Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA

BAB II PEMBAHASAN
Skenario Seorang wanita berusia 46 tahun digotong keluarganya ke UGD karena penurunan kesadaran. Badan terasa dingin, mata tidak membuka spontan dan pasien tidak berbicara. Ia hanya menunjukan respon bergumam dan menarik tangannya setelah diberikan rangsang nyeri. Pasien telah menderita diare sejak 2 hari yang lalu. Diare telah berlangsung 1-2x setiap jam, sebanyak kira-kira setengah gelas aqua, berwarna seperti tajin dan disertai muntah-muntah. Pada PF ditemukan kesadaran menurun, nafas cepat dan dalam, nadi kecil dan cepat, turgor menurun.

Pemeriksaan Pasien Tak Sadar Anamnesis
3 Anamnesis bisa dan harus selalu didapatkan pada pasien yang tidak sadar.

y

Wawancarai kerabat atau teman (jika tak ada harus diupayakan untuk menghubungi mereka dan dapatkan anamnesis lewat telepon jika perlu)

y

Wawancarai setiap saksi mata dari keadaan dimana pasien menjadi tidak sadar. Deskripsi terinci mengenai hilangnya kesadaran sangat membantu penegakan diagnosis

y

Wawancara semua sumber anamnesis lain termasuk laporan ambulans, petugas ambulans, polisi, dokter umum, dan setiap catatan medis yang ada.

Seperti halnya melakukan anamnesis dengan pasien, pertanyaan yang sama harus diajukan kepada kerabat dan saksi mata. Berikut ini adalah hal-hal yang penting ditanyakan saat anamnesis:
y y y y y

Rincian peristiwa di sekitar hilangnya kesadaran Setiap masalah medis atau psikologis terakhir Riwayat pemakaian obat (baik yang tidak resmi maupun yang diresepkan) Alergi Setiap episode hilangnya kesadaran sebelumnya.

Anastasia 10-2007-096

1

atau depresi. 2 Anastasia 10-2007-096 . lakukan pengukuran glukosa darah di tempat dan berikan glukosa intravena jika ada hipoglikemia atau keragu-raguan. Gambaran seluruh sistem seringkali bisa didapatkan secara rinci dari kerabat atau teman. neurologis. dan Circulation (sirkulasi) yang adekuat. pernapasan. Begitu resusitasi telah adekuat.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA y Setiap riwayat penyakit terdahulu yang merupakan gejala gangguan jantung. lakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan dalamnya koma.3 Tindakan resusitasi darurat harus dilakukan untuk memastikan hal ini. Pemberian oksigen Pemasangan jalur intravena dan pemberian cairan Tindakan harus dilakukan untuk memastikan bahwa pasien tidak mengalami kerusakan lebih lanjut akibat koma yang dialaminya. demam. Pemeriksaan Fisik Prioritas dalam pemeriksaan fisik pada pasien tak sadar adalah memastikan terdapatnya Airway (jalan napas). Breathing (pernapasan). dan biasanya termasuk: y y y y Merawat pasien dalam posisi pemulihan. seringkali dengan intubasi endotrakea. kemungkinan etiologi. atau metabolik yang signifikan y Setiap gejala medis terakhir seperti nyeri kepala. Kemungkinan hipoglikemia harus selalu dipertimbangkan pada pasein yang tidak sadar. Mempertahankan jalan napas. dan akibat yang mungkin ditimbulkannya. Observasi secara terus menerus sangat penting untuk memastikan bahwa ABC dipertahankan.

Pemeriksaan fisik kardovaskular. dan muskuloskletal yang lengkap harus dilakukan. abdomen. dan respon terhadap cahaya. Seperti pada anamnesis. terkadang pemeriksaan neurologis yang bisa dilakukan pada pasien tak sadar secara keliru dilakukan secara terbatas. bisa ditemukan bukti penyakit sistemik (misalnya penyakit hati kronis) atau akibat dari hilangnya kesadaran (misalnya pneumonia aspirasi). pernapasan. Harus dilakukan pemeriksaan telinga dan mulut. kesimetrisan. Adanya cedera lidah atau tanda-tanda inkotinensia urin bisa menunjukan baru terjadi kejang epileptik. padahal pemeriksaan fisik Anastasia 10-2007-096 3 .Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA Dalamnya koma seringkali dinilai menggunakan Skor Koma Glasglow Motorik Mengikuti perintah 6 Melokalisasi 5 Verbal Berorientasi 5 Bingung 4 Membuka Mata Spontan 4 Sebagai respon terhadap pembicaraan 3 Menarik 4 Tidak tepat 3 Sebagai nyeri 2 Fleksi 3 Ekstensi 2 Tak ada 1 Tidak paham 2 Tidak ada 1 Tidak ada 1 respon teradap Pemeriksaan fisik secara spesifik harus mencari adanya : y y y y y y y y Hipotermia (ukur suhu rektal) Demam Gelang atau kalung µalarmedis¶ Parut luka Bau keton atau alkohol Memar atau tanda-tanda fraktur Kaku leher dan tanda Kernig Adanya ruam yang sesuai dengan infeksi (misalnya septicemia meningokokal) atau konsumsi obat. atau tanda bekas suntikan y Ukuran pupil.

melapisi permukaan< atau hanya ada di kertas toilet (ini akan menunjukan hemoroid)? y Pertimbangkan kemungkinan diare yang µmengalir terus¶ akibat konstipasi. 4 Anastasia 10-2007-096 . Adanya reflex muntah kornea harus dicari dan jika tidak ada pastikan jalan napas dan mata terlindungi. gerak abnormal seperti mioklonus dan pengecilan otot.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA terinci mungkin dan dapat memberikan informasi diagnostik vital dan ini harus dilakukan. penyakit radang yang serius. Pemeriksaan funduskopi yang teliti harus dilakukan dan adanya edema papil harus dicari. atau tanda-tanda malabsorpsi. seringkali nyeri. sebagai respon terhadap rangsang nyeri y Respon terhadap rangsang sensoris. dan kekuatan ekstermitas dinilai bila perlu. ukuran. misalnya. y Tonus ekstermitas harus diperiksa. reflex genggam dicari. apakah tercampur dalam tinja. harus dinilai di ekstermitas dan sesuai dengan distribusi nervus trigeminus y Perhatian harus diberikan mata gerakan mata atau deviasinya .3 Anamnesis y Apa yang dimaksud pasien dengan diare yang dialaminya? Sering buang air besar? Buang air besar lunak? Encer? Apakah volume tinja benar-benar meningkat? Apakah sangat berair? Adakah makanan yang tidak tercerna dalam tinja? y Seberapa sering terjadi diare? Sudah berapa lama terjadi diare? Adakah urgensi atau tenesmus? y Apa warna dan konsistensi tinja? Adakah darah. Pemeriksaan Diare Coba tentukan : y y Penyebab diare Adakah kekurangan cairan atau elektrolit atau kehilangan darah yang substansial. dan respon cahaya pada pupil. obstruksi usus sub akut. apakah mengapung (akibat steatorea)? y Jika ada darah. y Adakah tanda yang menunjukan sebab dasar yang serius. y Harus dilakukan inspeksi untuk mencari kelainan postur. simetri. lender atau nanah? Apakah tinja pucat.

massa. gejala anemia)? y y Adakah kontak dengan orang lain yang menderita diare dan muntah? Riwayat penyakit dahulu : Adakah riwayat diare sebelumnya. atau akibat malabsorpsi. atau mendenting dengan nada tinggi (menunjukan obstruksi)? Anastasia 10-2007-096 5 . hipotensi postural. perubahan kebiasaan buang air besar bisa terjadi pada kondisi ringan. seperti sindrom iritasi usus. stomatitis angularis atau koilonikia? y y y y y Berapa Indeks Massa Tubuh? Adakah tanda penyakit radang usus? Adakah tanda tirotoksikosis? Adakah nyeri tekanan abdomen. polip ademomatosa. ruam atau atralgia? Apakah baru-baru ini ada perubahan kebiasaan buang air besar? Adakah konstipasi? y Adakah tanda-tanda yang menunjukan malabsorpsi (misalnya penurunan berat badan.hiperaktif. ata nyeri tekan rektal? Apakah bising usus normal.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA y y y Adakah gejala lain yang berhubungan seperti muntah atau nyeri abdomen? Adakah gejala sistemik seperti demam. Akan tetapi. seperti kanker rektal. penyakit saluran cerna yang diketahui. atau operasi perut? y y Perjalanan keluar negri : Pernahkah pasien berpergian keluar negeri? Obat-obatan : Adakah obat yang dikonsumsi pasien yang mungkin menjadi penyebab diare? Pernahkah pasien mengkonsumsi obat untuk mengobati diare? y Riwayat keluarga : adakah penyakit radang usus atau keganasan saluran cerna di keluarga? y Adakah perubahan kebiasaan buang air besar? Perubahan kebiasaan buang air besar merupakan gejala penting karena bisa terjadi akibat lesi caluran cerna. hipotensi atau membran mukosa kering)? Adakah tanda penurunan berat badan. anemia. Pemeriksaan Fisik y y Apakah pasien tampak sakit ringan atau berat? Apakah pasien demam? Adakah tanda-tanda kekurangan cairan (takikardi.

6 y Pemeriksaan Muntah Anamnesis Ajukan pertanyaan berikut:3 y y y Apakah penyebab muntah? Adakah kekurangan cairan atau kehilangan darah yang substansial? Adakah tanda lain yang menunjukan penyebab dasar yang serius. nyeri di tempat lain. Foto polos abdomen : bisa menunjukan gambaran kolitis akut. atau massa pada pemeriksaan rektal? Pemeriksaan Penunjang y Tes darah : hitung darah lengkap. darah. kedaruratan kardiopulmonal (misalnya MI) atau obstruksi usus? y Apa yang sesungguhnya yang dimaksud pasien dengan muntah (ingin muntah atau mual atau benar-benar muntah)? y Seberapa sering pasien muntah? Apa yang mereka muntahkan (makanan yang sudah tercerna. misalnya gangguan metabolik. anemia atau tromsositosis mengarahkan dugaan adanya penyakit kronis.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA y Adakah darah. Bakteri C. bukan berdasarkan ditemukannya organisme saja. lender. y Kultur tinja : bisa mengidentifikasiorganisme penyebab. Albumin yang rendah bisa menjadi Patoka untuk tingkat keparahan penyakit namun tidak spesifik. difficle ditemukan pada 5% orang sehat. µbutiran kopi¶) dan sejak kapan? Apakah mereka bisa minum dan tidak memuntahkan cairan? y y Adakah sesuatu yang memicu muntah? Gerakan atau makanan? Apa gejala penyerta yang timbul? Nyeri abdomen. oleh karenanya diagnosis ditegakan berdasarkan adanya gejala disertai ditemukannya toksin. atau diare? y y y y Apakah pasien mengalami vertigo? Pernahkah ada penurunan nafsu makan? Penurunan berat badan? Adakah kemungkinan intoksikasi atau kehamilan? Adakah gejala penyakit neurologis? 6 Anastasia 10-2007-096 .

atau sesak napas? Adakah gejala yang menunjukan penurunan volume (misalnya muntah. ruam. bising usus bernada tinggi. melena.abses. hipotensi. atau hipotensi postural? y Adakah tanda obstruksi usus (distensi abdomen. suara berdebur. takikardi. berkeringat. nyeri dada. y Adakah bukti kekurangan cairan yang signifikan? Adakah pucat. sesak napas. bisa ular?) Adakah gejala yang menunjukan septicemia (misalnya demam. keganasan ususyang diketahui)? y y Adakah riwayat pembedahan pada perut sebelumnya? Adakat riwayat episode obstruksi usus sebelumnya. obat. poliuria?) y y Pernahkan terpajan allergen potensial (misalnya makanan. menggigil. inflamasi sendi) Anastasia 10-2007-096 7 . sesak napas. diare. infeksi lokal (batuk.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA y Adakah riwayat gangguan saluran cerna (misalnya pankreatitis. meningismus. dan nyeri tekan abdomen)? y y Adakah bau keton (akibat µkelaparan¶ atau ketoasidosis diabetikum)? Adakah tanda-tanda neurologis (misalnya tanda peningktan tekanan intracranial atau nistagmus)?3 Pemeriksaan Syok Anamnesis y y y Kapan awal penyakit? Apa gejalanya? Pernahkah ada nyeri dada. hemoptysis. misalnya akibat perlengketan? y y y y Adakah riwayat pemakaian obat (khususnya kemoterapi dan opiat)? Adakah riwayat diabetes mellitus? Adakah riwayat gagal ginjal? Adakah riwayat konsumsi alkohol? Pemeriksaan Fisik y Apakah pasien tampak sakit berat? Apakah pasien kesakitan atau demam? Pasien yang muntah seringkali tampk pucat dan mungkin terjadi aktivasi vagal yang kuat misalnya bradikardia.

Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA y Dapatkan anamnesis tambahan dari kerabat. pasang jalur vena dengan berdiameter besar. Periksa dengan teliti status hidrasi. dan lakukan pemeriksaan fisik lengkap. y y y y Denyut nadi : takikardi atau bahkan bradikardi Tekanan darah : menurun dengan perubahan posisi jika tidak hipotensif Warna kulit (pucat) dan suhu. Khususnya periksa tanda-tanda syok. Periksa dengan teliti status hidrasi : y y y Periksa turgor kulit Periksa membrane mukosa (kering?) Periksa JVP: meningkat atau menurun? (mungkin memerlukan pemeriksaan CVP atau PCWP jika tidak yakin. pastikan jalan napas terjaga.) y Periksa denyut nadi. berikan cairan intravena langsung sambil memantau ketat dan ambil darah untuk cross-match). serta tegakan diagnosis akurat. TD (perubahan postural) dan pulsus paradoksus (penurunan tekanan sistolik saat inspiasi). 8 Anastasia 10-2007-096 . Keluaran urin berkurang Adanya syok memerlukan terapi segera (berikan oksigen. y y y y Apakah ada riwayat episode syok sebelumnya? Adakah riwayat jantung yang serius sebelumnya (misalnya MI)? Adakah riwayat imunosupresi? Adakah riwayat kelainan abdomen yang diketahui (misalnya aneurisma aorta atau pankreatitis sebelumnya)? y Apakah pasien sedang mengkonsumsi atau baru saja mengkonsumsi kortikosteroid? (Pertimbangkan kemungkinan penyakit Addison) y y y Apakah pasien mengkonsumsi obat dengan potensi anafilaktik? Adakah kemungkinan overdosis obat kardiodepresan? Adakah alergi pada pasien yang diketahui?3 Pemeriksaan Fisik Seperti pada pasien lain yang sakit berat. khususnya jika pasien sakit sangat berat dan tidak mampu memberikan anamnesis yang jelas. pasien bernapas adekuat.

Pada orang yang sehat. Pasien dibedakan menjadi pasien yang mengalami defisiensi garam dan air dan pasien yang hanya mengalami dehidrasi. pendarahan gastrointestinal) (pemeriksaan rektal untuk melena?). dan ileus). Menentukan apakah terdapat hipovolemia sangat penting bagi pasien dengan pendarahan. bagan keseimbangan cairan. Pada dehidrasi. tanda Kussmaul (kenaikan JVP saat inspirasi menunjukan konstriksi/tamponade perikard). dan berat badan harian. perawat. Penentuan status cairan adalah hal vital dalam penatalaksanaan berbagai pasien. atau peningkatan laju pernapasan. Dapatkan informasi dari pasien. syok. Pemeriksaan Syok Hipovolemik Anamnesis Dapatkan anamnesis lengkap mengenai cairan yang masuk dan keluar. meningismus.3 Anastasia 10-2007-096 9 . dan perubahan TD postural yang sangat penting dan informative. sehingga memerlukan penanganan segera dengan salin intravena. Periksa tanda-tanda penyakit jantung atau pernapasan mayor (misalnya murmur[ misalnya VSD baru]). abses. selama anastesi.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA Periksa semua kemungkinan sumber kehilangan volume (misalnya rupture aneurisma aorta. hipovolemia mungkin belum menampakan tanda-tanda ketidakstabilan sirkulasi sampai pada tingkat yang sangat berat. sedangkan kekurangan volume yang terdapat kehilangan natrium dan air bisa dengan cepat menyebabkan hipovolemia yang berbahaya disertai ketidakstabilan sirkulasi. setelah trauma atau pasca operasi. dehidrasi. keduanya sulit dibedakan dan yang lebih penting adalah menemukan dan menangani hipovolemia. denyut nadi. kehilangan darah yang substansial atau derajat kehilangan cairan bisa ditoleransi tanpa temuan klinis yang bermakna dan kehilangan selanjutnya bisa menyebabkan syok yang sangat berbahaya. nyeri lepas tahanan. catatan anastesi. sianosis. anamnesis memberikan informasi kritis dan terdapat banyak tanda klinis yang bermanfaat . kerabat. Pada prakteknya. ruam. seperti TD. nyeri tekan abdomen. gesekan pleura. Periksa dengan teliti tanda-tanda atau sumber sepsis dan patologi abdomen(misalnya konsolidasi paru. gagal ginjal. Seperti biasa.

hemoglobin. Takikardia (atau yang lebih jarang bradikardi pada hipovolemia yang sangat berat). Adanya penurunan TD saat berdiri atau duduk tegak. Kekeringan membrane mukosa. rasio ureum/kreatinin. rotgen toraks. oksimetri nadi. Sulit bernapas dan perubahan status mental jika berat Pemeriksaan Fisik Yang sangat penting adalah: y y y TD. CVP. osmolaritas urin. y Perubahan kecepatan nadi postural. Pemeriksaan penunjang bisa membantu. Keluaran urin berkurang. Pusing postural. Merasa dingin. pertimbangkan pemasangan monitor CVP. natrium urin. Mulut kering. Tanda lain yang harus dicari adalah: y y y y y JVP. Adanya edema paru dan perifer. kreatinin. Kecukupan perfusi perifer. termasuk yang berikut: ureum.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA Gejala hipovolemia bisa berupa : y y y y y y y y Letargi dan kelemahan umum. dan PCWP dengan kateter Swan-Ganz. Jika ragu mengenai status volume. 10 Anastasia 10-2007-096 . Haus. Menggigil. Pucat. Pencatatan teliti menganai perubahan berat badan bisa sangat bernilai dalam menentukan cairan yang masuk dan keluar . natrium.

Analisis gas dara (dan/atau oksimetri nadi). Dan pemeriksaan penunjang yang termasuk : y y y y EKG (dan pemantauan EKG). karena kesulitan dan resiko pada pasien dengan vena yang kolaps. gangguan 11 Anastasia 10-2007-096 . Periksa tanda-tanda yang sesuai dengan reaksi anafilaktik: ruam. Penyebabnya beragam. Jika ada hipovolemia. karena kesulitan dan resiko pada pasien dengan vena yang kolaps. Rotgen toraks. tangani segera dengan cairan intravena. memasukan jalur vena sentral tidak boleh dicoba pada pasien dengan hipovolemia sampai dilakukan resusitasi cairan. Periksa tanda penyakit Addison: pigmentasi palmar. atau menentukan tekanan baji kapiler arteri pulm onalis (dengan menggunakan kateter Swan-Ganz). Kultur darah. Jika ada hipovolemia. Akan tetapi. mulai dari masalah struktural pada saluran cerna seperti obstruksi usus halus. Pemeriksaan harus dilakukan cepat sambil memberikan terapi antara lain : y y y y Oksigen Jalur intravena Cairan intravena Antibiotic intravena.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA Informasi tambahan yang vital bisa didapatkan dari pemeriksaan CVP d engan memasang jalur vena sentral. Akan tetapi. memasukan jalur vena sentral tidak boleh dicoba pada pasien dengan hipovolemia sampai dilakukan resusitasi cairan. bukal. Etiologi Muntah adalah gejala yang sering dijumpai baik pada penyakit serius maupun penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendirinya. tangani segera dengan cairan intravena. edema oral dan laring serta stridor. Informasi tambahan yang vital bisa didapatkan dari pemeriksaan CVP dengan memasang jalur vena sentral. atau menentukan tekanan baji kapiler arteri pulmonalis (dengan menggunakan kateter Swan-Ganz). dan tanda penggunaan kortikosterois sebelumnya.

Kebutuhan energi untuk pelaksanaan metabolisme di jantung dan otak sangat tinggi tetapi kedua sel organ itu tidak mampu menyimpan cadangan energy. atau gastroenteritis virus. seperti penurunan preload berat. kolitis (diare akibat toksin Clostridium difficile). kanker kolon y Jarang : kolitis iskemik. Curah jantung yang rendah dibawah normal akan menimbulkan beberapa kejadian pada beberapa organ:1 Mikrosirkulasi Ketika curah jantung turun. perubahan diverticular. Perubahan ini menyebabkan syok dengan menimbulkan isi sekuncup (stroke volume) dan curah jantung yang tidak adekuat. migren. tahanan vaskular sistemik akan berusaha untuk meningkatkan tekanan sistemik guna menyediakan perfusi yang cukup bagi jantung dan otak melebihi jaringan lain seperti otot. Sehingga keduanya sangat bergantung akan ketersediaan oksigen dan nutrisi tetapi sangat rentan bila terjadi iskemia yang berat untuk waktu yang melebihi 12 Anastasia 10-2007-096 . nyeri berat. kelainan endokrin misalnya hipertiroidisme. intoksikasi alkohol atau obat. luka bakar atau dehidrasi yang menyebabkan pengisian ventrikel tidak adekuat. diare.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA metabolik seperti uremia. Selain itu gejala diare akut juga bisa didapatkan kelainan usus lain (khususnya kolitis psudomembranosa) y Umum : keracunan makanan. direfleksikan pada penurunan volume dan tekanan end diastolic ventrikel kanan dan kiri. kulit dan khususnya traktus gastrointestinal.3 Diare akut adalah diare yang terjadi kurang dari48-72 jam yang disebabkan oleh infeksi atau keracunan makanan.1 Patofisiologi Syok Pendarahan akan menurunkan tekanan pengisian pembuluh darah rata-rata dan menurunkan aliran darah balik ke jantung. mabuk kendaraan. bulimia nervosa. Hal inilah yang menimbulkan penurunan curah jantung. Keadaan ini diduga merupakan penyebab syok yang paling sering.6 Syok hipovolemik atau oligemik merupakan pendarahan atau kehilangan cairan yang banyak akibat sekunder dari muntah. MI.

Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA kemampuan toleransi jantung dan otak. tahanan arteriol aferen meningkat untuk mengurangi laju filtrasi glomerulus. sepsis dan pemberian obat yang nefrotoksik seperti aminoglikosida dan media kontras angiografi. maka terjadi peningkatan absorpsi endotoksin yang dilepaskan oleh bakteri gram negative yang mati di dalam usus. yang bersama-sama dengan aldosterone dan vasopressin bertanggung jawab terhadap menurunnya produksi urin. Hipovolemia menyebabkan penurunan pengisian ventrikel. Pada saat aliran darah di ginjal berkurang. Neuroendokrin Hipovolemia. Yang banyak terjadi kini adalah nekrosis tubular akut akibat interaksi antara syok. pengisian atrium. Curah jantung. hipotensi dan hipoksia dapat dideteksi oleh baroreseptor dan kemoreseptor tubuh. Kardiovaskular Tiga variable seperti . Ketika tekanan arterial rata-rata (mean arterial pressure/MAP) jatuh hingga < 60 mmHg. adalah hasil kali volume sekuncup dan frekuensi jantung. tahanan terhadap tekanan (ejeksi) ventrikel dan kontraktilitas miokard. Hal ini memicu pelebaran pembuluh darah serta peningkatan metabolisme dan bukan memperbaiki nutrisi sel dan menyebabkan depresi jantung. Ginjal Gagal ginjal akut adalah salah satu komplikasi dari syok dan hipoperfusi. Curah jantung. Gastrointestinal Akibat aliran darah yang menurun ke jaringan intestinal. penentu utama dalam perfusi jaringan. maka aliran ke organ akan turun drastis dan fungsi sel di semua organ akan terganggu. bekerja keras dalam menontrol volume sekucup. frekuensi terjadinya sangat jarang karena cepatnya pemberian cairan pengganti. Kedua reseptor tadi berperan dalam respons autonomi tubuh yang mengatur perfusi serta substrak lain. ginjal mengatasi hipoperfusi dengan mempertahankan garam dan air. Suatu peningkatan frekuensi jantung sangat bermanfaat namun memiliki keterbatasan mekanisme kompensasi untuk mempertahankan curah jantung. Secara fisiologi. yang pada akhirnya menurunkan volume sekuncup. Anastasia 10-2007-096 13 .

Satu dari denominator yang lazim daro ketiga bentuk syok adalah curah jantung yang rendah. Pengaturan aliran darah lokal mempertahankan perfusi jantung dan otak sampai end perjalanan. yang dimulai dengan mekanisme kompensasi pada syok mungkin menjadi berlebihan pada beberapa jaringan dan menyebabkan lesi destrukstif seperti nekrosis iskemik intestinal atau jari-jari. Akan tetapi jika 20 sampai 25 persen volume darah hilang dengan cepat. menyebabkan manifestasi klinis sindroma syok. Konsep irreversibilitas ini berguna karena menekankan diperlukannya mencegah berkembangnya syok. mekanisme kompensasi biasanya mulai gagal dan terjadi sindroma klinis syok. Vasokonstriksi. Pada awalnya. Orang dewasa dapat mengkompensasi kehilangan 10% volume darah total yang mendadak terutama vasokonstriksi yang diperantarai sistem simpatis. syok menjadi irreversible. mekanisme kompensasi seperti vasokonstriksi dapat mempertahankan tekanan arteri pada tingkat yang mendekati normal. Bagaimanapun jika proses yang menyebabkan syok terus berlangsung. Curah jantung menurun. syok oligemik paling cermat dipelajari. Respon fisiologi yang normal adalah mempertahankan perfusi terhadap otak dan jantung sambil memperbaiki volume darah dalam sirkulasi dengan 14 Anastasia 10-2007-096 . mekanisme kompensasi endnya gagal. Di antara bentuk syok dengan curah jantung rendah. Jalur end dari syok adalah kematian sel. kardiogenik dan obstruktif ekstrakardiak dan pada sebagian kecil pasien dengan syok distributive timbul penurunan curah jantung yang berat dan dengan demikian penurunan perfusi organ vital.2 Mekanisme patogenetik yang menyebabkan kematian sel tidak seluruhnya dimengerti.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA Beberapa karasteristik patogenesis syok sama tanpa memperhatikan penyebab yang mendasari. Pada pasien syok oligemik. baik pada manusia maupun pada hewan. kematian sel akan terjadi dan menyebabkan syok irreversible. bila mekanisme ini juga gagal. dan kematian terjadi meskipun dilakukan koreksi penyebab yang mendasari. Jika syok tetap ada. dan terjadi hipotensi meskipun terjadi vasokonstriksi menyeluruh. Begitu sejumlah besar sel dari organ vital telah mencapai stadium ini. Gejala Klinis Gejala dan tanda yang disebabkan oleh syok hipovolemik akibat pendarahan serta pendarahan serta pendarahan adalah sama meski ada sedikit perbedaan kecepatan timbulnya syok.

Disini akan terjadi peningkatan kerja simpatis. Perfusi ke susunan syaraf pusat dipertahankan dengan baik sampai syok bertambah berat. tekanan darah menurun drastic dan tak stabil walaupun dalam posisi berbaring. terutama pada pasien usia lanjut dan yang memiliki penyakit berat dimana kematian mengancam. pasien menderita takikardi hebat. kehilangan cairan bebas ditandai dengan hypernatremia. Setelah pendarahan maka biasanya hemoglobin dan hematocrit tidak langsung turun sampai terjadi gangguan kompensasi atau terjadi penggantian cairan dari luar. Dalam waktu yang sangat pendek dari terjadinya kerusakan akibat syok maka dengan resusitasi agresif dan cepat. Temuan terhadap hal ini semakin meningkatkan kecurigaan adanya hipovolemia. Kehilangan plasma ditandai dengan hemokonsentrasi. intraselular dan menurunkan produksi urin. Hipovolemia ringan (<20% volume darah) menimbulkan takikardi ringan dengan sedikit gejala yang tampak.1 Diagnosis Syok hipovolemik didiagnosis ketika ditemukan tanda berupa ketidakstabilan hemodinamik dan ditemukan adanya sumber pendarahan. Jadi kadar hematocrit di awal tidak menjadi pegangan sebagai adanya pendarahan. Penurunan kesadaran adalah gejala penting. Harus dibedakan dengan syok akibat hipovolemik dan akibat kardiogenik karena penatalaksanaan yang berbeda. pembuluh vena yang kolaps. terutama pada penderita muda yang sedang berbaring. Keduanya memiliki penurunan curah jantung dan mekanisme kompensasi simpatis. hperventilasi. Transisi dari syok hipovolemik ringan ke berat dapat terjadi bertahap atau malah sangat cepat. Pada hipovolemia sedang (20-40% dari volume darah) pasien menjadi lebih cemas dan takikardi lebih jelas. agitasi atau bingung.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA efektif. namun dapat ditemukan dengan jelas hipotensi ortostatik dan takikardi. pelepasan hormon stress serta ekspansi besar guna pengisian volume pembuluh darah dengan menggunakan cairan intersisial. Pada hipovolemia berat maka gejala klasik syok akan muncul. oliguria. Diagnosis akan sulit bila pendarahan tidak ditemukan dengan jelas atau berada dalam traktus gastrointestinal atau hanya terjadi penurunan jumlah plasma di darah. Tetapi dengan menemukan adanya tanda syok kardiogenik seperti distensi vena jugularis. meski tekan darah bisa ditemukan normal an pada posisi berbaring.1 Anastasia 10-2007-096 15 . ronki dan gallop S3 maka semua dapat dibedakan.

cyanosis.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA Diagnosis Banding Syok Anafilaktik Gejala reaksi anafilaktik bukan akibat langsung reaksi antigen-antibodi tetapi akibat dilepaskannya bahan farmakologik aktif. edema laring. vaksin. cardiac arrest Syok Septik Penyebab : infeksi kuman gram negatif (endotoksin). batuk. eritem. mencret.5 Gejala klinis Ditandai dengan gambaran syok dan infeksi y y y y y y y y Demam Gangguan kardiovaskular Gangguan pernafasan Gagal ginjal Gangguan hematologik Pendarahan gastrointestinal Gangguan metabolism Disfungsi multi organ 16 Anastasia 10-2007-096 . Makin pendek antara timbulnya gejala dan masuknya antigen makin cepat dan hebat reaksi yang terjadi. saluran pernafasan.5 Manifestasi klinis Syok Anafilaktik y y Timbul serangan beberapa detik/menit Penyebab nya bisa dari suntikan (antibiotic seperti penisilin. Manifestasi klinik dari syok anafilaktik merupakan gabungan dari reaksi kulit. gigitan serangga. Pada umumnya syok anafilaktik timbul mendadak dan progresif dalam waktu beberapa detik -menit. bronchospasme dengan gejala asma. Bahan farmakologik aktif ini bertindak sebagai perantara (mediator) untuk terjadinya kerusakan jaringan. pencernaan dan sistem kardiovaskular. jodium. edema angioneurotik Manifestasi di pencernaan : mual dan muntah. kolik Manifestasi di pernapasan : rhinitis. kegagalan pernafasan (insufisiensi) y Manifestasi kardiovaskuler : hipotensi. sera. lokal anastesi). asam acetylsalicylate y y y Manifestasi di kulit : urtikaria. kolaps sirkulasi.

comfusion. menjaga jalur pernapasan dan diberikan resusitasi cairan dengan cepat lewat askes intravena atau cara lain yang memungkinkan seperti pemasangan kateter CVP (central venous pressure) atau jalur intra arterial. pengisian diastolic ventrikel tidak adekuat. Jenis darah transfuse tergangtung kebutuhan. Ciran yang diberikan adalah garam isotonus yang ditetes dengan cepat (hati-hati dengan asidosis hiperkloremia) atau dengan cairan garam seimbang seperti Ringer¶s Laktat (RL) dengan jarum infus yang terbesar. Pemberian 2-4L dalam 20-30 menit diharapkan dapat mengembalikan keadaan hemodinamik. vasokonstriksi perifer. Disarankan agar darah yang digunakan telah melalui test cross-match (uji silang). Tak ada bukti medis tentang kelebihan pemberian cairan koloid pada syok hipovolemik.1 Guna mengetahui cairan sudah memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan tekanan pengisian ventrikel dapat dilakukan pemeriksaan tekanan baji paru dengan menggunakan kateter Swan-Ganz. berarti pendarahan atau kehilangan cairan belum teratasi. oliguria dan asidosis metabolik.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA Syok Kardiogenik Suatu sindroma dengan ciri-ciri : y y Hipotensi. Adanya hipotensi dan penimbunan darah pada pembuluh tamping (Capa Citance Vessels) Klinis mirip dengan gejala syok hipovolemik. curah jantung yang tidak adekuat. Penyebab adalah trauma medulla spinalis dengan quadriplegia atau paraplegia (syok spinal). tekanan sistolik kurang dari 90 mmHg Perfusi jaringan yang tidak memadai.5 Syok Neurogenik Mirip dengan analgesia spinal tinggi atau sindroma Gullain Barre berat.5 Tatalaksana Ketika syok hipovolemik diketahui maka tindakan yang harus dilakukan adalah menempatkan pasien dalam posisi kaki lebih tinggi. bila sangat darurat maka dapat digunakan Packed red cells tipe darah yang sesuai atau O-negatif. Anastasia 10-2007-096 17 . y Penyebab : kegagalan pompa jantung karena komplikasi infark miokard (5%). Bila hemodinamik tetap tidak stabil. atau koma.

vasopressin atau dobutamin dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan kekuatan ventrikel yang cukup setelah volume darah dicukupi terlebih dahulu. Monitor resusitasi y Penuntun resusitasi : Tekanan Vena Sentral (TVS) dan Tekanan Baji Kapiler (TBKP) bila berhasil nilai TVS 3-8 cm H2 O menandakan kesadaran membaik dan perfusi perifer membaik. plasma. Kebutuhan oksigen pasien harus terpenuhi dan bila dibutuhkan intubasi dapat dikerjakan. Ringer¶s Acetat). diuresis. hati dan ginjal dan ingat ginjal merupakan komplikasi yang penting pada syok ini. TVS dan diuresis kurang dari normal. hematocrit periodik. TVS meningkat diuresis menurun y Evaluasi terapi : tekanan darah.14) dengan cairan : Kristaloid (NaCl 0. Beri infus (kateter no 16. 18 Anastasia 10-2007-096 . Beri O2 5-10 liter/menit dengan kaul nasal atau sungkup muka. saluran pernapasan harus dijaga. Ringer¶s Laktat.70)] 4. analisa gas darah. Kaloid [darah pendarahan lebih 25% . pengukuran curah jantung y Tanda-tanda kegagalan : TVS dan diuresis lebih dari normal. 2. 3. analisis gas darah. pengganti plasma (Dextran 40. Letakan pasien dalam posisi telentang. dan kadar elektrolit 5.9%. Kerusakan organ akhir jarang terjadi dibandingkan dengan syok septik atau traumatic.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA Pada keadaan yang berat atau hipovolemia yang berkepanjangan dukungan inotropic dengan dopamine. Kerusakan organ dapat terjadi pada susunan syaraf pusat. Pemberian norepinefrin infus tidak banyak memberikan manfaat pada hipovolemik. Urutan Tatalaksana Syok Hipovolemik Secara Umum:5 1. komponen darah. Tindakan suportif y Terapi elektrolit dan asam basa : asidosis metabolik merupakan indikasi pemberian bikarbonat. pernafasan. Selain resusitasi cairan. nadi. Pemberian nalokson bolus 30 mcg/kg dalam 3-5 menit dilanjutkan 60 mcg/kg dalam 1 jam dalam dekstros 5 % dapat membantu meningkatkan MAP.

2 Secara umum.Syok Hipovolemik Fakultas Kedokteran UKRIDA y Obat-obat inotropik : stimulant jantung diberi bila syok tetap ada seperti dopamine dengan dosis 5-30 mog/kgBB/menit y Diuretic : bila oliguria meskipun volume darah. gagal ginjal akut. inotropik. pasien dengan derajat syok lebih ringan prognosisnya lebih baik dibandingkan dengan pasien dengan derajat syok lebih berat. jantung. Dalam kasus syok hipovolemik berat. kematian adalah mungkin bahkan dengan perhatian medis yang segera.2 Prognosis Hipovolemik selalu sebagai kedaruratan medis. dan gagal multiorgan yang menyebabkan kematian. Komplikasi Jika syok terus berlanjut. Orang yang berusia lanjut biasanya memiliki prognosis yang lebih buruk. paru-paru dan penyakit ginjal. koagulasi intravaskuler diseminata. Anastasia 10-2007-096 19 . yang mencetuskan sindrom distress respirasi dewasa. kerusakan organ end terjadi. ada manfaat melalui efek vasodilatasi. cukup diberikan furosemide 10 mg IV y Steroid (Hidrokortison 150 mg/kgBB diulang 4-6 jam selama 24-48 jam) : penggunaan masih kontrovesional. Namun gejala-gejala dan hasil bergantung pada : y y y y Jumlah volme darah yang hilang Tingkat kehilangan darah Cedera yang menyebabkan kehilangan Mendasari pengobatan kronis seperti diabetes. lysosome stabilizing dan efek metabolism seluler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful