BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Masalah sering kali muncul dalam kehidupan manusia. Setiap permasalahan tidak akan berhenti sendiri tanpa disertai solusi untuk menyelesaikannya.masalah sering kali terjadi pada komunitas- komunitas baik komunitas kecil maupun komunitas besar. Permasalahan yang kompleks sering terjadi pada perusahaanperusahaan yang pada akhirnya secara tidak langsung menuntut seorang menejer untuk membuat sebuah keputusan. Pada saat ini suatu pendekatan sistematis untuk pemecahan masalah telah diciptakan yang terdiri dari tiga jenis usaha : - persiapan - definisi - solusi Dalam mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan sebagai suatu system dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasi subsistem-subsistem dalam perusahaan. Dalam mendefenisikan masalah, manajer bergerak dari tingkat system ke subsistem dan menganalisis bagian-bagiansistem menurut suatu urutan tertentu. Dalam memecahkan masalah manajer mengidentifikasi berbagai solusi alternative, mengevaluaasinya, memilh yang terbaik, menerapkannya, dan membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu berjalan sebagaimana

1

2

mestinya. 1.2 Sejarah Kecerdasan Buatan Banyak cara untuk mendefinisikan kecerdasan buatan, diantaranya adalah:  Suatu studi yang mengupayakan bagaimana agar computer berlaku cerdas.  Studi yang membuat komputer dapat menyelesaikan persoalan yang sulit.  Teknologi yang mensimulasikan kecerdasan manusia, yaitu bagaimana

mendefinisikan dan mencoba menyelesaikan persoalan menggunakan computer dengan meniru bagaimana manusia menyelesaikan dengan cepat. Pada tahun 1950-an para ilmuwan dan peneliti mulai memikirkan bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan pekerjaannya seperti yang bisa dikerjakan oleh manusia. Alan Turing, seorang matematikawan Inggris, pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas. Hasil tes tersebut kemudian dikenal dengan Turing Test, dimana si mesin tersebut menyamar seolaholah sebagai seseorang di dalam suatu permainan yang mampu memberikan respon terhadap serangkaia npertanyaan yang diajukan. Turing beranggapan bahwa, jik amesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, layaknya manusia). Kecerdasan buatan sendiri dimunculkan oleh seorang profesordari maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas(seperti

Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang bernama John McCarthy pada tahun1956 pada saat Dartmouth Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI.

program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika. Program ini mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan. antara lain:  Persepsi (Vision danPercakapan)  Bahasa Alamiah(Pemahaman.3 Sub Disiplin Ilmu Kecerdasan Buatan Kecerdasan buatan dapat dipilah menjadi sejumlah sub disiplin ilmu. Program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan. diprogram oleh Robert K. Lindsay (1960). diprogram oleh Joseph Weinzenbaum (1967). ELIZA. Logic. diperkenalkan pada Dartmouth Conference. Penurunan. Translasi)  Kontrol Robot  Permainan(Game)  PersoalanMatematis(Geometri. PenemuanKesalahan. Beberapa program AI yang mulai dibuat pada tahun 1956-1966. KalkulusIntegral)  Engineering (Desain.3 Logic Theorist. Sad Sam. diantaranya adalah: . PerencanaanPabrik)  Analisa Ilmiah  Diagnosa Bidang Kedokteran  Analisa Financial 1.

Game Playing. Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia dapat berkomunikasi dengan komputer menggunakan suara. Computuer Vision yakni mencoba untuk dapat menginterpretasikan gambar atau obyek-obyek tampak melalui komputer. Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari. Algoritma Genetika) h. Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar. Dengan demikian komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh pakar. Fuzzy Logic. d.4 Lingkup Kecerdasan Buatan Dalam Aplikasi Komersial Dalam kehidupan manusia. Intelligent Computer-Aided Instruction. Machine Learning (Jaringan Syaraf Tiruan. Sistem Pakar (Expert System). Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing). b. Disini komputer digunakan sebagai sarana untuk menyimpan pengetahuan para pakar. e. Pengenalan Ucapan (Speech Recognition). f. Robotika dan Sistem Sensor (Robotics and Sensory Systems). Computer Vision. 1.4 a. g. komputer dapat membantu dalam bidang: . c.

membantu membersihkan lantai. komputer dapat membantu untuk mendiagnosis penyakit. Kesehatan. pemangkasan pohon. dan melakukan maintenance pekerjaan. mencuci pakaian. 1. memberikan treatment yang cocok. procedure kemungkinan hanya dapat diterapkan pada contoh yang sedang dipilih. Pekerjaan Rumah Tangga. kita dapat menanyakan tiga hal sebagai berikut:  Apakah langkah-langkah penyelesaian didefinisikan secara lengkap?  Apakah langkah yang sudah didefinisikan dapatdiimplementasikan sebagai sebuah procedure dalam komputer? Jika sulit diimplementasikan. dan melakukan maintenance terhadap pekerjaan.5 a. memotong rumput. melakukan monitoring kondisi pasien.  Apakah didalamnya diidentifikasikan beberapa batasan? Jika tidak. komputer dapat mengontrol robot yang harus mengerjakan pekerjaan berbahaya dan membosankan. Untuk mendefinisikan sebuah penelitian dalam bidang Kecerdasan Buatan dikatakan sukses. komputer dapat mengontrol robot yang melakukan kontrol terhadap hama. pemilihan hasil panen. b. sedangkan pada permasalahan lain metode ini tidak dapat diterapkan. d. inspeksi. dsb. c. maka system tersebut bukan system Kecerdasan Buatan. Pabrik. Pertanian. komputer dapat memberikan nasehat dalam memasak dan berbelanja.5 Maksud dan Tujuan Penulisan makalah ini bermaksud membuka pemikiran para mahasiswa untuk .

.6 Ruang lingkup Pada makalah ini penulis hanya membahas bagaimana seorang manajer perusahaan mengambil sebuah keputusan ketika terjadi sebuah permasalahan pada perusahaan yang mereka pimpin. dan tentunya tulisan ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa ketika memasuki dunia kerja nantinya. Oleh sebab itu.6 lebih tanggap dalam menghadapi sebuah permasalahan dan mampu menyelesaikan permasalah tersebut. tahap pemecahan masalah serta faktor manusia yang mempengaruhi pemecahan masalah. 1. maka pada makalah ini berisikan pendekatan system dalam pengambilan keputusan. struktur masalah.

Dalam bukunya tahun 1910. Membentuk penilaian Kerangka kerja yang dianjurkan untuk penggunaan komputer dikenal sebagai pendekatan sistem . Menimbang klaim alternatif 3. solusi alternative dipertimbangkan. 2. seorang profesor filosofi di Columbia University pada awal abad ini. dan solusi yang dipilih bekerja. Serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah itu pertama-tama dipahami.1 Pendekatan Sistem Proses pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey. Mengenali kontroversi 2. ia mengidentifikasi tiga seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan masalah suatu kontroversi secara memadai yaitu: 1. Masalah tak terstruktur 7 .7 BAB II PEMBAHASAN 2.2 Struktur Masalah Masalah terstruktur terdiri dari elemen-elemen dan hubungan-hubungan antar elemen yang semuanya dipahami oleh pemecah masalah.

Usaha solusi. Sebagaian besar masalah adalah masalah semi-terstruktur. dan usaha solusi / pemecahan. mengevaluasinya. usaha definisi.Usaha persiapan. Masalah semi-terstruktur adalah masalah yang berisi sebagian elemenelemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah. yaitu manajer memiliki pemahaman yang kurang sempurna mengenai elemen-elemen dan hubungannya. Sistem informasi berbasis komputer atau CBIS dapat digunakan sebagai system dukungan (support systems) saat menerapkan pendekatan sistem. mencakup mengidentifikasikan masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya. . . .Usaha definisi. . mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem. 2. Sebenarnya dalam suatu organisasi sangat sedikit permasalahan yang sepenuhnya terstruktur atau sepenuhnya tidak terstruktur.3 Tahap Pemecahan Masalah Dalam memecahkan masalah kita berpegangan pada tiga jenis usaha yang harus dilakukan oleh manajer yaitu usaha persiapan. menerapkan solusi itu dan membuat tindak lanjutnya untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan. memilih salah satu yang tampaknya terbaik. mencakup mengidentifikasikan berbagai solusi alternatif.8 berisikan elemen-elemen atau hubungan-hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah.

3.3 Usaha pemecahan Usaha pemecahan meliputi pertimbangan berbagai alternatif yang layak (feasible). dan penerapannya. Ketiga masalah itu terdiri dari: a) Memandang perusahaan sebagai suatu sistem b) Mengenal sistem lingkungan c) Mengidentifikasikan subsistem-subsistem perusahaan 2. karena ketiganya bersama-sama menghasilkan kerangka pikir yang diinginkan untuk mengenai masalah. Usaha definisi mencakup dua langkah yaitu : a) Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem b) Menganalisis bagian-bagian sistem dalam sustu urutan tertentu 2. pemilihan alternatif terbaik.1 Usaha persiapan Tiga langkah persiapan tidak harus dilaksanakan secara berurutan.3. .3.2 Usaha definisi Usaha definisi mencakup pertama-tama menyadari bahwa suatu masalah ada atau akan ada (identifikasi masalah) dan kemudian cukup mempelajarinya untuk mencari solusi (pemahaman masalah).9 2.

tetapi pada konsekuensinya keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan. Solusi bagi suatu masalah harus mendayagunakan system untuk memenuhi tujuannya. informasi itu menggambarkan keadaan saat ini.10 2. sejumlah masalah merupakan penyebabnya dan harus dipecahkan. seperti tercermin pada standar kinerja system. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah identifikasi berbagai alternative keputusan. Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. . Standar ini menggambarkan keadaan yang diharapkan. kita mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar biasa. Jika keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan sama.4 Pemecahan Masalah Dengan kenyataan tersebut. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Selanjutnya manajer harus memiliki informasi yang terkini. tidak terdapat masalah dan manajer tidak mengambil tindakan. apa yang harus dicapai oleh system. apa yang sedang dicapai oleh system. Jika kedua keadaan itu berbeda.

Setelah berbagai alternative. Gejala adalah kondisi yang dihasilkan oleh masalah. Gejala menarik perhatian manajer melalui lingkaran umpan balik.5 Faktor Manusia Yang Mempengaruhi Pemecahan Masalah Tiap manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik.1 Merasakan masalah . Namun gejala tidak mengungkapkan seluruhnya. atau penyebab dari suatu peluang. modal kerja. atau apa yang diperlukan untuk mengubah keadaan saat ini menjadi keadaan yang diharapkan. 2. Sangat sering para manajer melihat gejala dari pada masalah. Evaluasi ini harus mempertimbangkan berbagai kendala (constraints) yang mungkin. 2. Gaya mereka mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam merasakan masalah. Kendala lingkungan dapat berupa tekanan dari berbagai elemen lingkungan.SDM yang kurang memenuhi syarat. bahwa suatu masalah adalah penyebab dari suatu persoalan. seperti kurangnya bahan baku. 2. mengumpulkan informasi. dan menggunakan informasi. baik inter maupun ekstern/ lingkungan. dan lain – lain. Kendala intern dapat berupa sumber daya yang terbatas. seperti pemerintah atau pesaing untuk bertindak menurut cara tertentu.5. diidentifikasi system informasi dapat digunakan untuk mengevaluasi tiap alternative. 1.11 Perbedaan antara keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan menggambarkan criteria solusi (solution criterion).

• Penghindar Masalah (problem avoider) Manajer ini mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja. Ia berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi atau menghindarinya sepanjang perencanaan. • Pemecah Masalah (problem solver) Manajer ini tidak mencari masalah juga tidak menghalanginya. • Gaya Menerima (receptive style) .2 Mengumpulkan informasi Para manajer dapat menunjukkan salah satu dari dua gaya mengumpulkan informasi (information-gathering styles) atau sikap terhadap total volume informasi yang tersedia bagi mereka. • Pencari Masalah (problem seeker) Manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya. masalah tersebut dipecahkan. Jika timbul suatu masalah. 2. • Gaya Teratur (preceptive style) Manajer jenis ini mengikuti management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan area minatnya.5.12 Manajer dapat dibagi dalam tiga kategori dasar dalam hal gaya merasakan masalah (problem solving styles) mereka. yaitu bagaimana mereka menghadapi masalah.

• Gaya Intuitif (intuitive style) Manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan situasi. misalnya pendekatan sistem. 2. kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya atau orang lain dalam organisasi. dan pemilihan.6 Sistem Penunjang Keputusan ( SPK ) Ada tiga hal utama yang perlu diketahui oleh penganalisis sistem pendukung keputusan.5. perancangan. dan . yaitu : (1) apakah pembuat keputusan utama bersifat analitis atau heuristik. 2. (2) bagaimana keputusan dibuat dalam tiga fase penyelesaian masalah dalam hal kecerdasan.13 Manajer jenis ini ingin melihat semuanya. yaitu cara-cara menggunakan informasi untuk memecahkan suatu masalah. • Gaya Semantik (systematic style) Manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan.3 Menggunakan informasi Manajer juga cenderung lebih menyukai salah satu dari dua gaya menggunakan informasi (information-using styles).

1 . bukan pada keluaran yang dihasilkan.6. SIM tradisional berorientasi produk yang menghasilkan keluaran sedangakan SPK berorientasi proses dimana fokus SPK adalah pada interaksi pembuat keputusan dengan sistem tersebut. seperti pada Gambar 2. SPK dirancang sedemikian rupa untuk mebantu mendukung keputusankeputusan yang melibatkan masalah-maslah kompleks yang diformulasikan sebagai problem-problem semi terstruktur. tetapi tidak untuk menggantikan keputusan maupun membuat suatu keputusan untuk pengguna. 2. SPK bisa dibangun untuk mendukung keputuisan sekali saja.1 Karakteristik SPK Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah salah satu cara mengorganisir informasi (melibatkan pengunaan basis data) yang dimaksudkan untuk digunakan dalam membuat keputusan.6. SPK berbeda dengan SIM tradisional. keputusan–keputusan yang jarang dibuat atau keputusan-keputusan yang muncul secara rutin.14 (3) metode kriteria-ganda yang sangat berguna dalam menyelesaikan masalahmasalah semiterstruktur. SPK dirancang untuk pendekatan menyelesaikan masalah para pembuat keputusan dan kebutuhan-kebutuhan aplikasi.

Pengguna memiliki gaya pembuatan keputusan tersendiri. dimana problem-problem dan peluang tidak dapat distrukturkan secara total dan memerlukan pendapat dan pengalaman manusia untuk membuat suatu keputusan. Keputusan-keputusan terstruktur bersifat rutin dan memerlukan sedikit pendapat manusia begitu variabel-variabel tersebut terprogram. Pada level manajerial dan strategik merupakan keputusan semistruktur.1 (SIM) Pembuat keputusan dalam organisasi terjadi pada tiga level utama yaitu : level strategik.15 Gambar 2. oleh karenanya perancang SPK perlu mempertimbangkan atribut-atribut khusus sehingga memungkinkan pengguna berhasil berinteraksi dengan sistem. manajerial dan operasional. kebutuhan yang berbeda serta tingkat pengalamannya sendiri-sendiri. Keputusan pada level operasional merupakan keputusan-keputusan terstruktur yaitu keputusan-keputusan dimana semua atau sebagian besar variabel-variabel yang ada diketahui dan bisa diprogram secara total (secara menyeluruh dapat diotomatiskan).6. .

Dalam hal ini SPK dapat digunakan untuk mengembangkan solusi problem–problem yang bersifat kompleks dan semiterstruktur dengan mempertimbangkan SIM tradisional.6. Penggunaan SPK tidak terbatas untuk manajer-manajer dari level menengah sampai ke level tinggi.6. dimana problem-problem dan peluang tidak dapat distrukturkan secara total dan memerlukan pendapat dan pengalaman manusia untuk membuat suatu keputusan. Pada level manajerial dan strategik merupakan keputusan semistruktur.2 Pengguna SPK Pembuat keputusan dalam organisasi terjadi pada tiga level utama yaitu : level strategik. Keputusan pada level operasional merupakan keputusan-keputusan terstruktur yaitu keputusan-keputusan dimana semua atau sebagian besar variabel-variabel yang ada diketahui dan bisa diprogram secara total (secara menyeluruh dapat diotomatiskan).16 Gambar 2. tetapi dapat digunakan oleh individu-individu. oleh karenanya perancang SPK perlu . Keputusan-keputusan terstruktur bersifat rutin dan memerlukan sedikit pendapat manusia begitu variabel-variabel tersebut terprogram. manajerial dan operasional. Pengguna memiliki gaya pembuatan keputusan tersendiri. kebutuhan yang berbeda serta tingkat pengalamannya sendiri-sendiri.2( SIM dan SPK ) 2.

Diantara dua perbedaan dari kepastian dengan ketidakpastian terdapat serangkaian kondisi yang disebut resiko. • Gaya Pembuatan Keputusan . Keputusan-keputusan yang dibuat mengandung resiko mengasumsikan bahwa kita setidaknya tahu tentang alternatifalternatif yang dimiliki. Model ilmu pengetahuan manajemen umum yang mengasumsikan kondisi-kondisi kepastian adalah program linier.3 Konsep Pembuatan Keputusan Beberapa konsep yang membantu dalam pembuatan SPK. 2. yaitu : kepastian.6. tekanan dan laba semuanya diasumsikan sudah diketahui dan tepat. dimana sumber daya. Yang dimaksud dengan kepastian adalah kita mengetahui segala sesuatu sebelumnya dalam membuat keputusan. ketidakpastian dan resiko. bagaimana menentukan gaya pembuat keputusan dan fase-fase penyelesaian masalah. yaitu bagaimana keterkaitan antara SPK dengan pembuat keputusan. Sedangkan ketidakpastian merupakan sebaliknya yaitu kita tidak mengetahui tentang probabilitas atau konsekuensi keputusan-keputuisan kita. • Pembuatan keputusan beresiko Pembuatan keputus dan klasik biasanya mengasumsi keputusan yang dibuat berdasarkan tiga rangkaian kondisi.17 mempertimbangkan atribut-atribut khusus sehingga memungkinkan pengguna berhasil berinteraksi dengan sistem. tingkat komsumsi.

• Fase Penyelesaian Masalah Tiga fase penyelesaian masal. Kecerdasan Kecerdasan adalah kesadaran mengenai suatu masalah atau peluang. peluang untuk menggunakan bantuan keputusan dan analisis sitematis bisa lebih besar. Dalam hal ini. Pembuatan Keputusan Analitis. pembuat keputusan analitis tergantung pada informasi yang diperoleh secara sistematis dan dievaluasi secara sistematis pula dengan cara memperkecil alternatif-alternatif yang ada serta membuat suatu keputusan berdasakan informasi tersebut. pembuat keputusan berupaya mencari lingkungan bisnis internal dan eksternal.ah yaitu : 1. meskipun mereka tidak selalu bisa diterapkan secara konsisten atau sistematis. Jika informasi tepat waktu sulit diperoleh. bukan solusi optimal. diproses. Mereka mengupayakan kepuasan. Penggolongan keputusan analitis atau heuristic. Heuristik umumnya berdasarkan pengalaman. dan masalah-masalah .18 Parameter gaya pembuatan keputusan didasarkan pada cara dimana informasi dikumpulkan. organisasi bisa mendorong manajer menuju gaya yang lebih heuristik. memeriksa keputusan-keputusan yang perlu dibuat. Jika informasi di dalam perusahaan mengalir bebas. dan digunakan. Gaya pembuatan keputusan manajer tersebut berhubungan dengan keterbukaan dan ketertutupan sistem organisasi. Pembuatan Keputusan Heuristik. serta bagaimana informasi dikomunikasikan dan diterapkan. pembuat keputusan yang menggunakan heuristic membuat keputusan dengan batuan beberapa petunjuk (atau petunjuk praktis).

6. Perancangan Dalam fase perancangan. 2.19 yang perlu diatasi.4 Pembuatan Keputusan Kriteria-Ganda Dalam memodelkan keputusan-keputusan serealitis mungkin. Pendekatan kriteria-ganda memungkinkan pembuat keputusan menyusun prioritas mereka serta memungkinkan ditampilkannya analisis sensitivitas dengan menanyakan jenis pertanyaan bagaimana-jika. Pemilihan ini diikuti dari analisis sebelumnya dalam fase perancangan dan memperkuatnya lewat informasi-informasi yang diperoleh dalam fase pemilihan. pendekatan batasan konjungtif.6. 3.5 Sistem Ahli. Pemilihan Dalam fase pemilihan ini. . pembuat keputusan merumuskan suatu masalah dan menganalisis sejumlah solusi alternatif. 2. peneliti mengembangkan beberapa pendekatan untuk mengevaluasi tujuan ganda atau problem-problem criteria ganda. Metode ini meliputi metode-metode pembobotan. dan pemrograman tujuan. 2. pemrosesan hiraki analitis. pembuat keputusan memilih solusi masalah atau peluang yang ditandai dalam fase kecerdasan. atau peluang-peluang yang perlu dipertimbangkan. Jaringan saraf dan Perangkat-perangkat Keputusan lainnya. Kecerdasan berarti kesadaran aktif akan perubahan-perubahan di lingkungan yang menuntut dilakukannya tindakan-tindakan tertentu.

Kedua model di atas disebut di bidang kecerdasan buatan (AI). Apa yang sebenarnya akan saya dapatkan dari system tersebut ? 2. Jika biaya prorotipe adalah $X.20 Model-model keputusan lainnya yang tersedia bagi para manajer meliputi system ahli dan jarangan saraf. apakah saya rasa biaya tersebut bisa diterima ? Sebenarnya dari pertanyaan itu tersirat jawaban yang mungkin para Manajer dapat menanganinya. Mengumpulkan keahlian disebut menambah pengetahuan dan ini merupakan bagian yang paling sulit dari aturan yang membentuk spesifikasi. 2. AI disebut SPK karena menuntut pembuat keputusan manusia melakukan identifikasi terhadap masalah-masalah yang ada. mengamati apa yang dilibatkan sehingga keputusan tersebut berhasil. yang antara lain dengan mengembangkan system yang berbasiskan DSS ini manajer itu dapat menjawab masalah bisnisnya dengan cara membantunya . lalu muncul dalam pemikirannya dia beberapa pertanyaan yang antara lain : 1.7 Contoh Kasus Seorang Manajer ingin membuat sebuah sistem yang akan membantu dia dalam menentukan biaya operasional dalam suatu periode. Sistem ahli adalah sistem-sistem pemikiran berdasarkan aturan yang dikembangkan untuk bidang keahlian tertentu. menambah pengetahuan dan melakukan analisis sensitivitas. Jaringan saraf dikembangkan dengan menyelesaikan sejumlah masalah dari satu jenis dan membiarkan perangkat lunak mendapat umpan balik atas keputusan-keputusan yang diambil.

pada biaya yang lebih rendah dari $X. biayanya harus dibawah $20. serta dengan inipun manajer itu dapat menghemat waktu dalam pekerjaannya dalam membuat keputusan.21 dalam meningkatkan keputusan yang lebih baik dalam sisi perencanaan.000. Hal ini berlaku hanya jika biaya tetap dijaga. apakah saya akan mengunakan sistem tersebut atau mengembangkanya agar dapat memenuhi dengan kebutuhan saya ?”. Dari studi kasus DSS ini. dan kontrol terhadap para bawahan. dalam sebagian besar organisasi. komunikasi. Disini dapat ditarik titik pointnya yaitu nilai dan biaya tetap dipisahkan dan tidak disamakan. nampak bahwa untuk bias menerapkan analisi nilai. . Disini juga Manajer dihadapkan pada beberapa alternative yang antara lain “ Jika prototype hanya bisa mengerjakan dua dari tiga tujuan operasional saya.

Dalam bukunya tahun 1910.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan makalah Pendekatan Sistem Kecerdasan Buatan Dalam Memecahkan Masalah Dan Mengambil Keputusan adalah sebagai berikut : 1. Proses pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey. Pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. ia mengidentifikasi tiga seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan masalah suatu kontroversi secara memadai yaitu: • Mengenali kontroversi • Menimbang klaim alternatif • Membentuk penilaian 2. . seorang profesor filosofi di Columbia University pada awal abad ini.22 BAB III PENUTUP 3.

Tetapi makalah ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk mengambil keputusan dalam menghadapi suatu permasalahan yang sedang dihadapi bagi seorang menejer ataupun bagi orang awam yang sedang menghadapi suatu permasalahan. sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut. 3. mengumpulkan informasi.2 Saran 22 Makalah ini belum sepenuhnya dapat memberikan solusi dalam hal pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. 4. Tiap manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik. dan menggunakan informasi. Gaya mereka mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam merasakan masalah. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut.23 3. .

Kosko. 1994. Signal and Image Processing with Neural Networks. John Wiley and Sons.. Yogyakarta. Harvey. R. AndiOffset. PPNY. New York.. 24 . Inc. 1991. 1993. Advanced Algorithms for Neural Networks. Mc GrawHill. Sandi Setiawan. Prentice-Hall International. B. Prentice-Hall International. Inc. Yogyakarta. 1992.24 DAFTAR PUSTAKA Elaine Rich. Prajitno. John Wiley and Sons. 1995. New York. 1994. Neural Network Principles. Timothy. Second Edition. New Jersey.BATAN. Inc. Artificial Intelligence. Neural Networks and Fuzzy Systems. Petunjuk Perangkat Lunak dalam buku Petunjuk Renograf Model BI-756. Timothy. Artificial Intelligence. New Jersey. 1996. Inc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful