Catatan Kuliah (4 sks

)
MT 303 Geometri Analitika
(Revisis Terakhir: Agustus 2009)
Oleh:
Didit Budi Nugroho, S.Si., M.Si.
Program Studi Matematika
Fakultas Sains dan Matematika
Universitas Kristen Satya Wacana
Daftar Isi
1 Tinjauan 1
1.1 Koordinat Kartesius . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
1.2 Jarak antara Dua Titik . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3
1.3 Garis Lurus . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
1.4 Koordinat Kutub . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 13
1.5 Persamaan-persamaan Parameter dan Kurva . . . . . . . . . . . . . . . 15
2 Irisan-irisan Kerucut 22
2.1 Irisan Bidang dari Suatu Kerucut . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 22
2.2 Eksentrisitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 24
3 Lingkaran 26
3.1 Persamaan Lingkaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 26
3.2 Persamaan Garis Singgung . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 28
4 Parabola 33
4.1 Persamaan Baku . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 33
4.2 Latus Rectum . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 38
4.3 Persamaan Parameter . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 38
4.4 Garis Singgung . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 39
4.5 Sifat-sifat Parabola . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 41
4.6 Persamaan Kutub . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 44
i
Bab 1
Tinjauan
Dalam bab ini didiskusikan kembali tentang koordinat geometri dalam dua dimensi dan
geometri dari garis lurus. Di sini kita melihat bagaimana meletakkan dan melabelkan
titik pada bidang Kartesius, dan juga menggambar gra…k dari beberapa persamaan
atau pertidaksamaan yang sederhana. Kita juga akan melihat bagaimana menghitung
jarak antara dua titik, membentuk berbagai persamaan dari suatu garis, menghitung
jarak suatu titik ke suatu garis, dan sudut antara dua garis. Pada bagian akhir diperke-
nalkan kembali mengenai sistem koordinat kutub dan persamaan-persamaan parame-
ter.
1.1 Koordinat Kartesius
Titik pada suatu bidang dapat diidenti…kasi dengan pasangan terurut dari bilangan-
bilangan real. Kita mulai dengan menggambar dua garis koordinat tegak lurus yang
berpotongan di titik asal O(0, 0). Biasanya satu garis adalah mendatar dengan arah
positif ke kanan dan dinamakan sumbu r. Garis lainnya adalah tegak dengan arah
positif ke atas dan dinamakan sumbu j.
-3 -2 -1 1 2 3 4 5
O
1
2
3
4
-1
-2
-3
-4
P(a,b)
a
b
-3 -2 -1 1 2 3 4 5
O
1
2
3
4
-1
-2
-3
-4
x
y
x
y
(1,3)
(-2,2)
(-3,-2)
(2,-4)
(5,0)
(a) (b)
I II
III IV
Gambar 1.1: Peletakan dan pelabelan titik.
1
Bab 1. Tinjauan 2
Sembarang titik 1 pada bidang dapat dinyatakan oleh suatu pasangan terurut tunggal
dari bilangan-bilangan seperti berikut ini. Digambar garis-garis yang melalui 1 dan
tegak lurus terhadap sumbu r dan j. Garis-garis tersebut memotong sumbu-sumbu
di titik-titik dengan koordinat a dan / seperti ditunjukkan dalam Gambar 1.1(a). Se-
lanjutnya titik 1 ditetapkan dengan pasangan terurut (a, /). Bilangan pertama a di-
namakan koordinat r dari 1, bilangan kedua / dinamakan koordinat dari j dari 1.
Kita mengatakan bahwa 1 adalah titik dengan koordinat (a, /), dan kita menotasikan
titik tersebut dengan simbol 1 (a, /). Dalam Gambar 1.1(a) beberapa titik diberikan
dengan koordinat-koordinatnya.
Dengan membalikkan proses sebelumnya kita bisa mulai dengan suatu pasangan terurut
(a, /) dan sampai di titik 1 yang berkorespondensi. [Meskipun notasi yang digunakan
untuk interval terbuka (a, /) sama seperti notasi yang digunakan untuk suatu titik
(a, /), anda akan mampu untuk mengetahui konteks mana yang dimaksudkan di sini.]
Dari pembahasan di atas dipunyai suatu sistem koordinat, yaitu suatu sistem untuk
menentukan titik-titik menggunakan koordinat-koordinat, yang terdiri dari dua garis
bilangan real yang saling tegak lurus dan ditempatkan sedemikian sehingga berpotong-
an di suatu titik yang menyatakan bilangan nol untuk keduanya. Sistem koordinat
tersebut dinamakan sistem koordinat persegi panjang atau sistem koordinat
Kartesius dalam dua dimensi. Nama Kartesius berkaitan dengan matematikawan Pe-
rancis bernama René Descartes (1596-1650, Latin: Cartesius) yang memperkenalkan-
nya pada tahun 1637. Bidang yang disediakan oleh sistem koordinat dinamakan bidang
koordinat atau bidang Kartesius dan dinotasikan dengan
R
2
= ¦(r, j) : r, j ¸ R¦ = R R,
dimana R = (÷·, ·) menotasikan suatu interval atau himpunan dari semua bilangan
real. Dalam pasangan terurut (r, j), bilangan pertama r dinamakan absis (abscissa),
sedangkan bilangan kedua j dinamakan ordinat (ordinate).
Sumbu-sumbu koordinat r dan j membagi bidang Kartesius menjadi empat kwadran
yang dilabelkan I, II, III, dan IV seperti dalam Gambar 1.1(b). Dicatat bahwa kwadran
I terdiri dari titik-titik dimana sumbu r dan j adalah positif.
Contoh 1.1 Gambarkan dan buat sketsa dari daerah yang diberikan oleh himpunan-
himpunan berikut ini.
(a) ¦(r, j) : r _ 0¦ (/) ¦(r, j) : j = 1¦ (c) ¦(r, j) : [j[ < 1¦
Penyelesaian.
(a) Titik dimana koordinat r adalah 0 atau positif, yaitu terletak pada sumbu j atau
ke arah kanannya seperti yang dinyatakan oleh daerah arsiran dalam Gambar
1.2(a).
(b) Himpunan dari semua titik dengan koordinat j adalah 1, yaitu dinyatakan oleh
suatu garis mendatar satu satuan di atas sumbu r (lihat Gambar 1.2(b)).
(c) Dari aljabar dipunyai
[j[ < 1 jika hanya jika ÷1 < j < 1.
Bab 1. Tinjauan 3
Daerah yang diberikan terdiri dari titik-titik dalam bidang dimana koordinat
j terletak antara ÷1 dan 1. Jadi daerah tersebut terdiri dari semua titik yang
terletak di antara (tetapi tidak pada) garis mendatar j = 1 dan j = ÷1. [Garis-
garis tersebut ditunjukkan seperti garis putus-putus dalam Gambar 1.2(c) untuk
menyatakan bahwa titik-titik pada garis tersebut tidak masuk dalam himpunan.]

O x
y
0 (a) ≥ x
O x
y
y = 1
O x
y
y = 1
y = -1
1 (b) = y 1 (c) < y
Gambar 1.2: Penyelesaian untuk Contoh 1.1.
1.2 Jarak antara Dua Titik
Ketika koordinat-koordinat dari dua titik 1
1
(r
1
, j
1
) dan 1
2
(r
2
, j
2
) diketahui, jarak
antara dua titik, dinotasikan [1
1
1
2
[, dapat dicari dengan mudah.
O
x
y
2
y
1
P
1
(x
1
,y
1
)
x
1
x
2
P
2
(x
2
,y
2
)
P
3
(x
2
,y
1
)
1 2
x x −
1 2
y y −
2 1
P P
y
Gambar 1.3: Jarak antara dua titik 1
1
dan 1
2
.
Digambarkan koordinat-koordinat dari 1
1
dan 1
2
, dan digambar ruas garis 1
1
1
3
tegak
lurus terhadap 1
3
1
2
(lihat Gambar 1.3). Dari aljabar dipunyai bahwa jarak antara
titik a dan / pada suatu garis bilangan adalah [a ÷/[ = [/ ÷a[. Jadi, jarak antara titik
1
1
(r
1
, j
1
) dan 1
3
(r
2
, j
1
) pada suatu garis mendatar sama dengan [r
2
÷r
1
[, dan jarak
antara titik 1
2
(r
2
, j
2
) dan 1
3
(r
2
, j
1
) pada suatu garis tegak sama dengan [j
2
÷j
1
[.
Untuk mencari jarak [1
1
1
2
[, kita mencatat bahwa segitiga 1
1
1
2
1
3
dalam Gambar
1.3 adalah suatu segitiga siku-siku, dan karena itu dengan Teorema Pythagoras kita
Bab 1. Tinjauan 4
mempunyai
[1
1
1
2
[ =
_
[1
1
1
3
[
2
+[1
2
1
3
[
2
=
_
[r
2
÷r
1
[
2
+[j
2
÷j
1
[
2
=
_
(r
2
÷r
1
)
2
+ (j
2
÷j
1
)
2
. (1.1)
Contoh 1.2 Secara cepat, jarak antara (1, ÷2) dan (5, 3) sama dengan
_
(5 ÷1)
2
+ (3 ÷(÷2))
2
=
_
4
2
+ 5
2
=
_
41.

Contoh 1.3 Diambil ¹(r
1
, j
1
), 1(r
2
, j
2
), dan C (r
3
, j
3
) adalah tiga titik pada bidang
Kartesius. Berapakah luas bidang datar dari segitiga ¹1C? Suatu cara untuk men-
jawab pertanyaan ini disarankan oleh gambar di bawah ini.
O x
y
A(x
1
,y
1
)
A′ C′ B′
C(x
3
,y
3
)
B(x
2
,y
2
)
Kita melihat bahwa
luas bidang datar dari segitiga ¹1C = luas bidang datar dari trapesium ¹
0
¹CC
0
+luas bidang datar dari trapesium C
0
C11
0
÷luas bidang datar dari trapesium ¹
0
¹11
=
1
2
(r
3
÷r
1
) (j
3
+j
1
) +
1
2
(r
2
÷r
3
) (j
2
+j
3
)
÷
1
2
(r
2
÷r
1
) (j
2
+j
1
)
=
1
2
[r
1
(j
2
÷j
3
) +r
2
(j
3
÷j
1
) +r
3
(j
1
÷j
2
)]
=
1
2
¸
¸
¸
¸
¸
¸
r
1
r
2
r
3
j
1
j
2
j
3
1 1 1
¸
¸
¸
¸
¸
¸
,
dimana tanda mutlak di sini menyatakan determinan dari matriks.
1.3 Garis Lurus
Di sini kita akan menggunakan kata "garis" untuk mengartikan suatu garis lurus.
Jika kita mempunyai dua titik, misalnya 1
1
(r
1
, j
1
) dan 1
2
(r
2
, j
2
), maka kita da-
pat menggambar satu dan hanya satu garis yang melalui kedua titik tersebut. Untuk
mencari persamaan dari garis tersebut, kita menggunakan kemiringannya, yaitu suatu
ukuran keterjalan dari garis.
Bab 1. Tinjauan 5
De…nisi 1.4 Kemiringan (slope) dari suatu garis tidak tegak yang melalui titik-titik
1
1
(r
1
, j
1
) dan 1
2
(r
2
, j
2
) yaitu
: =
j
r
=
j
2
÷j
1
r
2
÷r
1
. (1.2)
Kemiringan dari suatu garis tegak adalah tidak terde…nisi.
Jadi kemiringan dari suatu garis adalah rasio perubahan dalam j, j, terhadap per-
ubahan dalam r, r. (Lihat Gambar 1.4(a).) Oleh karena itu, kemiringan adalah laju
perubahan dari j terhadap r. Kenyataan bahwa garis adalah lurus mempunyai arti
bahwa laju perubahan adalah konstan.
O
x
P
1
(x
1
,y
1
)
P
2
(x
2
,y
2
)
1 2
x x x − = ∆
1 2
y y y − = ∆
y
l
O
x
y
m = 0
2
1
= m
m = 1
m = 2
m = 5
2
1
− = m
m = -1
m = -2
m = -5
(a) (b)
Gambar 1.4: Kemiringan garis.
Gambar 1.4(b) memperlihatkan beberapa garis yang dilabelkan dengan kemiringan-
nya. Dicatat bahwa garis-garis dengan kemiringan positif mempunyai arah naik ke
kanan, sedangkan garis-garis dengan kemiringan negatif mempunyai arah turun ke
kanan. Dicatat juga bahwa garis paling terjal adalah garis yang mempunyai nilai mu-
tlak kemiringan terbesar, dan suatu garis mendatar mempunyai kemiringan 0.
Bentuk titik-kemiringan dari persamaan garis.
Sekarang kita mencari persamaan garis | yang melalui suatu titik 1
1
(r
1
, j
1
) dan mem-
punyai kemiringan :. Suatu titik 1 (r, j), dengan r ,= r
1
, terletak pada garis | jika
hanya jika kemiringan dari garis yang melalui 1
1
dan 1 sama dengan :; artinya
j ÷j
1
r ÷r
1
= :.
Persamaan tersebut dapat dituliskan kembali menjadi
j ÷j
1
= :(r ÷r
1
) (1.3)
dan kita mengamati bahwa persamaan tersebut juga dipenuhi ketika r = r
1
dan j = j
1
.
Oleh karena itu, (1.3) adalah suatu persamaan dari garis | yang diberikan.
Contoh 1.5 Cari suatu persamaan garis yang melalui titik (÷1, 2) dan (3, ÷4).
Penyelesaian. Kemiringan dari garis adalah
: =
÷4 ÷2
3 ÷(÷1)
= ÷
3
2
.
Bab 1. Tinjauan 6
Dengan penggunaan bentuk (1.3) dimana r
1
= ÷1 dan j
1
= 2, kita memperoleh
j ÷2 = ÷
3
2
(r + 1)
yang disederhanakan menjadi
3r + 2j = 1.

Bentuk kemiringan-perpotongan dari persamaan garis.
Selanjutnya diandaikan suatu garis tidak tegak mempunyai kemiringan : dan memo-
tong j di /. (Lihat Gambar 1.5(a).) Ini berarti bahwa garis memotong sumbu j di titik
(0, /), sehingga bentuk titik-kemiringan dari persamaan suatu garis, dengan r
1
= 0 dan
j
1
= /, menjadi
j ÷/ = :(r ÷0) ,
yang disederhanakan menjadi
j = :r +/.
O
x
y
x = a
y = b
(a)
(b)
O x
y
b
y = mx+b
Gambar 1.5: Garis yang memotong sumbu j di / atau memotong sumbu r di a.
Secara khusus, jika suatu garis adalah mendatar, kemiringannya adalah 0, sehingga
persamaannya adalah j = /, dimana / adalah perpotongan garis dengan sumbu j
(lihat Gambar 1.5(b)). Suatu garis tegak tidak mempunyai kemiringan, tetapi kita
dapat menuliskan persamaannya seperti r = a, dimana a adalah perpotongan garis
dengan sumbu r, karena koordinat r dari setiap titik pada garis adalah a.
Contoh 1.6 Gambarkan gra…k dari ketaksamaan r + 2j 5.
Penyelesaian. Kita diminta untuk menggambarkan daerah dari himpunan
¦(r, j) : r + 2j 5¦
dan kita mulai dengan menyelesaikan ketaksamaan untuk j:
r + 2j 5
2j ÷r + 5
j ÷
1
2
r +
5
2
.
Bab 1. Tinjauan 7
Dibandingkan ketaksamaan di atas dengan persamaan j = ÷
1
2
r+
5
2
, yang menyatakan
suatu garis dengan kemiringan ÷
1
2
dan memotong sumbu j di
5
2
. Kita melihat bahwa
gra…k yang ditanyakan terdiri dari titik-titik dimana koordinat-koordinat j lebih besar
daripada titik-titik pada garis j = ÷
1
2
r+
5
2
. Jadi gra…knya adalah daerah yang terletak
di atas garis, seperti diilustrasikan dalam Gambar 1.6.
y
O x
5
2
5
Gambar 1.6: Penyelesaian untuk Contoh 1.6.
Garis-garis yang sejajar dan tegak lurus.
Kemiringan dapat digunakan untuk menunjukkan apakah garis-garis adalah sejajar
atau tegak lurus.
Proposisi 1.7
1. Dua garis tak tegak adalah sejajar jika hanya jika keduanya mempunyai kemiringan
yang sama.
2. Dua garis dengan kemiringan :
1
dan :
2
adalah tegak lurus jika hanya jika
:
1
:
2
= ÷1; artinya bahwa kemiringan satu garis adalah negatif kebalikan dari
yang lainnya:
:
2
= ÷
1
:
1
.
Contoh 1.8 Cari suatu persamaan dari garis yang melalui titik (5, 2) dan sejajar de-
ngan garis 4r + 6j + 5 = 0.
Penyelesaian. Garis yang diberikan dapat dituliskan dalam bentuk
j = ÷
2
3
r ÷
5
6
,
yang merupakan bentuk kemiringan-perpotongan dengan : = ÷
2
3
. Garis yang sejajar
mempunyai kemiringan sama, sehingga garis yang dicari mempunyai kemiringan ÷
2
3
dan persamaannya dalam bentuk titik-kemiringan adalah
j ÷2 = ÷
2
3
(r ÷5) .
Kita dapat menuliskannya kembali menjadi 2r + 3j = 16.
Contoh 1.9 Tunjukkan bahwa garis 2r + 3j = 1 dan 6r ÷ 4j ÷ 1 = 0 adalah tegak
lurus.
Bab 1. Tinjauan 8
Penyelesaian. Persamaan-persamaan yang diberikan dapat dituliskan kembali men-
jadi
j = ÷
2
3
r +
1
3
dan j =
3
2
r ÷
1
4
,
sehingga kita dapat melihat bahwa kemiringan dari garis-garis tersebut berturut-turut
adalah :
1
= ÷
2
3
dan :
2
=
3
2
. Karena :
1
:
2
= ÷1, kedua garis adalah tegak lurus.
Jarak dari suatu titik ke garis.
Sekarang diperhatikan suatu garis | yang dituliskan dalam bentuk
ar +/j +c = 0. (1.4)
Garis tersebut mempunyai kemiringan ÷
a
/
. Diambil 1
0
(r
0
, j
0
) adalah suatu titik pada
bidang Kartesius yang tidak perlu terletak pada garis |. Kita tertarik untuk mencari
jarak tegak lurus dari titik 1
0
ke garis, yaitu jarak [1
0
Q[. Berikut ini dilakukan suatu
trik untuk memudahkan pencarian tersebut dengan memperhatikan Gambar 1.7.
O
x
P
0
(x
0
,y
0
)
y
l
Q(x,y)
R
S
m
n
Gambar 1.7: Konstruksi garis dalam pencarian jarak tegak lurus dari suatu titik ke garis.
Dikonstruksi suatu garis : yang sejajar dengan garis | dan melalui titik 1
0
. Garis
: juga mempunyai kemiringan ÷
a
/
karena sejajar dengan garis |. Berikutnya, dikon-
struksi suatu garis : yang sejajar dengan 1Q dan melalui titik asal. Garis : ini akan
mempunyai kemiringan
/
a
karena tegak lurus dengan garis |. Perpotongan garis :
dengan garis : dinamakan titik 1, sedangkan perpotongan dengan garis | dinamakan
o. Kita akan mencari jarak [1o[ yang tentu saja sama dengan jarak [1
0
Q[ yang kita
inginkan pada awalnya.
Pertama kali dicari koordinat dari titik 1 yang merupakan perpotongan antara garis
: dan :. Karena garis : melalui (r
0
, j
0
) dan mempunyai kemiringan ÷
a
/
, maka
persamaannya adalah
j ÷j
0
= ÷
a
/
(r ÷r
0
) atau j =
÷ar +ar
0
+/j
0
/
.
Garis 1o mempunyai kemiringan
/
a
dan melalui (0, 0), sehingga persamaannya adalah
j =
/
a
r. Garis : berpotongan dengan garis 1o ketika
/
a
r =
÷ar +ar
0
+/j
0
/
.
Bab 1. Tinjauan 9
Diselesaikan persamaan terakhir untuk r, diperoleh
r =
a (ar
0
+/j
0
)
a
2
+/
2
.
Setelah disubstitusikan kembali ke j =
/
a
r, diperoleh koordinat titik 1 yaitu
_
a (ar
0
+/j
0
)
a
2
+/
2
,
/ (ar
0
+/j
0
)
a
2
+/
2
_
.
Berikutnya dicari koordinat dari titik o yang merupakan perpotongan antara garis
j =
/
a
r dan ar+/j+c = 0 (yang dapat dituliskan menjadi j = ÷
ar +c
/
). Perpotongan
tersebut terjadi ketika
/
a
r = ÷
ar +c
/
,
yang memberikan penyelesaian untuk r yaitu
r = ÷
ac
a
2
+/
2
.
Setelah disubstitusikan kembali ke j =
/
a
r, diperoleh koordinat titik o yaitu
_
÷
ac
a
2
+/
2
, ÷
/c
a
2
+/
2
_
.
Sekarang dihitung jarak [1o[, menggunakan rumus jarak (1.1), yaitu
[1o[ =
_
_
÷
ac
a
2
+/
2
÷
a (ar
0
+/j
0
)
a
2
+/
2
_
2
+
_
÷
/c
a
2
+/
2
÷
/ (ar
0
+/j
0
)
a
2
+/
2
_
2
=
_
(÷a (ar
0
+/j
0
+c))
2
+ (÷/ (ar
0
+/j
0
+c))
2
a
2
+/
2
=
_
(a
2
+/
2
) (ar
0
+/j
0
+c)
2
a
2
+/
2
=
_
(a
2
+/
2
)
a
2
+/
2
[ar
0
+/j
0
+c[
=
[ar
0
+/j
0
+c[
_
a
2
+/
2
.
Tanda nilai mutlak adalah perlu karena jarak haruslah bernilai positif, dan beberapa
kombinasi dari a, r
0
, /, j
0
, dan c dapat menghasilkan suatu bilangan negatif dalam
pernyataan ar
0
+ /j
0
+ c. Jadi, jarak dari titik 1
0
(r
0
, j
0
) ke garis ar + /j + c = 0
diberikan oleh
d =
[ar
0
+/j
0
+c[
_
a
2
+/
2
. (1.5)
Bab 1. Tinjauan 10
Contoh 1.10 Jarak tegak lurus dari titik (5, 6) ke garis ÷2r+3j+4 = 0, menggunakan
rumus jarak yang sudah diperoleh, yaitu
d =
[÷2 5 + 3 6 + 4[
_
(÷2)
2
+ 3
2
=
[12[
_
13
=
12
_
13
=
12
13
_
13.

Contoh 1.11 Untuk mencari jarak dari titik (÷3, 7) ke garis j =
6
5
r+2, pertama kali
dituliskan persamaan garis menjadi
6
5
r ÷ j + 2 = 0 atau 6r ÷ 5j + 10 = 0. Sekarang
digunakan rumus jarak yang sudah diperoleh untuk mendapatkan
d =
[6 (÷3) ÷5 7 + 10[
_
6
2
+ (÷5)
2
=
[÷43[
_
61
=
43
_
61
=
43
61
_
61.

Contoh 1.12 Suatu metode alternatif untuk mencari luas bidang datar dari segitiga
dalam Contoh 1.3 yaitu dengan mencatat bahwa luas bidang datar dari suatu segitiga
adalah
1
2
a|a: ti:qqi. Sebagai contoh, jika kita dapat mencari panjang dari sisi 1C
dan jarak tegak lurus dari ¹ ke 1C, maka kita dapat menghitung luas bidang datar
dari segitiga. Secara mudah,
[1C[
2
= (r
3
÷r
2
)
2
+ (j
3
÷j
2
)
2
.
Garis 1C mempunyai kemiringan
j
3
÷j
2
r
3
÷r
2
dan melalui titik (r
2
, j
2
), sehingga per-
samaannya adalah
j ÷j
2
=
j
3
÷j
2
r
3
÷r
2
(r ÷r
2
)
(r
3
÷r
2
) (j ÷j
2
) = (j
3
÷j
2
) (r ÷r
2
)
(r
3
÷r
2
) j ÷(r
3
÷r
2
) j
2
= (j
3
÷j
2
) r ÷(j
3
÷j
2
) r
2
,
yang dapat dituliskan menjadi
(j
3
÷j
2
) r ÷(r
3
÷r
2
) j + (r
3
÷r
2
) j
2
÷(j
3
÷j
2
) r
2
= 0.
Karena itu, jarak tegak lurus dari ¹ ke 1C yaitu
d =
[(j
3
÷j
2
) r
1
÷(r
3
÷r
2
) j
1
+ (r
3
÷r
2
) j
2
÷(j
3
÷j
2
) r
2
[
_
_
(j
3
÷j
2
)
2
+ (÷(r
3
÷r
2
))
2
_
=
[(j
3
÷j
2
) r
1
÷(r
3
÷r
2
) j
1
+ (r
3
÷r
2
) j
2
÷(j
3
÷j
2
) r
2
[
_
_
(j
3
÷j
2
)
2
+ (r
3
÷r
2
)
2
_
=
[(j
3
÷j
2
) (r
1
÷r
2
) ÷(r
3
÷r
2
) (j
1
÷j
2
)[
_
(j
3
÷j
2
)
2
+ (r
3
÷r
2
)
2
=
[(j
3
÷j
2
) (r
1
÷r
2
) ÷(r
3
÷r
2
) (j
1
÷j
2
)[
[1C[
Bab 1. Tinjauan 11
Jadi, luas bidang datar dari segitiga ¹1C sama dengan
1
2
[(j
3
÷j
2
) (r
1
÷r
2
) ÷(r
3
÷r
2
) (j
1
÷j
2
)[ .
Bisa diperiksa dengan mudah bahwa hasil ini sama dengan hasil di Contoh 1.3.
Sudut antara dua garis.
Ketika suatu garis memotong sumbu r, beberapa sudut dibentuk. Sudut positif di
sebelah kanan garis dan di atas sumbu r dinamakan sudut kemiringan (inclination),
dan dilabelkan dengan ¸ (lihat Gambar 1.8(a)). Di sini kita melihat bahwa sudut ¸
yang dibentuk oleh suatu garis j = :r +c dan sumbu r memenuhi tan(¸) = :.
(a) (b)
O x
y
y = mx + c
γ
O x
y
y = m
1
x + c
1
y = m
2
x + c
2
θ
β α
y ∆
x ∆
A B
C
φ
l
1
l
2
Gambar 1.8: Sudut antara dua garis.
Sekarang diperhatikan dua garis yang mempunyai persamaan:
|
1
: j = :
1
r +c
1
dan |
2
: j = :
2
r +c
2
. (1.6)
Kita tertarik untuk mencari sudut yang dibentuk oleh kedua garis tersebut. Perpo-
tongan kedua garis dengan sumbu r secara berturut-turut membentuk sudut, misalnya
c dan , dimana tan(c) = :
1
dan tan(,) = :
2
. (Lihat Gambar 1.8(b)). Dimisalkan
bahwa garis pertama memotong sumbu r di titik ¹, garis kedua memotong sumbu r
di titik 1, dan perpotongan kedua garis adalah titik C. Kita mencatat bahwa sudut
¹C1 sama dengan 0 dan sudut ¹1C sama dengan 180

÷ ,. Karena jumlah dari
ketiga sudut segitiga sama dengan 180

, maka dipunyai hubungan
c +0 + 180

÷, = 180

atau 0 = , ÷c.
Oleh karena itu, menggunakan rumus trigonometri elementer, diperoleh sudut dari |
1
ke |
2
:
tan(0) = tan(, ÷c)
=
tan(,) ÷tan(c)
1 + tan(,) tan (c)
,
atau
tan(0) =
:
2
÷:
1
1 +:
2
:
1
.
Bab 1. Tinjauan 12
Untuk mencari sudut c, dari |
2
ke |
1
, kita mempunyai
tan(c) = tan(180

÷0) = ÷tan(0)
=
:
1
÷:
2
1 +:
1
:
2
.
Contoh 1.13 Diperhatikan segitiga dengan titik-titik sudut ¹(÷5, ÷3), 1(4, ÷1), dan
C (3, 4), seperti gambar berikut ini.
-3 -2 -1 1 2 3 4 5
O
1
2
3
4
-1
-2
-3
-4
x
y
-5 -4
A
B
C
l
1
l
2
Di sini sudut ¹1C adalah sudut dari 1C ke 1¹, atau, dalam gambar, dari |
1
ke |
2
.
Selanjutnya karena
:
1
=
4 ÷(÷1)
3 ÷4
= ÷5 dan :
2
=
÷1 ÷(÷3)
4 ÷(÷5)
=
2
9
,
maka tangent dari sudut ¹1C sama dengan
:
2
÷:
1
1 +:
2
:
1
=
2
9
÷(÷5)
1 +
2
9
(÷5)
=
47
9
÷
1
9
= ÷47.

Garis Melalui Perpotongan Dua Garis.
Berikut ini diberikan suatu teorema dimana kita bisa menentukan suatu persamaan
garis yang melalui perpotongan dua garis tanpa harus mencari titik potong.
Teorema 1.14 Diberikan a
1
r + /
1
j + c
1
= 0 dan a
2
r + /
2
j + c
2
= 0 berturut-turut
adalah persamaan dari garis |
1
dan |
2
, maka persamaan
a
1
r +/
1
j +c
1
+/ (a
2
r +/
2
j +c
2
) = 0,
dimana / adalah suatu konstanta sembarang, menyatakan persamaan garis |
3
yang
melalui irisan dari garis |
1
dan |
2
.
Bab 1. Tinjauan 13
Bukti. Persamaan dari |
3
adalah berderajat satu dalam r dan j, apapun nilai dari /,
dan karena itu |
3
menyatakan suatu garis.
Lebih jauh, |
3
melalui irisan dari |
1
dan |
2
karena pasangan nilai yang memenuhi per-
samaan dari |
1
dan |
2
juga memenuhi |
3
.
Selain itu, / dapat ditentukan oleh kondisi bahwa |
3
melalui sembarang titik lain pada
bidang, misalnya (r
1
, j
1
), karena substitusi r
1
untuk r dan substitusi j
1
untuk j dalam
persamaan dari |
3
hanya memberikan nilai /.
Karena itu persamaan a
1
r +/
1
j +c
1
+/ (a
2
r +/
2
j +c
2
) = 0, untuk berbagai nilai /,
menyatakan garis-garis yang melalui irisan dari |
1
dan |
2
.
Contoh 1.15 Cari persamaan garis yang melalui irisan dari garis 3r ÷ 2j = 4 dan
j = 4r ÷7, dan melalui (4, ÷2).
Penyelesaian. Berdasarkan teorema di atas, persamaan yang dicari adalah
3r ÷2j ÷4 +/ (j ÷4r + 7) = 0.
Karena garis tersebut melalui (4, ÷2), dengan substitusi 4 untuk r dan substitusi ÷2
untuk j maka kita mendapatkan bahwa / =
12
11
. Disubstitusikan
12
11
untuk / dan
selanjutnya disederhanakan, kita memperoleh bahwa 3r + 2j = 8 adalah persamaan
yang diminta.
1.4 Koordinat Kutub
Sistem koordinat kutub (polar coordinate system) merupakan suatu alternatif untuk
sistem Kartesius. Dalam sistem ini setiap titik 1 (r, j) dalam bidang koordinat-rj
dapat dinyatakan sebagai koordinat kutub (r, 0) yang memenuhi hubungan berikut:
r
2
+j
2
= r
2
, r = r cos (0) , j = r sin(0) , 0 = arctan
_
j
r
_
.
Titik asal O dinamakan kutub (pole) dan sumbu-r positif dinamakan sumbu kutub
(polar axis). Bilangan r dinamakan koordinat jarak (distance coordinate) yang menya-
takan panjang garis dari titik 1 ke titik asal O, dan sudut 0 dinamakan sudut kutub
(polar angle) yang menyatakan sudut antara garis dan sumbu kutub. Suatu ilustrasi
dapat dilihat dalam Gambar 1.9.
y
x
r
) , ( ) , ( θ r y x P = =
θ
) , 0 ( kutub θ =
Gambar 1.9: Koordinat kutub (r, 0).
Dalam Gambar 1.9, kutub dilabelkan dengan (0, 0) karena 0 menyatakan suatu jarak
0 dari kutub, sehingga (0, 0) akan secara tepat berada di kutub tanpa memperhatikan
Bab 1. Tinjauan 14
sudut 0. Satuan untuk 0 dapat diberikan dalam radian atau derajat, tetapi pada
umumnya diberikan dalam radian. Untuk perubahan antara radian dan derajat, dapat
digunakan aturan:
untuk perubahan dari radian ke derajat, dikalikan dengan
180
¬
,
untuk perubahan dari derajat ke radian, dikalikan dengan
¬
180
.
Contoh 1.16 Letakkan titik-titik dengan koordinat-koordinat kutub:
¹(2, 30

) , 1
_
÷2,
1
6
¬
_
, dan C (÷1, 270

) .
Penyelesaian. Untuk mencari letak titik ¹, kita melihat sepanjang garis yang mem-
bentuk suatu sudut 30

terhadap sumbu kutub, dan selanjutnya mengambil 2 satuan
dalam arah tersebut. Untuk mencari letak titik 1, kita melihat sepanjang garis yang
membentuk suatu sudut
1
6
¬ atau 30

terhadap sumbu kutub, dan selanjutnya mengam-
bil 2 satuan mundur karena r = ÷2 adalah negatif. Untuk mencari letak titik C, kita
melihat sepanjang garis yang membentuk suatu sudut 270

terhadap sumbu kutub,
dan selanjutnya mengambil 3 satuan mundur karena r = ÷1 adalah negatif. Gambar
di bawah ini menunjukkan letak titik ¹, 1, dan C.
r
o
30
( ) π
2
1
90
o
( ) π
o
180
( ) π
2
3
270
o
1 2
A
B
o
0
o
270
C
Dalam sistem koordinat Kartesius, kita menggunakan (r, j) dan j = )(r): variabel per-
tama r adalah variabel bebas dan variabel kedua j adalah variabel tak bebas. Dalam
koordinat kutub, kita menggunakan (r, 0) dan r = )(0): variabel pertama r adalah
variabel tak bebas dan variabel kedua 0 adalah variabel bebas, suatu kebalikan dari
penggunaan koordinat Kartesius. Untuk merubah persamaan-persamaan Kartesius ke
persamaan-persamaan kutub digunakan informasi r = r cos (0) dan j = r sin(0). Se-
bagai contoh, akan dicari persamaan kutub yang berkorespondensi dengan persamaan
Kartesius 3r ÷ j + 2 = 0. Pertama kali disubstitusikan nilai kutub untuk r dan j,
selanjutnya diselesaikan untuk r sebagai fungsi dari 0:
3r ÷j + 2 = 0
3r cos (0) ÷r sin(0) + 2 = 0
r (3 cos (0) ÷sin(0)) = ÷2
r =
÷2
3 cos (0) ÷sin(0)
.
Bab 1. Tinjauan 15
1.5 Persamaan-persamaan Parameter dan Kurva
Pada waktu tertentu kita perlu untuk menyatakan nilai-nilai r dan j pada suatu gra…k
atau lintasan dalam suku-suku dari suatu variabel ketiga yang dinamakan parameter.
Variabel ketiga ini biasanya dinotasikan dengan t. Persamaan-persamaan yang diper-
oleh dinamakan persamaan-persamaan parameter yang dituliskan seperti berikut:
r = r(t) dan j = j (t) .
Setiap nilai t mende…nisikan suatu titik yang dapat digambarkan pada bidang Karte-
sius. Koleksi titik-titik yang diperoleh dengan pengambilan semua nilai t yang mungkin
adalah gra…k dari persamaan-persamaan parameter dan dinamakan kurva parame-
ter.
Suatu kurva parameter tidak selalu mudah untuk digambar. Berikut ini diberikan
contoh untuk melihat suatu cara menggambar kurva parameter.
Contoh 1.17 Gambarkan kurva parameter untuk persamaan-persamaan parameter be-
rikut ini:
r = t
2
+t, j = 2t ÷1, ÷1 _ t _ 1.
Penyelesaian. Disini pilihan untuk menggambar kurva parameter hanyalah mengam-
bil beberapa nilai t, mensubstitusikannya ke persamaan-persamaan parameter dan se-
lanjutnya menggambarkan titik-titik yang diperoleh. Kurva-kurva parameter mempu-
nyai suatu arah gerakan. Arah gerakan ini diberikan berdasarkan kenaikan t, sehingga
ketika kita menggambar kurva parameter maka kita juga menyertakan panah yang me-
nunjukkan arah gerakan. Jadi, dalam contoh ini kurva dimulai di t = ÷1 dan berakhir
di t = 1. Berikut ini diambil beberapa nilai t dalam batasan yang diberikan:
t r j
÷1 0 ÷3
÷
1
2
÷
1
4
÷2
0 0 ÷1
1 2 1
dan diperoleh kurva parameter seperti berikut:
x
y
1 2
1
-1
-2
-3
2
1
− = t
t = -1
t = 0
t = 1
Bab 1. Tinjauan 16
SOAL-SOAL UNTUK BAB 1
Dalam soal (1) ÷ (2), cari jarak antara kedua titik.
(1) (1, 1), (4, 5) (2) (1, ÷3), (5, 7)
Dalam soal (3) ÷ (4), cari kemiringan dari garis yang melalui titik 1 dan Q.
(3) 1 (÷3, 3), Q(÷1, ÷6) (4) 1 (÷1, ÷4), Q(6, 0)
(5) Tunjukkan bahwa titik-titik (÷2, 9), (4, 6), (1, 0), dan (÷5, 3) merupakan titik-
titik sudut dari suatu bujur sangkar.
(6) (a) Tunjukkan bahwa titik-titik ¹(÷1, 3), 1(3, 11), dan C (5, 15) adalah kolinear
(terletak pada garis yang sama) dengan menunjukkan bahwa [¹1[ +[1C[ =
[¹C[ .
(b) Pergunakan kemiringan untuk menunjukkan bahwa ¹, 1, dan C adalah
kolinier.
Dalam soal (7) ÷ (10), gambarkan gra…k dari persamaan yang diberikan.
(7) r = 3 (8) j = ÷2 (9) rj = 0 (10) [j[ = 1
Dalam soal (11) ÷ (24), cari suatu persamaan garis yang memenuhi kondisi yang
diberikan.
(11) Melalui (2, ÷3), kemiringan 6.
(12) Melalui (÷3, ÷5), kemiringan ÷
7
2
.
(13) Melalui (2, 1) dan (1, 6).
(14) Melalui (÷1, ÷2) dan (4, 3).
(15) Kemiringan 3, memotong sumbu j di ÷2.
(16) Kemiringan
2
5
, memotong sumbu j di 4.
(17) Memotong sumbu r di 1, memotong sumbu j di ÷3.
(18) Memotong sumbu r di ÷8, memotong sumbu j di 6.
(19) Melalui (4, 5), sejajar dengan sumbu r.
(20) Melalui (4, 5), sejajar dengan sumbu j.
(21) Melalui (1, ÷6), sejajar dengan garis r + 2j = 6.
(22) Memotong sumbu j di 6, sejajar dengan garis 2r + 3j + 4 = 0.
(23) Melalui (÷1, ÷2), tegak lurus dengan garis 2r + 5j + 8 = 0.
(24) Melalui
_
1
2
, ÷
2
3
_
, tegak lurus dengan garis 4r ÷8j = 1.
Bab 1. Tinjauan 17
Dalam soal (25) ÷ (28), cari kemiringan dari garis dan perpotongannya dengan sumbu
j. Selanjutnya gambarkan gra…knya.
(25) r + 3j = 0 (26) 2r ÷3j + 6 = 0
(27) 3r ÷4j = 12 (28) 4r + 5j = 10
Dalam soal (29) ÷ (36), gambarkan daerah dalam bidang rj.
(29) ¦(r, j) : r < 0¦ (30) ¦(r, j) : r _ 1 dan j < 3¦
(31) ¦(r, j) : [r[ _ 2¦ (32) ¦(r, j) : [r[ < 3 dan [j[ < 2¦
(33) ¦(r, j) : 0 _ j _ 4 dan r _ 2¦
(34) ¦(r, j) : j 2r ÷1¦
(35) ¦(r, j) : 1 +r _ j _ 1 ÷2r¦
(36)
_
(r, j) : ÷r _ j <
1
2
(r + 3)
_
(37) Tunjukkan bahwa garis
2r ÷j = 4 dan 6r ÷2j = 10
adalah tidak sejajar dan cari titik perpotongannya.
(38) Tunjukkan bahwa garis
3r ÷5j + 19 = 0 dan 10r + 6j ÷50 = 0
adalah tegak lurus dan cari titik perpotongannya.
(39) Tunjukkan bahwa titik tengah untuk ruas garis dari 1
1
(r
1
, j
1
) ke 1
2
(r
2
, j
2
)
adalah
_
r
1
+r
2
2
,
j
1
+j
2
2
_
.
(40) Cari titik tengah dari ruas garis yang menghubungkan titik (1, 3) dan (7, 15).
(41) Cari suatu persamaan garis yang tegak lurus dan melalui titik tengah dari garis
yang menghubungkan titik ¹(1, 4) dan 1(7, ÷2).
(42) (a) Tunjukkan bahwa jika perpotongan garis dengan sumbu r dan sumbu j
berturut-turut adalah bilangan tak nol a dan /, maka persamaan garis dapat
diambil dalam bentuk
r
a
+
j
/
= 1.
Persamaan ini dinamakan bentuk perpotongan-dua dari suatu persamaan
garis.
(b) Gunakan bagian (a) untuk mencari suatu persamaan garis yang memotong
sumbu r di 6 dan memotong sumbu j di ÷8.
Dalam soal (43) ÷ (48), gambarkan segitiga-segitiga dengan titik-titik yang diberikan
dan tunjukkan berdasarkan panjang sisi-sisinya apakah termasuk segitiga sama sisi,
sama kaki, tidak sama kaki, siku-siku, atau tidak mempunyai bidang datar.
(43) (÷4, 3) , (2, ÷5) , (3, 2) (44) (÷6, 8) , (6, ÷8) , (8, 6)
(45) (4, 0) , (÷4, 0) , (0, ÷4
_
3) (46) (5, 1) , (2, ÷2) , (8, 4)
(47) (2, 3) , (÷4, 1) , (6, ÷2) (48) (÷1, 1) , (0, 0) , (3, 3)
Bab 1. Tinjauan 18
(49) Diberikan bahwa garis /r ÷ j = 4 tegak lurus dengan garis /r + 9j = 11. Cari
nilai /.
(50) Diberikan titik ¹(5, 12), pada O¹ terletak titik 1 dimana [O1[ = 10. Cari
persamaan garis yang tegak lurus dengan O¹ dan melalui 1.
(51) Diberikan bahwa garis ar + /j + 10 = 0 tegak lurus dengan 3r + j = 7 dan
berpotongan dengan garis r +j = 7 di sumbu r. Cari nilai a dan /.
(52) Cari koordinat titik Q sedemikian sehingga 1 (3, 5) dan Q adalah simetris ter-
hadap garis j + 2r = 6. [Petunjuk: Dinotasikan Q dengan (a, /), dan cari a dan
/ dari dua kondisi bahwa 1Q tegak lurus dengan garis dan titik tengah dari 1Q
terletak pada garis.]
Dalam soal (53) ÷ (60), cari jarak dari garis ke titik-titik yang diberikan.
(53) Garis 8r + 6j = 55; titik-titik (10, 2), (9, 6), (4, 5), (4, ÷1), (÷1, 1).
(54) Garis 5r ÷12j = 26; titik-titik (13, 0), (÷2, ÷3), (0, 0).
(55) Garis j =
4
3
r ÷5; titik-titik (3, 6), (6, 1), (2, 2), (÷1, 3), (÷2, ÷6).
(56) Garis j ÷2r + 7 = 0; titik-titik (÷1, 1), (0, ÷1), (6, ÷3), (÷1, 3).
(57) Garis j = 5r; titik-titik (4, 1), (2, ÷2), (÷3, 0), (÷1, ÷5).
(58) Garis j = :r + 4; titik-titik (0, 0), (1, 1), (÷4, 2), (a, /).
(59) Garis j = :r +/; titik-titik (4, ÷1), (3, 2), (a, 1), (/, |).
(60) Garis j ÷6 = :(r + 1); titik-titik
_
_
1 +:
2
, 6 +
_
1 +:
2
_
, (1, 4), (÷2, 1).
Dalam soal (61) ÷ (62), cari nilai : dari setiap kasus yang diberikan.
(61) Garis j = 5:r + 8 adalah 5 satuan dari titik (4, 5).
(62) Garis 8r + 6j = 11 dan 8:r ÷8j = 7 mempunyai jarak sama dari titik (1, ÷2).
Dalam soal (63) ÷ (70), cari persamaan garis dari setiap kasus yang diberikan.
(63) Garis tegak lurus dengan 7r +j = 5 dan 4 satuan dari (6, 1).
(64) Garis melalui (÷1, ÷4) dan 6 satuan dari (3, 2).
(65) Garis j = ar +/ adalah 6 satuan dari titik (4, 1) dan 2 satuan dari titik asal.
(66) Garis j = ar +/ mempunyai jarak sama dari titik-titik (4, 1), (8, 2), dan (5, ÷3).
(67) Garis
r
a
+
j
/
= 1 melalui titik (3, 4) dan berjarak 3 satuan dari titik (6, 5).
(68) Garis adalah 4 satuan dari titik (÷2, 6), dan sudut dari garis ke 7r+j = 0 adalah
45

.
Bab 1. Tinjauan 19
(69) Garis mempunyai jarak sama dari (4, 1) dan (1, 4), dan juga sejajar dengan 5r ÷
2j = 1.
(70) Garis mempunyai jarak sama dari titik-titik (2, ÷2), (6, 1), dan (÷3, 4).
Dalam soal (71) ÷ (74), cari / dan | berdasarkan kondisi yang diberikan.
(71) Diberikan bahwa (/, |) adalah ÷4 satuan dari garis 12r÷5j = 49 dan ÷3 satuan
dari garis 4j = 3r + 24.
(72) Diberikan bahwa (/, |) berjarak sama dari garis 3r ÷j = 0 dan garis r +3j = 4,
dan juga / = |.
(73) Diberikan bahwa (/, |) berjarak sama dari garis 4r÷2j = 15 dan garis r÷2j = 5,
dan juga berjarak sama dari garis r +j = 6 dan garis r = j.
(74) Diberikan bahwa (/, |) terletak pada garis 2r + j + 2 = 0, dan juga berjarak 4
satuan dari garis 3r ÷4j = 10.
(75) Dalam jajaran genjang di bawah ini, [O1
1
[ = 6, [O1
2
[ = 4, dan sudut 1
1
O1
2
sama dengan 120

. Cari [O1[ dan [1
1
1
2
[.
O
F
1
R
6
F
2
4
(76) Tunjukkan bahwa sudut kemiringan c dari suatu garis yang melalui titik (÷2, ÷4)
dan (3, 8) sama dengan dua kali sudut kemiringan , dari garis yang melalui (3, ÷1)
dan (6, 1).
(77) Jika kemiringan dari |
1
dan |
2
berturut-turut adalah 3 dan :, dan sudut dari
|
1
ke |
2
adalah arctan(2), cari :. [Simbol arctan(2) berarti tangent dari sudut
adalah 2.]
(78) Cari kemiringan dari garis | jika diketahui bahwa sudut dari | ke garis yang melalui
(1, 3) dan (2, ÷2) adalah 45

; 120

.
Dalam soal (79) ÷ (82), cari luas bidang datar dari setiap segitiga dengan titik-titik
yang diberikan.
(79) (3, 3) , (÷1, ÷2) , (÷3, 4) (80) (1, 3) , (3, 0) , (÷4, 3)
(81) (0, 0) , (12, ÷4) , (3, 0) (82) (÷2, ÷2) , (0, 0) , (5, 5)
(83) Jika luas bidang datar segitiga ¹(6, 1), 1(3, 8), C (1, /) adalah 41, cari nilai /.
Bab 1. Tinjauan 20
(84) Dengan mencari luas bidang datar dari ¹1C, tunjukkan bahwa titik-titik ¹(÷1, ÷14),
1(3, ÷2), dan C (4, 1) terletak pada satu garis.
(85) Cari luas bidang datar segiempat (4, 5), (2, ÷3), (0, 7), (9, 2).
(86) Tunjukkan bahwa luas bidang datar segiempat 1
1
(r
1
, j
1
), 1
2
(r
2
, j
2
), 1
3
(r
3
, j
3
),
1
4
(r
4
, j
4
) diberikan oleh rumus
1
2
[r
1
(j
2
÷j
4
) +r
2
(j
3
÷j
1
) +r
3
(j
4
÷j
2
) +r
4
(j
1
÷j
3
)] .
Dalam soal (87) ÷ (90), cari persamaan garis yang melalui irisan dari setiap pasangan
garis dan memenuhi kondisi yang dinyatakan.
(87) 3r ÷2j = 13 dan r +j ÷6 = 0, melalui titik (2, ÷3).
(88) 4r +j ÷7 = 0 dan 3r ÷2j = 10, sejajar dengan r ÷3j = 6.
(89) 3r + 5j ÷13 = 0 dan r +j ÷1 = 0, tegak lurus dengan 7r ÷5j = 10.
(90) Cari ¡ jika garis ¡r+2j = 3 melalui irisan dari garis 4r+3j = 7 dan 2r÷j = 10.
(91) Gambarkan titik-titik dengan koordinat-koordinat kutub diberikan seperti berikut:
¹
_
2,
¬
2
_
, 1(2, ÷120

) , C
_
÷2,
¬
3
_
, 1(÷2, ÷135

) , dan 1 (2, 135

) .
Manakah dua titik yang berhimpit? Apa kesimpulan anda?
(92) Gambarkan gra…k berikut ini dalam sistem koordinat kutub:
(a) r = 2 untuk 0 _ 0 _ 2¬.
(b) r = 2 sin (0) untuk 0 _ 0 _ ¬.
(c) r = 2 cos (0) untuk 0 _ 0 _ ¬.
(93) Ubah (a) titik koordinat kutub 1
_
7,
2
5
_
ke koordinat Kartesius; (b) titik koordinat
Kartesius 1(12, 5) ke koordinat kutub.
(94) Ubah persamaan linear koordinat Kartesius j = 3r + 5 ke suatu persamaan
koordinat kutub.
(95) Ubah persamaan koordinat kutub r
2
= 4r sin(0) ke suatu persamaan koordinat
Kartesius.
(96) Gambarkan gra…k dari persamaan-persamaan parameter:
r(t) = 2t ÷2 dan j (t) = 3t + 1.
Selanjutnya menggunakan kedua persamaan tersebut tuliskan j sebagai fungsi
dalam r saja.
Bab 1. Tinjauan 21
(97) Gambarkan gra…k dari persamaan-persamaan parameter:
r(t) = 3 ÷t dan j (t) = t
2
+ 1.
Tuliskan j sebagai fungsi dalam r saja dan selanjutnya identi…kasi bentuk gra…k.
(98) Gambarkan gra…k dari persamaan-persamaan parameter:
r(t) = 3 cos (t) dan j (t) = 2 sin(t) , untuk 0 _ t _ 2¬,
dan tunjukkan bahwa persamaan tersebut memenuhi
r
2
9
+
j
2
4
= 1 untuk semua
nilai t.
(99) Lintasan suatu partikel memenuhi persamaan-persamaan parameter:
r(t) = sin
2
(t) dan j (t) = 2 cos (t) .
Gambarkan secara lengkap lintasan dari partikel tersebut. [Petunjuk: Identi…kasi
bentuk lintasan dengan mencari j sebagai fungsi dari r saja. Tentukan batasan
pada r dan j berdasarkan batasan trigonometri cosinus.]
(100) Gambarkan secara lengkap lintasan dari partikel yang memenuhi persamaan-
persamaan parameter:
r(t) = 3 cos (2t) dan j (t) = 1 + cos
2
(t) .
Bab 2
Irisan-irisan Kerucut
2.1 Irisan Bidang dari Suatu Kerucut
Diambil | sebagai suatu garis tegak dan : sebagai garis lain yang beririsan dengan | di
suatu titik \ dan membentuk sudut c (Gambar 2.1(a)). Diandaikan kita merotasikan
garis : mengelilingi garis | sedemikian sehingga sudut c tetap konstan. Selanjutnya,
permukaan yang dihasilkan dirujuk sebagai kerucut (cone) (Gambar 2.1(b)). Titik \
dinamakan puncak (vertex), garis | dinamakan sumbu (axis) dari kerucut, dan garis
rotasi : dinamakan pembangkit (generator).
V
m
l
α
α
m
l
V
sumbu
pembangkit
(a) (b)
permukaan
atas
permukaan
bawah
Gambar 2.1: Pembentukan kerucut dua permukaan.
Suatu irisan (section) adalah permukaan atau garis bentuk dari permukaan yang diper-
oleh dengan memotong suatu bentuk padat menggunakan suatu bidang. Jika bentuk
padat tersebut adalah suatu kerucut, kurva yang dihasilkan dinamakan irisan kerucut
(conic section).
Kita mendapatkan jenis-jenis berbeda dari irisan terkucut tergantung pada posisi dari
bidang potong terhadap kerucut dan oleh sudut yang dibentuknya dengan sumbu tegak
dari kerucut. Diambil , adalah sudut yang dibentuk oleh bidang potong dengan sumbu
tegak dari kerucut. Ketika bidang memotong permukaan (selain titik) dari kerucut, kita
mempunyai keadaan-keadaan berikut ini, lihat Gambar 2.2:
(a) Ketika , = 90

, irisannya adalah suatu lingkaran.
(b) Ketika c < , < 90

, irisannya adalah suatu ellips.
22
Bab 2. Irisan-irisan Kerucut 23
(c) Ketika , = c, irisannya adalah suatu parabola.
(Dalam setiap tiga kasus di atas, bidang memotong satu permukaan dari kerucut.)
(d) Ketika 0 _ , < c, bidang memotong kedua permukaan dan kurva-kurva dari irisan
adalah suatu hiperbola.
Secara khusus, nama parabola dan hiperbola diberikan oleh seorang matematikawan
Yunani bernama Apollonius (262 S.M. - 190 S.M.).
α
o
90 = β
lingkaran
α
β
o
90 < < β α
ellips
α
β
α β =
parabola
α
α β < ≤ 0
hiperbola
β
β
Gambar 2.2: Irisan-irisan kerucut.
α
β
o
90 ≤ < β α
titik
α
β
α
α β =
garis lurus
α β < = 0
dua garis lurus
berpotongan
α β < < 0
dua garis lurus
berpotongan
α
β
Gambar 2.3: Irisan-irisan ketika bidang memotong di puncak kerucut.
Ketika bidang memotong di puncak dari kerucut, kita mempunyai kasus-kasus berbeda
berikut ini, lihat Gambar 2.3:
(a) Ketika c < , _ 90

, maka irisannya adalah suatu titik.
Bab 2. Irisan-irisan Kerucut 24
(b) Ketika , = c, bidang memuat suatu pembangkit dari kerucut dan irisannya adalah
suatu garis lurus. Ini adalah kasus degenerate
1
dari parabola.
(c) Ketika 0 _ , < c, irisan adalah suatu pasangan dari garis lurus berpotongan. Ini
adalah kasus degenerate dari hiperbola.
2.2 Eksentrisitas
Lebih lanjut, dalam buku ini kita akan mempelajari irisan-irisan kerucut berdasarkan
pengertian dari koordinat seperti berikut ini.
De…nisi 2.1 Suatu irisan kerucut adalah tempat kedudukan dari suatu titik yang
bergerak sedemikian sehingga perbandingan jarak antara titik tersebut ke suatu titik
tetap dan ke suatu garis tetap adalah konstan.
d
P
F
l
d′
Gambar 2.4: Jarak dari titik bergerak 1 ke titik tetap 1 dan ke garis tetap |.
Dimisalkan 1 sebagai titik yang bergerak, 1 sebagai titik tetap, | sebagai garis tetap,
d sebagai jarak dari 1 ke 1, dan d
0
sebagai jarak dari 1 ke garis |. Diasumsikan bahwa
1 tidak terletak pada garis |. (Lihat Gambar 2.4) Titik tetap 1 dinamakan fokus
(focus) dari irisan kerucut dan garis tetap | dinamakan garis arah (directrix) dari
irisan kerucut. Berdasarkan pengertian di atas dipunyai bahwa semua titik 1 pada
suatu irisan kerucut memenuhi perbandingan
d
d
0
= c atau persamaan
d = c d
0
dengan c adalah suatu konstanta dan diasumsikan c 0. Kita akan melihat bahwa kita
mendapatkan jenis-jenis khusus dari irisan kerucut tergantung pada nilai dari konstanta
c:
(a) Jika c = 0, maka irisan kerucut adalah suatu lingkaran.
(b) Jika 0 < c < 1, maka irisan kerucut adalah suatu ellips.
(c) Jika c = 1, maka irisan kerucut adalah suatu parabola.
(d) Jika c 1, maka irisan kerucut adalah suatu hiperbola.
1
Dalam kasus ini, semua suku-suku dari persamaan degenerate dipindahkan ke ruas kiri dan dapat
difaktorkan. Sebagai contoh, gra…k dari persamaan x
2
xy 3y + 3x = 0, yang bisa dituliskan
(x y) (x + 3) = 0, terdiri dari dua garis x y = 0 dan x + 3 = 0.
Bab 2. Irisan-irisan Kerucut 25
Konstanta c dinamakan eksentrisitas (eccentricity) dari irisan kerucut.
Dalam buku ini tidak akan ditunjukkan bahwa irisan kerucut berdasarkan pengertian
koordinat ekivalen dengan irisan kerucut yang dide…nisikan dalam istilah irisan dari
suatu kerucut.
Latihan 2.2 Dalam setiap kasus berikut ini, diberikan suatu titik yang terletak pada
suatu irisan kerucut dengan fokus (2, 0) dan garis arah r = ÷2. Cari jenis irisan
kerucut dan eksentrisitasnya.
(a) (1, 0) (b) (0, 0) (c) (÷1, 0) (d) (8, 0)
(e) (2, 5) (f ) (5, ÷4) (g) (2, 4) (h) (÷6, 6)
Bab 3
Lingkaran
3.1 Persamaan Lingkaran
De…nisi 3.1 Lingkaran adalah himpunan dari semua titik pada bidang yang berjarak
sama dari satu titik tetap pada bidang.
Titik tetap tersebut dinamakan pusat dari lingkaran dan jarak dari pusat ke suatu
titik pada lingkaran dinamakan jari-jari lingkaran (Gambar 3.1(a)).
(a) (b)
jari-jari
pusat
P(x,y)
(h,k)
C
O
O
P
1
P
2
P
3
OP
1
= OP
2
= OP
3
x
y
Gambar 3.1: Lingkaran.
Persamaan paling sederhana dari lingkaran diperoleh jika pusat dari lingkaran adalah
di titik asal O(0, 0). Tetapi, di bawah ini kita akan menurunkan persamaan lingkaran
untuk sembarang pusat dan jari-jari (Gambar 3.1(b)).
Diberikan C (/, /) adalah pusat dan r adalah jari-jari lingkaran. Diambil 1 (r, j) adalah
sembarang titik pada lingkaran. Berdasarkan de…nisi lingkaran, dipunyai [C1[ = r.
Berdasarkan rumus jarak, dipunyai
_
(r ÷/)
2
+ (j ÷/)
2
= r
(r ÷/)
2
+ (j ÷/)
2
= r
2
. (3.1)
Ini adalah persamaan dari lingkaran dengan pusat di (/, /) dan jari-jari r. Persamaan
(3.1) bisa juga dituliskan menjadi
r
2
+j
2
÷2/r ÷2/j +/
2
+/
2
÷r
2
= 0
r
2
+j
2
÷2/r ÷2/j +c = 0 (3.2)
dimana c = /
2
+/
2
÷r
2
.
26
Bab 3. Lingkaran 27
Contoh 3.2 Tentukan suatu persamaan lingkaran dengan pusat di (0, 0) dan jari-jari
r.
Penyelesaian. Di sini / = / = 0. Oleh karena itu, persamaan lingkaran adalah
r
2
+j
2
= r
2
.
Contoh 3.3 Tentukan suatu persamaan lingkaran dengan pusat di (÷3, 2) dan jari-jari
4.
Penyelesaian. Di sini / = ÷3, / = 2 dan r = 4. Oleh karena itu, persamaan lingkaran
adalah (r + 3)
2
+ (j ÷2)
2
= 16.
Contoh 3.4 Tentukan pusat dan jari-jari dari lingkaran r
2
+j
2
+ 8r + 10j ÷8 = 0.
Penyelesaian. Persamaan yang diberikan dituliskan kembali menjadi
_
r
2
+ 8r
_
+
_
j
2
+ 10j
_
= 8.
Sekarang, melengkapi kuadrat dalam kurung, diperoleh
_
r
2
+ 8r + 16
_
+
_
j
2
+ 10j + 25
_
= 8 + 16 + 25
(r + 4)
2
+ (j + 5)
2
= 49
(r ÷(÷4))
2
+ (j ÷(÷5))
2
= 49.
Oleh karena itu, lingkaran yang diberikan mempunyai pusat di (÷4, ÷5) dan jari-jari
7.
Contoh 3.5 Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik-titik (2, ÷2) dan (3, 4),
serta mempunyai pusat yang terletak pada garis r +j = 2.
Penyelesaian. Diambil persamaan lingkaran adalah (r ÷/)
2
+(j ÷/)
2
= r
2
. Karena
lingkaran melalui (2, ÷2) dan (3, 4), kita mempunyai
(2 ÷/)
2
+ (÷2 ÷/)
2
= r
2
, (3.3)
dan
(3 ÷/)
2
+ (4 ÷/)
2
= r
2
. (3.4)
Dan juga karena pusat terletak pada garis r +j = 2, kita mempunyai
/ +/ = 2. (3.5)
Diselesaikan persamaan (3.3), (3.4), dan (3.5) untuk mendapatkan
/ = 0, 7, / = 1, 3, dan r
2
= 12, 58.
Karena itu, persamaan lingkaran adalah
(r ÷0, 7)
2
+ (j ÷1, 3)
2
= 12, 58.

Bab 3. Lingkaran 28
r
r
l
l
(a)
P
1
(x
1
,y
1
)
O
x
y
(b)
C(h,k)
P
1
(x
1
,y
1
)
O
x
y
Gambar 3.2: Garis singgung untuk lingkaran.
3.2 Persamaan Garis Singgung
Garis singgung (tangent) di suatu lingkaran adalah suatu garis lurus yang menyentuh
lingkaran hanya di satu titik (jadi garis tidak memotong lingkaran tapi hanya menyen-
tuhnya). Suatu garis singgung untuk suatu lingkaran membentuk sudut 90

terhadap
jari-jari lingkaran di titik sentuh dari persinggungan. [Lihat Gambar 3.2.]
Diperhatikan Gambar 3.2(a). Dimisalkan persamaan lingkaran adalah r
2
+ j
2
= r
2
dan 1
1
(r
1
, j
1
) adalah sembarang titik pada lingkaran. Kemiringan dari ruas garis O1
1
adalah
j
1
r
1
. Karena garis singgung di 1
1
tegak lurus dengan O1
1
, kemiringan garis
singgung di 1
1
adalah ÷
r
1
j
1
. Oleh karena itu, persamaan garis singgung di 1
1
adalah
j ÷j
1
= ÷
r
1
j
1
(r ÷r
1
)
r
1
r +j
1
j = r
2
1
+j
2
1
.
Karena titik (r
1
, j
1
) terletak pada lingkaran, dipunyai
r
2
1
+j
2
1
= r
2
.
Jadi persamaan garis singgung di titik 1
1
(r
1
, j
1
) pada lingkaran dengan pusat O(0, 0)
dan jari-jari r dinyatakan oleh
r
1
r +j
1
j = r
2
.
Sekarang diperhatikan untuk lingkaran berjari-jari r tetapi dengan pusat C (/, /), lihat
Gambar 3.2(b). Ingat bahwa lingkaran ini mempunyai persamaan
r
2
+j
2
÷2/r ÷2/j +c = 0,
dimana /
2
+/
2
÷r
2
. Diberikan titik 1
1
(r
1
, j
1
) pada lingkaran. Kemiringan dari ruas
garis C1
1
adalah
j
1
÷/
r
1
÷/
. Karena itu kemiringan garis singgung di 1
1
adalah ÷
r
1
÷/
j
1
÷/
,
Bab 3. Lingkaran 29
sehingga persamaan garis singgung di 1
1
yaitu
j ÷j
1
= ÷
r
1
÷/
j
1
÷/
(r ÷r
1
)
r
1
r +j
1
j ÷/r ÷/j ÷
_
r
2
1
+j
2
1
÷/r
1
÷/j
1
_
= 0.
Karena titik (r
1
, j
1
) terletak pada lingkaran, dipunyai
r
2
1
+j
2
1
÷2/r
1
÷2/j
1
+c = 0
r
2
1
+j
2
1
÷/r
1
÷/j
1
= /r
1
+/j
1
÷c.
Jadi persamaan garis singgung di titik 1
1
(r
1
, j
1
) pada lingkaran dengan pusat O(/, /)
dan jari-jari r dinyatakan oleh
r
1
r +j
1
j ÷/r ÷/j ÷(/r
1
+/j
1
÷c) = 0
r
1
r +j
1
j ÷/(r +r
1
) ÷/ (j +j
1
) +c = 0.
Dari kedua hasil di atas kita mencatat bahwa persamaan garis singgung secara seder-
hana diperoleh dari persamaan lingkaran dengan r
2
diganti oleh r
1
r, j
2
diganti oleh
j
1
j, 2r diganti oleh r +r
1
, dan 2j diganti oleh j +j
1
.
Berikutnya, kita mencari persamaan-persamaan garis singgung dengan kemiringan :
untuk lingkaran r
2
+ j
2
= r
2
. Jika kita mengambil j = :r + :, yang menyatakan
sembarang garis dengan kemiringan :, maka masalahnya sekarang adalah mencari nilai
: dimana garis j = :r +: menyinggung lingkaran r
2
+j
2
= r
2
. Untuk mencari titik-
titik di mana garis memotong lingkaran, kita harus menyelesaikan sistem persamaan.
Dengan substitusi kita memperoleh
r
2
+ (:r +:)
2
= r
2
_
1 +:
2
_
r
2
+ 2::r +:
2
÷r
2
= 0.
Kedua akar dari persamaan kuadrat ini adalah absis untuk titik persekutuan dari garis
dan lingkaran; tetapi agar garis menyinggung lingkaran, maka titik-titik tersebut harus
berhimpit dan dipunyai absis sama, karena itu kedua akar dari persamaan kuadrat
tersebut haruslah sama. Karena syarat bahwa kedua akar dari sembarang persamaan
kuadrat ar
2
+/r +c = 0 akan sama adalah /
2
÷4ac = 0, maka haruslah dipunyai
4:
2
:
2
÷4
_
1 +:
2
_ _
:
2
÷r
2
_
= 0
: = ±r
_
1 +:
2
.
Oleh karena itu, persamaan garis singgung yang dicari yaitu
j = :r ±r
_
1 +:
2
.
Bab 3. Lingkaran 30
SOAL-SOAL UNTUK BAB 3
Dalam soal (1) ÷ (5), tentukan persamaan lingkaran dengan
(1) pusat (0, 2) dan jari-jari 2 (2) pusat (÷2, 3) dan jari-jari 4
(3) pusat
_
1
2
,
1
4
_
dan jari-jari
1
12
(4) pusat (1, 1) dan jari-jari
_
2
(5) pusat (÷a, ÷/) dan jari-jari
_
a
2
÷/
2
.
Dalam soal (6) ÷ (17), tentukan pusat dan jari-jari lingkaran.
(6) (r + 5)
2
+ (j ÷3)
2
= 36 (7) r
2
+j
2
÷4r ÷8j ÷45 = 0
(8) r
2
+j
2
÷8r + 10j ÷12 = 0 (9) r
2
+j
2
÷8r + 4j = 5
(10) r
2
+j
2
÷12r ÷2j = 12 (11) r
2
+j
2
+ 8r + 6j = 0
(12) r
2
+j
2
+ 2r + 2 = 2j (13) r
2
+j
2
÷6r = 0
(14) r
2
+j
2
+ 8j = 0 (15) r
2
+j
2
÷6r = 16
(16) 2r
2
+ 2j
2
÷r = 0 (17) 2r
2
+ 2j
2
÷8r + 10j = 11
1
2
(18) Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik-titik (4, 1) dan (6, 5) dan mem-
punyai pusat yang terletak pada garis 4r +j = 6.
(19) Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik-titik (2, 3) dan (÷1, 1) dan
mempunyai pusat yang terletak pada garis r ÷3j ÷11 = 0.
(20) Tentukan persamaan lingkaran dengan jari-jari 5, pusat terletak pada sumbu r,
dan melalui titik (2, 3).
(21) Tentukan persamaan lingkaran yang melalui (0, 0) dan perpotongan dengan sumbu
r dan sumbu j berturut-turut adalah bilangan tak nol a dan /.
(22) Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (2, 2) dan melalui titik (4, 5).
(23) Apakah titik (÷2, 5, 3, 5) terletak di dalam, di luar, atau pada lingkaran r
2
+j
2
=
25?
(24) Gambarkan lingkaran dengan pusat (0, 0) dan jari-jari 5. Tunjukkan bahwa titik
¹(4, 3) terletak pada lingkaran. Gambarkan garis singgung terhadap lingkaran di
titik ¹, dan cari kemiringannya. [Petunjuk: Pertama kali dicari dicari kemiringan
dari garis O¹ dan selanjutnya dicari kemiringan dari garis singgung.]
(25) Gambarkan suatu lingkaran dengan pusat (3, ÷4) dan melalui (5, 2). Selanjutnya
gambarkan garis singgung di (5, 2) dan cari kemiringannya.
(26) Jika 1 (5, 9) terletak pada suatu lingkaran dengan pusat (1, 6), cari jari-jari
lingkaran dan kemiringan garis singgung di 1.
(27) Tunjukkan bahwa lingkaran dengan pusat (4, 1) dan jari-jari 10 melalui (÷2, 9),
(10, ÷7), dan (12, ÷5).
(28) Jika lingkaran di Soal no (27) juga melalui (÷4, /), cari nilai /.
(29) Cari nilai a jika lingkaran r
2
+ j
2
÷ 2ar = 0 bersinggungan dengan sumbu j di
titik asal.
Bab 3. Lingkaran 31
(30) Gambarkan lingkaran r
2
+j
2
÷4r÷6j+9 = 0 dan r
2
+j
2
+12r+6j÷19 = 0, dan
buktikan bahwa keduanya bersinggungan. [Petunjuk: Tunjukkan bahwa garis
yang menghubungkan pusat dari kedua lingkaran sama dengan jumlahan dari
jari-jarinya.
(31) Tunjukkan bahwa lingkaran r
2
+ j
2
÷18r + 45 = 0 bersinggungan dengan garis
j =
4
3
r ÷2.
Dalam soal (32) ÷ (35), cari persamaan lingkaran yang melalui ketiga titik yang
diberikan.
(32) (4, ÷2), (6, 1), (÷1, 3) (33) (4, 2), (5, ÷1), (÷2, 4)
(34) (6, ÷3), (4, ÷2), (0, 4) (35) (5, 1), (3, 2), (3, 1)
Dalam soal (36) ÷ (50), gambarkan lingkaran terhadap kondisi yang diberikan, dan
cari persamaan dari setiap lingkaran.
(36) Memotong sumbu r di ÷6 dan 10, dan memotong sumbu j di 8.
(37) Memotong sumbu r di ÷4 dan 2, dan mempunyai jari-jari 5.
(38) Melalui (0, 0) dan (÷1, 1), dan mempunyai jari-jari 5.
(39) Mempunyai suatu diameter yang menghubungkan (6, 3) dan (÷2, ÷5). [Ingat:
Diameter adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik pada lingkaran dan
melalui pusat lingkaran.]
(40) Menyinggung sumbu r di (6, 0) dan menyinggung sumbu j.
(41) Menyinggung kedua sumbu dan melalui (2, 1).
(42) Menyinggung kedua sumbu dan juga garis 2r +j = 6 +
_
20.
(43) Menyinggung garis r = 6 dan r = 10, dan melalui titik (8, 3).
(44) Memotong sumbu j di 10 dan menyinggung sumbu r di titik (÷5, 0).
(45) Melalui (0, 0) dan juga titik persekutuan dari lingkaran r
2
+ j
2
= 25 dan r
2
+
j
2
÷4r + 2j = 15.
(46) Menyinggung garis-garis r = 6, r = 12, dan j = 8.
(47) Menyinggung garis-garis 4r ÷3j = 12, 8r + 6j = 36, dan 12r ÷5j = 36.
(48) Menyinggung garis 4r ÷3j = 10 dan 6r + 8j = 35, dan mempunyai jari-jari 10.
(49) Menyinggung lingkaran r
2
+ j
2
+ 4r ÷ 4j = 1, dan mempunyai pusat di titik
(4, 10).
(50) Melalui titik (2, ÷1), bersinggungan dengan r+j = 1 dan pusatnya terletak pada
garis j = ÷2r.
Bab 3. Lingkaran 32
(51) Cari persamaan-persamaan garis singgung dan normal untuk lingkaran r
2
+j
2
=
29 di titik (5, ÷2). [Dide…nisikan bahwa garis normal adalah garis yang tegak
lurus dengan suatu garis singgung di titik singgung.]
(52) Cari persamaan-persamaan garis singgung untuk lingkaran r
2
+ j
2
= 13 dan
melalui titik (÷4, 7).
(53) Jika garis 4r÷3j = 50 menyinggung lingkaran r
2
+j
2
= 100, cari titik singgungnya.
Dalam soal (54) ÷ (61), tunjukkan bahwa 1
1
terletak pada lingkaran, dan selanjutnya
cari persamaan garis singgung dan normal di 1
1
.
(54) r
2
+j
2
= 25; 1
1
(3, 4) (55) r
2
+j
2
= 1; 1
1
_
1
2
, ÷
1
2
_
3
_
(56) r
2
+j
2
= 29; 1
1
(2, ÷5) (57) r
2
+j
2
= 20; 1
1
(÷4, ÷2)
(58) r
2
+j
2
= 34; 1
1
(÷5, 3) (59) r
2
+j
2
= 37; 1
1
(÷1, ÷6)
(60) r
2
+j
2
÷6r + 2j = 0; 1
1
(2, 2) (61) r
2
+j
2
+ 4r ÷7j ÷11 = 0; 1
1
(3, 2)
Dalam soal (62) ÷ (65), cari persamaan-persamaan garis singgung untuk lingkaran
yang diberikan dibawah syarat yang ditetapkan, dan cari titik singgungnya.
(62) r
2
+j
2
= 25; kemiringan garis singgung adalah
3
4
.
(63) r
2
+j
2
= 36; garis singgung sejajar dengan 4r = 3j.
(64) r
2
+j
2
= 13; garis singgung tegak lurus dengan 3r = 2j.
(65) r
2
+j
2
= 64; garis singgung melalui (8, 4).
Dalam soal 66 - 68, buktikan hasil yang diberikan untuk sembarang lingkaran r
2
+j
2
÷
2/r ÷2/j +c = 0.
(66) Selisih dari perpotongan-perpotongan dengan sumbu r adalah 2
_
/
2
÷c.
(67) Jumlah dari perpotongan-perpotongan dengan sumbu r adalah 2/ dan hasil
kalinya adalah c.
(68) Jumlah dari perpotongan-perpotongan dengan sumbu j adalah 2/ dan hasil
kalinya adalah c.
(69) Cari syarat kapan lingkaran r
2
+j
2
+1r +1j +1 = 0 menyinggung sumbu r.
(70) Cari syarat kapan garis |r +:j +: = 0 menyinggung lingkaran r
2
+j
2
= r
2
.
Bab 4
Parabola
Dalam bab ini kita akan menurunkan persamaan dari parabola dengan puncak di
titik asal O(0, 0) dan garis arah sejajar dengan sumbu r atau sumbu j. Lebih lan-
jut diberikan sifat-sifat penting dari parabola.
4.1 Persamaan Baku
Berdasarkan pengertian parabola di subbab 2.2, dide…nisikan kembali parabola seperti
berikut ini dan juga istilah-istilah yang menyertainya.
De…nisi 4.1 Parabola adalah tempat kedudukan suatu titik yang bergerak sedemikian
sehingga jarak titik tersebut ke suatu fokus sama dengan jarak ke suatu garis arah.
Suatu garis yang melalui fokus dan tegak lurus dengan garis arah dinamakan sumbu
(axis) dari parabola. Titik potong antara parabola dengan sumbu dinamakan puncak
(vertex) parabola. (Lihat Gambar 4.1.)
parabola
fokus
sumbu
puncak
garis arah
L
3
L
2
L
1
P
3
P
2
P
1
F
l
P
1
F = P
1
L
1
P
2
F = P
2
L
2
P
3
F = P
3
L
3
Gambar 4.1: Parabola.
Ketika sumbu parabola sejajar dengan sumbu r atau sumbu j, persamaannya dina-
makan persamaan baku. Persamaan baku yang paling sederhana terjadi jika puncak
parabola adalah di titik asal O(0, 0). Dalam hal ini, terdapat empat kemungkinan dari
parabola seperti ditunjukkan dalam Gambar 4.2.
33
Bab 4. Parabola 34
O
l: y = -a
O -a
y
x
F(a,0)
a
l: x = a
y
x
F(-a,0)
l: x = -a
O
-a
y
x
F(a,0)
l: y = a
O
a
y
x
F(-a,0)
(a) (b)
(c) (d)
Gambar 4.2: Parabola-parabola dengan puncak di titik asal O(0, 0).
Garis arah sejajar dengan sumbu j.
Pertama kali kita akan menurunkan persamaan untuk parabola seperti yang ditun-
jukkan dalam Gambar 4.2(a) dengan fokus di 1 (a, 0), a 0, dan garis arah r = ÷a.
l: x = -a
L
x a
P(x,y)
O -a
y
x
F(a,0)
Gambar 4.3: Parabola dengan fokus di (a, 0) dan garis arah r = ÷a.
Diandaikan 1 (r, j) adalah sembarang titik pada parabola, maka jarak dari 1 ke fokus
1 adalah
[11[ =
_
(r ÷a)
2
+j
2
dan jarak dari 1 ke garis arah, lihat Gambar 4.3, adalah
[11[ = a +r.
Bab 4. Parabola 35
Karena de…nisi parabola mensyaratkan [11[ = [11[, maka diperoleh
_
(r ÷a)
2
+j
2
= a +r
(r ÷a)
2
+j
2
= (a +r)
2
r
2
÷2ar +a
2
+j
2
= a
2
+ 2ar +r
2
j
2
= 4ar. (4.1)
Karena itu, sembarang titik pada parabola memenuhi (4.1). Sebaliknya, diambil 1 (r, j)
memenuhi persamaan (4.1), maka dipunyai
11 =
_
(r ÷a)
2
+j
2
=
_
(r ÷a)
2
+ 4ar
=
_
(r +a)
2
= [11[ (4.2)
yang berarti bahwa 1 (r, j) terletak pada parabola.
Jadi, dari (4.1) dan (4.2) telah dibuktikan bahwa persamaan untuk parabola dengan
puncak di titik asal, fokus di (a, 0), a 0, dan garis arah r = ÷a adalah
j
2
= 4ar
dan dicatat bahwa koe…sien dari r adalah positif.
Selanjutnya, dengan cara yang serupa seperti di atas, kita bisa mendapatkan persamaan
untuk parabola seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 4.2(b) dengan puncak di titik
asal, fokus di 1 (÷a, 0), a 0, dan garis arah r = a, yaitu
j
2
= ÷4ar (4.3)
dan dicatat bahwa koe…sien dari r adalah negatif.
Contoh 4.2 Berikan persamaan untuk parabola dengan fokus di (1, 0) dan garis arah
r = ÷1.
Penyelesaian. Diambil persamaan (4.1) dengan a = 1, kita mempunyai
j
2
= 4r.

Contoh 4.3 Tentukan fokus dan garis arah untuk parabola j
2
+ 10r = 0.
Penyelesaian. Dituliskan kembali persamaan menjadi j
2
= ÷10r dan selanjutnya
dibandingkan dengan persamaan (4.3) karena koe…sien dari r adalah negatif. Kita
melihat bahwa ÷4a = ÷10, sehingga a =
5
2
. Jadi fokusnya di
_
÷
5
2
, 0
_
dan garis
arahnya r =
5
2
.
Garis arah sejajar dengan sumbu r.
Berikutnya, kita akan mencari persamaan untuk parabola seperti yang ditunjukkan
dalam Gambar 4.2(c) dan (d). Di sini kita melihat bahwa parabola dalam Gam-
bar 4.2(c) dan (d) berturut-turut merupakan pencerminan terhadap garis j = r dari
Bab 4. Parabola 36
parabola dalam Gambar 4.2(a) dan (b). Karena itu, jika kita menukarkan r dan j
dalam persamaan (4.1), maka diperoleh
r
2
= 4aj (4.4)
yang merupakan suatu persamaan untuk parabola dalam Gambar 4.2(c) dengan fokus
di (0, a), a 0, dan garis arah j = ÷a. Kemudian, jika kita menukarkan r dan j dalam
persamaan (4.2), maka diperoleh
r
2
= ÷4aj (4.5)
yang merupakan suatu persamaan untuk parabola dalam Gambar 4.2(d) dengan fokus
di (0, ÷a), a 0, dan garis arah j = a.
Contoh 4.4 Berikan persamaan untuk parabola dengan fokus di (0, 4) dan garis arah
j = ÷4.
Penyelesaian. Diambil persamaan (4.4) dengan a = 4, kita mempunyai
r
2
= 16j.

Contoh 4.5 Tentukan fokus dan garis arah untuk parabola 4r
2
= ÷j.
Penyelesaian. Dituliskan kembali persamaan menjadi r
2
= ÷
1
4
j dan selanjutnya
dibandingkan dengan persamaan (4.5) karena koe…sien dari r adalah negatif. Kita
melihat bahwa ÷4a = ÷
1
4
, sehingga a =
1
16
. Jadi fokusnya di
_
0, ÷
1
16
_
dan garis
arahnya j =
1
16
.
Contoh 4.6 Tentukan persamaan parabola dengan puncak di titik asal, simetris ter-
hadap sumbu j, dan melalui titik (2, ÷3).
Penyelesaian. Karena parabola simetris terhadap sumbu j dan mempunyai puncak
di titik asal, maka persamaannya berbentuk r
2
= 4aj atau r
2
= ÷4aj, dengan tanda
positif atau negatif tergantung pada apakah parabola terbuka ke atas atau ke bawah.
Karena parabola melalui (2, ÷3) yang terletak di kuadran IV, berarti parabola haruslah
terbuka ke bawah. Jadi persamaannya berbentuk r
2
= ÷4aj.
Karena parabola melalui (2, ÷3), kita mempunyai
2
2
= ÷4a (÷3) == a =
1
3
.
Oleh karena itu, persamaan parabola adalah
r
2
= ÷
4
3
j == 3r
2
= ÷4j.

Bab 4. Parabola 37
Menggambar Parabola.
Dari persamaan-persamaan parabola dan Gambar 4.2, kita mempunyai pengamatan-
pengamatan berikut ini.
1. Parabola simetris terhadap sumbu. Jika persamaan mempunyai suatu suku j
2
,
maka sumbu simetrinya adalah sumbu r karena (4.1) dan (4.3) tidak berubah
ketika j diganti dengan ÷j. jika persamaan mempunyai suatu suku r
2
, maka
sumbu simetrinya adalah sumbu j karena (4.4) dan (4.5) tidak berubah ketika r
diganti dengan ÷r.
2. Ketika sumbu simetri adalah sumbu r, parabola terbuka
(a) ke kanan jika koe…sien dari r adalah positif,
(b) ke kiri jika koe…sien dari r adalah negatif.
3. Ketika sumbu simetri adalah sumbu j, parabola terbuka
(a) ke atas jika koe…sien dari j adalah positif,
(b) ke bawah jika koe…sien dari j adalah negatif.
Contoh 4.7 Gra…k dari parabola-parabola dalam Contoh 4.2 ÷ 4.5 ditunjukkan seperti
berikut ini.
x = -1
O
y = -4
O
y
x
(1,0)
y
x
O
y
x
(0,4)
O
y
x
x y 4
2
=
( ) 0 ,
2
5

2
5
= x
x y 10
2
− =
y x 16
2
=
( )
16
1
, 0 −
16
1
= y
y x
4
1
2
− =
Bab 4. Parabola 38
4.2 Latus Rectum
De…nisi 4.8 Suatu garis yang menghubungkan sembarang dua titik pada suatu irisan
kerucut dinamakan tali (chord) dari irisan kerucut. Suatu tali yang melalui fokus
dinamakan tali fokus (focal chord). Suatu garis dari fokus ke suatu titik pada irisan
kerucut dinamakan jari-jari fokus (focal radius). Tali fokus yang tegak lurus dengan
sumbu dinamakan latus rectum.
F(a,0)
E
D
C
B
l
A
O
y
x
ax y 4
2
=
Gambar 4.4: Tali-tali dari suatu parabola.
Sebagai contoh, lihat Gambar 4.4, ruas garis ¹1, 1C, dan 11 adalah tali-tali parabola,
¹1 dan 1C adalah tali-tali fokus, 11 adalah jari-jari fokus, dan ¹1 adalah latus
rectum. Selain itu kita juga mempunyai garis ¹1 atau 11 yang dinamakan semi
latus rectum dengan panjangnya dinotasikan |.
Untuk mencari panjang latus rectum ¹1 dari parabola j
2
= 4ar dalam Gambar 4.4,
disubstitusikan r = a ke j
2
= 4ar untuk mendapatkan titik ¹ dan 1, yaitu ¹(a, 2a)
dan 1(a, ÷2a). Karena itu, panjang latus rectum sama dengan 4a atau panjang semi
latus rectum adalah
| = 2a. (4.6)
Dengan cara yang serupa, secara mudah kita dapat membuktikan bahwa panjang semi
latus rectum dari parabola-parabola j
2
= ÷4ar, r
2
= 4aj, dan r
2
= ÷4aj adalah juga
sama dengan (4.6).
4.3 Persamaan Parameter
Diperhatikan parabola j
2
= 4ar yang mempunyai garis arah r = ÷a dan fokus (a, 0).
Di sini kita mencoba untuk memilih bagaimana menyatakan r dan j dalam suku-
suku dari t sedemikian sehingga kita menghindari suatu akar kuadrat. Ini dapat kita
lakukan dengan membuat 4ar sebagai suatu kuadrat sempurna. Diambil r = at
2
,
maka j
2
= 4a
2
t
2
, sehingga j = 2at dimana t dapat bernilai positif atau negatif. Jadi
persamaan parameter untuk parabola yang mempunyai garis arah r = ÷a dan fokus
(a, 0) yaitu
r = at
2
, j = 2at. (4.7)
Ini berarti bahwa jika t adalah sembarang variabel, maka sembarang titik yang memenuhi
kedua persamaan (4.7) terletak pada parabola. Ketika nilai t berjalan dari suatu nilai
negatif besar ke suatu nilai positif besar, titik bergerak sepanjang parabola dan melalui
titik asal ketika t = 0, lihat Gambar 4.7.
Bab 4. Parabola 39
t < 0
t > 0
P(at
2
,2at)
O
y
x
Gambar 4.5: Kurva parabola ketika dipunyai persamaan-persamaan parameter.
4.4 Garis Singgung
Kita dapat menggunakan persamaan parameter dari parabola untuk mencari per-
samaan garis singgung di suatu titik 1 pada parabola.
Dimisalkan garis j = :r + : memotong parabola j
2
= 4ar. Disubstitusikan :r + :
untuk j, diperoleh
(:r +:)
2
= 4ar
:
2
r
2
+ 2::r +:
2
÷4ar = 0
:
2
r
2
+ 2 (:: ÷2a) r +:
2
= 0.
Garis adalah menyinggung jika diskriminannya sama dengan nol, yaitu
4 (:: ÷2a)
2
÷4:
2
:
2
= 0
÷16a:: + 16a
2
= 0
: =
a
:
.
Jadi persamaan-persamaan garis singgung terhadap parabola dengan garis arah r = ÷a
dan fokus (a, 0) mempunyai bentuk
j = :r +
a
:
. (4.8)
Gambar 4.6 mengilustrasikan beberapa garis yang menyinggung parabola.
Teorema 4.9 Diandaikan sembarang dua garis singgung terhadap parabola adalah sal-
ing tegak lurus, maka kedua garis akan berpotongan di suatu titik pada garis arah. (Ini
juga diilustrasikan dalam Gambar 4.6.)
Bukti. Diingat bahwa hasil kali dari kemiringan dua garis yang tegak lurus adalah
sama dengan ÷1. Oleh karena itu, jika kita mengganti : dalam persamaan (4.8)
dengan ÷
1
m
, kita akan memperoleh garis singgung lain terhadap parabola yang tegak
lurus dengan (4.8). Persamaan untuk garis singgung kedua yaitu
j = ÷
1
:
r ÷a:. (4.9)
Bab 4. Parabola 40
x
y
Gambar 4.6: Garis-garis singgung terhadap suatu parabola.
Jika kita mengurangkan (4.9) dari (4.8), kita akan memperoleh r = ÷a yang meny-
atakan absis untuk suatu titik dimana kedua garis singgung tersebut berpotongan. Ini
berarti bahwa dua garis singgung yang tegak lurus akan berpotongan di suatu titik
pada garis arah r = ÷a.
Sekarang kita akan menurunkan suatu persamaan untuk garis yang menyinggung parabola
j
2
= 4ar di titik 1 (r
1
, j
1
). Dari persamaan parameter, diambil (r
1
, j
1
) =
_
at
2
1
, 2at
1
_
adalah suatu titik pada parabola, dan (r
2
, j
2
) =
_
at
2
2
, 2at
2
_
adalah titik lain pada
parabola. Garis yang menghubungkan kedua titik tersebut yaitu
j ÷2at
1
r ÷at
2
1
=
2at
2
÷2at
1
at
2
2
÷at
2
1
=
2
t
2
+t
1
.
Selanjutnya diambil t
2
mendekati t
1
yang pada akhirnya berhimpit. Ini berarti bahwa
dengan pengambilan t
2
= t
1
= t dalam persamaan terakhir akan diperoleh
j ÷2at
r ÷at
2
=
1
t
tj ÷2at
2
= r ÷at
2
tj = r +at
2
(4.10)
yang merupakan persamaan garis singgung di titik 1
_
at
2
, 2at
_
.
Dikalikan persamaan (4.10) dengan 2a, diperoleh
2atj = 2a
_
r +at
2
_
.
Dari persamaan tersebut dapat dilihat bahwa persamaan untuk garis singgung di
(r
1
, j
1
) yaitu
j
1
j = 2a (r +r
1
) . (4.11)
Bab 4. Parabola 41
4.5 Sifat-sifat Parabola
Pada subbab ini akan dibahas sifat-sifat parabola dengan perhatian pada suatu parabola
j
2
= 4ar. Pertama kali akan diperhatikan sifat parabola yang berkaitan dengan tali-tali
sejajar dari parabola. Sifat ini diilustrasikan dalam Gambar 4.7.
y
x O
P
1
P
2
y
1
y
0
y
2
M
Gambar 4.7: Ilustrasi untuk sifat tali-tali yang sejajar.
Teorema 4.10 Titik tengah untuk tali-tali yang sejajar dari suatu parabola terletak
pada satu garis mendatar.
Bukti. Dimisalkan kemiringan dari tali-tali yang sejajar adalah :, dan sembarang satu
tali tersebut, misalnya 1
1
1
2
, dinyatakan dengan persamaan j = :r+/. Untuk mencari
titik-titik koordinat 1
1
dan 1
2
perlu diselesaikan persamaan-persamaan j
2
= 4ar dan
j = :r +/. Disubstitusikan r =
y
2
4a
ke persamaan j = :r +/ untuk memperoleh
:j
2
÷4aj + 4a/ = 0.
Akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut adalah ordinat-ordinat j
1
dan j
2
untuk 1
1
dan 1
2
; dan ordinat j
0
untuk titik tengah ' dari 1
1
1
2
adalah setengah dari jumlahan
j
1
dan j
2
, artinya j
0
=
1
2
(j
1
+j
2
). Sementara itu, dari persamaan kuadrat diperoleh
bahwa j
1
+ j
2
=
4a
m
. Oleh karena itu j
0
=
2a
m
, artinya bahwa ordinat untuk titik
tengah dari tali 1
1
1
2
tidak tergantung pada konstanta / dan hanya tergantung pada
kemiringan :. Dengan kata lain, titik tengah untuk tali-tali yang sejajar terletak pada
satu garis mendatar j =
2a
m
.
De…nisi 4.11 Tempat kedudukan titik-titik tengah untuk sembarang tali-tali yang se-
jajar dari suatu irisan kerucut dinamakan diameter dari irisan kerucut.
Sifat berikutnya untuk parabola yaitu yang berkaitan dengan tali fokus dan garis
singgung di titik (r
1
, j
1
). Sifat ini diilustrasikan dalam Gambar 4.8.
Teorema 4.12 Jika suatu garis menyinggung parabola di suatu titik 1 dan memotong
garis arah di suatu titik Q, maka 1 dan Q membentuk sudut siku-siku di titik fokus 1,
artinya \11Q = 90

.
Bukti. Tanpa kehilangan keumuman, akan dibuktikan untuk parabola j
2
= 4ar yang
mempunyai garis arah r = ÷a dan fokus 1 (a, 0). Garis singgung di 1 (r
1
, j
1
) yaitu
j
1
j = 2a (r +r
1
) .
Bab 4. Parabola 42
R
Q
P
F
y
x
Gambar 4.8: Ilustrasi untuk sifat dari tali fokus dan garis singgung untuk parabola.
Disubstitusikan r = ÷a ke persamaan di atas untuk mendapatkan titik potong antara
garis arah dengan garis singgung, yaitu
Q =
_
÷a,
2a (r
1
÷a)
j
1
_
.
Kemiringan garis 11 dan 1Q berturut-turut adalah
:
PF
=
j
1
r
1
÷a
, :
QF
=
2a(x
1
a)
y
1
÷a ÷a
=
r
1
÷a
÷j
1
.
Secara mudah kita dapat melihat bahwa hasil kali dari kedua kemiringan sama dengan
÷1. Karena itu garis 11 tegak lurus dengan 1Q.
Dari Teorema 4.9 dan Teorema 4.12 diperoleh akibat seperti berikut.
Akibat 4.13 Diandaikan sembarang dua garis singgung terhadap parabola adalah sal-
ing tegak lurus, maka kedua titik singgung merupakan ujung-ujung dari tali fokus parabola.
(Ini juga diilustrasikan dalam Gambar 4.8.)
De…nisi 4.14 Proyeksi pada sumbu r dari ruas garis singgung untuk parabola dengan
titik-titik ujung pada sumbu r dan titik singgung 1 dinamakan subtangent untuk titik
1. Sementara itu, proyeksi pada sumbu r dari ruas garis normal dengan titik-titik
ujung pada sumbu r dan titik singgung 1 dinamakan subnormal untuk titik 1.
Diperhatikan Gambar 4.9. Diketahui bahwa garis singgung parabola di titik 1 mem-
otong sumbu r di titik T dan garis normalnya memotong sumbu r di titik ·. Ruas
garis TQ adalah subtangent, sedangkan ruas garis Q· adalah subnormal.
Berikut ini dibuktikan sifat-sifat parabola yang muncul berkaitan dengan subtangent,
subnormal, dan garis singgung di titik (r
1
, j
1
). Sifat-sifat ini diilustrasikan dalam
Gambar 4.10.
Teorema 4.15 Titik tengah dari subtangent TQ adalah titik asal O(0, 0).
Bab 4. Parabola 43
O T
P
Q
y
x
N
Gambar 4.9: Subtangent dan subnormal untuk titik singgung parabola.
O T
P
1
Q
y
x
N F
R
α
β
β S
K
Gambar 4.10: Ilustrasi dari sifat parabola yang berkaitan dengan garis singgung di suatu
titik pada parabola.
Bukti. Persamaan garis singgung di titik 1
1
(r
1
, j
1
) adalah j
1
j = 2a (r +r
1
). Titik
T dicari dengan mengambil j = 0 dalam persamaan garis singgung. Dengan cara ini
diperoleh titik T (÷r
1
, 0), sehingga [OT[ = r
1
. Karena [OQ[ = r
1
, maka OT dan
OQ mempunyai panjang sama. Ini berarti bahwa O(0, 0) adalah titik tengah dari
subtangent TQ.
Teorema 4.16 Diambil 1 adalah fokus dan 1
1
1 tegak lurus terhadap garis arah 11,
maka garis singgung di 1
1
membagi sudut 11
1
1 menjadi dua sama besar.
Bukti. Berdasarkan de…nisi parabola dipunyai bahwa 1
1
1 = 1
1
1 = a + r
1
. Selain
itu, berdasarkan sifat sebelumnya dan juga de…nisi parabola diperoleh
T1 = TO +O1 = OQ+O1 = OQ+O1 = r
1
+a.
Oleh karena itu 1
1
1 = 1
1
1 = T1. Jadi, T11
1
1 adalah suatu belah ketupat dan
, = c.
Akibat 4.17 Sudut 1
1
1T sama dengan dua kali sudut 1
1
T1.
Bukti. Berdasarkan kenyataan bahwa keempat sudut belah ketupat adalah sama besar.
Teorema 4.18 Jika garis 11
1
diperpanjang dari titik 1
1
ke suatu titik o, maka garis
normal ·1
1
membagi sudut 11
1
o menjadi dua sama besar.
Bukti. Karena ·1
1
tegak lurus dengan 1
1
T, maka 11
1
· adalah komplemen dari c.
Di sisi lain, dipunyai bahwa ·1
1
o adalah komplemen dari ,. Jadi, berdasarkan sifat
sebelumnya, , = c, diperoleh bahwa sudut 11
1
· sama dengan sudut ·1
1
o.
Bab 4. Parabola 44
Teorema 4.19 Panjang subnormal Q· sama dengan 2a untuk semua posisi titik 1
1
pada parabola.
Bukti. Karena T11
1
1 adalah suatu belah ketupat, maka 11 tegak lurus terhadap
T1
1
. Karena itu 11 sejajar dengan 1
1
·, sehingga segitiga 111 sebangun dengan
segitiga 1
1
1· dan ini berarti bahwa
[Q·[ = [11[ = 2a.
4.6 Persamaan Kutub
Dalam koordinat kutub, dipilih fokus adalah kutub dari koordinat polar dan sumbu
mayor adalah garis awal (0 = 0

) untuk koordinat polar.
SOAL-SOAL UNTUK BAB 4
Dalam soal (1) ÷ (8), gambarkan setiap parabola, cari panjang latus rectum, koordinat
fokus, dan persamaan garis arah. Beri tanda untuk fokus dan gambarkan garis arah
dalam setiap gambar.
(1) j
2
= 8r (2) j
2
= ÷8r (3) j
2
= 12r (4) r = 2j
2
(5) 6r = ÷j
2
(6) r
2
= 8j (7) r
2
= ÷8j (8) 2r
2
= 9j
Dalam persamaan j
2
= 4ar, cari nilai j terhadap kondisi berikut ini:
(9) Parabola melalui titik (2, 6).
(10) Panjang latus rectum sama dengan 16.
(11) Jarak dari puncak ke fokus sama dengan 3.
(12) Koordinat fokus yaitu (÷5, 0).
Dalam soal (13) ÷ (17), cari persamaan parabola dengan puncak di titik asal, sumbu
parabola adalah salah satu sumbu koordinat, dan juga memenuhi kondisi yang diberikan.
(13) Garis dari (÷2, 5) ke (÷2, ÷5) adalah suatu tali parabola.
(14) Garis dari (÷2, 6) ke (2, 6) adalah suatu tali parabola.
(15) Koordinat fokus yaitu (0, ÷3).
(16) Koordinat fokus terletak pada garis 3r + 4j = 12.
(17) Garis arah yaitu garis j = 6.
Dalam soal (18) ÷(23), cari persamaan parabola yang memenuhi kondisi yang diberikan.
Bab 4. Parabola 45
(18) Fokus (6, 0) dan garis arah r = ÷6.
(19) Fokus (0, ÷3) dan garis arah j = 3.
(20) Puncak (0, 0) dan fokus (3, 0).
(21) Puncak (0, 0) dan fokus (÷2, 0).
(22) Puncak (0, 0), melalui (2, 3) , dan sumbunya adalah sepanjang sumbu r.
(23) Puncak (0, 0), melalui (5, 2) , dan simetris terhadap sumbu j.
(24) Dalam parabola j
2
= 4ar, suatu segitiga sama sisi dibuat sedemikian sehingga
puncaknya terletak di titik asal dan kedua titik sudut lainnya terletak pada
parabola. Cari panjang sisi-sisi segitiga tersebut.
(25) Diberikan parabola j
2
= 16r. Cari persamaan lingkaran dengan pusat (12, 0)
dan melalui titik-titik ujung latus rectum. Dengan mencari titik potong antara
lingkaran dan parabola, tunjukkan bahwa lingkaran dan parabola adalah bers-
inggungan.
(26) Suatu irisan penampang (cross-section) dari pemantul cahaya berbentuk parabola
ditunjukkan dalam gambar berikut:
V
A
B
C
D
F
5 cm
5 cm
11 cm
The bulb ditempatkan di fokus dan diameter di fokus adalah 10 cm.
(a) Cari persamaan parabola.
(b) Cari diameter CD yang terletak 11 cm dari puncak.
(27) Jika suatu pemantul cahaya berbentuk parabola dengan diameter 20 cm dan
kedalaman 5 cm, tentukan fokusnya.
(28) Diketahui suatu busur berbentuk parabola dengan sumbunya tegak. Busur mem-
punyai tinggi 10 m dan lebar 5 m pada ujung-ujungnya. Berapakah lebar busur
yang jaraknya 2 m dari puncak parabola.
Daftar Pustaka
[1] Sicelo¤, L.P., Wentworth, G., dan D.E. Smith (1922), Analytic Geometry, Ginn and
Company, Boston.
[2] Stewart, J. (), Essential Calculus: Early Transcendentals
[3] Uppal, S. (2006), Mathematics: Textbook for Class XI, NCERT Publication.
46

Daftar Isi
1 Tinjauan 1.1 Koordinat Kartesius . . . . . . . 1.2 Jarak antara Dua Titik . . . . . 1.3 Garis Lurus . . . . . . . . . . . . 1.4 Koordinat Kutub . . . . . . . . . 1.5 Persamaan-persamaan Parameter 1 1 3 4 13 15 22 22 24 26 26 28 33 33 38 38 39 41 44

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . dan Kurva

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

. . . . .

2 Irisan-irisan Kerucut 2.1 Irisan Bidang dari Suatu Kerucut . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2.2 Eksentrisitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3 Lingkaran 3.1 Persamaan Lingkaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 3.2 Persamaan Garis Singgung . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4 Parabola 4.1 Persamaan Baku . . . 4.2 Latus Rectum . . . . . 4.3 Persamaan Parameter 4.4 Garis Singgung . . . . 4.5 Sifat-sifat Parabola . . 4.6 Persamaan Kutub . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

i

Bab 1

Tinjauan
Dalam bab ini didiskusikan kembali tentang koordinat geometri dalam dua dimensi dan geometri dari garis lurus. Di sini kita melihat bagaimana meletakkan dan melabelkan titik pada bidang Kartesius, dan juga menggambar gra…k dari beberapa persamaan atau pertidaksamaan yang sederhana. Kita juga akan melihat bagaimana menghitung jarak antara dua titik, membentuk berbagai persamaan dari suatu garis, menghitung jarak suatu titik ke suatu garis, dan sudut antara dua garis. Pada bagian akhir diperkenalkan kembali mengenai sistem koordinat kutub dan persamaan-persamaan parameter.

1.1

Koordinat Kartesius

Titik pada suatu bidang dapat diidenti…kasi dengan pasangan terurut dari bilanganbilangan real. Kita mulai dengan menggambar dua garis koordinat tegak lurus yang berpotongan di titik asal O (0; 0). Biasanya satu garis adalah mendatar dengan arah positif ke kanan dan dinamakan sumbu x. Garis lainnya adalah tegak dengan arah positif ke atas dan dinamakan sumbu y.

y 4 b 3 2 1 -3 -2 -1 O -1 x 1 2 3 a 4 5 P(a,b) (-2,2) 4 3 2 1

y

(1,3)

II

I

(5,0) x 1 2 3 4 5

-3 -2 -1 O -1 (-3,-2) -2 -3 -4

III

-2 -3 -4

IV

(2,-4)

(a)

(b)
Gambar 1.1: Peletakan dan pelabelan titik.

1

Bab 1. Tinjauan

2

Sembarang titik P pada bidang dapat dinyatakan oleh suatu pasangan terurut tunggal dari bilangan-bilangan seperti berikut ini. Digambar garis-garis yang melalui P dan tegak lurus terhadap sumbu x dan y. Garis-garis tersebut memotong sumbu-sumbu di titik-titik dengan koordinat a dan b seperti ditunjukkan dalam Gambar 1.1(a). Selanjutnya titik P ditetapkan dengan pasangan terurut (a; b). Bilangan pertama a dinamakan koordinat x dari P , bilangan kedua b dinamakan koordinat dari y dari P . Kita mengatakan bahwa P adalah titik dengan koordinat (a; b), dan kita menotasikan titik tersebut dengan simbol P (a; b). Dalam Gambar 1.1(a) beberapa titik diberikan dengan koordinat-koordinatnya. Dengan membalikkan proses sebelumnya kita bisa mulai dengan suatu pasangan terurut (a; b) dan sampai di titik P yang berkorespondensi. [Meskipun notasi yang digunakan untuk interval terbuka (a; b) sama seperti notasi yang digunakan untuk suatu titik (a; b), anda akan mampu untuk mengetahui konteks mana yang dimaksudkan di sini.] Dari pembahasan di atas dipunyai suatu sistem koordinat, yaitu suatu sistem untuk menentukan titik-titik menggunakan koordinat-koordinat, yang terdiri dari dua garis bilangan real yang saling tegak lurus dan ditempatkan sedemikian sehingga berpotongan di suatu titik yang menyatakan bilangan nol untuk keduanya. Sistem koordinat tersebut dinamakan sistem koordinat persegi panjang atau sistem koordinat Kartesius dalam dua dimensi. Nama Kartesius berkaitan dengan matematikawan Perancis bernama René Descartes (1596-1650, Latin: Cartesius) yang memperkenalkannya pada tahun 1637. Bidang yang disediakan oleh sistem koordinat dinamakan bidang koordinat atau bidang Kartesius dan dinotasikan dengan R2 = f(x; y) : x; y 2 Rg = R R;

dimana R = ( 1; 1) menotasikan suatu interval atau himpunan dari semua bilangan real. Dalam pasangan terurut (x; y), bilangan pertama x dinamakan absis (abscissa), sedangkan bilangan kedua y dinamakan ordinat (ordinate). Sumbu-sumbu koordinat x dan y membagi bidang Kartesius menjadi empat kwadran yang dilabelkan I, II, III, dan IV seperti dalam Gambar 1.1(b). Dicatat bahwa kwadran I terdiri dari titik-titik dimana sumbu x dan y adalah positif. Contoh 1.1 Gambarkan dan buat sketsa dari daerah yang diberikan oleh himpunanhimpunan berikut ini. (a) f(x; y) : x 0g (b) f(x; y) : y = 1g (c) f(x; y) : jyj < 1g Penyelesaian. (a) Titik dimana koordinat x adalah 0 atau positif, yaitu terletak pada sumbu y atau ke arah kanannya seperti yang dinyatakan oleh daerah arsiran dalam Gambar 1.2(a). (b) Himpunan dari semua titik dengan koordinat y adalah 1, yaitu dinyatakan oleh suatu garis mendatar satu satuan di atas sumbu x (lihat Gambar 1.2(b)). (c) Dari aljabar dipunyai jyj < 1 jika hanya jika 1 < y < 1:

Jadi. y y2 P2(x2. Tinjauan 3 Daerah yang diberikan terdiri dari titik-titik dalam bidang dimana koordinat y terletak antara 1 dan 1. (c) y < 1 1.Bab 1. dapat dicari dengan mudah.2: Penyelesaian untuk Contoh 1.2(c) untuk menyatakan bahwa titik-titik pada garis tersebut tidak masuk dalam himpunan. y1 ) pada suatu garis mendatar sama dengan jx2 x1 j. Dari aljabar dipunyai bahwa jarak antara titik a dan b pada suatu garis bilangan adalah ja bj = jb aj. y1 ) dan P2 (x2 .1.3: Jarak antara dua titik P1 dan P2 . jarak antara titik P1 (x1 .y1) x2 x x2 − x1 x1 Gambar 1. jarak antara dua titik. y2 ) diketahui. Jadi daerah tersebut terdiri dari semua titik yang terletak di antara (tetapi tidak pada) garis mendatar y = 1 dan y = 1. dinotasikan jP1 P2 j. y1 ) dan P3 (x2 . y2 ) dan P3 (x2 . [Garisgaris tersebut ditunjukkan seperti garis putus-putus dalam Gambar 1.3 adalah suatu segitiga siku-siku. kita mencatat bahwa segitiga P1 P2 P3 dalam Gambar 1. y1 ) pada suatu garis tegak sama dengan jy2 y1 j.y1) y2 − y1 P3(x2. Digambarkan koordinat-koordinat dari P1 dan P2 .3).] y y y y=1 y=1 O x O x O y = -1 x (a) x ≥ 0 (b) y = 1 Gambar 1. dan digambar ruas garis P1 P3 tegak lurus terhadap P3 P2 (lihat Gambar 1.2 Jarak antara Dua Titik Ketika koordinat-koordinat dari dua titik P1 (x1 . dan jarak antara titik P2 (x2 . dan karena itu dengan Teorema Pythagoras kita .y2) P P2 1 y1 O P1(x1. Untuk mencari jarak jP1 P2 j.

Berapakah luas bidang datar dari segitiga ABC? Suatu cara untuk menjawab pertanyaan ini disarankan oleh gambar di bawah ini. y3 ) adalah tiga titik pada bidang Kartesius.2 Secara cepat.Bab 1. Untuk mencari persamaan dari garis tersebut. yaitu suatu ukuran keterjalan dari garis.y1) O A′ C′ B′ x Kita melihat bahwa luas bidang datar dari segitiga ABC = luas bidang datar dari trapesium A0 ACC 0 +luas bidang datar dari trapesium C 0 CBB 0 = luas bidang datar dari trapesium A0 ABB 1 1 (x3 x1 ) (y3 + y1 ) + (x2 x3 ) (y2 + y3 ) 2 2 1 (x2 x1 ) (y2 + y1 ) 2 1 [x1 (y2 y3 ) + x2 (y3 y1 ) + x3 (y1 y2 )] 2 x1 x2 x3 1 y1 y 2 y 3 . misalnya P1 (x1 . y2 ).y2) A(x1. 2 1 1 1 = = dimana tanda mutlak di sini menyatakan determinan dari matriks. y1 ) dan P2 (x2 .3 Diambil A (x1 . B (x2 . maka kita dapat menggambar satu dan hanya satu garis yang melalui kedua titik tersebut. . 1.1) (x2 x1 )2 + (y2 y1 )2 : Contoh 1. 3) sama dengan q p p (5 1)2 + (3 ( 2))2 = 42 + 52 = 41: Contoh 1. 2) dan (5. dan C (x3 .3 Garis Lurus Di sini kita akan menggunakan kata "garis" untuk mengartikan suatu garis lurus. Tinjauan mempunyai jP1 P2 j = = q q q jP1 P3 j + jP2 P3 j = jx2 2 2 4 x1 j2 + jy2 y1 j2 (1.y3) B(x2. Jika kita mempunyai dua titik. jarak antara (1. kita menggunakan kemiringannya. y1 ). y C(x3. y2 ).

kemiringan adalah laju perubahan dari y terhadap x. dan suatu garis mendatar mempunyai kemiringan 0. Oleh karena itu. y1 ) dan mempunyai kemiringan m. y.3) dan kita mengamati bahwa persamaan tersebut juga dipenuhi ketika x = x1 dan y = y1 .y1) ∆y = y2 − y1 m= 1 2 ∆x = x2 − x1 O x O m=−1 2 m = -1 m = -2 m = -5 x m=0 (a) Gambar 1. Contoh 1.y2) l y m=5 m=2 m=1 P1(x1.4(a). 4). (b) Gambar 1. Penyelesaian. Sekarang kita mencari persamaan garis l yang melalui suatu titik P1 (x1 . x. 2) dan (3. Dicatat bahwa garis-garis dengan kemiringan positif mempunyai arah naik ke kanan. Jadi kemiringan dari suatu garis adalah rasio perubahan dalam y. dengan x 6= x1 . terhadap perubahan dalam x.4: Kemiringan garis. (Lihat Gambar 1.Bab 1. Bentuk titik-kemiringan dari persamaan garis. y). y1 ) dan P2 (x2 . Tinjauan 5 De…nisi 1. artinya y x y1 = m: x1 Persamaan tersebut dapat dituliskan kembali menjadi y y1 = m (x x1 ) (1. Kenyataan bahwa garis adalah lurus mempunyai arti bahwa laju perubahan adalah konstan. sedangkan garis-garis dengan kemiringan negatif mempunyai arah turun ke kanan. Dicatat juga bahwa garis paling terjal adalah garis yang mempunyai nilai mutlak kemiringan terbesar. (1.4(b) memperlihatkan beberapa garis yang dilabelkan dengan kemiringannya. y2 ) yaitu m= y y2 = x x2 y1 : x1 (1.3) adalah suatu persamaan dari garis l yang diberikan. Kemiringan dari garis adalah m= 4 3 2 = ( 1) 3 : 2 . Suatu titik P (x. terletak pada garis l jika hanya jika kemiringan dari garis yang melalui P1 dan P sama dengan m. y P2(x2.5 Cari suatu persamaan garis yang melalui titik ( 1.2) Kemiringan dari suatu garis tegak adalah tidak terde…nisi.4 Kemiringan (slope) dari suatu garis tidak tegak yang melalui titik-titik P1 (x1 .) Oleh karena itu.

kita memperoleh (x + 1) Bentuk kemiringan-perpotongan dari persamaan garis. dengan x1 = 0 dan y1 = b. (Lihat Gambar 1. yang disederhanakan menjadi y = mx + b: y b y = mx+b y y=b x=a O x O x (a) (b) Gambar 1. kemiringannya adalah 0. sehingga persamaannya adalah y = b.5: Garis yang memotong sumbu y di b atau memotong sumbu x di a. karena koordinat x dari setiap titik pada garis adalah a. b). Selanjutnya diandaikan suatu garis tidak tegak mempunyai kemiringan m dan memotong y di b. jika suatu garis adalah mendatar. y) : x + 2y > 5g dan kita mulai dengan menyelesaikan ketaksamaan untuk y: x + 2y > 5 2y > y > x+5 5 1 x+ : 2 2 . menjadi y b = m (x 0) . Secara khusus. sehingga bentuk titik-kemiringan dari persamaan suatu garis. Penyelesaian. dimana b adalah perpotongan garis dengan sumbu y (lihat Gambar 1. Tinjauan Dengan penggunaan bentuk (1:3) dimana x1 = y yang disederhanakan menjadi 3x + 2y = 1: 2= 3 2 6 1 dan y1 = 2.Bab 1. Suatu garis tegak tidak mempunyai kemiringan.) Ini berarti bahwa garis memotong sumbu y di titik (0.6 Gambarkan gra…k dari ketaksamaan x + 2y > 5.5(a). dimana a adalah perpotongan garis dengan sumbu x. Kita diminta untuk menggambarkan daerah dari himpunan f(x.5(b)). tetapi kita dapat menuliskan persamaannya seperti x = a. Contoh 1.

8 Cari suatu persamaan dari garis yang melalui titik (5. Dua garis tak tegak adalah sejajar jika hanya jika keduanya mempunyai kemiringan yang sama. 2) dan sejajar dengan garis 4x + 6y + 5 = 0.6. Proposisi 1. seperti diilustrasikan dalam Gambar 1. 6 yang merupakan bentuk kemiringan-perpotongan dengan m = 2 . y 5 2 O 5 x Gambar 1. Kita melihat bahwa gra…k yang ditanyakan terdiri dari titik-titik dimana koordinat-koordinat y lebih besar 1 daripada titik-titik pada garis y = 2 x+ 5 . Contoh 1. 2.9 Tunjukkan bahwa garis 2x + 3y = 1 dan 6x lurus. sehingga garis yang dicari mempunyai kemiringan 2 3 dan persamaannya dalam bentuk titik-kemiringan adalah y 2= 2 (x 3 5) : Kita dapat menuliskannya kembali menjadi 2x + 3y = 16. Kemiringan dapat digunakan untuk menunjukkan apakah garis-garis adalah sejajar atau tegak lurus.6: Penyelesaian untuk Contoh 1. Dua garis dengan kemiringan m1 dan m2 adalah tegak lurus jika hanya jika m1 m2 = 1. Garis yang sejajar 3 mempunyai kemiringan sama. yang menyatakan 2 1 5 suatu garis dengan kemiringan 2 dan memotong sumbu y di 2 .7 1. Garis-garis yang sejajar dan tegak lurus. Garis yang diberikan dapat dituliskan dalam bentuk y= 2 x 3 5 . 4y 1 = 0 adalah tegak .Bab 1. Tinjauan 7 5 Dibandingkan ketaksamaan di atas dengan persamaan y = 1 x + 2 . artinya bahwa kemiringan satu garis adalah negatif kebalikan dari yang lainnya: 1 m2 = : m1 Contoh 1.6. Penyelesaian. Jadi gra…knya adalah daerah yang terletak 2 di atas garis.

0). Berikutnya. kedua garis adalah tegak lurus. sedangkan perpotongan dengan garis l dinamakan S. Berikut ini dilakukan suatu trik untuk memudahkan pencarian tersebut dengan memperhatikan Gambar 1.4) a . 2 Jarak dari suatu titik ke garis. y0 ) adalah suatu titik pada Garis tersebut mempunyai kemiringan b bidang Kartesius yang tidak perlu terletak pada garis l.7: Konstruksi garis dalam pencarian jarak tegak lurus dari suatu titik ke garis. y0 ) dan mempunyai kemiringan b persamaannya adalah y y0 = a (x b x0 ) atau y = ax + ax0 + by0 : b b Garis RS mempunyai kemiringan dan melalui (0. Perpotongan garis n a dengan garis m dinamakan titik R. Garis m berpotongan dengan garis RS ketika a b ax + ax0 + by0 x= : a b .y) S O x P0(x0. Garis a karena sejajar dengan garis l.y0) m Gambar 1. y n R l Q(x. yaitu jarak jP0 Qj. Karena m1 m2 = 1. Kita akan mencari jarak jRSj yang tentu saja sama dengan jarak jP0 Qj yang kita inginkan pada awalnya. dikonm juga mempunyai kemiringan b struksi suatu garis n yang sejajar dengan P Q dan melalui titik asal. Pertama kali dicari koordinat dari titik R yang merupakan perpotongan antara garis a . Karena garis m melalui (x0 . Tinjauan 8 Penyelesaian. Kita tertarik untuk mencari jarak tegak lurus dari titik P0 ke garis. sehingga persamaannya adalah a b y = x. Garis n ini akan b mempunyai kemiringan karena tegak lurus dengan garis l. Sekarang diperhatikan suatu garis l yang dituliskan dalam bentuk ax + by + c = 0: (1. Dikonstruksi suatu garis m yang sejajar dengan garis l dan melalui titik P0 . Persamaan-persamaan yang diberikan dapat dituliskan kembali menjadi 2 1 3 1 y= x+ dan y = x . maka m dan n.Bab 1.7. Diambil P0 (x0 . 3 3 2 4 sehingga kita dapat melihat bahwa kemiringan dari garis-garis tersebut berturut-turut 2 adalah m1 = 3 dan m2 = 3 .

diperoleh koordinat titik S yaitu a bc a2 + b2 : ac . dan beberapa kombinasi dari a. y0 ) ke garis ax + by + c = 0 diberikan oleh jax0 + by0 + cj p d= : (1. b. Perpotongan a b tersebut terjadi ketika b ax + c x= . menggunakan rumus jarak (1. a b yang memberikan penyelesaian untuk x yaitu x= Setelah disubstitusikan kembali ke y = a2 ac : + b2 b x.5) a2 + b2 . Jadi. diperoleh x= a (ax0 + by0 ) : a2 + b2 b x. x0 . a2 + b2 a2 + b2 Berikutnya dicari koordinat dari titik S yang merupakan perpotongan antara garis b ax + c y = x dan ax+by +c = 0 (yang dapat dituliskan menjadi y = ). yaitu s a (ax0 + by0 ) 2 bc b (ax0 + by0 ) ac + jRSj = 2 + b2 2 + b2 2 + b2 a a a a2 + b2 q ( a (ax0 + by0 + c))2 + ( b (ax0 + by0 + c))2 = a2 + b2 q (a2 + b2 ) (ax0 + by0 + c)2 = a2 + b2 p (a2 + b2 ) jax0 + by0 + cj = a2 + b2 jax0 + by0 + cj p = : a2 + b2 2 Tanda nilai mutlak adalah perlu karena jarak haruslah bernilai positif. Tinjauan Diselesaikan persamaan terakhir untuk x. dan c dapat menghasilkan suatu bilangan negatif dalam pernyataan ax0 + by0 + c.1). y0 .Bab 1. jarak dari titik P0 (x0 . a2 + b2 Sekarang dihitung jarak jRSj. diperoleh koordinat titik R yaitu a : 9 Setelah disubstitusikan kembali ke y = a (ax0 + by0 ) b (ax0 + by0 ) .

sehingga perx2 y2 (x x2 ) x2 y2 ) (x x2 ) y2 ) x (y3 y2 ) x2 .3 yaitu dengan mencatat bahwa luas bidang datar dari suatu segitiga 1 adalah 2 alas tinggi. jBCj2 = (x3 Garis BC mempunyai kemiringan samaannya adalah y (x3 (x3 x2 ) y x2 ) (y (x3 y3 x3 x2 )2 + (y3 y2 )2 : y2 dan melalui titik (x2 . jarak tegak lurus dari A ke BC yaitu d = j(y3 j(y3 j(y3 j(y3 y2 ) x1 r (x3 (y3 x2 ) y1 + (x3 y2 )2 + ( (x3 x2 ) y2 x2 ))2 (y3 y2 ) x2 j (y3 y2 ) x2 j = y2 ) x1 = = y2 ) (x1 y2 ) (x1 q (y3 (x x2 ) y1 + (x3 x2 ) y2 r3 (y3 y2 )2 + (x3 x2 )2 x2 ) (x3 x2 ) (y1 x2 )2 x2 ) (y1 y2 )j y2 )j y2 )2 + (x3 x2 ) (x3 jBCj .Bab 1. yaitu d= 10 2x+3y+4 = 0. Secara mudah.10 Jarak tegak lurus dari titik (5. 6) ke garis rumus jarak yang sudah diperoleh. Sebagai contoh. menggunakan j 2 5 + 3 6 + 4j j12j 12 12 p q 13: =p =p = 13 13 13 ( 2)2 + 32 Contoh 1. maka kita dapat menghitung luas bidang datar dari segitiga. jika kita dapat mencari panjang dari sisi BC dan jarak tegak lurus dari A ke BC. Tinjauan Contoh 1.12 Suatu metode alternatif untuk mencari luas bidang datar dari segitiga dalam Contoh 1. Sekarang 5 digunakan rumus jarak yang sudah diperoleh untuk mendapatkan d= j6 ( 3) 5 7 + 10j j 43j 43 43 p q 61: = p =p = 61 61 61 62 + ( 5)2 Contoh 1. y2 ). 7) ke garis y = 6 x + 2. y3 x3 y2 ) = (y3 y2 = x2 ) y2 = (y3 yang dapat dituliskan menjadi (y3 y2 ) x (x3 x2 ) y + (x3 x2 ) y2 (y3 y2 ) x2 = 0: Karena itu. pertama kali 5 dituliskan persamaan garis menjadi 6 x y + 2 = 0 atau 6x 5y + 10 = 0.11 Untuk mencari jarak dari titik ( 3.

8: Sudut antara dua garis. luas bidang datar dari segitiga ABC sama dengan 1 j(y3 2 y2 ) (x1 x2 ) (x3 x2 ) (y1 y2 )j : 11 Bisa diperiksa dengan mudah bahwa hasil ini sama dengan hasil di Contoh 1. diperoleh sudut dari l1 ke l2 : tan ( ) = tan ( ) tan ( ) tan ( ) = . garis kedua memotong sumbu x di titik B. Kita mencatat bahwa sudut ACB sama dengan dan sudut ABC sama dengan 180 . misalnya dan dimana tan ( ) = m1 dan tan ( ) = m2 . Perpotongan kedua garis dengan sumbu x secara berturut-turut membentuk sudut.6) Kita tertarik untuk mencari sudut yang dibentuk oleh kedua garis tersebut. dan dilabelkan dengan (lihat Gambar 1. (Lihat Gambar 1.Bab 1. Tinjauan Jadi. dan perpotongan kedua garis adalah titik C. Sudut antara dua garis. Dimisalkan bahwa garis pertama memotong sumbu x di titik A.8(a)). menggunakan rumus trigonometri elementer. 1 + tan ( ) tan ( ) atau tan ( ) = m2 m1 : 1 + m2 m1 . Sekarang diperhatikan dua garis yang mempunyai persamaan: l1 : y = m1 x + c1 dan l2 : y = m2 x + c2 : (1. Karena jumlah dari ketiga sudut segitiga sama dengan 180 . maka dipunyai hubungan + + 180 = 180 atau = : Oleh karena itu.3. Sudut positif di sebelah kanan garis dan di atas sumbu x dinamakan sudut kemiringan (inclination). y y l2 y = mx + c y = m2x + c2 φ θ C β B l1 ∆y y = m1x + c1 γ O ∆x α x O A x (a) (b) Gambar 1. Ketika suatu garis memotong sumbu x. beberapa sudut dibentuk.8(b)). Di sini kita melihat bahwa sudut yang dibentuk oleh suatu garis y = mx + c dan sumbu x memenuhi tan ( ) = m.

atau. B (4. Selanjutnya karena m1 = 4 ( 1) = 3 4 5 dan m2 = 1 ( 3) 2 = .14 Diberikan a1 x + b1 y + c1 = 0 dan a2 x + b2 y + c2 = 0 berturut-turut adalah persamaan dari garis l1 dan l2 . dari l1 ke l2 . 4 ( 5) 9 maka tangent dari sudut ABC sama dengan 2 ( 5) m2 m1 = = 9 2 1 + m2 m1 1 + 9 ( 5) 47 9 1 9 = 47: Garis Melalui Perpotongan Dua Garis. 1). Tinjauan Untuk mencari sudut .Bab 1. 3). menyatakan persamaan garis l3 yang melalui irisan dari garis l1 dan l2 . kita mempunyai tan ( ) = tan (180 )= m1 m2 : = 1 + m1 m2 tan ( ) 12 Contoh 1. y 4 3 2 1 -5 -4 -3 -2 -1 O -1 -2 A -3 -4 1 l2 2 3 4 5 B x l1 C Di sini sudut ABC adalah sudut dari BC ke BA. dan C (3. 4). dimana k adalah suatu konstanta sembarang. Teorema 1. dari l2 ke l1 .13 Diperhatikan segitiga dengan titik-titik sudut A ( 5. . dalam gambar. Berikut ini diberikan suatu teorema dimana kita bisa menentukan suatu persamaan garis yang melalui perpotongan dua garis tanpa harus mencari titik potong. maka persamaan a1 x + b1 y + c1 + k (a2 x + b2 y + c2 ) = 0. seperti gambar berikut ini.

Berdasarkan teorema di atas. kita memperoleh bahwa 3x + 2y = 8 adalah persamaan yang diminta. karena substitusi x1 untuk x dan substitusi y1 untuk y dalam persamaan dari l3 hanya memberikan nilai k.9. ) akan secara tepat berada di kutub tanpa memperhatikan . ) yang memenuhi hubungan berikut: x2 + y 2 = r2 . persamaan yang dicari adalah 3x 2y 4 + k (y 4x + 7) = 0: Karena garis tersebut melalui (4. k dapat ditentukan oleh kondisi bahwa l3 melalui sembarang titik lain pada bidang. dan sudut dinamakan sudut kutub (polar angle) yang menyatakan sudut antara garis dan sumbu kutub. menyatakan garis-garis yang melalui irisan dari l1 dan l2 . Selain itu. y ) = ( r . misalnya (x1 .15 Cari persamaan garis yang melalui irisan dari garis 3x y = 4x 7. ). P = ( x. Karena itu persamaan a1 x + b1 y + c1 + k (a2 x + b2 y + c2 ) = 0. untuk berbagai nilai k. y) dalam bidang koordinat-xy dapat dinyatakan sebagai koordinat kutub (r. x = r cos ( ) . = arctan y : x Titik asal O dinamakan kutub (pole) dan sumbu-x positif dinamakan sumbu kutub (polar axis). Persamaan dari l3 adalah berderajat satu dalam x dan y. l3 melalui irisan dari l1 dan l2 karena pasangan nilai yang memenuhi persamaan dari l1 dan l2 juga memenuhi l3 . ) karena 0 menyatakan suatu jarak 0 dari kutub. dan karena itu l3 menyatakan suatu garis. y = r sin ( ) .4 Koordinat Kutub Sistem koordinat kutub (polar coordinate system) merupakan suatu alternatif untuk sistem Kartesius. 2).9: Koordinat kutub (r.9.θ ) θ x Gambar 1. 1. 2). dengan substitusi 4 untuk x dan substitusi 2 untuk y maka kita mendapatkan bahwa k = 12 . Disubstitusikan 12 untuk k dan 11 11 selanjutnya disederhanakan. Dalam sistem ini setiap titik P (x. y1 ). Lebih jauh. θ ) r y kutub = (0. Dalam Gambar 1. Suatu ilustrasi dapat dilihat dalam Gambar 1. Contoh 1. apapun nilai dari k. dan melalui (4. sehingga (0. kutub dilabelkan dengan (0.Bab 1. Bilangan r dinamakan koordinat jarak (distance coordinate) yang menyatakan panjang garis dari titik P ke titik asal O. 2y = 4 dan Penyelesaian. Tinjauan 13 Bukti.

Tinjauan 14 sudut . ) dan r = f ( ): variabel pertama r adalah variabel tak bebas dan variabel kedua adalah variabel bebas. Untuk mencari letak titik A. Satuan untuk dapat diberikan dalam radian atau derajat. y) dan y = f (x): variabel pertama x adalah variabel bebas dan variabel kedua y adalah variabel tak bebas. 30 ) . B. Untuk mencari letak titik B. Sebagai contoh. Untuk merubah persamaan-persamaan Kartesius ke persamaan-persamaan kutub digunakan informasi x = r cos ( ) dan y = r sin ( ). akan dicari persamaan kutub yang berkorespondensi dengan persamaan Kartesius 3x y + 2 = 0. dan C ( 1. suatu kebalikan dari penggunaan koordinat Kartesius. kita melihat sepanjang garis yang membentuk suatu sudut 30 terhadap sumbu kutub. dan selanjutnya mengambil 3 satuan mundur karena r = 1 adalah negatif.Bab 1. dan selanjutnya mengam6 bil 2 satuan mundur karena r = 2 adalah negatif. . Untuk perubahan antara radian dan derajat. B 2. dikalikan dengan 180 . 90 o C r 180 o ( ) π 270o (1 π ) 2 A 30o 1 B 270 o 2 0o (3 π ) 2 Dalam sistem koordinat Kartesius. 180 Contoh 1. kita melihat sepanjang garis yang membentuk suatu sudut 1 atau 30 terhadap sumbu kutub. 270 ) : Penyelesaian. kita melihat sepanjang garis yang membentuk suatu sudut 270 terhadap sumbu kutub. 1 6 . Gambar di bawah ini menunjukkan letak titik A. Pertama kali disubstitusikan nilai kutub untuk x dan y. Dalam koordinat kutub. kita menggunakan (x. kita menggunakan (r.16 Letakkan titik-titik dengan koordinat-koordinat kutub: A (2. Untuk mencari letak titik C. dan C. selanjutnya diselesaikan untuk r sebagai fungsi dari : 3x 3r cos ( ) r (3 cos ( ) y+2 = 0 sin ( )) = r = 2 2 3 cos ( ) sin ( ) : r sin ( ) + 2 = 0 . dapat digunakan aturan: untuk perubahan dari radian ke derajat. tetapi pada umumnya diberikan dalam radian. dan selanjutnya mengambil 2 satuan dalam arah tersebut. dikalikan dengan untuk perubahan dari derajat ke radian.

dalam contoh ini kurva dimulai di t = 1 dan berakhir di t = 1.17 Gambarkan kurva parameter untuk persamaan-persamaan parameter berikut ini: x = t2 + t. Arah gerakan ini diberikan berdasarkan kenaikan t. 1 t 1: Penyelesaian. y = 2t 1. Contoh 1. Koleksi titik-titik yang diperoleh dengan pengambilan semua nilai t yang mungkin adalah gra…k dari persamaan-persamaan parameter dan dinamakan kurva parameter. mensubstitusikannya ke persamaan-persamaan parameter dan selanjutnya menggambarkan titik-titik yang diperoleh. Jadi.Bab 1. Setiap nilai t mende…nisikan suatu titik yang dapat digambarkan pada bidang Kartesius.5 Persamaan-persamaan Parameter dan Kurva Pada waktu tertentu kita perlu untuk menyatakan nilai-nilai x dan y pada suatu gra…k atau lintasan dalam suku-suku dari suatu variabel ketiga yang dinamakan parameter. Berikut ini diambil beberapa nilai t dalam batasan yang diberikan: t 1 1 2 x 0 1 4 0 1 0 2 y 3 2 1 1 dan diperoleh kurva parameter seperti berikut: y 1 1 -1 t = 0 t =−1 2 -2 -3 t = -1 2 t=1 x . Tinjauan 15 1. Persamaan-persamaan yang diperoleh dinamakan persamaan-persamaan parameter yang dituliskan seperti berikut: x = x (t) dan y = y (t) . Suatu kurva parameter tidak selalu mudah untuk digambar. Variabel ketiga ini biasanya dinotasikan dengan t. Kurva-kurva parameter mempunyai suatu arah gerakan. Disini pilihan untuk menggambar kurva parameter hanyalah mengambil beberapa nilai t. Berikut ini diberikan contoh untuk melihat suatu cara menggambar kurva parameter. sehingga ketika kita menggambar kurva parameter maka kita juga menyertakan panah yang menunjukkan arah gerakan.

cari suatu persamaan garis yang memenuhi kondisi yang (11) Melalui (2. sejajar dengan garis 2x + 3y + 4 = 0. sejajar dengan garis x + 2y = 6. 3). Tinjauan 16 SOAL-SOAL UNTUK BAB 1 Dalam soal (1) (2). kemiringan 6. 7 2. 2). 3). dan ( 5. (23) Melalui ( 1. 7) Dalam soal (3) (4). B (3. gambarkan gra…k dari persamaan yang diberikan. 0) (5) Tunjukkan bahwa titik-titik ( 2. cari jarak antara kedua titik. 5 (17) Memotong sumbu x di 1. 5). 0). dan C adalah kolinier. 15) adalah kolinear (terletak pada garis yang sama) dengan menunjukkan bahwa jABj + jBCj = jACj : (b) Pergunakan kemiringan untuk menunjukkan bahwa A. sejajar dengan sumbu y. 5). (24) Melalui 1 2. (20) Melalui (4. 11). memotong sumbu y di 4. memotong sumbu y di 6. (21) Melalui (1. (8) y = 2 (9) xy = 0 (10) jyj = 1 (24). 2 3 . (15) Kemiringan 3. 3) merupakan titiktitik sudut dari suatu bujur sangkar. 6). 8. 1) dan (1. memotong sumbu y di (18) Memotong sumbu x di 3. (12) Melalui ( 3. 3). 6) (4) P ( 1. 5) (2) (1. (3) P ( 3. 3). 3). (10). 4). (1. (14) Melalui ( 1. 2) dan (4.Bab 1. cari kemiringan dari garis yang melalui titik P dan Q. kemiringan (13) Melalui (2. (19) Melalui (4. (1) (1. 9). . tegak lurus dengan garis 4x 8y = 1. sejajar dengan sumbu x. (22) Memotong sumbu y di 6. 6). (4. Dalam soal (7) (7) x = 3 Dalam soal (11) diberikan. B. (6) (a) Tunjukkan bahwa titik-titik A ( 1. dan C (5. 5). memotong sumbu y di 2. Q (6. (4. 1). 6). (5. (16) Kemiringan 2 . tegak lurus dengan garis 2x + 5y + 8 = 0. Q ( 1.

gambarkan segitiga-segitiga dengan titik-titik yang diberikan dan tunjukkan berdasarkan panjang sisi-sisinya apakah termasuk segitiga sama sisi. atau tidak mempunyai bidang datar. ( 4. y) : 1 + x y 1 2xg (x. (b) Gunakan bagian (a) untuk mencari suatu persamaan garis yang memotong sumbu x di 6 dan memotong sumbu y di 8. 8) . 3) .Bab 1. 3) dan (7. (8. (2. Selanjutnya gambarkan gra…knya. 1) . 0) . Tinjauan 17 Dalam soal (25) (28). (41) Cari suatu persamaan garis yang tegak lurus dan melalui titik tengah dari garis yang menghubungkan titik A (1. (43) ( 4. (25) x + 3y = 0 (26) 2x 3y + 6 = 0 (27) 3x 4y = 12 (28) 4x + 5y = 10 Dalam (29) (31) (33) (34) (35) (36) soal (29) (36). gambarkan daerah dalam bidang xy. y) : x y < 1 (x + 3) 2 (37) Tunjukkan bahwa garis 2x y=4 dan 6x 2y = 10 adalah tidak sejajar dan cari titik perpotongannya. 15). maka persamaan garis dapat diambil dalam bentuk x y + = 1: a b Persamaan ini dinamakan bentuk perpotongan-dua dari suatu persamaan garis. Dalam soal (43) (48). 0) . 2) (48) ( 1. y1 ) ke P2 (x2 . (3. siku-siku. (38) Tunjukkan bahwa garis 3x 5y + 19 = 0 dan 10x + 6y 50 = 0 adalah tegak lurus dan cari titik perpotongannya. 1) . (3. 8) . (39) Tunjukkan bahwa titik tengah untuk ruas garis dari P1 (x1 . sama kaki. ( 4. y) : 0 y 4 dan x 2g f(x. y2 ) adalah x1 + x2 y1 + y2 . 4) dan B (7. 2) . 6) p (46) (5. y) : jxj < 3 dan jyj < 2g f(x. 4) (45) (4. cari kemiringan dari garis dan perpotongannya dengan sumbu y. y) : x < 0g (30) f(x. y) : jxj 2g (32) f(x. (6. (0. 2). (0. 5) . (8. y) : y > 2x 1g f(x. y) : x 1 dan y < 3g f(x. (42) (a) Tunjukkan bahwa jika perpotongan garis dengan sumbu x dan sumbu y berturut-turut adalah bilangan tak nol a dan b. 4 3) (47) (2. 2) (44) ( 6. 3) . (6. (2. f(x. : 2 2 (40) Cari titik tengah dari ruas garis yang menghubungkan titik (1. 1) . 0) . 3) . tidak sama kaki.

(1. 5). Cari (50) Diberikan titik A (5. cari persamaan garis dari setiap kasus yang diberikan. (2. 1) dan 2 satuan dari titik asal. 4 (55) Garis y = 3 x (56) Garis y 2x + 7 = 0. titik-titik (10. 1). 5). 1). 2). 0). Dalam soal (61) (62). titik-titik (4. 1). ( 2. Cari persamaan garis yang tegak lurus dengan OA dan melalui B. 0). a b (68) Garis adalah 4 satuan dari titik ( 2. ( 1. (0. 1). 3). 12). cari jarak dari garis ke titik-titik yang diberikan. [Petunjuk: Dinotasikan Q dengan (a. ( 3. dan (5. b). dan cari a dan b dari dua kondisi bahwa P Q tegak lurus dengan garis dan titik tengah dari P Q terletak pada garis. 4) dan berjarak 3 satuan dari titik (6. titik-titik 1 + m2 . (67) Garis x y + = 1 melalui titik (3. ( 4. 3). 1). (6. 1). 1). ( 1. (59) Garis y = mx + b.] Dalam soal (53) (60). (k. 6). (a. (a. 1). 4) dan 6 satuan dari (3. 6). 6 + 1 + m2 . 2). titik-titik (4. (70). (0. (62) Garis 8x + 6y = 11 dan 8mx Dalam soal (63) 8y = 7 mempunyai jarak sama dari titik (1. 5. (9. b). 5). 2). (64) Garis melalui ( 1. 5) dan Q adalah simetris terhadap garis y + 2x = 6. (66) Garis y = ax + b mempunyai jarak sama dari titik-titik (4. dan sudut dari garis ke 7x + y = 0 adalah 45 . 4). 0). titik-titik (3. (65) Garis y = ax + b adalah 6 satuan dari titik (4. pada OA terletak titik B dimana jOBj = 10. titik-titik (13. (6. cari nilai m dari setiap kasus yang diberikan. (52) Cari koordinat titik Q sedemikian sehingga P (3. 5). titik-titik (0. ( 1. 3). (58) Garis y = mx + 4. (54) Garis 5x 12y = 26. 2). (4. ( 2. 1). (51) Diberikan bahwa garis ax + by + 10 = 0 tegak lurus dengan 3x + y = 7 dan berpotongan dengan garis x + y = 7 di sumbu x. (61) Garis y = 5mx + 8 adalah 5 satuan dari titik (4. ( 1. 1). (1. . 18 y = 4 tegak lurus dengan garis kx + 9y = 11. 1). 1). (8. (53) Garis 8x + 6y = 55. (4. 0). titik-titik ( 1. 3). 2). 6). ( 2. 3). p p (60) Garis y 6 = m (x + 1). Cari nilai a dan b. 2). (3.Bab 1. l). 6). (57) Garis y = 5x. 2). 2). Tinjauan (49) Diberikan bahwa garis kx nilai k. (63) Garis tegak lurus dengan 7x + y = 5 dan 4 satuan dari (6. (2.

0) (82) ( 2. 0) .] (78) Cari kemiringan dari garis l jika diketahui bahwa sudut dari l ke garis yang melalui (1. l) berjarak sama dari garis 4x 2y = 15 dan garis x 2y = 5. 3) . jOF1 j = 6. 4). (75) Dalam jajaran genjang di bawah ini. 1) dan (6. cari nilai k. Cari jORj dan jF1 F2 j. (3. 2). 4) (80) (1. [Simbol arctan (2) berarti tangent dari sudut adalah 2. B (3. 120 . cari m. dan juga berjarak sama dari garis x + y = 6 dan garis x = y. dan sudut F1 OF2 sama dengan 120 . (0. (12. 8). dan juga sejajar dengan 5x 2y = 1. (70) Garis mempunyai jarak sama dari titik-titik (2. ( 4. F2 R 4 O 6 F1 (76) Tunjukkan bahwa sudut kemiringan dari suatu garis yang melalui titik ( 2. 4 satuan dari garis 12x 5y = 49 dan 3 satuan (71) Diberikan bahwa (k. jOF2 j = 4. k) adalah 41. l) adalah dari garis 4y = 3x + 24. 4) dan (3. 2) . (74) Diberikan bahwa (k. (5. 1). cari luas bidang datar dari setiap segitiga dengan titik-titik yang diberikan. (3. 4) . C (1. l) terletak pada garis 2x + y + 2 = 0. 2) adalah 45 . ( 1. 3) . dan juga berjarak 4 satuan dari garis 3x 4y = 10. 8) sama dengan dua kali sudut kemiringan dari garis yang melalui (3. 1). Tinjauan 19 (69) Garis mempunyai jarak sama dari (4. dan sudut dari l1 ke l2 adalah arctan (2). Dalam soal (71) (74). 3) dan (2. cari k dan l berdasarkan kondisi yang diberikan. y = 0 dan garis x + 3y = 4. (72) Diberikan bahwa (k. 3) (81) (0. ( 3. . 0) . 4). 5) (83) Jika luas bidang datar segitiga A (6. 1) dan (1. (77) Jika kemiringan dari l1 dan l2 berturut-turut adalah 3 dan m. 1). Dalam soal (79) (82). (6. 0) . l) berjarak sama dari garis 3x dan juga k = l. (73) Diberikan bahwa (k. (79) (3.Bab 1. dan ( 3. 2) .

tunjukkan bahwa titik-titik A ( 1. 120 ) . melalui titik (2. P4 (x4 . B (3. (94) Ubah persamaan linear koordinat Kartesius y = 3x + 5 ke suatu persamaan koordinat kutub. sejajar dengan x 3y = 6. Tinjauan 20 (84) Dengan mencari luas bidang datar dari ABC. B (2. 3). D ( 2. 5) ke koordinat kutub. (95) Ubah persamaan koordinat kutub r2 = 4r sin ( ) ke suatu persamaan koordinat Kartesius. C 2.Bab 1. (9. (86) Tunjukkan bahwa luas bidang datar segiempat P1 (x1 . 3 . 2). 7). y2 ). 2y = 10. 1) terletak pada satu garis. y = 10. (87) 3x 2y = 13 dan x + y 7 = 0 dan 3x 6 = 0. y3 ). 2 ke koordinat Kartesius. y1 ). dan E (2. P2 (x2 . . 14). y4 ) diberikan oleh rumus 1 [x1 (y2 2 y4 ) + x2 (y3 y1 ) + x3 (y4 y2 ) + x4 (y1 y3 )] : Dalam soal (87) (90). tegak lurus dengan 7x (90) Cari q jika garis qx + 2y = 3 melalui irisan dari garis 4x + 3y = 7 dan 2x (91) Gambarkan titik-titik dengan koordinat-koordinat kutub diberikan seperti berikut: A 2. . (93) Ubah (a) titik koordinat kutub P 7. 2 . dan C (4. 2). (2. 5y = 10. 3). (b) titik koordinat 5 Kartesius R (12. P3 (x3 . (88) 4x + y (89) 3x + 5y 13 = 0 dan x + y 1 = 0. 135 ) : Manakah dua titik yang berhimpit? Apa kesimpulan anda? (92) Gambarkan gra…k berikut ini dalam sistem koordinat kutub: (a) r = 2 untuk 0 (b) r = 2 sin ( ) untuk 0 (c) r = 2 cos ( ) untuk 0 2 . 135 ) . . (96) Gambarkan gra…k dari persamaan-persamaan parameter: x (t) = 2t 2 dan y (t) = 3t + 1: Selanjutnya menggunakan kedua persamaan tersebut tuliskan y sebagai fungsi dalam x saja. 5). (85) Cari luas bidang datar segiempat (4. cari persamaan garis yang melalui irisan dari setiap pasangan garis dan memenuhi kondisi yang dinyatakan. (0.

[Petunjuk: Identi…kasi bentuk lintasan dengan mencari y sebagai fungsi dari x saja. (98) Gambarkan gra…k dari persamaan-persamaan parameter: x (t) = 3 cos (t) dan y (t) = 2 sin (t) . Tinjauan (97) Gambarkan gra…k dari persamaan-persamaan parameter: x (t) = 3 t dan y (t) = t2 + 1: 21 Tuliskan y sebagai fungsi dalam x saja dan selanjutnya identi…kasi bentuk gra…k. untuk 0 t 2 . Gambarkan secara lengkap lintasan dari partikel tersebut. Tentukan batasan pada x dan y berdasarkan batasan trigonometri cosinus.] (100) Gambarkan secara lengkap lintasan dari partikel yang memenuhi persamaanpersamaan parameter: x (t) = 3 cos (2t) dan y (t) = 1 + cos2 (t) . y2 x2 + = 1 untuk semua dan tunjukkan bahwa persamaan tersebut memenuhi 9 4 nilai t. .Bab 1. (99) Lintasan suatu partikel memenuhi persamaan-persamaan parameter: x (t) = sin2 (t) dan y (t) = 2 cos (t) .

kita mempunyai keadaan-keadaan berikut ini. l m l sumbu α V permukaan atas α m V pembangkit permukaan bawah (a) (b) Gambar 2. Kita mendapatkan jenis-jenis berbeda dari irisan terkucut tergantung pada posisi dari bidang potong terhadap kerucut dan oleh sudut yang dibentuknya dengan sumbu tegak dari kerucut. dan garis rotasi m dinamakan pembangkit (generator ).1(b)). permukaan yang dihasilkan dirujuk sebagai kerucut (cone) (Gambar 2.1 Irisan Bidang dari Suatu Kerucut Diambil l sebagai suatu garis tegak dan m sebagai garis lain yang beririsan dengan l di suatu titik V dan membentuk sudut (Gambar 2. lihat Gambar 2. irisannya adalah suatu lingkaran.Bab 2 Irisan-irisan Kerucut 2. kurva yang dihasilkan dinamakan irisan kerucut (conic section). Diambil adalah sudut yang dibentuk oleh bidang potong dengan sumbu tegak dari kerucut. irisannya adalah suatu ellips. Jika bentuk padat tersebut adalah suatu kerucut.1: Pembentukan kerucut dua permukaan. < < 90 . Suatu irisan (section) adalah permukaan atau garis bentuk dari permukaan yang diperoleh dengan memotong suatu bentuk padat menggunakan suatu bidang. Selanjutnya. Ketika bidang memotong permukaan (selain titik) dari kerucut. 22 .1(a)). Diandaikan kita merotasikan garis m mengelilingi garis l sedemikian sehingga sudut tetap konstan. garis l dinamakan sumbu (axis) dari kerucut.2: (a) Ketika (b) Ketika = 90 . Titik V dinamakan puncak (vertex ).

Secara khusus. β β β β α β = 90 o α α < β < 90 o α β =α α 0≤ β <α lingkaran ellips parabola hiperbola Gambar 2.3: (a) Ketika < 90 . .2: Irisan-irisan kerucut.).3: Irisan-irisan ketika bidang memotong di puncak kerucut.Bab 2. maka irisannya adalah suatu titik. Irisan-irisan Kerucut (c) Ketika = .) (d) Ketika 0 < . irisannya adalah suatu parabola.190 S. nama parabola dan hiperbola diberikan oleh seorang matematikawan Yunani bernama Apollonius (262 S. Ketika bidang memotong di puncak dari kerucut. lihat Gambar 2. bidang memotong satu permukaan dari kerucut. β α β β α α α α < β ≤ 90 o β =α 0 = β <α 0< β <α titik garis lurus dua garis lurus berpotongan dua garis lurus berpotongan Gambar 2. kita mempunyai kasus-kasus berbeda berikut ini.M. bidang memotong kedua permukaan dan kurva-kurva dari irisan adalah suatu hiperbola.M. . 23 (Dalam setiap tiga kasus di atas.

(b) Jika 0 < e < 1.4) Titik tetap F dinamakan fokus (focus) dari irisan kerucut dan garis tetap l dinamakan garis arah (directrix ) dari irisan kerucut. dalam buku ini kita akan mempelajari irisan-irisan kerucut berdasarkan pengertian dari koordinat seperti berikut ini. Diasumsikan bahwa F tidak terletak pada garis l. bidang memuat suatu pembangkit dari kerucut dan irisannya adalah suatu garis lurus. F sebagai titik tetap. Berdasarkan pengertian di atas dipunyai bahwa semua titik P pada d suatu irisan kerucut memenuhi perbandingan 0 = e atau persamaan d d = e d0 dengan e adalah suatu konstanta dan diasumsikan e > 0. yang bisa dituliskan (x y) (x + 3) = 0. .1 Suatu irisan kerucut adalah tempat kedudukan dari suatu titik yang bergerak sedemikian sehingga perbandingan jarak antara titik tersebut ke suatu titik tetap dan ke suatu garis tetap adalah konstan. maka irisan kerucut adalah suatu lingkaran. (c) Ketika 0 < . semua suku-suku dari persamaan degenerate dipindahkan ke ruas kiri dan dapat difaktorkan. Sebagai contoh. Irisan-irisan Kerucut 24 (b) Ketika = .2 Eksentrisitas Lebih lanjut. terdiri dari dua garis x y = 0 dan x + 3 = 0. De…nisi 2. Dimisalkan P sebagai titik yang bergerak. Ini adalah kasus degenerate dari hiperbola. (c) Jika e = 1. maka irisan kerucut adalah suatu ellips. dan d0 sebagai jarak dari P ke garis l.4: Jarak dari titik bergerak P ke titik tetap F dan ke garis tetap l. 2. Kita akan melihat bahwa kita mendapatkan jenis-jenis khusus dari irisan kerucut tergantung pada nilai dari konstanta e: (a) Jika e = 0. maka irisan kerucut adalah suatu parabola. (d) Jika e > 1. 1 Dalam kasus ini. irisan adalah suatu pasangan dari garis lurus berpotongan. l d′ P d F Gambar 2. Ini adalah kasus degenerate1 dari parabola. (Lihat Gambar 2. l sebagai garis tetap.Bab 2. maka irisan kerucut adalah suatu hiperbola. d sebagai jarak dari P ke F . gra…k dari persamaan x2 xy 3y + 3x = 0.

Cari jenis irisan kerucut dan eksentrisitasnya. (a) (1.Bab 2. 0) (d) (8. 6) . 0) dan garis arah x = 2. 0) (b) (0. 4) (g) (2. diberikan suatu titik yang terletak pada suatu irisan kerucut dengan fokus (2. Latihan 2. 5) (f ) (5. 25 Dalam buku ini tidak akan ditunjukkan bahwa irisan kerucut berdasarkan pengertian koordinat ekivalen dengan irisan kerucut yang dide…nisikan dalam istilah irisan dari suatu kerucut. Irisan-irisan Kerucut Konstanta e dinamakan eksentrisitas (eccentricity) dari irisan kerucut. 0) (c) ( 1.2 Dalam setiap kasus berikut ini. 4) (h) ( 6. 0) (e) (2.

1 Persamaan Lingkaran De…nisi 3. Berdasarkan de…nisi lingkaran. Berdasarkan rumus jarak. di bawah ini kita akan menurunkan persamaan lingkaran untuk sembarang pusat dan jari-jari (Gambar 3. Persamaan paling sederhana dari lingkaran diperoleh jika pusat dari lingkaran adalah di titik asal O(0.1(b)). y) adalah sembarang titik pada lingkaran. Persamaan (3.1: Lingkaran. jari-jari pusat O P1 (h. k) dan jari-jari r. Titik tetap tersebut dinamakan pusat dari lingkaran dan jarak dari pusat ke suatu titik pada lingkaran dinamakan jari-jari lingkaran (Gambar 3. Diambil P (x.1 Lingkaran adalah himpunan dari semua titik pada bidang yang berjarak sama dari satu titik tetap pada bidang. dipunyai jCP j = r.k) P2 P3 OP1 = OP2 = OP3 O x C y P(x.1) bisa juga dituliskan menjadi x2 + y 2 dimana c = h2 + k 2 r2 . Diberikan C (h.1(a)). 0).Bab 3 Lingkaran 3. Tetapi.y) (a) (b) Gambar 3. k) adalah pusat dan r adalah jari-jari lingkaran.1) Ini adalah persamaan dari lingkaran dengan pusat di (h. 26 2hx 2ky + h2 + k 2 2hx r2 = 0 (3.2) x2 + y 2 2ky + c = 0 . dipunyai q (x h)2 + (y k)2 = r (x h)2 + (y k)2 = r2 : (3.

dan r2 = 12.4 Tentukan pusat dan jari-jari dari lingkaran x2 + y 2 + 8x + 10y Penyelesaian.3 Tentukan suatu persamaan lingkaran dengan pusat di ( 3. k = 1. Di sini h = 3. kita mempunyai h + k = 2: Diselesaikan persamaan (3:3). 58: (3. Persamaan yang diberikan dituliskan kembali menjadi x2 + 8x + y 2 + 10y = 8: Sekarang. 5) dan jari-jari 7. persamaan lingkaran adalah (x + 3)2 + (y 2)2 = 16. Penyelesaian.4) Dan juga karena pusat terletak pada garis x + y = 2. Oleh karena itu. persamaan lingkaran adalah (x 0. 0) dan jari-jari r. Contoh 3. Contoh 3. dan (3:5) untuk mendapatkan h = 0. 7)2 + (y 1. 2) dan (3. lingkaran yang diberikan mempunyai pusat di ( 4. Penyelesaian. 3. 3)2 = 12. 7. 2) dan jari-jari 4. 58: Karena itu. k = 2 dan r = 4.2 Tentukan suatu persamaan lingkaran dengan pusat di (0. persamaan lingkaran adalah x2 + y 2 = r2 . diperoleh x2 + 8x + 16 + y 2 + 10y + 25 (x + 4) + (y + 5) (x ( 4)) + (y 2 2 2 2 8 = 0.3) . Oleh karena itu. 4). h)2 + (y k)2 = r2 .Bab 3. Diambil persamaan lingkaran adalah (x lingkaran melalui (2. serta mempunyai pusat yang terletak pada garis x + y = 2. Karena (3. Contoh 3. Lingkaran 27 Contoh 3. kita mempunyai (2 dan (3 h)2 + (4 k)2 = r2 : (3. = 8 + 16 + 25 = 49 = 49: ( 5)) Oleh karena itu. (3:4). Di sini h = k = 0. melengkapi kuadrat dalam kurung. 2) dan (3.5) h)2 + ( 2 k)2 = r2 . 4).5 Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik-titik (2. Penyelesaian.

r2 . Ingat bahwa lingkaran ini mempunyai persamaan x2 + y 2 dimana h2 + k 2 2hx 2ky + c = 0. persamaan garis singgung di P1 adalah y1 x1 (x x1 ) y1 2 x1 x + y1 y = x2 + y1 : 1 y y1 = Karena titik (x1 .] Diperhatikan Gambar 3.2 Persamaan Garis Singgung Garis singgung (tangent) di suatu lingkaran adalah suatu garis lurus yang menyentuh lingkaran hanya di satu titik (jadi garis tidak memotong lingkaran tapi hanya menyentuhnya).2.y1) r O l x O C(h. Dimisalkan persamaan lingkaran adalah x2 + y 2 = r2 dan P1 (x1 . Lingkaran y y 28 l P1(x1. 3. kemiringan garis adalah x1 x1 singgung di P1 adalah .Bab 3.y1) P1(x1. Oleh karena itu. Karena itu kemiringan garis singgung di P1 adalah . Diberikan titik P1 (x1 . Kemiringan dari ruas garis OP1 y1 . x1 h y1 k . y1 ) adalah sembarang titik pada lingkaran. y1 ) terletak pada lingkaran. k). Suatu garis singgung untuk suatu lingkaran membentuk sudut 90 terhadap jari-jari lingkaran di titik sentuh dari persinggungan.2(a). Kemiringan dari ruas y1 k x1 h garis CP1 adalah . 0) dan jari-jari r dinyatakan oleh x1 x + y1 y = r2 : Sekarang diperhatikan untuk lingkaran berjari-jari r tetapi dengan pusat C (h. y1 ) pada lingkaran dengan pusat O (0. dipunyai 2 x2 + y1 = r2 : 1 Jadi persamaan garis singgung di titik P1 (x1 . lihat Gambar 3. [Lihat Gambar 3. y1 ) pada lingkaran.k) r x (a) (b) Gambar 3.2: Garis singgung untuk lingkaran. Karena garis singgung di P1 tegak lurus dengan OP1 .2(b).

yang menyatakan sembarang garis dengan kemiringan m. persamaan garis singgung yang dicari yaitu p y = mx r 1 + m2 : . k) dan jari-jari r dinyatakan oleh x1 x + y1 y x1 x + y1 y hx ky (hx1 + ky1 c) = 0 h (x + x1 ) k (y + y1 ) + c = 0: Dari kedua hasil di atas kita mencatat bahwa persamaan garis singgung secara sederhana diperoleh dari persamaan lingkaran dengan x2 diganti oleh x1 x. Lingkaran sehingga persamaan garis singgung di P1 yaitu y x1 x + y1 y hx ky 2 x2 + y1 1 29 y1 = ky1 = 0: x1 y1 h (x k x1 ) hx1 Karena titik (x1 . maka haruslah dipunyai 4m2 n2 4 1 + m2 n2 r2 = 0 r p n = 1 + m2 : Oleh karena itu. y 2 diganti oleh y1 y. karena itu kedua akar dari persamaan kuadrat tersebut haruslah sama. y1 ) terletak pada lingkaran. Untuk mencari titiktitik di mana garis memotong lingkaran. y1 ) pada lingkaran dengan pusat O (h. maka titik-titik tersebut harus berhimpit dan dipunyai absis sama. dipunyai 2 x2 + y1 1 2hx1 + 2 y1 2ky1 + c = 0 hx1 ky1 = hx1 + ky1 c: x2 1 Jadi persamaan garis singgung di titik P1 (x1 . dan 2y diganti oleh y + y1 . Dengan substitusi kita memperoleh x2 + (mx + n)2 = r2 1 + m2 x2 + 2mnx + n2 r2 = 0: Kedua akar dari persamaan kuadrat ini adalah absis untuk titik persekutuan dari garis dan lingkaran. Jika kita mengambil y = mx + n.Bab 3. Karena syarat bahwa kedua akar dari sembarang persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 akan sama adalah b2 4ac = 0. Berikutnya. 2x diganti oleh x + x1 . kita mencari persamaan-persamaan garis singgung dengan kemiringan m untuk lingkaran x2 + y 2 = r2 . tetapi agar garis menyinggung lingkaran. maka masalahnya sekarang adalah mencari nilai n dimana garis y = mx + n menyinggung lingkaran x2 + y 2 = r2 . kita harus menyelesaikan sistem persamaan.

(20) Tentukan persamaan lingkaran dengan jari-jari 5. 5) dan mempunyai pusat yang terletak pada garis 4x + y = 6. Selanjutnya gambarkan garis singgung di (5. 2) dan cari kemiringannya. 2ax = 0 bersinggungan dengan sumbu y di . 1) dan jari-jari 10 melalui ( 2. dan melalui titik (2. 3). (27) Tunjukkan bahwa lingkaran dengan pusat (4.Bab 3. Gambarkan garis singgung terhadap lingkaran di titik A. 1) dan (6. tentukan pusat dan jari-jari lingkaran. 7). 0) dan jari-jari 5. (21) Tentukan persamaan lingkaran yang melalui (0. 5) terletak di dalam. (x + 5)2 + (y 3)2 = 36 (7) x2 + y 2 4x 8y 45 = 0 x2 + y 2 8x + 10y 12 = 0 (9) x2 + y 2 8x + 4y = 5 2 + y2 x 12x 2y = 12 (11) x2 + y 2 + 8x + 6y = 0 2 + y 2 + 2x + 2 = 2y x (13) x2 + y 2 6x = 0 x2 + y 2 + 8y = 0 (15) x2 + y 2 6x = 16 2 + 2y 2 2x x=0 (17) 2x2 + 2y 2 8x + 10y = 11 1 2 (18) Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik-titik (4. cari nilai k. 1) dan mempunyai pusat yang terletak pada garis x 3y 11 = 0. (26) Jika P (5. 5. b) dan jari-jari a2 b2 : Dalam (6) (8) (10) (12) (14) (16) soal (6) (17). pusat terletak pada sumbu x. (23) Apakah titik ( 2. 2). 5). 3) dan jari-jari 4 p 1 1 1 (4) pusat (1. tentukan persamaan lingkaran dengan (1) pusat (0. dan cari kemiringannya. atau pada lingkaran x2 +y 2 = 25? (24) Gambarkan lingkaran dengan pusat (0. 3) terletak pada lingkaran. 4 dan jari-jari 12 p (5) pusat ( a. [Petunjuk: Pertama kali dicari dicari kemiringan dari garis OA dan selanjutnya dicari kemiringan dari garis singgung. (29) Cari nilai a jika lingkaran x2 + y 2 titik asal. 5). 2) dan melalui titik (4. (10. 6).] (25) Gambarkan suatu lingkaran dengan pusat (3. Lingkaran 30 SOAL-SOAL UNTUK BAB 3 Dalam soal (1) (5). 3) dan ( 1. 2) dan jari-jari 2 (2) pusat ( 2. cari jari-jari lingkaran dan kemiringan garis singgung di P . 4) dan melalui (5. Tunjukkan bahwa titik A (4. 0) dan perpotongan dengan sumbu x dan sumbu y berturut-turut adalah bilangan tak nol a dan b. (19) Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik-titik (2. 1) dan jari-jari 2 (3) pusat 2 . di luar. 9). (22) Tentukan persamaan lingkaran dengan pusat (2. dan (12. k). 9) terletak pada suatu lingkaran dengan pusat (1. (28) Jika lingkaran di Soal no (27) juga melalui ( 4. 3.

1). Lingkaran 31 (30) Gambarkan lingkaran x2 +y 2 4x 6y +9 = 0 dan x2 +y 2 +12x+6y 19 = 0. (39) Mempunyai suatu diameter yang menghubungkan (6. (3. 1). bersinggungan dengan x+y = 1 dan pusatnya terletak pada garis y = 2x. (44) Memotong sumbu y di 10 dan menyinggung sumbu x di titik ( 5. 5). 2). 0) dan menyinggung sumbu y. 1). (42) Menyinggung kedua sumbu dan juga garis 2x + y = 6 + p 20. dan mempunyai jari-jari 5. (31) Tunjukkan bahwa lingkaran x2 + y 2 y = 4 x 2. 3) (33) (4. dan mempunyai jari-jari 10. (3. 2). 4) (35) (5. (46) Menyinggung garis-garis x = 6. dan mempunyai jari-jari 5. (5. 10). 0) dan juga titik persekutuan dari lingkaran x2 + y 2 = 25 dan x2 + y 2 4x + 2y = 15. (0. gambarkan lingkaran terhadap kondisi yang diberikan. dan cari persamaan dari setiap lingkaran. dan mempunyai pusat di titik (49) Menyinggung lingkaran x2 + y 2 + 4x (4. 1). dan buktikan bahwa keduanya bersinggungan. 2). 4 dan 2. dan y = 8. 4y = 1. 1). dan memotong sumbu y di 8. . dan 12x 5y = 36. (43) Menyinggung garis x = 6 dan x = 10.Bab 3. (36) Memotong sumbu x di (37) Memotong sumbu x di 6 dan 10. 3y = 10 dan 6x + 8y = 35. (4. cari persamaan lingkaran yang melalui ketiga titik yang diberikan. 0). x = 12. (6. ( 2. (32) (4. 0) dan ( 1. dan melalui titik (8. 3). 4) (34) (6. (50) Melalui titik (2. 3). 3 18x + 45 = 0 bersinggungan dengan garis Dalam soal (32) (35). 2). 1) Dalam soal (36) (50). 8x + 6y = 36. 1). 3) dan ( 2. ( 1. (41) Menyinggung kedua sumbu dan melalui (2. [Ingat: Diameter adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik pada lingkaran dan melalui pusat lingkaran. (47) Menyinggung garis-garis 4x (48) Menyinggung garis 4x 3y = 12. [Petunjuk: Tunjukkan bahwa garis yang menghubungkan pusat dari kedua lingkaran sama dengan jumlahan dari jari-jarinya.] (40) Menyinggung sumbu x di (6. (38) Melalui (0. (45) Melalui (0.

P1 ( 4. p (66) Selisih dari perpotongan-perpotongan dengan sumbu x adalah 2 h2 c. p 1 (54) x2 + y 2 = 25. P1 (2. dan selanjutnya cari persamaan garis singgung dan normal di P1 .68. (64) x2 + y 2 = 13. garis singgung tegak lurus dengan 3x = 2y. (69) Cari syarat kapan lingkaran x2 + y 2 + Dx + Ey + F = 0 menyinggung sumbu x.Bab 3. Dalam soal (54) (61). P1 (3. (68) Jumlah dari perpotongan-perpotongan dengan sumbu y adalah 2k dan hasil kalinya adalah c.] (52) Cari persamaan-persamaan garis singgung untuk lingkaran x2 + y 2 = 13 dan melalui titik ( 4. 4). P1 ( 1. cari persamaan-persamaan garis singgung untuk lingkaran yang diberikan dibawah syarat yang ditetapkan. P1 (2. (63) x2 + y 2 = 36. (53) Jika garis 4x 3y = 50 menyinggung lingkaran x2 +y 2 = 100. 1 3 2 (56) x2 + y 2 = 29. [Dide…nisikan bahwa garis normal adalah garis yang tegak lurus dengan suatu garis singgung di titik singgung. cari titik singgungnya. garis singgung sejajar dengan 4x = 3y. 2). 3) (58) x (59) x2 + y 2 = 37. 2) 2 + y 2 = 34. 3 (62) x2 + y 2 = 25. (65) x2 + y 2 = 64. garis singgung melalui (8. 7). P ( 5. 2) (61) x2 + y 2 + 4x 7y 11 = 0. 5) (57) x2 + y 2 = 20. P1 (3. 2) Dalam soal (62) (65). (67) Jumlah dari perpotongan-perpotongan dengan sumbu x adalah 2h dan hasil kalinya adalah c. (70) Cari syarat kapan garis lx + my + n = 0 menyinggung lingkaran x2 + y 2 = r2 . dan cari titik singgungnya. 4) (55) x2 + y 2 = 1. tunjukkan bahwa P1 terletak pada lingkaran. Dalam soal 66 . kemiringan garis singgung adalah 4 . P1 2 . buktikan hasil yang diberikan untuk sembarang lingkaran x2 + y 2 2hx 2ky + c = 0. 6) 1 (60) x2 + y 2 6x + 2y = 0. Lingkaran 32 (51) Cari persamaan-persamaan garis singgung dan normal untuk lingkaran x2 + y 2 = 29 di titik (5. .

Bab 4 Parabola Dalam bab ini kita akan menurunkan persamaan dari parabola dengan puncak di titik asal O (0. 0) dan garis arah sejajar dengan sumbu x atau sumbu y.1 Persamaan Baku Berdasarkan pengertian parabola di subbab 2. Dalam hal ini. Persamaan baku yang paling sederhana terjadi jika puncak parabola adalah di titik asal O (0. De…nisi 4.1. 33 . Ketika sumbu parabola sejajar dengan sumbu x atau sumbu y. 0). dide…nisikan kembali parabola seperti berikut ini dan juga istilah-istilah yang menyertainya.1 Parabola adalah tempat kedudukan suatu titik yang bergerak sedemikian sehingga jarak titik tersebut ke suatu fokus sama dengan jarak ke suatu garis arah.1: Parabola. 4. persamaannya dinamakan persamaan baku. Titik potong antara parabola dengan sumbu dinamakan puncak (vertex) parabola. terdapat empat kemungkinan dari parabola seperti ditunjukkan dalam Gambar 4.) L1 L2 L3 P2 P3 P1 parabola F fokus sumbu puncak garis arah l P1F = P1L1 P2F = P2L2 P3F = P3L3 Gambar 4.2.2. Suatu garis yang melalui fokus dan tegak lurus dengan garis arah dinamakan sumbu (axis) dari parabola. Lebih lanjut diberikan sifat-sifat penting dari parabola. (Lihat Gambar 4.

3: Parabola dengan fokus di (a.0) x F(-a. a > 0. Garis arah sejajar dengan sumbu y. lihat Gambar 4. a L y x P(x.0) (d) Gambar 4. dan garis arah x = a.3.Bab 4.y) -a O F(a. 0). adalah jP Lj = a + x: Diandaikan P (x. maka jarak dari P ke fokus F adalah q jP F j = (x a)2 + y 2 .2(a) dengan fokus di F (a. Parabola y y 34 -a O F(a.2: Parabola-parabola dengan puncak di titik asal O (0.0) O a x l: x = -a (a) (b) l: x = a y F(a.0) x l: x = -a Gambar 4. 0) dan garis arah x = a. y) adalah sembarang titik pada parabola. Pertama kali kita akan menurunkan persamaan untuk parabola seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 4. 0). dan jarak dari P ke garis arah.0) y a O O -a l: y = -a (c) l: y = a x x F(-a.

Sebaliknya.Bab 4. Penyelesaian. sembarang titik pada parabola memenuhi (4. sehingga a = 5 .2 Berikan persamaan untuk parabola dengan fokus di (1.2) yang berarti bahwa P (x.2(b) dengan puncak di titik asal. dan garis arah x = a adalah y 2 = 4ax dan dicatat bahwa koe…sien dari x adalah positif. Jadi.1). Contoh 4. Berikutnya. fokus di F ( a. 0). dengan cara yang serupa seperti di atas.3) dan dicatat bahwa koe…sien dari x adalah negatif. diambil P (x. maka dipunyai q q 2 2 = PF = (x a) + y (x a)2 + 4ax q = (x + a)2 = jP Lj (4. fokus di (a. y) memenuhi persamaan (4. y) terletak pada parabola. 0). Dituliskan kembali persamaan menjadi y 2 = 10x dan selanjutnya dibandingkan dengan persamaan (4:3) karena koe…sien dari x adalah negatif. Contoh 4. Parabola Karena de…nisi parabola mensyaratkan jP F j = jP Lj. Jadi fokusnya di 2 2 . yaitu y2 = 4ax (4. dan garis arah x = a. kita akan mencari persamaan untuk parabola seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 4. 0 dan garis 5 arahnya x = 2 . dari (4. Kita 5 melihat bahwa 4a = 10. kita bisa mendapatkan persamaan untuk parabola seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 4. Penyelesaian. Diambil persamaan (4:1) dengan a = 1.2) telah dibuktikan bahwa persamaan untuk parabola dengan puncak di titik asal. Selanjutnya. 0) dan garis arah x = 1. kita mempunyai y 2 = 4x.1) Karena itu. maka diperoleh q (x a)2 + y 2 = a + x (x a)2 + y 2 = (a + x)2 y 2 = 4ax: x2 2ax + a2 + y 2 = a2 + 2ax + x2 35 (4.2(c) dan (d) berturut-turut merupakan pencerminan terhadap garis y = x dari .1) dan (4.3 Tentukan fokus dan garis arah untuk parabola y 2 + 10x = 0.2(c) dan (d). a > 0. a > 0. Di sini kita melihat bahwa parabola dalam Gambar 4. Garis arah sejajar dengan sumbu x.1).

Contoh 4. simetris terhadap sumbu y. 1 Penyelesaian. persamaan parabola adalah x2 = 4 y =) 3x2 = 3 4y: . 3). Kita 1 1 1 melihat bahwa 4a = 4 .4 Berikan persamaan untuk parabola dengan fokus di (0. jika kita menukarkan x dan y dalam persamaan (4.5 Tentukan fokus dan garis arah untuk parabola 4x2 = y. Karena parabola melalui (2. dan garis arah y = a. Karena itu. sehingga a = 16 . Contoh 4. a).2(c) dengan fokus di (0. dan melalui titik (2. kita mempunyai x2 = 16y. Diambil persamaan (4:4) dengan a = 4. maka diperoleh x2 = 4ay (4. Karena parabola melalui (2. jika kita menukarkan x dan y dalam persamaan (4. berarti parabola haruslah terbuka ke bawah. Dituliskan kembali persamaan menjadi x2 = 4 y dan selanjutnya dibandingkan dengan persamaan (4:5) karena koe…sien dari x adalah negatif.1). Kemudian. Jadi persamaannya berbentuk x2 = 4ay. Contoh 4. Penyelesaian.2).4) yang merupakan suatu persamaan untuk parabola dalam Gambar 4. 3). Jadi fokusnya di 0. maka persamaannya berbentuk x2 = 4ay atau x2 = 4ay. a > 0. 16 dan garis 1 arahnya y = 16 .6 Tentukan persamaan parabola dengan puncak di titik asal. Karena parabola simetris terhadap sumbu y dan mempunyai puncak di titik asal.5) yang merupakan suatu persamaan untuk parabola dalam Gambar 4. Penyelesaian. 3) yang terletak di kuadran IV. a). 4) dan garis arah y = 4.Bab 4. a > 0.2(a) dan (b). maka diperoleh x2 = 4ay (4. kita mempunyai 22 = 1 4a ( 3) =) a = : 3 Oleh karena itu. Parabola 36 parabola dalam Gambar 4. dan garis arah y = a. dengan tanda positif atau negatif tergantung pada apakah parabola terbuka ke atas atau ke bawah.2(d) dengan fokus di (0.

7 Gra…k dari parabola-parabola dalam Contoh 4.3) tidak berubah ketika y diganti dengan y. jika persamaan mempunyai suatu suku x2 . y y 2 = 4x y 2 = −10 x 4. (b) ke bawah jika koe…sien dari y adalah negatif. Ketika sumbu simetri adalah sumbu y. Dari persamaan-persamaan parabola dan Gambar 4. Parabola 37 Menggambar Parabola. 2.− 16 ) x y = -4 .4) dan (4. parabola terbuka (a) ke kanan jika koe…sien dari x adalah positif. maka sumbu simetrinya adalah sumbu x karena (4.1) dan (4. maka sumbu simetrinya adalah sumbu y karena (4.5) tidak berubah ketika x diganti dengan x.0) x (− 5 . (b) ke kiri jika koe…sien dari x adalah negatif. kita mempunyai pengamatanpengamatan berikut ini. Jika persamaan mempunyai suatu suku y 2 .5 ditunjukkan seperti y O (1. 3. Parabola simetris terhadap sumbu. Ketika sumbu simetri adalah sumbu x. parabola terbuka (a) ke atas jika koe…sien dari y adalah positif.0) 2 O x x = -1 x= 5 2 y (0.Bab 4. Contoh 4.2.4) x = 16 y 2 y 1 y = 16 O O x x2 = − 1 y 4 1 (0. 1.2 berikut ini.

BC.8 Suatu garis yang menghubungkan sembarang dua titik pada suatu irisan kerucut dinamakan tali (chord) dari irisan kerucut. titik bergerak sepanjang parabola dan melalui titik asal ketika t = 0. x2 = 4ay.4: Tali-tali dari suatu parabola.4. 2a). Di sini kita mencoba untuk memilih bagaimana menyatakan x dan y dalam sukusuku dari t sedemikian sehingga kita menghindari suatu akar kuadrat.7) Ini berarti bahwa jika t adalah sembarang variabel. lihat Gambar 4. Sebagai contoh. 2a) dan D (a. lihat Gambar 4. ruas garis AD. y = 2at. yaitu A (a. Tali fokus yang tegak lurus dengan sumbu dinamakan latus rectum. 0) yaitu x = at2 . 4.3 Persamaan Parameter Diperhatikan parabola y 2 = 4ax yang mempunyai garis arah x = a dan fokus (a. panjang latus rectum sama dengan 4a atau panjang semi latus rectum adalah l = 2a: (4.7.2 Latus Rectum De…nisi 4.4. Suatu garis dari fokus ke suatu titik pada irisan kerucut dinamakan jari-jari fokus (focal radius). y A B y 2 = 4ax O C D l F(a. Ini dapat kita lakukan dengan membuat 4ax sebagai suatu kuadrat sempurna. dan x2 = 4ay adalah juga sama dengan (4. dan BE adalah tali-tali parabola.6) Dengan cara yang serupa. . secara mudah kita dapat membuktikan bahwa panjang semi latus rectum dari parabola-parabola y 2 = 4ax. (4. Karena itu.0) x E Gambar 4. sehingga y = 2at dimana t dapat bernilai positif atau negatif. maka y 2 = 4a2 t2 . Parabola 38 4. Untuk mencari panjang latus rectum AD dari parabola y 2 = 4ax dalam Gambar 4.6). 0). Ketika nilai t berjalan dari suatu nilai negatif besar ke suatu nilai positif besar. Suatu tali yang melalui fokus dinamakan tali fokus (focal chord). Selain itu kita juga mempunyai garis AF atau F D yang dinamakan semi latus rectum dengan panjangnya dinotasikan l. Diambil x = at2 . maka sembarang titik yang memenuhi kedua persamaan (4. F B adalah jari-jari fokus. dan AD adalah latus rectum.Bab 4. disubstitusikan x = a ke y 2 = 4ax untuk mendapatkan titik A dan D.7) terletak pada parabola. AD dan BC adalah tali-tali fokus. Jadi persamaan parameter untuk parabola yang mempunyai garis arah x = a dan fokus (a.

diperoleh (mx + n)2 = 4ax m2 x2 + 2mnx + n2 m x + 2 (mn 2 2 4ax = 0 2a) x + n2 = 0: Garis adalah menyinggung jika diskriminannya sama dengan nol.8) 1 dengan m .4 Garis Singgung Kita dapat menggunakan persamaan parameter dari parabola untuk mencari persamaan garis singgung di suatu titik P pada parabola. Persamaan untuk garis singgung kedua yaitu y= 1 x m am: (4. jika kita mengganti m dalam persamaan (4. 4. Diingat bahwa hasil kali dari kemiringan dua garis yang tegak lurus adalah sama dengan 1.9 Diandaikan sembarang dua garis singgung terhadap parabola adalah saling tegak lurus.) Bukti.8) Gambar 4. Oleh karena itu.8). 0) mempunyai bentuk y = mx + a : m a (4.2at) O x t<0 Gambar 4. Disubstitusikan mx + n untuk y. kita akan memperoleh garis singgung lain terhadap parabola yang tegak lurus dengan (4. yaitu 4 (mn 2a)2 4m2 n2 = 0 16amn + 16a2 = 0 a n = : m Jadi persamaan-persamaan garis singgung terhadap parabola dengan garis arah x = dan fokus (a. Parabola y 39 t>0 P(at2.5: Kurva parabola ketika dipunyai persamaan-persamaan parameter. maka kedua garis akan berpotongan di suatu titik pada garis arah.6.Bab 4.9) .6 mengilustrasikan beberapa garis yang menyinggung parabola. (Ini juga diilustrasikan dalam Gambar 4. Dimisalkan garis y = mx + n memotong parabola y 2 = 4ax. Teorema 4.

diambil (x1 . Garis yang menghubungkan kedua titik tersebut yaitu 2at2 y 2at1 = x at2 at2 1 2 2at1 2 : = t2 + t1 at2 1 Selanjutnya diambil t2 mendekati t1 yang pada akhirnya berhimpit. Dari persamaan parameter. Ini berarti bahwa dua garis singgung yang tegak lurus akan berpotongan di suatu titik pada garis arah x = a.11) . y1 ) = at2 .10) dengan 2a. kita akan memperoleh x = a yang menyatakan absis untuk suatu titik dimana kedua garis singgung tersebut berpotongan.9) dari (4.8). Sekarang kita akan menurunkan suatu persamaan untuk garis yang menyinggung parabola y 2 = 4ax di titik P (x1 . Dikalikan persamaan (4. Jika kita mengurangkan (4.6: Garis-garis singgung terhadap suatu parabola. y1 ). y1 ) yaitu y1 y = 2a (x + x1 ) : (4.Bab 4. 2at1 1 adalah suatu titik pada parabola. Ini berarti bahwa dengan pengambilan t2 = t1 = t dalam persamaan terakhir akan diperoleh y 2at 1 = x at2 t 2 ty 2at = x at2 (4. diperoleh 2aty = 2a x + at2 : Dari persamaan tersebut dapat dilihat bahwa persamaan untuk garis singgung di (x1 . dan (x2 . 2at . Parabola 40 y x Gambar 4.10) ty = x + at2 yang merupakan persamaan garis singgung di titik P at2 . y2 ) = at2 . 2at2 adalah titik lain pada 2 parabola.

m De…nisi 4. Disubstitusikan x = 4a ke persamaan y = mx + b untuk memperoleh my 2 4ay + 4ab = 0: Akar-akar dari persamaan kuadrat tersebut adalah ordinat-ordinat y1 dan y2 untuk P1 dan P2 . y1 ) yaitu y1 y = 2a (x + x1 ) : . 0).7.11 Tempat kedudukan titik-titik tengah untuk sembarang tali-tali yang sejajar dari suatu irisan kerucut dinamakan diameter dari irisan kerucut. Tanpa kehilangan keumuman. Sifat berikutnya untuk parabola yaitu yang berkaitan dengan tali fokus dan garis singgung di titik (x1 . Dengan kata lain. Sementara itu.10 Titik tengah untuk tali-tali yang sejajar dari suatu parabola terletak pada satu garis mendatar. Bukti. dinyatakan dengan persamaan y = mx+b.8. misalnya P1 P2 . Teorema 4.5 Sifat-sifat Parabola Pada subbab ini akan dibahas sifat-sifat parabola dengan perhatian pada suatu parabola y 2 = 4ax. dan sembarang satu tali tersebut. Teorema 4. dari persamaan kuadrat diperoleh 2 bahwa y1 + y2 = 4a . Bukti. y y2 P2 y0 M x P1 O y1 Gambar 4. artinya \P F Q = 90 . y1 ). Sifat ini diilustrasikan dalam Gambar 4. Sifat ini diilustrasikan dalam Gambar 4. Parabola 41 4. artinya bahwa ordinat untuk titik m m tengah dari tali P1 P2 tidak tergantung pada konstanta b dan hanya tergantung pada kemiringan m.12 Jika suatu garis menyinggung parabola di suatu titik P dan memotong garis arah di suatu titik Q. Oleh karena itu y0 = 2a .7: Ilustrasi untuk sifat tali-tali yang sejajar. artinya y0 = 1 (y1 + y2 ). Untuk mencari titik-titik koordinat P1 dan P2 perlu diselesaikan persamaan-persamaan y 2 = 4ax dan y2 y = mx + b. maka P dan Q membentuk sudut siku-siku di titik fokus F . akan dibuktikan untuk parabola y 2 = 4ax yang mempunyai garis arah x = a dan fokus F (a. titik tengah untuk tali-tali yang sejajar terletak pada satu garis mendatar y = 2a . Garis singgung di P (x1 . dan ordinat y0 untuk titik tengah M dari P1 P2 adalah setengah dari jumlahan y1 dan y2 . Pertama kali akan diperhatikan sifat parabola yang berkaitan dengan tali-tali sejajar dari parabola.Bab 4. Dimisalkan kemiringan dari tali-tali yang sejajar adalah m.

Ruas garis T Q adalah subtangent. 2a (x1 y1 a) : Kemiringan garis P F dan F Q berturut-turut adalah mP F = y1 x1 a . Parabola y 42 P Q F R x Gambar 4.13 Diandaikan sembarang dua garis singgung terhadap parabola adalah saling tegak lurus. (Ini juga diilustrasikan dalam Gambar 4. Disubstitusikan x = a ke persamaan di atas untuk mendapatkan titik potong antara garis arah dengan garis singgung. 0).8: Ilustrasi untuk sifat dari tali fokus dan garis singgung untuk parabola. Dari Teorema 4. dan garis singgung di titik (x1 . mQF = 2a(x1 a) y1 a a = x1 y1 a : Secara mudah kita dapat melihat bahwa hasil kali dari kedua kemiringan sama dengan 1.15 Titik tengah dari subtangent T Q adalah titik asal O (0.9 dan Teorema 4.Bab 4. Sifat-sifat ini diilustrasikan dalam Gambar 4.) De…nisi 4. y1 ). Akibat 4. proyeksi pada sumbu x dari ruas garis normal dengan titik-titik ujung pada sumbu x dan titik singgung P dinamakan subnormal untuk titik P . Diketahui bahwa garis singgung parabola di titik P memotong sumbu x di titik T dan garis normalnya memotong sumbu x di titik N .9. Berikut ini dibuktikan sifat-sifat parabola yang muncul berkaitan dengan subtangent. Diperhatikan Gambar 4.10. . Teorema 4. yaitu Q= a.14 Proyeksi pada sumbu x dari ruas garis singgung untuk parabola dengan titik-titik ujung pada sumbu x dan titik singgung P dinamakan subtangent untuk titik P .8.12 diperoleh akibat seperti berikut. Sementara itu. subnormal. maka kedua titik singgung merupakan ujung-ujung dari tali fokus parabola. sedangkan ruas garis QN adalah subnormal. Karena itu garis P F tegak lurus dengan F Q.

Titik T dicari dengan mengambil y = 0 dalam persamaan garis singgung. Bukti. y1 ) adalah y1 y = 2a (x + x1 ). Jadi. Berdasarkan de…nisi parabola dipunyai bahwa P1 R = P1 F = a + x1 . Di sisi lain.10: Ilustrasi dari sifat parabola yang berkaitan dengan garis singgung di suatu titik pada parabola. Jadi. Karena jOQj = x1 . Teorema 4.18 Jika garis RP1 diperpanjang dari titik P1 ke suatu titik S. Berdasarkan kenyataan bahwa keempat sudut belah ketupat adalah sama besar. Bukti.17 Sudut P1 F T sama dengan dua kali sudut P1 T F .Bab 4. maka OT dan OQ mempunyai panjang sama.9: Subtangent dan subnormal untuk titik singgung parabola. T F P1 R adalah suatu belah ketupat dan = . = . Parabola y 43 P T O Q N x Gambar 4. dipunyai bahwa N P1 S adalah komplemen dari . Ini berarti bahwa O (0. Selain itu. Bukti. Persamaan garis singgung di titik P1 (x1 . y R βα P1 β S T K O F Q N x Gambar 4. 0). sehingga jOT j = x1 . 0) adalah titik tengah dari subtangent T Q. Akibat 4. maka garis singgung di P1 membagi sudut RP1 F menjadi dua sama besar. Dengan cara ini diperoleh titik T ( x1 . maka F P1 N adalah komplemen dari . Bukti. berdasarkan sifat sebelumnya.16 Diambil F adalah fokus dan P1 R tegak lurus terhadap garis arah KR. Karena N P1 tegak lurus dengan P1 T . diperoleh bahwa sudut F P1 N sama dengan sudut N P1 S. maka garis normal N P1 membagi sudut F P1 S menjadi dua sama besar. . berdasarkan sifat sebelumnya dan juga de…nisi parabola diperoleh T F = T O + OF = OQ + OF = OQ + OK = x1 + a: Oleh karena itu P1 R = P1 F = T F . Teorema 4.

(16) Koordinat fokus terletak pada garis 3x + 4y = 12. cari persamaan parabola dengan puncak di titik asal. sehingga segitiga RKF sebangun dengan segitiga P1 KN dan ini berarti bahwa jQN j = jKF j = 2a: 4. gambarkan setiap parabola. (1) y 2 = 8x (2) y 2 = 8x (3) y 2 = 12x (4) x = 2y 2 2 2 = 8y 2 = 8y (5) 6x = y (6) x (7) x (8) 2x2 = 9y Dalam persamaan y 2 = 4ax. 6). sumbu parabola adalah salah satu sumbu koordinat. Bukti. maka RF tegak lurus terhadap T P1 . koordinat fokus. (17) Garis arah yaitu garis y = 6. dan persamaan garis arah. . 5) adalah suatu tali parabola. cari persamaan parabola yang memenuhi kondisi yang diberikan. (11) Jarak dari puncak ke fokus sama dengan 3.Bab 4. 3). (10) Panjang latus rectum sama dengan 16. (15) Koordinat fokus yaitu (0. SOAL-SOAL UNTUK BAB 4 Dalam soal (1) (8). 6) adalah suatu tali parabola. 0). cari panjang latus rectum. 5) ke ( 2. (12) Koordinat fokus yaitu ( 5. Parabola 44 Teorema 4. (14) Garis dari ( 2. Karena itu RF sejajar dengan P1 N . 6) ke (2. dipilih fokus adalah kutub dari koordinat polar dan sumbu mayor adalah garis awal ( = 0 ) untuk koordinat polar.19 Panjang subnormal QN sama dengan 2a untuk semua posisi titik P1 pada parabola. (13) Garis dari ( 2. Karena T F P1 R adalah suatu belah ketupat. Beri tanda untuk fokus dan gambarkan garis arah dalam setiap gambar. Dalam soal (18) (23). cari nilai p terhadap kondisi berikut ini: (9) Parabola melalui titik (2.6 Persamaan Kutub Dalam koordinat kutub. dan juga memenuhi kondisi yang diberikan. Dalam soal (13) (17).

0) dan melalui titik-titik ujung latus rectum. (26) Suatu irisan penampang (cross-section) dari pemantul cahaya berbentuk parabola ditunjukkan dalam gambar berikut: 11 cm C A 5 cm V F 5 cm B D The bulb ditempatkan di fokus dan diameter di fokus adalah 10 cm. Dengan mencari titik potong antara lingkaran dan parabola. (28) Diketahui suatu busur berbentuk parabola dengan sumbunya tegak. Cari panjang sisi-sisi segitiga tersebut. 0) dan fokus ( 2. suatu segitiga sama sisi dibuat sedemikian sehingga puncaknya terletak di titik asal dan kedua titik sudut lainnya terletak pada parabola. Cari persamaan lingkaran dengan pusat (12. Parabola (18) Fokus (6. (24) Dalam parabola y 2 = 4ax. (b) Cari diameter CD yang terletak 11 cm dari puncak.Bab 4. dan simetris terhadap sumbu y. 3) dan garis arah y = 3. 2) . 0). (21) Puncak (0. tunjukkan bahwa lingkaran dan parabola adalah bersinggungan. 3) . melalui (2. 0). . (27) Jika suatu pemantul cahaya berbentuk parabola dengan diameter 20 cm dan kedalaman 5 cm. Busur mempunyai tinggi 10 m dan lebar 5 m pada ujung-ujungnya. (23) Puncak (0. tentukan fokusnya. 0). melalui (5. 45 (19) Fokus (0. dan sumbunya adalah sepanjang sumbu x. (20) Puncak (0. (22) Puncak (0. (25) Diberikan parabola y 2 = 16x. 0) dan fokus (3. Berapakah lebar busur yang jaraknya 2 m dari puncak parabola. 0). (a) Cari persamaan parabola. 0) dan garis arah x = 6.

46 ..E. Boston. Essential Calculus: Early Transcendentals [3] Uppal. [2] Stewart. Wentworth. Ginn and Company.Daftar Pustaka [1] Sicelo¤. S. L. dan D. (2006).P. (). Mathematics: Textbook for Class XI. Smith (1922). G.. NCERT Publication. Analytic Geometry. J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful