ENERGI Pemanfaatan Geobacter metallireducens dan Geobacter sulfurreducens sebagai Penghasil Listrik dengan Microbial Fuel Cell

Oleh: Made Ian Maheswara (13009020) Dwi Sasetyaningtyas (13009035) Mirra Afifah (13009077)

Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung 2011

PRAKATA

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena tanpa-Nya, makalah ini tidak akan dapat terselesaikan. Terima kasih juga kami ucapkan kepada dosen mata kuliah Mikrobiologi Industri kami, Made Ari Tri Penia yang senantiasa membimbing kami selama pembuatan makalah yang berjudul ENERGI: Pemanfaatan Geobacter metallireducens dan Geobacter sulfurreducens sebagai Penghasil Listrik dengan Microbial Fuel Cell ini hingga selesai. Yang mendasari pembuatan makalah ini adalah rasa kepedulian kami terhadap pengembangan bioteknologi, khususnya pengembangan energi listrik alternatif dengan pemanfaatan bakteri. Melalui makalah ini, kami berharap dapat menginformasikan perkembangan penelitian mengenai energi alternatif listrik dengan bahan dasar bakteri yang sedang dilakukan oleh para peneliti. Tak ada gading yang tak retak. Begitu pula halnya dengan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat kami harapkan agar untuk ke depannya bisa lebih baik lagi. Bandung, April 2011

Tim Penulis

bahan bakar minyak (BBM).Begitu penting keberadaan energi ini sehingga gangguan akses terhadap listrik akan berdampak buruk bagi hampir semua aktivitas masyarakat. tenaga air (hydro). cadangan batubara Indonesia yang diperkirakan mencapai 57 miliar ton. dan panas bumi (geothermal). maka cadangan tersebut dapat habis dalam waktu sekitar 18 tahun.dengan tingkat produksi rata-rata 0. Kebutuhan energi yang terus meningkat karena perkembangan industri tidak diimbangi dengan peningkatan sumber energi. Padahal. Saat ini cadangan minyak bumi di Indonesia diperkirakan sebesar 9 miliar barel.Sayangnya negeri ini justru sering kali mengalami persoalan terkait keberadaan energi ini. Hal itu terutama terkait dengan produktivitas industri. Krisis energi mempunyai pengaruh besar terhadap perekonomian nasional.saat ini baru tereksplorasi 19.3 miliar ton dengan . gas. Seperti pentingnya energi untuk industri dan lain-lain. saat ini Indonesia mengalami kekurangan suplai BBM.PENDAHULUAN 1. yakni batu bara. Ketersediaan pasokan listrik yang memadai sangat mempengaruhi pertumbuhan perekonomian suatu negara dan tumbuhnya ekonomi Negara adalah salah satu pilar utama berkembangnya suatu bangsa. Listrik adalah suatu kebutuhan primer di zaman modern ini. Maka tak elak kalau keamanan pasokan energi listrik menjadi salah satu penentu keberhasilan pengelolaan negara ini. Selain itu. Indonesia hanya mengandalkan BBM sebagai sumber energi paling murah. secara garis besar tenaga listrik di Indonesia dipasok oleh lima sumber energi primer. Saat ini. Meskipun menyimpan banyak sumber energi (bagaikan ladang energi) namun negeri ini justrumengalami kelangkaan energi.1 Kebutuhan akan listrik Energi listrik merupakan aspek penting dalam menyokong kebutuhan nasional serta perkembangan industri di Indonesia. Mesin-mesin industri hampir semuanya digerakkan mesin yang memerlukan BBM. Begitu vitalnya dunia kelistrikan sehingga saat ini harus mulai dikaji dan dikembangkan lebih luas lagi dalam diversifikasi energi untuk pembangkitan energi listrik. Energi listrik merupakan energi sekunder yang dihasilkan dari konversi energi primer (sumber energi).5 milyar barel per tahun.

Saat ini PLN berusaha meningkatkan ketersediaan listrik PLN membangun 35 PLTU denganntotal tenaga 10.72 juta ton per tahun. Adapun PLTU yang terdapat di Jawa Barat antara lain PLTA 1 Jawa Barat di Indramayu dan PLTA 2 Jawa Barat di Pelabuhan Ratu. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang memanfaatkan potensi kinetik dan potensial air dapat kita temukan pada daerah-daerah yang memiliki potensi sungai ataupun danau seperti PLTA Jatiluhur di Jawa Barat. paling tinggi dibanding bahan bakar lain. issue yang sedang hangat adalah global warming. Pemakaian batu bara untuk PLTU akan meningkatkan harga dari batu bara itu sendiri. Sekitar 60% listrik dunia bergantung pada batubara. dengan peningkatan permintaan batu bara maka para produsen batu bara indonesia akan diminta untuk meningkatkan produksinya sehingga kebutuhan dari PLTU di seluruh Indonesia akan terpenuhi. Kelemahan utama dari PLTU batubara adalah pencemaran emisi karbonnya sangat tinggi. tak . PLTA Asahan dan Sigura-gura di Sumatera Utara. 1. batubara tersebut akan bertahan selama 147 tahun dan semakin menyusut bila ada lonjakan permintaan. hal ini dikarenakan PLTU batubara bisa menyediakan listrik dengan harga yang murah. oleh kerena itu diperlukan regulasi dari pemerintah soal pengaturan industri tambang batu bara ini.kapasitas penambahan produksi 131. Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara adalah salah satu jenis instalasi pembangkit tenaga listrik dimana tenaga listrik didapat dari mesin turbin yang diputar oleh uap yang dihasilkan melalui pemanasan oleh batubara. Jika dilepaskan oleh mekanisme pasar maka PLTU yang telah dibangun akan mengalami kesulitan dalam men-supply bahan bakar atau bisa dikatakan antara PLTU akan terjadi persaingan dalam memperebutkan batu bara. PLTU batubara adalah sumber utama dari listrik dunia saat ini. Tentunya apabila tidak ada penambahan eksplorasi cadangan.000MW. sama halnya dengan sumber energi lainnya seperti solar dan gas yang terus meningkat akan menaikkan harga.2 Perkembangan PLT saat ini Pembangunan pembangkit tenaga listrik dapat kita temukan pada beberapa daerah. Disisi lingkungan akan terjadi peningkatan sulfida SOx dan COx serta zat lain hasil pembakaran masuk ke lingkungan.

Oleh sebab itu.4 Potensi Geobacter sebagai Penghasil Listrik Geobacter adalah sebuah bakteri yang diklasifikasikan dalam genus proteobacteri. . Geothermal.angin. Geobacter memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa organik dan logam (termasuk besi logam radioaktif dan senyawa minyak bumi) menjadi karbon dioksida yang ramah lingkungan. Beruntung pemenuhan sumber energi kian marak dengan sumber – sumber alternative lain yang dapat dibaharui dan ramah lingkungan. PLTP Tampeso sudah ada namun masih perlu banyak pengembangan.3 Energi alternatif pembangkit tenaga listrik Berbagai macam penelitian dilakukan untuk menemukan sumber energi baru dalam rangka mengurangi tingkat ketergantungan terhadap sumber energi fosil. 1. PLTP Lahendong. tanah dan air hasil dari pembuangan limbah PLTU. fuel cell. ini akan terlihat dari kulitas udara. PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi/geotemal) seperti PLTP Gunung Salak. Pengembangan energi tersebut menarik untuk dikaji lebih dalam dikarenakan sumber – sumber energi tersebut sangat melimpah di alam Indonesia. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bagi pengembangan sumber-sumber energi baru lain seperti contohnya sumber energi yang berasal dari mikroba 1. cahaya matahari adalah beberapa contoh sumber penghasil energi yang sedang dikembangkan untuk pemakaian energy masal di Indonesia.ayal bangsa kita akan menjadi salah satu bagian besar dari pemanasan dunia. Namun perkembangan PLTN saat ini masih perlu banyak pengkajian dan persiapan mengingat PLTN perlu dibangun dengan keamanan yang cukup tinggi. di zaman teknologi yang semakin maju. dibutuhkan penggunaan energi yang semakin besar. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dirasa tidak lagi menjadi solusi yang menyokongnya. maka didalam melakukan perencanaan pembangunan PLTU harus dipikirkan bagaimana waste tersebut kembali di kelola agar limbah yang masuk kelingkungan terkurangi kandungan racunnya. sekaligus menghasilkan energi listrik. Untuk menanggulangi keterbatasan PLTU kita dapat menggunakan PLT yang cukup potensial yakni PLTN atau pembangkit listrik tenaga nuklir.

untuk itu bukan tidak mungkin apabila Geobacter menjadi salah satu sumber energy alternative yang diperhitungkan di masa depan. .

1 PROFIL UMUM Geobacter sulfurreducens merupakan bakteri gram-negatif.1 Geobacter sulfurreducens 2. Geobacter sulfurreducens dapat mengoksidasi senyawa organik dan aktif mereduksi metal.BAB 2 PEMBAHASAN 2. Di saat yang bersamaan Geobacter sulfurreducens mereduksi senyawa seperti sulfur. Geobacter sulfurreducens mengkodekan hingga 100 jenis sitokrom c. Oklahoma.8 juta pasang basa. Berikut adalah klasifikasi saintifik dari Geobacter sulfurreducens: Klasifikasi Saintifik Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Species Bacteria Proteobacteria Deltaproteobakteria Desulfuromonadales Geobacteraceae Geobacter Sulfurreducens Strain PCA Geobacter sulfurreducens pertama kali ditemukan dalam sebuah sampel tanah yang terkontaminasi oleh senyawa hidrokarbon di Norman.1. berbentuk koma. dan beberapa metal seperti besi (III) oksida. Geobacter sulfurreducens biasa ditemukan di bawah permukaan tanah dan merupakan salah satu bakteri pereduksi metal yang paling sering ditemui. Sitokrom c adalah heme (suatu gugus fungsi yang mengandung atom Fe yang terletak di tengah- . fumarat. dan anaerobik. Bakteri Geobacter sulfurreducens memiliki genom dengan kurang lebih 3. Geobacter sulfurreducens mengoksidasi asetat menjadi karbondioksida dan air.

dan lain-lain. uranium oksida. spesies Geobacter dapat menghancurkan pengotor pada minyak yang terdapat di air tanah yang tercemar dengan cara mengoksidasi senyawasenyawa ini menjadi karbondioksida. suatu suhu yang awalnya diperkirakan dapat membunuh kebanyakan mikroorganisme (Geobacter Project. Kemudian barulah Geobacter sulfurreducens ditemukan pada sampel tanah yang terkontaminasi oleh senyawa hidrokarbon di Oklahoma (EurekAlert. Geobacter dapat melangsungkan respirasi anaerobik menggunakan oksida tersebut sebagai akseptor elektron yang utama. Geobacter sulfurreducens dapat memetabolisme material tak larut seperti besi oksida. Geobacter secara umum pertama kali ditemukan pada tahun 1987 di Potomac River (Geobacter Project. magnesium oksida. biasanya Geobacter ditemukan sebagai reduktor besi (D. Berikut adalah gambar Geobacter sulfurreducens: . Bentuk umum bakteri ini adalah memiliki satu flagella pada satu sisi dan satu pili pendek pada sisi lainnya. Pada endapan di lingkungan yang mengandung asetat sebagai pendonor elektron. Akhir-akhir ini ditemukan strain Geobacter (strain 121) yang dapat berkembang pada suhu yang lebih tinggi dibanding mikroorganisme serupa. pereduksian dapat mencapai 90%. yaitu 121oC. Geobacter sulfurreducens merupakan bakteri yang penting untuk lingkungan karena penggunaannya untuk bidang bioteknologi sangat banyak. Selain itu.tengah senyawa organik heterosiklik) yang dapat ditemukan terikat pada membran dalam mitokondria. Protein ini biasanya berupa enzim. Secara umum. Lovley. 2004). 2004). Akhir-akhir ini yang cukup sering dibahas adalah kemampuannya menghasilkan listrik dengan cara yang serupa. Peneliti sempat didanai oleh Departemen Energi di AS untuk menggunakan mikroba tersebut untuk mereduksi uranium pada air di River Mill hingga 70%. 2003). 2004). Geobacter sulfurreducens dapat digunakan untuk menghasilkan listrik apabila bakteri tersebut menempel pada sebuah elektroda. dan setelah diteliti lebih lanjut. Heme ini terikat erat pada protein dan digunakan oleh protein untuk membantu aktivitas biologisnya. Strain ini diketahui dapat tumbuh pada suhu yang tinggi. yang tidak dapat diuraikan. Dengan demikian secara garis besar. salah satunya adalah kapabilitasnya dalam bidang bioremediasi (proses menghilangkan polutan tertentu pada lingkungan tertentu).

Untuk memecahkan masalah ini. Proses penghasilan listrik oleh mikroba saat mikroba memetabolisme substrat adalah salah satu sumber energi yang sangat efisien karena proses ini tidak memerlukan proses pembakaran untuk menghasilkan energi.2.2 PERAN GEOBACTER SULFURREDUCENS DALAM MENGHASILKAN LISTRIK Peran Geobacter sulfurreducens dalam menghasilkan listrik berkaitan dengan Microbial Fuel Cell atau lebih sering disebut MFC. Akhir-akhir ini teknologi untuk menghasilkan biofuel dan bioenergi sedang hangat untuk dibicarakan. substrat yang digunakan sebagai ‘makanan’ mikroba adalah substrat yang simpel atau bahkan senyawa/material sisa suatu reaksi. dan lain-lain. voltase dan arus listrik yang dihasilkan mikrobial fuel cell masih relatif sangat kecil sehingga belum banyak berguna untuk industri. Namun masih terdapat banyak halangan yang harus dilewati agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu. sebuah penelitian sedang dilakukan oleh para ilmuwan untuk mencari bahan mikrobial fuel cell yang lebih efisien dalam menghasilkan energi dan untuk lebih memahami bagaimana pengaruh jenis anoda dan katoda yang digunakan terhadap sifat mikroba atau interaksi mikroba tersebut dengan anoda nya saat terjadi proses transfer elektron. Dua karakteristik ini membuat mikrobial fuel cell sebagai salah satu kandidat kuat untuk menjadi alternatif sumber energi di masa depan. . besi oksida. Yang dimanfaatkan dari bakteri ini oleh MFC ini adalah kemampuan mengoksidasi senyawa organik dan di saat yang bersamaan mereduksi berbagai jenis metal oksida. Saat ini.1. Di saat yang bersamaan microbial fuel cell juga demikian. seperti sulfur oksida.

yang menghasilkan listrik dengan cara mengoksidasi senyawa organik dan mereduksi anoda. Spesies ini.Geobacter sulfurreducens adalah salah satu mikroba yang sedang dipelajari secara mendalam mengenai perannya dalam suatu microbial fuel cell. Berikut adalah jenis-jenis gen yang mengkode sitokrom c. menghasilkan sejumlah besar energi karena terdapat beberapa mekanisme transportasi elektron ke sumber ekstraselular melalui baik sitokrom c atau pili. Proses ini sangat penting dalam sebuah MFC karena elektron berikutnya harus ditransport ke anoda agar nantinya dapat menghasilkan listrik.62 1. Mayoritas hasil proteinnya dapat ditemukan di membran luar sel. Gen-gen ini adalah gen yang dapat membuat Geobacter sulfurreducens menghasilkan arus listrik yang paling kuat: Genetic Manipulation Wild Type pilA deletion pilA complement omcZ deletion omcZ complement Maximum current production (mA) 14.12±0. 2.14 1. Sebaliknya.44 14. Pada saat elektron dilepas saat asetat telah diurai.3±0. pembentukan biofilm pada anoda juga menyebabkan arus listrik yang dihasilkan menjadi lebih tinggi karena semua sel menjadi terlibat dalam transport elektron ke anoda. Bakteri ini adalah yang paling sering dipelajari karena jumlahnya yang relatif banyak pada anoda dalam microbial fuel cell.1.20±0. protein-protein ini terlibat dalam transport elektron dari dalam sel ke akseptor elektron ekstraseluler.36 13.3 PENGARUH JENIS GEN TERHADAP KEMAMPUAN MENGHASILKAN LISTRIK Geobacter sulfurreducens memiliki 111 jenis gen yang berbeda yang mengkode sitokrom c. Dalam kasus Geobacter sulfurreducens.36 Saat jenis-jenis gen tersebut dihapus. strain bakteri tersebut akan kehilangan kemampuan untuk menghasilkan listrik dengan arus listrik yang cukup kuat. elektron ditransfer dari pendonor elektron dalam sel ke akseptor elektron mencapai membran luar sel. Selain itu.44±0. .42±0.

2. melalui pili dan kemudian menuju anoda. Untuk sel yang berada di luar biofilm.4 BIOFILM Kemampuan unik lain yang dimiliki oleh Geobacter sulfurreducens adalah kemampuan untuk membentuk biofilm tebal pada permukaan yang digunakan sebagai akseptor elektron yang menyelimuti seluruh bakteri. Pembentukan pili ini dibantu oleh gen pilA.1. Sitokrom c dapat berinteraksi dengan protein-protein pada sel lain. dan kemudian mencapai anoda. 2. Secara garis besar terdapat dua penjelasan mengapa strain bakteri yang membentuk lebih banyak biofilm lebih mampu menghasilkan listrik lebih banyak: 1. Pili dapat bertindak sebagai microbial nanowires. Apabila MFC nya menggunakan strain yang tidak . hasil percobaan memperlihatkan bahwa tebal biofilm yang dibentuk oleh Geobacter sulfurreducens ini adalah 50 mikrometer di sekitar anoda. Ini berarti struktur pili ini dapat bertindak sebagai pendonor elektron final. Elektron yang dihasilkan di dalam sel akibat memetabolisme asetat ditransport ke membran luar bakteri. Hasil percobaan juga telah menunjukkan bahwa MFC dengan Geobacter sulfurreducens yang tumbuh dengan gen pilA komplementer menghasilkan listrik jauh lebih banyak dibandingkan bakteri dengan jumlah gen pilA yang kurang. Pembentukan biofilm ini dibantu oleh pili pada bakteri. Hal ini menyebabkan semua sel berkontribusi dalam mentranspor elektron. pili bertindak sebagai media perpindahan elektron dari satu sel ke sel yang lain. Dalam kasus MFC ini. Tujuan utama dari pembentukan biofilm ini adalah untuk membuat semua bakteri terlibat aktif dalam mentransport elektron dari akseptor elektron (pada permukaan bakteri) menuju anoda tempat bakteri-bakteri tersebut menempel. dan elektron ditransfer melalui protein-protein tersebut hingga mencapai anoda.apabila gen-gen tersebut dimasukkan kembali. kemampuan untuk menghasilkan arus listrik yang cukup kuat akan kembali pula. Sitokrom c dapat pula bertindak sebagai media transpor elektron dari sel yang ada di paling luar biofilm hingga mencapai anoda.

sehingga transpor elektron ke anoda akan lebih mudah dan lebih intens. . Kemudian dibandingkan arus listrik yang dihasilkan MFC yang berbeda-beda ini. dengan jumlah gen pilA dan OmcZ yang lebih banyak. Metode lain untuk pengembangan kemampuan Geobacter sulfurreducens adalah dengan pembentukan mutasi bakteri secara spontan. syarat untuk dapat memanfaatkan sitokrom untuk transpor elektron adalah dengan memastikan sel-sel tersebut menempel langsung pada anoda. yaitu hidup pada tempat yang tidak terdapat oksigen dan kemampuannya yang dapat berpindah tempat dengan cara menggerakkan elektron yang ada di dalam metal.2 Geobacter metallireducens 2. Dengan strain yang memiliki banyak gen tersebut. Setelah terbentuk koloni bakteri. Salah satu strain pasti menunjukkan kuat arus listrik yang lebih tinggi dibandingkan strain yang lain 2. Washington DC pada tahun 1987 dan bersifat anaerob.2. sel (bakteri) dikembangbiakkan di lingkungan anaerobik agar lebih mudah memilih strain Geobacter sulfurreducens. 2. kemudian biofilm berpotensi terbentuk lebih banyak dan lebih tebal.1. Salah satu caranya adalah dengan cara manipulasi gen. akan dihasilkan energi listrik yang lebih banyak pula. Dari pembahasan sebelumnya diketahui bahwa strain bakteri yang paling banyak dapat menghasilkan energi listrik adalah strain yang mengandung gen pilA dan OmcZ. setiap koloni ditempatkan di MFC yang berbeda dan dibiarkan tumbuh dalam waktu 5 bulan.5 METODE PENGEMBANGAN LEBIH LANJUT GEOBACTER SULFURREDUCENS Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk mengembangkan Geobacter sulfurreducens agar dapat menghasilkan energi listrik dengan skala yang lebih luas. Pertama-tama.memiliki pili. Metode manipulasi gen ini masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut. jumlah pili akan lebih banyak. Secara teori.1 PROFIL UMUM Geobacter metallireducens ini pertama kali ditemukan di tambang batu bara di sungai Potomac .

sekaligus menghasilkan energi listrik. Bakteri ini berhasil diisolasi untuk pertama kali dari endapan air. uranium dan beberapa logam lainnya. Geobacter metallireducens dinobatkan sebagai mikroba pertama yang ditemukan dengan kemampuan untuk mengoksidasi senyawa organik (termasuk besi logam radioaktif dan senyawa minyak bumi) menjadi karbon dioksida yang ramah lingkungan. Geobacter metallireducens memiliki kemampuan menghasilkan energi dengan mereduksi beberapa macam logam. mangan. Geobacter metallireducens juga mengandung gen yang juga mendukung sel untuk melakukan kemotaksis. Bakteri ini merupakan baakteri anaerobik yang memiliki phili dan flagella. Jenis bakteri ini juga dapat mengoksidasi asam lemak berantai pendek. Flagella tidak akan terbentuk kecuali dalam kondisi yang buruk. alkohol. Bakteri ini juga memiliki kemampuan untuk bergerak menuju senyawa logam atau lingkungan yang sesuai dengan ketersediaan nutrisi yang baik dan menjauhi lingkungan dengan ketersediaan nutrisin yang buruk. seperti besi. Kemotaksis memungkinkan bakteri untuk mengenali senyawa. Geobacter metallireducens mengandung gen untuk sintesis flagella. Geobacter metallireducens dikenal sebagai bakteri yang berperan dalam proses bioremediasi dari kontaminasi senyawa organik dan logam di dalam air tanah dan . Bakteri ini tumbuh di kondisi laboratorium idbawah kondisi ideal dimana bakteri mendapatkan logam terlarut sangat banyak.Klasifikasi Saintifik Kingdom Phylum Class Ordo Family Genus Species Bacteria Proteobacteria Deltaproteobakteria Desulfuromonadales Geobacteraceae Geobacter Metallireducens Geobacter metallireducens ini merupakan gram negative ini memiliki sel berbentuk batang. dan senyawa monoaromatik seperti toluene dan fenol dengan menggunakan besi sebagai akseptor elektron. yang disukai dan tidak disukai di lingkungan sekitarnya.

Sampah organik yang biasa kita buang sehari . Ketika G. Namun sebelumnya. Sebuah penemuan sumber energi baru yang sangat menarik khalayak ramai pada waktu itu. MFC adalah sebuah perangkat peghasil tenaga listrik yang dikembangkan sebagai pengolah sampah limbah rumah tangga. digunakan untuk memungkinkan transfer elektron secara langsung melewati membran sel mikroba Geobacter tersebut. maka . Bayangkan apabila MFC digunakan di industri – industri produk makanan dalam skala yang besar. kemajuan ini sebenarnya diawali oleh penemuan Microba Fuel Cell (MFC).2.hari. G. 2. Uranium tak larut berada terus didalam tanah dan dapat diekstraksi. Dengan penambahan bakteri Geobacter.2 PERAN Geobacter sulfurreducens DALAM MENGHASILKAN LISTRIK Sebuah terobosan yang dikembangkan dalam penelitian Derek Lovley.berpartisipasi dalam siklus karbon dan siklus hidup dari endapan akuatik. dihasilkan begitu banyak limbah yang berasal dari rumah tangga. metallireducens mengonsumsi elemen-elemen radioaktif ini dan menghilangkan kontaminasi. enzim khusus yang dinamakan cytochromes. Selain mengoksidasi Fe(III). Listrik tersebut kemudian dapat digunakan dalam pemenuhan energi listrik skala rumah tangga. karena dapat meningkatkan transfer electron sehingga menciptakan energi listrik yang lebih besar. bakteri ini juga menggunakan logam-logam lain seperti plutonium dan uranium untuk mengolah makanan. bakteri ini mengubah uranium terlarut menjadi tak terlarut. MFC bekerja dengan cara memecah sampah organik tersebut dan mengkonversi energi yang berasal dari ikatan kimia menjadi listrik dan hidrogen. bahwa Geobacter dapat menghasilkan energi listrik yang kemudian dipertajam oleh penelitian ilmuwan dari Jerman dan Australia yang diterbitkan di majalah ilmiah Bacteriology pada bulan July tahun 1998. Penelitian itu mengatakan bahwa dalam sebuah percobaan oksidasi besi tertentu. metallireducens mengolah uranium. Hal ini dirasa dapat mengurangi efek pemakaian energi listrik yang berasal dari pembangkit listrik negara Amerika. Disamping setiap tahunnya. serta bahan – bahan organik lainnya. dapat digunakan sebagai bahan baku penghasil listrik. enzim cytochromes yang digunakan menjadi sebuah kunci keberhasilan. Uranium tak terlarut ini mengendapkan air tanah untuk menjadikan air tanah ini lebih bersih. seorang professor di Departement Mikrobiologi di Universitas of Massachusetts. Penggunakan elektron yang tidak larut menjelaskan mengapa spesies Geobacter mendominasi jenis bakteri yang mereduksi besi dengan berbagai macam variasi pada lingkungan yang bersedimen.

Energi listrik ini dapat diukur voltase atau arus listriknya menggunakan voltmeter/amperemeter yang tersambung ke kabel penghubung anoda dan katoda. Pada MFC.3 MICROBIAL FUEL CELL 2. dilaporkan bahwa terdapat penemuan kawat nano oleh Lovley. elektron akan dilepaskan. Saat ini pengembangan dan kemajuan mikrobiologi mengarah ke tingkat yang lebih tinggi. Cairan (medium) tersebut harus diaduk secara kontinyu untuk memastikan senyawa asetat selalu tersedia untuk mikroba berkembangbiak. elektron ditransfer ke anoda. Aliran elektron dari anoda ke katoda ini lah yang menghasilkan enrgi listrik. tapi tidak untuk elektron dan gas-gas lain yang terdapat di wadah. Dalam . Kawat ini diduga menggunakan bakteri Geobacter untuk mentranfer electron dengan efisiensi yang lebih tinggi. asetat adalah substrat yang paling sering digunakan karena asetat memiliki struktur yang cukup simpel yang dapat diuraikan secara mudah. Serta beberapa terobosan – terobosan baru yang masih dikembangkan sampai sekarang.hitunglah berapa banyak energi listrik yang dihasilkan dan dapat digunakan untuk membangkitkan listrik di rumah – rumah. 2. dan memberikan cukup energi bagi mikroba untuk berkembang secara normal dan menghasilkan arus listri setinggi mungkin. Di tahun 2005. sampel mikroba harus dibudidayakan dalam wadah anoda pada suhu 30oC yang telah diisi cairan (medium) yang kaya akan senyawa organik. dan kemudian dilanjutkan ditransfer ke katoda melalui kabel yang tersedia. Dalam kasus MFC Geobacter.1 DESKRIPSI MFC dengan Geobacter sulfurreducens terdiri atas wadah berisi anoda dan wadah yang berisi katoda yang tersambung oleh kabel dan dipisahkan oleh membran proton. Membran ini hanya memperbolehkan ion hidrogen untuk lewat. Agar listrik dapat dihasilkan. Saat mikroorganisme mulai menguraikan senyawa organik. Elektron-elektron ini ditransfer dari pendonor elektron kepada akseptor elektron dalam sebuah rantai transport dan secara perlahan akan mencapai protein pada membran luar sel.3. Geobacter ini dapat mentransfer elektron-elektron ini ke akseptor elektron ekstraseluler.

proses ini. Berikut adalah gambar sederhana contoh Microbial Fuel Cell (MFC): Dan berikutnya adalah contoh MFC yang digunakan untuk sumber energi kalkulator: Contoh persamaan reaksi yang terjadi di dalam Microbial Fuel Cell adalah : C12H22O11 + 13H2O  12CO2 + 48 H+ + 48eSenyawa organik + air  karbon dioksida + ion hidrogen + elektron . Proton dan elektron pada katoda yang ditransfer melalui kabel dari anoda ini kemudian akan bereaksi dengan oksigen dan membentuk air. proton dilepas dari anoda menuju katoda melalui membran proton.

Sebagian besar dari mediator mahal dan beracun. sebaliknya MEC menghasilkan hidrogen atau metana secara langsung dengan menerapkan arus listrik ke bakteri. dapat mentransfer produksi elektron bakteri ini melalui pili. yaitu : Mediator microbial fuel cell Sebagian besar microbial cell tidak aktif secara elektrokimia. Bakteri aktif elektrokimia. Transfer elektron dari mircobial cell ke elektroda difasilitasi oleh mediator seperti thionine. Mediator-free microbial fuel cell Mediator-free microbial fuel cells tidak menggunakan mediator tetapi menggunakan bakteri aktif elektrokimia untuk mentransfer elektron ke elektroda (elektron langsung dibawa oleh enzim respiratori bakteri ke elektroda). metil blue. dan dapat menghasilkan energi langsung dari beberapa tanaman air. Mediator-less microbial fuel cells bisa dijalankan di limbah air. humic acid. neutral red dll. MFC ini termasuk ke dalam Plant Microbial Fuel Cells (Plant-MFC) Microbial Electrolysis Cell Variasi dari mediator-less MFC adalah microbial electrolysis cells (MEC). metil viologen. MFC memproduksi arus listrik dengan dekomposisi bakteri dari hidrokarbon air.Terdapar beberapa jenis Microbial Fuel Cell. . yang memiliki pili di membran external.

katoda berada diatas tanah dan terkena langsung dengan oksigen dari udara disekitarnya.2 METODE PENGEFEKTIFAN MFC Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan efektifitas sebuah MFC adalah memperhatikan jenis material anoda nya. Akhir-akhir ini. Dalam kasus MFC Geobacter sulfurreducens. Pada awalnya aurum dianggap sebagai material yang baik sebagai bahan anoda karena aurum . inokulum. Percobaan telah membuktikan bahwa anoda dengan tingkat kekasaran yang lebih tinggi memiliki kecenderungan mengikat bakteri dengan jumlah yang lebih banyak.- Soil-based Microbial Fuel Cell Soil-based microbial fuel cells memiliki prinsip dan deskripsi yang sama seperti MFC diatas.3. grafit memiliki kekasaran yang cukup tinggi untuk bakteri/sel dapat menempel di anoda. Material anoda yang lain juga telah dites untuk mengukur energi listrik yang dihasilkan. Biofilm yang terbentuk akan terikat secara kuat pada anoda dan kemungkinannya untuk lepas dari akseptor elektron. Grafit memiliki permukaan yang relatif kasar. Anoda ditempatkan pada kedalaman tertentu di dalam tanah. sehingga lebih banyak sel/bakteri yang dapat hinggap di anoda. dan membran pertukaran proton. material yang telah dicoba sebagai anoda adalah aurum (gold). bahkan saat medium organik sedang dalam proses pengadukan. bahan anoda yang sangat sering digunakan adalah grafit. 2. Selain grafit. Jenis anoda yang dipakai sangat berpengaruh terhadap kuat arus listrik yang dihasilkan MFC tersebut. dengan tanah sebgai nutrisi utama untuk media anoda.

Pada sisi lain. Hal ini dikarenakan kekasaran permukaan aurum tidak setinggi grafit. misalnya skala mikro atau nano. . karena aurum dikatakan dapat terikat pada hampir semua jenis permukaan.3. kuat arus listrik yang dihasilkan masih sekitar 14 mA. Sehingga tidak banyak biofilm yang dapat terikat ke aurum. sehingga biofilm dapat terlepas dari anoda saat terjadi pengadukan medium organik. Namun ternyata percobaan membuktikan bahwa listrik yang dihasilkan MFC dengan anoda aurum tidak sebanyak listrik yang dihasilkan MFC dengan anoda grafit.3 PEMBATASAN DAN APLIKASI MFC MFC harus dikembangkan secara intensif agar dapat digunakan dalam skala industri. 2.merupakan konduktor yang baik dan dapat terikat dengan permukaan lain. Hal ini berarti MFC hanya dapat digunakan untuk sumber listrik barangbarang elektronik yang tidak kompleks. anoda aurum dapat dimanfaatkan untuk MFC dalam skala yang lebih kecil. MFC memiliki masa depan cerah untuk menjadi salah satu alternatif energi listrik di masa depan. grafit tidak dapat digunakan untuk MFC skala kecil (mikro/nano). Untuk saat ini. Hingga saat ini. yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya agar MFC dapat menghasilkan energi listrik yang lebih banyak yang dapat digunakan untuk barang-barang elektronik yang lebih kompleks. Namun.

pengembangan dan lain-lain.BAB 3 KESIMPULAN Energi listrik adalah energi yang sangat krusial bagi kehidupan manusia. seperti melakukan perombakan gen pada bakteri. Jenis spesies bakteri Geobater metallireducens dan Geobacter sulfurreducens ini memilikki kemampuan untuk mereduksi senyawa organik dan logam menjadi karbon dioksida yang ramah lingkungan menjadi energi listrik. 3. Penelitian hingga saat ini telah ditemukan kawat nano . dan terdapat banyak pengembangan agar dapat memperluas skala penggunaannya. Listrik yang dihasilkan oleh MFC ini masih hanya dapat digunakan untuk skala rumah tangga. jenis bakteri yang digunakan untuk MFC hingga saat ini ada dua. Energi alternatif listrik ini masih berada dalam tahap pengembangan lebih lanjut. saat ini telah ditemukan teknologi baru yang memanfaatkan bakteri sebagai bahan dasar penghasil listrik dengan bantuan Microbial Fuel Cell (MFC). ekektron dilepaskan. pemilihan jenis anoda yang efektif dan efisien. 4. proton dilepaskan dari anoda menuju katoda melalui membran proton. Elektron ditransfer ke anoda oleh bakteri Geobacter. Proton dan elektron yang berada di katoda akan bereaksi dengan oksigen dan membentuk molekul air. yaitu Geobacter metallireducens dan Geobacter sulfurreducens. Limbah senyawa organik/substrat dioksidasi oleh bakteri pada sisi anoda dan menghasilkan karbon dioksida. 7. Berbagai penelitian tentang MFC dan jenis-jenis bakteri yang digunakan masih dilakukan. 5. Transfer elektron dilanjutkan ke katoda. Selain listrik yang dihasilkan oleh pembangkit tenaga listrik. 2. Aliran elektron dari anoda ke katoda ini akan menghasilkan energi listrik 6. Mekanisme pembentukan energi listrik berbahan dasar bakteri dengan bantua Microbial Fuel cell ini adalah : 1. Secara garis besar. Disaat bersamaan. Saat bakteri menguraikan senyawa organik.

Alat ini memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan MFC.sebagai penghasil energi listrik dengan bahan dasar bakteri. Namun penelitian ini masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut. .

action (20 April 2011.microbewiki.03) www.ehp03. 17.01) . 09. 09.agguss.zulfindra.com (20 April 2011. 09. 10.41) www.com (20 April 2011.com (21 April 2011.12) www. 18.com/geobacter (21 April 2011.sciencedaily.DAFTAR PUSTAKA www.nih.wordpress. 17.wikipedia.niehs.45) www.32) www.gov/home.physorg.html (21 April 2011.31) www.com/news192113023.com/geobacter (21 April 2011.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful