Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

PEMBUATAN PETUNJUK MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DIGITAL 1 DENGAN MENGGUNAKAN KIT TRAINER BERBASIS CBL Oleh : Bayu Pamungkas Proyek Akhir ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Madya (A.Md.) Di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Disetujui oleh : Tim Penguji Proyek Akhir : 1. ________________________ NIP. DosenPembimbing: 1. Ir. Anang Budikarso, MT NIP.131.793.744

2. ________________________ NIP.

2. Ir. Prima Kristalina, MT NIP. 131.916.852

3. ________________________ NIP.

Mengetahui : Ketua Jurusan Telekomunikasi

Drs. Miftahul Huda, MT NIP. 132.055.257

ii

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

ABSTRAK Com3Lab merupakan suatu modul praktikum elektronika digital yang didesain untuk mendukung proses pembelajaran dan membantu pelatihan di bidang teknik elektrik dan elektronika. Com3Lab adalah solusi yang ideal karena modul Com3Lab menggunakan animasi dan eksperimen nyata untuk menggambarkan desain-desain rangkaian Elektronika Digital. Com3Lab terdiri dari master unit dan modul berbeda yang mencakup pokok-pokok masalah pada bidang teknik elektrik dan elektronika. Setiap satu modul disertai papan eksperimen dan multimedia software. Untuk merancang suatu rangkaian percobaan pada Com3Lab diperlukan seperangkat Personal Computer (PC), alat ukur, function generator, dan power supply yang sudah terintegrasi dalam master unit. Pada proyek akhir ini dititikberatkan pada pembuatan buku petunjuk modul praktikum dengan menggunakan kit trainer Leybold Com3Lab karena pada dasarnya belum ada buku panduan untuk mempermudah pembelajaran mengenai cara pengoperasian modul Com3Lab ini. Modul praktikum yang dapat digunakan dengan trainer ini secara garis besar adalah tentang Gates,Boolean,Adder,Mux/Demux,Multiplier dan Coding, Hasil yang diharapkan membuat buku petunjuk praktikum Elektronika Digital 1 dan membuat data hasil percobaan .

Kata kunci : Com3Lab, Master Unit, Rangkaian kombinasi..

iii

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

ABSTRACT Com3Lab is the new multimedia desktop laboratory has been design to support you an occasional and advance training in the area of electrical engineering and electronics. The Com3Lab is the ideal solution because Com3Lab use animation and real experiment to depicting electrical principals. Com3Lab consist of the master unit and different courses covering subject from the area of electrical engineering and electronics. One courses comprises an experiment board and the corresponding multimedia software. To set up a Com3Lab workstation you need an additional to the Com3Lab, a multimedia capable PC, measuring instrument, function generator and the power supply are integrated in the master unit. In this final project presents the making of the guide book for this module because there is no guide book for this module to make the easier operation. In this book there are several theory about Electronic Digital 1 based on the experiment that we do. Key word : Com3Lab, Master Unit, Software

iv

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam perancangan dan pembuatan buku Proyek Akhir ini. Juli 2007 Penulis v . sehingga penulis dapat menyelesaikan Proyek Akhir dengan judul : PEMBUATAN PETUNJUK MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DIGITAL 1 DENGAN MENGGUNAKAN KIT TRAINER BERBASIS COM3LAB Proyek Akhir ini disusun bertujuan guna untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk dapat menyelesaikan studi di Jurusan Teknik Telekomunikasi di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya. Surabaya. karena itu besar harapan penulis untuk mendapatkan saran dan kritik dari pembaca.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya.

MT. dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan proyek akhir ini. MT. 2. Bapak dan ibuku tercinta yang tak henti-hentinya memberiku support moril maupun materil. 8. Maaf tidak bisa menyebutkan satu persatu. Terima kasih atas bimbingan. Digital Communication yang telah memberikan fasilitas. selaku Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 3. vi . Ir. selaku kepala Lab. 6. Bapak Dr. masukan. Miftahul Huda. Terima kasih untuk keluarga besar Telkom B 2004 atas segala doa. Semua pihak yang membantu dalam mengerjakan proyek akhir ini sampai selesai. selaku Ketua Jurusan Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. semangat. Bapak Ir. selaku dosen pembimbing dalam pembuatan proyek akhir ini. MT. dan dukungannya selama ini. dan pengarahannya selama saya mengerjakan proyek akhir ini. 5. There is not enough room on this page to thank everyone. Prima Kristalina. MT. Titon Dutono. bantuan. Thank for sak dulur lab komunikasi digital 7.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segalah berkah. Penulis juga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada : 1. Ibu Ir. but there will always be enough room in my heart. dan Ibu Ir.Eng. 4. Bapak Drs. sarana dan prasarana yang lengkap. M. motivasi. karunia. Prima Kristalina. Anang Budikarso.

...... Daftar Gambar .. Abstrak I .......................................... 2..........2 Definisi-definisi .......................3................ 1....6 Penyederhanaan fungsi logika dengan K – MAP ...............................3 Operasi-operasi Logika Dasar ....................Gerbang Logika (logic gates) ....... ii iii iv v vi vii x xii 1 1 2 2 2 2 2 3 4 5 5 5 5 6 6 6 7 7 8 8 9 14 17 17 19 22 22 vii ...................... 2..............7.....5 METODOLOGI ................ 2............. 2............................ 2..4 TUJUAN DAN MANFAAT .. 2.... 1.......... 2............................................... 1... Abstrak II ....Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab DAFTAR ISI Cover Pengesahan ........6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN...........1 Penyelesaian Logika dan Tabel Kebenaran dengan menggunakan metode SOP dan POS ..1 Umum ..........3.......................................3.............. 2.............5 Operasi NOR ....................................................................3 BATASAN MASALAH ............ 1............. 1. 2.............. 2....................2 Operasi AND ......................3 Gerbang .........3......................................3.. Bab II TEORI PENUNJANG ............................................. 2.2 PERUMUSAN MASALAH .......................6...1 Operasi Invers .. Kata pengantar ...........6 Operasi XOR ................................. Daftar Isi ........................... 1.1 Tujuan Umum ....................7 Tabel Kebenaran .. 2........1 LATAR BELAKANG ...................3.........5 Transistor – Transistor Logic ...... Ucapan Terima kasih .............. 1....1 Half Adder ... Daftar Tabel ..... Bab I PENDAHULUAN . 2...... 2...3................4 Opersai NAND .2 Tujuan Khusus ..4. 2................... 1....4...........4 Aljabar Bolean .............3 Operasi OR ..... 2. 2............7 Aplikasi Rangkaian Kombinasional ............

........ 22 25 28 29 30 32 32 33 34 35 37 37 37 43 43 44 45 47 48 49 50 51 51 53 53 54 55 56 56 57 58 59 59 60 61 62 63 64 64 viii .........2............... 5............3 Multiplexer ...........1................................3 TTL-NOT ...... 2...2... 5................1.. 4............1 Mahasiswa pertama ......5 Mahasiswa kelima .................1 Fault Simulation ... 4.......................8.. 4...9 Demultiplexer .....................1.....1. 3.1..8 Multiplexer ........................................ 5.......5 Seven Segment .......................3 KV Diagram .....................4 Mahasiswa keempat ................. 4......2 Logic Operations ..3 PAL (Progamable Array Logic) ....... 4....2 Analisa ........ 4....................... 2......................... 4...... 2.... 2....8.7 Full Adder .....4 TTL-XOR .............. 4...............2 Full Adder ......... Bab IV Analisa dan Pengujian Sistem ................................................1 Transisor – Transistor Logic ..............7..................... 4.......... 2...... 3.....1 PLA (Progamable Logic Array) ........7...............1 Pendahuluan .... 4... 2. 4.. 4.....5 1 to 16 demultiplexer ..6 Decoder ...... 2.............. 5...7.........7.3 Mahasiswa ketiga .......................2 Mahasiswa kedua ..4 Coding ..........4 PROM (Progamable Read Oly Memory) .............1 De Morgan’s Law ........1.2..............1......2 TTL-NAND .3 Assosiative Law .......... Bab III Perancangan Sistem . 4.......................................1........ 4................... 5....6 Half Adder ....8........... 5......Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2....................4 Distributive Law ......... 4...............2 Desain Pembuatan Petunjuk Praktikum .......... 4................1............. 2......4 Demultiplexer ...1 Analisa Pada Lembar Spervisor .......8 Aplikasi Lanjut Logika Kombinasional ...................................1 TTL-AND ........................... 5.......8............................. 4.....2 FPLA (Field Progamable Array Logic) .................2 TTL-OR ..2............. 2...................7....... 5..........................

......... ..........2 Saran Daftar Pustaka ..................... ...................1 Kesimpulan 5....... 67 67 67 68 ix ...............................Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Bab V PENUTUP 5.... ..................

3 Gerbang OR 2 input Gambar 2.12 K-Map 4 variabel Gambar 2.16 Rangkaian Full Adder Gambar 2.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.4 Course overview Gambar 3.1 Rangkaian AND 10 11 11 12 12 13 13 16 16 17 18 18 19 21 22 24 24 25 26 26 28 29 29 30 32 33 33 34 35 38 39 39 40 40 44 x .25 Rangkaian 1 to 8 decoder Gambar 2.17 Rangkaian Full Adder dari 2 Half Adder Gambar 2.20 Rangkaian Multiplexer 4 X 1 Gambar 2.23 Simbol Demultiplexer Gambar 2.1 Flowchart alur percobaan Gambar 3.4 Gerbang NOT Gambar 2.29 PAL yang mempunyai 3 input dan 4 output Gambar 2.22 Rangkaian multiplexer Gambar 2.10 IC SN74LS00 Gambar 2.2 Gerbang AND 2 input Gambar 2.24 Rangkaian 1 to 16 demultiplexer Gambar 2.8 Rangkaian logika OR Gambar 2.5 Gerbang NAND Gambar 2.19 Symbol multiplexer Gambar 2.30 PROM mempunyai 16 word (4 bit) Gambar 3.2 Pesan jika terjadi kesalahan Gambar 3.1 Jenis-jenis gerbang logika dasar Gambar 2.3 Tampilan masukkan nama User Gambar 3.13 K-Map untuk POS 3 variabel Gambar 2.9 Rangkaian lengkap Gambar 2.6 Gerbang NOR Gambar 2.5 Beberapa percobaan yang tersedia Gambar 4.27 Blok diagram PLA Gambar 2.14 Rangkaian Kombinasionalnya Gambar 2.26 Dekoder 2 ke 4 Gambar 2.18 Blok Diagram Full Adder Gambar 2.15 Rangkaian Half Adder Gambar 2.7 Gerbang XOR Gambar 2.28 FPLA yang mempunyai 3 input dan 4 output Gambar 2.11 K-Map 3 variabel Gambar 2.

24 Tampilan grafik Com3Lab SUpervisor Gambar 4.14 Rangkaian Coding Gambar 4.4 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab Gambar 4.2 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab Gambar 4.3 Rangkaian OR Gambar 4.11 Rangkaian Assosiative Law Gambar 4.7 Rangkaian XOR Gambar 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 4.20 Lembar Supervisor Gambar 4.18 Rangkaian Multiplexer Gambar 4.10 Rangkaian NAND Gambar 4.16 Rangkaian Half Adder Gambar 4.6 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab Gambar 4.17 Rangkaian Full Adder Gambar 4.22 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor Gambar 4.13 Tampilan kv diagram pada Com3Lab Gambar 4.12 Rangkaian Distributive Gambar 4.19 Rangkaian Demultiplexer Gambar 4.21 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor Gambar 4.23 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor Gambar 4.9 Rangkaian De morgan’ law Gambar 4.8 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab Gambar 4.5 Rangkaian NOT Gambar 4.25 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor 45 46 46 47 47 48 48 50 51 52 53 53 54 55 55 56 56 57 58 59 60 61 62 63 xi .15 Rangkaian Seven segment Gambar 4.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.6 Tabel opersai XOR Tabel 2.10 Tabel kebenaran Full Adder Tabel 2.9 Tabel kebenaran metode POS Tabel 2.11 Tabel kebenaran SOP Tabel 2.9 Tabel kebenaran Half Adder Tabel 2.5 Tabel opersai NOR Tabel 2.3 Tabel opersai OR Tabel 2.13 Tabel kebenaran decoder 2 ke 4 Tabel 4.2 Tabel opersai AND Tabel 2.12 Tabel kebenaran 1 to 8 decoder Tabel 2.2 Tabel fungsi Q = 0 Tabel 4.4 Tabel opersai NAND Tabel 2.3 Tabel fungsi Q = A /\ B 6 6 7 7 8 8 9 20 20 22 23 23 27 31 32 44 49 49 xii .11 Tabel K-Map Full Adder Tabel 2.1 Tabel kebenaran TTL-AND Tabel 4.8 Tabel kebenaran metode SOP Tabel 2.7 Tabel kebenaran fungsi F = AB’C + ABC’ Tabel 2.1 Tabel opersai invers Tabel 2.

kita akan mendapatkan report error yang memberitahukan letak kesalahan tersebut.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab BAB I PENDAHULUAN 1. 1 . Elektronika Digital memberikan kemudahan dalam mendapatkan performansi dalam sistem dinamik. Banyak barang baru yang dapat dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia. mempertinggi laju produksi. maka sebagian besar insinyur dan ilmuwan sekarang harus mempunyai pemahaman yang baik dalam bidang ini. Dengan menggunakan modul kit trainer ini kita akan dipandu untuk membuat rangkaian yang benar. meniadakan pekerjaan-pekerjaan rutin dan membosankan yang harus dikerjakan oleh manusia. Semua orang yang bekerja dalam bidang elektronika. Kelebihannya adalah kita dipandu dalam bentuk animasi dalam membuat desain rangkaian. Dahulu semua pekerjaan manusia dikerjakan secara manual. mempertinggi kualitas. kini dengan adanya rangkaian elektronika digital pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih mudah dan efisien. dan lain sebagainya. Karena kemajuan dalam teori dan praktik. Dengan adanya Computer Based Learning (CBL) dalam modul kit trainer Com3Lab maka kita dapat melakukan percobaan mengenai elektronika digital secara mandiri tanpa adanya bantuan dari dosen pembimbing maupun pengajar. Modul kit trainer Com3Lab dipilih karena mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan modul yang lain.1 LATAR BELAKANG Perkembangan dunia elektronika berkembang dengan pesat seiring dengan berjalannya waktu. terdapat report error bila terjadi kesalahan dalam pembuatan desain rangkaian. sekarang harus memahami tentang elektronika digital. Untuk itu dibuat buku petunjuk praktikum Elektronika Digital 1 dengan menggunakan modul kit trainer Com3Lab karena pada dasarnya belum ada buku panduan untuk mempermudah pembelajaran mengenai cara pengoperasian modul kit trainer Com3Lab ini. Apabila terdapat kesalahan dalam pemasangan rangkaian. khususnya mahasiswa Politeknik. dan menurunkan biaya produksi.

4. • Pembuatan petunjuk modul trainer com3lab praktikum tidak mengarah pada pembuatan hardware.3 BATASAN MASALAH Permasalahan yang harus diselesaikan pada proyek akhir ini adalah dibatasi pda hal-hal sebagai berikut: • Melakukan percobaan-percoban yang terdapat pa da modul kit trainer com3lab. karena belum ada buku petunjuk dengan menggunakan kit trainer ini.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 1.4 TUJUAN DAN MANFAAT Tujuan dari proyek akhir ini terbagi menjadi beberapa sub bab diantaranya sebagai berikut : 1.2 Tujuan Khusus Untuk membuat buku petunjuk modul praktikum Elektronika Digital 1 dengan menggunakan kit trainer Com3Lab. Untuk membuat buku petunjuk modul praktikum tersebut maka akan dicoba jenis-jenis praktikum sistem kombinasional dengan menggunakan modul kit trainer Com3Lab. • Kombinasi rangkaian experimen sesuai dengan topik yang diteliti. • Pengujian pada rangkaian-rangkaian eksperimen yang telah ada pada modul kit trainer com3lab. 1.2 PERUMUSAN MASALAH Dalam membuat petunjuk praktikum tentang elektronika digital 1 sebelumnya harus mengetahui dasar-dasar teori rangkaian kombinasional . 1. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat terwujud suatu petunjuk praktikum yang sesuai prosedur percobaan dengan 2 . 1.4.1 Tujuan Umum Untuk melengkapi persyaratan akademis pada jurusan teknik telekomunikasi di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS guna gelar Ahli Madya Politeknik.

Petunjuk praktikum ini dapat digunakan sebagai bahan referensi. dilakukan langkahlangkah sebagai berikut : • Mempelajari konsep-konsep tentang elektronika digital. Petunjuk praktikum ini dapat digunakan oleh semua orang yang ingin belajar Elektronika Digital dengan menggunakan kit trainer Com3Lab. sehingga didapat karakteristiknya. maka akan mempermudah kita dalam memahami modul Com3Lab ini. dan rujukan petunjuk praktikum Elektronika Digital 1. Dengan mempelajari konsep elektronika digital.5 METODOLOGI Untuk menyelesaikan proyek akhir ini.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab menggunakan kit trainer Com3Lab untuk modul Elektronika Digital 1. 1. informasi. • Membuat petunjuk modul praktikum Elektronika Digital 1 3 . • Mengobservasi atau mempelajari modul kit trainer Com3Lab (peripheral trainer kit Com3Lab). • Mencoba rangkaian-rangkaian eksperimen yang telah ada pada tutorial Com3Lab dan mengujinya (running).

BAB V PENUTUP Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dari pembahasan bab-bab sebelumnya dan saran-saran serta beberapa kemungkinan pengembangan dan penyempurnaan proyek akhir ini.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN Buku proyek akhir ini terdiri dari 5 (lima) bab. Teori dasar tentang elektronika digital 1. 4 . BAB II TEORI PENUNJANG Memberikan teori dasar untuk menyelesaikan proyek akhir ini. BAB IV HASIL ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan tentang proses pengujian dan hasil analisa terhadap sistem yang telah dibuat supaya diketahui hasil yang tepat sesuai dengan tujuan yang ditetapkan . perumusan masalah. BAB III PERANCANGAN SISTEM Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan rangkaian kombinasional yang ada pada modul com3lab serta rangkaian-rangkaian pendukung.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 1. dimana masingmasing bab mempunyai kaitan satu sama lain. dan metodologi. yaitu : BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan secara singkat latar belakang. batasan masalah. tujuan.

Tabel kebenaran berisi statemen-statement yaitu: Benar dilambangkan dengan huruf “T” kependekan dari “TRUE” atau bisa juga dilambangkan dengan angka 1.3 OPERASI-OPERASI LOGIKA DASAR Ada beberapa operasi-operasi dasar pada suatu rangkaian logika dan untuk menunjukkan suatu perilaku dari operasi-operasi tersebut biasanya ditunjukkan dengan menggunakan suatu tabel kebenaran. Dimana keunggulan system digital mudah dalam mendisain maupun dalam penyimpanan informasi.juga bias mekanik.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab BAB II TEORI PENUNJANG 2. magnetic tape recording. dapat dibuat dalam chip IC.magnetic atau pneumatic contoh. system telepon. Sebelumnya mengacu pada sistem analog yang terdiri dari sejumlah peralatan untuk memanipulasi besaran fisik yang dinyatakan dalam bentuk analog.2 DEFINISI-DEFINISI Pada bagian-bagian ini akan didefinisikan istilah-istilah yang diperlukan untuk menjelaskan sistem elektronika digital. komputer. dan video digital. audio. kalkulator. Dimana operasi-operasi logika adalah sebagai berikut : 5 . ketepatan tinggi. audio amplifier. lebih tahan terhadap noise. pengoperasiannya dapat diprogram. Salah dilambangkan dengan huruf “F” kependekan dari “FALSE” atau bisa juga dilambangkan dengan angka 0. 2.1 UMUM Pada bab ini akan dibahas mengenai dasar teori tentang hal-hal yang berhubungan dengan elektronika digital 1 diantaranya adalah: Konsep dasar sistem digital yang terdiri dari kombinasi dari sejumlah peralatan yang didesain untuk memanipulasi informasi logika atau besaran fisik yang dinyatakan dalam bentuk digital yang nilainy berupa nilai-nilai diskrit sebagian besar berupa peralatan elektronik. switch lampu. Mengubah input analog menjadi bentuk digital dengan melakukan pemrosesan informasi digital lalu ubah kembali output digital ke dalam bentuk analog 2. Besarannya bias bervariasi dalam rentang nilai kontinyu contoh.

3.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2. Sehingga operasi ini dapat ditabelkan sebagai berikut : 6 .2 Tabel opersai AND A 0 0 1 1 Ekspresi AND : Y .1 Operasi INVERS Operasi invers ini dilambangkan dengan tanda “ ” diatas variabel atau tanda single apostrope “ ‘ ” .1 Tabel opersai invers A 0 1 Ekspresi INVERS : Y = B 1 0 A 2.3 Operasi OR Operasi OR dilambangkan dengan PLUS (+). Operasi ini hanya akan menghasilkan nilai benar jika salah satu variabelnya bernilai benar.3.3.). operasi ini dapat ditunjukkan dengan tabel kebenaraan sebagai berikut : Tabel 2. Operasi invers ini akan mengubah logic benar/1 menjadi logic salah/0 dan begitu pula sebaliknya akan mengubah logic salah/0 menjadi logic benar/1. Sehingga operasi ini dapat ditabelkan sebagai berikut : Tabel 2. Operasi ini hanya hanya akan menghasilkan nilai benar jika kedua variabel bernilai benar.2 Operasi AND Operasi AND dilambangkan dengan DOT (. B A 0 1 0 1 Y 0 0 0 1 2. selain itu akan bernilai salah.

4 Operasi NAND Operasi NAND dilambangkan dengan DOT (. Operasi ini hanya akan benar jika salah satu inputnya bernilai 1.B 2.3. Tabel 2.3 Tabel opersai OR A 0 0 1 1 Ekspresi OR: Y = A + B B 0 1 0 1 Y 0 1 1 1 2. 7 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Tabel 2.4 Tabel opersai NAND A 0 0 1 1 Expresi NAND : Y = B 0 1 0 1 Y 1 1 1 0 A. jika kedua inputnya bernilai 1 operasi tidak diperbolehkan (dont care). Operasi ini hanya akan benar jika kedua inputnya sama dengan 0.) dan BAR ( ).3.5 Operasi NOR Operasi NOR dilambangkan dengan BAR ( ) dan PLUS ( + ).

5 Tabel operasi NOR A 0 0 1 1 Expresi NOR : Y = B 0 1 0 1 Y 1 0 0 0 A+ B 2. Untuk mempermudah memahami ikuti contoh dibawah ini : 8 . Ada kalanya suatu kasus logika ditunjukkan oleh suatu fungsi logika atau suatu tabel kebenaran.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Tabel 2.6 Operasi XOR Operasi XOR dilambangkan dengan PLUS ( ⊕ ).6 Tabel opersai XOR A 0 0 1 1 Expresi XOR : Y = A B 0 1 0 1 Y 0 1 1 0 ⊕B 2. Operasi ini hanya akan benar jika salah satu inputnya bernilai 1.3.7 Tabel Kebenaran Tabel kebenaran adalah tabel yang menunjukkan kombinasi input beserta outputnya pada suatu kasus logika.3. TABEL KEBENARAN berguna sekali untuk menganalisa suatu fungsi logika. jika kedua inputnya bernilai 0 operasi tidak diperbolehkan (dont care) Tabel 2.

9 .gerbang eksklusif NOR .gerbang OR dan gerbang NOT . Gerbang Logika beroperasi dengan bilangan biner.gerbang NOR .Empat gerbang logika lain dapat dibuat dari gerbang-gerbang dasar ini. Semua sistem digital disusun dengan hanya menggunakan tiga gerbang logika dasar: gerbang AND. yakni : gerbang NAND .3 GERBANG-GERBANG LOGIKA (LOGIC GATES) Gerbang-gerbang logika yang khususnya dipakai di dalam komputer digital.dibuat dalam bentuk IC (Integrated Circuit) yang terdiri atas transistor-transistor.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Contoh : Tunjukkan nilai kebenaran dari suatu fungsi : F = AB’C + ABC’ Tabel 2.gerbang eksklusif OR .diode dan komponen-komponen lainnya.7 Tabel kebenaran fungsi F = AB’C + ABC’ A 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 C 0 1 0 1 0 1 0 1 B’ 1 1 0 0 1 1 0 0 C’ 1 0 1 0 1 0 1 0 AB’C 0 0 0 0 0 1 0 0 ABC’ 0 0 0 0 0 0 1 0 AB’C ABC’ 0 0 0 0 0 1 1 0 + 2. Tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah High (berarti "1" atau"+5V") atau Low(berarti "0" atau " 0 V " ). karenanya disebut Gerbang Logika Biner. Gerbang Logika merupakan dasar pembentuk sistem digital.

Jika dilihat dari literatur pabrik. Kelompok logika lain dinamakan berdasar konfigurasi rangkaiannya dan tersedia sebagai suatu IC (Integrated Circuit). I2L (Integrated Injection Logic).TTL). HCT. Low-power TTL (74L/54 L). High-speed TTL (74H/54H). ECL (Emitter-Coupled Logic). dengan menggunakan resistor dan transistor (Resistor Transistor Logic).Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2. Contohnya P-MOS (PositiveMetal Oxide Semiconductor). Umumnya TTL dipilih karena mempertimbangkan kecepatannya. Selain itu juga cukup banyak dipakai keluarga CMOS yang ditandai dengan HC. CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor). atau dengan menggunakan kombinasi transistor (Transistor-Transistor Logic . Schottky TTL (74S/54S). Low-power Schottky TTL (74LS/54LS).1 Jenis-jenis gerbang logika dasar Gerbang-gerbang logika tersebut disusun dengan menggunakan dioda dan resistor (Diode Logic). sedang CMOS disukai karena pemakaian dayanya yang relatif rendah. Yang paling populer adalah keluarga TTL yang dikenal dengan seri 74/54 yang masih terbagi lagi dalam kelompokkelompok: standar (74/54). 10 . AC atau ACT.

2 Gerbang AND 2 input Mengimplementasikan fungsi AND. untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua masukan harus bernilai tinggi.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab akan ditemukan bahwa gerbang NAND merupakan gerbang yang paling banyak tersedia dan digunakan. Dalam gerbang AND. sehingga disebut gerbang universal. Gerbang OR Gambar 2. 2. Pada percobaan ini akan dikenalkan gerbang-gerbang logika dasar dengan memanfaatkan gerbang NAND sebagai gerbang universal. Gerbang NOR sebagaimana gerbang NAND juga merupakan gerbang universal. Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran. Semua rangkaian logika bagaimanapun kompleksnya dapat dibangun hanya dengan gerbang NAND atau hanya gerbang NOR saja. Dan jika salah satu input berlogika 0. 1. maka outputnya akan berlogika 0.Kedua inputnya harus harus memiliki logika 1 agar outputnya berlogika 1. Gerbang AND Gambar 2. Karena itu gerbang NAND sering juga digunakan untuk membangun gerbang-gerbang lain.3 Gerbang OR 2 input 11 .

seperti pada gambar disamping kiri 4. Output gerbang OR berlogika 1jika satu atau lebih dari inputnya berlogika satu. Gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah satu atau semua sinyal masukan bernilai tinggi.5 Gerbang NAND 12 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gerbang OR merupakan penjumlahan kebalikan dari gerbang AND. Gerbang NAND Gambar 2.4 Gerbang NOT Inverter sedikit berbeda dengan gerbang AND dan OR dimana selalu memiliki satu input yang menghasilkan satu output. sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai rendah. Apapun kondisi logika yang diberikan ke input. Gerbang NOT atau Inverter Gambar 2. kebalikan kondisi logika yang akan keluar di output fungsi NOT. sering dibutuhkan dalam banyak aplikasi dan sangat berguna. Sebagai contoh praktis seperti berikut: jika pintu tidak dikunci = anda dapat masuk Fungsi NOT dinotasikan dengan garis horisontal diatas nilai yang akan diinverter. 3.

fungsi XOR sangat menarik dan variasi berguna dari fungsi OR.6 Gerbang NOR Gerbang NOR adalah gerbang OR dimana outputnya dibalik Gerbang NOR memaksa outputnya berlogika 0 jika salah satu inputnya berlogika 1 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gerbang NAND mengimplementasikan fungsi NAND. 6. Jika inputnya sama maka outputnya berlogika 0. Gerbang NOR Gambar 2. 5. Jika salah satu saja inputnya berlogika 0. Gerbang XOR menghasilkan output berlogika 1jika kedua inputnya berbeda. outputnya berlogika 1. 13 . dimana merupakan kebalikan dari fungsi AND.7 Gerbang XOR Exclusive-OR. Gerbang XOR Gambar 2. Kedua inputnya berlogika 1 agar outputnya berlogika 0.

A T2 : Associative Law a. B = B . C) = (A + B) . B ) . A . (A + C) T4 : Identity Law a. A + A = A b.4 ALJABAR BOOLEAN Aljabar Boolean merupakan aturan-aturan dasar hubungan antara variabel-variabel boolean dengan bagian dari matematika yang telah banyak dipergunakan dalam rangkaian digital dan komputer. A + (B . (B + C) = A .1 = 1 P6: 1 . (A . 0 = 0 P3: 1 + 1 = 1 P4: 0 + 0 = 0 P5: 1 . A + B = B + A b. A . 1 = 0 P7: 1 + 0 = 0 + 1 = 1 Theorema Aljabar Boolean T1 : Commutative Law a. (B . 0 = 0 . ( A’ )’ = A T6 : Redundant Law a. (A + B) =A 14 . Dibawah ini adalah bentuk-bentuk dari aljabar boolean: Boolean postulates P1: X= 0 atau X=1 P2: 0 . C) T3 : Distributive Law a. B = A b. A + A . Adapun setiap keluaran dari suatu atau kombinasi beberapa buah gerbang dapat digunakan dalam suatu rangkaian logika yang disebut ungkapan Boole. A . C = A . ( A’ ) = A’ 2. (A + B) + C = A + (B + C) b. A = A T5 : Negation Law 1.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2. B + A . C b. A.Aturan ini digunakan untuk memanipulasi dan menyederhanakan suatu rangkaian logika kedalam bentuk bervariasi.

A=0 T8 : A’ + A = 1 A’ . dot). B T10 : De Morgan’s Theorem B)= A . Fungsi AND dinyatakan dengan notasi titik (. 15 . Fungsi OR dinyatakan dengan simbol plus (+).A=A 1+A=1 0. ( A. sehingga gerbang NOT dengan masukan A dapat ditulis : a. sehingga gerbang OR dengan masukan A dan B dapat ditulis : 3. B = A + B A . . Fungsi NOT dinyatakan dengan notasi garis (overline) pada masukannya. sehingga gerbang AND dinyatakan dengan : Misalkan diketahui suatu persamaan : Dari persamaan di atas dapat digambarkan bagaimana rangkaian yang digunakan agar sesuai dengan persamaan diatas.B ) = A + B Aljabar Boolean mempunyai notasi sebagai berikut : 1. ( A + 2. B b. A = 0 T9 : A + A’ .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab T7 : 0+A=A 1. ( A’ + B ) = A .

B + B . B + B .C Ekspresi Boolean merupakan suatu cara yang baik untuk menggambarkan bagaimana suatu rangkaian logika beroperasi.8 Rangkaian logika OR Untuk persamaan : Y = Jadi : A .9 Rangkaian lengkap Untuk persamaanya : Y = A .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2. B + A . 16 .C Gambar 2.B + A. Dari suatu tabel kebenaran dapat diubah ke dalam ekspresi Boolean dapat dibuat tabel kebenaranya. Tabel kebenaran merupakan metode lain yang tepat untuk menggambarkan bagaimana suatui rangkaian logika bekerja.

untuk seri yang sama seperti seri 74L (low power) seri 74H (high power) dan seri 74S (fast speed). Sebab jika lebih dari 4 variabel kita menggunakan metode Quine Mc 17 .10 IC SN74LS00 Seri 74LS (low power dengan Scottky-clamp diodes). Didalam kenyataan suatu gerbang-gerbang logika ini dikemas dalam suatu IC (integrated circuits). Setiap IC TTL ini mempunyai seri-seri tersendiri yang sudah ditetapkan oleh pabrik. Gambar 2.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah salah satu IC TTL seri 74 yaitu SN74LS00.Penggunaan scottky diodes dengan rangkaian transistor paling banyak memberikan transistor switching tercepat karena waktu propagasinya terpendek.IC TTL ini hanya akan bekerja jika pin-pin power IC tersebut (GND untuk arusminus dan Vcc untuk arus plus) dihubungkan dengan sumber tegangan. 2.sedangkan 74H memboroskan tenaga terbesar dan menangani arus output terbesar.6 Penyederhanaan fungsi Logika dengan K-MAP Salah satu metode penyederhanaan fungsi logika untuk maksimal 4 variabel dapat dilakukan dengan metode K-Map (Karnaugh Map).5 TRANSISTOR-TRANSISTOR LOGIC Selama ini hanya dikenal symbol-symbol suatu gerbang logika.

Adapun contoh penyederhanaan fungsi logika dengan menggunakan K-Map adalah sebagai berikut: Contoh 2.12 K-Map 4 variabel 18 .10: Gambar 2.2: Sederhanakan fungsi logika dengan 4 variabel berikut ini : F = ABC + B D + Maka K-Map akan sebagai berikut : ABC D + AC D + C D Gambar 2. Sehingga K-MAP tersebut akan tampak seperti gambar 2.1: Sederhanakan fungsi logika dengan 3 variabel dibawah ini : F = A B + A BC+ B C + B Karena bentuk dari fungsi diatasadalah SOP maka pada matrik K-Map diletakkan angka 1.11 K-Map 3 variabel Sehingga dari K-Map tersebut didapat penyederhanaan fungsi sebagai berikut : F=A+B Contoh 2.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Cluskey.

( A + C ) .13 K-Map untuk POS 3 variabel Dimana hasil penyederhanaan K-Map adalah : F=( A + B).6.Seperti yang telah dijelaskan diatas.12 : Gambar 2. ( B + C ) Karena bentuk fungsi diatas adalah POS. maka kita tempatkan pada KMap.1 Penyelesaian Logika dari Tabel Kebenaran dengan SOP dan POS dengan Menggunakan Metode Implementasi Rancangan Rangkaian Logika. 19 . Dengan adanya tabel kebenaran dapat ditentukan mana diantara metode yang paling efisien untuk diimplementasikan.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Sehingga dari K-Map tersebut didapat penyederhanaan fungsi sebagi berikut : F= C D + C D + B D + ABC Contoh 2.3: Sederhanakan fungsi logika dengan 3 variabel berikut ini : F = ( A + B + C) . Sehingga K-Map akan tampak seperti gambar 2.( B + C). Jika diberikan suatu tabel kebenaran dari suatu kasus maka kita bisa menggunakan metode SOP atau POS untuk merancang suatu rangkaian kombinasionalnya. Untuk menentukan suatu rancangan biasanya dikehendaki suatu rancangan yang paling efisien.( A + C) 2.

Sehingga K-Map akan berbentuk: Tabel 2.8 Tabel kebenaran metode SOP A 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 C 0 1 0 1 0 1 0 1 OUTPUT 0 0 1 0 1 1 1 1 Karena output dengan nilai 0 lebih sedikit maka digunakan metode POS. maka bisa ditentukan bahwa metode SOP yang lebih efisien.9 Tabel kebenaran metode POS Fungsi logika dari hasil K-Map tersebut adalah : F=(A+B).Dibawah ini adalah contoh rangkaian kombinasional untuk mengimplementasikan tabel kebenaran : Tabel 2. Jika jumlah output yang mempunyai nilai 0 lebih sedikit dari jumlah output yang mempunyai nilai 1. lihat bagian output pada tabel kebenaran tersebut.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Untuk menentukan metode mana yang paling efisien.(A+ C ) 20 .maka bisa ditentukan metode POS yang lebih efisien. Jika jumlah output yang mempunyai nilai 1 lebih sedikit dari jumlah output yang mempunyai nilai 0.

6 ) adalah POS yang mempunyai persamaan : Y = ( A + B + C ).( A + B + C ). C ) = ∑ (2. 3 .3. Contoh : Y ( A .5) Adalah SOP yang mempunyai persamaan : Y = Y ( A . B .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Dari fungsi logika tersebut kita dapat merancang rangkaian kombinasionalnya dari gerbang NOR saja dengan cara memberi double bar kemudian bar terbawah dioperasikan sehingga : Adapun rangkaian kombinasionalnya : Gambar 2.(A+ C ) Tapi terkadang suatu hasil dari tabel disajikan dalam bentuk fungsi.( A + B + C) 21 . Dan akan dikenalkan symbol “ ∑ ” melambangkan operasi SOP sehingga yang ditampilkan adalah output yang mempunyai nilai 1 dan symbol “ ∏ ” melambangkan operasi POS sehingga yang ditampilkan adalah output yang mempunyai nilai 0. B . C ) = A B C + A BC+A B C ∏ ( 2 .14 Rangkaian Kombinasionalnya Untuk persamaan : F (A+B).

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2. Half adder ini dapat dibuat tabel kebenarannya sebagai berikut : Tabel 2.7. Tabel kebenaran untuk full adder adalah sebagai berikut : 22 .1 HALF ADDER Half adder adalah suatu operasi penjumlahan dua bit biner tanpa menyertakan carry-in nya.7 Aplikasi Rangkaian Kombinasional 2.9 Tabel kebenaran Half Adder A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 SUM 0 1 1 0 tersebut CARRY OUT 0 0 0 1 dapat dirancang rangkaian Dari tabel kebenaran kombinasionalnya menjadi: Gambar 2.15 Rangkaian Half Adder Jika kita buat diagram menurut rangkaian kombinasional diatas half adder tersebut menjadi: 2.2 FULL ADDER Adalah operasi penjumlahan dua bit biner dengan menyertakan carry-in nya.7.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Tabel 2.10 Tabel kebenaran Full Adder A 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 CARRY IN 0 1 0 1 0 1 0 1 SUM 0 1 1 0 1 0 0 1 CARRY OUT 0 0 0 1 0 1 1 1 Dengan K-Map kita bisa merancang rangkaian full adernya sebagai berikut : Tabel 2.11 Tabel K-Map Full Adder C = Carry in Sum = A B C + A B C + ABC + A B C Carry out = AB + AC + BC 23 .

16 Rangkaian Full Adder Atau dapat juga rangkaian full adder tersebut dibuat dari 2 buah rangkaian half adder. Sehingga bentuknya menjadi seperti berikut : Gambar 2.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Rangkaian kombinasionalnya : SUM A B C Carry Out Gambar 2.17 Rangkaian Full Adder dari 2 Half Adder 24 .

jika D0 bernilai 1 maka Y akan bernilai 1. Biasanya jumlah inputnya adalah 2m selectornya. Adapun macam dari multiplexer ini adalah sebagai berikut: Multiplexer 4 x 1 atau 4 to 1 multiplexer Multiplexer 8 x 1 atau 8 to 1 multiplexer Multiplexer 16 x 1 atau 16 to 1 multiplexer Dibawah ini adalah symbol dari multiplexer 4 x 1 yang juga disebut sebagai “data selektor” karena bit output tergantung pada input data yang dipilih oleh selektor.18 Blok Diagram Full Adder 2. m selector . Pada multiplexer ini hanya ada satu input yang ditransmisikan sebagi output tergantung dari kombinasi nilai selectornya. Sehingga dapat dikatakan bahwa multiplexer ini mempunyai n input. Input data biasanya diberi label D0 s/d Dn.3 MULTIPLEXER Multiplexer adalah suatu rangkaian yang mempunyai banyak input dan hanya mempunyai satu output. 25 . dapat dipilih salah satu inputnya untuk dijadikan output. Dengan menggunakan selektor. dan 1 output.7.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Rangkaian tersebut dapat dibuat diagram logikanya menjadi : Gambar 2. Misalkan selectornya adalah S1 dan S0 maka jika nilai : S1 S0 = 00 Maka outputnya (diberi label Y) adalah : Y = D0 Jika D0 bernilai 0 maka Y akan bernilai 0.

20 Rangkaian Multiplexer 4 X 1 26 .19 Symbol multiplexer Adapun rangkaian multiplexer 4 x 1 dengan menggunakan strobe atau enable yaitu suatu jalur bit yang bertugas mengaktifkan atau menonaktifkan multiplexer.7.2 dibawah ini: Gambar 2. dapat kita lihat pada gambar 2.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2.

Diberikan suatu kasus sebagai suatu fungsi F : F(A. 6) Dimana parameter fungsi tersebut A. Nah pada bagian ini dikenalkan dengan metode yang ketiga yaitu multiplexer solution. B.11 Tabel kebenaran SOP 27 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Suatu desain dari rangkaian logic biasanya dimulai dengan membuat tabel kebenaran. dimana hal ini menandakan hanya minterm yang mempunyai nilai 1 saja yang diikutkan sebagai parameter. maka dapat dibuat multiplexer 2n x1 dari multiplexer 2n-1x1. Dengan kata lain akan difungsikan multiplexer 2n-1x1 sebagai multiplexer 2nx1. Tanda ∑ beserta parameter berikutnya adalah merupakan bentuk SOP (sum of product). B. 3. Jika dianggap selector sebagai n. Seperti telah diketahui bahwa ada 2 macam metodeyang diterapkan pada tabel kebenaran. dapat dirancang suatu multiplexer 8x1 dari multiplexer 4x1 atau multiplexer 16x1 dari multiplexer 8x1 dan seterusnya. Tabel kebenaran dari fungsi diatas adalah sebagai berikut: Tabel 2. yaitu metode sum of product (SOP) dan metode product of sum (POS). 5. Pada kenyataannya. C ) = ∑ (1. C adalah merupakan selector dari multiplexer dan sisi sebelah kanan fungsi adalah output yang diinginkan dari multiplexer.

2 . 28 . kita dapat mengarahkan input signal ksalah satu outputnya.7. Gambar 2. Dengan menggunakan control signal.4 DEMULTIPLEXER Demultiplexer berarti satu ke banyak. 5 . 6 ) 2. dan n output signal.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2. m control signal.22 Rangkaian multiplexer Untuk aplikasi F = ∑ ( 1. Sebuah demultiplexer adalah suatu rangkaian logicyang mempunyai satu input dan mempunyai banyak output.21 K-Map untuk aplikasi multiplexer Gambar 2.22 mengilustrasikan ide dasar dari demultiplexeryang mempunyai 1 input signal.

maka semua gerbang AND akan disable kecuali gerbang AND terbawah. Jika ABCD bernilai 0000. Kemudian D hanya diransmisikan ke output Y15.23 menunjukkan 1 to 16 demultiplexer. Input diberi label D.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2. maka Y0 bernilai 0. Oleh karena itu bit data D hanya ditransmisikan ke output Y0. Jika input control bernilai 1111. Bit data D ditransmisikan ke output tergantung pada nilai input control ABCD. sehingga Y0=D. maka gerbang AND teratas enable/aktif dan gerbang AND lainnyaakan disable/ tidak aktif. dan Y15=D. Gambar 2. maka Y0 bernilai 1.7. Jika D bernilai 0.24 Rangkaian 1 to 16 demultiplexer 29 .5 1 TO DEMULTIPLEXER Gambar 2.23 Simbol Demultiplexer 2. Jika D bernilai 1.

satu sama lainnya saling eksklusif.6 Decoder Jika diperhatikan decoder ini sebenarnya mirip dengan demultiplexer. Sebagai contoh. karena hanya 1 dari 8 jalur output yang bernilai 1. Amatilah pada variabel output yang mana. circuit logic ini disebut 1 of 8 decoder. karena hanya ada satu output yang bernilai 1 pada satu waktu.7. seperti pada tabel di bawah ini. Input hanya digunakan sebagai data control. Operasi pada decoder dapat dijelaskan lebih lanjut dari hubungan input-output.25 Rangkaian 1 to 8 decoder Dalam hal ini adalah ABC. 30 . Jalur output ditunjukkan dengan minterm yang ekivalen dengan angka biner. maka hanya output Y4 yang mempunyai output 1 dan seterusnya. Gambar 2. Begitu juga jika ABC = 100. Seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas. maka hanya output Y1 yang akan bernilai 1. ketika ABC = 001.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2. denngan satu pengecualian yaitu pada decoder ini tidak mempunyai data input.

Beberapa decoder didisain untuk menghasilkan keluaran low pada keadaan aktif. dimana hanya keluaran low yang dipilih akan aktif sementara keluaran yang lain adalah berlogika 1. sedangkan keluaran yang lain adalah berlogika 0. Setiap n masukan dapat berisi logika 1 atau 0. Dari keadaan aktif keluarannya.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Tabel 2.25 memperlihatkan diagram dari decoder dengan masukan n =2 dan keluaran m = 4 ( decoder 2 ke 4 ). Untuk setiap kombinasi masukan ini hanya satu dari m keluaran yang akan aktif (berlogika 1). decoder dapat dibedakan atas “non inverted output” dan “inverted output”. Gambar 2. 31 . ada 2n kemungkinan kombinasi dari masukan atau kode-kode.12 Tabel kebenaran 1 to 8 decoder Decoder adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang mampu mengubah masukan kode biner n-bit ke m-saluran keluaran sedemikian rupa sehingga setiap saluran keluaran hanya satu yang aktif dari beberapa kemungkinan kombinasi masukan.

26 Dekoder 2 ke 4 Tabel 2.8 Aplikasi LanjutLogika Kombinasional 2.1 PLA (Programmable Logic Array) PLA berisi beberapa buah gerbang AND dan gerbang OR dengan titik-titik hubung input / output tiap titik gerbang berupa matrik yang dapat diprogram oleh pemakai. dan PROM.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2.8. 32 . Ada beberapa jenis komponen yang digolongkan sebagai PLA diantaranya : FPLA. Secara blok diagram PLA berisi dua blok gerbang yaitu blok gerbang AND dan blok gerbang OR seperti gambar dibawah ini.13 Tabel kebenaran decoder 2 ke 4 2. PAL.

Gambar 2.28 FPLA yang mempunyai 3 input dan 4 output 33 .8.2 FPLA (Field Progamable Logic Array) FPLA mempunyai matrik AND dan matrik OR yang masingmasing dapat diprogram seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2.27 Blok diagram PLA 2.

FPLA mempunyai matrik AND dan matrik OR yang keduanya dapat diprogram sehinggga sangat fleksibel. dimana jika didalam IC PLA tanda X( silang ) adalah merupakan dioda skrin. sedangkan yang diperlukan dibiarkan tetap terhubung.3 PAL (Progammable Array Logic) PAL memiliki matrik AND yang dapat diprogram sedangkan matrik OR-nya tetap. 2. Gambar 2.8.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Tanda X( silang ) pada matrik AND dan matrik OR adalah bagian yang dapat diprogram.29 PAL yang mempunyai 3 input dan 4 output Penghilangan matrik dioda skring pada bagian matrik OR dapat menekan biaya pembuatannya. namun fleksibilitasnya hanya berkurang sedikit jika dibandingkan dengan FPLA. dimana saat memprogram kita harus memutuskan dioda skring yang tidak diperlukan. memungkinkan perncang untuk memilih dan memprogram hanya satu bentuk perkalian yang akan digunakan untuk tiap-tiap funsi spesifik. Seperti gambar dibawah ini. Walaupun matrik OR tidak dapat diprogram. Bentuk-bentuk perkalian ini kemudian dapat dipilih untuk dikombinasikan atau dijumlahkan dengan yang lainnya untuk membentuk persamaan logika AND-OR (sum of product term). 34 .

Akan tetapi jumlah variabelnya terbatas karena tiap penanmbahan satu buah input akan mamerlukan gerbang AND dua kali lebih banyak. Ada dua keuntungan jika meggunakan PROM dibandingkan dengan FPLA maupun PAL. yaitu : Karena sering digunakan pada beberapa aplikasi maka PROM dibuat dalam jumlah besar sehingga harganya murah.8. Pada matrik AND susunan matriknya sama dengan susunan dekoder. 35 . Merupakan solusi logika umum dengan kata lai menyediakan seluruh perkalian dari variabel input.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2. Gambar 2.sehinnga untuk matrik AND-nya dapat digantikan dengan dekoder 3 ke 8.4 PROM (Progammable Read Only Memory)PROM Mengandung matrik AND yang tetap dan matrik OR yang dapat diprogram seperti gambar dibawah .30 PROM mempunyai 16 word (4 bit) Pada matrik OR terdapat 32 dioda skring yang dapat diprogram.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Halaman ini sengaja dikosongkan 36 .

kita harus memahami dengan baik teori tentang rangkaian tersebut. 3. Setelah paham cara kerja sistem Com3Lab akan dicoba untuk menguji rangkaian yang ada dalam trainer tersebut. 37 . sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu cara kerja sistem Com3Lab tersebut. akan terdapat panduan sesuai dengan program yang telah terinstal. Com3Lab merupakan suatu kit trainer untuk mendukung proses pembelajaran dan membantu pelatihan di bidang teknik elektrik dan elektronika Com3Lab adalah solusi yang ideal karena modul Com3Lab menggunakan animasi dan eksperimen nyata untuk menggambarkan desain-desain rangkaian Elektronika Digital 1.Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam merangkai rangkaian yang ada.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab BAB III PERANCANGAN SISTEM 3. Semua itu dapat dijalankan dengan melihat flowchart gb 3.1 .1 PENDAHULUAN Sebelum merancang suatu system yang ada dalam modul kit trainer Com3Lab sebelumnya harus mengerti dasar-dasar tentang rangkaian kombinasional dan sedikit memahami Com3Lab. Dalam menguji rangkaian-rangkaian yang ada dalam kit trainer Com3Lab.2 Desain pembuatan petunjuk praktikum Dalam membuat buku petunjuk praktikum dengan menggunakan kit trainer Com3Lab.

1 Flowchart alur percobaan 38 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 3.

2 Pesan jika terjadi kesalahan Pesan pada gambar 3. Gambar 3. 39 .3 Tampilan masukkan nama User Jika dalam awal pengoperasiannya Com3lab sudah mengeluarkan tampilan seperti gambar 3. itu berarti semua software dan hardware sudah lengkap dan siap untuk dijalankan. hal ini mungkin terjadi dikarenakan kabel serial (RS232) belum terpasang atau port yang ada pada komputer tidak tersedia.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 3.2 menunjukkan bahwa salah satu komponen pendukung dari hardware Com3lab belum memenuhi standar dengan kata lain tidak lengkap.3.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 3.5 Beberapa percobaan yang tersedia 40 .4 Course overview Tampilan diatas adalah menu pilihan untuk menuju langkah selanjutnya dan dapat kita gunakan untuk melihat bahwa di card unit tersedia percobaan apa saja. seperti pada gambar 3.5 : Gambar 3.

Modul kit trainer ini mampu melakukan sampai 16 praktikum. TTL-NOT. Full Adder. dan Fault simulation 41 . untuk itu dapat dincari referensi yang sejenis mengenai rangkaian tersebut dari buku yang membahas tentang rangkaian tersebut. Seven segment display. TTL-NAND. Distributive Law. Praktikum tersebut adalah TTL-And. Assosiative Law. Tetapi tidak menutup kemungkinan teori yang disediakan dalam program tersebut masih kurang. tulis pesan kesalahan tersebut kemudian cek lagi apa dalam merangkai ada yang terlewat atau mungkin belum tersambung. De morgan’s Law. Apabila terjadi error. KV diagram. Multiplexer/Demultiplexer. Dalam menulis langkahlangkah percobaan harus diperhatikan dengan seksama rangkaian yang dibuat agar dapat menekan angka kesalahan sekecil mungkin . Half Adder. Logic Operations. TTL-XOR. Coding. Selagi menguji rangkaian tersebut.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Dalam software Com3lab yang sudah terinstall pada komputer terdapat teori pendahuluan sebagai pengantar sebelum menguji rangkaian tersebut. dapat ditulis langkah-langkah percobaan yang harus dilakukan sesuai dengan prosedur percobaan yang ada. TTL-OR.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Halaman ini sengaja dikosongkan 42 .

Demultiplexer 10.TTL-XOR 2. Fault Simulation 4.Distributive law 3. 1.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM Pada bab ini akan membahas tentang pengujian sistem rangkaian kombinasional yang terdapat pada elektronika digital 1.TTL-OR . Suatu rangkaian yang mempergunakan peralatan elektronik tanpa penguatan yang bekerja sebagai switch disebut Gate Pasif : Contoh paling umum dari jenis peralatan ini adalah diode hubungan semi konduktor.TTL-NAND .Assosiative law .TTL-NOT . yakni pasif dan aktif. Karena suatu rangkaian yang mempergunakan transistor sebagai switch menghendaki tegangan hubungan yang berbeda untuk pengoperasiannya sendiri.TTL-AND . Seven Segment 6.V Diagram 4. Dimana masingmasing terdiri dari beberapa rangkaian yaitu . Logic Operations . Half Adder 7. K. Transistor-transistor Logic: .De Morgan’s law . Coding 5. Multiplexer 9.1 Transistor-transistor Logic Gate logika dibagi dalam dua kelas. dari sini rangkaian logika aktif yang memprgunakan transistor sebagai suatu switch diklasifikasikan sesuai 43 . Full Adder 8. Suatu rangkaian yang mempergunakan peralatan elektronik dengan penguatan yang bekerja sebagai switch disebut Gate logika Aktif : Contoh paling umum perlengkapan jenis ini adalah Transistor hubungan semikonduktor.

1 Tabel kebenaran TTL-AND Gambar 4. sesuai dengan table kebenaran dibawah ini: Tabel 4. Jika salah satu masukannya bernilai low maka keluarannya bernilai “0”.1 TTL-AND Pada percobaan ini rangkaian AND merupakan rangkaian logika yang hampir sama dengan operasi matematika yaitu perkalian. dan Transistor Transistor Logic (TTL). Pada rangkaian AND keluaran hanya bernilai “1” jika kedua masukannya bernilai high. Sebagai contoh suatu gate logika aktif yang menggunakan Diode Transistor Logic (DTL).1 Rangkaian AND 44 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab dengan jenis peralatan elektronik yang digunakan dalam hubungan dengan transistor.1. 4.

1. Sehingga gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi dan dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai rendah. Jika output gerbang OR berlogika 1 apabila satu atau lebih dari inputnya berlogika 1.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Dimana dari gambar 4.1a adalah switch S0 dihubungkan ke input A lalu switch S1 dihubungkan ke input B kemudian dari IC AND outputnya masuk pada led H0. Gambar 4.2 TTL-OR Pada percobaan ini rangkaian OR merupakan penjumlahan kebalikan dari gerbang AND. Dibawah ini adalah gambar rangkaian yang tersaji dalam Com3Lab: 45 .2 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab 4.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 4.3 Rangkaian OR Dimana dari gambar 4.1. Q atau outputnya masuk pada led H0. Gambar 4.2a adalah switch S0 dihubungkan ke input A lalu switch S1 dihubungkan ke input B kemudian dari AND.4 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab 46 .

1.6 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab 47 . Gambar 4.3 TTL-NOT Not juga disebut sebagai inverter dimana berbeda dengan gerbang AND dan OR yang selalu memiliki satu input yang menghasilkan satu output. kebalikan kondisi logika yang akan keluar di output.3a hanya menggunakan 1 switch saja yaitu switch S0 dan dihubungkan ke input NOT kemudian outputnya atau Q masuk led H0.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4. Gambar 4.1. Dalam percobaan ini apapun kondisi logika yang diberikan ke input.5 Rangkaian NOT Dimana pada gambar 4.

1. Gerbang XOR menghasilkan output berlogika 1 jika kedua inputnya berbeda namun jika inputnya sama maka outputnya berlogika 0. S0 terhubung ke input A dari gerbang XOR sedangkan S1 terhubung ke input B kemudian output dari XOR masuk ke Led H0.7 Rangkaian XOR Pada gambar 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4.8 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab 48 . Gambar 4.1. Gambar 4.4 menggunakan dua switch S0 dan S1.4 TTL-XOR Setelah melakukan percobaan rangkaian X-OR ini dapat di analisa yaitu fungsi XOR sangat menarik dan var iatif dari fungsi pendahulunya OR.

3 Tabel fungsi Q = A /\ B A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Q 0 0 0 1 Untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi. Kombinasi fungsi 2 digital dibentuk dengan memberikan masing-masing dari 4 bagian masukan dan suatu keluaran menyatakan Q menggunakan 2 kemungkinan yaitu 1 dan 0 . Q = 0 jika fungsi ini dimasukkan tetap hasilnya 0. Q = A /\ B mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran seperti tabel dibawah ini: Tabel 4. 49 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4. seperti yang terlihat pada tabel kebenaran dibawah ini: Tabel 4. Jumlah ke 4 keluaran tersebut menghasilkan 4 digit biner yang dapat ditafsirkan sbg nomor fungsi.2 Logic Operations Logic operations adalah 2 variable binary yang dapat dikombinasikan untuk mendapatkan 16 hasil berbeda. bagian ini menjelaskan tentang berbagai kombinasi dimana nantinya menghasilkan diagram sirkuit dari tiap kombinasi tersebut.2 Tabel fungsi Q = 0 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Q 0 0 0 0 Ini merupakan suatu fungsi yang sederhana adapun hasilnya tidak tergantung pada masukannya.

Hal ini tidak menyebabkan perubahan pada hasil keluaran dari rangkaian NAND.1 De morgan’s law Setelah melakukan percobaan ini De morgan’s digunakan untuk mempermudah perhitungan pada NAND dan OR.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4.B 50 .2.9 Rangkaian De morgan’ law Tabel 4. Gambar 4. Begitu juga pada hukumnya yang kedua dimana dia mengubah rangkaian NOR menjadi rangkaian and dengan kedua masukannya diinverterkan dengan tidak mengubah hasil keluaran dari rangkaian NOR tersebut. Dimana pada hukumnya yang pertama adalah rangkaian NAND yang diubah menjadi rangkaian or dengan kedua masukannya diinverterkan.4 Tabel fungsi Q= A + B dan Q= A.

2. Jika salah satu masukanya bernilai high maka keluarannya bernilai ”0”. Gambar 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4.2 TTL-NAND Pada percobaan ini rangkaian NAND merupakan rangkaian logika and dengan hasil keluaran yang diinverterkan.3 Assosiative Law Assosiate law terdiri dari dua rangkaian berbeda yaitu conjunction dan disjunction.10 Rangkaian NAND Tabel 4. Pada rangkaian conjunction terdapat tiga masukan dimana jika kita ingin mendapatkan hasil dari rangkaian 51 .5 Tabel Kebenaran Q = A + B 4.2. Pada rangkaian NAND keluaran hanya bernilai “1” jika kedua masukannya bernilai low.

setelah hasildari operasi tersebut didapatkan baru kita dapat memproses hasil tersebut untuk di and kan dengan masukan pertama. setelah hasildari operasi tersebut didapatkan baru kita dapat memproses hasil tersebut untuk di or kan kembali dengan masukan pertama.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab conjuntion ini kita harus memproses dulu masukan kedua untuk di and kan dengan masukan ketiga. Gambar 4.11 Rangkaian Assosiative Law Tabel .4.6 Tabel kebenaran Q = ( A + B ) + C 52 . Begitu juga pada rangkaian disjunction dimana kita harus memproses dulu masukan kedua untuk di or kan dengan masukan ketiga.

12 Rangkaian Distributive 4. dengan urutan 00. Setelah kedua hasil tersebut didapatkan baru kita dapat meng and kan kedua hasil tersebut.4 Distributive Law Dari percobaan ini Distributive law terdiri dari dua rangkaian berbeda yaitu conjunction dan disjunction. Gambar 4. Pada rangkaian conjunction terdapat tiga masukan dimana jika kita ingin mendapatkan hasil dari rangkaian conjuntion ini kita harus memproses dulu masukan pertama untuk di and kan dengan masukan kedua. Maka buatlah kotak 4x4 dan letakkan masukkan AB di sudut atas dan CD disudut kanan. 10 angka 0 dan 1 53 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4. Begitu juga pada rangkaian disjunction dimana kita harus memproses dulu masukan pertama untuk di or kan dengan masukan kedua.V diagram atau biasa disebut karnough map digunakan untuk membuat sebuah rangkaian yang hasilnya kita inginkan misal. Setelah kedua hasil tersebut didapatkan baru kita dapat meng or kan kedua hasil tersebut.3 K. setelah hasildari operasi pertama tersebut didapatkan baru kita dapat memproses masukan pertama untuk di and kan dengan masukan ketiga. 01. setelah hasildari operasi pertama tersebut didapatkan baru kita dapat memproses masukan pertama untuk di or kan dengan masukan ketiga.2. 11. kita menginginkan rangkaian dengan satu keluaran dan 4 masukan . maka kita misalkan 4 masukan itu adalh ABC dan D. satu keluaran adalah Q dengan Q adalah hasil yang kita inginkan.V Diagram Pada praktikum ini K.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

sebagai perwakilan AB dan CD yang nilainya 1 jika tanpa bar (

) dan

nilai 0 jika di bar ( ) inverter, lingkari 4 kotak yang semuanya bernilai 1 dan gabungkan masukan yang sama lalu gunakan persamaan yang lain untuk menyederhanakan.

Gambar 4.13 Tampilan kv diagram pada Com3Lab

4.4 Coding
Dalam percobaan ini Coding adalah suatu rangkaian gabungan dari beberapa fungsi logika yang berfngsi untuk mendapatkan nilai biner yang absolut, yang digunakan untuk menggkodekan masukan data biner menjadi data desimal. S0, S1, S2, dan S3 adalah saklar yang jika dinyalakan akan menghidupkan salah satu led. Led ada 3 yaitu H0 bernilai 1, H1 bernilai 2, dan H3 bernilai 4, jika S0 on dan S2 off maka nilai yang dimasukkan dianggap 01 dan H0 menyala karena H0 adalah keluaran dari rangkaian OR antara S0 dan S2.

54

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

Gambar 4.14 Rangkaian Coding

4.5 Seven Segment
Dalam percobaan ini tampilan Seven segment digunakan untuk memvisualisasikan indikator nomor. Biasanya yang digunakan untuk menandai sebuah seven segment adalah Led. Seven segment dirangkai dari led untuk menampilkan suatu nilai dari range 1 – 9. BCD ke Decoder seven segment digunakan untuk mengontrol tampilan seven segment.

Gambar 4.15 Rangkaian Seven segment

55

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

4.6 Half Adder
Half adder adalah fungsi penjumlahan yang dirangkaian logika half adder memiliki 2 masukkan dan 2 keluaran ini berfungsi sebagai penjumlahan dan sisanya sebagai carryover dihubungkan dengan rangkaian AND dan SUM sebagai penjumlahan terhubung dengan rangkaian XOR.

Gambar 4.16 Rangkaian Half Adder Tabel 4.7 Tabel kebenaran Carryover C dan Sum S

4.7 Full Adder
Pada percobaan ini Full adder adalah sama denagn half adder tetapi dengan 3 masukkan dan 2 keluaran yaitu C1 dan S, sama seperti half adder C1 dan S berguna sebagai sisa dan penjumlahannya. Rangkaian ful adder menggunakan 2 rangkaian half adder dan 1 rangkaian OR, sehingga seakan-akan rangkaian di C, untuk penjumlahan sesaaat seluruh masukan pertama ( A ) bernilai “0” berupa rangkaian AND tetapi jika masukan pertama (A) bernilai “1” maka C, dirangkai seperti OR, sama dengan rangkaian di S, jika masukan pertama (A)

56

kita dapat memilih salah satu inputnya untuk dijadikan output. dan 1 output. m selector .17 Rangkaian Full Adder 4.8 Multiplexer Di percobaan ini adalah perbandingan dengan teori yaitu apakah Multiplexer suatu rangkaian yang mempunyai banyak input dan hanya mempunyai satu output. Biasanya jumlah inputnya adalah 2m selectornya 57 . maka rangkaiannya seperti XOR yang diinverterkan. Dengan menggunakan selektor. Sehingga dapat dikatakan bahwa multiplexer ini mempunyai n input.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab bernilai “0” maka rangkaiannya seakan-akan dibuat seperti XOR tetapi jika bernilai “1” . Tabel 4.8 Tabel kebenaran Carryover C1 dan Sum S Gambar 4.

Gambar 4.19 Rangkaian Demultiplexer 58 . Di percobaan ini multiplexer digunakan untuk membuat beberapa masukan sinyal yang berbeda menjadi satu sinyal keluaran dan berguna sebagai stepping switches. parallel-serial konvertor data dan untuk menerapkan fungsi logika khusus dan menyimpan data penting pada printed board.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 4.18 Rangkaian Multiplexer 4.9 Demultiplexer Demultiplexer adalah suatu rangkaian logic yang mempunyai satu input dan mempunyai banyak output.

Proses time menunjukkan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan suatu percobaan dan progres menunjukkan banyaknya percobaan yang telah dilakukan oleh mahasiswa.1 Analisa pada lembar Supervisor Dengan Com3Lab Supervisor. Gambar 4. Untuk mendapatkan data dalam memenuhi target bab IV ini lima orang mahasiswa menjadi sample tentunya mempunyai kemampuan. Com3Lab Supervisor dapat merinci mengenai informasi untuk masing-masing pemakai yang diwakili dalam bagan balok 3D.20 Lembar Supervisor 59 . type dan pemahaman yang berbeda. maka Pengajar dapat memonitoring hasil proses belajar para mahasiswanya. Informasi lain yang bisa didapatkan adalah mengenai proses time dan banyaknya proses yang telah dilakukan.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 5.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Dari kelima mahasiswa tersebut didapatkan sampel sebagai berikut : 1. 5. 4. Mahasiswa kedua mengerjakan percobaan sama seperti yang 1.1 Mahasiswa pertama (nama = arka) Untuk mahasiswa pertama melakukan percobaan mengenai rangkaian flip-flop. 3. Rangkaian yang dijuji adalah rangkaian RS flip-flop dengan menggunakan clock dan rangkaian RS flip-flop tanpa menggunakan clock. Mahasiswa keempat mengerjakan percobaan secara terstruktur sesuai panduan yang ada dalam Com3lab.21 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor 60 . Mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan percobaan yang diberikan dalam jangka waktu 3 menit 31 detik. Mahasiswa ketiga mengerjakan percoban secara acak (tidak sesuai dengan panduan Com3lab). 5.1. 2. Gambar 4. Mahasiswa pertama mengerjakan satu percobaan dengan waktu yang singkat. mahasiswa kelima mengerjakan percobaan secara acak sampai semua percobaan selesai. tetapi waktunya lebuh lama.

Lamanya waktu tidak berhubungan dengan progress yang dilakukan.2 Mahasiswa kedua (nama = bayu) Mahasiswa melakukan percobaan yang sama seperti yang dilakukan oleh mahasiswa pertama.1. 61 . untuk mahasiswa kedua cenderung lebih teliti.22 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor Dengan membandingkan lama waktu pengerajaan pada mahasiswa pertama dengan mahasiswa kedua. hasil progress yang ditunjukkan pada gambar grafik sama.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 5. namun waktu yang digunakan lebih lama dengan waktu 8 menit 2 detik. Tipe pengerjaan dari mahasiswa pertama adalah tergesa-gesa. Dapat diambil suatu kesimpulan bahwa mahasiswa pertama lebih cepat memahami penerapan materi dalam percobaan dibandingkan dengan mahasiswa kedua. Gambar 4. berhati-hati dalam melakukan percobaan.

1. 62 . Hasil pengerjaan yang telah dilakukan dapat dilihat dalam gambar 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 5.22.3 Mahasiswa ketiga (nama = linda) Mahasiswa ketiga melakukan percobaan tidak sesuai dengan urutan yang ada pada software. Gambar 4.23 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor Dari tampilan grafik dapat diambil suatu kesimpulan bahwa mahasiswa tersebut tidak sistematis dalam mengerjakan praktikum yang ada.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 5.24 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor 63 . Gambar 4.1.4 Mahasiswa keempat (nama = hendra) Mahasiswa keempat melakukan percobaan secara berurutan sampai selesai.

mahasiswa pertama pemahamannya lebih cepat tetapi terkesan terburu-buru sedangkan mahasiswa kedua memang terkesan lambat itu karena mahasiswa ni tipenya lebih hati-hati dan teliti.Mahasiswa yang ketiga dalam hal teori memang lebih menguasai menurut mahasiswa ini kurang menarik jika harus mengikuti percobaan secara sistematis.25 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor 5. Gambar 4. .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 5.1.5 Mahasiswa kelima (nama = fendy) Mahasiswa kelima melakukan percobaan sampai selesai tapi proses pengerjaannya tidak berurutan sesuai dengan langkah percobaan yang ditunjukkan pada software. hal ini sangat mungkin 64 .Mahasiswa pertama dan kedua mempunyai kemampuan yang sama dalam penguasaan materi yang ada dalam percobaan tersebut namun keduanya mempunyai perbedaan ketika merangkai suatu percobaan yang ada dalam modul Com3lab.2 Analisa .

Dengan mengerjakan percobaan secara sistematis sesuai dengan langkah percobaan yang ada pada software membuat proses pembelajaran lebih cepat.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab trejadi dikarenakan mahasiswa sudah menguasai benar teoriteori yang disediakan Com3lab. Dari serangkaian sampel yang telah dilakukan bahwa antara pengerjaan dengan cara berurutan maupun tidak hasil akhir yang ditampilkan dalam grafik adalah sama. . Sedangkan mahasiswa yang kelima memiliki metode sendiri yang tentunya tidak sama dengan metode yang terstruktur dalam Com3lab ini dikarenakan mahasiswa ini lebih memilih progress daripada mengejar process time. Sedangkan bila melakukan percobaan tidak sesuai dengan langkah percobaan yang ada dalam software memerlukan waktu lebih lama. Untuk mahasiswa yang tidak melakukan percobaan secara sistematis memerlukan waktu yang lebih lama yaitu selama 1 jam 3 menit 38 detik 65 .Mahasiswa yang keempat dan kelima mempunyai persamaan dalam hal kemampuan pemahaman suatu materi dengan waktu yang singkat tetapi cara mereka untuk memahaminya berbeda mahasiswa yang keempat lebih cenderung melakukan percobaan terstruktur karena menurutnya hal itu akan mempengaruhi lama dan singkatnya proccess time. Mahasiswa yang melakukan percobaan secara sistematis memerlukan waktu selama 44 menit 39 detik dalam menyelesaikan percobaan yang ada.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Halaman ini sengaja dikosongkan 66 .

2. Dapat dibuat suatu mdoul untuk aplikasi yang lain karena pada proyek akhir ini hanya dibatasi untuk petunjuk pengoperasian tanpa melibatkan pembuatan hardware. maka ada beberapa saran sebagai pertimbangan untuk perbaikan dalam proyek akhir ini. NAND. dari ketiga gerbang tersebut dapat dibentuk gabungan fungsi gerbang dasar NOR.1 KESIMPULAN Dari pengujian sistem dan analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab BAB V PENUTUP 5. OR. Cara kerja rangkaian kombinasional ada dua yang biasa disebut gate pasif dan gate aktif. Gate aktif adalah suatu rangkaian yang mempergunakan peralatan elektronik dengan penguatan yang bekerja sebagai switch 3. 2. Untuk membuat suatu fungsi tertentu biasanya melibatkan lebih dari satu gerbang. EX-OR. 5. 67 . Gate pasif adalah suatu rangkaian yang mempergunakan peralatan elektronik tanpa penguatan yang bekerja sebagai switch. Data yang diambil agar bisa lebih baik dan bisa dipertanggungjawabkan secara teori. Dari pengujian sampel bab IV pada lembar Supervisor mahasiswa dikatakan Lulus dalam uji praktikum elektronika digital 1 jika bisa menyelesaikan seluruh percobaan yang tersedia dalam Com3lab dan mencapai minimal 55% dari 100% progress dalam waktu (Process time) tidak lebih dari 45 menit.2 SARAN Mengingat masih banyaknya hal-hal yang belum dapat dicapai dalam Tugas Akhir ini sesuai dengan hasil yang diharapkan. EX-NOR. AND. Rangkaian kombinasional adalah rangkaian yang terbangun atas komponen elektronika pasif dan aktif yang dapat melakukan operasi logika NOT. diantaranya adalah : 1.

Jakarta. 3.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab DAFTAR PUSTAKA 1. PENS-ITS.. Petunjuk Praktikum Elektronika Digital 1. Petunjuk Praktikum Elektronika Digital 1.Mauridhi Hery P. Elektronika Digital Edisi Kedua.Politeknik elektronika negeri surabaya. Surabaya. PENS-ITS. Jurusan Teknik Telekomunikasi. PENS-ITS.Sulistyo Mahargyo. 1990 http://www. Erlangga.leybold-didactic. Tokheim.de 2. 2006 Proyek Akhir Nur Hayin. Surabaya. Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Pengaturan Otomatis dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab. 6. 2006 Proyek Akhir Rahma Wisnu Wardana. Ir. Surabaya. 5. Jun Kyokane Takehiko Hara(Jica Expert). MT. Jurusan Teknik Telekomunikasi. 68 . Prima Kristalina. Pembuatan Petunjuk Praktikum Teknik Modulasi Analog Menggunakan Com3Lab.2007 Roger L. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful