PERSETUJUAN ............ Teknologi pendukung pembelajaran berbasis e-Learning . Latar belakang ..................... KATA PENGANTAR ................................................ BAB II KAJIAN PUSTAKA A............................................................................................ DAFTAR ISI .... Fungsi pembelajaran berbasis e-Learning ............. Pembelajaran berbasis e-Learning .......... F................ SURAT PERNYATAAN ...... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............ Model pembelajaran berbasis e-Learning.......... DAFTAR LAMPIRAN ......................... ABSTRAK ............... Identifikasi masalah ...............DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ................................................................................................. 8 8 9 12 14 15 17 1 4 5 6 6 7 ix ............................................................... 6.............................................................. Pengertian pembelajaran berbasis e-Learning .................................................................................. Manfaat pembelajaran berbasis e-Learning..................................... C...... Tujuan penelitian ........................................................................................................................... 3...........................................................................................

.. d................... Variable penelitian.................. Kesiapan sarana dan prasarana ............ 2............ 1.......................................................................................... Kesiapan siswa.............................................................. Uji reliabilitas ......... 62 70 77 84 90 93 93 2 Kesiapan guru..................................... Tempat dan waktu penelitian ..................................................................................................................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.. .................. e................ Kesiapan pengembang e-Learning di SMK........ D.................................................................................... Lingkungan belajar........................... Kompetensi siswa terhadap materi TIK.................................................... H......................... ....................................................................... Deskripsi data 1 ............ b............ Kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning ................................. d............. Instrumen penelitian..... F.................................................................................. ........................................ Teknik analis data ..................... Mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning...................... ....... ............................. Komponen kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning ....................... ......................B.................. c.................................. 55 55 55 Kesiapan siswa....... C.......... Kesiapan guru .... x ............................. Metode pengumpulan data ... G... 19 19 19 19 24 25 29 38 42 43 43 43 44 44 45 47 50 51 I... D....................... a................................Learning ............... Pengertian kesiapan pembelajaran berbasis e. Uji validitas................ C................................... Membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning................... b................................................................ ....................... a........ Pendekatan penelitian .............................. Kesiapan pengetahuan tentang e-Learning.... BAB III METODE PENELITIAN A.. a.............. Pertanyaan penelitian ................................... c.. Populasi dan sampel penelitian...... Kesiapan total siswa SMK di kota Yogyakarta ........................................... B............................................................. Penilaian guru terhadap kesiapan siswa................. Kerangka berfikir ........... E......................................................................................................... f....................

........................ h. e.... Kesimpulan ... Kesiapan sarana dan prasarana.......... ................... .......... 200 200 201 203 206 xi ......... B...b.... .......................................................................................... . Merancang pembelajaran berbasis e-Learning .............. c................... Keterbatasan penelitian .......................... Kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning...................................................................... Piranti lunak............................. LAMPIRAN ............................ Menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK........................................ Kesiapan sarana dan prasarana................................. e.................. f... ............................ Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana........ Komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis eLearning.............. a. d....... Hasil kesiapan sarana dan prasarana masing masing sekolah... Pemahaman tentang e-Learning................................................................... d................ Kesiapan guru.. 3.............. f.............................................................................. ................ 3................ b.. DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. ..................................................... B............................ 134 135 137 139 151 158 165 168 168 178 185 101 108 115 122 129 132 132 c...................... Hasil kesiapan guru di masing masing sekolah ................................................ BAB V.............. ...................................... Piranti keras.... 2.................................... Kesiapan siswa.. KESIMPULAN DAN SARAN A............ g.............. PEMBAHASAN............... 1..... Saran – saran .............................................................. Penilaian siswa terhadap kesiapan guru............................... Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana.......................... .......... Kompetensi pengembang atau teknisi terhadap TIK ................... C.........................................................

.............................................................. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning............. ........ .... Perbandingan teknologi jaringan pada zona JARDIKNAS........ Tabel 5... Tabel 3........................................ Tabel 10... Hasil validitas instrumen ................... 63 62 61 60 58 57 56 55 33 33 46 46 47 49 51 xii ............. Tabel 4.. Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK.... Hasil uji reliabilitas instrumen....................... Kisi kisi kesiapan siswa ................. ... Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning..................................... Tabel 13... ... ............ .............. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK...... Kisi kisi kesiapan sarana dan prasarana... Beberapa contoh taksonomi teknologi e-Learning..................... Tabel 6............ Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ................ ......................... Tabel 15....................................... Tabel 2................... Tabel 12.....DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1...... Kisi – kisi kesiapan guru..... Tabel 9.......................................... Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK......... . Kriteria penilaian kesiapan siswa di kota yogyakarta aspek kompetensi siswa terhadap materi TIK...... Tabel 14..... Tabel 11......... Tabel 7...... Tabel 8. Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK .............................

.............. Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning..... Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning................................ Tabel 27.. .................... Kriteria penilaian lingkungan belajar. .. Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.............. 72 Tabel 23.................. ............... 74 Tabel 25........ Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek 75 lingkungan belajar........ Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar.................................. Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning........................................ Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning................................ 66 Tabel 18..................... Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek lingkungan belajar......................Tabel 16................................. ..................... 68 70 Tabel 20......... Tabel 29..................... Data frekuensi kesiapan siswa SMK Negeri 3 Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis eLearning........................... .... Tabel 21.............................................................................. 64 Tabel 17............. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar....................................... Tabel 28.. 73 Tabel 24........ .......... Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek lingkungan belajar .................... 77 79 80 xiii ............................ 67 Tabel 19......................................................................... Data frekuensi kesiapan siswa Muhammadiyah 3 77 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning..... ......... Tabel 26... 70 Tabel 22.... Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.........

.... Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta................. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta....................................... Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning........................................ .... Data Frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta.... Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta................................... ................... ....................................... Hasil kesiapan total siswa SMK di masing masing sekolah.......... 84 Tabel 34.. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ...... Data frekuensi kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning........ 91 91 Tabel 40......... Kriteria penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta....................... Kriteria penilaian kesiapan guru aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning....... 88 Tabel 37.. .......... .... 89 90 Tabel 38........................... Tabel 43............... Tabel 33................................... .... Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta............................. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.... Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning............... 92 93 93 94 95 xiv ..................... ................ ........ ........... Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta.. 86 Tabel 35......... 82 84 Tabel 32.. 81 Tabel 31.............. ...................................... Tabel 41................................. Tabel 39.......................Tabel 30................... Tabel 45.. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta.................................... 87 Tabel 36............... Tabel 46........... Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK 3 Negeri 92 Yogyakarta... Kriteria penilaian guru terhadap kesiapan siswa............. Tabel 42........ .. Tabel 44...........

......................... Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran 101 berbasis e-Learning....... .............. 99 Tabel 50................... Data frekuensi membuat materi pembelajaran berbasis eLearning.. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning ....................... ........ Tabel 52............ ................ Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan 101 pembelajaran berbasis e-Learning.................... Tabel 53...................... Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan 103 pembelajaran berbasis e-Learning......... Data frekuensi kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning guru SMK di kota Yogyakarta.................... Tabel 56.......................................... Tabel 51..................Tabel 47..... .............. Tabel 58... ........ Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.......... ........ . 98 Tabel 49.. 107 108 109 110 xv ....... Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.... Tabel 54...... .......... Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning................................ Tabel 57.......... 97 Tabel 48.... ........ Tabel 55....... Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyaykarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning ................ Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan 104 pembelajaran berbasis e-Learning............. Data frekuensi kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan 106 pembelajaran berbasis e-Learning..........................

.................... 111 Tabel 60............................................................................................... Data kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.......... 116 Tabel 64............ 124 xvi .. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK........................................................... 115 Tabel 63....................... Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. .. 117 Tabel 65................. . 121 Tabel 68.................................... 122 Tabel 69...... Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.......................... ........................................... 113 Tabel 61................... 114 Tabel 62..................................................... 120 Tabel 67.......................................... 123 Tabel 70.................. Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning......... 118 Tabel 66............. Kriteria penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK kota Yogyakarta... .......Tabel 59............................. ................................. Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK................ Data frekuensi kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dalam menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.............. Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning................................................ Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK......................................... .......... Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK............. Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta .............. ................................. .......

....... 130 130 Tabel 76 ................. Kriteria penilaian guru SMK di kota Yogyakarta................. Tabel 81.. . Tabel 77..... Hasil kesiapan sarana dan prasarana aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota 131 131 132 Yogyakarta................................ Tabel 75.............................................. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta........ 125 Tabel 72...................................... ... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta apek piranti keras SMK di kota Yogyakarta........... Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta . Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta.............................. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta.............. Tabel 84.... .............. Tabel 78..... ..... 128 129 Tabel 74....................... Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 3 Negeri 130 Yogyakarta................ Tabel 83.. 134 134 136 xvii ............................................... Tabel 80...Tabel 71................................................................ Tabel 79............................ ................ .. ...... ...................... Hasil kesiapan guru SMK di masing masing sekolah................................................... ..................................... Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta............................ Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek merancang pembelajaran berbasis eLearning....... Kriteria penilaian kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta............................ 127 Tabel 73... .............. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek komponen penyelenggaran 132 pembelajaran berbasis e-Learning.... Tabel 82.................. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta............ ....................................................................

.......Tabel 85..... Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta............... 139 Tabel 90....... 143 Tabel 93.............. 137 Tabel 87.................. Data frekuensi kompetensi pengembang terhadap TIK aspek aplikasi program SMK di kota Yogyakarta............... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta.. ....... 145 Tabel 94.. 145 xviii ... ......... Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal SMK di kota Yogyakarta. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta ... Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta...... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta. . ......... Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap TIK aspek sistem operasi dan komputer jaringan SMK di kota Yogyakarta....... ..... 145 Tabel 95................................................ 138 Tabel 88................ 139 Tabel 89...................... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta.................................................... 141 Tabel 91....................................................... Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta.................................. 136 Tabel 86............................... .......... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta .................. 143 Tabel 92.....

....... 161 xix ........... Data frekuensi penilaian siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta..... ............................................................ 149 151 Tabel 101.. Tabel 99............................. Tabel 105. Kriteria penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana........................... ................................... Data frekuensi penilaian siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana............ ............ Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer SMK di kota Yogyakarta... Data frekuensi penilaian guru terhadap sarana dan 160 prasarana di SMK 2 Negeri Yogyakarta. .. Tabel 109................. Data frekuensi penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana............... Data frekuensi penilaian guru terhadap sarana dan 158 156 158 155 154 153 151 prasarana di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.... Data frekuensi penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta..................... Tabel 108........Tabel 96........ 147 Tabel 98...................... ....................................... Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta........................... Tabel 103.. Tabel 106................................ 147 Tabel 97.............. Tabel 107...... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta ................... Tabel 100........................... Tabel 102..... Tabel 104.................. Kriteria penilaian guru terhadap sarana dan prasarana... .... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian 149 multimedia di SMK kota Yogyakarta ...................... Data frekuensi penilaian siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana..............

......... .... .... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta....................................... Data penilaian guru SMK kota Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana ..................... 192 xx ........... Tabel 113................ Tabel 116................ Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta.......... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.. Tabel 123.... Tabel 114................ ........................................................... Kriteria penilaian sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta........... Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana di SMK 3 Negeri Yogyakarta............................. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta... Hasil kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah............Tabel 110.............. Data kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta .... Hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di masing 165 163 162 masing sekolah............................. Hasil kesiapan guru SMK di masing masing sekolah............................................................................................................................................. ................................ Tabel 112................... Tabel 120....... ...... Hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di masing 186 masing sekolah.......... ................... Hasil penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta................. Tabel 115................. ............ ..... Tabel 122..... Tabel 111......... Tabel 117............................. Tabel 121.... Tabel 118 Hasil penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta.... 165 166 166 167 167 170 173 179 182 Tabel 119......... ..........

............................................... Gambar 10.........DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1.................................... Gambar 3...... Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.................... Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK............................ Gambar 4.............................. Gambar 9.. Diagram batang kompetensi siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap materi TIK................................................................... Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning .. Gambar 5..... ................................. Tahapan pengembangan e-Learning.... 69 68 66 65 63 61 60 59 57 56 28 xxi ... ...................... Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK......... Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK... Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.............. Gambar 8...... Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ........... Gambar 11....... Gambar 2..... Gambar 6............................................................................. ........................................................ .... ............ Gambar 7...... Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis eLearning......................

.................... Gambar 22............................................................................. Gambar 23.................................... Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta...................... Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK kota Yogyakarta............................ Gambar 14........................................... Gambar 15................... ............ Gambar 21.................................... Gambar 24...................... Diagram batang kesiapan SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning........ Gambar 25.................................................... Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning... Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek lingkungan belajar..... ........Gambar 12.......... Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri aspek pengetahuan tentang e-Learning................ 89 88 87 86 85 83 82 80 80 78 76 75 73 72 71 xxii .......... Gambar 16......... ....... Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar..... .................. Gambar 20............................................ ........... Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta........... Gambar 17.................... Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar.................................................... Gambar 26.............. Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar.......... Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning......... Gambar 13............................ Gambar 18...... Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta ................................. Gambar 19....... Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek lingkungan belajar..

.................................. ..................... Gambar 33..... Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.............. Gambar 37.......................................... Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning............ .......................... Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis eLearning..................... Gambar 35................ 27 Diagram batang kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah...... Gambar 38........ .................................................................................... Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning...........Gambar............................... Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning...... 103 105 106 107 109 xxiii ............... ...................... Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.......... Gambar 28.. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. Gambar 36............................. Gambar 32.... . Gambar 30........... Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.......... Gambar 31............ Gambar 29... .......... Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis 91 94 96 97 98 100 102 e-Learning.................. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning .................. Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning......................... Gambar 34...

................... Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.. Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK............................. Gambar 45............................. .............. Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ............. ..... ............... Gambar 50........................................... ....... Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning................................. Gambar 41................... Gambar 48.... Gambar 43................. Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.................Gambar 39. Gambar 44................................................................. Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK............ ... Gambar 40........... Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning........................................ Gambar 47....... Gambar 46............................................. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta ........................................................................................... Gambar 49.. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta ..................................................... Gambar 42.................................... ............... Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK....... Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta.................... Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK........................................................ ...... Gambar 51..... Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning................................. 127 126 124 123 121 120 119 117 116 114 113 112 110 xxiv .....

.......................... ........ ... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta ..................................................... Diagram kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta........ Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta..... ...... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer SMK di kota Yogyakarta...................................................... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta.... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak di kota Yogyakarta......................Gambar 52.............................. Gambar 56............................................ Gambar 54..... .............. Gambar 60..... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek merancang pembelajaran berbasis eLearning. Diagram batang kesiapan sarana dan prasrana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program SMK di kota Yogyakarta.................... Gambar 58....................................... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta..................................................... Gambar 55.................. ..... ........................... Gambar 63................ ......................... Gambar 57.............. 150 148 146 144 142 140 138 136 135 133 128 129 xxv ... Gambar 62............ Gambar 61........... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta......................... Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta............................... Gambar 59......... Gambar 53.......... ........ Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan SMK di kota Yogyakarta...............

.......... ....................... Gambar 76 Diagram batang kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah........................... Gambar 74 Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta ........... Gambar 77 Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta. .............................................................. 192 183 165 174 164 163 161 160 159 157 156 154 153 152 xxvi .....................................Gambar 64........................ Gambar 72.................................. Gambar 75 Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta.. Diagram batang penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Piri 1 Yogyakarta............................................... Gambar 69.............................................................................. Diagram batang penilaian siswa SMK 2 Negeri terhadap sarana dan prasarana.................................................................................. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta .. Gambar 67................. . Diagram batang penilaian guru SMK 3 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana.......................... Gambar 66... Gambar 71..... Diagram batang penilaian siswa SMK 3 Negeri terhadap sarana dan prasarana ..... Gambar 73... .................. Diagram batang penilaian guru SMK Muhammadiyah terhadap kesiapan sarana dan prasarana......................................... .................... Diagram batang penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta...... Gambar 70....... Diagram batang penilaian guru terhadap sarana dan prasarana. Diagram batang penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana.. Gambar 65................................ ...................... ............................................................... Gambar 68................. Diagram batang penilaian guru SMK 2 Negeri terhadap kesiapan sarana dan prasarana....

.................... MT ..............DAFTAR LAMPIRAN Surat Permohonan Ijin Penelitian Fakultas Teknik UNY ..... 261 Kriteria Penilaian Kesiapan Guru ................................................................................................................... 214 Surat Pernyataan Judgement Instrumen Bapak Mohamad Ali............................ MT ........... 258 Data Kesiapan Siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta diisi Siswa ................................. 256 Data Kesiapan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta di isi Siswa............................ M...........Musamma... 253 Data Kesiapan Guru SMK 2 Negeri Yogyakarta diisi Siswa ..... 262 xxvii .... 209 Surat Keputusan Ujian Skripsi.............. 252 Data Kesiapan Guru SMK Piri Yogyakarta diisi Siswa ........M... 216 Validitas dan Relibilitas Instrumen Siswa dengan SPSS........................ 248 Data Item B Validitas excel ............................................. 257 Data Kesiapan Siswa SMK Piri Yogyakarta diisi Siswa ................................... 207 Surat Ijin Pemerintah Kota DIY .................... 210 Surat Permohonan Validasi Instrumen Bapak Rustan Asnawi....... 254 Data Kesiapan Guru SMK 3 Negeri Yogyakarta diisi Siswa ........ 215 Surat Pernyataan Judgement Instrumen Bapak I...Pd................ 243 Data Item A Validitas excel ............................................................ MT..................... 212 Surat Permohonan Validasi Instrumen Bapak I.................... M.............................................................. 217 Validitas dan Relibilitas Instrumen Guru dengan SPSS ........................................................ 2 11 Surat Permohonan Validasi Instrumen Bapak Mohamad Ali.. Musamma......... 213 Surat Pernyataan Judgement Instrumen Bapak Rustam Asnawi......... 206 Surat Keterangan/Ijin BAPEDA DIY ..................................................................................... 255 Data Kesiapan Guru SMK diisi Guru .......................................................M....... 222 Angket untuk Siswa .......................................................................................................................... 234 Angket untuk TIM pengembang e-Learning ................................................................... 208 Surat Keputusan Dekan UNY tentang Pembimbing Skripsi ......... 251 Data Kesiapan Guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta diisi Siswa ............................................................ 226 Angket untuk Guru ...................... MT......... 260 Data Kesiapan Siswa SMK diisi Guru............Pd ..................................... 259 Data Kesiapan Siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta diisi Siswa ..

..................................................................................................... 301 Daftar Hadir Seminar Skripsi............... 278 Kriteria Penilaian Kesiapan Sarana dan Prasarana ....................................... 357 xxviii ......Kriteria Penilaian Kesiapan Siswa.......................................................................... 356 Notulen Seminar Skripsi ...............................

Modifikasi. Perkembangan zaman menuntut manusia untuk mempunyai banyak bekal ilmu dan keahlian tentang cara bertahan hidup. mengingat semakin bertambahnya jumlah penduduk tiap bulan tanpa diiringi dengan bertambahnya lowongan pekerjaan. pada proses pembelajaran sering dilakukan pemerintah guna memperoleh lulusan yang berkualitas. karena memang sudah semestinya dalam mendapatkan suatu pengetahuan. teknologi informasi dan komunikasi memberikan kontribusi yang . pengembangan. ruang dan waktu seharusnya bukanlah suatu batasan yang menyulitkan bahkan tidak memungkinkan seseorang untuk mendapatkan suatu pengetahuan yang ingin diketahuinya. mengingat tuntutan zaman selalu berkembang.BAB I PENDAHULUAN A. Penelitian tentang pembelajaran dalam dunia pendidikan tidak ada hentinya. evaluasi. hal tersebut sudah bukan suatu rahasia lagi. Seiring dengan berkembangnya tuntutan zaman dalam dunia pendidikan. dan hanya manusia yang mempunyai keahlian yang dapat mengikuti kompetisi mencari lowongan pekerjaan. Latar belakang. Peningkatan kualitas lulusan sekolah merupakan langkah awal dalam menyiapkan manusia yang ‘dapat menjawab tuntutan zaman’. Hal ini mengkondisikan manusia untuk berkompetisi dengan manusia lainnya guna memperoleh pekerjaan. Kegiatan proses pembelajaran terus diarahkan ke arah yang lebih fleksibel dalam kaitannya dengan ruang dan waktu.

menjelaskan bahwa pemanfaatan e-Learning menunjukan dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik. Hal tersebut berdasarkan pendapat ahli di bidang e-Learning seperti yang terdapat dalam buku Merancang dan Menyiapkan e-Learning oleh Soekartawi (2007) yaitu menurut : John V. CISCO (2001) dalam bukunya Combines Commnication. Diharapkan . menyatakan pendidikan. gubernur DIY di ruang sasana krida. hal ini ditandai dengan peluncuran program Jogja Learning Gateway oleh Dinas Pendidikan Nasional DIY melalui situs e-Learning mempunyai dampak positif terhadap mutu www. sampai saat ini baru ada 11 sekolah yang bergabung dalam program Jogja Learning Gateway. yang baru baru ini dikenal dengan istilah pembelajaran berbasis e-Learning. Sugito. education. menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY Drs. ANWAS (2003) dalam artikelnya yang berjudul Model Inovasi membahas dampak positif e-Learning dalam meningkatkan mutu pendidikan.org di-launching-kan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. penerapan pembelajaran berbasis e-Learning belum dapat dilaksanakan di semua sekolah. Salah satu provinsi yang baru menyiapkan program e-Learning adalah Yogyakarta. pertengahan Maret 2007 (Wartaegov. Oos M. Senada dengan itu.2 besar dalam menjawab kebutuhan tuntutan zaman tersebut. menjelaskan bahwa penggunaan e-Learning memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan di Amerika Serikat. Sementara itu. Pavlik (1996) yang berjudul Culture and Comercial Perpectives. Namun demikian. 2008). information and training. Menurutnya.jogjabelajar.

otonomi keilmuan dan manajemen. Penerapan e-Learning di kota Yogyakarta belum dapat menyeluruh ke semua satuan pendidikan. terpadu. Menurut hasil observasi peneliti dengan metode wawancara kepada guru yang mengampu mata pelajaran TIK di beberapa SMK negeri maupun . belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi. belum mantapnya penyelenggaraan sekolah dan lembaga pendidikan luar sekolah berdasarkan prinsip desentralisasi. kurangnya jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan. dan menyeluruh. belum optimalnya kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah. yaitu : pertama. Kelima. Keenam. belum optimalnya pemberdayaan lembaga pendidikan. Kedua. baik sekolah maupun luar sekolah. 2006). dikarenakan masih kurang siapnya pihak sekolah dalam menyelenggarakan dan masih terganjal dengan masalah umum yang belum terselesaikan. Keempat. Kesembilan. belum optimalnya keterpaduan program pembangunan bidang pendidikan dengan bidang lain. belum mantapnya sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum. belum optimalnya kemampuan akademik dan profesionalisme tenaga kependidikan. belum terselenggarakannya secara memadahi pengembangan kualitas sumberdaya manusia sedini mungkin secara terarah. Ketujuh. Hal ini dapat dilihat dalam Blueprint Jogja Cyber Province Pemerintah Province Daerah Istimewa Yogyakarta (Lampiran Peraturan Gubernur DIY. baik di desa maupun kota (Radar Jogja. sehingga peningkatan kualitas pendidikan berbasis TI mampu secara merata diterima semua sekolah. Ketiga. 2007 ). Kedelapan.3 semua sekolah di DIY bisa mengakses program itu.

forum interaktif di dunia cyber. Menanggapi permasalahan di atas maka peneliti ingin mengetahui kesiapan sarana prasarana. sesuai dengan harapan diadakannya program pembelajaran berbasis e-Learning. Belum optimalnya kemampuan akademik dan profesionalisme tenaga kependidikan. hanya untuk mengambil sumber informasi. Masih jarang ditemui guru yang mampu membuat bahan ajar di internet. dengan demikian proses pembelajaran berbasis e-Learning akan berjalan lancar sesuai dengan rencana. itu saja memanfaatkan web atau situs situs yang dibuat perusahaan lain. peneliti menemukan fakta bahwa penerapan e-Learning di SMK kota Yogyakarta belum optimal sesuai dengan harapan. . Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada siswa dan guru ataupun siapa saja yang bertanggung jawab menyelenggarakan program pembelajaran agar dapat menyiapkan diri dalam rangka menyongsong terselenggaranya program pembelajaran berbasis e-Learning. B. kebanyakan SMK telah mempunyai jaringan internet namun penggunaannya masih terbatas. ujian semesteran memakai e-Learning. guru dan siswa untuk meyelenggarakan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknologi Komputer dan Jaringan.4 swasta di Yogyakarta pada akhir tahun 2007. Indentifikasi masalah Berdasarkan latar belakang di atas. ditemui permasalahan tentang hambatan penyelengaraan pembelajaran berbasis e-Learning. 2. Belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi. 1. diantaranya .

dan menyeluruh. 4. 8. dalam penelitian ini komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning dibatasi dalam hal kesiapan guru. Oleh karena itu. 6. 9. Kurangnya jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan. 5.5 3. Belum optimalnya keterpaduan program pembangunan bidang pendidikan dengan bidang lain. komponen yang perlu disiapkan guna menyukseskan penyelenggaraan sistem pembelajaran sangat banyak. Belum optimalnya kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Batasan masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah. Belum mantapnya penyelenggaraan sekolah dan lembaga pendidikan luar sekolah berdasarkan prinsip desentralisasi. Belum optimalnya pemberdayaan lembaga pendidikan. 7. C. Belum mantapnya sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum. kesiapan siswa dan kesiapan sarana prasarana. otonomi keilmuan dan manajemen. baik sekolah maupun luar sekolah. Belum terselenggarakannya secara mewadahi pengembangan kualitas sumberdaya manusia sedini mungkin secara terarah. Mengingat jumlah SMK negeri maupun swasta di kota Yogyakarta banyak dan mempunyai karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya. terpadu. menjadikan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning .

. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang. SMK 3 Negeri. SMK di kota Yogyakarta sebagai populasi dalam penelitian ini dibatasi dalam hal . dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut : 1. D. 2. hal tersebut akan meningkatkan tingkat kesulitan peneliti dalam mengambil data apabila tidak disampel dan apabila disampel.6 yang perlu disiapkan akan berbeda beda antara SMK satu dengan lainnya. SMK Piri 1. Berdasarkan alasan tersebut di atas. 3. akan menimbulkan ketidak akuratan hasil penelitian. meliputi . SMK 2 Negeri. Dengan demikian. Bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana SMK yang untuk mengikuti pembelajaran menyelenggarakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di kota Yogyakarta untuk mendukung penyelengaraan pembelajaran berbasis eLearning. Sejauhmana kesiapan guru mata pelajaran produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta untuk menjalankan program pembelajaran berbasis e-Learning. Sejauhmana kesiapan siswa kelas 2 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta berbasis e-Learning. SMK Muhammadiyah 3 di kota Yogyakarta. SMK yang menyelenggarakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. identifikasi dan batasan masalah.

Bagi pihak SMK di kota Yogyakarta a. F.7 E. Mengetahui sejauhmana ketersediaan sarana dan prasarana SMK yang menyelenggarakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di kota Yogyakarta untuk mendukung penyelengaraan pembelajaran berbasis eLearning . Memberi motivasi kepada pendidik untuk memberikan yang terbaik kepada peserta didik. 2. Mengetahui sejauhmana kesiapan guru mata pelajaran produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta untuk menjalankan program pembelajaran berbasis e-Learning. 3. karena pada dasarnya salah satu penentu . 2. Memperluas khasanah ilmu pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning b. Manfaat penelitian 1. Hasil penelitian dapat dijadikan referensi penelitian yang berhubungan dengan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta. Bagi khasanah IPTEK a. Mengetahui sejauhmana kesiapan siswa kelas 2 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta untuk mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning. Tujuan penelitian 1. Sebagai masukan kepada tenaga pendidik dan pihak sekolah dalam rangka menyiapkan diri untuk menyongsong pelaksanaan pembelajaran berbasis e-Learning b.

Hasil penelitian dapat sebagai masukan dalam menyusun silabus mata kuliah.8 keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning adalah pendidik. b. Bagi pihak Universitas Negeri Yogyakarta a. . Hasil penelitian dapat sebagai masukan dalam mengevaluasi kegiatan belajar di bangku kuliah. agar ilmu yang didapat dalam bangku kuliah update dengan kebutuhan di SMK. 3.

Room and more”. computer. Adapun pengertian e-Learning menurut (Soekartawi. 1. interactive TV. such as web based learning. Pengertian pembelajaran menurut Cagne dan Biggs (Tengku Zahara Djaafar. e-Learning is …’ tem covering a wide a set of applications and process. And digital collaboration. (LAN/WAN) audio and videotape. teleconferencing. audio and videotapes.9 BAB II KAJIAN TEORI A. Definisi menurut Unesco (Soekartawi. Pengertian pembelajaran berbasis e-Learning. sasaran pembelajaran adalah merubah masukan berupa siswa yang belum terdidik menjadi manusia yang terdidik (proses transformasi). intranet/extranet. 2007) adalah e-Learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging. 2001) adalah rangkaian peristiwa atau kejadian yang mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga proses belajarnya dapat berlangsung dengan mudah. definisi e- Learning menurut Anonymous (Soekartawi.based learning. 2007) e-Learning is learning through available in the . Pembelajaran berbasis e-Learning. 2007) adalah sebagai berikut. virtual classrooms. Sebagai bagian dari sistem. It includes the delivery of content via interne. satellite transmissions. CD. Sementara itu. and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses. tujuannya adalah membantu orang atau siswa untuk belajar. satellite broadcast.

2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran guru dalam arti sebenarnya. Teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan adalah aplikasi dari program di komputer yang tersambung secara jaringan. dengan tujuan memudahkan siswa dan guru dalam menggapai tujuan belajar. 2005) adalah sebagai berikut : menurut Rosenberg menekankan bahwa e-Learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis e-Learning adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar. internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia. Karakterisistik pembelajaran berbasis e-Learning. Definisi lain menurut beberapa pakar teknologi informasi. 2. Menurut (Khoe Yao Tung. e-Learning or on –line learning is always connected to a computer or having information available through the use of computer. Definisi menurut Jakcson (Soekartawi. seperti yang terdapat dalam artikel IPTEK yang disusun oleh (Asep Herman Suyanto. baik secara intranet maupun internet.10 computers. 2007) adalah ‘on-line learning atau e-Learning adalah pembelajaran yang penyampaiannya menggunakan komputer. Thus. Oleh karena itu. Berdasarkan dari beberapa pengertian di atas. Model pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam model pembelajaran yang masih relatif baru. selain definisi .

Karakteristik pembelajaran berbasis e-Learning pun sangat bervariasi tergantung pada implementasinya dalam dunia pendidikan. Menurut (Herman Dwi Surjono. Peserta didik menjadi sangat flexible dalam memilih waktu dan tempat belajar karena mereka tidak harus datang di suatu tempat pada waktu tertentu.11 tentang e-Learning di atas tidak menutup kemungkinan masih ada definisi lain. pembelajaran berbasis e-Learning diselenggarakan secara sederhana. terpadu melalui portal e-Learning yang berisi berbagai obyek pembelajaran yang diperkaya dengan multimedia serta dipadukan dengan sistem informasi akademik. Kedua. sekedar kumpulan bahan pembelajaran yang ditaruh dalam web server dengan tambahan forum komunikasi lewat e-mail atau milist. Implementasi pembelajaran berbasis e-Learning bisa masuk kedalam kategori tersebut. komunikasi. namun semua didasarkan atas suatu prinsip atau konsep bahwa e-Learning dimaksudkan sebagai upaya pendistribusian materi pembelajaran melalui media elektronik atau internet sehingga peserta didik dapat mengaksesnya kapan saja dari seluruh penjuru dunia. Ciri pembelajaran berbasis e-Learning adalah terciptanya lingkungan belajar yang flexible dan distributed. yakni bisa terletak diantara keduanya. Meskipun implementasi sistem e-Learning yang ada sekarang ini sangat bervariasi. Pihak pengajar dapat memperbaharui . evaluasi. diskusi dan berbagai education tools lainnya. yaitu : pertama. 2007) implementasi dari pembelajaran berbasis e-Learning setidaknya ada 2. atau bahkan bisa merupakan gabungan beberapa komponen dari dua sisi tersebut.

Proses pembelajaran dalam kelas maupun luar kelas melibatkan teknologi elektronik. Contoh eLearning asynchrounous banyak dijumpai di internet baik sederhana maupun terpadu melalui portal e-Learning. live. pengajar dan siswa harus berada di depan komputer secara bersama–sama karena proses pembelajaran dilaksanakan secara live. memanfaatkan teknologi jaringan komputer. Sistem e-Learning dapat diimplementasikan dalam bentuk asynchronous. diharapkan dapat terjadi . Berdasarkan segi isi. komputer didesain agar guru dan siswa dapat berinteraksi. Kedua. memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran. maupun tatap muka (Herman Dwi Surjono.12 materi pembelajaran kapan saja dan dimana saja. materi pembelajaran pun dapat dibuat sangat flexible mulai dari bahan sekolah yang berbasis teks sampai materi pembelajaran yang sarat dengan komponen multimedia. synchronous secara bersamaan biasa disebut Blended learning. yakni pembelajaran yang menggabungkan semua bentuk pembelajaran misalnya on-line. Berdasarkan definisi dan implementasi pembelajaran berbasis eLearning di atas. baik melalui video maupun audio converence. sedangkan dalam e-Learning synchrounous. 2007). Pemakaian asynchronous. dapat diketahui karakteristik pembelajaran berbasis eLearning sebagai berikut : pertama. komputer sebagai salah satu hasil karya dari kemajuan teknologi dapat digunakan menggantikan media yang masih bersifat konvensional. synchronous atau campuran dari keduanya. siswa dan materi pembelajaran terletak di lokasi yang berbeda. sehingga siswa dapat belajar kapan saja dan dari mana saja. Distributted learning menunjuk pada pembelajaran dimana pengajar.

terdapat teknologi pendukung pembelajaran berbasis e-Learning yang . Kehadiran e-Learning hanya sebagai media belajar. kondisi keuangan. bukan menghilangkan guru ataupun menggantikan peran guru dalam proses belajar mengajar. tidak kurang dan tidak lebih. Keempat. mengingat kegiatan proses belajar mengajar dalam kelas pasti membutuhkan komunikasi dua arah antara guru dan siswa. kompetensi guru dan lain sebagainya. Namun demikian. dari dulunya hanya mendidik dan mengajar tentang materi pelajaran. kondisi kesiapan siswa. juga masih berlaku walaupun proses belajar terjadi dalam kelas. Ketiga adalah menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya. tuntutan kebutuhan. sekarang bertambah membimbing siswa dalam pengoperasian e-Learning.13 proses belajar mengajar seperti proses belajar mengajar dalam kelas. e-Learning tetap membutuhkan guru. menurut karakteristik dan pengertian pembelajaran berbasis e-Learning. Teknologi pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Penambahan materi ajar guru bertambah dalam proses mengajar menggunakan e-Learning. Proses interaksi dalam sebuah komputer yang telah didesain jaringan. pilihan penggunaan teknologi diserahkan kepada pihak penyelenggara e-Learning dengan disesuaikan terhadap kemajuan teknologi. Teknologi yang digunakan dalam pembelajaran berbasis eLearning bermacam macam. membutuhkan pembimbing. 3.

Pemakaian teknologi dalam proses belajar mengajar bisa dikombinasikan antara technology based learning dan technology based web-learning. video text. teknologi komputer atau sering disebut dengan computer assisted technology yang sistem pengajarannya dikenal dengan nama computer assisted learning . video text. internet. teknologi web atau internet yang lazim disebut dengan nama ”on-line learning” (WBL) . Fungsi pembelajaran berbasis e-Learning. VCD. Technology based web-learning terdiri dari data information technologies (bulletin board. voice mail telephone) dan video information technologies (video tape. seperti Webt. Ketiga. Internet. atau pengganti (substitusi). televisi. e mail. vidiotape. Menurut Siahaan (2001) menyebutkan ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction). saluran telepon. voice mail telephon . chating. power point. Teknologi pembelajaran terus berkembang. CISCOM. audio tape. bullletin board. yaitu : pertama. graphichs. Kedua. e-mail. audio. pelengkap (komplemen). video mesaging. . animasi. yang sistem pengajarannya menggunakan software yang dirancang untuk ini. Namun pada prinsipnya teknologi e-Learning dapat dikelompokkan menjadi dua. yaitu sebagai suplemen yang sifatnya pilihan/ opsional. CD-ROM dan lain sebagainya. yaitu: technology based learning dan technology based web-learning. tele-collaboration). Technology based learning terdiri dari audio information technologies (radio. teknologi audio video . lain sebagainya. video messaging). tele-colaboration.14 minimal harus diadakan. 4.

Dalam hal ini. Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment. dikatakan berfungsi sebagai supplemen (tambahan) apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih. Komplemen (tambahan). Dikatakan sebagai program remedial. tidak ada kewajiban/ keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.15 a. Suplemen. apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan guru secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Sekalipun sifatnya opsional. b. apabila kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas (slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi . dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas. apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas. Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.

pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran.16 pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Hal tersebut di atas disebabkan. Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Manfaat pembelajaran berbasis e-Learning Manfaat pembelajaran berbasis e-Learning. kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat . menurut A. beberapa perguruan tinggi di negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/ perkuliahan kepada para mahasiswanya. c. Tujuannya agar mahasiswa dapat fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas siswa. Apabila dirancang secara cermat. baik antara peserta didik dengan guru/ instruktur. Bates seperi dikutip oleh (Mohamad Nasirulloh. 2007). W. karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional. Substitusi (pengganti). Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity). antara sesama peserta didik. 5. a.

Peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau mendapat tekanan dari teman sekelas. Biasanya kesempatan yang terbatas cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet. Keadaan yang demikian ini tidak akan terjadi pada pembelajaran berbasis eLearning. Jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru/instruktur. Siapa saja. b. sehingga peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja.17 terbatas. dan kapan saja. Fasilitas . c. dapat diserahkan kepada guru/dosen/instruktur begitu selesai dikerjakan. d. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities). seseorang dapat belajar. di mana saja. Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience). Kesempatan belajar benarbenar terbuka lebar bagi yang membutuhkan. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet.

baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian guru/dosen/instruktur selaku penanggung-jawab atau pembina materi pembelajaran. Sebagaian materi disampikan melalui internet. ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet. 2007). web centric course. Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan. konsultasi. yaitu web course. Fungsinya saling melengkapi. latihan.18 yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat dilakukan. Seluruh bahan ajar. Web centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). ujian. yang mana peserta didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh. Model pembelajaran berbasis e-Learning Menurut Haughey seperti dikutip dalam jurnal pendidikan SD Percobaan 4 Wates (Journal Pendidikan SDN 4 Wates. diskusi. dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. dan web enhanced course. dan sebagaian lagi melalui tatap muka. Dalam model ini pengajar bisa memberikan . 6. penugasan. Penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah.

Kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning 1. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pengajar. Pengertian kesiapan menurut beberapa pakar psikologi pendidikan seperti yang dikutip oleh (Ika Sari Dewi. melayani bimbingan dan komunikasi melalui internet. 2006) adalah sebagai berikut . menurut (Caplin. Dalam tatap muka. sesama peserta didik. Siswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. . anggota kelompok. sosial dan intelektual. dan kecakapan lain yang diperlukan. Web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Oleh karena itu peran pengajar dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet. Pengertian kesiapan pembelajaran berbasis e.Learning. 1989) adalah tingkat perkembangan dari kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk mempraktikan sesuatu dan menurut (Corsini 2002) kesiapan adalah berkembang atau mempersiapakan diri dalam belajar dan memperoleh beberapa tugas perkembangan fisik.19 petunjuk pada siswa untuk mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuatnya. B. peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut. membimbing siswa mencari dan menemukan situssitus yang relevan dengan bahan pembelajaran. atau peserta didik dengan narasumber lain. menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati.

a. mengelola. pengetahuan. Kesiapan guru Guru adalah komponen yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. tetapi juga berperan sebagai pengelola (manager of learning) pembelajaran. keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh guru. taktik pembelajaran serta kompetensi dalam mata pelajaran yang diajarkan. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi penyusunan strategi pembelajaran maupun implementasi pembelajaran. Guru dalam proses pembelajaran bukan hanya sebagai model atau teladan bagi siswa yang diajar. gaya. menggunakan. yang berbeda. Menurut Dunkin ada sejumlah aspek yang dapat mempengaruhi kualitas proses . pembelajaran berbasis e-Learning dengan cara membekali diri dengan ilmu yang dibutuhkan untuk merancang. kemampuan. teknik. menyelenggarakan.20 Pengertian kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning adalah kesanggupan atau kesediaan penyelenggara dan penguna untuk mempersiapkan diri hingga mampu menyelenggarakan dan menjalankan. Efektifitas pembelajaran sepenuhnya diserahkan oleh guru. dengan tujuan mendapat manfaat dari penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. serta melengkapi sarana dan prasarana dan mengkondisikan lingkungan belajar. Keberhasilan implementasi e-Learning dalam pembelajaran sangat tergantung pada kepiawian guru dalam menggunakan metode. Seorang guru satu dengan lainnya mendapat pengalaman. 2. Komponen kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning.

tempat asal kelahiran guru termasuk suku. Pertama adalah kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaidah-kaidah paidagogis yang dituangkan dalam rencana pembelajaran. Teacher properties adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki guru. keadaan keluarga. kemampuan dalam perencanaan dan evaluasi pembelajaran. Ketiga adalah penguasaan materi pembelajaran (subject metter) sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. pengalaman latihan professional. yaitu teacher formative experience. latar belakang budaya. . misalnya sikap guru terhadap profesinya. intelegiensi guru. Teacher formative experience. misalmya. diantaranya. Kedua adalah penguasaan TIK dalam pembelajaran yakni pemanfaatan eLearning sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang uptodate dan berkualitas. pengalaman jabatan. sikap guru terhadap siswanya. meliputi jenis kelamin serta semua pengalaman hidup guru yang menjadi latar belakang sosial mereka. Secara detail guru harus mempunyai kemampuan seperti di bawah ini : 1) Kompetensi guru dalam pembelajaran Ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru untuk menyelenggarakan model pembelajaran berbasis e-Learning. adat istiadat.21 pembelajaran dilihat dari faktor guru. Teacher training experience adalah pengalaman–pengalaman yang berhubungan dengan aktifitas dan latar belakang pendidikan guru. teacher training experience dan teacher properties. tingkatan pendidikan.

Beberapa hal yang perlu dicermati dalam menyelenggarakan program e-Learning adalah guru harus mampu menggunakan internet dan email untuk berinteraksi dengan siswa untuk mengukur kemajuan belajar siswa. menyusun kerangka materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional dan pencapainnya sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Bahan pengayaan (additional matter) diberikan melalui link ke situs-situs sumber belajar yang ada di internet agar siswa mudah mendapatkannya.22 Langkah-langkah kongkrit yang harus dilalui oleh guru dalam pengembangan bahan pembelajaran adalah mengidentifikasi bahan pelajaran yang akan disajikan setiap pertemuan. Bahan tersebut selanjutnya dibuat tampilan yang menarik mungkin dalam bentuk power point dengan didukung oleh gambar. siswa mampu mengatur waktu belajar. . Kompetensi terhadap materi TIK yang harus dikuasai meliputi : kemampuan dasar pengoperasian komputer. yaitu . dan pengaturan efektifitas pemanfaatan internet dalam ruang multimedia. Setelah bahan tersebut selesai maka secara teknis guru tinggal meng-upload ke situs e-Learning yang telah dibuat. video dan bahan animasi lainnya agar siswa lebih tertarik dengan materi yang akan dipelajari serta diberikan latihan-latihan sesuai dengan kaidah-kaidah evaluasi pembelajaran sekaligus sebagai bahan evaluasi kemajuan siswa.

basis data . Keenam. dapat menggunakan program aplikasi pengolah kata. chating. menyertakan file di dalam email (attachment). Berkembangnya teknologi pembelajaran berbasis TIK. soundsistem. Secara umum dapat ditemui di kebanyakan satuan pendidikan. 2) Menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Kelima. Keempat. dapat membuat software pembelajaran mandiri (bersifat interaktif dengan user). komputer atau mengunjungi warnet terdekat untuk mencari sumber belajar atau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.23 pertama. Ketiga. Kedelapan. dapat menjelaskan konsep jaringan komputer. dapat mengoperasikan komputer. siswa masih enggan untuk meluangkan waktu di luar jam belajar untuk mengunjungi lab. dan merakit hardware seperti print. webcamp dan sebagainya. angka. dapat mendeteksi. dapat mengimplementasikan pengetahuannya dalam bidang bahasa pemrograman komputer untuk membuat bahan ajar sederhana. dapat menggunakan program aplikasi yang ada di internet untuk browsing. dapat membuat homepage sederhana di jaringan komputer lokal. memperbaiki. salah satu kendalanya adalah menyiapkan peserta didik dalam budaya belajar berbasis teknologi informasi. minimal dengan sistem operasi program window dan aplikasinya. . searching. Ketujuh. dapat memasukan bahan ajar ke internet. aplikasi untuk presentasi. konsep lokal komputer dan remote computer. Kedua. mendownload file di internet. Kesembilan. setting agar dua komputer saling terhubung. email.

akan tetapi tempo dan irama perkembangan masing masing anak tidak selalu sama. Salah satu upaya yang efektif untuk mengkondisikan siswa berbudaya belajar berbasis TIK adalah dengan pembentukan komunitas TIK. b.24 Kurangnya kompetensi siswa dalam bidang TI menjadikan siswa enggan untuk mempelajari TI. sehingga dalam menyikapi masalah dan menyeselesaikan tugas akan berbeda. atau melihat nilai ujian harus di internet dan sebagainya. yakni sebagai wadah siswa untuk bersinggungan dengan budaya teknologi. Selain itu motivasi menggunakan TI sendiri masih lemah. sedangkan siswa yang mempunyai kemampuan rendah akan menampakan motivasi yang lemah. Salah satu tujuan dari pembelajaran adalah perkembangan pada peserta didik dengan melalui pentahapan yang telah direncanakan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang sedang berjalan. disamping karakter yang melekat pada diri anak. hal ini terjadi karena dalam proses pembelajaran tidak ada sistem yang sifatnya memaksa siswa untuk belajar TI. Siswa yang mempunyai kemampuan tinggi akan ditandai dengan motivasi tinggi. Kesiapan siswa. Perbedaan sifat peserta didik akan menuntut guru melakukan perlakuan yang berbeda terhadap peserta didik. Perkembangan peserta didik adalah perkembangan seluruh aspek kepribadianya. . Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama. misalnya tugas untuk mencari makalah di internet.

. Kedua dapat mengoperasikan aplikasi program office. sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Bates dalam journal of eLearning volume 5 tahun 2005 (Sutrisno. searching di internet. email. diantaranya: pertama dapat mengoperasikan komputer dengan sistem operasi window dan aplikasinya.25 Kekurang-siapan siswa dalam proses pembelajaran berbasis eLearning dapat dipenuhi dengan model pembelajaran “learning by doing”. kemampuan guru dalam dalam beradaptasi dengan perubahan model pembelajaran yang baru. 2007) yakni adanya perencanaan dan leadership yang terarah dengan mempertimbangkan efektifitas dalam pembiayaan. dan lain – lain operasi sederhana lainnya. mengedit. termasuk menyimpan. chating. mempublikasikan karya tulis pribadi ke media internet. c. integritas sistem teknologi. mendownload file di internet. Belajar sambil melakukan. menyertakan file di dalam email (attachment). dapat menggunakan komputer untuk browsing. Kunci sukses terealisasinya program e-Learning. berikut adalah kompetensi yang harus dikuasai siswa. mengetik. yang juga menuntut guru mempunyai kemampuan mencari bahan pembelajaran melalui internet serta mempersiapkan budaya belajar bagi siswa. Ketiga. namun demikian dalam pembelajaran berbasis e-Learning ada standar minimal kompetensi yang harus dikuasai siswa agar pemanfaatan e-Learning bisa sesuai dengan yang diharapkan. Kesiapan pengembang e-Learning di SMK 1) Merancang e-Learning sebagai sumber belajar.

adanya hubungan dengan perusahan yang mengembangkan penelitian berkaitan dengan program e-Learning yang dikembangkan di sekolah. system architect. . ketersediannya infrastruktur. system developer. menyiapkan bahan-bahan yang akan dibutuhkan bersifat spesifik. hingga documentator).26 Ada empat langkah dalam manajemen pengelolaan program e-Learning yakni . Ketiga. tester. usulan yang dapat diimplementasikan serta menyiapkan short response time. menentukan strategi yang jelas tentang target audience. Kedua. Pilihan metodologi pengembangan dan teknologi yang akan digunakan merupakan ‘hak preogratif’ tim pengembang dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang ada. lokasi audience. Keempat. pembelajarannya. terdapat beberapa pilihan yang dapat ditempuh. menentukan peralatan misalnya hoste vs installed LMS dan Commercial or OS-LMS. 2) Penyediaan sistem e-Learning. business analyst. diantaranya : a) Mengembangkan sendiri. pertama. artinya institusi perlu memiliki tim untuk pengembangan sistem. Pihak penyelenggara dituntut cermat dalam menggunakan manajemen proyek dengan alokasi sumber daya manusia (mulai dari manager project. system analyst. budget dan pengembalian investasi yang tidak hanya berupa uang tunai. Untuk menyediakan sistem e-Learning dalam suatu organisasi atau satuan pendidikan. alokasi biaya dan waktu diatur sedemikian rupa sehingga requirements dapat dicapai sesuai target.

Konsekuensi dari cara ini adalah menyediakan anggaran serta berbagai pertimbangan seperti kemudahan. ketika perlu memutuskan menggunakan sistem mempelajari dokumentasi program. claroline. Namun yang perlu diperhatikan dari pilihan ini adalah seringkali fasilitas yang ada terlalu kompleks dari apa sebenarnya yang dibutuhkan organisasi yang bersangkutan. karena tingkat perkembangan perangkat lunak lebih pesat . dari software open source ataupun dengan cara membeli dengan tujuan untuk dapat dimodifikasi sesuai requirements yang dibutuhkan organisasi. baik itu dikembangkan sendiri. d) Melakukan kustomisasi. khususnya pendeknya waktu implementasi serta layanan pasca implementasi. c) Menggunakan open source e-Learning system. Effort yang perlu ini dilakukan adalah. Tidak adanya layanan pasca implementasi berarti menuntut penggunanya untuk terlibat aktif dalam milis-milis yang mungkin ditemukan dibelakang hari.27 b) Membeli sistem yang sudah ada. dan yang lainnya. 3) Mengembangkan model e-Learning Pengembangan e-Learning diorientasikan ke perangkat lunak. Bagi organisasi atau perusahaan yang akan memanfaatkan software ini tidak perlu membayar. bahkan kalau perlu algoritma-algoritma yang digunakan. Saat ini telah terdapat beberapa sistem e-Learning berbasis open source seperti moodle. Melakukan kustomisasi artinya memanfatkan kembali modul-modul yang tersedia.

berarti pergantian perangkat keras harus dilakukan. Berikut ini adalah contoh fitur fitur yang ada dalam e-Learning. Hasil dari proses analisa kebutuhan (requirements analysis) pengguna diterjemahkan sebagai fitur-fitur yang akan dimasukan ke dalam sistem e-Learning yang dikembangkan. Sehingga pergantian komponen perangkat keras tidak terlalu sering. hanya mau memakai sistem operasi window xp.28 daripada perangkat keras. Tahapan pengembangan e-Learning Masalah analisa kebutuhan harus dikedepankan karena kegagalan e-Learning sebagaian besar diakibatkan oleh kegagalan dalam analisa kebutuhan yang mengandung pengertian bahwa pengembang tidak berhasil meng-capture kebutuhan dari pengguna (user needs). Tahapan yang harus kita lalui pada saat mengembangkan sebuah perangkat lunak Requirement Analysis and Maintenance Coding Design Test Gambar 1 . misal pemakaian flash disk tidak bisa pada komputer dengan sistem operasi window 98. kecuali ada komponen yang mati atau ada program baru yang menuntut memakai perangkat keras terbaru. . padahal window xp hanya akan support bila diinstall pada komputer yang telah mempunyai ram 128 MB dan minimal pentium III.

diantaranya : sarana untuk sharing file dan directory dalam kelompok. informasi tugas dan deadline-nya). jadwal ujian. profil dan kontak pengajar. kamar kecil. d. situs-situs bermanfaaat. penerangan sekolah. silabus. diantaranya : diktat dan catatan sekolah. bahan presentasi. sarana diskusi untuk mengerjakan tugas dalam kelompok. perlengkapan sekolah.29 a) Informasi tentang unit-unit terkait dalam proses belajar mengajar. daftar referensi atau bahan bacaan. dengan demikian sarana dan prasarana merupakan komponen penting yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. papan pengumuman yang menyediakan informasi (perubahan jadwal sekolah. misalnya media pembelajaran. alat-alat pelajaran. komunikasi dalam kelas. . forum diskusi online mailing list diskusi. b) Kemudahan akses ke sumber referensi. artikel-artikel dalam jurnal online. metode pengajaran. misalnya : jalan menuju sekolah. jadwal sekolah. diantaranya adalah tujuan dan sasaran. contoh ujian yang lalu. tugas. Kelengkapan sarana dan prasarana akan membantu guru dalam penyelenggaraan proses pembelajaran. d) Sistem ujian online dan pengumpulan feedback. Prasarana adalah segala sesuatu yang tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Kesiapan sarana dan prasarana Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaraan proses pembelajaran. sumber-sumber referensi untuk pengerjaan tugas. c) Sarana untuk melakukan kerja kelompok.

P Hutabarat (1988: 2005). suhu udara yang terbaik adalah antara 60-70° . meja belajar. rak buku. Ketiga. Lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang terdapat di tempat belajar seperti penerangan. Penerangan yang terbaik adalah sinar matahari. diantaranya adalah sebagai berikut : a. bagi siswa akan lebih memudahkan proses penyerapan ilmu. berpendapat bahwa faktor-faktor lingkungan belajar meliputi : penerangan. baik di rumah maupun di sekolah. Oleh karena itu. akan memberikan pilihan penggunaan alat atau media pembelajaran sehingga akan menimbulkan kreatifitas. kursi. Ventilasi adalah keadaan peredaran udara di dalam ruangan tempat kita belajar. dan tempat belajar itu sendiri. bagi pengajar akan menimbulkan gairah mengajar. Kedua. Suhu udara. Lingkungan yang dimaksud adalah situasi dan kondisi siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Secara umum dapat dikatakan bahwa ventilasi itu harus memungkinkan beredarnya udara bersih untuk dihirup dan suhu udara yang membuat suhu badan terasa nyaman untuk melakuan aktivitas belajar. tetapi sinar itu tidak dapat dikendalikan sesuai dengan kepentingan kita. Pertama. Kesiapan sarana dan prasarana meliputi : 1) Mempersiapkan lingkungan belajar. cahaya penerangan di ruangan tempat kita belajar haruslah cukup.30 Kelengkapan sarana dan prasarana akan berdampak positif pada proses pembelajaran. harus mempertimbangkan faktor pendukung lainnya. selama kita melaksanakan tugas dengan memakai otak atau pikiran. Menurut E. b.

Oleh karena belajar berlangsung beberapa jam maka ukuran meja dan kursi haruslah diperhatikan. Piranti keras atau hardware dalam teknologi informasi diartikan kurang lebih sebagai berikut: “ Hardware is the physical aspect of computers. cara belajar yang terbaik adalah dengan memakai meja dan kursi serta duduk dengan tegak. mouse. It includes not only the computer proper but also the cables. connectors. kebisingan merupakan salah satu kendala dalam kegiatan proses belajar. (Soekartawi.31 F. e. 2007) Berdasarkan definisi tersebut. . Hardware is sometimes usedas a term collectively describing the physical aspect of telephony and telecommunications network infrastructure’. karena siswa tidak dapat berkonsentrasi penuh pada saat berlangsungnya proses belajar sehingga akan mempengaruhi hasil belajar. piranti keras atau hardware umumnya dikonsentrasikan bukan saja piranti keras di komputer. Tempat yang tetap memberikan suasana yang cocok dan dorongan untuk belajar. telecommunications. Kebisingan. audio speakers. Suhu udara sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap kemampuan berpikir. 2) Mempersiapkan piranti keras. Tempat belajar. sebaiknya kita mempunyai tempat belajar yang tetap di suatu tempat. Perabot belajar. and peripheral devices such as the keyboard. c. asal jangka waktunya tidak terlalu lama. and other devices. and printers. d. power supply units.

loadspeakers. sehingga proses belajar mengajar dapat dilaksanakan secara dua arah.4 Ghz STM-1. internet. berapa Mbs (Megabyte per second). komputer. telepon. Pemilihan penggunaan teknologi jaringan adalah hal yang perlu diprioritaskan. dan bagaimana teknologi jaringannya. dan Dedicated / leased Line (Sumber . Soekartawi.32 tetapi juga yang lainnya seperti. gedung dan gudang peralatan dan lain. printer. ketersiagaan bandwitch. Kesiapan piranti keras sangat berkaitan dengan koneksi yang merupakan pokok (backbone) dari e-Learning.lain. televisi. Pengertian ‘koneksi’ adalah jaringan yang mampu disambungkan dengan satelit atau lainnya. gabungan dari tiga macam teknologi di atas. apakah menggunakan serat optic atau lainnya : Bagaimanakah kapasitas jaringannya. radio. 2007) . khususnya yang ada dalam program ‘Jaringan Pendidikan Nasional’ (JARDIKNAS)’. Perbandingan JARDIKNAS. oleh karena itu spesifikasi jaringan perlu juga dilihat dan dievaluasi disesuaikan dengan kepentingannya. VPN IP dan VSAT Zona sekolah Wireless dan Wireline 64 Kbps s/d 1 Mbps ADSL dan Wireless 2. Tabel 1. Jadi teknologi yang dibutuhkan pada pembelajaran berbasis e-Learning adalah : audio dan video. VSAT IP. wireline dan satelit 256 Kbps s/d 2 Mbps MpLS. Misalnya bagaimana media akses-nya. USB. di bawah adalah contoh teknologi jaringan yang dipakai oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk penyelenggaraan e-Learning. wifi. Item’s Media akses Kapasitas jaringan (bandwidth) Teknologi Jaringan teknologi jaringan pada zona Zona Perguruan Tinggi Serat optic dan satelit 2 Mbps s/d 155 Mbps Zona Kantor Dinas Serat optic. Tabel 1.

No 1 Taksonomi untuk e. Half Baked Hot potatoe. Doc. Editing. JOME. Xml.learning Pemograman seperi : computer languages. Texts. HTML. video projector. Mov. the learning Solution. Interface controller (pararel. Storage controller dari IDE. Dream Weaver Pdf. mailing 2 3 4 Membuat : Building environment and data bases for tutoring and e learning Menggunakan piranti keras yang baru dan peripherals untuk pembelajaran Perangkat evaluasi Pengunaan multimedia 5 6 7 Teknologi e-Learning tidak lepas dari teknologi komputer. Files. Macromedia Flash and director. . Main memory dan peralatan lain termasuk tersedianya tempat untuk perpanjangan cards. floppy disk dan driver for mas storge. Interactive blackboard. Swf. Playing sounds. MATLAB. Office Training. MATHML. Xsl. 2007) ada beberapa taksonomi teknologi e-Learning yang disajikan. Ppt. webcamp. Front Page. animations. as SVG. videos. Quiz-maker. Lotus learning spac. Hard disk. Avi. MAPLE Computing /simulating. berikut adalah tabel taksonomi teknologi eLearning : Tabel 2. CDROM dan peralatan lain yang berkaitan. Menyiapkan : Authoring. rtf. Gif. Htm (l). Beberapa contoh taksonomi teknologi e-Learning. SERPOLET and conifer.33 Menurut Stromboni dkk (2004) seperti dikutip oleh (Soekartawi. Browsers (Netscape and internet Explorer). video conference. Interpreters. data Bases. Wav. Java. Power Point. Multimedia documents for e learning Format dari e-Learning Beberapa contoh Java. antara lain: Motherboard yang meliputi. floppy disk. ARIADNE. Power supply (aliran listrik atau tempat dapat dipasang transformer. compilers. XMLNotepad. etc. web sites.. Class. Jpg. txt. …acrobat Suite. XML and derived products. Mp3. Multimedia classroom control. SCSI atau tipe yang lain fungsinya mengontrol hard disk. MSWord. Aol press. mini disk players. Web interactive mathematics server WIMS. Black-Board. Parsers. Exe WEBCT. Server for names. Javascript and J-Script. animation. CPU. maka komponennya juga harus lengkap seperti yang melekat di komputer. voltage control and fan. SMIL.

Untuk komputer pengguna (user) dapat berjumlah lebih dari satu sesuai dengan kebutuhan. Setiap penyelenggaraan e-Learning diperlukan piranti lunak atau softwares. Computer database server yang berfungsi untuk menyimpan database materi pembelajaran dan data yang diperlukan dalam sistem e-Learning. USB. Piranti Server memerlukan sistem operasi tertentu . Computer server sebagai sistem yang akan melayani permintaan dari pengguna.34 serial. firewire) yang menghubungkan komputer dengan komponen lainnya seperti printer atau scanner. Komputer pengguna yang digunakan untuk interface dalam mengakses ke sistem e-Learning. diantaranya adalah : a) Sistem Operasi Sistem yang diperlukan adalah (1) server dan (2) Sistem operasi. Pengguna kabel jaringan dapat diganti dengan sistem tanpa kabel menggunakan LAN (wireless LAN). Beberapa piranti lunak. Piranti keras yang digunakan lainnya adalah berkaitan dengan sistem jaringan komputer. Kabel jaringan yang digunakan sebagai sarana fisik untuk menghubungkan antara komputer pengguna ke computer server. Komponen jaringan komputer adalah sebagai berikut. 3) Mempersiapkan piranti lunak. Idealnya jumlah komputer pengguna disesuaikan dengan perbandingan jumlah siswa yang perlu mengakses sistem e-Learning. Piranti ini diperlukan karena dalam eLearning dikembangkan berdasarkan aplikasi jaringan sehinggga diperlukan perangkat lunak.

b) Web server Webserver merupakan suatu piranti lunak atau software yang dikembangkan untuk melayani permintaan pemakai/pengguna pada akses ke suatu sistem berbasis jaringan komputer. Linux dapat digunakan sebagai sistem operasi yang dapat dioperasikan sebagai server yang cukup handal dan dikembangkan dengan konsep open source sehingga legal untuk digunakan. Piranti lunak ini mempunyai ukuran yang relative kecil. maka diperlukan sebuah piranti lunak atau software di web server. dapat diperoleh juga di open source sehingga legal untuk digunakan. Karena sistem e-Learning yang akan dikembangkan berbasis web. d) Web-viewer. Piranti lunak atau software ini merupakan program untuk mengelola data yang digunakan di sistem e-Learning. Nama database ini disebut dengan nama ‘MySQL Server’. Piranti lunak ini merupakan salah satu software database server yang sangat handal. Untuk mendapatkan hasil yang bagus diperlukan pemilihan server yang tepat agar dapat mengoptimalkan kinerja sistem e-Learning yang dibangun. c) Database Server Piranti lunak berikut adalah ‘database server’.35 yang dapat dioperasikan sebagai server. Piranti lunak lain adalah ‘web-viewer’ fungsi piranti ini adalah untuk menampilkan informasi yang diminta oleh . Tentang open source ini dapat dicari di internet secara mudah.

kemampuan yang hebat dan dukungan software lainnya menjadikan PHP menjadi program web-viewer yang banyak digunakan dalam aplikasi berbasis web. Misalnya membuat suatu program tentang SIM (Sistem Informasi Manajemen). Melalui ‘web-viewer’ data dapat diakses dengan menggunakan kode tertentu. PHP atau program hypertext preprocessor adalah ‘an open source. Program PHP merupakan program web-viewer yang handal yang mampu menampilkan informasi secara dinamis. netscape communicator dan program web-browser lainnya. ‘kode tertentu’ yang dimaksudkan disini adalah program yang akan digunakan yang dinamakan dengan nama PHP. . Web-browser (sering dinamakan “browser’) digunakan untuk mengakses halaman web di komputer pengguna. e) Web-Browser. Menurut kamus wikipedia. mozilla. sehingga dapat dimegerti oleh server komputer. Dengan ukuran yang relative kecil. Dalam kamus wikipedia. server-side. Piranti lunak dari web-browser yang akan digunakan dapat microsoft internet explorer. Pemakaian PHP ini amat sering digunakan manakala programmer membuat suatu pemrograman komputer.36 pengguna. web browser ini disebut dengan nama ‘browser’ yang artinya ‘a software application used to locate and display web pages’. HTML embedded scripting language used to create dynamic web pae’s.

Learning management system atau LMS ini merupakan suatu piranti lunak yang dikembangkan untuk mengelola sebuah sistem pembelajaran yang berbasis web atau eLearning. moodle. mendistribusikan asalkan tetap dicantumkan referensi dan tetap menggunakan platform open source. Menurut kamus wikipedia yang dimaksud dengan CMS adalah ‘software that enables one to add/ or manipulate content on a web site.37 f) Learning Management System (LMS). ulang mendistribusikan. . Dewasa ini telah banyak dikembangkan LMS untuk mengelola sistem pembelajaran e-Learning. LMS. Memakai konsep open source LMS. Konsep open source memperbolehkan mengedit siapa dan saja untuk menyalin. Cara kerja atau prinsip kerja LMS mirip dengan CMS (Content Management System) yaitu suatu sistem yang digunakan untuk mengelola sebuah website. Claroline. Modle. baik yang bersifat komersial maupun open source. Dengan LMS pengelolaan sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan baik. atutor dan claroline adalah LMS yang dikembangkan dengan konsep open source. moodle. Atutor dan banyak lagi LMS lainnya. Diantara LMS yang dikembangkan adalag Dokeo. atutor dan claroline telah banyak digunakan di beberapa lembaga pendidikan di dunia.

Proses mempersiapkan diri. Langkah awal dalam kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning adalah memenuhi/ mengadakan komponen komponen pendukung penyelenggaraan program e-Learning dengan mempertimbangkan faktor faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran.38 C. Kompetensi dasar meliputi . Kesiapan guru meliputi. Komponen pendukung penyelenggaraan e-Learning meliputi : 1. Ketiga. Teknologi sangat berperan dalam pembelajaran berbasis elektronik. menjadi kemestian bagi pihak yang akan menyelenggarakan model pembelajaran berbasis e-Learning. semua media belajar konvensional yang nilai manfaat dan . penguasaan materi pembelajaran (subject metter) sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. penguasaan TIK dalam pembelajaran yakni pemanfaatan e-Learning sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang uptodate dan berkualitas. Kesiapan Guru. dengan ilmu dan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning ini. Kerangka Berfikir Mengingat pembelajaran berbasis e-Learning termasuk model pembelajaran yang baru. pertama. disebut kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning. kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaedah-kaedah paedagogis yang dituangkan dalam rencana pembelajaran. membekali diri dengan ilmu yang berkaitan dengan teknologi informasi dan teknologi. Kedua. kompetensi dasar yang harus dimiliki guru dan menyiapkan lingkungan belajar berbudaya TI.

dapat menggunakan komputer untuk browsing. akan di ganti dengan media berbasis elektronik. Chating. 2. dapat mengoperasikan komputer dengan sistem operasi window dan aplikasinya. diantaranya. pengenalan dan penguasaan teknologi harus diprioritaskan demi kelancaran pembelajaran berbasis elektronik. aspek teknis. Kesiapan siswa meliputi. Perencanaan yang cermat dan tepat dalam menyiapkan piranti keras dan lunak sangat berguna bagi kelancaran . Pertama. Pengadaan piranti keras dan piranti lunak didasarkan dengan beberapa pertimbangan. mempublikasikan karya tulis pribadi ke media internet. Kedua. dan lain – lain operasi sederhana lainnya. karena siswa sebagai tujuan program e-Learning diadakan. 3. searching di internet. email.39 fungsinya lebih rendah dibandingkan dengan media yang berbasis elektronik. dapat mengoperasikan aplikasi program office. Kesiapan siswa Kesiapan siswa menjadi aspek pertimbangan dari penyelenggaraan program e-Learning. menyertakan file di dalam email (attachment). mengedit. Ketiga. termasuk menyimpan. Salah satu sarana untuk pengenalan dan penguasaan teknologi yang efektif dan efesian adalah pembudayaan lingkungan belajar berbasis TI. Kesiapan Sarana dan Prasarana Kesiapan sarana dan prasarana e-Learning meliputi kesiapan piranti keras dan piranti lunak. Oleh karena itu. mengetik. aspek pemanfaatan dan aspek aspek yang mempengaruhi proses pembelajaran. Teknologi canggih yang diterapkan dalam program e-Learning tidak akan optimal jika siswa tidak siap untuk memakai. mendownload file di internet. aspek ekonomi.

dimulai dari penyiapan komputer beserta peralatan pendukungnya . serat optik. dan sebagainya. printer. Hal tersebut perlu didukung dengan keberadaan tenaga ahli khusus yang dipersiapkan untuk mengelola sarana dan prasarana. melainkan dimulai dari .40 jalannya proses pembelajaran berbasis elektronik. kabel jaringan. webcamp. Manajemen penyelenggaraan e-Learning tidak sebatas perencanaan seputar pengadaan sistem e-Learning. Kesiapan piranti keras. karena hakekatnya e-Learning adalah model pembelajaran yang di dalamnya terdapat sistem yang harus direncanakan agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan. seperti sound sistem. Oleh karena itu. data base server memakai LMS. web server memakai apache. mengembangkan model eLearning. visi dari pendidikan. wireline dan sebagainya. Kesiapan piranti lunak di mulai dari menyiapkan driver piranti keras dan menyiapkan software program yang dibutuhkan seperti sistem operasi memakai linux. Manajemen penyelenggara e-Learning menjadi poin pertama yang harus dipersiapkan. Mengingat dengan adanya sarana dan prasarana yang baik belum menjamin akan terselenggaranya pembelajaran berbasis e-Learning dengan baik. Manajemen pihak pengembang terhadap sistem pembelajaran menjadi penentu jalan tidaknya sistem pembelajaran yang diselenggarakan. Manajemen penyelenggaraan e-Learning meliputi merancang. penyediaan sistem e-Learning. penyiapan ‘koneksi’ atau jaringan beserta perlengkapannya. dalam kesiapan sarana dan prasarana perlu juga memperhatikan kesiapan pihak pengembang e-Learning di SMK. misi.

Perkembangan teknologi.41 awal membangun sistem sampai evaluasi sistem. Pertanyaan Penelitian. . Sejauhmana kesiapan guru mata pelajaran produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta untuk menjalankan program pembelajaran berbasis e-Learning. standar kelulusan siswa dan standar kompetensi pengajar menjadikan naiknya tingkat kompleksitas permasalahan yang harus ditempuh oleh guru dan siswa dalam menunaikan tugas dan kewajiban sebagai pengajar dan pencari ilmu. Oleh karena itu. ahli bidang perencanaan program. Oleh karena itu. D. dan juga pihak pihak yang akan memanfaatkan e-Learning. dalam manajemen penyelenggaraan sistem e-Learning harus melibatkan banyak pihak. secara rinci dapat dirumuskan melalui pertanyaan penelitian sebagai berikut . pihak manajeman penyelenggara harus menyertakan pertimbangan pengembangan sistem e-Learning dalam manajemen penyelenggaraan sistem e-Learning. hal ini menuntut sistem e-Learning harus update terhadap perkembangan zaman. yaitu guru mata pelajaran yang membutuhkan fitur fitur khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta. 1. ahli bidang kurikulum. diantaranya : ahli bidang teknologi informasi. Sistem e-Learning diharapkan mampu menjawab kebutuhaan guru dan siswa.

Bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana SMK yang menyelenggarakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di kota Yogyakarta untuk mendukung penyelengaraan pembelajaran berbasis eLearning.42 2. 3. . Sejauhmana kesiapan siswa kelas 2 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta untuk mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning.

pertama. kesiapan guru ditinjau dari. SMKN 3. kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. kesiapan siswa ditinjau dari . B. merupakan penelitian deskriptif. kesiapan sarana dan . kompetensi siswa terhadap materi TIK. SMK Muhammadiyah 3.43 BAB III METODE PENELITIAN A. yaitu . pemahaman tentang e-Learning. mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2008 sampai dengan Agustus 2008. Kedua. Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK kota Yogyakarta yang meliputi SMKN 2. penilaian guru terhadap kesiapan siswa. Ketiga. C. penilaian siswa terhadap kesiapan guru. menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan (fenomena) atau mencari fakta dan keterangan tentang kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan secara faktual sesuai dengan kondisi yang ada. Variabel dalam penelitian ini ada 3. pengetahuan tentang eLearning. SMK PIRI 1. membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. Variabel penelitian. lingkungan belajar. Pendekatan penelitian Penelitian tentang kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan ini.

yaitu dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung ketempat yang dijadikan obyek penelitian yakni SMK 2 Negeri.44 prasarana ditinjau dari. siswa kelas 2. Observasi. . 1999:61). piranti lunak. paket keahlian multimedia). (struktur dan perangkat komputer. siswa kelas 2 sebanyak 127 orang dan Tim pengembang e-Learning sebanyak 7 orang. Tim pengembang e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang berjumlah 163 orang yang terdiri atas guru mata pelajaran produktif sebanyak 29 orang. Pertimbangan menggunakan total populasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih representatif dan mengurangi tingkat kesalahan sehingga data yang diperoleh mendekati nilai sesungguhnya. sistem operasi dan komputer jaringan. perencanaan pembelajaran berbasis e-Learning. Populasi dan sampel penelitian. dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mengambil data adalah sebagai berikut . SMK Muhammadiyah 3 kota Yogyakarta. Metode pengumpulan data Sesuai dengan sifat dan jenis data yang diperlukan. Adapun besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 163 orang dengan pendekatan sampling jenuh (Sugiono. aplikasi bisnis komputer. SMK PIRI 1. piranti keras. E. 1. Populasi untuk penelitian ini adalah seluruh guru mata pelajaran produktif. D. komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. SMK 3 Negeri. sistem operasi komputer personal. kompetensi pengembang e-Learning terhadap materi TIK yang meliputi materi tentang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Nonprobability/Nonrandom Sampling dengan metode Purposive Sampling dengan jenis lebih spesifikasi Judgment Sampling. aplikasi program.

45

2. Angket/ Kuesioner, yaitu pengumpulan data dengan menggunakan instrumen beberapa daftar pertanyaan dalam bentuk tertulis yang diberikan kepada para responden yakni siswa, guru dan TIM pengembang eLearning di SMK Muhammadiyah 3, SMK PIRI 1, SMK 2 Negeri, SMK 3 Negeri, di kota Yogyakarta. F. Instrumen penelitian Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian kuesioner atau angket untuk mengambil data tentang kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Teknik Komputer dan jaringan SMK kota Yogyakarta. Variabel kesiapan siswa dan kesiapan guru menggunakan skala likert yang sudah dimodifikasi dimana responden memilih empat jawaban yang tersedia. Penghilangan jawaban di tengah berdasarkan 3 alasan yaitu: 1. Kategori ragu-ragu memiliki arti ganda, bisa diartikan netral, tidak setuju atau setuju. 2. Tersedianya jawaban yang di tengah menimbulkan kecenderungan menjawab ke tengah (central tendency effect), terutama bagi mereka yang ragu-ragu atas arah kecenderungan jawabannya. 3. Maksud kategori jawaban SS-S-TS-STS adalah terutama untuk melihat
kecenderungan pendapat responden kearah setuju atau ke arah tidak setuju.

Variabel kesiapan sarana dan prasarana menggunakan skala likert dan skala guttman, skala guttman digunakan di dalam variabel ini karena ada beberapa item pertanyaan yang jawabannya tidak dapat digradasikan. Adapun kisi kisi instrumen seperti di bawah ini :

46

1. Kisi – kisi kesiapan guru. Tabel 3. Kisi – kisi kesiapan guru.
No 1 Indikator No butir
Kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Menguasai materi pembelajaran sesuai dengan bidang A(2) keahlian yang dimiliki A(1,4,5,6) Memiliki kemampuan teknis merencanakan pembelajaran. Kesiapan kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Menguasai teknologi informasi dan komputer dalam A(7,8,10,11,12,13,14,15 ,16,17,18,18,19,20) pembelajaran. Pemahaman tentang e-Learning A(21,23) Paham dengan pembelajaran berbasis e-Learning A(22,24) Paham dengan pemanfaatan e-Learning A(25,26,27) Dapat menggunakan aplikasi dari program Internet Kesiapan menyiapkan peaserta didik berbudaya belajar TIK A(28,29,34,35,) Memberikan tugas rumah dengan melibatkan TIK dalam mengerjakannya. A(33,34,35,36,37 Menggunakan TIK dalam pembelajaran A(31,32) Mengkondisikan terbentuknya kelompok belajar TIK Memberikan bimbingan TIK ke siswa di luar jam pelajaran A(30,35)

2 3

4

2. Kisi kisi kesiapan siswa Tabel 4. Kisi kisi kesiapan siswa
No
1

Indikator

No butir

2

3

Kesiapan kompetensi siswa terhadap materi TIK Dapat mengoperasikan komputer dengan A(1,2,)B(38,39,41) kelengkapannya. Dapat mengoperasikan aplikasi dalam internet, A(3.-9) B(40,42,43,44,45, diantaranya: email, chating, browser, dan lain lain. Mengetetahui teknologi e-Learning dan mampu A(5,9,26,27,28) B(41,46) mengoperaikan layanan yang tersedia. Kesiapan mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Dapat Memanfaatkan fasilitas sekolah untuk mencari A(10,11,12) A26 informasi tentang TI Dapat memanfaatkan vasilitas – vasilitas di lingkungan A13 masyarakat untuk mencari informasi tentang TIK Mampu menyisihkan uang untuk mengakses internet di A14 warnet A15 Mampu memanajemen waktu Dapat memanfaatkan vasilitas di lingkungan keluarga A(19,38) untuk mencari informasi tentang TI Kesiapan Lingkungan berbudaya Belajar berbasis TIK. A(16,20,21,22,23,24, Mempunyai komunitas atau teman bermain yang 25,31) menyukai teknologi informasi Suasana belajar di sekolah yang kondusif
A(10,12,13,15,34,35, 36,40,41) A19 A(26,27,28) A(29,30,32,33)

4

Mempunyai buku buku TIK Kesiapan Pengetahuan tentang e-Learning Memahami pembelajaran berbasis e-Learning Dapat menggunakan program aplikasi internet

47

3. Kisi kisi kesiapan sarana dan prasarana. Tabel 5. Kisi kisi kesiapan sarana dan prasarana
No
1

Indikator
Kesiapan merancang pembelajaran berbasis e -Learning Mampu menganalisa kebutuhan sarana dan prasarana peyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. Mampu merencanakan pembiayaan dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. Mampu menyediakan tenaga ahli di bidang e-Learning. Kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning. Tersedia Lab.komputer dengan jaringan Internet. Tersedia teknisi ahli bidang TIK Terdapat mata pelajaran tentang internet. Terdapat buku buku tentang TIK Kesiapan piranti keras. Ketersediaan komputer yang memadahi untuk praktik siswa. Ketersediaan perangkat – perangkat pelengkap komputer pendukung pembelajaran berbasis e-Learning Ketersediaan sistem jaringan komputer

No butir
C(1,23) C(4,5) C(6,7)

2

C(8,9) C(10) C(11) C(12) C(13) C(14,15,16,) C(17,18,19,20,21,22, 23,24,25)

3

4

5

Kesiapan piranti lunak Ketersediaan sistem operasi Ketersediaan web server Ketersediaan server Ketersediaan web Viewer Ketersediaan learning management system Kesiapan kompetensi pengembang terhadap materi TIK Mengetahui struktur dan perangkat komputer Mengetahui sistem operasi komputer personal Mengetahui sistem operasi jaringan Mengetahui aplikasi program Mengetahui aplikasi bisnis komputer Menguasi paket keahlian multimedia

C(26) C(27) C(28) C(29) C(30) C(31-41) C(42-50) C(51-61) C(62-71) C(72-74 C(75-84)

G. Uji validitas. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstruk (construct validity) dan validitas isi (content validity). Validitas isi (content validity) instrumen penelitian ini dengan menganalisis butir, yaitu dengan cara mengkorelasikan melalui rumus “Product Moment” dari Pearson yaitu:

48

rxy =

{NΣX

NΣXY − (ΣX )(ΣY )
2

− (ΣX ) NΣY 2 − (ΣY )
2

}{

2

}

Keterangan : rxy = koefisien korelasi antara X dan Y N = jumlah subyek ΣXY = jumlah X dikalikan dengan Y ΣX = jumlah X ΣY = jumlah Y Uji validitas konstruk (construct validity) dilakukan dengan jalan (Expert Judgment) yaitu dikonsultasikan pada pakar dari Universitas Negeri Yogyakarta, yaitu : Bapak Imam Mustholiq Mussama, M.Pd, selaku dosen ahli dalam bidang pendidikan dan 2 dosen yang mempunyai keahlian di bidang e-Learning, yaitu bapak Rustam Asnawi, MT dan bapak Mohamad Ali, MT. Hasil dari konsultasi dengan pakar dijadikan masukan untuk menyempurnakan atau memodifikasi instrumen sehingga instrumen layak dipakai untuk mengambil data. Instrumen yang telah di modifikasi dan dinyatakan valid oleh validator, diujicobakan pada guru, siswa dan tim pengembang e-Learning SMK 3 Negeri Yogyakarta, dengan jumlah responden 34 siswa, 7 guru mata pelajaran produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, 2 orang pengembang e-Learning SMK 3 Negeri Yogyakarta. Dalam penelitian ini ada angket yang tidak diujicobakan pada responden, yaitu angket variabel kesiapan sarana dan prasarana dengan responden pengembang. Hal ini dikarenakan, angket dibuat dengan memodifikasi angket milik (Hariawan, 2003) dengan judul kesiapan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar. Selain itu, responden dalam

instrumen penelitian kesiapan sarana dan prasarana dengan responden pengembang hanya di validitas konstruk dengan jalan (Expert Judgment). Adapun hasil validitas instrumen adalah sebagai berikut : Tabel 6.39.53) A(36. 18) B (6) 2 Kesiapan Guru Guru B (8.8.12. Hasil validitas instrumen N o Variabel Responden Nama Jml Pertanyaan Aspek Kompetensi siswa terhadap materi TIK Mencari sumber belajar pendukung 34 pembelajaran berbasis e-Learning Lingkungan belajar Pengetahuan tentang e-Learning Penilaian guru terhadap kesiapan 7 siswa Total Membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran 7 berbasis e-Learning Pemahaman tentang e-Learning Menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK Penilaian siswa terhadap kesiapan 34 guru Total Merancang Pembelajaran berbasis e-Learning Komponen Penyelenggaraan Pembelajaran berbasis e-Learning Piranti keras Piranti lunak Kompetensi pengembang terhadap : Jml 9 6 10 8 9 42 6 14 7 10 7 44 7 5 18 5 11 9 11 10 3 10 12 13 109 jml Gugur No A (4. Paket keahlian multimedia Penilaian guru terhadap sarana dan 7 prasarana Penilaian siswa terhadap sarana dan 34 prasarana Total . 26.41) A (36.13) A (18) - 2 2 1 0 0 5 1 2 1 1 2 7 2 3 5 1 Kesiapan Siswa Siswa Guru A(4.39.53) B(6.5) A(10. Oleh karena itu.5.41) B(50. Sistem OperasiKomputer Personal c.53) - Siswa B (50.53) 3 Kesiapan Sarana dan Prasarana TIM Pengem bang 2 Guru Siswa a. hal ini menjadikan instrumen akan cenderung tidak valid dan reliabel apabila dianalisis butir dengan cara mengkorelasikan melalui rumus “Product Moment” dan apabila diuji reliabilitas dengan rumus alpha cronbach untuk instrumen dengan skala likert dan rumus spearmanbrown untuk instrumen dengan skala guttman.5.10.11) B (26) B (30) A (50. Data dari ujicoba instrumen di SMK 3 Negeri Yogyakarta diolah menggunakan komputer dengan program SPSS 11. Aplikasi bisnis komputer f. 30) A (50. Aplikasi program e.11.49 penelitian hanya 2 orang. Sistem operasi dan jaringan komputer d. Struktur dan perangkat komputer b.

11. Tingkat reliabilitas instrumen ditentukan berdasarkan koefisien reliabilitas yang dimilikinya.50 H. Uji reliabilitas Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono.5 for windows. Menurut Suharsimi Arikunto (1992:164). Adapun rumus alpha yang dimaksud menurut Anas Sudijono (2007:208) adalah sebagai berikut: ⎡ n ⎤⎡ ⎢1 − r11 = ⎢ ⎣ n − 1⎥ ⎢ ⎦⎣ ∑S S 2 t 2 i ⎤ ⎥ ⎥ ⎦ Keterangan : r11 : Koefisien reliabilitas instrumen N 1 : Banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes : Bilangan konstan 2 i ∑S S t2 : Jumlah varians butir : Varians total Rumus yang digunakan untuk mengetahui varians adalah 2 S = ∑ X 2 − (∑ X N )2 N N : jumlah responden Perhitungan yang digunakan pada penelitian ini adalah perhitungan menggunakan bantuan komputer menggunakan program SPSS. rumus alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0. 2003:137).4. misalnya angket atau bentuk uraian. Uji realibilitas untuk instrumen penelitian ini menggunakan rumus alpha karena instrumen yang digunakan adalah angket dengan skala 1. Pemilihan bantuan komputer karena data yang akan dikumpulkan .

Hasil uji reliabilitas instrumen.80 >0. No 1 Variabel Kesiapan Guru : Kurang reliabel : Agak reliabel : Cukup reliabel : reliabel : Sangat reliabel Komponen guru dengan Koefisian 0.00 Tabel 7.9670 0.20 sampai dengan 0. median (Me).40 >0. Kesiapan guru dengan responden guru Kesiapan siswa dengan responden guru Kesiapan siswa dengan responden siswa Kesiapan sarana dan prasarana dengan responden guru Kesiapan sarana dan prasarana dengan responden Siswa.40 sampai dengan 0.5 for window.00 sampai dengan 0. yaitu dengan mengukur harga mean (M). kemudian diinterpretasikan dengan sebuah patokan.5217 Ket Cukup Reliabel Sangat Reliabel Sangat Reliabel Sangat Reliabel Sangat Reliabel Cukup Reliabel Kesiapan responden siswa. Teknik analis data Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta. modus (Mo).51 jumlahnya cukup banyak sehingga akan membutuhkan waktu yang lama jika dilakukan secara manual. Kesiapan sarana dan prasarana dengan responden pengembang e-Learning di SMK 2 Kesiapan Siswa 3 Kesiapan Sarana dan Prasarana Expert Judgment I.5669 0.9807 0.60 >0. Adapun patokan tingkat reliabilitas berdasarkan nilai alpha (Triton PB. rentang nilai (range). Apabila koefisien reliabilitas telah diketahui.60 sampai dengan 0. . 2006: 248) adalah sebagai berikut : 0.8395 0.20 >0. Data penelitian yang diperoleh selanjutnya di analisis secara deskriptif. dan simpangan baku (SD) dengan menggunakan program komputer statistic SPSS 11.9512 0.80 sampai dengan 1.

Median (Me) Median adalah salah satu teknik penjelasan kelompok yang berdasarkan atas nilai tengah dari kelompok yang telah disusun urutannya dari yang kecil sampai yang terbesar atau sebaliknya dari yang terbesar sampai yang terkecil.52 1. Perhitungan modus menggunakan rumus : . Rerata atau Mean (M) Rerata atau Mean (M) merupakan teknik penjelasan yang didasarkan atas nilai rata – rata kelompok tersebut. Modus atau Mode (Mo) Modus merupakan teknik penjelasan kelompok yang berdasarkan atas nilai yang sedang popular (yang sedang menjadi mode) atau yang sering muncul pada kelompok tersebut. 2005) 3. yang rumus perhitungannya sebagai berikut : Me = ∑ n X dimana : Me = Mean atau rata – rata ∑ = Epsilon X = Nilai x ke I sampai ke n 2. dengan rumus perhitungan sebagai berikut : Md ⎛ 1 ⎞ n − F ⎟ ⎜ 2 ⎟ = b + p⎜ f ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝ ⎠ dimana : Md = Median b = Batas bawah dimana median akan terletak p = Panjang kelas interval dengan frekuensi terbanyak F = Jumlah semua frekuensi sebelum kelas median f = Frekuensi kelas median ( Sugiyono.

Rentang Nilai (range) Rentang nilai adalah perbedaan antara skor yang paling tinggi dengan skor paling rendah pada suatu distribusi. Standar deviasi adalah rata – rata kuadrat penyimpanan masing – masing skor individu dari mean kelompok. 2005) . Rentang nilai dapat diketahui dengan jalan mengurangi data tertinggi atau terbesar dengan data terenah atau terkecil.53 ⎛ b1 Mo = b + p ⎜ ⎜b +b 2 ⎝ 1 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ Dimana : R = Rentang Xt = Data terbesar alam kelompok Xr = Data terkecil dalam kelompok ( Sugiyono. Perhitungan median dapat menggunakan rumus : R = Xt – Xr Dimana : R = Rentang Xt = Data terbesar dalam kelompok Xr = Data terkecil dalam kelompok ( Sugiyono. Rumus perhitungan simpangan baku sebagai berikut : S= ∑ fi( Xi − X ) (n − 1) 2 Dimana : S f X n = Standar deviasi = Frekuensi = Nilai tengah tiap tiap interval kelas = Banyaknya data (Sugiyono. 2005) 4. 2005) 5. Simpangan baku (SD).

4. Keterangan : X Xi : Berarti sangat tinggi : Berarti tinggi : Berarti rendah : Berarti sangat rendah = Skor responden = Rerata / mean ideal = Simpangan Baku ideal = ½ ( Skor tertinggi + skor terendah ) = 1/6 (Skor ideal tertinggi – skor ideal terendah) SBi Xi SBi . 3.SBi > X ≥ X i.54 Perhitungan dalam analisa data menghasilkan prosentase pencapaian yang selanjutnya dilakukan interprestasi.Sbi. X i > X ≥ X i – 1. X < X i – 1. Rumus prosentase tingkat pencapaian sebagai berikut : PS = ∑ P X 100 % ∑I Keterangan : PS : Persentase ∑P : frekuensi Riil ∑I : Jumlah ideal Skor tersebut kemudian ditafsirkan ke dalam bentuk kuantitatif dalam suatu kategori berdasarkan kurva normal pada Djemari Mardapi (2008:123) tingkat pelaksanaan tersebut berada pada : 1.Sbi 2. Proses perhitungan prosentase dilakukan dengan cara mengkalikan hasil bagi skor riil dan skor ideal dengan seratus persen. X i + 1. X ≥ X i + 1.Sbi.

55 .

1. modus sebesar 26. Deskripsi data Deskripsi data dalam penelitian ini.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 28 – 7) = 3. Skor ideal tertinggi adalah 7 X 4 = 28 dan skor ideal terendah adalah 7 X 1 = 7. Kriteria penilaian kesiapan siswa di kota Yogyakarta aspek kompetensi siswa terhadap materi TIK. modus.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 24 median sebesar 24.5 17. serta histogram dari masing–masing indikator penelitian. Berikut disajikan harga–harga Mean (rerata). Kompetensi siswa terhadap materi TIK.55 BAB IV DESKRIPSI DAN PEMBAHASAN A. Tabel 8. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Mean ideal (Mi) adalah ½ (28 + 7) = 17. Kesiapan siswa. a.78 dan varians . standar deviasi sebesar 2.5> X ≥ 14 X < 14 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. bertujuan untuk menyajikan data yang telah diambil oleh peneliti. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 21 21 > X ≥ 17. median.5 62. standar deviasi (simpangan baku).5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 28 dan skor terendah yang diperoleh adalah 17.

Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 9. Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK.5 17.63 6.25 3.13 0 100 Data pada tabel 9 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK. 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 21 Tinggi 21 > X ≥ 17. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.5> X ≥ 14 X < 14 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Frekuensi 29 2 1 0 32 % 90. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. Menurut pengkriteriaan yang .5 >X ≥14 Sangat Rendah X<14 Frekuensi % Gambar 2.56 sebesar 7. 29 siswa termasuk kriteria sangat tinggi. didapat nilai kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK 85.71%.5 Rendah 17. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 2 siswa termasuk kriteria tinggi.74. 1 siswa termasuk kriteria rendah. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 21 21 > X ≥ 17.

Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.59 13. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 10.14 100 Data pada tabel 10 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 40 35 30 25 20 1 5 1 0 5 0 Sangat Tinggi X ≥ 21 Tinggi 21> X ≥ 1 7.68. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 27 dan skor terendah yang diperoleh adalah 11.08 dan varians sebesar 16.14 27.48 24.55 median sebesar 19 modus sebesar 21 standar deviasi sebesar 4.5 R endah 1 7.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 18.57 terdapat dalam teknik analisa data.5 >X ≥1 4 Sangat Rendah X<1 4 Frekuensi % Gambar 3. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.71% termasuk kriteria sangat tinggi. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.5 22.5> X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Frekuensi 10 7 8 4 29 % 34. nilai sebesar 85. Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK .

Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 28 dan skor terendah yang diperoleh adalah 21.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 24. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. didapat nilai kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK sebesar 66.74. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 22. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 11. 8 siswa termasuk kriteria rendah. 4 orang termasuk kriteria sangat rendah.58 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 siswa yang menjadi subyek penelitian. 7 siswa termasuk kriteria tinggi. 10 siswa termasuk kriteria sangat tinggi.26% termasuk kriteria tinggi.26%. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK.56 median sebesar 25 modus sebesar 23 standar deviasi sebesar 2. 3) SMK N 2 Yogyakarta. nilai sebesar 66.39 dan varians sebesar 5.5> X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 32 0 0 0 32 % 100 0 0 0 100 .

1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 21 Tinggi 21> X ≥ 1 7.85. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. nilai sebesar 87. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 28 dan skor terendah yang diperoleh adalah 20. didapat nilai kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK sebesar 87.72%. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 4) SMK N 3 Yogyakarta.5 Rendah 1 7. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian.5 >X ≥1 4 Sangat Rendah X<1 4 Frekuensi % Gambar 4. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.20 dan varians sebesar 4.72% termasuk kriteria sangat tinggi.38 median sebesar 26 modus sebesar 23 standar deviasi sebesar 2. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.59 Data pada tabel 11 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. semua termasuk kriteria sangat tinggi.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 25. Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK. .

.06 2.65%.60 Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 12.5> X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 33 1 0 0 34 % 97.65% termasuk kriteria sangat tinggi.94 0 0 100 Data pada tabel 12 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 21 Tinggi 21> X ≥ 1 7. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.5 22. Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.5 >X ≥1 4 Sangat Rendah X<1 4 Frekuensi % Gambar 5. nilai sebesar 90. didapat nilai kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK sebesar 90.5 Rendah 1 7. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang menjadi subyek penelitian. 33 siswa termasuk kriteria sangat tinggi dan 1 siswa termasuk kriteria tinggi.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 90.72% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir .51 3. Diagram batang kompetensi siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap materi TIK. peringkat ketiga SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 85.61 Data rerata.65 83.26 87.72 90. Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK. skor ideal.72 66.10 pada tabel 14 Data pada tabel 13 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 85.65 1 00 80 60 40 20 0 Persent ase SM K SM K Piri 1SM K 2 N SM K 3 N M uhammadiyah 3 Gambar 6.72 66.63 3.26 87.72% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.65% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. dan persentase (%) seluruh responden pada variabel kesiapan siswa aspek kompetensi siswa SMK kota Yogyakarta terhadap materi TIK ditunjukan berikut: Tabel 13.65 3. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 768 538 786 863 2955 Skor ideal 896 812 896 952 3556 Rerata 3. skor. peringkat kedua SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 87.72 90.43 2.30 (%) 85.

Tabel 14. Mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 13.62 adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 66. Skor ideal tertinggi adalah 4 X 4 = 16 dan skor ideal terendah adalah 6 X 1 = 6.41 median sebesar 14 modus sebesar 14 standar deviasi sebesar 1. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Mean ideal (Mi) adalah ½ (16 + 4) = 10 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 16 – 4) = 2. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 15 dan skor terendah yang diperoleh adalah 9.10%. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 83. Penilaian kesiapan siswa di SMK kota Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK dihitung dengan rumus persentase. yaitu membandingkan jumlah perolehan skor realita dari ke 4 sekolah dengan jumlah skor ideal dari ke 4 sekolah.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. dikalikan seratus persen.01 dan . 83.10% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. b. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data.26% termasuk dalam peringkat tinggi.5 62.

21 siswa termasuk kriteria tinggi dan 1 siswa termasuk rendah. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian.63 varians sebesar 1.04. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 10 21 1 0 32 % 31. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. didapat nilai kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber .25 65. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.63 3.13 0 100 Data pada tabel 15 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 12 Tinggi 12 > X ≥10 Rendah 10 >X ≥8 Sangat Rendah X<8 Frekuensi % Gambar 7. Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. 10 siswa termasuk kriteria sangat tinggi. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis eLearning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 15.

64 belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 63. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. nilai sebesar 63. Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.5 diperoleh hasil yaitu harga Mean sebesar 12.73% termasuk kriteria tinggi.33.73%. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.13 0 0 100 Data pada tabel 16 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : .24 median sebesar 12 modus sebesar 13 standar deviasi sebesar 1.15 dan varians sebesar 1. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 16. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 22 7 0 0 29 % 75. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 14 dan skor terendah yang diperoleh adalah 10.86 24.

nilai sebesar 76.61%. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.24 dan varians sebesar 1. . 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.50 modus sebesar 12 standar deviasi sebesar 1. Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 12. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.55. didapat nilai kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 76. 22 siswa termasuk kriteria sangat tinggi dan 7 siswa termasuk kriteria tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 siswa yang menjadi subyek penelitian.50 median sebesar 12.61% termasuk kriteria sangat tinggi.65 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 2 Tinggi 1 > X ≥1 2 0 Rendah 1 >X ≥8 0 Sangat Rendah X<8 Frekuensi % Gambar 8. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 14 dan skor terendah yang diperoleh adalah 10.

didapat nilai kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung . 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 2 Tinggi 1 > X ≥1 2 0 Rendah 1 >X ≥8 0 Sangat rendah X<8 Frekuensi % Gambar 9. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.66 Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 17. Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.88 0 0 100 Data pada tabel 17 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 25 siswa termasuk kriteria sangat tinggi dan 7 siswa termasuk kriteria tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.23 21. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 25 7 0 0 32 % 78.

Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 18. nilai sebesar 78. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 33 1 0 0 34 % 97. .03. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 15 dan skor terendah yang diperoleh adalah 12. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta.01 dan varians sebesar 1.05 2.67 pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 78.13%.94 0 0 100 Data pada tabel 18 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.13% termasuk kriteria sangat tinggi.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 13.41 median sebesar 14 modus sebesar 14 standar deviasi sebesar 1. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data frekuensi kesiapan siswa SMK Negeri 3 Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.

Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.08 Persentase 69. skor ideal.06 3. dan persentase (%). didapat nilai kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 83.17 .82%.82% termasuk kriteria sangat tinggi Data rerata.51 78. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.13 83. 33 siswa termasuk kriteria sangat tinggi dan 1 siswa termasuk kriteria tinggi.68 120 100 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 12 Tinggi 12 > X ≥10 Rendah 10 >X ≥8 Sangat Rendah X<8 Frekuensi % Gambar 10.82 77. nilai sebesar 83. skor.13 3. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang menjadi subyek penelitian.73 76.35 3.79 3. seluruh responden pada variabel kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis eLearning ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 19. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 357 355 400 456 1568 Skor ideal 512 464 512 544 2032 Rerata 2. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.

Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.00 20. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 77.51% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 69.73 76 .00 80.51 78 .00 30. 8 3 . .73% termasuk dalam kriteria tinggi.82% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.13% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan siswa di SMK kota Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK dihitung dengan rumus persentase. peringkat kedua SMK 2 N Yogyakarta dengan nilai 78.17%.00 1 0.00 50.00 0.00 40.00 6 9 .00 70.8 2 90. peringkat ketiga SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 76. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : Peringkat pertama SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 83.1 3 SM K SM K P iri 1 SM K 2 N SM K 3 N M uhammadiyah 3 P ers entase Gambar 11. dikalikan seratus persen.69 Data pada tabel 19 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.00 60.

Kriteria penilaian lingkungan belajar.5 62.5> X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 32 0 0 0 32 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 21 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.67.5.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 36 – 9) = 4.5 22. Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek lingkungan belajar No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. Tabel 20.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 29. Lingkungan Belajar. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.2 dan varians sebesar 1.5> X ≥ 18 X < 18 Penilaian Total aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.5 22. Skor ideal tertinggi adalah 9 X 4 = 36 dan skor ideal terendah adalah 9 X 1 = 9. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa aspek lingkungan belajar ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 21.59 median sebesar 30 modus sebesar 29 standar deviasi sebesar 1. . Mean ideal (Mi) adalah ½ (36 + 9) = 22. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 32 dan skor terendah yang diperoleh adalah 27.70 c.

yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.20% termasuk kriteria sangat tinggi. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.45 dan varians sebesar 2. semua termasuk dalam kriteria sangat tinggi.21 median sebesar 28 modus sebesar 29 standar deviasi sebesar 1. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.20%.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 28.10. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. nilai sebesar 82.5 Rendah 22. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa . Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek lingkungan belajar. didapat nilai kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek lingkungan belajar sebesar 82. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.71 120 100 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27 > X ≥22. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 32 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26.5 >X ≥18 Sangat Rendah X<18 Frekuensi % Gambar 12.

5 Rendah 22.5> X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 26 3 0 0 29 % 89.72 aspek lingkungan belajar ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 22. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 siswa yang menjadi subyek penelitian. 26 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi. 3 siswa termasuk dalam kriteria tinggi. Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek lingkungan belajar.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 13.35% termasuk kriteria sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.35%. Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek lingkungan belajar.5 22.66 10. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. . yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. didapat nilai kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek lingkungan belajar sebesar 78.34 0 0 100 Data pada tabel 22 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 1 00 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27 > X ≥22. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. nilai sebesar 78.

69.73 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 35 dan skor terendah yang diperoleh adalah 32. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.5 Rendah 22. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. . Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa aspek lingkungan belajar ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 23.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 33.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 14. Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27 > X ≥22.5 22.83 dan varians sebesar 0.5> X ≥ 18 X <18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 32 0 0 0 32 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 23 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.37 median sebesar 34 modus sebesar 34 standar deviasi sebesar 0.

74 semua termasuk dalam kriteria sangat tinggi.5 diperoleh hasil yaitu harga Mean sebesar 24.05 2.01 dan varians sebesar 4. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.71%.71% termasuk kriteria sangat tinggi.26 median sebesar 25 modus sebesar 26 standar deviasi sebesar 2.94 0 0 100 Data pada tabel 24 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : . Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa aspek lingkungan belajar ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 24. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 33 1 0 0 34 % 97.08. didapat nilai kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar 92. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 35 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. nilai sebesar 92. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta.

5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 15.89 85.71 3. Data rerata. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 947 818 1068 1088 3921 Skor ideal 1152 1044 1152 1224 4572 Rerata 3. didapat nilai kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar sebesar 88.42 Persentase 82. 1 siswa termasuk dalam kriteria tinggi.89%. skor. 33 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi. nilai sebesar 88. Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar. Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar.75 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27 > X ≥22.56 3. dan persentase(%).29 3. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. skor ideal.71 88.89% termasuk kriteria sangat tinggi. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang menjadi subyek penelitian. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. seluruh responden dari tiap sekolah pada variabel kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar ditunjukan pada tabel berikut: Tabel 25.5 Rendah 22. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.76 .13 3.35 92.20 78.

Penilaian kesiapan lingkungan belajar siswa SMK di kota Yogyakarta aspek dengan rumus persentase.35% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.00 85.76 Data pada tabel 25 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.00 90.71 95.00 SM K SM K P iri 1 SM K 2 N SM K 3 N M uhammadiyah 3 82.00 70.35 P ersentase 88. . yaitu dihitung membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.71% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.00 80. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 85.80% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar. 92.20% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 78. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. peringkat kedua SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 88. peringkat ketiga SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 82. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 92.89 Gambar 16.76%. dikalikan seratus persen.20 78.00 75.

77 d.875 28.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tabel 26. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 27 dan skor terendah yang diperoleh adalah 22.5 62.125 0 0 100 .99 dan varians sebesar 0. Mean ideal (Mi) adalah ½ (32 + 8) = 20 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 32 – 8) = 4.99. Data frekuensi kesiapan siswa Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. Kesiapan pengetahuan tentang e-Learning. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 24 24 > X ≥ 20 20> X ≥ 16 X < 16 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 23 9 0 0 32 % 71. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 24 24 > X ≥ 20 20> X ≥ 16 X < 16 Penilaian Total aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Skor ideal tertinggi adalah 8 X 4 = 32 dan skor ideal terendah adalah 8 X 1 = 8.03 median sebesar 24 modus sebesar 24 standar deviasi sebesar 0.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 24. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 27.

2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.48 median sebesar 24 modus sebesar . 9 siswa termasuk dalam kriteria tinggi. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.10%.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 23.78 Data pada tabel 27 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 25 dan skor terendah yang diperoleh adalah 21. nilai sebesar 75. 29 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi. 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 24 Tinggi 24 > X ≥20 Rendah 20 >X ≥16 Sangat Rendah X <16 Frekuensi % Gambar 17.10% termasuk kriteria sangat tinggi. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. didapat nilai kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang eLearning sebesar 75.

No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 24 24 > X ≥ 20 20> X ≥ 16 X < 16 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 18 11 0 0 29 % 62. 18 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi.93 0 0 100 Data pada tabel 28 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.15 dan varians sebesar 1. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 28. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 siswa yang menjadi subyek penelitian. 11 siswa termasuk dalam kriteria tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. didapat nilai kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta pengetahuan tentang e-Learning sebesar 73.06 37. Diagram batang kesiapan SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.33.38%. 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 24 T inggi 24 > X ≥20 Rendah 20 >X ≥1 6 Sangat Rendah X<1 6 F rekuensi % Gambar 18.79 24 standar deviasi sebesar 1. .

78 median sebesar 25 modus sebesar 25 standar deviasi sebesar 0. nilai sebesar 73. Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri aspek pengetahuan tentang e-Learning.12 0 0 100 Data pada tabel 29 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.80 Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 24 24 > X ≥ 20 20> X ≥ 16 X < 16 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 31 1 0 0 32 % 96. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang eLearning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 29.87 3. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 24 Tinggi 24 > X ≥20 Rendah 20 >X ≥1 6 Sangat R endah X<1 6 Frek uensi % Gambar 19. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.43.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 24. . Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 25 dan skor terendah yang diperoleh adalah 23. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta.38% termasuk kriteria tinggi.66 dan varians sebesar 0.

5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 24. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.88 0 100 .08. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 24 12 > X ≥ 10 24 > X ≥ 20 X < 16 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 26 6 2 0 34 % 76. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.81 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 26 dan skor terendah yang diperoleh adalah 19.64 5.26 median sebesar 25 modus sebesar 26 standar deviasi sebesar 2.47 17. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengeahuan tentang eLearning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 30. didapat nilai kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning sebesar 77.44% termasuk kriteria sangat tinggi. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta. nilai sebesar 77.02 dan varians sebesar 4. 1 siswa termasuk dalam kriteria tinggi. 31 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi.44%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.

Data frekuensi kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. skor ideal. 26 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi. didapat nilai kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning sebesar 75.83% termasuk kriteria sangat tinggi. 6 siswa termasuk dalam kriteria tinggi dan 2 siswa termasuk dalam kriteria rendah. seluruh responden dari tiap sekolah pada variabel kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta berikut : Tabel 31.00 2.10 73.83%.49 aspek pengetahuan e-Learning ditunjukan pada tabel . No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 769 681 793 825 3068 Skor ideal 1024 928 1024 1088 4064 Rerata 3. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.82 Data pada tabel 30 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. nilai sebesar 75. Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.03 3. skor. Data rerata.44 75. dan persentase(%).02 Persentase 75.94 3. 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat T inggi X ≥ 24 T inggi 24 > X ≥20 R endah 20 >X ≥1 6 C ukup Rendah X<1 6 F rek uensi % Gambar 20.10 3.83 75. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang menjadi subyek penelitian.38 77. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 77.00 73.83% termasuk dalam kriteria tinggi. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.00 75. peringkat kedua SMK 3 N Yogyakarta dengan nilai 75.00 75.44% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.49%.44 78. peringkat ketiga SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 75. .00 72.1 0 73.10 % termasuk dalam kriteria tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 73. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 75.38% termasuk dalam kriteria tinggi.83 75.38 P ersentase SM K SM K P iri 1 SM K 2 N SM K 3 N M uhammadiyah 3 Gambar 21. Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. dikalikan seratus persen.00 77. 77.00 74. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.83 Data pada tabel 31 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.00 76. Penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning dihitung dengan rumus persentase.00 71.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 22. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. Mean ideal (Mi) adalah ½ (36 + 9) = 22.5> X ≥ 18 X < 18 Penilaian Total aspek X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 34 dan skor terendah yang diperoleh adalah 31. Kriteria penilaian guru terhadap kesiapan siswa.5 Tabel 32.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 40 – 10) = 4.5 > X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 7 0 0 0 7 % 100 0 0 0 100 .5 22.80.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 33. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 33.14 median sebesar 33 modus sebesar 33 standar deviasi sebesar 1. Penilaian guru terhadap kesiapan siswa Skor ideal tertinggi adalah 9 X 4 = 36 dan skor ideal terendah adalah 9 X 1 = 9.34 dan varians sebesar 1.84 e.5 62.

09 dan varians sebesar 1. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.85 Data pada tabel 33 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 120 100 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22. nilai sebesar 90. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden.5 Rendah 22. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.06% termasuk kriteria sangat tinggi.19. semua memberikan penilaian sangat tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel penilaian guru . Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 35 dan skor terendah yang diperoleh adalah 33.5>X ≥18 Sangat rendah X <18 Frekuensi % Gambar 22.78 median sebesar 33 modus sebesar 33 standar deviasi sebesar 1.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 33.06%. didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebesar 90. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.

83% termasuk kriteria sangat tinggi. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Frek uensi % Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi Rendah Sangat Rendah X<18 27> X ≥ 22.5 22.86 terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 34. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.5 22.5 > X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 9 0 0 0 9 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 34 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 responden. nilai sebesar 93. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta.83%.5>X ≥18 Gambar 23. didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta sebesar 93. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi . No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. semua memberikan penilaian sangat tinggi.

semua memberikan penilaian sangat tinggi. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.5 Rendah 22.5 > X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 6 0 0 0 6 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 35 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat T inggi X ≥ 27 T inggi 27> X ≥ 22. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 35. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. didapat nilai penilaian guru terhadap .70.5>X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 F rek uens i % Gambar 24.5 22. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 responden. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.87 yang diperoleh adalah 36 dan skor terendah yang diperoleh adalah 34.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 34.50 median sebesar 34 modus sebesar 34 standar deviasi sebesar 0.84 dan varians sebesar 0. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta.83% termasuk kriteria sangat tinggi.78 22. .5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 31. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 36.5 Rendah 22. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta . No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.57 median sebesar 33 modus sebesar 35 standar deviasi sebesar 4. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.07 dan varians sebesar 16. 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22.22 0 0 100 Data pada tabel 36 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 35 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26.83%.5 > X ≥ 28 X < 20 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 2 0 0 7 % 77.88 kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta sebesar 95. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta. nilai sebesar 95.5>X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 25.5 22.61.

yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.06 93. 2 orang memberikan penilaian tinggi. Data rerata.68 Persentase 92. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK kota Yogyakarta. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 232 304 207 221 964 Skor ideal 252 324 216 252 1044 Rerata 3.51 3. Dari perhitungan dengan rumus persentase.70%. seluruh responden dari tiap sekolah pada variabel kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta dinilai oleh guru ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 37.06 87. nilai sebesar 87. 5 orang memberikan penilaian sangat tinggi.83 95.89 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden.68 3.70 92. .83 96 94 92 90 88 86 84 82 93. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.70% termasuk kriteria sangat tinggi.70 Persentase SM K SM K P iri 1SM K 2 N SM K 3 N M uhammadiyah 3 Gambar 26.83 87. didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta sebesar 87.34 Data pada tabel 37 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 95. skor ideal.75 3. skor. dan persentase (%).83 92.79 3.

Tabel 38. dikalikan seratus persen.83% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.05 81.24 3. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.34%.45 3. Kesiapan total siswa SMK di kota Yogyakarta.63 85. peringkat kedua SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 93.11 75. peringkat terakhir SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 87. Hasil kesiapan total siswa SMK di masing masing sekolah.30 Persentase 80.11 3. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 92.83% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat ketiga adalah SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 92.90 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 95.42 3. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 N SMK 3 N Total Skor 3073 2696 3254 3453 12476 Skor ideal 3836 3572 3800 4060 15268 Rerata 3.70% termasuk dalam kriteria tinggi. Penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase.71 Data pada tabel 38 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : .06% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.48 85. f. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

5 > X ≥ 1918 X < 1918 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data.48 85. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK PIRI .05 Persent ase (% ) SM K P iri 1 SM K M uhammadiyah 3 SM K 2 N SM K 3 N Gambar 27.5 > X ≥ 1786 X < 1786 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Untuk memberi penilaian skor kesiapan siswa. kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3073 atau 80. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.91 90.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 38 hasil kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta dan tabel 40.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 38 hasil kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta dan tabel 39. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukan bahwa. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 2877 2877 > X ≥ 2398 2397.63 85. berikut kriteria penilaian dan hasil penilaian kesiapan guru menurut data tabel 38. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta.1 1 75.00 80. Diagram batang kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah.00 75.11%.5 62.00 85. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 2679 2679 > X ≥ 2233 2232. Tabel 40.00 80.00 70. Tabel 39.5 62.

5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 38 hasil kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta dan tabel 41.5 > X ≥2030 X < 2030 kesiapan siswa SMK 3 Negeri Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Kesiapan seluruh siswa SMK di kota Yogyakarta.05%.5 62.48%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 2850 2850> X ≥ 2375 2375 > X ≥1900 X < 1900 kesiapan siswa SMK 2 Negeri Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Tabel 42.63%.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 38 hasil kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta dan tabel 42 kriteria penilaian kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa. kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 2696 atau 75. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa. diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki siswa di tiap sekolah (Xt) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki siswa di tiap . No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 3045 3045> X ≥ 2538 2537.5 62.92 1 Yogyakarta menunjukan bahwa. Kriteria penilaian Yogyakarta. Tabel 41. kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3453 atau 85. kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3254 atau 85. Kriteria penilaian Yogyakarta.

Skor ideal tertinggi adalah 5 X 4 = 20 dan skor ideal terendah adalah 5 X 1 = 5. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 11451 11451> X ≥ 9543 9543 > X ≥7634 X < 7634 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.71% Yt = 15268 Kriteria penilaian dibuat menggunakan rumus pada teknik analisa data dengan menggunakan input skor ideal tertinggi dan skor ideal terendah. Kriteria penilaian kesiapan guru aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.5 Tabel 44.5> X ≥ 10 X < 10 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.71%. Hasil kesiapan seluruh siswa di SMK kota Yogyakarta adalah : Xt = 12476 x100% = 81.5 62.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 43 Kriteria penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta menunjukan bahwa. kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 81. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. Mean ideal (Mi) adalah ½ (20 + 5) = 12. a.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Adapun kriteria penilaian adalah sebagai berikut : Tabel 43.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 20 – 5) = 2.5 12. Kesiapan guru. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor . Kriteria penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta.93 sekolah(Yt) dikalikan 100%. Membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. 2.5 62.

5 12. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 5> X ≥ 1 2. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden.94 tertinggi yang diperoleh adalah 20 dan skor terendah yang diperoleh adalah 15 Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 > X ≥ 10 X < 10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 7 0 0 0 7 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 45 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 28. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 17 median sebesar 17 modus sebesar 15 standar deviasi sebesar 1.67. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 45.91 dan varians sebesar 3.5 Rendah 1 2. semua termasuk dalam .

No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. nilai sebesar 85% termasuk kriteria sangat tinggi.78 22.55 median sebesar 16 modus sebesar 17 standar deviasi sebesar 1. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis eLearning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 46.03. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 17 dan skor terendah yang diperoleh adalah 13.42 dan varians sebesar 2.5 > X ≥ 10 X < 10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 7 2 0 0 9 % 77. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. .5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 15. didapat nilai kesiapan guru SMK Muhammadiyah pembelajaran 3 Yogyakarta e-Learning aspek sebesar membuat 85%. Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis eLearning.5 12. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.23 0 0 100 Data pada tabel 46 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. materi Menurut berbasis pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.95 kriteria penilaian sangat tinggi. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.

Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 16 dan skor terendah yang diperoleh adalah 12. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.50 modus sebesar 12 standar deviasi sebesar 1.83 dan varians sebesar 3. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru . Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 13.5 Rendah 1 2. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 responden.36.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 29. nilai sebesar 77. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.78%. 2 termasuk dalam kriteria tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.96 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 5> X ≥ 1 2. didapat nilai kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 77.83 median sebesar 13.78% termasuk kriteria sangat tinggi. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. 7 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi.

didapat nilai kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 69. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 responden. Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyaykarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.5 12. 35 30 25 20 1 5 1 0 5 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 5> X ≥ 1 2.97 SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 47.5 > X ≥ 10 X < 10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 2 2 2 0 6 % 33.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 30. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. Menurut pengkriteriaan yang terdapat . 2 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.34 33. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.5 Rendah 1 2.34 33. 2 termasuk dalam kriteria tinggi.17%.34 0 100 Data pada tabel 47 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. 2 termasuk dalam kriteria rendah.

54 dan varians sebesar 20. 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 5> X ≥ 1 2. nilai sebesar 69.5 R endah 1 2. Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.14 median sebesar 16 modus sebesar 16 standar deviasi sebesar 2. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 20 dan skor terendah yang diperoleh adalah 13.57 0 0 100 Data pada tabel 48 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta. Dari hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 12. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. Data frekuensi membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.17% termasuk kriteria tinggi.43 28.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 16.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 31.98 dalam teknik analisa data. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 48.5 > X ≥ 10 X < 10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 2 0 0 7 % 71. .

13 Persentase 85 77.71 78.77 3. nilai sebesar 80. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. dan persentase (%).23 3.71% termasuk kriteria sangat tinggi.45 Data pada tabel 49 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. . skor ideal.40 3. seluruh responden pada variabel kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning di tunjukan pada tabel berikut: Tabel 49.71%.99 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. 2 termasuk dalam kriteria tinggi. Data frekuensi kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning guru SMK di kota Yogyakarta.17 80.11 2. skor. didapat nilai kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 80.78 69. Data rerata. 5 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 119 140 83 113 455 Skor ideal 140 180 120 140 580 Rerata 3. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.

100 85.78 80.00 30. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.71 69. . yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. peringkat kedua SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 80.00 10.00 80.00 0. peringkat ketiga SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 77. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 78.00 SMK SMK Piri 1 Muhammadiyah 3 Persentase SMK 2 N SMK 3 N Gambar 32.78% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 69.00 77.00 70.00 60.00 40.71% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 85% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. dikalikan seratus persen.00 50.00 20.45%.1 7 90. Penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning dihitung dengan rumus persentase. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.17% termasuk dalam kriteria tinggi.

Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.5 62.101 b. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut.19 dan varians sebesar 48.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 48 dan skor terendah yang diperoleh adalah 36. Skor ideal tertinggi adalah 12 X 4 = 48 dan skor ideal terendah adalah 12 X 1 = 12. Tabel 50. Mean ideal (Mi) adalah ½ (48 + 12) = 30 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 48 – 30) = 6. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Frekuensi 7 0 0 0 7 % 100 0 0 0 100 .5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 43. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.42 median sebesar 45 modus sebesar 36 standar deviasi sebesar 5. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30> X ≥ 24 X < 24 X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Tabel 51.

48% termasuk kriteria sangat tinggi.102 Data pada tabel 51 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. didapat nilai kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 90. nilai sebesar 90. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 44 dan skor terendah yang diperoleh adalah 23. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. semua termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden.48%. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil . 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 36 Tinggi 36> X ≥ 30 Rendah 30 >X ≥24 Sangat Rendah X<24 Frekuensi % Gambar 33.

No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 2 1 1 9 % 55. Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.44 median sebesar 36 modus sebesar 36 standar deviasi sebesar 6.23 11.83 dan varians sebesar 46.12 11. Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.56 22. Berdasarkan .12 100 Data pada tabel 52 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 1 termasuk kriteria sangat rendah.103 yaitu harga mean sebesar 34. 5 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.78. 2 termasuk dalam kriteria tinggi. 1 termasuk kriteria rendah. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 responden. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut Tabel 52. 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 36 Tinggi 36> X ≥ 30 Rendah 30 >X ≥24 Sangat Rendah X<24 Frekuensi % Gambar 34.

Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 53. .34 66. didapat nilai kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 71.67 0 0 100 Data pada tabel 53 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 2 4 0 0 6 % 33.104 perhitungan dengan rumus persentase. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 37 median sebesar 34 modus sebesar 34 standar deviasi sebesar 6. 3) SMK 2 NegeriYogyakarta.86.76%. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.62 dan varians sebesar 43. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.76% termasuk kriteria tinggi. nilai sebesar 71. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 47 dan skor terendah yang diperoleh adalah 31.

4) SMK Negeri 3 Yogyakarta.04 dan varians sebesar 49. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 48 dan skor terendah yang diperoleh adalah 27. 4 termasuk dalam kriteria tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.105 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 36 1 Tinggi 36> X ≥ 30 2 Rendah 30 >X ≥24 3 Sangat Rendah X<24 4 Frekuensi % Gambar 35. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 responden. didapat nilai kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 78. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.47% termasuk kriteria sangat tinggi. 2 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 38.58.28 median sebesar 39 modus sebesar 27 standar deviasi sebesar 7. .47%. nilai sebesar 78.

80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 36 Tinggi 36> X ≥ 30 Rendah 30 >X ≥24 Sangat Rendah X<24 Frekuensi % Gambar 36. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. 5 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 54.28 0 100 Data pada tabel 54 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. didapat nilai kesiapan guru SMK 3 .28 14.106 Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. 1 termasuk dalam kriteria tinggi dan 1 termasuk dalam kriteria rendah.43 14. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 1 1 0 7 % 71. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.

76%.47 79. nilai sebesar 79.76 P ersentase Gambar 37.87 3. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.47 79. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat .107 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 79. 90. skor. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.60 Data pada tabel 55 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Data rerata.21 Persentase (%) 90.48 71.76 78. Data frekuensi kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.14 3.76 79.19 3.76 78. dan persentase(%). seluruh responden pada variabel kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning di tunjukan pada tabel berikut: Tabel 55.48 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 SMK SMK P iri 1 Muhammadiyah 3 SMK 2 N SMK 3 N 71.62 2.76% termasuk kriteria sangat tinggi. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 304 310 226 268 1108 Skor ideal 336 432 288 336 1392 Rerata 3. skor ideal.

5 62. Mean ideal (Mi) adalah ½ (24 + 6) = 15 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 24 – 6) = 3.76% termasuk dalam kriteria tinggi.60%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 18 18 > X ≥ 15 15> X ≥ 12 X < 12 Penilaian Total aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.48% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Skor ideal tertinggi adalah 6 X 4 = 24 dan skor ideal terendah adalah 6 X 1 = 6. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS . Tabel 56. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 79. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 23 dan skor terendah yang diperoleh adalah 14. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. peringkat kedua SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 79.47% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 71. c.108 pertama SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 90. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari 4 sekolah. dikalikan seratus persen. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.76% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning dihitung dengan rumus persentase. peringkat ketiga SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 78.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Pemahaman tentang e-Learning.

38%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 2 0 0 7 % 71. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 57.109 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 18.36 dan varians sebesar 11. 5 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Menurut pengkriteriaan yang terdapat . Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.57 median sebesar 18 modus sebesar 18 standar deviasi sebesar 3. 2 termsuk kriteria tinggi. didapat nilai kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang eLearning sebesar 77.43 28.57 0 0 100 Data pada tabel 57 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 1 8 T inggi 1 8> X ≥ 1 5 Rendah 1 >X ≥1 5 2 Sangat Rendah X<1 2 F rek uens i % Gambar 38. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden.28. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.

110 dalam teknik analisa data. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 16.33 median sebesar 16 modus sebesar 16 standar deviasi sebesar 2.25. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.56 11. . Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 58.34 55.06 dan varians sebesar 4. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 3 5 1 0 9 % 33.38% termasuk kriteria sangat tinggi.11 0 100 Data pada tabel 58 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 8 Tinggi 1 8> X ≥ 1 5 Rendah 1 >X ≥1 5 2 Sangat Rendah X<1 2 Frekuensi % Gambar 39. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 19 dan skor terendah yang diperoleh adalah 12. nilai sebesar 77. Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.

nilai sebesar 68. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta.5 modus sebesar 18 standar deviasi sebesar 2. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 4 1 1 0 6 % 66.66 16.5 median sebesar 18. 1 termasuk dalam kriteria rendah. 3 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 22 dan skor terendah yang diperoleh adalah 14.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 18. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 59. 5 termasuk kriteria tinggi. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.66 0 100 .111 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 responden. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.66 dan varians sebesar 7. Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.66 16.06 % termasuk kriteria tinggi. didapat nilai kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning sebesar 68.06%.1.

Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. 1 termasuk kriteria tinggi.08%.67. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 23 dan skor terendah yang diperoleh adalah 12. . 1 termasuk dalam kriteria rendah. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.08 % termasuk kriteria sangat tinggi.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 17 median sebesar 17 modus sebesar 13 standar deviasi sebesar 4.112 Data pada tabel 59 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. nilai sebesar 77. Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.43 dan varians sebesar 19. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 responden. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 8 Tinggi 1 8> X ≥ 1 5 Rendah 1 >X ≥1 5 2 Sangat Rendah X<1 2 Frekuensi % Gambar 40. didapat nilai kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning sebesar 77. 4) SMK N 3 Yogyakarta. 4 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden.86 0 100 Data pada tabel 60 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 1 termasuk kriteria tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. nilai sebesar 70.28 42. 3 termasuk dalam kriteria rendah. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 3 1 3 0 7 % 42.86 14. didapat nilai kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning sebesar 70. Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.83 % termasuk kriteria tinggi. 3 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.83%. . 45 40 35 30 25 20 1 5 1 0 5 0 Sangat Tinggi X≥1 8 Tinggi 1 8> X ≥ 1 5 Rendah 1 >X ≥1 5 2 Sangat Rendah X<1 2 Frekuensi % Gambar 41.113 Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 60.

peringkat kedua SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 77.08 70.38% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.08 Per sentase Gambar 42.10 2.08% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.00 62 .83 77.06 70.00 72 .38 78 ..00 76 .114 Data rerata. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 130 147 111 119 507 Skor ideal 168 216 144 168 696 Rerata 3. dan persentase(%).00 2.00 70 . 77. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.72 3. skor ideal. Data kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.06% termasuk dalam kriteria .83 72.00 SM K SM K Piri 1 M uhammadiyah 3 SM K 2 N SM K 3 N 68.06 77.83% termasuk dalam kriteria tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 69.00 66 .00 64 .83 2.91 Persentase 77. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 77.38 68.00 74 . skor.00 68 . seluruh responden pada variabel kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning di tunjukan pada tabel berikut: Tabel 61. peringkat ketiga SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 70.84 Data pada tabel 61 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.

25 > X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta . Skor ideal tertinggi adalah 9 X 4 = 36 dan skor ideal terendah adalah 9 X 1 = 9. dikalikan seratus persen. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 31 dan skor terendah yang diperoleh adalah 23. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 72. d.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 27.24. Menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning dihitung dengan rumus persentase.28 median sebesar 28 modus sebesar 23 standar deviasi sebesar 3. Tabel 62. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.84%. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 36 – 9) = 4.25 6.115 tinggi.5> X ≥ 18 X < 18 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 6.5.5 22.04 dan varians sebesar 9. Mean ideal (Mi) adalah ½ (36 + 9) = 22. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.

yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.5 Rendah 22.85 0 0 100 Data pada tabel 63 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.5 22.116 menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 63. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 43. . 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22.79%.14 42.79 % termasuk kriteria sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.5 > X ≥ 18 X <18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 4 3 0 0 7 % 57. didapat nilai kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK sebesar 75. nilai sebesar 75. 4 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. 3 termasuk kriteria tinggi. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.

Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.44 median sebesar 27 modus sebesar 27 standar deviasi sebesar 0.73 dan varians sebesar 0.5 > X ≥ 18 X <18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 9 0 0 0 9 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 64 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.53. Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK .5 Rendah 22. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. Dari hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 27. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 29 dan skor terendah yang diperoleh adalah 27.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 44.5 22. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 64.117 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.

23 % termasuk kriteria sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.23%.52 dan varians sebesar 0. nilai sebesar 76.27. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 28 dan skor terendah yang diperoleh adalah 27. didapat nilai kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK sebesar 76.5 > X ≥ 18 X <18 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 6 0 0 0 % 100 0 0 0 Jumlah 6 100 . No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.5 22.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 27. semua termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 65. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.66 median sebesar 28 modus sebesar 28 standar deviasi sebesar 0. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.118 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 responden.

Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 23.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 45. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 31 dan skor terendah yang diperoleh adalah 19. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22. nilai sebesar 76. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. didapat nilai kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK sebesar 76.5 Rendah 22.85%. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. semua termasuk dalam kriteria sangat tinggi.85 % termasuk kriteria sangat tinggi. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 responden. Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.119 Data pada tabel 65 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Dari hasil perhitungan dengan SPSS 11.57 median sebesar 21 modus sebesar 20 .

28 57.5 Rendah 22. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.57 14.99 dan varians sebesar 24. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 66. didapat nilai kesiapan guru SMK 3 Negeri .14 0 100 Data pada Tabel 66 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.5 > X ≥ 18 X <18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 2 1 4 0 7 % 28. 4 termasuk dalam kriteria rendah. Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 46.5 22. 1 termasuk dalam kriteria tinggi.95. 2 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.120 standar deviasi sebesar 4.

121 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK sebesar 65. dan persentase(%).62 2.23 76. 75.48 73.48 % termasuk kriteria tinggi Data rerata. Data frekuensi kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dalam menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.85 Gambar 47. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat .48%.66 Data pada tabel 67 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.79 78 76 74 72 70 68 66 64 62 60 58 SMK SMK Piri 1 Muhammadiyah 3 SMK 2 N SMK 3 N 65.03 3. skor ideal. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.48 Persentase 76.05 3.23 76.07 2. seluruh responden pada variabel kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 67. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 191 247 166 165 769 Skor ideal 252 324 216 252 1044 Rerata 3.94 Persentase 75.85 65.79 76. skor. nilai sebesar 65.

Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi. dikalikan seratus persen.5 Tabel 68. dihitung dengan rumus persentase. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 25 – 5) = 2.5 12.23% termasuk dalam kriteria tinggi. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 73. Skor ideal tertinggi adalah 5 X 4 = 20 dan skor ideal terendah adalah 5 X 1 = 5. Kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS .5 62.66%.5> X ≥ 10 X < 10 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Mean ideal (Mi) adalah ½ (20 + 5) = 12. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 16 dan skor terendah yang diperoleh adalah 12.122 pertama SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 76. Penilaian siswa terhadap kesiapan guru.48 % termasuk dalam kriteria tinggi. Kriteria penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK kota Yogyakarta. e.85% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. peringkat kedua SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 76.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. peringkat ketiga SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 75. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12.79% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 65.

89. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 69. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 responden.123 11. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. didapat nilai penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebesar 74.5 Rendah 1 2.38%.13 0 100 Data pada tabel 69 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 X≥1 5> 2.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 48. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. 8 termasuk dalam kriteria tinggi.87 25 3. 1 termasuk dalam kriteria rendah. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 14. .5 12.94 dan varians sebesar 0.87 median sebesar 15 modus sebesar 15 standar deviasi sebesar 0. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.5 > X ≥ 10 X <10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 23 8 1 0 32 % 71. 23 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

70 0 0 100 Data pada tabel 70 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.124 Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 17 dan skor terendah yang diperoleh adalah 14. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 49.31 20. nilai sebesar 74.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 15 median sebesar 15 modus sebesar 15 standar deviasi sebesar 0. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 70.5.38 % termasuk kriteria tinggi.5 > X ≥ 10 X <10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 23 6 0 0 29 % 79. . Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta. 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 SangatTinggi X≥1 5 Tinggi 1 5> X ≥ 1 2. Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12.71 dan varians sebesar 0.5 Rendah 1 2.5 12.

Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.5 > X ≥ 10 X <10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 16 16 0 0 32 % 50 50 0 0 100 .125 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 responden.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 14. didapat nilai penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta sebesar 75%.98 dan varians sebesar 0. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. 23 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.56 median sebesar 14.0 standar deviasi sebesar 0. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. 6 termasuk dalam kriteria tinggi. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 17 dan skor terendah yang diperoleh adalah 13. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta.5 modus sebesar 14. nilai sebesar 75 % termasuk kriteria sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.96.5 12. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 71.

16 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.81 % termasuk kriteria tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 17 dan skor terendah yang diperoleh adalah 11. 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 X≥1 5> 2.5 diperoleh .126 Data pada tabel 71 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.5 Rendah 1 2. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta. didapat nilai penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta sebesar 72. 16 termasuk dalam kriteria tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. nilai sebesar 72. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.81%.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 50. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 responden.

42 dan varians sebesar 2. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 responden.127 hasil yaitu harga mean sebesar 14.94 8.03. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 X≥1 5> 2.5 Rendah 1 2. 3 termasuk dalam kriteria rendah.5 > X ≥ 10 X <10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Frekuensi 13 18 3 0 34 % 38.24 52. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 72. didapat nilai penilaian siswa terhadap kesiapan .5 12. 13 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.29 median sebesar 14 modus sebesar 14 standar deviasi sebesar 1. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 51.83 0 100 Data pada tabel 72 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 18 termasuk dalam kriteria tinggi. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta. Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12.

61 Data pada tabel 73 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.38 75.91 3.00 SMK SMK Piri 1 Muhammadiyah 3 SMK 2 N SMK 3 N Gambar 52. skor ideal. seluruh responden pada variabel kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dinilai oleh siswa ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 73.81 71 .128 guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta sebesar 71.05 2.00 70. Data rerata. 75. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 75% termasuk dalam . Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 476 435 466 486 1895 Skor ideal 640 580 640 680 2540 Rerata 2.38 75.47%.00 2.00 74.00 73.00 72. dan persentase(%). skor.81 71.00 72.98 Persentase 74. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.47 % termasuk kriteria tinggi. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta.00 74.98 3. nilai sebesar 71.00 69.47 71.00 P ersentase 72.47 74.

dikalikan seratus persen.61%.72 73.95 2. Penilaian siswa terhadap kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 74.00 68. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 1220 1279 1052 1151 4072 Skor ideal 1536 1732 1408 1576 6252 Rerata 3.00 78.81% termasuk dalam kriteria tinggi dan peringkat terakhir SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 71.85 74. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.43 80.00 76.23 2.98 2.03 75. Tabel 74.85 74. Peringkat ketiga adalah SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 72. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi.98 3. Hasil kesiapan guru di masing masing sekolah.03 Persentase Gambar 53.00 70.43 73.00 SM K SM K Piri 1 SM K 2 N M uhammadiyah 3 SM K 3 N 73.03 Persentase 79.00 74.129 kriteria sangat tinggi.38% termasuk dalam kriteria tinggi. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta.00 72. Hasil kesiapan guru SMK di masing masing sekolah. f.72 73.21 Data pada tabel 74 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 79. peringkat kedua SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 74.47% termasuk dalam kriteria tinggi. .

kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1279 atau 73.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah . berikut kriteria penilaian dan hasil penilaian kesiapan guru menurut data tabel adalah di bawah ini : Tabel 75.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan Tabel 74 hasil kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dan Tabel 76.130 Untuk memberi penilaian skor kesiapan guru. kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1220 atau 79. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukan bahwa. Tabel 77. Tabel 76 .43%.5 62.5 62. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukan bahwa.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 74 Hasil kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dan tabel 75. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1152 1152 > X ≥ 960 960 > X ≥ 760 X < 760 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1056 1056> X ≥ 880 880 > X ≥704 X < 704 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5 62. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1299 1299 > X ≥ 1083 1083 > X ≥ 866 X < 866 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.85%.

21% Kriteria penilaian dibuat menggunakan rumus pada teknik data dengan menggunakan input skor ideal tertinggi dan skor ideal terendah. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa. Tabel 78. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa. Kesiapan seluruh guru SMK di kota Yogyakarta.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah . kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1151 atau 73.5 62.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 74 hasil kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dan tabel 78.72%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1182 1182> X ≥ 985 985 > X ≥788 X < 788 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 4689 4689> X ≥ 3908 3908 > X ≥3126 X < 3126 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5 62. kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1052 atau 74. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta. Adapun kriteria penilaian adalah sebagai berikut : Tabel 79. Hasil kesiapan seluruh guru di SMK kota Yogyakarta adalah sebesar 75. diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki guru di tiap sekolah (Xt= 4072) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki guru di tiap sekolah (Yt = 6252) dikalikan 100%.03 % dari skor ideal 1576. Kriteria penilaian guru SMK di kota Yogyakarta.131 Berdasarkan tabel 74 Hasil kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dan tabel 77.

79 70. No 1 2 3 4 Hasil kesiapan sarana dan prasarana aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta. kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 75. : Tabel 80.64 76.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 81.21%.86 2. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor. 3. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data.07 69. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.64 2.79 3.07 2. Skor ideal tertinggi total aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (7) x skala penilaian tertinggi(4) x Jumlah responden (7) = 196 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (7) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 49.5 62. Nama Sekolah Skor 20 37 39 43 139 Skor ideal 28 56 56 56 196 Rerata 2. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek merancang pembelajaran berbasis eLearning.92 SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total . Kesiapan sarana dan prasarana.132 Berdasarkan tabel 79 kriteria penilaian guru SMK di kota Yogyakarta menunjukan bahwa. Merancang pembelajaran berbasis e-Learning.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. a.43 66.5 62.84 % 71. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 80 berikut.

yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. 100 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r ideal Rerata persentase Gambar 54. .07% termasuk dalam kriteria tinggi. Penilaian sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning dihitung dengan rumus persentase. peringkat ketiga SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 69. peringkat kedua SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 71. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning.92%.43% termasuk dalam kriteria tinggi.133 Data pada tabel 81 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : Peringkat pertama SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 76.79% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 70.64 % termasuk dalam kriteria tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 66. dikalikan seratus persen. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi.

Data kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta.5 75.0 72.5 62.90 3.80 2.57 Data pada tabel 83 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.0 73. Skor ideal tertinggi total aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (5)xskala penilaian tertinggi(4) x jumlah responden (7) = 140 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (5) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 35.93 Persentase 70. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.00 3. Komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning. .5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 14 29 30 30 103 Skor ideal 20 40 40 40 140 Rerata 2.134 b. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning.00 2.0 75.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 83. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang kriteria skor. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 82 berikut : Tabel 82.5 62. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data.

135

80 70 60 50 40 30 20 1 0 0
SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Skor Skor idea; Rerat a Persent ase

Gambar 55. Diagram kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta, SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan SMK 2 Negeri Yogyakarta mempunyai skor sama, yaitu sebesar 75% termasuk dalam kriteria sangat tinggi, SMK PIRI mempunyai skor 72.5%, dalam skala kriteria penilaian termasuk kriteria tinggi, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mempunyai skor 70% termasuk dalam kriteria tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis eLearning SMK di kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase, yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah, dikalikan seratus persen. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 73.57%. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi. c. Piranti keras. Skor ideal tertinggi total aspek piranti keras di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (13) x skala penilaian

136

tertinggi(1) x jumlah responden (7) = 91 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (13) x skala penilaian terendah(0) x jumlah responden(7) = 0. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data, dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 84 berikut :
Tabel 84. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta apek piranti keras SMK di kota Yogyakarta.
No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 66.67 66.67 > X ≥ 50 50 > X ≥ 33.33 X < 33.33 Skor Total Aspek (%) X ≥ 66.67 66.67 > X ≥ 50 50 > X ≥ 33.33 X < 33.33 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah

Tabel 85. Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta.
No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 N SMK 3 N Total Skor
13 26 26 26

Skor ideal
13 26 26 26

Rerata
1.0 1.0 1.0 1.0

Persentase
100.00 100.00 100.00 100.00

91

91

1.0

100.00

Data pada tabel 85 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini :
1 20 1 00 80 60 40 20 0
SM K M uhammad iyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N

Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase

Gambar 56. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta

137

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta, semua SMK memperoleh skor 100% termasuk dalam kriteria sangat tinggi, kecuali SMK 3 Negeri Yogyakarta, yaitu sebesar 75% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta dihitung dengan rumus

persentase, yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah, dikalikan seratus persen. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 91.53%. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. d. Piranti lunak. Skor ideal tertinggi total aspek piranti lunak di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan(5) x skala penilaian tertinggi(1) x jumlah responden (7) = 35 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (5) x skala penilaian terendah(0) x jumlah responden(7) = 0. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data, dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 86 berikut :
Tabel 86. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta.
No 1 2 3 4 Skor (100%) X ≥ 66.67 66.67 > X ≥ 50 50 > X ≥ 33.33 X < 33.33 Skor Total Aspek (%) X ≥ 66.67 66.67 > X ≥ 50 50 > X ≥ 33.33 X < 33.33 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah

138

Tabel 87. Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta.
No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 5 6 8 7 26 Skor ideal 5 10 10 10 35 Rerata 1.0 0.5 0.7 0.6 0.7 Persentase 100.00 60.00 80.00 70.00 74.29

Data pada tabel 87 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.
1 20 1 00 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N

Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase

Gambar 57. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak di kota Yogyakarta.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 100% termasuk dalam kriteria sangat tinggi, SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor sebesar 80 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi, SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 70% termasuk dalam kriteria sangat tinggi, SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor 60% termasuk dalam kriteria tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase, yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah, dikalikan seratus persen. Nilai hitung

Kompetensi pengembang atau teknisi terhadap TIK 1) Struktur dan perangkat komputer Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (12) x skala penilaian tertinggi(4) x Jumlah responden (7) = 336 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (12) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 84.45 88.: Tabel 88. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 42 78 85 79 284 Skor ideal 44 88 88 88 308 Rerata 3.59 89.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 89. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.71 Persentase 95.55 3.139 yang diperoleh sebesar 74.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 88 berikut. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.77 92.5 62.29%. e.86 3.5 62.59 3.21 .64 96.82 3.

77% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 92. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 89.21%. dikalikan seratus persen. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta.64 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi.45% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase Gambar 58. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 88. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 95. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. .140 Data pada tabel 89 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.59% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 96.

67 88. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 90 berikut.89 3.25 Data pada tabel 91 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.22 94.5 62.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 91.44 93.73 Persentase 91.141 2) Sistem operasi komputer personal.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.56 3.: Tabel 90. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor.5 62. Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal SMK di kota Yogyakarta.89 97. Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (9) x skala penilaian tertinggi(4) x jumlah responden (7) = 252 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (9) x skala penilaian terendah(1) x Jumlah responden(7) = 63. . Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 33 64 70 68 235 Skor ideal 36 72 72 72 252 Rerata 3.78 3.67 3. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.

25%.67% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.44% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 88. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 97. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 94. dikalikan seratus persen.142 1 20 1 00 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase Gambar 59. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 93. . SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 91. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta.89 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi.22% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (11) x skala penilaian tertinggi(4) x Jumlah responden (7) = 308 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (11) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 77.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 93.41 85.41 3. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor.14 3.06 Data pada tabel 93 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.71 3. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5 62. .91 85.143 3) Sistem operasi dan komputer jaringan.64 78.95 % 90. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 92 berikut. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap TIK aspek sistem operasi dan komputer jaringan SMK di kota Yogyakarta.55 3.23 88.5 62.: Tabel 92.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 40 75 78 69 262 Skor ideal 44 88 88 88 308 Rerata 5. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data.

. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 85.41% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta.64% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase.144 100 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r Ideal rerata P ersentase Gambar 60. dikalikan seratus persen.91% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan SMK di kota Yogyakarta. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 78.06%. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.23 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 85. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 90. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 88.

5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 95. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 39 74 68 75 Skor ideal 40 80 80 80 Rerata 3. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data. .5 85 93.5 92.69 91.75 Persentase 97. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta.5 62. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 94 berikut : Tabel 94.145 4) Aplikasi program. Data frekuensi kompetensi pengembang terhadap TIK aspek aplikasi program SMK di kota Yogyakarta.43 Data pada Tabel 95 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.5 62.4 3. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor.75 256 280 3. Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (10) x skala penilaian tertinggi(4) x jumlah responden (7) = 280 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (10) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 70.7 3.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.9 3.

43%. Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta adalah .146 120 100 80 60 40 20 0 SM K M uhammad iyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase Gambar 61. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 93. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 92.5 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi. dikalikan seratus persen. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 91.75% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Diagram batang kesiapan sarana dan prasrana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program SMK di kota Yogyakarta.5% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 97. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta. 5) Aplikasi bisnis komputer. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 85% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer SMK di kota Yogyakarta. .50 87.50 Persentase 75.52 Data pada Tabel 97 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 96 berikut : Tabel 96.50 3. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data.33 84.00 3. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta .50 71 84 3. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.33 3.5 62.00 83.33 87.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 97.147 jumlah pertanyaan (3) x skala penilaian tertinggi(4) x jumlah responden (7) = 84 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (3) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 21. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 9 20 21 21 Skor ideal 12 24 24 24 Rerata 3.5 62.

dikalikan seratus persen. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer SMK di kota Yogyakarta.33 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. . Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta.52%.50% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 87. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 83.148 100 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase Gambar 62.50% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 75% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 84. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 87.

14 Data pada tabel 99 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : . Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 98 berikut.80 3.40 3. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta.: Tabel 98.75 85.00 83.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 99. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 38 67 68 71 244 Skor ideal 40 80 80 80 280 Rerata 3.00 88.53 Persentase 95.35 3. Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (10) x skala penilaian tertinggi(4) x jumlah responden (7) = 280 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (10) x skala penilaian terendah(1) x Jumlah responden(7) = 70.5 62.149 6) Paket keahlian multimedia. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta . dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor.75 87.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.55 3.5 62.

SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 95% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 83. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 85% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. . Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta.150 1 00 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r So r Ideal Rerata P ersentase Gambar 63. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 87. .75 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 88.75% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.14%. dikalikan seratus persen. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta.

Skor ideal tertinggi adalah 10 X 4 = 40 dan skor ideal terendah adalah 10 X 1 = 10.88 3. Mean ideal(Mi) adalah ½(40 + 10) = 25 sedangkan Standar deviasi ideal(SDi) adalah 1/6( 40 – 10) = 5. standar deviasi sebesar 1.88 71. Kriteria penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana. No 1 2 3 4 Skor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75> X ≥62.59 median sebesar 29 modus sebesar 28. Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.151 f.60.26 dan varians sebesar 1.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 28. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 31 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26.13 0 100 .5 62. Tabel 100. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 30 30 > X ≥ 25 25> X ≥ 20 X < 20 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Frekuensi 9 23 1 0 32 % 28.5>X ≥50 X<50 Kategri Sangat Tinggi Tingi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 101. Data frekuensi penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

48% termasuk kriteria tinggi.48%.152 Data pada tabel 101 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Cukup Rendah X<20 Frekuensi % Gambar 64. Tabel .72 dan varians sebesar 2. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. nilai sebesar 71. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. standar deviasi sebesar 1. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 31 dan skor terendah yang diperoleh adalah 24. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.97. 23 siswa termasuk kriteria tinggi.48 median sebesar 27 modus sebesar 26. didapat nilai penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta 71. 9 siswa termasuk kriteria sangat tinggi. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 27. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Diagram batang penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

.00 Data pada tabel 102 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20 Frekuensi Persentase Gambar 65.45 0. nilai sebesar 62.27%. berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Frekuensi 5 23 1 0 29 % 17. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 siswa yang menjadi subyek penelitian. Diagram batang penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta. 23 siswa termasuk kriteria tinggi.153 penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 102.31 3. Data frekuensi penilaian siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 5 siswa termasuk kriteria sangat tinggi.27% termasuk kriteria rendah.24 79.00 100. didapat nilai penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta 62. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.

53 dan varians sebesar 2. Data frekuensi penilaian siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana.00 Data pada tabel 103 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20 Frekuensi Persentase Gambar 66.00 0.37 median sebesar 28 modus sebesar 27.37. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 32 dan skor terendah yang diperoleh adalah 25.154 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. standar deviasi sebesar 1.88 78. Diagram batang penilaian siswa SMK 2 Negeri terhadap sarana dan prasarana. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 103.13 0.00 100.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 28. . NO 1 2 3 4 Rentangskor Kategri Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangatt Rendah X<20 Jumlah Frekuensi 7 25 0 0 32 % 21.

yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.74. nilai sebesar 68. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 104.75%. didapat nilai penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta 68.88 median sebesar 30 modus sebesar 31.155 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 23 11 0 0 34 % 67.75% termasuk kriteria tinggi.00 100.35 0.93 dan varians sebesar 3.65 32. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 33 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26. 25 siswa termasuk kriteria tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Data frekuensi penilaian siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana. 7 siswa termasuk kriteria sangat tinggi. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. standar deviasi sebesar 1. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta.00 0.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 29.00 .

skor ideal. 23 siswa termasuk kriteria sangat tinggi. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.75 2.02 . Diagram batang penilaian siswa SMK 3 Negeri terhadap sarana dan prasarana Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang menjadi subyek penelitian.49 2.77 Persentase 71. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. dan persentase (%).71% termasuk kriteria tinggi.71%.99 2. didapat nilai penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta 74.27 68. skor.156 Data pada tabel 104 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini: 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20 Frekuensi Persentase Gambar 67.71 71. Data frekuensi penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 N SMK 3 N Total Skor 915 797 880 1016 3608 Skor ideal 1280 1160 1280 1360 5080 Rerata 2.48 62. seluruh responden pada variabel kesiapan sarana dan prasarana dinilai oleh siswa ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 105. Data rerata. 11 siswa termasuk kriteria tinggi. nilai sebesar 74.86 2.75 74. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.

dikalikan seratus persen. .00 64. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 71.00 56.00 66.48% termasuk dalam kriteria tinggi.71% termasuk dalam kriteria tinggi.75 62.59%.00 74. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi.75% termasuk dalam kriteria tinggi.157 Data pada tabel 105 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah : 74. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 62.00 72. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 88.71 76. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.00 58.00 70. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 71.27 Persentase SMK SMK Piri 1 Muhammadiyah 3 SMK 2 N SMK 3 N Gambar 68. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 74.00 71. Diagram batang penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana.00 62. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana.48 68.00 68.00 60. penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana dihitung dengan rumus persentase.27 % termasuk dalam kriteria rendah.

Kriteria penilaian guru terhadap sarana dan prasarana. Tabel 106. Data frekuensi penilaian guru terhadap sarana dan prasarana di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Penailaian Total Aspek (%) X ≥ 75.36>X ≥51.29 0.57 75. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.22 dan varians sebesar 4. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 30 dan skor terendah yang diperoleh adalah 24.36 63. Mean ideal(Mi) adalah ½(40 + 10) = 25 sedangkan Standar deviasi ideal(SDi) adalah 1/6( 40 – 10) = 5. NO 1 2 3 4 Rentang skor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 1 5 1 0 7 % 14.15 Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.15 X<51.00 .43 median sebesar 28 modus sebesar 29.158 g. Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana.95.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 27.57> X ≥63.43 14.29 71. standar deviasi sebesar 2. Skor ideal tertinggi adalah 10 X 4 = 40 dan skor ideal terendah adalah 10 X 1 = 10.00 100. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian guru terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 107.

Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 32 dan skor terendah yang diperoleh adalah 24. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 guru yang menjadi subyek penelitian.57% termasuk kriteria tinggi. didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebesar 68. nilai sebesar 68. 1 guru memberi penilain sangat tinggi.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 29. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.57%. Diagram batang penilaian guru SMK Muhammadiyah terhadap kesiapan sarana dan prasarana.78 median sebesar 31 modus sebesar . 5 guru memberi penilaian tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.159 Data pada tabel 107 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20 Frekuensi Persent ase Gambar 69. 1 guru memberi penilaian rendah. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.

19. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta. 2 guru memberi penilaian tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.22 11. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian guru terhadap sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 108.00 Data pada tabel 108 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20 Frekuensi Persent ase Gambar 70. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta. didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta . yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 6 guru memberi penilain sangat tinggi. 1 guru memberi penilaian rendah.00 100. NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 6 2 1 0 9 % 66.11 0. standar deviasi sebesar 3.160 32. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 guru yang menjadi subyek penelitian.67 22.03 dan varians sebesar 9.

161

sebesar 74.44%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data, nilai sebesar 74.44% termasuk kriteria tinggi. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 35 dan skor terendah yang diperoleh adalah 33. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 34.16 median sebesar 34 modus sebesar 34, standar deviasi sebesar 0.75 dan varians sebesar 0.57. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian guru terhadap sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut :
Tabel 109. Data frekuensi penilaian guru terhadap sarana dan prasarana di SMK 2 Negeri Yogyakarta.
NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 6 0 0 0 6 % 100.00 0.00 0.00 0.00 100.00

Data pada tabel 109 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini :
120 100 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20

Frekuensi Persent ase

Gambar 71. Diagram batang penilaian guru SMK 2 Negeri terhadap kesiapan sarana dan prasarana.

162

Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 guru yang menjadi subyek penelitian, semua memberi penilaian sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase, yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%, didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta sebesar 85.42%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data, nilai sebesar 85.42% termasuk kriteria sangat tinggi. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 38 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 32.85 median sebesar 33 modus sebesar 38, standar deviasi sebesar 5.08 dan varians sebesar 25.80. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian guru terhadap sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut :
Tabel 110. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana di SMK 3 Negeri Yogyakarta.
NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 2 0 0 7 % 71.43 28.57 0.00 0.00 100.00

163

Data pada tabel 110 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini :
80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20

Frekuensi Persent ase

Gambar 72. Diagram batang penilaian guru SMK 3 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana.

Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 guru yang menjadi subyek penelitian, 5 mem memberi penilaian sangat tinggi, 2 memberi penilaian tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase, yaitu

membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%, didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta sebesar 82.14%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data, nilai sebesar 82.14% termasuk kriteria sangat tinggi. Data rerata, skor, skor ideal, dan persentase(%), seluruh responden pada variabel kesiapan sarana dan prasarana dinilai oleh guru ditunjukan pada tabel berikut :
Tabel 111. Data penilaian guru SMK kota Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana
No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah SMK PIRI SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 192 268 205 230 895 Skor ideal 280 360 240 280 1160 Rerata 2.74 2.98 3.42 3.29 3.11 Persentase 68.57 74.44 85.42 82.14 77.16

164

Data pada tabel 111 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini :

85.420 90.000 80.000 70.000 60.000 50.000 40.000 30.000 20.000 1 0.000 0.000 SM K P iri 1 SM K M uhammadiyah 3 SM K 2 N 68.571 74.440

82.1 40

P ersentase

SM K 3 N

Gambar 73. Diagram batang penilaian guru terhadap sarana dan prasarana.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa penilaian guru SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 68.57% termasuk dalam kriteria tinggi, SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 74.44 % termasuk dalam kriteria tinggi, SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 85.42% termasuk dalam kriteria sangat tinggi, SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 82.14% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian guru SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana dihitung dengan rumus persentase, yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah, dikalikan seratus persen. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 77.16%. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

No Nama sekolah Skor Skor ideal SMK di masing Rerata (%) 1 2 3 4 SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 Yogyakarta SMK 2 N Yogyakarta SMK 3 N Yogyakarta Total 1360 1541 1578 1735 6214 1842 2084 2084 2204 8214 3.94 2.00 72.00 77.94 75.94 Persentase Gambar 74.83 73.00 78.92 74. Hasil kesiapan sarana dan prasarana masing sekolah.165 h.38 62.00 75.65 Data pada tabel 112 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 78. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data.00 71.72 75. berikut kriteria penilaian dan hasil penilaian kesiapan guru.00 73.00 Kesiapan Sarana dan Kesiapan Sarana dan Kesiapan Sarana dan Kesiapan Sarana dan Prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakart a Prasarana SMK PIRI 1 Prasarana SMK 2 N Yogyakart a Yogyakart a Prasarana SMK 3 N Yogyakart a 75.94 73.92 > X ≥ 62.38> X ≥ 49. Tabel 112.94 2.84 X < 49. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tabel 113.84 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah . Hasil kesiapan sarana dan prasarana masing masing sekolah.83 73.72 78.00 76. Untuk memberi penilaian skor kesiapan siswa.10 2.72 79. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1380 1380 > X ≥ 1149 1149 > X ≥ 918 X < 918 Rentang Skor (%) X ≥ 74.72 73. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta.78 2.00 74.

Tabel 114. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1560 1560> X ≥ 1298 1298 > X ≥1036 X < 1036 Rentang Skor (%) X ≥ 74. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukan bahwa. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1560 1560 > X ≥ 1298 1298 > X ≥ 1036 X < 1036 Rentang Skor (%) X ≥ 74.71 X < 49.94%.28> X ≥ 49. . kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1578 atau 75.72%.71 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 112 hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta dan tabel 114.86 > X ≥ 62.83%.86 74. Tabel 115. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta.28> X ≥ 49. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta.71 X < 49. kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1360 atau 73.28 62.28 62. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa.86 > X ≥ 62.71 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 112 hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta dan tabel 115.166 Berdasarkan tabel 112 hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta dan tabel 113 kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukan bahwa. kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1541 atau 73.86 74.

Kriteria penilaian sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta.74 X < 49. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa.73 X < 49.30> X ≥ 49. Hasil kesiapan seluruh sarana dan prasarana di SMK kota Yogyakarta adalah : Xt = 6214 = 75. Kesiapan seluruh sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta. kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1735 atau 78.86 > X ≥ 62.86 74.30 62.73 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 112 hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta dan tabel 116.65% .31 62. Yt = 8214 Kriteria penilaian dibuat menggunakan rumus pada teknik data dengan menggunakan input skor ideal tertinggi dan skor ideal terendah.72%.74 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah . Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta.87 74.31> X ≥ 49. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 6150 6150> X ≥ 5118 5118> X ≥4086 X < 4086 Rentang Skor (%) X ≥ 74.87> X ≥ 62.167 Tabel 116. Adapun kriteria penilaian adalah sebagai berikut : Tabel 117. diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki sarana dan prasarana di tiap sekolah (Xt) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki sarana dan prasarana di tiap sekolah(Yt) dikalikan 100%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1650 1650> X ≥ 1373 1373> X ≥1096 X < 1096 Rentang Skor (%) X ≥ 74.

tidak sekedar hubungan antara guru dengan siswa. menunjukan bahwa. Kesiapan guru Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. kesiapan sarana dan prasarana yang didukung adanya tenaga ahli yang mempunyai kemampuan di bidang TIK. tetapi berupa interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan . PEMBAHASAN. Variabel dalam penelitian kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta ini. diambil berdasarkan komponen penyelenggaraan pembelajaran e-Learning. Interaksi dalam peristiwa belajarmengajar ini memiliki arti yang lebih luas. kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 75. meliputi: kesiapan guru. Adapun komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning ini. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Berikut di bawah ini pembahasan setiap variblenya : 1.65%. kesiapan siswa. Karena proses belajar mengajar mengandung serangkaian perbuatan pendidik/guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. B.168 Berdasarkan tabel 117 kriteria penilaian sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta.

penguasaan teknologi informasi dan komputer dalam pembelajaran yakni pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang up to date dan berkualitas dan yang ketiga adalah penguasaan materi pembelajaran(subject metter) sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. maka guru juga dituntut aktif dalam . pembimbing(counselor) dan manager belajar(learning manager). Setidaknya guru harus menguasai kompetensi sebagai berikut: pertama kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaidah-kaidah pedagogis yang dituangkan dalam rencana pembelajaran. kesiapan guru menjadi hal yang harus diprioritaskan dalam penyelenggaraan model pembelajaran berbasis e-Learning. memotivasi siswa untuk bekerja keras dan mencapai prestasi setinggi-tingginya. guru tidak hanya tampil lagi sebagai pengajar(teacher). Kedua. melainkan menanamkan sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar. Mengingat pembelajaran berbasis e-Learning adalah model yang baru dalam dunia pendidikan. dan membantu siswa untuk bekerja keras dan membantu siswa menghargai nilai belajar dan pengetahuan. Berdasarkan uraian tersebut di atas. melainkan beralih sebagai pelatih(coach). seperti fungsinya yang menonjol selama ini. seorang guru akan berperan mendorong siswanya untuk menguasai alat belajar. Hal ini sudah sesuai dengan fungsi dari peran guru masa depan. Peran guru dalam proses pembelajaran berbasis e-Learning.169 hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran. Di mana sebagai pelatih.

48 77. Hasil penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta.170 mengenalkan dalam dunia pendidikan. Kedua. menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.62 3.40 3. kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. pemahaman tentang e-Learning.10 85. Konsekuensi yang harus ditempuh dalam mengenalkan adalah paham mengenai model pembelajaran berbasis e-Learning. yang dibuat dengan rumus sesuai dengan yang ada pada teknik analisa data. Keempat. Tabel 118. pertama membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. Berikut jawaban pertanyaan penelitian. Untuk memberi penilaian hasil penelitian terlebih dahulu dibuat kriteria penilaian. Untuk memudahkan guru dalam mengenalkan pembelajaran berbasis e-Learning. Berdasarkan uraian singkat di atas. No 1 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan pemahaman tentang eLearning Skor Skor ideal Rerata Persentase (%) 119 304 130 140 336 168 3. Jawaban pertanyaan tentang kesiapan guru pada penelitian ini diperoleh dari penilaian hasil pengambilan data kesiapan variabel guru. Ketiga. salah satunya adalah menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. serta mampu memberi informasi kepada siswa mengenai model pembelajaran berbasis e-Learning.38 .00 90. maka seorang guru dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning setidaknya harus dapat memenuhi beberapa aspek berikut ini .

81 74.38 79.05 2.06 76.00 3.83 2.00 2.77 3.95 77.23 3.43 140 310 147 247 435 1279 180 432 216 324 580 1732 3.03 2.87 2.47 73.23 75. Kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam aspek : kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning sangat .98 80.85 72.79 74.98 3.19 2. di bawah ini adalah penjelasannya : a.03 Kesiapan guru dinilai oleh siswa Kesiapan Guru SMK 3 N Yogyakarta (%) Tabel di atas menunjukkan kesiapan aspek – aspek kesiapan guru.08 76.00 73.76 68.47 77.98 69.71 79.07 2.48 71.62 3.17 78.171 Kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK Kesiapan guru dinilai oleh siswa Kesiapan Guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta (%) 2 SMK PIRI 1 Yogyakarta Kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan pemahaman tentang eLearning Kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK Kesiapan guru dinilai oleh siswa Kesiapan Guru SMK PIRI 1 Yogyakarta 3 SMK 2 N Yogyakarta Kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan pemahaman tentang eLearning Kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK 191 476 1220 252 640 1536 3.11 2.14 3.72 3.78 71.76 70.83 65.23 75.85 83 226 111 166 466 1052 120 288 144 216 640 1408 2.72 Kesiapan guru dinilai oleh siswa Kesiapan Guru SMK 2 N Yogyakarta (%) 4 SMK 3 N Yogyakarta Kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan pemahaman tentang eLearning Kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK 113 268 119 165 486 1151 140 336 168 252 680 1576 3.05 3.91 2.

79%.48%. kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning sangat tinggi dengan skor 226 atau 78. b.78%. kesiapan guru dinilai oleh siswa sangat tinggi dengan skor 435 atau 75 %.38%.23%. kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning tinggi dengan skor 310 atau 71. . kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK sangat tinggi dengan skor 252 atau 75. kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning sangat tinggi dengan 304 atau 90. c.76%.17%. Kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam aspek : kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning tinggi dengan skor 83 atau 69. kesiapan pemahaman tentang e-Learning sangat tinggi dengan skor 111 atau 77.08%.172 tinggi dengan skor 119 atau 85%.47%. kesiapan pemahaman tentang e-Learning tinggi dengan skor 147 atau 68. kesiapan pemahaman tentang e-Learning sangat tinggi dengan skor 130 atau 77. kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK sangat tinggi dengan skor 166 atau 76. kesiapan guru dinilai oleh siswa tinggi dengan skor 476 atau 74. kesiapan menyiapkan seserta didik berbudaya belajar TIK sangat tinggi dengan skor 247 atau 76. Kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam aspek : kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning sangat tinggi dengan skor 140 atau 77.85%.38%.06%.

Kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam aspek : kesiapan membuat materi membelajaran berbasis e-Learning sangat tinggi dengan skor 113 atau 80.43 73. Hasil kesiapan guru SMK di masing masing sekolah.76%. Adapun hasil dari kesiapan guru di masing masing sekolah dapat diketahui dengan membandingkan nilai aktual total variabel kesiapan guru di tiap sekolah dengan nilai ideal total variabel kesiapan guru di tiap sekolah dikalikan 100%.83%.23 2. kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran pembelajaran berbasis e-Learning sangat tinggi dengan skor 268 atau 79.98 2. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 1220 1279 1052 1151 4072 Skor ideal 1536 1732 1408 1576 6252 Rerata 3.85 74.48%.72 73. kesiapan pemahaman tentang e-Learning sangat tinggi dengan skor 119 atau 70.71%.173 kesiapan guru dinilai oleh siswa dalam kriteria tinggi dengan skor 466 atau 72.21 Data pada tabel 119 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : .47%.95 2. kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 165 atau 65. hasil kesiapan guru di masing masing sekolah seperti pada tabel berikut : Tabel 119. kesiapan guru dinilai oleh siswa termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 486 atau 71.98 3.03 Persentase (%) 79. d.03 75.81%.

kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1052 atau 74. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data.00 72.85 74.21% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.00 76. kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1279 atau 73. Kesiapan seluruh guru di SMK kota Yogyakarta.43%.03 % dari skor ideal 1576. kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1151 atau 73.00 68.00 78. Hasil kesiapan seluruh guru di SMK kota Yogyakarta adalah sebesar 75.72 73. Hasil penelitian tersebut dikuatkan dengan hasil penelitian (Aman Subanjar. berikut hasil penilaian kesiapan guru di SMK kota Yogyakarta : kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1220 atau 79.00 SM K SM K Piri 1 SM K 2 N M uhammadiyah 3 SM K 3 N 73. diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki guru di tiap sekolah (Xt= 4072) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki guru di tiap sekolah (Yt = 6252) dikalikan 100%.85%.00 70.43 80.72%. 75 Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta.174 79.00 74.03 Persentase Gambar. 2007) yaitu tentang profil guru KKPI di SMK Negeri kota Yogyakarta mempunyai beberapa kesimpulan akhir sebagai berikut : . Untuk memberi penilaian skor kesiapan guru.

antara 31 tahun sampai 50 tahun sebanyak 24%. Keempat.9% untuk kompetensi pedagogik. Keenam. 8% mengajar antara 6 sampai 10 tahun. Mata pelajaran KKPI dalam proses pembelajaran berbasis e-Learning merupakan mata pelajaran yang mempunyai andil besar untuk menyukseskan penyelenggaraan .9% dengan kategori cukup baik. banyaknya guru KKPI di SMK Negeri kota Yogyakarta baru 24% dengan latar belakang pendidikan TIK non kependidikan. pengalaman mengajar guru KKPI sebesar 64% mengajar kurang dari 5 tahun. Kedua.5% untuk kompetensi kepribadian sosial dan 15.11% dengan kategori cukup baik. dan 24% mengajar di atas 21 tahun. kepribadian sosial.75% dari semua materi yang telah diajarkan.19% dari semua materi dengan acuan MGMP KKPI Malang tahun 2007. Ketiga. dan sikap profesionalisme diantara SMK Negeri dengan rumpun kejuruan yang berbeda paling besar adalah 9. serta sikap profesionalisme sebesar 70. besarnya materi KKPI yang diajarkan baru 76.7% mengenai sikap profesionalisme guru KKPI. perbedaan nilai antara kepribadian pedagogik. Usia guru KKPI sebanyak 52% berusia di bawah 30 tahun. besarnya penguasaan materi oleh guru KKPI menurut penilaian siswa sebesar 70. kompetensi kepribadian sosial sebesar 79. 4% antara 16 sampai 20 tahun. Kelima.175 pertama. besarnya kompetensi pedagogik rerata 74.81% dengan kategori baik. Penelitian saudara Aman Subanjar menunjukan kesiapan guru yang tinggi dalam mengajarkan mata pelajaran KKPI. 14. serta 51 tahun ke atas sebesar 24%.

176

pembelajaran berbasis e-Learning. Hal tersebut, karena kompetensi seorang pendidik dalam pembelajaran berbasis e-Learning telah diuraikan dalam silabus mata pelajaran KKPI, sehingga apabila seorang guru telah menguasai mata pelajaran KKPI maka guru akan lebih mudah dalam menjalankan pembelajaran berbasis e-Learning. Namun demikian, hasil tersebut apabila dibandingkan dengan penelitian (Hariawan, 2003), tentang kesiapan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar di SMK program keahlian elektronika di kota Yogyakarta, yang menunjukan bahwa kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dalam memanfaatkan internet dalam kriteria rendah dengan skor 47.15%. Kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta di dalam penelitian ini sebesar sebesar 4702 atau 75.21% dari skor ideal 6265 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kesiapan guru dari tahun 2003 sampai 2008 sebesar 27.31%. Peningkatan kesiapan guru tersebut di atas, dikarenakan terjadinya peningkatan kompetensi guru terhadap materi TIK. Peningkatan kompetensi guru terhadap materi TIK, diantaranya karena pemerintah telah memberi perhatian terhadap kekurang-siapan guru di bidang teknologi informasi dan komputer. Perhatian ini diwujudkan dengan cara memberi pelatihan tentang teknologi informasi dan komputer kepada guru SMK di kota Yogyakarta. Hal tersebut khususnya dilakukan oleh Diknas DIY, Dinas Pendidikan Propinsi DIY melalui Seksi Bina Program sejak tanggal 25 Agustus 2005 sampai dengan 15 September 2005

177

melaksanakan pelatihan komputer Information Communication Centre (ICT) bagi guru dan tenaga kependidikan, bertempat di Laboratorium Komputer ICT BLPT Yogyakarta, jalan Kiai Mojo No.70. (Diknas DIY, 2007). Kepala diknas DIY (Sugito) mengatakan, ”sampai sekarang sudah ada 100 guru yang kita training. Itu semua adalah bagian dari program Jogja Learning Gateway selain pembuatan situs jogjabelajar.org". (Radar Jogja, 2007). Selain hal tersebut di atas, peningkatan kompetensi guru terhadap teknologi informasi dan komputer, juga diakibatkan oleh semakin tingginya tingkat pendidikan guru di SMK kota Yogyakarta. Hal ini bisa dilihat dalam data survey tingkat pendidikan guru SMK oleh pemerintah propinsi DIY tahun 2004, yang menunjukan bahwa : guru SMK di kota Yogyakarta 77,29% lulusan sarjana (S1), sisanya adalah pendidikan D3 dan pascasarjana (S2) (Pemprop DIY, 2007). Hal tersebut, menunjukan ketersediaan sumber daya manusia yang siap untuk mempelajari model pembelajaran yang baru, jadi walaupun pemerintah tidak membuat pelatihan tentang TIK, guru tetap dapat belajar sendiri mencari ilmu tentang teknologi dan informasi. Sementara itu, sosialisasi internet di Indonesia telah digelar sejak bulan agustus 1999 dan mulai tgl 17 s/d 30 Januari 2000 diprogramkan secara serentak di 26 ibukota propinsi, pelatihan internet dan homepage untuk staf bidang dikmenjur, kepala sekolah/ guru komputer SMK regional center, serta SMK yang berminat. Tim pelatihnya adalah tim direktorat dikmenjur dan tim bidang yang sekarang pernah dilatih di

178

Jakarta. (DIT.PSMK, 2007). Oleh karena itu, menjadi kewajaran apabila terjadi peningkatan kompetensi dibidang teknologi informasi dan komputer. 2. Kesiapan siswa. Pembelajaran berbasis e-Learning adalah model pembelajaran baru dalam dunia pendidikan, oleh karena itu siswa dituntut secara mandiri dalam belajar dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar siswa mampu mengarahkan, memotivasi, mengatur dirinya sendiri dalam pembelajaran. Setidaknya siswa harus proaktif dengan sumber belajar, artinya siswa dituntut mencari sumber belajar dimanapun tempatnya secara mandiri tanpa harus menjadikan guru sebagai sumber belajar tunggal. Dalam pembelajaran berbasis e-Learning, selain materi pelajaran sebagai misi utama bagi siswa untuk dikuasai, siswa juga dituntut menguasai pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning. Hal ini, mengingat pembelajaran berbasis e-Learning tidak terlepas dari

penggunaan teknologi informasi dan komputer, oleh karena itu menjadi prioritas bagi siswa untuk menguasai mata pelajaran TIK atas mata pelajaran lainnya sebelum mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning. Berdasarkan uraian singkat di atas, dalam pembelajaran berbasis eLearning siswa dituntut siap dalam aspek : Pertama, kompetensi siswa terhadap materi TIK. Kedua, mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Ketiga, lingkungan belajar. Keempat, pengetahuan tentang e-Learning. Berikut jawaban pertanyaan tentang kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning di kota Yogyakarta.

179

Tabel 120. Hasil penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta.
No Nama sekolah Skor Skor ideal Rerata (%)

1

SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Kesiapan siswa SMK Kota Yogyakarta aspek Kopetensi terhadap Materi TIK Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning Penilaian guru terhadap kesiapan siswa 947 1152 3.29 82.20 357 512 2.79 69.73 768 896 3.43 85.72

769 232 3073

1024 252 3836

3.00 3.68 3.24

75.10 92.06 80.96

Kesiapan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta (%) 2 SMK PIRI 1 Yogyakarta Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek kopetensi terhadap materi TIK Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning Penilaian guru terhadap kesiapan siswa Kesiapan Siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta (%) 3 SMK 2 N Yogyakarta Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek Kopetensi terhadap materi TIK (%) Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar

538

812

2.65

66.26

355

464

3.06

76.51

818 681 304 2696

1044 928 324 3572

3.13 2.94 3.75 3.11

78.35 73.38 93.83 77.67

786

896

3.51

87.72

400

512

3.13

78.13

1068

1152

3.71

92.71

63 90.70 85. Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar . Penilaian guru terhadap kesiapan siswa Kesiapan Siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta (%) 4 SMK 3 N Yogyakarta Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek kopetensi terhadap materi TIK.83 87.20%.05 Tabel di atas menunjukkan kesiapan aspek – aspek kesiapan siswa. di bawah ini adalah penjelasannya.63 863 952 3.1 3. kesiapan pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 769 atau 75.180 Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning .65 456 544 3.51 3. kesiapan mencari sumber belajar pendukung penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian tinggi dengan skor 357 atau 69. penilaian guru terhadap .45 77.82 1088 825 221 3453 1224 1088 252 4060 3.44 95.35 83.79 3. kesiapan lingkungan belajar termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 947 atau 82.42 88. a.56 3. Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning Penilaian guru terhadap kesiapan siswa Kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta (%) 793 207 3254 1024 216 3800 3.89 75.83 85.73%.03 3.10%. Kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek : kesiapan kompetensi terhadap materi TIK termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 768 atau 85%.

kesiapan pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 793 atau .06%.13.35%.71%.72%. Kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek : kesiapan kompetensi terhadap materi TIK termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 786 atau 87. c.51%.26%.181 kesiapan siswa termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 232 atau 92.83%. Kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek : kesiapan kompetensi terhadap materi TIK termasuk dalam kriteria penilaian tinggi dengan skor 538 atau 66.38%. kesiapan lingkungan belajar termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 818 atau 78. kesiapan mencari sumber belajar pendukung penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 355 atau 76. kesiapan lingkungan belajar termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 1068 atau 92. penilaian guru terhadap kesiapan siswa termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 304 atau 93. b. kesiapan mencari sumber belajar pendukung penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 400 atau 78. kesiapan pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian tinggi dengan skor 681 atau 73.

83%. Adapun hasil dari kesiapan siswa di masing masing sekolah dapat diketahui dengan membandingkan nilai aktual total variabel kesiapan siswa di tiap sekolah dengan nilai ideal total variabel kesiapan siswa di tiap sekolah dikalikan 100%. penilaian guru terhadap kesiapan siswa termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 221 atau 87.63 85.05 81.45 3.71 .89%.70%.82%.44%.24 3.30 Persentase (%) 80. N o 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 N SMK 3 N Total Skor 3073 2696 3254 3453 12476 Skor ideal 3836 3572 3800 4060 15268 Rerata 3. Kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek : kesiapan kompetensi terhadap materi TIK termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 863 atau 90. kesiapan mencari sumber belajar pendukung penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 456 atau 83. Hasil kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah.11 75.83%.11 3. d.48 85. kesiapan pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 825 atau 75. kesiapan lingkungan belajar termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 1088 atau 88. hasil kesiapan siswa di masing masing sekolah seperti pada tabel berikut : Tabel 121. penilaian guru terhadap kesiapan siswa termasuk dalam kriteria penilaian tinggi dengan skor sebesar 207 atau 95.182 77.65%.42 3.

48 Persent ase (% ) 90.1 1 75.05 SM K SM K P iri 1 M uhammadiyah 3 SM K 2 N SM K 3 N Gambar 76. kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 2696 atau 75. diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki siswa di tiap sekolah (Xt) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki siswa di tiap sekolah(Yt) dikalikan 100%. Xt = 12476 x100% = 81.05%.00 70. Untuk memberi penilaian skor kesiapan siswa.183 Berdasarkan pada tabel 121 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 85. berikut hasil penilaian kesiapan guru di SMK kota Yogyakarta : kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3073 atau 80. kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3254 atau 85.48%.63 80. kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3453 atau 85.11%.63%.00 80. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data.00 85. Kesiapan seluruh siswa SMK di kota Yogyakarta. Diagram batang kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah.71% Yt = 15268 .00 85. Hasil kesiapan seluruh siswa di SMK kota Yogyakarta adalah .00 75.

hal ini menunjukan bahwa siswa pada tahun 2003 telah dapat memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. Apalagi siswa telah mendapat pelajaran tentang TIK pada mata pelajaran KKPI.71%.9%. semakin mata pelajaran TIK . apalagi silabus sekolah menengah pertama. berdasar asumsi peneliti bahwa : standar kompetensi yang ada dalam dalam silabus SD sudah melibatkan internet. penerapan pembelajaran berbasis eLearning untuk tahun 2010 ke atas dari segi kesiapan siswa tidak mengalami kendala.184 Kriteria penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta menunjukan bahwa. Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 2003. Hal tersebut. 2008). kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 81. Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian dengan judul kesiapan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar di SMK kota Yogyakarta oleh saudara (Hariawan. Oleh karena itu. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa : variabel kesiapan siswa termasuk kriteria cukup tinggi dengan skor 57. untuk menyelenggarakan pembelajaran berbasis e-Learning di kota Yogyakarta ditinjau dari aspek kesiapan siswa dapat dinyatakan tidak ada masalah. Apabila mencermati contoh silabus teknologi informasi dan komputer untuk satuan pendidikan dasar (sekolah dasar) tahun 2008 yang dikeluarkan Diknas (Diknas. 2003). hal ini mempercepat proses pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis e-Learning.

maka siswa SMK akan semakin siap dalam mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning. Keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning tidak lepas dari dukungan kesiapan sarana dan prasarana. Ketiga. Untuk memberi penilaian hasil penelitian terlebih dahulu dibuat kriteria penilaian. merancang pembelajaran berbasis e-Learning. 3.3) sistem operasi dan komputer jaringan. Kesiapan sarana dan prasarana secara terperinci terjabarkan dalam kisi kisi penelitian sebagai berikut : pertama. Kedua. kesiapan pengembang dalam mengorganisasikan kebutuhan pembelajaran berbasis e-Learning serta kemampuan memenuhi kebutuhan pembelajaran berbasis e-Learning.185 banyak diberikan di sekolah SD dan SMP. yang dibuat dengan rumus sesuai dengan yang ada pada teknik analisa data. 4) aplikasi program. Kelima. piranti lunak. 1) struktur dan perangkat komputer. Berikut jawaban pertanyaan penelitian. komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. kesiapan peralatan. kompetensi pengembang atau teknisi terhadap materi . . Jawaban pertanyaan tentang kesiapan sarana dan prasarana pada penelitian ini diperoleh dari penilaian hasil pengambilan data kesiapan variabel sarana dan prasarana. 6) paket keahlian multimedia. 5) aplikasi bisnis komputer. Keempat. Kesiapan sarana dan prasarana. 2) sistem operasi komputer personal. Kesiapan sarana dan prasarana meliputi : kesiapan infrastruktur. piranti keras.

00 88.82 3.64 66. Sistem operasi komputer personal C.00 70. Data kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta. Sistem operasi komputer personal C.45 91.33 37 56 2.71 3.70 3.90 3.50 3.57 71.00 0. No Pertanyaan Skor Skor ideal Rerata (%) 1 SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Kesiapan merancang pembelajaran berbasis e Learning Kesiapan komponen penyelenggaraan 14 13 5 20.90 1.74 2.00 95.50 75.67 5. Aplikasi program E.50 83.67 90.55 3.00 1.00 60.00 100.86 95. Paket keahlian multimedia Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana Kesiapan Sarana dan Prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta 2 SMK PIRI 1 Yogyakarta Kesiapan merancang pembelajaran berbasis e Learning Kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e.50 100.64 88. Struktur dan perangkat komputer B.33 72.89 85.10 73.48 Kesiapan komptetensi pengembang terhadap materi TIK .00 3.23 92.00 68.86 71.186 Tabel 122. Aplikasi bisnis komputer 29 26 6 78 64 75 74 20 40 26 10 88 72 88 80 24 2. Aplikasi bisnis komputer F.80 2.Learning Kesiapan piranti keras Kesiapan piranti lunak A.00 2.00 100. Sistem operasi dan komputer jaringan D. Sistem operasi dan komputer jaringan D.43 pembelajaran berbasis e Learning Kesiapan piranti keras Kesiapan piranti lunak Kesiapan komptetensi pengembang terhadap materi TIK A.00 13 5.00 2.83 42 33 40 39 9 38 192 915 44 36 44 40 12 40 280 1280 3. Struktur dan perangkat komputer B. Aplikasi program E.41 3.56 3.91 97.07 1360 1842 3.00 20 28.80 1.

75 74.00 1. Aplikasi bisnis komputer F.50 85.72 85 70 78 68 21 68 205 880 88 72 88 80 24 80 240 1280 3.94 75.55 3.79 1578 2084 2.00 100.60 75. Aplikasi program E.22 88.50 3.00 87.42 2.00 1.64 30 26 8 40 26 10 3.42 68. Sistem operasi komputer personal C.79 69.40 3.35 2.64 85.94 39 56 2.44 68.00 85.00 0.41 .00 Kesiapan komptetensi pengembang terhadap materi TIK A. Struktur dan perangkat komputer B.40 3.59 3. Paket keahlian multimedia Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana Kesiapan Sarana dan Prasarana SMK 2 N Yogyakarta 4 SMK 3 N Yogyakarta Kesiapan merancang pembelajaran berbasis e Learning Kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan piranti keras Kesiapan piranti lunak 30 26 7 40 26 10 3.00 43 56 3.78 73.89 3.44 78.14 89.59 97. Paket keahlian multimedia Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana Kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta 3 SMK 2 N Yogyakarta Kesiapan merancang pembelajaran berbasis eLearning Kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e.00 100.71 1541 2084 2.86 3.Learning Kesiapan piranti keras Kesiapan piranti lunak 67 268 797 80 360 1160 3.78 3.75 Kesiapan komptetensi pengembang terhadap materi TIK A. Sistem operasi dan komputer jaringan D. Sistem operasi dan komputer jaringan 79 68 69 88 72 88 3. Struktur dan perangkat komputer B.70 75.07 76.00 70.187 F.49 83.00 0.98 2.77 94. Sistem operasi komputer personal C.00 80.75 96.

99 93. 4) aplikasi program termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 39 atau 97. 6) paket keahlian multimedia termasuk dalam kriteria sangat . 2) sistem operasi komputer personal termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 33 atau 91. Paket keahlian multimedia Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana Kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 N Yogyakarta 75 21 71 230 1016 80 24 80 280 1360 3. kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 14 atau 70%.75 3.29 2. di bawah ini adalah penjelasannya : a. kesiapan kompetensi pengembang terhadap materi TIK : 1) struktur dan perangkat komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 42 atau 95.72 Tabel di atas menunjukkan kesiapan aspek – aspek kesiapan guru.55 3. Aplikasi program E. Kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam aspek: kesiapan merancang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 20 atau 71.67%.71 1735 2204 2. Aplikasi bisnis komputer F.50 3.43%.50%. 3) sistem operasi dan komputer jaringan termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 40 atau 90. kesiapan piranti keras termasuk dalam kriteria sangat tinggi 13 atau 100%.45%.75 82. 5) aplikasi bisnis komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 9 atau 75%.14 74. kesiapan piranti lunak termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 5 atau 100%.75 87.94 78.91%.188 D.50 88.

33%. penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 915 atau 71.84%. kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 29 atau 72.89%.48%.57%. kesiapan piranti lunak termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 6 atau 60%. 2) sistem operasi komputer personal termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 64 atau 88.23%. kesiapan piranti keras termasuk dalam kriteria sangat tinggi 26 atau 100%. 3) sistem operasi dan komputer jaringan termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 75 atau 85.07%. 6) paket keahlian multimedia termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 67 atau 83.75%. Kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam aspek : kesiapan merancang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 37 atau 66. kesiapan kompetensi pengembang terhadap materi TIK: 1) struktur dan perangkat komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 78 atau 88. 4) aplikasi program termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 74 atau 92.189 tinggi dengan skor 38 atau 95%.5%.50%. penilaian guru terhadap sarana dan prasarana penilaian termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 192 atau 68. b. penilaian guru terhadap sarana dan prasarana penilaian termsuk dalam kriteria tinggi dengan skor 268 . 5) aplikasi bisnis komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 20 atau 83.

kesiapan kompetensi pengembang terhadap materi TIK : 1) struktur dan perangkat komputer termasuk dalam kriteria angat tinggi dengan skor 85 atau 96.44%. c. 3) sistem operasi dan komputer jaringan termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 78 atau 88.64%. kesiapan piranti keras termasuk dalam kriteria sangat tinggi 26 atau 100%. Kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam aspek : kesiapan merancang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 39 atau 69.22%.75%. penilaian guru terhadap sarana dan prasarana penilaian termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 205 atau 85.71%. 6) paket keahlian multimedia termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 68 atau 85%. 5) aplikasi bisnis komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 21 atau 87. 4) aplikasi program termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 68 atau 85%. 2) sistem operasi komputer personal termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 70 atau 97.64%. penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 880 atau 68.59%. penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 797 atau 68.42%.190 atau 74. kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 30 atau 75%. kesiapan piranti lunak termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 8 atau 80%.50%. .

5%.77%.79%.75%.71%. Adapun hasil dari kesiapan siswa di masing masing sekolah dapat diketahui dengan membandingkan nilai aktual total variabel kesiapan siswa di tiap sekolah dengan nilai ideal total variabel kesiapan siswa di . 6) paket keahlian multimedia termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 71 atau 88.41%. kesiapan piranti lunak termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 7 atau 70%.191 d. 2) sistem operasi komputer personal termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 68 atau 94. penilaian guru terhadap sarana dan prasarana penilaian termsuk dalam kriteria tinggi dengan skor 230 atau 82. kesiapan kompetensi pengembang terhadap materi TIK : 1) struktur dan perangkat komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 79 atau 89. Kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam aspek : kesiapan merancang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 43 atau 76. 4) aplikasi program termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 75 atau 93. penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor atau 74. 3) sistem operasi dan komputer jaringan termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 69 atau 78. kesiapan piranti keras termasuk dalam kriteria sangat tinggi 26 atau 100%. 5) aplikasi bisnis komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 21 atau 87.75%. kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 30 atau 75%.14%.44%.

83 73.00 73. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta.94%.94 2. No Nama sekolah Skor Skor ideal Rerata Persen tase (%) 1 2 3 4 SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta SMK PIRI 1 Yogyakarta SMK 2 N Yogyakarta SMK 3 N Yogyakarta Total 1360 1541 1578 1735 6214 1842 2084 2084 2204 8214 3.94 2.00 74.00 71.72 75.83 73. Hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di masing masing sekolah. Untuk memberi penilaian skor kesiapan siswa.00 75.00 77.00 78.94 73. berikut hasil penilaian kesiapan sarana dan prasarana di SMK kota Yogyakarta : kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1360 atau 73.00 72.94 Persentase Gambar 77. hasil kesiapan siswa di masing masing sekolah seperti pada tabel berikut : Tabel 123. .192 tiap sekolah dikalikan 100%.78 2.83%.72 73. kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1541 atau 73.10 2.00 Kesiapan Sar ana dan Pr asar ana SMK Muhammadiy ah 3 Yogyakar t a Kesiapan Sar ana dan Pr asar ana SMK PIRI 1 Yogy akar t a Kesiapan Sar ana dan Pr asar ana SMK 2 N Yogyakar t a Kesiapan Sar ana dan Pr asar ana SMK 3 N Yogyakar t a 75.65 Data pada tabel 123 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 78.72 78.72 79.94 75.00 76.

193 kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1578 atau 75. diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki sarana dan prasarana di tiap sekolah (Xt) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki sarana dan prasarana di tiap sekolah(Yt) dikalikan 100%.72% dimiliki oleh SMK Negeri 3 Yogyakarta dan terendah 73. menunjukan telah terjadi peningkatan kesiapan sarana dan prasarana yang sangat pesat. . Hasil kesiapan seluruh sarana dan prasarana di SMK kota Yogyakarta adalah : Xt = 6214 = 75.72%.00 termasuk dalam kriteria cukup.65% temasuk kriteria sangat tinggi. Kesiapan seluruh sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta. kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 75.72%. mempunyai hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta yang tertinggi adalah 63. kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1735 atau 78. menunjukan skor rerata 75.65%.65% berdasarkan kriteria penilaian sarana dan prasarana Yt = 8214 SMK di kota Yogyakarta.4% termasuk dalam kriteria cukup dan terendah adalah 54. dengan skor tertinggi 78.83 % dimiliki oleh SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Penelitian ini apabila dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan (Hariawan 2003) tentang kesiapan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar di SMK kota Yogyakarta dengan populasi yang sama dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini.

menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat. Sekolah/Madrasah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana. tenaga kependidikan dan peserta didik. mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan. 2. 3. hal ini ditandai dengan munculnya rumusan tentang standar pendidikan nasional. 4. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. merencanakan. melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah/madrasah. yang salah satunya adalah standar pengelolaan pendidikan. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada standar sarana dan prasarana dalam hal . memenuhi dan mendaya-gunakan sarana dan prasarana pendidikan. Berikut adalah standar pengelolaan pendidikan tentang pelaksanaan rencana kerja yang mengatur pengelolaan sarana dan prasarana : 1. pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu standar sarana dan prasarana dituangkan dalam rencana .194 Peningkatan sarana dan prasarana ini diakibatkan oleh adanya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan sarana dan prasarana. Pengelolaan sarana prasarana sekolah/madrasah .

195 pokok (masterplan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya dan dituangkan dalam rencana pokok (masterplan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya 5. menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustakalainnya. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan 7. baik internal maupun eksternal. merencanakan fasilitas peminjaman buku danbahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik. menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta. 2007) Pembuatan angket dalam penelitian ini merujuk kepada standar pengelolaan sarana dan prasarana. Pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah perlu . 6. (BSNP. Pokok pokok dalam standar pengelolaan yang telah dibuat menjadi butir pertanyaan kesiapan sarana dan prasarana dalam penelitian ini. membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja. mempunyai jawaban pertanyaan sangat tinggi. melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan. Berdasarkan pembahasan tentang kesiapan yang harus diperhatikan untuk menyelenggarakan pembelajaran berbasis e-Learning. dapat . Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dan mengacu pada standar sarana dan prasarana.

TIM pengembang juga mempunyai kompetensi terhadap materi TIK yang meliputi : 1) Struktur dan perangkat komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 42 atau 95. Oleh karena itu. e-Content. 1.91%.50%.67%. 3) Sistem operasi dan komputer jaringan termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 40 atau 90. SMK sistem Muhammadiyah mengadakan pembelajaran berbasis e-Learning dengan cara ini. Pertama. yaitu Learning Management System (LMS). 4) Aplikasi program termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 39 atau 97. 2) Sistem operasi komputer personal termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 33 atau 91. kesiapan sarana dan prasarana harus dapat mendukung dari ketiga komponen tersebut. 5) Aplikasi bisnis komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 9 .45%.43%) dalam kriteria tinggi. Selain itu. dan e-Services.196 disimpulkan bahwa dalam kesiapan penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning pada dasarnya terdiri dari 3 (tiga) komponen. Pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung mesin dari sistem e-Learning. Adapun hasil penelitian di SMK Muhammadiyah. bisa dikatakan mampu hal ini berdasarkan data penelitian bahwa : SMK Muhammadiyah mempunyai TIM pengembang yang menguasai kompetensi dalam merancang pembelajaran berbasis e-Learning (71. sekolah yang mempunyai tingkat kesiapan sarana dan pasarana. dengan cara mengembangkan sendiri artinya institusi perlu memiliki 3 tim untuk Yogyakarta pengembangan dalam sistem.

menunjukan bahwa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sangat siap untuk membeli sistem pembelajaran berbasis e-Learning.197 atau 75%. Kedua adalah membeli sistem yang sudah ada. Berdasarkan data dari kuisioner item merancang pembelajaran berbasis e-Learning yang menunjukan tingkat kesiapan yang sangat tinggi 71. dosen. Kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung e-Content. yaitu tinggal download di internet tanpa harus membayar izin perusahaan pembuatnya. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mampu mengadakan sistem pembelajaran berbasis e-Learning dengan cara mengadakan sendiri. Hal tersebut. yang di dalamnya ada butir pertanyaan tentang perencanaan kebutuhan pembelajaran berbasis e-Learning. Saat ini telah terdapat beberapa sistem e-Learning berbasis open source seperti moodle. 6) Paket keahlian multimedia termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 38 atau 95%. Ketiga adalah menggunakan open source e-Learning system. Untuk mendukung sistem . Oleh karena itu. 2. Oleh karena itu. claroline. dengan cara ini pun SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sangat siap. sebagai SMK yang mempunyai kesiapan sarana dan prasarana terendah dari populasi penelitian. fasilator yang hendak mengajarkan materi tersebut kepada siswa. e-Content merupakan materi pembelajaran (learning materials) yang dikembangkan oleh guru. Cara mendapatkannya sangat mudah. hal tersebut dikarenakan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mempunyai TIM pengembang yang memiliki kompetensi terhadap materi TIK yang sangat tinggi.43 %.

Berdasarkan model penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning. Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta telah menjalankan model pembelajaran berbasis e-Learning model WEB enchaced course. memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran. Model web enchaced course adalah model pembelajaran di dalam kelas dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komputer untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. merawat. mengingat Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta telah mempunyai tenaga teknisi yang sesuai dengan standar pengelolaan poin tenaga pendidik. Sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sangat mendukung hal ini. diperlukan tenaga pendukung (supporting staff) yang memberikan layanan elektronis (e-service). Namun Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan . Rata–rata tenaga teknisi memiliki memiliki kompetensi terhadap materi teknologi informasi dan komunikasi sangat tinggi dan juga kesiapan yang sangat tinggi aspek piranti keras dan aspek piranti lunak. penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning dengan berbagai model pengembangannya.198 e-Learning agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan. seperti web course ataupun web centric course di SMK kota Yogyakarta dapat dijalankan dengan baik. Walaupun demikian. dikarenakan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memiliki TIM pengembang yang sangat siap dalam merancang e-Learning dan mempunyai TIM pengembang yang mempunyai kompetensi sangat tinggi terhadap materi TIK. yaitu : mempunyai tenaga laboratorium yang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium dan teknisi sumber belajar yang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempersiapkan.

. dikarenakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta belum ada yang menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh. yaitu hanya dipakai untuk mencari sumber belajar yang sifatnya tidak wajib. siswa juga telah siap memfungsikan pembelajaran berbasis e-Learning sebagai komplemen.199 di SMK kota Yogyakarta tidak menyelenggarakan. sehingga tidak ada keharusan mencari di internet. Namun demikian. Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta sangat siap apabila akan memfungsikan pembelajaran berbasis e-Learning sebagai komplemen. difungsikan sebagai suplemen. Hal tersebut dikatakan suplemen dikarenakan. sumber belajar bisa dicari di perpustakan. Selain itu. dapat dilihat dari kesiapan guru dalam aspek membuat materi dalam pembelajaran berbasis e-Learning yang sangat tinggi. dikarenakan siswa mempunyai kesiapan dalam aspek mencari sumber pendukung pembelajaran yang tinggi dan mempunyai kesiapan kompetensi terhadap materi TIK yang sangat tinggi. Hal tersebut. Pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta. didukung dengan pemahaman guru terhadap pembelajaran berbasis e-Learning yang sangat tinggi.

SMK 3 Negeri. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan kelas 2 dari SMK 2 Negeri.21% termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. diketahui bahwa SMK yang menyelenggarakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di kota Yogyakarta memiliki sarana dan prasarana yang sangat siap untuk mendukung penerapan pembelajaran berbasis e-Learning dengan skor sebesar 75. 3. SMK Muhammadiyah di kota Yogyakarta.200 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. memiliki kesiapan menjalankan pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 75. SMK Muhammadiyah di kota Yogyakarta. di kota Yogyakarta. SMK 3 Negeri. 2. Saran – saran 1. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa guru mata pelajaran produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK 2 Negeri. B. SMK PIRI 1. SMK Muhammadiyah. SMK PIRI 1. Berdasarkan analisis data kesiapan sarana dan prasarana yang diambil dari responden Tim Pengembang e-Learning di SMK 2 Negeri. Kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta yang .65% termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. Kesimpulan 1.71% termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. memiliki kesiapan menjalankan pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 81. SMK 3 Negeri. SMK PIRI 1.

kesiapan yang dibutuhkan bukan saja kesiapan SDM dan kesiapan sarana dan prasarana saja. Mengingat teknologi pembelajaran berbasis e-Learning berkembang pesat update dengan perkembangan zaman. 3. layaknya seperti membuat sekolah baru. perlu membuat komunitas TIK atau club TIK. hendaknya ditindak lanjuti dengan pelaksanaan penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning. hal tersebut dikarenakan keterbatasan peneliti. C. hendaknya pihak pengembang sekolah melakukan survey ke berbagai perusahaan atau . Jenis organisasinya seperti yang telah ada dalam OSIS. pihak pengelola e-Learning SMK perlu menjalin kerjasama dengan pihak perusahaan pengembang eLearning atau perguruan tinggi yang mengembangkan e-Learning. Oleh karena itu. 2. 2. Untuk menerapkan web course atau pembelajaran jarak jauh. Untuk memudahkan mengkondisikan siswa berbudaya belajar berbasis TIK. Untuk memudahkan dalam menjalin kerjasama dengan pihak pengembang e-Learning perusahaan atau perguruan tinggi. seperi kelompok jurnalis. dsb.201 sangat tinggi memungkinkan pihak sekolah menyelenggarakan pembelajaran berbasis e-Learning model web course. Keterbatasan penelitian 1. pecinta alam. Penelitian ini tidak membahas tentang kesiapan untuk menyelenggarakan web course secara detail. sehingga pasti ada syarat administrasi atau syarat lainnya yang harus dipenuhi pihak yang mau menyelenggarakan.

202 perguruan tinggi yang telah mengembangkan pembelajaran berbasis eLearning. idealnya semua guru mata pelajaran. menurut peneliti hanya guru mata pelajaran produktif yang memiliki kecenderungan menguasainya. . normatif. responden penelitian variable kesiapan guru. Selain asumsi dari peneliti. produktif. 3. pembelajaran berbasis eLearning menuntut guru menguasi teknologi pendukungnya. pengambilan populasi ini dikarenakan keterbatasan peneliti. Di dalam penelitian ini hanya mengambil guru mata pelajaran produktif sebagai responden. dalam penelitian ini tidak dilakukan dikarenakan keterbatasan peneliti. Untuk mengetahui kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta. adaptif. dengan asumsi peneliti bahwa.

Triton. Kesiapan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar. Tengku Zahara HJ.id/ Prawira. SPSS 13. 2007.usu.2007.Skripsi diterbitkan. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan pendidikan Dasar dan Menengah. Teknik penyusunan instrumen tes dan nontes.diknas. .ac.2006.1992.go. Budi. Andi Offset. Sari. 2003. Makalah diterbitkan. Ika.0 Terapan. Jakarta: PT. Kesiapan menikah pada wanita dewasa awal yang bekerja. BSNP. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press. E-Learning (Pembelajaran Elektronik) Sebagai Salah Satu Alternatif Kegiatan Pembelajaran. Manfaat e-Learning untuk pendidikan. Nasirulloh. Suharsimi. Pedoman praktis untuk belajar secara efisien dan efektif bagi siapa saja yang belajar di perguruan tinggi. Kontribusi Pembelajaran terhadap hasil belajar. Muhammad. Fakultas Kedokteran USU. Mardapi. Hariawan. Medan: http://library. http://diknas. Siahaan.2001. 1988. Hutabarat. Riset statistik parametrik.id/ Dewi.go. Fakultas Teknik UNY. Metodologi penelitian suatu pendekatan praktek.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Rineka Cipta.id/ Djafaar. Skripsi tidak diterbitkan. Penerbit : Balitbang Depdiknas : Jakarta EP. Jakarta: Balitbang Depdiknas. http://media. Djemari. Yogyakarta: CV.2008. S. Jakarta : Gunung Mulia.2001.2006.

2007. http:herman//. Bandung: CV Alfa Beta. Aman. Pemprop DIY: www. Bandung: ALFABETA.ac.html Suyanto. Yogyakarta : Ardana Media.PSMK: www. _______(2007) ” Silabus TIK SD 2008”. Surjono. 2008. Diknas DIY. DIT.go.com/0807sutrisno2. _______(2007) ”Informasi studi di jogja”. Sugiyono. Sugiono.id. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.go. www.id _______(2007) ”Program internetisasi bidang DIKMENJUR dan SMK”. 2007. 2008. Metode penelitian administrasi.go.web.pempropdiy. Soekartawi. Makalah diterbitkan http://www. Pengantar evaluasi pendidikan.ugm. Asep. E-learning di Sekolah dan KTS. Herman. . Herman. Profil guru keterampilan komputer dan pengelolaan informasi di SMK Negeri kota Yogyakarta. www. Dwi. Pengantar E-Learning dan Penyiapan Materi. Mengenal e-Learning. Diknas DIY. Skripsi tidak diterbitkan.net _______(2007) ”Pelatihan komputer bagi guru dab tenaga kependidikan”. Anas. 1999 Metode penelitian administrasi.id.elearning-jogja.pemda-diy. 2007. Statistik untuk penelitian.org Sutrisno.204 Subanjar.dikmenjur. Bandung: CV Alfa Beta Sugiyono. Fakultas Teknik UNY Sudijono. Makalah diterbitkan : http://researchengines.2003.id.2005. Makalah diklat dosen FT UNY. 2005. Merancang dan menyelenggarakan e-Learning.pemda-diy.asep-hs.

com.(2008). http://www.co. Wartaegov.wartaegov. www. “Jangan untuk buka situs porno”.id/ _______. http://jakarta. “ Lampiran Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 42 Tahun 2006”. . (2007).id/ _______.205 _______(2007) ”e-Learning inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan”. Radar Jogja 14 Maret 2007.go.com _______ . http://bappeda.sdpercobaan4waytes. Journal Pendidikan SDN 4 Wates.indopos.“Langkah Menuju Cyber Province”.jogjakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful