BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN SISTEM MANAJEMEN K3

A. Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menurut Undang-undang 1. Sejarah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Di Indonesia Dengan memperhatikan keadaan hukum kerja di zaman prakemerdekaan, tentunya dapat diperkirakan bagaimana riwayat kesehatan kerja ini. Perbudakan, perhambaan, rodi, dan poenale sanksi yang mewarnai hubungan kerja di zaman itu menunjukkan pula kurangnya perhatian pemerintah Hindia Belanda akan kesehatan kerja. Hal yang dicari pada saat itu adalah pengeksplotasian tenaga kerja secara penuh demi kepentingan pihak penjajah, sedangkan kepentingan tenaga kerja tidak diperhatikan sama sekali. 43 Zaman Perbudakan Zaman perbudakan ini secara legistis yaitu menurut peraturan

perundangan dinyatakan berakhir pada tanggal 31 Desember 1921. Jika dibandingkan dengan Negara lain, berkat aturan adat yang dijiwai oleh kepribadian bangsa, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab para budak agak lumayan kedudukannya. 44 Regerings Reglement (RR) tahun 1818 (semacam Undang-undang Dasar Hindia Belanda) pada pasal 115 memerintahkan supaya diadakan peraturan-

Zaeni Asyhadie, Hukum Kerja Hukum Ketenagakerjaan Bidang Hubungan Kerja, (Jakarta : Raja Grafindo), 2007 hlm. 80 44 Prof. Iman Supomo,SH, “ Hukum Perburuhan Bidang…….”Op.Cit, hlm 10

43

Universitas Sumatera Utara

perturan mengenai perlakuan terhadap keluarga budak. Peraturan pelaksananya dimuat dalam Staatsblad 1825 No.44 ditetapkan bahwa : 45 1. Harus dijaga agar anggota-anggota keluarga budak bertempat tinggal bersama-sama, maksudnya seorang budak yang telah berkeluarga tidak boleh dipisahkan dari istri dan anaknya. 2. Para pemilik diwajibkan bertindak baik terhadap para budak mereka. 3. Penganiayaan seorang budak diancam dengan pidana berupa denda antara Rp.10,00 dan Rp.500,00 dan pidana lain yang dijatuhkan oleh pengadilan untuk penganiayaan biasa. Usaha dari pihak tidak resmi seperti dari “Javaans Menschlievend Genootschaap” yaitu nama baru bagi “Java Benevolent Institution” dari zaman pemerintahan Thomas Stamford Raffles antara tahun 1818 dan 1824 mencoba untuk menghapuskan perbudakan tetapi tidak membawa hasil. Terjadi pertentangan pendapat yang menyatakan bahwa penghapusan budak merupakan pelanggaran besar terhadap hak para pemilik budak dan disisi lain berpendapat bahwa kezaliman lebih besar apabila merendahkan manusia menjadi barang milik.46 Baru pada tahun 1854 dalam Regeringsreglement 1854 pasal 115 sampai 117 kemudian menjadi pasal-pasal 169 sampai 171 Indische Staatsregeling 1926, dengan tegas ditetapkan penghapusan perbudakan. Pasal 115 menetapkan paling lambat 1 Januari 1860 perbudakan di seluruh Indonesia dihapuskan dan selnjutnya

Ibid Prof. Iman Supomo,SH, Pengantar Hukum Perburuhan (edisi revisi), (Jakarta : Djambatan), 2003, hlm 16-17
46

45

Universitas Sumatera Utara

memerintahkan supaya diadakan peraturan-peraturan persiapan dan pelaksanaan tentang penghapusan dan ganti rugi sebagai akibat penghapusan. 47 Zaman Rodi Zaman rodi atau kerja paksa ini berlaku bersamaan dengan zaman perbudakan dan berakhir resminya di Jawa dan Madura pada tanggal 1 Februari 1938, kecuali di tanah partikelir yang baru dihapuskan pada tahun 1946 oleh Coamacab (Commando Officer Allied Military Administration, Civil Affairs Branch) dalam Noodverordening Particuliere Landrijen 1946 Java en Madura. 48 Kesehatan kerja bagi pekerja rodi lebih diperuntukkan pada kekhawatiran kehabisan jumlah pekerja paksa, bukan karena prikemanusiaan. Kesehatan kerja pada bidang rodi ini lebih terletak pada pembatasan jam kerja. Misalnya hanya boleh sehari seminggu dan paling banyak 52 hari dalam setahun dan seharinya tidak boleh lebih dari 12 jam kerja rodi. Jarak antara rumah dan tempat kerja juga diperhatikan. Tetapi hal ini pun dilanggar oleh pihak yang berkepentingan karena kurangnya pengawasan. Penghapusan rodi dilakukan dengan membayar uang pembebasan atau tebusan kepada Pemerintah dan bersamaan dengan itu gaji pegawai dinaikkan dengan uang pembebasan itu. 49 Poenale Sanksi Zaman poenale sanksi meliputi antara tahun 1872 dan 1879 serta antara masa 1880 dan 1941, berakhir pada tanggal 1 Januari 1942. Kedudukan buruh/pekerja dalam hubungannya dengan majikan ditetapkan sebagai berikut : 50

47 48

Ibid Prof. Iman Supomo, “Hukum Perburuhan Bidang……..”, Op.Cit, hlm 11 49 Ibid 50 Ibid

Universitas Sumatera Utara

Hukuman untuk itu adalah denda atau kerja dengan makan tanpa upah. jika buruh dalam masa hubungan kerja diadili atau menjalani pidana. jika buruh meninggalkan perusahaan.1. Satu-satunya jalan untuk memberikan perlindungan bagi buruh itu pda kedudukan manusia social adalah penghapusan poenale sanksi yang terjadi pada tangga 1 Januari 1942. Dalam lembaga poenale sanksi yang menyerahkan pribadi buruh sepenuhnya kepada wewenang perusahaan / majikan tidak dapat diharapkan adanya perlindungan buruh. sakit dan sebagainya jika tidak kembali lagi ke perusahaan maka dapat dipanggil kembali. dilarang memberi pemondokan kepada seorang buruh yang tidak dapat membuktikan kebebasannya dari kewajiban bekerja. tanpa izin tertulis dari pengusaha. dalam keadaan bagaimanapun. buruh tidak boleh meninggalkan perusahaan. Apabila hal itu tetap dilakukan maka buruh dikenai tindak pidana yang disebut melarikan diri. ia wajib selalu membwa dan atas permintaan yang berwajib memperhatikan kartu keterangan yang memuat identitas buruh dan lamanya hubungan kerja. buruh wajib secara teratur melakukan pekerjaannya. 2. administrasi atau pegawai yang diberi wewenang untuk itu. maka sesudahnya atas biaya perusahaan ia dapat di bawa kembali ke perusahaan. Zaman Modern Universitas Sumatera Utara . buruh tidak dapat memutuskan hubungan kerjanya secara sepihak. Demikian pula jika buruh setelah menjalani istirahat. 3. 6. 4. 5. biasanya disebut “krakal” selama-lamanya 1 bulan.

Voorschriften omtrent de dienst en rushtijden van bestuur der an motorrijtuigen (tentang waktu kerja dan waktu mengaso bagi pengemudi kendaraan bermotor). Panglongkeur Soematra Oostkust (tentang panglong di Sumatera Timur). mulai berlaku 1 Mei 1926. Stb No. peraturan lain yang dikwalifikasi sebagai peraturan kesehatan kerja. 2. Op. Maatregelen ter Beperking van de Kindearrbied en de Nachtarbeid van de Vroewen. yang biasanya disingkat Maatregelen. yaitu peraturan tentang pekerjaan anak dan orang muda di kapal. Bepalingen Betreffende de Arbeit van Kinderen en Jeugdige Persoonen ann Boord van Scepen. 3.. yang diberlakukan dengan Ordonantie No.Kesehatan kerja di Indonesia dimulai pada dasawarsa ketiga abad XX.81 Ibid Universitas Sumatera Utara . biasanya disingkat ‘Bepalingen Betreffende’. Kesehatan kerja pertama kali diatur dalam : 51 1. 341 tahun 1931 (peraturan tentang pengawasan di tambang). 87 tahun 1926. 2. mulai berlaku tanggal 1 Maret 1926.M. 647 Tahun 1925. Selain Maatregelen dan Bepalingen Betreffende. yang dikeluarkan dengan Ordonantie No. yang dikeluarkan oleh pemerintah Hindia Belanda adalah : 52 1. Mijn Politie Reglement. yaitu peraturan tentang pembatsan pekerjaan anak dan wanita pada malam hari. Riauw Panglongregeling (tentang panglong di Riau) 4.Hum. 51 52 Zaeni Asyhadie.SH.Cit. hlm.

. maka beberapa peraturan termasuk peraturan keselamatan kerja yang pada saat itu berlaku yaitu Veiligheids Reglement telah dicabut dan diganti dengan Undag-undang Keselamatan Kerja No.5.12 Tahun 1948 tentang kerja.M. Pekerjaan wanita 4.Cit. hlm. Sewaktu Imdonesia masih berbentuk serikat beribukota di Yogyakarta pada tannga 20 April 1948 mengundangkan Undang-undang No. Pekerjaan anak 2. hlm. Waktu kerja. Setelah kemerdekaan dan diberlakukannya Undang-undang Dasar 1945.SH.Cit.1 Tahun 1970. BAB II. Setelah Indonesia berbentuk Negara kesatuan UU No.42 Zaeni Asyhadie. Op. istirahat. Aanvullende Plantersregeling (peraturan perburuhan di perusahaan perkebunan). 53 Setelah kemerdekaan pula yang pertama-tama menjadi perhatian pemerintah adalah masalah kesehatan kerja.83 Universitas Sumatera Utara .2 Tahun 1951. 6.12 tahun 1948 ini di berlakukan ke seluruh wilayah Indonesia dengan UU No. Di Indonesia secara historis peraturan keselamatan dan kesehatan kerja telah ada sejak pemerintahan Hindia Belanda. Undang-undang pokok kerja ini mamuat aturan dasar mengenai : 54 1.Hum. Pekerjaan orang muda 3. Op. Arbeidsregeling nijverheidsberijvn (peraturan perburuhan di perusahaan perindustrian). dan mengaso 53 54 Departemen Tenaga Kerja.

pertambangan. dan lain-lain.5. Berbeda dengan undang-undang pokok lainnya. Sampai saat undang-undang kerja dicabut dan digantikan dengan Undng-undang No. perhubungan. yaitu perlindungan terhadap pekerja/buruh agar selamat dari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh alat kerja atau bahan yang dikerjakan. istirahat. 2.13 Tahun 2003.12 Tahun 1948 merupakan undang-undang pokok sehingga memerlukan peraturan pelaksana yang lebih rinci.3 Tahun 1950 yang memberlakukan aturan waktu kerja. untuk semua pekerjaan tidak membeda-bedakan tempatnya. di rumah sakit. undang-undang kerja mempunyai ketentuan bahwa semua ketentuan yang ada hanya akan berlaku jika ada peraturan pelaksananya. misalnya di bengkel. di perusahaan pertanian. Undang-undang No. Keselamatan kerja tidak 55 56 Ibid Ibid Universitas Sumatera Utara . Peraturan pelaksana yang sempat dikeluarkan pada masa itu adalah : 55 1. 56 2. Ruang Lingkup Keselamatan Kerja Keselamatan kerja termasuk dalam perlindungan teknis. maka peraturan pelaksana dibuat secara bertahap.21 Tahun 1954 yang mengatur tentang berlakunya ketentuan cuti tahunan bagi pekerja/buruh. Tempat kerja dan perumahan buruh. Maka hanya kedua aturan undangundang kerja itu yang sempat berlaku. peraturan pelaksana yang baru keluar hanya kedua peraturan tersebut. di pabrik. Mengingat keadaaan Indonesia yang masih di awal kemerdekaan. dan mengaso serta mengatur tata cara pengusaha untuk dapat mengadakan penyimpangan dari waktu kerja. Peraturan pemerintah No. Peraturan Pemerintah No.

hlm.94-95 Lalu Husni. Bagi pengusaha. Dalam pengertian pembinaan norma ini sudah mencakup pengertian pembentukan.Hum.SH. penerapan dan pengawasan norma itu sendiri. 2004. maka pemerintah telah melakukan upaya pembinaan norma di bidang ketenagakerjaan. adanya pengaturan keselamatan kerja di perusahaannya akan dpat mengurangi terjadinya kecelakaan yang dapat mengakibatkan pengusaha harus memberikan jaminan social. Keselamatan dan kesehatan kerja harus diterapkan dan dilaksanakan di setiap tempat kerja Zaeni Asyhadie. b. Bagi pemerintah (dan masyarakat). Bagi pekerja/buruh. Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. 58 Ditinjau dari segi keilmuan. keselamatan dan kesehatan kerja diartikan sebagai ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. tetapi juga kepada pengusaha dan pemerintah : 57 a.M. Untuk mewujudkan perlindungan keselamatan kerja. dengan adanya dan ditaatinya peraturan keselamatan kerja.Cit..138 58 57 Universitas Sumatera Utara . c.M.SH.. maka apa yang direncanakan pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat akan tercapai dengan meningkatnya produksi perusahaan baik kualitas maupun kuantitasnya. adanya jaminan perlindungan keselamatan kerja akan menimbulkan suasana kerja yang tenteram sehingga pekerja/buruh akan dapat memusatkan perhatiannya pada pekerjaannya semaksimal mungkin tanpa khawatir sewaktu-waktu akan tertimpa kecelakaan kerja.hanya memberikan perlindungan kepada pekerja/buruh.Hum. Op. hlm. (Jakarta : Rajawali Press).

pembersihan atau pembongkaran rumah. dipakai. Undang-undang No. dibuat. menimbulkan infeksi. saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan. peternakan. b. perbaikan. dipergunakan. pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya. perawatan.(perusahaan). pengerjaan hutan. baik itu usaha yang bersifat ekonomis maupun social. di permukaan air. peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan atau peledakan. di dalam tanah. Adanya tenaga kerja yang bekerja di dalamnya. perikanan dan lapangan kesehatan. pesawat. mudah terbakar. dipakai atau dipergunakan mesin. dibuat. gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan perairan. atau disimpan atau bahan yang dapat meledak. perkakas. baik secara terus menerus maupun hanya sewaktu-waktu. Adanya sumber bahaya. Tempat kerja adalah setiap tempat yang di dalamnya terdapat 3 (tiga) unsur. dilakukan usaha: pertanian. b. diangkut. 59 Ibid Universitas Sumatera Utara . dikerjakan pembangunan. c. d. diolah. perkebunan. c. di dalam air maupun di udara yang berada di wilayah kekuasaan hukum Indonesia. dimana : a. pembukaan hutan. yaitu : 59 a. dicoba. alat. Adanya suatu usaha. bersuhu tinggi. beracun. diperdagangkan.1 Tahun 1970 menetukan bahwa tempat-tempat yang dimaksud dengan tempat kerja adalah tempat-tempat di darat. menggigit.

i. hanyut atau terpelanting. radar. dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau perairan. cuaca. gas. melalui terowongan. m. dalam air maupun di udara. dok stasiun atau gudang. k. g. f. dilakukan penyelamatan. penyinaran atau penerimaan radio. dilakukan pengangkutan barang. percobaan. logam atau bijih logam lainnya. kotoran. p.e. binatang atau manusia. dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas. suhu. pembinaan. o. sinar atau radiasi. atau telepon. dilakukan pendidikan. terdapat atau menyebar suhu. dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah. dilakukan pemancaran. televisi. terkena pelantingan benda. maupun di dasar perairan. pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air. kelembaban. baik di permukaan atau di dalam bumi. sumur atau lobang. baik di darat. l. suara atau getaran. kejatuhan. perahu. dermaga. dikerjakan bongkar muat barang muatan di kapal. dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah. uap. hembusan angin. dipermukaan air. penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis. dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah. asap. minyak atau minieral lainnya. Universitas Sumatera Utara . j. h. n. api. perak. terjatuh atau terperosok. gas. batu-batuan. dilakukan pekerjaan dalam tangki.

SH. Dalam Veiligheidregelement (Peraturan Keamanan Kerja).1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja menentukan bahwa syarat-syarat keselamatan kerja yang harus diperhatikan oleh pengusaha akan diatur lebih lanjut. Peraturan perundangan warisan Hindia Belanda masih dapat dijadikan pedoman syarat-syarat keselamatan kerja. diputar film. Pasal 3 Undang-undang No. yaitu : 60 a.M. Op. instalasi listrik atau mekanik. Namun. atau tali yang dilepaskan harus tergantung. dikumpulkan. rantai. pertunjukan sandiwara atau diselenggarakan reaksi lainnya yang memakai peralatan. 3) Ban penggerak.. dibangkitkan. r. peraturan perundangan yang dimaksudkan sampai sekarang belum ada. rantai. gas. hlm.98 Universitas Sumatera Utara . 4) Harus tersedia alat pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).q.Hum. 60 Zaeni Asyhadie. 2) Mesin-mesin harus terpelihara dengan baik. jika putus tidak akan menimbulkan bahaya. antara lain dinyatakan bahwa agar peralatan pabrik tidak atau kurang menimbulkan bahaya. minyak atau air. maka : 1) Ban penggerak. dibagi-bagikan atau disalurkan listrik. Mencegah dan mengurangi kecelakaan Untuk mencegah atau mengurangi kecelakaan ini banyak sekali upaya yang dapat dilakukan oleh pengusaha. dan tali yang berat harus diberikan alat penadah. maka gantungan itu harus dibuat sedemikian rupa agar tidak menyentuh ban penggerak. mesin yang berputar harus diberikan penutup agar jangan saampai beterbangan jika kurang tahan dalam putaran yang keras. disimpan.Cit. dirobah.

menyelenggarakan suhu udara yang baik. Mencegah agar jangan sampai terkena aliran listrik yang berbahaya. dan memberikan alat perlindungan lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran. mengurangi dan memadamkan kebakaran. mengamankan dan memelihara bangunan. Bahan-bahan yang akan dikerjakan di ruang kerja tidak boleh melebihi jumlah yang seharusnya dikerjakan. 3) Bangunan-bangunan yang diatasnya terbentang kawat listrik harus diperiksa sewaktu-waktu dan jika perlu diberikan pembungkus (isolasi) agar terhindar dari tegangan. Peledakan biasanya sering terjadi pada perusahaan-perusahaan yang mengerjakan bahan-bahan yang mudah meledak. Universitas Sumatera Utara . c. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. Hal ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1) bagian alat listrik yang mempunyai tegangan minimal 250 volt haruslah tertutup. 2) Sambungan-sambungan kabel listrik harus diberikan pengaman. memberikan kesempatan atau jalan menyelamatkan diri bagi pekerja/buruh jika terjadi kebakaran. e. memelihara ketertiban dan kebersihan. d. Harus pula dipasang alat-alat kerja yang menjamin pemakaiannya akan aman dari bahaya peledakan. Mencegah.b. Perusahaan-perusahaan yang demikian pada setiap ruangan kerja haruslah disediakan sekurang-kurangnya satu pintu yang cepat terbuka untuk keluar. Mencegah atau mengurangi bahaya peledakan. yang dapat dilakukan dengan menyediakan alat-alat pemadam kebakaran.

pengorganisasian kepemimpinan (pelaksana) dan pengawasan. hlm. BAB I.Hum.Peraturan Menteri Perburuhan pada pasal 2 menetapkan bahwa setiap bangunan perusahaan harus memenuhi syarat-syarat untuk : 61 a. dan Penerangan dalam Tempat Kerja. Mendapat suhu yang layak dan peredaran udara yang cukup. Partisipasi aktif manajemen sangat menetukan keberhasilan usaha pencegahan Peraturan Menteri Perburuhan (PMP) RI No. e. d. Pengawasan ini diartikan sebagai fungsi manajemen yaitu perencanaan. gas. yaitu : 63 a. f. Menghindarkan gangguan debu. Menghindarkan kemungkinan bahaya keracunan. Keselamatan kerja bertalian dengan kecelakaan kerja yaitu kecelakaan yang terjadi di tempat kerja atau dikenal dengan kecelakaan industri. Kecelakaan industri ini dapat diartikan : suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur aktivitasnya. Suatu kejadian atau peristiwa tertentu adalah sebab musababnya demikian pula kecelakaan industri/kecelakaan kerja ini. Terdapat penerangan yang cukup dan memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan. Pasal 2 62 Lalu Husni.SH. penularan penyakit atau timbulnya penyakit kerja. uap dan bauan yang tidak menyenangkan. 17 61 Universitas Sumatera Utara . Op.. Kelemahan pengawasan oleh manajemen (lack of control management). c.M. Op.7 Tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan. hlm.142 63 Departemen Tenaga Kerja. Menghindarkan kemungkinan bahaya kebakaran dan kecelakaan.Cit. Memajukan kebersihan dan ketertiban. Kebersihan.Cit. b. 62 Rangkaian kejadian dan factor penyebab kecelakaan dikeal dengan “teori domino”.

mencapai standard membina.com/2008/01/04/pengetahuan-dasar-keselamatan-kerja/. dan mengevaluasi performance bawahannya. Merokok di daerah Larangan merokok. Inilah yang dimaksud dengan control b. Beberapa contoh unsafe action : Karyawan bekerja tanpa memakai Alat Pelindung Diri Pekerja yang mengabaikan Peraturan K3. Tempat kerja yang acak-acakan Peralatan kerja yang tidak ergonomis. rambu) dll. Tempat kerja yang terdapat Bahan Kimia Berbahaya yang tidak dilengkapi sarana pengamanan ( labeling. Beberapa contoh unsafe condition : 64 Peralatan kerja yang sudah usang ( tidak layak pakai ). 2 ( dua ) factor diatas merupakan gejala akibat buruknya penerapan dan kurangnya komitmen manajemen terhadap K3 itu sendiri. Roda berputar mesin yang tidak dipasang pelindung ( penutup ). mengukur. Pendapat berbagai ahli K3 yang cukup radikal. Penyebab dasar terjadinya kecelakaan adalah unsafe condition dan unsafe action.kecelakaan seorang pimpinan unit disamping memahami tugas operasional tapi juga harus mampu : memahami program pencegahan kecelakaan memahami standard.wordpress. Dan lain-lain. Sebab dasar. okleqs. Bersendau gurau pada saat bekerja. diakses pada tanggal 6 Juli 2009 64 Universitas Sumatera Utara .

Instruksi Kerja dll. 3. Sebab yang merupakan gejala (sympton). Prosedur Kerja Aman 3. 4. Penegakan Peraturan yang lemah. 6. Mengemudikan Kenderaan. Menempatkan tenaga kerja tidak sesuai dengan keahliannya. 3. Anggaran Tdk Mendukung. antara lain : - Tenaga kerja tidak tahu tentang : 1. Tidak Ada audit K3 dll. - Kurang terampil ( unskill ) dalam : 1. 4. Mengoperasikan Mesin Bubut. 5. Disebabkan masih adanya substandard practices and conditions yang mengakibatkan terjadinya Universitas Sumatera Utara . 2. Mengoperasikan Fire Truck.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang bertindak Kurang aman dalam melakukan pekerjaan. c. Paradigma dan Komitmen K3 yang tidak mendukung. Peraturan K3 4. Bahaya – bahaya di tempat kerjanya 2. Memakai alat – alat kerja ( Tool ) dll. - Kekacauan sistem manajemen K3 1. Tanggungjawab K3 tidak jelas. 2.

Op.Cit. Biaya pengobatan dan perawatan korban. hlm. BAB II. Disamping ada sebabnya maka suatu kejadian juga akan membawa akibat. • Adanya ketentuan dan syarat-syarat K3 yang selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.Hum. 65 66 Lalu Husni. Jika ketiga urutan diatas tercipta. antara lain kerusakan / kehancuran mesin. Kecelakaan. teknik dan teknologi (up to date).SH. d. Kedua kerugian yang bersifat non ekonomis. 65 Menurut International LabourOrganization (ILO) ada beberapa cara atau langkah yang perlu diambil untuk menanggulangi kecelakaan yang terjadi di tempat kerja. Pada umumnya berupa penderitaan manusia yaitu tenaga kerja yang bersangkutan. hlm 21-23 Universitas Sumatera Utara . 143 Departemen Tenaga Kerja. luka/cedara berat maupun ringan. Hilangnya waktu kerja. yaitu melalui : 66 a. Menurunnya jumlah maupun mutu produksi. Akibat dari kecelakaan industri ini dapat dikelompokkan menjadi dua.Cit.keselahan.. Tunjangan kecelakaan. yaitu : pertama kerugian yang bersifat ekonomis. peralatan. Factor-faktor ini sebenarnya adalah symptom (gejala) atau pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres apakah pada system ataukah pada manajemen. Peraturan perundang-undangan.M. Dalam hal ini kita kenal dengan tindakan tak man dan kondisi tak aman. maka besar atau kecil akan timbul peristiwa atau kejadian yang tidak diinginkan dan tidak direncanakan yang dapat mengakibatkan kerugian dalam bentuk cidera dan kerusakan akibat kontak dengan sumber energi melebihi nilai ambang batas badan atau struktur. baik itu merupakan kematian. bahan dan bangunan. Op.

meliputi : • Riset teknik. alat dan instalasi. karena pada dasarnya baik buruknya K3 di tempat kerja diketahui melalui pemenuhan standard K3. Pendidikan. b. jenis Universitas Sumatera Utara . Inspeksi. Dengan adanya standard K3 yang maju akan menentukan tingkat kemajuan K3. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemeriksaan dan pengujian terhadap tempat kerja. Standarisasi. penelitian terhadap pola-pola pdikologis yang dapat menjurus kearah kecelakaan kerja. penelitian terhadap benda dan karakteristik bahan-bahan berbahaya. • Penyelenggaraan pengawasan dan pemantauan pelaksanaan K3 melalui pemeriksaan-pemeriksaan langsung di tempat kerja. Pemberian pengajaran dan pendidikan cara pencegahan kecelakaan yang terjadi melalui pengamatan terhadap jumlah. mesin. sejauh mana masalah-masalah ini masih memenuhi ketentuan dan persyaratan K3. penyelidikan tentang desain yang cocok untuk instalasi industri. e. Riset. pesawat. pengujian alat pelindung diri. Mempelajari pengaman mesin. c. • Riset psikologis.• Penerapan semua ketentuan dan persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku sejak tahap rekayasa. meliputi hal-hal khusus yang berkaitan dengan penyakit akibat kerja dan akibat medis terhadap manusia dari berbagai kecelakaan kerja. d. Merupakan suatu ukuran terhadap besaran-besaran nilai. • Riset medis.

Cit. Op. Persuasi. Langkah-langkah tersebut haris dapat diaplikasikan di tempat kerja dalam upaya memenuhi syarat-syarat K3 di tempat kerja. Training (latihan). h. mental maupun social sehingga memungkinkan dapat bekerja secara optimal. sehingga semua ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja dapat diikuti oleh semua tenaga kerja. 3. Tujuan kesehatan kerja adalah : 67 67 Lalu Husni. Upaya pemberian insentif dalam bentuk reduksi terhadap premi asuransi kepada perusahaan yang melakukan usaha-usaha keselamatan dan kesehatan kerja atau yang berhasil menurunkan tingkat kecelakaan di perusahaannya. Penerapan K3 di tempat kerja. Ruang Lingkup Kesehatan Kerja Kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan yang bertujuan agar tenaga kerja memperoleh keadaan kesehatan yang sempurna baik fisik. Asuransi. Pemberian instruksi atau petunjuk-petunjuk melalui praktek kepada para pekerja mengenai cara kerja yang aman.orangnya (korban). 146 Universitas Sumatera Utara .M. i. Menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan. g.SH. jenis kecelakaan.. sehingga dapat ditentukan pola pencegahan kecelakaan yang serupa. factor penyebab. f. hlm.Hum.

hlm.Cit. 2. sebab akan terdapat beberapa kerugian atau dampak negative jika anak melakukan pekerjaan.SH. yang mana pasal ini melarang keras pengusaha mempekerjakan anak. wanita. Ketentuan Umum Peraturan kesehatan kerja yang terdapat dalam Undang-undang No. Meningkatkan produktivitas pekerja. Anak dianggap bekerja apabila berada di tempat kerja. diantaranya adalah : 70 1.M. Op. Mencegah dan melindungi tenaga kerja dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh konisi lingkungan kerja.Cit.Hum...13 tahun 2003 mengatur tentang norma kerja mulai pasal 68. 68 69 Undang-undang No.SH. 3. Op. pasal 1 ayat (26) Zaeni Asyhadie. Menghambat atau memperburuk perkembangan jasmani maupun rohani anak. mental maupun social. 84 70 Abdul Rachmad Budiono. a.13 Tahun 2003 meliputi tentang pekerjaan anak. waktu kerja. waktu istirahat. Pekerjaan Anak Anak adalah setiap orang yang berumur di bawah 18 (delapan belas) tahun.Cit. Op. 69 Secara umum larangan mutlak bagi anak untuk melakukan pekerjaan ini adalah tepat. kecuali dapat dibuktikan sebaliknya. 2. 4.M. Meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi-tingginya baik fisik.1. Menghambat kesempatan belajar bagi anak.193 Universitas Sumatera Utara .Hum. 68 Undang-undang No. Berikut uraian materi peraturan kesehatan kerja. Menyesuaikan tenaga kerja dengan pekerjaan atau pekerjaan dengan tenaga kerja.hlm.13 Tahun 2003.

73 Pekerjaan tersebut juga dapat dilakukan dengan syarat : 74 71 72 Undang-undang No. pasal 69 ayat (2) 73 Ibid. Anak dapat melakukan pekerjaan di tempat kerja yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan atau pelatihan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. b. 7) menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku (pasal 69 ayat (2) UU No. pasal 69 ayat (1) Ibid. pasal 70 ayat (3) Universitas Sumatera Utara . 4) dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah. misalnya kwalitas produksi rendah. 3) waktu kerja maksimal maksimal 3 jam. 71 Pengusaha yang mempekerjakan anak pada pekerjaan ringan dimaksud harus memenuhi persyaratan : 72 1) izin tertulis dari orang tua atau wali. Undang-undang No. pemborosan dan lain sebagainya.3. 5) keselamatan dan kesehatan kerja 6) adanya hubungan kerja yang jelas. Bagi anak yang berumur antara 13 sampai dengan 15 tahun diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik. mental.Cit.13 Tahun 2003. pasal 70 ayat (1) 74 Ibid. dan social. Dalam jangka panjang perusahaan akan menderita beberapa kerugian apabila mempekerjakan anak. 2) perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali.13 Tahun 2003 lebih lanjut mengatur tentang pekerjaan anak ini sebagai berikut : a. Op. 13 Tahun 2003.

pertunjukan porno. diwajibkan untuk memenuhi persyaratan : 76 1) di bawah pengawasan langsung dari orang tua atau wali. atau menawarkan anak untuk pelacuran. social. mental. atau perjudian.13 Tahun 2003 lebih menekankan lagi. pasal 71 ayat (2) 77 Ibid. pasal 74 ayat (2) Universitas Sumatera Utara . “siapapun dilarang mempekerjakan dan melibatkan anak pada pekerjaan-pekerjaan terburuk”. 2) diberi perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Berkaitan dengan larangan untuk mempekerjakan anak. segala pekerjaan dalam bentuk perbudakan dan sejenisnya. b. produksi pornografi. 75 76 Ibid. 3) kondisi dan lingkungan kerja tidak mengganggu perkembangan fisik. dan waktu sekolah. c. dalam Untuk itu.1) diberi petunjuk yang jelas tentang cara pelaksanaan pekerjaan serta bimbingan dan pengawasan dalam melakukan pekerjaan. pasal 74 ayat (1) 78 Ibid. menyediakan. 75 Hal ini dimaksudkan untuk melindungi anak agar pengembangan bakat dan minat anak yang pada umumnya muncul pada usianya tersebut tidak anak terhambat. pengusaha berkaitan yang dengan mempekerjakan pekerjaan yang perkembangan minat dan bakat ini. pasal 71 ayat (1) Ibid. 2) waktu kerja paling lama tiga jam sehari . segala pekerjaan yang memanfaatkan. UU No. 77 Pekerjaan terburuk yang dimaksud adalah : 78 a. Anak dapat juga melakukan pekerjaan untuk mengembangkan bakat dan minatnya.

13 Tahun 2003 dijelaskan tentang pekerjaan anak yaitu : “Pemerintah berkewajiban melakukan upaya penanggulangan anak yang bekerja di luar hubungan kerja. c. Dalam pasal 75 UU No. halus tetapi tekun. hlm. Upaya itu harus dilakukan secara terencana. 1988. norma-norma susila harus diutamakan. keselamatan. (Jakarta : Bina Aksara). agar tenaga-tenaga kerja wanita tersebut tidak terpengaruh oleh perbuatan-perbuatan negative dari tenaga kerja lawan jenisnya. terpadu. b. para wanita umumnya bertenaga lemah. Zaeni Asyhadie. para tenaga kerja wanita itu umumnya mengerjakan pekerjaan-pekerjaan halus yang sesuai dengan kahalusan sifat dan tenaganya. yaitu : 80 a. segala pekerjaan yang memafaatkan. Ada hal-hal yang harus dijadikan bahan pertimbangan. dkk. 79 Pekerja Perempuan Mempekerjakan perempuan di perusahaan tidaklah semudah yang dibayangkan. hlm.Hum. atau melibatkan anak untuk produksi dan perdagangan minuman keras.c.Cit. semua pekerjaan yang membahayakan kesehatan.M. dan zat adiktif lainnya. terutama kalau dikerjakan pada malam hari. atau moral anak. Penanggulangan ini dimaksudkan untuk menghapuskan atau mengurangi anak yang bekerja di luar hubungan kerja tersebut. Kartasapoetra. narkotik.87 G.SH. menyediakan. Op. Hukum Perburuhan Di Indonesia Berlandaskan Pancasila.. Anak yang bekerja di luar hubungan kerja misalnya anak penyemir sepatu atau anak penjual koran dan sebagainya”. dan / atau d.43-44 80 79 Universitas Sumatera Utara . psikotropika. dan terkoordinasi dengan instansi terkait.

d. para tenaga kerja wanita itu ada yang masih gadis dan ada pula yang telah bersuami atau berkeluarga yang dengan sendirinya mempunyai bebanbeban rumah tangga yang harus dilaksanakannya pula. Semua itu harus menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan norma kerja bagi perempuan. Ketentuan dalam peraturan perundangan tentang norma kerja perempuan yaitu : 81 1. Pekerja/buruh perempuan yang berumur kurang dari 18 (delapan belas) tahun dilarang dipekerjakan antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00. 2. Pengusaha dilarang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan hamil yang menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungannya maupun dirinya apabila bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00. 3. Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan antara pukul 23.00 sampai dengan 07.00 wajib : a. memberikan makanan dan minuman bergizi; dan b. menjaga kesusilaan dan keamanan selama di tempat kerja. 4. Pengusaha wajib menyediakan angkutan antar jemput bagi pekerja/buruh perempuan yang berangkat dan pulang bekerja antara pukul 23.00 sampai dengan 05.00. Waktu Kerja, Mengaso, dan Istirahat (Cuti) Undang-undang No.13 Tahun 2003 hanya mengenal 2 istilah yaitu ‘waktu kerja’ dan ‘waktu istirahat’. Menurut Iman Supomo dalam hal ini digunakan 3

81

Undang-undang No.13 Tahun 2003, Op.Cit, pasal 76 ayat (1) sampai ayat (5)

Universitas Sumatera Utara

istilah yaitu ‘waktu kerja’, ‘waktu mengaso’ dan ‘waktu istirahat. Pengertian ketiga istilah itu adalah pertama waktu kerja adalah waktu efektif dimana pekerja/buruh hanya melaksanakan pekerjaannya. Kedua waktu mengaso adalah waktu antara, yaitu waktu istirahat bagi pekerja/buruh setelah melakukan pekerjaan empat jam beturut-turut yang tidak termasuk waktu kerja. Ketiga waktu istirahat adalah waktu cuti, yaitu waktu dimana pekerja/buruh diperbolehkan untuk tidak masuk bekerja karena alasan-alasan tertentu yang diperbolehkan oleh undang-undang. 82 Yang meliputi waktu kerja adalah : 83 1. 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; 2. 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam seminggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu. Waktu kerja tersebut harus diselingi waktu mengaso paling sedikit 30 (tiga puluh) menit setelah pekerja/buruh bekerja selama 4 (empat) jam berturut-turut. 84 Ketentuan waktu kerja tersebut tidak berlaku bagi sector usaha atau pekerjaan tertentu. 85 Mempekerjakan pekerja lebih dari waktu kerja sedapat mungkin dihindari, karena pekerja membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaganya dan tentu untuk tetap menjaga kesehatannya. Dalam hal-hal tertentu terdapat kebutuhan yang mendesak, yang harus segera diselesaikan dan tidak dapat dihindari pekerja harus bekerja melebihi waktu kerja. Pengusaha yang

82 83

Zaeni Asyhadie,SH.,M.Hum, Op.Cit, hlm. 89-90 Undang-undang No.13 Tahun 2003, Op.Cit, pasal 77 ayat (2) 84 Zaeni Asyhadie,SH.,M.Hum, Op.Cit, hlm. 90 85 Undang-undang No.13 Tahun 2003, Op.Cit, pasal 77 ayat (3)

Universitas Sumatera Utara

mempekerjakan pekerja melebihi waktu kerja harus memenuhi beberapa syarat, yaitu : 86 1. ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan; 2. waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak tiga jam dalam satu hari dan empat belas jam dalam satu minggu. Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh untuk kerja lembur wajib membayar upah kerja lembur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 87 Secara yuridis, waktu istirahat (cuti) bagi pekerja ada empat macam, yaitu istirahat (cuti) mingguan, istirahat (cuti) tahunan, istirahat (cuti) panjang, serta istirahat (cuti) hamil / bersalin dan haid bagi pekerja perempuan, yaitu : 88 a. Istirahat (cuti) mingguan. Istirahat mingguan ditetapkan satu hari untuk enam hari kerja dalam satu minggu, atau dua hari untuk lima hari kerja dalam satu minggu. b. Istirahat (cuti) tahunan. Sekurang-kurangnya dua belas hari kerja setelah pekerja yang bersangkutan bekerja selama dua belas bulan secara terus menerus. Istirahat (cuti) tahunan ini harus dimohonkan kepada pengusaha, artinya harus ada persetujuan pengusaha. Meskipun cuti tahunan ini adalah hak pekerja, ketentuan permohonan ini dilakukan untuk melihat apakah pekerjaan sedang menumpuk atau tidak. Apabila sedang menumpuk maka pengusaha berhak menangguhkan permohonan cuti pekerja. 89

86 87

Ibid, pasal 78 ayat (1) Ibid, pasal 78 ayat (2) 88 Ibid, pasal 79 ayat (2) huruf b, c, d 89 Zaeni Asyhadie, Op.Cit, hlm.92

Universitas Sumatera Utara

Op. pasal 80 93 Ibid.5 (satu setengah) bulan setelah melahirkan menurut perhitungan dokter atau bidan. Bagi perusahaan yang membuat ketentuan tentang cuti tahunan sendiri yang dianggap lebih baik. 94 90 91 Undang-Undang No. Op. hamil/bersalin. Bagi pekerja wanita yang merasa sakit sewaktu mengalami ‘haid’ haru membertitahukan kepada pengusaha. pasal 82 ayat (1) Universitas Sumatera Utara .5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya melahirkan anak dan 1. Ibid 92 Undang-Undang No. 90 Selama pekerja cuti tahunan. dan tidak wajib bekerja untuk hari pertama dan kedua di masa haidnya tersebut. 92 d.Cit. pasal 79 ayat (1) huruf d Zaeni Asyhadie.Cit. pekerja diberikan uang kompensasi hak istirahat tahunan kedelapan ½ (setengah) bulan gaji. Istirahat (Cuti) haid.13 Tahun 2003. 13 Tahun 2003. dengan ketentuan pekerja tersebut tidak berhak lagi untuk istirahat (cuti) tahunan dalam dua tahun berjalan. pasal 81 ayat (1) 94 Ibid. Istirahat (cuti) panjang. perusahaan tersebut tidak diperkenankan merubah ketentuan UU No. Cuti panjang ini dilakukan sekurang-kurangnya dua bulan dan dilaksanakan pada tahun ketujuh dan kedelapan masingmasing satu bulan bagi pekerja yang telah bekerja selama enam tahun berturut-turut pada perusahaan yang sama. 91 Pengusaha juga diwajibkan untuk memberikan kesempatan secukupnya kepada pekerja untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan agama.13 Tahun 2003. 93 Pekerja wanita berhak memperoleh istirahat 1.c.

ketentuan mengenai jenis dan sifat pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur dengan Keputusan Menteri. pasal 84 Universitas Sumatera Utara . pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh yang melakukan pekerjaan pada hari libur resmi sebagaimana dimaksud wajib membayar upah kerja lembur. pekerja/buruh tidak wajib bekerja pada hari-hari libur resmi 2.Bagi pekerja wanita yang mengalami keguguran kandungan berhak untuk istirahat 1. 3. 96 Pasal 85 Undang-undang No. 4. pasal 82 ayat (2) Ibid. pengusaha dapat mempekerjakan pekerja/buruh untuk bekerja pada harihari libur resmi apabila jenis dan sifat pekerjaan harus dilaksanakan tau dijalankan secara terus menerus atau pada keadaan lain berdasarkan kesepakatan antara pekerja/buruh dengan pengusaha. Pengenalan Bahaya Di Lingkungan Kerja Bahaya di lingkungan kerja dapat didefinisikan sebagai segala kondisi yang dapat memberi pengaruh yang merugikan terhadap kesehatan atau 95 96 Ibid. b.5 (satu setengah) bulan sesuai dengan surat keterangan dokter kandungan atau bidan.13 tahun 2003 menentukan beberapa hal lain yang berkaitan dengan cuti/libur : 1. 95 Selama menjalankan istirahat/cuti pekerja tetap berhak menerima upah atau gaji penuh.

bromine. nitrogen dioxide. Contoh : o o Kulit : asam. Pernapasan : aldehydes. Fisiologi dan Psikologi. diakses pada tanggal 6 Juli 2009. Bahan kimia yang bersifat korosif menyebabkan kerusakan pada permukaan tempat dimana terjadi kontak.wordpress. Iritasi. chlorine . basa.com/2008/05/23/pengenalan-bahaya-di-lingkungan-kerja/. Tertelan ( ingestion ).pelarut. Iritasi kulit bisa menyebabkan reaksi seperti eksim atau dermatitis. Kulit (skin absorption ). Fisika.kronis atau kedua-duanya. Kulit. ozone. Racun dapat menyebabkan efek yang bersifat akut. Reaksi Alergi. phosgene. Faktor bahaya di lingkungan kerja meliputi faktor Kimia. Contoh : konsentrat asam dan basa . Contoh : okleqs. 97 Universitas Sumatera Utara . mata dan sistem pencernaan adalah bagain tubuh yang paling umum terkena. Iritasi pada alat-alat pernapasan yang hebat dapat menyebabkan sesak napas. Biologi. peradangan dan oedema ( bengkak ). Bahan kimia alergen atau sensitizers dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit atau organ pernapasan. fosfor. alkaline dusts. minyak .kesejahteraan orang yang bekerja. 97 Bahaya Kimia. amonia. Korosi. Jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh: Pernapasan ( inhalation ). Iritasi menyebabkan peradangan pada permukaan di tempat kontak.

mesothelioma). silo. Karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas telah terbukti pada manusia. misalnya pada kapal. carbon tetrachloride. dichromates. o Kemungkinan karsinogen pada manusia : formaldehyde.o Kulit : colophony ( rosin). Kemungkinan karsinogen pada manusia adalah bahan kimia yang secara jelas sudah terbukti menyebabkan kanker pada hewan . Asfiksiasi. hydrogen. hydrogen cyanide. beryllium Efek Reproduksi. hidrogen sulphide Kanker. Bahan-bahan beracun mempengaruhi fungsi reproduksi dan seksual dari seorang manusia. epoxy hardeners. logam seperti chromium atau nickel. fibre-reactive dyes. Perkembangan bahan-bahan racun adalah faktor Universitas Sumatera Utara . formaldehyde. ethane. Asfiksian kimia mencegah transport oksigen dan oksigenasi normal pada darah atau mencegah oksigenasi normal pada kulit. atau tambang bawah tanah. turpentine. formaldehyde. Asfiksian yang sederhana adalah inert gas yang mengencerkan atmosfer yang ada. helium Asfiksian kimia : carbon monoxide. o Pernapasan : isocyanates. benzidine (kanker kandung kemih ). Konsentrasi oksigen pada udara normal tidak boleh kurang dari 19. 2-naphthylamine.5% volume udara. Contoh: o Terbukti karsinogen pada manusia : benzene ( leukaemia). nitrobenzene. asbestos (kanker paru-paru . Contoh : o o Asfiksian sederhana : methane. vinylchloride ( liver angiosarcoma). nickel.

Organic mercury compounds. Bahaya infeksi Universitas Sumatera Utara . monomethyl dan ethyl ethers dari ethylene glycol.carbon disulphide Sistem pembentukan darah : benzene. jamur.lead. Racun sistemik adalah agen-agen yang menyebabkan luka pada organ atau sistem tubuh. Racun Sistemik. carbondisulphide. manganese Sistem syaraf peripheral : n-hexane.arsenic.mercury. lead. sebagai contoh aborsi spontan. thalidomide.asbestos. Bahaya biologi dapat dibagi menjadi dua yaitu yang menyebabkan infeksi dan non-infeksi. protein dari binatang atau bahan-bahan dari tumbuhan seperti produk serat alam yang terdegradasi. carbonmonoxide.chlorinated hydrocarbons Paru-paru : silica. racun biogenik dan alergi biogenik. pelarut. Contoh : o o o o o Otak : pelarut.ethylene glycol ethers Ginjal : cadmium. Contoh : o Manganese. mercury.mercury. debu batubara ( pneumoconiosis ) Bahaya Biologi Bahaya biologi dapat didefinisikan sebagai debu organik yang berasal dari sumber-sumber biologi yang berbeda seperti virus. Bahaya dari yang bersifat non infeksi dapat dibagi lagi menjadi organisme viable. lead.lead.yang dapat memberikan pengaruh negatif pada keturunan orang yang terpapar. bakteri.

chlamydia. kertas.l. proses pengolahan kayu . juga dijumpai di bioteknologi ( enzim. Pekerja yang beresiko: pekerja pada silo bahan pangan. Pekerja yang potensial mengalaminya a.: pekerja di rumah sakit. conjunctivitis atau asma. vaksin dan kultur jaringan).Legionnaire’s disease Alergi Biogenik Termasuk didalamnya adalah: jamur. aflatoxin dan bakteri. bakery. butir gandum. tetanus. dokter hewan dll. pekerja pada sewage & sludge treatment. Bahaya Fisika Universitas Sumatera Utara . Contoh : Hepatitis B. Perkembangan produk bakterial dan jamur dipengaruhi oleh suhu. Bahan alergen dari pertanian berasal dari protein pada kulit binatang. Contoh : Byssinosis. Bahan-bahan alergen pada industri berasal dari proses fermentasi. pemajanan alergen dapat menimbulkan gejala alergi seperti rinitis. Racun biogenik termasuk endotoxins. “grain fever”. rambut dari bulu dan protein dari urine dan feaces binatang. animal-derived protein. enzim. bulu. dll. kelembapan dan media dimana mereka tumbuh. salmonella. penjaga binatang. tepung bawang dsb. pembuatan obat. Contoh : Occupational asthma : wool. Organisme viable termasukdi dalamnya jamur. laboratorium. Pada orang yang sensitif. jurumasak. tuberculosis. spora dan mycotoxins.Penyakit akibat kerja karena infeksi relatif tidak umum dijumpai. brucella. anthrax. psittaci Organisme viable dan racun biogenic.

dll. amplitudo. Metode kerja dan ketrampilan memegang peranan penting dalam memberikan efek yang berbahaya. Pekerjaan manual menggunakan “powered tool” berasosiasi dengan gejala gangguan peredaran darah yang dikenal sebagai ” Raynaud’s phenomenon ” atau ” vibration-induced white fingers”(VWF). metal. chain saws. Tuli permanen adalah penyakit akibat kerja yang paling banyak di klaim . Aspek yang berkaitan dengan kebisingan antara lain : jumlah energi bunyi. dan lama pajanan. distribusi frekuensi. Peralatan yang menimbulkan getaran juga dapat memberi efek negatif pada sistem saraf dan sistem musculo-skeletal dengan mengurangi kekuatan cengkram dan sakit tulang belakang. forklift truck. Contoh : Loaders. turunnya konsentrasi. Pajanan kebisingan yang tinggi (biasanya >85 dBA) pada jangka waktu tertentu dapat menyebabkan tuli yang bersifat sementara maupun kronis. Universitas Sumatera Utara . yang pada akhirnya mengganggu job performance tenaga kerja. Kebisingan dapat menghasilkan efek akut seperti masalah komunikasi. tekstil. Getaran Getaran mempunyai parameter yang hampir sama dengan bising seperti: frekuensi. lama pajanan dan apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten. Contoh : Pengolahan kayu. pneumatic tools.Kebisingan Kebisingan dapat diartikan sebagai segala bunyi yang tidak dikehendaki yang dapat memberi pengaruh negatif terhadap kesehatan dan kesejahteraan seseorang maupun suatu populasi.

dan menyebabkan kecelakaan. sakit kepala. Laser berkekuatan besar dapat merusak mata dan kulit. • Keuntungan pencahayaan yang baik : meningkatkan semangat kerja. meningkatkan housekeeping. medan elektromagnetik (microwave dan frekuensi radio) . pembedahan . mata lelah. inframerah.Radiasi Non Mengion • Radiasi non mengion antara lain : radiasi ultraviolet. visible radiation. laser. Bahaya Psikologi Stress Universitas Sumatera Utara . produktivitas. Medan elektromagnetik tingkat rendah dapat menyebabkan kanker. mengurangi kesalahan. • • • • Radiasi infra merah dapat menyebabkan katarak. berkurangnya kemampuan melihat. Radiasi Inframerah : furnacesn/ tungku pembakaran Laser : komunikasi. mengurangi kecelakaan kerja. kenyamanan lingkungan kerja. Contoh : o o o Radiasi ultraviolet : pengelasan. Pencahayaan ( Illuminasi ) • Tujuan pencahayaan : o o Memberi kenyamanan dan efisiensi dalam melaksanakan pekerjaan Memberi lingkungan kerja yang aman • Efek pencahayaan yang buruk: mata tidak nyaman.

luka usus besar. gangguan kepribadian. Daftar penyakit akibat kerja dapat dilihat pada Lampiran I c. gangguan pernapasan. gangguan pencernaan. kimia. maka hal ini dinamakan stress. Beban kerja fisik bagi pekerja kasar perlu memperhatikan kondisi iklim. Evaluasi factor- Universitas Sumatera Utara . tekanan darah tinggi. penyimpangan seksual. Bila mengangkat dan mengangkut dikerjakan lebih dari sekali maka beban maksimum tersebut harus disesuaikan. Berdasarkan hasil beberapa observasi. dan lainlain. ketagihan alkohol dan psikotropika.• Stress adalah tanggapan tubuh (respon) yang sifatnya non-spesifik terhadap setiap tuntutan atasnya. Bahaya Fisiologi Pembebanan Kerja Fisik. Manakala tuntutan terhadap tubuh itu berlebihan. Evaluasi Lingkungan Kerja Dengan Pengukuran Evaluasi lingkungan dilakukan kepada factor-faktor fisik. Pembebanan tidak melebihi 30 – 40% dari kemampuan kerja maksimum tenaga kerja dalam jangka waktu 8 jam sehari. penyakit kulit seperti eksim. Semua factor ini harus dievaluasi dalam higene perusahaan. parameter praktis yang digunakan adalah pengukuran denyut nadi yang diusahakan tidak melebihi 30-40 permenit di atas denyut nadi sebelum bekerja. • Gangguan emosional yang di timbulkan : cemas. beban untuk tenaga Indonesia adalah 40 kg. • Penyakit-penyakit psikosomatis antara lain : jantung koroner. gelisah. Oleh karena penetapan kemampuan kerja maksimum sangat sulit.dll. sosial ekonomi dan derajat kesehatan. asma bronkial.

kera dan lain-lain. Indicator-indikator yang sederhana didasarkan atas perubahan warna sebagai akibat reaksi kimia. Kedua dengan melalui udara pada cairan yang mampu mengikat bahan-bahan itu di udara. 3.K. yaitu : 98 1. Pertama absorbsi kepada bahan padat. indera manusia kadang-kadang dapat dipakai untuk evaluasi kadar bahan-bahan di lingkungan kerja. dengan memakai alat-alat detector. 229 Universitas Sumatera Utara . Suma’mur.faktor penyebab sakit yang bersifat bahan-bahan kimia dapat dilakukan dengan berbagai cara.Sc. Ketiga kondensasi yaitu dengan menurunkan suhu udara yang mengandung uap. hlm. indicator dan detector yang biasanya khusus untuk gas dan uap. Keempat dengan membakar bahan-bahan di 98 DR. tikus. Op. melihat dan merasa kadar zat menurut pengalaman. dilakukan dengan 4 cara.M. 4. Pada jenis zat-zat tertentu manusia dapat mencium. Dalam beberapa hal. apabila indera manusia telah dapat mengenal adanya suatu zat diudara yang masih ajuh dari nilai ambang batas maka indera manusia digunakan untuk pencegahan agar manusia terhindar dari factor-faktor kimia dalam lingkungan kerja. dengan menggunakan hewan-hewan. 2. pengambilan sample dan pemeriksaan laboratorium.Cit. sehingga uapnya mengebun. hewan-hewan yang sering digunakan untik menilai bahan-bahan kimia di udara adalah burung kenari. Detector adalah alat khusus yang dibuat untuk menentukan bahan-bahan di udara secara kwalitatif maupun kwantitatif..P. subyektif oleh indera manusia. kelinci.

agar bahan-bahan yang membahayakan dapat dihisap dan dialirkan keluar. topi. 52 -53 Universitas Sumatera Utara . agar kadar dari bahan-bahan yang berbahaya oleh pemasukan udara ini lebih rendah dari pada kadar yang membahayakan. 4. Pencegahan Gangguan Kesehatan dan Daya Kerja Perlindungan kesehatan kerja meliputi pengaturan tentang pencegahan gangguan-gangguan kesehatan dan daya kerja. Substitusi.Sc.. 6. misalnya masker. d. pemeriksaan kesehatan pada calon pekerja untuk mengetahui keserasian antara pekerja dengan pekerjaan yang akan dijalaninya. 3. Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja. yaitu kadar Nilai Ambang Batas (NAB). Suma’mur. ialah alat menghisap udara di suatu tempat kerja tertentu. Isolasi.P. Cara-cara mencegah gangguan tersebut adalah : 99 1. yaitu mengalirkan udara sebanyak menurut perhitungan kedalam ruang kerja. Pakaian pelindung. yaitu mengganti bahan yang lebih bahaya dengan bahan yang krang bahaya atau tidak berbahaya sama sekali. sarung tangan. M. hlm. Op. mengisolasi operasi atau proses dalam perusahaan yang membahayakan. dan lain-lain. Ventilasi umum. Ventilasi keluar setempat (local exhausters). sepatu. 5. 99 DR. kacamata.K. yang hasilnya ditampung oleh air atau larutan.udara pada kawat pijar dengan katalisator tertentu.Cit. 2.

4.05/M/BW/97 tentang Pengawasan Alat Pelindung Diri. 8. dan kewajiban pengusaha/pengurus adalah : Pasal 3 ayat 1 : Melaksanakan syarat-syarat keselamatan untuk : a.Ins.Ins. maksudnya pekerja tetap waspada dalam menjalankan pekerjaan.186/Men/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja c. Tanggung Jawab Perusahaan Berdasarkan Peraturan Perundangan Materi Undang-undang No. 9. Memberikan pertolongan pada kecelakaan f. dan pekerja menjadi lebih berhati-hati. Pemeriksaan kesehatan berkala.7. Peraturan pelaksananya Kepmenaker RI No. Instruksi Menteri Tenaga Kerja RI No. Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kepada pekerja secara kontiniu. Peraturan pelaksananya Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. Surat Edaran Dirjen Binawas No. Memberikan kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya e. Mencegah dan mengurangi kecelakaan b.2/M/BW/BK/1984 tentang Pengesahan Alat Pelindung Diri. Mencegah. agar pekerja mengetahui dan mentaati peraturan-peraturan. Kep. untuk evaluasi apakah penyebab dari gangguan kesehatan yang dialami pekerja.05/BW/1997 tentang Penggunaan Alat Universitas Sumatera Utara . Memberikan alat-alat perlindungan diri pada para pekerja. Penerangan sebelum kerja.SE.1 Tahun 1970 lebih dominan berisi mengenai hak dan atau kewajiban tenaga kerja dan pengusaha/pengurus dalam pelaksanaan K3. mengurangi dan memadamkan kebakaran. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan d.

Memelihara kebersihan. cara dan proses kerjanya n. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang cukup k. peracunan. dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan kepadanya. g. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup l.06/BW/1997 tentang Pendaftaran Alat Pelindung Diri. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaan menjadi bertambah tinggi Pasal 8 Ayat 1 : Pengurus diwajibkan memeriksa kesehatan badan. Mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebarluasnya suhu. perlakuan dan penyimpanan barang o. asap. debu. kesehatan dan ketertiban m.Pelindung Diri. kondisi mental. Peraturan pelaksananya diatur dalam Peraturan Menteri Perburuhan No. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik fisik maupun psikis. infeksi dan penularan i. Universitas Sumatera Utara . Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya q. Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan p. lingkungan. dan hembusan h. Dan Surat Edaran Menteri Dirjen Binawas No. kotoran. j. kelembaban. gas. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.7 Tahun 1964 tentang Syarat Kebersihan Serta Penerangan Dalam Tempat Kerja.SE.

Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan d. Ayat 2 : Pengurus diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. Pasal 9 Ayat 1 : Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang : a. secara berkala pada dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan dibenarkan oleh direktur. Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya Ayat 2 : Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syarat-syarat tersebut diatas. Universitas Sumatera Utara .Peraturan pelaksananya Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor Per-02/Men/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja. Peraturan pelaksananya Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Per-03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja. Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerja b. Selain itu ada juga Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor Per01/Men/1998 tentang Penyelenggaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga Kerja Dengan Manfaat Lebih Baik Dari Paket Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerja c.

Per. Per. KEP-155/MEN/84.04/Men/1993 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja. Pasal 11 ayat 1 : Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Peraturan pelaksananya Permenaker RI No. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. Ayat 4 : Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. Pasal 14 pengurus diwajibkan : Universitas Sumatera Utara . saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan tugas kewajiban bersama di bidang K3. dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. Pasal 10 ayat 1 : Menteri Tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) guna mengembangkan kerjasama. KEP-125/MEN/82 tentang Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Wilayah dan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja.Ayat 3 : Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. Peraturan pelaksananya adalah Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. yang disempurnakan dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.03/Men/1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan.KEP04/MEN/87 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja. dalam rangka melancarkan usaha berproduksi. Permenaker RI No. Dan juga Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.

Pelanggaran terhadap peraturan pelaksana UU No. Keppres. Kepmenaker.00 (seratus ribu rupiah) sebagaimana ditetapkan pada pasal 15 ayat 2 UU RI No. Permenaker. pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli kselamatan kerja.a. c.1 Tahun 1970 (pasal 15 ayat 1 UU RI No. pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. SE Menaker dan Kepdirjen Binwasnaker Depnakertrans RI. disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja. UU RI No.1 Tahun 1970).100. b. semua syarat-syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. Ancaman pidana ini tidak akan membuat efek jera bagi Universitas Sumatera Utara . semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. Secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya.000.1 Tahun 1970. Peraturan pelaksana dari ketentuan pasal-pasal UU RI No. Menyediakan secara cuma-cuma.1 Tahun 1970 (peraturan perundangan K3) dapat memberikan ancaman pidana dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. peraturan pelaksananya dijabarkan secara teknis dan rinci dalam bentuk PP.1 Tahun 1970 masih bersifat umum (lex generalist). sehelai undang-undang ini dan semua peraturan pelaksananya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan.

Mentaati syarat-syarat K3 yang diwajibkan d. Meminta pengurus untuk melaksanakan syarat-syarat K3 yang diwajibkan e. Menyatakan keberatan terhadap pekerjaan dimana syarat-syarat K3 dan alat-alat pelindung diri tidak menjamin keselamatannya 5. Memakai alat-alat pelindung diri c. diakses pada tanggal 6 Agustus 2009 100 Universitas Sumatera Utara . Tidak adil apabila masalah K3 ini hanya dilimpahkan kepada perusahaan / pengusaha saja. Untuk itu pekerja juga memiliki hak dan kewajiban terkait dengan K3 ini yaitu : a.pengusaha yang melanggar UU No.com/2008/01/17/pengawasan-kesehatan-kerja. Karena masalah K3 juga merupakan tanggung jawab pekerja sebagai objek dari K3 ini.wordpess. Memberikan keterangan apabila diminta oleh Pegawai Pengawas / Ahli K3 b. Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan Terhadap Pelaksanaan K3 Adapun yang menjadi latar belakang pengawasan pelaksanaan K3 : 100 www.1 Tahun 1970 (termasuk peraturan pelaksananya) dilihat dari masa hukuman kurungan begitu singkat dan denda uang yang dikenakan terlalu sedikit mengingat dimungkinkan banyak tenaga kerja pada satu tempat kerja (perusahaan) yang mengalami cidera berat bahkan kematian serta menderita penyakit akibat kerja.okleqs.

maka ditempuh tindakan represif dengan maksud agar masyarakat mau melaksankan hukum walaupun dengan keterpaksaan. sekaligus sebagai uapaya penegakan hukum ketenagakerjaan secara menyeluruh. • Kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja akan memberikan dampak yang sangat merugikan bagi tenaga kerja. Op. sasaran pengawasan ketenagakerjaan ialah meniadakan atau 101 Abdul Hakim.13 Tahun 2003). Pengawasan ketenagakerjaan merupa kan unsur penting dalam perlindungan tenaga kerja. • Kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dicegah melalui pengawasan ketenagakerjaan di bidang K3 umumnya dan kesehatan kerja khususnya. hlm 123 Universitas Sumatera Utara . pekerja.• Setiap tenaga kerja selalu berhadapan dengan potensi bahaya terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja sesuai dengan jenis atau karakteristik perusahaan tempatnya bekerja. perusahaan dan masyarakat pada umumnya. serikat pekerja) terhadap ketentuan hukum ketenagakerjaan. bila tindakan preventif tidak efektif lagi. Dengan demikian. Namun. 101 Pengawasan ketenagakerjaan dilaksanakan untuk menjamin pelaksanaan peraturan ketenagakerjaan (pasal 176 Undang-undang No. Tindakan preventif dilakukan jika memungkinkan dan masih adanya kesadaran masyarakat untuk mematuhi hukum.SH.Cit. Pada dasarnya kedua cara itu ditempuh sangat bergantung dari tingkat kepatuhan masyarakat (pengusaha . yaitu preventif dan represif. Penegakan hukum ditempuh dalam 2 (dua) cara.

14 Tahun 1969 dan pasal 5 ayat (a) Undang-undang No.SH.33 105 Abdul Hakim. Pegawai pengawas keselamatan dan kesehatan kerja yaitu pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. 102 Yang bertugas mengawasi atas ditaatinya atau tidak peraturan perundangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja ini adalah : 103 1.Hum. Op. Op. 139 104 Departemen Tenaga Kerja.Cit. 2. Ahli keselamatan dan kesehatan kerja yaitu tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.Cit.. hlm. Op. Secara operasional dilakukan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan yang berfungsi untuk : 104 1.M.SH. 2. BAB III hlm. Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah unit organisasi pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan ketentuan pasal 10 Undang-undang No.1 Tahun 1970. sehingga proses hubungan industrial dapat berjalan dengan baik dan harmonis. Mengawasi dan memberi penerangan pelaksanaan ketentuan hukum mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Memberikan penerangan teknis serta nasehat kepada pengusaha dan tenaga kerja tentang hal-hl yang dapat menjamin pelaksanaan secara efektif dari peraturan-peraturan yang ada.memperkecil adanya pelanggaran Undang-undang Ketenagakerjaan. Dalam melaksanakan tugasnya pegawai pengawas berhak dan wajib melakukan : 105 102 103 Ibid Lalu Husni.Cit. hlm.124-125 Universitas Sumatera Utara .

Jika terjadi penolakan untuk memasuki tempat-tempat tersebut. wajib mengusut pelanggaran. Mendapatkan keterangan sejelas-jelasnya dari pengusaha atau wakilnya dan pekerja mengenai kondisi hubungan kerja pada perusahaan yang bersangkutan.13 Tahun 2003 mengaskan bahwa pengawas wajib : pertama merahasiakan segala sesuatu yang menurut sifatnya patut dirahasiakan. Pasal 181 Undang-undang No. 4. Tempat Kerja. 91 Universitas Sumatera Utara . Harus melakukan koordinasi dengan serikat pekerja.SH. Pelaksanaan pengawasan kesehatan kerja ditujukan kepada : 107 1. hlm.Cit. Memasuki semua tempat dimana dijalankan atau biasa dijalankan pekerjaan atau dapat disangka bahwa disitu dijalankan pekerjaan dan juga segala rumah yang disewakan atau dipergunakan oleh pengusaha atau wakilnya untuk perumahan atau perawatan pekerja. 6. Wajib merahasiakan segala keterangan yang di dapat dari pemeriksaan tersebut. Menanyai pekerja tanpa dihadiri pihak ketiga. 106 Yang berhak melakukan pemeriksaan kesehatan pekerja adalah dokter yang ditunjuk oleh pimpinan tempat perusahaan / kerja dan yang disetujui oleh Departemen Tenaga Kerja. yaitu : a. 7. petugas pengawas berhak meminta bantuan Polri. 2. 3. Kedua tidak menyalahgunakan kewenangannya. 106 107 Kebersihan dan perawatannya Ibid Sendjun H Manulang. 5. Op.1.

Baban kerja g. misalnya : 108 1. yaitu yang perlu diperhatikan : b.SH. Op. persiapan pengolahan pengepakan sampai pendistribusian. Dan pihak perusahaanlah yang pada umumnya diwajibkan melaksanakan aturan kesehatan kerja dan bertanggung jawab atas pelaksanaannya. 3. Fasilitas kesehatan Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Perusahaan dapat melakukan penyimpangan dalam hal waktu kerja. Larangan melakukan pekerjaan lebih dari 7 jam sehari dan lebih dari 40 jam seminggu. aturan-aturan kesehatan ini bersifat memaksa. Tenaga Kerja / Pekerja. Sikap kerjanya d.b. Pelayanan kesehatan kerja 5. hlm. 108 Prof. Jenis kelamin e.Cit. Walaupun demikian.Iman Supomo. pihak perusahaan masih diberi kesempatan untuk mengadakan penyimpangan dalam aturan kesehatan kerja ini. Gizi tenaga kerja 4. dapat dikesampingkan apabila berkaitan dengan pembangunan Negara. Usia f. Proses kerja yaitu perlu diteliti bagaimana proses kerjanya dimulai dari gudang bahan baku. Alat pelindung diri c.143 Universitas Sumatera Utara . Kondisi lingkungan kerja 2.

pegawai pengawas mepunyai tugas : 109 1. 2. Melihat dengan jalan memeriksa dan menyelidiki sendiri ketentuan peraturan perundangan dijalankan oleh perusahaan dan jika tidak. 3. Dengan mengunjungi tempat kerja. Pemberian ijin ini disebut pengawasan preventif. Menyelidiki keadaan perburuhan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk menyusun perundang-undangan perburuhan dan penetapan kebijakan pemerintah. 40 jam seminggu apabila dalam waktu tersebut terdapat pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Pengawasan represif dilakukan oleh pegawai pengawasan perburuhan dengan cara mengunjungi tempat kerja pada pada waktu tertentu. Untuk mengadakan penyimpangan ini pihak perusahaan harus mendapat ijin terlebih dahulu dari Pengawasan Perburuhan.2. pegawai pengawas dapat mengambil tindakan yang wajar demi menjamin pelaksanaannya. Sayangnya Undang-undang Ketenagakerjaan tidak ada mengatur tentang ketentuan pidana 109 Ibid Universitas Sumatera Utara . Perusahaan dapat mengenyampingkan aturan waktu istirahat dan ketentuan hari libur serta larangan bekerja lebih dari 7 jam sehari. Pengawasan ketenagakerjaan terhadap pelakasanaan K3 tidak akan efektif apabila tidak dibarengi dengan sanksi-sanksi bagi pelanggarnya. Membantu baik pihak pekerja maupun pengusaha atau pimpinan perusahaan dengan jalan memberi penjelasan teknis dan nasehat yang mereka perlukan agar mereka memahami apa dan bagaimana pelaksanaan peraturan perundangannya.

proses dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan. Peringatan tertulis c.100. tanggung jawab. Pencabutan izin Ketentuan sanksi yang diberikan terhadap pelanggaran pelaksanaan K3 tidak hanya diatur dalam undng-undang Ketenagakerjaan tetapi juga diatur dalam undang-undang Keselamatan Kerja pasal 15 ayat (2) : “peraturan perundangan tersebut pada ayat (1) dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selamalamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. pencapaian. pelaksanaan. Sistem Menajemen K3 Berdasarkan Permenaker No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pembatalan pendaftaran g. penerapan. Pembatasan kegiatan usaha d. prosedur. Tetapi terdapat ketentuan sanksi administratif : 110 a. perencanaan. Penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi h. Pembekuan kegiatan usaha e.” B. pasal 190 Universitas Sumatera Utara ..000.(seratur ribu rupiah).5 Tahun 1996 Sistem Manajemen K3 di lingkungan kerja adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. Teguran b.terhadap pelanggaran pelaksanaan K3. pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko 110 UU No. Pembatalan persetujuan f.

yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman. hlm.Kes. Manajer harus memperhatikan adanya alat pelindung (safety) dan kesehatan (health). pasal 2 114 Okleqs. 111 Pendekatan manajemen secara professional tidak akan efektif apabila tidak memperhatikan beberapa hal sebagai berikut : 112 1.PER-05/MEN/1996. tenaga kerja. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. pasal 1 ayat (1) 112 Dr. tentang Sistem Manajemen Kselamatan dan Kesehatan Kerja.PER-05/MEN1996.Drs. (Jakarta : Prestasi Pustaka). Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia (pasal 27 ayat 2 ) UUD 1945. Permenaker No. diakses pada tanggal 6 Agustus 2009. 111 Universitas Sumatera Utara . 2004. 3..M. Manajer berpengaruh terhadap peluang perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Manajemen control kerugian akan menguntungkan seluruh strategi operasional manajemen. dan produktif. Tujuan dan sasaran Sistem Manajemen K3 adalah menciptakan suatu sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen.com/2008/05/03/penerapan-smk3/. efisien. yaitu : 114 113 Tujuan lainnya 8.wordpress. Beberapa problem seperti ini 85% dapat dikontrol oleh pihak manajemen. 2. Op. efisien dan produktif.Cit.Gempur Santoso.16 113 Permenaker No. Menekan kerugian dapat meningkatkan keuntungan. kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman.

1 tahun 1970 pasal 4 4. Meningkatkan daya saing dalam perdagangan internasional 13. keseimbangan. bangsa. Mengeliminir boikot LSM internasional terhadap produk ekspor nasional 14. UU No. PASAL 22 huruf l : Universitas Sumatera Utara . Proteksi terhadap industri dalam negeri 12. Meningkatkan komitment pimpinan perusahaan dalam melindungi tenaga kerja 10. . keamanan dan keselamatan demi kepentingan masyarakat. UU No.Manajemen – Ketentuan mengenai penerapan SMK3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan peraturan pelaksana.13 tahun 2003 pasal 87: . 3. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja untuk menghadapi kompetisi perdagangan global 11. keterbukaan. kemitraan. UU No. Pelaksanaan pencegahan kecelakaan masih bersifat parsial Dasar Hukum Penerapan SMK3 1. kemandirian. manfaat. 18 tahun 1999 PASAL 2: Pengaturan Jakon berlandaskan pada asas kejujuran dan keadilan. keserasian. dan negara.9.Setiap perusahaan wajib menerapkan SMK3 yang terintegrasi dengan sistem. UUD 1945 pasal 27 ayat (2) : Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan 2.

keamanan.dan kemudahan PASAL 17 (1). yang memuat ketentuan tentang kewajiban para pihak dalam pelaksanaan K3 serta jaminan social. PASAL 23 (2) : Penyelenggaraan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi ketentuan tentang keteknikan. serta kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan bahaya petir. 28 tahun 2002 : PASAL 2 : Bangunan Gedung diselenggarakan berlandaskan asas kemanfaatan. kenyamanan. meliputi persyaratan keselamatan. keselamatan. perlindungan tenaga kerja. K3. kesehatan. 29 /2000 (Penyelenggaraan Jakon) PP. kesehatan. serta keserasian bangunan gedung dengan lingkungan PASAL 3 (2) : Mewujudkan tertib penyelenggaraan bangunan gedung yang menjamin keandalan teknis bangunan gedung dari segi keselamatan.(3)&(4) : Persyaratan keselamatan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) meliputi persyaratan kemampuan bangunan gedung untuk mendukung beban muatan. dan kemudahan PASAL 16 (1) : Persyaratan keandalan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3). 28 / 2000 (Usaha & Peran Masyarakat Jakon) PP. Persyaratan kemampuan bangunan gedung dalam mencegah menanggulangi bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan kemampuan bangunan gedung untuk melakukan pengamanan terhdaap bahaya kebakaran melalui sistem Universitas Sumatera Utara . NO.Perlindungan pekerja. keseimbangan. serta tata lingkungan setempat untuk menjamin terwujudnya tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi PP. 30 / 2000 (Pembinaan Jakon) 5. kenyamanan. UU No.

RPP. Ibid. Salah satu fungsi manajemen (controlling).. Penggunaan standard sebagai acuan dalam menjalankan system manajemen.M. merupakan kemampuan bangunan gedung untuk melakukan pengamanan terhadap bahaya petir melalui sistem penangkal petir.Gempur Santosa. Identifikasi masalah untuk menetukan langkah tepat selanjutnya. Persyaratan kemampuan bangunan gedung dalam mencegah bahaya petir sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).05/1996. Setting standards / standards for work performances.proteksi pasif/atau proteksi aktif.Op. Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Bangunan Gedung RPP. Pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan. Persyaratan Bangunan Gedung RPP.20 Universitas Sumatera Utara . (2) Sistem Manajemen K3 sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib dilaksanakan oleh Pengurus. pencemaran dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan Sistem Manajemen K3. Pembinaan Pengelolaan Bangunan Gedung 2. Identification of work. Ketentuan Umum SMK3 Perusahaan wajib menerapkan system manajemen K3 apabila : 115 (1) Setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak seratus orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan. fungsi controlling dalam manajemen : 116 1.. 2. hlm. 115 116 Permenaker No. kebakaran. Drs.Kes. Pengelolaan Bangunan Gedung RPP.Cit. pasal 3 ayat (1) dan (2) Dr.

hasil pengukuran perbandingan sasaran yang harus dicapai.2 Universitas Sumatera Utara . Ada 2 jalan agar hal ini dapat berjalan dengan baik : b. Dasar-dasar control kerugian : 117 Prinsip I tindakan yang membahayakan. pengetahuan dan keterampilan yang tidak sesuai dengan pekerjaannya. Harus diketahui alat pelindung apa yang paling efektif digunakan sesuai dengan kebutuhan. Manusia melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya disebabkan oleh beberapa hal.3. Prinsip III manajer harus memperhatikan pengadaan alat pengaman / keselamatan / pelindung di setiap bagian yang difungsikan oleh perusahaan. 4. hlm 21 Departemen Tenaga Kerja. Sehingga dapat dikontrol dan diidentifikasi. c. Correction. harus diketahui apa penyebab utama penyebab terjadinya accident. Evaluation. b. BAB III. pengorganisasian dan harus selalu diawasi / dikontrol. Op. Keadaan fisik dan mental yang belum siap untuk tugas-tugasnya 117 118 Ibid. Secara langsung manajemen mengatur adanya safety yang baik pada saat perencanaan. Prinsip II harus dapat meramalkan secara pasti sekumpulan tanda-tanda yang kurang baik. kondisi yang membahayakan dan kejadian kurang baik. semua itu merupakan beberapa gejala kesalahan dalam suatu system manajemen. diantaranya : 118 a.Cit. Prinsip V alat pelindung / safety yang baik adalah tepat guna pada tempatnya dan ketika digunakan tidak rusak serta tidak menimbulkan kejadian yang kurang baik. Prinsip IV kunci efektif pengaturan kebutuhan performen alat pelindung / safety adalah manajemen harus memiliki prosedur yang jelas dan terukur. semua kekurangan yang ada dicari solusi untuk perbaikan. hlm.

Kondisi berbahaya yang meliputi : • • • • • Mesin. d. Kurangnya perhatian dan pengawasan dari manajemen. terlalu berani tanpa mempedulikan petunjuk.Cit. Audit SMK3 Dan Sertifikasi Audit SMK3 Audit SMK3 merupakan pemeriksaan secara sistematik dan independent untuk menetukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan pengaturan yang direncanakan dan dilaksanakan secara efektif dan sesuai untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan. PT. alat. dan lain-lain) sehingga mendapatkan pengakuan dalam rangka kegiatan sertifikasi. 120 Tujuan dari audit SMK3 untuk mengukur keefektifan penerapan K3 di tempat kerja. 119 2. Tingkah laku dan kebiasaan ceroboh. pemenuhan persyaratan perundangan K3. 05 tahun 1996. kemudian untuk menentukan tindakan perbaikan system. Op. bahan dan lain-lain Lingkungan kerja Sifat pekerjaan Cara kerja Proses produksi Pelaksanaan system manajemen K3 dapat berjalan dengan lancar apabila terdapat pengawasan yang maksimal dari pihak pengawas terkait untuk itu system manajemen K3 menerapkan system audit yang dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam 3 tahun. e.Sucofindo. sembrono. pemenuhan persyaratan pihak eksternal (klien. hlm. instruksi. pesawat.c. pasal 7 ayat (1) Ibid. 121 119 120 Permenaker No. pasal 1 ayat (3) 121 Audit Internal Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja.4 Universitas Sumatera Utara . instalasi. pelanggan.

Third party-audit.6 Universitas Sumatera Utara . Pelaporan dan perbaikan kekurangan 9. Pemeriksaan sistem manajemen 12.Cit. pasal 5 ayat (2) Ibid.Kab/Kota 122 123 SMK 3 Dibuktikan dengan Audit Permenaker No. dilakukan oleh pihak eksternal missal oleh badan sertifikasi nasional. Second part.Unsur Audit SMK3 ( 12 elemen ) 122 1.Prov. audit yang dilakukan oleh pihak yang memiliki kepentingan terhadap organusasi. Pengumpulan dan penggunaan data 11. Keamanan bekerja berdasarkan SMK3 7. 3. pelanggan / klien. Skema I Pengawasan oleh intansi ketenagakerjaan pada Pem. Pembelian 6. Strategi pendokumentasian 3. Pengelolaan material dan pemindahannya 10. 2.05 Tahun 1996. Pem. audit yang dilakukan atas nama perusahaan sendiri untuk kegiatan manajemen review atau kebutuhan internal lainnya.audit. Pembangunan dan pemeliharaan komitmen 2. First party-audit. Peninjauan ulang desain dan kontrak 4. Standar pemantauan 8. Op. Misalnya . Pengembangan ketrampilan dan kemampuan Adapun jenis-jenis audit : 123 1. hlm. Pengendalian dokumen 5.

Proses sertifikasi SMK3 suatu perusahaan 124 Lampiran IV Permenaker No.<100 orang dengan tingkat resiko bahaya tinggi Pengusaha Indicator dari pelaksanaan K3 yang baik adalah perusahaan tersebut telah di audit dan hasilnya bagus yang telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan. Berikut adalah tingkatan penerapan dan keberhasilan : Tabel II 124 % 0 – 59 % 60 – 84% Kecil 64 kriteria Tindakan Hukum Sedang 122 kriteria Tindakan Hukum Besar 166 Kriteria Tindakan Hukum Bendera Perak + Bendera Perak + Bendera Perak + Sertifikat Sertifikat Sertifikat 85 – 100 % Bendera Emas + Bendera Emas + Bendera Emas + Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikasi Audit SMK3 Sertifikasi SMK3 adalah bukti pengakuan tingkat pemenuhan penerapan peraturan perundangan SMK3.Eksternal (3 tahun sekali) Internal Badan Audit Wajib Bagi perusahaan : -Mempekerjakan Pekerja/buruh lebih dari 100 orang .05 tahun 1996 tentang SMK3 Universitas Sumatera Utara .

Perusahaan yang menerapkan SMK3 dapat mengurangi kecelakaan dan sakit akibat kerja sebanyak 20% . diakses pada tanggal 6 Agustus Artikel ‘Health and safety as a Return on Investment’. Pengeluaran tersebut dikeluarkan langsung daru keuntungan perusahaan. 3.wordpress.okleqs.40% dan mendapat keuntungan sebesar $ 4 dari setiap $ 1 yang diinvestasikan. Berikut merupakan mekanisme sertifikasi audit SMK 3 : 125 • • • • • • • • Inventarisasi daftar perusahaan oleh Depnaker Depnaker mengkofirmasikan perusahaan yang diaudit ke Badan Audit Penentuan jadwal audit oleh Badan Audit Konfirmasi pelaksanaan audit ke Depnaker dan perusahaan Pelaksanaan audit kesesuaian oleh Badan Audit Evaluasi dan analisa hasil audit oleh Badan Audit Konfirmasi hasil audit ke Depnaker dan perusahaan oleh Badan Audit Pemberian sertifikat oleh Depnaker Walaupun begitu. oleh Syamsul Arifin.dilakukan oleh Badan Audit Independen melalui proses audit SMK3. Berikut merupakan keuntungan menerapkan K3 : 126 Tabel I 125 www.com/2008/05/03/audit-smk3. pada kenyataannya terdapat pelanggaran mekanisme sertifikasi audit SMK3 yang akan dibahas pada bab selanjutnya.SKM 2009 126 Universitas Sumatera Utara . Keuntungan pelaksanaan SMK3 Data dari OSHA (Occupational Safety and Health Administration) menyatakan bahwa kalangan usahawan mengeluarkan dana $170 juta pertahun akibat kecelakaan dan sakit akibat kerja.

sehingga membuat umur alat semakin lama.  Menciptakan tempat kerja yang efisien dan produktif karena tenaga kerja merasa aman dalam bekerja. mengurangi ketidakkonsistenan.05/MEN/1996.  Pelaksanaan K3 mulai mendapat perhatian lebih luas di kalangan masyarakat.  Kompensasi karyawan  Biaya akibat terhambatnya proses produksi  Peningkatan moralitas karyawan  Penurunan angka absensi  Penurunan peralatan  Meningkatkan perusahaan. Lampiran Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 127 Universitas Sumatera Utara . karyawan. rekan bisnis.  Perawatan terhadap mesin dan peralatan semakin baik. Pemerintah.  Para investor mengenali kwalitas suatu perusahaan sehingga para investor tidak ragu untuk menanamkan modalnya.  Menciptakan harmonis perusahaan. bagi hubungan karyawan yang dan 4. dan lainlain sehingga perusahaan yang melaksanakan K3 mendapatkan pencitraan yang baik.Keuntungan yang Tangible (terasa Keuntungan yang Intangible (tidak langsung) terasa langsung) Penerapan K3 dapat menghemat uang Penerapan K3 dapat meningkatkan perusahaan melalui :  Premi asuransi  Pengeluaran akibat biaya perkara pengadilan jawaban. nilai saham waktu ‘menganggur’ dan pertanggungkeuntungan dengan cara :  Penerapan K3 akan membangun kepercayaan para pemegang secara tidak langsung saham dan meningkatkan transparansi fungsi-fungsi perusahaan. Keamanan Bekerja Berdasarkan Sistem Manajemen K3 127 Permenaker No. LSM.

f. Universitas Sumatera Utara .Sistem Kerja a. i. Alat pelindung diri disediakan bila diperlukan dan digunakan secara benar serta dipelihara selalu dalam kondisi layak pakai. Kepatuhan dengan peraturan. Prosedur kerja dan instruksi kerja dibuat oleh petugas yang berkompeten dengan masukan dari kerja yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas dan prosedur disahkan oleh pejabat yang ditunjuk. standar dan ketentuan pelaksanaan diperhatikan pada saat pengembangan atau melakukan modifikasi prosedur atau petunjuk kerja. Alat pelindung diri yang digunakan dipastikan telah dinyatakan baik dan dipakai sesuai dengan standar dan atau peraturan perundangan yang berlaku. h. Apabila upaya pengendalian resiko diperlukan maka upaya tersebut ditetapkan melalui tingkat pengendalian. c. Upaya pengendalian resiko ditinjau ulang apabila terjadi perubahan pada proses kerja. g. b. d. e. Petugas yang berkompeten telah mengidentifikasi bahaya yang potensial dan telah menilai resiko-resiko yang timbul dari suatu proses kerja. Terdapat prosedur kerja yang didokumentasikan dan jika diperlukan diterapkan suatu sistem “ijin kerja” untuk tugas-tugas yang beresiko tinggi. Prosedur atau petunjuk kerja untuk mengelola secara aman seluruh resiko yang teridentifikasi didokumentasikan.

Rencana darurat merupakan suatu rencana formal tertulis. tepat dan selamat.Emergensi Respons / Tanggap Darurat 128 Kecelakaan yang disebabkan faktor alam. cepat. yang berdasarkan pada potensi kecelakaan yang dpt terjadi di instalasi & konsekuensikonsekuensinya yang dapat dirasakan di dalam dan di luar tempat kerja serta bagaimana hrs ditangani Perencanaan darurat harus diperlakukan oleh para pejabat yang berwenang.com/2008/01/01/tanggap-darurat-kecelakaan-industri/. Bila bencana terjadi dan keadaan menjadi emergency. pengelola pabrik & pejabat setempat sebagai unsur yang penting dari sistem pengendalian bahaya besar. Dan akhirnya tujuan mengurangi kerugian seminimal mungkin baik harta benda atau korban manusia akibat keadaan emergency akan dapat dicapai.okleqs. sistematis. maka perlu ditanggulangi secara terencana. diakses pada tanggal 6 Agustus 2009 Universitas Sumatera Utara . Untuk telaksananya penanggulangan dimaksud perlu dibentuk Tim Tanggap Darurat yang trampil dan terlatih. Perencanaan darurat harus mencakup penanganan keadaan darurat di dalam dan di luar pabrik maupun kantor.worpress. dilengkapi sarana dan prasarana yang baik serta sistem dan prosedur yang jelas. Tim tersebut perlu mendapatkan pelatihan baik teori atau praktek paling sedikit enam bulan sekali. 128 www. teknis atau manusia dapat berakibat fatal dan berubah menjadi bencana yang dapat mengganggu dan menghambat kegiatan pola kehidupan masyarakat atau jalannya operasi perusahaan dan dapat mendatangkan kerugian harta benda atau korban manusia. Bagusnya kinerja Tim Tanggap Darurat akan sangat menentukan berhasilnya pelaksanaan Penanggulangan Keadaan Emergency.

• Preparedness (Kesiapsiagaan) : Kegiatan yang dilakukan lebih lanjut berdasarkan Hasil Mitigasi. Fasilitas dan Sistem bila terjadi keadaan Emergency. cepat. Penyiapan Prasarana. Agar manusia selamat dan harta benda terlindungi. tepat dan selamat (termasuk tanda bahaya. Menerapkan sistem pemulihan agar komunitas menjadi normal setelah terjadi bencana. pemadaman kebakaran. dll). Tujuan management perusahaan mengurangi dampak bahaya yang ditimbulkan. • Response (Kesigapan) : Kemampuan penanggulangan saat terjadi keadaan krisis/bencana yang terencana. yang mencakup Pengembangan Kemampuan Personil. evakuasi. Langkah-langkah penyusunan tanggap darurat : • Mitigation (Mitigasi ) : Kajian awal yang dilakukan untuk mengeliminasi atau menurunkan Derajat Resiko jangka panjang terhadap Manusia atau harta Benda yang diakibatkan oleh Bencana. Universitas Sumatera Utara . Tanggap saat menghadapi emergency dan menyediakan fasilitas yang diperlukan. Tanggap menghadapi bencana Dan pemulihan setelah terjadi bencana. langkah-langkah yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi dampak bencana. Kesiapsiagaan menghadapi bencana. Menyiapkan langkah-langkah penyelamatan untuk melindungi manusia ( Karyawan dan Masyarakat sekitar ) dan harta benda. SAR.Management tanggap darurat termasuk semua aktivitas.

contohnya : human error. sabotage. angin taufan. penebangan hutan. diakses pada tanggal 6 Agustus 2009 129 Universitas Sumatera Utara . tanah longsor dan sejenisnya. pemogokan. Terganggunya kondisi ekonomi.okleqs. • Non Materiil. banjir / air bah. membuang sampah di sungai. Sumber-Sumber Bencana : • Alam. • Manusia.wordpress.• Recovery (Pemulihan) : Kegiatan jangka pendek untuk meulihkan kebutuhan pokok minimum kehidupan masrarakat yang terkena bencana. gempa bumi . contohnya gunung api meletus. meliputi : 129 Ketua : www. Berikut merupakan susunan organisasi tanggap darurat kecelakaan industri minimun beserta fungsi masing-masing. terganggunya struktur kegiatan rutin produksi bagi suatu industri atau kegiatan sosial bagi masyarakat. peperangan. dan jangka panjang mengembalikan kehidupan secara normal.com/2008/01/03/emergensi-respons. Korban jiwa (mati atau menderita) Korban harta benda dan sarana / materiil untuk kehidupan masyarakat atau sarana produksi bagi kegiatan industri. membakar sampah/ hutan sembarangan Kerugian Akibat Terjadinya Bencana Physik • Metriil.

• • • • Mengkoordinir penanggulangan bencana di Unit Kerjanya (pabrik. Bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesiap siagaan alat-alat pemadam kebakaran yang disediakan. Merencanakan perbaikan akibat bencana. Universitas Sumatera Utara . Melaporkan kejadian ke Managemen. • Memerintahkan penutupan sumber-sumber aliran yang dapat memperluas/memperbesar bencana • Memerintahkan beroperasi kepada seluruh Satgas dengan memberikan kode-kode bencana yang berlaku. Merawat dan memelihara sistem komunikasi yang tersedia di lokasi Pabrik/Perkantoran. Membunyikan tanda bahaya sesuai perintah koordinator Operasional. Satgas Komunikasi : • • • Menghubungi Executive Group. kantor) Memberikan keputusan pemberhentian Pabrik/Instalasi. Satgas Pemadam Kebakaran : • • Memadamkan kebakaran dengan alat pemadam kebakaran yang tersedia. Koordinator Operasional : • Memimpin langsung pelaksanaan pertolongan pertama pada suatu kejadian bencana.

• Mengamankan dokumen penting dan barang-barang berharga. Satgas Evakuasi : • Mengusahakan pemindahan korban dari area bencana ke lokasi aman Sebelum Tim TKTD tiba di lokasi bencana. • Melaksanakan pengamanan area dan jalur jalan masuk/keluar untu kelancarkeluar/masuknya mobil Unit Damkar.• Perusahaan/Dinas Pemadam Kebakaran untuk ditempatkan sesuai dengan fungsinya. • Melarang orang yang telah dievakuasi yang akan kembali kelokasi bencana sebelum dinyatakan aman. Satgas SAR : • Mencari dan melaksanakan pertolongan/ penyelamatan korban dari area bencana dan membawa ke tempat aman (Shelter). Universitas Sumatera Utara . Satgas Medis: • Mengusahakan pertolongan pertama jika ada korban dengan teknik/sistem P3K. Satgas Pengamanan : • Melarang setiap orang yang tidak berkepentingan masuk ke lokasi Bencana sebelum datangnya Anggota Satpam/Polri. Ambulance dan Tim Evakuasi.

Satgas Infentarisasi : • • Menginventarisasi kerugian akibat bencana. berfungsi : 1. Melaksanakan pemeliharaan kelancaran saluran air. Satgas Pemulihan/perbaikan : • • Melaksanakan perbaikan setelah kejadian bencana. • Melakukan pemulihan kondisi lingkungan yang terkena bencana. kelancaran jalan untuk lalu lintas dan sejenisnya. tanggal 6 Agustus 2009 130 diakses pada Universitas Sumatera Utara . Menghitung jumlah orang/karyawan yang dievakuasi baik yang selamat atau menjadi korban bencana.wordpress. termasuk pelestarian lingkungan.com/2008/01/03/was-dal-tanggap-darurat/. www. Pengawasan dan Pengendalian Tanggap Darurat 130 Pos komando pusat.• Memelihara peralatan P3K yang diusahakan oleh Perusahaan. Pos komando sebaiknya ditempatkan di area yang mudah diakses ke lokasi yang potensial terjadinya bencana dan dibangun anti radioaktif dan aman.okleqs. • Mengupayakan pencegahan adanya bahaya susulan yang dapat mengancam keselamatan maupun maupun menghambat proses produksi. • Membuat laporan kepada Koordinator Operasional.

Ukuran keberhasilan tanggap darurat ditentukan oleh : 1. tatacara pemeberitahuan bila ada bencana. alat komunikasi. seperti peta evakuasi. shelter dan peralatan lain (kesempurnaan alat bantu menentukan cepat dan lambatnya antisipasi terhadap emergency). alat pelindung diri. Perangkat keras : Seperangkat alat bantu. Kewenangan tim sebaiknya diatur dengan peraturan perusahaan. petunjuk arah.2. 3. Agar selalu up to date. karena kemungkinan bila keadaan emergency akan memobilisasi fasilitas perusahaan. umum dan pribadi yang ada di area industri. perangkat lunak harus selalu diperiksa dan disempurnakan secara periodic).05/MEN/1996. pemberian nomor telepon. untuk meyakinkan bahwa tim memiliki kecepatan. Op. Pengawasan SMK3 oleh Perusahaan 131 Permenaker No.Cit 131 Universitas Sumatera Utara . Manusia : Dibentuk tim terdiri dari bagian yang terkait. dll. dan dipimpin oleh pimpinan tertinggi perusahaan setempat (diberi pelatihan teori dan praktek menghadapi emergency. Dilengkapi fasilitas yang disesuaikan sebagai suatu unit komando. Lampiran Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Perangkat lunak :Interaksi faktor manusia dan perngkat keras dapat terjalin dengan baik dan sinergis bila dilengkapi perangkat lunak yang tepat (perangkat lunak : sisdur. 2.ketepatan dan kesiapsiagaan yang tinggi).

Setiap orang diawasi dengan tingkat kemampuan mereka dan tingkat resiko tugas. b. d. Selain itu sertifikasi SMK3 yang hanya dapat dikeluarkan oleh Menteri Tenaga Kerja (Pemerintah) dirasakan kurang membantu promosi terhadap SMK3 dibandingkan dengan sertifikasi ISO series. Dan yang utama Universitas Sumatera Utara . Pengawas diikutsertakan dalam pelaporan dan penyediaan penyakit akibat kerja dan kecelakaan. Dilakukan pengawasan untuk menjamin bahwa setiap pekerjaan dilaksanakan dengan aman dan mengikuti setiap prosedur dan petunjuk kerja yang telah ditentukan. c. yang juga menggunakan badan sertifikasi swasta. OHSAS. Kekurangan yang ada pada SMK3 dibandingkan dengan Manajemen K3 Lainnya Kekurangan yang paling dasar adalah peraturan pendukung mengenai K3 yang masih terbatas dibandingkan dengan organisasi internasional. dan wajib menyerahkan laporan dan saran-saran kepada pengurus. Pengawas ikut serta dalam identifikasi bahaya dan membuat upaya pengendalian. karena memang masih dalam tahap awal. KOHSA (korea). e. Pengawas ikut serta dalam proses konsultasi.a. Tapi hal ini masih dapat dimaklumi karena masalah yang sama juga dirasakan oleh negaranegara di Asia dibandingkan negara Eropa atau Amerika.

Dan tak ada konsepsi. Produktivitas Apa Dan Bagaimana. elqorni. metode penerapan maupun cara pengukuran yang bebas dari kritik. Sesuai dengan Laporan I Dewan Produktivitas Nasional RI 1983. pengertian produktivitas adalah sebagai berikut : “ . Perbedaan antara kumpulan jumlah pengeluaran dan masukan yang dinyatakan dalam satuan unit umum.Produktivitas mengandung pengertian sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Perbandingan ukuran harga bagi masukan dan hasil 2. karena belum ada kesepakatan umum tentang pengertian produktivitas serta kriterianya dalam mengukur tingkat produktivitas. 133 Drs. Produktivitas juga diartikan sebagai : 134 1. diakses pada tanggal 6 Agustus 2009.tentunya adalah peran aktif dari pengusaha Indonesia yang masih belum mengutamakan K3 di Industrinya karena masalah klasik yaitu cost (biaya). Cetakan pertama. Muchdarsyah Sinungan. L.Greenberg mendefinisikan produktivitas sebagai perbandingan antara totalitas pengeluaran pada waktu tertentu dibagi totalitas masukan selama periode tersebut. hlm. (Jakarta : Bumu Aksara). Produktivitas Kerja Menurut Beberapa Teori Jika membicarakan masalah produktivitas muncullah satu situasi yang paradoks. 133 Produktivitas juga diartikan sebagai tingkatan efisiensi dalam memproduksi barang-barang atau jasa-jasa : “ produktivitas menjelaskan cara pemanfaatan secara baik terhadap sumber-sumber dalam memproduksi barang”.wordpress. 132 C.12 134 Ibid 132 Universitas Sumatera Utara . 1992. www.com/2008/06/13/sistem-manajemen-keselamatan-dankesehatan-kerja/.

Peningkatan produksi tidak selalu disebabkan oleh peningkatan produktivitas.- Secara umum ‘produktivitas’ mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan.  Jumlah produksi yang jauh lebih besar diperoleh dengan pertambahan sumber daya yang relative lebih kecil. Produktivitas tenaga kerja mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja per satuan waktu. karena produksi dapat meningkat walaupun produktivitas tetap ataupun menurun.  Peningkatan produktivitas dapat dilihat dalam tiga bentuk : Jumlah produksi meningkat dengan menggunakan sumber daya yang sama. karena alat produksi dan reknologi pada hakikatnya merupakan hasil karya manusia. Peningkatan produksi menunjukkan pertambahan jumlah hasil yang dicapai.  Jumlah produksi yang sama atau meningkat dicapai dengan menggunakan sumber daya yang kurang. sumber daya manusia memegang peranan utama dalam proses peningkatan produktivitas. sedangkan peningkatan ‘produktivitas’ mengandung pengertian pertambahan hasil dan perbaikan cara pencapaian produksi tersebut. - Produksi dan produktivitas merupakan dua pengertian yang berbeda. Universitas Sumatera Utara .

disiplin. sikap dan etika kerja. kesempatan kerja dan kesempatan berprestasi. baik yang berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri maupun faktor-faktor lainnya.- Produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor. lingkungan dan iklim kerja. seperti : pendidikan.16 Universitas Sumatera Utara . sarana produksi. Muchdarsyah Sinungan. Op. Ketiga Produktivitas merupakan interksi terpadu secara serasi dari tiga factor esensial. manajemen. tingkat penghasilan. Kedua Produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik dari pada kemarin. gizi dan kesehatan. hlm. 135 Konsep Produktivitas 135 Drs. hubungan industrial pancasila. dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. yakni investasi termasuk penggunaan pengetahuan dan teknologi serta riset. yang dapat kita kelompokkan menjadi tiga yaitu : Pertama rumusan tradisional bagi keseluruhan Produktivitas tidak lain adalah rasio daripada apa yang dihasilkan (output) terhadap keseluruhan peralatan produksi yang dipergunakan (input). “ Dalam berbagai referensi terdapat banyak sekali pengertian mengenai Produktivitas. - Peningkatan produktivitas tenaga kerja merupakan pembaharuan pandangan hidup dan cultural dengan sikap mental memuliakan kerja serta perluasan upaya untuk meningkatkan mutu kehidupan masyarakat. manajemen dan tenaga kerja. ketrampilan. motivasi.Cit. teknologi. jaminan social.

pendidikan. dan komunikasi. rencana pengembangan. modal. teknologi. dan pelaksanaan caracara produktif dengan menggunakan sumber-sumber daya secara efisien namun tetap menjaga kualitas. Produktivitas lebih dari sekedar ilmu (science). dan sumber-sumber daya lainnya untuk perbaikan mutu kehidupan yang baik bagi seluruh manusia. Ravianto.16 Universitas Sumatera Utara . namun masingmasing Negara mempunyai kesamaan dalam pelaksanaan.Piagam produktivitas Oslo 1984 mengemukakan konsep produktivitas sebagai berikut : 136 1. 3. dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dan jasa untuk kebutuhan semakin banyak orang dengan menggunakan semakin sedikit sumber daya. Produktivitas secara terpadu melibatkan semua usaha manusia dengan menggunakan keterampilan. Produktivitas di masing-masing Negara. 2. pelayanan masyarakat. teknologi dan teknikteknik manajemen. 136 J. hlm. manajemen. potensi dan kekurangan serta harapan-harapan yang dimiliki oleh Negara yang bersangkutan dalam jangka pendek dan jangka panjang. akan tetapi juga mengandung filosofi dan sikap yang didasarkan pada motivasi yang kuat untuk secara terus menerus berusaha mencapai mutu kehidupan yang lebih baik. sesuai dengan kondisi. Op. 4. Produktivitas adalah konsep universal. enerji. 5. informasi.Cit. Produktivitas didasarkan pada pendekatan multi disiplin yang secara efektif merumuskan tujuan. melalui pendekatan konsep produktivitas secara menyeluruh.

hlm. yang terpenting adalah : 137 a. Factor-faktor ini besar sekali peranannya dalam mempertinggi produktivitas tenaga kerja. pelabuhan dan telekomunikasi. Untuk dapat tetap bersaing dengan perusahaan lain maka perusahaan selalu berinovasi dan salah satu tujuannya adalah untuk memperbaiki efisiensi. Pertama memungkinkan penggantian kegiatan ekonomi dari yang menggunakan binatang dan manusia menjadi mesin. Produktivitas juga telah menjadi bertambah tinggi sebagi akibat langkahlangkah pemerintah memperbaiki infrastruktur seperti jaringan jalan raya. 1998. Kedua kemajuan teknologi memperbaiki mutu dalam kegiatan produksi. Perbaikan Dalam Organisasi Perusahaan dan Masyarakat. dan menambah pengalaman dalam pekerjaan. Berdasarkan pada efek dari perbaikan taraf kesehatan. Perbaikan Sifat-sifat Tenaga Kerja. Dan memperbaiki peraturan-peraturan 137 Sadono Sukirno. Kemajuan teknologi menimbulkan dua akibat penting kepada kegiatan produksi dan produktivitas. Kemajuan ekonomi mempertinggi taraf kesehatan masyarakat. Kenaikan produktivitas disebabkan oleh beberapa factor. c. pengeluaran pemerintah dalam bidang tersebut dinamakan investasi atas modal manusia. taraf pendidikan.Produktivitas dapat didefenisikan sebagai produksi yang diciptakan oleh seorang pekerja pada suatu waktu tertentu. Raja Grafindo Persada). b. mempertinggi taraf pendidikan dan latihan teknik. dan taraf ketrampilan ke atas kegiatan memproduksi. Penggantian ini menyebabkan meningkatnya produktivitas. Kemajuan Teknologi Memproduksi.353-354 Universitas Sumatera Utara . Pengantar Teori Mikroekonomi edisi kedua. (Jakarta : PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful