ILMU TENTANG MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN

1. MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Masyarakat adalah sekelompok individu yang memiliki kepentingan bersama dan memiliki budaya serta lembaga yang khas. Sedangkan lingkungan adalah keadaan alam dan masyarakat manusia saling berinteraksi. Dalam masyarakat terdapat keragaman horizontal dan pertikal. Keragaman horizontal adalah ketidaksamaan sosial yang bersifat sejajar, tidak ada perbedaan tinggi rendah. Sedangkan keragaman pertikal adalah ada nya ketidak samaan yang bersifat berjenjang atau perbedaan tinggi rendah . Masyarakat tinggal dalam suatu wilayah yang sama dan saling berinteraksi, mereka di satukan oleh nilai dan norma-norma social yang di terima bersama. Nilai social adalah hal-hal yang di anggap berharga oleh suatu masyarakat, sedangkan norma sosial adalah ukuran antara (benar dan salah, tepat atau tidak tepat pantas atau tidak pantas ) perilaku seseorang dalam masyarakat . nilai dan norma sosial itu lah yang mengatur kehidupan mereka sebagai sebuah masyarakat .

Ferdinand Tönnies. dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas. Karl Marx. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi . Emile Durkheim. Georg Simmel. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Mereka antara lain Herbert Spencer.Sejarah istilah sosiologi Istilah Sosiologi sebagai cabang ilmu sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan prancis bernama August Comte tahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Max Weber. Comte membedakan antara sosiologi statis.

sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri. yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada.   Empiris.Émile Durkheim ilmuwan sosial Perancis berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin memperkenalkan pendekatanfungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.  Komulatif. yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan. Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. sebagai berikut. sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain. Teoritis. kemudian diperbaiki. yang dikutip oleh Soerjono Soekanto. diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori. yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga). Herbert Spencer d inggris mempublikasikan Sosiology dan memperkenalkan pendekatan analogi organik. . Menurut Harry M. yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia. Johnson.

 Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum. serta mencari prinsip-prinsip dan hukumhukum umum dari interaksi manusia. bukan hanya peristiwa itu sendiri. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh.  Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.  Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan. yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut. artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia. tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam. isi.Nonetis. dan struktur masyarakat manusia.  Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif.  . Hal ini menyangkut metode yang digunakan.  Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut. bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi. hakikat. bentuk.  Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan polapola umum.  Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. sifat.

Kegunaan Sosiologi Kegunaan Sosiologi dalam masyarakat. Objek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. gejalagejala dan proses hubungan antara manusia yang memengaruhi kesatuan manusia itu sendiri.antara lain: Untuk pembangunan Sosiologi berguna untuk memberikan data-data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan. Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial. Pengaruh dari objek dari agama ini dapat menjadi pemicu dalam hubungan sosial masyarakat.dan banyak juga hal- . pelaksanaan maupun penilaian pembangunan  Untuk penelitian Tanpa penelitian dan penyelidikan sosiologis tidak akan diperoleh perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-masalah sosial dengan baik  Objek Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai beberapa objek. Dengan demikian objek formal sosiologi adalah hubungan manusia antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Objek budaya salah satu faktor yang dapat memengaruhi hubungan satu dengan yang lain.

Misalnya seorang sosiologi mengkaji dan mengamati kenakalan remaja di Indonesia saat ini. Hampir semua gejala sosial yang terjadi di desa maupun di kota baik individu ataupun kelompok. Ruang lingkup kajian sosiologi tersebut jika dirincikan menjadi beberapa hal. distribusi. Masalah manajemen yaitu pihak-pihak yang membuat kajian. mulai kapan remaja tersebut berperilaku nakal. berkaitan dengan apa yang dialami warganya. serta kelompok dengan kelompok di lingkugan masyarakat. dan sebagainya. mereka akan mengkaji mengapa remaja tersebut nakal. misalnya usaha kegiatan manusia beserta prestasinya yang tercatat. merupakan ruang kajian yang cocok bagi sosiologi. sosiologi mengkaji lebih mendalam pada bidangnya dengan cara bervariasi. Ruang Lingkup Kajian Sosiologi Sebagai ilmu pengetahuan.dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam. Persoalan sejarah yaitu berhubungan dengan catatan kronologis. misalnya antara lain:    Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berhubungan dengan produksi. individu dengan kelompok. asalkan menggunakan prosedur ilmiah. sampai memberikan alternatif pemecahan masalah tersebut. Ruang lingkup kajian sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya.hal ataupaun dampak yang memengaruhi hubungan manusia. Hal ini dikarenakan ruang lingkup sosiologi mencakup semua interaksi sosial yang berlangsung antara individu dengan individu. .

masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran. Mereka . prinsip-prinsip suatu negara sampai perjalanan negara di masa yang akan datang. Sosiologi mempertumbuhkan semua lingkungan dan kebiasaan manusia. Sebagai contoh. Perkembangan sosiologi dari abad ke abad Perkembangan pada abad pencerahan Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu. atau beberapa peristiwa dalam perjalanan sejarah dari kelompok manusia. seperti Thomas Aquinas. serta proses dalam kelompoknya. sepanjang kenyataan yang ada dalam kehidupan manusia dan dapat memengaruhi pengalaman yang dirasakan manusia. Tanpa ada yang bisa mencegah. standar. dan perkembangan sifat kelompok tersebut. Dengan demikian sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadian sejarah. riwayat suatu negara dapat dipelajari dengan mengungkapkan latar belakang terbentuknya suatu negara. Selama kelompok itu ada. seperti Sokrates.Sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan sebagai dasar penelitiannya. masalah. Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan. mekanisme. Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Semua faktor tersebut dapat memengaruhi hubungan antara manusia dan berpengaruh terhadap analisis sosiologi. maka selama itu pula akan terlihat bentuk-bentuk. caracara. faktor-faktor. sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta uraian proses berlangsungnya hidup kelompokkelompok.

dan revolusi Perancis. Struktur masyarakat yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. . kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan. ciri-ciri ilmiah mulai tampak di abad ini. Gejolak abad revolusi Perubahan yang terjadi akibat revolusi benar-benar mencengangkan. Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan Perubahan-perubahan besar terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Raja yang semula berkuasa penuh. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini. Bangasawan dan kaum Rohaniwan yang semula bergemilang harta dan kekuasaan. disetarakan haknya dengan rakyat jelata. revolusi industri. Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M). turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat. Para ilmuwan tergugah.berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana. mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia.manusia tidak bisa mengetahui. apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika.

Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini. penjelasan yang teliti.Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal ke masyarakat yang bebas Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan masyarakat harus dapat dianalisis. melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya. Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali. dan perumusan teori berdasarkan pembuktian) . Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa perang. pemberontakan dan kerusuhan. Artinya :   Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja. kemiskinan.  Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal. Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat.

karena hal itu sudah diatur oleh naluri.SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN A. Manusia merupakan mahluk tidak berdaya kalau hanya mengandalkan nalurinya. Manusia mengembangkan kebiasaan tentang apa yang dimakan. Perilaku pada binatang dikendalikan oleh instink/naluri yang merupakan bawaan sejak awal kehidupannya. Binatang tidak menentukan apa yang harus dimakannya. Untuk mengisi kekosongan dalam kehidupannya manusia mengembangkan kebudayaan. Pengertian Sosialisasi Manusia berbeda dari binatang. . Naluri manusia tidak selengkap dan sekuat pada binatang. Manusia harus memutuskan sendiri apa yang akan dimakan dan juga kebiasaan-kebiasaan lain yang kemudian menjadi bagian dari kebudayaannya. Binatang dapat hidup dan melakukan hubungan berdasarkan nalurinya.

Peter L. Dengan kata lain. Demikian juga dalam hal hubungan antara laki-laki dengan perempuan. kebiasaan yang berkembang dalam setiap kelompok menghasilkan bermacam-macam sistem pernikahan dan kekerabatan yang berbeda satu dengan lainnya. Berikut beberapa definisi mengenai sosialisasi. norma. Berger: Sosialisasi adalah proses dalam mana seorang anak belajar menjadi seseorang yang berpartisipasi dalam masyarakat.sehingga terdapat perbedaan makanan pokok di antara kelompok/masyarakat. Yang dipelajari dalam sosialisasi adalah peran-peran. sehingga teori sosialisasi adalah teori mengenai peran (role theory). kebiasaan-kebiasaan pada manusia/masyarakat diperoleh melalui proses belajar. yang disebut sosialisasi. peran dan . Sosialisasi adalah proses mempelajari nilai.

Horton dan Hunt: Suatu proses yang terjadi ketika seorang individu menghayati nilai-nilai dan norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga terbentuklah kepribadiannya. (2) menjadikan nilai dan norma yang dipelajari tersebut sebagai milik diri B. yaitu: (1) belajar nilai dan norma (sosialisasi). sehingga tidak aneh dan diterima oleh warga masyarakat lain serta dapat berpartisipasi aktif sebagai anggota masyarakat . Bagi individu: agar dapat hidup secara wajar dalam kelompo/masyarakatnya. Lawang:persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan seseorang dapat berpartisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial. Dalam proses sosialisasi terjadi paling tidak tiga proses.Robert M.Z. Fungsi Sosialisasi 1.

Menurut status pihak yang terlibat: sosialisasi equaliter dan otoriter. dll. sikap seorang ibu ditiru oleh anak perempuannya. dakwah. pengajaran. Bagi masyarakat: menciptakan keteraturan sosial melalui pemungsian sosialisasi sebagai sarana pewarisan nilai dan norma serta pengendalian sosial. Sosialisasi yang tidak disadari/tidak disengaja: perilaku/sikap sehari-hari yang dilihat/dicontoh oleh pihak lain. . pemberian petunjuk. dst. Macam-macam Sosialisasi 1. indoktrinasi. misalnya perilaku sikap seorang ayah ditiru oleh anak laki-lakinya. Berdasarkan berlangsungnya: sosialisasi yang disengaja/disadari dan tidak disengaja/tidak disadari. C. nasehat. Sosialisasi yang disengaja/disadari: Sosialisasi yang dilakukan secara sadar/disengaja: pendidikan. 2.2.

Sosialisasi primer dialami individu pada masa kanakkanak.Sosialisasi equaliter berlangsung di antara orang-orang yang kedudukan atau statusnya relatif sama. individu tidak dapat menghindar untuk menerima dan menginternalisasi cara pandang keluarga Sosialisasi sekunder berkaitan dengan ketika individu mampu untuk berinteraksi dengan orang lain selain keluarganya. antara pimpinan dengan pengikut. terjadi dalam lingkungan keluarga. Menurut tahapnya: sosialisasi primer dan sekunder. sedangkan sosialisasi otoriter berlangsung di antara pihak-pihak yang status/kedudukannya berbeda misalnya berlangsung antara orangtua dengan anak. dan lain-lain. sesama murid. antara guru dengan murid. individu tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya. misalnya di antara teman. . dan lain-lain. 3.

Berdasarkan caranya: : sosialisasi represif dan sosialisasi partisipatoris.4. yaitu represif. dan partisipatoris. Sosialisasi Represif menekankan pada: (1) penggunaan hukuman. terdapat dua pola. Apabila mengacu pada cara-cara yang dipakai dalam sosialisasi . (6) orang tua sebagai pusat sosialisasi sehingga keinginan orang tua menjadi penting . (2) memakai materi dalam hukuman dan imbalan. (3) kepatuhan anak pada orang tua. . (5) bersifat nonverbal. (4) komunikasi satu arah (perintah).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful