induksi ovulasi

Anantasika Sub Bagian Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi Bagian/SMF Obstetri & Ginekologi FK Univ.Udayana, RS Sanglah Denpasar.

ABSTRAK. Disfungsi ovulasi merupakan masalah utama pada sekitar 40% infertilitas wanita. Dengan berkembangnya pemakaian Transvaginal Ultrasonografi maka kejadian kegagalan ovulasi menjadi semakin sering ditemukan pada praktek sehari-hari. Dengan demikian menjadi semakin penting bagi kita adalah bagaimana menangani kasus anovulasi khususnya dikaitkan dengan keinginan untuk hamil. Klomifen sitrat telah lama dipakai sebagai obat untuk anovulasi. Pada kasus-kasus yang resisten terhadap klomifen sitrat, berbagai preparat dikombinasikan untuk mendapatkan perkembangan folikel yang diharapkan seperti Insulin sensitizer -metformin, deksamethason, injeksi hCG, serta gonadotropin yang akan dibahas dalam makalah ini. ³Controlled Ovarian Hyperstimulation´ pada teknik reproduksi dibantu (TRB) bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak oosit sehingga diharapkan akan lebih banyak didapatkan embryo, dan karenanya pemilihan embrio yang bakal ditransfer menjadi lebih leluasa, dan memungkinkan pula untuk melakukan transfer embrio lebih dari satu, 3-4, yang akan meningkatkan kemungkinan menjadi hamil. Terdapat banyak sekali macam protokol stimulasi, untuk memahaminya diperlukan pengertian dasar tentang fisiologi terjadinya ovulasi. Stimulasi ovulasi dengan Gonadotropin dimulai pada hari ke 2-3 siklus haid ,sebelum terbentuknya folikel dominan. Pemakaian GnRHa atau GnRH antagonis ditujukan untuk menghindari terjadinya lonjakan premature LH. GnRHa dapat diberikan secara short protocol, dimulai pada hari ke-2 siklus haid, atau long protocol yang dimulai pada hari ke 21 siklus haid sebelumnya. Sedangkan GnRH antagonis dapat diberikan dengan dosis tunggal, 3 mg pada hari ke 8 siklus haid, atau dengan dosis ganda setiap hari 0,25 mg mulai hari ke 7 siklus haid sampai saat pemberian hCG - bila penampang folikel sudah mencapai 18 mm atau lebih, atau bila kadar serum estradiol 200 pg/ml untuk setiap folikel yang mempunyai penampang 14 mm atau lebih. Tetapi total seluruh kadar serum estradiol tidak boleh melebihi 3000 pg/ml. Komplikasi stimulasi ovulasi yang perlu diwaspadai adalah adanya sindroma hiperstimulasi ovarium. Fase luteal dapat ditunjang dengan progesterone atau hCG. Pemberian progesterone untuk menunjang fase luteal dapat menghindari komplikasi sindroma ovarium hiperstimulasi yang sudah ada menjadi lebih berat.

PENDAHULUAN. Disfungsi ovulasi merupakan masalah utama pada sekitar 40% infertilitas wanita. Dengan berkembangnya pemakaian Transvaginal Ultrasonografi maka kejadian kegagalan ovulasi menjadi semakin sering ditemukan pada praktek sehari-hari. Dengan demikian menjadi semakin penting bagi kita adalah bagaimana menangani kasus anovulasi khususnya dikaitkan dengan keinginan untuk hamil. Siklus ovulatoir panjangnya bervariasi antara 25-35 hari. Sedang siklus anovulatoir bisa lebih pendek atau lebih panjang. Sering kali wanita dengan anovulasi mengalami kurang dari 6 kali menstruasi setahunnya atau oligomenore. Klomifen sitrat telah lama dipakai sebagai obat untuk anovulasi. Pada kasus-kasus yang resisten terhadap klomifen sitrat, berbagai preparat dikombinasikan untuk mendapatkan perkembangan folikel yang diharapkan seperti Insulin sensitizer -metformin, deksamethason, injeksi hCG, serta gonadotropin yang

Masing masing hormone reproduksi mempunyai kadar yang naik turun /fluktuasi. Hipotalamus ± Hipofisa. Pulsasi sekresi GnRH dengan amplitudo dan frekwensi dalam batas ³critical range´ ini dipertahankan melalui tiga mekanisme hubungan : Umpan balik lengkung panjang. Sebagai langkah awal stimulasi ovulasi harus dilakukan evaluasi pendahuluan serta dipahami bagaimana ovulasi terjadi. Endometrial Sampling : untuk prolonged anovulasi tanpa progesteron. Hubungan hipotalamus. Gonadotropin yang dihasilkan hipofisa mengendalikan sekresinya sendiri melalui umpan balik lengkung pendek kehipotalamus dan mempengaruhi sekresi GnRH. ³Controlled Ovarian Hyperstimulation´ pada teknik reproduksi dibantu (TRB) bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak oosit sehingga diharapkan akan lebih banyak didapatkan embryo. FSH. yang memerlukan penanganan spesifik. Suplemen Asam folat 400 mg. Sperma Analisa. dan karenanya pemilihan embrio yang bakal ditransfer menjadi lebih leluasa. Prolaktin. Kadar serum estrogen dan progesterone yang dihasilkan oleh ovarium ini memberikan umpan balik lengkung panjang kehipotalamus maupun hipofisa. Hipotalamus (nukleus arkuatus) menghasilkan gonadotropin releasing hormone (GnRH) yang disekresi secara pulsatil dengan amplitudo dan frekwensi dalam batas tertentu. hipofisa. yang disebut ³critical range´. saling tergantung. GnRH yang dihasilkan nucleus arkuatus diangkut lewat traktus tuberoinfundibular kemudian masuk kedalam aliran darah sistem portal. Eksklusi kelainan Hipofise. dan sampailah kehipofisa anterior. yang berakhir dengan ovulasi (satu oosit) dan terbentuknya korpus luteum yang menghasilkan cukup progesterone. Umpan balik lengkung pendek.akan dibahas dalam makalah ini. Kadar serum estrogen dan progesterone ikut mengendalikan sekresi GnRH dan gonadotropin. Hal ini merupakan hasil interaksi yang sangat harmonis antara hipotalamus. EVALUASI PENDAHULUAN. adrenal. GnRH merangsang hipofisa untuk menghasilkan gonadotropin. hanya sebagian kecil saja kearah sebaliknya. dan Thiroid. FISIOLOGI OVULASI. Rangsangan GnRH secara pulsatil akan menghasilkan sekresi gonadotropin (FSH dan LH) secara pulsatil pula. dengan urutan dan irama yang baku dari waktu kewaktu dalam satu siklus ovulasi/haid seperti suatu orkestrasi dengan harmoni yang sangat baik. ovarium dan interaksi intrafolikuler (autokrin. Penilaian Obesitas. 3-4. Ovulasi pada siklus alami biasanya hanya menghasilkan satu oosit saja . Sekresi yang keluar dari batas ini akan mengakibatkan gangguan ovulasi. Glukosa. Insulin. hipofisa dan ovarium ini mempunyai ikatan yang saling mempengaruhi. Aliran darah kearah sebaliknya inilah yang diduga . yang akan meningkatkan kemungkinan menjadi hamil. Pada urutan berikutnya gonadotropin akan merangsang proses folikulogenesis dan steroidogenesis di ovarium. dan memungkinkan pula untuk melakukan transfer embrio lebih dari satu. parakrin). kemudian gonadotropin ini akan menyebabkan terjadinya pertumbuhan folikel serta sekresi steroid seks (estrogen dan progesterone) oleh ovarium. Mencari penyebab anovulasi melalui pemeriksaan kadar serum puasa : TSH. 17-OH Progesteron. HisteroSalfingoGrafi / Laparoskopi diagnostik. Aliran darah sistem portal ini sebagian besar memang kearah hipofisa. kearah hipotalamus.

setiap . FSH akan menyebabkan : Pertumbuhan dari beberapa primordial folikel. Umpan balik lengkung sangat pendek. Hubungan umpan balik ini melibatkan beberapa neurotransmitter. A. Penurunan sekresi FSH ini akan mengakibatkan terhentinya pertumbuhan (atresia) folikel yang kurang peka (mempunyai ambang kepekaan tinggi) terhadap rangsangan FSH. dan norepinephrine yang bersifat merangsang (positive). Hanya sebagian kecil FSH dan LH saja yang disekresi kedalam peredaran darah. Pertumbuhan beberapa folikel ini akan menyebabkan kenaikan kadar estrogen. Neurotransmitter utama yang mempunyai peran pada hubungan umpan balik ini adalah dopamine yang bersifat menghambat (negative). Pada awal siklus dimana kadar hormon estrogen sangat rendah. Hipotalamus ± hipofisa ± ovarium (H-H-O). rangsangan GnRH akan meningkatkan produksi gonadotropin (FSH. Awal siklus. Aromatisasi androgen menjadi estrogen di sel granulosa. untuk persiapan nanti menghadapi lonjakan LH dan FSH pada pertengahan siklus. meskipun tetap dengan rangsangan satu macam GnRH. endorphin. Bersama estrogen membentuk reseptor FSH di sel granulosa. Pada saat itu hanya ada satu folikel. akibat umpan balik negatif kadar serum estrogen yang semakin tinggi (juga inhibin) keotak. Terdapat hubungan yang sangat dinamis pada aksis H-H-O sepanjang siklus haid. GnRH yang selalu dalam ³critical range´ akan merangsang hipofisa baik pada pusat penyimpanan maupun pada pusat sekresi. Lingkungan steroid seks inilah yang mengendalikan fluktuasi kadar baik serum FSH ataupun serum LH. yang masing masing folikel mempunyai nilai ambang kepekaan berbeda beda terhadap rangsangan FSH. yang sangat penting sebagai bahan dasar sintesa estrogen. yaitu pusat sekresi dan pusat penyimpanan yang berada dihipofisa. melatonin dan sebagainya. Hipotalamus / GnRH mengendalikan sekresinya sendiri.LH) yang sebagian besar disimpan dipusat penyimpanan. Kedua pusat pengendalian kadar serum gonadotropin ini selain dipengaruhi oleh GnRH juga dipengaruhi oleh hormone steroid seks. dari waktu kewaktu selama siklus haid. Hal ini disebabkan karena rangsangan gonadotropin sebelumnya menyebabkan kepekaan folikel dominan terhadap FSH semakin meningkat Hal ini menyebabkan pada siklus alami hanya terjadi satu ovulasi saja. Urut urutan hubungan aksis H-H-O ini sudah baku untuk menghasilkan siklus ovulasi yang normal. Selanjutnya folikel dominan ini tetap akan tumbuh meskipun sekresi FSH semakin menurun. yang tetap bisa bertahan untuk tumbuh. Pada awal siklus terdapat beberapa folikel. Kelainan pada hubungan aksis H-H-O akan menyebabkan gangguan ovulasi. serotonin. Pada kurang lebih hari 5-7 siklus haid. Neurotransmitter lain yang ikut membantu hubungan umpan balik ini antaranya.digunakan gonadotropin untuk memberikan umpan balik lengkung pendek kehipotalamus. yang paling peka / ³siap´. Kenaikan kadar serum FSH dan LH secara perlahan (tidak meningkat tajam) ini diovarium akan berdampak : LH akan merangsang sel teka menghasilkan androgen. dan disebut sebagai folikel dominan. terjadi penurunan sekresi FSH (tetapi tidak LH). Pada manusia terdapat dua pusat pengendalian kadar serum gonadotrophin. Proliferasi sel granulosa.

yang berperan untuk ³memecahkan´ dinding folikel saat ovulasi. sampai siklus berikutnya. Merupakan preparat yang paling sering digunakan untuk stimulasi ovulasi. Merangsang produksi prostaglandin dari sel granulosa. Pada saat kadar estradiol sama atau lebih dari 200 pg/ml yang bertahan lebih dari 50 jam maka terjadi umpan balik positif terhadap LH. Mekanisme kerja utama klomifen sitrat adalah pada hipothalamus. Fase luteal yang baik merupakan hasil dari serangkaian kerja sama antara GnRH. Menyebabkan terjadinya luteinisasi minimal (tidak maksimal karena masih ada oosit) pada sel teka.bulannya. C. hipothalamus merubah pulsatilitas GnRH sehingga sekresi gonadotropin hipofise meningkat. Dengan ikatan klomifen sitrat. Peningkatan progesterone dan FSH ini mengaktifkan enzim proteolitik untuk membantu ³menghancurkan´ dinding folikel saat ovulasi. yang diikuti dengan lonjakan sekresi progesterone. Kadar progesterone dan juga estrogen berada dipuncaknya pada hari + 7 dari ovulasi. Rangsangan GnRH pada lingkungan kadar estrogen yang tinggi ini akan melepaskan simpanan gonadotropin yang selama ini ³ditabung´ dipusat penyimpanan untuk dipindahkan kepusat sekresi dan dilepaskan kedarah sehingga terjadilah lonjakan LH. Selain itu FSH pada pertengahan siklus ini bersama estradiol membentuk reseptor LH di sel granulosa. Bila terjadi kehamilan kadar progesterone akan tetap bertahan karena adanya rangsangan hCG yang dihasilkan oleh sel trofoblas. dan mempengaruhi reseptor berminggu-minggu. dan seks steroid yang dihasilkan oleh folikel yang tumbuh dengan baik pula. Pertumbuhan folikel dominan yang semakin besar mengakibatkan kadar estrogen semakin meningkat pula. KLOMIFEN SITRAT. Ovulasi terjadi kurang lebih 36 jam dari saat dimulainya lonjakan LH. Oleh karenanya oosit yang sudah masak ditandai dengan tampaknya badan polar I ini. Lonjakan LH ini berperan : Menghancurkan Oocyte Maturation Inhibitor (OMI). Pertengahan siklus ± pre ovulasi. gonadotropin. Strukturnya memungkinkan berikatan dengan reseptor estrogen. maka terjadilah sedikit peningkatan sekresi progesterone. tertanamnya buah kehamilan kedalam dinding uterus / endometrium. Fase luteal yang baik akan menghasilkan hormone progesterone yang cukup. dan bila tidak terjadi kehamilan kadar kedua hormone tersebut akan turun perlahan sampai saat haid siklus berikutnya. Ovulasi dan fase luteal. B. sehingga miosis /oogenesis yang tadinya terhenti selama fase folikuler (folikulogenesis). Pertumbuhan folikel yang baik ini sangat penting agar terbentuk korpus luteum yang baik pula nantinya pada fase luteal. Sebagai respon . Bila dikaji lebih jauh maka hari + 7 ovulasi. hipothalamus tidak dapat mengetahui kadar estrogen endogen dan menganggapnya rendah. Sedikit peningkatan kadar progesterone ini akan memperkuat umpan balik positif keotak dan terjadilah selain lonjakan LH juga lonjakan FSH. bertepatan dengan terjadinya implantasi. berjalan kembali dan saat itu dilepaskanlah badan polar I. yang sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup buah kehamilan. Kenaikan tajam kadar serum progesterone (dampaknya berbeda dengan sedikit peningkatan) ini akan menekan sekresi gonadotropin. Setelah ovulasi terjadi maka akan dilanjutkan masuk kedalam fase luteal. STIMULASI OVULASI. saat puncak kadar progesteron terjadi pada siklus normal. Penentuan saat ovulasi ini penting untuk menentukan saat inseminasi atau pengambilan oosit pada proses bayi tabung. Ikatan yang lama ini mempengaruhi ³replenishment´ reseptor estrogen di hipothalamus. ada juga bukti yang menunjukkan . Segera setelah oosit meninggalkan folikel maka akan terjadi luteinisasi sempurna sel granulose.

jauh lebih tinggi daripada siklus spontan (200-300 pg/ml). KARAKTERISTIK SIKLUS KLOMIFEN SITRAT. . Tabel 1 menunjukkan angka ovulasi dan kehamilan pada penaikkan dosis. kadar estradiol pada saat terjadi surge adalah 750 pg/ml (225-2750 pg/ml). secara langsung merangsang pelepasan gonadotropin. jadi diperlukan dosis awal lebih tinggi. . Perbedaan ini menunjukkan bahwa keberhasilan induksi dengan Klomifen sitrat bergantung pada kesinambungan kemampuan hypothalamus dan hipofise meningkatkan sekresi FSH. . Pada siklus Klomifen sitrat yang ovulatoir . Kedua mekanisme ini bekerja sinergis. dengan ketebalan rata-rata sekitar masa ovulasi 11 mm. Penting diingat nilai ambang FSH yang harus dicapai dan dipertahankan untuk mendapatkan ovulasi. . baik pada menstruasi spontan maupun setelah pemberian progestin. dan temperatur basal badan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pemakaian Klomifen sitrat adalah : .Diameter folikel saat LH surge lebih besar. seperti insulin. LH surge terjadi sekurang-kurangnya 5 hari setelah Klomifen sitrat terakhir (hari-14).75 % keberhasilan kehamilan terjadi pda tiga siklus ovulatoir yang pertama.memulai Klomifen sitrat lebih awal ( hari ke 2-4) tidak merubah angka ovulasi. leptin. dibandingkan dengan 8 mIU pada siklus Klomifen sitrat anovulatoir. . kehamilan. Siklus Klomifen sitrat berbeda dengan siklus ovulasi spontan.Pada awalnya ditetapkan dosis Klomifen sitrat dapat dipakai sampai 100 mg. . .Pada kegemukan (>100 kg) .Dosis Klomifen sitrat dinaikkan 50 mg sampai maksimum 200-250 mg/hr selama 5 hari.klomifen sitrat berikatan dengan reseptor estrogen di hipofise.Fase follikuler lebih panjang. Oleh karena itu dosis melebihi 100 mg/hari sering dipakai . pada siklus ovulatoir. urinary LH surge. .10 hari setelah LH surge. dibandingkan dengan 19 mm pada siklus spontan. Klomifen sitrat dimulai secara empiris pada hari ke lima siklus. khususnya pada keadaan keadaan dimana pemberian Klomifen sitrat lebih menguntungkan. . ovulasi dapat terjadi lebih dari 80%. Mungkin terdapat hormon hormon lain yang merubah pelepasan FSH oleh hypothalamus dan hipofise sebagai respon terhadap Klomifen sitrat . Jika Klomifen sitrat dimulai hari ke 5. dan hanya untuk 3 kali pemberian ulangan. kadar FSH rata-rata 11 mIU/ml. perkembangan endometrium sama dengan siklus ovulasi spontan.Adanya ovulasi dapat dideteksi (berdasarkan urutan sensitivitas) dengan USG. Kebanyakan mengalami surge lebih lambat ( hari 15-17). bahkan sampai hari ke 21.Wanita yang resisten terhadap Klomifen sitrat tidak mampu membentuk respon FSH yang adekuat. Dalam praktek klinik rekomendasi ini sering di abaikan. Klomifen sitrat tidak dapat menginduksi ovulasi pada wanita yang hipoestrogen. dan abortus. . 20% ovulasi terjadi pada dosis awal 50mg. meningkatkan pelepasan FSH dan memungkinkan perkembangan folikel di ovarium. Kadar hormon pada siklus Klomifen sitrat. Diameter folikel rata-rata 25 mm. Pada lingkungan yang estrogenic. atau androgen.Pada siklus Klomifen sitrat ovulatoir.

. non konsepsi. Masa satu bulan bebas klomifen sitrat akan memungkinkan terjadinya resolusi spontan. spot. dan 0. mungkin terdapat persistensi satu/lebih area hipoechoic di ovarium. Kista ovarium yang bertahan lebih dari 9 minggu kmungkinan bersifat neoplastik. yang dapat ditangani dengan acetaminofen. Tapi tampaknya kista yang lebih besar dari 20 mm akan mempengaruhi siklus klomifen sitrat berikutnya. 0. USG basal dilakukan untuk menentukan apakah terdapat sisa-sisa aktifitas ovarium. serta memodifikasi aktifitas fisik. dan menorrhagia. dan memerlukan peningkatan dosis . siklus berikut dengan dosis yang sama tetap mmerlukan monitoring untuk meyakinkan berlanjutnya respon ovulasi. Pemakai klomifen sitrat yang tidak hamil disarankan memakai ontrasepsi hormonal untuk mencegah Ca Ovarium. EFEK SAMPING. yang memerlukan aspirasi/pengangkatan sebelum induksi ovulasi dilanjutkan.MONITORING SIKLUS. THERAPI TAMBAHAN PADA KLOMIFEN SITRAT. Pasien yang mendapatkan klomifen sitrat harus di KIE akan adanya kemungkinan resiko Ca Ovarium bila tetap tidak terjadi kehamilan. Tidak ada penelitian tentang efek residual ovarian cyst pada siklus klomifen sitrat.. dengan angka kehamilan ganda 8%. Sekali dosis ovulatory Klomifen sitrat dapat ditentukan. tetapi kehamilan pada siklus Klomifen sitrat biasanya tunggal. Dilakukan penilaian terhadap jumlah dan ukuran folikel preovulatory. Kista ovarium sebagai akibat klomifen sitrat bersifat asimptomatik. sakit kepala. dan selanjutnya dimonitor dengan USG. nausea dan vomiting. Setelah satu siklus multifolikel. serta grading dan ketebalan endometrium. Gangguan penglihatan berupa blurring. pelvic rest. Hampir semua kehamilan terjadi pada 6 siklus ovulatoir yang pertama. 15% wanita yang pada awalnya berrespon terhadap dosis tertentu. Tindakan stimulasi pada ovarium dengan kista ovarium akan mengakibatkan kista tersebut tidak mengalami resolusi. Hampir semua kehamilan terjadi dalam 3-4 siklus ovultoir. khususnya pada nullipara. dengan 7% kembar dua. spotting intermenstrual. Pemakaian klomifen sitrat melebihi 12 siklus harus dilakukan dengan hati-hati. insiden kehamilan ganda didapatkan 8%. Pada uji klinis yang melibatkan 7000 wanita dengan ovulasi dan anovulasi. Keluhan membaik seminggu setelah dosis terakhir. Muncul perasaan penuh/nyeri abdomen karena perkembangan folikel. bloating. tidak fungsional. Penelitian menunjukkan bahwa kista ovarium yang lebih besar dari 10mm menurunkan kemungkinan kehamilan pada siklus yang memakai gonadotropin sebagai induksi ovulasi. Sebelum memulai suatu siklus . sehingga bila mengkonsumsi Klomifen sitrat disarankan brhati-hati dalam aktifitas berkendara. dan meneruskan therapi Klomifen sitrat melebihi 6 siklus tidak memiliki keuntungan klinis. Tidak ada manfaat kontrasepsi oral kombinasi dalam menekan kista ovarium. Keluhan lain dapat berupa hot flushes. selanjutnya menjadi refrakter. flashes dapat terjadi serte bertambah sering dengan meningkatnya dosis. jarang terjadi setelah 6 siklus. Terdapat kemungkinan 30% perkembangan multifolikel. Jumlah folikel lebi dari satu dapat terjadi pada sepertiga siklus Klomifen sitrat dengan dosis terrendah. Respon terhadap dosis dapat berubah sepanjang waktu. Oleh karena itu dosis terrendah yang dapat menimbulkan ovulasi harus ditentukan. terjadi 2600 kehamilan. Hubungan antara Ca Ovarium dengan klomifen sitrat tetap controversial.1% quintuplet. USG dilakukan 5 hari setelah dosis Klomifen sitrat terakhir. breast tenderness.5% triplet.5% quadruplet. dosis dinaikkan bila tidak terjadi ovulasi. 0.

Pada wanita yang tidak menunjukkan LH surge sekalipun gambaran USG menunjukkan perkembangan folikel yang baik. serta menentukan saat pemberian hCG yaitu setelah ditemukan sekurangkurangnya satu folikel dengan diameter > 17mm. ditentukan kadar insulin dan glukosa. kecepatan perkembangan folikel 2-3mm/hr pada sekitar 5 hari sebelum ovulasi. Rosiglitazone. Androgen adrenal khususnya dehydroepiandrosterone sulfat dan androstenedione serta metabolitnya estrone dan testosterone secara teoritis mempengaruhi aksis HHO. Efek samping metformin yang paling sering adalah keluhan gastrointestinal dan diare. Glukosa puasa rata rata 75mg/dl. dan meningkatkan ovulasi (spontan ± kombinasi dengan klomifen sitrat) dibandingkan plasebo. Insulin Sensitizers. Pada kelompok ini pemberian gonadotropin akan bermanfaat. Untuk mengurangi leluhan ini dianjurkan peningkatan dosis bertahap.1. 2. Rasio glukosa-insulin puasa telah dievaluasi sebagai marker resistensi insulin.klomifen sitrat mulai hari ke 5. Kelainan endokrin tersering di bidang anovulasi estrogenic adalah Sindroma Ovarii Polikistik. HCG diberikan pda hari dimana diperkirakan diameter folikel mencapai 25mm/lebih. kelompok metformin menginduksi 90% ovulasi (spontan/+ klomifen sitrat) dibandingkan 12% pada kelompok plasebo + klomifen sitrat. Metformin tidak menyebabkan hipoglikemi. Protokolnya : . Sekalipun 85-90% therapi klomifen sitrat pada anovulasi yang estrogenic akan menghasilkan ovulasi. atau dengan kadar insulin puasa saja. Sebagai tambahan . dosis maksimum 200mg/hr. 4. Terdapat sekelompok wanita dengan anovulasi dan estrogenic yang tidak mampu membuat dan atau mempertahankan pelepasan FSH yang adekuat sebagai respon terhadap klomifen sitrat.saat dosis terakhir ditambahkan injeksi gonadotropin harian (75-225IU) .USG dilakukan setelah 4 dosis gonadotropin untuk mengevaluasi respon ovarium. dan ovulasi terjadi 3642 jam setelah hCG. Pada penelitian random . Dengan menekan androgen produksi adrenal ini akan memperkuat kerja klomifen sitrat .5 menunjukkan resistensi insulin. penyesuaian dosis. Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Setelah puasa semalam. mungkin memerlukan suplementasi hCG. D Chiro-inositol. Resistensi insulin dengan kompensasi hiperinsulinemia dapat merupakan gambaran sindroma ini dan mungkin sebagai penyebab hiperandrogen dan anovulasi kronis. Pada kasus anovulasi. Karenanya sejumlah wanita yang refrakter thd klomifen sitrat (disebut CC resistant) akan memerlukan pengobatan tambahan untuk berhasil hamil. . Metformin menurunkan respon insulin serum terhadap pemberian glukosa oral. Penting dicatat glukokortikoid dapat menimbulkan eksaserbasi resistensi insulin. Ratio Glukosa:Insulin kurang atau sama dengan 4. Deksamethason. hanya 40-50% mencapai kehamilan. Pada penelitian ini kadar insulin puasa rata rata adalah 20 mIU/ml. 3. Kombinasi deksamethason dan klomifen sitrat diberikan pada waita dengan kadar DHEAS > 200 mg/dl. Obat lain : Troglitazone. HMG (Human Menopausal Gonadotropin) Terdapat level treshold FSH yang diperlukan untuk menunjang perkembangan folikel dan ovulasi. Cara lain adalah dengan euglycemic clamp tehnique yang lebih rumit . .

Long protocol pemberian GnRHa dimulai pada hari ke 21 (pertengahan fase luteal) siklus sebelumnya. Protokol GnRH antagonis ternyata lebih pendek. tidak ada ³flare up´ dan tujuan utama pemberiannya adalah untuk menghindari terjadinya lonjakan LH. Pemberian GnRHa atau antagonis ini bertujuan untuk menekan sekresi GnRH dan gonadotropin endogen. sama antara kedua protokol ini. dan sudah saatnya diberi hCG. Kwalitas oosit diharapkan menjadi lebih baik. Pemberian GnRHa ini tidak langsung menekan sekresi gonadotropin. lebih sederhana dan jumlah ampul gonadotropin yang dipakai lebih sedikit.5%. Pada protokol dosis ganda GnRH antagonis mulai diberikan pada hari ke-7 siklus haid. Ada pendapat bahwa pada kasus endometriosis berat. tetapi saat ini yang kebanyakan dipakai adalah short protocol dan long protocol. STIMULASI OVULASI PADA TRB. Apabila dibandingkan antara pemakaian GnRH antagonis protokol tetap dengan GnRHa protokol panjang. Menekan estrogen untuk menekan pertumbuhan endometriosis. Hal ini salah satunya diduga akibat OMI yang sudah lebih awal dihambat kerjanya. dan kemungkinan besar folikel menjadi kurang lebih sama ukuran/pertumbuhannya sehingga memudahkan untuk monitoring. Terdapat dua macam protokol pemberian GnRH antagonis ini. Kemampuan untuk mencegah lonjakan LH premature. dan diakhiri sama seperti pada short protocol. Pada umumnya dosis tunggal GnRH antagonis cukup diberikan sekali pada hari ke 8 siklus haid. tidak terjadi lonjakan LH diluar pengamatan (lonjakan LH premature). Tetapi terdapat perbedaan antara jumlah oosit . dengan dosis 0. sebaiknya diberikan GnRHa dengan protokol panjang. serta efek samping yang lebih rendah dalam hal resiko kehamilan multiple dan terjadinya OHSS. Karena GnRH antagonis bekerjanya langsung menekan. A. sehingga kadar gonadotropin benar benar terkendali. Menekan kadar LH pada kasus Sindroma Ovarium Polikistik (SOPK). GnRH antagonis bekerja langsung menekan sekresi GnRH tidak ada dampak ³flare up´.Protokol ini memiliki pregnancy rate 44%. Selain itu saat untuk pengambilan oosit dapat diatur waktunya. oleh LH. dengan multiple gestation rate 10. Pada short protocol pemberian GnRHa pada umumnya dimulai pada hari ke-2 siklus haid dan diakhiri pada saat penentuan bahwa folikel sudah masak. Berbeda dengan GnRHa. Terdapat beberapa macam protokol pemberian GnRHa ini. Tahapan dan peran beberapa sediaan untuk stimulasi ovulasi pada TRB : GnRHa atau antagonis. Kadar LH yang tinggi dari awal pada SOPK akan menurunkan kwalitas oosit. Pada kasus yang stimulasinya (gonadotropin) memerlukan waktu yang lama (slow responders). Serta memiliki keuntungan dimana dosis gonadotropin yang dipakai lebih rendah ( keuntungan ekonomis). sesuai dengan yang dikehendaki (pada pagi/siang hari).25 mg setiap hari sampai saat pemberian hCG. dan kemampuan menekan terjadinya hiperstimulasi. Pemberian GnRHa protokol panjang akan menekan LH terlebih dahulu sebelum kemudian diikuti dengan pemberian bersamaan stimulasi ovulasi. Monitoring. Pada awalnya pemberian GnRHa ini akan memberikan rangsangan (flare up) setelah beberapa waktu baru memberikan penekanan (down regulation). dengan dosis 3 mg. Pemberian GnRHa atau antagonis. maka pemberiannya juga langsung pada saat kemungkinan lonjakan LH tersebut bakal muncul. Gonadotropin. dosis tunggal dan dosis ganda / beruntun (multiple). untuk menekan pengaruh negatif (gangguan respon kekebalan tubuh) yang dihasilkan oleh endometriosis sebelum diberikan stimulasi ovulasi. Penunjang fase luteal.. dengan harapan : Menghindari pengaruh gonadotropin endogen. pemberian GnRH antagonis dapat diulangi setiap 3-4 hari sampai saat pemberian hCG.

C. Pada saat awal diperkenalkannya program fertilisasi in vitro dan embrio transfer (FIV-ET) sampai beberapa tahun kemudian gonadotropin yang digunakan adalah human menopausal gonadotropin (hMG). Apakah kekurangan protokol tetap GnRH antagonis ini bisa diatasi dengan menyesuaikan protokolnya dengan karakteristik setiap individu. bukan dari urine. Respon ovarium terhadap stimulasi ovulasi ini dipengaruhi beberapa faktor salah satunya adalah faktor umur. Protokol pemberian gonadotropin ini (stimulasi ovulasi) banyak jenisnya. bila saat monitoring dirasa pertumbuhannya kurang memuaskan. Variasi antar pemeriksa. Terdapat beberapa macam gonadotropin yang dapat digunakan untuk stimulasi ovulasi.yang didapat dan angka kehamilan yang dihasilkannya. menduga bahwa LH tidak diperlukan untuk pertumbuhan folikel. monitoring folikel ini juga untuk mengetahui respon folikel/dosis gonadotropin yang diberikan. hMG ini disarikan dari urine dan setiap ampul hMG mengandung 75 IU FSH dan 75 IU LH. GnRH antagonis protokol tetap. Pengalaman setempat sangat diperlukan untuk monitoring pertumbuhan folikel ini. Sehingga terdapat dugaan bahwa untuk pertumbuhan folikel pada fase folikuler. Kemudian pada perkembangan pemurnian lebih lanjut muncul FSHHP (FSH highly purified) tetapi masih tetap dari bahan dasar urine. Pendapat baru. oligo ovulasi ataupun anovulasi) dan juga tergantung dari pengalaman pusat pelayanan itu sendiri dengan berbagai alasan. Pada umumnya folikel dikatakan masak bila penampangnya diatas 18 mm atau kadar estradiol kurang lebih 200 pg/ml per folikel yang penampangnya diatas 14 mm atau lebih (sebaiknya total estradiol dari seluruh folikel tidak lebih dari 3000 pg/ml). Selain untuk mengetahui apakah folikel sudah masak/matur. terutama yang sudah mendekati 40 tahun. Akhir akhir ini hipotesa tersebut mulai diragukan kebenarannya berdasarkan adanya kenyataan klinik dan beberapa penelitian. dibandingkan dengan GnRHa protokol panjang. yang diperlukan pada setiap fase pertumbuhan folikel (The LH ³ceiling hypothesis´). menghasilkan jumlah oosit dan angka kehamilan yang lebih rendah. Monitoring pertumbuhan folikel. tergantung dari siklus ovulasi wanita (ovulasi normal. Pemberiannya secara titrasi dimulai dengan dosis rendah. B. Bila respon folikel dirasa belum memadai dosis gonadotropin bisa dinaikkan secara perlahan (titrasi). Pemberian gonadotropin. LH hanya berperan pada akhir fase folikuler (lonjakan LH) untuk menyempurnakan maturasi folikel dan menjaga kwalitas oosit. Pada awalnya LH disini dipikirkan untuk merangsang sel teka agar memproduksi androgen sebagai bahan dasar estrogen yang sintesanya dipicu dan dipacu oleh FSH. Gonadotropin diberikan sampai dengan folikel dikatakan / ditentukan sudah masak (berdasarkan penampang folikel dan serum estradiol). Pemberian gonadotropin ini pada umumnya dimulai pada hari ke 2-3 siklus haid sebelum terbentuk folikel dominan. sehingga diharapkan dapat menghasilkan lebih dari satu/banyak folikel yang masak. Umur yang semakin lanjut. Daya (2002) secara meta analisa membandingkan hasil stimulasi ovulasi dengan urine FSH (uFSH) dan rhFSH. masih perlu diteliti lebih lanjut. Stimulasi dengan rhFSH memberikan angka kehamilan per siklus lebih tinggi dibanding dengan yang memakai uFSH. Tetapi pada sisi lain terdapat kenyataan klinik bahwa kalau kadar LH sudah tinggi dari awal siklus juga akan mengganggu pertumbuhan folikel. dikerjakan dengan transvaginal sonografi (TVS) untuk mengukur penampang folikel dan dibantu dengan pemeriksaan kadar serum estradiol secara beruntun. alat dan laboratorium cukup lebar. ovariumnya sudah . diperlukan keberadaan LH. Monitoring. sehingga benar benar murni terbebas dari kontaminasi LH maupun protein lainnya. Perkembangan terakhir telah dihasilkan recombinant FSH (rhFSH) yang dihasilkan secara in vitro dengan teknik recombionant DNA. Selain itu disimpulkan pula bahwa jumlah ampul yang digunakan rhFSH lebih sedikit dibanding dengan uFSH. Maka muncul hipotesa bahwa ada batas kadar LH tertentu. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa akhir akhir ini banyak diusahakan untuk menghasilkan FSH murni. ³Purified´ FSH (pFSH) merupakan hasil awal memurnikan FSH dengan bahan dasar urine sama halnya seperti hMG. maka secara perlahan dosis dinaikkan.

Progesteron dapat diberikan melewati vagina (supositoria). masing masing. Resiko hiperstimulasi lebih rendah dibandingkan kelompok PCO. Pemberian hCG ini dimaksudkan untuk menyempurnakan proses pemasakan folikel. Hiperstimulasi merupakan komplikasi yang mungkin timbul pada stimulasi ovulasi. Penunjang fase luteal dengan hCG diberikan 1500 IU setiap 3 hari selama 4 kali. Pemeriksaan hCG beruntun selang 3 hari dapat dipakai untuk meramalkan prognosis kehamilan yang terjadi.000 IU. anorexia nervosa. penyebab hipoestrogen harus di evaluasi terlebih dahulu . FSH basal yang meningkat merupakan petanda bahwa ovarium kurang peka terhadap gonadotropin. terutama untuk wanita dengan SOPK. Keuntungan pemberian progesterone disini adalah dapat menghindari untuk terjadinya hiperstimulasi yang sudah ada. yang diberikan secara pulsatil dengan pompa portable. Pilihan lain adalah dengan GnRHa. Dilakukan anamnese menyeluruh terhadap nutrisi khususnya µeating . Terdapat dua macam obat yang digunakan untuk menunjang fase luteal pada program FIV-ET. Pemeriksaan TVS selain mengukur penampang folikel perlu diukur pula tebal dan kwalitas endometrium. Beberapa sensitive terhadap Gonadotropin dosis rendah (75IU) beberapa memerlukan dosis tinggi (450IU. Pasca transfer embrio pada umumnya diberikan penunjang fase luteal meskipun hal ini tidak semua sarjana sependapat akan kegunaannya. mempunyai tebal endometrium 8 mm atau lebih dengan gambaran trilaminar akan memberikan angka kehamilan yang lebih tinggi.kurang peka terhadap stimulasi gonadotropin. Setiap protokol mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Diagnosis dan prognosis kehamilan dapat pula diketahui dengan TVS. Jarak waktu dari pemberian hCG sampai pengambilan oosit pada umumnya berkisar antara 34-36 jam. INDUKSI OVULASI PADA KEADAAN HIPOESTROGEN. D. oral ataupun suntikan intra muskulus (im). Resiko kehamilan multiple berkaitan dengan jumlah folikel intermediate (15-17mm) saat pemberian HCG. Stimulasi ovulasi kasus SOPK dengan FSH murni tidak akan mengurangi resiko untuk terjadinya hiperstimulasi ini. Penunjang Fase Luteal. dan hal ini perlu didiskusikan dengan penderita sebelum program FIV-ET dimulai. Bila folikel sudah cukup masak (baik dengan TVS maupun kadar estradiol) maka diberikan hCG 5000 ± 10. menjadi lebih berat. dibandingkan dengan yang mempunyai tebal 6 mm atau kurang dengan gambaran homogen. Salah satu pilihan adalah memberikan Gonadotropin eksogen. selama > 14 hari). Kenaikan hCG yang berlipat dua menunjukkan adanya prognosis yang baik. Pada wanita yang pada saat folikel masak. Detak jantung janin yang mulai dapat dideteksi pada 5 minggu pasca transfer embrio merupakan petanda adanya prognosis kehamilan yang baik. Pemberian hCG ini dapat memperberat hiperstimulasi. Protokol yang berbeda beda ini akan mudah dipahami/ dinilai bila dikembalikan lagi pada dasar dasar fisiologi terjadinya ovulasi. Pengukuran FSH basal (hari ke 3-4 siklus haid) merupakan usaha untuk meramalkan respon ovarium terhadap rangsangan gonadotropin nantinya. . Salah satu usaha untuk menghindari komplikasi hiperstimulasi ini adalah dengan memberikan gonadotropin dosis rendah. Diagnosis adanya kehamilan dapat mulai diketahui dengan pemeriksaan serum hCG (kwantitatif) beruntun mulai hari ke 12 pasca transfer embrio. Monitoring dengan TVS dan E2 tetap dilakukan. Seperti telah disebutkan diatas bahwa banyak macam protokol stimulasi yang dipakai pada pusat pelayanan bayi tabung. Suport luteal diberikan progesterone saja atau dikombinasi dengan HCG dosis rendah. serta pemeriksaan densitas tulang. sesaat sebelum diberi hCG. RINGKASAN. Respon yang didapat sangat bervariasi. bulimia. jumlah aktivitas fisik perminggu.disorder¶. yaitu progesterone alami atau hCG. Sebelum memulai induksi ovulasi . sehingga memerlukan jumlah ampul yang lebih banyak.

Lynda Jw. . tidak hamil sekalipun berovulasi. tetapi klomifen sitrat merupakan pilihan pertama. In : Clinical . In : Clinical Obstetrics and Gynecology. Hipothalamus tidak dapat mensuport korpus luteum dan kehamilan dini. Pada anovulasi dan amenore hipothalamik pilihan induksi ovulasi lebih terbatas. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility.VIth.Kase Nathan G. Beberapa kasus dengan PCO hanya berrespon terhadap Gonadotropin dengan resiko kehamilan multiple dan OHSS yang lebih tinggi. Glass Robert H. Fase luteal harus disuport. Lippincott Williams and Wilkins. No 4. Pada keadaan resisten klomifen sitrat terapi kombinasi sering berhasil menuju ke kehamilan. DAFTAR KEPUSTAKAAN. atau gejala efek antagonis estrogen. p.159-200. 201-246.Terdapat sejumlah pilihan pada induksi ovulasi pada keadaan anovulasi atau PCOS. p 902-915.. Speroff Leon. Penanganan terbaik adalah kasus per kasus. Ovulation induction. Kaylen M Silverberg. Evaluation of the couple wih infertility in a managed care environment. Vol 43. 1097-1132. Lippincott William Wilkins. maka pilihan berikutnya adalah gonadotropin. Pada kasus yang tidak berrespon terhadap dosis maksimal klomifen sitrat . (1999). Ed. Philadelphia. 1133-1148. 2000.

Thr Grand Bali Beach. Gonadotropin. 2004. 2004.Obstetrics and Gynecology. In : Reprod. Vol 43. Jaypee Br. Superovulation strategies in Assisted Conception. Biraj Kalyan. In: A Hand book of Intra Uterine Insemination. p 273-279. Denpasar.14:2207-2215. Martin Dunitz. Bologna Italy. p 77-96. Controlled superovulation for intrauterine insemination. From anovulation to assisted reproduction. Olivennes F. Meniru G. Bologna Italy. Joanne Gunby. Zeleznik AJ. 2001. Fourth world congress on ovulation Induction. Bathena RK. Bali. p 942-957. . From anovulation to assisted reproduction. Zeleznik AJ. Diposkan oleh drnyomanrudisusanthaspog di 08:13 http://dokternyomanrudisusanthaspog. Gail whinan. Stimulasi ovulasi. From anovulation to assisted reproduction. 2001. Endocrinology. 1st ed. P37. Minimal ovarian stimulation. From anovulation to assisted reproduction. 2004. Monitoring of ovulation Induction. p23. John T Queenam. 2004. Fourth world congress on ovulation Induction. Gonadotropin regimen in treatment of an ovulation. Morgante G. Fertil Steril 2003. Fourth world congress on ovulation Induction. Rao. Lippincott William Wilkins. Samsulhadi. 2nd ed. From anovulation to assisted reproduction. Fourth world congress on ovulation Induction. Salim Daya.Cambridge University press 1997. P31. Eden JA. Anovulation. In : Clinical Obstetrics and Gynecology. P19.com/2008/07/induksi-ovulasi. Pathophysiology of follicle recruitment and selection. Fourth world congress on ovulation Induction. Human Reproduction 1999. Recombinant versus urinary follicle stimulating hormone for ovarian stimulation in assisted reproduction.html . 161-165. Disampaikan pada Kongres I Indonesia society of reproducttive technology. p 844-853. Tsirigotis M. Leo DV. Bologna Italy. Use of insulin sensitizing agents in ovulation induction. Costello MF. p 281289. An apreciation of Modern ART. No 4.Physiological Aspects. 3-4 Oktober 2003. A systematic review of the reproductive system effects of metformin in patients with polycystic ovary syndrome. P 435-436. Bologna Italy. Ludwig M. A Clinical approach. No 4. P24. Jaypee Brothers med publish. In: The Infertility manual. In: The Infertility manual. 2000. 1st ed. In: Text book of ART. Inducing follicular development in anovulatory patients and normally ovulating women : current concept and the role of rec. Bologna Italy. Jaypee Br. 2000. Juan Balasch.79:1-13.blogspot. 2004. Lippincott William Wilkins. Vol 43. 2001. Kamini A.

adalah paling baik kalau ada seorang dokter yang menuntun Anda. Baru saja di tahun 1980 diperkirakan 10 sampai 15 % pasangan mengalami kemandulan.. Kini kebanyakan survai menempatkan persentase pasangan yang tetap tanpa anak di luar kemauan di atas 20% di negara-negara berkembang. sementara Anda dipersilahkan untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit informasi dari halaman-halaman ini. Kebanyakan dokter dengan bijaksana menganjurkan pendekatan yang kompre hensif untuk menyelidiki dan menangani kemandulan. Untuk memberikan Anda gagasan apa yang tersedia. Kebanyakan pasangan dinasehati untuk mencari bantuan setelah mencoba selama setahun. Namun sekiranya IVF diperlukan. Kemandulan didefinisikan sebagai tak mampu menjadi hamil setelah satu tahun hubungan bersetubuh secara tetap tanpa proteksi. Kebanyakan pasangan (sekitar 70%) yang mencari pengobatan menjadi hamil tanpa harus menjalani IVF.NFORMASI UMUM TENTANG PENGOBATAN KEMANDULAN (INFERTILITAS) Halaman-halaman ini dirancang untuk digunakan sewaktu konseling. IVF harus dipertimbangkan hanya jika ada alasan yang pasti. Jika Anda mempunyai waktu. KEMANDULAN Kemandulan merupakan problema besar di masa kini. situs di bawah ini (pada akhir halaman) dianjurkan karena akan memberikan nasehat yang berharga. Perhatikan bahwa hasil IVF/ICSI turun setelah usia 35 (di bawah) Tes kesuburan (fertilitas) Beberapa dari penyelidikan yang lebih umum adalah: y y y y Tes darah Swab vagina Analisa sperma Kultur sperma . Hanya situs utama dan situs yang dapat dipercaya yang dianjurkan. tetapi beberapa pasangan dengan problema yang lebih rumit atau yang telah mempunyai problema sebelumnya dinasehati untuk melakukannya lebih awal. ini harus diupayakan di suatu pusat pengobatan yang bergengsi secara dini. guna menghindarkan Anda menyimak informasi yang tak penting. kemajuan medis telah muncul dengan jawaban untuk kebanyakan masalah kemandulan. pindahlah ke diskusi tentang berbagai tes yang tersedia. Untung.

Pandangan khas dari sperma di bawah mikroskop . Sumbangan utama dari pasangan pria adalah sperma.y y y y Ultrasound scan Histerosalpingografi (HSG) Histeroskopi Laparoskopi Tes darah untuk memeriksa kadar hormon Anda Follicle stimulating hormone (FSH) / Hormon perangsang folikel Luteinising Hormone (LH) Estradiol (E2) Prolaktin Progesteron Hormon tiroid Diukur sewaktu bagian awal siklus haid (hari 2 sampai 5) memberi petunjuk tentang mutu serta jumlah telur yang tersedia jika induksi ovulasi diperlukan sama seperti FSH suatu estrogen yang rendah antara hari 2 sampai 5 tetapi naik di belakang hari dalam siklus tersebut kadar tinggi dapat menunjukkan kurangnya produksi telur atau bahwa telur mungkin bermutu rendah hormon ini memuncak satu minggu sebelum haid dan kadar tinggi menunjukkan bahwa ovulasi (pelepasan telur) telah terjadi dapat berguna karena aktivitas yang kurang atau berlebihan dari kelenjar tiroid membuat sulit menjadi hamil Other blood tests Hitung jenis darah lengkap Titer Rubela IgG Antibodi Hepatitis B Antigen Hepatitis HIV sesekali diperlukan untuk menilai kesehatan umum wanita bermanfaat agar imunitas wanita terhadap rubella dinilai. Penilaian dini sangat bermanfaat. Analisa sperma Diperlukan dua orang untuk menari tango. Menderita rubela pada awal kehamilan dapat menimbulkan cacat parah pada anak yang belum lahir. Sering infeksi ringan menyebabkan sulit menjadi hamil. ini diperlukan jika direncanakan kehamilan yang dibantu ini diperlukan jika direncanakan kehamilan yang dibantu ini diperlukan jika direncanakan kehamilan yang dibantu - Swab vagina Swab vagina tinggi yang dilakukan untuk memeriksa bakteri patogen adalah berguna.. PAP smears dapat membantu dalam menemukan infeksi jamur dan HPV. Waspadalah untuk mendapat perlindungan sebelum mencoba menjadi hamil.

Pemeriksaan ultrasound vagina lebih tak nyaman. Gambar khas dari rahim normal dengan tabung saluran indung telur terbuka ditunjukkan di bawah ini. polip dan fibroid yang dapat membuat sulit bagi telur yang telah dibuahi untuk menempel. Pelekatan. menjalani laparoskopi diagnostik. Histerosalpingografi (HSG) X-ray rahim diambil setelah disuntikkan bahan pewarna. dan rahim. dapat dideteksi dan ditangani melalui histeroskop Gambar dari histeroskopi yang sedang dilakukan Pandangan normal pada histeroskopi Laparoskopi Laparoskopi adalah suatu prosedur yang lebih invasif. tetapi memberi pandangan baik dari pelvis. dan mungkin tabung saluran indung telur. Masalah yang terdeteksi sewaktu laparoskopi bisa ditangani pada waktu yang sama. Serangkaian scan kadang-kadang diperlukan untuk menentukan apakah formasi telur adalah normal. Laparoskopi mungkin merupakan satu-satunya cara untuk mendeteksi pelekatan. ketaknormalan tabung saluran indung telur atau rahim dan masalah peka dari pelvis. Ini menunjukkan apakah tabung saluran indung telur terbuka atau tersumbat. Histeroskopi Histeroskop memungkinkan inspeksi teliti dan langsung pada bagian dalam rahim. i Beberapa dokter telah mempertanyakan nilai dari laparoskopi. Dalam suatu tulisan baru-baru ini: Sekelompok pasien pilihan yang tak dapat menjadi hamil sewaktu sedang menggunakan clomiphene. yang memungkinkan inspeksi seksama pada indung-indung telur. dan dengan histerosalpingogram normal. endometriosis ringan sampai sedang. tetapi memberi informasi yang jauh lebih rinci tentang organ wanita. dan jika terdeteksi perlu diobati. Suatu laporan khas Ultrasound scan Ultrasound scan abdomen dengan kandung kemih penuh memberi informasi berguna tentang indung telur. rahim. Dari antara 92 wanita : y y y 35 persen dari peserta mempunyai laparoskopi positif 29 persen menderita endometriosis tahap I atau II 33 persen mempunyai pelvis normal . tetapi paling baik Anda menilainya untuk diri Anda sendiri.Pandangan diperbesar dari sampel tak-normal Kultur sperma Infeksi yang tak terdeteksi memang mengakibatkan sperma yang tak-efektif. Kebanyakan masalah genetika dapat dideteksi dengan metode ini. tabung saluran indung telur.

Dosis permulaan yang biasa adalah 50 mg sehari selama 5 hari sejak hari 2 sampai 6 siklus haid. situasi yang mungkin disukai surat kabar tetapi bisa berbahaya bagi si ibu maupun bayi-bayinya. FSH yang dimurnikan adalah perkembangan terbaru dengan hormon FSH yang lebih spesifik dan sangat dimurnikan karena dibuat dengan teknologi rekombinan. induksi ovulasi harus dipantau dengan ultrasound scan. tamoxifen. hiper-stimulasi dapat terjadi. Di mana terdapat kesulitan menghasilkan satu telur secara teratur. Ini bisa mengakibatkan kehamilan jamak. Clomid adalah yang paling sederhana dan digunakan sebagai pengobatan tahap pertama. Apakah laparoskopi diperlukan sewaktu penilaian kemandulan? Fertility and Sterility (Kesuburan dan Kemandulan) 2003. Dosis ditingkatkan jika tak ada telur yang dihasilkan. Beberapa rezim menuntut dimulainya pada hari 5. 80: 1450-3 Operasi ini relatif sederhana. Secara normal. dan hormon perangsang folikel (FSH= follicular stimulating hormones) yang telah dimurnikan. gonadotrophin menopausal manusia. Ini terutama pada penyakit ovari poli-kista bila ovulasi tak sering. seorang wanita menghasilkan satu telur sebulan di-tengah-tengah siklus haid. Dosis tak boleh melebihi 150 mg sehari. Ini memeriksa jumlah dan ukuran folikel. ditangani di laboratorium untuk mengumpulkan hanya sperma yang paling aktif.Dua per tiga terbukti telah memerlukan penyelidikan. Gonadotropin menopausal manusia adalah kombinasi hormon yang dikumpulkan dari urin wanita yang ada dalam masa menopause. Sperma yang telah ditangani lalu dimasukkan ke dalam rongga rahim (karena itu disebut intra-uterine / . PENGOBATAN-PENGOBATAN FERTILITAS y y y y y y y Induksi ovulasi Inseminasi Intra-uterin IVF ICSI Pembekuan embrio MESA/TESA Kultur Blastocyst Induksi ovulasi Beberapa wanita tidak berovulasi (menghasilkan telur) secara teratur atau kadang-kadang tidak sama sekali. Intrauterine Insemination Selama prosedur ini sperma pertama-tama dikumpulkan dari suami. Telah dimurnikan dan berpotensi merangsang indung telur untuk menghasilkan telur. Obat umum yang digunakan adalah clomiphene citrate (Clomid). Sesekali. yang berakhir pada hari 9. obat-obatan dapat diberikan untuk merangsang / menginduksi (karena itu disebut induksi) wanita untuk menghasilkan telur. Masalah dengan kebanyakan pengobatan ini adalah bahwa lebih dari satu telur bisa dihasilkan sebagai akibatnya. Untuk memastikan keselamatan maupun memastikan bahwa respon terjadi. Ini merupakan situasi berisiko tinggi dan harus dicegah. tetapi seperti pada semua operasi tedapat risiko kecil untuk kerusakan pada organ dalam dan masalah anestesi.

Sekali LH terdeteksi dalam urin. dan memulai perjalanannya menuruni tabung saluran indung telur. Hal ini bisa dicapai dengan tablet clomiphene (Clomid). Ditaksir folikel mencapai ukuran rata-rata 18 sampai 20 mm sebelum mencapai kematangan dan dilepaskan sebagai bagian dari proses ovulasi. endometrium berubah karakter dan memasuki fase sekresi di mana zat gizi dilepaskan untuk memberi makan setiap embrio yang berkembang yang mungkin mencoba melekat pada endometrium (implan). ukuran folikel harus sekitar 14 mm.http://www. Jika ukuran folikel mencapai 14 mm atau lebih.Deskripsi di atas adalah selama suatu siklus alami ketika hanya satu telur dilepaskan. yaitu oocyte (telur) yang sedang dilepas dari indung telur.Untuk memastikan hasil yang lebih baik. Setelah ovulasi.org/Patients/faqs. urin diuji setiap hari (atau dua kali sehari untuk ketepatan yang lebih besar). Siklus rata. siklus dipantau dengan kombinasi Ultrasonografi dan tes urin.html Siklus .html .sg/ind/gynaecology_infertility.asrm. atau menghasilkan kehamilan jamak. LH dideteksi dalam darah hampir segera setelah pelepasan. Otak melepaskan semburan hormon luteinisasi (LH=luteinising hormone) untuk memulai proses pematangan dan kira-kira 36 sampai 40 jam kemudian telur dilepaskan (ovulasi). Ini membantu menjadikan sperma lebih dekat dengan sasarannya. Endometrium mencapai ketebalan 8 sampai 10 mm. Gonal F). lapisan folikel mengalami perubahan dan membentuk corpus luteum. http://www. Ovulasi biasanya pada hari 14 plus atau minus 1. Sewaktu siklus IUI seorang wanita rata-rata (seseorang yang memiliki siklus haid 28 hari) discan antara hari 10 sampai 12. melewati leher rahim. atau injeksi dengan hormon perangsang folikel (FSH= follicle stimulating hormone) dalam bentuk alaminya (HMG) atau bentuk yang telah dimurnikan (Puregon. Keberhasilan dapat diperbesar dengan memasukkan sperma tepat sebelum telur dilepaskan. mungkin perlu merangsang indung telur untuk menghasilkan lebih dari dirangsang satu telur sewaktu siklus. Setelah ovulasi. Ukuran folikel sebelum pelepasan telur adalah 18 sampai 20 mm. Pengaturan waktu dari prosedur ini adalah penting. Siklus alami .dalam rahim). LH tampil dalam urin beberapa jam kemudian. Untuk menaksir waktu dari pelepasan telur (ovulasi).‡ rata ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Lama 28 hari. ovulasi kemungkinan terjadi dalam waktu 24 sampai 36 jam.gynae..com. Siklus-siklus ini cenderung menghasilkan lebih dari satu telur dan pemantauan yang teliti perlu untuk mencegah hiper-stimulasi yang bisa menimbulkan ketaknyamanan dan bahaya bagi si wanita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful