PEMANFAATAN LABORATORIUM FISIKA VIRTUAL Oleh Agus Suyatna Program Studi Pendidikan Fisika – FKIP Unila

PENDAHULUAN

Visi dan misi pembelajaran fisika antara lain berupaya mendidik siswa yang berilmu dan berketerampilan yang unggul serta “open minded”, memiliki etos kerja, melatih melakukan penelitian sesuai metode ilmiah, dan belajar dengan mengaplikasi-kan pengetahuan terbaiknya, mempunyai sikap disiplin, jujur, dan bertanggungjawab. Di samping itu juga bersikap peka, tanggap dan berperan aktif dalam menggunakan Fisika untuk memecahkan masalah lingkungannya. Melalui penguasaan mata pelajaran Fisika baik proses, produk, maupun sikap yang baik, siswa diharapkan mampu mengembangkan ilmunya, bertenggang rasa, mampu membina kerjasama yang sinergis demi tercapainya efisiensi dan efektivitas, kualitas serta kesuksesan nyata bagi siswa. Mata pelajaran Fisika di Sekolah ditujukan untuk mendidik siswa agar mampu mengembangkan observasi dan eksperimentasi serta berpikir taat asas. Hal ini didasari oleh tujuan Fisika, yakni mengamati, memahami, dan memanfaatkan gejala-gejala alam yang melibatkan zat (materi) dan energi. Kemampuan observasi dan eksperimentasi ini lebih ditekankan pada melatih kemampuan berpikir eksperimental yang mencakup tatalaksana percobaan dengan mengenal peralatan yang digunakan dalam pengukuran baik di dalam laboratorium maupun di alam sekitar kehidupan siswa. Kemampuan berpikir dilatihkan melalui pengelolaan data untuk selanjutnya dengan menggunakan perangkat matematis dibangun konsep, prinsip, hukum dan teori (Depdiknas, 2003). Keilmuan Fisika mencakup perangkat keilmuan, telaah keilmuan, perangkat pengamatan, dan perangkat analisis. Keempat perangkat tersebut bersinergi satu sama lain dalam membangun konsep, prinsip, teori, dan hukum Fisika. Perangkat keilmuan mencakup obyek telaah Fisika yang meliputi: zat, energi, gelombang, dan medan. Sedangkan telaah keilmuan mencakup bangunan ilmu yang meliputi: mekanika, termofisika, gravitasi, akustik, optika, kelistrikan dan kemagnetan, Fisika atom/inti, Fisika zat padat, geofisika serta astrofisika. Perangkat pengamatan mencakup perangkat untuk melaksanakan observasi untuk menelaah fenomena obyek dan kejadian fisis pada daerah
Laboratorium Virtual - Agus Suyatna

1

makroskopis maupun mikroskopis. Perangkat ini mencakup alat ukur besaran fisis dan tata kerja dalam pelaksanaan eksperimen. Perangkat analisis merupakan perangkat dalam melaksanakan perhitungan terhadap hasil pengukuran. Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa eksperimen atau praktikum atau pengamatan fenomena fisika merupakan jantungnya mata pelajaran fisika. Berdasarkan hasil survai diketahui bahwa pada pembelajaran fisika di sekolah, sebagian besar fenomena fisika tidak diselidiki melalui pengamatan langsung tetapi lebih banyak diceriterakan atau hanya dicontohkan saja dari kehidupan sehari-hari. Pembelajaran fisika lebih didominasi dengan metode ceramah. Bahkan beberapa guru menganggap bahwa teori terdapat di dalam soal, sehingga dalam pembelajaran guru menerangkan materi secara global kemudian siswa diberi soal, nanti teorinya dijelaskan ketika membahas soal tersebut. Guru tidak sempat melaksanakan praktikum karena mengejar target menyelesaikan materi pada GBPP yang sangat padat. Guru tidak mempunyai cukup waktu untuk mengajak siswa melakukan eksperimen di laboratorium sekolah.. Peralatan laborato-rium di sekolah juga umumnya sangat minim dan kualitasnya rendah sehingga kurang presisi. Kalaupun dipaksakan melakukan eksperimen menggunakan peralatan tersebut sering hasilnya tidak dapat digunakan untuk membangun konsep, prinsip, hukum dan teori yang sesuai dengan seharusnya. Sekolah juga tidak dapat menyediakan dana bahan habis pakai untuk praktikum yang memadai Guru juga harus mempersiapkan segala sesuatunya sendiri karena laboratorium sekolah tidak memiliki teknisi sendiri. Di samping itu pemahaman guru mengenai tujuan dan hakekat pembelajaran fisika sekolah masih kurang memadai. Masih sangat banyak guru yang tidak dapat membedakan antara kegiatan laboratorium inkuiri dengan verifikasi. Eksperimen yang telah dilaksanakan oleh siswa selama ini lebih banyak bersifat verifikasi. Bahkan masih banyak sekolah yang berlokasi di kota besar yang tidak memiliki laboratorium, apalagi yang berlokasi di kota-kota kecil dan di daerah. Permasalahan yang diuraikan di atas mungkin dapat diatasi dengan menggunakan Laboratorium Fisika Virtual atau maya, namun demikian beberapa isu di berikut ini perlu dijadikan bahan pertimbangan.
• • • •

Apakah simulasi praktikum dapat menggantikan praktikum secara Hand-on Bagaimana efektivitas simulasi praktikum? Apakah simulasi praktikum dapat memenuhi tujuan pembelajaran fisika? Apakah simulasi praktikum sepenuhnya dapat mengatasi kekurangan peralatan? 2

Laboratorium Virtual - Agus Suyatna

c. d. b. 1996) menyatakan bahwa pengajaran yang menggunakan komputer dapat mengembangkan keterampilan berpikir siswa. menurut Coburn (1985) dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis. maka komputer dapat dijadikan sebagai media dan sumber belajar dalam bidang studi tertentu di samping media yang lain. yaitu program yang digunakan untuk digunakan siswa dalam melakukan latihan-latihan soal. yaitu program yang digunakan untuk Program simulasi. Selain itu penggunaan media komputer dapat menyeimbangkan kebutuhan waktu dan keperluan pemrosesan dari tugas-tugas tertentu. Dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihan komputer. memvisualisasikan konsep yang abstrak.• • • • Apakah simulasi praktikum dapat mengatasi resiko bahaya? Apakah simulasi praktikum dapat mengatasi permasalahan waktu yang sempit? Apakah simulasi praktikum dapat mengatasi permasalahan ketelitian peralatan ? Apakah simulasi praktikum dapat mengatasi permasalahan dana bahan habis pakai? PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN Komputer dalam perkembangan masa kini dapat dimanfaatkan dalam pendidikan dan pembelajaran. Program latihan (drill and practice). Banyak keuntungan diperoleh dari penggunaan media komputer sebagai alat bantu pembelajaran.Agus Suyatna 3 . serta memungkinkan pengembangan pendekatan pembelajaran bervariasi. Penggunaan komputer dalam pembelajaran di sekolah. digunakan sebagai tutor dalam proses pembelajaran. Coburn (1985). proses yang dinamik. yaitu program yang dirancang supaya komputer dapat Program demonstrasi. Penggunaan komputer yang bersifat interaktif dengan pemakainya dikemukakan oleh Hinduan (1989) Laboratorium Virtual . permainan dengan menggunakan instruksi-instruksi komputer dengan tujuan untuk meningkat-kan pemahaman materi yang diajarkan. yaitu program yang digunakan untuk memvisualisasikan Program permainan instruksional. mengemukakan bahwa komputer dapat merupakan media pengajaran yang dapat memvisualisasikan berbagai fakta. e. konsep dan komputer juga menampilkan gambar-gambar yang bergerak sesuai dengan keperluannya. yaitu: a. keterampilan. Jackson (dalam Paramata. yaitu program yang dirancang untuk Program tutorial.

simulasi dan sebagainya. Latuheru (1988) mengungkapkan kelebihan komputer yaitu: a. f.Agus Suyatna 4 . Jangkauan kontrol guru lebih luas. memungkinkan perlakuan/ pekerjaan siswa yang lalu dapat dicatat dengan baik. tertuju pada bagian-bagian yang secara langsung merupakan kesulitan bagi siswa. kegiatan laboratorium. Kecepatannya dalam hal menanggapi respon siswa. sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi siswa dan guru dalam mencapai tujuan pendidikan. Kemampuan komputer dalam hal menyimpan dokumen secara aman. memungkinkan pengajaran individual dapat dijalankan dengan baik. yaitu: Laboratorium Virtual .bahwa program komputer yang dapat menampilkan diagram atau gambar yang dapat dirancang untuk menyesuaikan dengan respon siswa. Selain itu. c. Bagi guru. d. Menurut Hamalik (2001) komputer adalah suatu medium interaktif. dan dapat digunakan untuk merencanakan langkah-langkah selanjutnya. Disamping beberapa keunggulan penggunaan komputer dalam pembelajaran. dimana siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dalam bentuk mempengaruhi atau mengubah urutan yang disajikan sehingga meningkatkan motivasi dan memberikan pengalaman kinestetik melalui penggunaan keyboard komputer. dan grafik yang dianimasi dapat menambahkan realisme. musik. dan banyak informasi dapat diperoleh. Polla (2000) menyatakan pembelajaran berbantuan komputer mampu menciptakan suatu proses belajar mengajar yang interaktif. Bekerja dengan komputer sebagai sesuatu yang baru bagi siswa. menimbulkan motivasi bagi mereka untuk lebih menekuni materi yang disajikan. dan kemajuan mereka dapat dimonitor. membantu guru mengadakan kontrol yang lebih ketat dan baik. e. komputer juga mempunyai kelemahan-kelemahan dalam penggunaannya. b. Dengan adanya warna. Defrianto (2001) mencoba menggunakan metode pengajaran fisika interaktif dan visualisasi komputer dan hasilnya memberikan kenaikan nilai rata-rata yang signifikan. Kemampuannya untuk mengingat secara cepat dan tepat. penggunaan komputer dapat dirancang sedemikian rupa sehingga dapat berinteraksi dengan pemakainya. dan merangsang untuk mengadakan latihan-latihan kerja. persiapan-persiapan dapat dijalankan dengan baik untuk semua siswa (khususnya bagi siswa-siswa yang berbakat). justru merupakan sesuatu yang mengandung nilai-nilai penguatan (reinforcement).

kreatif dan interaktif. d. Komputer membantu guru dalam menjelaskan sebagian dari peran guru. Komputer tidak dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi secara individual dalam proses pembelajaran. c. Penggunaan komputer dalam pengajaran dapat digunakan pada saat siswa memerlukan bantuan untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Penerapan teknologi komputer mendorong proses pembelajaran ke arah “individual learning”. seperti apa yang dikehendaki guru. dan hampir setiap sekolah telah memiliki laboratorium komputer. Merancang dan produksi program untuk kepentingan proses pembelajaran dengan komputer mempunyai konsekuensi biaya. Gagasan guru yang telah tersusun dalam perangkat pembelajaran belum tentu dapat diterima jelas oleh semua siswa. terutama siswa yang lambat daya tangkapnya terhadap informasi yang disampaikan. Pada saat ini komputer sudah memasyarakat. Dengan kata lain pemanfaatan komputer di sekolah-sekolah belum optimal sesuai dengan kemampuannya. Proses pembelajaran dengan komputer relatif lebih mahal dari media lain. ditinjau dari segi biaya serta kegunaannya. waktu dan tenaga yang tidak sedikit. di mana posisi guru bergeser dari instruktur tradisional ke arah mentor.Agus Suyatna 5 . Komputer memerlukan adanya pemikiran yang matang sebelum menggunakan komputer dalam pembelajaran. Selama ini umumnya laboratorium komputer di sekolahsekolah hanya digunakan untuk pelajaran mengetik. b. Selain itu. Oleh karena itu peran guru sangat penting untuk mengatasi permasalahan tersebut. Padahal Laboratorium Virtual . Komputer bukanlah alat bantu yang harus digunakan secara terus menerus. Pemeliharaannya pun merupakan masalah yang perlu dipikirkan. e. Komputer tidak dapat membuat setiap hal jelas. f. Komputer tidak dapat menjangkau aspek afektif /sikap dari ranah pembelajaran sehingga komputer belum dapat digunakan mengubah tingkah laku siswa ke arah yang lebih baik. pembelajaran individu mendorong siswa ke arah belajar aktif.a. jika program pembelajaran menggunakan komputer dibuat interaktif. melainkan digunakan pada saat-saat tertentu dimana diperlukan oleh guru dan siswa. Kelemahan-kelemahan penggunaan komputer dalam pembelajaran sebenarnya dapat diatasi walaupun tidak seluruhnya.

comparator dan phase-locked loop. Dengan sistem sewa pakai.komputer dapat dijadikan sebagai media pembelajaran fisika yang sangat menarik apabila ditunjang oleh ketersedian perangkat lunak pembelajaran fisika. Dengan adanya mata pelajaran baru pada Kurikulum 2004 yaitu Teknologi Informasi maka sekolah-sekolah dituntut untuk memiliki Laboratorium Komputer. Sekolah yang tidak memiliki biaya untuk menyediakan Laboratorium Komputer dapat bekerja sama dengan Provider Komputer dengan sistem sewa pakai. Dengan menggunakan EWB kita dapat membuat berbagai rangkaian elektronik secara maya pada layar komputer. N-channel GaAsFet dan 3-terminal enhanced P-MOSFET . dan melakukan berbagai analisis terhadap rangkaian tersebut. berbagai dioda termasuk diac. bahasa. P-channel JFET. berbagai bagian kontrol mencakup: voltage differentiator. Semua peralatan yang diperlukan oleh sebuah laboratorium terdapat di dalam software tersebut. berbagai transistor seperti: transistor NPN dan PNP. sumber tegangan AC. Salah satu contoh software laboratorium virtual yaitu Electronics Workbench (EWB) yang dikeluarkan oleh Interactive Image Technologies Ltd. ammeter. voltage gain block. berbagai indikator seperti: voltmeter. EWB dilengkapi dengan berbagai sumber input seperti batere. pemeliharaan komputer menjadi tanggung jawab provider. switch dan transformer. probe. relay. sumber FM. berbagai instrumen mencakup: digital multimeter. melakukan pengukuran. Dengan menerapkan Laboratorium Virtual maka pemanfaatan Laboratorium Komputer menjadi optimal LABORATORIUM VIRTUAL Laboratorium ini berupa software yang tentu saja dijalankan oleh sebuah komputer. triac. bulb. function generator. shift register and encoder.Agus Suyatna 6 . misalnya laboratorium fisika. monostable dan 555 timer.. matematika. biologi. flip-flops. oscilloscope. sumber Vcc. berbagai komponen dasar seperti: resistor. voltage limiter dan divider. seni rupa dan lain-lain tergantung kepada macam software yang dimiliki. half-adder. DAC. buzzer. berbagai IC seperti: Op-Amp 5-terminal. serta kelengkapan Laboratorium Virtual . kimia. kapasitor. logic analyzer dan word generator. multiplexer. LED dan dioda Zener. multiplier. 9terminal. 7-segment display dan bargraph. Dengan memiliki sebuah laboratorium komputer dan berbagai software simulasi praktikum maka sekolah tersebut sama saja dengan memiliki berbagai laboratorium lain yang sifatnya maya. berbagai gabungan IC seperti: ADC.

Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan di atas yaitu melaksanakan simulasi praktikum menggunakan perangkat lunak Electronics Workbench (EWB) yang dikeluarkan oleh Interactive Image Technologies Ltd. selama ini dilaksanakan menggunakan sistem panel. tetapi harus dengan memberikan pengalaman nyata melalui kegiatan eksperimen. transmission lines. Dengan menggunakan EWB kita Laboratorium Virtual . Tugas mahasiswa adalah melakukan pengukuran berbagai parameter dari rangkaian tersebut. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Kelemahan dari sistem ini. DC motor. text box and title block. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. vacuum tube. mahasiswa tidak dapat merubah nilai komponen selain resistor dan kapasitor yang bentuknya variabel. Oleh karena itu praktikum mata kuliah Elektronika Dasar II pada Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Lampung. mahasiswa tidak merancang sendiri dan tidak dapat melakukan modifikasi pada rangkaian. Kedua aspek ini saling terkait.lainnya seperti: fuse. Pada sistem panel. Elektronika mempunyai dua aspek utama dalam pembelajarannya yaitu aspek teoritis dan aspek praktis. SIMULASI PRAKTIKUM MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK EWB Selanjutnya akan diuraikan pengalaman penulis menerapkan praktikum menggunakan laboratorium virtual yaitu perangkat lunak EWB untuk meningkatkan kemampuan analisis dan desain rangkaian elektronika pada mahasiswa program studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Salah satu tujuan pembelajaran elektronika pada mahasiswa program studi Pendidikan Fisika yaitu mengembangkan kemampuan melakukan analisis karakteristik dan merancang rangkaian elektronika untuk berbagai keperluan terapan. nilai komponen dapat berubah sehingga merubah karakteristik keluarannya. Namun eksperimen dalam bidang elektronika memerlukan biaya yang tidak sedikit karena dibutuhkan banyak komponen dan instrumen yang harganya relatif mahal. panel yang dapat dibuat sangat terbatas. crystal. pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta.Agus Suyatna 7 . rangkaian yang akan diteliti karakteritiknya sudah dibuat permanen pada papan rangkaian. konsep. Sebagai akibatnya kemampuan mahasiswa dalam melakukan analisis karakteristik dan merancang rangkaian elektronika relatif rendah. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Nurhadi (2002). gagasan-gagasan yang melahirkan teori tidak dapat dibelajarkan dengan cara memberikan informasi saja.

Maksud dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh penggunaan simulasi praktikum menggunakan perangkat lunak EWB terhadap kemampuan mahasiswa pendidikan Fisika dalam melakukan analisis dan merancang rangkaian elektronika. Coleman. mengubah keadaan suatu model. Penelitian mengenai bagaimana dan kapan simulasi digunakan untuk mendukung elemen pembelajaran lain (didaktik pembelajaran.Agus Suyatna 8 . mengalami aktivitas hands-on. Brant. pengalaman laboratorium. Program simulasi dapat menerima perintah dari pengguna. asesmen) akan membantu untuk memperjelas bagaimana simulasi dapat digunakan untuk memperoleh dampak maksimum di kelas. 1986. mendefinisikan kembali peranan guru dan membentuk kembali pengalaman belajar di kelas sesuai dengan National Science Education Standard (NSES) dan National Science Teachers Association (NSTA)(2001). atau hukum yang menunggu untuk ditemukan. melakukan pengukuran. Esensi dari teori konstruktivis adalah ide bahwa Laboratorium Virtual . 1996). 2001. Thomas dan Hooper (1991) mendeskripsikan simulasi sebagai suatu program komputer yang mengandung model manipulasi dari suatu sistem. Juga pengaruh pada mahasiswa dalam melaksanakan tugas menggunakan simulasi komputer sebelum atau setelah kuliah tatap muka telah menjadi perhatian sejumlah penelitian (Hooper. Suatu simulasi adalah suatu eksekusi dinamik dari proses-proses yang di dalamnya ada sistem model hubungan dari obyek (Akpan. Hooper. and Sugrue. Akpan & Andre. Menurut Zahorik (1995). 1991). dan melakukan berbagai analisis terhadap rangkaian tersebut. dan menampilkan keadaan baru. 2001). Simulasi sains dapat dijadikan alat yang efektif dalam membantu mahasiswa memahami dan menerapkan pengalaman praktis dalam berpikir ilmiah (Akpan. pengetahuan bukanlah sejumlah fakta.dapat membuat berbagai rangkaian elektronik secara maya pada layar komputer. simulasi harus dirancang dengan maksud membenamkan siswa kedalam keadaan kehidupan nyata sains. 2000. Akpan (2002) memperoleh kenyataan bahwa simulasi komputer mempunyai kemampuan untuk menyajikan visualisasi dan gambar yang realistik dan dapat menciptakan lingkungan belajar yang konstruktif sehingga meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Manusia harus mengkonstruksi pengetahuan melalui pemaknaan terhadap pengalamannya. 1988). Simulasi komputer telah menjadi bagian reformasi pendidikan. berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking). konsep. dan pemecahan masalah secara kolaboratif. Menurut Akpan (2001). kolaboratif. Miller & Castellanos.

Jumlah mahasiswa peserta kuliah sebanyak 36 orang yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 24 orang perempuan. pembelajaran harus dikemas menjadi proses mengkonstruksi bukan menerima pengetahuan. Dosen merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan. responsi. Kemajuan belajar dinilai dari proses dan hasil tes. informasi itu menjadi milik mereka sendiri (Nurhadi. Sebagai kelas kontrol yaitu pembelajaran reguler mata kuliah Elektronika Dasar II tahun akademik 2001/2002 dengan praktikum menggunakan sistem panel. Tugas dosen adalah memfasilitasi proses ke arah tersebut. Jumlah mahasiswa peserta kuliah sebanyak 63 orang yang terdiri dari 21 orang lakilaki dan 42 orang perempuan. tetapi hasil dari menemukan sendiri. Peserta kuliah adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lampung. Kegiatan pembelajaran berupa kuliah. Penguat Daya. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh mahasiswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta. merancang proyek menggunakan EWB dan melakukan analisis terhadap hasil rancangan. dan apabila dikehendaki. Dengan dasar itu. Topik-topik perkuliahan yaitu: Rangkaian Penguat Gandengan RC. Rangkaian Penguat Gandengan DC. Simulasi praktikum menggunakan EWB memungkinkan mahasiswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Dosen memberi kesempatan mahasiswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. 2002).Agus Suyatna 9 . Metode Subjek Tindakan Pembelajaran dengan simulasi praktikum menggunakan perangkat lunak EWB dilaksanakan pada mata kuliah Elektronika Dasar II tahun akademik 2002/2003. Prosedur Pembelajaran Dalam proses pembelajaran. Pembelajaran ditekankan pada upaya membantu mahasiswa agar mampu mempelajari (learning how to learn). mahasiswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar. Pelaksanaan praktikum bersifat simulasi yaitu tidak menggunakan komponen dan rangkaian yang sebenarnya tetapi menggunakan rangkaian maya dan alat ukur maya yang ditayangkan melalui layar komputer menggunakan perangkat lunak EWB.mahasiswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. Laboratorium Virtual .

Indikator kemampuan merancang rangkaian antara lain kemampuan membuat rencana rangkaian penguat dan osilator yang baik. dan Osilator (2) Mahasiswa secara individu merancang Rangkaian Penguat Gandengan RC. mengamati bentuk keluaran. (5) Mahasiswa membuat kesimpulan-kesimpulan. frekuensi potong atas. Penguat Daya. Balikan. (3) Mahasiswa melakukan analisis karakteristik rangkaian hasil rancangan dengan cara melakukan pengukuran-pengukuran berbagai parameter rangkaian secara virtual (antara lain: penguatan. dan Osilator. Indikator kemampuan melakukan analisis terhadap rangkaian elektronika yaitu kemampuan menentukan berbagai parameter pada rangkaian seperti kuat arus. mengambarkan bagan bode penguat. Osilator yang baik dibatasi pada keluaran yang ajeg dalam arti frekuensi dan tegangan keluarannya relatif tetap. (4) Mahasiswa melaporkan hasil rancangan dan hasil analisisnya serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dosen seputar proyek simulasi yang dibuat. Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Data penelitian diperoleh dari hasil observasi selama mahasiswa melaksanakan praktikum dan tes kemampuan analisis rangkaian serta uji kemampuan merancang rangkaian secara tertulis. dan sebagainya). Rangkaian Penguat Gandengan DC. menentukan besar hambatan keluaran. Balikan. frekuensi potong atas. Penguat Daya. Secara garis besar langkah-langkah kegiatan pembelajaran sebagai berikut. Tugas merancang dan menganalisis hasil rancangan dilakukan secara individu. menentukan besar hambatan masukan. Penguat yang baik dibatasi pada penguatan yang relatif tinggi dengan tanggapan frekuensi yang cukup lebar dan cacat bentuk keluaran yang kecil.Agus Suyatna 10 . lebar bagan bode. frekuensi potong bawah. frekuensi potong bawah. frekuensi resonansi. Penguat Operasional. penguatan. menentukan fungsi komponen tertentu pada suatu rangkaian dan lain-lain. tegangan pada titik-titik tertentu.Balikan. Penguat Operasional. Penguat Operasional. lebar tanggapan frekuensi penguat. Rangkaian Penguat Gandengan DC. (1) Dosen memberikan kuliah pengantar untuk topik-topik: Rangkaian Penguat Gandengan RC. dan Osilator dengan bantuan komputer menggunakan perangkat lunak EWB. Laboratorium Virtual .

Untuk memperoleh kategori baik mahasiswa harus mencapai skor minimal 66. baik pada mahasiswa laki-laki maupun perempuan. Simulasi praktikum menggunakan EWB memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan praktikum menggunakan metode panel.4 52. berbeda pada taraf keberartian 5% antara mahasiswa yang melaksanakan simulasi praktikum menggunakan EWB dengan praktikum menggunakan metode panel baik pada mahasiswa laki-laki maupun perempuan.7 2 1.1 8.6 58.3 58.3 untuk mahasiswa perempuan atau mengalami peningkatan 5. menentukan atau mendefinisikan harga dan tipe komponen yang terpasang. Oleh karena itu dari hasil pengamatan diketahui sebagian besar mahasiswa tanpa kesulitan dapat menggunakan EWB untuk menentukan berbagai parameter dengan melakukan pengukuran menggunakan alat ukur maya. menghubungkan rangkaian dengan alat ukur maya. termasuk membuat rangkaian.5 52.41 Eksperimen 59.1 5. yaitu menggunakan uji normalitas Liliefors. dan uji dua rata-rata menggunakan uji-t. hasil ukurnya juga sangat akurat karena semua Laboratorium Virtual . uji kesamaan ragam dari Barlet.9 6.Agus Suyatna 11 .8 α =1% ns ns ns α =5 % s s s Keterangan: s) Berbeda signifikan ns) Tidak berbeda signifikan Mahasiswa terlebih dahulu dilatih mengoperasikan EWB. Hasil dan Pembahasan Kemampuan Analisis Dari hasil tes dan analisis statistik diperoleh data seperti dituliskan pada Tabel 1 di bawah ini.Data hasil tes dikelompokkan berdasarkan gender kemudian dianalisis secara statistik. Tabel 1.64 2. masih tergolong pada kategori sedang. dan membaca hasil pengukuran. Namun skor rata-rata yang diperoleh yaitu 59. Tampak pada tabel bahwa kemampuan melakukan analisis terhadap rangkaian elektronika. Data dan hasil analisis statistik untuk kemampuan analisis Kelompok Laki-laki Perempuan Total Kemampuan Analisis Kontrol Beda thit 51.6 untuk mahasiswa laki-laki atau mengalami peningkatan 8.1 poin dari kelas sebelumnya (kelas kontrol) dan 58.9 poin dari kelas sebelumnya.

5 74.47 1.3 73. kapasitor.0 1. Mahasiswa dengan mudah dapat menentukan fungsi suatu kom-ponen pada suatu rangkaian penguat atau osilator dengan cara mengganti nilai atau melepas komponen. Namun mahasiswa secara analitis kuantitatif tidak dapat meng-hubungkan hasil ukur yang diperoleh dengan nilai-nilai komponen yang terpasang. Namun skor rata-rata yang diperoleh yaitu 72. baik pada mahasiswa laki-laki maupun perempuan.7 2.6 2. kemudian mengamati pengaruhnya pada berbagai parameter yang diukur. Tabel 2. Dengan kata lain.6 0.5 untuk mahasiswa laki-laki dan 74.3 untuk mahasiswa perempuan sudah tergolong pada kategori baik. Laboratorium Virtual . Kemampuan Merancang Dari hasil tes dan analisis statistik diperoleh data seperti dituliskan pada Tabel 2 di bawah ini. dan transistor dapat bekerja sesuai dengan yang telah didefinisikan. Data dan hasil analisis statistik untuk kemampuan desain Kelompok Laki-laki Perempuan Total Eksperimen 72. Simulasi praktikum menggunakan EWB memberikan pengaruh yang sama dibandingkan praktikum menggunakan metode panel. Hasil ini patut dicurigai karena ternyata hasil rancangan yang mereka buat rata-rata sama persis baik gambar rangkaian maupun harga dan tipe komponennya dengan yang terdapat pada buku teks atau buku kumpulan rangkaian elektronika.7 Kemampuan Merancang Kontrol Beda thit 71.55 α =5% α =1% ns ns ns ns ns ns Keterangan: ns) Tidak berbeda signifikan Tampak pada Tabel 2 bahwa kemampuan merancang rangkaian elektronika. ada kemungkinan mahasiswa menghapalkan gambar rangkaian tersebut dan menggambarkannya ketika diuji.9 0.7 71.4 71. Sebagian kecil mahasiswa yang belum lancar mengoperasikan EWB dibantu oleh asisten praktikum.nilai dan tipe komponen seperti resistor. tidak berbeda pada taraf keberartian 5% antara mahasiswa yang melaksanakan simulasi praktikum menggunakan EWB dengan praktikum menggunakan metode panel baik pada mahasiswa laki-laki maupun perempuan.Agus Suyatna 12 .

Hasil observasi menunjukkan bahwa tanpa memperhitungkan pengadaan komputer dan perangkat lunak EWB. Dalam waktu yang hampir bersamaan parameter-parameter keluaran dari hasil rancangan dapat langsung diketahui dan rangkaian dapat segera diperbaiki atau nilai komponen dapat segera diganti apabila keluaran dari rangkaian tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut sebaiknya mahasiswa diminta untuk merancang rangkaian menggunakan EWB dan mewujudkannya dalam suatu proyek nyata yaitu membuat suatu rangkaian untuk penerapan tertentu. Mahasiswa hanya membutuhkan disket untuk menyimpan rangkaian yang telah mereka buat.Agus Suyatna 13 . Rata-rata kemampuan dalam melakukan analisis terhadap rangkaian elektronika masih ada dalam kategori sedang dan gambar rangkaian elektronika yang dibuat cenderung hasil hapalan. biaya praktikum sangat rendah karena tidak perlu membeli komponen untuk membuat rangkaian yang diperlukan. Berdasarkan hasil angket diketahui bahwa mahasiswa merasa sangat leluasa untuk berkreasi merancang berbagai rangkaian elektronik tanpa harus memperhitungkan biaya pembelian komponen.Hasil observasi menunjukkan bahwa tanpa memperhitungkan pengadaan komputer dan perangkat lunak EWB.. Mahasiswa hanya membutuhkan disket untuk menyimpan rangkaian yang telah mereka buat. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan sebuah eksperimen jauh lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan komponen yang sebenarnya. Dalam waktu yang Laboratorium Virtual . namun tidak berpengaruh secara signifikan pada kemampuan merancang rangkaian elektronika baik pada mahasiswa laki-laki maupun perempuan. biaya praktikum sangat rendah karena tidak perlu membeli komponen untuk membuat rangkaian yang diperlukan. Kesimpulan dan Saran Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan simulasi praktikum menggunakan perangkat lunak EWB memberikan pengaruh yang lebih baik pada kemampuan melakukan analisis rangkaian elektronika dibandingkan dengan menggunakan metode panel baik pada mahasiswa laki-laki maupun perempuan. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan sebuah eksperimen jauh lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan komponen yang sebenarnya.

VRPS (Virtual Reality Physics Simulation) merupakan salah satu solusi untuk menggantikan eksperimen biasa. Sang-Tae Park. Fenomena fisika yang tidak mudah diamati ataupun diukur dengan eksperimen biasa dapat disajikan secara virtual dan dapat diamati dari beberapa perspektif di laboratorium VR. .Agus Suyatna 14 .. salah satu masalah belajar jarak jauh dalam sains dan teknik adalah sulitnya melaksanakan kegiatan laboratorium. SIMULASI PRAKTIKUM MENGGUNAKAN VRPS Berikut ini akan diuraikan penerapan Virtual Reality Simulations pada Pendidikan Fisika yang telah dilakukan oleh Jong-Heon Kim. KeunCheol Yuk dari Kongju National University dan Heeman Lee dari Seowon University. Namun demikian. Mahasiswa mengharapkan EWB di samping digunakan sebagai metode dalam melaksanakan praktikum juga digunakan sebagai media dalam menjelaskan konsep-konsep rangkaian elektronika. Menurut para penulis.hampir bersamaan parameter-parameter keluaran dari hasil rancangan dapat langsung diketahui dan rangkaian dapat segera diperbaiki atau nilai komponen dapat segera diganti apabila keluaran dari rangkaian tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Berdasarkan hasil angket diketahui bahwa mahasiswa merasa sangat leluasa untuk berkreasi merancang berbagai rangkaian elektronik tanpa harus memperhitungkan biaya pembelian komponen. Mahasiswa merasa perlu mengetahui atau terampil menggunakan alat ukur yang sebenarnya seperti osiloskop sebelum menggunakan alat ukur yang virtual. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas paedagogik dari VRPS? Metode Dipilih tiga grup siswa dari sebuah SLTP untuk mengevaluasi efektivitas paedagogik dari salah satu program VRPS. Siswa-siswa diharuskan belajar tentang struktur dari generator AC/DC dan karakteristik tegangan keluarannya. Kekurangan simulasi seperti ini yaitu kebanyakan eksperimen fisika disajikan dalam dua dimensi. Masing-masing grup terdiri dari dua Laboratorium Virtual . Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan program simulasi yang dijalankan melalui WEB. mahasiswa yang belum mahir menggunakan perangkat lunak EWB merasa kesulitan untuk merancang rangkaian elektronika dan menganalisis keluarannya oleh karena itu sebelum melaksanakan simulasi praktikum dengan EWB perlu terlebih dahulu dilatih menggunakan EWB. Program VRPS yang akan diuji coba adalah Program Generator Listrik AC/DC. Heebok Lee.

menggantikan tempat yang berbahaya.kelas. Mereka diajar menggunakan metode tradisional seperti OHP dan multimedia. mengatasi biaya tinggi. dan percobaan yang rumit. (3) Apakah Anda mengerti subjek?. dan grup ketiga “Leaner-Centered VR” Sebelum pembelajaran. Mereka hanya menggunakan pedoman belajar dan diperkirakan belajar sendiri. tidak setuju. Setiap kelas berisi sekitar 35 orang siswa. Grup pertama tidak menggunakan program VRPS. dilaksanakan tes awal dan setelah dua jam pembelajaran lalu dilaksanakan tes akhir dan survey sikap siswa terhadap program VRPS. Grup pertama disebut “Teacher-Centered”. (4) Program VRPS berguna untuk: realistik eksperimen hand-on. Grup kedua menggunakan program VRPS yang dijalankan hanya oleh guru sebagai suplemen dalam pembelajaran. grup kedua “Teacher-Centered VR”. (2) VRPS sangat berguna digunakan sebagai bahan ajar interaksi tinggi. visualisasi dari besaran fisika yang tidak bisa dilihat. dan merasa metode mengajar ini lebih menarik hati. Data diolah menggunakan grafik batang. (2) Menurut Anda lama jam belajar mencukupi?. (4) Apakah Anda menyukai metode mengajar ini? Jawaban terhadap pertanyaan tersebut adalah setuju. terutama dalam kasus visualisasi konsep abstrak seperti fenomena elektromagnet (3) Program VRPS perlu dikembangkan baik untuk pembelajaran jarak jauh maupun untuk kelas reguler. mereka merasa memahami subjek lebih baik. Hasil (1) Siswa dari grup Leaner-Centered VR mencapai hasil belajar yang lebih memuaskan. biasa saja. Analisis data dengan cara membandingkan tinggi grafik batang. Laboratorium Virtual . Sikap siswa terhadap program VRPS disurvey menggunakan empat pertanyaan sebagai berikut: (1) Menurut Anda bahan ajar berguna dalam menolong Anda memahami subjek?. Grup ketiga siswa belajar sendiri menggunakan program VRPS di ruang komputer secara aktif tanpa guru.Agus Suyatna 15 .

Sebagai kelas kontrol adalah siswa yang memperoleh praktikum secara tradisional.PENGGABUNGAN SIMULASI KOMPUTER DENGAN PRAKTIKUM TRADISIONAL Joseph P. Hasil belajar dua kelompok data yaitu yang memperoleh simulasi komputer sebelum praktikum dengan yang memperoleh simulasi komputer setelah praktikum dibandingkan.Agus Suyatna 16 . motivasi dan waktu yang dibutuhkan dari simulasi komputer dengan membandingkan siswa yang belajar melalui simulasi komputer sebelum belajar dari fakta (melalui praktikum) dengan siswa yang belajar melalui fakta (praktikum) sebelum belajar melalui simulasi komputer. 46 perempuan) dari 679 siswa SMA. Akpan dari Saint Joseph’s College mencoba menggabungkan simulasi komputer dengan praktikum tradisional. Simulasi komputer diharapkan dapat menggantikan metode mengajar tradisional yang diketahui tidak bertahan lama dalam ingatan siswa Metode Sampel adalah kelas sembilan diambil sebanyak 95 siswa (49 laki-laki. dan menggambarkan fungsi masing-masing struktur anatomi dan fungsi fisiologi cacing tanah. Praktikum mempunyai tujuan untuk menolong siswa mengenal. Baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen menggunakan deskripsi tujuan mata pelajaran serta terminologi yang sama yaitu mengenal bagian-bagian tubuh dan fungsi-fungsinya dari cacing tanah. menemukenali. Penelitian menggunakan kelas yang utuh yang dipilih secara acak pada awal tahun ajaran. berumur 14-15 tahun. apakah siswa yang belajar melalui simulasi komputer sebelum belajar dari fakta (melalui praktikum) atau siswa yang belajar melalui fakta (praktikum) sebelum belajar melalui simulasi komputer?. Laboratorium Virtual . Masalah yang diteliti adalah: (1) Bagaimanakah efektivitas simulasi komputer anatomi dan fisiologi cacing tanah? (2) Manakah yang lebih baik. Seluruh sampel pada kelas biologi secara sukarela mengikuti seluruh kegiatan secara lengkap termasuk pretest dan posttest. Simulasi komputer digunakan sebagai sebuah teknik alternatif untuk membelajarkan sistem fisiologi hewan kepada siswa. Siswa sudah mempunyai pengalaman dalam klasifikasi binatang tetapi tidak mempunyai pengalaman dalam menggunakan simulasi komputer interaktif. Tujuan Penelitian dirancang untuk membuktikan isu sekitar efektivitas belajar kognitif.

Tes telah diuji validitas dan reliabilitasnya oleh lima orang ahli dalam bidang biologi. (2) Menggunakan simulasi komputer sebelum praktikum dapat meningkatkan hasil belajar. dan jawaban singkat. Sepuluh soal mengisi titik-titik difokuskan pada fungsi fisiologi organ bagian dalam cacing tanah. Siswa melakukan percobaan selama empat minggu baik untuk praktikum. Post-test dilaksanakan pada hari yang sama setelah pembelajaran selesai. Sedangkan pada bentuk tes lainnya (mengisi titik-titik dan mencocokan) tidak ada perbedaan. Kelas kontrol dan kelas eksperimen diawasi oleh seorang guru biologi yang berpengalaman.Agus Suyatna 17 . Perangkat lunak membimbing siswa untuk mereview struktur dan fungsi dan membaca narasi rinci yang menjelaskan fungsi fisiologi dari struktur anatomi cacing tanah. Tes terdiri dari 22 item dalam bentuk mengisi titik-titik. Dua jawaban singkat dikhususkan pada identifikasi daya adaptasi cacing tanah. mencocokan. maupun pretest.Perangkat lunak simulasi komputer bersifat interaktif. (8) Simulasi berbasis komputer dapat menciptakan lingkungan belajar yang konstruktif. (6) Terdapat perbedaan yang signifikan antar gender pada pretest untuk jawaban singkat. simulasi. Tes yang sama digunakan untuk pretest dan posttest. Hasil (1) Simulasi komputer mempunyai kemampuan untuk menyajikan visualisasi dan gambar yang realistik. sepuluh soal mencocokan berhubungan dengan fungsi anatomi dan fisiologi cacing tanah yang diketahui. juga berisi film dan gambar mikroskopik untuk mengilustrasikan fungsi-fungsi yang secara normal tidak bisa kelihatan. (4) Keefektifan simulasi tergantung kepada urutan penyajian aktivitas belajar siswa. Perempuan lebih baik dari laki-laki. (3) Pembelajaran yang dimulai dengan simulasi komputer sebelum praktikum tradisional lebih baik secara signifikan untuk tes jawaban singkat. Laboratorium Virtual . (5) Aktivitas simulasi sebelum praktikum tradisional lebih baik secara signifikan pada hasil posttest. (7) Simulasi komputer yang dilaksanakan sebelum praktikum tradisional mengarahkan pada hasil belajar yang lebih baik dari pada simulasi komputer yang dilaksanakan setelah praktikum tradisional.

KESIMPULAN Penggunaan simulasi praktikum dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan praktikum tradisional pada hasil belajar apabila kemampuan perangkat lunaknya memadai dan siswa dapat mengoperasikan perangkat lunak tersebut dengan baik. Tanpa memperhitungkan biaya pengadaan komputer dan perangkat lunak EWB. Mahasiswa mengharapkan EWB di samping digunakan sebagai metode dalam melaksanakan praktikum juga digunakan sebagai media dalam menjelaskan konsep-konsep rangkaian elektronika. Dalam waktu yang hampir bersamaan parameter-parameter keluaran dari hasil percobaan dapat langsung diketahui dan manipulasi dapat segera diperbaiki apabila keluaran dari hasil percobaan tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Namun demikian rata-rata kemampuan dalam melakukan analisis terhadap rangkaian elektronika masih ada dalam kategori sedang dan gambar rangkaian elektronika yang dibuat cenderung hasil hapalan. Laboratorium Virtual .. Untuk meningkatkan kemampuan tersebut sebaiknya mahasiswa diminta untuk merancang rangkaian menggunakan EWB dan mewujudkannya dalam suatu proyek nyata yaitu membuat suatu rangkaian untuk penerapan tertentu. Namun demikian. Pada kasus EWB. mahasiswa merasa sangat leluasa untuk berkreasi merancang berbagai rangkaian elektronik tanpa harus memperhitungkan biaya pembelian komponen. Pada kasus EWB memberikan pengaruh yang lebih baik pada kemampuan melakukan analisis rangkaian elektronika dibandingkan dengan menggunakan metode panel baik pada mahasiswa laki-laki maupun perempuan. Mahasiswa merasa perlu mengetahui atau terampil menggunakan alat ukur yang sebenarnya seperti osiloskop sebelum menggunakan alat ukur yang virtual. biaya simulasi praktikum sangat rendah karena tidak perlu membeli peralatan laboratorium. .Agus Suyatna 18 . mahasiswa yang belum mahir menggunakan perangkat lunak EWB merasa kesulitan untuk merancang rangkaian elektronika dan menganalisis keluarannya oleh karena itu sebelum melaksanakan simulasi praktikum dengan EWB perlu terlebih dahulu dilatih menggunakan EWB. tetapi tidak berpengaruh secara signifikan pada kemampuan merancang rangkaian elektronika. Waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan sebuah eksperimen jauh lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan komponen yang sebenarnya. komponen dan bahan habis pakai lainnya.

mengatasi biaya tinggi. Program VRPS berguna untuk: realistik eksperimen hand-on. terutama dalam kasus visualisasi konsep abstrak seperti fenomena elektromagnet. visualisasi dari besaran fisika yang tidak bisa dilihat. dan percobaan yang rumit.Pada kasus VRPS. siswa mencapai hasil belajar yang lebih memuaskan. mereka merasa memahami subjek lebih baik. dan merasa metode mengajar ini lebih menarik hati. Laboratorium Virtual . menggantikan tempat yang berbahaya.Agus Suyatna 19 . VRPS sangat berguna digunakan sebagai bahan ajar interaksi tinggi.

F. Sang-Tae Park. Interactive Multimedia Electronic Journal of Computer Enhanced Learning Latuheru.P. Coleman. Universitas Lampung: Bandar Lampung Depdiknas. (2002). Vol. (1988). 5 No.html Akpan. J. 3. Virtual Reality Simulations in Physics Education. Issues associated with inserting computer simulation into biology instruction: A Review of Literature. Miller. html Akpan. Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini. “Perbaikan Proses Pembelajaran Mata Kuliah Mekanika Klasik dengan Menggunakan Metode Belajar Interaktif dan Visualisasi Komputer”. (2000). Pengajaran Komputer Untuk Calon Guru Matematik dan Ilmu Pengetahuan Alam. Using the Body Electronic: Students Use Computer Simulation to Enhance Their Understanding of Human Physiology. Keun-Cheol Yuk dan Heeman Lee. L. Vol. 4. Prosiding Seminar dan lokakarya Pembelajaran di perguruan Tinggi. 19 No. Vol. J. Journal of Computer in Mathematics and Science Teaching. 6 No. 2001.Jakarta : Depdikbud.edu/homepage /crowther/ ejse/ ejsev6n4..Wesley Publication Company Inc. Which Comes First: Computer Simulation of Dissection or a Traditional Laboratory Practical Method of Dissection. Vol.DAFTAR PUSTAKA Akpan. et al. John D.P. Jong-Heon Kim.edu/homepage /crowther/ ejse/ ejsev5n3. Jakarta Hinduan.P. California: Addison . 96 No. (2001). and Andre. A. P. Proses Belajar Mengajar. Use of Technology for Science and mathematics Collaborative Learning. Makalah Pada Seminar FPMIPA Dalam Rangka Hari Jadi IKIP Bandung: Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA IKIP Bandung. Kurikulum 2004 SMA: Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata Pelajaran Fisika Hamalik. Learning and Leading With Technology. Laboratorium Virtual . and Castellano. (2003).M. (2001). Oemar. J. http://unr. http://unr. 3. School Science and Mathematics. 2. (1989). J. (1985). Vol. (1996). T. Electronic Journal of Science Education. Practical Guide to Computer in Education 2nd. 8. 25 No. Coburn. Using a Computer Simulation Before Dissection to Help Student Learn Anatomy. Electronic Journal of Science Education. Defrianto. (1998). (2001).Agus Suyatna 20 . Bumi Aksara.. Heebok Lee.

(1995). E. (1991). 2000. Y. Bandung: Program Studi Pendidikan IPA-PPS UPI Thomas. Tesis pada PPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan Polla.A. Prosiding Seminar nasional Pendidikan IPA 2005. (1996). Jakarta Suyatna. (2005). Vol. Zahorik. UNJ. Standar for Science Teacher Preparation. 23 No. Journal of Research on Computing in Education. Simulation: An Opportunity We Are Missing. Agus. Pendekatan Kontekstual.Agus Suyatna 21 . NSTA and AETS Nurhadi. “Simulasi Praktikum Menggunakan Perangkat Lunak EWB Untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis dan Desain Rangkaian Elektronika”. Constructivist Teaching. Jakarta Paramata. R. (2002). Computer – Aided Instruction (CAI) Dalam Pembelajaran IPAFisika. Indiana Laboratorium Virtual .NSTA (1998). Buletin Pelangi Pendidikan. J. Depdiknas Dirjendikdasmen. Phi-Delta Kappa Educational Foundation. Gerardus. 4. and Hooper.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times