CUTI PNS

DASAR HUKUM : 1. Undang-Undang No. 8 Tahun 1974 jo. Undang-Undang No. 43 Tahun 1999 tentang PokokPokok Kepegawaian ; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil ; 3. Surat Edaran Kepala BAKN Nomor 01/SE/1977 tentang Permintaan dan Pemberian Cuti PNS.      Cuti adalah keadaan tidak masuk kerja yang diijinkan dalam jangka waktu tertentu. Cuti diberikan dalam rangka usaha menjamin kesegaran jasmani dan rohani, maka kepada PNS setelah bekerja selama jangka waktu tertentu perlu diberikan cuti. Cuti adalah hak PNS, oleh sebab itu pelaksanaan cuti hanya dapat ditunda dalam jangka waktu tertentu apabila kepentingan dinas mendesak. Untuk mendapatkan cuti, Pegawai Negeri Sipil mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti. Cuti diberikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti. JENIS-JENIS CUTI PNS : CUTI TAHUNAN Ketentuan Mengajukan Cuti Tahunan : PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya selama 1 tahun secara terus menerus; Lamanya cuti tahunan adalah 12 hari kerja dan tidak dapat dipecah-pecah hingga jangka waktu yang kurang dari 3 hari kerja; Cuti tahunan yang akan dijalankan ditempat yang sulit perhubungannya, maka jangka waktu cuti tahunan tersebut dapat ditambah untuk paling lama 14 (empat belas) hari; Cuti tahunan yang tidak diambil dalam tahun yang bersangkutan dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan; Cuti tahunan yang tidak diambil lebih dari 2 (dua) tahun berturut-turut, dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan; PNS yang menjadi Guru pada Sekolah dan Dosen pada Perguruan Tinggi yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, tidak berhak atas cuti tahunan.

-

-

-

-

CUTI BESAR Ketentuan Mengajukan Cuti Besar : PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya 6 tahun secara terus menerus dengan lama waktu 3 bulan (termasuk cuti tahunan dalam tahun yang bersangkutan); Pegawai Negeri Sipil yang menjalani cuti besar tidak berhak lagi tasa cuti tahunannya dalam tahun yang bersangkutan;

Pegawai Negeri Sipil yang mengalami kecelakaan dalam dan oleh karena menjalankan tugas kewajibannya sehingga ia memerlukan perawatan berhak atas cuti sakit sampai sembuh dari penyakitnya. Catatan : a. d. PNS yang bersangkutan menerima penghasilan penuh. Lamanya cuti bersalin : 1 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah persalinan. harus diuji kembali kesehatannya oleh dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. - - - PNS wanita yang mengalami gugur kandungan berhak mendapatkan cuti paling lama 1 ½ bulan dengan syarat surat izin persetujuan dari pejabat yang berwenang dan surat keterangan dari Dokter / Bidan. Pegawai Negeri Sipil menerima penghasilan penuh. Untuk persalinan anak ketiga dst. diberikan cuti diluar tanggungan Negara. apabila kepentingan dinas mendesak. CUTI BERSALIN Ketentuan Mengajukan Cuti Bersalin (bagi PNS wanita) : Untuk persalinan anak pertama dan kedua (dimana persalinan pertama yang dimaksud adalah persalinan pertama sejak yang bersangkutan menjadi PNS). c. Dapat ditangguhkan pelaksanaanya oleh pejabat yang berwenang untuk paling lama 2(dua) tahun. PNS yang tidak sembuh dari penyakitnya dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada point a dan b. maka ia diberhentikan dengan hormat dari jabatannya Karena sakit dengan mendapat uang tunggu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selama menjalankan cuti besar. Sakit > 14 hari : surat izin persetujuan dari pejabat yang berwenang memberikan cuti dan surat keterangan dari Dokter (yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan). Diberikan untuk waktu paling lama 1 (satu) tahun. b. CUTI KARENA ALASAN PENTING Ketentuan Mengajukan Cuti Karena Alasan Penting : Setiap PNS berhak atas cuti karena alasan penting dimana alasan penting tersebut hendaknya ditetapkan sedemikian rupa sehingga benar-benar hanya untuk waktu yang diperlukan saja. Apabila berdasarkan hasil pengujian kesehatan sebagaimana dimaksud pada point c. Selama menjalankan cuti bersalin PNS wanita yang bersangkutan menerima penghasilan penuh. - - . PNS yang bersangkutan belum sembuh dari penyakitnya. CUTI SAKIT Ketentuan Mengajukan Cuti Sakit : Sakit 1 s/d 2 hari : surat izin persetujuan dari atasan (paling tidak secara tertulis maupun melalui pesan perantaraan orang lain).- Dapat digunakan PNS yang bersangkutan untuk memenuhi kewajiban agama. Dapat ditambah untuk paling lama 6(enam) bulan apabila dipandang perlu berdasarkan surat keterangan dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. Sakit 2 s/d 14 hari : surat izin persetujuan dari pejabat yang berwenang memberikan cuti dan surat keterangan dari Dokter (baik dokter pemerintah maupun swasta).

atau dengan kata lain. Alasan penting lainnya yang ditetapkan kemudian oleh Presiden. b. Telah bekerja sekurang-kurangnya 5 tahun secara terus-menerus. Lamanya cuti ditentukan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti untuk paling lama 2 (dua) bulan. PNS yang menjalankan CLTN dibebaskan dari jabatannya dan jabatan yang lowong itu dengan segera dapat diisi. . PNS yang menjalankan CLTN tidak dibebaskan dari jabatannya. mertua atau menantu sakit keras atau meninggal dunia. maka pimpinan instansi induk melaporkan kepada kepala BKN untuk kemungkinan disalurkan penempatannya pada instansi lain.- - Cuti karena alasan : ibu. Salah seorang anggota keluarga yang dimaksud dalam point sebelumnya meninggal dunia dan menurut ketentuan hukum yang berlaku PNS yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang meninggal dunia itu. dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang paling lama 1 tahun apabila ada alasan yang penting untuk memperpanjangnya. Khusus bagi CLTN untuk persalinan. PNS yang telah selesai menjalakan CLTN wajib melaporkan diri secara tertulis kepada Pimpinan Instansi induknya. Selama menjalankan cuti. CLTN dapat diberikan paling lama 3 tahun. berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut: Permintaan CLTN tidak dapat ditolak. anak. Pimpinan instansi induk yang telah menerima laporan dari PNS yang telah selesai menjalankan CLTN berkewajiban : Menempatkan dan memperkerjakan kembali apabila ada lowongan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Kepala BKN. a. kakak. bapak. adik. Apabila Kepala BKN tidak dapat menyalurkan penempatan PNS tersebut. maka Kepala BKN memberitahukan kepada Pimpinan Instansi induk agar memberhentikan PNS dengan hak-hak kepegawaian menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Apabila tidak ada lowongan. Selama menjalankan CLTN tidak berhak menerima penghasilan dari Negara dan tidak diperhitungkan sebagai masa kerja PNS. CUTI DILUAR TANGGUNGAN NEGARA Ketentuan Mengajukan Cuti di Luar Tanggungan Negara (CLTN) : Cuti di Luar Tanggungan Negara bukan hak PNS. istri/suami. b. Dikarenakan alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak (semisal untuk mengikuti suami yang bertugas keluar negeri). c. oleh sebab itu permintaan CLTN dapat dikabulkan atau ditolak oleh Pejabat yang berwenang memberikan cuti. PNS yang bersangkutan menerima penghasilan penuh. PNS yang tidak melaporkan diri kembali kepada instansi induknya setelah habis masa menjalankan cuti diluar tanggungan Negara diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. Melangsungkan pernikahan yang pertama.Pertimbangan Pejabat yang bersangkutan didasarkan untuk kepentingan dinas. - - a. jabatannya tidak dapat diisi oleh orang lain. CLTN hanya dapat diberikan dengan SK Pejabat yang berwenang memberikan cuti setelah mendapat persetujuan dari Kepala BKN. Permintaan perpanjangan CLTN yang diajukan sekurang-kurangnya 3 bulan sebelum CLTN berakhir.

2. Kepala Dinas. 3. 4. Lamanya cuti sama dengan lamanya cuti bersalin yakni 1 (satu) bulan sebelum dan 2 (dua) bulan sesudah persalinan. Syarat-syarat Mengajukan Cuti Diluar Tanggungan Negara 1. maka: o Apabila ada lowongan ditempatkan kembali. Camat & Lurah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. PROSEDUR PELAYANAN . Camat dan Lurah : (kecuali cuti sakit yang lebih dari 14 hari.c. Cuti diluar tanggungan Negara dapat diberikan untuk paling lama 3 (tiga) tahun. Kepala Kantor.  Kepala Badan. cuti besar & cuti diluar tanggungan Negara) kepada Pejabat Eselon III kebawah di lingkungan Sekertariat Daerah Kabupaten Probolinggo. Sekertaris Dewan. dan cuti diluar tanggungan Negara untuk Eselon III kebawah di lingkungan Pemkab Probolinggo. PENDELEGASIAN WEWENANG  Sekertaris Daerah Kabupaten Probolinggo : Pejabat Eselon II & Setingkat. Jangka waktu cuti diluar tanggungan Negara dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun apabila ada alasan-alasan yang penting untuk memperpanjangnya. Tidak memerlukan persetujuan Kepala BKN. PNS yang bersangkutan tidak berhak menerima penghasilan dari Negara. Selama menjalankan CLTN tersebut tidak menerima penghasilan dari Negara dan tidak diperhitungkan sebagai masa kerja PNS.  Asisten Administrasi Sekertariat Daerah Kabupaten Probolinggo : (kecuali cuti sakit yang lebih dari 14 hari.  Kepala BKD Kabupaten Probolinggo : cuti sakit yang lebih dari 14 hari. Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun secara terus menerus karena alasan-alasan pribadi yang penting dan mendesak dapat diberikan cuti diluar tanggungan Negara. o Apabila penempatan yang dimaskud tidak mungkin maka PNS yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya karena kelebihan dengan mendapat hak-hak kepegawaian menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. e. 7. Selama menjalankan cuti diluar tanggungan Negara. 6. d. Selama menjalankan cuti diluar tanggungan Negara tidak diperhitungkan sebagai masa kerja Pegawai Negeri Sipil. o Apabila tidak ada lowongan. PNS yang melaporkan diri kembali kepada instansi induknya setelah habis masa menjalankan cuti diluar tanggungan Negara. maka pimpinan instansi yang bersangkutan melaporkannya kepada Kepalan Badan Kepegawaian Negara untuk kemungkinan ditempatkan pada instansi lain. PNS yang tidak melaporkan diri kembali kepada instansi induknya setelah habis masa menjalankan cuti diluar tanggungan Negara diberhentikan dengan hormat sebagai PNS. cuti besar. Kepala Kantor. 5. cuti besar dan cuti diluar tanggungan Negara) kepada Pejabat Eselon III kebawah di lingkungan SKPD masing-masing.

& cuti bersalin. PERSYARATAN CUTI PNS 1. WAKTU 1 minggu (Apabila Pejabat yang berwenang berada ditempat). cuti alasan penting. Cuti Besar / Ibadah Haji o Permohonan dari Yang bersangkutan dan mengetahui Kepala SKPD o Foto copy KARPEG o Foto copy SK terakhir o DP-3 tahun terakhir o Foto copy ONH o Surat Pengantar dari SKPD o Semua rangkap 2 (dua) Download Blanko Cuti Besar / Ibadah Haji Staf Download Blanko Cuti Besar / Ibadah Haji Kepala Dinas 3. Cuti Sakit o Surat Pengantar dari SKPD o Permohonan dari Yang bersangkutan o Foto copy SK terakhir o Foto copy SK jabatan o Foto copy KTP o Surat Keterangan dari Dokter o Semua rangkap 2 (dua) Download Blanko Cuti Sakit Staf Download Blanko Cuti Sakit Kepala Satker / Camat . PNS berhak cuti tahunan 1 kali dalam 1 tahun. Pengajuan dilakukan 3 Minggu sebelum cuti. Cuti Tahunan o Surat Pengantar dari SKPD o Permohonan dari Yang bersangkutan o Foto copy SK terakhir o Foto copy SK jabatan o Foto copy KTP o Semua rangkap 2 (dua) Download Blanko Cuti Tahunan Staf Download Blanko Cuti Tahunan Kepala Satker / Camat 2. dan untuk pemotongan cuti bersama untuk cuti tahunan hanya berlaku 1 kali pada tahun berjalan pengambilan cuti.    Surat izin persetujuan dari atasan langsung dan pejabat yang berwenang memberikan cuti. melampirkan surat keterangan dari Dokter atau Bidan. Untuk cuti sakit dan cuti bersalin. kecuali cuti sakit.

4. Cuti Bersalin o Surat Pengantar dari SKPD o Permohonan dari Yang bersangkutan o Foto copy SK terakhir o Foto copy SK jabatan o Foto copy KTP o Surat Keterangan Melahirkan / Kehamilan dari Dokter / BIdan o Semua rangkap 2 (dua) Download Blanko Cuti Bersalin 5. Cuti Karena Alasan Penting o Surat Pengantar dari SKPD o Permohonan dari Yang bersangkutan o Foto copy SK terakhir o Foto copy SK jabatan o Foto copy KTP o Semua rangkap 2 (dua) Download Blanko Cuti Karena Alasan Penting Staf Download Blanko Cuti Karena Alasan Penting Kepala Satker / Camat . Cuti Diluar Tanggungan Negara o Permohonan dari Yang bersangkutan dan mengetahui Kepala SKPD o Foto copy KARPEG o Foto copy SK terakhir o DP-3 tahun terakhir o Surat Pengantar dari SKPD o Semua rangkap 2 (dua) Download Blanko Cuti Diluar Tanggungan Negara Staf Download Blanko Cuti Diluar Tanggungan Negara Kepala Satker / Camat 6.

38.9.3808:/.3.!$.3.3203072.7.:98.3.3.2.3..93..3.5078.503.303.:.25.3503:   &%#$ 09039:.8.30.3:9078.3503:   &%#$!% 09039:.:9.350393/2.3 $0.3-078.3!$..3.80.3./.2..3203072.3/.3/507:.803.9..39:.203.3!0393 $09.3-078../.3 -.20.8.:39:.09.3. 5078.3.380/02. .7 -03.380-0:2/.30/:.3:9..5079.:.703..39.2.3203.8:/.803.703..3-078..20207:.2.3/2.2..9.3./89 /-07..203. .5078..39.8.3-07.  &39:5078.303.33. !$.35039390780-:903/.3-:..3..3.3..8.8.79.8.8..3.7 503.35079. /909.-.703./.8 0.7.:9-078.3-:.007$5.... /2.3.3203.35079.2/.:9-078.503.3:9.3507..802-:/.9:.3 !0.3:3.5.5!$-07./!$  &39:5078.37:5.-03.3:9..0.3.:9/:.98.3.340.3:9.

.8.5.3-: -..703. 897. :9.

:.9.35073.:9:39:5.383/:3..32033.3 -07..:9/:.%:39:5078.3-078.3389.8.8.3.:9 !0792-.:.349.33.-007..3 %-070..3 $0.443.:/03. /:.:203.33..2 .9:7.. -:.383/:.3503:   &%&#%&# 09039:.3/03.3:3.9.8. .7.05..3  .7.3$!0..2.3:9/:.9.3.70.5.3.3-0703.3.9/5075.703.5.380-.3 .3/.3./:3. .. !07239.34050.547.:3..!$ 4080-.3/.3-0703.9507809::.3/03.35.9/.9.. 8028./.8.3.2.3..3.3.33..:7.5.547..203./.907.9/-07.7.3-078.3-07.8.9/94.3/2.350393.3.9.3/780..3 .3.3%/.503.8.3:9.30.8 .!$ !$.2543980-0:23. 03025.383/:20.9.3203/08.-.0:.8008. 2079:.2033.-.3-079:.2 .390.9507809::.3-07.3//../.5.-. - 5.3..05.2.3:9.3:9./-07039.79.7.3389. 050.-82.3/909..-07.3:39:050393.3.9 . 5.-..3.389.:09039:...07.3.9:90780-:9/.40!0.3.35079.390.:9/9039:.-../.:380..2.3 . !253.9 80-.3:3.3.80:.203072.443./.2.9.7.203.9.9..5.5253./.-.-..:  :8:8-..2.9.3507:3/./ .3.8://.9.3/8.-:.35075..:/94.3!0.3.3/.7%..9079:805.7.-./.5.3.05.380:7.547. /5079:3.:9 !$.33.3 :3/.30. $.9: 0.:7.80:7.3 8007././.3/3.9/-07.2.3389.8.7 !$.!$ !253.9./.380-.705.9/.9.390. !$..8.3/.5..7 . 8090.:: 203/.:39:203:98:.8.5.383/:3.05.7.3.3/.3202-07. - !$....8:.39/.3-0703.3.2.7.39070-/.38..3389.349.3. .350393/.3../../.3 2.9.!253. %  :9/:.:3 /.9/.5.5.9/8 $0.3. :39:02:33.-9:507239.7.3%9/.38:3.0:.20.9.3472.389.3:3.3%9/..3::2.303.203.547.357-.3203:7:9507.3.3.-./.305.3.30./.:./.3202-07.3.302-...3/. %.:2033. !07239.503..33.203..7.35.9.3 :7.340!708/03 .9/84047.5.33.350393:39:2025075.3/.705.203.:98090./:3.380-0:2% -07./.203072..3.-:.3503025.3%.3.3202-07./.305..-.5.:!$.9.8.9 /.8 .320250707.3 :7..3203.5.8008./:3.3.-07:9 .8..-:.3 . 203/..907:8 20307:8 %/.7. .3/.3 .7202-07039.3 09039:.3.3503025.3 203:7:909039:.3.-.3%9/..3%/-0-.9.3/03.3./.7%.-.3203072.3/702-.3.3!$90780-:9 2.5.. .8047. 202-079..3-078.-.3.3203.302:/.39/./-0-.-20.7!$.9203.3!$/03.3.34439:/03.39:8.33.3.383/:.7:8203:7:8.3%.73007  %0.33.

3:3.:   !$  $0079.3 20.07.203.3!02. 389.390.3 /:.907:8 20307:8 .3/2.30.38 3/:3.:9-08.3$0079.5.:9 /:.3.7 .:.3:3.30.30-/.30- /.3507:3/.-:5.-.79.9/-07.3.7. 203..7%.3!020739. 050.80:7. 4 5.98043 $093..!$   $.3 203/./.9: -:.3 8.:9/:.9.9 /-07..2.7 .. 05.3 . .30.3/03.7.-8 2.78..7.3.9.9.203072.7.3:39:5.7. -07./3:3.8.3 808:/.3..2.-:5.503025.9:7.3:9.7.8.3:3.3 0 $0.70. 203.3472.903!74-434 0.33..-8 2.3 -078.9.3 -078.-.../.:3    .3 0.7 .70./3:3.3:3.38.3.:380.05.3..05.3  2.30. 8090.007$5    !$ .. 05. 2. 203.:9/:.8.3..350393:39:2025075.3 $0079.3.!0. 389. .8:/9/.3. / .:9/:.-:5.9 05.-.5.9 80430-.7./.:9/:.:9 /:.3 .:39:02:33.980430-.:9 /:..8.-.547.7.3:3.3$!2./. 9/.302-...30..7 /.3.3:9:.8.:98.305.7 .2..9. 9.3./.9: ./03.3 .3 /7 02-.. 8090.9 :7.3:3.3:3..3 57-.-!74-434   !# $&#!   .3 9/. 0..9/.503.3 /-07039.3 ..8.-..5../3:3. 07.703.7. /5079:3.79.3:3.07.7.33.7.780.30-/.7.3:7. 2. 05. %/.2.9 .380-0:2/.3507809::..7 9.20207:.  !$ .703.!$.!0..-:5.3:3.547.3 5.9.-.5078.980-.30.380-..7/.2.35.3.:9-08. 9./. /.83 2.8.3 .7. .   !0.79.3..007$5.3:3.2.5.903.389.2.7 9.3 05. .79.:9-078.:9 8.3 50393 /..3 /7 02-.83  05.9:  9..8.3/. 05.3947  .7.3. .8 05.3 203/08.    $0.7. . 9/.3 .3/. 9.2:332.8. /5079:3.903!74-434  05.9 /5075.38 .3 /03.3.903!74-434.3 /9025.!0.9.30.3 9/..38 3/:3..-007. .3:9..3947 ..3/9025.7 9.    $0..33.7. 2.:9 /:.443.203072.2...:98. 00-.3:9.3-07.3 0.    :9/:.3 :3/.3.3.30.2.30. 5253.3 20. /.7.7.7 ...903!74-434!0.3-078.7.-. 443.../.:9 /:.3./.79.:9-08.3 389..2. 20.07..-:5../.3.:.3 0.3203:7:9507..9.7././ .8$0079.3 80-.33./ 3:3.!$    !$ .3 /.2.07.3..39/.:39:80430-.3:3.3 :7.3  4 5.503.3./.-.:3.  8./.:. -:./-07039.8.7.9.903!74-434  88903/23897.3%90780-:99/.79..3...547./.5.:98.3050. 203.3.  4 5.3.7.9 8.79.

.3:39:5024943.1 434.:98..9 .:3.3202-07.:9.3/.7./.9.:3 0..9./9025.7$! 4 !072443./.:99..9.-.-.7.3-0703.3 20.3-0703.38:7.39.9/.2.3-07.350393  .3503.3.:99.3..:3.3.:98.3.3:9.:39:./..9.90907.:.5./.3 /.9!03.3.-.3.3.:.3/.33:80-0:2.9  !#$#%&%!$   :9%.$.3$9.38:3/./.:9  &39:.907.45$.9.-07.257.93507809::.:3 -07.9.34:9%.45%! 4 $02:.:9  !03.-.29.3 4 494.3/.!0.7.:9-078.3-078.:9-078.:3.8.:9 -078.3/.5 /:.305.34:9%.45$907.3 4 494.:.3.3 4 $:7.:3.74907.:3.350.3  !$-07.$:7.:9   %& 23: 5.  434.7 4 494.8.2-.:/.7/.:.3.3.

.9   :908.2.7.

7$! 4 $02:. 4 !072443.-.  434.7 4 ! 9.5 /:.34:908.7.45$907.3:9.45#! 4 494./..7.3/.:05.7/.7.39.$! 4 494.9!03.45  4 $:7.3/.3-078.:3907.3.7 4 494../.320309.

1 434.$9..-.7./.34:908./.

3.34:9$.3:9.3 4 494.7$! 4 !072443.05.$.-.8   :9$.9!03.7.3/.7..3.9 4 $:7.3/./.45$.74907 4 $02:.34:9$.5 /:./.-.45%! 4 $:7.1 434.3 4 494./.3-078..9$9.3.9.7 4 494.  434.905.7/.90907.45$907.907..39.

9 .2..

-.3/.3.9.30.  :9078.7/.9!03.7.7.3 4 494.45$907.3:9.45%! 4 $:7.90907.7 4 494.3 4 494.45$.39.7$! 4 !072443.3.3 4 $:7.3-078.

74907.2.0.3/.

30.7.3:3.7.34:9078.7.:05.30./.$! 4 494.9!03././.3   :9:.05.30.7.7 4 ! 9.5 /:.$9.7%..39.34:9:.7.3:3.907.7 4 $:7..:3907. 4 !072443.5 /:./.$.7.3 4 $02:.7%.3.3:3.45$907.3/.3/.1 434.3.7$! 4 $02:.  434.7/.3-078.7%.320309.34:9:.3:9.45#! 4 494.  434.

8.7.45%! 4 $02:.907.1 434.7$! 4 !072443.703.9   :9.9.9!03..3/.45$907.  434.-.3 4 494..7/.8.3 4 494.$.45$./.5 /:.2.8.7 4 494.34:9.39..703.3..3-078.3!0393$9.7../.3!039305.34:9.3:9.3!0393 4 $:7.703.

9    .2..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful