Palang Merah Remaja Wira

2008

A Budiratsongko (PMI Daerah Bali) Rano Sumarno (PMI DKI Jakarta) Seto Eko Purwanto (TSR MP PMI) Surya Chandra Nasution (PMI Daerah NAD) Desain & Layout : Fajar Bakri (PMI Daerah Sulawesi Selatan) Editor : dr. Hj. Ulla Nuchrahwaty Usman. Alan Darwis (TSR MP PMI) Efi Riana (PMI Daerah Jawa Tengah) Rina Utami (Markas Pusat PMI) Disusun atas dukungan : Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) Palang Merah Denmark Palang Merah Jepang Palang Merah Jerman . dr (TSR MP PMI) Dedy Setiawan (PMI Daerah Kalimantan Timur) Fajar Bakri (PMI Daerah Sulawesi Selatan) N. dr (TSR MP PMI) Akbar Wilendra (PMI Pusat) David Sidabutar.Pertolongan Pertama Palang Merah Remaja Tingkat Wira Edisi Pertama : Juni 2008 Hak Cipta © Palang Merah Indonesia Pusat Pengarah : dr. MM Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya Relawan Penyusun : Asep Mulyadi (Markas Pusat PMI) Juliati Susilo (Markas Pusat PMI) Rina Utami (Markas Pusat PMI) Kontributor : Alan Darwis.

. Remaja Sehat Peduli Sesama. Pertolongan Pertama. Kesehatan dan Kesejahteraan Remaja untuk pendidik sebaya serta media KIE Donor Darah. Mei 2008 Pengurus Pusat PALANG MERAH INDONESIA dr. Hj. PMR Relawan Masa Depan. Madya dan Wira.. Ciri-ciri PMR yang senantiasa ceria. Ayo Siaga Bencana. Jakarta.KATA PENGANTAR Dalam rangkan meningkatkan kemampuan Anggota Remaja PMI (Palang Merah Indonesia) dalam mewujudkan cita-cita dan semangat pengabdian kepada sesama manusia. cerdas. jujur. kreatif. PMI telah menerbitkan berbagai buku pedoman sebagai pegangan bagi anggota PMR Mula. Pada Akhirnya dengan mengetahui. berbagi. memahami dan melaksanakan pengetahuan dan keterampilan kepalangmerahan yang diwujudkan dalam kegiatan Tri Bakti PMR apar anggotaPMR akan menjadi teladan di lingkungannya (peer leader) serta kader dan relawan PMI di masa mendatang. Ulla Nuchrahwaty Usman. bersahabat dan bertanggung jawab merupakan kekuatan yang positif dalam membentuk generasi muda bangsa Indonesia yang peduli untuk menolong sesama serta peka pada situasi dan kondisi di lingkungannya. MM Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya PMR dan Relawan i . Pada tahun 2008 telah diterbitkan buku pedoman untuk PMR antara lain: Mengenal Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.

“Mau berbagi dan menolong adalah cara kita menunjukkan bahwa kita peduli” .

........................................................................................................................................................................................................................... 7 Penilaian Korban.... 13 Cedera Sistem Lunak................................................................................................................................................................................................ 37 Kedaruratan Medis .......... 43 Keracunan ................................................................................... 33 Pemindahan Korban ........................................ i Daftar Isi ......................................................................................................................................... ii Pentingnya Pertolongan Pertama .................................................................. 49 ............. 5 Mengenali Anatomi dan Faal Dasar ................................................. 27 Luka Bakar........................... 23 Cedera Sistem Otot Rangka..........................................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar ........................ 1 Alat Perlindungan Diri yang Perlu Disiapkan ..........................................

“Maukah menjadi Penolong Pertama”

Pentingnya

Pertolongan Pertama

1

Pentingnya

Pertolongan Pertama
amu pasti udah tau kan kalo kecelakaan dan musibah bisa datang kapan saja, dimana saja dan menimpa siapa aja. Dalam setiap kejadian itu pastilah ada penderita cedera baik yang mengalami luka berat maupun luka ringan dan membutuhkan Pertolongan Pertama yang cepat dan tepat.

K

Pertolongan Pertama yaitu pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera/kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar.

Tentang Medis Dasar...
Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus. Batasannya adalah sesuai dengan sertifikat yang dimiliki oleh Pelaku Pertolongan Pertama

Ini dia yang disebut PENOLONG PERTAMA
Penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian, yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.

Tujuan Pertolongan Pertama:
1. Menyelamatkan jiwa penderita 2. Mencegah cacat 3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan

Dasar Hukum
Seorang petugas Pertolongan Pertama ternyata ada aturan undangundangannya lho… a. Memberikan Pertolongan : Pasal 531 K U H P Barang Siapa Menyaksikan Sendiri ada orang dalam keadaan bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sipenderita sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak

2

2. 525. Kerahasiaan : Pasal 322 K U H P 1. b. Jika kejahatan itu dilakukan yang tertentu.500. 3 . Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat Adalah persetujuan yang umum diberikan dalam keadaan penderita sadar atau normal. PENTING! Penolong juga perlu minta izin sebelum menolong Persetujuan Tindakan Pertolongan Ada dua bentuk persetujuan atau ijin bagi penolong untuk melakukan tindakan: a. 187. 304 s. 478. b. Persetujuan yang dinyatakan Adalah persetujuan yang dinyatakan secara lisan atau secara tertulis oleh penderita itu sendiri. 566. Barang siapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang wajib menyimpannya oleh karena jabatan aau pekerjaannya baik yang sekarang maupun yang dahulu dipidana dengan pidana penjara selamalamanya 9 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 9.akan menguatirkan.Jika orang yang perlu ditolong itu mati diancam dengan sangsi KUHP 45. maka perbuatan itu hanya dapat dituntut atas pengaduan orang lain. bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyakbanyaknya Rp 4.000. 165.

penderita dan orang di Menjaga sekitarnya è Menjangkau penderita è dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa Mengenali è bantuan / rujukan Meminta è Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat sesuai keadaan penderita è penolong yang lain Membantu è kerahasiaan medis penderita Menjaga è komunikasi dengan petugas lain yang terlibat Melakukan è Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi / dirujuk ke fasilitas kesehatan Bagi yang ingin jadi Penolong Pertama. anggota tim. ini nih KUALIFIKASInya: è bertanggungjawab Jujur dan è Profesional è Mempunyai kematangan emosi è Mampu bersosialisasi è Kemampuan nyata terukur sesuai sertifikasi è Mempunyai kondisi fisik baik è Mempunyai rasa bangga 4 .Seorang Penolong Pertama mempunyai KEWAJIBAN sebagai berikut: è keselamatan diri.

Alat Perlindungan Diri (APD) Yang perlu disiapkan 5 .

.Senter . APD itu adalah alat yang digunakan agar kita tidak tertular penyakit.. Misalnya : .Alat Perlindungan Diri (APD) Yang Perlu Disiapkan S ebagai pelaku PP.Bidai .Pembalut perekat / plester .Selimut 6 . kita juga harus mengutamakan keselamatan diri sendiri.Pembalut gulung / perban .Kapas .Kacamata pelindung Kamu Harus Tau! Darah dan semua cairan tubuh bisa menularkan penyakit.Alkohol 70% .! Selain APD.Pinset . dalam melakukan PP kita juga memerlukan beberapa peralatan.Masker penolong . kita memerlukan Alat Perlindungan Diri (APD).Gunting pembalut .Sarung tangan lateks . Contohnya : . Jadi.Kasa Steril . Alat perlindungan diri tidak perlu mahal.

7 .

D alam melakukan Pertolongan Pertama (PP). yaitu atas (superior) dan bawah (inferior). Sedangkan ilmu faal yaitu ilmu yang mempelajari fungsi bagian dari alat atau jaringan tubuh disebut Fisiologi. yaitu kiri dan kanan 2. POSISI ANATOMIS Adalah posisi dimana tubuh kita berdiri tegak. Bidang Transversal Bidang khayal yang membagi tubuh menjadi dua. Kita juga harus tahu apa itu Anatomi dan Faal Dasar. Anatomi adalah ilmu urai tubuh. Bidang Medial Bidang khayal yang membagi tubuh menjadi dua. kedua lengan di samping tubuh. Berdasarkan posisi anatomis ini dikenal ada tiga bidang khayal yang membagi tubuh menjadi dua bagian. Bidang Frontal Bidang khayal yang membagi tubuh menjadi depan (anterior) dan belakang (posterior) 3. 8 . Yaitu ilmu yang mempelajari susunan dan bentuk tubuh. telapak tangan menghadap ke depan. yaitu: 1.

perut. Umumnya tubuh manusia dibagi menjadi 5 bagian. Batang Tubuh Terdiri dari : Dada. wajah dan rahang bawah 2. Kepala Terdiri dari : Tengkorak. Leher 3.BAGIAN-BAGIAN TUBUH MANUSIA Tubuh manusia dilindungi oleh kulit dan diperkuat oleh rangka. punggung dan panggul 4. Anggota Gerak Atas Terdiri dari : ? Sendi bahu ?atas Lengan ? Siku ?bawah Lengan ? Pergelangan tangan ? Tangan 5. yaitu : 1. Anggota Gerak Bawah Terdiri dari : ? Sendi panggul ? atas (paha) Tungkai ? Lutut ? bawah Tungkai ? Pergelangan kaki ? Kaki 9 .

pancreas dan lainnya. 3. Dalam dunia medis dikenal dengan istilah abdomen. pembuluh darah besar. paru-paru. hati. usus. Rongga Tulang Belakang Berisi bumbung syaraf atau “spinal cord” terbentuk dari rongga-rongga tulang belakang menyatu membentuk suatu kolom. Rongga Tengkorak Rongga ini berisi otak dan melindunginya. sebagian usus besar dan organ reproduksi dalam. Di dalam rongga ini terdapat berbagai organ pencernaan dan kelenjar seperti lambung. empedu. ternyata tubuh kita terdapat 5 (lima) buah rongga.TENTANG RONGGA Selain pembagian tubuh. Dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. limpa. 4. 10 . 5. Rongga Dada Sering juga disebut rongga toraks. berisi jantung. Rongga Perut Rongga ini terletak diantara rongga dada dan rongga panggul. 2. Rongga Panggul Rongga ini dibentuk oleh tulang – tulang panggul. berisi kandung kemih. kerongkongan dan saluran pernapasan. yaitu : 1.

Sistem Pencernaan (Digestif) Saluran yang menerima makanan dari luar untuk diserap oleh tubuh dengan jalan dicerna ( proses telan. Pernapasan Dalam Adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida yang terjadi dalam Jaringan. 6.Peredaran darah Kecil : Jantung Paru-paru (terjadi pengambilan oksigen dan pembuangan gas karbon dioksida) Jantung.SISTEM TUBUH Sistem tubuh adalah susunan dari organ-organ yang mempunyai fungsi tertentu. kunyah dan mencampur ) dengan bantuan enzim dan zat cair mulai mulut sampai anus. Sistem Pernapasan (Respirasi) Ada dua sistem pernapasan: a. Ada beberapa sistem pada tubuh manusia : 1. Sistem Rangka (Kerangka/Skeleton) Fungsi rangka: ? bagian tubuh Menopang ? Melindungi organ tubuh ? melekat otot dan pergerakan tubuh Tempat ? bentuk tubuh Memberi 2. . b. Pernapasan Luar Adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida didalam paru-paru.Peredaran darah Besar : Jantung pembuluh nadi semua bagian tubuh (terjadi pemberian oksigen serta pengambilan zat sampah di kapiler) Pembuluh balik Jantung. 5. 4. 11 . Sistem Peredaran Darah Peredaran darah terdiri : . Sistem Saraf (Nervus) Organ yang berfungsi untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan bagian tubuh. Sistem Otot (Muskularis) Merupakan suatu organ atau alat yang berfungsi menggerakkan tubuh 3.

Sistem Reproduksi Terdiri dari Sistem reproduksi Pria dan Sistem reproduksi Wanita. Panca Indera Pancaindera adalah organ untuk menerima jenis rangsangan atau stimulus tertentu. Terdiri dari : ? Indera Penglihatan (Mata) ? Indera Pendengaran (Telinga) ? Indera Penciuman (Hidung) ? Indera Pengecap (Lidah) ? Indera Perasa/Peraba (Kulit) 11.7. lubang masuk. 8. 10. 12 . 9. Sistem Kelenjar Buntu (Endokrin) Kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya ( produknya ) kedalam darah dalam jaringan kelenjar tampa melalui saluran dan hasil sekresi ini disebut hormon. Sistem Kemih (Urinaria) Proses penyaringan darah untuk menyerap zat yang digunakan tubuh yang membebaskan dari zat yang tidak digunakan. Kulit Adalah lapisan jaringan pada bagian luar yang menutupi dan melindungi permukaan tubuh dan yang berhubungan dengan selaput lendir yang melapisi rongga-rongga.

Penilaian Korban 13 .

Perubahan bentuk yang nyata ( cedera yang jelas ) . Penilaian keadaan Pada saat sampai di lokasi kejadian hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menilai keadaan sekitar.Mekanisme kejadian . Memastikan keselamatan penolong. Stabilkan penderita dan meneruskan pemantauan 6. Minta bantuan bila diperlukan Dalam melakukan tugas sebagai penolong. Penolong harus memperkenalkan diri.Penilaian Korban APA YANG HARUS KITA LAKUKAN KETIKA MENEMUKAN KORBAN? Tindakan penilaian korban terdiri dari : 1. bila memungkinkan 3. Mengenali dan mengatasi gangguan cedera yang mengancam nyawa 5.Keluarga (Saksi) .Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit. Perhatikan : ? kondisi pada saat itu ? Bagaimana ? Kemungkinan apa saja yang akan terjadi ? ? mengatasinya ? Bagaimana INGAT ! Amankan Diri Sendiri Terlebih Dahulu.Kejadian itu sendiri . juga diperlukan berbagai informasi untuk menunjang penilaian. 14 . Keselamatan Penolong Nomor 1 Di Lokasi Secara umum tugas seorang penolong saat tiba di lokasi adalah: 1. Jika ragu lebih baik minta bantuan kepada orang dewasa. Menentukan keadaan umum kejadian ( mekanisme cedera ) 4.Penderita (bila sadar) . dan orang orang disekitar lokasi kejadian 2. informasi dapat kita peroleh dari: . Tahukah kamu. penderita. Apakah aman atau tidak bagi dirinya.

Tidak Respon = Un Respon selalu ingat ASNT = AVPU c. Untuk menilai pernapasan Setelah jalan napas berjalan dengan baik maka penolong harus menilai pernapasan penderita dengan cara : ? Lihat ? Dengar ? Rasakan 15 . Perbedaannya adalah sebagai berikut. Contohnya sesak napas. Awas = Alert 2. memar.2. yaitu : 1. Penilaian dini Pada saat menghadapi penderita. b. Nyeri = Pain 4. -Kasus Trauma : Kasus yang disebabkan oleh suatu ruda-paksa Mempunyai tanda-tanda yang jelas dan terlihat da atau teraba. kita perlu menentukan kondisi penderita secara umum. Memeriksa Kesadaran Ada empat tingkatan kesadaran penderita. Hal-hal yang ditentukan yaitu : a. Memastikan Jalan napas terbuka dengan baik Jika penderita tidak respon gunakan teknik angkat dagu dan tekan dahi. patah tulang da lain sebagainya -Kasus Medis : Kasus yang diderita seseorang tanpa ada riwayat rudapaksa. Misalnya luka terbuka. d. pingsan. Suara = Voice 3. Kesan umum Langkah ini digunakan untuk menentukan apakah penderita merupakan kasus trauma atau kasus medis.

Menilai denyut nadi Sebelum melakukannya. 16 . Kita bisa meminta bantuan kepada orang lain atau melakukannya sendiri..e. cara yang digunakan adalah dengan meraba nadi pergelangan tangan (radial). kita lihat dulu kondisi korban apakah sadar atau tidak. Jika sadar. nadi yang diperiksa adalah di bagian leher (Carotis) Korban Sadar Korban Tidak Sadar f. Misalnya dengan telepon. Hubungi Bantuan Usahakan untuk segera minta bantuan rujukan. JANGAN LUPA!!! Catat Nomor Telepon Penting Darurat di tempatmu.. Sedangkan bagi korban yang tidak sadar.

Kepala Ê Telinga Ê Hidung Ê Mata Ê Mulut 2. PENTING! Pada pemeriksaan anggota gerak selain PLNB juga lakukan pemeriksaan gerakan sensasi dan sirkulasi. Apakah ada Luka terbuka (terlihat jelas) pada tubuh korban? 3. Apakah ada Perubahan bentuk pada bagian tubuh si korban? 2. perabaan dan pendengaran. Apakah ada Bengkak pada tubuh korban? Agar lebih mudah mengingatnya. perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dari ujung kepala sampai ujung kaki. Untuk pemeriksaan lebih lanjut kondisi korban. 1. Apakah korban merasakan Nyeri saat bagian tubuhnya kita raba atau tekan? 4. Anggota gerak atas dan bawah. Perut 5. Punggung 6. Leher 3. Dada 4. kita menyebut tanda-tanda tersebut dengan isilah PLNB.3. Panggul 7. Tanda apa saja yang perlu kita temukan saat melakukan pemeriksaan fisik??? 1. 17 . Pemeriksaan Fisik Tindakan ini melibatkan penglihatan.

kuat atau lemah denyut nadi penderita Denyut Nadi Bayi Anak Dewasa : 120 – 150 X/menit : 80 – 150 X/menit : 60 – 90 X/menit 18 . lalu mulai menghitung sambil melihat penunjuk detik pada jam . nadi diperiksa selama 15 detik dan hasilnya dikalikan 4 untuk mendapatkan denyut nadi permenit.4. Pasien berbaring atau duduk dengan tenang 2. Laporkan juga teratur atau tidak. 4. Lengan atas (Pembuluh nadi lengan atas/Arteri brakialis) c. radialis) d. Lipat paha (Pembuluh nadi lipat paha/ A.femoralis) Cara memeriksa nadi: 1. PEMERIKSAAN DENYUT NADI Setiap kali jantung berdenyut maka pembuluh nadi akan melebar dan berkonstraksi saat darah melaluinya . harus diukur selama 60 detik 5. Bila denyut nadi tidak teratur. Bila denyut nadi teratur. Tekan sedikit sampai nadi teraba . Pergelangan tangan (Pembuluh nadi pergelangan tangan/A. Leher (Pembuluh nadi leher/ Arteri karotis ) b. Nadi adalah gelombang tekanan yang dihasilkan oleh denyut jantung Denyut nadi dapat diperiksa di bagian : a. Raba nadi yang akan diperiksa dengan telunjuk dan jari tengah 3.

penyakit infeksi Kebiruan (sianossi) Kurangnya oksigen dalam darah. luka bakar. Frekwensi Pernapasan Bayi : 25 – 50 X/menit Anak : 15 – 30 X/menit Dewasa : 12 – 20 X/menit 6. Kelembaban kulit juga harus dinilai (berkeringat/kering) Warna kulit juga perlu dinilai. PEMERIKSAAN PERNAPASAN Pada penderita sadar jangan sampai penderita mengetahui bahwa frekwensi pernapasannya sedang dihitung. lalu dikalikan 2 untuk mendapatakan frekuesi pernapasan permenit. PEMERIKSAAN SUHU Pada pemeriksaan suhu tubuh cukup diperoleh data suhu relatif. Pucat Dapat terjadi akibat gangguan peredaran darah Kemerahan Tekanan darah tinggi. lalu amati gerakkan naik turunnya. Apakah ada peningkatan atau penurunan suhu yang dilakukan dengan perabaan dengan menggunakan punggung tangan pada dahi atau leher. Pernapasan dihitung selama 30 detik. demam. Genggam tangan penderita lalu letakkan diatas diatas dada atau perut penderita. keracunan alcohol. Kekuningan Sering merupakan tanda gangguan hati Biru kehitaman Tanda perdarahan bawah kulit Suhu tubuh normal 37° C 19 .5. Satu pernapasan adalah satu kali menghirup napas dan satu kali mengeluarkan napas (satu kali gerakan naik dan turun).

RIWAYAT PENDERITA Untuk mengetahui penyebab atau pencetus suatu kejadian. A = Alergi yang Dialami Perlu dicari apakah penyebab pada penderita ini mungkin merupakan suatu bentuk alergi terhadap bahan-bahan tertentu . Gangguan yang dialami mungkin akibat lupa minum atau menelan obat tertentu contohnya seorang penderita kencing manis mengalami masalah kadar gula derah yang tinggi karena lupa minum obat sebelum makan.Untuk memudahkan. mekanisme kejadian atau perjalanan suatu penyakit maka diperlukan wawancara yang dapat dilakukan dengan penderita. M = Makanan / Minuman terakhir Hal ini dapat dijadikan dasar terjadinya kehilangan kesadaran pada penderita. P = Penyakit yang diderita Riwayat penyakit yang sedang diderita atau pernah diderita yang mungkin berhubungan dengan keadaan yang dialami penderita saat ini. Usahakan memberikan pertanyaan terbuka . O = Obat – obatan yang diminum Tanyakan apakah penderita sedang dalam proses pengobatan. Saat melakukan Tanya jawab hindari jawaban YA atau TIDAK. K = Keluhan utama Sesuatu yang sangat dikeluhkan penderita . pusing. 20 . dikenal akronim KOMPAK . Riwat penderita ini sangat penting pada kasus medis. umumnya penderita atau keluarga sudah mengetahuinya dan sudah memahami mengatasi keadaan itu. K = Kejadian Kejadian yang dialami penderita sebelum kecelakaan atau sebelum timbulnya Waspadai Gejala dan Tandanya! penyakit yang diderita saat ini. Selain itu data ini juga penting untuk diketahui bila ternyata penderita harus menjalai pembedahan di RS. Gejala adalah hal-hal yang hanya dapat dirasakan oleh penderita misalnya nyeri. tetapi dapat membuat kesimpulan berdasarkan hasil temuannya. keluarganya atau saksi mata. INGAT!!! Penolong tidak membuat diagnosa. Tanda adalah hal-hal yang dapat diamati oleh orang lain . Contoh : asma dan jantung.

Pemeriksaan yang penting .Pertahankan komunikasi dengan penderita untuk menjaga rasa aman dan nyaman.Keadaan jalan napas .Denyut nadi .Tingkat kesadaran .Keluhan utama .Perkembangan lainnya yang dianggap penting 21 .Nilai kembali jalan napas dan perbaii bila perlu . Dalam laporan sebaiknya dicantumkan : . Secara umum pada pemeriksaan berkala harus dinilai kembali : .Nilai kembali penatalaksanaan penderita (secara keseluruhan) .Periksa kembali secara seksama mungkin ada bagian yang belum diperiksa atau sengaja di lewati .Umur dan jenis kelamin penderita .PEMERIKSAAN BERKALA Usahakan pemeriksaan terus dilanjutkan secara berkelanjutan sebelum mendapat pertolongan medis.KOMPAK yang penting . kelembaban dan kondisinya .Tingkat kesadaran . frekuensi dan kualitasnya . PELAPORAN Setelah selesai menangani penderita dan penolong melakukannya dalam tugas maka semua pemeriksaan dan tindakan pertolongan harus dilaporkan secara singkat dan jelas kepada penolong selanjutnya.Penatalaksanaan .Nilai kembali keadaan kulit : Suhu.Nilai kembali pernapasan.Periksa kembali nadi penderita .Pernapasan .

22 .

CEDERA JARINGAN LUNAK 23 .

berwarna merah gelap karena mengandung karbon dioksida . yang memungkinkan darah keluar dari tubuh. Perdarahan yang besar merupakan penyebab syok yaitu suatu kondisi dimana beberapa sel dan alat tubuh tidak cukup mendapat aliran darah yang mengandung oksigen (darah yang adekuat). 24 . Perdarahan luar (terbuka) 2. Berdasarkan pembuluh darah yang mengalami gangguan perdarahan luar dibedakan menjadi : 1. Kenapa bisa terjadi Perdarahan? Perdarahan terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh darah yang dapat disebabkan oleh benturan (trauma/penyakit).CEDERA JARINGAN LUNAK B enturan atau terkena benda tajam terkadang menimbulkan dampak memar hingga keluarnya darah dari tubuh. Perdarahan dibagi menjadi 2 : 1. Perdarahan Vena Darah yang keluar dari pembuluh vena mengalir. Perdarahan dalam (tertutup) PERDARAHAN LUAR (TERBUKA) Jenis perdarahan ini terjadi akibat kerusakan dinding pembuluh darah disertai dengan kerusakan kulit. Disini kta akan membahas tentang Perdarahan dan Syok. 2. 3. Perdarahan Arteri Darah yang keluar dari pembuluh nadi keluar menyembur sesuai dengan denyut nadi dan berwarna merah terang karena masih kaya dengan oksigen. darah yang keluar merembes perdarahan ini sangat kecil sehingga hamper tidak memiliki tekanan warnanya bervariasi antara merah terang dan merah gelap . Perdarahan Kapiler Berasal dari pembuluh kapiler .

Arteri Brakialis (arteri di lengan atas) . Kehilangan darah pada perdarahan dalam tidak terlihat karena kulitnya masih utuh dan mengingat perdarahan dalam tidak terlihat. Tinggikan anggota tubuh yang cedera lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi kehilangan darah. khususnya pada batang tubuh ? Darah atau cairan mengalir dari hidung dan telinga ? kecil campur darah Buang air 25 B .bengkak dan perubahan bentuk pada alat gerak ? Nyeri tekan atau kekakuan pada diding perut ? darah Muntah ? besar berdarah. baik darah segar maupun darah hitam Buang air ? Luka tusuk. yaitu arteri di atas daerah yang mengalami perdarahan. Tekan luka dengan jari atau telapak tangan (gunakan sarung tangan).Arteri Femoralis (arteri di lipatan paha) Penanganan Perdarahan Luar 1. Buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh penderita dengan baik . PERDARAHAN DALAM (TERTUTUP) enturan dengan benda tumpul merupakan penyebab utama cedera dalam dan perdarahan dalam. 3. Jangan menyentuh mulut. Beberapa perdarahan dalam yang dapat dikenali antara lain : ? pada bagian luar tubuh yang mungkin merupakan petunjuk bagian Cedera dalam juga mengalami cedera ? memar disertai adanya nyeri pada tubuh.Pengendalian dan Penanganan Perdarahan Luar 1.Arteri Radialis (arteri di pergelangan tangan) . 2. kecurigaan adanya perdarahan dalam harus dinilai dari pemeriksaan fisik lengkap termasuk wawancara dan menganalisa mekanisme kejadian . Ada beberapa titik tekan yaitu : . Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh penderita 2. pembengkakan terutama Adanya diatas alat tubuh penting ? Nyeri. Cucilah tangan setelah selesai membeikan perawatan 4.hidung. Tekan pada titik tekan .mata dan makanan sewaktu memberi perawatan 3.

lidah dan cuping telinga 5. Rujuk ke fasilitas kesehatan . Jaga agar jalan nafas tetap baik 7. Kontrol Perdarahan dan rawat cedera lainnya bila ada 8. Tidurkan telentang 3.Segera bawa kefasilitas kesehatan terdekat SYOK S yok adalah suatu kondisi dimana beberapa sel dan organ tubuh vital (terutama otak. Pandangan hampa dan pupil mata melebar 6.Jangan berikan makan atau minum 6.Periksa dan pertahankan Air Breath Circulation (ABC) 3. kegagalan jantung memompa darah 2. Pelebaran pembuluh darah yang luas (dilatsi) Waspadai Syok! Berikut adalah Tanda dan gejalanya Tanda: 1. 26 . Pe r u b a h a n k e a d a a n m e n t a l (gelisah. Haus 3.cemas) Gejala: 1. Kenapa syok terjadi? 1. Tidak nyaman dan takut Bagaimana menanganinya? 1. Pusing (Vertigo) 5.PENANGANAN PERdarahan Dalam 1. Kehilangan darah dalam jumlah besar 3. Periksa tanda vital secara berkala 10. Wajah pucat dan kebiruan (sianosis) pada bibir. Longgarkan pakaian penderita 5. Tinggikan tungkai 4. jantung dan paru-paru) tidak cukup mendapat aliran darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisi. Nafas cepat dan dangkal 3. Kulit pucat dingin dan lembab 4. mungkin disertai muntah 2. Jangan beri makan dan minum 9. Mual. Bawa penderita ketempat teduh dan aman 2.Baringkan penderita 2. Selimuti agar tidak kehilangan panas tubuh 6. Nadi cepat dan lemah 2.Periksa pernapasan dan nadi secara berkala 4.Rawat sebagai syok (lihat syok) 5. Lemah 4.

CEDERA SISTEM OTOT RANGKA 27 .

Patah tulang ( Fraktur ) 2. yang berikut ini wajib dibaca.Adanya memar . Patah tulang tertutup • Bagian tulang yang patah tidak berhubungan dengan udara luar 28 Patah Tulang Terbuka . penangan yang baik dapat membantu mencegah terjadinya cacat tetap.CEDERA SISTEM OTOT RANGKA D alam setiap kegiatan kita sehari-hari terkadang ada saja yang bisa menyebabkan kita mengalami cedera sistem otot dan rangka hingga kita terkadang merasa sangat sakit dan sulit untuk memfungsikan alat gerak. Secara umum cedera otot rangka dapat berupa : 1.Nyeri dan kaku . Patah tulang terbuka • Bagian tulang yang patah berhubungan dengan udara luar 2. Terkilir sendi ( Sprain ) Kita tau lebih BENTUK CEDERA OTOT RANGKA 1. Supaya kita tidak salah dalam memberikan pertolongan. mulai dari yang ringan sampai yang mengancam nyawa. Terkilir otot ( Strain ) 4. Tanpa memandang berat atau ringannya kasus yang dihadapi.Terjadinya pembengkakan . Patah Tulang Patah Tulang adalah terputusnya jaringan tulang Waspadai Gejala dan Tandanya! patah tulang : . Cerai sendi ( Dislokasi ) 3.Terdengar suara berderik pada daerah yang patah .Ujung tulang terlihat . Cedera otot rangka merupakan salah satu bentuk cedera yang paling banyak dijumpai di lapangan.Perubahan bentuk .Adanya gangguan peredaran perdarahan Patah Tulang Tertutup Jenis Patah Tulang 1.

Mengurangi cidera yang baru disekitar bagian tulang yang patah 3. karton. karton dll. alumunium. Bidai Keras Dibuat dari bahan yang keras dan kaku untuk mencegah pergerakan bagian yang cedera.Prinsipnya adalah memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera. Bidai Improvisasi Bila tidak tersedia bidai jadi. kita bisa menolongnya dengan pembidaian Apa itu pembidaian? Pembidaian adalah pemakaian suatu alat Bantu untuk menghindari pergerakan. Contoh : Gendongan lengan. umumnya dipakai pada patah tulang paha 4. plastic atau bahan lain yang kuat dan ringan.. Mengurangi rasa nyeri 5. Koran. untuk cedera otot rangka..Contoh : majalah. Pentingnya Pembidaian Pembidaian bertujuan untuk : 1. bidai vakum 2. bantal. bidai tiup. karton. Contoh : Bidai vakum. umunya dipakai mitela. Bahan yang sering dipakai adalah kayu. Mengurangi perdarahan 6. maka penolong dituntut mampu berimprovisasi membuat bidau yang cukup kuat dan ringan untuk menopang bagian tubuh yang cedera. Mengistirahatkan anggota badan yang patah 4. Bidai yang dapat dibentuk Jenis bidai ini dapat diubah menjadi berbagai bentuk dan kombinasi untuk disesuaikan dengan bentuk cedera . Mencegah pergerakan atau pergeseran dari ujung tulang yang patah 2. Bidai Traksi Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya. melindungi dan menstabilkan bagian tubuh yang cedera. 29 . 3.Hanya digunakan oleh tenaga yang terlatih khusus. bidai kawat. selimut. Gendongan atau Blat dan Bebat Pembidaian dengan menggunakan pembalut. 5. Mempercepat penyembuhan Selain itu kita juga perlu mengenal Macam – macam Bidai. Contoh : BIdai kayu. Alat yang bisa difungsikan sebagai bidai? 1.Nah.

bandingkan dengan pemerikasaan GSS yang pertama 2. Nilai gerakan sensasi-sirkulasi pada bagian daerah luka sebelum menggerakan pembidaian 4. mitella) 5.Umumnya terjadi karena pembebanan secara tiba-tiba pada otot tertentu.Terkilir Otot (Strain) Terkilir otot adalah robeknya jaringan otot pada ekor otot (Tendon). Jangan memasukan bagian tulang yang patah 7.Sendi teregang melebihi batas normal sehingga kedua ujung tulang terpisah dan tidak pada tempatnya.Hal ini sering terjadi pada cedera olahraga karena : karena : a. Nyeri menyebar keluar disertai kejang dan kaku otot 3. Pastikan bagian yuang cedera dapat dilihat dan rawat perdarahan bila ada 3. Ikatan harus cukup jumlahnya dimulai dari sendi yang banyak bergerak 10. karena teregang melebihi batas normal.Secara umum berupa Waspadai Gejala dan Tandanya! patah tulang yang terbatas pada daerah sendi. Teregang melampaui kemampuan d. Nyeri yang mendadak pada daerah otot yang tertentu 2. Penyebab : . Selesai dilakukan pembidaian dilakukan pemeriksaan GSS kembali. Jaringan ikat sendi bisa tertarik melebihi batas normal dan mungkin sampai robek Waspadai Gejala dan Tandanya! : . Latihan peregangan tidak benar c. 3. Bengkak pada daerah cedera 30 . Latihan peregangan tidah cukup b.Cerai Sendi (Dislokasi) Cerai sendi adalah keluarnya kepala sendi dari mangkok sendi. Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar 9. Siapkan alat seperlunya (bidai dan. Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah 8. Sampaikan rencana tindakan kepada penderita 2. Penyebab : .Pedoman umum pembidaian 1. Upayakan tidak mengubah posisi yang cidera 6. Gerakan yang tidak benar Waspadai Gejala dan Tandanya! : 1.

4. LAKUKAN PEMBIDAIAN……!!! 8.Beri kompres dingin maksimum 3 menit.Balut tekan dan tetap tinggikan .Terkilir Sendi (Sprain) Terkilir Sendi adalah robek atau putusnya jaringan ikat sekitar sendi karena sendi teregang melebihi batas normal . Waspadai Gejala dan Tandanya! 1. Nyeri Gerak 3. Baringkan penderita pada posisi yang nyaman. Kurangi rasa sakit 9. ulangi setiap jam bila perlu . Nyeri Tekan 4. 2. Bengkak 2. istirahatkan bagian yang cedera .Rawat sebagai patah tulang . Warna kulit merah kebiruan Pertolongan cedera pada sistem otot rangka: 1. Lakukan pemeriksaan Fisik 3. Upayakan yang diduga patah dapat dilihat 5. Lakukan penilaian dini. gerakan yang salah .Tinggikan bagian yang cedera . Siapkan alat-alat seperlunya ( bidai dan mitella ) 7. Atasi perdarahan dan rawat luka bila ada 6. Penanganan Terkilir : . Stabilkan bagian yang patah secara manual 4. Penyebab : Terpeleset.Rujuk ke fasilitas kesehatan 31 .Letakkan penderita dalam posisi yang nyaman.

Pasang dua bidai dari : ? Ketiak sampai sedikit melewati telapak kaki ?paha sampai sedikit melewati telapak kaki Lipatan b. Cara paling mudah adalah dengan meletakkan benda dalam telapak tangan. Pada cedera ini tindakan yang paling baik adalah memasang gendongan. lalu membalut tangan tersebut dan meletakkannya diatas bidai. Cara membidainya sama seperti patah tulang paha .Bila ada patah tulang terbuka. Lengan digendong e. atasi perdarahan dan rawat lukanya 6. Cedera bahu Dislokasi bahu adalah cedera yang paling sering terjadi di daerah bahu. maka ikatlah jari tersebut dengan jari disebelahnya. 2. Cedera tangan dan jari Tangan yang cedera harus dibidai pada posisi fungsional. Lengan bawah digendong e. Rujuk ke fasilitas kesehatan 4. Pasang bidai sampai siku c. Beri bantalan kapas atau kain antara bidai dengan tungkai yang patah c. ? Beri bantalan kapas atau kain antara bidai atau kain. Rujuk ke fasilitas kesehatan 3. 7. Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menghadap kedalam b. Letaknya yang sangat dekat denganpermukaan kulit menyebabkan cedera ini sering berupa patah tulang terbuka .Patah tulang paha dapat menimbulkan perdarahan dalam. Ikat di daerah diatas dan diaerah yang patah d. Patah tulang paha Perubahan bentuk pada patah tulang paha biasanya terlihat dengan jelas. mungkin terlihat rongga pada daerah lengan atas di bawah tulang selangka. Pertolongan : a. Bila perlu ikat kedua kaki diatas lutut dan pergelangan kaki – telapak kaki dengan pembalut untuk mengurangi pergerakan. Ikat pada daerah diatas dan dibawah tulang yang patah d. d. Bila terjadi patah tulang selangka. letakkan tangan di dada b. f. Jika siku juga patah dan tangan tidak dapat dilipat. Pertolongan : ? 2 bidai disebelah luar dan dalam tungkai yang patah dari lipatan paha sampai sedikit Pasang melewati telapak kaki. Bila yang cedera lebih dari satu jari maka bidailah seluruh tangan 5. Cedera patah tulang lengan bawah Cedera di daerah lengan bawah dan pergelangan tangan merupakan cedera yang sering ditemukan. Cedera Patah tulang lengan atas Tulang lengan atas merupakan tulang yang cukup tebal dan kuat. Pasang bidai dari siku sampai tangan c. Cedera Lutut Bila lutut berada dalam posisi tertekuk maka bidailah dalam posisi tersebut dan bila lurus maka bidailah dalam posisi lurus. tidak usah digendong. bila tulang ini cedera waspadailah cedera jaringan disekitarnya.Pertolongan pada beberapa cedera alat gerak : 1. disamping nyeri dan pembengkakkan. dan biarkan tangan tergantung. Patah tulang tungkai bawah Umumnya kedua tulang tungkai bawah mengalami cedera bersamaan. Pertolongan : a. pasang bidai sampai ke lengan bawah. ? fasilitas kesehatan Rujuk ke 32 . Pertolongan : a. Bila yang cedera adalah jari. sehingga penderita dapat mengalami syok . Rujuk ke fasilitas Kesehatan Catatan : .

LUKA BAKAR 33 .

Air aki (Zuur) Radiasi. Luka Bakar Derajat Dua. Luka Bakar Derajat Satu (Permukaan) meliputi permukaan kulit yang paling atas (kulit Ari/Epidermis) 2. Benda panas Listrik. 4. Misalnya untuk memasak dan menyetrika. uh dengan prosentase sembilan per daerah tubuh (lihat gambar hukum 9) Luka Bakar Derajat Satu Luka Bakar Derajat Dua Luka Bakar Derajat Tiga 34 . Contoh : Listrik Rumah tangga. Contoh : Soda Api. Lapisan yang terkena tidak terbatas bahkan sampai kedalam tulang dan rongga dalam. 2. Luka Bakar Derajat Tiga. Terkadang ketidak sengajaan. Uap panas. contoh : Api. Petir Kimia. Sedikit lebih dalam 3. Cedera inilah yang dinamakan luka bakar. Jadi pengertian luka bakar yaitu semua cedera yang terjadi akibat paparan suhu yang tinggi.LUKA BAKAR ada dasarnya manusia memerlukan panas untuk kehidupan sehari-hari. Bahan Radioaktif Penggolongan Luka Bakar Berdasarkan luas lapisan kulit yang mengalami cedera. luka bakar dikelompokkan menjadi : 1. 3. Penyebab Luka Bakar Panas (Suhu Diatas 60º). P 1. sumber panas itu secar langsung maupun tidak langsung mengenai tubuh kita maka akan menimbulkan cedera. Contoh : Sinar Matahari (Ultra Violet).

5% 4.5% Hukum 9 pada orang dewasa 7% 7% 7% 7% 35 .Luas permukaan luka bakar Dalam penangan luka bakar dan penentuan derajat berat luka bakar.5% 4.5% 4.5% Hukum 9 pada orang anak-anak 1% 9% 9% 9% 9% 9% 9% 18% 4.5% 18% 4.5% 4.5% 18% 4. luas permukaan tubuh yang mengalami luka bakar sangat berperan. Pedoman untuk memperkirakan luas daerah yang terbakar dilakukan dengan Hukum 9 (rule of nine) yaitu dengan membagi daerah tub 4.5% 18% 4.5% 4.

Jangan gunakan mentega. jika pakaian melekat pada luka bakar gunting sekitarnya jangan memaksa untuk melepasnya 3. air es. Tutup luka bakar. oli. kecap. bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus selama 20 menit atau lebih 2.Penangangan Luka Bakar : 1. Lepaskan pakaian dan perhiasan. gunakan penutup luka steril (kassa Steril). Rujuk ke fasilitas kesehatan ES 36 . Alirkan air biasa ke daerah yang luka. jangan memecahkan gelembung. kopi. odol. 5. 4.

PEMINDAHAN KORBAN 37 .

Apakan penilaian dan pemeriksaan penderita harus selesai sebelum pemindahan c. Perbaiki posisi dan angkatlah secara bertahap Prinsip dasar pemindahan penderita : 1. Berapa lamakah tulang belakang harus dijaga ( stabilisasi manual ) Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemindahan penderita: 1. Beberapa pertanyaan yang mungkin terjadi adalah: a. Jangan dilakukan jika tidak perlu Melakukan sesuai dengan cara yang benar Kondisi Fisik Penolong harus baik dan terlatih Tidak ada definisi yang pasti kapan seorang penderita harus dipindahkan. 2. Rencanakan gerakan sebelum mengangkat dan memindahkan penderita 3. Kapan saatnya penderita dipindahkan b. Gunakan otot tungkai. Jangan memindahkan dan mengangkat penderita jika tidak mampu 4. Rapatkan tubuh penderita dengan tubuh penolong saat memindahkan dan mengangkat penderita. 7. 3. Bila situasi dan kondisi dilapangan relative tidak aman mungkin harus dilakukan pemindahan penderita terlebih dahulu. 38 . panggul serta otot perut. Jaga keseimbangan 6. Nilai kesulitan yang mungkin terjadi pada saat pemindahan 2. selanjutnya kita menentukan prioritas pemindahan penderita. Hindari mengangkat dengan otot punggung dan membungkuk. Sebagai pedoman dapat dikatakan bahwa bila tidak ada bahaya berikan pertolongan dulu baru pindahkan penderita. 5.PEMINDAHAN KORBAN S etelah melakukan penilaian keadaan dan penilaian dini.

Contoh : .Tarikan selimut British Red Cross British Red Cross 39 .Ancaman mobil terguling bensin tumpah .Tarikan lengan .Ancaman Bangunan runtuh .Tarikan Bahu .Tarikan Baju .Kondisi cuaca yang buruk Contoh Cara pemindahan Darurat : .Ancaman Ledakan .Berdasarkan keselamatan penolong dan penderita.Orang sekitar yang berprilaku aneh . pemindahan penderita digolongkan menjadi 2 bagian : 1. Pemindahan Darurat Pemindahan darurat dilakukan bila ada bahaya yang mengancam bagi penderita dan penolong.Adanya bahan-bahan berbahaya .Ancaman Kebakaran .

6. 3. Teknik angkat langsung dengan tiga penolong: 1. 4. penolong pertama menyisipkan satu lengan dibawah leher dan bahu. penderita siap diangkat dengan satu perintah. penolong ketiga menyisipkan lengan dibawah bokong dan dibawah lutut penderita. lengan yang satu disisipkan dibawah punggung penderita. sisipkan tandu yang akan digunakan dan atur letaknya oleh penolong yang lain. Pemindahan Biasa Pemindahan biasa dilakukan jika keadaan tidak membahayakan penderita maupun penolong. 9. ke tiga penolong berlutut pada salah satu sisi penderita .2. 2. jika memungkinkan beradalah pada sisi yang paling sedikit cedera. penolong kedua menyisipkan tangan dibawah punggung dan bokong penderita. 5. 8. berdiri secara bersamaan dengan satu perintah. jika akan berjalan tampa memakai tandu. letakkan kembali penderta diatas tandu dengan satu perintah yang tepat. 10. 7. angkat penderita keatas lutut ketiga penolong secara bersamaan. 40 . dari langkah no 6 teruskan dengan memiringkan penderita ke dada penolong.

Punggung harus tetap lurus. 4. 3. Kepala tetap menghadap kedepan dalam posisi netral. 41 . Pada saat mengangkat punggung harus tetap terkunci sebagai poros dan kekuatan konstraksi otot seluruhnya pada otot tungkai. Genggamlah pegangan tandu dengan baik.Teknik mengangkat tandu: Penolong dalam keadaan berjongkok dan akan mengangkat tandu 1. Saat menurunkan tandu lakukan langkah diatas pada urutan selanjutnya. 6. Kencangkan otot punggung dan otot perut. 2. Tempatkan kaki pada jarak yang tepat. 5.

Posisikan tidur. menyelipkan Penolong tangan dan mengangkat ke dua lutut penderita. Posisikan nyaman dan awasi jalan napas. . Beberapa pedoman untuk memposisikan penderita : . Posisikan tidur miring dengan tungkai ditekuk. Posisi terbaik melakukan pemindahan tergantung pada kondisi saat itu. Lakukan ? yang lain berdiri diantara dua tungkai penderita. terutama dicurigai cedera tulang belakang (spinal) harus segera distabilkan dan imobilisasi dengan papan spinal panjang. Penolong ? pengangkatan pada lengan penderita.Penderita tidak sadar dan tidak dicurigai ada cedera spinal atau cedera berat lainnya. . Jika tidak ditemukan tanda-tanda cedera pada tungkai atas dan tulang belakang tingikka tungkai sekitar 20 – 30 cm.Penderita dengan nyeri perut. 42 .Penderita Muntah-muntah. Posisikan duduk atau setengah duduk. posisikan miring stabil.Penderita dengan gangguan pernapasan. Posisi penderita Secara umum posisi penderita tergantung dari cedera yang dialami dan keadaan pada saat itu.aba kedua penolong dapat memindahkan penderita di Dengan lokasi yang diinginkan. ? satu aba. .Penderita dengan syok.Penderita Trauma. .Teknik angkat anggota gerak Biasanya diperlukan dua penolong untuk melakukan teknik ini : ? pertama berada diposisi kepala penderita. .

KEDARURATAN MEDIS 43 .

racun. muntah 4. lemah atau sangat kuat 3. Waspadai Gejala dan Tandanya! pada kedaruratan medis sangat beragam. Penanganan penderita yang paling penting adalah menjaga jalan napas dan memantau tanda vital penderita saat teratur lalu segera merujuk penderita kefasilitas kesehatan. kelembaban . Pernapasan tidak teratur 4. diare S 44 . Pupil mata sangat lebar atau sangat kecil 7. Penyebabnya antara lain infeksi. Nada cepat atau sangat lambat. rasa aneh pada mulut Tanda: 1. Perubahan keadaan kulit : suhu . Perubahan status mental ( tidak sadar dan bingung ) 2. keringat berlebihan. Nyeri 3. Rasa haus atau rasa lapar berlebihan. Perubahan tekanan darah 6. Mual. Demam 2.KEDARURATAN MEDIS eseorang yang mengalami kasus medis atau dikenal dengan kedaruratan medis mungkin juga dapat mengalami cedera sebagai akibat dari gejala gangguan fungsi tubuh. Yang harus diingat. Gejala: 1. Mual.kebiruan dan terlalu merah) 5. Bau khas dari mulut atau hidung 8. sangat kering termasuk perubahan warna pada selaput lendir ( pucat. Terjadinya kejang atau kelumpuhan 9. merasa akan kiamat 6. perasaan mau pingsan. Buang air kecil berlebihan atau tidak sama sekali 5. muntah. misalnya kehilangan kesadaran lalu terjatuh sehingga terjadi suatu luka. Sesak atau merasa sukar bernapas 7. Pusing. atau kegagalan satu atau lebih system tubuh. tidak teratur.

Apa sih penyebab pingsan yang sebenarnya? Pingsan dapat terjadi karena peredaran darah dan oksigen ke organ otak berkurang. ? Waspadai Pingsan! Waspadai Gejala dan Tandanya! ? limbung. ? Dapat menjadi tidak ada respon. 3. – Posisikan stabil. Bila pulih. Baringkan penderita dengan tungkai ditinggikan. Misalnya karena : ? Reaksi terhadap rasa nyeri ? Kelelahan ? Kekurangan makanan ? Emosi yang hebat ? dalam ruangan yang penuh orang tanpa udara segar yang Berada cukup. ? keluar keringat dingin. Rujuk ke Fasilitas kesehatan 45 . apakah kamu tau kenapa seseorang bisa pingsan? Berikut ini adalah penjelasannya. 6. Longgarkan pakaian. Beri selimut. ?nadi lambat Denyut Cara menangani 1. Pingsan Apakah kamu pernah pingsan? Bagimana rasanya? Atau mungkin kamu pernah melihat orang pingsan. agar badannya hangat. Lemas. 4. Terus. Usahakan penderita menghirup udara segar. 8. ? Menguap. yang biasanya berlangsung hanya beberapa menit. Bila tidak cepat pulih. Perasaan ? Pandangan berkunang-kunang dan telinga berdenging. maka: – Periksa napas dan nadi. usahakan istirahatkan beberapa menit. 2. Periksa cedera lainnya. 7.Beberapa kasus umum yang mungkin ditemukan oleh seorang penolong: 1. 5.

Lidah kering dan haus Cara menanganinya : 1. Kelelahan 3. Kendorkan pakaian yang mengikat 3. Mungkin pingsan Cara menanganinya : 1. 3. 2. Baringkan sampai kejangnya menghilang. Mual 4.2. Beri minum bila penderita sadar 5. Penderita umumnya sadar dan berkeringat. 2. lembab dan selaput lendir pucat 4. yang mengakibatkan terganggunya aliran darah gangguan ini juga akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat yang berlebihan sampai sistem sirkulasi terganggu. Kulit teraba dingin. Tinggikan tungkai penderita 20 – 30 cm 4. Beri minum kepada penderita (Oralit atau sejenisnya) 4. keriput. Rujuk ke fasilitas kesehatan terutama bila kejang tidak berhenti. biasanya pada otot tungkai dan perut. Lemah. Pernapasan cepat dan dangkal. 2. Paparan Panas Kedaruratan medis karena paparan panas dapat berupa kejang panas (kram). 6. misalnya bermain bola. suhu tubuh normal. b. Baringkan penderita ditempat yang teduh 2. kelelahan panas dan sengatan panas. Nadi lemah. Waspadai Gejala dan Tandanya! 1. 3. Hal ini terjadi pada akibat kehilangan cairan dan elektrolit dalam tubuh yang cukup besar melalui keringat. 5. Bila tidak diatasi kelelahan panas dapat menjadi sengatan panas. Rujuk ke fasilitas kesehatan 46 . Umumnya terjadi pada otot tungkai dan perut. Kejang panas Gangguan ini berupa kejang disertai nyeri pada otot yang terjadi pada saat melakukan kegiatan fisik. keringat berlebihan. Pusing. Waspadai Gejala dan Tandanya! 1. berlari. Pucat. Pindahkan penderita ke tempat teduh /sejuk. a. Kejang pada otot yang disertai nyeri. Kelelahan Panas Kondisi yang tidak fit pada saat melakukan aktivitas di lingkungan yang suhu udaranya relatif tinggi. kadang penurunan respons 7.

sehingga suhu tubuh menjadi terlalu tinggi dan berbahaya bagi keselamatan penderita. masukkan penderita ke dalam bak berisi air dingin dan tambahkan es ke dalamnya.c. Kehilangan kesadaran 6. Waspadai Gejala dan Tandanya! 1. Letakkan kantung es pada ketiak. panas kadang kemerahan 4. Sengatan panas dapat mengancam jiwa. Pernapasan cepat dan dalam. Rujuk ke fasilitas kesehatan 47 . 2. 3. Nadi cepat dan kuat diikuti nadi cepat tetapi lemah. lipat paha. Bila memungkinkan. 3. Kejang umum atau gemetar pada otot Cara menanganinya 1. Keadaan ini biasanya terjadi akibat aktivitas fisik berlebihan di tempat bersuhu tinggi atau di tempat yang kelembaban dan ventilasinya kurang baik. Turunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin. Masalah ini menjadi lebih kompleks bila penderita tidak lagi berkeringat. Sengatan Panas Terjadi akibat kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh penderita sudah tidak lagi mampu untuk mengeluarkan kelebihan panas. Pupil mata melebar 5. Kulit teraba kering. 4. dibelakang lutut dan sekitar mata kaki serta di samping leher. 2.

penyakit yang diderita. Pernapasan cepat nadi lambat 4. Alat gerak kaku 7. 3. 5. Ganti pakaian yang basah. Paparan Dingin ( Hipotermia ) Paparan terhadap dingin dapat menyebabkan suhu tubuh menurun < 35° C. Tubuh akan berusaha menuruninya dengan cara gemetar . Hipotermia dapat terjadi akibat penderita berada dialam terbuka dalam waktu yang lama. suatu respon bawah sadar untuk meningkatkan suhu tubuh melalui aktivitas otot. angin. Gangguan penglihatan 5. 2. 1. Reaksi mata lambat 6. Jaga jalan napas dan berikan oksigen bila ada. berikan rasa nyaman. upayakan agar tetap kering. 48 . Pantau tanda vital secara berkala. kesehatan penderita. usia penderita. Menggigil/gemetar 2. 6. 4. Terasa melayang 3. Pupil mata melebar dan tidak bereaksi 8. Ada beberapa hal yang adapt memperburuk hipotermia yaitu :suhu rendah. air. penyalah gunaan obat dan kekurangan makanan. Penilaian dini dan pemeriksaan penderita. Waspadai Gejala dan Tandanya! 1.3. Bila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara pelan-pelan. Rujuk ke fasilitas kesehatan. alcohol. Pindahkan penderita dari lingkungan dingin. 7. Kesadaran menurun Cara menanganinya Rawat penderita dengan hati hati. selimuti penderita.

KERACUNAN 49 .

Mual muntah .Usahakan si penderita muntah. dll). Tidak sengaja (makanan.Mulut berbusa Penanganan : . Penyalahgunaan obat S Bagaimana cara racun masuk ke dalam tubuh kita? Berdasarkan jalur masuknya racun kedalam tubuh manusia. Harus dibedakan dengan reaksi obat karena reaksi obat dalam tubuh memang diinginkan. Reaksi kimianya merusak jaringan tubuh atau mengganggu fungsi tubuh. penderita tidak sadar. air kelapa. penderita kejang. air mineral). susu.Beri minum anti racun umum (norit.Luka bakar pada daerah mulut . putih telur. minyak.minuman. sianida (pada singkong beracun). Keracunan melaui mulut/alat pencernaan Gejala : . udara beracun) c.KERACUNAN Pengertian Racun uatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat menimbulkan kematian. Sengaja (Bunuh diri) b.Suara parau . racun binatang (ular. namun ada kalanya terjadi reaksi obat yang tidak di inginkan . . kalajengking.Adanya sisa racun didaerah mulut . Keracunan pada manusia dapat terjadi karena faktor-faktor berikut : a.Napas berbau .Diare . keracunan dibagi menjadi empat : 1. 50 . Jangan muntahkan bila menelan asam/basa kuat.Nyeri perut . Beberapa contoh zat yang berupa racun : insektisida.

lumpuh. Keracunan melalui suntik/gigitan Gejala : .Buka baju penderita .Suara parau Penanganan : .Kemerahan . Gangguan pernapasan 3.Melepuh dan meluas Penanganan : .Batuk .Beri oksigen bila ada . kesemutan 6. Lemas.Luka didaerah suntikan/gigitan . Penurunan kesadaran. Nyeri kepala. ketakutan) 2. muntah.Kulit kebiruan (sianosis) .Nyeri .Kulit daerah kontak berwarna kemerahan .Perubahan warna kulit Penanganan : . Keracunan melalui pernapasan Gejala : . Mual. pusing.Nyeri pada daerah gigitan .Siram bagian yang terkena racun dengan air (minimal 20 Menit) .2. kebiruan (sianosis) 7.Rujuk ke fasilitas kesehatan Waspadai Keracunan! Gejala dan Tanda Umumnya : 1. Keracunan melalui kontak/penyerapan (kulit) Gejala : . Pucat. Kejang-kejang 8.Rujuk ke fasilitas kesehatan segera 3. Denyut nadi tak beraturan 51 . mulut berbusa 5.Jangan siram kulit dengan air yang terkena soda api 4. Syok 9. gangguan penglihatan 4.Napas berbau .Sesak napas .Bila racun berupa serbuk sikat sampai bersih . gangguan status mental (gelisah.

? fasilitas kesehatan Rujuk ke Alternatif lain yang bisa digunakan ? Pemakaian pembalut elastis ? Identifikasi ular bila memungkinkan JANGAN MEMAKAI TORNIKET 52 .Gigitan Ular Bila seseorang penderita luka gigitan ular menunjukkan gejala dan tanda maka berarti keadaannya serius dan perlu penanganan khusus. Mual dan muntah 3. Gangguan pernapasan Cara menangani gigitan ular ? diri penolong dan tempat kejadian Amankan ? Tenangkan penderita ? penilaian dini Lakukan ? Rawat luka. Demam 2. bila perlu pasang bidai. Nadi cepat dan lemah 6. Beberapa gejala dan tandanya! 1. Pingsan 4. Lemah 5. Kejang 7.

22. Karisma Character Building untuk Remaja. 20. Grasindo Menemukan Sekolah yang Membebaskan. Karisma Child-led Disaster Risk Reduction: A Practical Guide. Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat. Bruce Campbell. UNDP Psikologi untuk Anak dan Remaja II. 23. 15. 5. 50 Quick Team Building Games. 9. 11. Lewis. British Council Kisah Sebuah Gagasan. Prof. 4. WHO. SIDA. Sean Covey Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela. 16. Kawan Pustaka Mengembangkan Kemampuan Adaptasi Anak Menghadapi Stress Psikososial. Linda Campbell. Sean Covey . YIS Buku-buku pelatihan terbitan PMI Pusat: Pertolongan Pertama. Brian Cole Miller Bermain. Komunitas Sekolah Alam. Save the Children Community Challenge. 3. ICRC Living Values An Educational Program Educator Training Guide. MSi Menjaga Diri Sendiri. Menghayati. Jonni Kincher. Drs. Gramedia Pustaka Utama PHAST Step by Step Guide: A Participatory Approach for the Control of Diarrhoeal Disease. Mari Fitzduff. Tetsuko Kuroyanagi. ICRC Friends Tell Friends on the Street. Diane Tillman and Pilar Quera Colomina. 13. 6. Thai Red Cross Ketrampilan Komunitas Menghadapi Konflik. Tiga Serangkai Metode Praktis Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences. IFRC The 6 Most Important Decisions You'll Ever Make. Intuisi Press Mind Map untuk Anak. 12.Referensi 1. Gramedia Pustaka Utama Tujuh Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif. 17. 21. 10. dan Belajar. Lewis. Dee Dickinson. 2. 14. Made Rustika. 7. Australian Red Cross Exploring Humanitarian Law. Kesehatan Remaja Character Building untuk Anak-anak. Barbara A. 18. Tony Buzan. Claire Llewellyn. Barbara A. Karisma Seven Steps for Seven Principle. 8. Perawatan Keluarga. 19.

Bisa nasional bisa international. Berkarya dan Berbakti di Masyarakat Karena kita makhluk sosial. Udah tahukan kalo ngebantu sesama itu penting? Dan yang lebih penting. Aku punya temen dari Papua.Tri Bakti PMR Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat Ingin jadi remaja yang berkarakter bersih dan sehat? Bener banget kalau temen-temen milih gabung di PMR. karena disitu memang tempat berkumpulnya remaja yang peduli. maka kehidupan kita gak akan pernah lepas dengan orang lain. membantu sesama itu menyenangkan lho. Apalagi sejak gabung PMR. Australia. Asyiiik!! . ayo siaga bencana. Mempererat Persahabatan Nasional dan International Pengen punya banyak teman? Apalagi punya teman dari daerah bahkan negara yang berbeda? Aku punya berapa teman.. kesehatan remaja.gak terhitung lagi. Singapore. Dengan gabung PMR. Jepang.. juga dari Belanda. dan donor darah. Di PMR kita bisa bareng-bareng bantu sesama.. Nggak salah lagi kalo temen-temen gabung PMR. Toraja. Aceh. Buanyak deh. Denmark. Philipina. kita akan belajar bagaimana menjalin persahabatan dengan orang lain. Karena di PMR kita belajar tentang pertolongan pertama. kreatif dan bersahat. Malaysia. Palembang. remaja sehat peduli sesama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful