PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM MASYARAKAT

Setiap masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan-perubahan. Berdasarkan sifatnya, perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, namun dapat juga menuju ke arah kemunduran. Perubahan sosial yang terjadi memang telah ada sejak zaman dahulu. Ada kalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentang batasan-batasan perubahan sosial. Gillin dan Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan, dinamika dan komposisi penduduk, ideologi, ataupun karena adanya penemuan-penemuan baru di dalam masyarakat. Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern. Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi istem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain.

A. Bentuk-Bentuk Penyebabnya

Perubahan

Sosial

Budaya

dan

Perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk berikut ini.

1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan lambat disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Perubahan cepat disebut juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan persyaratan tertentu. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung terciptanya revolusi. a. Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut. c. Harus bisa memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi. d. Harus ada tujuan gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat. e. Kemampuan pemimpin dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan revolusi. Contoh perubahan secara revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 1978-1979 yang berhasil menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah Khomeini sebagai pemimpinnya.

2. Perubahan Kecil dan Perubahan Besar

Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan

Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern) Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab intern) 1) Dinamika penduduk. misalnya perubahan tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk. Contoh perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi. Contoh perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi pola kehidupan masyarakat.kecil adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. 3. Perubahan yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan. Sebab-Sebab Perubahan Sosial Budaya Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat. 2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat. Sebaliknya. baik penemuan yang . 4. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan Perubahan yang dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan di masyarakat. a . yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengubah suatu sistem sosial.

Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain. b . Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. 2) Adanya peperangan. maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut. 3) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar. Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern) Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). Misalnya. maka disebut cultural animosity. 4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahanperubahan besar. baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention). Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain . maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. maka disebut demonstration effect. karena pihak yang menang biasanya akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah. Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya 1. Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat. baik perang saudara maupun perang antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru. 1) Adanya pengaruh bencana alam. 3) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan a. B.

Untuk itu. Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi. f . Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. dan objektif. toleransi dapat diberikan agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif. d . e . Hal ini akan memberikan kemampuan manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi perkembangan zaman atau tidak. b . Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada. Heterogenitas Penduduk . rasional. Sistem Terbuka Masyarakat ( Open Stratification ) Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat.Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Sistem Pendidikan Formal yang Maju Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia. sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain. Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya. dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya. terutama membuka pikiran dan membiasakan berpola pikir ilmiah. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. c .

Orientasi ke Masa Depan Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman. i . Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial. c . h. Faktor-Faktor Penghambat Perubahan a. dan gerakan revolusi untuk mengubahnya. Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembanganperkembangan yang telah terjadi. Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup. pertentangan. contohnya masyarakat pedalaman. b . Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk Memperbaiki Hidupnya Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyarakat lain (terjajah). ras. Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional . dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial.Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya. g . 2.

misalnya oleh bangsa Barat. Kondisi inilah yang menyebabkan terhambatnya proses perubahan. Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam dengan Kuat ( Vested Interest Interest) Organisasi sosial yang mengenal sistem lapisan strata akan menghambat terjadinya perubahan. Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah. Golongan masyarakat yang mempunyai kedudukan lebih tinggi tentunya akan mempertahankan statusnya tersebut. d . Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot). Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing) Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain.Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. g . f . kondisi seperti ini dikhawatirkan akan menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan. e . sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing. Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. biasanya diartikan sebagai usaha .

yang berlawanan dengan masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut. Misalnya. C. maka mesin pemotong padi tidak akan digunakan. kebiasaan. i . Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Nilai Bahwa Hidup ini pada Hakikatnya Buruk dan Tidak Mungkin Diperbaiki Pandangan tersebut adalah pandangan pesimistis. Masyarakat cenderung menerima kehidupan apa adanya dengan dalih suatu kehidupan telah diatur oleh Yang Mahakuasa. 4. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. Membentuk pola pikir masyarakat yang lebih ilmiah dan rasional. Munculnya tatanan kehidupan masyarakat baru yang lebih modern dan ideal. Pola pikir semacam ini tentu saja tidak akan memacu pekembangan kehidupan manusia. 1. Hal ini tentu saja memengaruhi pola dan perilaku masyarakatnya. Terciptanya penemuan-penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia. Memunculkan ide-ide budaya baru yang sesuai dengan perkembangan zaman. Berikut ini hal-hal positif atau bentuk kemajuan akibat adanya perubahan sosial budaya. Telah dijelaskan di depan bahwa perubahan sosial budaya dapat mengarah pada halhal positif (kemajuan) dan hal-hal negatif (kemunduran). 2. . bahkan ideologi suatu masyarakat. h. 3. namun karena adat dan kebiasaan masyarakat masih banyak yang menggunakan sabit atau ani-ani. cara pandang. Perilaku Masyarakat sebagai Akibat Adanya Perubahan Sosial Budaya Perubahan sosial budaya akan mengubah adat. memotong padi dengan mesin dapat mempercepat proses pemanenan. Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar ideologi Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

sebaliknya perubahan sosial budaya yang bersifat negatif . 3. Sikap Kritis terhadap Pengaruh Perubahan Sosial dan Budaya Apapun bentuk perubahan sosial budaya akan menghasilkan suatu bentuk. Lunturnya kaidah-kaidah atau norma budaya lama. Perubahan sosial budaya yang bersifat positif dapat kita terima untuk memperkaya khazanah kebudayaan bangsa kita.Berikut ini hal-hal negatif atau bentuk ke-munduran akibat adanya perubahan sosial budaya. misalnya lunturnya kesadaran bergotongroyong di dalam kehidupan masyarakat kota. dan kondisi kehidupan masyarakat yang baru. Kalian sebagai pelajar tentu harus bisa menentukan sikap terhadap dampak perubahan sosial budaya yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sikap apriori yang berlebihan tentu saja tidak perlu kalian kedepankan. meskipun perubahan tersebut mengarah pada perubahan yang bersifat negatif. Demikian juga dengan sikap menerima setiap perubahan tanpa terkecuali. Adanya beberapa kelompok masyarakat yang mengalami ketertinggalan kemajuan budaya dan kemajuan zaman. Munculnya bentuk-bentuk penyimpangan sosial baru yang makin kompleks. Tergesernya bentuk-bentuk budaya nasional oleh budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan kaidah budaya-budaya nasional. 1. mengingat sikap tersebut merupakan salah satu penyebab terhambatnya proses perubahan sosial budaya yang berujung pada terhambatnya proses perkembangan masyarakat dan modernisasi. Kalian diharapkan mampu memiliki dan mengembangkan sikap kritis terhadap proses perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat. 2. baik dari sisi pola pikir ataupun dari sisi pola kehidupannya (cultural lag atau kesenjangan budaya). 4. Sikap tersebut cenderung akan membuat kita meniru (imitasi) terhadap setiap perubahan sosial budaya yang terjadi. pola. D.

kalian harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memperluas pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang. yang hidup terisolasi jauh dari berbagai jalur hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain di luar dunianya sendiri.harus kita saring dan kita cegah perkembangannya dalam kehidupan masyarakat kita. Sedangkan dalam masyarakat-masyarakat yang hidupnya tidak terisolasi dari atau yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat-masyarakat dan kebudayaan lain.crayonpedia. Perubahan yang terjadi secara lebih cepat tersebut. 13-19 April 1981 PENDAHULUAN Masyarakat dan kebudayaan manusia di manapun selalu berada dalam keadaan berubah. implikasinya terhadap ketertiban sosial dan bagaimana warga masyarakat yang bersangkutan berpartisipasi di dalamnya. Uraian berikut ini berusaha untuk menjelaskan hakekat perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial manusia. yaitu karena perubahan dalam hal jumlah dan komposisi penduduknya dan karena perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Sub-Proyek Pembinaan MKDUKonsorsium Antar Bidang. Penataran Pengajar ISD. faktor-faktor pendorong terwujudnya perubahan sosial manusia. Uraian dalam tulisan ini akan mencakup pembahasan mengenai perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Wisma PEMDA . http://www. PERUBAHAN SOSIAL DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN . penemuan-penemuan baru khususnya penemuan-penemuan teknologi dan inovasi. Dalam pelaksanaannya. disamping karena faktor-faktor perubahan jumlah dan komposisi penduduk serta perubahan lingkungan hidup juga telah disebabkan oleh adanya difusi atau adanya penyebaran kebudayaan lain ke dalam masyarakat yang bersangkutan. nilai-nilai dan norma kehidupan bangsa yang luhur harus dapat terus kalian jaga dan lestarikan. Bukit Tinggi. Pada masyarakat-masyarakat dengan kebudayaan primitif. dan diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang berisikan antara lain sebuah kerangka dasar berkenaan dengan syarat-syarat suatu unsur baru dapat diterima dalam suatu masyarakat. Namun di sisi lain. biasanya telah terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan itu sendiri._PERUBAHAN_SOSIAL_DALAM_MASYARAKAT Parsudi Suparlan Disampaitkan di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. perubahan yang terjadi dalam keadaan lambat. cenderung untuk berubah secara cepat dibandingkan dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat berkebudayaan primitif seperti tersebut di atas. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat berkebudayaan primitif tersebut. proses penerimaan dan penolakan terhadap pembaruan yang terjadi dalam masyarakat oleh warga yang bersangkutan.org/mw/BAB_5.

Proses lain yang biasanya juga berjalan secara lambat dan teratur. sistem status. teknologi. Suatu penemuan (discovery) mengenai bentuk bumi yang bulat dan bukannya datar. selera dan rasa keindahan atau kesenian dan bahasa. Dengan melalui proses-proses tersebut di atas.Ada perbedaan pengertian antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Sehingga hasilnya adalah adanya perubahan yang berjalan secara lambat dan teratur. Walaupun perubahan sosial dibedakan dari perubahan kebudayaan. Penemuan (discovery) adalah suatu bentuk penemuan baru yang berupa persepsi mengenai hakekat sesuatu gejala atau hakekat mengenai hubungan antara dua gejala atau lebih. berbagai pola kelakuan. perubahan sosial biasanya berjalan dengan cepat. berbagai nilai. Yang dimaksud dengan perubahan sosial adalah perubahan dalam struktur sosial dan dalam pola-pola hubungan sosial. dan pranata-pranata telah berubah karena sebagian dari unsur-unsur kebudayaan dan struktur sosial yang telah berlaku harus dirubah disesuaikan dengan jumlah dan komposisi dari penduduk yang menjadi warga dari masyarakat tersebut. Salah satu bentuk proses perubahan sosial yang terwujud dalam masyarakat dengan kebudayaan primitif maupun dengan kebudayaan yang kompleks atau maju. sistemsistem politik dan kekuatan. Sedangkan yang dimaksud dengan perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam sistem ide yang dimiliki bersama oleh para warga atau oleh sejumlah warga masyarakat yang bersangkutan. dan persebaran penduduk. yang antara lain mencakup. yang pada umumnya berlaku dalam masyarakat dengan kebudayaan primitif adalah hasil suatu proses alamiah dimana jumlah dan komposisi dari generasi anak berbeda dengan jumlah dan komposisi penduduk generasi tua dari masyarakat yang bersangkutan. Sehingga. telah menyebabkan adanya berbagai kegiatan yang berkenaan dengan itu yang mewujudkan adanya perubahan sosial pada masyarakat-masyarakat di Eropa Barat pada abad ke-16. Sehingga. hubungan-hubungan dalam keluarga. norma-norma. Sedangkan perubahan yang terjadi dalam masyarakat yang sudah maju atau kompleks kebudayaannya daripada masyarakat dengan kebudayaan primitif yang terisolasi kehidupannya. yang antara lain mencakup. dari berbagai pola tindakan generasi orang tua. adalah proses imitasi yang dilakukan oleh generasi yang lebih muda terhadap kebudayaan dari generasi yang lebih tua. Hal yang sama juga berlaku dalam pembahasan-pembahasan mengenai perubahan kebudayaan. Perubahan sosial tersebut telah terjadi karena adanya usaha-usaha untuk melayari bumi tanpa harus takut untuk . norma. biasanya terwujud dengan melalui proses penemuan (discovery). dan melalui proses difusi (persebaran unsur-unsur kebudayaan). dan pola-pola hubungan sosial yang tadinya berlaku pada generasi sebelumnya dalam masyarakat tersebut bisa tidak berlaku lagi dan diganti oleh yang lainnya. aturan-aturan atau norma-norma yang digunakan sebagai pegangan dalam kehidupan warga masyarakat. Proses imitasi dilakukan dengan belajar meniru. yang belum tentu atau bahkan yang kebanyakan tidak sempurna. nilai-nilai. secara lambat dan juga biasanya tanpa disadari. nilai-nilai. tetapi pembahasanpembahasan mengenai perubahan sosial tidak akan dapat mencapai suatu pengertian yang benar tanpa harus juga mengkaitkannya dengan perubahan kebudayaan yang terwujud dalam masyarakat yang bersangkutan. dan yang baru terasa perubahannya setelah dilihat dalam suatu jangka waktu yang panjang dari proses pewarisan kebudayaan tersebut. penciptaan bentuk baru (invention).

sepotong kayu yang berbentuk seperti tongkat dan sebuah batu hitam adalah dua benda alamiah. benda-benda atau alat-alat yang dapat menyalurkan arus listrik. guna mencari rempah-rempah dan benda-benda berharga lainnya. berbagai sarana perlu juga dipikirkan untuk diciptakan guna mendukung bermanfaatnya hasil-hasil ciptaan baru. Persebaran unsur kebudayaan adalah suatu proses. Suatu unsur baru dapat saja ditolak oleh warga masyarakat yang bersangkutan sehingga unsur kebudayaan baru tersebut tidak mempunyai arti apapun dalam kehidupan sosial. . dan benda-benda tertentu yang dapat menerima arus listrik tanpa membahayakan keselamatan jiwa dan raga manusia.sampai ke ujung dunia yang tidak berujung pangkal. tidak akan dapat digunakan dan mempunyai fungsi merubah kehidupan sosial warga masyarakat yang bersangkutan tanpa melalui proses difusi. Tetapi penemuan baru maupun penciptaan baru tidaklah dapat begitu saja merubah kehidupan sosial manusia tanpa melalui suatu proses difusi. dan bahwa penajaman ujung kayu dapat dilakukan dengan cara mengasahkannya pada permukaan benda yang keras dan kasar. yang bersumber pada pengetahuan bahwa gesekan menimbulkan listrik. yaitu: alat-alat penghasil tenaga listrik. Contoh yang lain lagi dari penciptaan baru adalah ditemukannya listrik. Difusi adalah persebaran unsur-unsur kebudayaan dari masyarakat yang satu ke masyarakat yang lain dan dari warga masyarakat yang satu ke warga yang lain dari masyarakat yang bersangkutan. Contohnya. dan bahwa benda-benda tertentu dapat menghasilkan listrik lebih banyak bila digesekkan satu dengan lainnya. Kombinasi dari pengetahuan ini menghasilkan serentetan penemuan baru. sehingga serentetan ciptaan baru juga dilahirkan. yang berupa penciptaan ataupun penemuan baru. dan menghasilkan alat yang namanya tugal. dan alatalat yang dapat memanfaatkan arus tenaga listrik tersebut sebagai sumber energi sehingga dapat berguna bagi manusia. Dengan adanya penciptaan-penciptaan baru tersebut. Sedangkan ciptaan baru (invention) adalah suatu pembuatan bentuk baru yang berupa benda atau pengetahuan yang dilakukan dengan melalui proses penciptaan yang didasarkan atas pengkombinasian dari pengetahuan-pengetahuan yang sudah ada mengenai benda dan gejala. Suatu unsur kebudayaan baru. Caranya adalah dengan pengkombinasian pengetahuan mengenai perlunya ujung tongkat yang tajam untuk melubangi tanah dan batu hitam yang keras permukaannya. dan bahwa diperlukan tehnik-tehnik penggesekkan tertentu untuk menghasilkan listrik. sebagaimana disangkakan semula. Contohnya adalah penolakan cara mengerjakan sawah secara lebih intensif dengan menggunakan mesin traktor yang dilakukan oleh para petani di pulau Bali. Kedua benda ini kalau dihubungkan satu dengan lainnya dapat menjadi sebuah tugal atau alat untuk melubangi tanah guna menaruh biji-bijian yang ditanam di ladang. dan dengan demikian sejumlah alat-alat hasil ciptaan baru tersebut telah mengambil alih peranan dari tenaga kasar manusia atau mengambil alih fungsi-fungsi anggotaanggota tubuh manusia dalam berbagai aspek kehidupannya. yaitu proses penerimaan unsur-unsur kebudayaan tersebut oleh warga masyarakat yang bersangkutan. dan bahwa batu hitam yang keras dan kasar tersebut dapat digunakan untuk mengasah tongkat kayu sehingga tajam ujungnya.

telah menciptakan keinginan. sapi tidak merugikan dan bahkan menguntungkan. industrialisasi. Industrialisasi dan mesinisasi cenderung merubah dasar-dasar atau hakekat pengertian kebendaan atau materi yang ada dalam masyarakat. Teknologi modern. Contohnya adalah hubungan antara masyarakat kota dengan masyarakat desa. dan kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk. dapat beranak. dan urbanisasi. dan juga karena traktor bisa rusak dan tidak bisa digunakan lagi. sehingga traktor bagi petani Bali memberikan pengertian yang dikaitkan dengan sesuatu yang merugikan atau negatif. secara disadari atau tidak oleh para warga masyarakat yang bersangkutan. Sehingga mereka menganggap bahwa mengerjakan sawah dengan menggunakan traktor lebih banyak ruginya daripada untungnya. maka bila yang satu lebih sederhana kebudayaannya daripada yang satunya lagi. khususnya kalau mereka bandingkan dengan penggunaan sapi dalam pertanian sawah. tidak pernah tidak berguna. Ketiga-tiganya secara bersama-sama menghasilkan proses modernisasi dalam masyarakat yang bersangkutan. serta traktor tidak dapat beranak. karena biaya perawatannya yang cukup mahal dari mereka. jika sekiranya traktor tersebar di pedesaan dan mekanisasi atau mesinisasi . Dari contoh pemasukkan traktor di pulau Bali tersebut di atas. bensin atau minyak solar yang digunakan untuk menggerakkan mesinnya. kondisi kehidupan yang lebih nyaman dan nikmat). nampah bahwa arti kegunaan traktor lebih merugikan daripada menguntungkan dibandingkan dengan arti kegunaan sapi. masyarakat yang kebudayaannya lebih sederhanalah yang lebih banyak menerima kebudayaan dari masyarakat yang lebih maju atau kompleks.keinginan dan impian-impian baru berkenaan dengan kehidupan yang ingin dijalani (yaitu berupa memperoleh berbagai peralatan yang serba modern dan luks secara lebih banyak dan lebih baik daripada yang sudah dipunyai. Teknologi secara langsung berkaitan dengan industrialisasi.Para petani di Bali menganggap bahwa cara bertani dengan menggunakan traktor tidak menguntungkan. Lebih banyak unsur-unsur kebudayaan kota yang diambil alih dan diterima untuk dijadikan pegangan dalam berbagai kehidupan sosial warga desa daripada unsur-unsur kebudayaan desa yang dijadikan pegangan bagi pengaturan kehidupan sosial warga masyarakat kota. tempat menyimpan bensin/minyak solar yang aman dari bahaya kebakaran. pompa bensin/minyak solar. Kesemuanya ini terasa lebih ruwet dan mahal dibandingkan dengan penggunaan/pemeliharaan sapi. Menurut mereka. montir-montir yang dapat mereparasi atau memelihara kelancaran mesinnya. dan secara tidak langsung mempercepat proses perubahan pengorganisasian berbagai kegiatan sosial yang ada dalam masyarakat. onderdil atau spare parts untuk reparasi. dan memberikan jalan-jalan yang dapat memungkinkan dilaksanakannya usaha-usaha untuk memperbaiki kondisi-kondisi sosial dalam masyarakat. Biaya pemeliharaannya murah. Perubahan-perubahan yang terwujud karena inovasi (inovasi adalah istilah yang dipakai untuk pengertian baik untuk discovery maupun untuk invention) dan karena difusi dari inovasi telah dipercepat lagi prosesnya oleh kekuatan-kekuatan teknologi. antara lain. Dari contoh penolakkan terhadap pemasukkan traktor untuk digunakan sebagai alat meningkatkan hasil pertanian sawah. Fungsi traktor dalam kehidupan sosial dan khususnya untuk kegiatan-kegiatan pertanian sawah harus didukung oleh sejumlah unsur yang harus mendukung fungsi tersebut. dan bukan sebaliknya. Dalam proses difusi antara dua masyarakat yang berdekatan.

pertanian berjalan sebagaimana yang direncanakan. cenderung menghasilkan warga masyarakat yang bersikap terbuka terhadap unsur-unsur kebudayaan asing. Sikap mudah menerima kebudayaan asing lebih-lebih lagi nampak menonjol kalau masyarakat tersebut menekankan pada ide bahwa kemajuan dapat dicapai dengan adanya sesuatu yang baru. Dengan demikian. maka berbagai sarana harus disediakan untuk menunjang unsur traktor tersebut. yang mempunyai kebudayaan yang berbeda. baik yang ditinggalkan maupun yang didatangi. yaitu baik yang datang dan berasal dari dalam masyarakat itu sendiri. dapat berubah dan menerima norma-norma yang longgar berkenaan dengan masalah moral ini mengakibatkan adanya berbagai masalah keluarga dan sosial di antara mereka. Perubahan mata pencaharian dari mengolah alam kepada jasa dimungkinkan oleh tingkat perkembangan teknologi dan industrialisasi. yang juga mewujudkan adanya proses penataan kehidupan sosial kembali oleh mereka yang menjadi warga masyarakat yang bersangkutan. matinya kegiatan gotong royong dalam pertanian. dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada dalam masyarakat tersebut. Teknologi dan industrialisasi langsung atau tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap terwujudnya proses urbanisasi. montir-montir dan disamping itu juga matinya usaha pemeliharaan sapi. suatu unsur kebudayaan . 2. maupun yang berasal dari kebudayaan yang datang dari luar. Dari contoh orang Bali tersebut di atas. Proses urbanisasi juga menyebabkan adanya percepatan proses perubahan dalam masyarakat. bahan bakar untuk traktor. karena di kota mata pencaharian tidak didasarkan pada mengolah lingkungan alam untuk memperoleh bahan mentah. tetapi berdasarkan atas jasa. dan mengganggunya buruh-buruh tani yang biasa menyediakan tenaga kasar mereka di bidang pertanian. Kesempatan bekerja yang kemungkinan terbesar masih ada adalah di kota. Terbiasanya masyarakat tersebut mempunyai hubungan/kontak kebudayaan dengan orangorang yang berasal dari luar masyarakat tersebut. para buruh tani yang telah tidak mempunyai pekerjaan di desa terpaksa harus meninggalkan desanya mencari pekerjaan di tempat-tempat dimana kesempatan untuk bekerja masih ada. Kalau pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam kebudayaan tersebut ditentukan oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran agama. spare parts. maka penerimaan unsur-unsur kebudayaan yang baru atau asing selalu mengalami kelambatan karena harus di sensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan pada ajaran agama yang berlaku. Urbanisasi yang disatu pihak dilihat sebagai cara hidup kota dan dipihak yang lain dilihat sebagai perpindahan penduduk dari desa ke kota secara langsung ataupun tidak langsung dipengaruhi oleh adanya kemajuan teknologi dan industrialisasi. PENERIMAAN TERHADAP PERUBAHAN Di antara berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya sesuatu unsur kebudayaan baru atau asing dalam suatu masyarakat yang biasanya cukup berperan adalah: 1. Sarana-sarana ini antara lain. Sebuah masyarakat yang terbuka bagi hubungan-hubungan dengan orang yang beraneka ragam kebudayaannya. bengkel-bengkel. Orang-orang desa yang datang ke kota yang biasanya hidup dalam berbagai peraturan adat yang ketat berkenaan dengan masalah moral.

dan bahkan dari golongan berpenghasilan rendah merupakan benda yang biasa dipunyai. dan karenanya tidak akan merusak pranata-pranata yang sudah ada. kecuali kalau unsur kebudayaan baru tadi secara langsung atau tidak langsung dirasakan oleh rezim yang berkuasa sebagai sesuatu yang menguntungkan mereka. 4. Sebuah unsur baru yang mempunyai skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan. Dalam keadaan kekacauan sosial ini. dibandingkan dengan sesuatu unsur kebudayaan yang mempunyai skala luas dan yang sukar secara konkrit dibuktikan kegunaannya. 5. 3. dan memang dalam kenyataan demikian. Suatu struktur sosial yang didasarkan atas sistem otoriter akan sukar untuk dapat menerima suatu unsur kebudayaan baru. Suatu unsur kebudayaan baru dengan lebih mudah diterima oleh suatu masyarakat kalau sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut. sebelum inovasi tersebut diterima dengan mantap dan menjadi baku dalam tata kehidupan sosial yang berlaku dalam masyarakat. Di pedesaan di pulau Jawa. Penerimaan atas unsur baru atau inovasi dapat mengakibatkan terwujudnya berbagai kekacauan sosial yang merupakan perwujudan. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. Contohnya adalah diterimanya radio transistor dengan mudah oleh warga masyarakat Indonesia.baru akan dapat diterima jika unsur kebudayaan yang baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang berlaku. aturan-aturan atau norma-norma lama sudah tidak berlaku lagi atau sebagian-sebagian masih berlaku sedangkan aturan-aturan atau norma-norma lama tersebut dalam mengatur kehidupan sosial warga masyarakat.perwujudan dari proses perubahan sosial. dapat dikatakan bahwa inovasi bisa terdapat karena: 1) inovasi tersebut bertentangan dengan pola-pola kebudayaan yang sudah ada. . Kekacauan sosial tersebut biasanya dinamakan sebagai disorganisasi sosial (social disorganization). terkecuali kalau oleh kelompok yang digolongkan sebagai “vested interests” (suatu kelompok yang mempunyai pengaruh atas kehidupan sosial dan mempunyai andil untuk menarik keuntungan atas kehidupan sosial yang ada) inovasi tersebut dianggap menguntungkan maka inovasi akan diterima. Sehingga dalam tahap ini terdapat semacam kebingungan atau kekacauan dalam berbagai bidang kehidupan sosial. 2) kalau inovasi tersebut akan mengakibatkan perubahan pola-pola kebudayaan dan struktur sosial yang sudah ada dan menggantikannya dengan yang baru. adanya sepeda sebagai alat pengangkut dapat menjadi landasan memudahkan di terimanya sepeda motor di daerah pedesaan di Jawa. 4) disamping itu bila inovasi itu dianggap terlalu mahal biayanya juga akan terhambat dalam penciptaannya maupun dalam penyebaran atau difusinya. Dari beberapa pokok pembicaraan yang dikemukakan di atas berkenaan dengan penerimaan unsur-unsur baru. 3) kalau inovasi tersebut bersifat mendasar berkenaan dengan pandangan hidup atau nilai yang ada dalam masyarakat bersangkutan: misalnya “free lover” untuk masyarakat Indonesia akan ditentang kalau harus diterima sebagai suatu cara hidup.

tetapi bisa juga oleh adanya kekuatan yang berasal dari luar masyarakat tersebut. Kekacauan sosial dapat mengakibatkan adanya konflik-konflik sosial. Usaha-usaha mengatasi kekacauan biasanya juga berasal dari dalam lingkungan masyarakat itu sendiri. termasuk nilai. Kekacauan sosial terwujud bila inovasi tersebut menyebabkan adanya perubahan-perubahan yang mendasar pada pranata-pranata yang ada dalam masyarakat yang bersangkutan. faktor-faktor yang turut mempengaruhi tingkat dan corak perkembangan itu. KESIMPULAN Uraian dalam tulisan ini telah memberikan suatu penjelasan mengenai hakekat perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial manusia. Karena manusia tidak dapat hidup dalam suatu keadaan kekacauan terus menerus.[1][2] Daftar isi [sembunyikan] . Tidak selamanya suatu penerimaan inovasi menimbulkan kekacauan sosial.com/2009/02/12/perubahan-sosial/ Perubahan sosial Dari Wikipedia bahasa Indonesia. sikap-sikap sosial. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya. Yang terbanyak adalah adanya kekacauan dalam ruang-ruang lingkup kehidupan sosial yang kecil dan yang biasanya terjadi dimulai dalam kehidupan keluarga. tetapi suatu konflik sosial tidak dapat berlangsung terus menerus. yaitu sejumlah warga masyarakat yang menyadari kerugian-kerugian dari adanya kekacauan. tetapi tidak semua perubahan ini mewujudkan kekacauan sosial yang besar. http://prasetijo.Bila unsur-unsur baru telah mantap diterima dan norma-norma atau aturan-aturan baru telah mantap menjadi pegangan dalam berbagai kegiatan sosial.wordpress. dan implikasi dari perubahan tersebut terhadap kehidupan manusia bermasyarakat. maka dapatlah dikatakan bahwa masyarakat tersebut telah mencapai tingkat tertib sosial lagi. dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Suatu perubahan sosial selalu terwujud dalam bentuk adanya kekacauan dalam kehidupan sosial. maka pada suatu saat suatu kedamaian terwujud dan suatu ketertiban sosial baru menjadi landasan dalam kehidupan sosial masyarakat yang bersangkutan.

1. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.2 Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan  2. 3.1. Mac Iver: perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. kebudayaan material.1 Perubahan berpengaruh besar  2.2. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri.3. 2.1 Perubahan evolusi  2.[1] 4. Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. Gillin dan Gillin: perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi.3 Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil  2.2 Perubahan revolusi o 2.1 Perubahan yang direncanakan  2.   1 Pengertian 2 Bentuk-bentuk o 2.[1] Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial. 4. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat.2 Perubahan yang tidak direncanakan o 2.1 Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi  2.2 Perubahan berpengaruh kecil 3 Notes [sunting] Pengertian Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut : [3] 1. ideologi.[1] 3.2. Ogburn: perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.3. William F. maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. komposisi penduduk. [sunting] Bentuk-bentuk . gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain:[4] 1. Kingsley Davis: perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat[1] 2.

perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan. yaitu[6]:    Unilinier Theories of Evolution: menyatakan bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu.[7] Dalam revolusi. Misalnya. kebudayaan manusia telah mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu. dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.[5] Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat. suatu revolusi dapat terjadi harus memenuhi beberapa syarat tertentu. perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usaha-usaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.[1] Secara sosiologi. dari yang sederhana menjadi kompleks dan sampai pada tahap yang sempurna. Menurut teori ini.[1] . antara lain adalah[1]:   Ada beberapa keinginan umum mengadakan suatu perubahan. Multilined Theories of Evolution: menekankan pada penelitian terhadap tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat.[1] Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi. terdapat tiga teori yang mengupas tentang evolusi. perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu. dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan. penelitian pada pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke pertanian.[7] Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga. [1] [sunting] Perubahan evolusi Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat.[sunting] Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi Berdasarkan cepat lambatnya. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan.lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat.[1] Contoh. yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Menurut Soerjono Soekanto.[1] Dengan kata lain. dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. [sunting] Perubahan revolusi Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya.[7] Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat. Universal Theory of Evolution: menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat.

hubungan kerja. Misalnya.   Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut. maka revolusi apat gagal. banyak perkampungan dan permukiman masyarakat terendam air yang mengharuskan para warganya mencari permukiman baru. Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan.[1] Karena terjadi di luar perkiraan dan jangkauan. untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat. Kalimantan Barat.[1] [sunting] Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan [sunting] Perubahan yang direncanakan Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat.[1] Sebagaimana tampak pada perubahan masyarakat agraris menjadi .[1][8] Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakan agent of change. dan stratifikasi masyarakat.[1] Secara umum.[1] [sunting] Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil Apa yang dimaksud dengan perubahan-perubahan tersebut dapat kamu ikuti penjabarannya berikut ini[1].[1] Misalnya. untuk mengurangi angka kematian]] anak-anak akibat polio. suatu perubahan yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan [[pengawasan agent of change. perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki. untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat.[1] Sebagai akibatnya. sistem mata pencaharian. Misalnya perumusan sesuatu ideologi tersebut. pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)atau untuk mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB). [sunting] Perubahan berpengaruh besar Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut mengakibatkan terjadinya per. perubahan yang tidak dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi.[1] Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat.[1] [sunting] Perubahan yang tidak direncanakan Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. kasus banjir bandang di Sinjai. perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang memicu kekacauan atau kendala-kendala dalam masyarakat. Selain itu.[1] Oleh karena itu.[1] Oleh karenanya. Apabila momentum (pemilihan waktu yang tepat) yang dipilih keliru.ubahan pada struktur kemasyarakatan. yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut bersifat konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat.[1] Harus ada momentum untuk revolusi. diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak.

[1] Pada perubahan ini memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian.perubahan yang terjadi pada struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat.[1] Contoh.[1] [sunting] Perubahan berpengaruh kecil Perubahan-perubahan berpengaruh kecil merupakan perubahan.[1] http://id. Perubahan-perubahan tersebut tidak membawa pengaruh yang besar dalam masyarakat karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan.wikipedia. perubahan mode pakaian dan mode rambut.org/wiki/Perubahan_sosial .industrialisasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful