Profesi arsitek dewasa ini menuntut kita untuk melihat µgreen¶ sebagai kesatuan dalam desain bangunan, dimana

sekarang ini banyak award khusus diberikan pada bangunan yang µgreen¶ dengan berbagai kriteria. µGreen¶ dapat diinterpretasikan sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly (ramah lingkungan), dan high performance building (bangunan dengan performa sangat baik) dan juga tak kalah penting yaitu eco design. Ukuran 'green' ditentukan oleh berbagai faktor, dimana terdapat peringkat yang merujuk pada kesadaran untuk menjadi lebih hijau. Di negara-negara maju, terdapat award pengurangan pajak, insentif yang diberikan pada bangunan-bangunan yang tergolong 'green'. Yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana mendesain sebuah bangunan yang 'green' sekaligus memiliki estetika bangunan yang baik? Karena bisa saja bangunan memiliki fasilitas yang mendukung konsep green, namun ternyata secara estetika terlihat kurang menarik. Dalam hal ini, peran arsitek menjadi penting. Standar bangunan yang 'green' juga bisa menuntut lebih banyak dana, karena fasilitas yang dibeli agar bangunan menjadi 'green' tidak murah, misalnya penggunaan photovoltaic (sel surya pembangkit listrik). Teknologi agar bangunan menjadi 'green' biasanya tidak murah. Konsep 'green' juga bisa diaplikasikan pada pengurangan penggunaan energi (misalnya energi listrik), low energy house dan zero energy building dengan memaksimalkan penutup bangunan (building envelope). Penggunaan energi terbaru seperti energi matahari, air, biomass, dan pengolahan limbah menjadi energi juga patut diperhitungkan. Selain itu factor yang ikut mempengaruhi yaitu globalisasi. Globalisasi memudahkan pengenalan kita kepada nilai dan bentuk-bentuk budaya dari luar. Termasuk langgam arsitektur dan desain interior. Seperti gaya arsitektur Romawi, Spanyol, Maroko atau pun Mediteranian. Tak ada yang salah. Tapi budaya Indonesia pun tetap kaya. Kekayaan budaya Indonesia antara lain mewujud dalam berbagai corak arsitektur dan desain interior rumah-rumah tradisional. Corak arsitektur rumah tradisional merupakan sumber inspirasi arsitektur yang amat layak dipelajari, dipertimbangkan dan diolah kembali. Dengan terutama memerhatikan aspek fungsi.

Contoh paling sederhana ialah corak arsitektur rumah tradisional Bali. Tri Hita Karana yang mengutamakan harmonisasi dan keseimbangan. yang dikenal sebagai Tri Hita Karana. dengan taman yang penuh tanaman dan pepohonan. Salah satu contoh karyanya yaitu The Mertasari. Bukan itu saja. Ruang tidur dibuat dgn dinding transparan sehingga penghuninya dapat merasakan langsung suasana alam di luarnya. The Mertasari menggabungkan tradisi Bali di masa lalu dan ³hi-tech´ yg modern menjadi perpaduan yang harmonis. Bali yang kaya dengan industri kerajinan pun bisa memanfaatkan peluang dalam mewujudkan eco-property. Rumah tradisional bali dikenal sebagai karya arsitektur yang mengedepankan konsep arsitektur bangunan tropis. dan kolam renang alami. The Mertasari bebas dari bahan kimia. The Mertasari dibangun mengacu pada konsep harmonisasi yang diyakini masyarakat bali. . manusia dengan manusia. dan manusia dengan alam. seperti yang tercermin dalam penggunaan kayu. bangunan ini merupakan perpaduan antara masa lalu yang diwakili oleh arsitektur tropis dan masa depan yg diwakili peralatan ³hi-tech´ di sudut-sudut bangunan ini. Bahkan sekarang sudah adanya bangunan antara tadisional dan modern tanpa meninggalkan aspek eco design and sustainable. penghematan energi (listrik dan AC) dan daur ulang air kotor/limbah. Ini wajar saja karena The Mertasari menggunakan standar Green Building Amerika dan panduan pembangunan khas Bali. Prinsip utama arsitektur bangunan tropis ini bertujuan menciptakan harmonisasi dalam rumah. Airnya pun aman utk langsung diminum. Sedangkan bathroom terbuat dari batu-batu alami setempat. Elemen-elemen bangunan ini menghadirkan eco-property yang sesungguhnya. Lantai rumah menggunakan bahan alami dgn tekstur yg indah. yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan. ruang keluarga dan ruang tidur yang terpisah dan terbuka. dengan kolam renang yang alami dan taman air yang dibersihkan melalui sistem sterilisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful