MANAJEMEN DALAM PEMBELAJARAN 1.

Pengertian Manajemen Pengajaran Kata manjemen pastilah bukan kata asing lagi bagi kita. Kata manajemen berasal dari bahasa Inggris “manage”, yang memiliki arti kelola. Dengan kata lain management berarti pengelolaan, dimana penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Manajemen memiliki banyak arti bahkan para ahli memiliki pengertian mereka tersendiri. Manajemen menurut Dr. SP. SIAGIAN adalah “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain”. Dengan kata lain bahwa manajemen merupakan alat pelaksana utama daripada administrasi. Sementara menurut James A.F. Stonner “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha – usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber – sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan”. Sehingga manajemen proses kegiatan dengan melaui orang lain untuk mencapai tujuan tertentu serta dilaksanakan secara berurutan ke arah suatu tujuan. Secara khusus dalam konteks pendidikan, Djam’an Satori memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”. Sementara itu, Hadari Nawawi mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”. Sesuai perkembangan kebutuhan manusia, pemahaman tentang manajemen juga mengalami perkembangan secara luas. Manajemen diartikan sebagai mengelola orang-orang, mengambil keputusan dan mengorganisasi sumber-sumber untuk menyelesaikan tujuan yang telah ditentukan. Sehingga istilah manajemen juga dapat ditemukan dalam dunia pendidikan. Manajemen dalam dunia pendidikan itu sesuai dengan prinsip dalam dunia bisnis adalah untuk melakukan pencarian secara konsisten terhadap perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Lebih lanjut digambarkan bahwa pelanggan adalah pengelola institusi pendidikan seperti manajer, kepala sekolah, guru, dan staf karyawan (internal customer), di samping masyarakat, pemerintah dan dunia industri

Berdasarkan pemikiran tersebut manajemen pembelajaran dapat diartikan sebagai usaha ke arah pencapaian tujuan-tujuan melalui aktivitas-aktivitas orang lain atau membuat sesuatu dikerjakan oleh orang-orang lain berupa peningkatan minat. dengan memperluas cakupan aktivitas (tidak terlalu dibatasi). Secara umum manajemen diartikan sebagai proses mengintegrasikan sumber-sumber yang tidak berhubungan menjadi sistem total untuk menyelesaikan suatu tujuan Belajar adalah perubahan perilaku. 2) teknik menciptakan masyarakat ilmiah di perguruan tinggi. kesenangan. sedangkan secara kolektif mereka disebut manajemen. baik yang bersifat umum maupun khusus tentang kependidikan. seperti 1) teknik menciptakan masyarakat belajar di sekolah. dan latar belakang siswa (orang yang belajar). dan (3) manajemen pendidikan berupaya untuk mencapai tujuan tertentu . Sesuatu aktivitas menggerakkan orang lain. 4) teknik meningkatkan partisipasi alumni dan masyarakat. namun secara esensial dapat ditarik benang merah tentang pengertian manajemen pendidikan. perhatian. sedangkan pembelajaran dipandang sebagai proses kegiatan menggerakkan orang-orang untuk belajar. Pengertian yang lain ialah mengenai manajemen menekankan pengaturan orangorang yang tugasnya mengarahkan usaha ke arah tujuan-tujuan melalui aktivitas-aktivitas orang lain atau membuat sesuatu dikerjakan oleh orang-orang lain. serta mengarah kepada pengembangan gaya hidup di masa mendatang. atas dasar sesuatu yang telah diputuskan terlebih dahulu. artinya disesuaikan dengan lembaga pendidikan tertentu. suatu kegiatan memimpin. Meski ditemukan pengertian manajemen atau administrasi yang beragam. dan 6) teknik ketatausahaan yang tepat waktu dan konsisten. 5) teknik meningkatkan kerja sama dengan lembaga-lembaga yang sejenis. 3) teknik mengadakan dan mengatur sumber belajar.Kepuasan pelanggan bisa terwujud jika manajemen pendidikan telah mengarah pada penetapan standar mutu proses pembelajaran yang dapat berdaya guna dan secara optimal menghasilkan produk yang sesuai dengan standar kemampuan dasar. bahwa : (1) manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan. Dalam kegiatan pembelajaran akan tercipta berbagai teknik-teknik yang bersifat kelembagaan. (2) manajemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya. Produk dimaksud adalah siswa lulusan dengan kompetensi tertentu yang siap memasuki program studi lanjut atau dunia kerja dalam arti yang seluas-luasnya. .(external customer). Ada yang mengatakan bahwa para pemimpin organisasi disebut para manajer.

(f) memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi. sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien. metode. (b) membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama. (c) memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran. Fungsi dan Tujuan Manajemen Berdasarkan uraian di atas bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatana dimana kegiatan yang dimaksudkan tindakan – tindakan yang mengacu pada sistem manajemen. program. Dipaparkan tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam perspektif persekolahan. terperinci dan lebih mudah dipahami. Berkenaan dengan fungsi – fungsi manajemen maka banyak pula para ahli yang menyebutkan berbeda – beda pula namun pada dasarnya memiliki maksud yang sama. misi. dan (i) menghemat waktu. Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini. mendorong partisipasi masyarakat. proyek.R. sistem. meliputi : (1) perencanaan (planning). (e) memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi. kebijaksanaan. taksiran. Terry. (h) meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti. (d) membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat. (3) pelaksanaan (actuating) dan (4) pengawasan (controlling). Tujuan dari perencanaan sekolah adalah membantu sekolah menjelaskan pengelolaan sekolah sekarang dan masa mendatang. pedoman dan kesepakatan.2. mendorong adanya keputusan – keputusan tingkat sekolah mendorong terciptanya ketentuan dalam perencanaan dan pelaksanaannya. sasaran. (2) pengorganisasian (organizing). dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu. (g) membuat tujuan lebih khusus. usaha dan dana. . anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Adapun yang menjadi tujuan dari perencanaan adalah : (a) membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan. dengan merujuk kepada pemikiran G. tujuan.  Pengorganisasian (organizing) Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang. tuntutan – tuntutan.alat. prosedur.  Perencanaan (Planning) Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi. dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu. Dalam pendidikan pembuatan perencanaan seorang manager harus dapat menentukan visi.

yaitu : (a) pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. tugas dan tanggung jawabnya. (d) organisasi harus mencerminkan rentangan kontrol. dan (f) organisasi harus fleksibel dan seimbang. yaitu dengan pembagian satuan kerja yang sesuai dengan kebutuhan. (c) organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab. pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. (3) tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting. dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran. (b) pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang logik dapat dilaksanakan oleh satu orang. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika : (1) merasa yakin akan mampu mengerjakan.  Pelaksanaan (Actuating) Dari seluruh rangkaian proses manajemen. George R.Berkenaan dengan pengorganisasian ini. dan (c) pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis. (4) tugas tersebut merupakan . pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen. Ernest Dale mengemukakan tiga langkah dalam proses pengorganisasian. atau mendesak. Hadari Nawawi mengemukakan beberapa asas dalam organisasi. (b) pengelompokan satuan kerja harus menggambarkan pembagian kerja. Dengan kata lain bahwa dalam pembagian tugas maka orang – orang yang mengerjakannya haruslah orang yang kompeten di bidangnya. Dalam hal ini. sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orangorang dalam organisasi. (e) organisasi harus mengandung kesatuan perintah. Terry mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut. Dari pengertian di atas. diantaranya adalah : (a) organisasi harus profesional. (2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya.

bahwa : “Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan. Karena bagaimana pun sekolah merupakan suatu sistem yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola secara baik dan tertib. (c) pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata. Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien. (b) penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan. Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling kait mengkait antara satu dengan lainnya. tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. (d) pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan. Sekolah . Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. maka proses manajemen pendidikan memiliki peranan yang amat vital. Robert J. Semua fungsi terdahulu. bila diperlukan. Dengan demikian. Hani Handoko mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. dan (e) pengambilan tindakan koreksi. Manajemen sebagai suatu sistem Dalam perspektif persekolahan. serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya.kepercayaan bagi yang bersangkutan dan (5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis. sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen.  Pengawasan (Controlling) Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. yaitu : (a) penetapan standar pelaksanaan. merancang sistem informasi umpan balik. proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen. menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan.” Dengan demikian. Sementara itu. 3.

inovasinya.sasaran yang ingin dicapai oleh sekolah. lomba akademik. Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. deskripsi tugas. peraturan perundang-undangan. olah raga. dan pengawasan. Output pendidikan adalah merupakan kinerja sekolah. karyawan. tujuan. misi. siswa) dan sumberdaya selebihnya (peralatan. pelaksanaan. . proses. produktivitasnya. Khusus yang berkaitan dengan mutu output sekolah. rencana. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya. Sesuatu yang dimaksud berupa sumberdaya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu bagi berlangsunnya proses. berupa nilai ulangan umum. Mutu sekolah dipengaruhi oleh banyak tahapan kegiatan yang saling berhubungan (proses) seperti misalnya perencanaan. kualitas kehidupan kerjanya dan moral kerjanya. dan output pendidikan. efesiendinya. pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya. Dengan demikian. uang. Oleh karena itu. dan kegiatan-kegiatan ektsrakurikuler lainnya. menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam : (1) prestasi akademik. program. Konsepsi input dan output pendidikan sejauh ini merupakan gambaran mutu pendidikan adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau yang tersirat. bahan. kejujuran. setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realisitis. dsb. Input harapan-harapan berupa visi. UNAS. dan pengawasan secara berkelanjutan. yang pada gilirannya tujuan pendidikan pun tidak akan pernah tercapai secara semestinya. pengorganisasian yang efektif dan efisien.tanpa didukung proses manajemen yang baik. dan sasaran. tinggi rendahnya mutu input dapat diukur dari tingkat kesiapan input. makin tinggi pula mutu input tersebut. khusunya prestasi belajar siswa. Input perangkat lunak meliputi struktur organisasi sekolah. boleh jadi hanya akan menghasilkan kesemrawutan lajunya organisasi. kesopanan. dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas/bermutu tinggi jika prestasi sekolah. dan (2) prestasi non-akademik. keterampilan kejujuran. Input sumber daya meliputi sumberdaya manusia (kepala sekolah.). Makin tinggi tingkat kesiapan input. guru termasuk guru BP. Dalam konteks pendidikan pengertian mutu mencakup input. efektivitasnya. dsb. Kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat berlangsung dengan baik. Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses/perilaku sekolah. perlengkapan. karya ilmiah. kesnian. seperti misalnya IMTAQ.

media pembelajaran. tugas dan fungsi sekolah lebih pada melaksanakan program dari pada mengambil inisiatif merumuskan dan melaksanakan program peningkatan mutu yang dibuat sendiri oleh sekolah. tentang bagaimana pembelajaran dilaksanakan. Sedang pada Pola Baru. dan selanjutnya menghasilkan output (keluaran). . Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pelaksanaan pendidikan terlalu terfokus pada input (berapa siswa yang bersekolah) dan output (berapa siswa yang lulus UNAS). pendekatan profesionalisme lebih diutamakan dari pada pendekatan birokrasi.” Aktivitas suatu sistem tersebut diragakan oleh gambar berikut. pengambilan keputusan dilakukan secara partisipasif dan partisipasi masyarakt makin besar. lebih mengutamakan teamwork. dari menghindari resiko menjadi mengolah resiko. sekolah lebih luwes dalam mengelola lembaganya. Sekaligus sejauhmana kompetensi guru dan tenaga pengajar lainnya beserta alat evaluasi proses pembelajaran yang dilakukan sekolah.perlu fokus itu lebih pada pelaksanaan (proses) pendidikan disekolah. sekolah memiliki wewenang lebih besar dalam pengelolan lembaganya. Kedepan . lebih mengutamakan pemberdayaan. informasi terbagi ke semua warga sekolah. Untuk memulai hal tersebut perbaikan awal yang harus dilakukan adalah pembenahan pola manajemen sekolah. pengelolaan sekolah lebih desentralistik. yang akan dipakai oleh masyarakat lingkungannya. pengunaan uang lebih efesien karena sisa anggaran tahun ini dapat digunakan untuk anggaran tahun depan (Effesiensi-based budgeting). dan struktur organisasi lebih datar sehingga lebih efesien.Sehingga kesimpulannya adalah bukan konsepsi input output yang salah namun cara pandang atau fokus dari pengembangan pendidikan yang selama ini berjalan. Dalam pada pola lama. dan ketersediaan sumber belajar bagi siswa. regulasi pendidikan lebih sederhana peranan pusat bergesr dari mengontrol menjadi mempengaruhi dan dari mengarahkan ke memfasilitasi. Syafaruddin dan Nasution mengemukakan bahwa: ”proses suatu sistem dimulai dari input (masukan) kemudian diproses dengan berbagai ativitas dengan menggunakan teknik dan prosedur. perubahan sekolah didorong oleh motivasi diri sekolah dari pada diatur dari luar sekolah.

personil (Kepala sekolah.meliputi pengajaran. pembimbingan. masyarakat. sarana. dapat diragakan dalam gambar berikut. staf TU). guru. program pendidikan (kurikulum). media. yaitu siswa yang meliputi intelek.. unit kerja. lebih rinci bahwa komponen input diklasifikasikan menjadi tiga. fisik-kesehatan. Komponen proses menurut Nana Syaodih S. media. kepala sekolah.Berkaitan dengan komponen-komponen yang membentuk sistem pendidikan. Komponen-komponen yang terlibat dalam sistem pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Nana Syaodih S. dkk di atas. pelatihan. pelatihan. keterampilan dan sikap. yaitu (1) raw input. Selanjutnya output meliputi pengetahuan. Oleh karena itu untuk . dan (3) Environmental input. lingkungan keluarga. dan biaya. evaluasi dan pengelolaan. fasilitas. Peta Komponen Pendidikan sebagai Sistem Berdasarkan pendapat Syafaruddin dan Nana Syaodih di atas. ekstrakulikuler. pembimbingan. evaluasi.. fasilitas. input diantaranya diwakili oleh siswa. dan sarana prasarana. kepribadian dan performansi. dan pengelolaan. sosial-afektif dan peer group. Gambar . dan lembaga sosial. dapat diketahui bahwa proses pembelajaran merupakan salah satu komponen sistem pendidikan yang dapat menentukan keberhasilan pembelajaran dan mutu pendidikan. guru. (2) Instrumental input. Proses diwakili pengajaran. Sementara output meliputi pengetahuan. meliputi lingkungan sekolah. meliputi kebijakan pendidikan.Dalam konteks sistem pendidikan.

diperlukan proses pembelajaran yang berkualitas pula. terjadi proses pendidikan yang bermutu jika tidak didukung oleh faktor-faktor penunjang proses pendidikan yang bermutu pula. Mutu pembelajaran dapat dikatakan sebagai gambaran mengenai baik-buruknya hasil yang dicapai oleh peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan. serta proses pembelajaran yang berlangsung hingga membuahkan hasil.memperoleh mutu pendidikan yang baik. Berkaitan dengan pembelajaran yang bermutu. Pudji Muljono menyebutkan bahwa konsep mutu pembelajaran mengandung lima rujukan. Sumber : . Merupakan sesuatu yang mustahil pula. (3) efektivitas. (2) daya tarik. Merupakan sesuatu yang mustahil. Mutu pendidikan sebagai sistem selanjutnya tergantung pada mutu komponen yang membentuk sistem. pendidikan atau sekolah menghasilkan lulusan yang bermutu. Sekolah dianggap bermutu bila berhasil mengubah sikap. yaitu: “(1) kesesuaian. Dengan demikian pendidikan akan menghasilkan kualitas yang siap bersaing jika pendidikan di manajemen dengan baik. jika tidak melalui proses pendidikan yang bermutu pula. (4) efisiensi dan (5) produktivitas pembelajaran”. Mutu pendidikan atau mutu sekolah tertuju pada mutu lulusan. perilaku dan keterampilan peserta didik dikaitkan dengan tujuan pendidikannya.

3 /.3. 35:9  205:9 3:3.3/. $. 8..$.8 /.3 50304.3 203..8  0897...  :39 07.4/ $ 205:9 503.  4254303 574808 203:7:9 .3  50.35:9 205:90-.5. 35:9  .  /..3 8.3  502-2-3. 4254303 35:9 /.  1. 503.38  4254303 4254303.3 -.3  0 .5 07..2..8.5.$8902 07/.. 57./ 9..3.8.4/$ //.$.3 5007 74:5    3897:2039.8.3 :7::2 507843 05.380-.3 /.3 /03.5.3  0907.804.  /.3  $0.9  /.4//.89./02:.9: 4254303 88902 503//.9.7.  /.9.3 8.7 !09.3 0-07.3   3.3 .3 207:5. 848.1.89.3  $02039.  3:3...7.:.288902503//.3  0- 73.:.  :7:  89.7.24390888902503//..3 8.3:93.1 %&  8..7...1091 /./. :7: 05.9.4088.35071472.3 0:.8  20/.4254303!03//.7.7.3 02-.3  0.3  848. .3..3 502-0.:-.9.8 /.9:   7.3 35:9/. .9.  1..3 5747..3 4254303 4254303 .9 203039:.:.3503/.8 /.39.7-07:9   . 4:95:9 205:9 50309. -..7.7..9: 88.3 057-..3.8  20/.9/.3.3 2:9: 503//.7432039.3907-./.2-...7.703.7.3.:.3/.::07  /.2-. 804.3.2.3  50.9.5.  .9$..7..9/09.8.2503//.3  0.7.380-.  !74808 /.81.8.9/7.3 205:9 3900  18 080.3503//.3. 574808 502-0.3 202-039: 88902 503//...3 50304.3  502-2-3.25. 4:95:9 205:9 50309.7://3/.  2. 9: :39: .3 804.3 /.340 .3.

.  $:2-07  .3 503//.  :9: 503//.3 -072:9: .3 /03.: 2:9: 804.8 5:.3-072:9:5:.3 80-...3 2:89.3/.../ 574808 503//..5..9:  0808:..3 -07.3 /03.3 574808 502-0.9.3203..3 -.947 1.3.3.3 203..8 .3 .32:89.3:93..7.25./.9.3  574/:9. 907.7.7..7.  /507:. 907.3 808:.:574808503//. 9/. 20. 07:5.3  $04.3 202-039: 88902  8079.3 .7::./.8   018038/.2-.3503//.0203/03.20250740 2:9: 503//. 43805 2:9:502-0.33.3-072:9:5:.7   0109.3 0907.3 -07:.3/2.3. // /..7.3.5 -072:9: -.9.5  507.3  03.3. 2:9: 4254303 .3 /.3.9.947 503:3.3 ..3 .9.9..7..202-:. // /.8 203:-..3  07:5. 203.380-.5.3 -.5:..3 .7.3 9::..3 ::8.9/.. 503//.3 -072:9:  . //::3 40 1.9. 8.8.9.5-078.8.38:33.3 .-..: /.9.9: .3 .  503//. 9079:: 5.: 804. 574808 502-0.3 . /.3808:.  :9:502-0.8  07.39:3 5. 2:9: ::8.8.320303.9.3/02.3 .3 502-0..38.3-. 40 508079.7. -:7:3. 9/.  :9: 503//.3   /.3 -072:9:  !:/ :434 2030-:9.8.3 /.3. 88902 80.2 574808 502-0.3:. -07.3/:32.3 508079.3 574808 503//.3 .8502-0.3.9:.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful