Traksi Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau

gangguan pada tulang dan otot. Traksi adalah pemasangan gaya tarikan ke bagian tubuh. Traksi digunakan untuk meminimalkan spame otot, untuk mereduksi, mensjajarkan, dan mengimubilisasi fraktur; untuk mengurangi deformitas, dan untuk menambah ruangan di antara kedua permukaan patahan tulang. Traksi harus diberikan dengan arah dan besaran yang diinginkan untuk mendapatkan efek terapeutik. Faktor-faktor yang mengganggu keefektifan tarikan traksi harus dihilangkan. Kadang, traksi harus dipasang dengan arah yang lebih dari satu untuk mendapatkan garis tarikan yang diinginkan. Dengan cara ini, bagian garis tarikan yang pertama berkontraksi terhadap garis tarikan lainnya. Garis-garis tarikan tersebut dikenal sebagai vektor gaya. Resultanta gaya tarikan yang sebenarnya terletak di tempat di antar kedua garis tarikan tersebut. Efek traksi yang dipasang harus dievaluasi dengan sinar-X, dan mungkin diperlukan penyesuaian. Bila otot dan jaringan lunak sudah rileks, berat yang digunakan harus diganti untuk memperoleh gaya tarikan yang diinginkan. 2.1.1. Jenis-jenis Traksi Traksi lurus atau langsung memberikan gayatarikan dalam satu garis luru dengan bagian tubuh berbaring di tempat tidur. Traksi ekstensi Buck dan traksi pelvis merupakan contoh traksi lurus. Traksi suspensi seimbang (gambar 2.1.1) memberi dukungan pada ekstremitas yang sakit di atas tempat tidur sehingga memungkinkan mobilisasi pasien sampai batas tertentu tanpa terputusnya garis tarikan. Traksi dapat dilakukan pada kulit (traksi kulit) atau langsung ke skelet tubuh (traksi skelet). Cara pemasangan ditentukan oleh tujuan traksi. Traksi dapat dipasang dengan tangan (traksi manual). Ini merupakan traksi yang sangat sementara yang bisa digunakan pada saat pemasnagan gips, memberikan perawatan kulit dibawa boot busa ekstensi Buck, atau saat menyesuaikan dan mengatur alat traksi. A. Traksi kulit Traksi kulit menggunakan plaster lebar yang direkatkan pada kulit dan diperkuat dengan perban elastis. Berat maksimum yang dapat diberikan adalah 5 kg yang merupakan batas toleransi kulit. Jenis-jenis traksi kulit. Beberapa jenis traksi kulit, yaitu : § Traksi ekstensi dari Buck adalah traksi kulit dimana plaster melekat secara sederhana dengan memakai katrol (gambar. a1). § Traksi dari Dunlop, dipergunakan pada fraktur suprakondiler humeri anak-anak (gambar a.2). § Traksi dari Gallow atau traksi dari Brayant, dipergunakan pada fraktur femur anak-anak usia di bawah 2 tahun (gambar a.3). § Traksi dari Hamilton Russel, digunakan pada anak-anak usia lebih dari 2 tahun (gambar a.4).

Askep

A. DEFINISI
Traksi adalah Suatu pemasangan gaya tarikan pada bagian tubuh. Traksi digunakan untuk meminimalkan spasme otot ; untuk mereduksi, mensejajarkan, dan mengimobilisasi fraktur ; untuk mengurangi deformitas, dan untuk menambah ruangan diantara kedua permukaan patahan tulang. Traksi harus diberikan dengan arah dan besaran yang diinginka untuk mendapatkan efek terapeutik. Faktor-faktor yang mengganggu keefekktifan tarikan traksi harus dihilangkan (Smeltzer & Bare, 2001 ). Traksi merupakan metode lain yang baik untuk mempertahankan reduksi ektermitas yang mengalami fraktur (Wilson, 1995 ).

1995 ). 1. menyokong lutut yang fleksi pada penggantung dan memberikan gaya tarik horizontal melalui pita traksi balutan elastis ketungkai bawah. TUJUAN PEMASANGAN Traksi digunakan untuk meminimalkan spasme otot. 1998). Mengoreksi dan mencegah deformitas 3. Traksi buck merupakan traksi kulit yang paling sederhana. untuk menambah ruang diantara dua permukaan antara patahan tulang. 1998). Kemudian disebelah distal dibawah lutut diberi stoking tubular yang digulung. tingtura benzoid atau pelekat elastis dipasang pada kulit penderita dibawah lutut. Penggunaan alat-alat lebih banyak. Seutas tambang yang diikat ketengah blok penyebar tersebut kemudian dijulurkan melalui kerekan pada kaki tempat tidur. 4. Traksi kulit apendikuler ( hanya pada ektermitas digunakan pada orang dewasa) termasuk “ traksi ektensi Buck. untuk mereduksi. Beban traksi 1. Indikasi yang paling sering untuk jenis traksi ini adalah untuk mengistirahatkan sendi lutut pasca trauma sebelum lutut tersebut diperiksa dan diperbaiki lebih lanjut (Wilson. yang sebelumnya sudah menderita penyakit vaskular. Ban perban elastis yang melingkar dapat mengganggu sirkulasi yang menuju kekaki penderita.mula selapis tebal semen kulit. B. Menurunkan nyeri spasme 2. Traksi horizontal diberikan pada humerus dalam posisi abduksi. traksi russell.2001 ).JENIS TRAKSI 1. Ujung plester traksi pada pergelangan kaki di hubungkan dengan blok penyebar guna mencegah penekanan pada maleoli. Perawatan RS lebih lama 2. Traksi buck Ektensi buck ( unilateral/ bilateral ) adalah bentuk traksi kulit dimana tarikan diberikan pada satu bidang bila hanya imobilisasi parsial atau temporer yang diinginkan . dan traksi Dunlop”. Mobilisasi terbatas 3. Mengimobilisasi sendi yang sakit Kerugian pemakaian traksi 1. Traksi Russell Dapat digunakan pada fraktur plato tibia. penggunaan traksi kulit ini dapat menimbulkan banyak komplikasi. mensejajarkan. Traksi kulit Bryani sering digunakan untuk merawat anak kecil yang mengalami patah tulang paha 5. Traksi buck. Bahkan untuk peenderita dewasa lebih disukai traksi pin rangka. Traksi kulit Traksi kulit digunakan untuk mengontrol sepasme kulit dan memberikan imobilisasi . Bila perlu. Digunakan untuk memberikan rasa nyaman setelah cidera pinggulsebelum dilakukan fiksasi bedah (Smeltzer & Bare. a.7 Kg 2. dan paling tepat bila dipasang untuk anak muda dalam jangka waktu yang pendek. b. Traksi rangka seimbang ini terutama dipakai untuk merawat patah tulang pada korpus pemoralis orang dewasa 6. Anak = 1/13 x BB (Barbara. Traksi berlebih dapat merusak kulit yang rapuh pada orang yang berusia lanjut. Traksi 90-90-90 pada fraktur tulang femur pada anak-anak usia 3 thn sampai dewasa muda (Barbara. JENIS. Kalau tidak dirawat dengan baik mungkin akan menimbulkan ulserasi akibat tekanan pada maleolus. indikasi yang paling sering untuk jenis traksi ini adalah untuk mengistirahatkan sendi lutut pasca trauma sebelum lutut tersebut diperiksa dan diperbaiki lebih lanjut 3. C. dan mengimobilisasi fraktur.Keuntungan pemakaian traksi 1. 1998). kemudian plester diberikan pada bagian medikal dan lateral dari stoking tersebut lalu stoking tersebut dibungkus lagi dengan perban elastis. Traksi Dunlop merupakan traksi pada ektermitas atas. Mula. Traksi rusell digunakan pada pasien fraktur pada plato tibia 2. dan traksi vertical diberikan pada lengan bawah dalm posisi flexsi. D. tetapi kadang-kadang traksi harus dipasang dengan arah yang lebih dari satu untuk mendapatkan garis tarikan yang diinginkan (Barbara. INDIKASI 1. Alergi kulit terhadap plester juga dapat menumbuhkan masalah. untuk mengurangi deformitas. Dewasa = 5 . Traksi harus diberikan dengan arah dan besaran yang diinginkan untuk mendapatkan efek terapeutik. terutama bila perawatan harus dilakukan selama beberapa hari. tungkai dapat disangga . Jarang dibutuhkan berat lebih dari 5 lb.

benar fleksi dan menghindari tekanan pada tumit (Smeltzer & Bare.batas tertentu dan memungkinkan kemandirian pasien maupun asuh keperawatan sementara traksi yang efektif tetap dipertahankan yang termasuk skelet traksi adalah sebagai berikut (Smeltzer & Bare. Bila otot dan jaringan lunak sudah rileks.dengan bantal agar lutut benar. memungkinkan gerakan pasien sampai batas. tibia. 1995). PRINSIP PEMASANGAN TRAKSI Traksi harus dipasang dengan arah lebih dari satu untuk mendapatkan garis tarikan yang diinginkan. Traksi skelet Traksi skelet dipasang langsung pada tulang. Metode traksi ini digunakan paling sering untuk menangani fraktur femur. 2. Traksi 90-90-90 Traksi 90-90-90 sangat berguna untuk merawat anak. 2001 ). Traksi Dunlop Adalah traksi pada ektermitas atas. Sekilas pandangan traksi ini tampak komplek. pneumonia. Jenis traksi paling sering digunakan untuk memberi rasa nyaman pada pasien yang menderita fraktur panggul selama evaluasi sebelum operasi dan selama persiapan pembedahan. Masalah yang paling sering dilihat pada traksi Russell adalah bergesernya penderita kebagian kaki ketempat tidur.anak usia 3 tahun sampai dewasa muda. b. Traksi longitudinal diberikan dengan menempatkan pin dengan posisi tranversal melalui tibia dan fibula diatas lutut. Beban yang cukup berat dipasang sedemikian rupa mencapai panjang normalnya.2001 ). Dengan cara ini. Garis-garis tersebut dikenal sebagai vektor gaya. c. ektermitas yang cidera mudah dijangkau untuk pemeriksaan ulang status neuro vascular. dan untuk merawat luka lokal serta mempermudah perawatan oleh perawat. kerekan primer disesuaikan sedemikian sehingga garis ketegangan koaksial dengan sumbu longitudinal femur yang mengalami fraktur. Longitudinal pada tulang panjang yang patah. humerus dan tulang leher. Cara pemasangan ditentukan oleh tujuan traksi . Traksi horizontal diberikan pada lengan bawah dalam posisi fleksi.sehingga kerekan bagian distal saling berbenturan dan beban turun kelantai. kontrol terhadap fragmen – fragmen pada fraktur tulang femur hamper selalu memuaskan dengan traksi 90-90-90 penderita masih dapat bergerak dengan cukup bebas diatas tempat tidur (Wilson. Traksi kulit bryant Traksi ini sering digunakan untuk merawat anak kecil yang mengalami patah tulang paha. berat yang digunakan harus diganti untuk memperoleh gaya tarikan yang diinginkan. Dipasang pancang traksi dan tali traksi utama dipasang pada pancang tersebut. Bentuk traksi ini sangat berguna sekali untuk merawat berbagai jenis fraktur femur. Paha penderita disokong oleh alat parson yang dipasang pada bidai tomas alat parson dan ektermitas itu sendiri dijulurkan dengan tali.kadang skelet traksi bersifat seimbang yang menyokong ekstermitas yang terkena. Efek traksi yang dipasang harus dievaluasi dengan sinar X. kalau batas ini dilampaui maka kulit dapat mengalami kerusakan berat. dan mungkin diperlukan penyesuaian. Traksi rangka seimbang Traksi rangka seimbang ini terutama dipakai untuk merawat patah tulang pada korpus femoralis orng dewasa. kerekan dan beban yang sesuai sehingga kaki tergantung bebas diudara. Traksi ektensi buck dan traksi pelvis merupakan contoh traksi lurus. Kadang. dan tromboplebitis. pasien sebaiknya diperiksa setiap hari untuk mengetahui adanya peradangan atau infeksi sepanjang pin. geseran atau pin yang kendor dan pin telah tertarik dari tulang (Wilson. Seluruh bidai dapat diadduksi atau diabduksi untuk memperbaiki deformitas angular pada bidang medle lateral fleksi panggul dan lutut lebih besar atau lebih kecil memungkinkan perbaikan lateral posisi dan angulasi alat banyak memiliki keuntungan antara lain traksi elefasi keaksial. Mungkin perlu ditempatkan blok-blok dibawah kaki tempat tidur sehingga dapat memperoleh bantuan dari gaya tarik bumi (Wilson. Walaupun traksi rangka seimbang dapat digunakan untuk menangani hampir semua fraktur femur. a. Efek dari rancangan ini adalah memberikan kekuatan traksi ( berasal dari gaya tarik vertikal beban paha dan gaya tarik horizontal dari kedua tali pada kaki ) yang segaris dengan tulang yang cidera dengan kekuatan yang sesuai. reduksi untuk fraktur panggul mungkin lebih sering diperoleh dengan memakai traksi Russell dalam keadaan ini paha disokong oleh beban. 1995 ). bagian garis tarikan yang pertama berkontraksi terhadap garis tarikan lainnya. Dengan demikian pemeliharaan penderita ditempat tidur sangat mudah. Tarikan dapat dilakukan pada kulit ( traksi kulit ) atau langsung kesekelet tubuh (traksi skelet). Traksi suspensi seimbang memberikan dukungan pada ektermitas yang sakit diatas tempat tidur sehingga memungkinkan mobilisasi pasien sampai batas tertentu yanpa terputus garis tarikan. Resultanta adalah gaya tarikan yang sebenarnya terletak di tempat diantara kedua garis tarikan tersebut. d. E. Seperti bentuk traksi yang mempergunakan pin rangka. Traksi lurus atau langsung memberikan gaya tarikan dalam satu garis lurus dengan bagian tubuh berbaring di tempat tidur. tetapi sesunguhnya hanyalah satu pin rangka yang ditempatkan tramversal melalui femur distal atau tibia proksimal. Traksi Bryant sebaiknya tidak dilakukan pada anak-anak yang berat badannya lebih dari 30 kg. Meskipun traksi Russell dapat digunakan sebagai tindakan keperawatan yang utama dan penting untuk patah tulang panggul pada penderita tertentu tetapi pada penderita usia lanjut dan lemah biasanya tidak dapat mengatasi bahya yang akan timbul karena berbaring terlalu lama ditempat tidur seperti dekubitus. Ektermitas pasien ditempatkan dengan posisi panggul dan lutut membentuk sekitar 35° . 1995 ).

Traksi dapat dipasang dengan tangan (traksi manual). 4. MRI ( Magnetic resonance imaging ) Pemeriksaan ini sudah menjadi metode imajing pilihan untuk daerah sevikal MRI dapat mendeteksi kelainan ligament maupun discus. eritema H. tetapi semua prinsip-prinsip ini berlaku untuk mengatasi patah tulang pada ektermitas atas. terapi fisik harus dimulai segera agar dapat mengurangi keadaan ini. membedakan adanya iritasi atau kompresi. 7. kulit pasien diperiksa sesering mungkin mengenai tanda tekanan atau lecet. F. pijatan punggung ) dan aktivitas terapeutik 2. 6. Perubahan posisi . Selalu dikontrol dengan sinar roentgen ( Brunner & suddarth. Pemberat harus tergantung bebas dan tidak boleh terletak pada tempat tidur atau lantai 9. Prinsip traksi efektif : 1. Pada pemeriksaan ini. 7. dan kelainan pada pembuluh darah. gunakan teknik aseptic dengan tepat. Berikan pemanasan lokal sesuai indikasi. Pemeriksaan foto polos sevikal Tes diagnostic pertama yang sering dilakukan pada pasien dengan keluhan nyeri leher. Dorong klien untuk menggunakan manajemen stress. 6. 8. Identifikasi tanda atau gejala yang memerlukan evaluasi medik.2001 ). Selain itu juga untuk menentukan level dari iritasi/ kompresi radiks. 2. Rencana latihan untuk mempertahankan pergerakan ektermitas atas. nafas dalam. Kaji derajat imobilisasi yang dihasilkan 9. Ini merupakan traksi yang sangat sementara yang bisa digunakan pada saat pemasangan gips. Perhatian khusus diberikan pada tonjolan tulang. contoh: edema. bebas keriput. Berikan tindakan kenyamanan ( contoh: sering ubah posisi. Traksi skelet tidak boleh terputus. Pemberat tidak boleh diambil kecuali bila traksi dimaksudkan intermiten. 1995 ).MRI menggunakan medan magnet kuat dan frekuensi radio dan bila bercampur dengan frekuensi radio yang dilepaskan oleh jaringan tubuh akan menghasilkan citra MRI yang berguna dalam mendiagnosis tumor. menyebutkan bahwa bila ada aksi maka akan terjadi reaksi dengan besar yang sama namun arahnya yang berlawanan ) umumnya berat badan pasien dan pengaturan posisi tempat tidur mampu memberikan kontraksi. Elektrokardiografi ( EMG) Pemeriksaan ini membantu mengetahui apakah suatu gangguan bersifat neurogenik atau tidak. Traksi harus berkesinambungan agar reduksi dan imobilisasi fraktur efektif. Imobilisasi dapat menyebabkan berkurangnya kekuatan otot dan densitas tulang dengan agak cepat. Perlu diberikan intervensi awal untuk mengurangi tekanan. infrak. contoh: bimbingan imajinasi. G. 4. 5. Karena pasien dengan spasme otot. Berikan obat sesuai indikasi contoh analgesik relaksan otot. Walaupun hanya traksi untuk ektermitas bawah yang dijelaskan secara terinci. penderita tidak terpajan oleh radiasi dan tidak merasa nyeri walaupun pasien dapat mengeluh klaustrofobia dan suara logam yang mengganggu selama prosedur ini. Foto polos sevikal sangat penting untuk mendeteksi adanya fraktur dan subluksasi pada pasien dengan trauma leher. CT Scan Pemeriksaan ini dapat memberikan visualisasi yang baik komponen tulang sevikal dan sangat membantu bila ada fraktur akut. 3. Tubuh pasien harus dalam keadaan sejajar dengan pusat tempat tidur ketika traksi dipasang. harus dipikirkan adanya kontraksi Pada setiap pemasangan traksi. Beri penguatan pada balutan awal/ pengganti sesuai dengan indikasi. Pertahankan linen klien tetap kering. Anjurkan klien menggunakan pakaian katun longgar. dan untuk meningkatkan kekuatannya harus dimulai segera setelah cedera terjadinya (Wilson. atritis juga mempunyai gejala yang sama. KOMPLIKASI Dekubitus. PRISIP PERAWATAN TRAKSI 1. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. Tali tidak boleh macet 8. Setiap faktor yang dapat mengurangi tarikan atau mengubah garis resultanta tarikan harus dihilangkan. harus dipikirkan adanya kontraksi adalah gaya yang bekerja dengan arah yang berlawanan ( hukum Newton III mengenai gerak. seorang dengan patah tulang femur diharuskan memakai kruk untuk waktu yang lama. 5. Traksi kulit pelvis dan serviks sering digunakan untuk mengurangi spasme otot dan biasanya diberikan sebagai traksi intermiten. Kontraksi harus dipertahankan agar traksi tetap efektif 2. 3. membedakan lesi radiks dan lesi saraf perifer. 10. 3. 4.misalnya. Simpul pada tali atau telapak kaki tidak boleh menyentuh katrol atau kaki tempat tidur.

disorientasi. Pengosongan kandung kemih yang tak tuntas Karena posisi pasien di tempat tidur dapat mengakibatkan stasis dan infeksi saluran kemih. laksatif. Identifikasi awal masalah yang telah muncul dan sedang berkembang memungkunkan intervensi segera untuk mengatasi masalah tersebut. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan pada pengkajian keperawatan. Trombosi vena profunda. Pengkajian fungsi system tubuh harus dilengkapi sebagai data dasar dan perlu dilakukan pengkajian terus menerus. perawat harus berkonsultasi dengan dokter mengenai penanganannya. Imobilisasi dapat menyebabkan terjadinya masalah pada system kulit. pengisian kapiler. sesuai kebutuhan. Untuk memmperbaiki nafsu makan pasien. dan kardiovaskuler. seperti pada pasien trauma ganda atau pada pasien lansia yang lemah. Bagian tubuh yang ditraksi harus dikaji. dan pemasangannya tampak menakutkan. kunjungan keluargaKaji derajat imobilitas yang dihasilkan karena adanya traksi dan perhatikan persepsi klien terhadap imobilisasi¬ Tingkatkan bagian tubuh yang sakit dengan meninggikan kaki tempat tidur¬2. harus dicatat makanan apa yang disukai pasien dan dimasukkan dalam program diet. supositoria. Paru pasien diauskultasi untuk mengetahui status pernapasannya. perlu diberikan terapi sesuai resep. Konstipasi dan anoreksia. hygiene. denyut nadi. atau pembengkakan atau tanda human positif (ketidaknyamanan pada betis ketika kaki didorsofleksi dengan kuat) mengarahkan adanya trombosis vena dalam.pasien perlu sering dilakukan dan memakai alat pelindung kulit sangat membantu. A. hangat. Selain itu pasien mungkin merasa bahwa menggunakan pispot di tempat tidur kurang nyaman dan membatasi cairan masuk untuk mengurangi frekuensi berkemih. konstipasi. Dorong klien pada aktivitas terapeutik dan pertahankan rangsangan lingkungan. alat traksi. kemerahan. Perawat harus mengajar pasien untuk meminum cairan dalam jumlah yang cukup dan berkemih tiap 2 sampai 3 jam sekali. Stasis dan infeksi saluran kemih. Masalah tersebut dapat berupa ulkus akibat tekanan. Perawat memantau pasien terhadap terjadinya tanda DVT dan melaporkan hasil temuannya segera mungkin ke dokter untuk evaluasi definitive dan terapi. Intervensi Dorong klien latihan aktif untuk daerah yang dapat dilakukan¬1. pijatan punggung) dan aktivitas terapeutik. Status neurovaskuler (misal : warna. Bila pasien memperlihatkan tanda dan gejala infeksi saluran kemih. kehilangan nafsu makan. perawat harus berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan terapi khusus. suhu. Dorong penggunaan teknik manajemen stres (contoh: nafas dalam. Bila telah terbentuk ulkus akibat tekanan. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan proses penyakit dan traksi C. diagnosa keperawatan utama paasien karena traksi dapat meliputi yang berikut : 1. Bila telah terjadi konstipasi. dan enema. Berikan tindakan kenyamanan (contoh : sering ubah posisi. Penurunan motilitas gastrointestinal menyebabkan anorekksia dan konnstipasi. Maka tingkat ansietas pasien dan respon psikologis terhadap traksi harus dikaji dan dipantau. Kebingungan. Traksi membatasi mobilitas dan kemandirian seseorang. respirasi. gastrointestinal. satis kemih dan infeksi saluran kemih. Adanya nyeri tekan betis. perabaan. Ansietas yang berhubungan dengan status kesehatan dan alat traksi 3. dan imobilitas harus diperhitungkan. yang mungkin meliputi pelunak tinja. kemajuan yang tak hilang dengan analgesik¬ . Pasien diajari untuk menarik napas dalam dan batuk-batuk untuk membantu pengembangan penuh paru-paru dan mengeluarkan skresi paru. Integritas kulit harus diperhatikan. Diet tnggi serat dan tinggi cairan dapat membantu merangsanng motilitas gaster. Ex : TV. Kurang perwatan diri : makan. 4. Kongesti paru/pneumonia. Bila riwayat pasien dan data dasar pengkajian menunjukkan bahwa pasien mempunyai resiko tinggi mengalami komplikasi respirasi. atau toileting yang berhubungan dengan traksi 5. Pasien didorong untuk meminum air untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsenntrasi yang menyertainya. Perawat harus mmengajar pasien untuk malakuka latihan tumit dan kaki dalam batas terapi traksi secara teratur sepanjang hari untuk mencegah terjadinya trombosis vena provunda (DVT). visualisasi) dan sentuhan terapeutik¬ Berikan pijatan lemah pada area luka sesuai toleransi bila balutan telah dilepas¬ Selidiki keluhan nyeri luka. kemampuan bergerak) dievaluasi dan dibandingkan dengan ekstremitas yang sehat. yang akan mengakibatkan stasis. statis pneumonia. kongesti paru. perawat dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai penanganannya. Peralatannya sering terlihat mengerikan. edema. perawat segera berkonsultasi dengan dokter mengenai penanganan masalah ini. dan masalah perilaku dapat terjadi pada pasien yang terkungkung pada tempat terbatas selama waktu yang cukup lama. Bila risiko kerusakan kulit sangat tinggi. perawat harus berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan tempat tidur khusus untuk membantu mencegah kerusakan kullit. Bila telah terjadi masalah respirasi. Kurang pengetahuan mengenai program terapi 2. B. radio. perkemihan. Stasis vena terjadi akibat imobilitas. Pengkkajian Keperawatan Dampak psikologik dan fisiologik masalah musculoskeletal. Nyeri dam ketidaknyamanan yang berhubungan dengan traksi dan imobilisasi. Perawat harus memantau masukan cairan dan sifat kemih.

penyakit muskuloskeletal telah menjadi masalah yang banyak dijumpai di pusat-pusat pelayanan kesehatan di seluruh dunia. sebagaimana yang dikemukakan para ahli melalui berbagai literature.25 juta orang setiap tahunnya. dimana didalamnya terdapat sejumlah penanganan. fraktur adalah rusaknya dan terputusnya kontinuitas tulang. Dorong ekspresi ketakutan masalah klien Diskusikan tindakan keamanan¬ Dorong klien untuk menggunakan manajemen stres. Berikan waktu yang cukup untuk melakukan tugas-tugas dan tingkatkan kesabaran Antisipasi kebutuhan kebersihan dan bantu klien sesuai dengan kebutuhan¬ 5. Kecelakaan lalu lintas ini. 1994 a and Osmond. dan berat sebagaimana pada traksi kulit serta melalui pin. 1990) dan Hippocrates (350 BC) menulis tentang traksi manual dan tahanan ekstensi dan ekstensi yang berlawanan (Styrcula. Dorong klien melakukan program latihan berkesinambungan¬ Tekankan diet seimbang dan pemasukan cairan yang adekuat¬ Anjurkan penghentian merokok¬ Indentifikasi tanda gejala yang memerlukan evaluasi medik. tungkai. dislokasim atau spasme otot dalam usaha untuk memperbaiki deformitas dan mmpercepat penyembuhan. Gunakan teknik aseptik dengan tepat¬ Pertahankan klien tetap kering. 1968: 1603). Tujuan dari traksi adalah untuk menangani fraktur. Terdapat beberapa pengertian mengenai fraktur. penggunaan talim splint. 1994 a: 71). contoh: analgesik. dimana sebagian besar korbannya adalah remaja atau dewasa muda. juga menyebabkan kematian 1. menurut WHO. Traksi dapat dicapai melalui tangan sebagai traksi manual. pelvis atau tulang belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan pada arah yang berlawanan yang disebut dengan countertraksi. ME. dan tongs yang dimasukkan kedalam tulang sebagai traksi skeletal (Taylor. keluarga untuk melakukan perawatan mandiri¬6. wire.. Back dan Marassarin (1993) berpendapat bahwa fraktur adalah terpisahnya kontinuitas tulang normal yang terjadi karena tekanan pada tulang yang berlebihan. Beri penguatan pada balutan awal sesuai dengan indikasi. Ada dua tipe utama dari traksi : traksi skeletal dan traksi kulit. Bahkan WHO telah menetapkan dekade ini (2000-2010) menjadi Dekade Tulang dan Persendian. Pada tahun 1340 ahli bedah Perancis bernama Guy de Chauliac menulis tentang traksi isotonic dengan berat yang ditahan pada kaki tempat tidur pasien. Penggunaan traksi telah dimulai 3000 tahun yang lalu. sedangkan menurut Boenges. 1992 and Dave. 1999). AC (2000) fraktur adalah pemisahan atau patahnya tulang. relaksan otot¬ Berikan pemanasn lokal sesuai indikasi¬ Ubah posisi dengan sering geraka pasien dengan perlahan-lahan dan beri bantalan pada tonjolan tulang dengan pelindung¬3. Menurut FKUI (2000). MF dan Geissler. Tahanan dalam traksi didasari pada hokum ketiga (Footner. tetapi akibat pertimbangan praktek hal ini dilakukan hingga tahun 1829 ketika traksi berkesinambungan diaplikasikan secara luas (Peltier. dsb Saat ini. 1987 and Osmond. nafas dalam¬ Instruksikan klien. Penyebab fraktur terbanyak adalah karena kecelakaan lalu lintas. 1995). eritema. Ex: bimbinan imajinasi. Bebas keriput¬ Anjurkan klien menggunakan pakaian katun longgar¬ Kaji hambatan terhadap partisipasi terhadap perawatan diri¬4. Suku Aztec dan mesir menggunakan traksi manual dan membuat splint dari cabang pohon (Styrcula. Moorhouse. selain menyebabkan fraktur. Sekitar tahun 1848 Josiah Crosby seorang klinisi amerika merupakan orang yang pertama mempromosikan dan menunjukkan traksi kulit yang lebih efektif tidak hanya sebagai terapi dari fraktur melainkan juga untuk menanani deformitas panggul . TRAKSI Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot. Ex: edema.Berikan obat sesuai indikasi. Prinsip Traksi adalah menarik tahanan yang diaplikasikan pada bagian tubuh.

Disini traksi diaplikasikan melalui kulit pasien atau dnegan metode skeletal. 1995 and Redemann. Hal ini tidak dilakukan hingga pada tahun 1921 seorang ahli bedah Australia Hamilton Russel meluaskan konsep traksi Buck dengan menggunakan doktrin Pott’s (1780) bahwa fraktur tungkai harus ditempatkan pada posisi pada otot yang relaksm dinamakan fleksi panggul dan lutut. Berat dan katrol digunakan untuk mengaplikasikan tahanan langsung sementara berat tubuh pasien dalam kombinasi dengan elevasi dari dorongan tempat tidur traksi untuk menyediakan kontertraksinya (Taylor. 1994a. Hal ini menolong untuk mengistirahatkan inflamasi yang ada dan mengurangi nyeri (Taylor. Dave. Styrcula. 1968: 1615). 2002). 1987. 1968:1613). Friksi memberikan resistansi terhadap dorongan traksi mala mengurangi tahanan traksi. 1999). 1994a). Friksi selalu ada dalam setiap system traksi. Sudut dan arah dorongan traksi bergantung pada posisi katrol dan jumlah efek katrol sama dengan jumlah dorongan yang diaplikasikan. Traksi telah menjadi sebuah ketetapan dalam management ortopedi hingga 1940 ketika fiksasi internal menggunakan nail. 1987. Mekanisme traksi meliputi tidak hanya dorongan traksi sebenarnya tetapi juga tahanan yang dikenal sebagai kontertraksi. Dave. (Taylor. juga dikenal sebagai traksi luncur atau berlari. dengan mengembangkan traksi Hamilton Russel (Peltier. Hiebert dan Koval (2001) memberikan kredit dalam penggunaan traksi dengan reduksi tahanan yang dibutuhkan ketika melakukanreduksi fraktur selama pembedahan. 26 tahun sebelumnya. (3) untuk melakukan kedua hal tersebut. kontertraksi mencegah pasien dari jatuh dalam arah dorongan traksi. dorongan pada arah yang berlawanan. serta jumlah tahanan traksi yang diaplikasikan (Taylor. Chen. . 1968: 1612). Dengan menggunakan X-Ray untuk menilai terapi fraktur. (Taylor. Traksi Buck akan menjadi contoh dari ha ini. 1994a. dimana membuat keurusan tulang dan jaringan lunak menyembuh (Taylor. 2002). 1995 and Osmond. 1987 and Styrcula. pada bulan desember 1895. Hal ini diperlukan untuk meminimalisir kapanpun dan bagaimanapun kemungkinan nantinya.(Peltier. 1987 and Styrcula. Hasil ini menghasilkan tahanan ganda untuk dorongan traksi yang actual. Tanpa hal itu. 1999). dimana menggunakan Kontertraksi dalam dua cara yang berbeda. Kita dapat mnggunakan traksi : (1) untuk mendorong tulang fraktur kedalam tempat memulai. 1999). 1995 and Osmond. Ketika dua katrol segaris pada berat traksi yang sama maka disebut dengan ‘block and tackle effect” hamper menggandakan jumlah dari tahanan dorongan. Yang kedua dinamakan traksi fixed dan kontertraksi dimasukkan diantaran 2 point cocok yang tidak membutuhkan berat atau elevasi tempat tidur untuk mencapai traksi dan kontertraksi. Hal ini meripakan aplikasi yang membuat perhatian Gurdon Buck yang pada tahun 1861 melalui pengetahuannya terhadap kerja Crosby mempunyai traksi kulit yang dinamakan nama dirinya sendiri. pin dan plate menjadi praktek yang sering. 1995 and Osmond. Akhirnya. Dave. Ada dua tipe dari mekanik untuk traksi. katrol (pulley). Dave 1995 and Redemann. Yang pertama dikenal dengan traksi keseimbangan. spasme otot tidak dapat menjadi lebih baik dan semua keuntungan traksi hanya menjadi lewat saja. Tahanan vector diciptakan dengan mengaplikasikan tahanan traksi pada dua yang berebda tetapi tidak berlawanan terhadap sisi tubuh yang sama. 1968: 1609). 1987. seorang professor German bernama Röntgen mempublikasikan observasinya dengan ‘tipe baru X-Ray’ dimana dimulai era baru dalam penelitian fraktur (Peltier. atau. terkait dengan beberapa factor : cara dimana kontertraksi diaplikasikan dan sudut. Pengembangan ini berpasangan dengan kurangnya pembedahan fraktur dengan kebutuhan ekonomi untuk perawatan rumah sakit yang lebih Penggunaan Traksi telah didokumentasikan melalui banyak literature : traksi digunakan untuk mempromosikan istirahat/imobilisasi. dunia ortopedi berhadapan dengan kenyataan dimana terapi traksi Buck tidak memuaskan 100% pada semua kasus dan tahun 1907 Fritz Steinmann secara sukses mengembangkan traksi skeletal dengan menggunakan pin yang dimasukkan kedalam kondylus femur. atau (2) untuk menjaga mereka immobile sedang hingga mereka bersatu. 1987. Osmond (1999) Menyatakan bahwa hal ini mengurangi subluksasi atau dislokasi dari sendi dan Styrcula (1994a) serta Rosen. 1994a). arah. tahanan vector dan friksi. Splibt Thomas merupakan contoh dari system traksi ini. Komponen Mekanis dari system traksi. 1987: 3). (Peltier. Styrcula. traksi juga dikatakan untuk membantu pergerakan dan latihan (Dave. diperlukan untuk keefektifan traksi. (Taylor.

hanya dibahas alat-alat sederhana yang digunakan dimakalah ini. tidak meyakinkan. untuk beberapa minggu jika diperlukan. Hal ini juga digunakan selama pemasangan traksi dan jika ada kebutuhan secara temporal melepaskan berat traksi (Taylor. batasi kekuatan tahanan traksi. 1987. traksi lengan hanya digunakan dalam keadaan pengecualian yang lebih jauh. 2. sulit untuk dijaga. Indikasi untuk traksi kulit  Anak-anak  Traksi temporer. 1994a and Osmond. 1987. a Denham pin. traksi tulang mungkin diperlukan. kita harus menemukan jalan untuk mendapatkan tulang pasien yang fraktur dengan aman. Untuk kesemua alasan ini. 3. jadi pastikan bahwa pasien melakukan hal ini. Salah satu dari tujuan utama dari traksi adalah memperbolehkan pasien untuk melatih ototnya dan menggerakkan sedinya. Mengelaborasikan Jenis dari traksi. 1987. Hal ini bisa dilakukan dalam cara yang bervariasi : ekstensi adhesive dan non adhesive kulit. (2) dapat menggunakan Steinmann pin. Traksi skeletal digunakan untuk fraktur yang tidak stabil. sling pelvis.hanya untuk beberapa hari. 1999). Dilengan hal ini masih kurang nyaman. dan dicocokkan dengan berat. Klasifikasi Traksi didasari pada penahan tubuh yang dicapai : 1. ditaruh melalui katrol. Hindari traksi tulang pada anak-anak. Ada dua cara untuk melakukan hal tersebut : (1) memberi pengikat ke kulit (traksi kulit). Dikarenakan traksi kulit diaplikasikan kekulit kurang aman. 1994a dan Osmond. Akhirnya traksi kulit menunjukkan dimana dorongan tahanan diaplikasikan kepada bagian tubuh yang terkena melalui jaringan lunak (Taylor. Styrcula. Untuk mengaplikasikan traksi dengan sempurna. seperti Hamilton dan Russel untuk kaki. 1994a and Osmond. Jika lebih dari ini tahanan yang dibutuhkan untuk mendapatkan dalam menjaga reduksi. Untuk melakukan ini berat yang besar dapat digunakan. Traksi kulit digunakan untuk periode yang pendek dan lebih sering untuk manajemen temporer fraktur femur dan dislokasi serta untuk mengurangi spasme otot dan nyeri sebelum pembedahan (Taylor. Styrcula. 1987. Dengan kata lain sejumlah berat dapat digunakan (Taylor. wire atau baut yang telah dimasukkan kedalam tulang (Taylor. Styrcula. Berat harus tidak melebihi (3-4 kg) (Taylor. atau Kirschner wire melalui tulangnya (traksi tulang). splint. dan frustasi untuk pasien. sehingga kita biasanya membutuhkan traksi yang berlawanan dengan meninggikan kaki dari tempat tidurnya. 1994a and Osmond. Traksi manual digunakan untuk mengurangi fraktur sederhana sebelum aplikasi plesrer atau selama pembedahan. 1999). Traksi membutuhkan waktu untuk diaplikasikan dan diatur. Tali kemudian digunakan untuk mengikat pengikatnya. Traksi Manual menunjukkan tahanan dorongan yang diaplikasikan terhadap seseorang di bagian tubuh yang terkena melalui tangan mereka. Jadi. 1987. 2002). Styrcula. Traksi Sekeletal menunjukkan tahanan dorongan yang diaplikasikan langsung ke sekeleton melalui pin. untuk mengontrol rotasi dimana berat lebih besar dari 25 kg dibutuhkan dan fraktur membutuhkan traksi jangka panjang (Styrcula. Dorongan ini harus constant dan gentle. 1999). 1994a and Osmond. 1987. membutuhkan peralatan yang tidak semuanya punya.plate pertumbuhan dapat dengan mudah hancur dengan pin tulang. sling. Berat tersebut dapat mendorong pasien keluar dari tempat tidurnya. Traksi kebanyakan berguna pada kaki. 1987. tetapi hal ini dapat dengan mudah datur dengan asisten. 1995). 1999).satunya diikuti dengan yang lain. Osmond. Traksi Kulit versus Traksi Tulang Kulit hanya bisa dapat menahan sekitar 5 kg traksi pada orang dewasa. dan halter cervical (Taylor. Styrcula. 1999 dan Redemann. Styrcula. 1999). 1994a and Dave. 1999). pin atau wire. 1994a and Osmond. missal pre operasi  Tahanan kecil dibutuhkan untuk menjaga reduksi 5kg  Kerusakan kulit atau adanya sepsis diarea tersebut Indikasi Traksi Skeletal  Orang dewasa membutuhkan > 5kg traksi  Kerusakan kulit membutuhkan dressings  Jangka panjang Counter Traction .

Katrol tidak mempunyai efek pada tahanan t=fraksi tetapi bertindak untuk merubah arah dorongan untuk bekerja dengan gravitasi (Taylor. 1987. 1994d and Redemann. Traksi Buck digunakan sebagai pengukuran jangka pendek dengan tahanan traksi yang dibutuhhkan untuk imobilisasi fraktur panggul sebelum pembedahan dan mengurangi spasme otot (Styrcula. Pengikat yang tersedia secara komersil diaplikasikan kekulit dan luka dengan lapisan yang overlap. 1994d) meskipun penggunaannya jarang terlihat pada akhir-akhir ini . Hal ini juga bisa digunakan untuk dislokasi panggul. fraktur acetabulum dan pinggang. Pasien diposisikan dalam posisi supine dengan kaki lurus pada posisi alami. 1987 and Styrcula. Hari ini Traksi Buck digunakan kebanyakan pada orang tua (Styrcula. 1999). 1987. Untuk mengoptimalisasi kenyamanan pasien adalah hal yang penting untuk mempunyai keseimbangan antara tahanan traksi dengan tahanan kontertraksi. 1987 and Osmond. 1999). Osmond. Penaikturun katrol diperlukan. Traksi kulit jarangkali mengurangi fraktur. 1994. Buck’s Traction: Traksi Buck adalah traksi kulit seimbang dengan menggunakan dorongan pada satu tempat terhadap ekstremitas bawah melalui perluasan kulit (Taylor. Jika tempat tidur butuh untuk dielevasikan terlalu tinggi untuk mencegah pasien terdorong dari tempat tidur maka pemberat dapat terlalu berat dan perlu untuk ditinjau ulang (Dave. 1994d: 61) dan kontroversinya timbul melebihi kefektifitasannya. dibutuhkan untuk dapat mencapai 40 kg. 1968: 1610). Pembungkus kemudian diaplikasikan dan tahanan traksi digunakan segaris dengan panjang aksis kaki melalui tali yang diikat di kaki dari perluasan melewati katrol pada akhir tempat tidur yang dihubungkan dengan pemberat (Taylor. tetapi mengurangi nyeri dan menjaga panjangnya fraktur. 1995 and Osmond. Jika traksi mendorong tungkai kedistal pasien akan meluncur turun melalui katrol. 1999). Styrcula. nyeri belakang.harus sampai kering. Berikan tahanan yang berlawanan dengan meninggikan kaki dari kasur pada blok tertentu. Balsem Friar dapat digunakan untuk meningkatkan adhesi. Sistem Katrol Multiple Dalam banyak keadaan katrol yang multioel digunakan. fraktur tidak berpindah asetabulum dan nyeri pinggang bawah bilateral (Taylor. Bahaya Traksi Kulit  Distal Oedema  Kerusakan vaskular  Peroneal nerve palsy  Nekrosis kulit melalui tulang-tulang prominen . 1999 and Redemann. dan traksi tidak akan menjadi efektif. Kontertraksi dicapai dengan mengelevasikan kaki dari tempat tidur pada ketinggian tertentu untuk mencegah pasien terjatuh dar tempat tidur. Styrcula. kontraktur panggul dan lutut. sehingga mengurangi berat amatlah diperlukan. Pada traksi servikal sisi depan dari tempat tidur harus ditinggikan.Setiap tahanan diperlukan tahanan yang berlawanan. Perban harus tidak melebihi diatas tingg fraktur. dan dengan traksi Dunlop sisi tempat tidur dekat dengan luka membutuhkan elevasi. Jika triple dan dobel blok dgunakan dalam gambar hanya 405 atau 8 kg. 2002). 2002). 1987 and Styrcula. Dengan merubah tempat tidur pada arah berlainan tendensi untuk meluncur akan ditahan. Dinamakan setelah Gurdon Buck yang pada tahun 1861 mempublikasikan pengalamannya dengan trapi untuk dua puluh satu kasus dari fraktur (Peltier. 1994d). dimana melalaikan abduksi (Taylor. 1994d and Osmond. Metode Kulit dipersiapkan dan dicukur. Katrol multiple seringkali digunakan pada traksi pelvis dimana tahanan tinggi (biasanya lebih dari 40 kg) dapat diperlukan. Traksi Kulit – Ekstremitas Bawah Traksi kulit Buck’s paling sering digunakan pada tungkai bawah untuk fraktur femur.

ditambah dengan malunya mereka untuk membuka ususnya ditempat tidur (Taylor. Osmond. Posisi rekumben atai semirecumbent pasien ini diyakinkan untuk tidak diijinkan bergerak penuh pada diafragmanya yang bisa menyebabkan tidal kecul dan volume residu yang besar(Redemann. Winney. Styrcula. 1993 and Bright and Gorgi. ambilan cairan yang tinggi. Tali musti dibebaskan melalui katrol. Ada juga akan resiko tinggginya disfungsi perifer seperti sindrom kompartemen atau paralisis saraf. 1994d. 1994d. 2001 dan Redemann. 1987. Pantatnya harus diangkat jangan mengenai tempat tidur Fraktur Femur Pada Anak yang lebih Besar . dan kemerahan (Carroll. 1998 and Redemann. 2002) dan pasien harus diminta untuk mengambil analgetik sebelum nyeri menjadi lebih parah. 1987. garis dorongan dijaga. Ketika melakukan perluasan sekali traksi manual harus diaplikasikan. 1994b and Kunkler. Styrcula. Nyeri dapat dinilai dengan menggunakan skala 1-10 (McCaffery and Pasero. 1999). teratur dalam diet dapat menolong eliminasi untuk mencapai usus yang normal (Winney. 1994) dan setiap tanda dispnea dan tachypnea dapat mengindikasikan (Smeltzer and Bare.Hindari timbulnya komplikasi dalam keinginan untuk mencoba meningkatkan adhesi dengan mengikat perban lebih ketat Perfusi Jaringan yang Berubah. gars traksi harus dijaga setiap saat. 2002). 1996 and Redemann. Pertukaran gas yang terganggu merupakan kesulitan pada pasien dengan traksi pada resiko masalah respirasi. 2002). Compromise vascular merupakan bahaya terbesar. Traksi Gallows Traksi ini digunakan pada bayi dan anak-anak dengan fraktur femur . Baik pemberat ataupun tali harus disentuh oleh kasur. hangat yang tidak biasa. Rosen et al. 2002:317). 1998 and Redemann. Meskipun traksi dikatakan untuk mengurangi nyeri danspasme otot hal in dapat menjadi tidak cukup dan management nyeri untuk itu merupakan bagian penting dalam perawatan. Indikasi Traksi Gallow’s  Berat anak-anak harus kurang dari 12 kg  Fraktur femur  Kulit harus intak Kedua dari femur yang fraktur dan yang baik ditempatkan dalam traksi kulit dan bayi ditahan dari sudut yang istimewa. semua clamps ketat dan tidak ada tali yang rapuh atau knot yang tidak aman. privasi. Bantal tidak ditaruh dibawah kaki yang sakit dan ketika menggerakkan pasien pemberat tidak boleh dipindahkan. 1999. 2002). Periksa neurovascular dan penilaian gerakan harus dilakukan sebelum mengaplikasikan traksi kemudian setiap jam selama 24 jam pertama dan jika baik dilakukan 4 jam sekali (Taylor. Pernafasan yang dalam dan latihan pompa siku sama halnya dengan penggunaan stocking dan terapi antikoagulan merupakan cara untuk mencegah hal ini terjadi (Taylor. 2002). (Smeltzer and Bare. 2002). 2002). Rosen et al. Traksi harus diperiksa melalui perbagian untuk menjamin tidak ada yang dapat membahayakan pasien. Penggunaan dari alat fraktur. Chin and Gregory. Periksa sirkulasi dua kali sehari. Untuk mencegah masalah in elevasi reposisi yang sering dari kepala tempat tidur kapanpun memungkinkan dikombinasikan dengan batuk dan latihan nafas yang dalam dan penggunaan spirometer kesemuanya dapat membantu untuk menjaga pertukaran gas yang adekuat. 2001 and Redemann. Bahaya untuk deep vein thrombosis (DVT) atau pulmonary embolism (PE) merupakan masalah yang sering is (Taylor. Sama dengan pasien yang imobilisasi ada tingginya resiko untuk konstipasi tidak hanya menghasilkan imobilitas tetapi juga kombinasinya dengan ambilan analgetik dan untuk pasien traksi terutama tantangan dalam nyeri. Styrcula. Edukasi untuk mencegah ketakutan dan resiko konstipasi sebaiknya juga dilakukan (Redemann. Calves harus diinspeksi untuk kekakuan. 2001 and Redemann. 1996 and Turpie. 2002:316). 1987 and Redemann. 1987. 1987. Tingginya resiko untuk terluka terutama relevansinya pada pasien traksi sebagai management yang tidak benar dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang harus dipertimbangkan (Taylor. 2002).

Tungkai diistirahatkan pada tiga strip falnnerl untuk menjaga keamanan pin. sebagaimana saraf peroneal tidak terkenda dan tempat keluarnya tidak bisa diprediksikan. Pada beberapa rumah sakit. Kualitas reduksi dikonfirmasikan dengan X ray. Slng ini bisa ditambahkan sehingga garis akhir fraktur pada ruang vertical. Lutut dapat difleksikan dengan menggunakan splint fleksi Pearson yang ditempelkan ke splint Thomas pada daerah lutut. Untuk fraktur femur pin Denham melalui tibia proksimal. Hal ini segaris dengan panjang aksis tungkai di kaki dari tempat tidur. Fraktur Femur Pada Orang Dewasa Hal ini membutuhkan pin skeletal.Anak lebih besar dengan fraktur femur dapat ditangani dengan traksi kulit dengan splint tHomas. Yang paking kuar melewat jarak splint Thomas dan bagian dalam melaluinya. Fleksi lutut yang diinginkan dapat dijaga dengan tali pada akhirnya dibawa dari splint tHimas ke Perlengketan Pearson. Tungkai dengan splint Thomas ditahan dari puncak dengan maksut berat berlawanan. Sling Master merupakan strip flannel yang diarahkan kedistal fraktur. atau bahkan kalkaneus dapat digunakan. Tali dari pengikat di ikat hingga akhir dar splint tHomas. Splint Thomas ditahan dari Frame Balkan. Frame ini ditempelkan ke tempat tidur. pn Denham merupakan pin yang paling sering digunakan. Cincin dari splint Thomas harus membuat pembersihan dua jari pada semua sisi. Perpndahan-Fraktur Femur Proksimal  Prox. Femur – Flexion  Prox. traksi dbuat seimbang dengan sisitem katrol pada tungkai horizontal frma Balkan untuk membuat pasien dapat menggerakkan tungkainya. Hal ini merotasikan kaki secara internal. Sebagaimana halnya dnegan anak-anak. Meninggikan kaki dari tempat tidur beberapa sentimeter memberikan tahanan counter untuk mencegah pasien terdorong secara distal dari tempat tidur oleh traksi longitudinal. (periksa apakah cocok dengan mencoba pada kaki yang sehat) diaplikasikan. Pada beberapa keadaan femur distal. Pengikatan kulit diaplikaskan dan splint Thomas dipasangkan. Satu dari splint master dibawah fraktur. Hal ini melawan trakian dari otot paha. Pada semua kasus diawali dengan 7 kg (atau 10% berat badan) pada panjang aksis femur. Tali dari pin Denham apakah harus diikat secara distal ke splnt tHomas (traksi statis) atau mereka dapat dinaikkan melalui katrol pada akhir dari frame Balkan (traksi dinamis). Ia mempunyai porsi tengah ulir yang dijaganya pada tibia. Traksi longitudinal menggunakan tekanan pada sudut dan berat yang lebih jauh ditempatkan melalui katrol dari frame Balkan. Garis Splint Thomas Splint Thomas harus digariskan dengan menitikkan pada frma belakn searah dengan fragmen proksimal. Tekanan yang benar pada sling ini akan menggarisi fraktur pada sisi lateral. Perlawanan ini bertindak sebagai tahanan reaktif dari sudut yang digenerasikan oleh traksi kulit.dicoba pada kaki yang sehat untuk dicocokkan sebelum diaplikasikan. Selalu memasukkan dari lateral ke medial pada tibia proksimal. Traksi Servikal . Tiga sling flannel diamankan dengan keamanan pin dibawah paha. Simpul dari akhir splint Thomas dilonggarkan. Traksi longitudinal membuthkan tambahan setiap haru pada minggu pertama. Tidak seperti orang dewasa lutut harus dijaga lurus pada splint Thomas. Femur – Abduction  Frame Garis – Flexion & Abduction Fraktur mid shaft dijaga tetap relative sebagaimana otot proksimal dan distalnya seimbang Perpindahan Fraktur Femur Distal  Angulasi Posterior – dorongan dari gastrocnimeus  Sousi – fleksi lutut sejauh mungkin Block Tempat Tidur (bed block) Bed Blocks harus ditempatkan dibawah kaki dengan semua tipe traksi diatas. Splint tHomas.

5 kg untuk kepala dan 12 kg untuk setiap vertebra  Arah netral segars dengan meatus auditorius  Diperlukan Fleksi – tinggikan katrol  Dperlukan Ekstensi – gunakan matras dobel yang berakhir pada bahu Komplikasi dari Traksi Cervical  Perdarahan arteri temporalis  Tekanan sangat sakit pada tulang  Sepsis – dari kulit ke abses subdural  Perburukan status neurologis  Mata juling dari jatuhnya nervus kranialis ke 6 Kontraindikasi Penjepit tulang kepala  Anak-anak  Sepsis Lokal  Fraktur tulang kepala Metode dobel matras merupakan cara yang efektif untuk memperluas leher. . Pasien harus tidak mempunyai rasa nyeri ketika leher difelksikan ataupun diekstensikan. Jangan pernah menempatkan katrol kepala terlalu rendah sebagaimana tekanan dapat dihasilkan pada occciput. Indikasi termasuk terapi konservatif dari fraktur servik dan dislokasi.Halter Traction Traksi halter digunakan untuk traksi servikal jangka pendek. tetapi mempunyai spasme otot leher. gambaran fleksi ekstensi dapat diperlukan untuk menyingkirkan instabilitas yang serius dari tulang servikal. . Penggunaannya meliputi cedera leher minor tanpa kejelasan adanya fraktur contoh spasme otot leher. Anak dengan fraktur servikal juga dapat ditangani dtanpa pin skeletal sebagaimana tulang mereka terlalu rapuh terhadap pin. Aplikasi Caliper Cones  Cukur rambut dibawah area telinga  Anastesi Lokal  Hindari Masseter  Hindari arteri temporal  Insisi kecil dibawah telinga segars dengan meatus auditorius  Kaitkan pada pin hingga perforasi dari tulang luarl  Ikat pada tali Arah dan Berat  Tahanan – 2. Jika gejala neurologis seperti paraesthesia timbul maka X-Ray tidak perlu dilakukan. Masalah dengan Traksi Halter  Tidak nyaman  Nyeri di Tempero-mandibular  Kontraoindikasi pada fraktur mandibula  Sulit untuk mengontrol fleksi dan ekstensi Fleksi Extensi X Ray Cervical Jika pasien mempunyai x-ray cervical yang normal. Traksi Skeletal Pada cedera servikal yang lebih serius. Pasien yang dimasukkan dan ditempatkan dalam traksi Halter hingga leher bebas dari spasme otot. Traksi Halter merupakan cara yang baik untuk meredakan spasme sebelum X-Ray dapat dilakukan. terutama pada pasien yang tdiak sadar. penjepit tulang kepala seperti caliper Cones diinndikasikan. terapi conservative dari lesi di diskus servikal.

Reduksi dari Dislokasi Facet Traksi skeletal terhadap tulang tengkorak dapat digunakan untuk mengurangi dislokasi faset servikal. Hal ini membuat pembengkakan sisi sebelahnya. Metode Traksi Lain Traksi Dunlop Penggunaan utama dari Traksi Dunlop adalah untuk maintenance reduksi fraktur supracondylus humerus pada anak. . Sebagai tambahan dari kepala femur dapat mempengaruhi acetabulum (dislokasi fraktur sentral) dengan maksud manipulasi dibawah anastesi. sebuah manipulasi bagaimanapun tetap akan diperlukan Traksi Pelvis untuk Nyeri Pinggang Pad skiatik dan penyembuhan pinggang lain dari nyeri dapat dicapai dengan maksud traksi pelvis. Reduksi ini dapat dijaga dengan membuat traksi lateral dari pin yang ditempatkan pada wilayah intertrochanter. Traksi dapat digunakan dalam hal ini hanya untuk beberapa jam. Dengan maksud bantal dibawah lutut. Traksi ditempatkan disepanjang aksis lengan bawah sebagaimana sudut kanan dari humerus dengan sling ditempatkan disekitar lengan atas. Traksi diaplikasikan ke pengikat pelvis dengan berat melebihi akhir tempat tidur. Dokter yang ada harus memeriksa tanda neurologis. Jangan bergantung pada metode ini untuk mengurangi fraktur supracondylar. sebagaimana halnya dengan lutut. berat tersebut dpindahkan hingga 20 kg. Traksi Asetabulum Pada terapi konservatif dari fraktur acetabulum. metode traksi in merupakan alternative terhadap metode invasive seperti percutaneous K-wires. Traksi kulit ditempatkan pada lengan bawah dan frame khusus digunakan pada sisi tempat tidur.5 kg berat. pinggul difleksikan mendekati sudut 90 derajat. Setelah setiap penambahan 2. Bed blocks dibutuhkan untuk sisi lateral (fraktur ditinggikan) dari tempat tidur. traksi longitudinal pada panjang aksis tungkai seringkali digunakan. Jika fraktur supracondylar tidak dapat dikurangi hingga dibawah 90 derajat fleksi siku. leher dalam keadaan ekstensi dan berat maintenance kemudian digunakan. Traksi Dunlop  Fraktur supracondylar pada anak  Membuat Siku bengkak menjadi tenang kembali  Dikontraindikasikan [ada fraktur terbuka dan defek kulit. Jika ada perubahan neurologis. Berat biasanya ditambahkan secara serial sementara leher diposisikan fleksi. Setelah reduksi. Hal ini memperpendek nervus skiatika dan meredakan nyeri. X-Ray lateral diambil untuk membedakan reduksinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful